ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA KLIEN Tn.

P
Disusun untuk memenuhi tugas Keperawatan Jiwa Yang dibimbing oleh Bu Widhi Sumirat S. Kep,Ns

Disusun oleh : Kelompok 3 II B 1. Nisaul farikha 2. Novi anggraini 3. Putro setiawan 4. Trihadi prasetya 5. Wahyu adi sucoko ( 09041 ) ( 09042) ( 09055) ( 09060) ( 09063)

AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG PARE KEDIRI 2011

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG

I.

IDENTITAS KLIEN

Inisial Umur Alamat Pekerjaan Informan

: Tn. “P” : 20 th : Pare - Kediri : Mahasiswa : Pasien

(L)

Tanggal Pengkajian RM No.

: 3 Maret 2011 : 09.046

II. ALASAN MASUK Pasien selalu terbayang-bayang akan kenangan indahnya bersama mantan kekasihnya.

III. FAKTOR PRESIPITASI/ RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Semenjak 3 bulan yang lalu, pasien selalu tidak semangat dalam melakukan aktifitas karena selalu ingat kenangan manis saat bersama mantan kekasihnya, terlebih orang tersebut sangat berarti baginya. Ini terjadi karena mantan kekasihny tersebut tiba-tiba saja menjadi acuh padanya sejak bertemu dengan laki-laki lain.

IV. FAKTOR PREDISPOSISI  RIWAYAT PENYAKIT MASA LALU
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu? 2. Pengobatan sebelumnya?

Tidak

Penolakan 4. Kesan kepribadian klien : Ekstrovert Intovert Lain-lain:  RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA 1. kultural. 6. Aniaya fisik 2. “T” / : pasien berkelahi antar pelajar saat berusia 18 tahun.3. Aniaya seksual korban/usia saksi/usia 3. Pernah menngalami penyakit fisik (termasuk gangguan tumbuh kembang)? Tidak  RIWAYAT PENYAKIT LALU Pelaku/usia 1. “P” / Tn. jelaskan Perubahan pertumbuhan dan perkembangan Berduka antisipasi Berduka disfungsional Respon pasca trauma 7. Kekerasan dalam keluarga 5. sosio. psiko. spiritual): Pasien mengalami fase kehilangan yang mendalam dalam rentang waktu yang berkepanjangan. Tindakan kriminal Jelaskan Tn. Pengalaman masa lalu lain yang tidak menyenangkan (bio. Adakah anggota keluarga yang menngalami gangguan jiwa? Tidak . Dan menjadi saksi dari tindakan kriminal . Masalah Keperawatan : Sindroma trauma perkosaan Resiko tinggi kekerasan lain-lain.

mandi. STATUS MENTAL 1. instrumentasi) Lain-lain. MASALAH KEPERAWATAN Sindroma defisit perawatan diri (makan. jelaskan V. Kesadaran  Kwantitatif/ penurunan kesadaran Compos mentis Sopor apatis/ sedasi subkoma somnolensia koma  Kwalitatif Tidak berubah Berubah . toileting. jelaskan 2.Hubungan keluarga gejala Riwayat pengobatan/ perawatan MASALAH KEPERAWATAN Koping keluarga tidak efektif Resiko tinggi kekerasan Lain-lain. Penampilan Tidak rapi Penggunaan pakaian tidak sesuai Cara berpakaian tadak seperti biasanya Jelaskan : Penampilan untuk saat ini rapi dan sesuai dengan yang seharusnya.

sebutkan 5. Afek / Emosi adekuat tumpul dangakal/datar labil .Meninggi Hiposa Gangguan tidur: Insomnia Disosiasi: 3. Disorientasi Waktu Tempat Orang Jelaskan : pasian masih mampu mengingat hal-hal tertentu dan tidak pernah disorientasi MASALAH KEPERAWATAN Resiko tinggi cedera Kerusakan komunikasi Kerusakan interaksi sosial 4. jelaskan : Tidak ada Peningkatan: Hiperkinesia. hiperaktifitas TIK Sterotipi grimase mannarism gaduh gelisah katatonik Tremor katalepsi gagap lain-lain. Katalepsi sub stupor katatonil flexibilitas Kerusakan komunikasi verbal Lain-lain. Aktifitas motorik/ psikomotor Kelambatan: Hipokinesia.

Masalah Keperawatan Resiko tinggi cedera Kerusakan komunikasi verbal Intoleransi aktifitas Resiko tinggi cedera 6. penglihatan penghidung/pembauan perabaan Perasaan ilusi depersonalisasi derealisasi Kerusakan mobilitas fisik Kerusakan komunikasi Kerusakan interaksi sosial Lain-lain.jelaskan . Proses pikir  Arus pikir Koheren Fligt of ideas Tangasial Neologisme Main kata-kata inkoheren blocing sirkumstansiality bicara lambat afasi asosiasi longgar pemulangan pembicaraan/persevarasi logorea bicara cepat assosiasi bunyi irelevansi lain2. akan tetapi paien selalu larut jika dia berada pada posisi sendirian. Persepsi Halusinasi Macam halusinasi: Pendengaran Pengecapan Masalah keperawatan Perubahan sensori perceptual: 7.inadekuat ambivalen cemas: anhedonia apati ringan merasa kesepian marah sedang berat eforia depresif/sedih panik Jelaskan: Pasien selalu berusaha untuk mengalihkan perhatian pada kesibukan-kesibukan. sebutkan lain-lain.jelaskan : perubahan persepsi diri.

 Bentuk pikir Realistik Autistic 8. sebutkan gangguan daya ingat jangka panjang amnesia.Masalah Keperawatan Perubahan proses pikir  Isi Pikir Obsesif Bunuh diri Alienasi Preokupasi ekstasi fantasi ideas of reference pikiran magis isolasi sosial pesimisme rendah diri Fobia sebutkan Waham: sebutkan jenisnya Agama Nihilistik Kejaran somatik. sebutkan nonrealistic dereistik . Memori Gangguan daya ingat jangka panjang Gangguan daya ingat saat ini Paramnesia.hipokondrik sisip pikir dosa kebesaran siar pikr curiga kontrol curiga Masalah Keperawatan Perubahan proses pikir. sebutkan jenisnya Hipermnesia.

jelaskan : sulit menilai seseorang 11. : --9. Daya tilik diri / insight Mengingkari penyakit yang di derita Jelaskan : pasien selalu menyalahkan keadaan. kemampuan penilaian Gangguan ringan bermakna Jelaskan : semenjak kejadian itu pasien merasa semua wanita mempunyai sikap yang sama seperti mantan kekasihnya. jelaskan : pola pikir yang pendek Lain – lain. Isolasi social : ada Lain – lain. Tingkat konsentrasi dan berhitung Mudah beralih Tidak mampu berkonsentrasi Tidak mampu berhitung Jelaskan : karena pikiran pasien tertuju pada masa lalunya. jelaskan menyalahkan hal – hal di luar dirinya . Masalah keperawatan Ketidakefektifan penatalaksanaan regiment terapeutik Perubahan proses pikir. Masalah keperawatan Perubahan proses pikir : konsentrasi menurun 10.Masalah keperawatan Perubahan proses pikir : Pasien tidak dapat berkonsentrasi dalam setiap melakuan aktifitas karena selalu teringat masa lalunya . Masalah keperawatan Perubahan proses pikir.

Keadaan umum : membaik 2. jelaskan : tidak terdapat masalah .12. Ukur: N: 80x/mnt turun ya. . . . Interaksi selama wawancara Bermusuhan Kontak mata kurang tidak kooperatif defensive mudah tersinggung curiga Jelaskan : tidak berani menatap perawat Masalah keperawatan : Kerusakan komunikasi Kerusakan Interaksi social Isolasi social Resiko membahayakan diri Resiko tinggi kekerasan Resiko menganiaya diri Resiko tinggi mutilasi diri Lain lain. jelaskan . Keluhan fisik : Masalah keperawatan 5. FISIK 1. Pemeriksaan fisik : tidak di temukan kelainan Resiko tinggi perubahan suhu tubuh : --Defisit volume cairan : --Perubahan volume cairan : --Resiko tinggi terhadap infeksi : Perubahan nutrisi : Lain lain. VI. . jelaskan S: 370C naik P: TB: 168cm tidak BB: 65 kg 4. Tanda Vital : TD : 120/80mmHg 3.

Harga diri : pasien dapat berinteraksi dengan baik . Citra tubuh: pasien merasa tidak percaya diri dengan pipi yang tembem. Ideal diri : pasien tidak tembem d. Masalah keperawatan Pengabaian unilateral Gangguan citra tubuh Gangguan integritas pribadi 2. b. Identitas : pasien sebagai mahasiswa akademi keperawatan pamenang dan anak. Genogram Harga diri rendah Lain lain.VII. c. Konsep Diri a. jelaskan . PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL (sebelum dan sesudah sakit) 1.

Masalah keperawatan Kerusakan komunikasi Kerusakan komunikasi verbal Isolasi sosial Lain – lain. Perawatan Diri 2) Makan Bantuan minimal Sebagian Bantuan total . AKTIVITAS SEHARI-HARI (ADL) 1. Hambatan dalam hubungan dengan orang lain : kurang percaya dengan orang yang baru dikenalnya. Peran serta dalam kelompok / masyarakat : Tidak aktif dalam kelompok masyarakat. Nilai dan keyakinan : pasien beragama Islam sejak lahir b. Konflik nilai / keyakinan / budaya : tidak ada c. jelaskan : tidak terdapat masalah keperawatan Kerusakan integritas social 4. Hubungan terdekat : Pasien merasa dekat dan nyaman bila sama teman-teman. b.3. jelaskan : kurangnya ketaatan dalam beribadah VIII. Hubungan Sosial a. c. Kegiatan ibadah : ibadah 5 waktu tidak rutin Masalah keperawatan Distress spiritual Lain – lain. Spiritual dan cultural a.

Perubahan nutrisi : > kebutuhan tubuh ......... jelaskan : Pasien ingin diet  Apakah anda makan memisahkan diri? Tidak Bila ya.. 3..3) BAB/BAK Bantuan minimal 4) Mandi Bantuan minimal 5) Berpakaian / berhias Bantuan minimal 2... Perubahan nutrisi:potensial > kebutuhan tubuh. Istirahat dan tidur ..kg Jelaskan : BB meningkat akibat pola makan yang ikut meningkat Masalah keperawatan Perubahan nutrisi : < kebutuhan tubuh. Lain Lain... jelaskan : -- Frekuensi makan sehari-sehari : 2 x(kali) Nafsu makan Meningkat Menurun Berlebihan sedikit sedikit   Berat badan Meningkat Menurun dan BB tertinggi: 70 kg BB saat ini: 65 kg... BB terendah : 60 ... Nutrisi  Sebagian Bantuan total Sebagian Bantuan total Sebagian Bantuan total Apakah anda puas dengan pola makan anda ? Tidak Bila tidak puas.

. Penggunaan obat Bantuan minimal Masalah keperawatan Konflik pengambilan keputusan ketidak patuhan Sebagaian Bantuan total Ketidakefektifan penatalaksanaan regiment terapuetik Lain lain.. Aktivitas didalam rumah Mempersiapkan makanan Menjaga kerapihan rumah Mencuci tangan Pengaturan keuangan 7..00 WIB s/d 05. Pemeliharaan kesehatan Perawatan Lanjutan Sistem pendukung 6..jelaskan... Aktivitas diluar rumah Belanja Transportasi Lain-Lain ya ya ya tidak tidak tidak ya ya ya ya tidak tidak tidak tidak ya ya tidak tidak .. Masalah keperawatan Gangguan pola tidur dan spesifiknya : insomnia 4...... 5.Tidur siang lama : tidak ada waktu Tidur malam lama : 22..00 WIB Aktivitas sebelum : sholat sesudah : mandi dan persiapan kuliah Keluhan : kadang tidak bisa tidur jika teringat masa lalunya.

Masalah keperawatan Devisit aktivitas deversional /hiburan IX..jelaskan...... Masalah dengan ekonomi : pasien merasa kurang dalam memenuhi kebutuhan Masalah dengan pelayan kesehatan : tidak ada . MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN Masalah dengan dukungan kelompok : teman –teman selalu menghibur dan berusaha membuat pasien tidak takut dan cemas serta mengingat masa lalu itu... X.. Masalah berhubungan dengan lingkungan : Masalah dengan pekerjaan : kadang pasien merasa kesulitan menerima pelajaran... Masalah dengan perumahan : tidak ada masalah. Maladaptif minum alkohol reaksi lambat /berlebihan bekerja berlebihan menghindar mencederai diri Lainnya Lain Lain : tidak ada masalah keperawatan...Jelaskan : kuliah dan olahraga. MEKANISME KOPING Adatif Bicara dengan lain Mampu menyelesaikan masalah Teknik relokasi Aktivitas konstruktif Olah raga Lainnya Masalah keperwatan Kegiatan penyesuaian Koping individu tidak efektif (koping detensif) Lain lainya... koping individu tidak efektif koping individu tidak efektif (menyangkal).

…………. ASPEK MEDIK Diagnosa medik : …………………………………………………………. Masalah keperawatan . Masalah keperawatan Enuresis maturasi Ketidakberdayaan Keputusasaan Perubahan kinerja peran XI. Terapi medik : ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………….. KURANG PENGETAHUAN TENTANG Penyakit jiwa Faktor presiptasi Koping Masalah keperawatan Perilaku mencari bantuan kesehatan Ketidakpuasaan Penatalaksanaan terapuetik tidak efektif Kurang pengetahuan spesifikknya Sistem pendukung penyakit fisik obat-obatan Lainnya Sindrom stres relokasi perilaku mencari bantuan gangguan konsep diri XII.Masalah lainnya : tidak ada. ……………………………………………………………………….

Gangguan konsep diri 2. spesifiknya …… anti-depresi anti-ansietas Efek-efek merugikan terapi Efek-efek merugikan terapi XIII. Reg MASALAH : 2B : 09. Ganggan pola pikir ANALISA DATA Nama Pasien : Tn “P” Tanggal No. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN 1. DATA : 03 Maret 2011 Ruang No.042 .Efek-efek merugikan terapi obat-obatan Efek-efek merugikan terapi anti psikotik Efek-efek multisistem.

1. Ds : • Do : • Isolasi sosial DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN (Berdasarkan prioritas) Ruang : 2B Nama Pasien : Tn “P” . • Pasien mengatakan keadaanlah yang salah Do : • • Klien terlihat murung. • Pasien mengatakan bersedih teringat akan masa lalu mantan kekasih yang acuh terhadap dirinya. Perilaku klien labil Gangguan pola pikir (waham curiga) Pasien mengatakan mempunyai penilaian yang sama. 2. Ds : • Gangguan konsep diri Pasien mengatakan tidak ada semangat untuk melakukan aktifitas. kalau setiap wanita itu seperti mantan kekasihnya (yang tiba-tiba bersikap acuh terhadap dirinya setelah bertemu dengan laki-laki lain).

042 Diagnosa Keperawatan Tanggal Teratasi Gangguan konsep diri Gangguan pola pikir (waham curiga) 04 maret 2011 04 maret 2011 Tanda Tangan NO.Bantu klien mengungka menceritakan penyebab perilaku • Motivasi klien untu mengidentifikasikan kekerasan yang dilakukan : atau jengkel penyebab perubahan o Menceritakan penyebab • Dengarkan tanpa me perilaku akibat perasaan depresif /sedih dari ungkapan perasaan k keterpurukan yang diri sendiri maupun lingkungan dialami. Setelah .No.”P” : : 09. 2. setelah 3x interaksi.x pertemuan klien menceritakan tanda-tanda saat 3.. klien : • mau menerima kehadiran perawat di TUK : sampingnya. 1. Tanggal Muncul 1. Setelah 5x pertemuan klien 2.Bantu klien mengungka dialaminya: . Bina hubungan saling p • Beri salam setiap in • Perkenalkan nama.046 Ruangan : Tgl Diagnosa Keperawatan 2 Perencanaan Tujuan 3 Kriteria Evaluasi 4 1 3-311 Gangguan Pola Pikir : waham curiga TUM : kien dapat mengontrol pola pikirnya (wahamnya) 1. Klien dapat • Mengatakan mau membina menerima bantuan hubungan saling perawat percaya dengan • Tidak perawat menunjukkan tanda – tanda curiga 1.klien dapat mengidentifikasikan 3.n perawat berkenalan • Tanyakan nama& p • Tunjukkan sikap ju berinteraksi • Tanyakan perasaan • Buat kontak interak • Dengar dengan perh 2.. 3. klien dapat 2. 03 maret 2011 03 maret 2011 INTERVENSI KEPERAWATAN RESIKO PRILAKU KEKERASAN Nama Klien Dx Medis No CM : Tn. Reg :09.

Jelaskan berbagai mengungkapkan m ketahhui klien. • Motifasi klien menc emosional)saat terja • Motifasi klien menc lain(tanda-tanda sosi 4. • Motifasi klien menc selama ini pernah di • Motifasi klien menc kekerasan tersebut te • Diskusikan apakah d dilakukannya masala Diskusikan dengan klien: 6.. o Tanda sosial : isolasi sosial. 4Peragaan cara merawa 6. 3Jelaskan pengertian. 4. o Efektivitas cara yang dipakai dalam menyelesaikan masalah 5. o Tanda emosional :perasaan marah. 2. 6 beri pujian kepada ke 6. murung. perasaan sedih dll. Diskusikan dengan klie saat ini. 5. 6. • Verbal: m marah dengan • Social: la • Spiritual: sesuai dengan 6. dilakukannya. Klien mendapat dukungan dari keluarga untuk mengontrol perilaku kehilangan.Klien dapat 4... terjadi perilaku depresif : o tanda fisik : murung. jenis perilaku o Jenis-jenis ekspresi kesedihan kehilangan yang yang selama ini telah pernah dialaminnya. o Perasaan saat melakukan menyelesaikan masalah. Jelaskan cara-cara • Cara fisik olahraga. Apakah klien mau marah sehat. • Motivasi klien menc perilakukekerasan. Setelah …X pertemuan klien dapat : Menjelaskan cara-cara sehat mengungkapkan marah. 7 tanyakan perasaan ke latihkan . jengkel. Setelah. 2 diskusikan ppotensi k perilaku kekerasan 6.perasaan kehilangannya. dll. dll.x pertemuan klien dapat menjelaskan perasaan menindifiksikan kehilangan. Setelah …X pertemuan keluarga : • Menjelaskan cara merawat klien dengan perilaku kehilangan • Menggungkapkan rasa puas dalam merawat klien 1. 5 beri kesempatan kelua 6. klien dapat mengidentifikasi cara kontruktif dalam menggungkapkan kehilangan.1 Diskusikan pentingnya klien untuk mengatas 6.. p perilaku kekerasan ya 6. 3.

Membantu klien mengungkapkan kehilangannya: • Memotivasi klien untuk menceritakan penyebab rasa kehilangan dan kesedihan yang mendalam. • Memotivasi klien menceritakan kondisi emosinya (tanda-tanda emosional)saat kehilangan • Memotivasi klien menceritakan kondisi hubungkan dengan orang lain(tanda-tanda sosial)saat terjadi kehilangan. nama panggilan perawatan dan tujuan perawat berkenalan • Menanyakan nama & panggilan kesukaan klien. 3. Mendiskusikan dengan klien perasaan kehilangan yang dialami saat ini. • Menunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi. Membantu klien mengungkapkan tandatanda perilaku kehilangannya: • Memotivasi klien menceritakan kondisi fisik saat kehilangan. 2. • Memperkenalkan nama. .040 Ruangan : IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI 1.DX TANGGAL & JAM 1. • Mendengar dengan perhatian ungkapan klien. 3 Maret 2011 : 09. • Motifasi klien untuk menceritakan jenis kehilangan yang dialami. • Mendengarkan tanpa menyela atau memberi penilaian setiap ungkapan perasaan klien. • Menanyakan perasaan & masalah yang dihadapi klien. • Membuat kontak interaksi dengan jelas. 4. Membina hubungan saling percaya dengan: • Memberi salam setiap interaksi. No.IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA Nama : Nn. Nd RM No.

Jelaskan berbagai alternative pilihan untuk mengungkapkan marah selain perilaku kekerasan yang di ketahhui klien. olahraga. 6 Memberi pujian kepada keluarga setelah peragaan 6. 3 Menjelaskan pengertian. 6. • Spiritual: sembayang/ doa. 2 Mendiskusikan ppotensi keluarga untuk membantu klien mengatasi perilaku kekerasan 6. dzikir. penyebab. dsb sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing. pukul bantal. dan cara merawat klien perilaku kekerasan yang dapat dilaksanakan oleh keluarga. Apakah klien mau mempelajari cara baru mengungkapkan marah sehat.• Motifasi klien untuk menceritakan perasaan klien setelah kehilangan tersebut. • Social: latihan asertif dengan orang lain. • Mendiskusikan dengan pasien apakah dengan kesedihan masalah yang dialami dapat teratasi. atau kasur. Jelaskan cara-cara sehat untuk mengungkapkan marah: • Cara fisik: nafas dalam. 5 Memberi kesempatan keluarga setelah peragaan 6. Mendiskusikan dengan klien: 1. • Verbal: mengungkapkan bahwa dirinya sedang marah dengan orang lain. 4 Memperagaan cara merawat klien (menangani perilaku kekerasan) 6. 7 Menanyakan perasaan keluarga setelah mencoba cara yang telah di latihkan . 6. 3. meditasi.1 Mendiskusikan pentingnya peran serta keluarga sebagai pendukung klien untuk mengatasi kekerasan 6. 5. akibat. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful