KESEHATAN REPRODUKSI INFERTILITAS DANPENANGGULANGANNYA

DISUSUN OLEH MELIATUN :10300046 PUJI ASTUTI :10300057 RITA SARI :10300064

FAKULTAS KEDOKTERAN PRODI III KEBIDANAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG
2011

Tuan penulis membuat makalah ini untuk mmenuhi mata kuliah kesehatan reproduksi. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya. Bandar lampung. Penulis mengucapkan terima asih pada semua pihak yang telah berperan dalam pembuaan makalah ini. karena karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Semoga Tuhan YME senantiasa meridhoi segala usaha kita. maret 2011 penyusun .

Istilah yang mungkin sering kita dengar adalah “infertilitas”. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dari segi kesehatan. Anak adalah salah satu nikmat dari Allah. Bisa jadi ada sebab atau penyakit tertentu yang menyebabkan suami-istri tersebut sulit memiliki keturunan. Bukan hanya sekedar doa memohon kehadiran seorang anak. Latar Belakang Tidak lengkap rasanya sebuah keluarga tanpa kehadiran seorang anak. tangis. Tujuan 1. Maka. Celoteh. Tujuan umum Agar mahasiswa mengetahui infertilitas dan penanggulangannya 2. dan kerewelan seorang anak bahkan adalah lantunan kehidupan yang mampu menggelorakan cinta dan semangat hidup kedua orangtuanya. saat sang buah hati yang dinanti belum juga dikaruniakan oleh-Nya. Bukankah salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan? Apalagi bila buah hati yang dinanti adalah generasi yang diharapkan kelak bisa dididik menjadi seorang hamba Allah yang shalih. hendaklah sepasang suami-istri tetap ber-husnuzhon (berprasangka baik) dan ridha akan ketetapan Rabb-nya. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan infertilitas? B. Meski demikian. baik suami maupun istri hendaknya tetap terus berusaha dan berdoa. kemanjaan. Tujuan Khusus • Agar mahasiswa mengetahui arti infertelitas dan penyebabnya • Agar mahasiswa mengetahui penanggulangan infertelitas .BAB I PENDAHULUAN A. tetapi kehadiran anak-anak yang shalih dan shalihah.

apa definisi infertelitas dan penyebabnya 2. bagaimana penanggulangan infertelitas .BAB II PERMASALAHANNYA 1.

Definisi Infertilitas Mandul atau infertilitas adalah pasangan yang belum bisa punya keturunan meski sudah diusahakan. usia lanjut. yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Sebagai tambahan pengetahuan. hidup di lingkungan polusi udara yang tinggi. mengkonsumsi narkoba. diperkirakan ada 3. rokok. Penyebab infertilitas sebanyak 40% berasal dari pria. pria pun berpotensi mandul. angka kejadian perempuan infertil 15% pada usia 30-34 tahun. laki-laki menghasilkan sprema berkualitas 3. Pada perempuan kemandulan biosa disebabkan oleh kelainan pada rahim. 40% dari wanita. ada pembuahan sel sperma kepada sel telur 4. dan 10% tidak diketahui. Kini. Ada sejumlah persyaratan untuk bisa perempuan mengandung (berpotensi menghasilkan keturunan): 1. alkohol. Kejadian Kasus Infertilitas • • • • Secara umum. . berpotensi untuk mandul. usia. telur yang dibuahi menempel pada rahim bagian dalam. Di Indonesia. Jika salah satu syarat tersebut tidak dipenuhi. Pasangan dengan infertilitas primer tidak bisa hamil sedangkan infertilitas sekunder adalah sulit untuk hamil setelah sudah pernah sekali hamil dan melahirkan secara normal sebelumnya. para ahli memastikan angka infertilitas telah meningkat mencapai 15-20 persen dari sekitar 50 juta pasangan di Indonesia. Berdasar survei kesehatan rumah tangga tahun 1996. perokok. bahwa kemandulan bukan hanya di pihak perempuan. atau penyakit menular seks. Infertilitas Primer vs Infertilitas Sekunder Infertilitas sendiri ada dua macam. Pria yang suka minum alkohol.BAB III PEMBAHASAN A. Mereka disebut infertil karena belum hamil setelah setahun menikah. maka kemungkinan menghasilkan keturunan kecil. stress. 10% dari pria dan wanita. meningkat 30 % pada usia 35-39 tahun dan 64 % pada usia 40-44 tahun. perempuan menghasilkan telur 2. kurang gizi.5 juta pasangan (7 juta orang) yang infertil. di dunia diperkirakan 1 dari 7 pasangan bermasalah dalam hal kehamilan.

(3) Emosi Stres memicu pengeluaran hormon kortisol yang mempengaruhi pengaturan hormon reproduksi. Fase pubertas wanita adalah fase di saat wanita mulai dapat bereproduksi. 5. Lama infertilitas. lebih dari 50% pasangan dengan masalah infertilitas datang terlambat. uterus. yaitu kualitas sperma dan seksualitas. antara lain: Umur. Lingkungan. (1) Umur Kemampuan reproduksi wanita menurun drastis setelah umur 35 tahun. Hal ini dikarenakan cadangan sel telur yang makin sedikit. Fase reproduksi wanita adalah masa sistem reproduksi wanita berjalan optimal sehingga wanita berkemampuan untuk hamil. Faktor-faktor yang mempengaruhi infertilitas. 3. Fase pubertas wanita terjadi pada umur 11-13 tahun. dan makin terbatasnya jenis pengobatan yang sesuai dengan pasangan tersebut. Fase menopause terjadi pada umur 45-55 tahun. 4. tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin. Emosi. Kondisi reproduksi wanita. meliputi cervix. Kondisi reproduksi pria. 6. (2) Lama Infertilitas Berdasarkan laporan klinik fertilitas di Surabaya. Adapun fase menopause adalah fase di saat haid berhenti. 8. Terlambat dalam artian umur makin tua. yang ditandai dengan haid untuk pertama kalinya (disebut menarche) dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder. . Hubungan seksual. yaitu membesarnya payudara. dan sel telur. 2. penyakit pada organ reproduksi yang makin parah. Fase ini dimulai setelah fase pubertas sampai sebelum fase menopause. 7.Penyebab Infertilitas 1. dan timbunan lemak di pinggul.

(5) Hubungan Seksual Penyebab infertilitas ditinjau dari segi hubungan seksual meliputi: frekuensi. yang nantinya akan bertemu sel telur yang “menunggu” di saluran telur wanita. dan melakukannya pada masa subur. Penetrasi adalah masuknya penis ke vagina sehingga sperma dapat dikeluarkan. Frekuensi yang dianjurkan adalah 2-3 kali seminggu sehingga memberi waktu testis memproduksi sperma dalam jumlah cukup dan matang. terjadi penetrasi dan tanpa kontrasepsi. Pada saat subur. dan obat rekreasional (rokok. Penetrasi terjadi bila penis tegang (ereksi). pestisida. (6) Frekuensi Hubungan intim (disebut koitus) atau onani (disebut masturbasi) yang dilakukan setiap hari akan mengurangi jumlah dan kepadatan sperma. yaitu dilakukan dengan frekuensi 2-3 kali seminggu. wanita di bawah. Di luar saat subur. Dianjurkan. setelah wanita menerima sperma. (8) Masa Subur Cara untuk mengetahui masa subur antara lain: 1.(4) Lingkungan Paparan terhadap racun seperti lem. obat-obatan (misalnya: obat pelangsing). Oleh karena itu gangguan ereksi (disebut impotensi) dapat menyebabkan infertilitas. wanita berbaring selama 10 menit sampai 1 jam bertujuan memberi waktu pada sperma bergerak menuju saluran telur untuk bertemu sel telur. silikon. Banyak wanita menganggap hal itu sebagai keputihan. . bahan pelarut organik yang mudah menguap. (7) Posisi Infertilitas dipengaruhi oleh hubungan seksual yang berkualitas. lendir mulut rahim hanya sedikit dan lebih kental sehingga kelamin terkesan kering. di bawah pantat wanita diberi bantal agar sperma dapat tertampung. Penetrasi yang optimal dilakukan dengan cara posisi pria di atas. dan alkohol) dapat mempengaruhi sistem reproduksi. Dengan memperhatikan keluarnya lendir mulut rahim yang dapat diraba dengan jari (pastikan jari bersih untuk mencegah terjadinya infeksi). Kafein terkandung dalam kopi dan teh. Sebagai tambahan. keluarlah cairan bening seperti putih telur sehingga kelamin terkesan basah. posisi. kafein.

6. Pengobatan radiasi. ovulasi. • Langkah II (analisis hormonal). 10. kehamilan ektopik. Kadar normal prolaktin adalah 5. B. 2. frekuensi sanggama. Hiperprolaktinemia menyebabkan gangguan sekresi GnRH yang akibatnya terjadi anovulasi. Pemeriksaan meliputi pengukuran suhu tubuh setiap pagi pada waktu bangun tidur. Suhu tubuh itu disebut sebagai suhu basal tubuh. Pemeriksaan gonadotropin dapat memberi informasi tentang penyebab tidak terjadinya haid. 7. dilakukan jika dari hasil anamnesis ditemukan riwayat.2-0. Riwayat PID. kehamilan terakhir. Peningkatan suhu tubuh yang jelas. 5.25 ng/ml. atau sedang mengalami gangguan haid. Anamnesis meliputi hal-hal berikut. yaitu suhu tubuh dalam kondisi istirahat penuh. terjadi karena produksi hormon progesteron yang muncul segera setelah ovulasi. dan dismenorea. Riwayat komplikasi pascapartum. walalupun sedikit (sekitar 0. 11. PENANGGULANGANNYA Penanganan infertilitas dapat dibedakan penanganan pada pria. Lama fertilitas. leukorea. Riwayat sanggama. perlu dipikirkan ada tumor di hipofisis. atau dari pemeriksaan dengan suhu basal badan (SBB) ditemukan anovulasi. Dengan mengukur suhu tubuh setiap pagi sebelum bangun tidur selama beberapa bulan siklus menstruasi (biasanya sampai tiga bulan). cara yang terbaik untuk mencari penyebab infertilitas pada wanita. 3.2. tiroid). 4. Riwayat bedah perut/hipofisis/ginekologi. 12. Penanganan pada wanita dapat dibagi dalarn 7 (tujuh) langkah yang digambarkan sebagai berikut: • Langkah I (anamnesis). diabetes melitus. Banyak faktor penting yang berkaitan dengan infertilitas dapat ditanyakan pada pasien. dispareunia.5 °C). PHS. 8. Pengetahuan kesuburan. . 9. 1. Riwayat keluar ASI. alkoholisme. Pemeriksaan dilakukan antara pukul 7 sampai 10. sitostatika. Pemeriksaan infertilitas dan pengobatan sebelumnya. dan dicatat pada suatu grafik khusus (bisa didapatkan dari dokter). Riwayat haid. Konstrasepsi yang pernah digunakan. Tanda ovulasi adalah apabila terjadi sedikit kenaikan suhu tubuh pada pertengahan siklus haid. abortus. Riwayat penyakit sistematik (tuberkulosis. Jika ditemukan kadar prolaktin >50 ng/ml disertai gangguan haid.

atau sebelum makanlminum. Jika . Karena makin meningkatnya penyakit akibat hubungan seksual. Penanganan pada pria umumnya adalah dengan analisis sperma. Jika ditemukan riwayat abortus berulang atau kelainan bawaan pada kehamilan sebelumnya perlu dilakukan pemeriksaan terhadap TORCH. Jika dengan pemberian estrogen dan klomifen sitrat tidak juga terjadi sekresi gonadotropin. Penanganan pada tiap predisposisi infertilitas bergantung pada penyebabnya.• Langkah III (uji pasca-sanggama). • Langkah IV (penilaian ovulasi). Hasil UPS yang normal dapat menyimpulkan penyebab infertilitas suami. Lebih diutamakan progesteron intravagina dengan• dosis 50. diberikan klomifen sitrat dosis 50-100 mg. Untuk umpan balik negatif. Tes ini dapat memberi informasi tentang interaksi antara sperma dan getah serviks.200 mg daripada pemberian oral. untuk pematangan folikel terpaksa diberikan gonadotropin dari luar. berarti menunjukkan folikel yang matang dan tidak lama lagi akan terjadi ovulasi. perlu dilakukan evaluasi kembali terhadap sperma. Penilaian ovulasi dapat diukur dengan pengukuran suhu basal badan (SBB). mulai hari ke-5 sampai ke-9 siklus haid. dan laparoskopi. Cara lain untuk menilai ovulasi adalah dengan USG. Tuba yang tersumbat. dan anovulasi merupakan penyebab tersering infertilitas. pemeriksaan tuba menjadi sangat penting. • Langkah V (pemeriksaan bakteriologi). Jika wanita memiliki siklus haid berovulasi. gambaran tuba falopii secara sonografi. yaitu uji insuflasi. Untuk pelaksa-naan uji pascasanggama telah dijelaskan sebelumnya. Kadar estradiol yang tinggi pada fase luteal dapat menghambat implantasi dan keadaan seperti ini sering ditemukan pada unexplained infertility. • Langkah VI (analisis fase luteal). Perlu dilakukan pemeriksaan bakteriologi dari vagina dan porsio. induksi ovulasi dapat dicoba dengan pemberian estrogen (umpan balik positif) atau antiestrogen (umpan balik negatif). Dari hasil analisis sperma dapat terlihat kualitas dan kuantitas dari spermatozoa. histerosalpingografi. Jika hasil UPS negatif. termasuk pemberian antibiotik untuk infertilitas yang disebabkan oleh infeksi. gangguan hormon. Pada gangguan ovulasi idiopatik yang penyebabnya tidak diketahui. Infeksi akibat Clamydia trachomatis dan gonokokus sering menyebabkan sumbatan tuba. Jika diameter folikel mencapai 18-25 mm. SBB dikerjakan setiap hari pada saat bangun pagi hari. grafik akan memperlihatkan gambaran bifasik. sedangkan yang tidak berovulasi gambaran grafiknya monofasik. hidrotubasi. Pengobatan insufisiensi korpus luteum dengan pemberian sediaan progesteron alamiah. • Langkah VII (diagnosis tuba falopii). sebelum bangkit dari tempat tidur. Untuk mengetahui kelainan pada tuba tersedia berbagai cara.

uji pasca-sanggama. analisis fase luteal. Observasi prospektif dan pengobatan empiris dengan clomiphene atau antibiotik empiris. yaitu dengan anamnesis pasangan suami-istri. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengobati satu atau lebih faktor spesifik. menunjukkan tidak adanya kelainan vesikula dan vasa seminalis yang bersifat kongenital. analisis sperma. pemeriksaan bakteriologi. . harus dilakukan tindakan biopsi testis. dan analisis sperma. Jika tidak ditemukan fruktosa di dalam semen. Langkah-langkah penanganan infertilitas dari yang paling sederhana. diagnosis tuba falopii.ditemukan fruktosa di dalam semen. penilaian ovulasi.

Pada wanita. Penanganan pada pria umumnya adalah dengan analisis sperma. pemeriksaan ginekologi. evaluasi pada pasangan infertilitas harus memerhatikan faktor wanita dan pria. menunjukkan tidak adanya kelainan vesikula dan vasa seminalis yang bersifat kongenital.BAB IV PENUTUP A. perlu diperhatikan/dianalisis spermanya untuk mengevaluasi pasangan yang infertil. Jika ditemukan fruktosa di dalam semen. KESIMPULAN Mandul atau infertilitas adalah pasangan yang belum bisa punya keturunan meski sudah diusahakan. karakteristik haid dan galaktorea. . Jika tidak ditemukan fruktosa di dalam semen. B. harus dilakukan tindakan biopsi testis. gamet perempuan. dan faktor saluran genitalia perempuan. SARAN Pada prinsipnya. perhatikan pemeriksaan fisiknya termasuk endokrin. Pada pria. Dari hasil analisis sperma dapat terlihat kualitas dan kuantitas dari spermatozoa. serta masa ovulasi. Kategori infertilitas dipengaruhi oleh faktor garnet lakilaki.

SKM. M.Kes & Hamidah. S.GOOGLE.Pd.DAFTAR PUSTAKA Kebidanan Komunitas Oleh Safrudin.COM . M.Kes WWW.

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. PENANGGULANGAN INFERTELITAS PENUTUP A. KESIMPULAN B. TUJUAN PERMASALAHAN PEMBAHASAN A. LATAR BELAKANG B. DEFINISI INFERTELITAS DAN PENYEBABNYA B. SARAN BAB II BAB III BAB IV DAFTAR PUSTAKA .