Makalah kemiskinan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Selamat…!

Pendapatan per kapita penduduk Indonesia menembus angka US $ 18,000 atau sekitar Rp. 180.000.000,00 per tahun. Angka tersebut jauh di atas beberapa negara ASEAN lainnya seperti Malaysia yang hanya memiliki pendapatan per kapita penduduk US $ 6,220, atau Thailand dengan pendapatan per kapita penduduknya US $ 2,990. Rekor tersebut hampir menyamai Korea yang memiliki income per kapita penduduk US $ 20,000, meskipun masih jauh di bawah Jepang, Australia, dan Amerika yang memiliki pendapatan per kapita penduduk di atas US $ 30,000. Itulah topik terhangat yang dicatat di halaman surat kabar nasional pada tahun 2030. Itu pun hanya prediksi beberapa ahli yang mengabaikan peningkatan pendapatan beberapa negara lain di atas yang memang memiliki pendapatan per kapita seperti apa yang tertulis saat ini. Dengan berat hati kita harus mengakui bahwa pendapatan per kapita penduduk Indonesia hanya US $ 1,946 pada tahun 2008, jauh di bawah Jepang US $ 34,189, Amerika US $ 43,444, Australia US $ 50,000, dan Singapura US $ 29,320. Apa masyarakat Indonesia harus menunggu sampai tahun 2030? Dan apa mungkin di tahun 2030 prediksi itu benar-benar akan tercapai? Atau itu hanyalah mimpi indah belaka bagi rakyat Indonesia? Sampai sekarang masalah kemiskinan masih menjadi “hantu” yang menakutkan bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Kemiskinan merupakan problematika kemanusiaan yang telah mendunia dan hingga kini masih menjadi isu sentral di belahan bumi manapun. Selain bersifat laten dan aktual, kemiskinan adalah penyakit sosial ekonomi yang tidak hanya dialami oleh Negara-negara berkembang melainkan negara maju sepeti inggris dan Amerika Serikat. Negara inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era

kebangkitan revolusi industri di Eropa. Sedangkan Amerika Serikat bahkan mengalami depresi dan resesi ekonomi pada tahun 1930-an dan baru setelah tiga puluh tahun kemudian Amerika Serikat tercatat sebagai Negara Adidaya dan terkaya di dunia. Pada kesempatan ini penyusun mencoba memaparkan secara global kemiskinan Negara-negara di dunia ketiga, yaitu Negara-negara berkembang yang nota-benenya ada di belahan benua Asia. Kemudian juga pemaparan secara spesifik mengenai kemiskinan di Negara Indonesia. Adapun yang dimaksudkan Negara berkembang adalah Negara yang memiliki standar pendapatan rendah dengan infrastruktur yang relatif terbelakang dan minimnya indeks perkembangan manusia dengan norma secara global. Dalam hal ini kemiskinan tersebut meliputi sebagian Negara-negara Timur-Tengah, Asia selatan, Asia tenggara dan Negara-negara pinggiran benua Asia. Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yaitu kemiskinan alami dan kemiskinan buatan. kemiskinan alami terjadi akibat sumber daya alam (SDA) yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan Buatan diakibatkan oleh imbas dari para birokrat kurang berkompeten dalam penguasaan ekonomi dan berbagai fasilitas yang tersedia, sehingga mengakibatkan susahnya untuk keluar dari kemelut kemiskinan tersebut. Dampaknya, para ekonom selalu gencar mengkritik kebijakan pembangunan yang mengedepankan pertumbuhan ketimbang dari pemerataan. B. Perumusan Masalah Dalam tugas terstruktur individu ini, penyusun yang membahas mengenai masalah kemiskinan, didapatkan rumusan masalah yang akan dibahas dalam analisis permasalahan. Rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut: “Apa yang menjadi masalah dasar dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia”.

C. Tujuan Adapun tujuan dibuatnya makalah yang membahas tentang kemiskinan di Indonesia ini adalah sebagai berikut: 1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia yang mampu dalam hal materi agar ikut berperan serta untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. 2. Memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia untuk menghadapi kemiskinan yang merupakan tantangan global dunia ketiga. 3. Untuk mengetahui sejauh mana upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. D. Manfaat A. Bagi Penulis Penulisan makalah ini disusun sebagai salah satu pemenuhan tugas terstruktur dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. A. Bagi pihak lain Makalah ini diharapkan dapat menambah referensi pustaka yang berhubungan dengan permasalahan dan upaya penyelesaian kemiskinan di Indonesia. E. Ruang Lingkup Dalam penyusunan Makalah ini penyusun mengambil sampel ruang lingkup berupa masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

BAB II METODE PENULISAN A. Objek Penulisan Objek penulisan dalam tugas terstruktur individu ini adalah pengertian dan permasalahan utama akibat kemiskinan, aspek kebijaksanaannya dan upaya penyelesaian yang telah dilakukan oleh pemerintah.

B. Dasar Pemilihan Objek Kami memilih Objek Penulisan ini adalah karena Kemiskinan merupakan permasalahan kemanusiaan yang sangat kompleks. Selain itu, kemiskinan juga menjadi isu sentral di belahan bumi manapun. Sebagai warga negara Indonesia, dalam mengentaskan kemiskinan tidak hanya bertumpu pada bantuan pemerintah saja namun di zaman globalisasi ini warga negara Indonesia dituntut untuk mempunyai kualitas SDM yang unggul sehingga memungkinkan munculnya keunggulan individual yang dapat memberikan sumbangan kepada kemakmuran individu dan masyarakat. C. Metode Pengumpulan Data Dalam pembuatan makalah ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah kaji pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam makalah ini yaitu masalah mengenai permasalahan dan upaya penuntasan kemiskinan di Indonesia. Sebagai referensi juga diperoleh dari media berbagai media informasi baik dari televisi, koran maupun situs web internet yang membahas mengenai permasalahan dan upaya penuntasan kemiskinan di Indonesia. D. Metode Analisis Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis, yaitu mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yang ada, menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya, serta mencari alternatif pemecahan masalah

BAB III ANALISIS PERMASALAHAN A. Pembahasan Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh

baik sektor industri maupun pembangunan. maka perkembangan arti definitif dari pada kemiskinan adalah sebuah keniscayaan. Arti definitif ini lebih dikenal dengan kemiskinan struktural. Adapun kata “fakir” diartikan sebagai orang yang sangat miskin. kriminalitas. Deskripsi lain. Secara Etimologi makna yang terkandung yaitu bahwa kemiskinan sarat dengan masalah konsumsi. Definisi Dalam kamus ilmiah populer. arti definitif kemiskinan yang mulai bergeser misal pada awal tahun 1990-an definisi kemiskinan tidak hanya berdasarkan tingkat . Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah. Hal ini bermula sejak masa neo-klasik di mana kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negatif (ketidakseimbangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh. Senada dengan pendapat di atas adalah bahwasanya kemiskinan ditimbulkan oleh ketidakadilan faktor produksi.negara-negara yang sedang berkembang. seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropa. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. atau kemiskinan adalah ketidakberdayaan masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh pemerintah sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi. Berikut sedikit penjelasan mengenai kemiskinan yang sudah menjadi dilema mengglobal yang sangat sulit dicari cara pemecahan terbaiknya. kata “Miskin” mengandung arti tidak berharta (harta yang ada tidak mencukupi kebutuhan) atau bokek. sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. pengangguran. tetapi juga negara-negara maju. Misal. 1. seperti prostitusi. pendapat yang diutarakan oleh Ali Khomsan bahwa kemiskinan timbul oleh karena minimnya penyediaan lapangan kerja di berbagai sektor. Berawal dari sekedar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan hingga pengertian yang lebih luas yang memasukkan komponen-komponen sosial dan moral.

Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan. kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. kesehatan. Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya. sandang. papan. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah. yaitu bahwa kemiskinan juga mencakup kerentanan. kriminalitas. tetapi juga negara-negara maju.pendapatan. seperti prostitusi. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. tapi juga mencakup ketidakmampuan di bidang kesehatan. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropa. tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan. Namun. . Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut. di balik keadaan itu tercatat sebanyak 32 juta orang atau seperenam dari jumlah penduduknya tergolong miskin. terutama pada masa depresi dan resesi ekonomi tahun 1930-an. sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. seperti Inggris dan Amerika Serikat. Di penghujung abad 20-an telah muncul arti definitif terbaru. pengangguran. ketidakberdayaan dan ketidakmampuan untuk menyampaikan aspirasi. pendidikan. Bahkan Amerika Serikat telah banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Pada tahun 1960an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya. pendidikan dan perumahan. Amerika Serikat sebagai negara maju juga dihadapi masalah kemiskinan.

Yang antara lain adalah: a. Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global. pangan dan papan). janda miskin. pendidikan. wanita korban kekerasan rumah tangga. Ketidakmampuan dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar. Penyebab Kemiskinan Di bawah ini beberapa penyebab kemiskinan menurut pendapat Karimah Kuraiyyim. 4. 5. antara lain sebagi berikut: 1. 2. Tidak adanya akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan. 8. 3. 1. Tidak adanya jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga). 9. Indikator-indikator Kemiskinan Untuk menuju solusi kemiskinan penting bagi kita untuk menelusuri secara detail indikator-indikator kemiskinan tersebut. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (sandang. Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa. Kurangnya apresiasi dalam kegiatan sosial masyarakat. Tidak adanya akses dalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan. air bersih dan transportasi). Yang penting digarisbawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per- . 7. 6. kelompok marginal dan terpencil). sanitasi. Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip dari Badan Pusat Statistika. Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam.1.

Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Terlihat jelas faktor ini sangat urgen dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. dan − Perang b. Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli. seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan. lemahnya peranan wanita di depan publik dan banyaknya pengangguran. b) Politik ekonomi yang tidak sehat. . Oleh karena itu.kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita: a) Naiknya standar perkembangan suatu daerah. Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat. diantaranya: − Rusaknya syarat-syarat perdagangan − Beban hutang − Kurangnya bantuan luar negeri. Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata. untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus. d. Begitu pula sebaliknya. serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan maksimal c. c) Faktor-faktor luar neger. Biaya kehidupan yang tinggi.

43%) menurun menjadi 38.47%) menjadi 47.75%) berarti penduduk miskin meningkat sebesar 3.57 juta yaitu dari 47.78%). power.01 juta(17.847 per-kapita per bulan. Sedangkan pada tahun 2006 penduduk miskin bertambah dari 35. Jumlah kemiskinan dan persentase penduduk miskin selalu berfluktuasi dari tahun ke tahun.10 juta (15.48 juta (18. terburuk di Asia Tenggara setelah Kamboja.20%). Selama satu dekade ini Indonesia berada pada Tier Medium Human Development peringkat ke 110.43%) pada tahun 1999. meskipun ada kecenderungan menurun pada salah satu periode (2000-2005). penduduk miskin menurun 9. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara. . poverty dan the global water. Kembali cerah ketika periode 1999-2002. Badan Pusat Statistika ( BPS ) yang telah melaksanakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) pada bulan Maret 2007 angka resmi jumlah masyarakat miskin adalah 39. yaitu dari 34. Pada periode 1996-1999 penduduk miskin meningkat sebesar 13. Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia Bagaimana perkembangan tingkat kemiskinan di Indonesia? Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan laporan tahunan Pembangunan manusia (Human Development Report) 2006 yang bertajuk Beyord scarcity. Laporan ini menjadi rujukan perencanaan pembangunan dan menjadi salah satu Indikator kegagalan atau keberhasilan sebuah negara menyejahterakan rakyatnya.05 juta (17. 1. Keadaan ini terulang ketika periode berikutnya (2002-2005) yaitu penurunan penduduk miskin hingga 35.95 juta (1.20% menjadi 15.97 juta (23.Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin.1 juta orang dengan kisaran konsumsi kalori 2100 kilo kalori (kkal) atau garis kemiskinan ketika pendapatan kurang dari Rp 152. Adapun laporan terakhir.97 (23.97%) menjadi 39. juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga.96 juta.10 juta pada tahun 2005 dengan presentasi menurun dari 18.97 %.

Sumber utama data yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) panel Februari 2005 dan Maret 2006.digunakan juga Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar (SPKKD) yang dipakai untuk memperkirakan Proporsi dari Pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. b. Untuk mengukur kemiskinan.47/ IX/ 1 September 2006. dibuktikan oleh rendahnya mutu kehidupan masyarakat Indonesia meskipun kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (Basic Needs Approach). yaitu sebagai berikut: a. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh rendahnya Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Indonesia pada tahun 2002 sebesar 0. yang masih menempati peringkat lebih rendah dari Malaysia dan Thailand di antara negaranegara ASEAN. 1. dipaparkan penjelasan data dan sumber data yang diambil dari Berita Resmi Statistika No.1. Metode yang digunakan menghitung Garis Kemiskinan(GK) yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Indeks Kemiskinan Manusia (IKM) Indonesia pada . Sebagai informasi tambahan. Untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. c. Perhitungan garis kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan pedesaan. Tantangan Kemiskinan di Indonesia Masalah kemiskinan di Indonesia sarat sekali hubungannya dengan rendahnya tingkat Sumber Daya Manusia (SDM). Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pendapatan per-kapita di bawah garis kemiskinan. Dengan pendekatan ini dapat dihitung Head Count Indeks (HCI) yaitu persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.692. Sementara. Dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi. Penjelasan Teknis dan Sumber Data Sebagai tinjauan kevalidan dan pemahaman data di atas secara lugas.

masih lebih tinggi dari Filipina dan Thailand.GEM). Akan tetapi ketika pemerintah daerah kurang peka terhadap keadaan lingkungan sekitar.tahun yang sama sebesar 0.0 % penduduk Indonesia termasuk penduduk miskin yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian. terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. kesenjangan gender di Indonesia masih relatif lebih besar dibanding negara ASEAN lainnya. Proporsi penduduk miskin di pedesaan relatif lebih tinggi dibanding perkotaan. Data Susenas (National Social Ekonomi Survey) 2004 menunjukkan bahwa sekitar 69. GDI) dan angka Indeks pemberdayaan Gender(Gender Empowerment Measurement. Selain itu juga tantangan yang sangat memilukan adalah kemiskinan di alami oleh kaum perempuan yang ditunjukkan oleh rendahnya kualitas hidup dan peranan wanita. lembaga dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan . Tantangan lainnya adalah kesenjangan antara desa dan kota. di mana hal ini mempunyai peran yang sangat signifikan untuk mengentaskan atau menjerumuskan masyarakat dari kemiskinan. Kebijakan kemiskinan merupakan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009 dan dijabarkan lebih rinci dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahun serta digunakan sebagai acuan bagi kementrian. Tantangan selanjutnya adalah otonomi daerah. 1. Sebab ketika meningkatnya peran keikutsertaan pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan.178. maka tidak mustahil dalam jangka waktu yang relatif singkat kita akan bisa mengentaskan masyarakat dari kemiskinan pada skala nasional terutama dalam mendekatkan pelayanan dasar bagi masyarakat. hal ini sangat berpotensi sekali untuk membawa masyarakat ke jurang kemiskinan. serta bisa menimbulkan bahaya laten dalam skala Nasional. Selain itu. serta masih rendahnya angka pembangunan gender (Gender-related Development Indeks. Kebijakan dan Program Penuntasan Kemiskinan Upaya penanggulangan kemiskinan Indonesia telah dilakukan dan menempatkan penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas utama kebijakan pembangunan nasional.

pelatihan keterampilan kerja dan meningkatkan investasi dan revitalisasi industri. b) Perluasan kesempatan kerja dan berusaha dilakukan melalui bantuan dana stimulan untuk modal usaha.pembangunan tahunan. (iii) redistribusi sumber dana kepada daerah-daerah yang memiliki pendapatan rendah dengan instrumen Dana Alokasi Khusus (DAK) . Strategi Nasional Pembangunan Kemiskinan (SPNK) telah disusun melalui proses partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholders pembangunan di Indonesia. Sebagai wujud gerakan bersama dalam mengatasi kemiskinan dan mencapai Tujuan pembangunan Milenium. jembatan. (i) penyediaan sarana-sarana irigasi. Adapun langkah jangka pendek yang diprioritaskan antara lain sebagai berikut: a) Mengurangi kesenjangan antar daerah dengan. sekitar 60 % pemerintah kabupaten/ kota telah membentuk Komite penanggulangan Kemiskinan Daerah (KPKD) dan menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) sebagai dasar arus utama penanggulangan kemiskinan di daerah dan mendorong gerakan sosial dalam mengatasi kemiskinan. Di bawah ini merupakan contoh dari upaya mengatasi kemiskinan di Indonesia. Selain itu. Contoh dari upaya kemiskinan adalah di propinsi Jawa Barat tepatnya di Bandung dengan diadakannya Bandung Peduli yang dibentuk pada tanggal 23 – 25 . (ii) pembangunan jalan. c) Khusus untuk pemenuhan sarana hak dasar penduduk miskin diberikan pelayanan antara lain (i) pendidikan gratis sebagai penuntasan program belajar 9 tahun termasuk tunjangan bagi murid yang kurang mampu (ii) jaminan pemeliharaan kesehatan gratis bagi penduduk miskin di puskesmas dan rumah sakit kelas tiga. dan dermaga daerah-daerah tertinggal. air bersih dan sanitasi dasar terutama daerah-daerah langka sumber air bersih.

ras. dan eksploratif. tidak perlu sampai 2030 kemiskinan akan mencapai hasil yang seminimal mungkin. Kesimpulan dan Saran 1.Februari 1998. agama. Kesimpulan Berdasarkan latar belakang. Ketika terjalin kerja sama yang romantis baik dari pemerintah. dapat disimpulkan sebagai berikut: Masalah dasar pengentasan kemiskinan bermula dari sikap pemaknaan kita terhadap kemiskinan. kepercayaan. B. perumusan masalah yang telah diuraikan di atas. Bandung Peduli adalah gerakan kemanusiaan yang memfokuskan kegiatannya pada upaya menolong orang kelaparan. Pengentasan masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban dari pemerintah. Kemiskinan adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. inovatif. melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. nonpemerintah dan semua lini masyarakat. dan mereka yang tergolong fakir. 2. Di dalam menghadapi zaman globalisasi ke depan mau tidak . Dalam melakukan kegiatan. Saran Dalam menghadapi kemiskinan di zaman global diperlukan usaha-usaha yang lebih kreatif. Dengan digalakkannya hal ini. globalisasi membuka peluang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia yang unggul untuk lebih eksploratif. ataupun haluan politik. dan mengentaskan orangorang yang berada di bawah garis kemiskinan. Bandung Peduli berpegang teguh pada wawasan kemanusiaan. Selain itu. Dalam artian bahwa semakin meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun akan semakin banyak. tanpa mengindahkan perbedaan suku. maka Bandung Peduli melakukan targetting dengan sasaran bahwa orang yang dibantu tinggal di Kabupaten/ Kotamadya Bandung. Oleh karena sumbangan dari para dermawan tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan permasalahan kelaparan dan kemiskinan yang dihadapi. Golongan fakir yang dimaksud adalah orang yang miskin sekali dan paling miskin bila diukur dengan “Ekuivalen Nilai Tukar Beras”.

Namun mengenai masalah kemiskinan ini bukan hanya dialami oleh NSB saja.id/publik/p2kp/des/memahami99. Yogyakarta.mau dengan meningkatkan kualitas SDM dalam pengetahuan.com/rainforest/canopy/8087/miskin. DAFTAR PUSTAKA Nugroho. namun tidak separah yang dialami oleh negara yang sedang berkembang. 2005. Unsoed : Purwokerto. Kewarganegaraan Untuk SMA/ MA. skill. Hal ini tercermin dari konferensi tingkat tinggi dunia yang berhasil menggelar Deklarasi dan Program Aksi untuk Pembangunan Sosial (World Summit in Social Development) di Compenhagen pada tahun 1995. Salah satu permasalahan yang menjadi prioritas perhatian dari pemerintah adalah kemiskinan. Slamet dkk. 2007. Cahaya Pustaka Santoso Slamet. Santoso. dkk. The Indonesian Army Press Riyadi.geocities. wawasan. bahkan sebuah negara yang maju pun memiliki permasalahan ini. 2006. Mengenai penanganan permasalahan kemiskinan ini beberapa usaha yang dilakukan oleh pihak pemerintah ataupun swasta menunjukan bahwa adanya kepedulian untuk . Banyumas. pengangguran. Modul Globalisasi. dan pengucilan sosialyang ada di setiap negara. mentalitas.com/20/07/08/kemiskinan-25. Tingkat perkembangan jumlah pendudukyang tinggi dan tingkat kemiskinan yang mengikutinya mesti dijadikan pemicu bagi kelancaran program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan bukannya menjadi faktor penghambat. dan moralitas yang standarnya adalah standar global. Salah satu fenomena sosial yang dipandang perlu penanganan segera dan menjadi agenda Tingkat Tinggi Dunia tersebut adalah kemiskinan. CV.2006. Djoko. Cahaya Pustaka. hal ini pun sangatlah berpengaruh besar terhadap perkembangan negara.html http://fosmake.html makalah kemiskinan dan cara penganggulangannya Dalam sebuah Negara yang Sedang Berkembang (NSB) banyak sekali permasalahanpermasalahan yang sangat komplek untuk ditangani yang terkadang hal ini menjadi sebuah penghambat bagi perkembangan negara untuk maju menuju tahap selanjutnya.pu. Pendidikan Kewarganegaraan. Wawasan Kebangsaan.go. CV. Gunarso Dwi. Banyumas.blogspot.html www. www.

bahwa dalam mengatasi masalah kemiskinan diperlukan kajian yang menyeluruh (comprehensif). (2) terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan kesehatan. sehingga dapat dijadikan acuan dalam merancang program pembangunan kesejahteraan sosial yang lebih menekankan pada konsep pertolongan. Dalam konteks ini. Jaring Pengaman Sosial (Social Safety NetProgram) dan lain-lain. (4) terbatasnya kesempatan kerja dan berusaha. (7) terbatasnya akses terhadap air bersih. sehingga sektor ekonomi yang dijalankan oleh sebagian besar masyarakat kurang diperhitungkan. Kredit Usaha Kecil Menengah. mental dan pikiran untuk mencapai kesejahteraan sosial hidupnya. Berdasar uraian di atas dapat dikemukakan. (6) terbatasnya akses layanan perumahan dan sanitasi. (1) terbatasnya kecukupan dan mutu pangan. 1999). Kondisi ini tercermin dari konsentrasi industrialisasi berskala menengah ke atas. diduga jumlah fakir miskin relatif banyak.1% menjadi 11.3% (BPS. misalnya Program Kesejahteraan Sosial Kelompok Usaha Bersama Keluarga Muda Mandiri (Prokesos KUBE KMM). Pada dekade 1976-1996. Tanpa mengurangi arti pentingnya pembangunanyang sudah dilakukan. pemberdayaan dapat diartikan sebagai upaya untuk menolong yang lemah atau tidak berdaya (powerless) agar mampu (berdaya) baik secara fisik. persentase penduduk miskin di Indonesia pernah mengalami penurunan yaitu dari 40. (5) lemahnya perlindungan terhadap aset usaha. Beberapa koreksi dari para ahli menunjuk. Diantara angka tersebut. meluasnya korupsi dan rendahnya jaminan sosial terhadap masyarakat. namun pada periode 1996-1998 angka ini menjadi 24. persentase kemiskinan telah mengalami penurunan.meningkatkan perekonomian masayarakat secara keseluruhan sepertiyang tertuang dalam UUD Tahun 1945. (3) terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan pendidikan. (11) lemahnya partisipasi. bahwa salah satu permasalahan yang mendasar adalah orientasi pembangunan ekonomi yang kurang berpihak pada golongan berpenghasilan rendah ekonomi (grass root). Bahkan International Labour Organization (ILO) memperkirakan jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 129.29% atau 49. Lalu kenapa kemiskinan tetap melanda pada sebuah negara yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. namun secara absolut jumlah mereka masih tergolong tinggi.6 juta (BPS dan Depsos 2002). dan perbedaan upah. (8) lemahnya kepastian kepemilikan dan penguasaan tanah. serta terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam.3%. Penyebab utama dari timbulnya kemiskinan ini adalah.6 juta atau sekitar 66. (12) besarnya beban kependudukan yang disebabkan oleh besarnya tanggungan keluarga. Pada konsep pemberdayaan. (10) lemahnya jaminan rasa aman. Kredit Usaha Kesejahteraan Rakyat (Kukesra). (9) memburuknya kondisi lingkungan hidup dan sumberdaya alam. Tabungan Kesejahteraan Rakyat (Takesra). yaitu 43% atau sekitar 15. angka kemiskinan tersebut mengindikasikan konsep model yang dibangun belum mampu membentuk sosial ekonomi masyarakat yang tangguh. mereka dipandang sebagai aktoryang mempunyai peran . Berbagai model penanganan kemiskinan yang telah dijalankan cukup banyak.5 juta jiwa. Pada tahun 2002. (13) tata kelola pemerintahan yang buruk yang menyebabkan inefisiensi dan inefektivitas dalam pelayanan publik.

com/node/727 Makalah Tentang Masalah Kemiskinan dan Upaya Pemecahan Masalahnya Mata Kuliah : Sosiologi dan Politik Dosen : Muhammad Burhan Amin Topik Tugas : Masalah Sosial Sebagai Inspirasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan upaya Pemecahannya Kelas : 1-EB17 Kami Dateline Tugas : 06 Maret 2010 Tanggal Penyerahan Tugas : 06 Maret 2010 PERNYATAAN Dengan ingin kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim/pihak lain. Latar Belakang 1 2 i ii iii 1 Tanda Tangan .indoskripsi. penyusun NPM 25209262 Nama Lengkap Nuky Putri Utami Program Sarjana Akuntansi dan Manajemen Universitas Gunadarma 2010 DAFTAR ISI Lembar Pernyataan Daftar Isi Kata Pengantar BAB I A. http://one. Apabila terbukti tidak benar . Intensitas dan Kompleksitas masalah B.penting untuk mengatasi masalahnya. kami siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

Pemanfaatan Modal Usaha C3. Upaya Penanganan Masalah Kesimpulan Referensi KATA PENGANTAR 7 5 6 4 5 3 3 7 8 9 Segala puji syukur bagi Tuhan YME yang telah menolong hambanya untuk menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Mengembangkan masalah yang berbasis responsif 3 C2. Kerjasama dan Jaringan BAB III D. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas pengetahuannya tentang masalah kemiskinan khususnya di Negara kita Indonesia.BAB II C. Penulis menyadari makalah ini kurang sempurna namun mudah-mudahan dapat memberikan informasi bagi para pembaca. Akhir kata saya ucapkan terima kasih. Pemanfaatan Institusi Sosial a. Dengan adanya kelebiahan dan kekurangan penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Organisasi Masyarakat dan Swasta b. Penanganan Masalah Berbasis Masyarakat : C1. Pada kesempatan ini penulis berkenan mangucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Burhan Amin. 5 Maret 2010 Penyusun Mata Kuliah : Sosiologi dan Politik Dosen : Muhammad Burhan Amin Topik Tugas : Masalah Sosial Sebagai Inspirasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan upaya Pemecahannya Kelas : 1-EB17 Kami Dateline Tugas : 06 Maret 2010 . Bekasi. selaku dosen sosiologi dan politik.

Pemanfaatan Institusi Sosial a. Upaya Penanganan Masalah 7 5 6 7 4 5 1 2 3 3 i ii iii 1 Tanda Tangan . Intensitas dan Kompleksitas masalah B. Pemanfaatan Modal Usaha C3. kami siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.Tanggal Penyerahan Tugas : 06 Maret 2010 PERNYATAAN Dengan ingin kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim/pihak lain. penyusun NPM 25209262 Nama Lengkap Nuky Putri Utami Program Sarjana Akuntansi dan Manajemen Universitas Gunadarma 2010 DAFTAR ISI Lembar Pernyataan Daftar Isi Kata Pengantar BAB I A. Kerjasama dan Jaringan BAB III D. Organisasi Masyarakat dan Swasta b. Mengembangkan masalah yang berbasis responsif 3 C2. Latar Belakang BAB II C. Apabila terbukti tidak benar . Penanganan Masalah Berbasis Masyarakat : C1.

salah satunya adalah kemiskinan yang sudah tidak asing lagi. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas pengetahuannya tentang masalah kemiskinan khususnya di Negara kita Indonesia. namun apabila hal tersebut tidak dipenuhi maka tidak mustahil akan menimbulkan kemiskinan kota yang komplikatif. Bekasi. Akhir kata saya ucapkan terima kasih. Berbicara masalah kemiskinan maka kita akan dihadapkan kepada suatu kompleksitas permasalahan yang rumit. Dengan adanya kemiskinan yang semakin besar jumlahnya akan menimbulkan tindakan kualitas. oleh karena itu perlu . selaku dosen sosiologi dan politik. 5 Maret 2010 Penyusun Nuky Putri Utami Nuky Putri Utami BAB I 1. Pada dasarnya pemerintah dan pemerintah daerah khususnya telah berusaha untuk menanggulangi masalah tersebut namun pada kenyataannya belum memberikan hasil yang baik.Kesimpulan Referensi KATA PENGANTAR 8 9 Segala puji syukur bagi Tuhan YME yang telah menolong hambanya untuk menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Penulis menyadari makalah ini kurang sempurna namun mudah-mudahan dapat memberikan informasi bagi para pembaca. Seperti prosentase yang dikemukakan oleh Houser dan Gardner menunjukan bahwa terdapat 53. oleh karena itu perlu strategi khusus yang tidak bisa dilepaskan dari masalah social dan budaya. perumahan yang layak dan sarana prasarana yang memadai. Pada kesempatan ini penulis berkenan mangucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Burhan Amin. India.1 Intensitas dan Kompleksitas masalah Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki penduduk paling banyak setelah Cina. dan Amerika Serikat.5% penduduk dunia yang bermukim di kota .7 % penduduk asia pada tahun 2025 yang bermukim di kota 62. begitu juga halnya dengan urbanisasi sebagai akibat dari bergesernya orientasi negara dari pertanian kepada industri. Sebenarnya masalah kemiskinan terkait erat dengan adanya berbagai ketimpangan social. Fakta ini mengidentifikasikan bahwa urbanisasi pada masa mendatang akan semakin besar pada tataran jumlah dan tentunya harus diimbangi dengan penyediaan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu tentunya Indonesia memiliki berbagai masalah yang lebih kompleks. Dengan adanya kelebiahan dan kekurangan penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.

realitasnya hingga kini kemiskinan masih menjadi bagian dari persoalan terberat dan paling krusial di dunia ini. Tetapi jumlah orang miskin dunia di dunia tidak kunjung berkurang. Penanganan Masalah Berbasis Masyarakat Respon dari masyarakat terhadap masalah sosial dapat berupa : Tindakan kolektif untuk melakukan perubahan dalam bentuk rehabilitatif Permasalahan kesejahteraan social ke depan masih didominasi oleh permasalahan kenvensional. Mengembangkan Sistem Yang Berbasis yang Responsif Ilmu sosiatri adalah salah satu cabang ilmu sosial yang khusus mempelajari hubungan . Penyandang cacat juga memiliki kesamaan sama dengan masyarakat lainnya dalam mendapatkan kesempatan. permasalahan aktual yang terkait dengan kelangsungan kehidupan bernegara seperti disintegrasi dan kesenjangan sosial. Namun.adanya optimalisasi kebijakan pemarintah dalam bidang tersebut dan tentu saja tanpa partisipasi masyarakat semua itu tidak akan berjalan lancar. Teknologi boleh semakin maju.partisipaasi. Kemiskinan telah menjadi salah satu masalah di Indonesia sejak dulu hingga sekarang apalagi sejak terhempas dengan pukulan krisis ekonomi dan moneter yang terjadi sejak tahun 1997. Dalam pelaksanaannya. RBM memberikan pelayanan rehabilitasi terhadap mereka nantinya. Untuk menanggulanginya terdapat program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang dipunyai oleh pemerintah dan dapat dijalankan oleh berbagai institusi sosial masyarakat secra mandiri. kecacatan. Rendahnya tingkat kehidupan yang sering sebagai alat ukur kemiskinan. keterpencilan. hak. proses pembangunan kesejahteraan sosial meilputi seluruh lapisan masyarakat dan bangsa Indonesia termasuk warga yang mengundang masalah kesejahteraan sosial sebagai sasaran dari pembangunan kesejahteraan sosial yang berstatus sebagai penyandang cacat. terutama kemiskinan dan ketergantungan. Kemiskinan seringkali dipahami sebagai gejala rendahnya tingkat kesejahteraan semata padahal kemiskinan merupakan masalah yang bersifat komplek dan multidimensi. Sehingga merekan memiliki hak dalam kesempatan kerja serta pekerjaan untuk penghidupan yang layak dan bermartabat bagi dirinya. C1. BAB II C. dan negara-negar merdeka semakin banyak.2Latar Belakang Masalah kemiskinan sesungguhnya telah menjadi masalah dunia sejak berabad-abad lalu. pada hakekatnya merupakna salah satu mata rantai dari munculnya lingkatan kemiskinan. perlu memperoleh perhatian yang serius dan berkelanjutan. kemiskinan bahkan telah bertranformasi menjadi wajah terror yang menghantui dunia. 1. Begitupun di Indonesia.kewajiban. dan negara-negara kaya semakin bertambah. peran.dan tanggung jawab. dan ketertinggalan. ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku serta akibat bencana. kedudukan. Namun demikian.

Organisasi swasta dan masyarakat Mengenai penanganan masalah kemiskinan ini beberapa usaha ynag dilakukan oleh pihak pemerintah ataupun swasta menujukan bahwa adanya kepedulian untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian secara keseluruhan seperti yang tertuang pada UUD Tahun . Kelahiran ilmu sosiatri ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial yang terjadi di Indonesia setelah kemerdekaan. Syang sekali kelompok-kelompok seperti itu cenderung beranggotakan orang-orang dengan strata yang homogeny. Bentuk modal sosial seperti ini. tetapi ketersediaan sumberdaya tersebut sangat terbatas.am relasi pertemanan telah menyelamatkan banyak kaum miskin. dan politik sebagai basis integrasi sosial sangat tinggi. Bangsa yang mempunyai modal sosial yang tinggi akan cenderung lebih efisien dan efektif menjalankan berbagai kebijakan untuk mensejahterakan dan memajukan rakyatnya. Sulit sekali terjadi pertemuan antara kaum miskin dan kalangan ekonomi menengah keatas. komunitas atau dal. Tentu saja modal sosial tidak menyurut sepenuhnya. Namun. Kebutuhan mesyarakat pada sumber daya ekonomi. Modal sosial memiliki pengaruh yang sangat menentukan. dan sosial masyarakat. bentuk modal sosial itu membutuhkan hubungan personal. memperbaiki mutu kehidupan seperti meningkatkan seperti meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan anak. Ditambahkan lagi waktu dan ruang interaksi yang tersedia semakin sempit. Akibatnya daya tahan masyarakat sebagai suatu komunitas menjadi lemah untuk melindungi diri dari ancaman disintegrasi dan disorganisasi sosial. Sebabnya. C2. modal sosial dalam bentuk-bentuk itu sedang dan akan menyurut. mental. Akibatnya warga kota yang berkecukupan secara ekonomi todak terdorong membantu kaum miskin meski kemiskinan hadir begitu dekat. Pemanfaatan Intitusi Sosial a. Contohnya dalam bentuk rumah kumuh dan tunawisma. Kepedulian mengkin saja masih besar tetapi relasi yang bersifat impersonal menyulitkan kepedulian itu. tetapi berubah dalam bentuk kelompok-kelompok professional atau hobi seperti fotogarafi. Bantuan dalam level keluarga besar. spesialisasi dan pembagian kerja (division of labor) cenderung bersifat impersonal.antar individu dan antar kelompok manusia dalam masyarakat dalam konteks pembangunan masyarakat itu sendiri. mendorong roda perubahan yang cepat di tengah masyarakat. Pemanfaatan Modal Usaha Modal usaha telah berfungsi dengan baik sebagai jarring pengaman sosial bagi kaum miskin di Indonesia. Ada 2pendekatan utama yang digunakan ilmu sosiatri di dalam kajian tentang objek ilmunya. Kajian utama dari ilmu sosiatri ini adalah tindakantindakan manusia untuk menciptakan keseimbangan hubungan antara kebutuhan dengan sumber daya mencapai kesejahteraan fisik. Modal sosial tidak lagi dominan di level komunitas atau keluarga besar. yaitu pendekatan Community Organization dan Community Development. kurang efektif untuk menjadi jarring pengaman sosial kemiskinan. sosial. Banyak keuntungan dari modal sosial diantanya adalah menyelesaikan masalah kolektif. Padahal. Hal ini terutama tampak jelas dari kota-kota besar. memperluas kessadaran bersama bahwa banyak jalan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki nasib pada setiap anggota kelompok secara bersama-sama. kelompok pengajian dan lain-lain. C3.

3. Upayanya dengan kebijakan baik regulasi maupun program penyelesaiannya perlu deperiksa secara mendalam. Perlindungan sosial (Sosial Protection) bagi keluarga miskin yang berada di wilayah terpencil melalui upaya khusus . 2. bahwa strategi penanggulangan .1945. masyarakat madani dalam membantu masyarakat miskin. tetapi menciptakn suasana dan lingkungan yang mendukung kemiskinan. Permasalahan kemiskinan merupakan problem structural dan cultural yang melibatkan peran dan tranggungjawab negar dan masyarakat.Kerjasama dan Jaringan Kesjahteraan masyarkat miskin dapat diupayakan dengan cara kerja sama antara masyarakat. 2. Diadakannya kebijakan-kebijan. 2. 3. b. Kredit Usaha Kesejahteraan Masyarakat (Kukesra). Perluasan kesempatan (Promoting Oportunity) yaitu secar tidak langsung mengarah pada sasaran. Kredit Usaha Kecil Menengah. 4. Tabungan Kesejaheraan Masyarakat (Takersa). dunia usaha dan pemerintahan. contohnya :Kebijakan birokratis c. Pemberdayaan masyarakat (Community Empowermwnt) sebagai strategi yang secara langsung mengarah pada kelompok masyarakat miskin. Dalam setiap kebijakan yang dirumuskan membutuhkan desain dan format kelembagaan yang menjamin keberhasilan dan keberlanjutan kebijakan. Dalam konteks penanggulangan kemiskinan.Upaya Penanganan Masalah Beberapa hal yang mempengaruhi upaya dan strategi penanggulangan kemiskinan sehingga program yang dilakukan selama ini tidak bertahan lama. Pemerintah seharusnya memberikan sosialisasi tentang bagaimana mencapai hidup yang sejahtera secara fisik maupun rohani. Optmalisasi Konstibusi Dalam Pelaytanan Sosial 1. memaksakan dan tidak dapat diakses karena hambatan stuktural : 1. Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net Program) dan lain-lain. misalnya Program Kesejahteraan Sosial Kelompok Usaha Bersama Keluarga Muda Mandiri (Prokesos KUBE KMM). Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara-cara: 1. BAB III D. swasta. Desain kelembagaan adalah instrument yang tidak bisa dipisahkan dalam skema kebijakan yang dikeluarkan. Berbagi model penanganan kemiskinan yang telah dijalankan cukup banyak. Penguatan jaringan kerja daerah guna mengoptimalisasikan kemiskinan antara pemerintah. Adanya media untuk membuat masyarakat peduli terhadap masalah social yang sedang terjadi.

BAB IV KESIMPULAN Masalah kemiskinan bukanlah ha lasing lagi bagi kita.kemiskinan di daerah kurang baik karena kelembagaan yang dibentuk kurang berjalan. 3. Semestinya masyarakat juga mesti berperan aktif dalam menyelesaikan masalah yang pelik ini.com Communicare-santi.or. Namun mengapa masalah kemiskinan sampai kini belum juga dapat diatasi. kini semakin banyak digunakan karena dianggap mampu memberikan hasil yang optimal.id makalah ttg cara mengatasi kemiskinan Posted by: iluvmyclass on: September 8. 18 November 2007) ABSTRAK Kemiskinan merupakan permasalahan kompleks yang perlu diatasi dengan melibatkan peran serta banyak pihak. Program-program yang dikeluaarkan pemerintahpun tidak akan berjalan lancar tanpa ada kerjasama dari masyarakatnya.com www. Pemberdayaan komunitas adalah dimensi yang selalu menjadi nilai (value) sekaligus kerangka metodologi dalam upaya penanggulangan kemiskinan. pendekatan social enterpreneurship yang bertumpu pada semangat kewirausahaan untuk tujuan-tujuan perubahan sosial. Pemberdayaan selalu membutuhkan prasyarat modal sosial yang bisa menjamin keberlanjutan program yang dijlankan.damandiri. REFERENSI Zaymuttaqin. Upayanya adalah dengan memeriksa masalah yang muncul dalam kelembagaan ini. termasuk kalangan perguruan tinggi.wordpress. Konsep atau pendekatan ini layak diujicobakan dalam lingkup perguruan tinggi karena gagasan .blogspot. Olehkarena itu seharusnya mulai dari sekareanglah masyarakat menyadari betapa pentingnya peduli terhadap sesame dan tidak menjadi egois dalam menjalani hidup yang sementara ini. 2008 • • In: makalah Comment! Melembagakan Social Enterpreneurship Di Lingkungan Perguruan Tinggi (Memenangkan Hadiah Ke-2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Dosen Unisba 2007. Dari sekian banyak strategi mengentaskan kemiskinan.

Sebuah upaya yang kini populer adalah mengembangkan konsep social enterpreneurship (selanjutnya disingkat SE—pen. Kemiskinan bahkan telah bertransformasi menjadi wajah teror yang menghantui dunia.2 Perumusan Masalah Bertitiktolak dari latar belakang permasalahan. dan negara-negara kaya boleh saja kian bertambah (pun semakin kaya!). maka upaya untuk mengatasi kemiskinan pun kini dikaitkan dengan perbaikan sistem dan struktur. I. program-program pengentasan kemiskinan yang digagas pemerintah pusat maupun daerah telah gagal mengentaskan penduduk Jawa Barat dari cengkeraman kemiskinan. aksi. Untuk wilayah Jawa Barat. Caranya adalah dengan menerjemahkan konsep social enterpreneurship pada empat level: kelembagaan. “Bagaimana melembagakan konsep SE di lingkungan perguruan tinggi untuk membantu mengatasi masalah kemiskinan?” Permasalahan yang general ini kemudian dibagi menjadi beberapa identifikasi permasalahan. Sesuai dengan tema karya tulis yang difokuskan pada upaya perguruan tinggi dalam mengentaskan kemiskinan. disemangati oleh spirit SE. sbb. jumlah penduduk miskin mencapai 5.000 orang![3] Ini berarti. Pendahuluan 1. Makalah ini tidak bermaksud membahas metode dan operasionalisasi Grameen Bank. Namun. yang punya cita-cita meningkatkan poin IPM menjadi 80 pada 2008. Bagaimana gambaran kemiskinan yang melingkupi kita saat ini? Data World Bank 2006 menunjukkan. Tetapi. dan audit/monitoring evaluasi. Bagaimana konsep SE diterjemahkan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi? Bagaimana rumusan skema langkah-langkah dalam melembagakan SE di lingkungan perguruan Tinggi? 1. realitasnya. regulasi. makalah ini menggagas alternatif-alternatif yang bisa dilakukan oleh kalangan perguruan tinggi untuk berperan-aktif mengatasi persoalan kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Indonesia (yang dikategorikan supermiskin[1] oleh World Bank) pada tahun 2007 mencapai 39 juta orang atau 17. hingga kini kemiskinan masih menjadi bagian dari persoalan terberat dan paling krusial di dunia ini.75 persen dari total populasi. atau kewirausahaan sosial. 1. Teknologi boleh semakin maju.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan . atau sekitar 13. maka masalah dalam makalah ini dapat dirumuskan sbb. Seiring berkembangnya pemikiran bahwa kemiskinan adalah masalah struktural. khususnya aspek pengabdian masyarakat.dasarnya sebenarnya sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.1 milyar penduduk miskin di dunia.). negara-negara merdeka semakin banyak.46 juta orang. setidaknya terdapat 1. Memprihatinkan.1 Latar Belakang Masalah Kemiskinan sesungguhnya telah menjadi masalah dunia sejak berabad-abad lalu. tidak semata-mata bertumpu pada aksi sesaat berupa crash program.55 persen dari total penduduk miskin di Indonesia[2]. yang bermaksud menggandengkan kekuatan kapitalisme dengan komitmen sosial bagi komunitas di sekitarnya. karena data ini memperlihatkan adanya peningkatan penduduk miskin di Jawa Barat sebanyak 317. jumlah orang miskin di dunia tak kunjung berkurang.

kemungkinan di masa depan jika dunia tak berubah. hubungan timpang gender. penyalahgunaan kekuasaan. faktor-faktor kemiskinan dapat diidentifikasi sebagai kehidupan yang sulit. penelitian ini memperlihatkan sebuah skema yang applicable untuk melembagakan konsep SE di lingkungan Perguruan Tinggi. dulu dan sekarang. dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Perumusan skema langkah-langkah dalam melembagakan SE di lingkungan Perguruan Tinggi. . pangan. Wikipedia merinci setidaknya terdapat 3 pendekatan dalam mendefinisikan kemiskinan. c) Kemiskinan yang dideskripsikan sebagai kurangnya pendapatan dan kemakmuran— yang ditetapkan berdasarkan indikator-indikator tertentu. atau kerangka pemikiran. Zygmunt Baumant (1998:1). gambaran mengenai kemiskinan di Jawa Barat sebagai upaya mengaitkan pembahasan makalah dengan konteks permasalahan yang dihadapi di lapangan. terbatasnya kapabilitas.1. Kemiskinan. a) Kemiskinan yang dideskripsikan sebagai kekurangan material need. Mendefinisikan Kemiskinan The poor will always be with us. Poverty. Idiom tersebut memberi makna bahwa kemiskinan—dan orang-orang miskin—adalah kondisi inheren dalam masyarakat manapun.Tujuan utama penulisan adalah menggambarkan bagaimana kemiskinan dapat coba diatasi melalui peran perguruan tinggi lewat strategi pelembagaan SE. 2. uraian konsep SE yang dijadikan pendekatan utama dalam makalah ini untuk memberikan solusi sesuai dengan tema penelitian. Manfaat yang bisa diperoleh dari karya tulis ini adalah sbb. melalui skema SE Unisba dapat turut serta menyumbangkan alternatif solusi mengatasi persoalan-persoalan kemiskinan. Pada level sosial. kurangnya keamanan. ketergantungan. Dari sinilah munculnya pemilahan kemiskinan secara global berdasarkan pendapatan harian keluarga. dalam hal ini. Hal pertama berkenaan dengan pembahasan mengenai konsep-konsep kemiskinan dalam upaya memahami kompleksitas permasalahan kemiskinan. sebagai penghantar menuju pada pembahasan. problem dalam hubungan sosial. Ada banyak cara memaknai ‘kekurangan’. keterbatasan fisik. Ketiga. terutama di lingkungannya. Konkretnya. terhadap 20. Kerangka Pemikiran Ragangan. lokasi yang terpencil. Pada level praktis. papan (sumberdaya material). setidaknya ada tiga hal yang perlu dijadikan landasan diskusi. karena itu. b) Kemiskinan yang dideskripsikan dari aspek hubungan dan kebutuhan sosial. yaitu kurang dari $1 atau $2 sehari. atau kemiskinan pada dasarnya adalah kondisi kekurangan. survei data riset World Bank “Voices of the Poor”. termasuk pendidikan dan informasi.000 penduduk miskin di 23 negara (termasuk Indonesia!). berisi uraian logis mengenai konsep-konsep yang terkait dengan permasalahan. Tujuan ini secara spesifik terbagi menjadi: Penerjemahan konsep SE sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. 2. Dalam membincangkan kemiskinan. didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang atau sebuah komunitas kekurangan esensial untuk memenuhi standar kehidupan minimum yang terdiri dari sandang. seperti social exclusion (pengucilan sosial). Inilah idiom populer tentang kemiskinan yang dikutip oleh sosiolog kemiskinan paling populer saat ini. lembaga yang tidak memberdayakan. Kedua.

rasa aman. 45-47 milyar! Gubernur Jawa Barat H. dan hak untuk berpartisipasi. layanan kesehatan. SNPK memperlihatkan adanya pergeseran paradigma kemiskinan—yang kini tidak lagi terbatas pada upaya mencukupi kebutuhan material. angka keseluruhannya bisa mencapai Rp. Digabungkan dengan DIPA.[5] Dari segi sosial budaya. Danny Setiawan bahkan berani mengasumsikan. serta penguatan kelembagaan masyarakat melalui program berskala nasional meliputi IDT (Inpres Desa Tertinggal). mencakup berbagai bidang. Wujudnya adalah Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK). tanah. Nilai APBD Jawa Barat pada tahun anggaran 2007 sebesar Rp 5. Penciptaan pasar bebas.2. sanitasi. air bersih. pendekatan yang digunakan untuk mengatasi kemiskinan adalah pemenuhan kebutuhan dasar[4]. layanan pendidikan. Di Indonesia. Pertama. Millenium Development Goals. dan APBD-APBD Daerah Tingkat II.dan lemahnya organisasi komunitas (Wikipedia. Perubahan lingkungan sosial dan kapabilitas warga miskin. air bersih. Dalam rumusannya. Jawa Barat adalah propinsi terkaya di Indonesia dalam kategori populasi penduduk (39 juta jiwa. P3DT (Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal). Dana Dekon. Memasuki dekade 1990-an. Gambaran Kemiskinan di Jawa Barat Sebelum menyoal wajah kemiskinan di Jawa Barat. dan akses pendidikan. permasalahan kemiskinan bukan terletak pada ketidakmampuan memenuhi standarstandar ekonomi yang didasarkan pada ukuran material resources. 2. 2007). upaya pengentasan kemiskinan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat. bila dibagikan maka seorang warga Jawa Barat kebagian setidaknya Rp. pada tahun 1970-an. Adapula kondisi kekurangan social resources yang menyebabkan kemiskinan. Ini meliputi pemenuhan kebutuhan pangan senilai 2100 kalori per orang/hari. Toleransi umat beragama boleh dibanggakan. Kini. lingkungan hidup dan sumber daya alam. adanya fasilitas kesehatan dasar. Itu sebabnya kemiskinan begitu kompleks. yang artinya sekitar 17. distribusi aset ekonomi dan modal usaha. Pendekatan berbasis kultural. Wikipedia merinci sejumlah strategi sbb. Bantuan langsung. yang secara pelahan diupayakan melalui pemenuhan sepuluh hak-hak dasar. dan potensi konflik tergolong rendah. sumber pemasukan sesungguhnya tidak cuma berasal dari pos APBD propinsi. masyarakat Jawa Barat dikenal sebagai masyarakat agamis— dominan Islam. pekerjaan. Strategi pertumbuhan ekonomi. dengan cara meningkatkan kapabilitas SDM. Jawa Barat juga dikenal sebagai gudangnya warga yang kreatif. tetapi juga meliputi pemenuhan kebutuhan sosial. mari sejenak kita cermati data-data ‘kekayaan’ propinsi yang strategis ini. tempat tinggal. mengalahkan Jawa Tengah (32 juta jiwa) dan Jawa Timur (36 juta jiwa). perumahan. Namun. Guna mengatasi kemiskinan. yang coba diterapkan dalam pembangunan nasional adalah pendekatan berbasis hak (rights based approach).2 trilyun rupiah. 1 juta per tahun. hingga KDP (Kecamatan Development Program). yaitu hak atas pangan. hingga kemiskinan acap pula disebut sebagai plural poverty—kemiskinan plural. Ini ditempuh lewat pembangunan infrastruktur pedesaan. Jawa Barat adalah propinsi kedua terpadat setelah DKI Jakarta (1126 jiwa/km2). Jelas. .80% dari total populasi Indonesia).

penanganan masalah sosial yang masih bersifat sporadis dan reaksioner. Belum lagi transisi konversi energi—yang tentunya punya dampak sosial-ekonomi yang cukup signifikan. 133. masih terdapat pula Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS). wilayah Pantura menjadi kantong-kantong kemiskinan di Jawa Barat. Sumbangan terbesar kemiskinan. misalnya. ini modal sosial yang penting.14 juta jiwa. Tahun lalu. Wisata belanja dan lifestyle menjadi unggulan Bandung.020 milyar untuk 220 kecamatan. Sisanya. Diperkirakan 5 juta penduduk miskin berada di sabuk Pantura[7]. di antaranya kebijakan birokrasi yang tidak kondusif bagi pertumbuhan industri maupun pengentasan kemiskinan. Kenaikan angka penduduk miskin tahun ini menunjukkan kegagalan program-program pengentasan kemiskinan di Jawa Barat. serta kegagalan pemerintah propinsi merumuskan target dan rencana pembangunan yang visioner dan realistis.5% dari total penduduk Jawa Barat. Daya beli yang rendah. industri kreatif Jawa Barat sudah mampu unjuk gigi. Tanpa penanganan serius dari pemerintah lokal saja.850 milyar. jumlahnya mencapai 2. dana yang digelontorkan untuk Propinsi Jawa Barat mencapai Rp.000 jiwa. Sebagai gambaran. JPS. dan tingginya pengangguran juga menjadi persoalan.[6] Bagaimana wajah kemiskinan di Jawa Barat? Bulan Agustus 2007. 97 . Proporsi antara warga miskin perkotaan dan pedesaan relatif berimbang—sebanyak 51% warga miskin bermukim di pedesaan. misalnya. Prakarsa Khusus untuk Penganggur Perempuan (PKPP).sehingga keunggulan wisatanya. Apalagi kalau ditangani pemerintah secara serius. Profil kemiskinan di Jawa Barat cukup memprihatinkan. Fluktuasi harga beras dan kini. dan hampir miskin mencapai 1. Selain itu. Ambisi pemerintah propinsi yang menetapkan peningkatan poin IPM menjadi 80 pada tahun 2008. sehingga tahun ini IPM hanya meningkat tak lebih dari 0. Totalnya. Mengingat tingginya intensitas kemiskinan di Jawa Barat.71. untuk P2KP yang tahun ini digabungkan dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) di bawah payung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Bahkan. di samping kenaikan UMR yang tidak memadai bila dibandingkan dengan kebutuhan fisik minimum keluarga[8]. Namun. jumlah penduduk miskin di Jawa Barat sebesar 5. Bicara soal lokasi. P2KP.06 juta keluarga. pelbagai strategi nasional pengentasan kemiskinan pernah menyentuh Jawa Barat. BPS melansir data yang mengejutkan. nilai proyek yang diserap propinsi ini senantiasa tergolong tinggi. jumlah keluarga miskin di Jabar 1. JPS Khusus Bidang Sosial. Padat Karya Perkotaan (PKP). Dilihat dari data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). yaitu sebesar 73%. diakibatkan ketidakmampuan mencukupi kebutuhan makanan. Sama halnya dengan propinsi Indonesia lainnya. tidak dibarengi langkah nyata perbaikan infrastruktur maupun kebijakan. Sesungguhnya. Program Beasiswa dan Bantuan Operasional Sekolah untuk Sekolah Dasar dan Menengah serta Ibtidaiyah (DB-BOS). masyarakat industri kreatif Bandung memproklamirkan Jawa Barat dan Bandung sebagai ikon industri kreatif. menjadi biang keladinya. 5. Jawa Barat juga memiliki segudang permasalahan. Jumlah penduduk miskin di Jawa Barat bertambah 317. awal tahun ini.875 keluarga. tidak perlu mengandalkan sumberdaya alam. kategori sangat miskin 615. Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE).8 juta jiwa. 276. harga minyak. kerusakan lingkungan dan penataan wilayah yang parah. Sebanyak 123 kecamatan di pedesaan menerima dana sebesar Rp. Mulai dari IDT.45 juta jiwa atau 13. hingga BLT.22 juta keluarga.

bersama lembaganya Institut . 2. juga dapat menggagalkan upaya mengeluarkan orang dari lingkaran kemiskinan. tentu penanganannya tidak bisa distrukturkan secara tersentralisir. 2005 telah menggulirkan dana tak kurang dari Rp.000 untuk 3. 315 milyar.657. dana Bantuan Langsung Mandiri (BLM) yang dikucurkan tahun 2007 mencapai Rp. Kucuran dana dan modal saja tidak cukup.3. Sejumlah pengamat menilai. 6 kabupaten/kota terpilih berhak mendapatkan dana senilai Rp. 190 milyar.170 milyar[9]. Selain program pengentasan kemiskinan nasional. dalam pelaksanaannya ternyata masih mengandung kelemahan. Khusus untuk kota Bandung.109. 8. malah bisa menimbulkan ketergantungan. Propinsi Jawa Barat juga memiliki program penanggulangan tersendiri. Ia mewujudkan gagasannya dengan menyebarluaskan teknologi mikrohidro untuk membangun pembangkit listrik skala kecil ke desa-desa.kecamatan di perkotaan menerima Rp. Penanganan kemiskinan juga menuntut kepekaan sosiokultural. Untuk tahun 2007. Social Enterpreneurship: Sebuah Wacana Tri Mumpuni Wiyatno adalah orang yang selalu yakin bahwa desa merupakan sumber kekuatan ekonomi yang belum tergarap optimal. Program Raksa Desa. didukung oleh sosok-sosok yang kompeten. dan iklim usaha belum kondusif. jumlah kesempatan kerja relatif stagnan.886 orang. serta jumlah migran yang masuk untuk tujuan bekerja. tanpa disain atau skema penanggulangan terpadu yang jelas indikator pencapaiannya. Upaya pemerintah melalui inisiatif pendanaan dan penyusunan program seperti ini sesungguhnya mencerminkan kehendak serius mengentaskan kemiskinan. Seperti diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan. Maria Hartiningsih[15]. Padahal. 1999).[14] Berhubung kemiskinan adalah masalah yang kompleks. akibat jumlah penduduk usia sekolah yang putus sekolah dan terpaksa masuk pasar kerja. karena pendekatan ini berupaya menanggulangi kemiskinan lewat disain atau skema pengentasan kemiskinan yang matang. Dalam konteks inilah konsep social enterpreneurship mau pun social enterpreneurs layak diperkenalkan. Sedangkan dana yang digelontorkan melalui PPK IPM[10] pada tahun 2006 mencapai Rp.065 kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 26. jika desa menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru yang mandiri. penanganan kemiskinan secara sporadis. 93. Program Dakabalarea yang merupakan program pemberian kredit dengan pola bagi hasil kepada pengusaha mikro & usaha kecil hingga th. 66. pembukaan kesempatan kerja juga belum tentu memberdayakan. di sisi lain.000. Program Pendanaan Kompetensi IPM (PPK-IPM) (Kepgub No.350 dari target Rp.770. karena pertumbuhan ekonomi belum cukup tinggi. 142. berupa: Program Dakabalarea (Kepgub No. Gerakan Jumat Bersih. diperuntukkan bagi 9 kabupaten/kota yang proposalnya terpilih[11]. Namun. Gerakan Rereongan Sarupi. seorang jurnalis cum pejuang feminis di Indonesia melaporkan. upaya selama bertahun-tahun menghabiskan dana milyaran rupiah mudah sekali digoncangkan oleh kenaikan BBM atau fluktuasi harga sembako[13]. Gerakan SARASA. di sisi lain. 2/Th. Banyak persoalan pembangunan akan terselesaikan. laju investasi asing belum optimal.8 milyar[12]. kegagalan tersebut dikarenakan antara lain faktor pertumbuhan jumlah angkatan kerja yang relatif tinggi. 2005). Tetapi. 34/Th.

Prinsip otonomi diterjemahkan sebagai advokasi masyarakat. Biaya penyediaan listrik untuk mencahayai sebuah desa pada awal tahun 1980an. yang mengajaknya memanjat pegunungan selama 3 jam untuk melihat sekolahnya. Inilah orang-orang yang mencoba memecahkan masalah dalam skala besar. John Wood adalah seorang eksekutif Microsoft bergaji milyaran. dan tahun berikutnya ia datang membawa 3500 buku untuk sekolah itu. Orang-orang yang gelisah. berbagai kegiatan ekonomi bisa dikembangkan. Ia memutuskan meninggalkan Microsoft. Ia bertemu dengan seorang guru. 2007)[16]. Di mana pun. Begitu energi listrik dialirkan dari rumah ke rumah. lampu. Mereka punya gagasan-gagasan kuat untuk memperbaiki kehidupan orang lain. serta membuat pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan upaya menyelaraskan sumber daya dalam pencapaian keuntungan personal (Otuteye & Sharma. standar hidup mereka rendah. kewirausahaan adalah kemampuan untuk menangkap peluang dan dengan cara yang inovatif menciptakan nilai tambah pada sesuatu yang tidak ada menjadi ada[17]. 2004 dalam Palestine. meningkatkan kualitas masyarakat. membubung tinggi pada angka 7. Akibatnya. Lain-lainnya persis seperti di Indonesia: kurang guru. model enterpreneurship atau kewirausahaan mengandung dua prinsip: otonomi dan penentuan nasib sendiri (self-determination). 2004: 1). berdaya lingkungan sosial-politiknya. Lantas. dan John Wood adalah restless people (Bornstein. Di belahan dunia lain. Pada intinya. Fabio Rosa. atau social entrepreneurs. berdaya mentalnya. menghitung energi yang disalurkan. Tak ada kulkas. dan kepercayaan yang dimilikinya. sedangkan prinsip penentuan nasib sendiri (selfdetermination) diterjemahkan sebagai prinsip kewirausahaan (Palestin. Lewat skema pembiayaan yang ekonomis. dan berjuang mempraktikkannya di pelbagai pelosok dunia. Sebuah frase yang menyatukan Tri Mumpuni. dan saat ini telah mendirikan tak kurang dari 3600 perpustakaan di Asia. John Wood tersentuh. dan sekolah-sekolah lain. 25 juta penduduk Brazil tidak punya akses pada listrik. ditambah dengan pola ekonomi produktif yang diperkenalkannya. termasuk perpustakaan. Selama ini. apa yang dimaksud dengan SE? Pertama-tama perlu dibahas definisi kewirausahaan atau enterpreneurship. Ini sama artinya dengan 5 kali lipat income seorang petani miskin selama sepuluh tahun! Fabio Rosa menjadikan Palmares sebagai model eksperimen listrik pedesaannya yang pertama. ia memutuskan mendirikan perusahaan profit—Sistemas de Tecnologia Adequada Agroelectro (STA Agroelectro)—dan mulai menyebarkan teknologinya ke desa-desa. Mereka adalah social innovator. kurang sarana dan prasarana. Titik balik kehidupan Wood datang dalam sebuah liburan ke Nepal. keinginan. memberi pelatihan manajemen air ramah lingkungan kepada penduduk setempat. Fabio Rosa bergelut dengan masalah yang sama. serta biaya yang diperlukan karena umumnya mikrohidro dikelola secara swadaya.Bisnis Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni turun ke desa-desa. STA berhasil melistriki tak kurang dari 800. Sebuah sekolah yang hanya punya satu kelebihan: murid yang banyak. Mereka sadar bahwa lilitan kemiskinan baru bisa dilepaskan jika seseorang itu berdaya: berdaya ekonominya. Pada 1992. Rakyat desa juga kemudian dilatih memelihara alat. apalagi komputer. Kewirausahaan didefinisikan sebagai individu (kelompok) yang dapat mengidentifikasi kesempatan berdasarkan kemampuan. Mereka menyusun kerangka besar perubahan tersebut. John Wood bersama organisasinya juga melibatkan diri dalam penyusunan programprogram alternative pendidikan dasar di Asia dan Afrika. mendirikan organisasi Room to Read. .000 rumah tangga.000 dollar. 2007). tepatnya di Palmares do Sul. Brazil Utara.

Focus on human qualities. kegiatan. seperlima kreditnya sudah setahun ini macet. Pendekatan SE kini coba dipromosikan dalam makalah ini sebagai landasan bagi . 2004: 200-211) Adalah tantangan yang luarbiasa berat untuk bisa menemukan orang-orang seperti ini. yang ditujukan untuk mencapai perubahan sosial tertentu.php Gerakan-gerakan yang murni SE berada dalam simpul hybrid social enterprise. khususnya keberhasilan-keberhasilan tak terduga. Grameen Bank memberikan kredit mikro bagi komunitas miskin di Bangladesh. karena skala perubahan yang diharapkan sangat besar. Setengah dari peminjamnya (mendekati 50 juta nasabah).: Institutionalize Listening. Menurut Dave Roberts dan Christine Woods (2007). Tapi. it is the application of entrepreneurship in the social sphere”. organisasi SE mesti memenuhi prinsip-prinsip inovasi dalam praktik sbb. Kewirausahaan sosial bisa dijalankan atas nama perseorangan.kewirausahaan senantiasa dikaitkan dengan upaya memberdayakan diri/lembaga dalam konteks ekonomi untuk menunjang kehidupan. mau pun fundraising dibingkai dalam kerangka tersebut. uang setara dengan Rp. Grameen Bank merupakan contoh organisasi SE yang berhasil. tingkat pengembalian kredit mencatat rekor 98% untuk nasabah-nasabah perempuan. mendengar suara-suara di lapangan. Yunus lewat Grameen Bank di Bangladesh. Namun.csef. maka lazimnya kewirausahaan sosial dijalankan oleh badan-badan khusus untuk itu. Jumlahnya hanya $27.ca/what_is_a_social_entrepreneur. yang menjadi pertanyaan adalah apa bedanya model kewirausahaan ekonomi konvensional dengan definisi kewirausahaan sosial. juga dinyatakan berhasil melepaskan diri dari kemiskinan absolut. Yang dimaksud adalah kepekaan mengenali informasi yang tak diduga. Bagan berikut ini memperlihatkan rentang bentuk kelembagaan di antara dua kutub: perusahaan bisnis tradisional di sebelah kiri. Pay attention to the exceptional. Kini. Design real solutions for real people. Kelebihan social enterpreneur adalah mereka sangat peka dan realistis dengan perilaku manusia. Ini terlihat dari standar yang diukur melalui indikator anak-anak yang bersekolah sesuai tingkat umurnya. dan kemampuan pengembalian pinjaman sebesar 300 taka (atau senilai 4 dollar) per minggu. Komitmen kuat untuk menyimak. Menurut catatan Wall Street Journal. rumah beratap.itu mampu melepaskan keluarga-keluarga tersebut dari jeratan rentenir. “social entrepreneurship is a construct that bridges an important gap between business and benevolence. 243. kemampuan memberi makan keluarga tiga kali sehari. digulirkan pada 42 keluarga. sehingga segala upaya pendanaan. dan LSM tradisional di sebelah kanan. Namun.. Sumber: http://www. Nah. toilet dan air minum yang bersih.000. jurnal yang sama juga mencatat. (Bronstein. Bagaimana gerakan SE menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan? Contoh paling gamblang diberikan oleh Professor M. berupa badan yang didirikan dengan tujuan melakukan aksi sosial. lebih dari 2100 cabang Grameen Bank didirikan di seluruh Bangladesh. Didirikan sebagai bagian dari action research Universitas Chittagong (1976).[18] Sederhananya begini: social entrepreneurship adalah penerapan prinsip kewirausahaan dalam lingkup sosial. Agar bisa mencapai kesuksesan yang sama. bisa juga secara kelembagaan.

Mengikat. Kreatif. kreatif. maksudnya aktivitas SE mesti didesain secara kreatif guna menemukan solusi terbaik. yaitu pengabdian masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi mengandung tiga dharma. berkesinambungan. kebudayaan. Pendekatan ini punya kelebihan: membumi. dapat dilihat pada pembahasan berikut. maka langkah selanjutnya adalah bagaimana mengoperasionalkan rencana besar ini dalam langkah-langkah konkret. serta indikatorindikator guna mengukur tingkat keberhasilan program. Jadi. maka SE dalam lingkup perguruan tinggi harus diterjemahkan menjadi aktivitas yang realistis. Hal ini dapat dicapai melalui dua langkah besar: (1) menerjemahkan konsep SE dengan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi maupun visi-misi spesifik PT (dalam kasus Unisba. maksudnya ada satu desain besar dan timeframe yang jelas.2.1. 3. Sangat eksplisit terlihat bahwa pendekatan SE sebenarnya adalah wujud dari aspek ketiga. Realistis. Berkesinambungan. utamanya mengentaskan kemiskinan. Melembaga. yang didalamnya terkandung persoalan struktur. Menimbang literatur-literatur SE dalam tinjauan pustaka. yaitu: (1) Pendidikan dan Pengajaran. Caranya adalah dengan melembagakan konsep SE di lingkungan PT. menerjemahkan konsep SE pada 3M). bicara soal tempat. dan (3) Pengabdian pada Masyarakat. Bagaimana konkretnya. melibatkan seluruh civitas academica. Sehingga. (2) Penulisan Karya Ilmiah. Menerjemahkan Konsep SE dalam Konteks Perguruan Tinggi. gerakan SE menjadi gerakan bersama. dan melembaga. 3. SE punya tempat dan posisi yang jelas dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. mau pun visi-misinya. tetapi lebih mementingkan upaya-upaya kecil namun berkelanjutan sehingga dampaknya lebih lama terasa. kendati bukan konsep yang relatif baru. dan bertumpu pada inisiatif serta pemecahan solusi yang berasal dari masyarakat. Melibatkan seluruh civitas academica. sosial politik. maksudnya diinstitusionalisasikan secara resmi sehingga bisa mengikat komitmen dan memberikan jaminan keorganisasian yang jelas. perlu dipromosikan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan kemiskinan.perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan. mengikat. Apabila sudah jelas prinsip-prinsip. maksudnya program-program SE disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan ketersediaan resources yang dimiliki perguruan tinggi maupun komunitas. Demikianlah prinsip-prinsip yang harus terkandung dalam setiap aksi SE. dan (2) Menerjemahkan pendekatan SE dalam level aksi. bertitiktolak dari pendekatan SE. Pembahasan: Melembagakan SE di Lingkungan Perguruan Tinggi sebagai Upaya Mengentaskan Kemiskinan SE. sesungguhnya PT punya potensi besar untuk mengatasi persoalan bangsa. tujuan. Dengan segala keterbatasannya. Pihak lain seperti mahasiswa atau tenaga-tenaga lain perlu diberi kesempatan dan pengalaman untuk berkiprah. melibatkan setiap stakeholder secara aktif. mari kita ingat bahwa institusi pendidikan tinggi di Indonesia dibingkai oleh pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagaimana perguruan tinggi dapat berperan di sini? Pertama-tama. maksudnya program SE didesain bukan untuk memberikan hasil sesaat. maksudnya tidak menjadikan SE sebagai proyeknya salah satu stakeholder universitas saja. apabila PT memang benar-benar sudah memutuskan akan serius berkiprah dalam SE. Mengoperasionalkan SE di Lingkungan Perguruan Tinggi . 3. misalnya dosen.

Menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek. Fundraising: langkah dan aksi fundraising yang tidak norak dan mengandalkan pihak luar semata. Merumuskan affirmative actions untuk melembagakan SE. organisasi funding seperti Skoll Enterprise. Menyusun dan melaksanakan program-program penelitian berbasis SE. mis. Pelembagaan SE Tridharma Perguruan Tinggi Pendidikan dan Pengajaran Penelitian dan Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat 1 Level Kelembagaan Mendirikan SE Center di tingkat universitas Melakukan konsolidasi kelembagaan Melakukan pemetaan resources Menjalin relasi dan melakukan lobi-lobi internal maupun eksternal. dosen. Ashoka International. Schwab Foundation. dll. Matriks Operasionalisasi Social Enterpreneurship Untuk Perguruan Tinggi No. untuk mahasiswa. misalnya. 2 Level Regulasi Memberlakukan kurikulum wajib SE di tingkat fakultas Memberlakukan ketentuan penyisihan porsi penelitian dan karya ilmiah berwajah SE Memberlakukan ketentuan pengabdian masyarakat berbasis SE 3 Level Aksi Mendata mata kuliah yang berpotensi dijadikan bagian kurikulum wajib SE. level regulasi. Menyusun dan melaksanakan PKM berbasis SE Menyusun atau mendampingi penyusunan silabi berbasis SE. Merencanakan award-award (internal): SE Award Unisba. Berkompetisi mengikuti award-award dari dalam dan luar negeri (eksternal): dari Pemerintah. maupun kontak dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki program corporate social responsibility. merencanakan programprogram pelatihan berbasis SE. sbb. sesama perguruan tinggi. Melakukan pelatihan bagi penelitian berbasis SE. tapi elegan dan sesuai dengan semangat SE. maka hasilnya adalah matriks. Kementerian. level aksi. Melakukan pelatihan bagi PKM berbasis SE. dan level audit. lembaga legislatif. Ketika level-level operasional ini disilangkan dengan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mempublikasikan jurnal-jurnal program SE. 4 . apakah itu dengan pemerintah. dan pusat kajian yang terpilih. Melatih dosen agar berwawasan SE.Langkah-langkah untuk mengoperasionalkan SE di lingkungan PT dapat dirumuskan dengan mengacu pada level kelembagaan.

3. Melakukan audit monev dalam program PKM berdasarkan indikator-indikator berbasis SE. Apalagi. software-nya jelas sudah ada. potensi jejaring dan relasi. Menyusun program-program audit monev secara teratur di bidang pendidikan pengajaran dengan indikator berbasis SE. Ketr. sehingga tidak perlu kerepotan mencari target sasaran. Unisba mempunyai modal sosial dari segi kelembagaan. hardware. Apa saja indikator-indikatornya? Mengembangkan indikator-indikator audit monev program pendidikan dan pengajaran berbasis SE. Kelurahan Tamansari maupun kawasan Ciburial adalah wilayah urban yang memerlukan penataan dan pembinaan serius. stimulan ini dapat dijadikan pijakan awal apabila PT memang serius ingin berkontribusi mengentaskan kemiskinan. Melembagakan SE di Unisba: Studi Kasus SE di Kelas Filsafat Komunikasi Sesungguhnya. sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki. Modalitas brainware. Walau demikian. Melakukan audit monev dalam program penelitian dan karya ilmiah berdasarkan indikator-indikator berbasis SE. SE = Social Enterpreneurship. Menyusun program-program audit monev secara teratur di bidang penelitian dan karya ilmiah dengan indikator berbasis SE. Terletak di Tamansari dan Ciburial. Mengembangkan indikator-indikator audit monev PKM berbasis SE. . penulis mencoba bereksperimen menerapkan pendekatan SE untuk mata kuliah Filsafat Komunikasi. Lewat tugas ini. Menyusun program-program audit monev secara teratur untuk PKM dengan indikator berbasis SE. 3. serta potensi keuangan dan fasilitas. Dalam lingkup kelas.Level Audit/Monev: Mengembangkan panduan audit monev berbasis SE. Melakukan audit monev dalam program pendidikan dan pengajaran berdasarkan indikator-indikator berbasis SE. Tujuan lain yang diharapkan adalah adanya kesempatan untuk mengasah nilai-nilai kemanusiaan. Mengembangkan indikator-indikator audit monev program penelitian dan karya ilmiah berbasis SE. Laporan-laporan yang dikumpulkan mau pun dipresentasikan hasilnya di luar dugaan. Unisba juga bukan universitas yang terpisah dari lingkungan sosialnya secara geografis. Kepada mahasiswa. sambil memperbaiki kualitas kepribadian. warga Unisba punya kesempatan untuk berinteraksi secara intens dengan persoalan sosial. diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman bersentuhan langsung dengan permasalahan sosial. power. sumberdaya manusia. Matriks yang disajikan di sini hanya sekadar stimulan untuk merumuskan langkahlangkah konkret yang bisa dilakukan PT untuk mengentaskan kemiskinan dengan pendekatan social enterpreneurship. diberikan tugas kelompok melakukan kerja volunteer di wilayah Bandung. Unisba memiliki potensi luarbiasa untuk memberi kontribusi bagi pengentasan kemiskinan. sehingga dapat menjadi stimulan untuk menerapkan SE di masa mendatang.

Kini tidak terbatas pada kos-kosannya sendiri tapi juga meluas ke kosan lain di wilayahnya. Penutup Kemiskinan bagaikan benang kusut. Namun. pendekatan SE berhasil memberikan pencerahan dan pengalaman. 2. Berikut adalah kesimpulan karya tulis ini. Cilaki. Kelompok ini bukan saja secara teratur menyisihkan uang untuk membiayai SPP (Rp 25. Reader di Panti Wyata Guna. Pengelolaan kelas sangat low cost. Kegiatannya antara lain merayakan 17 Agustusan di Panti Asuhan dan Panti Wredha sambil menyelenggarakan bursa amal. permasalahan sosial di Bandung. Volunteer bagi TK di wilayah ekonomi kelas bawah.Terbentuk sepuluh kelompok beranggotakan 2-5 orang. anggota kelompok ini saling sharing. Konsep SE yang dipromosikan sebagai pendekatan membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memanfaatkan potensinya bagi upaya penanggulangan kemiskinan. Dalam presentasi. yaitu pengabdian masyarakat. Volunteer untuk Harm Reduction. serta selfdetermination. sebuah organisasi penanggulangan narkoba. 1. Sayuran dimasak untuk anak-anak jalanan di Taman Lansia. ini baru level aksi institusional. yang kini laris ditanggap di pelbagai event. pendekatan SE sesungguhnya merupakan wujud prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi. meliputi level kelembagaan. Trainer musik untuk anak-anak jalanan. dan upaya setiap pihak. sebatas menyentuh salah satu kemungkinan aspek SE di lingkungan perguruan tinggi. dengan kiprah meliputi: Volunteer Food-Not-Bombs. Padahal.d. mahasiswa bisa berbuat banyak dan menemukan solusi-solusi kreatif. Hal yang menarik adalah mereka sama-sama tergerak untuk meneruskan keterlibatannya. tetapi juga mengupayakan buku-buku bekas (pelajaran maupun bacaan yang sehat) dan menjadi mentor belajar. namun masih layak-olah. Dalam konteks ini. agar lebih applicable.000 s. PT dapat mengikuti skema atau langkah-langkah yang telah diidentifikasi dalam matriks.000). Dari segi konsep. sebuah organisasi yang menampung sayuran reject dari supermarket maupun pasar sayur petani Lembang. seperti tergambar dalam matriks tadi. melibatkan seluruh civitas academica. Volunteer di Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah. Kakak asuh bagi anak-anak SD dari keluarga tidak mampu. maka saran-saran yang . kreatif. Volunteer di Panti Wredha dan Panti Asuhan. Pendekatan ini layak diujicobakan sebagai bagian penciptaan kurikulum berwajah SE. regulasi. Guna menerjemahkan pendekatan SE pada level yang operasional. Mereka juga jadi lebih memahami realitas di lapangan. karena dengan prinsip otonomi. Menyelenggarakan konser anak jalanan. serta terpicu semangatnya untuk memberi kontribusi bagi sesamanya. dan audit/monitoring-evaluasi. Konselor bagi siswa-siswi SMU XX yang menghadapi permasalahan keluarga dan problematika belajar. komitmen. aksi. SE perlu dilakukan lewat aktivitas yang realistis. merefleksikan pengalaman masing-masing. Mengurai kompleksitasnya butuh waktu. mengikat. Sasaran mereka adalah anak-anak yatim/piatu yang orangtuanya single parent. 4. Membacakan dan mencarikan buku-buku yang diperlukan pelajar penghuni Wyata Guna. Mengorganisasikan tim kebersihan di lingkungan kos-kosan. dan melembaga. Kegiatan selain di dalam kelas adalah menyelenggarakan lomba 17 Agustusan dan jalan-jalan ke Kebun Binatang. bekerja sebagai buruh atau pembantu. berkesinambungan. Rp 75. Terkait dengan kesimpulan dan tujuan penulisan makalah ini. motivasi. partisipasi.

Leaving Microsoft to Change The World (diterjemahkan oleh Widi Nugroho menjadi “Kisah Menakjubkan Seorang Pendiri 3600 Perpustakaan di Asia). Rasulullah ternyata menaruh perhatian pada masalah kemiskinan. 24 Desember 2005. Oleh karena itu. Perguruan tinggi. Itu sebabnya. dan mulai secara serius memikirkan bagaimana mengatasi permasalahan bangsa. Artikel Opini dalam HU Republika. David. Artikel Opini dalam HU Pikiran Rakyat. Koran. Karena. Berita HU Pikiran Rakyat. How to Change the World: Social Enterpreneurs and the Power of New Ideas. Works. tanpa tergiring lagi-lagi dalam pemikiran berparadigma ‘proyek cari duit’ dan ‘cari nama’. Termasuk menyiapkan SDM yang bermutu lewat pelatihan dan upgrading. Kemiskinan. Jokja: Bentang. Artikel Opini Kompas. 2. 16 April 2007. Menutup tulisan ini. Untuk lingkup eksternal. dalam beberapa riwayat dikisahkan betapa bijaknya Rasulullah menyikapi kejahatan yang diakibatkan oleh kemiskinan. PT perlu sesegera mungkin melakukan initial assesment dan mengonsolidasikan resources-nya sebagai persiapan awal untuk berkiprah dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Riwayat Rasulullah memperlihatkan pentingnya mengupayakan penanggulangan kemiskinan. Artikel Opini dalam HU Pikiran Rakyat. Fuad. Perencanaan Daerah. 2004. John. sesama PT. Maria. jelas mengemban tanggungjawab sosial untuk berkiprah di sini. Rasulullah juga mengajarkan sikap hidup dan doa-doa untuk menghindarkan manusia terjebak dalam kemiskinan. 2006. mencegah mengurangi kemiskinan merupakan salah satu tindakan sosial nan mulia. Zygmunt. Agustus 2007. berhenti didominasi dan diposisikan sebagai sekrup industri. Pada lingkup internal kelembagaan. penulis ingin mengutipkan sebuah hikmah dari kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. dapat mengurangi peluang kejahatan dan penyimpangan akidah. Rasulullah acap menyatakan bahwa kemiskinan membawa kekufuran (HR. Oxford: Oxford University Press. Super Miskin. Hartiningsih. Jumlah Penduduk Miskin Jawa Barat Bertambah.*** Daftar Pustaka Buku. Erwin. and the New Poor. PT perlu meningkatkan intensitas komunikasi dan interaksi dengan pihak-pihak terkait seperti Pemda. Diperlukan Strategi Baru Atasi Kemiskinan. Bauman. atau para pebisnis yang punya concern terhadap perubahan sosial lewat program-program CSR. Bahaya Laten Jawa Barat. Natsir. Energi Tri Mumpuni. Bornstein. Consumerism.dapat diberikan mencakup beberapa hal: 1. Philadelphia: Open University Press. dalam kasus ini. Kustiman. Sudah saatnya perguruan tinggi mendobrak status dan fungsi ekonomi yang lebih dominan. Wood. Berita HU Pikiran Rakyat. Bawazier. 9 Mei 2007. 1998. 7 Oktober 2005. Irwan. pihak swasta. Abu Nua’im yang diriwayatkan oleh Anas). 10 Januari 2007. Terlepas dari gaya hidup sederhana (zuhud) yang diterapkannya. .

16 April 2007). 2007). www. 01. Tanggal akses terakhir 21 September 2007.sinarharapan.” Dalam Seminar Nasional “Meningkatkan Peran Sektor Pertanian dalam Penanggulangan Kemiskinan” Bogor. Tanggal akses terakhir 19 September 2007. Agus dan Didy Wurjanto. 10 Januari 2007.id. 19 Maret 2003.id/ekonomi/usaha/2005/0108/ukm3.com. pembangunan Jabar pada 2006 masih menyimpan banyak persoalan yang harus dibenahi. [8] Data Litbang Kompas (2007) merinci.go.bandung. Internet.Gatot Johanes Silalahi.50 WIB Sumber lain: Makalah berjudul “Kebijakan Pemerintah Daerah Jawa Barat.id.45 WIB. pk.bandung. www.businessjournal. proporsi kenaikan ini lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan pengeluaran masyarakat per bulan.33 WIB. Bandung: Pemkot Bandung. Pengeluaran per kapita per bulan meningkat 12.04 persen.05 dari target 75.” ungkap juru bicara FPKS. 9 Mei 2007) [7] Erwin Kustiman. Dave dan Christine Woods.79%? [9] Disinkom.mail-archive. 21 Agustus 2007. Jumat 31 Agustus 2007.095. [2] Suara Pembaruan Daily dalam http://www. HU Pikiran Rakyat 10 Januari 2007. Kesempatan Wirausaha Bagi Mahasiswa.go. Ini harus menjadi perhatian karena target IPM 80 pada 2010 tinggal menyisakan 3 tahun lagi. 08. pk.(Republika. tingkat pendapatan kelompok ini tak lebih dari Rp. ”Parameter makro berupa IPM hanya meningkat 0. pk. www. www. Model Kemitraan Keperawatan Komunitas dalam Pengembangan Kesehatan Masyarakat. [6] Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) menyatakan. Data BPS memperlihatkan. pk. http://bondankomunitas. Apa artinya naik penghasilan 4.mail-archive. www. Prabowo. Disinkom. Tanggal akses terakhir 19 September 2007.122 menjadi Rp 935. Bondan Palestin. Jumat 31 Agustus 2007. 08. 19. Changing the World in a Shoestring: The Concept of SE. IPM Jabar pada 2006 hanya 70.com/cikeas@yahoogroups. Suara Pembaruan Daily dalam http://www.60..com. Tiga Pilar Pengentasan Kemiskinan. Tiga Pilar Pengentasan Kemiskinan.id.com/cikeas@yahoogroups.id Roberts.go.04 persen kalau pengeluaran pun bertambah 12.79 persen.go. Perencanaan Daerah.html Peranan Kewirausahaan dalam Masyarakat.id. Berita HU Republika.45 WIB. 5.450 per bulan.bandung.99). Namun.kimpraswil. yang berarti tidak bisa memenuhi basic needs. [4] Agus Prabowo dan Didy Wurjanto.go. Kemiskinan Bahaya Laten Jawa Barat (HU Pikiran Rakyat. terjadi kenaikan rata-rata upah minimum regional di Jabar hanya 4. Tanggal akses terakhir 22 September 2007. www. [5] Irwan Natsir. Tate Qomarudin (HU Pikiran Rakyat. 08. [10] PPK IPM merupakan inisiatif Pemda Jabar untuk menanggulangi kemiskinan dengan memberi stimulus pada kepada Pemerintah Kab/Kota untuk dapat menggalang .55 WIB.co. Tanggal akses terakhir 19 September 2007. dari Rp 899. pk. [3] Kompas.71 poin atau menurun dibandingkan 2005 (0.kimpraswil. 2003. 2 Agustus 2007. [1] Disebut supermiskin karena memiliki penghasilan di bawah 1 dollar sehari. www. Sinar Harapan.blogspot.

Data Seminar Nasional “Meningkatkan Peran Sektor Pertanian dalam Penanggulangan Kemiskinan” Bogor. Makalah berjudul “Kebijakan Pemerintah Daerah Jawa Barat. Ancaman Laten Jawa Barat.com. Energi Tri Mumpuni. Makalah berjudul “Kebijakan Pemerintah Daerah Jawa Barat. http://bondankomunitas. 01.” [11] Komposisi penggunaan dana meliputi 30% untuk bidang pendidikan.potensi stakeholders pembangunannya. HU Pikiran Rakyat. 21 Agustus 2007. [15] Kompas. 27 Juni 2005. [18] Changing The World On A Shoestring: The Concept of Social Enterpreneurship. 7 Oktober 2005. 25% bidang kesehatan dan 45% untuk bidang ekonomi peningkatan daya beli. Peranan Kewirausahaan dalam Masyarakat. 10 Januari 2007.blogspot. Journal of Business Review. 21 Agustus 2007. santi indra astuti • • • • • • • Umur: 38 Jenis Kelamin: Wanita Tanda Astrologi: Leo Tahun Zodiak: Anjing Industri : Komunikasi atau Media Pekerjaan: Dosen.id. Tanggal akses terakhir 22 September 2007. [13] “Diperlukan Strategi Baru Atasi Kemiskinan”.bandung. Berita HU Pikiran Rakyat. guna merumuskan langkah dan strategi dalam peningkatan IPM di daerah masing-masing dan menuliskannya dalam sebuah proposal yang diajukan kepada Gubernur.” [12] www. 24 Desember 2005.go. periset. Model Kemitraan Keperawatan Komunitas dalam Pengembangan Kesehatan Masyarakat. [14] Erwin Kustiman. Bentuk-bentuk strategi dimaksud dapat dikemukakan sebagai berikut: . pk. Kemiskinan. aktivis media literacy Lokasi: Bandung : Jawa Barat : Indonesia http://www. 19 Maret 2003.50 WIB. [17] Republika.com/profile/16118165090951505930 Berdasar dari data yang terhimpun melalui penelitian ini terungkap cukup banyak strategi yang dipergunakan keluarga fakir miskin dalam menghadapi permasalahannya.blogger. Data Seminar Nasional “Meningkatkan Peran Sektor Pertanian dalam Penanggulangan Kemiskinan” Bogor. [16] Bondan Palestin.

skoring. 2. Di satu sisi. memperpanjang jam kerja. maka kondisi ini merupakan potensi yang relatif besar untuk mengakses uang. strategi pelibatan anak dalam peran ekonomi ini akan memupuk kemampuan anak untuk membaca peluang ekonomi. strategi ini akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan hak anak terutama hak untuk memperoleh pendidikan. memanfaatkan memperoleh atau mengerahkan Berdasar anggota hasil keluarga untuk ini penghasilan. kualitas pendidikan anak-anak mereka relatif rendah. Bahkan dalam strategi ini. Sebagian besar waktu yang seharusnya untuk belajar mereka pergunakan untuk bekerja atau membantu keluarga dalam peran ekonomi. Optilalisasi sumber daya manusia (SDM) Strategi yang mengoptimalkan segala potensi keluarga untuk peningkatan penghasilan karena tuntutan hidup yang semakin besar. Namun di sisi lain. bahwa strategi dimaksud sering dilakukan. Jika rata-rata dalam keluarga mempunyai 5 orang anggota. sebagian dari mereka adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah. Akibat lanjut. Berbagai bentuk strategi yang dibangun oleh keluarga fakir miskin antara lain: melakukan aktivitas sendiri. strategi memperoleh nilai 2. Mereka akan lebih mampu memanfaatkan situasi dan kondisi untuk mengakses uang.70. Penekanan/pengetatan pengeluaran . pemanfaatan strategi ini dapat dikonotasikan sebagai suatu jebakan kemiskinan. Sadar ataupun tidak.1. Secara numerik angka ini menunjukkan.

biaya sosial. Secara kumulatif hasil skoring terhadap strategi ini memperoleh nilai 2. bahwa mereka sering menekan biaya pengeluaran dan menghindari resiko. kesehatan. Pemanfaatan jaringan. Perhatian mereka lebih terfokus kepada kegiatan yang berhubungan dengan pencarian nafkah.Penekanan/pengetatan pengeluaran merupakan strategi yang bersifat pasif. seringkali mereka mengabaikan kebutuhan pelayanan untuk kesehatan. dan kebutuhan sehari-hari lainnya. pangan. Dalam kerangka penekanan/pengetatan pengeluaran. transportasi. . Walaupun mereka telah mempunyai kartu sehat dari Dinas Kesehatan. Pengurangan pengeluaran biaya kesehatan lebih banyak dilakukan. karena kesehatan tidak menjadi prioritas utama mereka. 3.76. pendidikan. yaitu mengurangi pengeluaran keluarga (misalnya pengeluaran biaya untuk sandang. Angka ini dapat diterjemahkan.

Strategi pemanfaatan jaringan. skor yang diperoleh dari pemanfaatan jaringan (2. Pemanfaatan jaringan ini terlihat jelas dalam mengatasi masalah ekonomi dengan pinjam uang kepada tetangga. Angka ini menunjukkan. Kegiatan ini merupakan strategi yang bersifat aktif untuk memperoleh dukungan emosional. tetapi mencakup bidang-bidang yang lain. . bahkan ada yang pinjam uang ke rentenir atau bank dan sebagainya). merupakan salah satu upaya yang ditempuh oleh keluarga fakir miskin dalam mengatasi masalah keluarga. Jaringan yang dimaksud adalah relasi sosial mereka. bahwa di antara mereka mempunyai solidaritas yang kuat dan saling percaya. Relasi mereka tidak hanya sebatas di bidang ekonomi. bahwa mereka sering meminta bantuan kepada relasi sosialnya terutama kepada teman sekerja atau tetangga. Kondisi ini menunjukkan. memanfaatkan program anti kemiskinan. Tampaknya teman merupakan tumpuan untuk memperoleh pertolongan dan sebagai tempat pertama yang akan dituju apabila mereka mengalami masalah. Secara numerik.57). mengutang ke warung terdekat. baik secara informal maupun formal dengan lingkungan sosialnya dan lingkungan kelembagaan. misalnya dalam peningkatan mental spiritual.

DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. perlu mengakomodasikan potensi keluarga miskin yang acapkali terabaikan. Dalam kerangka optimalisasi program penanggulangan kemiskinan. Jakarta:CBS. sehingga mereka tetap mampu bertahan dalam berbagai kindisi yang serba sulit. 2002. Penyelesaian suatu masalah secara lebih strategik biasanya tidak kasatmata dan memerlukan waktu. Penduduk Fakir Miskin Indonesia. Solidaritas di antara mereka (baik dalam mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi) merupakan potensi besar untuk pencegahan terhadap munculnya permasalahan sosial lain yang lebih besar. namun realitas perekonomiannya masih tetap sulit berkembang (statis) dan cenderung terkesan apatis. 1999. Saran Upaya penanggulangan kemiskinan hingga saat ini telah banyak dilakukan terutama sejak Indonesia mengalami krisis ekonomi dan moneter semakin menggema dan dikenal masyarakat luas. jumlah keluarga miskin yang relatif banyak merupakan potensi besar bagi pembangunan nasional. Berita Resmi Statistik Penduduk Miskin No. bahkan dicari sebagian masyarakat untuk dapat menikmati program anti kemiskinan. Penduduk Muskin (PoorPopulation). dan pasrah pada nasib. Badan Pusat Statistik dan Departemen Sosial.04/Th. Kesimpulan Dari segi kuantitas. Jakarta Indonesia .III. B.II/July. Berbagai upaya yang telah ditempuh keluarga fakir miskin telah cukup banyak. Kesimpulan dan Saran A. Jumlah anggota keluarga yang relatif besar (rata-rata 5 orang) dan setiap anggota keluarga dapat berperan dalam kegiatan ekonomi. BPS.

Economic Paradigms Old and New: The Case of Human Development. in Culpeper. London: Mac Millan Press . Roy. 1977. Global Development Fifty Years after Bretton Woods: Essays in Honour of Gerald K.Elson. Albert Berry and Frances Stewart (eds). Helleiner.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful