BOLEHKAH WANITA MENJADI PEMIMPIN MENURUT ISLAM ???

oleh Suara Al-Fakir pada 09 November 2010 jam 10:29 <Photo 1

Menurut mayoritas pemikir politik Islam, seperti al-Mawardi dalam kitabnya, ³Al-Ahkâm AshShulthâniyyah´, menegaskan bahwa pemerintahan yang sah untuk menjamin kelestarian sosial dalam suatu Negara atau daerah adalah wajib hukumnya, baik menurut akal maupun syara¶. Menurut akal, tidak mungkin ada suatu Negara atau daerah tanpa pemerintahan yang dipimpin oleh kepala Negara atau daerah. Sebab, jika demikian, maka masyarakat akan hidup tanpa ada pihak yang mencegah terjadinya kedhaliman dan tidak ada yang akan menyelesaikan perselisihan dan persengketaan (tanâzu¶ wa takhâshum). Sedangkan menurut syara¶, kepala Negara atau daerah diperlukan untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan, juga masalah keagamaan. Sedangkan untuk membentuk atau melestarikan pemerintahan yang sah, membutuhkan proses pemilihan dan suksesi.

Pemilu, akan menjadi ³hajat orang banyak´ jika dapat mencerminkan kedaulatan rakyat. Oleh karena itu, memberikan suara kepada salah satu calon pemimpin bukanlah sebuah kewajiban secara personal (fardhu µain) menurut Islam, namun sebatas kewajiban secara komunal (fardhu kifâyah). Akan tetapi, di saat ini, ketika kita telah larut dalam permainan politik dan kurang memihak terhadap kepentingan rakyat, sementara diyakini ada salah satu calon pemimpin yang dipercaya dapat menjadi pemimpin dan membawa perubahan ke arah ³pro rakyat´, maka partisipasi politik dan memberikan suara pada saat pemungutan suara menjadi sebuah kewajiban secara personal (fardhu µain).

ISLAM & KEKUASAAN

Pemilihan kepala negara sama artinya dengan memilih Khalifah pada masa awal kematian Nabi dahulu, semuanya harus tetap mengacu pada aturan main yang ditetapkan oleh Islam. Di dalam Islam, tidak ada pemisahan antara agama dan negara, agama dan politik atau agama dan kepemimpinan, semuanya satu kesatuan. Karena hidup kita ini diatur oleh agama dari hal yang paling kecil sampai pada hal yang terbesar. Hidup adalah tingkah laku, dan tingkah laku dibatasi oleh norma agama termasuk tingkah laku dalam berpolitik.

Hambali dan Ja¶fari/ Imammiah) . Al-An¶aam: 9) ³Kami tidak mengutus sebelum kamu. dan suka atau tidak suka. ³ (QS. Syafi¶i.BOLEHKAH MEMILIH PEMIMPIN WANITA DI DALAM ISLAM ??? Seputar Ketentuan Pemimpin wanita : y Tidak Ada Nabi dan Rasul Wanita (Nabi dan Rasul adalah refleksi dari pemimpin. melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. pedoman atau acuan bagi manusia lainnya) Rujukannya lihat : ³Dan kalau Kami bermaksud menjadikan Rasul itu dari golongan malaikat. tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki.´ (QS.´ (QS. baik dalam skala besar maupun dalam skala kecil. mereka adalah contoh. Yusuf: 109) ³Kami tiada mengutus Rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad). melainkan orang laki-laki yang kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. kecuali makmumnya juga wanita (berdasarkan Imam Hanafi. Al-Anbiyaa¶: 7) Imam dalam sholat tidak boleh wanita.

apalagi seorang kepala negara yang notabene sebagai kepala atau pemimpin dari banyak kepala keluarga lain. Imam Ahmad. meski dalam lingkup yang lebih terbatas.y Laki-laki Sudah Ditetapkan Sebagai Pemimpin Wanita Rujukannya : ³Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ulama berkesimpulan bahwa wanita tidak diperkenankan menduduki tampuk kekuasaan tertinggi dalam suatu Negara. An-Nisaa¶: 34) Ayat ini memang konteksnya berbicara seputar rumah tangga. Imam Malik. seorang kepala rumah tangga saja haruslah laki-laki. Padahal. pada hakikatnya sama. dan Imam Syafi¶i berpendapat bahwa wanita tidak berhak menjadi pemimpin. Ketentuan semacam ini. menurut al-Qâdhi Abû Bakr ibn al-¶Arabiy merupakan konsensus para ulama. persaksian. dilatarbelakangi adanya perbedaan sudut pandang dalam menilai kepemimpinan semacam ini. maka tidak bisa lain. Ali Imran: 36) Hadits : ³Diriwayatkan dari Abu Bakar. katanya: Tatkala sampai berita kepada Rasulullah bahwa orang-orang Persia mengangkat raja puteri Kaisar. menjadi pemimpin. meraih sebuah keberuntungan dan menghindarkan diri dari kesusahan adalah sebuah anjuran. Dari sini. Perbedaan ini. Sedangkan untuk kekuasaan yang cakupannya lebih terbatas. bagaimanapun juga. Bukhari. keabsahan kepemimpinan wanita masih menjadi perdebatan para ulama. dia haruslah laki-laki. semisal pemimpin daerah. Turmudzi dan An-Nasa¶i) Hadits tersebut menjelaskan. Yang . Beliau bersabda: Tidak akan pernah beruntung keadaan suatu kaum yang menyerahkan kepemimpinannya pada seorang perempuan. tidak akan mendapatkan keberuntungan.´ (QS. baik dengan kekuasaan luas maupun terbatas. Sebab.´ (HR. akan tetapi secara logikanya. bahwa suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada seorang wanita. apakah termasuk bagian dari kekuasaan. y y ³Dan anak laki-laki tidaklah sama dengan anak wanita. ataukah fatwa.´ (QS.

berarti memberikan keputusan dalam wilayah tersebut juga sudah semestinya diperbolehkan.Ratu Balqis menjadi kepala negara. Prinsipnya. Setelah dia ditundukkan oleh Sulaiman dan menjadi istrinya. Apakah Islam melakukan diskriminasi terhadap perempuan ? Islam tidak melakukan diskriminasi. bukan lagi Balqis. 2. entah laki-laki ataukah perempuan) maka keputusan hukumnya legal dan sah-sah saja.. sebagaimana sabda yang beliau sampaikan. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa wanita dapat menjadi penguasa dalam urusan harta. jauh sebelum dia mengenal Islam dan dipercaya kawin dengan Nabi Sulaiman.membedakan hanyalah wilayah kekuasaannya semata. Padahal. .. PERTANYAAN YANG TIMBUL . Beliau berpandangan. ³Ambillah separuh ajaran agama kalian dari Khumayrⶠini´. memiliki pandangan yang lebih longgar dalam permasalahan ini. identik dengan fatwa. otomatis yang menjadi kepala negara adalah Sulaiman. kepemimpinan semacam ini. (tanpa memandang jenis kelamin. Rasulullâh sendiri merestui dan melegalkan seorang wanita untuk memberikan fatwa. kecuali hal-hal yang memang telah diputuskan oleh ijma¶. Bagaimana dengan pemerintahan Ratu Saba¶ yang dikenal bernama Balqis? . Ibn Jarîr ath-Thabariy. Rasulullâh jelas-jelas melarang seorang wanita menjadi pemimpin. Dalam pandangan beliau. Padahal. menurut beliau. setiap orang yang memiliki kredibilitas untuk menengahi pertikaian atau persengketaan di antara manusia. ketika wanita diperbolehkan memberikan kesaksian dalam urusan harta. yaitu masalah kepemimpinan besar (al-imamah al-kubra). Beliau berpendapat bahwa wanita dapat menjadi pemimpin daerah secara mutlak dalam semua hal. 1.

Tirmidzi dari Ibnu Umar) Dalam sejarah. Bahkan Khadijah istri Nabi yang pertama adalah seorang saudagar (pengusaha). Abu Daud.Untuk memimpin suatu negara. Di sisi lain. Sesudah Nabi wafat. orang harus benar-benar total. Perempuan adalah pemimpin dlm rumah suaminya dan diapun bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. menteri tetap harus bertanggung jawab kepada pemimpinnya. yaitu presiden (dalam istilah agamanya. menghadiri rapat di berbagai kesempatan. dan dia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya itu. Itulah contoh dan bentuk emansipasi wanita di dalam Islam. Nabi SAW mengikutsertakan wanita dalam medan perang. kemudian wanita juga mempersiapkan konsumsi seperti dilakukan oleh µAisyah.´ (Hadits Riwayat Ahmad. . baik dalam waktu. pikiran maupun resiko dan tanggung jawabnya bahkan terkadang harus rela disibukkan oleh aktifitasnya. sahabatnya. melakukan perjalanan dinas dan seterusnya yang tentu saja sulit dilakukan oleh seorang wanita. istri Beliau. isteri memiliki tanggung jawab atas kepemimpinannya dalam rumah tangga suaminya). AlBaqarah: 228) ³Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggung jawab atas kepemimpinanmu. Muslim. Akan tetapi para suami memiliki satu tingkatan kelebihan dari pada istrinya. mengangkat Ummu Asy-syifa¶ AlAnsyariah sebagai pengawas dan pengontrol pasar Madinah (kalau sekarang ini mungkin bisa disetarakan dengan kedudukan menteri ekonomi).´ (QS. namun mereka bukan dijadikan umpan peluru. karena ia juga harus melayani suami dan anak-anak sebagai tugas utamanya. Patut dicatat bahwa tugas seorang menteri tidak seberat dan sebesar tanggung jawab tugas kepala negara. tetapi sebagai prajurit yang bertugas memberikan pertolongan bagi mereka yg terluka seperti dicontohkan oleh Fatimah Az-Zahrah puteri Beliau sendiri. Bukhari. Laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya. ³Bagi para wanita. mereka punya hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang benar. Khalifah Umar.

Istri Ali. Al-Qur¶an dan Hadits tidak membenarkan wanita memimpin pria. . Ali bin Abu Thalib sempat tidak setuju dengan kepemimpinan Abu Bakar pasca kematian Nabi Muhammad. tetap bertentangan dengan ajaran Islam.Bagaimana bila kepala negaranya wanita dan wakilnya pria ? Ini terbalik. enam bulan sesudahnya Ali bin Abu Thalib akhirnya memilih mengikuti kepemimpinan Abu Bakar selaku Khalifah/ kepala negara. Lalu bagaimana bila suatu saat si wakil melengserkan si pemimpin yang sebelumnya adalah wanita ? Tetap saja pada waktu pemilihan pertama. Kapan kita boleh memilih wanita sebagai pemimpin ? - Bila sudah tidak ada lagi laki-laki Islam yang mampu jadi pemimpin ! Bolehkah kita Golput ? Golput (Golongan Putih) artinya tidak memilih. Namun setelah Fatimah wafat dan dengan pemikiran yang panjang kedepan. Islam secara tegas memberi arahan pada umatnya tentang kriteria dan juga kewajiban untuk melaksanakan pemilihannya. Tetapi itu diawali dengan ketidakpuasan Fatimah az-Zahrah. Hal ini telah dinyatakan dalam nash-nash syar¶i. Inipun tidak dibenarkan oleh Islam. sang pemimpin adalah wanita dan sang wakil adalah laki-laki. Imam wanita Makmum laki-laki. istri memimpin suami. yang juga puteri kesayangan Rasul dengan keputusan politik Abu Bakar terhadap tanah Fadak yang diklaim sebagai warisan Nabi SAW untuk puterinya itu. Dalam hal kepemimpinan.

´ (HR. apa lagi dalam suatu ruang lingkup kenegaraan!!! --Armansyah & berbagai sumber-- . hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya. Abu Dawud dari Abu Hurairah) Bila untuk sebuah rombongan kafilah saja diwajibkan pengangkatan kepemimpinan sebagai ketua rombongan yang bertanggung jawab terhadap jemaahnya.Nabi Muhammad SAW bersabda: ³Jika ada tiga orang bepergian.

Wanita itu lemah. Sekarang kita akan melihat mengapa wanita tidak pantas jadi pemimpin. Asy Syamilah) Al Baghowiy mengatakan dalam Syarhus Sunnah (10/77) pada Bab ´Terlarangnya Wanita Sebagai Pemimpin´: ´Para ulama sepakat bahwa wanita tidak boleh jadi pemimpin dan juga hakim. beliau shallallahu ¶alaihi wa sallam lantas bersabda. Wanita kurang akal dan agama Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. tidak mampu menyelesaikan setiap urusan karena mereka kurang (akal dan agamanya). ´ Suatu kaum itu tidak akan bahagia apabila mereka menyerahkan kepemimpinan mereka kepada wanita´. ± ± » « ³Tatkala ada berita sampai kepada Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam bahwa bangsa Persia mengangkat putri Kisro (gelar raja Persia dahulu) menjadi raja. tidak diperkenankan berhias (apabila keluar rumah). (Lihat Adhwa¶ul Bayan. Pemimpin wanita pasti merugikan Abu Bakrah berkata. ´ (HR. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. keluarga dan sahabatnya. Tulisan kali ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai "Pemimpin Wanita dalam Tinjauan". para ulama bersepakat bahwa syarat al imam al a¶zhom (kepala negara atau presiden) haruslah laki-laki. Kepemimpinan dan masalah memutuskan suatu perkara adalah tanggung jawab yang begitu urgent. Sedangkan wanita adalah aurat. 4425) Dari hadits ini. karena pemimpin harus memimpin jihad. Seorang hakim haruslah bisa menyelesaikan sengketa. 3/34.ALASAN WANITA TIDAK MENJADI PEMIMPIN « Segala puji bagi Allah. Alasannya. . Mengapa Wanita Tidak Jadi Pemimpin? Alasan Pertama. Begitu juga seorang pemimpin negara haruslah menyelesaikan urusan kaum muslimin.´ Alasan Kedua. Bukhari no. Semoga bermanfaat. Rabb semesta alam. Oleh karena itu yang menyelesaikannya adalah orang yang tidak memiliki kekurangan (seperti wanita) yaitu kaum pria-lah yang pantas menyelesaikannya.

maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang . ³Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). ´Bukankah ketika seorang wanita mengalami haidh.´ Dari hadits ini sebagian pria akhirnya menganiaya para wanita. Adapun makna hadits Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam: ³Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menggoyangkan laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.´ (HR. Allah Ta¶ala berfirman. ´Wahai Rasulullah. apa yang dimaksud dengan kurang agamanya? ´ Beliau shallallahu ¶alaihi wa sallam pun menjawab. Jika tak ada dua oang lelaki.´ Lalu ada yang menanyakan kepada Rasulullah. Oleh karena itu ±wahai Syaikh. Inilah kekurangannya. ´Wahai Rasulullah. Oleh karena itu. dia tidak dapat melaksanakan shalat dan tidak dapat berpuasa?´ (HR. Bukhari dan Muslim) Jadi. ´Bukankah persaksian dua wanita sama dengan satu pria?´ Ada yang menanyakan lagi. harus bersama wanita lainnya.³Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menggoyangkan laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita. apa yang dimaksud kurang akalnya?´ Beliau shallallahu ¶alaihi wa sallam pun menjawab. Akhirnya dia pun sering menambah-nambah dan mengurang-ngurangi dalam persaksiannya. 304) Apa yang dimaksud dengan kurang akal dan agamanya? Ada yang menanyakan kepada Syaikh ¶Abdul Aziz bin ¶Abdillah bin Baz: Saya seringkali mendengar hadits ´wanita itu kurang akal dan agamanya. seringkali wanita itu lupa. Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kurang akalnya adalah dari sisi penjagaan dirinya dan persaksian tidak bisa sendirian. Bukhari no.kami memintamu untuk menerangkan makna hadits ini.

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Bukhari no. dia pun meninggalkan shalat dan puasa. Wanita mengalami haidh. ia akan selalu bengkok. Abu Daud no. maka bersikaplah yang baik terhadap wanita. Alasan Kelima. Namun. Al Baqarah: 282) Yang dimaksud dengan kurangnya agama adalah ketika wanita tersebut dalam kondisi haidh dan nifas.´ (HR. 5184) Alasan Keenam. supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. dan sebaik-baik shof untuk wanita adalah paling belakang sedangkan paling jeleknya adalah paling depan. (Majmu¶ Fatawa Ibnu Baz. Jika engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi. melahirkan. 2085. Tirmidzi no. Muslim no. Bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. ³Tidak ada nikah kecuali dengan wali. ³Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. jika kamu membiarkan wanita. juga dia tidak mengqodho shalatnya.´ (QS. Wanita tidak dapat menikahkan dirinya sendiri.kamu ridhai. tetapi harus dengan wali Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda.´ (HR.´ (HR. 4/292) Alasan Ketiga. 1101 dan Ibnu Majah no. maka dia akan patah. Wanita ketika shalat berjama¶ah menduduki shaf paling belakang Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. 440) Alasan Keempat. Inilah yang dimaksud kurang agamanya. hamil. 1880. ³Sebaik-baik shof untuk laki-laki adalah paling depan sedangkan paling jeleknya adalah paling belakang. Wanita menurut tabiatnya cenderung pada kerusakan Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. dan menyusui .

³Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat. dan membanting badan. seringnya para wanita melakukan perbuatan yang terlarang dan melampaui batas seperti menampar pipi. Ath Tholaq : 4) Jika datang waktu seperti ini. atau orang yang sederajat dengannya. Allah Ta¶ala berfirman. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah. Tujuan dari ini semua adalah agar kebutuhan perbaikan keluarga teratasi oleh wanita sedangkan perbaikan masyarakat nantinya dilakukan oleh kaum laki-laki. Wanita mudah putus asa dan tidak sabar Kita telah menyaksikan pada saat kematian dan datangnya musibah. Mereka memimpin dalam hal yang khusus yaitu terutama memelihara diri. itu pun di bawah pengawasan suaminya.Allah Ta¶ala berfirman. hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu. Al Ahzab: 33) Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. Dan perempuan-perempuan yang hamil.´ (QS. ³Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuanperempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya). . memecah barang-barang. mendidik anak dan memelihara harta suami yang ada di rumah. Di Mana Kepemimpinan Wanita? Wanita hanya diperbolehkan menjadi pemimpin di rumahnya. dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. maka di mana tanggung jawab wanita sebagai pemimpin? Alasan Ketujuh. maka masa iddah mereka adalah tiga bulan. tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Padahal seorang pemimpin haruslah memiliki sifat sabar dan tabah.´ (QS.

menurut tinjauan syari¶at Islam. menyeru manusia untuk menghapusnya. Tetapi lihatlah perzinaan dan fitnah wanita serta kehancuran aqidah. Oleh karena itu. Tentunya bila dilaksanakan. dia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai orang yang diurusnya. dan kebahagiaannya masing-masing. sebab akan mengundang kemarahan Allah. dan generasi sesudahnya. kebaikan dan kejayaan akan diraih kaum muslimin sebagaimana yang pernah dialami para Rasul. Wa shalallahu ¶ala nabiyyina Muhammad wa ¶ala alihi wa shohbihi wa sallam. Perbedaan ini adalah semata-mata menuju keadilan. belum lagi di alam akhirat. belum lagi besok di alam kubur. para sahabatnya. yang sering disebut dengan istilah emansipasi wanita. Sesungguhnya Engkaulah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.´ (Hirosatul Fadhilah) Sadarlah! Inilah ketentuan di dalam Islam. baik dari segi lahir dan batin. tetapi Dialah yang mengatur makhluk-Nya sesuai dengan kemampuan. dan ekonomi yang ini tidak bisa kita tutupi lagi. Bukanlah Allah membendung hak asasi manusia. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah teori sekuler. dan menuntut supaya ada kesamaan antara laki-laki dan wanita. Masing-masing harus ridho dengan taqdir Allah dan syari¶at Islam.³Dan wanita menjadi pemimpin di rumah suaminya. Masih Ngotot Adanya Persamaan Gender Syaikh Bakar Abu Zaid berkata. Seorang hamba hendaknya memohon karunia kepada Rabbnya. ibadah. Alhamdulillahilladzi bi ni¶matihi tatimmush sholihaat. Allah berfirman di dalam surat An Nisaa¶ ayat 32 yang maksudnya adalah kita dilarang iri dengan kedudukan orang lain. Inilah adab syari¶at Islam untuk menghilangkan kedengkian dan agar orang mukmin ridha dengan pemberian Allah. tunjukilah kami (dengan izin-Mu) pada kebenaran dari apa-apa yang kami perselisihkan di dalamnya. kebutuhan. maka bagaimana apabila mengingkari syari¶at Islam yang membedakan antara laki-laki dan wanita.´ (HR. karena masing-masing tidak menerima ketentuan Allah dan tidak ridho dengan hukum dan syari¶at-Nya. Selanjutnya. Tidak boleh masing-masing berharap memiliki kekhususan yang lain. dengan perbedaan ini kehidupan bermasyarakat menjadi teratur. Ya Allah. karena menentang taqdir Allah «. 11 Rabi¶ul Akhir 1430 H . Tetapi jika peraturan ini dilanggar. jangan berharap perdamaian di dunia apalagi kenikmatan di akhirat. jika hanya berharap ingin meraih sifat lain jenis dilarang di dalam Al Qur¶an. **** Diselesaikan sore hari di Wisma MTI. akhlaq. ³Masing-masing wajib mengimani dan menerima bahwa harus ada perbedaan antara laki-laki dan wanita. 2409) Kita hendaknya menerima ketentuan Allah yang Maha Bijaksana ini. Bukhari no.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful