Dasar Fisika Radiasi

(Hendriyanto Haditjahyono)

Daftar Isi
I. II. Pendahuluan ...................................................................... 2 Struktur Atom dan Inti Atom............................................ 4
II.1 Struktur Atom..................................................................................... 5 II.2 Inti Atom............................................................................................. 8

III. Peluruhan Radioaktif....................................................... 13
III.1 Jenis Peluruhan................................................................................ 13 III.2 Aktivitas Radiasi.............................................................................. 17 III.3 Waktu Paro ...................................................................................... 19 III.4 Aktivitas Jenis.................................................................................. 20 III.5 Skema Peluruhan............................................................................. 20

IV. Interaksi Radiasi dengan Materi ..................................... 22
IV.1 Interaksi Radiasi Partikel Bermuatan.............................................. 22 IV.2 Interaksi Sinar Gamma dan Sinar-X................................................ 25 IV.3 Interaksi Radiasi Neutron................................................................ 31

V.

Sumber Radiasi................................................................ 34
V.1 Sumber Radiasi Alam....................................................................... 34 V.2 Sumber Radiasi Buatan..................................................................... 36

DAFTAR PUSTAKA............................................................... 43

I. Pendahuluan
Latar Belakang Materi fisika radiasi ini membahas konsep fisika yang mendasari fenomena fisis terjadinya radiasi nuklir dan proses interaksinya bila mengenai materi. Materi ini perlu dikuasai oleh peserta diklat sebelum membahas materi proteksi radiasi lainnya. Materi ini diberikan secara sederhana, dengan pendekatan praktis dan meminimalisasi kajian yang terlalu teoritis dan matematis, tanpa mengurangi esensi konsep fisisnya. Tujuan Instruksional Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan mampu menguraikan proses terjadinya radiasi baik yang berasal dari atom maupun inti atom yang tidak stabil; proses peluruhan inti atom yang tidak stabil; interaksi radiasi dengan materi; serta prinsip dari beberapa sumber radiasi buatan. Secara khusus setiap peserta akan mampu untuk: 1. menggambarkan struktur atom berdasarkan model atom Bohr; 2. menguraikan proses transisi elektron; 3. menguraikan ketidak-stabilan inti atom; 4. menyebutkan tiga jenis peluruhan radioaktif serta sifat dari masingmasing radiasi yang dipancarkannya; 5. menghitung aktivitas suatu bahan radioaktif; 6. menguraikan proses interaksi radiasi baik radiasi partikel bermuatan, tidak bermuatan maupun gelombang elektromagnetik, bila mengenai materi; serta 7. menguraikan prinsip kerja pesawat sinar-X. Dasar Fisika Radiasi Halaman 2

Materi Pembahasan Materi fisika radiasi ini dibagi menjadi empat bab yaitu struktur atom dan inti atom, peluruhan radioaktif, interaksi radiasi dengan materi, dan jenis sumber radiasi. Dalam bab struktur atom dan inti atom akan dibahas model atom Bohr, partikel penyusun atom beserta masing-masing karakteristiknya; kestabilan atom, transisi elektron, dan sinar-X karakteristik; ketidak-stabilan inti atom dan transformasi inti atom; serta energi dan intensitas radiasi. Dalam bab peluruhan radioaktif akan dibahas peluruhan inti atom yang tidak stabil secara spontan, yang meliputi peluruhan alpha, beta dan gamma, beserta masing-masing karakteristiknya; perhitungan aktivitas radioaktif dan konsep waktu paro. Dalam bab interaksi radiasi dengan materi akan dibahas proses yang terjadi bila radiasi alpha, beta, gamma, sinar-X atau neutron mengenai materi; serta perhitungan tebal penahan radiasi gamma dan sinar-X. Dalam bab jenis sumber radiasi akan dibahas beberapa jenis sumber radiasi alam dan sumber radiasi buatan; serta prinsip kerja mesin pembangkit sinar-X. Seluruh materi di atas diberikan selama 4 jam pelajaran (setiap JP setara dengan 60 menit) dengan metode kuliah dan tanya – jawab.

Dasar Fisika Radiasi

Halaman 3

II. Struktur Atom dan Inti Atom
Radiasi pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Beberapa contohnya adalah perambatan panas, perambatan cahaya, dan perambatan gelombang radio. Radiasi yang akan dibahas di sini adalah radiasi yang berasal dari proses fisika yang terjadi di dalam atom. Semua bahan (materi) yang ada di alam ini tersusun dari berjuta-juta molekul, sedangkan molekul itu sendiri terdiri atas beberapa atom. Sebagai contoh, segelas air terdiri atas molekul-molekul H2O, sedang sebuah molekul H2O terdiri atas dua buah atom hidrogen (dengan lambang H) dan sebuah atom oksigen (dengan lambang O). Jadi, atom itu sendiri dapat didefinisikan sebagai bagian terkecil dari suatu materi yang masih memiliki sifat dasar materi tersebut. Atom mempunyai ukuran sekitar 10-10 m atau 1 angstrom (= 1 Å). Istilah lain yang sering digunakan untuk menyatakan jenis atom adalah unsur. Sampai saat ini telah diketemukan 107 jenis unsur sebagaimana tertera pada tabel periodik (lihat lampiran I). Atom terdiri atas inti atom dan elektron. Inti atom yang sering disebut sebagai nuklir ataupun nuklida merupakan bagian dari atom yang memiliki massa terbesar (masif) dan berukuran sekitar 10-14 m atau 10-4 Å, sedangkan elektron yang mempunyai massa sangat ringan bertebaran memenuhi ruangan atom. Perkembangan selanjutnya juga menemukan bahwa inti atom terdiri atas dua jenis partikel yaitu proton dan neutron.

Dasar Fisika Radiasi

Halaman 4

maka diperkenalkan suatu konstanta yang disebut sebagai muatan elementer (e) sebesar 1.1 x 10-31 kg.1 Struktur Atom Untuk mempelajari struktur atom. setiap jenis atom diberi suatu nomor –yang disebut sebagai nomor atom– berdasarkan jumlah proton yang dimilikinya. Dasar Fisika Radiasi Halaman 5 . Model ini menggambarkan bahwa atom terdiri atas inti atom dan elektron-elektron yang mengelilingi inti atom dengan lintasan-lintasan atau kulit-kulit tertentu (lihat Gambar II. II. nomor atom dari unsur hidrogen adalah 1 sedang nomor atom dari unsur emas adalah 79. Sebagai contoh. unsur hidrogen (H) mempunyai sebuah proton.1). Model atom Bohr merupakan model yang paling sering digunakan karena sederhana tetapi dapat menjelaskan banyak hal. Sebagai suatu konvensi. sedang unsur emas (Au) mempunyai 79 buah proton. sebaliknya atom yang berbeda memiliki jumlah proton yang berbeda. Sedangkan neutron yang mempunyai massa 1.Elektron merupakan partikel yang mempunyai muatan listrik negatif sebesar 1. sebenarnya terdapat beberapa model pendekatan mulai dari yang paling sederhana hingga yang sangat rumit. Karena berhubungan dengan nilai muatan dan massa yang sangat kecil.6 x 10-27 kg. Inti atom itu sendiri terdiri atas proton dan neutron.675 x 10-27 kg dan tidak bermuatan listrik.67 x 10–27 kg.6 x 10-19 Coulomb dan mempunyai massa sebesar 9. Sebagai contoh.6 x 10-19 Coulomb yang sering dituliskan sebagai satuan massa atom (sma) sebesar 1. Jenis atom yang sama mempunyai jumlah proton yang sama. Proton mempunyai muatan listrik positif dan massa 1.

Atom ada dalam keadaan stabil bila setiap lintasan yang lebih dalam berisi penuh dengan elektron sesuai dengan kapasitasnya. Setiap lintasan elektron mempunyai tingkat energi tertentu. muatan atom ditentukan oleh jumlah proton dan jumlah elektronnya. Model atom Bohr Dipandang dari segi beratnya. Bila jumlah proton dan jumlah elektron di dalam suatu atom sama. Jumlah elektron yang dapat menempati setiap lintasan dibatasi oleh suatu aturan tertentu (2 x n2). Tetapi bila dipandang dari segi muatan listriknya. Semakin luar tingkat energinya semakin tinggi. bila suatu lintasan elektron masih belum penuh tetapi terdapat Dasar Fisika Radiasi Halaman 6 . unsur emas memiliki 79 buah proton maka sebuah atom emas yang netral akan mempunyai 79 proton dan 79 elektron. Sebagai contoh. sedangkan bila jumlahnya tidak sama maka dinamakan atom tidak netral atau ion. Lintasan K (n = 1) hanya dapat ditempati oleh dua buah elektron sedang lintasan L (n = 2) delapan elektron. karena massa elektron dapat “diabaikan” bila dibandingkan dengan massa proton maupun neutron.1. Sebaliknya. Lintasan elektron yang paling dalam dinamakan lintasan K. maka muatan atom tersebut nol sehingga dinamakan atom netral. Oleh karena itu elektron-elektron di dalam atom selalu berusaha untuk menempati lintasan elektron yang lebih dalam. massa suatu atom terkonsentrasi pada intinya. lintasan berikutnya L dan seterusnya.Gambar II.

Transisi elektron dari lintasan luar ke dalam (kiri) dan dari lintasan dalam ke luar (kanan) Energi radiasi sinar-X (E x) yang dipancarkan dalam proses transisi elektron ini adalah sama dengan selisih tingkat energi dari lintasan asal (E a) dan lintasan tujuan (Et ). maka atom tersebut dikatakan tidak stabil. Energi yang dipancarkan oleh proses transisi elektron dari lintasan yang lebih luar ke lintasan lebih dalam berbentuk radiasi sinarX karakteristik. sebaliknya untuk transisi dari lintasan dalam ke lintasan yang lebih luar dibutuhkan energi.2. Transisi Elektron Perpindahan elektron dari satu lintasan ke lintasan yang lain disebut sebagai transisi elektron. Sebagai contoh suatu atom yang tidak stabil adalah bila lintasan K dari suatu atom hanya berisi sebuah elektron sedang pada lintasan L nya berisi enam elektron. maka akan dipancarkan energi. Bila transisi tersebut berasal dari lintasan yang lebih luar ke lintasan yang lebih dalam. Gambar II.elektron di lintasan yang lebih luar. E x = Ea – E t Dasar Fisika Radiasi Halaman 7 .

Proses transisi elektron tidak hanya terjadi pada lintasan-lintasan yang berurutan. Sebagai contoh. yaitu bila jumlah protonnya sama tetapi jumlah neutronnya berbeda. Proses ini disebut sebagai proses eksitasi. energi sinar-X yang dipancarkan oleh transisi elektron di dalam atom perak (Ag) akan berbeda dengan energi yang dipancarkan oleh atom tungsten (W). oleh karena itu suatu unsur (jenis atom) yang sama mungkin saja terdiri atas inti atom yang berbeda. Dasar Fisika Radiasi Halaman 8 . 1. mungkin saja terjadi transisi dari lintasan M ke lintasan K dengan memancarkan radiasi sinar-X. II.Sebaliknya. inti atom atau nuklir terdiri atas proton dan neutron yang disebut sebagai nukleon (partikel penyusun inti atom). Nuklida atau jenis inti atom yang ada di alam ini jauh lebih banyak daripada unsur. karena unsur yang sama mungkin saja terdiri atas nuklida yang berbeda. yang akan dibahas lebih lanjut pada Bab IV. energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya proses transisi elektron dari kulit yang lebih dalam ke kulit yang lebih luar harus lebih besar dari pada selisih tingkat energi dari lintasan asal dan lintasan tujuan. Identifikasi Inti Atom (Nuklida) Nuklida adalah istilah lain yang digunakan untuk menyatakan suatu jenis inti atom.2 Inti Atom Sebagaimana telah dibahas sebelumnya. Tingkat energi lintasan dari setiap atom tidak sama. Jumlah proton dan jumlah neutron di dalam inti atom tidak selalu sama. Energi yang dipancarkan oleh transisi elektron dari lintasan M ke K lebih besar daripada transisi dari lintasan L ke K.

jumlah neutron dapat dituliskan sebagai N dengan hubungan N=A–Z Sebagai contoh nuklida 4 2He adalah inti atom helium (He) yang mempunyai dua buah proton (Z = 2) dan dua buah neutron (N = A – Z = 2). isotop. Salah satu cara penulisan lain yang paling sering dijumpai adalah tanpa menuliskan nomor atomnya seperti berikut ini. misalnya unsur emas adalah Au dan unsur besi adalah Fe. isoton dan isomer. XA atau X-A Contohnya nuklida He4 atau He-4 dan Co60 atau Co-60. Z adalah nomor atom yang menunjukkan jumlah proton di dalam inti atom. Nomor atom tidak dituliskan karena dapat diketahui dari jenis atomnya. isobar. Sedangkan penulisan suatu nuklida atau jenis inti atom harus diikuti dengan jumlah neutronnya sebagaimana konvensi penulisan sebagai berikut. ZX A X adalah simbol atom. Cara penulisan nuklida tersebut di atas merupakan konvensi atau kesepakatan saja dan bukan suatu ketentuan sehingga masih terdapat beberapa cara penulisan yang berbeda. Meskipun tidak dituliskan pada simbol nuklida. Dasar Fisika Radiasi Halaman 9 . Setiap atom yang berbeda akan memiliki jumlah proton yang berbeda sehingga nomor atomnya pun berbeda (Lihat tabel periodik di Lampiran I).Unsur dituliskan dengan lambang atomnya. sedang A adalah nomor massa yang menunjukkan jumlah nukleon (jumlah proton + jumlah neutron). Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan komposisi jumlah proton dan jumlah neutron di dalam inti atom yaitu.

14 6C 14 dan 7N Isoton adalah nuklida-nuklida yang mempunyai jumlah neutron sama. setiap unsur mungkin saja terdiri atas beberapa jenis nuklida yang sama. Inti atom yang memiliki tingkat energi lebih tinggi daripada tingkat energi dasarnya biasanya diberi tanda asterisk (*) atau m. 14 6C . tetapi mempunyai tingkat energi yang berbeda. 1H2. tetapi mempunyai nomor atom (jumlah proton) berbeda.Isotop adalah nuklida-nuklida yang mempunyai nomor atom (jumlah proton) sama. 7N15 dan 8O16 Isomer adalah nuklida-nuklida yang mempunyai nomor atom maupun nomor massa sama. tetapi mempunyai nomor atom (jumlah proton) berbeda. Sebagai contoh adalah isotop hidrogen sebagai berikut 1 H1. 28Ni 60 60 dan 28Ni * atau 28Ni60m Dasar Fisika Radiasi Halaman 10 .3 Isotop Hidrogen Isobar adalah nuklida-nuklida yang mempunyai nomor massa (jumlah proton + jumlah neutron) sama. Jadi. tetapi mempunyai nomor massa (jumlah neutron) berbeda. Gambar II. 1H3.

Sedangkan inti atom dikatakan tidak stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya “tidak seimbang” atau tingkat energinya tidak berada pada keadaan dasar. Kestabilan Inti Atom Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom sangat mempengaruhi kestabilan inti atom tersebut. kestabilan inti-inti ringan terjadi bila jumlah protonnya sama dengan jumlah neutronnya. Bila posisi suatu nuklida tidak berada pada posisi sebagaimana kurva kestabilan maka nuklida tersebut tidak stabil. 2.5 80 40 N/Z=1 0 0 20 40 60 Jumlah proton (Z) 80 Gambar II. Inti atom dikatakan stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya sudah “seimbang” serta tingkat energinya sudah berada pada keadaan dasar.4. Secara umum. Hubungan Z dan N untuk isotop stabil Gambar II. Jumlah Neutron (A-Z) 120 N/Z=1.4 di atas menunjukkan posisi (koordinat dari jumlah proton dan jumlah neutron) dari nuklida yang stabil. terlihat bahwa posisi nuklida berhimpit dengan Dasar Fisika Radiasi Halaman 11 . Tingkat energi Ni60 berada pada keadaan dasarnya sedang Ni60 * tidak pada keadaan dasarnya atau pada keadaan tereksitasi (excited-state).Kedua nuklida tersebut di atas mempunyai jumlah proton dan jumlah neutron yang sama tetapi tingkat energinya berbeda.

merupakan gambar kurva kestabilan (Gambar II. sedang kestabilan inti-inti berat terjadi bila jumlah neutron mendekati 1. yaitu menunjukkan inti-inti atom yang tidak stabil. Sebagai contoh Al-27 (13Al27) adalah nuklida yang stabil sedang nuklida Al lainnya (Al-24. Sedangkan bahan yang terdiri atas radionuklida dengan jumlah cukup banyak disebut bahan radioaktif. Al-25 dan seterusnya) tidak stabil. Proses perubahan atau transformasi inti atom yang tidak stabil menjadi atom yang stabil tersebut dinamakan peluruhan radioaktif.garis Z = N. Nuklida-nuklida yang tidak stabil (kotak tidak diarsir gelap) disebut sebagai radionuklida.5 kali jumlah protonnya. Radioisotop dan radionuklida adalah istilah yang sama. Isotop yang tidak stabil disebut sebagai radioisotop.5 di atas. Sebagian Tabel Nuklida Gambar II.5. Dari tabel nuklida tersebut. Proses peluruhan radioaktif seringkali harus melalui beberapa tingkatan intermediate (antara) sebelum menjadi inti atom yang stabil. Dasar Fisika Radiasi Halaman 12 . yang disebut sebagai tabel nuklida. Peluruhan seperti ini dinamakan peluruhan berantai. Gambar II.4) yang lebih rinci. petak-petak yang diarsir gelap menunjukkan posisi dari nuklida yang stabil sedang petak-petak lainnya adalah nuklida yang tidak stabil.

Dalam setiap proses peluruhan akan dipancarkan radiasi.III. Dasar Fisika Radiasi Halaman 13 . maka inti tersebut akan berubah dengan memancarkan radiasi alpha (α) atau radiasi beta (β). III. dan peluruhan gamma ( Jenis peluruhan γ). Peluruhan Radioaktif Inti atom yang tidak stabil secara spontan akan berubah menjadi inti atom yang lebih stabil. Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang. Sedangkan kalau ketidakstabilannya disebabkan karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasar. maka akan berubah dengan memancarkan radiasi gamma (γ). Peluruhan Alpha (α ) α 1. Dalam peluruhan ini akan dipancarkan partikel alpha (α) yaitu suatu partikel yang terdiri atas dua proton dan dua neutron.1 Jenis Peluruhan Terdapat tiga jenis peluruhan radioaktif secara spontan yaitu peluruhan alpha (α). Proses perubahan tersebut dinamakan peluruhan radioaktif (radioactive decay). Peluruhan alpha dominan terjadi pada inti-inti tidak stabil yang relatif berat (nomor atom lebih besar dari 80). peluruhan beta (β). Partikel α secara simbolik dinyatakan dengan simbol 4 2He . yang berarti mempunyai massa 4 sma dan muatan 2 muatan elementer positif. atau jenis radiasi yang dipancarkan dari suatu proses peluruhan ditentukan dari posisi inti atom yang tidak stabil tersebut dalam diagram N-Z.

kurang lebih 100 kali daya ionisasi partikel β dan 10.000 kali daya ionisasi sinar γ. b. Partikel β− identik dengan elektron sedangkan partikel β+ identik dengan elektron yang bermuatan positif (positron). Kecepatan partikel α bervariasi antara 1/100 hingga 1/10 kecepatan cahaya. Daya ionisasi partikel α sangat besar. bergantung pada energinya. Jarak jangkauan (tembus) nya sangat pendek. d. Pada diagram N-Z. Peluruhan beta terjadi pada inti tidak stabil yang relatif ringan. peluruhan β− terjadi bila nuklida tidak stabil Dasar Fisika Radiasi Halaman 14 . Partikel α akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau medan listrik. Dalam peluruhan ini akan dipancarkan partikel beta yang mungkin bermuatan negatif (β−) atau bermuatan positif (β+). Peristiwa peluruhan α ini dapat dituliskan secara simbolik melalui reaksi inti sebagai berikut: ZX A à Z-2YA-4 + α Contoh peluruhan partikel Alpha yang terjadi di alam adalah: 238 92U à 90Th234 + α Sifat Radiasi Alpha a. hanya beberapa mm udara. c.Radionuklida yang melakukan peluruhan α akan kehilangan dua proton dan dua neutron serta membentuk nuklida baru. Peluruhan Beta (β) β 2.

Sifat Radiasi Beta a. Daya ionisasinya di udara 1/100 kali dari partikel α. Dalam proses peluruhan β− terjadi perubahan neutron menjadi proton di dalam inti atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan inti berikut.+ í Sedangkan dalam proses peluruhan β+ terjadi perubahan proton menjadi neutron di dalam inti atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan inti berikut. Dasar Fisika Radiasi Halaman 15 . Z XA → Z −1 YA + â+ + í Contohnya adalah 8 O15 → 7 N15 + â + + í Neutrino ( í ) dan antineutrino ( í ) adalah partikel yg tidak bermassa tetapi berenergi yg selalu mengiringi peluruhan β.berada di atas kurva kestabilan sedangkan peluruhan β+ terjadi bila nuklidanya berada di bawah kurva kestabilan.+ í Z +1 P32 → 16 S32 + â . di udara dapat beberapa cm. XA → Z Contohnya adalah 15 YA + â . b. Jarak jangkauannya lebih jauh daripada partikel α.

peluruhan γ ini mengikuti peluruhan α ataupun β. maka partikel β mudah sekali dihamburkan jika melewati medium. Peluruhan γ dapat dituliskan sebagai berikut. Biasanya. atau pada bab sebelumnya dikatakan sebagai inti atom yang isomer. karena radiasi yang dipancarkan dalam peluruhan ini berupa gelombang elektromagnetik (foton). Partikel β akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau medan listrik. Peluruhan ini dapat terjadi bila energi inti atom tidak berada pada keadaan dasar (ground state). Peluruhan ini dapat terjadi pada inti berat maupun ringan. e.c. d. Peluruhan Gamma (γ) γ 3. Karena sangat ringan. Berbeda dengan dua jenis peluruhan sebelumnya. ZX A * à ZXA + γ à 28Ni60* + β− * à 28Ni60 + γ Salah satu contoh peluruhan gamma yang mengikuti peluruhan β 27Co 60 60 28Ni Sifat Radiasi Gamma Dasar Fisika Radiasi Halaman 16 . Kecepatan partikel β berkisar antara 1/100 hingga 99/100 kecepatan cahaya. di atas maupun di bawah kurva kestabilan. peluruhan gamma tidak menyebabkan perubahan nomor atom maupun nomor massa.

secara matematis akan diperoleh persamaan yang disebut sebagai hukum peluruhan yaitu: N = N 0 ⋅ e −λ⋅ t (III-3) Dasar Fisika Radiasi Halaman 17 .5 Å.N (III-2) Dari dua persamaan di atas. Sinar γ dipancarkan oleh nuklida tereksitasi (isomer) dengan panjang gelombang antara 0. b. sinar γ tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnit III. Daya ionisasinya di dalam medium sangat kecil sehingga daya tembusnya sangat besar bila dibandingkan dengan daya tembus partikel α atau β. Laju peluruhan – jumlah proses peluruhan per satuan waktu (∆N/∆t) – sebanding dengan jumlah inti yang tidak stabil (N) dan suatu konstanta yang disebut sebagai konstanta peluruhan (λ). atau dengan kata lain adalah laju peluruhan itu sendiri. c. A=λ . ∆N ∆t = λ⋅N (III-1) Aktivitas radiasi didefinisikan sebagai jumlah peluruhan yang terjadi dalam satu detik. Karena tidak bermuatan.005 Å hingga 0.a.2 Aktivitas Radiasi Sebagaimana telah dibahas pada bab sebelumnya bahwa inti yang tidak stabil akan berubah menjadi stabil dengan memancarkan radiasi (proses peluruhan).

Persamaan III-4 di atas dapat digambarkan dalam grafik eksponensial yang menunjukkan hubungan antara aktivitas radioaktif terhadap waktu.di mana N adalah jumlah inti atom yang tidak stabil saat ini. A = A 0 ⋅ e −λ⋅ t (III-4) di mana A adalah aktivitas pada saat t.7 x 1010 peluruhan per detik Dasar Fisika Radiasi Halaman 18 . Gambar III-2. Aktivitas radioaktif sebagai fungsi dari waktu Satuan Aktivitas Sejak tahun 1976 dalam sistem satuan internasional (SI) aktivitas radiasi dinyatakan dalam satuan Bequerel (Bq) yang didefinisikan sebagai: 1 Bq = 1 peluruhan per detik Sebelum itu digunakan satuan Curie (Ci) untuk menyatakan aktivitas radiasi yang didefinisikan sebagai: 1 Ci = 3. sedangkan A0 adalah aktivitas mulamula. Persamaan di atas dapat diubah menjadi bentuk aktivitas sebagai berikut. N adalah 0 jumlah inti atom yang tidak stabil saat mula-mula. λ adalah konstanta peluruhan sedangkan t adalah selang waktu antara saat mula-mula sampai saat ini.

dan satuan-satuan berkaitan yang lebih kecil yaitu miliCurie (mCi) dan micro Curie (µCi). Gambar III-3: Aktivitas radioaktif setelah waktu paro Nilai waktu paro suatu radionuklida dapat ditentukan dengan persamaan berikut ini. 1 mCi = 10-3 Ci 1 µCi = 10-6 Ci III. T½ = 0.27 tahun dan Ir-192 adalah 74 hari.693 λ (III-5) Konsep waktu paro ini sangat bermanfaat untuk menghitung aktivitas suatu radionuklida dibandingkan bila harus menggunakan persamaan matematis Dasar Fisika Radiasi Halaman 19 .3 Waktu Paro Waktu paro (T ½) didefinisikan sebagai selang waktu yang dibutuhkan agar aktivitas suatu radioaktif menjadi separuhnya. Setiap radionuklida mempunyai waktu paro yang unik dan tetap. Co-60 mempunyai waktu paro 5. Sebagai contoh.

(III-4). A = ( ½ )n . dan seterusnya.25 nya. Dapat juga menggunakan hubungan berikut ini.02 × 10 23 A (III-8) Nsp adalah jumlah atom dalam satu gram zat radioaktif. III. III. biasanya dinyatakan dalam satuan Ci/gram. sedang A adalah nomor massanya. sedang kalau dua kali T½ maka aktivitasnya tinggal 0. Makin pendek waktu paro unsur radioaktif. sedangkan T½ adalah waktu paro radionuklida. A0 (III-6) n = t T½ dimana t adalah selang waktu antara saat mula-mula sampai saat pengukuran.5 Skema Peluruhan Proses peluruhan suatu radionuklida dari keadaan tidak stabil menjadi stabil ternyata menempuh tahapan tertentu yang dapat digambarkan dalam Dasar Fisika Radiasi Halaman 20 . Bila selang waktunya sama dengan satu kali T½ maka aktivitasnya tinggal 0. Asp = λ x Nsp (III-7) N sp = 6.5 nya.4 Aktivitas Jenis Aktivitas jenis radioaktif ( A ) didefinisikan sebagai aktivitas dari satu sp gram zat radioaktif tersebut. makin besar aktivitas jenisnya.

Gambar berikut ini menunjukkan dua contoh yaitu skema peluruhan Cs-137 dan Co-60. sedangkan Co-60 memancarkan 2 jenis radiasi β– dan 2 jenis radiasi γ. Gambar III-4. Dari skema peluruhan tersebut juga dapat diketahui tingkat energi dari setiap radiasi yang dipancarkan maupun probabilitas jumlah (kuantitas) pancarannya.suatu skema peluruhan. Skema Peluruhan Cs-137 dan Co-60 Terlihat dari skema peluruhan di atas bahwa dalam perjalanannya menuju stabil Cs-137 memancarkan 2 jenis radiasi β– dan sebuah radiasi γ. Dasar Fisika Radiasi Halaman 21 .

Interaksi Radiasi dengan Materi Pada bagian ini akan dibahas interaksi yang terjadi antara radiasi dengan materi yang dilaluinya. Proses Ionisasi Ketika radiasi α (bermuatan positif) melalui materi maka terdapat beberapa elektron (bermuatan negatif) yang akan terlepas dari orbitnya karena adanya gaya tarik Coulomb. Interaksi radiasi α dengan materi yang dominan adalah proses ionisasi dan eksitasi. Oleh karena itu. partikel α secara fisik maupun elektrik relatif besar. Secara umum interaksi radiasi dapat dibedakan atas tiga jenis radiasi yaitu radiasi partikel bermuatan. Interaksi lainnya dengan probabilitas jauh lebih kecil adalah reaksi inti. radiasi α sangat mudah diserap di dalam materi atau daya tembusnya sangat rendah. IV. 1. Proses terlepasnya elektron dari suatu atom dinamakan sebagai proses ionisasi.IV. dan radiasi gelombang elektromagnetik seperti radiasi γ dan sinar-X. seperti radiasi α dan β. Radiasi α yang mempunyai energi 3.1 Interaksi Radiasi Partikel Bermuatan Dibandingkan dengan radiasi yang lain. Dasar Fisika Radiasi Halaman 22 . radiasi partikel tidak bermuatan yaitu radiasi neutron.5 MeV hanya dapat menembus 20 mm udara atau hanya dapat menembus 0. Selama melintas di dalam bahan penyerap. yaitu perubahan inti atom materi yang dilaluinya menjadi inti atom yang lain.03 mm jaringan tubuh. biasanya berubah menjadi inti atom yang tidak stabil. partikel α ini sangat mempengaruhi elektron-elektron orbit dari atom-atom bahan penyerap karena adanya gaya Coulomb.

perbedaannya dalam proses eksitasi. Setelah terjadi ionisasi maka atomnya akan bermuatan positif dan disebut sebagai ion positif. berkurang sebesar energi yang dibutuhkan untuk melangsungkan proses ionisasi. Setelah melalui beberapa kali (beribu-ribu) proses ionisasi.Gambar IV-1: Proses ionisasi Energi radiasi setelah melakukan sebuah proses ionisasi ( Eo ) akan lebih kecil dibandingkan dengan energi mula-mula ( Ei ). maka energi radiasinya akan habis. Gambar IV-2. Proses Eksitasi Proses ini mirip dengan proses ionisasi. Proses eksitasi Dasar Fisika Radiasi Halaman 23 . elektron tidak sampai lepas dari atomnya hanya berpindah ke lintasan yang lebih luar. 2.

maka energi radiasinya akan habis. Dasar Fisika Radiasi Halaman 24 . serta proses bremstrahlung. yaitu pemancaran radiasi gelombang elektromagnetik (sinar-X kontinyu) ketika radiasi β. dibelokkan atau diperlambat oleh inti atom yang bermuatan positif. Setelah melakukan beberapa kali (beribu-ribu) proses eksitasi. Proses eksitasi ini selalu diikuti oleh proses de-eksitasi yaitu proses transisi elektron dari kulit yang lebih luar ke kulit yang lebih dalam dengan memancarkan radiasi sinar-X karakteristik. 3.5 MeV dapat melintas di udara sejauh 11 meter atau dapat mencapai jarak sekitar 15 mm di dalam jaringan tubuh. energi radiasi setelah melakukan proses eksitasi (Eo ) juga berkurang sebesar energi yang dibutuhkan untuk melangsungkan proses eksitasi.Sebagaimana proses ionisasi. Ukuran partikel β jauh lebih kecil dan kecepatannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan partikel α sehingga partikel β dapat “masuk” mendekati inti atom. Proses Brehmstrahlung Proses ini lebih dominan dilakukan oleh partikel beta karena massa dan muatan partikel beta lebih kecil sehingga kurang diserap oleh materi atau daya tembusnya lebih jauh. Energi yang dibutuhkan untuk melakukan eksitasi tidak sebesar energi yang dibutuhkan untuk mengionisasi. Interaksi radiasi β dengan materi adalah proses ionisasi dan eksitasi sebagaimana radiasi α. Partikel beta dengan energi sebesar 3.

sinar γ dan sinar-X sangat sukar untuk diserap oleh materi. Energi partikel β yang lebih besar akan menghasilkan radiasi bremsstrahlung yang lebih besar. Dari persamaan (IV-1) di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. f = 3.2 Interaksi Sinar Gamma dan Sinar-X Sinar γ dan sinar-X merupakan radiasi gelombang elektromagnetik yang berarti tidak mempunyai massa maupun muatan listrik. Oleh karena itu. Dasar Fisika Radiasi Halaman 25 . Emaks (IV-1) dengan Z adalah nomor atom bahan penyerap sedangkan Emaks adalah energi maksimum dari partikel beta (dalam MeV).5 x 10–4 .Gambar IV-3. Proses terbentuknya Sinar-X bremstrahlung Fraksi energi ( f ) dari sinar-X bremstrahlung yang dihasilkan dapat ditentukan menggunakan persamaan empiris berikut ini. IV. Semakin besar nomor atom bahan penyerap (semakin berat) akan menghasilkan radiasi sinar-X yang lebih besar. atau daya tembusnya sangat besar. 2. Z .

disebut fotoelektron. Probabilitas terjadinya antara tiga proses tersebut sangat ditentukan oleh energi radiasi dan jenis materi (nomor atom) penyerapnya. Efek Fotolistrik Pada efek fotolistrik. energi foton diserap oleh elektron orbit. Gambar IV-4: Probabilitas interaksi foton dengan materi 1. efek Compton dan produksi pasangan.5 MeV dan lebih banyak terjadi pada material dengan Z yang Dasar Fisika Radiasi Halaman 26 . sehingga elektron tersebut terlepas dari atom. mempunyai energi sebesar energi foton yang mengenainya. Elektron yang dilepaskan dalam proses ini. Gambar IV-5: Efek Fotolistrik Efek fotolistrik sangat dominan terjadi bila foton berenergi rendah di bawah 0.Proses interaksi antara sinar γ dan sinar-X dengan materi adalah efek fotolistrik.

5 MeV) dan lebih banyak terjadi pada material dengan Z yang rendah. 3. Positron adalah partikel yang identik dengan elektron tetapi bermuatan Dasar Fisika Radiasi Halaman 27 . 2. Ketika foton “sampai” ke dekat inti atom maka foton tersebut akan lenyap dan berubah menjadi sepasang elektron-positron.besar. Sebagai contoh efek fotolistrik lebih banyak terjadi pada timah hitam (Z=82) daripada tembaga (Z=29). selanjutnya foton dengan energi hν o dihamburkan dan sebuah fotoelektron lepas dari ikatannya. Produksi Pasangan Proses produksi pasangan hanya terjadi bila energi foton datang h i lebih ν besar dari 1. Ee = hνi – hνo (IV-2) Hamburan Compton sangat dominan terjadi bila foton berenergi sedang (di atas 0. Hamburan Compton Gambar IV-6: Hamburan Compton Pada hamburan Compton.02 MeV. Energi kinetik elektron (Ee) sebesar selisih energi foton masuk dan foton keluar. foton dengan energi hν i berinteraksi dengan elektron terluar dari atom.

02 MeV. Ee+ + Ee– = hνi – 1. Ionisasi Tidak Langsung Dari tiga interaksi gelombang elektromagnetik tersebut di atas terlihat bahwa semua interaksi menghasilkan partikel bermuatan (elektron atau positron) yang berenergi. daya tembus radiasi gamma dan sinar-X sangat tinggi bahkan tidak dapat diserap secara keseluruhan.7: Produksi Pasangan 4. Dasar Fisika Radiasi Halaman 28 .02 MeV (IV-3) Ee+ adalah energi kinetik positron dan Ee– energi kinetik elektron. Elektron atau positron yang berenergi tersebut dalam pergerakannya akan mengionisasi atom-atom bahan yang dilaluinya sehingga dengan kata lain. Gambar IV. Energi kinetik total dari dua partikel tersebut sama dengan energi foton yang datang dikurangi 1. 5. gelombang elektromagnetik juga dapat mengionisasi bahan tetapi secara tidak langsung.positif. Penyerapan Radiasi Gelombang Elektromagnetik Berbeda dengan radiasi partikel bermuatan (α atau β).

µ sangat dipengaruhi oleh jenis bahan penyerap. Terlihat bahwa persamaan (IV-4) di atas merupakan persamaan eksponensial seperti persamaan peluruhan radioaktif sehingga dapat digambarkan sebagai berikut. Dasar Fisika Radiasi Halaman 29 .8. cm) ataupun dalam satuan massa persatuan luas (gr/cm2). Penyerapan Radiasi Gelombang Elektromagnetik Hubungan antara intensitas radiasi yang datang (I0 ) dan intensitas yang diteruskan (I x) setelah melalui bahan penyerap setebal x adalah sebagai berikut. Ix = I 0 ⋅ e – µ⋅ x (IV-4) µ adalah koefisien serap linier bahan terhadap radiasi gamma dan sinar-X.Gambar IV. Nilai tebal bahan penyerap dapat dalam satuan panjang (mm . nomor atom (Z) dan densitas (ρ) serta energi radiasi yang mengenainya.

303 µ (IV-5) Perhitungan intensitas radiasi yang masih diteruskan setelah melalui suatu bahan penyerap (penahan radiasi) lebih mudah bila menggunakan konsep HVL dan TVL ini dibandingkan harus menggunakan persamaan dasarnya (IV-4).693 µ .9. Kurva intensitas radiasi yang diteruskan oleh bahan penyerap Bila di peluruhan radioaktif dikenal istilah waktu paro. Nilai HVL dan TVL suatu bahan ditentukan dari koefisien serap linier (µ) nya dengan persamaan berikut. HVL = 0.Gambar IV. disini terdapat istilah tebal paro (HVL = half value layer) yaitu tebal bahan yang dapat menyerap separo dari intensitas mula-mula atau intensitas yang diteruskan tinggal separonya. Istilah lain adalah TVL (tenth value layer) yaitu tebal bahan yang dapat menyerap 90% intensitas mula-mula atau intensitas yang diteruskan tinggal sepersepuluh (10%) nya. TVL = 2. Ix = (1 2 )n I0 m . I x = ( 110 ) I 0 (IV-6) Halaman 30 Dasar Fisika Radiasi .

Dasar Fisika Radiasi Halaman 31 . Radiasi neutron dihasilkan dari proses reaksi fisi. IV. 1. Setiap tumbukan dengan materi akan menyerap energi neutron sehingga setelah beberapa kali tumbukan maka energi neutron akan “habis”.Dimana n adalah jumlah HVL (x / HVL) sedangkan m adalah jumlah TVL (x / TVL). radiasi neutron memang tidak dihasilkan dari proses peluruhan spontan. Dalam tumbukan elastik antara neutron dan atom bahan penyerap. atau dari neutron generator (akselerator ataupun zat radioaktif). sebagian energi neutron diberikan ke inti atom yang ditumbuknya sehingga atom tersebut terpental sedangkan neutronnya dibelokkan/ dihamburkan.3 Interaksi Radiasi Neutron Berbeda dengan radiasi α. Interaksi lain yang mungkin muncul – bila energi neutron sudah sangat rendah– adalah reaksi inti atau penangkapan neutron oleh inti atom bahan penyerap. β dan γ. Neutron merupakan partikel yang mempunyai massa tetapi tidak bermuatan listrik sehingga interaksinya dengan materi lebih banyak bersifat mekanik. yaitu tumbukan antara neutron dengan atom (inti atom) bahan penyerap. misalnya di reaktor nuklir. baik secara elastik maupun tak elastik. Tumbukan Elastik Tumbukan elastik adalah tumbukan di mana total energi kinetik partikelpartikel sebelum dan sesudah tumbukan tidak berubah.

hanya bergetar. atom tersebut tidak terpental. atau hampir sama dengan massa neutron (misalnya atom Hidrogen). Oleh karena itu. sedang neutronnya terhamburkan. Tumbukan Tak Elastik Proses tumbukan tak elastik sebenarnya sama saja dengan tumbukan elastik. energi neutron yang diberikan ke atom yang ditumbuknya tidak terlalu besar sehingga setelah tumbukan. Peristiwa tumbukan non elastik Dasar Fisika Radiasi Halaman 32 . energi neutron tidak banyak berkurang.10. tetapi energi kinetik sebelum dan sesudah tumbukan berbeda.11.Gambar IV. Peristiwa tumbukan elastik Tumbukan elastik terjadi bila atom yang ditumbuk neutron mempunyai massa yang sama. Gambar IV. 2. Setelah tumbukan. bahan yang mengandung atomatom dengan nomor atom besar tidak efektif sebagai penahan radiasi neutron. Dalam peristiwa ini. sehingga fraksi energi neutron yang terserap oleh atom tersebut cukup besar. Ini terjadi bila massa atom yang ditumbuk neutron jauh lebih besar dari massa neutron.

Gambar IV. yaitu mengubah bahan yang stabil menjadi bahan radioaktif. maka terdapat kemungkinan bahwa neutron tersebut akan “ditangkap” oleh inti atom bahan penyerap sehingga mambentuk inti atom baru. Reaksi Inti (Penangkapan Neutron) Bila energi neutron sudah sangat rendah atau sering disebut sebagai neutron termal (En < 0. yang biasanya merupakan inti atom yang tidak stabil. Peristiwa penangkapan neutron Dasar Fisika Radiasi Halaman 33 .3. Peristiwa ini yang disebut sebagai proses aktivasi neutron.12. misalnya α.025 eV). yang memancarkan radiasi. β atau γ.

Dasar Fisika Radiasi Halaman 34 . Radiasi kosmik ini terdiri dari partikel dan sinar yang berenergi tinggi (1017 eV) dan berinteraksi dengan inti atom stabil di atmosfir membentuk inti radioaktif seperti C-14. Radiasi latar belakang yang diterima oleh seseorang dapat berasal dari tiga sumber utama berikut: • sumber radiasi kosmik yang berasal dari benda langit di dalam dan luar tata surya kita.V. sebagian berasal dari ruang antarbintang dan matahari. • sumber radiasi terestrial yang berasal dari kerak bumi. • sumber radiasi internal yang berasal dari dalam tubuh manusia sendiri. Sumber Radiasi Kosmik Radiasi kosmik berasal dari angkasa luar. Na-22 dan H-3. Radiasi yang dipancarkan oleh sumber radiasi alam disebut radiasi latar belakang. Be-7. 1.1 Sumber Radiasi Alam Setiap hari manusia terkena radiasi dari alam dan radiasi dari alam ini merupakan bagian terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak bekerja di tempat yang menggunakan radioaktif atau yang tidak menerima radiasi berkaitan dengan kedokteran atau kesehatan. Sumber Radiasi Sumber radiasi dapat dibedakan berdasarkan asalnya yaitu sumber radiasi alam yang sudah ada di alam ini sejak terbentuknya. dan sumber radiasi buatan yang sengaja dibuat oleh manusia. Pada bab ini akan dibahas beberapa macam sumber radiasi alam dan prinsip kerja secara umum dari beberapa sumber radiasi buatan. V.

Radionuklida yang terjadi karena interaksi dengan radiasi kosmik ini disebut radionuklida cosmogenic. yaitu peluruhan berantai mulai dari U-238 sampai stabil Pb-206. karena radiasi kosmik ini dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Tingkat radiasi dari sumber kosmik ini bergantung kepada ketinggian. Radionuklida yang ada dalam kerak bumi terutama adalah deret Uranium. Sumber Radiasi Terestrial Radiasi terestrial secara natural dipancarkan oleh radionuklida di dalam kerak bumi. deret Actinium. dan deret Thorium. mulai dari Th-232 sampai Pb-208. dan radiasi ini dipancarkan oleh radionulida yang disebut primordial dengan waktu paro berorde milyar (109 ) tahun. Dasar Fisika Radiasi Halaman 35 . maka radiasi yang diterima di kutub lebih kecil daripada di daerah katulistiwa. Radionuklida ini ada sejak terbentuknya bumi. 2. Karena medan magnet bumi di daerah kutub lebih kuat. Dalam setiap proses peluruhan berantai di atas dipancarkan berbagai jenis energi ( β α. yaitu radiasi yang diterima akan semakin besar apabila posisinya semakin tinggi. Atmosfir bumi dapat mengurangi radiasi kosmik yang diterima oleh manusia. Radiasi terestrial terbesar yang diterima manusia berasal dari Radon (Ra222) dan Thoron (Ra-220) karena dua radionuklida ini berbentuk gas sehingga bisa menyebar kemana-mana. Tingkat radiasi yang diterima seseorang juga bergantung pada garis lintangnya di bumi. yang mulai dari U-235 sampai Pb207. dan γ) dengan berbagai tingkatan energi.

reaktor nuklir dan akselerator. K-40. V. Selain itu masih ada sumber lain seperti Pb-210 dan Po-210 yang banyak berasal dari ikan dan kerangkerangan. Roentgent. 3.Tingkat radiasi yang diterima seseorang dari radiasi terestrial ini berbedabeda dari satu tempat ke tempat lain bergantung kepada konsentrasi sumber radiasi di dalam kerak bumi. Buah-buahan biasanya mengandung unsur K-40. Radiasi internal ini terutama diterima dari radionuklida C-14. Zat Radioaktif Dewasa ini telah banyak sekali unsur radioaktif berhasil dibuat oleh manusia berdasarkan reaksi inti antara nuklida yang tidak radioaktif dengan neutron (reaksi fisi di dalam reaktor atom).2 Sumber Radiasi Buatan Sumber radiasi buatan mulai diproduksi pada abad ke 20 diketemukannya sinar-X oleh W. Saat ini sudah banyak sekali jenis dari sumber radiasi buatan baik yang berupa zat radioaktif. Kerala dan Tamil Nadu (India) dan Ramsar (Iran). minuman. pernafasan. 1. Sumber Radiasi di Dalam Tubuh Sumber radiasi alam lain adalah radionuklida yang ada di dalam tubuh manusia. atau luka. atau berdasarkan penembakan nuklida yang tidak radioaktif dengan partikel atau ion cepat (di dalam alat-alat pemercepat partikel. pesawat sinar-X. H-3. Dasar Fisika Radiasi Halaman 36 . Sumber radiasi ini berada di dalam tubuh manusia sejak dilahirkan atau masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. radon. misalnya akselerator. Ada beberapa tempat di bumi ini yang memiliki tingkat radiasi di atas rata-rata seperti Poços de Caldas dan Guarapari (Brazil). aktivasi neutron.

b. sedangkan untuk industri sering digunakan Sr-90. Pemancar beta sering digunakan dalam kedokteran dan juga dalam industri untuk mengukur ketebalan materi. Oleh karena itu di dalam reaktor nuklir didapatkan berbagai macam pemancar beta. Re-188. a. Pu239 dan Am-241.n). P-32. Tl-208. Energi radiasi beta bersifat kontinu. Contoh reaksi inti untuk menghasilkan pemancar beta adalah 31 14Si + 0n1 à 15P32 + β– Dasar Fisika Radiasi Halaman 37 . Pemancar Alpha Salah satu contoh reaksi inti untuk menghasilkan radionuklida pemancar alpha adalah: 13Al 27 + 0n1 à 11Na24 + α Salah satu aplikasinya adalah untuk menghasilkan radiasi neutron melalui reaksi (α. radionuklida yang sering dipakai adalah Ra-226. P-32. Po-210.siklotron). Pemancar beta yang sering digunakan dalam kedokteran misalnya Sr-90. Pemancar Beta Sebagian besar pemancar beta ini dihasilkan melalui penembakan partikel neutron pada nuklida stabil. Y-90. gamma dan neutron. beta. Radionuklida buatan ini bisa memancarkan jenis radiasi alpha.

Dasar Fisika Radiasi Halaman 38 . Berikut ini sebuah reaksi inti untuk menghasilkan radionuklida pemancar β dan γ adalah: 27Co 59 + 0n1 à 28Ni60 + β– + γ Dalam pemakaiannya. d. misalnya Am-241 yang dibungkus dalam sebuah kapsul. Pemancar Neutron Radiasi neutron dapat dihasilkan dengan interaksi radiasi α dengan bahan yang dapat melangsungkan reaksi (α. 241 95Am 4Be 9 à 93Np237 + α + α à 6C12 + n 2. Pesawat Sinar-X Secara sederhana proses terbentuknya radiasi sinar-X pada pesawat sinar-X adalah sebagai berikut perhatikan gambar di bawah ini. Pemancar Gamma Sebenarnya jarang sekali sumber radioaktif yang hanya memancarkan radiasi gamma saja. Irradiator banyak digunakan di rumah sakit (irradiator Co-60 dan Cs-137) dan dalam industri (irradiator Co-60). sehingga terjadi reaksi sebagai berikut. Sumber neutron ini merupakan campuran antara unsur Be dengan radioaktif pemancar α.c. pemancar gamma beraktivitas tinggi sering digunakan sebagai sumber radiasi di rumah sakit dan industri. karena radiasi gamma biasanya mengikuti proses peluruhan α atau β.n) seperti unsur Be.

2) Tegangan (kV) di antara katoda (negatif) dan anoda (positif) akan menyebabkan elektron-elektron bergerak ke arah anoda. 4) Ketika berkas elektron menubruk target akan terjadi proses eksitasi pada atom-atom target. 5) Berkas sinar-X yang dihasilkan.Gambar V-1: Konstruksi pesawat sinar-X Proses pembentukan sinar-X pada pesawat sinar-X adalah sebagai berikut: 1) Arus listrik akan memanaskan filamen sehingga akan terjadi awan elektron disekitar filamen (proses emisi termionik). Dari pembahasan di atas terlihat bahwa sinar-X yang dihasilkan oleh pesawat sinar-X terdiri atas sinar-X karakteristik yang bersifat “diskrit” dan Dasar Fisika Radiasi Halaman 39 . dan proses pembelokan (pengereman) elektron sehingga akan dipancarkan sinar-X bremstrahlung. dipancarkan keluar tabung melalui window. 3) Fokus (focusing cup) berfungsi untuk mengarahkan pergerakan elektron-elektron (berkas elektron) menuju target. 6) Pendingin diperlukan untuk mendinginkan target karena sebagian besar energi pada saat elektron menumbuk target akan berubah menjadi panas. sehingga akan dipancarkan sinar-X karakteristik. yaitu sinar-X karakteristik dan bremstrahlung.

Pengaturan tegangan kV akan menyebabkan perubahan “gaya tarik” anoda terhadap elektron sehingga kecepatan elektron menuju (menumbuk) target akan berubah. Pengaturan arus filamen akan menyebabkan perubahan jumlah elektron yang dihasilkan filamen dan intensitas berkas elektron (mA) sehingga mempengaruhi intensitas sinar-X. Semakin besar mA akan menghasilkan intensitas sinar-X yang semakin besar. Hal ini menyebabkan energi sinar-X dan intensitas sinar-X yang dihasilkan akan mengalami perubahan. Dasar Fisika Radiasi Halaman 40 .sinar-X bremstrahlung yang bersifat kontinu. Perhatikan gambar spektrum energi sinar-X berikut ini. Gambar V-2: Spektrum energi sinar-X Terdapat dua pengaturan (adjustment) pada pesawat sinar-X yaitu pengaturan arus berkas elektron (mA) yaitu dengan mengatur arus filamen dan pengaturan tegangan di antara anoda dan katoda (kV). Semakin besar kV akan menghasilkan energi dan intensitas sinar-X yang semakin besar.

akselerator dan pesawat sinar-X sering disebut sebagai pembangkit radiasi. Dua contoh akselerator yang banyak digunakan adalah akselerator linier (LINAC = linear accelerator) yang mempunyai lintasan garis lurus dan cyclotron yang mempunyai lintasan berbentuk lingkaran. Akselerator Akselerator adalah alat yang digunakan untuk mempercepat partikel bermuatan (ion).Gambar V-3. Dasar Fisika Radiasi Halaman 41 . memproduksi sinar-X berenergi tinggi dengan elektron yang dipercepat. Spektrum sinar-X dengan perubahan kV (gambar kiri) dan perubahan mA (gambar kanan) 3. Partikel yang telah mempunyai kecepatan sangat tinggi yang dipancarkan oleh akselerator dapat digunakan untuk berbagai keperluan misalnya untuk memproduksi zat radioaktif dengan proton berenergi tinggi. Partikel bermuatan. dan juga dapat menghasilkan radiasi neutron dengan mempercepat ion deuterium (1H2). misalnya proton atau elektron. Untuk membedakannya dengan zat radioaktif. dipercepat menggunakan medan listrik dan medan magnit sehingga mencapai kecepatan yang sangat tinggi.

Reaktor Nuklir Mekanisme utama yang terjadi dalam reaktor nuklir adalah pembelahan inti dengan persamaan reaksi sebagai berikut. β dan γ). yang bila energinya dapat diturunkan menjadi neutron termal. Dasar Fisika Radiasi Halaman 42 . akan menyebabkan reaksi pembelahan inti dapat belah yang lainnya.4. Energi panas yang dihasilkan dari reaksi berantai di atas ( Q ) dapat dimanfaatkan untuk menggerakan turbin sehingga dapat menghasilkan listrik. Oleh karena Y1 dan Y2 merupakan inti-inti yang aktif maka dalam proses tersebut juga dipancarkan berbagai macam radiasi (α. seperti untuk keperluan produksi zat radioaktif dan analis bahan yang dilakukan di reaktor penelitian (research reactor). Fasilitas yang memanfaatkan mekanisme ini adalah PLTN. Proses ini berlangsung terus menerus dan disebut sebagai proses reaksi berantai (chain reaction). Neutron yang dihasilkan dalam reaksi ini juga dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi dan penelitian. proses reaksi berantai ini dikendalikan secara cermat sedangkan pada bom atau senjata nuklir reaksi ini dibiarkan tanpa kendali. Dalam reaktor nuklir. X + nt à Y1 + Y2 + nc + Q Suatu inti atom X yang dapat belah (fisil) seperti U-235 ketika ditembak dengan neutron termal (nt ) akan belah menjadi dua inti radioaktif Y dan 1 Y2. Dari mekanisme pembelahan (reaksi fisi) di atas terlihat bahwa setiap reaksi akan menghasilkan lebih dari satu neutron cepat baru. Dalam reaksi pembelahan tersebut juga dilepaskan 2 atau 3 buah neutron cepat (nc) dan sejumlah energi panas (Q).

McGraw-Hill Company.. (1996) 2. Inc. Frank Herbert Attix. “Introduction to Health Physics” 3ed. 4. (1992) 6. Addison-Wesley Publishing Comp. Irving Kaplan. International Atomic Energy Agency. 280. Radiation Safety Technician Training Course.DAFTAR PUSTAKA 1. M. “Introduction to Nuclear Physics”. Moe.J. 5. McGraw-Hill Company. John Wiley & Sons. Hunt. Mc. "Nuclear Physics". New York (1986). Schumecher and H. (1979) Dasar Fisika Radiasi Halaman 43 . Lasuk. S.. Introduction to Radiological Physics and Radiation Dosimetry.R. Herman Chamber. H.C. Training Course on Radiation Protection.. 2nd ed. Technical Report Series No. 3. Kracken. Argonne National Laboratory.M. Argonne (1972). Vienna (1988). Inc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful