Kromatografi Kertas

Pada kromatografi kertas sebagai penjerap digunakan sehelai kertas dengan susunan serabut dan tebal yang sesuai. Pemisahan kromatografi dapat berlangsung menggunakan fase cair tunggal dengan proses yang sama dengan kromatografi adsorpsi dalam kolom. Oleh karena kandungan air pada kertas, atau imbibisi selektif dari komponen hidrofilik fase cair oleh serat kertasnya, dapat dianggap sebagai fase diam, maka mekanisme partisi berperan penting dalam pemisahan. Sebagai alternatif dapat juga digunakan sistem dua fase. Kertas diimpregnasi dengan salah satu fase, yang kemudian menjadi fase diam (umumnya fase yang Iebih polar dalam hal kertas yang tidak dimodifikasi). Kromatogram dilakukan dengan merambatkan fase gerak, melalui kertas. Dapat dilakukan kromatografi menaik, pelarut merambat naik pada kertas ditarik oleh gaya kapiler, ataupun kromatografi menurun, pelarutnya mengalir oleh gaya gravitasi. Perbedaan harga H , bila kromatogram dikembangkan searah serat kertas (arah mesin), dibandingkan dengan yang dikembangkan dengan arah tegak lurus terhadap serat kertas. Oleh karena itu, dalam suatu seri kromatogram, arah perambatan pelarut harus dipertahankan tetap terhadap arah serat kertas. (Arah mesin umumnya ditandai oleh pabrik pada kemasan kertas kromatografi). KROMATOGRAFI MENURUN Pada kromatografi menurun, fase gerak diitarkan merambat turun pada kertas. Alat Alat utama untuk kromatografi menurun terdiri dari komponen-komponen berikut ini. Bejana kromatografi bertutup kedap uap dan mempunyai lubang untuk penambahan pelarut atau untuk pengurangan tekanan dalam. Bejana sebaiknya dari kaca, baja tahan karat atau porselen, dan dirancang sedemikian, hingga dapat dilakukan pengamatan selama kromatografi berlangsung, tanpa membuka bejana. Tabung silinder kaca yang tinggi dapat digunakan. jika dibuat kedap uap dengan tutup yang sesuai. Rak tahan korosi, yang lebih kurang 5 cm lebih rendah dari tinggi bejana bagian dalam. Rak digunakan sebagai penyangga bak pelarut dan batang kaca antisifon, yang menahan kertas kromatografi. Satu atau lebih bak pelarut terbuat dari kaca, yang dapat menampung sejumlah pelarut lebih dari yang diperlukan untuk satu kali kromatografi. Panjang bak pelarut harus lebih lebar dari kertas kromatografi. Batang kaca antisifon, yang disangga oleh rak, letaknya di luar sejajar dengan dan sedikit lebih tinggi dengan tepi bak pelarut. Kertas kromatografi, berupa kertas saring khusus, dengan lebar tidak kurang dari 2,5 cm, tidak lebih lebar dari panjang bak pelarut dan dipotong lebih kurang sama dengan tinggi bejana. Dibuat garis tipis dengan pensil melintang pada kertas 'pada jarak tertentu dari salah satu ujung kertas, hingga jika kertas digantung pada batang kaca antisifon, dengan ujung atas di dalam bak pelarut dan ujung bawahnya tergantung bebas dalam bejana, garis tersebut terletak beberapa cm di bawah batang kaca antisifon. Usaha-kan agar kertas tidak terkontaminasi dan tidak kotor. Prosedur Zat dilarutkan dalam pelarut yang sesuai. Sejumlah volume larutan zat yang umumnya mengandung I µg hingga 20 µg ditotolkan dengan pipet mikro pada titik-titik tertentu pada garis pensil, diameter bercak 6 mm hingga 10 mm dengan jarak antar bercak tidak kurang dari 3 cm. Jika jumlah larutan yang ditotolkan akan menghasilkan bercak dengan diameter melebihi 6 mm hingga 10 mm; totolkan larutan sedikit demi sedikit pada titik yang sama, tiap kali biarkan mengering dahulu sebelum ditotolkan lagi. Kertas tersebut digantung dalam bejana dengan menggunakan batang kaca antisifon yang menahan ujung alas kertas dalam hak pelarut. Dasar bejana digenangi dengan sistem pelarut yang ditetapkan. Penjenuhan bejana dapat dipercepat dengan cara melapis dinding bagian dalam bejana dengan kertas saring yang dibasahi dengan sistem pelarut yang ditetapkan. Bagian kertas yang tergantung di bawah batang kaca antisifon harus tergantung bebas di dalam bejana tanpa menyentuh rak, dinding bejana atau cairan yang terdapat dalam bejana. Bejana ditutup rapat, agar terjadi penjenuhan bejana dan kertas dengan uap pelarut. Jika perlu, tekanan dalam yang berlebihan dikurangi. Untuk bejana berukuran besar, mungkin perlu dilakukan penjenuhan selama satu malam. Sejumlah fase gerak dengan volume lebih dari yang diperlukan untuk kromatografi dijenuhkan dengan fase diam dengan cara pengocokan. Setelah jenuh, fase gerak dimasukkan ke

dalam bak pelarut melalui lubang. sehingga memungkinkan fase gerak merambat naik pada kertas oleh gaya kapiler. dan dibuat larutan mencapai volume tertentu untuk analisis secara kuantitatif dengan teknik kimia atau instrumen yang sesuai. Analisis kuantitatif bercak dapat dilakukan menurut cara yang tertera pada Kromatografi menurun. Sebaiknya dinding bagian dalam bejana dilapisi dengan kertas saring dan lapisan kertas ini dijenuhkan dengan sistem pelarut. Kromatogram diamati dan diukur langsung atau setelah disemprot dengan pereaksi yang sesuai untuk menampakkan letak bercak obat yang telah terpisah. Prosedur Larutan uji ditotolkan pada kertas dengan cara seperti yang tertera pada Kromatografi menurun. Batas rambat pelarut segera ditandai dan kertas dikeringkan. Jika digunakan sistem dua fase. Jika batas perambatan pelarut telah mencapai ketinggian yang dikehendaki. Prosedur yang sama dapat dilakukan dengan berbagai kadar baku pembanding yang ditotolkan pada kertas yang sama dengan rentang kadar yang sesuai untuk membuat kurva kalibrasi yang absah. Alat Alat yang digunakan pada dasarnya sama dengan peralatan yang diuraikan pada Kromatografi menurun. KROMATOGRAFI MENAIK Pada kromatografi menaik. di atas batas kertas yang tercelup dalam fase gerak. ujung bawah kertas dicelupkan ke dalam fase gerak. maka kedua fase tersebut ditambahkan. Bagian kertas yang telah ditentukan mengandung obat yang telah terpisah dapat digunting dan dieluasi dengan pelarut yang sesuai. usahakan agar pelarut tidakmerambat lagi. kertas dikeluarkan dan dikeringkan. bejana dibuka. Bak pelarut kosong ditempatkan pada dasar bejana dan kertas digantung dan sedemikian hingga bagian ujung kertas yang telah ditotolkan tergantung bebas di dalam bak pelarut kosong. Bejana ditutup rapat dan dijenuhkan menurut cara yang tertera pada Kromatografi menurun. Lubang ditutup dan fase gerak dibiarkan merambat turun pada kertas sejauh yang dikehendaki. Bejana kemudian ditutup lagi. Dasar bejana digenangi dengan sistem pelarut untuk eluasi. Kemudian fase gerak dengan jumlah berlebih dari yang diperlukan untuk membasahi seluruh kertas dituangkan ke dalam bak pelarut melalui lubang. Pada waktu membuka tutup bejana dan mengangkat kertas. .

umumnya memisahkan lebih baik. Umumnya arah migrasi ditunjukkan dengan punah pada tepi dasar. Kromatografi kertas berbeda dengan ekstraksi yang menggunakan corong pemisah yang sudah diterangkan terdahulu adalah bahwa fase bawah berupa air atau pelarut yang mengandung air terikat secara stasioner pada selulosa kertas. Untuk menguapkan pelarut larutan uji yang ditotolkan jika perlu digunakan kipas.1.digunakan untuk penotolan. Kertas yang melewatkan dengan cepat. Untuk kromatografi menaik jarak ini diukur 4 sampai 5 cm. Ketajaman pemisahan tergantung dari noda awal. Sebelum senyawa yang hendak dipisahkan ditotolkan. Proses kromatografi disebut pengembangan. Jika kromatografi kertas terutama merupakan kromatografi partisi. Untuk kromatografi horizontal atau untuk pengembangan kromatografi melingkar dibutuhkan . Kapasitas dan lamanya kromatografi tergantung dari ketebalan dan kemampuan menyerap atau kemampuan menggelembung kertas. Makin mudah menguap pelarut yang . Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan alat penotol automatik. pertama-tama harus ditotolkan. Jadi partisi suatu senyawa terjadi antara kompleks selulosa-air dan fase mobil yang melewatinya berupa pelarut organik yang sudah dijenuhkan dengan air atau campuran pelarut. Dalam perdagangan terdapat berbagai kertas kromatografi dengan sifat yang sudah tertentu. kemampuan memisahkan dan mekanik ketangguhan. biasanya dilakukan pada arah panjang lembar kertas.. vaselin atau undekan. untuk garis awal ditandai dengan garis menggunakan pensil dan pada garis ini ditandai masing-masing titik awal. Untuk kromatografi fase balik. kemampuan menyerap dan mekanik ketangguhan' merupakan faktor yang menentukan. Pengubahan sifat dapat memisahkan dapat juga diperoleh dengan penyiapan kertas kromatografi misalnya melalui asetilasi selulosa. yang dalam keadaan menggelembung bersama-sama dengan air atau pelarut yang mengandung air merupakan fase stasioner atau melalui impregnasi dengan' senyawa lipofil dapat bertindak sebagai bahwa pengemban Dilihat dari sifat selulosa maka kemurnian. Yang berbeda adalah kecepatan migrasi. maka tidak dapat diabaikan bahwa proses adsorpsi juga terjadinya tergantung dari jenis pelarut yang digunakan dan sifat kertas kromatografi. Untuk kromatografi menaik lembar kromatografi digantung ke dalam "tahang" yang berisi fase mobil atau lembar kertas dibentuk silinder dengan bantuan penjepit sintetik dan dipasang pada tahang yang sudah disediakan. − Kromatografi menurun. Makin kecil noda ini dapat diperoleh. Sebelum suatu senyawa dikarakterisasi atau dipisahkan secara kromatograf kertas. Untuk penotolan berbentuk titik dibutuhkan volume 1 sampai 10 μl. pipet kapiler yang dapat terisi sendiri. Kertas kromatografi terdiri dari selulosa murni dengan serabut panjang. kertas dalam perdagangan diimpregnasi dengan zat lipofil seperti parafin cair. KROMATOGRAFI KERTAS. Untuk pemisahan tertentu digunakan kertas terasetilasi terfosforitasi atau terformilasi. Jarak noda awal masing-masing satu antara lain sebaiknya 1 sampai 3 cm. Antara kecepatan migrasi dan ketajaman pemisahan terdapat hubungan. Jika tidak deniikian. parafin. Impregnasi dapat dilakukan dengan mencelup atau mengembangkan dengan suatu larutan tertentu atau dengan penyemprotan. Sifat dapat memisahkan kertas dapat diubah dengan impregnasi. makin besar ketajaman pemisahan. pipet konstriksi dan semprotan mikro) sebagai bentuk titik atau bentuk garis. Untuk kromatografi menurun lembar kertas digantung dengan ujung atas kedalam palung yang berisi fase mobil. Konsentrasi larutan yang hendak ditotolkan haruslah antara 1 sampai 5%. Prinsip dasar kromatografi kertas adalah partisi multiplikatif suatu senyawa antara dua cairan yang sating tidak bercampur. Pada kromatografi kertas dibedakan 3 jenis pengembangan: − Kromatografi menaik. makin kecil diameter noda. Besarnya lembar kertas tergantung dari bejana pengembangan dan juga dari beberapa noda senyawa yang akan ditotolkan. kehomogenan. Untuk kromatografi menurun garis awal dibuat dengan jarak 15 cm dari tepi kertas. Untuk itu senyawa dilarutkan dalam pelarut sesuai dan ditotolkan dengan pipet ukur berskala (pipet gula darah. − Kromatografi horizontal.

Untuk itu setelah dikeringkan. kertas dikembangkan sekali lagi dengan arah 90° dari arah pertama. Deteksi. senyawa yang tidak berwarna harus dibuat tampak dengan prosedur identifikasi sesuai (deteksi). kromatogram dapat diselesaikan dengan bantuan kromatografi menurun. Dengan demikian harga Rf tidak dapat lagi ditentukan. Kemudian kertas kromatografi dikeringkan dalam rak pengering atau dengan bantuan kipas. Tergantung dari indikator flourosensi akan terjadi noda gelap dengan latar belakang berfluoresensi. Untuk identifikasi. Untuk penentuan jumlah dapat dipilih metode di bawah ini: . Pelarut pengembang yang sesuai harus mempunyai sifat fisiko-kimia meliput sifat akseptor . maka pelarut pengembang adalah polar. maka kertas dikeluarkan dari bejana pengembangan kemudian tepi muka pelarut diberi tanda garis dengan pensil. Kromatogram lewat diperoleh jika pelarut dibiarkan bermigrasi beberapa hari. Yang paling sering digunakan adalah prosedur identifikasi kimia. terdapat kertas kromatografi atau dimana terdapat silinder kromatografi. maka berkurangnya fluoresensi atau pemadaman fluorosensi indikator fluoresensi yang ditambahkan pada fase stasi-oner dapat digunakan untuk deteksi. diteteskan dengan bantuan pipet yang sesuai.cawan petri yang sama besarnya dengan tepi ditangkupkan satu sama lain sebagai bejana pengembang. kertas kromatografi dibiarkan dalam keadaan ini 2 sampai 3 jam sampai terjadi kesetimbangan atau klimatisasi. Pemilihan pelarut pengembang diarahkan pada fase stasioner dan diorientasikan pada deretan eluotrop. maka penyelesaian kromatogram pasti dapat dilakukan secara visual. Untuk itu campuran senyawa yang hendak dipisahkan ditotolkan pada kertas dalam bentuk titik. Bejana ini merupakan bejana kering yang tertutup rapat dan mempunyai besar dan bentuk berbeda. Jika senyawa yang hendak ditentukan untuk pengukuran kuantitatif diekstraksi dari fase stasioner. Pelarut pengembang dialirkan dari bawah dengan bantuan kapiler kertas atau sumbu kapas pada titik pusat kromatogram atau dari atas dengan melubangi. Sebelum memulai proses pengembangan pada dasar bejana pengembangan ditambahkan sedikit pelarut pengembang dan sedikit air dan harus dijaga agar kertas kromatografi tidak langsung dibasahi. yaitu kromatografi tidak dihentikan jika tepi muka pelarut pengembang sampai pada akhir lembar kertas. gaya dispersi. pelarut pengembang optimal telah terpilih jika menunjukkan banyak cincin koaksial yang terpisah baik. gaya koordinasi serta mempunyai kemampuan rnengikat ion cuplikan yang hendak dipisahkan. Jika senyawa tinggal dekat titik awal. Pada senyawa yang bermigrasi tidak baik. Jika pada kromatografi menaik tepi muka pelarut telah berjarak 3 sampai 5 cm dan tepi kertas sebelah atas dan pada kromatografi menurun dengan ukuran sama dari tepi bawah kertas. Dengan demikian akan tercapai suatu keadaan jenuh yang tergantung pada sistem dan derajat penggelembungan. Untuk pelaksanaan pengembangan dibutuhkan bejana pemisahan. Dengan demikian senyawa dengan kromofor sesuai dapat ditunjukkan dengan fluoresensi karakteristik dengan menyinarinya dengan cahaya UV gelombang pendek 254 nm) atau gelombang panjang (365 nm). senyawa pembanding dengan sifat diketahui harus juga ditotolkan dan dikembangkan bersama. Selanjutnya untuk memulai pengembangan. Jika fase mobil diteteskan secara sentral dari suatu pipet maka dapat diperkirakan apakah pelarut yang dipilih itu sesuai atau tidak. Jika senyawa bermigrasi dalam daerah tepi muka. Prosedur identifikasi fisika yang sering digunakan adalah eksitasi fluoresensi. iod. maka dinamakan metode penentuan tidak langsung. Penyelesaian kualitatif kromatogram dilakukan secara visual langsung dengan pengukuran dan perhitungan harga Rf atau dibandingkan dengan senyawa yang diketahui. Pada senyawa yang mempunyai warna sendiri. dalam cawan yang ada dasar yang di dalamnya. maka polaritas pelarut pengembang adalah rendah. diisikan pelarut pengembang sejumlah tertentu hingga kertas tercelup kira-kira 5 cm. osmiumtetraoksida) atau disemprot dengan larutan pereaksi sesuai. Orientasi cepat mengenai efek pemisahan suatu pelarut yang dipilih dapat diberikan oleh apa yang dinamakan teknik mikrosirkular. Setelah bejana pengembangan ditutup dengan hati-hati. Untuk penyelesaian kuantitatif dapat dibedakan dua prosedur yaitu tidak langsung dan langsung. Jika dihadapkan pada senyawa yang menyerap cahaya pada panjang gelombang 254 nm. Pada kromatografi menurun dengan cara yang sesuai palung kromatografi diisi dengan pelarut pengembang.donor. Untuk itu kromatogram diletakkan dalam atmosfer gas yang sesuai (uap amonia. gaya dipol. maka dapat dilakukan kromatografi dua dimensi. Jika pada pengembangan pertama tidak tercapai pemisahan yang memuaskan.

Kromatografi kertas.fluoresensi atau penentuan radioaktivitas pada penggunaan senyawa yang dicacah. – Pengukuran dalam daerah sinar tampak dan UV.– Mikrotitrimetri. — Asam alfa amino. — Asam organik alifatik. – Zat anorganik (kation). — Alkohol bervalensi banyak. — Pengukuran fluorimetri. − Pengukuran refraksi. — Fenol dan asam fenilkarboksilat. dan kromatografi lapis tipis tidak dapat digunakan. dengan spektrofotometri. yang pada pelaksanaannya rumit dan lebih lama dibandingkan kromatografi lapis tipis. − Glikosida. dengan pengukuran. sekarang terutama digunakan untuk pemisahan golongan senyawa sangat hidrofil. dengan densitometri. Penentuan kuantitatif langsung mungkin dilakukan melalui pembandingan luas secara visual masing-masing noda dengan menggunakan planimetri. — Penentuan polarografi. Golongan zat itu adalah: — Gula. .

3. gaya jerap merupakan salah satu ciri utama KKt dalam pengembang air.01 dan 0. Air murni ialah pengembang kromatografi yang sungguh-sungguh serba guna dan dapat digunakan untuk memisahkan purina dan pirimidina biasa. dan kertas semacam ini dapat menampung beberapa mg senyawa per lembar. Bila kita membandingkan bilangan RF dari suatu deret senyawa yang strukturnya berkaitan. 1967). Misalnya. KKt menurun adalah yang paling berguna karena pengembang dapat dengan lebih mudah dibiarkan lewat ujung bila diperlukan. misalnya dengan merendamnya dalam parafin atau minyak silikon agar dapat digunakan untuk kromatografi fasebalik. memang dirancang sebagai sarana untuk meningkatkan kadar air lapisan n-butanol dan dengan demikian memperbaiki manfaat campuran pelarut tersebut. pencelupan biasanya lebih mudah tetapi susunan pereaksi semprot harus diubah agar mudah kering. Campuran pelarut klasik yaitu nbutanol—asam asetat—air (4 : 1 : 5.UV setelah dircaksikan dengan pereaksi kromogenik yang digunakan sebagai pereaksi semprot atau pereaksi celup. Untuk lembaran besar. dan secara umum dapat dipakai juga untuk senyawa fenol dan glikosida tumbuhan. untuk senyawa antosianin yang tidak mempunyai ciri fisika lain yang jelas. Cara ini juga sedikit lebih mudah untuk pemisahan dua arah. Keuntungan lain ialah keterulangan bilangan RF yang besar pada kertas sehingga pengukuran RF merupakan parameter yang berharga dalam memaparkan senyawa tumbuhan baru. senyawa biasanya dideteksi sebagai bercak berwarna atau bercak berfluoresensi . Untuk pemisahan skala besar dapat dibeli lembaran kertas saring kromatografi yang tebal (Whatman no. BAA masih tetap dipakai secara luas sebagai pengembang umum untuk banyak golongan kandungan tumbuhan. Memang. ada manfaatnya bila kita memperhatikan tetapan kromatografi lain. dan jarak ini kemudian dibagi dengan jarak antara titik awal dan garis depan (yaitu jarak yang ditempuh cairan pengembang). Daya pisah kromatografi kertas betul-betul baik dan digunakan. sampai batas tertentu. Δ RM tetap untuk sejumlah substitusi hidroksil dan glikosil yang ada dalam molekul (Bate-Smith dan Westall. senyawa terbagi dalam pelarut alkohol yang sebagian besar tidak bercampur dengan air (misalnya n-butanol) dan dalam air. 3 atau 3MM). Sebaliknya. 1956). misalnya. Kromatografi pada kertas biasanya melibatkan kromatografi pembagian atau penjerapan. dalam perdagangan tersedia berbagai jenis kertas saring yang sudah dimodifikasi. Pada KKt. lapisan atas) (disingkat BAA). Bilangan RF adalah jarak yang ditempuh senyawa pada kromatografi. Bilangan RF diperoleh dengan mengukur jarak antara titik awal dan pusat bercak yang dihasilkan senyawa. Selanjutnya kertas dapat dipanaskan untuk menimbulkan warna. yaitu hanya pada lembaran kertas saring yang berlaku sebagai medium pemisahan dan juga sebagai penyangga. Misalnya. bergantung pada luas ruang laboratorium yang tersedia. yaitu bilangan RM . pada senyawa flavonoid. Untuk mencapai pemisahan dengan teknik kromatografi tertentu. Bilangan ini selalu berupa pecahan dan terletak antara 0. untuk memisahkan karotenoid. Pada kromatografi pembagian. Jadi.99. KKt datar dan lingkar memerlukan tempat yang sedikit lebih luas daripada bejana KLT baku.1. Prosedur ini dapat digunakan untuk menghitung bilangan RF dari senyawa anggota yang .2 Kromatografi kertas Satu keuntungan utama KKt ialah kemudahan dan kesederhanaannya pada pelaksanaan pemisahan. KKt dilakukan dengan cara menurun dalam sebuah bejana yang dapat menampung kertas Whatman berukuran 46 X 57 cm. sifat polar selulosa dapat dikurangi dengan memadukan asam silikat atau alumina ke dalam kertas sehingga lebih cocok untuk memisahkan lipid. Kaitan antara RM dan RF dinyatakan dalam persamaan: RM =log( -1) RF Menghubungkan gerakan kromatografi dengan struktur kimia ada faedahnya karena bilangan Δ RM dalam deret homolog biasanya tetap. Memang. dan bilangan RF dalam buku ini dinyatakan sebagai RF (X100). Kertas dapat dimodifikasi juga di laboratorium. Kadang-kadang RF (X100) dinyatakan sebagai hRF. dan dengan demikian mencegah difusi waktu pencelupan. Akan lebih mudah bila bilangan tersebut dikalikan 100. RF adalah sarana terpenting dalam memaparkan dan membedakan pigmen yang satu dengan pigmen yang lain (Harborne. Di kebanyakan laboratorium. juga untuk lipid. nisbi terhadap garis depan. Pemilihan radas untuk KKt.

Prosedur yang demikian digunakan. 1969). serta Sherma dan Zweig (1971). ada satu pengantar yang berguna yang ditulis untuk pemula. . Buku mengenai KKt yang bernilai. misalnya. Linskens (1959). ialah buku karangan Lederer dan Lederer (1957). terutama sebagai sumber data RF. Ternyata bilangan RF yang dihitung dan RF yang sebenarnya sangat bersesuaian (tabel 1. dalam pencirian (karakterisasi) eter metil kemferol yang baru. Di antara pustaka yang sangat banyak.belum diketahui dalam suatu deret senyawa untuk mempermudah pencarian senyawa tertentu dalam ekstrak tumbuhan. yaitu buku karangan Peereboom (1971).1) (Harborne. yang membahas KKt.

Untuk karbohidrat notasi R G digunakan untuk menggantikan R f . Terdapat tiga teknik pelaksanaan analisis. Suatu atomiser umumnya digunakan sebagai reagent penyemprot bila batas permukaan pelarut dan zat terlarut dalam kertas ingin dibuat dapat dilihat.5 Teknik Kromatografi Kertas Proses pengeluaran asam mineral dari kertas disebut desalting. ia diletakkan di dalam ruang yang sudah dijenuhkan dengan air atau dengan pelarut yang sesuai. Descending adalah salah satu teknik di mana cairan dibiarkan bergerak menuruni kertas akibat gravitasi. Hal ini dapat dilakukan misalkan dengan membuat grafik antara RM α terhadap jumlah kation dalam suatu deret homolog.5°C. . Dilakukan beberapa pengerjaan yang paralel. pelarut bergerak ke atas dengan gaya kapiler. Materi yang terdapat di dalam kertas dapat ditentukan secara langsung dengan pelarutan.13. maka memungkinkan untuk mengidentifiksi suatu anggota deret homolog. Penjenuhan dapat dilakukan 24 jam sebelum analisis. Sedangkan yang ketiga dikenal sebagai cara radial atau kromatografi kertas sirkuler. agar mencapai kesetimbangan sebelum pengaliran pelarutnya pada kertas. Rf nya tidak boleh berbeda lebih dari ± 0. Pada teknik ascending. Setelah kertas dikeringkan. Temperatur harus dikendalikan dalam variasi tidak boleh lebih dari 0. Atomiser yang harus lebih disukai. Larutan ditempatkan pada kertas dengan menggunakan mikropipet pada jarak 2-3 cm dari salah satu ujung kertas dalam bentuk coretan garis horizontal. Gas-gas juga dapat digunakan sebagai penanda bercak. Nilai R f harus sama baik pada descending maupun ascending. juga sangat bermanfaat untuk identifikasi. Kertas harus didiamkan dahulu paling tidak 24 jam dengan atmosfer pelarutnya. Kondisi-kondisi berikut harus diperhatikan untuk memperoleh nilai R f yang reprodusibel. selanjutnya dapat dilakukan analisis kolorimetri atau spektroskopi reflektansi bila sampel berupa logam.02. Setelah penandaan bercak atau batas permukaan. Kromatografi kertas selain untuk pemisahan dan analisis kuantitatif.

(Lihat Gambar 18. yang tampak dalam Gambar 18. kertas dikaitkan dalam cawan (trough) pelarut pada bagian atas bilik dan dibiarkan menggelantung ke bawah. misalnya. dengan menggunakan sistem-sistem pelarut yang berlainan. suatu reagensia yang bereaksi dengan gugus amino untuk menghasilkan senyawa ungu. Beberapa senyawa berpendar. Setelah garis depan pelarut bergerak menjalani hampir sepanjang pita kertas itu. kertas itu digantung pada bagian atas bilik sehingga tercelup ke dalam pelarut pada dasar bilik. . Setelah migrasi zat-zat terlarut paralel dengan satu sisi kertas dengan menggunakan satu sistem pelarut. adsorpsi dan pengikatan hidrogen. Jadi meskipun partisi cairan-cairan mungkin memang memainkan peranan dalam beberapa kasus. Jika tidak mereka harus ditemukan dengan sesuatu cara lain. noda-noda sering dicirikan oleh nilai . zat-zat terlarut dilarutkan dan dalam kertas dengan pelarut yang tepat. terutama jika mereka dijalankan bersama-sama sepanjang satu pita kertas. kertas saring yang tampak kering itu sebenarnya dapat mengandung air dengan persentase tinggi. Contoh itu ditotalkan di dekat satu sudut lembar kertas saring bujur sangkar. Dalam bentuk turun. Nilai-nilai Rf yang identik untuk senyawa yang diketahui dan yang tidak diketahui. beberapa dalam sistem yang lain. Untuk analisis kualitatif.13. Serat selulosa yang hidrofilik dan kertas itu dapat mengikat air. Pemisahan diperoleh padahal fase geraknya dapat campur dengan air atau dalam beberapa kasus malahan fase geraknya adalah larutan air itu sendiri. dikeringkan dan diperiksa. Antaraksi antara zat terlarut dan penopang selulosa agaknya terlibat. lagi-lagi dari laboratorium Martin. Kadang-kadang terjadi bahwa semua komponen suatu contoh talc dapat dipisahkan dengan menggunakan satu sistem pelarut apapun. noda-noda itu bisa digunting bersama kertas saringnya. Jika senyawaan-senyawaan itu berwarna. dan pelarut itu akan merayap naik sepanjang kertas karena kapilaritas. dan larutan-larutannya diperiksa dengan teknik yang sesuai. Jadi kertas itu dipandang sebagai analog dengan sebatang kolom yang berisi fase stasioner berair. Untuk asam-asam amino. dan karena itu kertas itu dapat juga bertindak sebagai penukar ion. tentu saja noda-noda itu akan tampak. seringkali mekanisme kromatografi kertas lebih rumit daripada itu. Nilai-R f ialah perbandingan angka jarak berpindah zat terlatur itu dan jarak berpindahnya garis depan pelarut pada waktu yang sama. setelah disingkap ke udara yang lembap. Dalam teknik ini sedikit larutan contoh diteteskan pada satu ujung pita kertas saring dan noda itu dibiarkan mengering (meniupnya dengan pengering rambut cukup nyaman). Gugus karboksil dan yang dapat terionkan lainnya dimasukkan ke dalam kerangka selulosa selama operasi pembuatan bubur kayu dan pengelantangan dalam pembikinan kertas. dilaporkan pemisahan suatu campuran asam amino dengan menggunakan kromatografi kertas. seringkali adalah spektrofotometri Untuk maksud identifikasi.14. beberapa komponen berpisah dengan lebih baik dalam satu sistem. segera disadari bahwa model ini terlalu sederhana. dalam hal ini dapat terlihat noda-noda yang membara bila kertas itu ditaruh di bawah lampu ultraviolet.) Pada awalnya kromatografi dianggap semata-mata sebagai suatu bentuk partisi cairan-cairan. katakan 20% (bobot/bobot) atau lebih. kertas itu biasanya disemprot dengan larutan ninhidrin.Rfnya. kertas itu diputar 90 dan suatu sistem pelarut kedua mengangkut zat-zat terlarut ke dalam bagian kertas yang belum dipakai Pola noda-noda yang disemprot dengan ninhidrin yang dihasilkan dari penerapan teknik ini pada asam-asam amino dalam hidrolisat protein seringkali disebut "sidik jari'' protein itu. Dalam kromatografi kertas naik. sehingga ter-bentuk sederet noda yang terpisah. Ujung kertas saring itu kemudian dicelupkan ke dalam pelarut yang sesuai yang berada dalam bejana dan seluruh sistem berada dalam bilik tertutup. zat-zat terlarut dari dalam campuran asli akan ikut bermigrasi sepanjang kertas pada laju yang berbeda. pita itu diambil. pelarut akan bermigrasi ke bawah berkat kapilaritas dan dibantu gaya berat. Dalam kasus yang sukses.Kromatografi Kertas Dalam tahun 1944. akan merupakan bukti yang cukup kuat bahwa keduanya identik. Zat-zat terlarut itu kemudian dipartisikan antara air ini dan pelarut organik yang bergerak dan tak dapat campur dengan air. Maka dapatlah digunakan kromatografi kertas dua dimensi. Tetapi.

dinyatakan sebagai Rf zat tersebut. untuk melihat hasil stimulasi atau hambatan dari pertumbuhan bakteri. Kromatografi kertas menurun. Tinggi rak 5 cm kurang dari tinggi bejana bagian dalam. Pengamatan dengan cahaya biasa atau dengan sinar ultraviolet setelah kertas disemprot dengan pereaksi yang dapat memberikan warna pada bercak. kedua dari zat pembanding kimia dan ketiga dari campuran zat yang diperiksa dengan zat pembanding kimia dengan jumlah yang lebih kurang sama. Jika zat yang diperiksa sama dengan zat pembanding kimia. Untuk masing-masing kromatogram digunakan sejumlah zat yang bobotnya lebih kurang sama. Pada kromatografi pembagian. Pemisahan zat dengan cara kromatografi kertas menurun dilakukan dengan membiarkan fase bergerak merambat turun pada kertas kromatografi. dan kromatogram campuran memberikan bercak tunggal (Rf = 1. jika zat tampak dengan cahaya biasa atau dengan sinar ultraviolet. pertama dari zat yang diperiksa. Bejana sebaiknya terbuat dari kaca. Dalam hal ini dibuat 3 kromatogram pada sehelai kertas. KROMATOGRAFI KERTAS Pada kromatografi kertas sebagai penyerap digunakan sehelai kertas dengan susunan serabut dan tebal yang cocok. Letak bercak.B. . Menggunakan pencacah Geiger-Muller atau otoradiografik. Letak bercak yang diperoleh dari zat yang dikromatografi dapat ditetapkan dengan cara berikut: 1. Perbandingan jarak perambatan suatu suatu zat terhadap jarak perambatan fase bergerak dihitung dari titik penetesan larutan zat. Alat. Harga R f tersebut sangat berguna untuk identifikasi pendahuluan zat kimia. 4. Rak tahan korosi. Perbandingan jarak perambatan suatu zat dengan jarak perambatan zat pembanding kimia dinyatakan sebagai Rf. baja tahan karat a t au.0). Harga Rf mutlak sukar ditetapkan. maka ketiga kromatogram memberikan warna dan mempunyai harga Rf yang sama. Rak digunakan sebagai penyangga bak pelarut dan batang kaca antisifon. porselen dan bentuknya sedemikian rupa sehingga pengamatan selama kromatografi dapat dilakukan tanpa membuka tutup bejana. Pemisahan dapat dilakukan menggunakan pelarut tunggal dengan proses yang analog dengan kromatografi penyerapan atau menggunakan dua pelarut yang tidak dapat bercampur dengan proses yang analog dengan kromatografi pembagian. Silinder kaca yang tinggi dapat digunakan jika dapat ditutup hingga kedap uap dengan tutup yang cocok dengan pertolongan lemak penutup. jika ada zat radioaktif. fase bergerak merambat perlahan-lahan melalui fase tidak bergerak yang membungkus serabut kertas atau yang membentuk kompleks dengan serabut kertas. Identifikasi pemastian dilakukan dengan menggunakan zat pembanding kimia. karena harga R f yang diperoleh tergantung dari kondisi percobaan. Penggunaan zat pembanding kimia pada percobaan identifikasi. Pengamatan langsung. Bejana kromatografi. Menempatkan pita atau potongan kertas pada medium perbiakan yang telah ditanami. Bejana bertutup kedap uap yang mempunyai lubang untuk penambahan pelarut atau untuk pengurangan tekanan dalam. 3. 2.

Buat garis tipis dengan pensil melintang pada kertas pada salah satu ujung kertas sedemikian rupa. letaknya diluar sejajar dengan tepi bak pelarut dan sedikit lebih tinggi. Batas perambatan pelarut segera ditandai dan kertas dikeringkan. Usahakan agar kertas tidak terkena kotoran. Batang kaca antisifon.5 cm tetapi tidak lebih lebar dari panjang bak pelarut. Satu atau lebih bak pelarut terbuat dari kaca. Sejumlah fase bergerak dengan volume yang cukup untuk kromatografi. Sejumlah volume larutan zat yang diperiksa umumnya mengandung 1 mcg sampai 20 mg. Jika jumlah larutan yang diteteskan akan menghasilkan tetesan dengan garis tengah lebih besar dan 10 mm.Bak pelarut. Lubang ditutup dan fase bergerak dibiarkan merambat turun pada kertas sejauh yang dikehendaki Pada waktu membuka tutup bejana dan mengangkat kertas. usahakan agar pelarut tidak merambat lagi. Penjenuhan bejana yang berukuran besar jika perlu dilakukan selama 1 malam. Disangga oleh rak. Dasar bejana digenangi dengan fase tidak bergerak yang tertera pada masing-masing monografi. Lakukan menurut cara yang tertera pada Cara I tetapi bejana dijenuhkan dengan fase bergerak dan kertas telah diimpregnasikan dengan fase tidak bergerak. Panjang bak pelarut harus lebih besar dari lebar kertas kromatografi. fase bergerak dimasukkan kedalam bak pelarut melalui lubang. Digunakan kertas saring tertentu yang panjangnya lebih kurang sama dengan tinggi bejana. garis tersebut terletak beberapa cm di bawah batang kaca antisifon. dapat diisi dengan sejumlah volume pelarut lebih besar dari pada yang diperlukan. Kertas digantungkan di dalam bejana dengan menggunakan batang kaca antisifon dan batang kaca tebal lain yang dapat menahan ujung atas kertas di dalam bak pelarut. Kromatogram diamati dan diukur langsung atau setelah disemprot dengan pereaksi yang cocok. Lebar kertas tidak kurang dari 2. Kertas kromatografi. Bagian kertas yang tergantung dibawah batang kaca antisifon harus tergantung bebas di dalam bejana tanpa menyinggung rak. Zat yang diperiksa dilarutkan dalam pelarut yang cocok. dinding bejana atau cairan yang terdapat dalam bejana. garis tengah fetesan 6 mm sampai 10 min dengan jarak masingmasing tidak kurang dan 3 cm. teteskan larutan sedikit demi sedikit pada titik yang sama. jenuhkan dengan fase tidak bergerak dengan cara pengocokan. Cara II. tiap kali dibiarkan mengering dahulu sebelum ditetesi lagi. Setelah penjenuhan bejana. teteskan pada titik-titik tertentu pada garis pensil. Batang tersebut digunakan sebagai penahan kertas kromatografi. hingga jika kertas digantungkan pada batang kaca antisifon dengan salah satu ujungnya dalam bak pelarut dan ujun g lain tergantung bebas. Cara kerja Cara I. Bejana ditutup sehingga bejana dan kertas jenuh dengan uap pelarut. Jika perlu tekanan dalam yang berlebihan dikurangi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful