Good Corporate Governance (GCG

)

BSM berkomitmen penuh melaksanakan di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait dengan pelaksanaan GCG. Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif.

A. Pendahuluan
Good Corporate Governance (GCG) merupakan unsur penting di industri perbankan mengingat risiko dan tantangan yang dihadapi semakin meningkat. Penerapan GCG secara konsisten akan memperkuat posisi daya saing perusahaan, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumberdaya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakeholders, sehingga BSM dapat beroperasi dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. BSM berkomitmen penuh melaksanakan GCG di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait. Hal itu diwujudkan dalam: 1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi 2. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal bank 3. Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan eksternal 4. Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian internal 5. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana berskala besar 6. Rencana strategis bank 7. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif. Penerapan GCG di BSM membaik pada tahun 2009 dibandingkan Penerapan GCG tahun-tahun sebelumnya. Pengukuran tingkat kepatuhan BSM dalam menerapkan GCG menggunakanchecklist (self assessment) di mana hasil penilaiannya dalam bentuk indeks. Untuk keperluan internal, penilaian dilakukan secara semesteran dan untuk keperluan laporan kepada Bank Indonesia, penilaian dilakukan secara tahunan. Seiring dengan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, BSM sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti ketentuan yang berlaku dalam PBI tersebut. Penerapan GCG di BSM dimulai dari komitmen pihak yang paling berpengaruh terhadap penetapan strategis perusahaan yang dikenal dengan 3 (tiga) pilar GCG yaitu Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Penerapan GCG di BSM dimulai sejak periode 2003, menggunakan format standard checklist yang dibuat oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) yang bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB). Hasil penilaian secara Self Assessment (SA) tahunan terus membaik sebagaimana hasil pengukuran oleh jajaran BSM (Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif ) yang hasilnya berupa Indeks GCG semesteran (semester II 2009 = 91,88 kategori “Lebih Baik” meningkat dari semester I 2009 = 88,36 kategori “Lebih Baik”). Adapun penilaian SA dengan metode versi BI dimulai periode 2007, di mana BSM mendapat kategori “Baik”, dan untuk nilai SA periode 2008 dengan kategori “Sangat Baik” yang berarti meningkat dibandingkan periode 2007. Hasil penilaian tersebut pada dasarnya sudah sesuai dengan hasil penilaian BI (vide surat BI No.10/959/DPbS tanggal 21 Juli 2008), di mana BI menyarankan agar BSM mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG.

B. Self Assessment GCG Perbankan

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

www.syariahmandiri.co.id

61

1. Self Assessment Internal BSM

2008 Pengelompokan Penilaian
1. Penerapan Governance Structure 2. Kebijakan Corporate Governance 3. Pengungkapan (Disclosure) Corporate Gorvernance 4. Audit & Sistem Pengendalian Intern Total Nilai 100% 73.49 B 88.10 LB 88.36 LB 25% 20% 15.89 15.50 20.93 17.09 20.67 17.00 20% 17.00 18.72 19.50 Bobot 35% Nilai Sem - I 25.10 Nilai Sem – II 31.36 Nilai Sem – I 31.19

2009
Nilai Sem – II 32.42

19.12 21.84 18.50 91.88 LB

2. Self Assessment GCG kepada Bank Indonesia No Aspek yang dinilai Bobot 2008 Peringkat Nilai Akhir 2009 Peringkat Nilai Akhir

Catatan Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi, tugas dan memenuhi Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) tentang GCG dengan baik. Dewan Komisaris mampu mengambil keputusan secara independen. Direksi telah mematuhi komitmen untuk menjalankan kegiatan BSM secara prudent, sesuai dengan PBI dan SEBI. Direksi telah menerapkan prinsip-prinsip GCG secara baik. Pelaksanaan Rapat Direksi berjalan secara efektif, efisien dan fokus. Komite telah menjalankan tugas secara efektif dalam memberikan masukan kepada Dewan Komisaris. Tidak ada kelemahan minor yang signifikan pada kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite. BSM telah memiliki kebijakan dan peraturan serta telah menghindari halhal yang dapat menimbulkan benturan kepentingan di dalam proses dan keputusan operasional.

01

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris (Dekom)

10

1

0,100

1

0,100

02

Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi

20

1

0,400

1

0,200

03

Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite

10

2

0,100

1

0,100

www.syariahmandiri.co.id

04

Penanganan Benturan Kepentingan

10

2

0,200

2

0,200

62

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

05

Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah memenuhi fungsi Kepatuhan dan sesuai dengan ketentuan yang mengatur Direktur Kepatuhan serta Satuan Kerja Kepatuhan BSM telah memenuhi fungsi Audit Intern dengan efektif dan SKAI telah menjalankan fungsinya secara efisien dan obyektif sesuai SPFAIB. Kantor Akuntan Publik (KAP) sudah menjalankan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengatur GCG, transparansi laporan keuangan maupun PSAK101-106 dengan cakupan hasil audit sangat baik. BSM telah menjalankan fungsi manajemen risiko sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta risiko yang dihadapi. Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan komprehensif. BSM telah menyediakan dana kepada pihak terkait dan/atau dana besar secara obyektif tanpa intervensi dari pihak terkait atau pihak lainnya serta BSM tidak melakukan pelanggaran BMPK dan prinsip kehati-hatian.

06

Penerapan Fungsi Audit Intern

5

1

0,050

1

0,050

07

Penerapan Fungsi Audit Ekstern

5

1

0,100

1

0,050

08

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern

7.5

2

0,150

2

0,150

09

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) Dan Debitur Besar (Large Exposures)

7.5

1

0,150

1

0,075

10

Transparansi Kondisi Keuangan & Non Keuangan Bank, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal

15

2

0,300

2

0,300

Informasi seluruh Pelaporan Bank telah sesuai ketentuan transparansi. Informasi disampaikan melalui homepage

11

Rencana Strategis Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah menyusun Rencana Strategis dengan seksama sesuai dengan Rencana Bisnis Bank serta visi & misi Bank.
www.syariahmandiri.co.id
Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Total

100

1,425 SB

1,325 SB

63

Nilai Komposit Nilai Komposit < 1.5 1.5 ≤ Nilai Komposit 2.5 ≤ Nilai Komposit 3.5 ≤ Nilai Komposit 4.5 ≤ Nilai Komposit
Nilai Komposit yang dihasilkan BSM adalah 1,325 pada tahun 2009, lebih baik dibandingkan Nilai Komposit tahun 2008 sebesar 1,425. Nilai Komposit BSM dalam pelaksanaan Self Assessment GCG adalah Sangat Baik, sesuai dengan komitmen BSM untuk senantiasa mengimplementasikan GCG dengan penuh komitmen dan konsisten.

Predikat Komposit Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik
November 2002. Code of Conduct BSM merupakan pedoman bagi segenap insan BSM agar berperilaku secara Islami, profesional, bertanggung jawab, wajar, patut, dan dapat dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah, rekanan, maupun hubungan dengan rekan sekerja. c. Piagam Komite, terdiri dari Piagam Komite Audit, Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi, dan Piagam Komite Pemantau Risiko.

E. Struktur Organ GCG
Organ perusahaan, terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi, mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Organ Perusahaan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan. 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RUPS adalah organ perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan dan memegang segala kewenangan yang tidak diserahkan kepada Direksi, Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas Syariah. RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pada kepentingan usaha perusahaan jangka panjang. RUPS dan atau pemegang saham tidak melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah serta Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan hak sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan transparan. Pada RUPS dan RUPSLB

C. Kebijakan GCG
BSM telah memiliki kelengkapan berbagai kebijakan (soft-structure) yang mengatur pelaksanaan GCG. BSM menyusun Soft-structure GCG sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan, dan mengacu pada berbagai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Soft-structure GCG yang berlaku di BSM adalah sebagai berikut: a. BSM menyusun Piagam GCG (GCG Charter) berdasarkan Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi No.9/002-SKB/KOM.DIR tanggal 30 April 2007. Piagam GCG merupakan peraturan, kaidah dan kebijakan BSM yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran BSM. Piagam GCG diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan BSM sehingga dalam implementasinya dapat selaras dan sesuai dengan standar GCG. b. BSM menyusun Code of Conduct BSM berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Komisaris No. 4/002/DIR.KOM tanggal 26

D. Mekanisme GCG
RUPS DPS

PENGAWASAN

PENGELOLAAN

RUPS melakukan pengambilan keputusan penting yang didasari pada kepentingan perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. Pengelolaan dilakukan oleh Direksi, sementara Dewan Komisaris melakukan pengawasan yang memadai terhadap kinerja pengelolaan perusahaan. Untuk memastikan produk-produk BSM tidak melanggar prinsip-prinsip syariah, BSM dikawal oleh Dewan Pengawas Syariah.

64

www.syariahmandiri.co.id

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit. 2. Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM sejalan dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku. RUPS Tahunan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2009 yang menghasilkan keputusan yaitu: a. serta menetapkan jumlah dan jenis kompensasi serta fasilitas. Dewan Komisaris Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa BSM melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. Persetujuan penggunaan Laba Bersih BSM Tahun buku 2008. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada RUPS. c.co. e. b.syariahmandiri. menunjuk akuntan publik. gaji dan fasilitas/tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris serta bonus Senior Advisor Dewan Komisaris. Dalam melaksanakan tugas. BSM mewajibkan anggota Dewan Komisaris untuk mengungkapkan kepemilikan sahamnya. mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi.tahun 2009 telah dilakukan pemberitahuan dan undangan bagi pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Dewan Komisaris BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. 2.5% dari laba bersih tahun 2008. f. • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta pengawasan atas kebijaksanaan Direksi terhadap kebijakan pengurusan BSM serta memberikan nasihat kepada Direksi. Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki integritas. baik pada BSM maupun pada bank dan perusahaan lain. Persetujuan atas Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris. memberikan persetujuan atas laporan tahunan. d. Selama tahun 2009. Anggota Dewan Komisaris tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS. Sudarmadji & Dadang dengan opini “Wajar Tanpa Pengecualian”. Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. BSM memiliki tatacara penyelenggaraan RUPS di mana disebutkan bahwa agenda acara RUPS disampaikan beserta undangan RUPS. Persetujuan pembayaran zakat sebesar 2. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan dan tanggung jawabnya. kompetensi dan reputasi keuangan yang memadai. BSM menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPS yaitu RUPS Tahunan. a. Sarwoko dan Sandjaja (afiliasi Ernst & Young) yang akan mengaudit Laporan Keuangan BSM tahun buku 2009. Persetujuan atas Laporan Tahunan BSM termasuk Pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun buku 2008 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. RUPS memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. Bambang.id 65 . Menetapkan KAP Purwantono. menetapkan alokasi penggunaan laba. mengesahkan perubahan Anggaran Dasar. yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri dalam suatu laporan yang harus diperbaharui setiap tahunnya. Menetapkan besarnya tantiem. Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi. • Melaksanakan pengawasan atas risiko Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. antara lain mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM dapat dirinci sebagai berikut: • Memastikan terus terselenggaranya pelaksanaan prinsipprinsip GCG dalam setiap jenjang organisasi dibantu oleh unit-unit kerja terkait.

syariahmandiri. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan BSM. Kinerja keuangan 2. Komposisi Dewan Komisaris c. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi. Dewan Komisaris dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BSM. Penggantian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris telah memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Pengawasan dilakukan secara langsung termasuk memantau tindak lanjut atas rekomendasi dari Komisaris kepada Direksi. Dewan Komisaris BSM telah melakukan pengawasan terhadap: 1. Memberikan tanggapan dan rekomendasi atas usulan dan rencana pengembangan strategis BSM yang diajukan Direksi. Kerangka Manajemen Risiko 3. Selama tahun 2009. Memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan. komposisi. Dalam melakukan pengawasan tersebut.id • usaha BSM dan upaya manajemen melakukan pengendalian internal. Independensi Dewan Komisaris Anggota Dewan Komisaris BSM telah memenuhi jumlah.• • • • • www. kriteria dan independensi sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 yang diubah dengan PBI Nomor 8/14/PBI/2006 di mana jumlah anggota Dewan Komisaris BSM saat ini adalah empat orang. kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar BSM atau peraturan perundangan yang berlaku. maupun melalui komitekomite yang dibentuk.co. Di dalam melakukan pengawasan. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BSM. Susunan Anggota Dewan Komisaris Susunan Anggota Dewan Komisaris BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagaimana tabel di bawah. Dewan Komisaris mengarahkan. Tindak lanjut atas hasil pemeriksaan audit internal dan eksternal termasuk hasil pemeriksaan Bank Indonesia Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Representasi Pemegang Saham Independen Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Susunan Dewan Komisaris Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama/ Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Komisaris Periode Jabatan I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) 66 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingan semua Pemegang Saham. dan keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank. Dua orang di antaranya atau sama dengan 50% anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. d. Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM secara proaktif melakukan pengawasan dan memberikan masukan kepada Direksi. b.

Rangkap Jabatan Dewan Komisaris Dewan Komisaris tidak ada yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris. Rapat Dewan Komisaris Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan minimal sebulan sekali. Rapat Dewan Komisaris tersebut dapat berupa Rapat Internal Dewan Komisaris maupun Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi. g. Peningkatan kualitas aktiva produktif dengan melanjutkan langkah-langkah secara lebih konkrit dan berkesinambungan dalam berbagai hal terkait. Optimalisasi pemanfaatan e-learning sehingga berkorelasi dengan peningkatan kompetensi pegawai.co. serta kepatuhan BSM terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. f. 8. 5. 7. meningkatkan peran intermediasi BSM. Pemisahan fungsi otorisasi dan berjalannya komunikasi antar jenjang. 2. 4. atau anggota Dewan Komisaris. 11. dan pengendalian portofolio valuta asing. 3. 6.4. Penetapan mekanisme mempertahankan posisi likuiditas dan tingkat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang Daftar Kehadiran Rapat Dewan Komisaris Nama Rapat Komisaris* (8 Kali) 7 8 3 6 Rapat Komisaris Direksi** (7 Kali) 6 7 6 5 Rapat Direktur Komisaris*** (11Kali) 10 11 8 7 www. Dewan Komisaris merekomendasikan perlunya dilakukan upaya perbaikan sekaligus pemeliharaan kinerja BSM yang mencakup faktorfaktor sebagai berikut: 1. 10. Pemaksimalan fungsi Pengawas Kepatuhan dan Prinsip Mengenal Nasabah (PKP). sistem pengendalian intern. 9. Upaya tersebut mencakup pelaksanaan manajemen umum. Direksi. e. Peningkatan kinerja Bank melalui evaluasi dan review terhadap berbagai kebijakan. Peningkatan pemahaman risiko dan adanya fungsi waskat di dalam manajemen risiko Bank. Penggalian penyebab utama atas temuan oleh Internal Audit dan pengidentifikasian 8 (delapan) risiko perbankan di dalam temuan-temuan audit. 12. 5.id Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Keterangan: * Rapat Komisaris adalah Rapat Internal Dewan Komisaris ** Rapat Komisaris Direksi adalah Rapat di mana Dewan Komisaris mengundang salah seorang Direksi untuk hadir dalam Rapat Dewan Komisaris *** Rapat Direktur Komisaris adalah Rapat di mana inisiatif rapat berasal dari Direksi dengan mengundang Dewan Komisaris Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 67 . atau Pejabat Eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh Bank. zero DMTL dan hasil audit scoring di setiap unit kerja. Peningkatan rentabilitas. Pemantauan secara konsisten terhadap pemeliharaan PDN. Penetapan ke dalam KPI. Implementasi KYC dan AML. manajemen risiko. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada 1 (satu) lembaga/ perusahaan bukan lembaga keuangan. Kecukupan sistem pengendalian Dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Permodalan BSM harus mampu mendukung rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan yang ingin dicapai.syariahmandiri. BSM mengupayakan perbaikan kinerja tersebut di atas sejalan dengan upaya untuk mempertahankan dan terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip manajemen bank yang sehat. serta mempertahankan kondisi kesehatan BSM.

.Hasil pengawasan dan kesesuaian kegiatan operasional perusahaan terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. Syafii Antonio. Seluruh pedoman produk pendanaan.syariahmandiri. pembiayaan dan operasional harus disetujui oleh DPS untuk menjamin kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Nama Prof.136 miliar. yang belum diatur oleh fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. produk dan jasa yang dikeluarkan BSM. konferensi. M. Riwayat hidup Dewan Pengawas Syariah dapat dilihat di bagian Profil BSM. Menilai dan memberi persetujuan mengenai aspek-aspek syariah pada setiap pedoman produk dan operasional perusahaan. Selama tahun 2009 DPS telah mengeluarkan 9 (sembilan) opini syariah baik yang berkaitan dengan produk. Ali Yafie Dr. H. Menyerahkan laporan pengawasan syariah setiap 6 (enam) bulan kepada Dewan Komisaris. transaksi maupun operasional mencakup: a. DPS telah melakukan pertemuan rutin maupun insidental sebanyak 18 kali. . Meninjau produk dan layanan baru. h. M. anggota Dewan Komisaris BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan.id No 1.co.Melakukan pertemuan rutin dengan BSM untuk mendiskusikan laporan perkembangan dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan praktek syariah. b. Total remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp 3. H. Rapat DPS Dalam melaksanakan tugasnya. 2. Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sebagai bank yang bergerak di bidang syariah. K. DSN – MUI dan Bank Indonesia. 3. . seminar antara lain: • Seminar Penerapan PSAK 50 & 55 serta Implikasinya. Direksi. a. 3. c. • Leadership and Decision Making.Opini syariah atas pelaksanaan operasional perusahaan secara keseluruhan dalam laporan publikasi perusahaan. • Leaders Forum for Banking.Hasil kajian atas produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa kepada DSN – MUI. MH Jabatan Ketua Anggota Anggota 68 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . b.249 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp 2. c. MBH. maka dibentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS). Tugas.Opini syariah atas pedoman operasional. . a. Mengawasi dan memantau kegiatan operasional bank untuk menjamin kepatuhannya terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI.diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. Memberikan masukan bahwa produk dan layanan BSM telah sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh DSN. • Workshop Coaching for Leadership. kewenangan dan tanggung jawab DPS adalah: a. workshop. sebuah badan dibawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). yang memuat antara lain: . Pelatihan Dewan Komisaris Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Dewan Komisaris BSM selama tahun 2009. Menyerahkan laporan pengawasan syariah kepada Bank Indonesia setiap semester pada tahun 2009. Memberikan pendapat mengenai kepatuhan syariah atas kegiatan operasional perusahaan dalam laporan publikasi. • Global Execution Quotient Survey on Bank. • Assessment Commercial Banking. Memberikan masukan dan opini pada seluruh pedoman kerja operasional dan manual produk. Mohammad Hidayat. Ec Drs. DPS bersifat independen yang anggotaanggotanya ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang Susunan Dewan Pengawas Syariah www.

a.972 miliar. Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif dalam mengelola perusahaan. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Direksi Direksi adalah organ perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan agar dapat menghasilkan nilai tambah dan memastikan kesinambungan usaha. . menjamin terselenggaranya fungsi audit intern perusahaan dalam setiap tingkatan manajemen dan menindaklanjuti temuan Divisi Audit Intern BSM sesuai dengan kebijakan atau pengarahan yang diberikan Dewan Komisaris.972 perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. Kinerja Direksi dievaluasi oleh Dewan Komisaris baik secara individual maupun kolektif berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. Direksi mengungkapkan kebijakan-kebijakan BSM yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada pegawai dengan media yang mudah diakses antara lain melalui newsletter. .co. SMS. 4. dan hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.972 0.Memperhatikan kepentingan yang wajar dari pemangku kepentingan BSM (stakeholders). Direksi bertanggung jawab kepada RUPS. auditor eksternal. Direksi mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS. Komite Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan. misi. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenang. Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari SKAI. dan hal-hal lain yang terkait dengan Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Menetapkan struktur organisasi yang lengkap dengan rincian tugas di setiap divisi. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. .Mengendalikan sumber daya yang dimiliki BSM secara efektif dan efisien.Menciptakan sistem pengendalian intern. . intranet. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.Melakukan pengelolaan BSM sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya sesuai Anggaran Dasar.Menyusun visi. Tugas. Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan Jumlah DPS 3 Miliar Rp 0. Hasil penilaian kinerja Direksi oleh Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS. Total remunerasi yang dibayarkan kepada DPS selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp0. dan nilai-nilai serta rencana strategis BSM dalam bentuk rencana korporasi (Corporate Plan) dan rencana bisnis (Business Plan). Direksi senantiasa berpegang dan berpedoman pada Anggaran Dasar maupun ketentuan internal serta eksternal lainnya. manajemen risiko. .id 69 . Dalam melaksanakan tugasnya. Direksi telah membentuk Satuan Kerja Audit Internal (SKAI). Tugas dan Tanggung jawab Direksi dapat dijabarkan sebagai berikut: . majalah internal dan media komunikasi lainnya. peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip GCG.syariahmandiri. Satuan Kerja Manajemen Risiko.Remunerasi Dewan Pengawas Syariah Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji dan Fasilitas lain Total saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. wewenang.

Seluruh Direksi tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Komisaris.Menciptakan hubungan 70 www. Kepatuhan tersebut terkait dengan ketentuan Bank Indonesia. serta pemenuhan komitmen dengan lembaga otoritas yang berwenang.b. Dalam hal penerapan seluruh ketentuan eksternal yang berlaku. Direksi BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. Seluruh anggota Direksi memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di bidang operasional perbankan dan institusi keuangan sebagai Pejabat Eksekutif. update dan sangat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan dinilai “memadai” oleh BI secara berkala dan BSM dipandang sebagai Bank Seluruh Anggota Direksi berdomisili di Indonesia. Pedoman. Susunan Direksi Susunan Direksi BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagai berikut: derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau dengan anggota Dewan Komisaris. sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang organisasi tersedia secara sangat lengkap.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . mampu tumbuh berkembang pesat namun tetap memperhatikan prudentiality serta prinsip sy ariah. Seluruh Direksi tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan Direktur Utama: . Direktur Kepatuhan BSM telah menetapkan Direktur Kepatuhan yang memastikan bahwa Bank telah memenuhi kriteria kepatuhan. I Tanggal 1 Januari 2008. Optimalisasi fungsi kepatuhan BSM terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan organisasi BSM. Mengacu pada pedoman organisasi No. yang sehat. Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada perusahaan lain yang dibuktikan dengan penandatanganan Surat Pernyataan.Mengkoordinir kegiatan kerja seluruh anggota Direksi berikut aparat di bawahnya untuk mencapai optimalisasi hasil. BSM telah mematuhi dengan baik dan tidak ada sanksi hukum serta pelanggaran terutama atas ketentuan BI maupun fatwa DSN. . UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. . .Menjalankan visi BSM dengan menetapkan strategi dan kebijakan BSM. Surat Kuasa dari Direksi kepada Kepala Unit Kerja bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan tugas operasional Bank namun tidak mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi.Menyelenggarakan aktivitas seluruh unit kerja yang berada langsung di bawahnya agar mencapai rencana kerja yang ditetapkan. perundang-undangan yang berlaku.syariahmandiri.Melaksanakan evaluasi secara berkala terhadap realisasi pencapaian target dan menetapkan langkah-langkah peningkatan kinerja yang harus dilakukan. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada Bank atau perusahaan lain.PO.co. maupun best practices perbankan. pembidangan tugas Direksi sebagai berikut: Nama Yuslam Fauzi Hanawijaya Sugiharto Zainal Fanani Srie Sulistyowati Amran Nasution Jabatan Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Kepatuhan Direktur Direktur Periode Jabatan II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) Direksi tidak memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. .

serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.Membina hubungan dengan seluruh mitra kerja BSM agar dapat terwujud hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.Memimpin dan mengkoordinir penetapan langkahlangkah yang diperlukan untuk memastikan BSM telah memenuhi ketentuan seluruh peraturan perundangundangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian. . Direktur Pembiayaan Korporasi: . dan jaringan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Direktur Operasi dan Pendukung: .id 71 . investor.Menetapkan strategi dan kebijakan yang sesuai dengan visi perusahaan dengan menjalankan strategi dan kebijakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Treasuri dan Jaringan dalam melaksanakan aktifitas bidang treasuri. restrukturisasi. Pemegang Saham. . . Direktur Pembiayaan Treasuri dan Jaringan: .Mengkoordinir pembinaan terhadap seluruh Kepala Divisi/ Unit/Tim Kerja dan cabang. . dana. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.Menyelenggarakan pengelolaan Manajemen Risiko di perusahaan dengan baik sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. . serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan denganpelaksanaan tugasnya. nasabah.co. Direktur Pembiayaan Komersial dan Konsumer: .Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Korporasi dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.Memimpin dan mengkoordinir pelaksanaan kajian terhadap risiko perusahaan sesuai dengan visi BSM yang mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.Menetapkan strategi dan kebijakan di Direktorat Treasuri dan Jaringan berdasarkan prinsip syariah.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan komersial dan konsumer berdasarkan prinsip syariah. dan Pemerintah/ Bank Sentral dalam rangka mewujudkan GCG.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan korporasi berdasarkan prinsip syariah. karyawan. Direksi. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: .Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Komersial dan Konsumer dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehatihatian.syariahmandiri.yang harmonis antara Dewan Komisaris. . .

.158 Jumlah Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi per Orang dalam 1 tahun*) Jumlah Direksi Di atas Rp2 miliar Di atas Rp1 miliar s.co. e. c.d Rp1 miliar Rp500 juta ke bawah *) yang diterima secara tunai Jumlah Dewan Komisaris 1 5 4 72 www. corporate affair. serta sarana dan logistik. . anggota Direksi BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan.Seminar Enhancing Access to Formal Financial Services In Indonesia.BSM di bidang Informasi dan Teknologi.Seminar Kilas Balik Perbankan Indonesia Tahun 2009 dan Rencana Penyempurnaan Peraturan Mengenai Prudential Banking.Workshop perbankan nasional. Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Direksi BSM selama tahun 2009.d Rp2 miliar Di atas Rp500 juta s. operasi dan akuntansi serta sarana dan logistik dan merumuskan kebijakan yang perlu ditempuh untuk tetap terlaksananya kegiatan BSM yang efisien dan efektif.syariahmandiri.Seminar Pencegahan Tindak Pidana di bidang Perbankan. hukum. namun tertutup kemungkinan bahwa Direksi mengadakan Rapat Direksi di luar jadwal yang ditentukan tersebut.085 6. .158 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp7. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. operasi dan akuntansi.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .560 miliar. . seminar antara lain: . Kebijakan Remunerasi Total remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp11.Sertifikasi BSMR. . d. Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan minimal 1 (satu) kali dalam seminggu yaitu setiap hari Senin. F. konferensi. workshop. hukum.Workshop Leadership and Change Management. . Pengungkapan Kepemilikan Saham serta Hubungan Keuangan dan Keluarga Dewan Komisaris dan Direksi Per posisi Desember 2009.072 11. maka antara para anggota Direksi dan Komisaris serta antar anggota Direksi dengan anggota Komisaris tidak ada hubungan Daftar Kehadiran Rapat Direksi Nama Pejabat Yuslam Fauzi (Direktur Utama) Hanawijaya (Direktur) Srie Sulistyowati (Direktur) Amran Nasution (Direktur) Zainal Fanani (Direktur) Sugiharto (Direktur) Rapat Direksi (57 kali) 51 56 54 54 53 54 Rapat Komisaris dan Direksi (7 kali) 7 7 7 7 7 7 Rapat Direksi dan Komisaris (11 kali) 9 8 9 9 10 9 Jenis Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji Rp/Tahun Tunjangan Rp/Tahun TOTAL Direksi 6 6 Miliar Rp 5. anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki saham di BSM.5th World Islamic Economic Forum. .Mengevaluasi perkembangan bank di bidang Informasi dan Teknologi. corporate affair.

Independensi Anggota Komite Audit Seluruh anggota Komite Audit yang berasal dari pihak independen tidak memiliki hubungan keuangan. h. Uraian Rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah. Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank. auditor intern.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah adalah sebagai berikut: a. Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Audit yang tercantum dalam Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) telah sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM No.id penerapan good corporate governance. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan.11% 1. Menjaga kerahasiaan 73 . Dewan Pengawas Syariah dan/atau auditor ekstern. memonitor kinerja auditor ekstern dan memastikan kepatuhan terhadap standar profesional serta memonitor tindak lanjut hasil audit.co. Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah.11% 4. b. 5. yaitu: . Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Sebagai panduan Komite Audit untuk melaksanakan tugas maka Dewan Komisaris telah menetapkan Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) yang disahkan pada tanggal 20 Mei 2005. kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris. e. H. 1.19% 1. f. 3. 4. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan audit intern dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan untuk rekomendasi kepada Dewan Komisaris.Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah No. Dalam melaksanakan tugasnya. Melakukan penelaahan atas pengaduan yang berkaitan dengan BSM. j. c. proyeksi dan informasi keuangan lainnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan pemenuhan pengungkapan sesuai peraturan yang berlaku. Memberikan rekomendasi tentang penunjukkan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris. seorang pihak independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi dan seorang dari pihak independen yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan. pasar modal dan instansi lainnya.Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan audit dan/atau rekomendasi dari hasil pengawasan Bank Indonesia. 2. Persyaratan tersebut adalah anggota Komite Audit paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen. g. Laporan Komite Audit Susunan anggota Komite Audit telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam PBI Nomor 8/4/ PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum.01% 76. d.Kep-29/PM/2004 dan Peraturan Bank Indonesia No. Melakukan penelaahan atas tindak lanjut laporan hasil audit yang dilakukan oleh otoritas pengawas bank. Komite Audit selalu berpedoman pada rencana kerja yang telah disusun. yang dapat mempengaruhi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Melaporkan kepada Dewan Komisaris tentang berbagai risiko yang dihadapi BSM dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi. Shares Option BSM tidak melakukan shares option dalam periode Januari – Desember 2009. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi. Melakukan penelaahan atas G. i. baik menurut garis lurus maupun garis ke samping atau hubungan semenda (menantu atau ipar).91% keluarga sedarah sampai dengan derajat kedua. 1. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai terendah Rasio 19. Rasio gaji Direksi yang teringgi dan terendah. kepengurusan. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan BSM seperti laporan keuangan. kemampuan bertindak independen.Pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh fungsi audit intern .syariahmandiri. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan audit dari auditor ekstern termasuk menelaah independensi dan objektivitas auditor ekstern serta menelaah kecukupan pemeriksaan yang dilakukannya.

id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Ketua. telaah akun tertentu dan audit khusus. Berkarir di Bank Indonesia dari 19782003 dengan penugasan terutama di bidang audit intern dan pengawasan/ pemeriksaan bank umum. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. k. Berpengalaman mengikuti pelatihan di luar negeri Jabatan antara lain di Hyderabad (India). Komite Audit BSM telah me-review berbagai Laporan Hasil Pemeriksaan yang terdiri dari kelompok audit reguler. data dan informasi BSM. Mekanisme rapat Komite Audit dilaksanakan 74 www. Financial Restructuring and Go Public Procedure. Kegiatan Komite Audit dalam tahun 2009 dilakukan dalam bentuk Rapat Komite Audit. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Tahun 2004 sebagai Tim Penyusun Buku Pedoman Kerja Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah. Per 31 Desember 2009. anggota Komite Audit PT Bank Rakyat Indonesia dan saat ini sebagai anggota Komite Audit BSM disamping bekerja pada konsultan manajemen. Frankfurt. Tjeppy Kustiwa (Anggota) Lahir di Bandung tanggal 17 Desember 1957. Analisa dan hasil pemeriksaan tersebut disampaikan pada Rapat Dewan Komisaris. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris. Paris. Washington DC. Susunan Anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah. Lulusan Administrasi Universitas Diponegoro Semarang. Ketua Komite Audit merangkap sebagai Ketua pada Komite Pemantau Risiko.co. 3.2. Perbankan. Susunan Anggota Komite Audit dokumen. dengan jabatan terakhir Deputi Direktur Pemeriksaan Bank I. Komite Audit juga telah menyampaikan Laporan Kuartalan dan Tahunan mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada Dewan Komisaris. Laporan Kerja Komite Audit Selama tahun 2009. Kasmadi Adrianto (Anggota) Lahir di Metro. Komisaris Independen Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota c. Ernst & Young 4. Memulai karir di Bank Bumi Daya tahun 1986 hingga 2000.syariahmandiri. Lampung. Advisory Services. l. tanggal 6 November 1947. Consilidation Financial Report dan Information Technology. Abdillah (Ketua) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris b. Saat ini bertugas sebagai anggota Komite Audit BSM. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Audit b. dan Sydney. bekerja di Prasetio Strategic ConsultingAndersen. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1985 dan S2 Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994. yang disampaikan oleh Internal Audit maupun hasil audit Kantor Akuntan Publik. Berpengalaman mengikuti berbagai training dan seminar antara lain di bidang yang berkaitan dengan tugas Komite Audit. Anggota Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Riwayat Hidup Anggota Komite Audit a. Akuntansi.

c. Terkait dengan kebijakan remunerasi: 1). sebagaimana ditetapkan dalam Piagam Komite Audit. Jumlah Rapat Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 27 27 27 Tingkat Kehadiran 27 25 27 Selama tahun 2009. 5. h. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi. keberadaan Komite Renumerasi dan Nominasi ini ditetapkan melalui Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. RAKOMDIR dan RAKOM serta pada saat membahas hasil telaah Komite Audit dan hasil pertemuan Komite Audit dengan satuan-satuan kerja serta pembahasan hasil kegiatan lainnya. j. b. 1. Mengkaji laporan kegiatan dan hasil pemeriksaan Divisi Audit Intern Triwulan IV Tahun 2008 serta Triwulan I dan II Tahun 2009. Menyusun rekomendasi penunjukan Kantor Akuntan Publik/Akuntan Publik yang ditugasi melakukan audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2009. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada I. g. Selama tahun 2009 Komite Audit mengadakan rapat minimal 10 (sepuluh) kali dengan tingkat kehadiran masing-masing anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah. Jakarta b. i. e.2009. Menyusun telaah laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik Tahun Buku 2008 kepada Dewan Komisaris.9/001/RAKOM tanggal 22 Januari 2007 yang salah satunya tentang pembentukan Komite Remunerasi dan Nominasi. Mengkaji laporan keuangan publikasi Bank Triwulan II dan Triwulan III Tahun 2009.syariahmandiri. Jakarta Pelatihan Komite Audit 2).id 75 . Menyusun telaah tindak lanjut hasil audit Kantor Akuntan Publik atas audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2008. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan Nominasi Komite Remunerasi dan Nominasi bertanggung jawab: a. Mengkaji Rencana Audit Tahunan Divisi Audit Intern tahun 2009.melalui pertemuan dalam rangka mengikuti RADIRKOM. Di samping itu. Rapat dilakukan sedikitnya 1 (satu) bulan sekali. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. antara lain mengkaji draft Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Semester II Tahun 2008 dan Semester I Tahun 2009. Mengkaji laporan keuangan (unaudited) Bank posisi 31. Menyusun laporan tahunan Komite Audit tahun 2008. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: • Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS. d. Terkait dengan kebijakan nominasi: 1). Mengikuti seminar “Menyongsong Full Adoption IFRS di Indonesia. Komite Audit juga melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris. Menyusun telaah Perhitungan Net Interest Margin Bank. Mengikuti seminar “The Asia Pacific Conference and Exhibition 2009 on Enabling Financial Turnaround Sustaining Growth under Financial Turbulence”. Komite Audit telah mengikuti berbagai pelatihan dan seminar dalam rangka pengembangan kompetensi anggota Komite Audit sebagai berikut: a.2008 dan 31.12. Laporan Komite Remunerasi dan Nominasi Sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum.12.co. Rapat Komite Audit Komite Audit mengadakan rapat secara berkala. b. f. JCC.01. • Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi melalui Dewan Komisaris. Mengkaji laporan keuangan (audited) Bank posisi 31.2008. Kegiatankegiatan yang telah dilakukan Komite Audit dalam tahun 2009 meliputi sebagai berikut: a. IKAI.

www. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Remunerasi dan Nominasi yang berakhir masa jabatannya pada tanggal 19 Juni 2009. 4. 08/01/09 09/01/09 s. Rapat Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi anggota Komite Nama Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Jumlah Rapat 2 2 2 2 2 Tingkat Kehadiran 2 2 2 2 2 Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Abdillah Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Tardi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Eka Bramantya Danuwirana Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Kepala Divisi Achmad Fauzi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Corporate Secretary. c. per tanggal 9 Januari 2009 Senior Advisor Dewan Komisaris Kepala Divisi sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sebanyak 2 (dua) kali. Tugas dan Tanggung Jawab 76 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi untuk tahun 2009 mengalami perubahan sebagaimana tabel berikut ini: Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sesuai dengan kebutuhan dan selama tahun 2009.syariahmandiri. Melakukan kajian atas pemberian fasilitas Car Ownership Program bagi Direksi termasuk besarnya fasilitas dan jenis kendaraan yang diberikan serta pemberian fasilitas tunjangan perumahan bagi Direksi untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris dan mengkonsultasikan hasil kajian tersebut kepada pemegang saham. Achmad Marzuki (Ketua) b. 3.co. 4. e.d. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi memiliki integritas. Melakukan kajian remunerasi dan nominasi Pengurus dan Pegawai BSM. Komite Remunerasi dan Nominasi. Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi tidak merangkap sebagai ketua pada Komite lain. J.d. Membahas tentang status Saudara Muhammad Haryoko sebagai pihak independen yang menjadi salah satu Jabatan Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi Periode No. b.Rapat Umum Pemegang Saham. Komite Remunerasi dan Nominasi telah melakukan minimal 2 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a. Rangkap Jabatan Anggota Komite 2. 1. 5.d. 6. akhlak dan moral yang baik. d. 25/06/09 25/06/09 s.id 3. 2). Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Riwayat Hidup Anggota KomiteRemunerasi dan Nominasi a. Adapun jumlah kehadiran masingmasing anggota Komite Remunerasi dan Nominasi dapat dilihat pada tabel rapat komite. 31/12/09 Achmad Marzuki Abdillah Tardi Helmi Huseno Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Independen sebagai anggota Komisaris sebagai anggota Kepala Divisi sebagai anggota. Laporan Komite Pemantau Risiko 1. 01/01/09 s. 2. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. c. b.

9/004SKB/KOM-DIR tanggal 18 Juli 2007. dan masyarakat umum serta bertanggung jawab untuk menyediakan dan menyampaikan informasi yang penting mengenai BSM kepada masyarakat umum maupun untuk kepentingan pemegang saham. Rapat Anggota Komite Pemantau Risiko Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 19 19 19 19 Tingkat Kehadiran 19 17 17 19 3. Melakukan evaluasi tentang kebijakan manajemen risiko. Komite di bawah Direksi Komite di bawah Direksi adalah Komite Manajemen Risiko (KMR). dan berkesinambungan melalui pengelolaan program komunikasi yang efektif kepada segenap pemangku kepentingan. e. c. profil risiko dan kesehatan bank setiap bulan. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Membahas fungsi manajemen risiko ada unit kerja bisnis dan fungsi unit kepatuhan dalam Rapat Komite Pemantau Risiko Rapat Komite dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan dengan perincian kehadiran masing-masing anggota seperti pada tabel: K. 2. Komite ini dibentuk untuk memberikan saran dan rekomendasi kepada Direktur Utama terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. ketua pada Komite Audit. Membahas masalah pembiayaan. Forum KMR diadakan minimal satu kali dalam sebulan. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko. evaluasi pencapaian target pembiayaan serta insentif dan action plan pencapaian target pembiayaan tahun 2009. Laporan Kerja Komite Pemantau Risiko Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat minimal sebulan sekali. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal. f. untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. b. penerapan four eyes principles dan mekanisme monitoring terhadap kepatuhan SOP. Komite Pemantau Risiko bertanggungjawab untuk: a. Monitoring dan penanganan nasabah korporasi cabang non lancar. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan manajemen risiko. Corporate Secretary berfungsi sebagai penghubung antara BSM dengan stakeholders.syariahmandiri. b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko. Melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut. Mengevaluasi kinerja. d. c. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko Per 31 Desember 2009. b. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Pemantau Risiko. Membahas kerangka dan prosedur pembiayaan. Tugas KMR antara lain meliputi penyusunan kebijakan. Komite Pemantau Risiko telah melakukan 19 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a. Selama tahun 2009. 77 . KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank.id mengawal pembiayaan. Ketua Komite Pemantau Risiko merangkap sebagai Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Corporate Secretary Corporate Secretary BSM dijabat oleh Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum yang mengemban misi untuk mendukung terciptanya citra perusahaan yang baik secara konsisten. 4. Membahas perkembangan proyek core banking system dan fasilitas pengurus. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko terdiri dari: Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jabatan Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Utusan sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota L.Komite Pemantau Risiko Piagam Komite Pemantau Risiko ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris No.co.

komunikasi/ promosi. penerbitan buletin kinerja keuangan triwulanan. 10/014-KEP/ DIR tanggal 22 Januari 2008.co. Dalam menjalankan fungsi dan perannya. tengahtahunan dan tahunan. . kegiatan operasional serta hal-hal lainnya seputar BSM. Saham Perbankan Syariah. Dewan Komisaris. newsletter. penerbitan laporan keuangan triwulanan. dan keluarganya dalam kepemilikan saham.Mengingatkan Direksi BSM tentang tanggung jawabnya untuk melaksanakan GCG yang optimal sesuai tujuan perusahaan agar tercipta image perusahaan yang lebih baik dan meningkatkan laba perusahaan - - - secara berkesinambungan. Daftar Khusus dari anggota Direksi.syariahmandiri. Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya. Corporate Secretary dibantu oleh fungsi hukum. temu karyawan.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .syariahmandiri. media relations dan institutional relation dalam berhubungan dengan pihak eksternal maupun internal BSM. Memastikan berjalannya fungsi Dewan Komisaris.Memberikan masukan kepada Direksi BSM untuk menjalankan ketentuan/ Undang-undang yang berlaku antara lain tentang Perseroan. . . Forum Doa Pagi Senin. Menyiapkan Daftar Pemegang Saham. Direksi. Pengajian Rabuan. Hubungan dengan stakeholders dilakukan melalui kegiatan temu analis. dzikir Jumat pagi. paparan publik. intranet. telah mengangkat Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) dan Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BSM yang dirangkapkan kepada Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum (DKH). Obligasi. Fungsi dan peran Corporate Secretary di BSM serta segenap unit pendukung telah diatur dalam Surat Keputusan No.Direksi BSM dengan Surat Keputusan No.10/014-KEP/DIR tanggal 22 Januari 2008 dengan tugas pokok: .Sebagai penghubung antara BSM dengan institusi eksternal yang mewakili masyarakat. Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. Hubungan dengan pihak eksternal dipelihara dengan baik. Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Corporate Secretary selama tahun 2009. hubungan bisnis. serta sosialisasi ke kantor wilayah dan cabang.id. termasuk menyampaikan program dan kebijakan manajemen. .Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas pemahaman BSM dan setiap informasi yang dibutuhkan pihak eksternal BSM yang berkaitan dengan kondisi internal dan/atau halhal khusus yang ingin diketahui publik. Corporate Secretary BSM juga memiliki tugas menyebarluaskan informasi mengenai BSM kepada segenap pegawai. protokoler.co. khususnya dalam rangka pemenuhan kewajiban yang harus dilakukan oleh BSM sebagai perusahaan publik termasuk untuk memberikan keterangan mengenai kinerja.Mengikuti perkembangan pasar dan kondisi eksternal BSM khususnya peraturanperaturan yang berlaku di bidang Perbankan Syariah. Selain itu. Informasi tersebut disampaikan melalui media internal antara lain: Buletin BSM. Pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya juga dapat mengakses informasi mengenai BSM dan kegiatannya di situs web. GCG dan Bapepam. corporate event. DPS dan Komite-Komite. Mengkoordinir Self Assessment dan Pelaporan Pelaksanaan GCG BSM sesuai PBI. mengingat pegawai merupakan salah satu elemen penting dalam penciptaan citra perusahaan. Penandatanganan 78 www. www. dan peran lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan Menghadiri dan membuat risalah rapat Direksi dan Dewan Komisaris. kesekretariatan. Media Gathering yang melibatkan pers dan pegawai BSM b. dalam kaitan dengan hubungan dengan stakeholders antara lain: a.

Bank IFI (19952005). . .syariahmandiri. Sejak bulan Januari 2009 diubah Divisi Pengawasan Intern (DPI) berubah menjadi Divisi Audit Intern (DAI). dan sejak September 2005 bergabung dengan BSM. DAI bertanggung jawab melakukan pemeriksaaan secara independen terhadap segenap audit di BSM. Sejak awal beroperasinya BSM telah membentuk suatu Divisi untuk menjalankan fungsi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI). .Tasyakuran milad BSM. Achmad Fauzi juga aktif di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Kompartemen Perbankan Syariah (KPbS) Perbanas. Selain aktif di BSM. Mengadakan berbagai acara terkait dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) antara lain: . Lulusan Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran. c. .Perum Pegadaian. BSM berupaya menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Bank dan sesuai dengan Peraturan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.Tazkia. lahir 4 November 1965.Telkom. DAI bekerja berdasarkan suatu rencana audit tahunan yang sebelumnya telah disetujui Direktur Utama dan direview oleh Dewan Komisaris. termasuk Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR di Jakarta. .Badan Wakaf Nasional. Mengadakan berbagai event dalam rangka membangun citra BSM yang kokoh antara lain: .PT Berlian Laju Tanker. d. Kepala DAI bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan memiliki jalur komunikasi langsung dengan Dewan Komisaris. .Acara UMKM Award. .Sahid Tours. .Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra BSM antara lain: .co.Acara buka puasa. Laporan hasil audit dan realisasi kegiatan audit DAI dilaporkan 79 . Telah mengikuti berbagai training dan seminar. Karirnya dimulai dari Chase Manhattan Bank tahun 1989. . kemudian di Bank Duta (1989-1990). . .Santunan anak yatim. Daftar Siaran Pers yang Dikeluarkan oleh BSM Profil Corporate Secretary BSM Achmad Fauzi.Acara WIEF(World Islamic Economic Forum).Mengikuti Islamic Book Fair. Unit kerja ini semula bernama Divisi Pengawasan Intern (DPI).Acara sunatan massal.Festival Ekonomi Syariah.id M. Bandung. Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Indonesia No. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Bank Putera (1990-1995).

7. Dewan Komisaris. yaitu: 1. dan peraturan yang ditetapkan. 4. sehingga sumber daya DAI akan lebih fokus pada auditee yang memiliki risiko tinggi. DAI melakukan penugasan audit khusus/investigatif bilamana terdapat permasalahan yang dapat mengganggu jalannya operasional BSM. Pelaksanaan audit oleh DAI dilakukan berdasarkan risk based audit. serta metode kerja dan pelaporan Divisi Audit Intern dalam menjalankan tugasnya mewujudkan sistem pengawasan intern BSM. Auditor Intern harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan dan nama baik Bank. Tanggung jawab Profesi Bab VI. Lain-lain Tugas dan tanggung jawab Divisi Audit Internal www. waktu dan hari audit) dilakukan berdasarkan tingkat risiko dari auditee. . Hal ini Piagam Audit Internal DAI telah memiliki Piagam Audit Internal sebagai pedoman dasar yang mengatur tentang kedudukan. wewenang dan tanggung jawab. Konstruktif. target penugasan audit yang ditetapkan adalah berdasarkan metodologi Risk Based Audit mencakup 140 penugasan. Uraian pelaksanaan kegiatan Audit Internal Aktivitas yang telah dilakukan oleh Divisi Audit Internal antara lain: 1. Auditor intern tidak melakukan audit terhadap unit kerja yang petugasnya mempunyai hubungan keluarga sampai derajat kedua dengan auditor intern yang bersangkutan dan kegiatan yang sebelumnya dilakukan oleh auditor intern yang bersangkutan.melalui Laporan Kaji Ulang Business Plan yang disampaikan kepada Dewan Komisaris sebagai wakil Pemegang Saham. Pendahuluan Bab II. Auditor Intern harus memiliki independensi dalam melakukan audit dan mengungkapkan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesinya berdasarkan standar audit yang berlaku umum. yaitu memastikan terciptanya ketaatan BSM 80 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Auditor Intern senantiasa meningkatkan kualitasnya dengan terus meningkatkan kemampuan teknis melalui pendidikan berkelanjutan minimal 180 (seratus delapan puluh) jam per 3 (tiga) tahun.syariahmandiri. Ruang Lingkup Bab IV. untuk menjamin bahwa pelaksanaan fungsi Divisi Audit Intern telah sesuai dengan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Auditor Intern harus memiliki tanggung jawab terhadap profesinya dengan selalu menerapkan prinsip kerja yang cermat dan seksama dengan berpegang teguh kepada kode etik auditor dan budaya “ETHIC” Bank. Auditor Intern tidak terkait di dalam pelaksanaan kegiatan operasional dari unit kerja yang diaudit.Audit Non-Rutin sebanyak 37 penugasan. Piagam Audit Internal terbit pada tanggal 27 April 2005 sebagai revisi dari Internal Audit Charter tanggal 21 Maret 2002. Metode Kerja Bab VII. 2. di mana alokasi sumber daya (SDM. ketentuan. memantau dan mengkonfirmasi apakah pihak yang diaudit (auditee) telah mengambil langkah-langkah yang memadai atas hasil temuan audit tersebut. 2. Divisi Audit Intern secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) tahun dilakukan review oleh pihak ekstern. pelanggaran terhadap Kode Etik Perusahaan dan prinsip Good Corporate Governance di seluruh lingkungan Bank. Realisasi penugasan selama tahun 2009 adalah sebanyak 186 penugasan (132. 6. tugas dan fungsi strategis DAI adalah: 1.Audit Rutin sebanyak 149 penugasan. mengacu pada pengukuran dampak (impact) danfrekuensi penyimpangan yang terjadi (likelihood). yaitu menjaga tingkat kehematan penggunaan sumber daya yang optimal dan efektivitas hasil yang maksimal. melalui Komite Audit dan Direksi.id Sebagaimana ditegaskan dalam Piagam Audit Intern BSM tanggal 27 April 2005. 2. 3. Berdasarkan Rencana Kerja Tahun 2009. Protektif.86% dari target 140 penugasan).co. Penilaian ICS menjadi salah satu komponen nilai Key PerformanceIndicator (KPI) unit-unit kerja. 3. 5. Pelaporan Bab VIII. yaitu memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi seluruh manajemen sebagai penyempurnaan kebijakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Kedudukan Bab III. Outline Piagam Audit Internal Bab I. dengan rincian: . Konsultatif. Wewenang dan Tanggung jawab Bab V. Merealisasikan audit (rutin dan non rutin/khusus) terhadap seluruh unit kerja Cabang dan Kantor Pusat sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Audit Tahunan. Menerapkanmekanisme penilaian dan pengukuran terhadap pengendalian intern (Intern Control Score/ICS). Selain itu DAI juga memiliki tanggung jawab profesi. terhadap kebijakan.

selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah hasil kaji ulang oleh pihak ekstern diterima oleh Bank. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.co. Bank Mandiri Bank Mandiri melakukan audit minimal setiap tahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. c. 3. Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. DAI menyampaikan laporan hasil kaji ulang (review) pihak ekstern yang memuat pendapat tentang hasil kerja SKAI dan kepatuhannya terhadap Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank serta perbaikan yang mungkin dilakukan. untuk periode 1 Juni 2005 – 31 Mei 2008. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer antara lain Branch Operations. d. b. maupun Kantor Akuntan Publik (KAP). Lloyd Register Lloyd’s Register Quality Management (LRQA) adalah lembaga yang telah menerbitkan sertifikasi ISO 9001:2000 Quality Management System bagi standar mutu audit DAI yang telah diperoleh sejak tahun 2004. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. Meningkatkan kompetensi auditor baik hard skill maupun soft skill. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPK melakukan audit sewaktu-waktu sesuai prioritas kerja BPK.menunjukkan komitmen yang kuat dalam perbaikan efektivitas Sistem Pengendalian Intern secara berkesinambungan. 4. Sesuai requirement ISO 9001:2000. Tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. Management Trainee Program dan programprogram lainnya.syariahmandiri. Proses review ekstern terakhir dilakukan pada bulan Juni 2008 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. terakhir tahun 2005. e. 5. Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). DAI menyampaikan laporan hasil pengkajian ulang oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk sekurangkurangnya sekali dalam 3 tahun. Bank Indonesia Bank Indonesia melakukan audit minimal setahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. Tanzil & Rekan. Berperan aktif sebagai mitra kerja (counterpart) auditor eksternal yaitu Bank Indonesia. J. Bank Mandiri. External Review Sesuai Peraturan Bank Indonesia No. Setiap progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan.224 jam. 1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Selama tahun 2009 total jam pelatihan yang diikuti seluruh pegawai/auditee adalah 2.34 jam per pegawai. LRQA akan melakukan surveillance visit setiap 6 bulanan untuk mereview konsistensi implementasi ISO 9001:2000 DAI.id 81 . Review penerapan SPFAIB 3 tahunan baru akan dilakukan pada tahun 2011. Beberapa auditor eksternal yang melakukan audit/review terhadap BSM antara lain: a. atau rata-rata jam pelatihan adalah 38. Tugas sebagai counterpart adalah memfasilitasi komunikasi antara manajemen dengan pihak auditor eksternal dan pemantauan tindak lanjut/ penyelesaian temuan audit ekstern.

Direksi mengendalikan operasional BSM dan memantau efektivitas sistem pengendalian intern.5/22/ DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum. Strategic Planning. 82 www. Strategic Skill. Teamwork. Workshop Rencana Implementasi BSM Shared Values. Identifikasi dan Penilaian Risiko BSM terus mengembangkan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai upaya mengawal pertumbuhan Bank yang sehat dan berkesinambungan (sustainable growth). Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan. pengukuran. dan Customer Focus (ETHIC). Dewan Komisaris dibantu oleh 3 (tiga) komite. lahir 17 Juli 1957. Workshop Pedoman Organisasi. Kepala Seksi Pengawasan. dan dipantau penerapannya secara terus-menerus. 6/018/OPS tanggal 6 Mei 2004. 3. tersedianya prosedur dan penetapan limit. Pelatihan Auditor Program. Knowledge Sharing Corporate Planning. Karirnya dimulai dengan menjadi auditor di salah satu Kantor Akuntan Publik. Pengawasan Manajemen dan Budaya Pengendalian 1). 9. antara lain Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR. Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM telah menjalankan fungsi pengawasannya dengan melakukan rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi. 7. Profil Kepala Divisi Audit Internal Priyono. Komite Pemantau Risiko. Humanity.Rekapitulasi berbagai pelatihan yang telah diikuti selama tahun 2009 antara lain: 1. Workshop Bisnis.co.syariahmandiri. Sarasehan Pembiayaan Bermasalah. yaitu Excellence. Berbagai posisi yang ditempati antara lain Auditor Pemeriksa. b. Basic Training. dan melaporkan secara berkala hasil-hasil kinerja BSM kepada Dewan Komisaris. 5. dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern yang efektif dan independen.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . 2. Workshop Effective Risk Assessment dan Workshop Aplikasi Manajemen Audit di Perbankan. Unit Kerja Manajemen Risiko saat ini telah mempunyai infrastruktur yang diperlukan agar kebijakan dan ketentuan BSM selalu up-to-date. Surabaya. pemantauan. 3). 4. maka SPI tersebut telah didukung dengan beberapa subsistem infrastruktur sebagai berikut: a. merujuk kepada Surat Edaran Bank Indonesia No. dinyatakan secara tertulis. Budaya Pengendalian Dewan Komisaris. Integrity. baik yang bersifat berkala seperti evaluasi kinerja manajemen secara bulanan maupun insidental terkait dengan kondisi terkini BSM. dan Komite Remunerasi dan Nominasi. 10. BSM telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dituangkan dalam suatu Pedoman Standar SPI yang disahkan oleh Direksi dalam Surat Edaran No. Direksi Direksi BSM melaksanakan kebijakan dan strategi sesuai Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui Dewan Komisaris. 8. 6. Bergabung di BSM tahun 1999 sebagai Kepala Divisi SDI. ketersediaan proses identifikasi. kemudian dilanjutkan dengan berkarir di Bank Dagang Negara (BDN) pada tahun 1985. Alumnus Universitas Airlangga. Direksi dan seluruh jajaran pegawai BSM telah berkomitmen untuk mewujudkan suatu budaya perusahaan yang telah disepakati bersama. Penjelasan mengenai Sistem Pengendalian Internal BSM BSM berkomitmen mengelola operasional Bank secara sehat dan aman. Agar penerapan pengendalian internal berjalan efektif. yaitu Komite Audit. Kepala Tim Audit. 2). Telah mengikuti berbagai training dan seminar. dan dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Workshop Risk Based Audit.

Setiap hasil audit telah disampaikan kepada Dewan Komisaris atau Komite Audit. antara lain: Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. BSM menetapkan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan untuk memastikan fungsi pengendalian dan kepatuhan telah dilaksanakan. BSM pun telah menyesuaikan penerapan manajemen risiko sistem teknologi dan informasi dengan mengacu kepada PBI No. DAI berkomitmen untuk melaksanakan fungsinya memastikan efektivitas SPI yang memadai dengan cara melakukan review dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang: 1). Efektifitas dan efisiensi operasional.9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).co. 4). Teamwork. 4) Mengembangkan pendekatan Risk Based Audit (RBA) secara bertahap. 3) Aktif menjadi mitra kerja (counterpart) Komite Audit dan sebagai anggota tidak tetap Working Group Operational. Kepatuhan terhadap undang-undang dan ketentuan yang berlaku. Kewajaran laporan keuangan. serta sistem informasi manajemen risiko yang menyeluruh. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer. antara lain melalui komunikasi yang efektif dalam membahas semua temuan audit. Customer Focus (ETHIC). kemudahan akses serta melakukan pengembangan aplikasi yang aman dan selaras dengan perkembangan pasar. 5). sehingga BSM dapat memberikan fungsionalitas yang inovatif. e.pengendalian risiko. informasi dan komunikasi BSM telah memiliki sistem akuntansi dan informasi yang memadai dan terus dikembangkan sejalan dengan implementasi Core Banking System baru demi menghadapi kompleksitas bisnis BSM yang terus meningkat. 2) Sosialisasi dan internalisasi Kode Etik Auditor Intern. sehingga auditee/ customer dapat memahami 83 . Sistem Akuntansi. 6) Membantu Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengawasi pelaksanaan aspek-aspek syariah pada operasional perbankan dengan cara melaporkan hasilhasil audit yang berkaitan dengan aspek syariah kepada DPS. Infrastruktur dan perangkat pengendalian kepatuhan akan diuraikan dalam segmen lain pada Laporan Tahunan ini. 8) DAI pun senantiasa mengembangkan peran kemitraan dengan auditee/ customer secara konsisten dan berkesinambungan. Peran serta DAI dalam penguatan (improvement) SPI. antara lain: Branch Operations. Akuntabilitas. 2). Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi Sistem Pengendalian Intern yang efektif mensyaratkan adanya kegiatan pengendalian yang mencakup penetapan kebijakan dan prosedur pengendalian lebih dini untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tersebut secara konsisten dipatuhi dan menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan BSM. d.syariahmandiri. mendukung pelayanan ’one stop shopping’ kepada nasabah BSM.id 1) Melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) intern melalui pembaharuan Manual Audit Intern. Humanity. dalam konteks review terhadap lingkungan pengendalian (control environment) di seluruh unit kerja BSM. dll. 5) Mendukung implementasi Corporate Value BSM. Management Trainee Program. yaitu Excellence. 7) Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan. Dalam menjalankan fungsinya DAI telah memiliki Piagam Audit Intern yang disahkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 27 April 2005 dan Kode Etik Auditor Intern yang disahkan Direksi pada tanggal 6 Februari 2008. c. Direktur Kepatuhan dibantu oleh Divisi Kepatuhan (DKN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) yang ditempatkan di unit-unit kerja Kantor Pusat dan cabang. 3). Integrity. Pemeriksaan laporan keuangan BSM secara transparan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang telah terdaftar di Bank Indonesia yang disetujui RUPS. Kegiatan Pemantauan dan tindakan koreksi penyimpangan BSM telah menyelenggarakan pemantauan dan pengevaluasian kecukupan Sistem Pengendalian Intern secara terus-menerus dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern (dengan nama Divisi Audit Intern/DAI) yang independen terhadap satuan kerja operasional.

secara rutin dilakukan pertemuan-pertemuan yang membahas beberapa permasalahan penting yang signifikan. Pegawai yang dipromosikan. Officer Development Program (ODP) merupakan program yang dikhususkan bagi pegawai yang dipromosikan dengan perubahan level jabatan. Pegawai pegawai tersebut diterima di program Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.13 % dari 3.risiko-risiko penyimpangan yang ada. Laporan Sumber Daya Manusia Unit kerja yang membidangi urusan sumber daya manusia sejak BSM terbentuk adalah Divisi Sumber Daya Manusia (DSI). laporan perubahan ekuitas. Hingga akhir 2009 tercatat jumlah pegawai dengan pendidikan S2 sebanyak 2. Penyebaran jumlah pegawai pada tahun 2009 adalah 890 (20%) di Kantor Pusat dan 3. BSM selalu berupaya meningkatkan komunikasi antara Kantor Akuntan Publik. Rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil.co. Sampai akhir tahun 2009 jumlah pegawai BSM (termasuk outsource) telah mencapai 4. Perubahan dana investasi terikat. laporan arus kas. Sumber dan penggunaan dana kebajikan.609 (80%) di 60 Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya. Komposisi pegawai berdasarkan jenis kelamin adalah 73% pria dan 27% wanita. Pertambahan jumlah pegawai tersebut perlu dikelola dengan tata kelola yang baik.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Agar proses audit sesuai dengan Standar Profesional Akuntan serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan dan selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Komite Audit dan Manajemen BSM untuk dapat meminimalisir kendala-kendala yang terjadi selama proses audit berlangsung. Pemisahan unit kerja ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja dan fokus pada bidangnya masingmasing. Yaitu pegawai dari level jabatan Pelaksana yang dipromosikan ke level jabatan Officer. pegawai level Pelaksana yang mengikuti ODP sebanyak 326 pegawai. N. Untuk memacu pertumbuhan bank yang demikian pesat. yaitu Divisi Human Capital (DHC) dan Desk Training. BSM memberikan kenaikkan pangkat kepada berjumlah 839 pegawai dan kenaikan jabatan kepada 285 pegawai. Status pegawai kontrak yang diangkat 84 www. pendidikan S1 sebanyak 58% dari total seluruh pegawai BSM. Untuk menambah kompetensi pegawai dan sebagai salah satu program reward. Berbagai program reward telah dilaksanakan BSM kepada pegawai. meningkat 23. Untuk pegawai dengan status pegawai kontrak dapat ditingkatkan statusnya menjadi pegawai tetap. diwajibkan mengikuti rangkaian seleksi administratif dan uji kompetensi. Kantor Akuntan Publik telah memenuhi kewajiban dengan menyampaikan laporan hasil audit dan Management Letter kepada Bank Indonesia.75%. laporan rugi laba. Audit Ekstern Hubungan antara BSM. 2. Pada tahun 2009.544 orang. Tim Pemilihan Akuntan Publik yang terdiri dari Komite Audit dan unsur manajemen telah melakukan proses pemilihan akuntan publik untuk melakukan audit atas: 1. Pegawai yang berprestasi di bidang kerjanya masing-masing diberikan kenaikan pangkat dan jabatan (promosi). perlu didukung pegawai dengan pendidikan yang cukup baik di bidang kerjanya. Sumber dan penggunaan dana zakat. Kenaikan/ pertambahan jumlah pegawai tersebut berbanding lurus dengan ekspansi BSM melalui jumlah Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya di berbagai daerah. dan Standar Profesional Akuntan Publik. Kantor Akuntan Publik dan Bank Indonesia Pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan Bank untuk tahun buku 2009 telah sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang transparansi kondisi keuangan Bank. serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan. 3. Selain program promosi O. BSM pada tahun 2009 telah memberikan beasiswa S2 kepada 5 pegawai. Kompetensi teknis (hard) diuji melalui media e-learning dan kompetensi perilaku (soft) diuji melalui competency assesment. 4.syariahmandiri. Di awal tahun 2009 DSI dipecah menjadi dua unit kerja. dengan melalui evaluasi kom-petensi dan kinerja. Tahun 2009. 5.493 orang pada akhir tahun 2008. Terutama untuk jabatan yang strategis. baik pangkat maupun jabatan. Laporan neraca. menjadi pegawai tetap untuk tahun 2009 berjumlah 618 pegawai. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis BSM yang semakin pesat. dan untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan bank sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.

2 kali gaji pokok. pegawai wanita. BSM telah menyusun kamus dan profil kompetensi. Paket remunerasi ini selalu ditinjau untuk memastikan bahwa pegawai BSM mendapat paket yang atraktif. Tunjangan Prestasi Unit Kerja (TPUK) diberikan kepada pegawai dengan mengacu kepada evaluasi kinerja triwulanan. organisasi. dan peraturan ketenagakerjaan. terdapat sejumlah reward lain yang diberikan ke pegawai. merevisi ketentuan yang terkait kinerja. kompensasi. Jumlah TPUK yang diberikan ke pegawai selama tiga triwulan sebesar rata-rata 2. dan pemberian beasiswa S2. Pengembangan jaringan Kantor Cabang termasuk pembukaan outlet gadai. BSM berupaya untuk menciptakan paket remunerasi yang atraktif dan kompetitif. Kompetensi merupakan sebuah konsep yang dapat diartikan sebagai kombinasi antara pengetahuan (knowledge). BSM terus menghadapi tantangan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Pada tahun 2009 Manajemen menyetujui kenaikan gaji pokok pegawai sebesar rata-rata 12. dan pembiayaan konsumer menjadi perhatian khusus. dalam merealisasikan rencana bisnis di masa yang akan datang. Breakthrough tersebut meliputi peningkatan (improvement) mekanisme dan prosedur kerja serta melibatkan peran aktif pejabat Unit Kerja Kantor Pusat dan Kantor Wilayah sehingga menghasilkan sinergi yang lebih optimal. jabatan. insentif terkait prestasi. Untuk pemenuhan seragam pegawai tersebut. antara lain program tunjangan prestasi unit kerja. Kompetensi Rekrutmen Sistem Remunerasi dan Reward BSM senantiasa berupaya Sebagai cetak biru bagi pengembangan dan pelatihan pegawai. Masing-masing vendor menangani desain dan implementasi seragam untuk pegawai pria. ketrampilan (skill). BSM telah melaksanakan tender dengan pemenang sebanyak 3 vendor.id 85 . dan uraian kerja (job description) disusun dalam bentuk Pedoman Organisasi. Konsep tersebut dikenal dengan Competency-Based Human Resources Management (CBHRM).co. DHC berperan aktif dalam mensukseskan goal tersebut dengan cara melaksanakan breakthrough terhadap semua proses kerja. Selama tahun 2009 DHC meningkatkan infrastruktur layanan. meningkatkan kesejahteraan pegawai berdasarkan pencapaian kinerja melalui penerapan pola guaranted cash dan fasilitas kepegawaian lainnya. antara lain sentralisasi layanan Jamsostek. Termasuk di antaranya adalah pegawai diberikan kesempatan yang seluasluasnya untuk meraih karir yang lebih tinggi. Semangat kerja pegawai terus ditingkatkan melalui reward yang diberikan terkait kinerja.98 kali gaji pokok. Untuk itu diperlukan tata kelola organisasi yang baik dan seimbang antara strategi dan daya dukung dalam bentuk infrastruktur yang memadai. Pedoman Organisasi adalah dokumen hidup yang bergerak mengikuti kebutuhan bisnis dan organisasi. Menghadapi era persaingan yang semakin ketat. dan pegawai non staf (Satpam. Seragam pegawai merupakan cermin profesionalisme pegawai dalam bekerja.dan pemberian beasiswa. Driver.syariahmandiri. Pegawai yang menerima TPUK terbesar adalah sebesar 5.5 %. bonus tahunan. pembiayaan mikro. dan perilaku (behaviour). dan Office Boy). Bentuk komitmen DHC dalam mendukung bisnis BSM antara lain dengan mengimplementasikan ISO 9001:2000 pada prosedur kerja. Sehingga kesempatan promosi menjadi ajang kompetisi yang sehat bagi pegawai. Struktur organisasi. Organisasi & Jabatan Organisasi BSM secara berkesinambungan akan disesuaikan mengikuti rencana bisnis dan pengembangan kegiatan usaha.

yaitu: a. Disamping itu. yang meliputi: risiko kredit. Laporan Manajemen Risiko Perkembangan dunia perbankan yang pesat memicu bank untuk lebih kreatif dan dinamis dalam mengembangkan berbagai produk dan layanan. lokakarya dan pelatihan manajemen dan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan BSM. kompensasi. yaitu Bank Mandiri. satuan kerja pendukung (supporting unit) dengan satuan kerja manajemen risiko (risk management unit).syariahmandiri. Selama tahun 2009 BSM telah mengeluarkan biaya sebesar Rp21. Program pengembangan SDM dilakukan melalui pendidikan karir. Konsolidasi manajemen risiko tersebut tidak terbatas pada sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen risiko. promosi. risiko hukum. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko melalui aplikasi SIMRIS (Syariah Mandiri Risk Information System). SIMRIS dirancang sebagai media informasi mengenai jumlah modal yang harus dialokasikan (capital charge) untuk masing-masing risiko. maupun perencanaan strategis di bidang sumber daya manusia ke titik yang paling optimum. Hingga saat ini telah dilakukan penyempurnaan terhadap kamus dan profil kompetensi. Hal tersebut meningkat dibandingkan anggaran pelatihan tahun 2008 yaitu sebesar Rp14. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan konsisten dalam menerapkan sistem rekrutmen. Kamus dan profil kompetensi dapat diintegrasikan dengan media e-learning BSM. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko. Hal ini berdampak pada peningkatan kompleksitas usaha bank sehingga diperlukan tata kelola perusahaan dan penerapan manajemen risiko yang lebih kuat. Terutama terkait dengan data-data kepegawaian dengan masingmasing profil kompetensinya. SIMRIS menyediakan informasi yang up to date mengenai profil risiko bank. Kompetensi pegawai-pegawai BSM tersebut akan dimonitor dan dikembangkan sesuai dengan profil kompetensi jabatan yang dijabat pegawai. dan pembiayaan. risiko likuiditas. Bank memiliki Komite Manajemen Risiko (KMR) yang berperan mendorong penerapan manajemen risiko secara efektif. 86 www. penilaian kinerja. manajemen kinerja. dan WG Operasional. Pengembangan Operational Risk Tools.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Segregasi tugas tersebut yaitu antara satuan kerja pengambil risiko (risk taking unit). 3. Kamus dan profil kompetensi yang disahkan oleh Direksi akan menjadi pedoman pengelolaan SDM berbasiskan kompetensi. Karena itu. Organisasi Manajemen Risiko Pengelolaan manajemen risiko dilakukan bank berdasarkan prinsip segregasi tugas (segregation of duty) yang jelas. 2. bank terus memperbaiki dan mengembangkan manajemen risiko sesuai kompleksitas usaha bank dan iklim persaingan. bank melakukan pengembangan infrastruktur manajemen risiko melalui: 1. KMR berwenang untuk memberikan rekomendasi terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. seminar.08 milyar. Pengembangan Infrastruktur Manajemen Risiko Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan. penataran.01 milyar untuk berbagai macam program pendidikan intern dan ekstern. Namun mencakup juga sinkronisasi kebijakan dan prosedur operasional bank. WG KMR terdiri dari WG ALMA. latihan. serta berbagai kursus. pendidikan profesi. Konsolidasi penerapan manajemen risiko dengan perusahaan induk. perencanaan karir. KMR dibantu oleh Working Group (WG) KMR yang bertugas untuk merekomendasikan atau melakukan kajian terhadap kebijakan pengelolaaan risiko bank. risiko pasar. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. Diharapkan implementasi CBHRM di BSM dapat dijadikan sebagai faktor penentu keberhasilan kinerja pegawai untuk mendukung tercapainya visi dan misi BSM. seleksi. Loss Event Database (LED) Bank menghimpun database kerugian operasional secara rutin dalam aplikasi LED digunakan sebagai P. ketrampilan. Jumlah profil kompetensi jabatan yang telah disusun hingga saat ini adalah sebanyak 572 jabatan. risiko strategik.CBHRM adalah suatu pola pendekatan dalam membangun suatu sistem manajemen sumber daya insani yang handal dengan memanfaatkan kompetensi sebagai titik sentralnya.co. Tugas KMR antara lain merumuskan kebijakan. risiko kepatuhan dan risiko reputasi. pendidikan dan pelatihan. risiko operasional. yaitu mengacu kepada shared values BSM (ETHIC) dan perkembangan organisasi BSM.

• Limit Posisi Devisa Neto. • memberikan “peringatan dini” kepada unit kerja agar melakukan suatu tindakan preventif untuk mengantisipasi suatu kejadian risiko. • Limit secondary reserve. • Limit eksposur 25 debitur terbesar. netral. BSM terus mengembangkan dan menyempurnakan berbagai parameter yang digunakan dalam KRI. Pemutakhiran rating sektor industri/bidang usaha. kondisi ekonomi makro. Kebijakan limit risiko yang telah ditetapkan antara lain: • Limit wewenang memutus pembiayaan. risiko likuiditas dan risiko operasional. • Limit coverage asuransi pembiayaan. Bank melaksanakan proses manajemen risiko sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan dokumen Basel II (Basel II Accord Pengelolaan risiko mencakup seluruh lingkup usaha aktivitas fungsional bank. dan perubahan regulasi pemerintah atau BI. kurang menarik dan tidak menarik. • Limit portofolio pembiayaan valuta asing. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan tersebut disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha. bank melakukan kaji ulang terhadap kebijakan. • Limit transaksi tresuri. Penerapan manajemen Risiko Penerapan manajemen risiko merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja bank. prosedur dan tools secara periodik. yaitu risiko kredit. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit diarahkan untuk mendukung ekspansi pembiayaan yang sehat dan menjaga kualitas pembiayaan yang telah diberikan. • Limit portofolio pembiayaan untuk sektor usaha tertentu. b.id 87 . • Limit GWM rupiah dan valas. • Limit saldo kas minimal. • membantu manajemen dalam menilai tingkat risiko dan pengendalian pada satuan kerja atau bidang operasional yang memerlukan perhatian khusus. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan. 4. Klasifikasi ini membantu unit bisnis dalam menetapkan target market industri dalam rangka Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Penerapan KRI digunakan untuk: • memantau setiap perubahan tingkat risiko operasional pada proses bisnis/aktivitas tertentu. Penetapan limit risiko sesuai dengan tingkat permodalan yang dimiliki bank. • Limit in house BMPK. • meningkatkan pengelolaan risiko operasional dengan menetapkan tindakan pengendalian/mitigasi risiko yang efektif. b. Selama tahun 2009 bank melakukan: a.co. Risk and Control Self Assessment (RCSA) Penerapan RCSA ditujukan untuk: • menumbuhkan risk awarness risiko operasional melalui proses identifikasi dan pengukuran risiko secara mandiri. mengukur dan memitigasi eksposur risiko operasional yang dihadapi unit kerja. • Limit portofolio rekanan bank. menarik. 1. BSM menerapkan RCSA secara periodik untuk mengidentifikasi. risiko pasar. Bank mengklasifikasikan sektor industri menjadi 5 kelompok yaitu sangat menarik. • Limit transaksi operasional. Proses manajemen risiko diterapkan secara komprehensif pada 4 risiko utama yang wajib dikelola oleh bank.dasar untuk perhitungan cadangan kerugian risiko operasional. c. Seiring dengan perkembangan bisnis.syariahmandiri. Key Risk Indicator (KRI) KRI bersifat forward looking untuk membantu pegawai dalam memprediksi risiko operasional yang dihadapi.

Risiko Likuiditas Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan untuk menjaga kemampuan Bank dalam memenuhi seluruh kewajiban yang jatuh tempo. Ketersediaan cadangan penghapusan pembiayaan. 3. f. 3. dan limit saldo kas. Pemantauan atas perkembangan kualitas portofolio berdasarkan segmen bisnis. b. d. serta netral. Pengkajian risiko atas suatu usulan pemberian pembiayaan atau peluncuran produk pembiayaan dalam bentuk opini risiko. 5. Pengelolaan risiko pasar dilakukan antara lain melalui: a. c. Pemantauan debitur Watch List untuk melakukan antisipasi dini terhadap debitur yang berpotensi menjadi NPF. Sektor industri yang dinilai baik diberikan limit yang lebih besar dibandingkan dengan sektor industri yang dinilai kurang baik. Penggunaan model exponential weighted moving average untuk mengukur potensi kerugian maksimum akibat pergerakan nilai tukar. Pemantauan rasio likuiditas secara harian antara lain monitoring terhadap rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga. c. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko kredit. bank melakukan: a. e. 6. Limit tersebut dimutakhirkan secara berkala sesuai dengan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi bank. Pembiayaan bermasalah. Pengembangan scoring pembiayaan antara lain scoring pembiayaan konsumer yang terintegrasi dalam Loan Origination System. limit deposan terbesar. Opini risiko mencakup identifikasi potensi risiko yang melekat pada seluruh aspek beserta mitigasi risiko yang direkomendasikan guna meminimalisir risiko yang mungkin timbul.88 www. d. d. rasio kewajiban antar bank. Eksposur berdasarkan debitur besar. Penetapan limit portofolio pembiayaan sebagai batasan jumlah eksposur maksimal pada sektor industri tertentu. Hal tersebut dilakukan untuk menguji elastisitas kualitas portofolio. antara lain meliputi: 1. Pengukuran repricing gap untuk mengukur gap antara aset dan kewajiban pada tiap jangka waktu. i. 2. khususnya tingkat NPF portofolio terhadap perubahan variabel ekonomi dengan berbagai skenario. Pengukuran potential loss tersebut menggunakan fluktuasi nilai tukar selama periode tertentu yang dikaitkan dengan Posisi Devisa Neto. b. Dengan demikian keseimbangan alokasi portofolio dapat terjaga sehingga memberikan risk adjusted return maksimal. Penetapan limit Posisi Devisa Neto (PDN) untuk membatasi posisi terbuka valas yang dimiliki Bank. 7. Guna mencapai tujuan tersebut. Perhitungan proyeksi cashflow dan liquidity gap secara rutin untuk memperkirakan kondisi likuiditas bank di masa mendatang. Pengujian Kondisi Terburuk (analisa stress test) yang dilakukan secara berkala. dan skema pembiayaan. Debitur watchlist. h. 4. Pemantauan risiko pasar secara harian antara lain melalui monitoring Posisi Devisa Neto.syariahmandiri. Penetapan limit mempertimbangkan kondisi portofolio dan prospek bisnis industri tersebut. 2. g. yang sensitif terhadap perubahan imbal hasil pasar. Opini risiko tersebut berfungsi sebagai bahan pertimbangan Komite Pembiayaan dalam memberikan keputusan pembiayaan. c. Pemeliharaan akses bank ke pasar uang antar bank syariah antara lain melalui perolehan dan pemberian credit line dari dan untuk bank lain. Bank melakukan pengukuran tersebut secara bulanan. Risiko Pasar Bank melakukan pengelolaan risiko pasar untuk mencegah kerugian akibat pergerakan imbal hasil pasar dan nilai tukar. dan rasio kas terhadap dana pihak ketiga. Eksposur berdasarkan sektor ekonomi/industri. Eksposur berdasarkan segmentasi. Portofolio pembiayaan bank saat ini tersebar pada berbagai sektor industri yang termasuk kategori sektor sangat menarik dan sektor menarik.co.id ekspansi pembiayaan. Penetapan limit likuiditas. Eksposur berdasarkan rating sektor ekonomi. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . sektor industri. antara lain limit giro wajib minimum baik rupiah maupun valuta asing. scoring pembiayaan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan scoring pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

id 89 . Penggunaan Aplikasi. Proses BCM meliputi beberapa hal yaitu. memonitor dan memitigasi kejadian risiko operasional. 3. Dalam penerapan manajemen risiko teknologi informasi. Penggunaan ORMIS diharapkan dapat meminimalisir risiko operasional bank.syariahmandiri. Saat ini belum ada ketentuan yang mewajibkan bank untuk mengalokasikan modal bagi risiko operasional. bussiness continuity plan.co. Operational Risk Management Information System (ORMIS) ORMIS merupakan sistem aplikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi. BSM mengoptimalkan sistem aplikasi ORMIS untuk proses identifikasi. ORMIS digunakan sebagai: 1. pengawasan aktif manajemen. Penerapan Manajemen Risiko IT Bank melakukan manajemen risiko teknologi informasi untuk menjaga dan mengamankan operasional sistem teknologi informasi. alat identifikasi dan monitoring kejadian risiko operasional. Manajemen risiko operasional dilakukan melalui: a. Namun. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. 1. early warning system potensi risiko operasional. Bank telah melakukan: • Pembentukan Komite Pengarah Teknologi Informasi yang bertugas membantu tugas Direksi dalam menerapkan manajemen risiko atas penggunaan teknologi informasi. bank memiliki Disaster Recovery Center (DRC). bussiness impact analysis. Continuity Management (BCM) Bank senantiasa menghadapi risiko disaster yang dapat mengganggu proses operasional bank. audit intern terhadap BCP. mengukur. database kerugian operasional. DRC tersebut berfungsi sebagai back up data dan cadangan data center saat terjadi permasalahan pada data center utama. Pemanfaatan Perangkat Risiko Operasional. BSM memiliki kebijakan BCM yang terdokumentasi dengan baik. Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan salah satu model yang telah ditetapkan. pengujian BCP. dan key risk indicator. • Pelaksanaan User Acceptance Test pada setiap pembuatan dan pengembangan aplikasi untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan tiap aplikasi. c. risk assessment. yaitu: loss event database. Risiko Operasional Pengelolaan risiko operasional melibatkan semua pihak untuk menghindari bank dari kerugian risiko operasional yang signifikan.4. pengamanan informasi. risk and control self assessment. b. jaringan komunikasi. 2. 4. Dalam rangka mendukung penerapan BCM. 3. • Penyusunan kebijakan dan prosedur manajemen risiko teknologi informasi antara lain terkait pengembangan dan pengadaan. Perhitungan simulasi kecukupan modal untuk mengcover risiko operasional Basel II Accord merekomendasikan bank untuk menghitung beban modal untuk mengcover risiko operasional. 6. Business Continuity Plan. 2. Disaster dapat muncul akibat faktor internal seperti kerusakan sistem teknologi informasi. Karena itu bank harus memiliki kebijakan BCM untuk menjamin kelangsungan kegiatan operasional walaupun terdapat disaster. dan akibat faktor eksternal seperti bencana alam. pengukuran dan pengendalian risiko. Proses manajemen risiko dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkat risiko operasional yang telah ada. BSM secara proaktif telah menggunakan pendekatan Basic Indicator Apprioach (BIA) dalam pengukuran modal minimum untuk mengcover risiko operasional. 5. d. dan electronic banking. Penerapan Bussiness.

Penerapan Kepatuhan BSM Periode 2009 a. Sedangkan predikat penilaian kecukupan sistem pengendalian risiko (SPR) yaitu lemah (weak). penempatan dana maupun pengadaan barang Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .co. pengukuran. Bank melakukan penilaian profil risiko secara rutin setiap bulan. Penilaian profil risiko ditentukan dengan menggabungkan hasil penilaian eksposur risiko inheren dan kecukupan sistem pengendalian risiko yang meliputi: • Pengawasan aktif Komisaris dan Direksi bank. Penilaian profil risiko bertujuan untuk memaparkan eksposur risiko bank yang meliputi risiko kredit. • Sistem pengendalian intern yang menyeluruh. di samping sumber daya manusia. Reputasi aset paling berharga bagi sebuah bank. Gabungan hasil penilaian eksposur risiko inheren dengan kecukupan SPR menghasilkan predikat risiko komposit. Dengan perubahan dan gejolak yang terus menerpa iklim usaha perbankan saat ini. melainkan bisa menimbulkan publikasi negatif yang dapat mencemarkan reputasi BSM sebagai bank syariah terkemuka di Indonesia. yaitu rendah (low). Selain itu sesuai karakteristik bisnis perbankan maka juga perlu diantisipasi secara baik risiko produk dan jasa. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. Selama tahun 2009 bank melakukan satu kali uji coba DRP. Berdasarkan profil risiko per Desember 2009.• Pelaksanaan uji coba Disaster Recovery Plan secara berkala untuk menguji kesiapan teknologi informasi bank dalam menghadapi kondisi darurat. Pengawalan dilakukan PKP dengan pola exante antara lain penerapan compliance procedure operasional dan pengujian compliance certificate terhadap keputusan pembiayaan. fungsi kepatuhan di BSM menjadi amat penting untuk mendukung pengelolaan risiko kepatuhan yang sesuai dengan perkembangan usaha BSM.id Memastikan setiap aktivitas operasional (pembiayaan dan non pembiayaan) sesuai ketentuan adalah tugas PKP atau CO di setiap unit bisnis kantor pusat maupun cabang. moderat (moderate) dan tinggi (high). Laporan Kepatuhan Ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan perundangan tidak hanya berakibat pada teguran oleh pihak regulator. Divisi Kepatuhan BSM mengkoordinir pelaksanaan fungsi kepatuhan dan memastikan pemahaman tersebut dengan Penerapan kepatuhan BSM selama tahun 2009 berjalan baik. Predikat risiko komposit bank secara keseluruhan adalah rendah dengan tren stabil. • Kecukupan proses identifikasi.syariahmandiri. khususnya kemungkinan digunakan produk dan jasa BSM sebagai sarana pencucian uang atau pendanaan bagi kegiatan terorisme sehingga menyebabkan ancaman bagi kelangsungan usaha BSM. Tingkat kepatuhan (compliance index) BSM triwulan IV per 31 Desember 2009 sebesar 92. Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) atau Compliance Officer (CO) di unit kerja kantor pusat maupun cabang. Pengawasan Kepatuhan 90 www. Khusus optimalisasi Know Your Customer (KYC) terus ditingkatkan dan dibangun BSM melalui penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Teroris (PPT) menggunakan New Core Banking System (NCBS) berkelanjutan. memberikan pelatihan sesuai kebutuhan serta berperan sebagai penasehat terkait pelaksanaan peraturan dan ketentuan yang berlaku. kepatuhan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian. prosedur dan penetapan limit. dimana penetapan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan melalui RUPS dan penguatan organisasi Satuan Kerja Kepatuhan (Divisi Kepatuhan) telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia. yaitu tanggung jawab setiap individu di BSM dan merupakan unsur penting dari seluruh kegiatan yang dilakukan oleh BSM. sebagian besar risiko inheren berpredikat rendah dan sistem pengendalian risiko berpredikat strong. Profil Risiko Profil risiko memuat gambaran tentang tingkat risiko yang melekat pada seluruh aktivitas bank (inherent risk) dan kecukupan sistem pengendalian risiko (risk control system). risiko strategik. risiko operasional. tidak dapat diabaikan pentingnya menjaga reputasi yang baik. pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko. dapat diandalkan (acceptable) dan sangat memadai (strong). risiko likuiditas. Predikat/peringkat risiko inheren mencerminkan potensi timbulnya risiko pada bank.83 (predikat tingkat kepatuhan ”tinggi”). yaitu rendah (low). moderat (moderate) dan tinggi (high). risiko hukum. Q. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemastian kepatuhan terhadap seluruh operasional BSM (pembiayaan dan non pembiayaan) telah optimal dilaksanakan oleh Direktur Kepatuhan berikut jajaran di bawahnya yaitu Divisi Kepatuhan. • Kecukupan Kebijakan. risiko pasar. Seluruh karyawan BSM wajib memahami segala ketentuan perundangan yang berlaku untuk setiap fungsi operasional sehari-hari. Atas dasar ini.

Zero Defect (ZD).Compliance Self Assessment (CSA). penyampaian catatan kepatuhan (compliance note . Fatwa Dewan Syariah Nasional/DSN. . Monitoring realisasi pencapaian target dilaksanakan DKN setiap bulan dimana keberhasilan kinerja Kepatuhan pada akhir 31 Desember 2009 secara kualitatif tercapai baik. tindak lanjut pemutakhiran ketentuan existing agar sesuai dengan ketentuan yang baru dikeluarkan oleh pihak eksternal terjadual sebagaimana kepentingannya bagi BSM. Hasil pengukuran digunakan oleh manajemen maupun jajaran unit kerja melakukan langkah perbaikan dan peningkatan kepatuhan.PKP Performance. sehingga dalam Corporate Plan BSM (sampai dengan 2014 ditetapkan target indeks sebesar 92. Compliance Index BSM (melalui Compliance Remedial Program) mengukur 10 indeks kepatuhan yaitu: - dan jasa. . Di samping itu. SE. Pengujian kepatuhan (compliance review) atas ketentuan yang akan diberlakukan BSM dan kajian terhadap ketentuan eksternal (Peraturan BI. Kajian atas ketentuan eksternal telah lebih kokoh menjadi dasar rujukan bagi BSM dalam membuat kebijakan/ketentuan internal.Regulation Index (RI). Compliance Index BSM yang penguatannya dilakukan dengan penerapan Compliance Remedial Program (melalui kegiatan kepatuhan dengan akronim JURUS JAKA TINGKIR) angkanya membaik.KYC dan GCG Index.Compliance Certificate (CC). Selain itu. Selama tahun 2009.co. Sistem Informasi Kepatuhan (SIK) Penggunaan SIK yang semula sebagai tools kerja kepatuhan. . Pedoman. regulasi terkait lain) berjalan kontinyu. . .id yang fokus untuk penguatan fungsi kepatuhan BSM melalui program (inisiatif strategis) tahunan Divisi Kepatuhan. .syariahmandiri.38 91. pada 2009 terus meningkat sebagai compliance knowledge based yang dimanfaatkan oleh jajaran BSM dalam melaksanakan tugas. Pemanfaatan SIK oleh jajaran BSM tergambar dari mekanisme komunikasi/ informasi. . .83 . SOP dan Pedoman Kepatuhan Hasil kajian ketentuan eksternal yang diterbitkan regulator (terutama PBI) telah mendorong jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin menerbitkan Kebijakan.86 91. b.CN) Divisi Kepatuhan kepada Direktur Kepatuhan atau unit kerja terkait untuk pengambilan keputusan BSM cukup banyak dilakukan DKN yakni sejumlah 21 (duapuluh satu) selama tahun 2009. dsb). Pengujian (review) Kepatuhan. PKP juga bermitra independen secara erat dengan kepala unit kerja berikut seluruh jajaran di bawahnya.Compliance Risk Index (CRI). Surat Edaran maupun Standard Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait.CO) dari Direktorat Kepatuhan kepada Direktur Utama atas keputusan yang akan diambil BSM terutama yang berpengaruh pada kebijakan strategik dan operasional BSM. tergambar pada tabel disamping: Compliance Index BSM terus dipacu meningkat. sebagai berikut: • Pengawasan rutin kepatuhan Cabang maupun kinerja PKP melalui aplikasi online 91 . 3).Branch Compliance Index (BCI). Pemberian Opini dan Catatan Kepatuhan Pemberian opini kepatuhan (compliance opinion . Rencana Kerja dan Anggaran Divisi (RKAD) Tahunan.Corporate Compliance Index (CCI). Implementasi RKAD bertujuan mendukung pencapaian sasaran perusahaan/corporate BSM Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. telah optimal. program. Pemastian bahwa setiap ketentuan BSM tidak ada yang melanggar ketentuan eksternal telah terlaksana dengan baik selama periode 2009. 5). Kebijakan. Sistem Kepatuhan Cakupan dari pelaksanaan Sistem Kepatuhan BSM meliputi: 1).79 (kategori indeks ”tinggi”). DKN menjadi anggota tetap dalam proses pengambilan Keputusan Komite Sisdur (KKS) kantor pusat. 2). 4).. Pengukuran indek kepatuhan (compliance index) BSM setiap bulan merupakan langkah strategis untuk melihat ”tingkat kepatuhan” suatu objek (unit kerja.Division Compliance Index (DCI).59 92. Trw I Trw II Trw III Trw IV 92.

Pengembangan SIK diperluas sebagai sarana pelaporan unit kerja (paperless) yang terkait dengan GCG. Self Compliance Identification. Head Teller (HT). pelaksanaan rekrutmen karyawan. Penggunaan SIK merupakan realisasi dari Arsitektur SIK (ASIK) yang memiliki 5 (lima) pilar penting yakni Corporate Prudentiality. Back Office (BO). Division Compliance Index (DCI).• • • dan real time. Customer Service Officer (CSO). lembur pegawai DKN dan PKP. Customer Service (CS). Compliance Certificate (CC). 2). Monitoring & Supporting Pelaksanaan Monitoring dan Supporting Kepatuhan BSM. Computerized Activities. penayangan wallpaper). c. telah menggunakan tools prosedur kepatuhan (Compliance Procedure) sebagai perangkat kerja berupa checksheet sebagai sarana monitoring harian pejabat/pegawai Cabang. Compliance Procedure Pemastian efektifitas triwulanan kepada Direktur Utama dan periode semesteran kepada Bank Indonesia. up dating data. Loan Administration and Trade Service Officer (LTO). Implementasi tugas bagian Supporting dan Monitoring relatif telah berjalan dengan baik dan akan terus ditingkatkan dalam rangka untuk memberikan dukungan pelayanan yang prima kepada pihak internal maupun eksternal. Operation Manager (OM). Teller. Branch Compliance Index (BCI).syariahmandiri. meliputi: 1). cuti. 3). Pembuatan laporan-laporan rutin kinerja pengawasan kepatuhan baik periode bulanan kepada Direktur Kepatuhan. Code of Conduct (CoC) dan Compliance Procedure (Compro). Pengembangan SIK yang terkoneksi (link) dengan core banking system BSM bermanfaat bagi unit-unit kerja untuk penyampaian dan pemahaman ketentuan internal maupun eksternal BSM. BSM telah memiliki 11 (sebelas) checksheet Compliance Procedure untuk jabatan-jabatan seperti Kepala Cabang (KC). Legal Officer (LO). Pelaksana Marketing Support (PMS). Media lain yang dapat digunakan mendukung SIK adalah sosialisasi tertulis (upload) dan intranet (antara lain folder Bank SE. Marketing Manager (MM). pelaksanaan Kebijakan Kepatuhan dan pencegahan penyimpangan prosedur di unit kerja. Compliance Self Assessment (CSA). Compliance Risk Index (CRI). UU dan Fatwa DSN.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Regulation Index (RI). PKP Performance dan Know Your Customer Index (KYC) Index dan Good Corporate Governance (GCG). Checksheet tersebut melekat pada aktivitas operasional Cabang sehingga berfungsi sebagai Compliance Procedure dalam sistem operasional kepatuhan Cabang.co. periode 6). kejadian yang bersifat fraud dapat lebih awal terlaporkan. Selain itu memonitor realisasi rencana kerja Divisi Kepatuhan serta anggaran yang telah ditetapkan dalam RKAD. Pelaksanaan support administrasi kinerja DKN untuk keperluan internal maupun eksternal antara lain pengadaan ATK. Zero Defect (ZD). Melalui aplikasi ini. Shari’a Compliance dan Compliance Management Information System. Pemantauan/monitoring terhadap realisasi index-index kepatuhan yang meliputi Corporate Compliance Index (CCI). 92 www. pengurusan reimbursement pengobatan.

Divisi Jaringan Cabang (DJN) dan Divisi Kepatuhan (DKN). Praktek GCG yang optimal terus ditingkatkan BSM dengan monitoring oleh unit kerja terkait di kantor pusat atas implementasi Code of Conduct (CoC).25 tahun 2003.3/10/2001 tanggal 18 Juni 2001 beserta perubahannya. Direktorat Kepatuhan berperan memastikan berjalannya pelaksanaan GCG di jajaran BSM agar GCG dapat terpenuhi secara optimal dalam jangka panjang. sebagai perpanjangan tangan dari UKPN Kantor Pusat. sehingga komitmen pengamanan atas kerahasiaan data nasabah akan selalu terjaga. • UKPN telah berfungsi sebagaimana mestinya baik melalui PIC UKPN di Kantor Pusat maupun melalui Pejabat/Petugas UKPN di Kantor Cabang.id 93 . CoC yang dipantau adalah pelaksanaan oleh seluruh manajemen dan jajaran BSM lain terutama berkenaan dengan interaksi kerja dengan stakeholders. • Pelaporan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pemenuhan data nasabah kepada pihak berwenang senantiasa berpedoman kepada ketentuan terkait. Divisi Manajemen Risiko (DMR). dan transaksi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. yang meliputi bidang pendanaan maupun pembiayaan.co. yang kemudian mengalami penyempurnaan melalui program Customer Due Dilligence (CDD) setelah diberlakukannya PBI No.syariahmandiri. Cabang Pembantu. • Peningkatan sistem monitoring data nasabah dan indikasi transaksi mencurigakan dilakukan dengan membuat menu laporan pendeteksian kelengkapan data nasabah. telah sesuai ketentuan a. untuk kepentingan internal BSM. Efektifitas Penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) • Penguatan APU BSM telah sesuai dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang No. Monitoring GCG Penerapan GCG di BSM meningkat pada 2009 sejalan dengan tindaklanjut hasil audit BI pada tahun 2008 yang menyatakan GCG di BSM telah berjalan baik.15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No. Pedoman. memodifikasi format checklist GCG untuk penilaian berkala 2 (dua) kali dalam setahun (semesteran). ID nasabah kadaluwarsa. Pemenuhan GCG sebagaimana diwajibkan BI kepada bank umum. 2). DKN mengkoordinasikan pelaksanaan Self Assessment (SA) GCG yang secara khusus. di mana jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin membuat Kebijakan. e. Efektifitas Penerapan Customer Due Dilligence (CDD) • Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (P2MN) telah dijalankan sejak tahun 2002 dengan berpedoman kepada PBI No. Surat Edaran maupun Standar Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait. Setiap ditemukannya benturan kepentingan/ penyimpangan atas peraturan (internal maupun eksternal) di-reminder kepada unit kerja yang bersangkutan untuk diselesaikan dengan baik dan secara berkala diawasi oleh divisi terkait seperti Divisi Audit Intern (DAI). • Pemantauan efektifitas penerapan Know Your Customer Principle (KYC) dilakukan dengan menerapkan scoring bagi masing-masing unit bisnis melalui checklist implementasi triwulanan secara independen oleh Pengawas Kepatuhan dan Prinsip mengenal Nasabah (PKP). Direktorat Kepatuhan merupakan salah satu governance structure yang diwajibkan oleh BI (tercantum dalam PBI tentang GCG dan Tingkat Kesehatan Bank Syariah).11/28/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 yang menggantikan PBI P2MN. Kantor Kas dan Konter Layanan Syariah (KLS). Adapun SA sesuai kewajiban PBI dan SEBI dalam bentuk laporan penilaian tahunan telah berjalan sebagaimana mestinya. • Hubungan korespondensi dengan bank asing telah didukung antara lain melalui pemenuhan AML questionnaire kepada bank koresponden dengan apresiasi baik.l. daftar teroris/nasabah berisiko tinggi versi PBB/ PPATK/OFAC. termasuk terpenuhinya kelengkapan/validitas data nasabah yang terus dimaksimalkan melalui penerapan single CIF (Customer Identification File) dan data cleansing. BSM senantiasa menindaklanjuti setiap ketentuan baru yang diberlakukan oleh regulator (terutama PBI/SEBI). Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) 1).d.

4. FKDKP. sesuai dengan konsep dasar CSR.585. 6. Penerimaan Dana Kebajikan per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp1.syariahmandiri. khususnya di lingkungan di mana BSM beroperasi. komunitas.980.co. • PPATK telah menilai BSM telah baik dan kooperatif untuk selalu ikut serta dalam menegakkan rezim APU (money laundering) di Indonesia.Jenis kegiatan yang telah mendapat penyaluran Dana Kebajikan meliputi: Santunan anak yatim. mengusahakan terjadinya perubahan perilaku masyarakat.674.891.485. Dana Kebajikan Dana Kebajikan bersumber dari Denda. 5.dan saldo akhir tahun adalah Rp20.661. Meningkatkan nilai brand BSM dengan membangun reputasi yang baik.Penyaluran Dana Zakat dilaksanakan (bersinergi) dengan LAZNAS BSM dan penyalurannya dilakukan melalui program yang berdaya guna dan bermanfaat yakni Mitra Umat.138. Bank Koresponden dll. Membangun citra positif BSM dalam benak masyarakat. pegawai. bakti sosial. dan menggalang dukungan masyarakat untuk tujuan bisnis BSM. bea siswa. khitanan massal.149.201. pemerintah. pelatihan dakwah. Pendapatan Non Halal dan Dana Sosial lainya. Wujud kepedulian BSM tersebut dilakukan dalam bentuk Program Mitra Umat yakni pemberdayaan sektor ekonomi mikro dengan skema qardhul R.712. Didik Umat dan Simpati Umat kepada 14. supplier bahkan kompetitor. Aktivitas CSR yang dilakukan BSM bertujuan untuk: 1.di luar kewajaran.-.582 orang (mustahikin) Selama tahun 2009 BSM melakukan berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan. 2. dengan uraian sebagai berikut: 1. serta zakat pegawai BSM. Berbagai program yang dimiliki BSM dilakukan secara sinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM. Pengembangan Ekonomi Umat BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menjalin kemitraan dan mengembangkan sektor ekonomi masyarakat sekitar. korban gempa Tasikmalaya dan Sumatera serta pembinaan pedagang mikro. donor darah. • Program pelatihan APU dan PPT telah dijalankan baik secara internal maupun eksternal (yang diikuti oleh pegawai Kantor Pusat dan Cabang) dengan pelaksana program BI.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .304 pegawai atau lebih dari 50% pegawai BSM. Membuat perubahan positif di tengah masyarakat. Dana Zakat Dana Zakat bersumber dari zakat perusahaan (BSM). Meningkatkan kesadaran publik tentang BSM melalui kegiatan-kegiatan sosial. dan mengupayakan pencapaian kesejahteraan kehidupan masyarakat. zakat nasabah dan umum. pembangunan asrama rumah asuh. yakni Dana Kebajikan dan Dana Zakat. termasuk pelanggan. PPATK. iB CSR.208. antara lain: a. • Telah dilaksanakan program reward and punishment terhadap implementasi APU & PPT di seluruh jajaran cabang melalui penilaian PKP dan hasil evaluasi UKPN Kantor Pusat..500. Pelaksanaan program CSR di BSM memiliki 2 (dua) sumber dana.553. pemilik.dan yang disalurkan adalah sebesar Rp3. Pelatihan internal secara kelas dan workshop bagi pejabat BSM dan petugas UKPN telah diikuti oleh 1. pengadaan perpustakaan anak yatim. Mendukung kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan.744. 2. • Telah dijalankan proses screening dalam proses penerimaan pegawai baru untuk memastikan calon pegawai tidak terkait dengan aktifitas pencucian uang dan pendanaan terorisme. operasi bibir sumbing.278.. yaitu membantu mengatasi atau mengurangi permasalahan yang terjadi di masyarakat.862. CSR merupakan konsep di mana BSM secara sukarela menyumbangkan sesuatu ke arah masyarakat yang lebih baik dan lingkungan hidup yang lebih bersih. yang disalurkan adalah sebesar Rp2. pembangunan/renovasi masjid. Mendukung implementasi praktik bisnis yang transparan dan bertanggungjawab.dan saldo akhir tahun adalah Rp1.759.. Kegiatan-kegiatan yang dijalankan BSM di tahun 2009 terus diupayakan agar 94 www. Penerimaan Dana Zakat per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp18.297. 3. Laporan Corporate Social Responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility (CSR) merujuk pada semua hubungan yang terjadi antara perusahaan dengan semua stakeholders. partisipasi kemanusiaan untuk Palestina.

LAZNAS BSM telah memberikan bantuan pendidikan kepada 1.425.269. Program Perbaikan Kesehatan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program perbaikan kesehatan. khitanan massal dan program-program lainnya. Program Sosial/Budaya Dilaksanakan melalui Program Simpati Umat dalam berbagai kegiatan antara lain pemberian bantuan kepada korban bencana. Program Pengembangan Pendidikan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program pengembangan pendidikan sebagai salah satu bentuk sumbangsih BSM untuk pengembangan Indonesia. Berbagai program yang dimiliki BSM merupakan program yang menyentuk langsung kepedulian terhadap masyarakat. Pada tahun 2009 bantuan diberikan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatankegiatan ekonomi. kekeringan dan tanah longsor maupun kontribusi yang nyata terhadap pemanasan global. distribusi hewan kurban. Program Pelestarian Lingkungan Persoalan utama yang dihadapi dalam upaya melestarikan lingkungan. Sasaran dari program ini adalah pemberdayaan pendidikan mulai dari tingkat SD. Total bantuan yang telah disalurkan melalui program Didik Umat adalah sebesar Rp1. Selama tahun 2009 telah disalurkan sejumlah Rp384. pembangunan mesjid dan fasilitas publik lainnya maupun santunan kepada dhuafa atau yatim piatu. khususnya sumber daya hutan adalah terjadinya degradasi hutan dan lahan yang disebabkan oleh pembalakan liar.-. Pada tahun 2009. Peduli terhadap hal tersebut. Penerima bantuan program Mitra Umat dalam tahun 2009 adalah sebanyak 916 orang.syariahmandiri. SMP. operasi bibir sumbing untuk anak yatim. Program Pengembangan Pendidikan dilaksanakan melalui Program Didik Umat yang merupakan salah satu program pengembangan sumber daya manusia.hasan.co.000. Program-program yang dilakukan BSM di bidang perbaikan kesehatan antara lain: pelaksanaan donor darah. c. b. Melalui program BSM Peduli Penghijauan. pemberian bantuan kesehatan. meliputi budidaya jamur.000.166 siswa dari berbagai tingkatan. d. SMU/K dan perguruan tinggi. Sasaran program ini supaya para mustahik yang menerima dana akan berubah menjadi muzaki.id 95 . e.996. BSM melakukan gerakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Sampai saat ini pengembangan dan perbaikan atas program ini terus dilakukan. baik secara keproyekan (Reboisasi/ Gerhan) maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya hutan.-. Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis DAS melalui kegiatan menanam. BSM mengkampanyekan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. budi daya kelinci dan pinjaman modal usaha mikro. perambahan hutan dan pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain yang berakibat terjadinya bencana banjir.

Kampanye dilakukan pada seluruh karyawan dalam unit kerja dengan berbagai media. Payment e-banking. Fitur BSMnet (account to cash). antara lain poster. Adapun besaran umum project: (1) project initiation. dan (5) transformasi Standard Operating Procedure (SOP). Transformasi Core Banking System (CBS) dilakukan guna menerapkan. d. e.2. Bab 1.syariahmandiri. misi BSM: • Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan. Dalam upaya menuju “BSM cares for better Indonesia”. yaitu: • Memenuhi ketentuan Bank Indonesia (BI) yang dituangkan pada lampiran SEBI No. antara lain gerakan hemat listrik. antara lain: a.penanaman pohon.reengineering Chart of Account (COA). . BSM Peduli Penghijauan melibatkan Direksi dan pegawai BSM.co.3. (2) business requirement (BR) 96 www. Inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) terkini adalah untuk meningkatkan daya saing BSM dalam industri perbankan. . (4) transformasi bisnis proses. Transformasi CBS merupakan proses implementasi atas proses pengadaan sistem core banking baru (iBSM: integrated banking system modules). Remmitance (cash to cash). • Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM. pada tahun 2009 ditempuh strategi yang mampu menjamin adanya dukungan kuat terhadap program kerja BSM. Sistem e-Payroll. untuk memantapkan berbagai hal yang telah dicapai pada tahun 2008 tersebut. direalisasikan dalam bentuk penanaman bibit pohon serta perbaikan taman kota. BSM juga melakukan berbagai program kampanye lainnya. spanduk dan leaflet. BSM juga ingin mengajak stakeholders untuk peduli dan melestarikan lingkungan melalui program nyata. c. 9/30/DPNP/2007 tanggal 30 November 2007. Pelaksanaan transformasi CBS meliputi: (1) Pembangunan sistem CBS baru: Pembangunan modul-modul CBS.6 mengenai “Sistem Informasi Manajemen“ dan Bab 3. b. Pelaksanaan implementasi CBS baru dimulai sejak pelaksanaan kick off meeting pembangunan project (tanggal 23 Oktober 2009). Tim CBS telah membuat tahapan umum proyek dengan durasi 15 bulan untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru tahap 1. 2.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . • Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat. Laporan Sistem Teknologi Informasi MASIH DIANALISA)lllL Program kerja BSM yang diimplementasikan pada tahun 2009 diarahkan guna memperkuat dan menyempurnakan apa yang telah dikembangkan pada tahun 2008. Mengembangkan fitur e-banking secara berkelanjutan. hemat air dan hemat bahan bakar minyak. hemat kertas. Oleh karenanya. banner. (3) transformasi infrastruktur. (2) transformasi arsitektur aplikasi. Melalui gerakan BSM Peduli Penghijauan. f.restruktur kode outlet. Kegiatan ini dicanangkan secara resmi oleh jajaran Direksi pada bulan April 2009. Fitur mobile banking GPRS (account to cash). BSM berusaha untuk terus menyempurnakan pelayanan “improving service quality” kepada nasabah melalui: 1. Melakukan re-engineering IT environment secara bertahap melalui: a.2 mengenai “Kebijakan Perencanaan Kapasitas“ • Mendukung 3 (tiga) dari Improving Service Quality S. Selain mengadakan program BSM Peduli Penghijauan. Fitur transfer di SMS banking. g. Aplikasi “Western Union“ (WU).

e-SPT (9) mendukung penguatan infrastruktur IT. Jaringan komunikasi data.review. tersebut. (5) mengimplementasi data center outsourcing. (16) mengembangkan warung mikro dan LKMS bekerjasama dengan pihak ketiga. Dalam kaitan ini BSM telah membuat dan menyempurnakan kebijakan dan prosedur penggunaan TI dari berbagai aspek manajemen risiko antara lain: a. (5) users training. Pengamanan data & informasi.l: (1) melanjutkan proses transformasi CBS. 4. (10) menerapkan PSAK 50 dan Basel II. 5. (3) membangun aplikasi business intelligence (BI). (6) pelaksanaan standarisasi bandwith link (256 kbps termasuk backup link) seluruh outlet BSM. implementasi untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru. BSM telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. c. pada tahap BR review untuk beberapa modul CBS (modul customer. quality dan mendukung strategi perusahaan melalui project 201. Pengawasan aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi atas penggunaan TI. c. dan (2) Surat Edaran BI (SE BI)I No. Project management. Penerapan LanDesk dan Fire-wall sebagai daya dukung terhadap penerapan IT Security. Sampai dengan akhir tahun 2009. (7) cut-off sistem lama. Penyempurnaan akses informasi internal BSM melalui pembangunan aplikasi MS-Exchange untuk mailing list yang dapat diakses tanpa batas (via intranet dan internet). Meningkatkan fungsi jaringan komunikasi data (transformasi infrastruktur) melalui availability jaringaninternet. branch structure. (2) membangun middleware CBS. (15) mengembangkan aplikasi Gadai. • Memastikan tersedianya jaringan data 24x7 sehingga dapat memberikan layanan operasional yang memadai. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Skala Besar 97 . Sedangkan infrastruktur dalam mendukung transformasi CBS dilaksanakan secara paralel.id Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dapat meningkatkan risiko yang dihadapi perbankan termasuk BSM. b. (4) meredesign jaringan komunikasi data dengan sistem cluster & redundancy. Melaksanakan sistem pengendalian intern atas penggunaan TI.040. Melengkapi dan mengembangkan kebijakan dan prosedur penggunaan TI. BSM meresponnya dengan menerapkan manajemen risiko secara efektif dan bertahap sesuai ketentuan: (1) Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. (4) testing. (12) menyempurnakan fitur BSMnet (13) membangun aplikasi SISKOHAT on-line. Dalam rangka untuk dapat mengeliminasi risiko T. b. e. (7) mengimplementasi dan menyempurnakan fitur perangkat Electronic Data Capture (EDC) di outlet BSM. Menyempurnakan proses identifikasi. d. pemantauan dan pengendalian risiko penggunaan TI. (14) meningkatkan kerjasama dengan provider jaringan GPRS untuk mendukung performance Mobile Banking GPRS (aplikasi MBG). retail funding & payments) dan resizing hardware (infrastruktur) carry forward 2010 beserta BR review modul-modul CBS lainnya. Operasional TI. pada tahun 2010 BSM akan melakukan a. (8) membangun aplikasi e-procurement.040 diharapkan dapat menerapkan delivering one stop services yang baik kepada nasabah. e-recruitment.co. 9/15/ PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Dalam penerapan manajemen risiko tersebut. 2. (3) system development.9/30/DPNP tertanggal 12 Desember 2007 perihal Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. 3. (11) mengembangkan apliasi DUIT (Dana Untuk Indonesia Tercinta). pengukuran. (6) paralell run. Hal tersebut dilakukan untuk: • Memberikan dukungan optimal pada sistem CBS yang baru.syariahmandiri. Aset TI. availability bandwith manager dan upgrade bandwith. Dengan terimplementasinya transformasi CBS dan project 201. Penerapan Ketentuan Bank Indonesia Strategi Tahun 2010 Untuk meningkatkan service BSM memiliki panduan/kebijakan mengenai penyediaan dana kepada nasabah termasuk kepada pihak terkait dan pembiayaan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Melakukan uji coba atas Disaster Recovery Plan (DRP) pada bulan Maret 2009 sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengharuskan Bank untuk melakukan uji coba DRP paling kurang sekali dalam satu tahun dengan melibatkan end user.

id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .000 (seratus juta rupiah). Kedua proses tersebut saling terkait. W. segenap Direksi dan karyawan BSM melaksanakan RBB secara optimal yang telah dijabarkan ke dalam Business Plan masingmasing unit. pegawai tetap dan tidak tetap (honorer dan outsourcing) terkait dengan proses kerja dan kegiatan operasional BSM yang mempengaruhi kondisi keuangan BSM secara signifikan. BSM berkomitmen menyelesaikan setiap permasalahan terkait dengan penyimpangan internal sesuai dengan kerangka atu pangan yang merugikan BSM akan diproses secara fair dan mengedepankan prinsip-prinsip GCG.co. U. dimana perencanaan tingkat unit merupakan penjabaran strategi dari perencanaan tingkat BSM (BSM wide) dan penyusunan rencana BSM-wide itu sendiri mempertimbangkan masukanmasukan dari setiap unit. 6/25/ PBI/2004 tanggal 22 Oktober 2004. komprehensif. Top-down & Bottom-Up Planning Process. secara semesteran Laporan Pengawasan Pelaksanaan RBB oleh Dewan Komisaris kepada Bank Indonesia. Penyimpangan Internal Internal fraud adalah penyimpangan/kecurangan yang dilakukan oleh pengurus. mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kelangsungan usaha serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dan prinsip perbankan yang sehat. Dalam penyusunan RBB tersebut dilakukan melalui 2 proses yaitu proses perencanaan BSM-wide.syariahmandiri.berskala besar yang dimaksudkan untuk menunjang upaya BSM dalam mengimplementasikan GCG. Corporate Plan dan RBB disusun secara periodik dengan jadwal pelaksanaan serta mekanisme penyusunan yang telah dibakukan dalam Buku Pedoman Perusahaan (BPP). V. Rencana Strategis Bank Dengan mengacu pada Visi dan Misi. Penyusunan dan penyampaian RBB telah berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. Atas Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui tersebut. terukur dan memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent) serta mempertimbangkan perubahan internal dan eksternal. yang cakupannya meliputi level Unit. 98 www. bulanan melalui monthly review maupun triwulanan melalui Laporan Pelaksanaan Realisasi RBB oleh Direksi kepada Bank Indonesia. memperhatikan tingkat risiko komposit Risk Control System Strategic Risk. yang meliputi seluruh organisasi BSM.000. Signifikan dalam arti apabila dampak penyimpangannya bernilai lebih dari Rp100. Untuk selanjutnya Corporate Plan RBB tersebut diajukan kepada Dewan Komisaris yang merepresentasikan Pemegang Saham untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan. Direksi mengkomunikasikan Corporate Plan dan RBB kepada Pemegang Saham Pengendali melalui forum RUPS serta menyampaikan ke segenap unit organisasi Perusahaan sebagai dokumen perencanaan company-wide yang harus menjadi pedoman dalam penyusunan dan pelaksanaan Business Plan setiap unit. Bank menyusun rencana strategis jangka menengah untuk periode 5 (lima) tahun dalam bentuk Corporate Plan serta rencana strategis jangka pendek 1 (satu) tahun yaitu Rencana Bisnis Bank. serta proses perencanaan Unit-wide. Pendekatan ini dikenal dengan sistem perencanaan dua arah. Rencana Bisnis Bank (RBB) disusun dengan realistis. baik secara harian melalui daily report kepada Direksi. Jumlah penyimpangan internal dapat dilihat pada tabel diatas. Tingkat Kesehatan Bank Hasil penilaian tingkat kesehatan Bank per posisi 31 Desember 2009 yang dilakukan secara self assessment memperoleh peringkat 2 dengan predikat Baik. Terhadap pelaksanaan rencana tersebut telah dipantau secara periodik. mingguan melalui weekly report kepada Direksi.

patut dan dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah.syariahmandiri. Y. Permasalahan Hukum Permasalahan hukum adalah permasalahan hukum perdata dan pidana yang dihadapi BSM selama periode tahun laporan dan telah diajukan melalui proses hukum. tidak ada transaksi yang mengandung benturan kepentingan. dan menghayati Code of Conduct secara tepat. baik. Etika (Code Of Conduct) 2008 2009 0 0 0 0 0 2008 19 9 10 0 0 2009 12 8 4 0 0 Total Fraud Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian di internal Bank Belum diupayakan penyelesaiannya Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 0 0 0 Tabel Permasalahan hukum periode Januari – Desember 2009 Permasalahan Hukum Jumlah Perdata 4 2 6 Pidana - Telah diselesaikan (telah mempunyai kekuatan hukum tetap) Dalam proses penyelesaian Total X. Sebaliknya. Code of Conduct dimaksudkan untuk memberikan pedoman berperilaku yang islami. Benturan Kepentingan Benturan kepentingan adalah keadaan di mana terdapat konflik antara kepentingan BSM dan kepentingan pribadi anggota Direksi. maupun dengan rekan sekerja. atau pihak terafiliasi. Lebih dari itu. Segenap pegawai BSM diwajibkan untuk membaca. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik BSM tidak terlibat di dalam kegiatan politik dan tidak memberikan donasi untuk kepentingan politik. memahami.id 99 . kepedulian yang tinggi terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab BSM terhadap masyarakat. Perkara-perkara yang sedang dihadapi BSM di tahun 2009.co. wajar.Tabel Penyimpangan Internal Jumlah Kasus Oleh Kasus Direksi dan Dewan Komisaris Pegawai AA. anggota Dewan Komisaris. rekanan. pemegang saham utama Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Permasalahan hukum yang terjadi di BSM untuk periode Januari – Desember 2009 dapat dilihat pada tabel disamping. mendiskusikan. Sasaran umum dari Code of Conduct adalah menyusun suatu petunjuk agar setiap pelanggaran Code of Conduct yang dilakukan oleh insan BSM dapat secara cepat terdeteksi. Code of Conduct merupakan tanggung jawab seluruh jajaran BSM sesuai dengan budaya perusahaan yang mengacu pada akhlaqul karimah (budi pekerti yang mulia). Kepatuhan terhadap Code of Conduct dapat mencegah berkembangnya hubungan yang tidak wajar dengan para nasabah atau antara sesama pejabat BSM. dan benar. profesional. tidak ada satupun yang memiliki dampak signifikan terhadap kondisi dan kinerja BSM secara umum. mulai dari level operasional sampai kepada top management. BSM melakukan penegakan terhadap Code of Conduct yang dilakukan dengan melakukan pemantauan Z. Sosialisasi ini dimaksudkan agar insan BSM senantiasa patuh terhadap Code of Conduct. Penjelasan secara lebih rinci yang telah dilakukan oleh BSM dan nilai nominalnya selama tahun 2009 terdapat di bagian Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Laporan Tahunan 2009 ini. pegawai juga harus menaati Code of Conduct yang diwujudkan dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk menaati dan melaksanakan Code of Conduct secara konsisten dan penuh tanggung jawab. Selama tahun 2009. bertanggung-jawab. BSM telah memiliki Code of Conduct sejak tahun 2002. BSM senantiasa melakukan sosialisasi dalam penerapan Code of Conduct kepada seluruh pegawai BSM.

BSM memiliki nilainilai Perusahaan yang menjiwai implementasi Code of Conduct. Setiap pelanggaran atas Code of Conduct akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengenaan sanksi tersebut tidak bersifat diskriminatif. 1. Modul-modul training pegawai Shared Values terdiri atas: BB. baik pada tataran perorangan maupun tim kerja secara keseluruhan. Selain kewajiban untuk menaati Code of Conduct. Nilai-Nilai Perusahaan Seiring pertumbuhan usaha yang terukur melalui berbagai indikator baku dunia perbankan. diluncurkan oleh Direktur BSM. Pegawai diharuskan untuk melaporkan pelanggaran atas Code of Conduct tersebut kepada atasan dengan tembusan ke Divisi Human Capital.” Gerakan ini merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) seluruh jajaran BSM selain terhadap nasabah (melalui penandatanganan pada akad pembiayaan) maupun dalam lingkungan kerja. baik dari aspek cakupan wilayah maupun manusia pelaksananya. dalam rangka perjalanan dinas ke Cabang untuk mencegah prakti-praktik yang tidak sesuai dengan implementasi GCG. 6. 9. Sepanjang tahun 2009.syariahmandiri. BSM memiliki jaringan pelayanan dan kemitraan usaha yang terus bertambah. 2. 7. Lomba Cerdas Cermat dan Ketangkasan Shared Values BSM. 10. pegawai BSM juga diharuskan untuk menaati aturan dan kebijakan lainnya serta tidak bersikap diam apabila menemukan atau mengetahui perbuatan atau tindakan yang merupakan pelanggaran atas Code of Conduct. sedangkan untuk pelanggaran yang dilakukan oleh unsur pimpinan maka laporan disampaikan ke Divisi Human Capital. Lomba Cipta Lagu Shared Values BSM. 2. Untuk menyelaraskan gerak dan langkah insan BSM sehingga seluruh jajaran organisasi di semua wilayah operasional mampu memperjuangkan Visi dan Misi BSM. 2. Agar nilai-nilai bersama yang telah dirumuskan dan disepakati dapat dipahami. Excellence (Imtiyaaz): Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan. lahirlah nilai-nilai perusahaan yang baru yang disepakati bersama untuk dishared oleh seluruh pegawai BSM yang disebut Shared Values BSM. Integrity (Shidiq): Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji.co. BSM mengeluarkan Surat Edaran Pemberian Souvenir/Cinderamata/Oleholeh dan Jamuan Makan pada Pegawai BSM. Shared Values ini secara resmi 1. Tema-tema dalam Rapat Kerja dan kegiatan besar BSM. Sosialisasi ini dilakukan melalui: 1. Perilaku Insiders. Penyalahgunaan Jabatan. Penyalahgunaan. Integritas Sistem Perbankan. 4. 5. dihayati dan dilaksanakan 100 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . 8. 4. No Kick Back dan No Special Payment. 12. 14. Humanity (Insaaniyah): Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius. Ke-5 nilai tersebut di atas di-akronim-kan menjadi ETHIC. dalam acara Milad BSM ke-8 di Jakarta. Spirit of the Week. Pengawasan Pelaksanaan dan Pemutakhiran. maka diperlukan acuan nilai-nilai perusahaan untuk dipahami.id Definisi. Pengelolaan Rekening Pegawai. 5. 11. 4. BSM mengoptimalkan gerakan “La Code of Conduct BSM berisikan aspek-aspek sebagai berikut: Risywah. 3. 15. Dalam kaitan dengan Code of Conduct. www. 5.secara berkala terhadap penegakan Code of Conduct dan menyediakan fasilitas bagi pengaduan terhadap pelanggaran Code of Conduct. Tujuan dan Sasaran. Kata “ETHIC” sendiri berarti “set of moral principles” (himpunan prinsip-prinsip moral) sebagai tatanan perilaku mulia yang membentuk keunggulan insan BSM. Sosialisasi Shared Values BSM telah dilakukan sepanjang tahun 2008 dan 2009. Budaya BSM. 3. 3. Teamwork (‘Amal Jamaa’iy): Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi. Seluruh laporan tersebut harus disertai data dan/ atau bukti-bukti akurat sehingga pelanggaran dapat diproses lebih lanjut. Customer Focus (Tafdhiilu Al ‘Umalaa): Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan BSM sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan. Kerahasiaan. Pesan-pesan manajemen dalam setiap pertemuan. Penutup. Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005 yang lalu. Kerahasiaan. dihayati dan diimplementasikan secara konsisten. 13. Benturan Kepentingan. Sanksi Pelanggaran/ Ketidakpatuhan. Pernyataan Tahunan. 6.

• Competence: Meningkatkan keahlian sesuai tugas yang diberikan dan tuntutan profesi bankir.Nilai-nilai Perusahaan ”ETHIC” Nilai (Shared Values) Excellence (Imtiyaaz): Perilaku Utama (Core Behavior) • Perfection: Berkomitmen pada kesempurnaan. Telp. (62 – 21) 2300 509. (62 – 21) 3983 2989. 2. • Customer Satisfying: Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan. Selain itu. • Honesty: Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap perilaku. Teamwork (’Amal Jama’iy): Humanity (Insaaniyah): Integrity (Shidiq): Customer Focus (Tafdhiilu Al-’Umalaa): CC.syariahmandiri. oleh seluruh BSM dalam kehidupan berorganisasi. pemahaman dan persepsi positif dari para stakeholders terhadap kebijakan. • Trust: Mengembangkan sikap saling percaya yang didasari pikiran dan perilaku positif. Forum Doa Pagi. Majalah internal BSM. Forum-forum pengajian. • Result: Memiliki orientasi pada hasil dan nilai tambah bagi stakeholders. 5. • Responsibility: Menerima tugas sebagai amanah dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. • Prudence: Menjaga amanah secara hati-hati dengan selalu memperhitungkan risiko atas keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukan. Media cetak nasional. 3983 9000 (hunting). Situs Internet: www. 6. • Effective Communication: Mewujudkan iklim lalu-lintas pesan yang lancar dan sehat. Media komunikasi antara BSM dengan karyawan melalui berbagai fasilitas yang disediakan seperti intranet. • Good Governance: Melaksanakan tata kelola organisasi yang sehat. informasi tentang BSM dapat diperoleh pada Divisi Hubungan Korporasi & Hukum beralamat pada : Kantor Pusat PT Bank Syariah Mandiri Wisma Mandiri I. • Ownership: Mengembangkan sikap rasa saling memiliki yang positif. Masalah dan Kendala yang Dihadapi BSM Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi Pembiayaan Murabahah www. syariahmandiri.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 101 . serta menghindari kegagalan dengan selalu meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Faks.co. Thamrin No. • Discipline: Melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan ketentuan dan tuntutan perusahaan serta nilai-nilai syariah. maka Shared Values BSM diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku utama. 5. dan meningkatkan pengetahuan. dsb. Televisi/Radio. MH. Jakarta 10340 – Indonesia. • Sincerity: Meluruskan niat untuk mendapatkan ridha Allah. • Universality: Mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang secara umum diterima oleh seluruh umat manusia.co. Penyebaran informasi bertujuan membantu. menjaga. Media Penyebaran Informasi Penyebaran informasi kepada semua stakeholders merupakan bagian penting dari peningkatan prinsip transparansi informasi secara internal dan eksternal. • Innovation: Proaktif menggali dan mengimplementasikan ide-ide baru untuk memberikan layanan lebih baik dan lebih cepat dibandingkan kompetitor. 3. 4. Media-media penyebaran informasi tersebut antara lain: 1. • Social Responsibility: Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial tanpa mengabaikan tujuan perusahaan. Jl.id. dan kegiatan BSM. • Respect: Menghargai pendapat dan kontribusi orang lain.

-. BSM tidak melaksanakan pembayaran dengan alasan terdapat permasalahan status hukum perpajakan dari transaksi Pembiaya-an Murabahah. yang saat ini berlaku belum secara spesifik dan eksplisit mengatur kegiatan usaha bank syariah khususnya pembiayaan Murabahah. pembiayaan bank syariah dikecualikan dari pengenaan PPN. berkenaan BSM melaksanakan penyaluran dana berdasarkan Prinsip Syariah dalam bentuk Pembiayaan Murabahah. 18 Tahun 2000 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. BSM terus berupaya menyelesaikan permasalahan mengenai pengenaan PPN atas transaksi pembiayaan murabahah tersebut dengan pihak-pihak terkait.-.830.7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan UU No.Pada tahun 2004 dan tahun 2005 Kantor Pusat dan Kantor Cabang BSM telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk masa pajak Januari s.922.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Dalam rangka menyelesaikan permasalahan mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi Pembiayaan Murabahah. maka BSM tidak melakukan pencadangan atas SKPKB dan STP.432. Perbanas.377. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa jasa pembiayaan berdasarkan prinsip syariah termasuk kelompok jasa yang tidak dikenai PPN. telah dibahas dalam berbagai forum antara BSM dengan KPbS (Kompartemen Perbankan Syariah). Kantor Cabang di Bandarlampung sebesar Rp2. Terhadap SKPKB dan STP tersebut di atas.dan Kantor Cabang di Pekalongan sebesar Rp2. Ditjen Pajak berpendapat bahwa kegiatan transaksi murabahah yang dilakukan oleh BSM terutang PPN karena kegiatan tersebut dilakukan dengan berdasarkan prinsip jual beli barang dan kegiatan transaksi murabahah tidak termasuk jenis jasa di bidang perbankan.310.d. Sehubungan dengan hasil akhir dari permasalahan pengenaan PPN atas transaksi Pembiayaan murabahah tersebut belum ada keputusan. BSM berpendapat bahwa pembiayaan murabahah yang dilakukan BSM adalah jasa perbankan sebagaimana diatur dalam UU No.co.495.-.8 Tahun 1983 yang telah diubah dengan UU No. Kantor Cabang di Solo sebesar Rp5.767. Pada tanggal 15 Oktober 2009.649.-.588. 102 www.syariahmandiri.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sehingga sesuai dengan UU No.309. Dewan Syariah Nasional. Bank Indonesia dan Ditjen Pajak. Kantor Cabang di Jambi sebesar Rp1. 10 Tahun 1998 dan UU No. Rincian SKPKB dan STP tersebut adalah Kantor Pusat di Jakarta sebesar Rp25. pemerintah telah menerbitkan Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang mulai berlaku tanggal 1 April 2010. Desember 2003 dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dengan total sebesar Rp37..713.542.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful