BAB I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama Sumber Daya Manusia Aparatur Negara mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Sosok PNS yang mampu memainkan peran tersebut adalah PNS yag mempunyai kompetensi yang diindikasikan dari sikap dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara bermoral dan bermental baik, professional

sadar akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk dapat membentuk sosok PNS seperti tersebut diatas perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang mengarah pada upaya peningkatan a. Sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsadan Negara serta tanah air. b. Kompetensi teknis, manajerial, dan atau kepemimpinannya. c. Efisiensi, efektifitas, dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan semangat kerjasama dan tanggung jawab sesuai dengan

lingkungan kerja organisasinya. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS, antara lain ditetapkan jenis-jenis Diklat PNS. Salah satu jenis Diklat adalah Diklat Prajabatan Golongan II yang merupakan syarat

1

pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk menjadi PNS Golongan II. Diklat Prajabatan Golongn II dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan,kepribadian dan Etika PNS, disamping pengetahuan dasar tentang sisten penyelenggaraan Negara, bidang tugas, dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas dan peranannya sebagai pelayan masyarakat.

1.2 Tujuan Sesuai dengan ketentuan dalam PP 101 tahun 2000, Diklat Prajabatan Golongan III bertujuan: a. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesioanal dengan dilandasi kepribadian etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi b. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa c. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pegayoman dan pemberdayaan masyarakat d. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik.

2

5 Kurikulum dan Metode Diklat a.1.3 Dasar Pelaksanaan a.d 2 Agustus 2010 dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 219 jam pelajaran. c. b. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 Tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Nomor KEP. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. d.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Diklat Prajabatan Gol III Angkatan 284 sampai dengan 285 dilaksanakan dalam waktu 21 (dua puluh satu ) hari dimulai tanggal 13 Juli 2010 s.05/MEN/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan. Diklat Prajabatan Golongan II dilaksanakan di Villa Duta Bangsa. Keputusan Lembaga Administrasi Negara Nomor 193/XII/10/6/2001 tentang Pedoman Umum Pendidikan dan Platihan Pegawai Negeri Sipil. 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang PokokPokok Kepegawaian. Kurikulum (Tentatif) Lampiran Peraturan Kepala Lembaga Adminitrasi Negara Nomer:4 Tahun 2010 tentang Pedoman dan Latihan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III : 3 . 1. Trawas Prigen Pasuruhan Jawa Timur.

Pegarahan Program e. Tata Upacara Sipil d. Metode Diklat Metode yang digunakan dalam program Diklat Prajabatan Golongan II adalah: 4 . 12 24 12 b. Latihan Kesegaran Jasmani b. Ceramah Kesehatan Mental g. Potensi Diri JUMLAH Catatan : 1. sesi = 3 jam Pelajaran (1 JP =45 Menit) 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 7 2 2 2 2 1 1 73 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 21 6 6 6 6 3 3 219 SESI 4 8 4 PEL. Baris Berbaris c.KURIKULUM DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III PEMERNTAH PROVINSI JAWA TIMUR JAM NO 1 2 3 MATA DIKLAT Dinamika Kelompok Pola Pikir (Mind Setting) PNS Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Indonesia Kepemrentahan Yang Baik Manajemen Kepegawaian Negara Etika Organisasi Pemerintah Pelayanan Prima Budaya Kerja Organisasi Pemerintah Percepatan Pembrantasan Koropsi Manajemen Perkantoran Modern Membagun Kerjasama Tim (Team Building) Komunikasi yang Efektif Wawasan Kebagsaan Dalam Kerangka NKRI Program Ko-Kurikuler a. Ceramah Umum/Muatan Teknis Substantif Lembaga f.

Diskusi kelompok untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang saling menghargai dan tukar menukar informasi serta memperkaya gagasan c. Ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab b.a. Simulasi/ Role Playing. Dalam simulasi ini para peserta melakukan pembelajaran dalam memainkaN peran dalam situasi tertentu seperti bermain peran (games) 5 .

DK pada diklat pra jabatan golongan II digunakan sebagai instrument atau teknik untuk memproses dinamika interaksi para peserta. jujur dan bertanggung jawab.BAB II. MATERI DIKLAT Sesuai dengan standart kompetensi yang di perlukan maka struktur kurikulum mata pendidikan dan pelatihan dalam diklat Golongan III sudah ditentukan oleh badan diklat provinsi Jawa Timur yang mengacu pada badan diklat pusat. komitmen. Materi pembelajaran DK mencakup disiplin.1 Dinamika Kelompok Dinamika Kelompok (DK) pada prinsipnya merupakan kegiatan interaksi timbal balik. Untuk membangun disiplin diri diperlukan adanya kesadaran akan perlunya disilin kemudian ditindaklanjuti dengan usaha berdisiplin atas dasar kemauan dan tekad kuat serta dukungan dari pimpinan maupun lingkungan 6 . Disiplin diri sebagai PNS pada dasarnya merupakan suatu sikap PNS yang taat aturan yang tercermin dalam perilakunya yang taat. rajin. Berikut ini ringkasan bebrapa materi yang di sajikan dalam diklat prajabatan golongan III sebagai berikut : 2. tertib. Karena itu disiplin diri PNS dapat merupakan potensi. kompak dan dapat dipercaya. saling pengaruh antar individu dan atau antara individu dengan kelompok dan atau antar kelompok. SDM apqaratur yang mengarah pada pencapaian tujuan bersama secara efektif dan efisien. sehingga kualitas pribadi mereka meningkat. integritas moral serta tanggung jawab profesi sebagai PNS yang memiliki etos kerja yang tinggi.

kerjanya. tetapi tidak berarti bahwa UUD 1945 mengizinkan Presiden Indonesia menjadi diktator. Kekuasaan dan tanggung jawab Presiden memang sangat besar. 28/1999 7 . a. Selain berdisiplin. Pada teori baru disebut ¡¨governance¡¨ yang berarti penyelenggaraan pemerintahan negara yang melibatkan negara dan sektor nonpemerintah dalam suatu usaha kolektif untuk memenuhi kepentingan seluruh masyarakat. aturan hukum. dinilai sebagai administrasi negara tradisional. kesetaraan serta efektivitas dan efisiensi. orientasi pada konsensus. PNS yang bermoral adalah PNS yang dapat memenuhi prasetyanya sebagai anggota KORPRI. yang didasarkan atas 7 asas pokok. Prinsip-prinsip governance yang baik adalah partisipasi. diterbitkan UU No. dengan kata lai PNS diharapkan akan selalu berperilaku yang apat diterima baik oleh siapapun dan dimanapun agar dapat tenjadi pengayom dan panutan. XI/MPR/1998. yang memperoleh nilai sangat baik alam DP3nya dan yang menerapkan etika pemerintahan secara terintegrasi. PNS juga dituntut memilki integritas moral yang tinggi. PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KK Pada administrasi negara modern abad XX pemerintah bukan hanya sebagai regulator tetapi terutama sebagai produsen berbagai barang dan jasa kebutuhan masyarakat. ketanggapan. 2. transparansi.2 SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA RI Sistem penyelenggaraan pemerintahan negara adalah penyelenggaraan kekuasaan eksekutif yang menjadi tanggung jawab Presiden. Berdasarkan TAP MPR No.

7/1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Sistem Pemerintah. mengayomi masyarakat. 2) TAP MPR. Aparatur pusat melaksanakan kewenangan-kewenangan pemerintah pusat. Sebagai bagian dari aparatur negara. memberdayakan masyarakat. 44/1999. yaitu kepastian hukum. Aparatur pemerintah di tingkat pusat maupun daerah terdiri atas aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara/daerah. 8 . Juga dibentuk Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN). yaitu perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksana misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggung jawaban secara periodik. Untuk meningkatkan kinerja aparatur pemerintah telah dibentuk Inpres No. aparatur pemerintah menjalankan fungsi: melayani masyarakat. IV/MPR/2000 berikut: 1) UUD 1945. 184/1998 dan No. sedangkan aparatur daerah melaksanakan kewenangan. tertib penyelenggaraan negara. 3) UU.tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN yang menetapkan asas-asas umum penyelenggaraan negara. keterbukaan. 5) PP. 6) KEPPRES. serta melaksanakan tugas umum pemerintahan dan tugas pembangunan. Pancasila merupakan sumber hukum dasar nasional. 7) PERDA. Tata cara pengajuan RUU dan RPP serta teknik penyusunannya diatur dalam Keppres No. proporsionalitas dan akuntabilitas. kepentingan umum. Setiap aspek dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan negara diatur dengan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan berdasarkan TAP No.kewenagnan daerah otonom. 4) PERPU.

Aparatur perekonomian negara atau BUMN terdiri atas perjan. Koordinasi fungsional dapat bersifat horisontal. kesekretariatan lembaga negara.sebagaimana kini ditetapkan berdasarkan UU No. dinas. Aparatur atau lembaga penyelenggara pemerintahan tingkat pusat terdiri atas departemen. meneg. 25/2000. yang Penyelenggara pemerintahan negara harus dimulai sejak perumusan sudah kebijaksanaan dan rencana. kecamatan dan kelurahan. cabang dinas. LPND. Desa bukan aparatur pemerintahan. perwakilan di luar negeri dan badan ekstra struktural serta instansi vertikal di daerah. memerlukan koordinasi. perum dan persero. setiap 5 tahun. Propenas dirinci ke dalam Rencana Pembangunan Tahunan (Repeta) yang memuat APBN. menko. diagonal dan 9 . Ada dua jenis koordinasi. terdiri dari sekretariat daerah. Aparatur perekonomian daerah atau BUMD terdiri atas perumda dan perseroda Proses manajemen penyelenggaraan pemerintahan negara dipedomani dengan ditetapkannya GBHN oleh MPR sesuai UUD 1945. tetapi kesatuan masyarakat hukum yang mewakili kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat. pelaksanaan GBHN dituangkan dalam Program Pembangunan Nasional (Propenas) yang memuat uraian kebijaksanaan secara rinci dan teratur yang ditetapkan oleh Presiden bersama DPR. 22/1999 dan PP No. hirarkis (vertikal) dan fungsional. menmud. kejaksaan agung. lembaga teknis daerah. propinsi dan kabupaten/kota. unit pelaksana khusus dinas. Di tingkat daerah. IV/MPR/1999. Berdasarkan TAP No. Untuk pelaksanaan rencana tersebut diadakan pengoperasian aparatur pemerintah.

penilaian kinerja. PN terdiri dari PNS. adil. penempatan. Koordinasi tidak identik dengan hubungan kerja.3 MANAJEMEN KEPEGAWAIAN NEGARA Administrasi Kepegawaian Negara adalah proses dan prosedur tertentu. Sistem skala ganda adalah sistem penggajian yang menentukan besarnya gaji didasarkan pada pangkat dan sifat pekerjaan yang dilakukan. promosi. dan pembangunan. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.teritorial. dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. dan berat tanggung jawab yang dipikul dalam melaksanakan pekerjaan itu. dan pemberhentian PN. Sistem skala tunggal adalah sistem penggajian yang memberikan gaji yang sama kepada pegawai yang berpangkat sama dengan tidak atau kurang memperhatikan sifat pekerjaan yang dilakukan dengan beratnya tanggung jawab yang dipikul dalam melaksanakan pekerjaan itu. dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara. prestasi kerja yang dicapai. pemerintahan. Dalam koordinasi terdapat hubungan kerja. manajemen kepegawaian negara yang secara garis besar meliputi kegiatan penerimaan pegawai. Bagi 10 . tetapi hubungan kerja tidak selalu merupakan Koordinasi 2. Anggota TNI. PN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Pegawai Negeri (PN) adalah setiap warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan diangkat oleh pejabat yang diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. atau diserahi tugas negara lainnya. jujur. penggajian.

Bagi yang sudah menduduki jabatan struktural atau fungsional berlaku sistem skala ganda. yang secara keseluruhan akan membentuk budaya organisasi yang sejalan dengan tujuan maupun filosofi organisasi. Dalam implementasinya. Istilah etika cenderung dipandang sebagai suatu sistem nilai apa yang baik dan buruk bagi manusia dan masyarakat.4 Etika Organisasi Pemerintah Etika secara umum diartikan sebagai nilai-nilai normatif atau pola perilaku seseorang atau sesuatu badan/lembaga/organisasi sebagai suatu kelaziman yang dapat diterima umum dalam interaksi dengan lingkungannya. Etika secara konseptual merupakan bagian dari disiplin ilmu filsafat yang berfokus pada nilai¡Vnilai yang diyakini dan dianut oleh manusia beserta pembenarannya. Etika dalam lingkup organisasi merupakan pola sikap dan perilaku yang diharapkan dari setiap individu dan kelompok anggota organisasi.PNS yang belum menduduki jabatan struktural atau fungsional berlaku sistem skala tunggal. Pengertian moralitas mengacu kepada nilai-nilai normatif yang menjadi keyakinan dalam diri seseorang atau sesuatu badan/lembaga/organisasi yang menjadi faktor pendorong untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. penggunaan istilah etika banyak dikembangkan dalam suatu sistem organisasi sebagai norma-norma yang mengatur dan mengukur profesionalisme seseorang. 2. Dalam model organisasi ideal (birokrasi menurut 11 . termasuk nilai-nilai hidup dan hukum-hukum yang mengatur tingkah laku manusia.

Untuk dapat melaksanakan pelayanan prima perlu memperhatikan prinsip-prinsip pelayanan prima: menciptakan citra positif di mata pelanggan dan cara-cara meningkatkan citra positif di mata pelanggan. yang meliputi perubahan paradigma pelayanan.5 PELAYANAN PRIMA Pelayanan sebagai usaha untuk membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan orang lain terkait dengan standar pelayanan. Untuk memahami wujud pelayan prima perlu diketahui tentang pengertian mutu pelayanan prima. pelayanan terkait dengan pelanggan. Selain itu. Pelayanan terkait dengan produk yang berupa barang atau jasa.Max Weber) setiap anggota organisasi dibatasi oleh norma-norma yang mengatur hubungan baik antar anggota organisasi maupun dengan pihak luar organisasi. Juga perlu mengetahui mutu 12 . Pelanggan ini ada pelanggan internal dan pelanggan eksternal. patuh dan taat terhadap perintah atasan dalam jalur hierarki. yaitu ukuran yang telah ditentukan sebagai suatu pembakuan pelayanan yang baik. 2. mendahulukan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi. pola interaksi antar anggota maupun dengan pihak luar bersifat impersonal. pelayanan mengacu pada kepuasan pelanggan dan dimensi pelayanan prima. bekerja sesuai aturan dan prosedur kerja yang baku. Etika dalam birokrasi model Weber adalah bekerja dengan keahlian dan spesialisasi dan karenanya pola promosi didasarkan pada kompetensi dan merit.

keamanan. Kesuksesan dalam pelayanan prima memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara top.pelayanan prima yang meliputi konsep mendahulukan kepentingan pelanggan dan pelayanan dengan sepenuh hati. 2. dengan persyaratan yang mengharuskan dilakukannya pekerjaan lebih banyak daripada sekedar hubungan pelanggan yang bersifat sementara. keterbukaan. tindakan sewaktu bekerja. rekan kerja. memerlukan lebih banyak komitmen yang lengkap dan lebih mendalam. dan lower management sehingga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat berpedoman pada prinsip: kesederhanaan. sikap hidup yang didasari oleh nilai atau keyakinan yang telah menjadi sifat/kebiasaan yang membudaya dalam perikehidupan suatu masyarakat yang tercermin dalam perilaku. efisien.6 BUDAYA KERJA ORGANISASI PEMERINTAH Budaya kerja adalah kebiasaan yang dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. ketepatan waktu. Kemitraan dengan masyarakat sebagai pelanggan memerlukan kualitas yang meyakinkan bahwa keinginannya akan terpenuhi melalui jasa pelayanan yang diterima. Dalam semangat kemitraan dengan masyarakat. middle. tetapi juga lebih bisa mengurangi kesalahan serta menghasilkan lebih banyak imbalan mendasar yang lebih besar daripada hubungan antara pemberi pelayanan dan pelanggan. Budaya 13 . Kemitraan pelanggan lebih banyak memberikan imbalan secara ekonomi. ekonomis. kejelasan dan kepastian. keadilan yang merata.

HAM. akuntabilitas. dan kegiatan penunjang disebut kegiatan fasilitatif. kepercayaan.kegiatan. Kegiatan-kegiatan organisasi dapat dikelompokkan dalam dua kelompok besar. Untuk mencapai tujuan tersebut. persaingan. sosbud. pelayanan suatu produk secara berkualitas. samapta. pemberdayaan harus dimunculkan PNS: masyarakat. yang bersih. Kondisi penyelenggaraan negara model lama adalah KKN. Oleh karena secara langsung mengenai tujuan organisasi. 2. pengembangan. informatika. Kegiatan pokok adalah kegiatan yang secara langsung mengenai tujuan organisasi.kerja merupakan gairah kerja yang selalu menginginkan perbaikan. maka kegiatan pokok organisasi yang satu akan berbeda dengan dengan kegiatan pokok organisasi yang lain kalau memang kedua organisasi itu mempunyai 14 . keterbukaan. berwibawa. supremasi hukum. Kondisi sekarang adalah globalisasi. profesionalisme. pasar bebas. Sikap bertanggung jawab. organisasi melakukan tugas-tugas atau kegiatan. yang memunculkan tuntutan demokratisasi. Budaya kerja aparatur pemerintah adalah tata cara pengelolaan administrasi pemerintahan. Kegiatan pokok sering disebut kegiatan substansif.7 MANAJEMEN PERKANTORAN MODERN Setiap orang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. politik. menimbulkan krisis ekonomi. yaitu kegiatan pokok dan kegiatan penunjang. bernegara. bermasyarakat. produksi suatu hasil. pembangunan dan kemasyarakatan yang mencakup: perencanaan. yang dapat merusak sendi kehidupan berbangsa.

Salah satu kegiatan penunjang ini adalah kegiatan penanganan data/informasi. pengertian manajemen perkantoran dapat dirumuskan sebagai rangkaian kegiatan perencanaan. sistem. prosedur dan metodenya serta informasi berkaitan. pengorganisasian.8 MEMBANGUN KERJASAMA TIM (TEAM BUILDING) Dalam organisasi modern sangat dikenal adanya cara kerja secara Tim. Kegiatan penanganan manajemen data/informasi perkantoran disebut kegiatan beraneka perkantoran. termasuk keuangan. menggunakan alat dan perlengkapan termasuk mebeler yang tepat. penggerakan serta pengawasan dan pengendalian pekerjaan perkantoran.Kelompok adalah sekumpulan dua orang atau lebih yang satu sama lain berinteraksi dalam mencapai tujuan bersama. ragam. Pengertian perkantoran modern dapat ditengarai adanya bangunan dan tata ruang yang baik. para pegawai dalam melaksanakan tugastugasnya berdisiplin. Pengertian Namun pengertian apapun yang diberikan. Sedangkan yang dimaksud dengan Tim adalah kumpulan orang-orang yang tergabung dalam suatu kelompok yang memiliki 15 . samakah tim dengan kelompok? Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang jelas antara Tim dengan kelompok. Akan tetapi. profesional memiliki sikap dan cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan jaman. 2. kegiatan penunjang untuk organisasi dengan tujuan apapun dapat dikatakan seragam. Secara substansional jelas yang di ¡§manage¡¨ adalah seluruh unsur perkantoran.tujuan yang berbeda.

mengembangkan iklim tim. Akan tetapi menembakkan atau mengirimkan informasi bukan berarti komunikasi. 2. beroperasi secara kreatif. mengevaluasi evektifitasnya sendiri. berkomunikasi secara terbuka. tim yang memanfaatkan energinya secara maksimal untuk menghasilkan sesuatu. Dalam rangka menerapkan kerjasama dalam membangun sebuah tim yang dinamis perlu mengacu pada pengertian tim dinamis. Tim Dinamis adalah Tim yang berkinerja tinggi.tujuan yang sama. anggotanya saling tergantung antara yang satu dengan yang lain. memfokuskan pada hasil. dibangun diatas kekuatan individu. saling mendukung kepemimpinan anggota yang lain. memperjelas peran dan tanggungjawab. membuat keputusan secara obyektif. menyelesaikan ketidaksepakatan.9 KOMUNIKASI YANG EFEKTIF Komunikasi didefinisikan sebagai menembakkan informasi kepada suatu sasaran yang barangkali saja tepat mengenai sasaran. saling memotivasi dan apabila terdapat permasalahan diselesaikan secara terbuka dengan pendekatan Win-win Solutions. dan bekerjasama dalam suasana saling percaya. Adapun unsur-unsur tim yang dinamis antara lain adalah menyatakan secara jelas misi dan tujuannya. diorganisir secara baik. Tim yang penuh percaya diri. Seringkali komunikasi antara dua orang atau lebih tidak berjalan 16 . Untuk mencapai tim yang dinamis tentu saja mengacu pada perkembangan tim dan perlunya membangun rasa kebersamaan dan mampu menumbuhkan kebanggaan Tim. tim yang saling tergantung satu sama lain.

Komunikasi didefinisikan sebagai menembakkan informasi kepada suatu sasaran yang barangkali saja tepat mengenai sasaran. media (channel/ saluran). atau menggunakan kata yang berbeda tetapi mempunyai arti yang sama. karena mereka dapat saja menggunakan satu istilah/kata yang sama tetapi mempunyai arti yang berbeda. Tiga unsur komunikasi: komunikator (pengirim pesan/sender). Dalam proses komunikasi dapat terjadi adanya gangguan (noise). dan penerima berita mengartikan tidak secara menyeluruh. komunikan (penerima pesan/reciever). atau menggunakan kata yang berbeda tetapi mempunyai arti yang sama. Tiga unsur komunikasi: komunikator (pengirim pesan/sender). yang disebabkan berita yang disampaikan tidak jelas. 17 . Dalam proses komunikasi dapat terjadi adanya gangguan (noise).dengan baik. Seringkali komunikasi antara dua orang atau lebih tidak berjalan dengan baik. atau gangguan cuaca yang mempengaruhi media komunikasi. media (channel/ saluran). komunikan (penerima pesan/reciever). atau gangguan cuaca yang mempengaruhi media komunikasi. karena mereka dapat saja menggunakan satu istilah/kata yang sama tetapi mempunyai arti yang berbeda. Akan tetapi menembakkan atau mengirimkan informasi bukan berarti komunikasi. yang disebabkan berita yang disampaikan tidak jelas. dan penerima berita mengartikan tidak secara menyeluruh.

Bangsa adalah rakyat yang bersepakat untuk bersatu dengan tekad untuk membangun masa depan bersama dengan cara membentuk negara yang akan mengatur dan mengurus kepentingan bersama secara adil. Untuk membentuk negara harus ada unsur-unsur dominan. mempunyai semangat pengabdian. agama. pelawan dan pendobrak yang mampu membawa bangsa ini untuk membebaskan dirinya dan penjajahan dan bebas merdeka. pengorbanan.10 WAWASAN KEBANGSAAN DALAM KERANGKA NKRI Secara konseptual negara terbentuk karena adanya perjanjian atau kesepakatan diantara kelompok-kelompok manusia dalam suatu wilayah atau daerah tertentu untuk mewujudkan kepentingan atau tujuan bersama tanpa membedakan ras/suku. mendirikan negara kesatuan RI dan telah mendapat pengakuan internasional. 18 . daerah atau wilayah yang jelas batas-batasnya. bahasa. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia nilai kejuangan dimaksudkan untuk menggambarkan daya pendorong.2. budaya dan kepentingan politik kelompok yang bersangkutan. Berkat pengalaman sejarah perjuangan bangsa dalam mengusir penjajah dan mengemban amanat penderitaan rakyat akhirnya mampu melandasi timbulnya semangat untuk menjadi bangsa yang bersatu. pemerintah yang berdaulat dengan tujuan tertentu dan secara formal mendapat pengakuan dari negara lain dalam rangka memenuhi tata aturan pergaulan internasional. gagah berani. sikap perkasa. yaitu rakyat yang bersatu sebagai satu bangsa. Bangsa Indonesia adalah rakyat Indonesia yang secara sosio-politis telah mempunyai kesatuan tekad sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. adat-istiadat.

sehingga mampu merancang langkah-langkah pembrantasan korupsi pada bidang tugasnya. peraturan setrategi dan implementasi percepatan pembrantasan korupsi di Indonesia. permasalahanya seputar korupsi. peraturan. serta penyebab dan permasalahan seputar korupsi. dan mampu mengatasi hambatan yang akan di hadapi penerapnya.12 PERCEPATAN PEMBRANTASAN KORUPSI Materi diklat ini darahkan pada pembahasan konsep. implementasi.13 POLA PIKIR (MIND SETTING) PEGAWAI NEGERI Setelah peserta prajab memahai materi ini diharapkan mampu merancang kerangka kerja untuk pola pikir sebagai PNS. daya saing nasional dan watak bangsa Indonesia. 2.rela berkorban karena ada kesadaran dan rasa tanggung jawab membela kebenaran. strategi. keadilan dan kejujuran demi kebaktian terhadap nusa dan bangsa yang tercinta. 2. kita harus mampu menyerap berbagai pengaruh positif dari luar untuk memantapkan dan meningkatkan kekuatan nasional. 19 . dan menangkal pengaruh negatif yang dapat merusak nilai-nilai kejuangan. Bagi para PNS juga diharapkan akan arti pentingnya peran pola pikir tersebut dalam pelaksanan tugas pelayanan kepada masyarakat dan pembentukan birokrasi pemerentah yang kuat. Setelah peserta diklat belajar materi ini diharapkan mampu menjelaskan konsep. Dengan daya saing yang berlandaskan wawasan kebangsaan yang mantap.

Suatu kehidupan yang serba tertib akan melahirkan suatu disiplin yang prima. Pembinaan mental fisik dan disiplin dilakukan secara terus menerus selama mengikuti diklat ini. PBB tujuannya antara lain adalah membentuk sikap. Salah satu bagian dari pembinaan mental. tertib di ruang makan. fisik dan disiplin adalah adalah pelajaran baris berbaris.2. 20 . jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. 23 tahun 1992 didefinisikan sebagai suatu keadaan sejahtera dari badan. tertib pengaturan dan penggunaan waktu (tepat waktu) dan kegiatan ¡V kegiatan lain yang tertib dan teratur. Pembinaan kesegaran jasmani sangat bermanfaat bagi CPNS guna menunjang kegiatan proses belajar mengajar selama mengikuti pelatihan. membina kebersamaan dan kesetiakawanan. dengan semua kegiatan dilakukan secara tertib yakni tertib di ruang kelas. Ceramah Kesehatan Mental Kesehatan menurut UU No. tertib di lapangan. Pelajaran baris berbaris bukanlah mengarahkan peserta menjadi TNI atau militer tetapi untuk mewujudkan disiplin yang prima. tertib di ruang tidur. serta kelak dapat meningkatkan produktivitas kerja yang prima saat telah menjadi PNS. agar dapat menunjang pelayanan yang prima pula.14 POGRAM KOKURIKULER a. disiplin.

jalan di tempat. belok kanan/kiri jalan. Sasaran gerakan berjalan adalah untuk melatih kelompok/barisan agar terbentuk kekompakan dan kerjasama yang harmonis. hadap serong kanan/kiri. yang akhirnya dapat membentuk sikap dan disiplin yang baik. Sasaran gerakan di tempat adalah melatih gerakan orang perorangan. balik kanan dan mengistirahatkan barisan. Setiap kesalahan yang dilakukan oleh orang perorangan langsung dibetulkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. PERATURAN BARIS BERBARIS Tujuan Instruksional Umum : Memahami. 1. menghentikan barisan dan membubarkan barisan. berhitung. GERAKAN BERJALAN Gerakan-gerakan yang umum dilakukan adalah maju jalan. gerakan enerjik. GERAKAN DI TEMPAT Gerakan-gerakan di tempat yang umum dilakukan adalah menyiapkan barisan (sikap sempurna). 2. melaksanakan dan menguasai gerakan-gerakan ditempat maupun berjalan secara tertib dan teratur dalam baris-berbaris. lencang depan. 21 . belok kanan/kiri. balik kanan maju jalan. dan berdisiplin. lencang kanan. Tujuan Instruksional Khusus : Memiliki rasa kebersamaan.b. Diharapkan tidak terulang kembali kesalahan yang sama. patriot. hadap kanan/kiri.

3. 22 . UPACARA UMUM Upacara umum adalah suatu kegiatan upacara secara umum di lapangan yang urut-urutan acaranya telah ditentukan dan dilaksanakan instansi resmi pemerintah. UPACARA KHUSUS Upacara khusus adalah suatu kegiatan upacara secara khusus yang tidak memerlukan pejabat-pejabat upacara dan susunan secara lengkap seperti upacara umum. 4. Tujuan Instruksional Khusus: Mampu menyelenggarakan suatu upacara (sebagai penanggung jawab). 5. ditunjuk sebagai pemimpin upacara atau pembina upacara. Kegiatan apel maupun pelaporan kesiapan belajar dan selesai belajar di kelas yang dilakukan instansi perkantoran atau lembaga pendidikan secara rutin agar dapat membiasakan diri untuk melaksanakan pekerjaan selalu tertib. teratur dan sempurna. memahami dan menguasai tatacara kegiatan dalam satu upacara baik upacara umum maupun upacara khusus. TATA UPACARA SIPIL Tujuan Instruksional Umum: Mengerti.

kemampuan.2 KESAN Bertambahnya wawasan kebangsaan. baik dari departemen sendiri maupun dengan departemen lainnya 23 . 3. ketrampilan dan pembentukan perilaku bagi CPNS agar mempunyai kemampuan dan etika moral dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selaku abdi Negara dan abdi Masyarakat. kedisiplinan.1 KESIMPULAN Diklat ini dimaksudkan untuk menghasilkan keluaran yang sama kompetensinya antara satu departemen dengan departemen lainnya. Dan juga memberikan bekal pengetahuan.BAB III PENUTUP 3. kerjasama antar kelompok dan tentunya juga menambah banyak teman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful