Ringkasan Materi Kuliah MASALAH NILAI BATAS

Pendahuluan Perhatikan persamaan diferensial linear orde-dua berikut
a2 x y y x0 a1 x y y0 a0 x y f x, y1

(1) (2)

dan y x0

Dengan koefisien-koefisien a2(x), a1 (x), a0(x), dan fungsi f(x) merupakan fungsi-fungsi yang kontinu di dalam suatu selang a

x

b dengan a 2 x

0 di

dalam selang ini. Persamaan diferensial (1), bersama-sama dengan syarat awal (2), disebut suatu masalah nilai awal (MNA). Kita ingin mencari suatu penyelesaian y(x) dari persamaan diferensial (1) yang memenuhi syarat pada titik akhir dari selang a

x

b.

Sebagai contoh,
ya A dan y b B,

(3)

Dengan A dan B dua buah konstanta. Syarat (3) yang diberikan pada titik akhir (atau titik batas) dari selang a

x

b disebut syarat batas. Persamaan

diferensial (1), bersama-sama dengan syarat batas (3), disebut suatu masalah nilai batas (MNB). Suatu MNB dapat mempunyai tepat satu penyelesaian, takberhingga penyelesaian, atau takmempunyai penyelesaian. Contoh 1 Selesaikan MNB
y y x untuk 0 x 2

(4)
y0 2, y 2 1

(5)

1

Kita dapatkan y0 2 c1 2 dan y 1 c1 1 c1 1.Penyelesaian Penyelesaian homogen (4) berbentuk yh c1 cos x c 2 sin x. penyelesaian (6) Dengan menggunakan syarat batas (5). y 1. Selanjutnya. Ax B. MNB (4) – (5) mempunyai penyelesaian tunggal yx 2 cos x 1 2 sin x x. Jadi. (7) Contoh 2 Selesaikan MNB y y0 y x untuk 0 2. kita dapatkan bahwa y0 2 c1 2 dan y 2 1 c2 2 1 c2 1 2 . kita cari nilai-nilai konstanta c1 dan c2 yang memenuhi syarat batas (9). Dengan menggunakan metode koefisien taktentu. Jadi. 2 . kita dapatkan bahwa penyelesaian khusus dari persamaan diferensial (4) berbentuk y p umum dari persamaan diferensial (4) berbentuk yx c1 cos x c2 sin x x. x (8) (9) Penyelesaian Penyelesaian umum dari persamaan diferensial (8) telah dihitung dalam Contoh 1 dan berbentuk yx c1 cos x c2 sin x x.

y x 2. Sekarang. Jadi. Jadi. x (13) (14) (15) 2y 0 3y Penyelesaian Penyelesaian umum dari persamaan diferensial (13) berbentuk 3 . syarat-syarat ini tidak cocok. y0 2 c1 2 dan y 2 c1 2 c1 2. 3. Contoh 3 Selesaikan MNB y y0 y x untuk 0 2. (12) Syarat batas pada titik akhir a dan b tidak perlu selalu berbentuk yang digambarkan dalam contoh-contoh di atas. Contoh 4 Selesaikan MNB y y0 y 4y 0 untuk 0 2. kita simpulkan bahwa dalam hal ini MNB (8) – (9) tidak mempunyai penyelesaian. Kita sajikan contoh yang sederhana. Syarat batas itu dapat terdiri dari kombinasi dari y dan turunannya pada titik-titik a dan b. c1 = 2 sedang c2 tetap sebarang. Dalam hal ini. (10) (11) Penyelesaian Penyelesaian umum dari persamaan diferensial (10) berbentuk yx c1 cos x c2 sin x x.Jelaslah. karena syarat-syarat ini mengakibatkan c1 mempunyai dua nilai 2 dan -1 bersama-sama. MNB (10) – (11) mempunyai takberhingga banyaknya penyelesaian : yx 2 cos x c2 sin x x.

dengan menggunakan syarat batas. Karena itu. 4 . 0 dan c2 Dengan menyelesaikan sistem ini kita peroleh c1 MNB (13) – (14) mempunyai penyelesaian tunggal. tergantung pada determinan (22) Berturut-turur tidak nol atau sama dengan nol. Tidak mempunyai penyelesaian. berlakulah pernyataan berikut : (a) Jika y1 a y1 b y2 a y2 b 0. Maka. atau mempunyai takberhingga banyaknya penyelesaian. (21) MNB (1) dan (3) mempunyai satu dan hanya satu penyelesaian di dalam selang a x b. y x 2c1 sin 2 x 2c2 cos 2 x . (b) Jika determinan dalam (21) sama dengan nol. MNB (1) dan (3) tidak mempunyai penyelesaian atau mempunyai takberhingga banyaknya peyelesaian di dalam selang a y1 a y1 b A B yp a yp b x b. penting untuk mengetahui atas dasar syarat-syarat apa suatu MNB mempunyai penyelesaian tunggal.yx c1 cos 2 x c2 sin 2 x. kita dapatkan bahwa y0 y 2y 0 3y 2 3 c1 c1 4c2 6c2 2 dan 3. 1 . 2 yx 1 sin 2 x. Teorema 1 Andaikan bahwa y1 (x) dan y2 (x) dua buah penyelesaian yang bebas linear dari persamaan diferensial homogen pautan dari persamaan diferensial (1) dan andaikan yp (x) suatu penyelesaian khusus dari persamaan diferensial (1). 2 Tentu saja.

dimana y1 x cos x. (1998). MNB (10) – (11) mempunyai takberhingga banyaknya penyelesaian. dan y p x x. Akhirnya. Jakarta: Erlangga 5 . Sumber Bacaan: Santoso.Akan kita terapkan Teorema 1 pada MNB-MNB dalam contoh-contoh 1. MNB (8) – (9) tidak mempunyai penyelesaian. dan 3. MNB (4) – (5) mempunyai penyelesaian tunggal karena y1 a y1 b y2 a y2 b cos0 sin 0 cos 2 sin 2 1 0 0 1 1 0. Persamaan Diferensial Biasa Dengan Penerapan Modern edisi 2. 2. Widiarti. karena y1 a y1 b dan y1 a y1 b y2 a y2 b cos0 sin 0 cos sin 1 0 1 0 0 A B yp a yp b cos 0 cos 2 0 1 1 2 1 1 0. y 2 x sin x. karena y1 a y1 b dan y1 a y1 b y2 a y2 b cos0 sin 0 cos sin 1 0 1 0 0 A B yp a yp b cos 0 cos 2 0 2 1 1 2 2 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful