Oleh: Kelompok 4 (N1A005029-N1A005063

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN PURWOKERTO 2007

misal. Adapun macam – macam waham yaitu :     Waham bingung yang aneh waham kejar. halusinasi yang menonjol. terutama bentuk tidak sistematis Waham kebesaran Waham mempengaruhi. tempat. atau eretomania yang : • Biasanya spesial (misal. keyakinan bahwa orang lain dapat mendengar pikiran mereka  Waham penyisipan pikiran. “FBI mengikuti saya”) dan tetap dipertahankan meskipun telah diperlihatkan bukti-bukti yang jelas untuk mengoreksinya. waham sering ditemui pada gangguan jiwa berat dan beberapa bentuk waham yang spesifik sering ditemukan pada skizofrenia. tidak ada afek datar atau afek tidak serasi. “orang jahat ini” mengumpulkan alasan – alasan .  Waham penyiaran pikiran. atau waktu tertentu. somatik. pasien yakin bahwa mereka dapat mengontrol suatu presitiwa melalui telepati. sering berupa waham kejar. kelompok. melibatkan orang. keyakinan bahwa pikiran orang lain dimasukkan dalam benak pasien. pasien meyakini ada arti di balik peristiwa – peristiwa dan meyakini perbuatan orang lain seolah – seolah secara khusus diarahkan pada mereka. atau waham aneh yang nyata.PENGERTIAN WAHAM Waham adalah suatu keyakinan kokoh yang salah dan tidak sesuai dengan fakta dan keyakinan tersebut mungkin “aneh” (misal. GANGGUAN WAHAM Pasien ini tidak memperlihatkan gangguan pikiran dan mood yang perfasif seperti yang ditemukan pada kondisi psikotik lain.  Waham rujukan. mata saya adalah komputer yang dapat mengontrol dunia) atau bisa pula “tidak aneh” hanya sangat tidak mungkin. atau aktivitas tertentu) • Biasanya terorganisasi dengan baik (misal. pasien memiliki satu atau beberapa waham. semakin akut psikosis semakin sering ditemui waham disorganisasi dan waham tidak sistematis. dan ketidaksetiaan dan dapat juga berbentuk waham kebesaran.

dingin. dan regresi. Kondisi ini sering tampak membentuk kesinambungan klinis dengan kondisi seperti kepribadian paranoid. pasangannya sering mengabaikan mereka). ide – ide paranoid dan cemburu sering terdapat pada depresi. Singkirkan gangguan afektif. mekanisme pertahanan spesifik yang digunakan oleh pasien biasanya penyangkalan. mereka sering sangat sensitif. penggambaran mengenai batas – batas setiap sindrom menunggu penelitian lebih lanjut. Etiologi tidak diketahui. meskipun ia dapat melakukan pekerjaan dengan baik dan dalam hal – hal di luar waham mereka. reaksi paranoid akut sering ditemui pada pasien dengan delirium ringan dan pasien yang harus berada ditempat tidur karena sakit (dan sensorisnya terganggu). dan orang dengan gangguan pendengaran. argumentatif. ia cenderung mengalami isolasi sosial baik karena keinginan mereka sendiria tau akibat ketidakramahan mereka (misal. biasanya hal ini merupakan respon langsung terhadap waham mereka. RENTANG RESPON WAHAM Respon Adaptif Respon Maladaptif Distorsi pikiran Gangguan pikiran /waham Pikiran logis Persepsi akurat . kebermaknaan keadaan keluarga seperti ini sebagai etiologi belum pasti. insidennya lebih tinggi pada kelompok pengungsi. Pasien – pasien ini (cenderung berusia 40 -an) mungkin tidak dapat dikenali sampai sistem waham mereka disadari oleh keluarga atau teman – temannya.• • Ilusi Reaksi emosi berlebihan /kurang berespon emosi Sulit Perilaku aneh/tdk biasa Perilaku kacau tentang sesuatu yangdiri Menarik sedang dikerjakannya yang dapat dijelaskannya secara rinci). skizofrenia paranoid. Diagnosis mungkin sulit karena pasien sangat tidak percaya pada pemeriksa dan tidak mencari pengobatan secara sukarela. Isolasi sosial Biasanya waham kebesaran (misal. kelompok minoritas. Apabila terdapat disfungsi pekerjaan dan sosial. tidak berperasaan. tidak ada faktor genetik atau biologik yang telah diidentifikasi. Saat ini. sekelompok yang berkuasa tertarik hanya kepadanya) Wahamnya tidak cukup aneh untuk mengesankan skizofrenia. ada kecenderungan hubunhan di dalam keluarganya yang ditandai dengan kekacauan. paranoid sering terdapat pada orang tua dan pada orang yang menyalahgunakan zat stimulan. proyeksi.

Emosi konsisten dg pengalaman Perilaku sesuai Berhubungan sosial KATEGORI WAHAM  Waham sistematis: konsisten. dan glutamat Virus: paparan virus influenza pd trimester III Psikologis: ibu pencemas.  Waham nonsistematis: tidak konsisten. berdasarkan pemikiran mungkin terjadi walaupun hanya secara teoritis. abnormalitas pada dopamin. ayah tdk peduli Faktor Presipitasi    Proses pengolahan informasi yang berlebihan Mekanisme penghantaran listrik yang abnormal Adanya gejala pemicu Mekanisme Koping     Regresi Proyeksi Menarik diri Pada keluarga: mengingkari . terlalu melindungi. diturunkan Neurobiologis. yang secara logis dan teoritis tidak mungkin PENGKAJIAN Faktor Predisposisi      Genetis. adanya gangguan pada kosteks pre frontal dan kosteks limbik Neurotransmiter. serotonin.

http//www. 29 Oktober 2007. Gail Wiscarzt. Waham. Buku Saku Keperawatan Jiwa edisi 3. 2002.wikipedia. Jakarta: EGC.org/wiki/waham. 2003. Tomb. . David A.Id.PERILAKU WAHAM  Waham agama: percaya bahwa seseorang menjadi kesayangan supranatural atau alat supranatural       Waham somatik: percaya adanya gangguan pada bagian tubuh Waham kebesaran: percaya memiliki kehebatan atau kekuatan luar biasa Waham curiga: kecurigaan yang berlebihan atau irasional dan tidak percaya dg orang lain Siar pikir: percaya bahwa pikirannya disiarkan ke dunia luar Sisip pikir: percaya ada pikiran orang lain yang masuk dalam pikirannya Kontrol pikir: merasa perilakunya dikendalikan oleh pikiran orang lain POHON MASALAH Masalah Kerusakan komunikasi verbal Problem Perubahan proses pikir: waham Etiologi Gangguan konsep diri: harga diri rendah DAFTAR PUSTAKA Stuart. NN. Jakarta: EGC. Buku Saku Psikiatri Edisi 6.

DAFTAR MAHASISWA KELOMPOK 4 (N1A005029-N1A005063) DAFTAR NAMA KELOMPOK Ryan Hara Ima Setya Dyah Rofi Yulia Fauziyah Yusep A Rahayu N Umy kartika Romantika M.Gofur N1A005029 N1A005031 N1A005032 N1A005033 N1A005034 N1A005035 N1A005036 N1A005037 N1A005038 .

M.Zaky Marissa WM Bejo Wahyu Puput P Herta Vika R Itasari Eka R Ria Novita Dyah I Elfira N Maritta Widi Anthony K Untung Imam Prasetyo Yuni Cicilia R Rofiyana Ari Nurlaeli Nurfitriana Yulia Rahmi Syaeful F Sulastini Novianenci N1A005039 N1A005040 N1A005041 N1A005042 N1A005043 N1A005044 N1A005045 N1A005046 N1A005047 N1A005048 N1A005049 N1A005050 N1A005051 N1A005053 N1A005054 N1A005056 N1A005057 N1A005058 N1A005059 N1A005061 N1A005062 N1A005063 .

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN WAHAM Diagnosa Keperawatan Tujuan 1. waham • • • • Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. Kerusakan komunikasi verbal b. Klien dapat mengontrol waham Klien keluarga wahamnya • Klien dapat minum obat sesuai program • • • • mendapat untuk dukungan mengatasi • Perencanaan Tindakan Bina hubungan saling percaya dengan klien Diskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi Bantu klien mengontrol waham Beri pendidikan kesehatan kepada keluarga untuk mengatasi waham klien Jelaskan dan fasilitasi minum obat Membina hubungan saling percaya Bersikap tenang Emphati terhadap klien .d. Klien dapat mengidentifikasi • • • kebutuhan yang tidak terpenuhi.

• • • Pertahankan kontak mata Perkenalkan diri Buat kontrak yang jelas dengan klien. tepati kontrak yg telah disepakati • • • • • • Dengarkan ekspresi perasaan klien Tidak mencoba menjelaskan/membantah klien Identifikasi kebutuhan yg tidak terpenuhi Diskusikan harapan-harapan klien selama ini Diskusikan harapan yang tercapai dan tidak tercapai Diskusikan perasaan klien terhadap harapan yang tidak tercapai tersebut .

• Paparkan klien pada realita sesuai kondisi lingkungan. • 2. Gangguan komunikasi verbal dengan • Klien dapat mengenal akan wahamnya. Adakan kontrak sering . Diskusikan kaitan perasaan klien dengan keyakinan klien (yang salah) Diskusikan konsekuensi keyakinan klien terhadap kehidupan sehari.• Diskusikan hubungan antara perasaan klien dengan keyakinan (waham) klien • • Bantu klien mengontrol waham Diskusikan perasaan takut. 1. berhubungan perubahan proses pikir. cemas.hari klien. dan marah yang dirasakan oleh klien.

dan singkat.  Gunakan teknik komunikasi terapetik  Pertahankan konsistensi perawat yang bertugas. Jangan membantah atau menyangkal keyakinan pasien. 2. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful