TUGAS GIZI PENILAIAN STATUS GIZI

OLEH: HAFIZ ARMAN Z. NIM. P27820310010

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SUTOPO SURABAYA TAHUN AJARAN 2010/2011

Masalah gizi. keadaan fisiologis f. umur c. Pada kasus tertentu. unsur sumber penyakit meliputi : a. Akar permasalahannya adalah krisis moneter yang berkepanjangan. Lingkungan sosial ekonomi dan budaya. Lingkungan biologis c. kekacauan. Munculnya permasalahan gizi dapat dilihat dari ketidakseimbangan antara penjamu. pemecahannya tidakselalu berupa peningkatan produksi dan pengadaan pangan. masalah gizi. Faktor gizi Kimia dari luar Kimia dari dalam Faali/ fisiologi genetis Psikis tenaga/ kekuatan fisik Biologis/ parasit unsur lingkungan meliputi tiga faktor yaitu a. khususnya gizi kuarang muncul karena masalah pokok yaitu kemiskinan. yaitu kemampuan r umah tangga memperoleh makanan untuk semua anggotanya. b. d. sosial. dan kurang keterampilan dari masyarakat. Kebiasaan seseorang. kurang pendidikan. Keadaan imunologis g. f.BAB 1 ¥ ¤ £¢ KON DA A TIMB LN A MA ALAH GIZI Masalah gizi pada hakikat adalah masalah kesehatan masyarakat. jenis kelamin d. kelompok etnik e. perang. meskipun sering berkaitan dengan masalah kekurangan pangan. Unsur penjamu meliputi : a. Pada krisi moneter seperti saat ini. krisis ekonomi ) masalah gizi muncul akibat masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. g. agens dan lingkungan. ¡ ¦   ¡ ¡ . c. dan penyebabnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait satu denngan yang lainnya. seperti dalam keadaan krisis ( bencana kekeringan. e. Lingkungan fisik b. Faktor genetis b.

Menurut model jaring jaring sebab akibat. apabila ini berlangsung lama.Secara umum. Menurut model ini. Ketidakseimbangan antara ketiga faktor ini misalnya terjadinya ketidakcukupan zat gizi dalam tubuh maka simpanan zat gizi akan berkurang dal lama kelamaan simpanan menjadi habis. cacat dan sembuh apabila ditanggulangi secara intensif. Ketidak cukupan zat gizi. Patogenesis penyakit gizi kurang melalui 5 tahapan yaitu : 1. sebagai akibat dari serangkaian proses sebab akibat . dan lingkungan. Proses riwayat alamiah terjadinya penyakit yang diterapkan pada masalah gizi (gizi kurang) melalui berbagai tahap yaitu diawali dengan terjadinya interakasi antara penjamu. dan akhirnya memasuki ambang klinis. terjadi perubahan anatomi yang dapat dilihat dari munculnya tanda yang klasik. Apabila ketidak cukupan zat gizi ini berlangsung lama maka persediaan/ cadangan jaringan akan digunakan untuk memenuhi ketidak cukupan itu. 2. Model segitiga epidimiologi yaitu kualitas antara penjamu. suatu penyakit tidak tergantung pada satu sebab yang berdiri send melainkan iri. sumber penyakit. Tingkat kesakitannya dimulai dari sakit ringan dampai sakit tingkat berat. yaitu ditandai dengan penurunan berat badan. Dari kondisi ini akhirnya ada empat kemungkinan yaitu mati. Menurut model roda. maka akanterjadi kemerosotan jaringan. 4. Proses itu berlanjut sehingga menyebabkan orang sakit. Apabila keadaan ini dibiarkan maka akan terjadi perubahan faali dan metabolisme. terjadi perubahan biokimia yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium. konsep timbulnya penyakit dapat dibagi dalam tiga model yaitu model segitiga epidimiologi. . Terjadi perubahan fungsi yang ditandai dengan tanda yang khas. sumber penyakit dan lingkungan. perubahan salah satu faktor akan merubah keseimbangan antara ketiga unsur tersebut. 3. model jaring jaring sebab aikibat dan model roda. suatu penyakit disebabkan oleh hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. sakit kronis. 5.

pertumbuhan dan fungsi normal dari organ organ.BAB 2 METODE PENILAIAN STATUS GIZI Ada beberapa istilah yang perlu diketahui sebelum mempelajari lebih lanjut tentang status gizi. malnutrisi. serta menghasilkan energi. . Pengertian istilah tersebut sangat berkaitan satu dengan yang lainnya. Under Nutrition : kekurangan konsumsi pangan secara relatif atau absolut untuk periode tertentu. Malnutrition ( Gizi salah. Malnutrisi ) Keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relatif maupun absolut satu atau lebih zaat gizi. penyimpanan. Gizi ( Nutrition ) Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti. Status Gizi ( Nutrition Status) Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. status gizi. Keadaan Gizi Keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaan zat zat gizi tersebut. Istilah tersebut yaitu gizi : gizi. dan KEP. absorpsi. Ada empat bentuk malnutrisi : 1. metabolisme dan pengeluaran zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan. Contohnya : Gondok endemik merupakan keadaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh. transportasi. atau keadaaan fisiologik akibat dari tersediaanya zat gizi dalam seluler tubuh.

yodium. dan VLDL ( Very Low Density Lipoprotein ). waktu. tersedianya fasilitas dan peralatan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode penilaian status gizi adalah tujuan. 4. Imbalance : karena disproporsi zat gizi misalnya : kolesterol terjadi karena tidak seimbangnya LDL ( Low Density Lipoprotein ). Hal hal tersebut di atas tidak berdiri sendiri. statistik vital.2. Fe. 3. tingkat reliabilitasi dan akurasi yang dibutuhkan. HDL ( High Density Lipoprotein ). . jenis informasi yang dibutuhkan. Kurang Enegi Protein ( KEP ) Kurang Energi Protein ( KEP ) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oelh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari hari dan atau gangguan penyakit tertentu. unit sampel yang diukur. dan faktor ekologi. klinis dan biofisik. Dalam pemilihan metode penilaian status gizi harus memperhatikan secara keseluruhan dan mencermati keunggulan dan kelemahan metode tersebut. Penilaian status gizi tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan. tetapi selalu berkaitan antara faktor yang satu dengan yang lainnya. Penilaian secara langsung meliputi : antropometri. Over Nutrition : kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu. dan dana. Penilaian secara tidak langsuung meliputi : survei konsumsi makanan. ketenagaan. misalnya kekurangan vitamin A. Pada dasarnya penilaian status gizi dapat dibagi dua yaitu secara langsung dantidak langsung. Specific Defisiency : kekurangan zat gizi tertentuu. dll. biokimia.

toksi/ zat kimia. dan sumber kesalahan biasanya berhubungan dengan latihan petugas. dapat mendeteksi keadaan gizi masa lalu.BAB 3 ANTROPOMETRI GIZI Pengertian pertumbuhan dan perkembangan mencakup dua peristiwa yang statusnya berbeda. Perkembangan adalaha bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagagi proses pematangan. dll. lingkaran lengan atas menurut tinggi badan (LLA/TB) dan lingkaran lengan atas menurut umur (LLA/U). ukuran panjang ( meter). Dalam penilaian status gizi. lingkaran lengan atas. berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Ukuran linier adalah ukuran yang berhubungan dengan panjang seperti tinggi badan atau panjang badan. Faktor internal mencakup faktor bawaan. Sedangkan faktor eksternal antara lain : gizi ibu pada saat hamil. metode ini memmpunyai kelemahan-kelemahan. endokrin. radiasi. lingkaran kepala. Antopometri sebagai salah satu cara untuk menilai status gizi. jenis kelamin. Berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan. antara lain : metode ini tidak sensitifitas. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah dan fungsi tingkat sel organ maupun individu yang bisa di ukur dengan ukuran berat (gram). Disamping mempunyai keunggulan. Indeks BB/TB mempunyai keunggulan dapat membedakan proporsi tubuh ( gemuk dan kurus ) dan kelemahannya . Indeks antropometri tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan. Jenis pertumbuhan dapat dibagi 2 yaitu pertumbuhan yang sifatnya linier dan pertumbuhan massa jaringan. mekanis. tinggi badan. Parameter tersebut antara lain : umur. tetapi pada dasarnya dapat dibagi 2 yaitu faktor internal dan eksternal. Ukuran massa tubuh jaringan adalah berhubungan dengan massa tubuh seperti berat badan. diperlukan berbagai jenis parameter. kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi dan akurasi. relatif tidak membutuhkan tenaga ahli. infeksi. berat badan. dapat mengevaluasi status gizi periode tertentu dan dapat digunakan untuk screening. Jenis-jenis indeks antropometri adalah berat badan menurut umur (BB/U). pengukuran antropometri. obstertik dan ras. Keunggulan metode antropometri adalah prosedurnya sederhana. Kombinasi dari parameter disebut indeks antropometri. tinggi badan menurut umur (TB/U). Penggunaan dan pemilihan parameter tersebut sangat tergantung dari tujuan pengukuran status gizi. tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan. kesalahan alat dan kesulitan pengukuran. lingkaran dada dan jaringan lunak. stress dan afoksia. alatnya murah dan mudah didapat. Penggunaan dan pemilihan indeks tersebut sangat tergantung dari tujuan pengukuran. metodenya tepat dan akurat. mempunyai keunggulan dan kelemahan. apakah mengukur status gizi sekarang atau mengukur status gizi yang dihubungkan dengan massa lampau.

gizi baik. Baku rujukan dikenal ada dua jenis yaitu baku internasional yaitu Harvard dan WHO-NCHS. dan arahnya adalah penggunaan WHO-NHCS. pengukuran silang antar observer dan pengawas (uji petik). Untuk menginterprestasikan hasil pengukuran diperlukan baku rujukan. 1975. Indeks BB/U mempunyai keunggulan antara lain baik untuk mengukur status gizi akut/kronis. menginginkan penggunaan baku rujukan yang seragam. Klasifikasi status gizi sangat ditentukan oleh cut of point. membuat aturan pelaksanaan pengukuran. status gizi dapat diklasifikasikan menjadi lebih. Untuk mendapatkan data yang baik. klasifikasi menurut Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes RI dan klasifikasi cara WHO. kesalahan alat. Penentuan cut of point dapat disajakan menjadi 3 cara yaitu : persen terhadap median. Hasil lokakarya Antropometri. karena badan dapat berfluktuasi dan sensitif terhadap perubahan. klasifikasi wellcome trust. 1991. Sedangkan akurasi adalah kemampuan untuk mendapatkan hasil yang sedekat mungkin denganpenyelia (supervisor). pelatihan petugas. Beberapa klasifikasi umum digunakan adalah klasifikasi Gomez. Presisi adalah kemampuan untuk mengukur subyek yang sama secara berulang-ulang dengan kesalahan yang minimum. Dewasa ini di Indonesia banyak digunakan persen terhadap median. Sekarang baku rujuk WHO-NHCS sudah digunakan secara luas. untuk menentukan status gizi diperlukan ambang batas atau cut of point. Kesalahan-kesalahan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesalahan pengukuran. Berdasarkan baku Harvard. klasifikasi jeliffe. klasifikasi waterlow. terutama di daerah terpencil dimana pencatatan kelahiran tidak dilaksanakan dengan baik.membutuhkan 2 macam alat ukur dan pengukuran relatif lebih lama. Untuk mengatasi kesalahan kesalahan tersebut dapat dilakukan berbagai usaha yaitu : memilih alat ukur yang sesuai dengan yang diukur. gizi kurang dan gizi buruk. dan kesalahan oleh tenaga yang mengukur. peneraan alat ukur secara berkala. persentil dan standart deviasi unit. merekomendasikan penggunaan baku Harvard dan hasil semi loka antropometri. Penggunaan antropometri sebagai alt ukur status gizi semakin luas digunakan dalam program-program gizi antara lain : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Kualitas sumber daya manusia Penilaian status gizi Pemantauan pertumbuhan anak Survei nasional vitamin A Survei Susenas Pemantauan status gizi Pengukuran TBABS Kegiatan penampisan Kegiatan di klinik Swa Uji Resiko KEK . Kelemahannya adalah umur sulit ditafsirkan secara tepat. perlu dilakukan standar prosedur pengumpulan data untuk mendaptkan presisi dan akurasi yang dapat diandalkan. Setelah mendapat indeks antropometri. klasifikasi Bengoa.

ada yang bersifat kualitatif seperti dietary history dan frekuensi makanan serta bersifat kuantitatif seperti recall 24 jam. Hasil pengukuran konsumsi makanan dapat dipakai untuk berbagai macam tujuan antara lain : menentukan tingkat kecukupan konsumsi gizi masyarakat. Pemilihan metode yang akan digunakan dalam suatu penelitian adalah ditentukan oleh pertimbangan dari tujuan penelitian. pendidikan gizi dan sebagainya.k) KMS ibu hamil l) Pemantauan status gizi orang dewasa BAB 4 SURVEI KONSUMSI MAKANAN Pengukuran konsumsi makanan adalah suatu cara penentuan status gizi secara tidak langsung yang dapat dipakai sebagai bukti awal akan terjadinya kekurangan gizi pada seseorang atau masyarakat. sehingga sangat diperlukan pengujian presisi dan akurasi atau validitas dari metode yang dipilih. Metode yang digunakan untuk pengukuran konsumsi. Daftar Konversi Mentah Masak (DKMM). sebagai dasar perencanaan program gizi. dan metode inventaris. pencatatan makanan. penimbangan makanan. ketersediaan dana dan tenaga. tingkat pendidikan responden dan pertimbangan logistik pengumpu data serta presisi dan lan akurasi dari metode terpilih. yaitu hasil Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998. Daftar Kandungan Gizi Makanan Jajanan (DKGJ). Pengolahan dan analisis data hasil pengumpulan data konsumsi makanan memerlukan sejumlah antara lain : Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM). food record. Daftar Konversi Penyerapan Minyak (DKPM). Sedangkan untuk interprestasi data dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG)yang berlaku untuk penduduk indonesia. . Masing-masing metode tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. dan Daftar Ukuran Rumah Tangga (DURT). jumlah responden yang akan diteliti. food account.

3. 2. ma pada pemeriksaan ka biokimia. Adanya keunggualan dan kelemahan pada pemeriksaan biokimia. laboratorium. Tanda-tanda klinis malnutrition (gizi kurang) tidak spesifik. sehingga kesimpulan dalam penilaian status gizi dapat lebih tepat dan lebih baik. 7. Riwayat medis perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah malnutrisi disebabkan oleh faktor primer. 5. mulut. riwayat medis dan pemeriksaan fisik. maka pada pemeriksaan biokimia dimasyarakat harus memperlihatikan hal-hal sebagai berikut : 1. urine dan organ lain. hal itu karena ada beberapa penyakit yang mempunyai gejala yang sama. Oleh karena itu pemeriksaan klinis ini harus dipadukan dengan pemeriksaan lain. . BAB 6 PENILAIAN STATUS GIZI SECARA BIOKIMIA Pemeriksaan Biokimia merupakan penilaian status gizi secara langsung. Perubahan perubahan tersebut dapat dilihat pada kulit atau jaringan epitel yaitu jaringan yang membungkus permukaan tubuh seperti rambut. muka. yaitu semua perubahan yang ada kaitannya dengan kekurangan gizi. Pemeriksaan biokimia dapat memberikan gambaran tentang kadar zat gizi dalam darah. tetapi penyebabnya berbeda. dan kelenjar tiroid.metabolik tubuh akibat kurangnya konsumsi zat gizi tertentu dalam waktu lama serta cadangan zat gizi dalam tubuh. Pemeriksaan fisik kita lakukan terhadap perubahan fisik. 4. 6. dan survei konsumsi makanan. gizi. mata. lidah. Mudah dalam pengambilan spesimen Stabil selama proses transportasi Tidak terlalu mahal Tidak memerlukan teknik laboratorium yang rumit Hasil tidak dipengaruhi oleh masukan makanan yang baru dikonsumsi Mudah diinterprestasikan Mempunyai nilai lebih diluar pemeriksaan biokimia.BAB 5 PEMERIKSAAN KLINIS Pemeriksaan klinis secara umum meliputi dua hal yaitu. yaitu konsumsi makanan atau bukan. Hasil pemeriksaan biokimia dapat memberikan indikasi perubahan status gizi seseorang pada tahap awal atau dini. seperti antropometri. perubahan .

produksi pangan. memerlukan tenaga yang profesional dan digunakan dalam keadaan tertentu saja. beri-beri. BAB 7 PENILAIAN STATUS GIZI DENGAN METODE BIOFISIK (BIOPH SICAL METHODS) § Penilaian status gizi dengan cara biofisik termasuk penilaian status gizi secara langsung. yaitu keadaan infeksi. Penilaian status gizi dengan cara ini termasuk mahal. Pemeriksaan funsi fisik yaitu mengukur perubahan fungsi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. antara lain faktor fisik. sulit dilakukan dan tidak obyektif. Cara ini mempunyai beberapa kelemahan antar lain : tidak spesifik untuk mengukur kekurangan vitamin A karena ada faktor lain yang ikut mempengaruhinya. Kejadian ini terjadi sebagai hasil saling mempengaruhi dari berbagai faktor. osteomalasia. Penilaian dapat dilihat dengan kemampuan fungsi jaringan dan perubahan struktur. konsumsi makanan. kebutuhan zat gizi meningkat. dll. dan parasit yang terdapat dalam tubuh. Disamping itu. . yang artinya infeksi dapat mempengaruhi terjadinyya malnutrisi dan sebaliknya malnutrisi akan mempengaruhi seseorang mudah terkena penyakit infeksi. Mekanisme terjadinya infeksi dan malnutrisi dapat bermacam macam. serta pelayanan kesehatan dan pendidikan. Hubungan infeksi dan malnutrisi merupakan hubungan sinergis. Penilaian dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu pemeriksaan radiologi. pemeriksaan fungsi fisik dan pemeriksaan sitologi. biologis dan budaya. Pemeriksaan sitologi biasanya untuk melihat KEP berat dengan melihat noda pada epitel dari mukosa oral. Biasanya dilakukan tes adaptasi diruang gelap untuk melihat apakah orang tersebut mempunyai kelainan fungsi pengelihatan (night blindness). pengaruh budaya. Jeliffe (1996) menyatakan bahwa ada enam faktor ekologi yang perlu dipertimbangkan sebagai penyebab malnutrisi. karena kasus-kasus gizi kurang subklinis semakin banyak dan gizi kurang yang fungsional dan anatomis semakin berkurang. Pemeriksaan radiologi dengan cara melihat tanda-tanda fisik seperti riketsia. baik secara sendiri-sendir maupun bersamaan seperti penurunan asupan zat gizi dan akibat kurangnya nafsu makan pada saat sakit. dapat terjadi akibat dari kehilangan cairan. sosial ekonomi. BAB 8 PENGUKURAN FAKTOR EKOLOGI Malnutrisi timbul akibat interaksi dari berbagai faktor lingkungan.Penilaian status gizi dengan cara biokimia akan semakin diperlukan dengan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

statistik pelayanan kesehatan. dan penyakit infeksi yang berhubungan dengan gizi. dan penyakit infeksi yang berhubungan dengan gizi. umur 1-4 tahun. kesulitan dalam pengumpulan data. Beberapa statistik vital yang berhubungan dengan keadaan kesehatan dan gizi antara lain angka kesakitan. Angka kematian berdasarkan umur meliputi umur 2-5 bulan. dan kemampuan untuk melakukan interprestasi secara tepat karena ada dua faktor lain yang turut mempengaruhi keadaan gizi. Meningkatnya kasus keadaan gizi yang berkunjung ke puskesmas merupakan indikasi tentang insiden keadaan kekuran gizi disuatu gan wilayah. yaitu angka kematian pada kelompok umur tertentu. Ada beberap kelemahan statistik vital untuk menggambarkkan keadaan gizi di suatu masyarakat. Penyakit infeksi dapat memperburuk keadaan gizi. Angka penyebab penyakit dan kematian pada umur 1-4 tahun merupakan informasi yang sangat penting untuk menggambarkan keadaan gizi disuatu masyarakat. Penggunaan statistik vital dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat. Data tentang penyakit infeksi juga sangat penting untuk dianalisis untuk mendiagnosa keadaan gizi di masyarakat. angka kematian. Kaitan penyakit infeksi dengan keadaan gizi kurang merupakan hubungan timbal balik dan sebab penyakit. pelayanan kesehatan. angka kesakitan akibatpenyebab tertentu. dan gizi yang jelek dapat mempermudah seseorang terkena penyakit infeksi.BAB 9 STATISTIK VITAL Salah satu cara untuk mengetahui gambaran keadaan gizi di suatu wilayah adalah dengan cara menganalisis statistik kesehatan. Begitu pula dengan kondisi yang ada dirumah sakit. Kelemahan-kelemahan tersebut antar lain data tidak akurat. Ada dua tempat yang penting yaitu puskesmas dan rumah sakit. . dan umur 1324 bulan. Data statistik layanan kesehatan dapat dilihat dari tempat layanan kesehatan itu berada. Jellife(1989) memberikan gambaran tentang beberapa informasi yang dijadikan pegangan untuk menganalisis keadaan gizi disuatu wilayah tertentu.

3 % : 84. Brochek et. Komposisi tubuh yang penting yaang berhubungan dengan antropometri dan pennentuan penyakit adalah kandungan kalium tubuh. protein 17%.7 % . baik adiposa maupun jaringan bebas lemak. lemak 17%. Menurut Gorrow JS. Rekomendasi komposisi tubuh menurut J.BAB 10 ANALISIS KOMPOSISI TUBUH Tubuh manusia terdiri dari dua bagian penting dengan yaitu adiposa dan jaringan bebas lemak. bioelektrik impedance dan isotope dilution.4 % : 16. dan kandungan nitrogen.9 % : 15. kandungan air. komposisi tubuh manusia untuk laki-laki dewasa adalah air 60%.Berbagai teknik untuk mengukur komposisi tubuh antara lain dengan densitometri. dan James WDT. dll 6%. Secara konseptual.al adalah : y y y y y Air Protein Mineral Lemak Massa bebas lemak : 62.4 % : 5. Menurut Gilbert B.F (1994) komposisi tubuhadalah jumlah seluruh bagian bebas lemak tubuh. jaringan bebas lemak adalah jaringan yang aktif dalam proses metabolisme dibandingkan dengan adiposa. Tiap-tiap metode mempunyai keunggulan dan kelemahan.

dan tanda -tanda fungsional untuk berbagai tingkat gizi. lipatan kulit triceps dan penundaan hipersensitive kulit. Indeks prognostik gizi memberikan indikasi risiko pasien terhadap kesakitan dan kematian setelah operasi. Tujuan pengukuran status gizi di rumah sakit adalah : 1. Menentukan secara akurat status gizi pasien 2. Disamping itu pula dikembangkan indeks prognostik rumah sakit. Ada 4 indeks prognostik gizi yang dilihat yaitu : serum albumin.BAB 11 PENILAIAN STATUS GIZI DI RUM AH SAKIT Iptek gizi dirumah sakit berkembang sangat pesat. Ada konsep yang menggunakan satu (single) parameter dan ada yang menggunakan gabungan parameter. konsumsi makanan. Berbagai variabel gizi untuk melengkapi pengukuran suatu gizi seperti pengukuran antropometri. . biokimia. serum transferin. laboratorium dan diet.. Menentukan tanda-tanda klinis yang berhubungan dengan malnutrisi 3. Untuk memonitor perubahan status gizi selama pemberian gizi dirumah sakit. Berbagai metode penentuan status gizi di rumah sakit pada umumnya adalah antropometri. Indeks prognostik gizi dipergunakan untuk mengidentifikasi indeks gizi yang berhubungan dengan malnutrisi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful