PEMBERIAN OBAT TOPIKAL

Oleh : Sumarno Adi Subrata, S.Kep Ns A. PENGERTIAN Obat merupakan sebuah substansi yang berasal dari tumbuhan, hewan,mineral maupun zat kimia tertentu yang diberikan kepada manusia atau binatang sebagai perawatan atau pengobatan bahkan pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh. B. REAKSI OBAT Sebagai bahan atau benda asing yang masuk kedalam tubuh obat akan bekerja sesuai proses kimiawi, melalui suatu reaksi obat. Reaksi obat dapat dihitung dalam satuan waktu paruh yakni suatu interval waktu yang diperlukan dalam tubuh untuk proses eliminasi sehingga terjadi pengurangan konsentrasi setengah dari kadar puncak obat dalam tubuh. Adapun faktor yang mempengaruhi reaksi obat yaitu : 1. Absorbsi obat 2. Distribusi obat 3. Metabolisme obat 4. Eksresi sisa Ada 2 efek obat yakni efek teurapeutik dan efek samping.efek terapeutik adalah obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diharapkan sesuai kandungan obatnya seperti paliatif ( berefek untuk mengurangi gejala), kuratif ( memiliki efek pengobatan) dan lain-lain. Sedangkan efek samping adalah dampak yang tidak diharapkan, tidak bias diramal, dan bahkan kemungkinan dapat membahayakan seperti adanya alerg, toksisitas ( keracunan), penyakit iatrogenic, kegagalan dalam pengobatan, dan lain-lain. C. PRINSIP PEMBERIAN OBAT 1. Tepat Obat Sebelum mempersiapkan obat, harus diperhatikan kebenaran obat sebanyak 3 kali yaitu ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan obat, saat obat diprogramkan, dan saat mengembalikan ketempat penyimpanan. 2. Tepat Dosis Sebelum memberi obat, periksa terlebih dahulu dosisnya. Jika ragu, berkonsultasilah dengan dokter yang menulis resep atau apoteker sebelum dilanjutkan ke pasien. Karena ada beberapa obat baik ampul maupun tablet memiliki dosis yang berbeda tiap ampul atau tabletnya. Misalnya asam mefenamat, 1 tablet ada yang 250 mg, ada juga yang 500 mg, ondansentron 1 ampul dosisnya ada 4 mg, ada juga 8 mg, ada antibiotik 1 vial dosisnya 1 gr, ada juga 1 vial 500 mg. Untuk menghindari kesalahan pemberian obat, maka penentuan dosis harus diperhatikan dengan menggunakan alat standar seperti obat cair harus dilengkapi alat tetes, gelas ukur, spuit atau sendok khusus, alat untuk membelah tablet dan lain-lain sehingga perhitungan obat benar untuk diberikan kepada pasien. 1

waktu dan oleh siapa obat itu diberikan. sebelum tidur. spray. malam. harus dicatat alasannya dan dilaporkan. rute. combivent. inhalasi. Rektal. obat dapat diberi melalui rute rektal berupa enema atau supositoria yang akan mencair pada suhu badan. 6. sesudah makan. Pemberian rektal dilakukan untuk memperoleh efek lokal seperti konstipasi (dulcolac supp). Topikal. Tepat pendokumentasian Setelah obat diberikan. losion. apakah diberikan peroral. kecepatan respon yang diinginkan. misalnya salbotamol (ventolin). Tepat cara pemberian obat Pastikan cara pemberian obat yang telah diprogramkan.3. D. parenteral/injeksi. alamat dan program pengobatan pada pasien. 5. atau obat itu tidak dapat diminum. subcutan (sc) dan intrathecal. dosis. harus didokumentasikan. tetes mata. CARA-CARA PEMBERIAN OBAT Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda. paling nyaman dan aman. 3. yaitu pemberian obat melalui kulit atau membran mukosa. adalah rute pemberian yang paling umum dan paling banyak dipakai. rektal. Faktor yang menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh keadaan umum pasien. siang. serta tempat kerja yang diinginkan. 2 . berotek untuk asma. krim. Saluran nafas memiliki epitel untuk absorpsi yang sangat luas. dengan demikian berguna untuk pemberian obat secara lokal pada salurannya. 5. yaitu melalui intravena (iv). 2. yaitu pemberian obat melalui saluran pernafasan. topikal. apakah pagi. Misalnya salep. Tepat waktu Pemberian obat harus benar-benar sesuai dengan waktu yang diprogramkan. Parenteral. sublingual. hemoroid (anusol). nomor register. saat makan. dll. pasien yang tidak sadar/kejang (stesolid supp). Obat dapat juga diabsorpsi melalui rongga mulut (sublingual atau bukal) seperti tablet ISDN. atau tidak melalui saluran cerna. kata ini berasal dari bahasa Yunani. sifat kimiawi dan fisik obat. namun sayangnya tidak semua obat disediakan dalam bentuk supositoria. 4. Tepat pasien Obat yang akan diberikan hendaknya benar pada pasien yang diprogramkan dengan cara mengidentifikasi kebenaran obat dengan mencocokkan nama. Bila pasien menolak meminum obatnya. Oral. 4. enteronberarti usus. Pemberian obat perektal memiliki efek yang lebih cepat dibandingkan pemberian obat dalam bentuk oral. sebelum makan. 1. Inhalasi. intramuscular (im). karena ekonomis. para berarti disamping. atau dalam keadaan darurat misalnya terapi oksigen. Karena berhubungan dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek terapi dari obat. jadi parenteral berarti diluar usus.

terbinafin 2. Tujuan pemberian obat topikal secara umum adalah untuk memperoleh reaksi lokal dari obat tersebut. Kortikosteroid : betametason. gunakan agen topikal 10. antibiotik (metronidazol) atau agen prostaglandin (misoprostol. Posisikan klien dengan tepat dan nyaman. handuk dan sabun basah 7. obat-obat keputihan seperti antijamur (nistatin). lotion. aerosol. lubang telinga. Baskom dengan air hangat. Identifikasi klien secara tepat 6. Macam-macam pemberian obat topikal a. Pemberian obat topikal pada kulit Contoh obat topikal untuk kulit : 1. hidung. Tutup gorden atau pintu ruangan 5. Bila kulit terlalu kering dan mengeras. waslap. Krim. salep dan losion yang mengandung minyak . Kassa balutan. Cek instruksi dokter untuk memastikan nama obat. hidrokortison Persiapan alat : 1.Letakkan satu sampai dengan dua sendok teh obat di telapak tangan kemudian lunakkan dengan menggosok lembut diantara kedua tangan 3 . Inspeksi kondisi kulit. Antibiotik : oxytetrasiklin 3. spray) 2. Obat topical sesuai yang dipesankan (krim. miconazol. PEMBERIAN OBAT SECARA TOPIKAL Pemberian obat secara topikal adalah memberikan obat secara lokal pada kulit atau pada membran di area mata. Cuci area yang sakit. bubuk. Buku obat 3. daya kerja dan tempat pemberian. Sarung tangan 5.6. pastikan hanya membuka area yang akan diberi obat 7. Oleskan agen topical : a. Anti jamur : ketoconazol. Atur peralatan disamping tempat tidur klien 4. cytotec) untuk memulai persalinan umumnya diberikan secara intravagina. Gunakan sarung tangan bila ada indikasi 11. Cuci tangan 3. Kassa kecil steril (sesuai kebutuhan) 4. lepaskan semua debris dan kerak pada kulit 8. 2. Intravagina. penutup plastic dan plester (sesuai kebutuhan) Prosedur kerja : 1. Lidi kapas atau tongue spatel 6. Keringkan atau biarkan area kering oleh udara 9. vagina dan rectum.

.. Pemberian obat mata Pemberian obat melalui mata adalah memberi obat kedalam mata berupa cairan dan salep. Lotion mengandung suspensi . buang peralatan yang sudah tidak digunakan pada tempat yang sesuai.Baca label untuk jarak yang dianjurkan untuk memegang spray menjauhi area (biasanya 15-30 cm) . Salep mata : gentamisin.Semprotkan obat dengan cara merata pada bagian yang sakit 12.Usapkan merata diatas permukaan kulit.Regangkan dengan baik lipatan bagian kulit seperti diantara ibu jari atau bagian bawah lengan . minta klien untuk memalingkan wajah dari arah spray. Buku obat 3.Pastikan bahwa permukaan kulit kering secara menyeluruh . 13. Untuk mendilatasi pupil pada pemeriksaan struktur internal mata 3.Bila leher atau bagian atas dada harus disemprot. Bola kapas kering steril (stuppers) 4. Bubuk .Kocok wadah dengan kuat .Bubuhkan secara tipis pada area yang bersangkutan d. Untuk mengobati gangguan pada mata 2. Tetes mata : gentamisin. Baskom cuci dengan air hangat 6. Untuk mencegah kekeringan pada mata Contoh obat topikal untuk mata : 1. lakukan gerakan memanjang searah pertumbuhan bulu. Bola kapas basah (normal salin) steril 5. Botol obat dengan penetes steril atau salep dalam tube (tergantung jenis sediaan obat) 2.Jelaskan pada klien bahwa kulit dapat terasa berminyak setelah pemberian b. . Rapikan kembali peralatan yang masih dipakai. Tujuannya adalah : 1. kloramfenikol Persiapan alat : 1.Oleskan sejumlah kecil lotion pada kassa balutan atau bantalan kecil . c.Kocok wadah dengan keras . kloramfenikol 2.Jelaskan pada klien bahwa area akan terasa dingin dan kering. Cuci tangan b. Penutup mata (bila perlu) 4 . Untuk melemahkan otot lensa mata pada pengukuran refraksi mata 4. Spray aerosol .

Pemberian obat tetes telinga 5 . Sementara jari tangan non dominan menarik kelopak mata kebawah.Setelah meneteskan obat tetes. 2. Pakai sarung tangan 7. Minta klien untuk melihat ke langit-langit 9. 13. ulangi prosedur .Membuka kelopak mata atas . Plester dengan aman tanpa memberikan penekanan pada mata. . kanan atau kedua-duanya) yang menerima obat.Berikan tekanan yang lembut pada duktus nasolakrimal klien selama 30-60 detik 10. minta klien untuk menutup mata dengan perlahan . jumlah tetesan.5-0. Dengan kapas basah steril. . 11. Identifikasi klien secara tepat 4. dengan perlahan usap dari bagian dalam ke luar kantus (kantung mata) 12.Minta klien untuk melihat kebawah . Teteskan obat tetes mata : . cuci tangan dan buang peralatan yang sudah dipakai 14. waktu pemberian dan mata (kiri.Dengan tangan dominan anda di dahi klien. bersihkan kelopak mata dari dalam keluar 8. Sacus konjungtiva normal menahan 1-2 tetes. Memasukkan salep mata : .Berikan aliran tipis sepanjang kelopak mata atas pada konjungtiva bagian dalam . Lepaskan sarung tangan.Teteskan sejumlah obat yang diresepkan kedalam sacus konjungtiva. pegang penetes mata yang terisi obat kurang lebih 1-2 cm (0. c. daya kerja dan tempat pemberian. pencet tube sehingga memberikan aliran tipis sepanjang tepi dalam kelopak mata bawah pada konjungtiva. Cek instruksi dokter untuk memastikan nama obat. Meneteskan obat tetes ke dalam sacus memberikan penyebaran obat yang merata di seluruh mata. Catat obat. Bila terdapat kelebihan obat pada kelopak mata.Bila klien berkedip atau menutup mata atau bila tetesan jatuh ke pinggir luar kelopak mata. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan 3. Sarung tangan Prosedur kerja : 1. Atur klien dengan posisi terlentang atau duduk dengan hiperektensi leher 6.75 inci) diatas sacus konjungtiva.Biarkan klien memejamkan mata dan menggosok kelopak mata secara perlahan dengan gerakan sirkuler menggunakan bola kapas. Bila klien mempunyai penutup mata. .Pegang aplikator salep di atas tepi kelopak mata.7. konsentrasi. Jelaskan prosedur pengobatan dengan tepat 5. pasang penutup mata yang bersih diatas pada mata yang sakit sehingga seluruh mata terlindungi.

Kaji respon klien : kaji pada karakter dan jumlah pengeluaran. jumlah dan dosis serta pada telinga bagian mana obat harus diberikan. Berikan penekanan yang lembut beberapa kali pada tragus telinga 8.Sediakan asisten bila diperlukan. Tujuannya adalah : 1. waktu. Buku obat 3. Menghilangkan nyeri 3.Identifikasi klien dengan tepat dan tanyakan namanya .Yaitu memberikan obat pada telinga melalui kanalis eksternal. Pelunak serumen : karbogliserin 10% Persiapan alat : 1. membunuh organisme penyebab infeksi pada kanal telinga eksternal) 2. Normal salin 5. Dokumentasikan semua tindakan 6 . 10. 3. Hangatkan obat dengan tangan anda atau rendam obat ke dalam air hangat dalam waktu yang singkat 5.Gunakan sarung tangan bila dicurigai ada infeksi . Bersihkan daun telinga dan lubang telinga : . untuk mencegah cidera pada bayi dan anak kecil . tarik daun telinga kebawah dan kebelakang (bayi) 6. 9.Atur posisi klien miring kesamping (side lying) dengan telinga yang akan diobati pada bagian atas. dalam bentuk cair.Dengan menggunakan cotton bud yang dibasahi cairan. bersihkan daun telinga dan meatus auditory 4. Untuk memberikan efek terapi lokal (mengurangi peradangan. Minta klien untuk tetap berada pada posisi miring selama 5 menit. Siapkan klien : . adanya ketidaknyamanan dan lain sebagainya. Untuk melunakkan serumen agar mudah untuk diambil Contoh obat topikal telinga : 1. Lakukan segera setelah obat dimasukkan dan ulangi pada saat efek obat telah bekerja. Sarung tangan Prosedur kerja 1. Cek kembali pengobatan. 2. Botol obat dengan penetes steril 2. Cotton bud 4. Tarik daun telinga keatas dan kebelakang (untuk dewasa dan anak-anak diatas 3 tahun). Masukkan sejumlah tetes obat yang tepat sepanjang sisi kanal telinga 7. Antibiotik : kloramfenicol 2. Rapikan alat dan buang peralatan yang sudah tidak dipakai 11.

cytotec. waktu. Dokumentasikan semua tindakan e. Sarung tangan Prosedur kerja: 1. Masukkan sejumlah tetes obat yang tepat pada bagian tengah konka superior tulang etmoidalis 6. Untuk mengobati infeksi pada vagina 2. Gunakan sarung tangan bila dicurigai ada infeksi 5. gastrul) 2.Sediakan asisten bila diperlukan. 2.Identifikasi klien dengan tepat dan tanyakan namanya . Pemberian obat melalui vagina Yaitu memberikan sejumlah obat ke dalam vagina dengan tujuan : 1. Rapikan alat dan buang peralatan yang sudah tidak dipakai 9. Untuk menghilangkan nyeri. Botol obat dengan penetes steril 2. Antijamur : nistatin 7 . jumlah dan dosis serta pada telinga bagian mana obat harus diberikan.d. rasa terbakar dan ketidaknyamanan pada vagina 3. Kaji respon klien : kaji pada karakter dan jumlah pengeluaran. Antikongesti : Oksimetazolin HCl Persiapan alat : 1. Buku obat 3. Minta klien untuk tetap berada pada posisi ini selama 1 menit 7. Bersihkan lubang telinga 4. Mengobati infeksi dari rongga hidung dan sinus Contoh obat topikal untuk hidung : 1.Atur posisi klien berbaring supinasi dengankepala hiperekstensi diatas bantal (untuk pengobatan sinus ethmoid dan sphenoid) atau posisi supinasi dengan kepala hiperektensi dan miring kesamping (untuk pengobatan sinus maksilaris dan frontal) 3. Lakukan segera setelah obat dimasukkan dan ulangi pada saat efek obat telah bekerja. adanya ketidaknyamanan dan lain sebagainya. Untuk mengurangi peradangan 4. Siapkan klien : . Pelunak servik/stimulasi kontraksi uterus (uterotropik) : preparat prostaglandin (misoprostol. Cek kembali pengobatan. Untuk melunakkan Contoh obat : 1. Untuk mengencerkan sekresi dan memfasilitasi drainase dari hidung 2. untuk mencegah cidera pada bayi dan anak kecil . 8. Pemberian obat tetes hidung Yaitu memberikan obat tetes melalui hidung dengan tujuan : 1.

Hormon : estriol Persiapan alat : 1.Jaga privasi.Identifikasikan klien dengan tepat dan tanyakan namanya . Antibiotik : metronidazol 4. . Obat sesuai yang diperlukan (cream. mengenai jenis pengobatan.Dokumentasikan seluruh tindakan 7. jelly. Lumaskan jari telunjuk yang telah dipasang sarung tangan dari tangan dominan. Pembalut 6. atau suppositoria 2.Mintalah klien untuk tetap berada pada posisi tersebut 5-10 menit setelah insersi.Kaji respon klien . catat adanya pengeluaran.Isi aplikator.Tutup dengan selimut mandi dan ekspose hanya pada area perineal saja. foam.Lepaskan sarung tangan dan buang ke tempat yang sesuai . Suppositoria . Siapkan klien : . waktu. Sarung tangan 5.Atur posisi klien berbaring supinasi dengan kaki fleksi dan pinggul supinasi eksternal . bau atau rasa yang tidak nyaman 5. Cek kembali order pengobatan. Pelumas untuk suppositoria 4. regangkan lipatan labia .Masukkan suppositoria sekitar 8-10 cm sepanjang dinding vagina posterior. Krim. ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan . Korden/pembatas/sketsel Prosedur kerja 1. Pakai sarung tangan 4. Aplikator untuk krim vagina 3.3. jelly atau foam . 3.Dengan tangan non dominan yang sudah terpasang sarung tangan.Buka bungkus alumunium foil supositoria dan oleskan sejumlah pelumas yang larut dalam air pada ujung supositoria yang bulat dan halus. Handuk bersih 7.Tarik jari tangan dan bersihkan pelumas yang tersisa sekitar orifisium dan labia . Lakukan tindakan perawatan perineum 6.Cuci tangan . vagina. jumlah dan dosis 2. Inspeksi orifisium vagina. . dan mintalah klien untuk berkemih terlebih dahulu . .Regangkan lipatan labia secara perlahan dengan tangan non dominan yang memakai sarung tangan 8 .

10. 2005. JNPK_KR. 3. Perawatan Maternitas. Taylor. Buku Ajar Praktek Kebidanan. JHPIEGO.Cuci tangan . EGC 9 . Bersihkan sisa kream pada labia dan orifisium vagina. 5.Dengan tangan dominan yang telah memakai sarung tangan. Potter. DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar. 9. . Nurrachmah. . Jensen. Samba. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta. Jakarta. . 2000. Fundamental of Nursing : Concepts. Edisi III. EGC 2. 2000. Alih bahasa Ester Monica. Depkes RI. 6. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Kozier..Tarik aplikator dan letakkan diatas handuk. Ruth.Instruksikan klien untuk tetap berada pada posisi semula selama 5-10 menit . Calofornia. EGC.Lepaskan sarung tangan. Bobak. 2000. Dorong penarik aplikator untuk mengeluarkan obat hingga aplikator kosong. Pusdiknakes. 2005. Penerbit buku kedokteran EGC. Infection Prevention. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan. New York. buang ditempat semestinya . Jakarta. Nutrisi dalam keperawatan. 2005.Buang aplikator atau bersihkan kembali sesuai dengan petunjuk penggunaan dari pabriknya. Engenderhealt.2004. Elly. 2003. Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Prosess and Practice : Sixth edition. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. 4. Barbara. Jakarta. K. masukkan aplikatot ke dalam vagina sekitar 5 cm. 2000. CV Sagung Seto. 8. Suharyati. 2001. Jakarta. Menlo Park. Johnson. 7.Dokumentasikan semua tindakan E.Kaji respon klien .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful