MAKALAH ILMU KOMUNIKASI “KOMUNIKASI NONVERBAL”

Oleh :
1. 2. 3. 4. 5. Roza Aulia AR Uly Fitry Ervan Windy Agustia Putri Yudi Hermansyah Putra

Dosen Pengajar : Elva Rahmah, S.Sos, Ms.Kom

JURUSAN BAHASA INDONESIA DAN DAERAH FAKULTAS BAHASA SENI DAN SASTRA UNIVERSITAS NEGERI PADANG PROGRAM STUDI IPK

Rabb sekalian Alam. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Mata Kuliah ilmu Komunikasi yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya kepada penulis. Padang. dan juga tidak lupa ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan informasi untuk terselesaikannya makalah ini. karena izin dan kekuasaan-Nyalah penulis dengan berbagai keterbatasan dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Komunikasi Non-Verbal”. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis sendiri khususnya. September 2010 Penulis . Pemulisan makalah ini bertujuan untuk pemenuhan tugas Mata Kuliah Ilmu Komunikasi . yang didapatkan dari berbagai sumber. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar makalah ini menjadi lebih baik nantinya. juga kepada teman-teman seangkatan yang telah banyak membantu dalam penulisan makalah ini. penulis berusaha untuk memaparkan pokok permasalahan. Oleh karena itu. Akhirnya penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Amin.2010 KATA PENGANTAR Segenap puji dan syukur hanya termasuk bagi Allah.

.............................................. B............................................................. BAB II TINJAUAN TEORITIS A........................................... 3 C............................................................. C........................Bahasa Tubuh....Fungsi Komunikasi Non-Verbal..................... 5 E..........................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................... DAFTAR PUSTAKA 10 1 2 2 ................................................................................................................................................................................................................................ Kesimpulan ........................................... 6 BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A.................................................................... 4 D.................................... Latar Belakang ............................................................................................Tujuan Penulisan .............................................................................Penampila n Fisik.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 3 B....Pengertian Komunikasi Non-Verbal....Rumusan Masalah ..........................................Klasifikasi Komunikasi Non-Verbal..... i DAFTAR ISI .................ii BAB I PENDAHULUAN A...............................................................................................................

mangapa itu terjadi? Akibat-akibat apa yang terjadi? Dan akhirnya apa yang dapat kita perbuat untuk mempengaruhi dan memaksimalkan hasil-hasil dari kejadian tersebut? Dimanapun kita tinggal dan apapun pekerjaan kita. namun hampir semua jabatan. jadi bukan hanya dosen. polisi. namun ia tidak dapat menjadi dirinya di hadapan pewawancara. semudah bernafas karena kita biasa melakukannya sejak lahir. Latar Belakang Komunikasi itu tidak semudah yang kita duga.BAB 1 PENDAHULUAN A. terbiasa berkomunikasi sebenarnya belum berarti memahami komunikasi manusia. belum berarti memahami apa yang tejadi selama komunikasi berlangsung. Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak kegagalan dalam pekerjaan atau karir disebabkan kegagalan berkomunikasi. Dalam kontak-kontak inilah kita harus menegaskan kembali persepsi kita bahwa komunikasi itu bukan sesuatu yang mudah. Mestinya tidak ada kata berhenti dalam belajar. . Mungkin ia seorang arsitek yang cerdas atau akuntan yang brilian. banyak orang gagal karena mereka tidak terampil berkomunikasi. karena itu berbagai upaya terus menerus harus kita lakukan untuk meningkatkan pengetahuan. pengacara ataupun penjual yang harus trampil berkomunikasi. Karena ada kesan “enteng” itu. misalnya orang tidak terima bekerja karena ia gagal berkomunikasi dalam wawancara. Memang banyak orang yang menganggap bahwa komunikasi itu mudah dilakukan. tidak mengherankan bila sebagian orang enggan mempelajari bidang ini. kita slalu membutuhkam komunikasi dengan orang lain. komunikasi dan ketrampilan kita berkomunikasi. karena pengetahuan dan ketrampilan yang kita butuhkan harus slalu kita asah agar senantiasa up-to-date dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan wacana mereka.

gaya emosi. Menambah pengetahuan tentang komunikasi non verbal. tata bahasa. simbol-simbol serta cara berbicara seperti intonasi. potongan rambut. Penggunaan objek seperti pakaian. bahasa tubuh. Apakah fungsi komunikasi non verbal? 3. diam. ekspresi wajah dan kontak mata. bau-bauan. ruang dan jarak pribadi. Apakah klasifikasi pesan non verbal? 4. penampilan fisik. penekanan. Contoh komunikasi non-verbal adalah menggunakan gerak syarat. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. orientasi. sentuhan. Apa itu komunikasi non verbal? 2. Apakah itu bahasa tubuh. 2.Komunikasi non-verbal merupakan proses komunikasi dimaman pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. dan gaya mencoba memberikan informasi mengenai komunikasi non-verbal. Memberikan informasi tentang komunikasi non verbal. artefak? C. kualitas suara. B. warana. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah : 1. .

yakni sebagai : 1. Komunikasi non verbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar. ekspresi wajah dan kontak mata. Memalingkan muka menandakan ketidaksediaan berkomunikasi. dan tidak menyamakan komunikasi non verbal dengan komunikasi non lisan. bahasa tubuh. Paul Ekman menyebutkan lima fungsi pesan non verbal. Pandangan ke bawah dapat menunjukkan depresi atau kesedihan. seperti yang dapat dilukiskan perilaku matra. kualitas suara. B. Gerakan mata tertentu merupakan simbol yang memiliki kesetaraan dengan simbol verbal. Emblem. Illustrator. penggunaan objek seperti pakaian. yang dapat berupa komunikasi verbal dan non verbal. Kontak mata berarti saluran percakapan terbuka. simbol-simbol serta cara berbicara seperti intonasi. Para ahli di bidang komunikasi non verbal biasanya menggunakan defenisi “tidak menggunakan kata” dengan ketat. bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi non verbal karena menggunakan kata. sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal.BAB II PEMBAHASAN A. . 3. Regulator. perilaku non verbal mempunyai beberapa fungsi. 2. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat. Kehidupan mata dapat mengatakan. gaya emosi dan gaya berbicara. Fungsi Komunikasi Non Verbal Dilihat dari fungsinya. penekanan. dan sebagainya. “saya tidak sungguhsungguh”. potongan rambut. Contohnya. Pengertian Komunikasi Non-Verbal Komunikasi non verbal adalah prose komunikais dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata.

seraya terus membaca surat kabar atau menonton televisi. Misalnya.4. Itu merupakan respon yang yang tidak disadari yang merupakan upaya tubuh untuk mengurangi kecemasan. menekankan atau melengkapi perilaku verbal. misalnya anda menganggukkan kepala ketika anda mengatakan “Ya”. Pak?” 4. tanpa mengucapkan sepatah kata pun. atau melihat jam tangan anda menjelang atau ketika kuliah berakhir. Perilaku non verbal dapat menggantikan perilaku verbal. atau suara yang lambat ketika anda berpidato di hadapan khalayak. Isyarat wajah lainnya menunjukkan perasaan takut. Perilaku non verbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku non verbal. Kedipan mata yang cepat meningkat ketika orang berada dalam tekanan. suami mengatakan. Perilaku non verbal dapat mengulangi perilaku verbal. Bagus!” ketika dimintai komentar oleh istrinya mengenai gaun yang baru dibelinya. ya” atau “Bye Bye”. kepada mahasiswa baru yang bertanya “Di mana ruang dekan. “Sampai jumpa lagi. jadi berdiri sendiri. 2. misalnya anda menggoyangkan tangan anda dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai pengganti kata “Tidak”) ketika seorang pengamen mendatangi mobil anda atau anda menunjukkan letak ruang dekan dengan jari tangan. Perilaku non verbal dapat meregulasi perilaku verbal. sehingga dosen segera menutup kuliahnya. Penyesuai. atau anda menggunakan gerakan tangan. Misalnya anda melambaikan tangan seraya mengucapkan “Selamat Jalan”. 5. Memperteguh. Pembesaran manic mata (pupil dilation) menunjukkan peningkatan emosi. Dalam hubungannya dengan perilaku verbal. 3. atau menggelengkan kepala ketika anda mengatakan “Tidak”. “Bagus. 5. padahal tadi ia mengatakan bahwa ia mempunyai waktu untuk berbicara dengan anda sebagai mahasiswanya. C. Misalnya anda sebagai mahasiswa mengenakan jaket atau membereskan buku-buku. Affect Display. terkejut atau senang. nada suara yang meninggi. Klasifikasi Pesan Non Verbal . perilaku non verbal memiiki fungsifungsi sebagai berikut : 1. atau seorang dosen melihat jam tangan dua tiga kali.

demikian banyak sehingga upaya untuk mengumpulkannya akan menimbulkan frustasi. berbicara) bisa jadi hanyalah “pelengkap” setiap kali kita melakukan komunikasi. 65% dari komunikasi tatap muka adalah non verbal. Birdwhistell. kedua. Dalam pandangan Birdwhistell.D. ruang. Bahkan. yakni isyarat-isyarat non verbal perilaku (behavioural) dan isyarat-isyarat non verbal bersifat public seperti ukuran ruangan dan factor-faktor situasional lainnya. kedua.000 isyarat fisik yang terpisah. bahasa nonverbal suatu kelompok orang juga tidak kalah rumitnya. bau-bauan dan parabahasa. Kita dapat mengklasifikasikan pesan-pesan non verbal ini dengan berbagai cara. gambar (lukisan). Seperti bahasa verbal. Wilmot. dan wajah kita dapat menciptakan 250. sentuhan. yakni: pertama perilaku yang terdiri dari penampilan dan pakaian. dan ketiga. Pertama.Menurut Ray L. Meskipun tidak menggunakan pengkategorian di atas. 93% dari semua makna sosial dalam komunikasi tatap muka diperoleh dari isyarat-isyarat non verbal. bahasa tindakan (action language). menurut catatan Kevin Hogan.000 ekspresi yang berbeda-beda. bahasa tanda (sign language). Secara garis besar Larry A. Samovar dan Richard E. Baik secara sengaja ataupun tidak. pertunjukan benda. ekspresi wajah. kita akan membahas berbagai jenis pesan non verbal yang kita anggap penting. bendera. Wenburg dan William W. kontak mata. Jurgen Ruesch mengklasifikasikan isyarat nonverbal menjadi tiga bagian. waktu dan diam. gerakan dan postur tubuh. komunikasi verbal. D. Secara keseluruhan seperti dikemukakan para pakar. Psy. Porter membagi pesan-pesan non verbal menjadi dua kategori besar. dan sebagainya. Bila kelompokkelompok budaya yang memiliki sandi nonverbal yang berbeda ini berinteraksi. dari lembaga . bahasa objek (object language). acungan jempol untuk numpang mobil secara gratis. semua gerakan tubuh yang tidak digunakan secara eksklusif untuk memberikan sinyal. bahasa isyarat tuna rungu. kita sebenarnya mampu mengucapkan ribuan suara vokal. pakaian dan lambang non verbal bersifat public lainnya seperti ukuran ruangan. (komunikasi lisan. musik (misalnya marching band).ipun kelompok-kelompok budaya tersebut memahami bahasa verbal yang sama. fenomena yang terjadi akan semakin rumit. seka. kita dapat menciptakan sebanyak 700. misalnya berjalan. Klasifikasi Samovar dan Porter in sejajar dengan klasifikasi Jhon R. mulai dari pesan nonverbal yang bersifat perilaku hingga pesan nonverbal yang terdapat dalam lingkungan kita. sementara menurut Albert Mehrabian. Bahasa Tubuh Hal terpenting dalam komunikasi adalah aspek non verbal. Pasalnya.

istirahat sempurna adalah kematian. busana berwarna teduh dikenakan untuk kegiatan bisinis dan sosial. katanya. nilai kenyamanan. seperti pakaian tradisional ketika anak lelaki disunat. “Between 60% and 75% of all your communication is non verbal”.akukan sehari-hari adalah non verbal. dan kain kafan ketika kita meninggal. Birdwhistell. pakaian pengantin ketika kita menikah. suatu istilah yang diciptakan seorang perintis studi bahasa non verbal. busana bisnis lebih kasual dari pada di Eropa. aspek nonverbal atau bahasa tubuh (body language) sangat penting kita perhatikan demi kesuksesan komunikasi. antara 60% hingga 75% dari semua komunikasi yang kita l. kaki dan bahkan tubuh secara keseluruhan dapat digunakan sebagai isyarat simbolik. Sebaliknya pada musim dingin lebih banyak orang mengenakan pakaian lengkap. Karenanya. Bangsa-bangsa yang mengalami empat musim yang berbeda menandai perubahan musim itu dengan perubahan cara mereka berpakaian. seperti juga . E. Karena kita hidup. Busana Nilai-nilai agama. religious. kepala. Lebih dari dua abad yang lalu Blaise Pascal menulis bahwa tabiat kita adalah bergerak. Pada musim dingin dengan udara di bawah 0° C misalnya. toga ketika kita di wisuda. Penampilan Fisik 1. tidak ada orang yang hanya mengenakan T-Shirt dan celana pendek di luar rumah. Di India dan Myanmar. Setiap fase penting dalam kehidupan fisik sering ditandai dengan pemakaian busana tertentu. modern. menempatkan penampilan fisik atau pakaian sebagai bahasa tubuh atau komunikasi non verbal utama. Ray L. semua anggota badan kita senantiasa begerak. Sukses dalam berkomunikasi. Sebagian orang berpandangan bahwa pilihan seseorang atas pakaian mencerminkan kepribadiannya. Seringkali mereka mengenakan busana tradisional mereka. Tidak dapat pula dibantah bahwa pakaian. tangan. “Body Language: The Basic”. kebiasaan. semua itu mempengaruhi cara kita berdandan. Setiap anggota tubuh seperti wajah (termasuk senyuman dan pandangan mata). Di Amerika. Kevin Hogan dalam sebuah tulisannya.“Success Dynamics Coorporation” Denmark. tuntutan lingkungan (tertulis atau tidak). seperti yang juga dilakukan orang Arab ketika mereka berbisnis dengan orang luar. apakah ia orang yang konservatif. dan tujuan pencitraan. Bidang yang menelaah bahasa tubuh adalah kinesika (kinesics). atau berjiwa muda. bisa jadi merupakan kunci sukses dalam karir ataupun dalam menjalani kehidupan yang fana ini.

Pengusaha bioskop yang memutar film 17 tahun ke atas dapat mengetahui dewasa tidaknya seseorang dengan melihat adanya kumis diatas bibir seorang laki-laki. khususnya kaum wanita. responsive. dan berhasil dalam karier daripada orang yang tidak menarik. tetap saja dianggap anak-anak. Karakteristik Fisik Suatu studi menunjukkan bahwa daya tarik fisik merupakan suatu ciri penting dalam banyak teori kepribadian. Banyak orang. mendambakan rambut lurus. Atau malah lebih benar lagi ungkapan “pakaian adalah orang”. Seorang pria yang tidak berekumis yang sedang berlibur di kampong halaman orang tuanya di Kefa. namun juga berusaha menciptakan kesan yang positif pada orang lain. sebagaimana disarankan William Thourlby yang dalam bukunya You Are What You Wear : The Key To Business Success menekankan pentingnya pakaian demi keberhasilan bisnis. Oleh karena pada umumnya warga daerah itu berambut krirting. Mereka yang tidak berkumis. tas. digunakan untuk memproyeksikan citra tertentu yang diinginkan pemakainya. padahal ia sudah dewasa.rumah. Timor. khususnya oleh kalangan anita karena jarang. saputangan. Pemakai busana itu mengharapkan bahwa kita mempunyai citra terhadapnya sebagaimana yang diinginkannya. Di Kabupaten Manggarai. Ini tampaknya merupakan implikasi dari iklan-iklan produk kecantikan yang menayangkan bintang-bintang iklan berambut lurus. meskipun sudah dewasa. Orang-orang dalam jabatan eksekutif khususnya sangat memperhatikan penampilan. Pria eksekutif bahkan sangat teliti dalam memilih dasi. dompet dan buku agenda yang mereka gunakan. kendaraan dan perhiasan. Sejak puluhan tahun lalu. meskipun bersifat implicit. Flores. sepatu. persuasive. menarik. Mereka berpakaian bukan hanya untuk sekedar menutupi tubuh atau asal pantas. luwes. rambut lurus disebut “rambut air” didaerah itu dianggap istimewa. Mungkin ada juga kebenaran dalam peribahasa latin uestis uirum reddit yang berarti “pakaian menjadi orang”. 2. kumis dapat dianggap ciri kedewasaan. Di beberapa daerah di Indonesia Timur. diantarkan petugas untuk bergabung dengan anak-anak SD ketika ia menghadiri suatu Misa hari Minggu. hangat secara seksul. tenang. orang berambut lurus diasosiasikan dengan pendatang. sebagian dari kaum pria Afro-Amerika yang umumnya berambut keriting dan . Orang yang menarik secara fisik secara ajeg dinilai lebih pandai bergaul.

Sebagai tanda berkabung itu. sementara sebagian kaum wanitanya menggunakan wig berwarna hijau. Rambut merah atau pirang yang merupakan standar wanita barat itu kini telah ditiru banyak wanita di seluruh dunia. ungu. Wajah Indo yang sering muncul dalam layar lebar dan sinetron kita dalam dua dekade terakhir. Hal ini masih dilakukan sebagian muslim. Malcolm X. Ironisnya. mengidentifikasi keadaan emosional. bahkan film Roro Mendut garapan Ami Prayono tahun 1983 yang didasarkan novel Y. lewat otobiografinya. termasuk di sebagian wanita di Indonesia. wanita kita dapat mengidentifikasikan diri dengan si tokoh dan hal ini diasumsikan dapat menjadi pemicu yang membuat film atau sinetron itu laku di pasaran. mereka tidak menggunakan wewangian selama masa itu. dan parfum) telah berabad-abad digunakan orang. Bau-Bauan Bau-bauan. Orang-orang saling mengoleskan parfum yang tidak beralkohol itu kepada sesamanya. Sophia Latjuba dan Tamara Bleszynski. pejuang hak asasi kulit hitam di Amerika. Wajah wanita kebarat-baratan dengan hidung mancung. merah muda. dagu lancip dan kulit yang putih. sebagai tanda persaudaraan. Pada zaman Nabi Muhammad. eau de toilette. kaum pria dinjurkan untuk menggunakan wewangian pada saat mereka melaksanakan sholat Jum’at.“rendah diri” di hadapan orang kulit putih. Kebanyakan hewan menggunakan bau-bauan untuk memastikan kehadiran musuh. mirip dengan cara yang juga dilakukan hewan. mangunwijaya. Suku-suku primitive di pedalaman telah lama menggunakan tumbuhtunbuhan sebagai bahan wewangian. eau de cologne. misalnya Meriam Bellina. adalah idola penonton wanita kita.B. fenomena ini lebih menonjol lagi. menyindir orang seperti itu sebagai orang yang lebih menggelikan daripada badut dan mungkin telah kehilangan jati dirinya. kini menjadi dambaan banyak wanita Indonesia. 3. terutama yang menyenangkan (wewangian seperti deodorant. merah dan pirang. wanita yang ayahnya meninggal dunia. menandai wilayah mereka. khususnya oleh kelompok Muslim yang aktif . juga untuk menyampaikan pesan. Di kalangan selebritis. juga diperankan oleh Meriam Bellina. dan menarik lawa jenis. Padahal. Namun. dianjurkan untuk berkabung selama tiga hari. berusaha meluruskan rambut mereka dengan bahan kimia. Roro mendut dilukiskan sebagai wanita Jawa asal Pesisir yang “berkulit seperti kayu jati muda atau hitam manis”. Dengan menampilkan wajah Eurasia itu.

lalu mengenakan pakaian segar. Kita enggan berdekatan dengan orang yang bau badan. . atau pada perkawinan puluhan tahun lalu. dan akhirnya mengunyah permen penyegar mulut. menyikat gigi. dan dari negara ke negara. “Tidak sesuatu pun membangkitkan kenangan seperti suatu bau”. mantan pacar dan sahabat yang mungkin telah tiada. mengoleskan parfum.berdakwah dari daerah ke daerah. Berapa sering anda melakukan hal-hal berikut sebelum anda pergi ke suatu acara istimewa dan bertemu dengan orangorang yang istimewa pula : menggosok badan dengan sabun mandi. “Wewangian mengirim pesan lebih ke otak”. istri. Bau tubuh memang amat sensitif. Bau bunga melati mungkin akan mengingatkan kita pada kematian seseorang yang kita kasihi belasan tahun lalu. menggunakan deodorant. sepatu yang bebas bau. kata Harry Darsono. bau ketiak apalagi bau mulut. kota ke kota. yang dikenal dengan sebutan Jamaah Tabligh. Bau parfum tertentu pun boleh jadi mengingatkan kita pada seseorang yang khusus : ibunda. perancang model terkenal. berkumur-kumur dengan cairan pembersih mulut dan pembunuh kuman. sementara Victor Hugo menyatakan.

Larry A Samovar dan Richard E. kita akan menggunakan berbagai jenis pesan non verbal yang kita anggap penting. bahasa tubuh. dsb 2. misalnya berjalan. dan lambang non verbal bersifat public seperti ukuran ruangan.BAB III PENUTUP A. gerakan dan postur tubuh. Aksenturasi. Substitusi. pakaian. 5. yaitu menggambarkan lambang-lambang verbal. mulai dari pesan non verbal yang bersifat perilaku hingga pesan non verbal yang terdapat dalam lingkungan kita. Porter membagi menjadi 2 bagian. seperti gerak isyarat. Disisi lain secara garis besar. Kesimpulan Komunikasi non verbal adalah komunikasi diman pesan disampaikan tidak dengan kata-kata. Bahasa objek. 3. menolak pesan verbal atau memberi makna lain terhadap pesan verbal. komunikasi non verbal diklasifikasikan menurut Jurgen Ruesch sebagai berikut : 1. 3. seperti pertunjukan benda. Perilaku yang terdiri dari penampilan pakaian. dll. Bahasa tanda seperti bahasa isyarat tuna rungu 2. Bahasa tindakan yaitu semua gerakan tubuh yang tidak sigunakan secara eksklusif untuk memberikan sinyal. 2. yaitu mengulang kembali gagasan yang telah disampaikan secara verbal. bendera. melengkapi dan memperkaya makna pesan non verbal. Repetisi. Meskipun tidak menggunakan pengkategorian di atas. Komplemen. Kontradiksi. . yaitu : 1. Dismaping itu komunikasi non verbal mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. Ruang waktu dan diam. menegaskan pesan verbal atau menggaris bawahinya/ Selain itu. gambar dan music baik yang disengaja maupun tidak. 4.

Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. 1994.DAFTAR PUSTAKA Effendi. Remaja Rosdakarya. Remaja Rosdakarya. Ilmu Komunikasi : Teori dan Praktek. 2005. 1994. Mulyana. Jalaludin. Rakhamat. Bandung. Bandung. Remaja Rosdakarya. Onong. Psikologi Komunikasi. Deddy. . Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful