BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Air merupakan komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan. Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya di bumi tidak ada air. Selain itu air meliputi kira-kira ¾ dari permukaan bumi. Sumber air dipermukaan bumi atau dikenal sebagai hidrosfera mencangkup air laut, es dan salju pada kawasan kutub dan gunung gleiser. Air pada permukaan bawah bumi meliputi air tanah, air hujan, air dalam flora dan fauna. Berdasarkan salinitasnya, ekosistem perairan yang ada di dunia ini terbagi dua, yaitu perairan asin dan perairan tawar. Dalam lymnology, ekosistem air tawar dibagi menjadi dua yaitu ekosistem lentik dan ekosistem lotik . Air tergenang atau habitat lentik (berasal dari kata lenis yang berarti tenang) , arusnya cenderung relative tenang, contohnya adalah danau, kolam, rawa, atau pasir terapung. Sedangkan yang termasuk air mengalir atau habitat lotik (berasal dari kata lotus yang berarti tercuci) antara lain mata air, aliran air (brook-creek) atau sungai (Odum, 1993). Pada perairan yang luas dan dalam, fitoplankton memegang peranan penting sebagai penyedia materi organik. Di dalam perairan ini tumbuhan makrofita yang hidup di daerah litoral menjadi kurang berperan dalam hal produktivitas primer dibandingkan dengan fitoplankton yang menempati aerah limnetik yang lebih luas. Kajian tentang struktur dan kelimpahan plankton sangat menarik, karena pentingnya kedudukan masing-masing organisme tersebut dalam komunitas perairan. Zooplankton merupakan makanan ikan, baik yang masih juvenil
1

maupun yang sudah dewasa. Zooplankton juga memegang peranan penting dalam mengendalikan populasi fitoplankton, sehingga dapat mengurangi eutrofikasi danau. Ekosistem perairan, termasuk ekosistem air tawar, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam ekosistem ini, faktor-faktor tersebut akan saling mempengaruhi melalui hubungan timbal balik dan membentuk suatu karakteristik perairan. Faktor-faktor tersebut adalah kimia, fisika, dan biologi. Faktor Kimia terdiri dari Alkalinitas, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Keasaman (pH). Faktor Fisika terdiri dari Suhu, Kejernihan, Arus, Daya Hantar Listrik. Faktor biologis yang mempengaruhi keadaan perairan tawar adalah bentos dan plankton. Oleh karena itu, dengan mempelajari dan mengetahui keadaan parameter kimia, fisika dan biologis kita bisa membedakan ekosistem lentik dan lotik. Dewasa ini, air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius. Untuk mendapat air yang baik sesuai dengan standar tertentu, saat ini menjadi sesuatu yang mahal, karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari berbagai hasil kegiatan manusia. Sehingga secara kualitas, sumberdaya air telah mengalami penurunan. Selain secara kualitas, hal ini juga terjadi secara kuantitas, yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Kehidupan organisme air sangat dipengaruhi oleh kualitas air. Kualitas air sungai merupakan hasil merupakan hasil interaksi berbagai factor, baik berasal dari dalam maupun dari luar badan sungai. Faktor-faktor tersebut antara lain iklim, tanah dasar sungai, arus air, kegiatan budidaya, kegiatan industri dan kegiatan penerbangan hutan yang ada di sepanjang daerah aliransungai. Diantara faktor-faktor iklim yang dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terdapat perubahan kualitas air sungai adalah penyinaran cahaya matahari dan hujan. Cahaya matahari berpengaruh terhadap temperatur air dan aktivitas organisme fotosintetik yang ada

2

disungai. Cahaya matahari yang kurang, akan menyebabkan proses fotosintesis berlangsung lambat, sehingga produksi oksigen dalam air secara alami akan berkurang. Pengkajian kualitas perairan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan analisis fisika, kimia dan biologi. Untuk perairan yang dinamis, analisis fisika dan kimia air kurang memberikan gambaran tentang kualitas perairan, dan dapat memberikan penyimpangan-penyimpangan yang kurang menguntungkan, karena kisaran nilai-nilai peubahnya sangat dipengaruhi keadaaan sesaat.Lingkungan perairan mempunyai kekhasan tertentu yang berbeda dari lingkungan terrestrial dengan biota di dalamnya dari mulai yang hidup melayang di permukaan sampai yang menempati dasar perairan telah teradaptasi dengan medium air. Habitat perairan tawar dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu perairan lentik (habitat air tetap) seperti danau, kolan dan rawa serta perairan lotik (habitat air mengalir) seperti sungai, mata air dan selokan. Meskipun keduanya merupakan lingkungan akuatik, tetapi dari segi ekosistem mempunyai perbedaan yang mendasar dalam hal masukan dan aliran energi, sirkulasi serta masukan mineral.

1.2 Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud Maksud dari praktikum ini adalah untuk mengetahui keanekaan dan populasi bentos dan plankton di lokasi pengamatan. 1.2.2 Tujuan Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui kualitas air cekdam Arboretum Unpad dan sungai Cikuda secara biologi, fisika dan kimia. Hasil dari praktikum ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai keadaan umum kolam dan sungai dalam upaya pemanfaatan dan pengelolaannya secara optimal.
3

1.3 Waktu dan Tempat Praktikum “Ekosistem Lotik, Penentuan Stasiun Pengamatan dan

Pengambilan Sampel” dilakukan pada hari Sabtu tanggal 4 Desember 2010 pukul 09.00-11.00 WIB di Sungai Cikapundung Babakan Siliwangi, Bandung.

4

Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Enerst Haeckel. Ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya disebut ekologi. Oleh karena itu ekologi berarti ilmu tentang rumah 5 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti rumah dan logos yang berarti ilmu/telaah. khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. seorang ahli biologi bangsa Jerman.1 Pengertian Ekologi Inti permasalahan ekologi adalah hubungan makhluk hidup.

energi. tumbuhan. Oleh karena itu transaksi dalam ekologi berbentuk materi. dan informasi dalam suatu komunitas atau beberapa komunitas mendapat perhatian utama dalam ekologi.1 Ekosistem Perairan Ekosistem merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat komponen biotik dan komponen abiotik sebagai penyusunnya dan kedua komponen ini saling berinteraksi membentuk satu kesatuan. Terdapat dua macam ekosistem yang kita kenal. Arus materi. energi dan informasi. Dalam lymnology. Lingkungan perairan mempunyai kekhasan tertentu yang berbeda dari lingkungan terrestrial dengan biota di dalamnya dari mulai yang hidup melayang di permukaan sampai yang menempati dasar perairan telah teradaptasi dengan medium air. Ekologi (Oikos dan logos) sedang ekonomi (Oikos dan nomos) sehingga kedua ilmu itu banyak persamaannya. yaitu ekosistem darat dan ekosistem perairan. ekosistem 6 . Ekosistem juga dapat didefinisikan sebagai tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsure lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. energi. sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi. Menurut Nybakken (1992). Ekosistem merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat komponen biotik dan komponen abiotik sebagai penyusunnya dan kedua komponen ini saling berinteraksi membentuk satu kesatuan. melainkan materi. Namun dalam ekologi. dan informasi. mata uang yang dipakai dalam transaksi bukan rupiah atau dolar. dan binatang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh.(tempat tinggal) makhluk hidup. suatu komunitas atau serangkaian komunitas beserta lingkungan fisik dan kimia di sekelilingnya secara bersama-sama membentuk suatu ekosistem. Berdasarkan arti harfiah dari asal katanya ekologi dan ekonomi sama. Dengan demikian ekologi biasanya diartinya sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. seperti uang dalam ekonomi. 2. Ekosistem merupakan tatanan kesatuan secara kompleks yang di dalammya terdapat habitat.

Aliran atau arus air laut terus bergerak karena perbedaan iklim. 2006): 1.2. konsumen. 7 .air tawar dibagi menjadi dua yaitu ekosistem lentik dan ekosistem lotik. contohnya adalah danau. rawa. arusnya cenderung relative tenang. 1996). Variasi temperatur atau suhu tinggi 2. Ekosistem perairan dibedakan atas perairan ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Ekosistem perairan merupakan ekosistem terbesar yang menutupi bumi ini. zooplankton dan decomposer. Berikut ini merupakan ciri-ciri habitat air laut (Godam. temperature dan rotasi bumi 6. 2005). Sedangkan yang termasuk air mengalir atau habitat lotik (berasal dari kata lotus yang berarti tercuci) antara lain mata air. sehingga pemanfaatannya dapat terganggu (Salmin. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.1 Parameter Pencemaran Pencemaran air adalah penambahan unsur atau organisme laut ke dalam air. sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. 2. Komunitas air asin terdiri dari produsen. Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Habitat di laut saling berhubungan / berkaitan satu sama lain 7. Penetrasi dan cahaya matahari tinggi 4. Ekosistem tidak terpengaruh iklim dan cuaca alam sekitar 5. aliran air (brook-creek) atau sungai (Odum. atau pasir terapung. zat. Kadar garam / salinitas / tingkat keasinan tinggi 3. Air tergenang atau habitat lentik (berasal dari kata lenis yang berarti tenang) . kolam. energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia.

. Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu antara lain musim. Menurut Van’t Hoffs dalam Barus (2002). Parameter-parameter tersebut merupakan indikator terjadinya pencemaran (Srikini. kenaikan temperatur sebesar 10°C (hanya pada kisaran temperatur yang masih ditolerir) akan meningkatkan laju metabolisma dari organisme sebesar 2-3 kali lipat. 1988). Yang dimaksud dengan parameter-parameter tersebut antara lain. tegangan permukaan dan nilainilai penjenuhan dari benda-benda padat dan gas. Satu hal yang pasti bahwa tidak ada satu jenispun organisma air yang mampu hidup dalam kisaran temperatur yang sangat luas.2. tekanan uap. kimia dan biologi. pengentalan. dkk. Dalam mengontrol suatu parameter dilakukan pula pengaturan terhadap parameter yang lain karena parameter-parameter ini saling berhubungan satu sama lain. Hal ini disebabkan karena kelarutan berbagai jenis gas didalam air serta semua aktivitas biologis-fisiologis di dalam ekosistem air sangat dipengaruhi temperatur. waktu pengukuran. 2000). parameter fisika. Suhu berguna dalam memperlihatkan kecenderungan aktivitas-aktivitas kimiawi dan biologis. Suhu Dalam setiap penelitian ekosistem air. Terdapat organisme yang mempunyai kisaran toleransi yang luas (euryterm) dan ada jenis yang mempunyai kisaran toleransi yang sempit (stenoterm). kedalaman air dan kegiatan manusia di sekitar perairan (Nybakken.Dengan mengetahui beberapa parameter yang ada pada daerah atau kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum.2 Parameter Fisika 1. pengukuran temperatur air merupakan hal yang mutlak dilakukan. Dengan demikian maka 8 . 2. Suhu air berpengaruh terhadap sifat fisik. kimiawi dan biologis perairan. cuaca.

Dengan meningkatnya kedalaman air menyebabkan penurunan nilai p atau tekanan parsial. 3. turbidity dan tingkat pencemaran di perairan tersebut. Arus Arus atau paliran air adalah parameter fisika yang dapat di jadikan pembeda beberapa ekosistem perairan tawar. Sebagian cahaya matahari tersebut akan diabsorbsi dan sebagian lagi akan dipantulkan ke luar dari permukaan air. 4. juga dipengaruhi oleh berbagai substrat dan benda lain yang terdapat di dalam air Kecerahan perairan dapat diukur dengan alat yang dinamakan Keping Secchi < 3m adalah tipe perairan yang subur (eutrofik). Kecerahan Kecerahan perairan berhubungan erat dengan jumlah intensitas matahari yang masuk ke suatu perairan. 5.dapat dimaklumi bahwa terdapat perbedaan spesies yang signifikan pada ekosistem air di wilayah georgrafis yang berbeda 2. Ini dapat menjadi pembeda utama dalam akosistem lentik dan lotik. Kedalaman Kedalaman adalah parameter fisika yang mendasar dan berpengaruh pada aspek lainnya. Penetrasi cahaya pada suatu perairan dipengaruhi oleh kelimpahan dan komposisi plankton. Cahaya sangat penting dalam proses fotosintesis pada tumbuhan. Debit Air 9 . Kondisi optik dalam air selain dipengaruhi oleh oleh intensitas cahaya matahari. antara 3-6m kesuburan sedang (mesotrofik) dan > 6m digolongkan pada tipe perairan kurang subur (oligotrofik). Faktor cahaya matahari yang masuk ke dalam air akan mempengaruhi sifat-sifat optis dari air. dan beberapa jenis hewan memerlukan cahaya dalam mencari makan.

1983). Oksigen merupakan komponen penting dan menjadi faktor pembatas bagi organisme perairan. Perairan disebut asam jika nilai pH < 7. Besarnya pH suatu perairan adalah besarnya konsentrasi ion hidrogen yang terdapat dalam perairan tersebut.2. Derajat Keasaman (pH) Derajat Keasaman adalah logaritma negatif konsentrasi ion hidrogen (Goldman & Horne. alkalinitas. netral pH = 7. Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH berkisar antara 6. 2. dan basa pH > 7. 2. kandungan kation dan anion. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal dari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut (Salmin. Pescod (1973) mengemukakan bahwa batas toleransi organisme perairan terhadap pH bervariasi dan dipengaruhi antara lain suhu. pH asam mematikan ikan kurang dari 4 dan pH basa yang mematikan sebesar 11 (Boyd.Debit air adalah parameter fisika yang dipengaruhi oleh arus dan badan air (kedalaman dan lebar melintang). Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen /DO) Oksigen terlarut adalah parameter kimia perairan yang menunjukkan banyaknya oksigen yang terlarut dalam suatu ekosistem perairan. maupun jenis dan tempat hidup organisme. oksigen terlarut.3 Parameter kimiawi 1. 2000). pH sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan di dalam air.5. Nilai pH suatu perairan akan menunjukkan air akan bereaksi asam atau basa. Debit juga menjadi ciri pembeda ekosisitem perairan tawar. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan proses metabolisme atau pertukaran zat yang menghasilkan energi. 1990). Hal ini karena daya larut oksigen di perairan rendah serta 10 .5-7.

salinitas. Oksigen dalam perairan bersumber dari difusi udara maupun hasil proses fotosintetis organisme produsen. pergerakan air. lias daerah permukaan yang terbuka. 1995). Biochemical Oxygen Demand (BOD) Biological Oxygen Demand. adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam air untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan organik yang ada di dalam air lingkungan tersebut. Bila suatu badan air dicemari oleh bahan organik maka bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air dan dapat menjadikan kondisi perairan menjadi anaerob. Angka BOD adalah jumlah O2 yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air. 11 . Mikroorganisme yang memerlukan oksigen untuk memecah bahan buangan organik sering disebut dengan bakteri aerobik. Teknik yang digunakan dalam pengujian dissolved oxygen dalam larutan air. Biochemical Oxygen Demand adalah suatu analisis empiris yang mencoba mendekati secara global proses-proses mikrobiologis yang terjadi dalam air. diperkenalkan beberapa dekade yang lalu oleh Winkler. Sedangkan mikroorganisme yang tidak memerlukan oksigen disebut dengan bakteri anaerobik (Wardhana.dipengaruhi oleh suhu dan salinitas. Sebenarnya peristiwa penguraian bahan buangan organik melalui proses alamiah yang mudah terjadi apabila air lingkungan mengandung oksigen yang cukup ( Wardhana. penguraian atau perombakan bahan organik sehingga peningkatan konsentrasi bahan organik dapat menurunkan O2 terlarut dan kecerahan perairan. Kelarutan oksigen dalam air dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu. Oksigen dikonsumsi secara terus menerus oleh tumbuhan dan hewan dalam aktivitas respirasi. 3. atau kebutuhan oksigen biologis. tekanan atmosfir dan persentase oksigen disekelilingnya. Metode yang dilakukan pun relatif mudah (Cole. 2004). Makin tinggi suhu dan salinitas maka kelarutan oksigen makin rendah. Oksigen terlarut dalam perairan dapat berkurang oleh proses respirasi organisme akuatik. 1994).

kadar garam di muara. 12 . misalnya klorinitas. 1992). Nilai BOD yang terbaik untuk perikanan adalah tidak boleh lebih dari 20 mg/liter.5 . konduktivitas atau indeks refraktif yang juga bergantung pada kandungan garam (Nybakken. Perbedaan salinitas terjadi karena perbedaan dalam dengan mengukur satu penguapan dan presipitasi.sehingga mengakibatkan kematian ikan.5 4.9 5. Zat terlarut meliputi garamgaram anorganik.15 > 15 Sumber Lee et al (1978) 4. Nilai BOD menunjukkan banyaknya oksigen yang digunakan mikroorganisme terutama baktri untuk merombak bahan organik dalam air. yaitu.0 – 4. Bahan organik yang terbawa aliran air mempunyai peranan penting dalam rantai makanan jasad perairan terutama bagi organisme akuatik pemakan detritus.0 3.6.0 – 4.0 BOD (mg/L) < 3. Klasifikasi Derajat Pencemaran Bahan Organik Derajat Pencemar Belum tercemar Tercemar ringan Tercemar sedang Tercemar berat DO (mg/L) > 6. Beberapa plankton yang hidup terbatas pada air tawar dan pada saat berpindah ke laut akan menyebabkan kematian. dan kadar garam yang tinggi di laut. dan gas-gas terlarut.5 2. rasio antara berat larutan terhadap berat air murni dalam volume yang sama. Banyaknya zat terlarut dinamakan salinitas.4 < 2.0 . Salinitas Kadar garam dalam air bervariasi. senyawa-senyawa organik yang berasal dari organisme hidup. Salinitas pada umumnya dinyatakan sebagai berat jenis (specific gravity). dari kadar garam yang rendah di sungai. Rasio ini dihitung berdasarkan kondisi suhu 15° C. Salinitas dapat ditentukan parameter. Tabel 1. Hal ini menyebabkan keterbatasan penyebaran plankton.

4 Parameter biologi Dalam mempelajari dan mengamati kualitas air di suatu perairan umum telah diterapkan cara pengukuran parameter biologis yaitu dengan menggunakan indeks hayati. Karbondioksida bersenyawa dengan air membentuk senyawa karbonat yang akan menghasilkan kondisi asam pada perairan melalui disosiasi H+ dan HCO3-. 2. Kandungan karbondioksida di suatu perairan merupakan faktor penentu derajat keasaman perairan yang bersangkutan. Karbondioksida yang terdapat dalam air merupakan hasil proses difusi CO2 dari hasil proses respirasi organisme akuatik. Di dasar dekomposisi. 6. Kandungan karbondioksida yang masih bisa ditolerir oleh ikan sebesar 10 mg/L apabila kandungan oksigennya dalam air cukup tinggi. Parameter biologi dapat ditentukan dengan adanya organisme yang hidup di wilayah perairan. pengkajian kualitas perairan melalui analisis fisika dan kimia kurang memberikan gambaran sesungguhnya dan dapat memberikan penyimpangan-penyimpangan yang kurang 13 perairan CO2 juga dihasilkan oleh proses . Tinggi rendahnya nilai dhl ini berkaitan erat dengan nilai salinitas. Menurut Alabaster dan Lloyd (1982) pada pH rendah kandungan karbondioksida sebesar 5 – 6 mg/lt akan mematikan ikan. Karbondioksida yang bebas yang dianalisa adalah karbondioksida yang berada dalam bentuk gas yang terkandung dalam air. Karbon dalam bentuk karbondioksida berguna sebagai bahan dasar fotosintesis tumbuhtumbuhan. Daya Hantar Listrik (DHL) Daya hantar listrik adalah parameter yang dipengaruhi oleh salinitas. Untuk perairan yang dinamis. Kandungan karbondioksida bebas yang terlalu tinggi akan membahayakan bahkan mungkin mematikan ikan. 1995). Kebanyakan spesies biota akuatik masih dapat hidup pada perairan yang memiliki kandungan CO2 bebas 60 mg/L (Wardhana.5.2. Karbondioksida Karbon merupakan unsur primer dalam sintesis bahan organik.

2002). Echinodermata. Terdiri dari : phytoplankton (bakteri dan ganggang) dan zooplankton (protozoa. Phytoplankton – plankton tumbuhan • • Phytoplankton sebenarnya. larva dari berbagai Phyla hewan rendah berikut: Coelenterata. Berdasarkan kualitas: a. Vermes. yaitu phytoplankton yang tidak berklorofil seperti bakteri dan fungi.Berikut beberapa parameter biologis yang umum digunakan dalan penelitian. danau atau rawa. net plankton adalah plankton yang tertangkap di dalam jaringan yang sangat halus yang ditarik dengan perlahan-lahan di dalam air. 1. yaitu plankton hewan 2. 14 . Mollusca. Berdasarkan ukuran: a. plankton secara keseluruhan tidak dapat bergerak melawan arus. analisis biologi dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kualitas perairan (Ardi. Zooplankton.. Makroplankton. yaitu phytoplankton berklorofil Saproplankton. Secara praktis. Plankton Plankton ialah organisme mengapung yang pergerakannya kira-kira tergantung pada arus. yaitu plankton yang ukurannya besar dan dapat dilihat langsung. 1993).menguntungkan. nanoplankton terlalu kecil untuk dapat ditangkap dengan jaring dan harus disarikan dari air yang diambil dengan botol atau dengan pompa (Odum. karena kisaran nilai-nilai peubahnya sangat dipengaruhi keadaan sesaat. Dalam lingkungan yang dinamis. b. dan Anthropoda) Klasifikasi plankton: 1. Selain itu pengertian plankton yang lainnya ialah hewan dan tumbuhan renik yang hidup terapung di laut. Walaupun beberapa zooplankton menunjukkan gerakan berenang yang aktif yang membantu dalam mempertahankan posisi vertikal.

sedikit protozoa. tidak bisa tertangkap oleh plankton net no. Umumnya plankton binatang (zooplankton) lebih besar. yaitu plankton yang hidupnya sebagai plankton hanya sementara. Rheoplankton. Individu-individu plankton sangat berbeda dalam ukuran. yaitu plankton sejati b. pada fase tertentu dari fase hidupnya. Berdasarkan distribusi. yaitu plankton yang tertangkap oleh plankton net. yaitu plankton yang hidup di air payau 4. tempat dan keadaan lingkungan: a. yaitu plankton yang hidup di danau b. c. Autogenik. Allogenik. Berdasarkan komposisinya: a. Berdasarkan sejarah hidupnya: a. Pseudoplankton. 3. Meroplankton. dan bakteri 15 . yaitu plankton semu 6. Heliplankton. 25. Euplankton.25. yaitu plankton yang sangat kecil. yaitu plankton yang datang dari luar habitat tertentu 5. yaitu plankton yang dihasilkan pada habitat tertentu b. Net plankton (Mesoplankton).b. Holoplankton. yaitu plankton yang hidup di laut d. Nanno plankton (Mesoplankton). Berdasarkan asal: a. Limnoplankton. yaitu plankton yang seluruh hidupnya sebagai plankton b. yaitu plankton yang hidup di sungai c. sedangkan plankton tumbuhan (fitoplankton) lebih kecil. dimana air masih dapat keluar dari saringan tersebut. Heleoplankton. Beberapa fitoplankton.

Penyedia air baku PDAM. Sungai Cikapundung adalah sungai yang membelah Kota Bandung. Sepanjang aliran sungai ini penuh dengan pemukiman. Dari kawasan utara menuju selatan yang bermuara di Citarum. arus. dan suhu. Maribaya. Hulu sungai cikapundung terletak antara kecamatan Lembang dan Kecamatan Cilengkrang. Keberadaannya pada ekosisitem perairan banyak dipengaruhi oleh parameter fisika-kimia seperti tipe substrat. 4.Ini merupakan salah satu ciri yang tampak bahwa bagian hulu- 16 . yang saat ini debit bulanannya telah menurun hingga 30% dari debit normal.5 ha. dan lain-lain. 2.386.067 m dpl merupakan sub-DAS Citarum. Cikapundung membelah Kota Bandung melewati sembilan kecamatan yang mencakup 13 kelurahan. Curug Dago. Sungai ini berhulu di utara Kota Bandung tepatnya di daerah Lembang yang airnya berasal dari Curug Ciomas. Hutan Juanda. dan lain-lain yang memanfaatkan fungsi dari sungai tersebut. Kebun Binatang. 3. Cikapundung pun berfungsi sebagai 1. luasnya 15. debit kapasitas terpakai. PLTA. 2. kecerahan. Hutan kota.3 Lokasi pengambilan Sampel DAS Cikapundung yang berada pada ketinggian 650-2. Bentos Bentos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan. perdagangan. Drainase utama pusat kota. Retribusi yang terserap/terpakai. 2. Sungai ini hulunya di Bukit Tunggul dan bermuara di Citarum. Seperti fungsi sungai lainnya.besarnya kurang dari 1/100 mm dan dapat lolos meskipun melalui jaring-jaring plankton yang terhalus. Penggelontor kotoran dan sampah kota. Objek wisata.

Banyaknya masyarakat kelas menengah kebawah masih mendominasi daripada masyarakat kelas menengah keatas. Akan tetapi laju pertumbuhan ekonomi tidak sepenuhnya dilakukan dan dirasakan seluruh masyarakat di empat daerah yang dilewati aliran sungi Cikapundung meski berdekatan dengan perguruan tinggi tersebut. Adanya beberapa perguruan tinggi tersebut. Kebon Bibit. Kebon Kembang. Universitas Islam Bandung ( UNISBA ). 17 . yang kemudian diikuti dengan adanya warung makan. dengan daerah – daerah yang dilewati adalah Taman Hewan. Universitas Pasundan ( UNPAS ).tengah-hilir sungai merupakan satu kesatuan ekosistem yang saling berhubungan dan berkaitan. warung sembako dan kebutuhan-kebutuhan alat tulis serta beberapa sektor usaha ekonomi. Aliran sungai Cikapundung bersebelahan dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka di kota Bandung. Plesiran dan termasuk kelurahan Lebak Siliwangi dan Kelurahan Tamansari. seperti Institut Teknologi Bandung ( ITB ). hal ini terlihat dari jumlah rumah kost yang banyak dan kebanyakan dimiliki orang yang mempunyai kekuatan modal yang besar. Hal ini juga masih terlihat dengan adanya pemukiman padat. otomatis akan menimbulkan gerakan ekonomi di bidang persewaan kamar/kost ataupun persewaan rumah. Dan hal ini menjadi sebuah objek dan daya tarik tersendiri untuk berkembangnya pemukiman dan gerakan ekonomi. Kecamatan Coblong. yaitu daerah kelurahan Tamansari masih tergolong kawasan kumuh dan Kelurahan Lebak Siliwangi termasuk kawasan kumuh sedang.

1 Alat dan Bahan Alat Plankton Plankton net Gayung Botol film Botol semprot Pipet tetes Mikroskop Benthos .Jala surber Sampel tanah 18 Bahan .Larutan formalin 40% .Sampel air sungai Cikapundung (3 kali pengambilan) .Akuades .BAB III METODOLOGI 3.

masing-masing sebanyak 30 L (30 gayung) untuk pengambilan sampel di perairan lotik . Parameter Biologi • Plankton • Siapkan plankton net no.Larutan H2SO4.Kantong plastik Sechi disk Botol winkler Pipet tetes Gelas Erlenmeyer Alat titrasi Larutan formalin 40% Akuades . 25.Larutan Na-tiosulfat 0.Baskom .Larutan MnSO4 1 mL .2 Prosedur kerja a.01 N .Sampel air sungai Cikapundung . Bilas seluruh permukaan plankton net dengan botol semprot yang berisi akuades.Larutan NaOH . • Tambahkan larutan formalin sebanyak 1 tetes ke dalam botol berisi sampel. 2 mL .O2 reagen 1 mL .akuades 3. • Masukkan sample yang diperoleh ke dalam botol film. 19 . gayung dan botol film.Larutan amilum .Saringan . • Ambil sampel air sungai sebanyak 3 kali pengambilan sampel..Pinset .Lup Kualitas air .

• Lakukan pengamatan dan identifikasi dengan menggunakan mikroskop • Benthos • Siapkan jala surber. • Sampel bentos yang diperoleh ditampung didalam kantong plastic. dan lup. • Penetrasi cahaya (Transparansi) Diukur dengan menggunakan Sechi disk yang dicelupkan ke dalam badan air sampai warna hitam-putih pada lempeng tidak terlihat. Parameter Fisika • Temperatur air Diukur dengan menggunakan thermometer air raksa yang dicelupkan pada sampel air dengan tidak menyentuh dasar air sampai menunjukkan nilai konstan. • Kecepatan arus dan debit • styrofoam diikat pada tali sepanjang ± 60 cm • siapkan stopwatch untuk menghitung waktu yang ditempuh syrofoam • lepaskan syrofoam pada satu titik bersamaan dengan mulainya penghitungan waktu dengan stopwatch 20 . pinset. baskom. sample yanag diperoleh ditampung di dalam baskom dan dibersihkan dari Lumpur dan kotoran-kotoran dengan menggunakan saringan. Saat itu. b. ukur kedalaman kejernihan air. • Lakukan pengamatan dan identifikasi sampel benthos yang diperoleh di laboratorium. saringan. • Ambil sample dengan menggunakan jala surber.

• • Tambahkan indicator amilum 1% sampai terjadi perubahan warna dari kuning bening ke biru (karena ditambahkan indicator) lalu menjadi jernih. Ambil 50 mL larutan dari botol winkler lalu masukkan ke dalam botol elenmeyer. Tambahkan 1 mL O2 reagen dan 1 mL MnSO4.• hitung waktu yang ditempuh syrofoam untuk hanyut mengikuti arus pada bentangan tali sepanjang 2 meiosis • hitun kecepatan arus dan debit c. kemudian ditutup. • Banyaknya larutan Na-tiosulfat yang digunakan dicatat. Parameter Kimia • Salinitas. • • • Sampel air diambil menggunakan botol winkler searah arus air. larutan dititrasi dengan larutan Na-tiosulfat 0. 21 . usahakan tidak ada gelembung udara. kemudian tambahkan 2 mL H2SO4 pekat. botol ditutup kemudian kocok dan biarkan selama 15 menit.01 N sampai berwarna kuning bening. Terjadi endapan. kemudian dikocok sampai endapan tersebut larut. pH dan DHL • siapkan SCT meter • lakukan kalibrasi terlebih dahulu (sampai jarum skala berada di garis merah/ red line) • celupkan elemen pengukur pada air • tunggu hingga muncul angka pada layar untuk tiap parameter yang diamati • catat angka yang tertera pada layar • Kadar Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) Metode yang digunakan adalah metode titrasi cara Winkler.

22 . Kemudian lakukan titrasi dengan NaOH 0. dan kadar oksigennya ditentukan lima hari kemudian (DO 5hari). sedangkan botol hari kedua simpan dalam tempat gelap (incubator).1 N lalu catat jumLah volume yang digunakan pada saat terjadi perubahan warna. masukkan kedalam Erlenmeyer.05% sebanyak 3 tetes. Kadar HCO3• Ambil sample air sebanyak 50 mL dengan menggunakan volume pipet.Rumus kadar O2 (mg/L) = 8000 x mL Na-tiosulfat x N Na-tiosulfat 50 x (V – 2) V • Biological Oxygen Demand (BOD) • Sampel air diambil ± 100 mL. Tambahkan kedalam labu tersebut indikator fenolftalein 0. • Kadar BOD pada botol pertama ditentukan pada saat itu uga (DO 0 hari ). kemudian ambil sebanyak 50 mL lalu tambahkan akuades sebanyak 200 mL dan masukkan ke dalam botol winkler. Rumus kadar BOD (mg/L) = factor pengenceran x (DO 0 hari DO 5hari) • Kadar Karbondioksida (CO2) • Ambil sample air sebanyak 50 mL kemudian masukkan ke dalam Erlenmeyer.

01 N lalu catat berapa volume yang digunakan pada saat terjadi perubahan warna. Rumus indeks diversitas Simpson: I=1–D Dimana: I = indeks diversitas Simpson D = resiprok Indeks Diversitas Simpson 23 D = Σ(n/N)2 .3 Analisis Data 3.3. 3.• Tambahkan kedalam Erlenmeyer larutan methyl orange 0.6 merupakan ekosistem yang belum mengalami pencemaran oleh bahan organik.1 Indeks diversitas Secara kuantitatif. Penggunaan indeks diversitas ini didasarkan pada konsep bahwa struktur komunitas yang normal diperkirakan akan berubah dengan adanya gangguan (perturbasi) lingkungan. 1.025%. Derajat perubahan dari struktur komunitas ini dapat digunakan untuk memperkirakan intensitas stress di lingkungan yang terjadi. • Teteskan larutan HCL 0. kondisi lingkungan secara biologis ditentukan dengan nilai indeks diversitas (keanekaragaman). Indeks Diversitas Simpson Indeks diversitas ini biasanya digunakan untuk plankton. yaitu dengan anggapan bahwa nilai diversitas Simson yang lebih besar dari 0.

Indeks Diversitas Shannon-Wiener Indeks ini digunakan untuk mengetahui keanekaragaman jenis biota perairan.Σ ( ni / N ) ln (ni / N ) Dimana : H’ = indeks diversitas ni = jumlah individu untuk masing-masing spesies N = jumlah individu untuk semua spesies Kriteria: 24 . Hubungan Indeks Diversitas Simpson dengan Tingkat Pencemaran Perairan Indeks Diversitas Simpson >0. tingkat pencemaran perairan diklasifikasikan dalam tiga tingkatan.ni = jumlah individu jenis ke-1 N = jumlah total individu Berdasarkan indeks Diversitas Simpson. biasanya makroinvertebrata seperti benthos.8 <0. Persamaan yang digunakan untuk menghitung indeks ini adalah persamaan Shannon-Wiener: H’ = .8 0.6 Tingkat Pencemaran Perairan Tercemar ringan Tercemar sedang Tercemar berat 2.6-0. seperti terlihat pada tabel berikut.

0 Kualitas Air bersih Setengah tercemar Tercemar berat Tercemar sangat ringan Tercemar ringan Setengah tercemar Wilha (1975) Wilha (1975) Pustaka 25 . Tabel 3. baik biotic maupun abiotik. sehingga tingginya kelimpahan individu tiap jenis dapat dipakai untuk menilai kualitas suatu perairan.0 – 3.0 – 2.0 1. Beberapa criteria kualitas air berdasarkan Indeks Diversitas Shanonwiener dapat dilihat pada tabel berikut. Perairan yang berkualitas baik biasanya memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi dansebaliknya.1 Kriteria Kualitas Air Berdasarkan Indeks Diversitas Shanon-Wiener N Indeks Diversitas I I >3 1-3 <1 I II 3.0 – 4. akan mempengaruhi kelimpahan dan keanekaragaman biota air yang ada pada suatu perairan.0 2.H’ < 1 1 < H’ < 3 H’ > 3 = = = komunitas biota tidak stabil atau kualitas air tercemar berat Stabilitas komunitas biota sedang atau kualitas air tercemar sedang stabilitas komunitas biota dalam kondisi prima (stabil) atau kualitas air bersih Komponen lingkungan.

I III 2. dkk(1975) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.5 – 1.0 <1.0 1.0 – 1.0 2.1 Catatan Lapangan   Nama badan air Lokasi : Sungai Cikapundung.0 Tidak tercemar Tercemar ringan Tercemar sedang Tercemar berat Lee. Bandung : Sungai Cikapundung 26 .

singkong. Parameter Kedalaman (m) St.49 5 0. 09.56 0.2 0. nangka.56 Rata-rata 0.  Keadaan lokasi : Dekat pemukiman warga dan penggalian pasir pengambilan sampel  Hasil pemeriksaan Nama pengambil sampel : Sedikit benthos dan plankton di lapangan : Kelompok 1  4. serta sungai terletak di bawah jalan raya.525 21 27 21 21 21 .00 : : 210 C dan 250 C : Cerah berawan : Arus tenang : Bambu. penggalian pasir.52 0. 3. banyak sampah yang dibuang ke sungai. Asteraceae       Tinggi muka air / debit kedalaman : 0. Tanggal dan Waktu WIB Nomor dan jenis sample air Temperatur air dan udara Keadaan Cuaca Keadaan Fisik sumber air Vegetasi di sekitar lokasi : 4 Desember 2010. Araceae.3 0. Malvaviscus arborea. 1.49 5 St.525 2. 1 0.52 St. pinggiran sungai berpasir dan berbatu.2 Parameter Fisika-Kimia No.252 meter  Keadaan lingkungan lokasi : Daerah pemukiman warga.00-11. Kecerahan (m) Suhu air (oC) 0.

2 -12.3 ml/L 28 .04 0.66 104.63 89.14 5.17 10.05 1. 13.25 5.04 1.1 4. 6 0.3 6.4 pasir • DO (Dissolved Oxygen) Kadar O2 (mg/L) = DO0hari Stasiun I Kadar O2 (mg/L) = = 1.2 13.72 6.3 -12.3 0.03 1.1 13.83 -10.79 0.2 pasir 4. 12. 9 0.3 6. 10. 5. 11.68 6.04 1.4. 7. 6.5 0.66 101.1 -6.70 121.40 0.27 Pasir dan banyak batu Debit air (m/s2) pH Konduktivitas (µ) Salinitas (o/oo) DO BOD HCO3CO2 Tipe substrat 3. Kecepatan (m/s) arus 1.2 pasir 3.21 6.74 3.12 6. 8. 9.

75 = x .Stasiun II Kadar O2 (mg/L) = Stasiun III Kadar O2 (mg/L) = = 1.3 ml/L DO5hari Stasiun I Kadar O2 (mg/L) = Stasiun II Kadar O2 (mg/L) = Stasiun III Kadar O2 (mg/L) = = 0. 375 x= 29 .08 ml/L = 0.v2 1 .v1 = m2.14 ml/L = 1.08 ml/L = 0.08 ml/L • BOD (Biological Oxygen Demand) Kadar BOD (mg/L) = Faktor pengenceran × (DO0hari – DO5hari) Faktor Pengenceran m1.

3 • Kadar CO2 Kadar CO2(mg/L) = Stasiun I Kadar CO2(mg/L) = Stasiun II Kadar CO2(mg/L) = Stasiun III Kadar CO2(mg/L) = • = 13.2 ml/L = 13.1 mg/L 30 .(mg/L) = Stasiun I Kadar HCO3.08) = 6.14 ̶ 0.x=5 Stasiun I Kadar BOD (mg/L) = 5 × (1.1 Stasiun III Kadar BOD (mg/L) = 5 × (1.1 Stasiun II Kadar BOD (mg/L) = 5 × (1.08) = 5.3 ̶ 0.3 ̶ 0.08) = 6.(mg/L) = = -6.4 ml/L Kadar HCO3- Kadar HCO3.2 ml/L = 4.

Biota Plankton Species Spesies A Gambar 31 .(mg/L) = = -12. 1.2 St.3 - No.2 mg/L Stasiun III Kadar HCO3.(mg/L) = = -12.Stasiun II Kadar HCO3.3 Parameter Biologi Jumlah St.1 1 St.2 mg/L 4.

Gomphospaeria sp. Gomphonema sp.2. 2 - - 4. Spesies B 4 - - 32 . 2 - - 3.

Cladophora sp. Zooplankton bersilia 5 28 - 6. Spesies C 1 - - 7.5. 1 - - 33 .

8. - 1 13 10. Ankistrodesmus sp. - 1 - 34 . Spirogyra sp. - 1 - 9. Agmenellum sp.

5.2 Indeks Diversitas Shannon-Wiener 35 .32 = 0.0. Hidrodictyon sp.5.4 Analisis Data 4. - - 1 12.68 4.11.1 Indeks Diversitas Simpson I=1–D D = Σ(ni/N)2 = 0.32 Maka.1 Indeks Diversitas 4.1. Benthos Achatina fulica 4. I = 1 – D = 1.1.5.

II. Pada praktikum ini dilakukan pengambilan sampel air yang dimaksudkan untuk memperoleh data yang diperlukan untuk analisis. Keadaan lingkungan lokasi pengamatan merupakan lokasi yang dekat dengan pemukiman warga. tengah dan hilir. dan banyak warga yang membuang limbah rumah tangga ke aliran sungai. Namun karena lokasi pengamatan berada di tengah sungai. 36 .00 WIB. maka seharusnya stasiun terdapat di pinggir sungai. Stasiun terdiri dari stasiun I. lokasi pengambilan sampel di sungai dibagi menjadi tiga stasiun. 4 Desember 2010.Σ ( ni / N ) ln (ni / N ) = -1 ln 1 =0 4. Lokasi ini juga dijadikan tempat penggalian pasir oleh warga. dan III. fisika. Hasil dari praktikum ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai keadaan umum sungai dalam upaya pemanfaatan dan pengelolaannya secara optimal. dan kimia. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Cikapundung Bandung secara biologi.H’ = . Praktikum ini berlokasi di Sungai Cikapundung Bandung. Praktikum dilaksanakan pukul 09. Sungai Cikapundung termasuk ke dalam ekosistem lotik yang merupakan ekosistem air mengalir dengan arus yang tidak terlalu deras. maka pembagian stasiun untuk pengambilan sampel ada di pinggir sungai.00-11. Karena lokasi pengambilan sampel kelompok 1 semakin ke seberang sungai semakin dalam. dan pinggir sungai yang ada di seberangnya. yaitu di hulu.5 Pembahasan Praktikum Ekologi Perairan dilaksanakan pada hari Sabtu. Idealnya. tengah sungai.

BOD (Biochemical Oxygen Demand). temperatur air dan udara. CO2 dan HCO3. arus air. Ketiga parameter ini saling berkaitan karena agar parameter biologi (dalam hal ini plankton dan benthos) memiliki kadar maksimum dan minimum terhadap parameter fisika dan kimia. Stasiun II memiliki arus yan lebih tenang yaitu 0. Vegetasi yang ada di sekitar stasiun I adalah pohon pisang.04 m/s2. kedalaman 0. kecerahan sungai. suhu 210C dan tipe substratnya adalah pasir dan batu. kimia dan biologi. suhu 210C dan substrat yang sama dengan stasiun I yaitu pasir.. salinitas. Perhitungan terhadap parameter fisika yaitu kedalaman dan kecerahan menyatakan bahwa sungai ini memiliki tingkat kekeruhan 37 . Stasiun pertama ini memiliki arus yang cukup deras yaitu 1. Stasiun III berada di daerah yang lebih ke bagian tengah sungai dibandingkan dengan kedua stasiun sebelumnya. DO (Dissolved Oxygen). stasiun III memiliki kedalaman 0. Stasiun II letaknya lebih ke tepi sungai dibandingkan dengan stasiun I.495 m. tetapi stasiun III memiliki arus yang lebih tenang daripada arus stasiun I dan II yaitu 0. Malvaviscus arborea serta beberapa Asteraceae. konduktivitas.79 m/s2. Parameter kimia meliputi derajat keasaman (pH). pohon pisang dan pohon singkong. kedalaman 0. Parameter fisika yang dihitung meliputi kedalaman sungai.Stasiun I berada di daerah yang dekat dengan jalan yang sering dilalui. Asteraceae. Parameter fisika dapat dijadikan ciri pembeda beberapa macam ekosistem perairan. suhu 210C dan memiliki tipe substrat yang berpasir. Vegetasi yang ada di sekitar stasiun ini adalah Araceae. Vegetasi di sekitar stasiun adalah bambu dan nangka.52 m. bambu. Pengambilan sampel air untuk mengetahui kualitas air dari Sungai Cikapundung dilihat dari berbagai parameter yaitu parameter fisika. Sedangkan parameter biologi yang dihitung hanya plankton dan benthos.56 m.40 m karena lokasi stasiun III merupakan belokan sungai sehingga arus yang berasal dari atas akan menabrak dinding sungai yang berada di seberangnya. Selain itu. dan tipe substrat.

warna lempeng Secchi sebagai alat ukur kecerahan sudah tidak bisa terlihat. parameter fisika yang berpengaruh terhadap kehadiran plankton dan benthos adalah deras tidaknya arus karena tidak banyak plankton dan benthos hidup di perairan dngan arus yang deras. Menurut Boyd (1990).5-7. Hasil ini akan berpengaruh terhadap temperatur dan daya tembus cahaya matahari ke dalam perairan. sehingga plankton dan organisme lain yang bersifat konsumen pun hanya ditemukan dalam jumlah yang sedikit.66. Seperti parameter fisika. parameter kimia pun dapat dijadikan ciri pembeda beberapa macam ekosistem perairan. 38 . Selain itu. kenaikan temperatur sebesar 10°C (hanya pada kisaran temperatur yang masih ditolerir) akan meningkatkan laju metabolisma dari organisme sebesar 2-3 kali lipat.yang tinggi karena dari ketiga stasiun yang letaknya berada di tepi sungai dengan rata-rata kedalaman hanya 0. Cahaya matahari ini sangat dibutuhkan oleh organisme yang melakukan fotosintesis. air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH berkisar antara 6. Pengukuran parameter kimia perairan terdiri dari pH atau derajat keasaman. daya tembus cahaya matahari akan berkurang bila perairan keruh. Dari hasil pegukuran menggunakan pH meter didapatkan pH sebesar 6. . hanya sedikit. pH asam mematikan ikan kurang dari 4 dan pH basa yang mematikan sebesar 11. Bila temperatur air berubah maka kelarutan berbagai jenis gas didalam air serta semua aktivitas biologis-fisiologis di dalam ekosistem air akan berubah pula.5. Hasil ini menunjukan bahwa air yang ada di Sungai Cikapundung merupakan air normal karena memiliki pH yang netral. Hal ini terlihat dari jumlah plankton yang bertugas sebagai produsen seperti Cladophora sp.525 meter. Selain itu. Spirogyra sp. Menurut Van’t Hoffs dalam Barus (2002). bila cahaya matahari yang masuk ke dalam perairan berkurang maka banyak organisme air yang mati.

ada pula BOD (Biochemical Oxygen Demand) yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam air untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan organik yang ada di dalam air lingkungan tersebut. Pertama-tama air sampel di masukkan ke dalam botol Winkler dan dituutup tanpa ada gelembung di dalam botol karena bila ada gelembung akan mempengaruhi kadar O2 yang akan dihitung. Kemudian air sampel ditetesi MnSO4 dan reagen O2 yang masing-masing sebanyak 20 tetes atau kurang lebih 1ml agar oksigen yang terlarut di dalam air dapat terikat dengan sempurna.sebesar -10. Ini berarti perairan Sungai Cikapundung merupakan peraikan tercemar. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal dari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut. Karbondioksida bersenyawa dengan air membentuk senyawa karbonat yang akan menghasilkan kondisi asam pada perairan melalui disosiasi H+ dan HCO3-. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan proses metabolisme atau pertukaran zat yang menghasilkan energi.01N. Selain itu. Salah satunya adalah kadar CO2. Hal ini akan mengakibatkan terbentuknya endapan 39 .17. Hasil yang didapat adalah bahwa rata-rata kadar CO2 di 3 stasiun pengamatan adalah sebesar 10. hasil pengukuran pH saja tidak dapat dikatakan secara langsung bahwa air sungai tersebut berkualitas baik karena ada beberapa parameter lain yang dijadikan sebagai acuan kualitas perairan.Namun. Salah satunya adalah DO (Dissolved Oxygen) yang merupakan parameter kimia perairan yang menunjukkan banyaknya oksigen yang terlarut dalam suatu ekosistem perairan.27 dan kadar HCO3. Kandungan karbondioksida bebas yang terlalu tinggi akan membahayakan bahkan mungkin mematikan ikan. sedangkan BOD diukur dari hasil DO 0 hari dikalikan DO 5 hari . DO diukur sebanyak 2 kali yaitu DO 0 hari dan DO 5 hari yang dilakukan di laboratorium dengan cara mentitrasi air sampel dengan NaThiosulfat 0.

Kemudian air sampel ditetesi H2SO4 pekat sebanyak 40 tetes atau kurang lebih 2ml sehingga endapan larut kembali dan air sampel menjadi berwarna kuning pekat. Bila suatu badan air dicemari oleh bahan organik maka bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air dan dapat menjadikan kondisi perairan menjadi anaerob. endapan ini adlah MnO2.04 atau 4%. Daya larut oksigen yang rendah akan berpengaruh kepada suhu dan salinitas. Amilum 1% ini digunakan sebagai indikator titrasi. Larutan yang mengandung banyak O2 akan berwarna kuning pekat dan semakin transparan bila kadar O2 semakin sedikit dalam larutan. Air sampel kemudian dititrasi hingga berwarna kuning transparan. Makin tinggi suhu dan salinitas maka kelarutan oksigen makin rendah. Hasil yang didapat setelah dilakukan perhitungan menyatakan bahwa rata-rata DO dari ketiga stasiun adalah sebesar 1. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa air Sungai Cikapundung Bandung telah tercemar oleh bahan organik dengan tingkatan tercemar sedang hingga berat. Oksigen terlarut dalam perairan dapat berkurang oleh proses respirasi organisme akuatik.setelah air sampel didiamkan selama 15 menit. Artinya perairan sungai ini cukup asin untuk perairan tawar karena air tawar biasanya memiliki kadar garam di bawah 1%. Tingginya kadar garam di sungai ini disebabkan oleh 40 . Hasil tersebut menunjukkan bahwa daya larut oksigen di perairan rendah. Perairan Sungai Cikapundung Bandung memiliki kadar garam atau salinitas sebesar 0.83. bila warna biru telah berubah menjadi biru transparan maka telah berada pada titik kesetimbangan. Air sampel Sungai Cikapundung berwarna kuning tidak pekat. lalu ditetesi amilum 1% sebanyak 3 tetes sehingga berwarna biru pekat.25 sedangkan ratarata BOD dari ketiga stasiun adalah sebesar 5. penguraian atau perombakan bahan organik sehingga peningkatan konsentrasi bahan organik dapat menurunkan O2 terlarut dan kecerahan perairan. sehingga mengakibatkan kematian ikan.

3 karena kadar garam dengan DHL berbanding lurus. memiliki sel eukariotik.danSpesies C. Spirogyra adalah genus dari ganggang hijau dari ordo Zygnematales yang biasa ditemukan di air tawar. Panjang tubuhnya mencapai 1 kaki (30.banyaknya limbah yang masuk ke dalamnya. Tumbuh pada batu dan kayu yang terendam dan terkena cahaya secara langsung. Biasanya cenderung tinggal di satu titik. Hal ini menyebabkan daya hantar listrik (DHL) atau konduktivitas pun tinggi yaitu 104. Organisme yang diamati dalam praktikum ini adalah plankton dan benthos. bila kadar garam tinggi maka DHL pun tinggi dan sebaliknya. Parameter biologi merupakan parameter yang dapat menganalisis interaksi yang terjadi pada ekosistem. Ganggang ini bersifat kering dan tidak berlendir. Sel memiliki kandungan pucat atau biru hijau terang. . serta Spesies A. Pirenoid tersebut dikelilingi oleh butiran tepung. Spirogyra sp. 41 . Spirogyra akan naik ke permukaan air.48 cm). . Pada saat itu.. Cladophora sp. memiliki klorofil. Plankton yang ditemukan antara lain adalah Gomphonema sp. yang membuatnya mudah untuk dihilangkan. Bentuk benang atau jaring nya sangat kuat dan sangat tipis. . . mencirikan ekosistem. Tubuhnya berbentuk filamen yang tidak bercabang. Spirogyra mampu berfotosintesis. dan Hidrodictyon sp. bentuknya bulat atau oval. fotosintesis berlangsung cepat dan oksigen yang dihasilkan disimpan diantara filamen. Gomphospaeria berkoloni bebas. dan menganalisis kondisi perairan. zaitun hijau. atau merah homogen. Ankistrodesmus sp. Cladophora adalah algae yang berbentuk seperti benang bercabang hijau. Pada siang hari. . Mereka memiliki sistem pusat tangkai mucilaginous tebal. Agmenellum sp. . Spesies B. Gomphospaeria sp. Pada kloropas yang berbentuk pita terdapat pirenoid. zooplankton bersilia. dalam kasus yang sangat buruk akan tumbuh pada tanaman juga.

kondisi lingkungan dilihat dari parameter biologis ditentukan dengan nilai diversitas (keanekaragaman). didapatkan hasil analisa yaitu perairan Sungai Cikapundung Bandung tercemar berat. Indeks diversitas ini biasanya digunakan untuk plankton sedangkan indeks diversitas Shannon-Wiener digunakan untuk menghitung keragaman jenis biota perairan seperti makroinvertebrata (benthos). moluska ini sekarang menjadi salah satu spesies invasif terburuk di bumi. BAB V KESIMPULAN 42 . Nilai indeks diversitas Shannon-Wiener yang didapat adalah 0. Jika dilihat dari indeks Shannon-Wiener. Berasal dari Afrika Timur dan menyebar ke hampir semua penjuru dunia akibat terbawa dalam perdagangan. Spirogyra bereproduksi dengan cara konjugasi. Secara kuantitatif. Indeks diversitas yang dihitung dalam praktikum ini adalah indeks diversitas Simpson dan indeks diversitas Shannon-Wiener.Pada malam hari. fragmentasi (pemutusan talus). Nilai indeks diversitas Simpson untuk perairan Sungai Cikapundung Bandung adalah sebesar 0. Nilai tersebut menunjukan bahwa perairan tercemar dengan tingkatan sedang.68. Penggunaan indeks diversitas ini didasarkan pada konsep bahwa struktur komunitas yang normal diperkirakan akan berubah dengan adanya gangguan (perturbasi) lingkungan. oksigen dilarutkan kembali ke dalam air. Derajat perubahan dari struktur komunitas ini dapat digunakan untuk memperkirakan intensitas stress di lingungan tersebut. Benthos yang ditemukan adalah bekicot atau Achatia fulica adalah siput darat yang tergolong dalam suku Achatinidae.

Selain itu. salinitas.Dari hasil praktikum yang telah dilakukan di Sungai Cikapundung Bandung diperoleh kesimpulan bahwa beberapa parameter seperti parameter fisika. Ketiga parameter tersebut berkaitan karena mempengaruhi daya hidup parameter biologi (plankton dan benthos) yang memiliki kadar maksimum dan minimum terhadap parameter fisika dan kimia. DAFTAR PUSTAKA 43 . DO (Dissolved Oxygen). konduktivitas.. Parameter fisika yang diukur meliputi kedalaman sungai. dan biologi didapatkan hasil bahwa perairan Sungai Cikapundung Bandung telah tercemar dengan derajat pencemaran sedang hingga tinggi. Berdasarkan data pengukuran dan perhitungan yang diperoleh terhadap parameter fisika. dan kimia harus diukur dan dihitung agar kualitas suatu perairan dapat diketahui. temperatur air dan udara. Nilai indeks diversitas Simpson dan Shannon-Wiener yang diperoleh menunjukkan bahwa Sungai Cikapundung telah tercemar berat dan semakin memperkuat hasil analisa yang diperoleh dari pengukuran dan perhitungan parameter. kecerahan sungai. BOD (Biochemical Oxygen Demand). dan tipe substrat. Pencemaran yang terjadi di aliran Sungai Cikapundung Bandung ini karena lokasi sungai yang dekat dengan pemukiman warga sehingga banyak warga sekitar sungai yang membuang limbah rumah tangganya langsung ke aliran sungai. CO2 dan HCO3. biologi. Sedangkan parameter biologi yang dihitung hanya plankton dan benthos. kimia. lokasi sungai ini berada di bawah Jalan Siliwangi Bandung yang merupakan jalan yang cukup padat dilewati oleh kendaraan sehingga banyak senyawa yang akan terakumulasi di dalam air sungai ini. arus air. Parameter kimia yang dihitung meliputi derajat keasaman (pH).

Inc. Profil Daerah. Diakses pada tanggal 23 Desember 2010 Salmin. Odum.id/files/Hal. Waveland Press. Fourth edition.Anonim.or. http://www. Godam.organisasi. B. 1971. W. Pembelajaran Ekologi. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis.lapanrs. www. P. Volume XXX. Pemanfaatan Makrozoobentos Sebagai Indikator Kualitas Perairan Pesisir. tanggal 23 Desember 2010 Ardi. Cole.cikapundung. diakses pada tanggal 23 Desember 2010 Nybakken.W.id/volxxxno33.2005. Ciri Habitat dan Ekosistem di Air Tawar dan Air Laut. 2005 : 21 – 26. Diakses pada tanggal 19 Desember 2010. Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Textbook of Limnology. Diakses pada tanggal 19 Desember 2010. http://radenluki23. Saunder COM.125-132%20Pembelajaran %20Ekologi.2007] 44 .bpkpenabur.pdf.oseanografi. 2009. Nomor 3.html. [30.go.01.lipi.pdf.php? Diakses pada option=com_content&view=article&id=2&Itemid=3. Lu&Lu. PT Gramedia.com/BINUS/hotnews/BUDIDAYA2005. Jakarta. Das Cikapundung Sehat.org/ciri_ciri_habitat_dan_ekosistem_di_air_tawar_ dan_air_laut_ilmu_sains_biologi. United States of America. Gerald A.comxa.1992. 2006. E.P. http://www. Oseana.com/1_9_Sungai-Cikapundung. http://www. 1994. Bersih dan Aman. 2002.net/index. Philadelphia 125pp. 2002.www. Fundamental of Ecology. Riberu. J. 2010.

Kadar Oksigen Terlarut di Perairan Sungai Dadap. Yogyakarta.2000. Goba. Nuara Karang. Jakarta. Tangerang (Djoko P. Dalam: Foraminifera Sebagai BioindikatorPencemaran.______2000. LAMPIRAN 45 . Hadi Riyono. eds. Srikini. Dampak Pencemaran Lingkungan. Wardhana. 2004. Buku Penuntun Biologi. Penerbit Erlangga. adan Teluk Banten. Praseno. dkk. Hasil Studi di Perairan Estuarin di Sungai Dadap.) P3O-LIPI hal 42-46. Ricky Rositasari dan S.Penerbit Andi.

Gambar 1. Stasiun II Gambar 4. Stasiun I Gambar 3. Stasiun III Gambar 5. Pengambilan Data Arus Gambar 6. Pemukiman Warga di Seberang Lokasi 46 . Vegetasi Sekitar Stasiun Gambar 2.

.5:3/:3 0802-07       %32:.7.3  ./.3.7  '009.250.388:2-07.2.8/809.-.7  %02507..5:3/:3 .5.8  %./.7  4.3.  0./.3/:3 $:3./.9.7/.' $!$    .3    $:3.  0.30388...3.3:..8    /.9:   4247/.7.3:/..9.3.9:7.3.74..

3 04254   .3 -07-.0  0.  503.3..87/.3.2.8 0.0  8907..35.2-: ..3  20907 07..3943/ .-07..34.2-8.7-470.3 503.-075.35.8502078.  3.07.34.25.502:2.8./.9502:2.87503.3/-:.0.7.90709.3 7:8903.8.8:3.8 ...3.3  ..503.../.3 8.0.  537.308:3./0-90/.2.:8.33:3.9: 8079.   0.3.5..7.250  $0/9-03948/./ -.87 -.37. 8343 7..250  .3 ..35. .3../.2-...38:3.

3 2  0..7.7.3 2.2.209078.  !.05.9.3 2  $::. 4        !.20907 0/.. 2.7 4  0.07.

7 2.8  0-9.

8 a  $.8  5 43/:9.9.8 4.39.

 -.                  .87        .9.9 5.3. 7.87   %508:-897.7:8                                           !.9.87 5.3-.44    $9  $9  $9  #.87/.9:                                                5.

0/ 03  .O   884./.7  2.7  .

7  2./.8:3 .   $9.

   2.

7  2.8:3 . $9./.

   2.

8:3 . $9./.7   2.

   2.

8:3 .7  2.7 $9./.     .

   2.

/.8:3 .7  2.   $9.

   2.

 $9./.7     2.8:3 .

   2.

   .

O   44.3/  . 0302./.7  2..

2 .7         $9./.07.      .3 2 .8:3 .07.94750303.3    ./.947!0303.7             O . .7    .7  2.

         $9./.8:3 .7  2.

/.8:3 .         $9.7  2.

/.8:3 .7  $9.         .7  2./.

   2.

   2.

7  2.8:3 ./. $9.

   2.

 $9.8:3 ./.7  2.

   2.

   .

/.7  $9.8:3 .7   $9.8:3 ./.O .7  $9.7                   2./.7 .8:3 ././.

   2.

    2.

  2.

    2.

  2.

    2.

   .

07.7 $9   $9  $9    $50808        !.  !.2-. 4  49.7.2090744 :2.85        . $50.08 .3943 4254302.85         425485.

3943-078.          $50808        .    $50808         445.

/4547.85            38974/082:885        .85           $5747.     .

88.    3/08.9..8     3/08..8$25843    Ð 3.           3.     2030:285         /74/.1:.93.0789.0789.94385           03948 .

    .

3 31472.3 ..3 3:3./.3. 4.3 4.250/8:3.5.3/:3 80. 89.0789..8 503.5:3/:3 . 9.3 /507:./.3 5. .3 !7.5:3/:3 ..9. .8: 0 /.:..9 / 537      3/08.33.3 4.  2.2048890249.8:3  .8 / $:3. /.3.3 /0.7 /03.8$.: :...7.2 :5.5.3 8.7.31.0.8.. 7:2.9.7..35.3/.7 203.250 . 89.3.3 -. 8:3.3 /./.757.8 .3 207:5. 4.3 2-./.9:2 3 -079::..2:3 .3 :39: 20309.8:/.3 202-:.8 20303. .3..3 .8.7 $.87 40.. 4.2..7./.9:2 44 !07.3 7  .7.7.9 202-07.7. 0..  .3/.  /0.5.: /07.9. 907.3 :2:2 8:3. .8 503..3 207:5./9.7:8 .3 :39: 20250740 /.5:3/:39072.38:3. .2-.3 -07.-9:   0802-07    !7.83:.3 :39: .7:83.9.-44 18.9:2 /../.9:2 3 /. 502.8/. .32. 80.3/:3  !7..9:2 3 -074.88  $:3. /.3 503..2.703.350304.2-./.9.7 $:3.38.3 0488902 . 57.8 .3 9/.8503.9 /03.4592.8:3 907/.80..39025.9503.9: / :: 903.3. .  /.7.3./-.203.3 /2. / 903.9:23/.              !02-.7 ./.  !.8  0.8.3 502:2.3 5::      !7.3343 0307   Ð 3.

 3 3.

   3   .

 /.8:3907/7/.07.3./.3 ./ /.250 04254  802..2-.250.703.9:  2.8:3./.3 /0.2-./80-07.3 . .502-.2 2.8:3  /.3 0 80-07..389..8:3:39:503. $9.8:3. . 802.3/.. 903.3 8.2.3 $9.::5/07.38.3.7:8./.3 8:3./ 5378:3.8:3-07.:  $9.8 503..33.789.9 /03.3 8073 /. 4.8:3 5079.35378:3. 3 202.8.

0.87  '009.3 /03../..3 -075..8 .0-09058:3.3/3./-.3  2 8::   /.2./.3  -.8:3 $9.7 89.8:3  .8:309.8. -0-07.3.0 $9.8907. 5443 58.9: 2..5.389.3 202 950 8:-897.3.8:3202. 8079.8 0/.7:8.30-903..3 . / 809.2-:  .9 .7-470.:8 ..

5 89.9  !.3943 /.2-:/. 8:3.87  '009. / 80-07.3  2  8::   /. .  .3.7 /. 5.3 8:3.2.3 950 8:-897.8.  909. 3 5.3/3./.3 203.7:8 .7:8 .0.3 8:3.3943 /..8:3 80-0:23./.. 0302.2.7:39: 20309.  902507.3 0- 0 -.3  .-.20907 2.75.7..32.9.3 .3      $0/.02.3 89.2090718. /03.8:3.5.3 950 8:-897.8:3  -07.9 0.9/.39./..8 .3 /9:3 205:9 0/..33.0.3 5.33.  0./.3 -07.7..7..20907 -44 /.2090718.3.20907 18.3 -03948  202 . ..7.8:3  202 .3 903.3 5   884. 803.7  43/:9.8:3  /.3  2  8::   /.3 /.7:8 89.2-.82:2 /.3 /.. 2.3.. 89. 205:9 /07.8  0/.3 -04./. /3/3 8:3.9. ./. . $0.. /-.55.5:3/:3/.0  8907.3 .3 5443 8343  $9.3 :/.3 -44  !.3-..3 /9:3 .::.7.7.7.703.    ...20907 -44 . /.2.3 9:  89.8:3  207:5.38. .9: '009.3 0- 903.7.8  /.3 8:-897.8  8./..8 89.3 0/:. / 809. 7.3 8.8:3  .3/  /.3 -03948  09.9:5.703.8.2.7.0  5443 58. 4.8 .-7.3 8:3.8:3  202 0/.9..0/ 03   4.9: 5.8/809. 5.7:8 .87/. 5.789..7 89.07.7/. .9:   2 . / /.  !03.7$:3.20907. /.9:7 .7 5.3 -07.250.20907 3 8././.3 /03.7-07-./.93..07.2 . .9.3232:2907.8:3 3 .3 -07.9 .7 2.2.7 .8.

0.8: 0 /.. .. 80/9  803.307: .7 :2. 2.3907/7/. 202 5 .3 9:  5.3 5.9.9  .2 0488902 507. -.3..2. 5 -078..55. 3 202 93.7 502-0/. -0-07.703.9:7 /.7 .07.320.5..7.7   ..32. 2. 5.89./..7: 907..7.8 -448 18448 / /./.3.73472.7 ..3 80/9  $0./. 7.9 :39: 8:.. 5:3 /. 5....7 3472.5 0.3.2 ..20907 18.7..7.3 -03948 /:5 / 507..2 0488902 .3. 2.3 /.3 -07:7./$:3.3 -.9 438:203 5:3 .9.8:3..  5.3 -. -.3 47..32..7.7 . .73. /.3 . .3 .7..2507.20907 2.507.. 02503 $0.3 -07:-.2 .7 0 /.3943 /.  20907  .. 80-. 2./.!.9:780-08.:.8/94077 . .7 502-0/.9/-:9:./4547.3 /..3-.3.7:8 .:/07./.8..3 9 4118 /.7.. 574/:803 805079 .2..2.20907 18.9.3 . -8.2.3 5.3907. -0-07.8 80-..9  $0.7  ../. 47.3 2025:3.2 :2.7.07.3820 .902507.9  .5.5:3/:3207:5./.9....8 9/..9:0/.3520907//.703.75.738. 5./..7..3943 /. 902-:8 ..7: 907.83203:3:.9.038 .:209.39. 85  .3580-08.  03:7:9 './. 2..20907 2.9.3 -079:.9 007:.9./.3 .3820.. 5.8 3 .7..3.507. 8:3.7.3/07.7 S ..9:7 .7.31494839088 -.3  !03::7.3.-07.7.7-07:-..9.  03:7:9 4/   .3.3.7.7:8 .7:9./9058:3.3 !079:3.3 203.3820 ..703.3-07-.7 8079.7./..3 2.3 -07503.309.393..3 /3. 5:.3902507.7.8..2090718.-482.3 3097. 3 907.340 47.5.7.3820 80-08. /03.9.5./7.3.9.5.3 0.747. 9/.850::7.8 //.90.3943 /.7.7:8   03. /902:.3943 ..2 507.9 /..5 902507.3.3 -03948 ..9.3 9:  /.9 /.2.9: 0/:5.   .3 -07503. 907.2090718.8  $050795.3.3902507.3 /..3 2. 85   $5747. 0/.9 /.3 203:3.3 -0781.3 . 9/.3 8:/..3 .9 ::7 0.3 -07:7.9.709. 802:.. /07...3 20203: 8.3 . 902-:8 .7... . .3 7.32033..5.3 .7 .2 0488902507.9:7.

/..703.250 / 2.: /848.390780-:9    /::7 80-.3.0/ 03  ..3/:5/.9.3 -:.7.3//.2.3820.7-43/48/.2 .7. .7.3 :.3507.7.7 .8 -..7.9.3 / .3 .3 .9.7 8:3.   884. .7. /... -07803..3 -.9: 574808 /1:8/.7-43/48/. 9..-0-.3 -07.2 8:. 507.2 -494 ..3..2 .:.3/  .3 202503.3.3 /9:3  02:/.3 574808 209.8:3503...8.20907 2.-47. ..7  / 80-08.8.3.3 /. 8. /03.7 8:..7.3 907.3907. 203/07./.3 /9::9:5 9.-.343/8.7. %48:1.3 20.3 :7./.3 907./.2 -494 307 /..  4.947:2 /03.3 ..0/  /-:9:.8. 4803 .3 202.9. /. 002-:3 / /.5.7. .7 8.8 507. 5.7.3820 /. .7 :39: 2020.3 /::7/. . 507.. -.8.:..7  $. .7:9 /.8.2.2:3  .7 202-039:803.3  $./.703. 0302...5:3/:3207:5./.7  !079.20907 .8:.9.3 0 /.. -0-07.3 . 203997. 4803 /.8.80-08.  .5. 9/.8./.-4820 .9:3. -0-..3 .35..3.380-08.8149483908847./.7  .250 /03./.3 .250   ..3..3 80.3 5./.8 503::7.7/.39: .3    .7.3 47.3 80-.3..3.8  .7 /.9.8 ..3 /.7  /.2.9.3 27447./.8  -.8.390780-:9 $0.. / /.3 ..7    .3./. .7 /.3 207:5.3$:3.9..7.2.7.3/:3. 8..3 202-.. .3.3 40 802:. ..9./..9.02.9.7-43.9:    .3 .7 89.. 002-:3 .3 .8.     5 .9:3.9: :2.7: .7.8   /.2 8:.9.: 93 ..3 203.7  .3 0307  $:2-07 :9..7:/.5. 90780-:9 -07:. 4803 .3 -.3   . 7.3 5 8.3  03   803 907.3 .9  80/. .3 /.2 507.25../ /:5 :39: 5073. .3 5 -.79507.7 8.9: 507.3    .7:9 884.3 ...9 /.7 8..3 ..8/.7.3203.: 5079:.5.7    3-07.2 202.8 .3 2:33 202.38:3 -. .9: 0488902 507.02..3 203:3:.5:./.9 .7 3:3./.3 /-:9:.3 ./.

7 /..9 203.3 /03.  803 907.074.9.9./.3.302. 90908.3803..250 203.9 /825:.9.3820 .3 5079:3.. 99 08092-....380-.8 .3 93 8:: /.3 -07503.9 8090.7 8.3 0- 2 .3 /.7:9 02-./ -07.5.980-.. 03/.. /.7    .3 /.3 -..7.3 43/8507.3 80. 907.2 507.7:9.89. 5.8 90780-:9 203:3:. .83 2./.8:3.709./.78.3  . -07:-.8 47.3 4380397.3 8090.907 /. .7:9 /..3 8025:73.73..5. 8:: /.9..8 2.9 203:7:3.3 8.947997.3.9.8 .3 507.3 -.3-.8380-. 50.73.02.7:9 / /.5.7.7.7:9 4803 . 90.03 . 3 .73.9 /03.2 ...9 203. :33 9/. -7: 90.385..7.203.7:9 4803 / 507.3 .3 802..9.37.3/:3 90.5.  .3 ... 7. 3 02:/./.9./909083$ /.7  802.3  ../ -7: 97.02.5.250 02:/.3 703/.5033. /./.07.::7.3 203.9  .-.9. -07.3 80/9 /./.3 /..3 703/.803.73.3 3 ..3 203.3 8.250/90908$   50.73. -07.3.3 0- 2 803.  2039  03/.8 -.7:9. 89.3 907.3  7 8. .5.7 80/.  .:50742-./.5.8 90780-:9 /.7 /.9 -07:7.7 09. 203. 7.250 $:3.9 503:7. .3 97. .  .02.250 //.:.. -.7..3 47.3. -7:50. :33 50. 80-08.. :33 50.: :7.3 .3 203.2.7. 90908./.385. 8:.5:3/:3 .3 47.3 47.7:9 /.33.3 /997.9.3 703/.3 -.9..3 -.3 40 574808 70857.3.3 -07.9 /.-8.8:3 .7.3/:3 -. /.:.3.80-08.8 3.: /90908 . .7 8.3  .. :33 97.2 .3 .5.3.3.3 93.347.3   907.3.-.3.9.8 -.7:9 /.9 2:23/:3.370.   /.3/.39.5.3 0. . 0.32.7 80/.7.9.7 40 -. 03/.3 2./.  90908 803.385. /./.3  .9.3203.73.7 4803 .7: 05.9  7 8.9: -.-07..9 907.5. -07.2.7 40 -.7:9.7 $:3.2 .. .7 .5:3/:3 -07.9    .7 /.3 907-039:3.3 907.3 4803 907..3 4803 2.39.3 //.3 2.2:2  80-.

3  7.5:3/:3.9 .7.3 /..03/07:393.3  !.88 3907.9. -. 3 . 4254302./.9 203.3  $5747...3 2.7. ..9.3 -03948  !./4547. 85   38974/082:8 85   2030:2 85   /./.3820 . $0202.7 -.:907.3 /.3943 /.7.3 / .9.9.39.3 .7  $5747.:39:/.7. ..8 .: 8. -07-039: 1.3.-.3.  .3 .9:99 .7. -0703/7  039: -03.8 .9.9 073 /./.9:..3 8.3 5:.9: /.3.   .7.3/3:7:8 -.7.3.: 43/:9.7 9.3 .3. .07.3 .8.: .39...7 9..3 203.3:.9.3 /.0..9 /.8: 0 /.7... 85   445.2932. 5:393/.8  -039:3.  070..703.: 4. -07.3 -07-039: 59.3-07.3. 5.7. 03:8 /.3 907.. .2 / -. ..3943 -078./. -07443 -0-.380-.-.: /. 907/.3..7 .9:3../.: .3 9/.7 .5..:   793. .7 .-. . 3 /80-.7.39:2-:5.38:3  /.8:8 . /8.2.!07.9:2 3 ..2 / 8:3.7.. -:. .   !..3 5.3.7  .:207.:  .3 9/. .3-07-..8.5.3943 . 0488902  203.3 8.20907 .7. 4745..7 . 202889025:8.3 8:3.25: -071494839088  202 80 0:.703.2.3 -.::5 .2 57.9 57034/    .3/74/.5./.42403  .3 9.3$:3.9./.   %33.2 /.94385 8079.3.08 . 80.3.3 9:-:3. 85   425485.9958 %:2-: 5.9. 85   $5747.3.93.8 80-08./.7 897   .9.9-:7:./4547.7..3.9 /.-.2:/.  .8.3 /902:.3 40 -. 202 .3/:3202././ 5.. 2.07.3.3 3 -0781.9.39.7 47/4 302.3.:-7:.7.73 3.7.203 .: ./.2/03..7.9.23.2:.8.88 43/8 507.3.  ./..20907 -44 207:5.749  202 4741  %:-:3.3/:3.. /902:.3-07-039:805079-03.2  !.3 . 507.$50808 $50808 /..3 .8 5:3 93 .7.3 0488902  /.3 .2 .34:890-.3202-:./.. 3 2030-.2.9:    ./.99. 2-..3 90703. 203.3 90703/.83 :39: 507.3$50808  425485.3. .

8 3 /.9     .0789. 507.7./.3 4803 .3/:3 .9 /.3/08 /.3:39: 2039:307.8 0.0789. .3 /..5.0  07../.8  3:3. 80-08.9 9:  $5747..9/.81907-:7:/-:2  $0.7.0789.3 //.399.39.8.3:. 3/08 /.3.3 !03:3.-.8 3 //.3 3/08 /.7 0 .3 203.8 $25843 :39: 507.05..9.3 80.02.9 .43:.3 $:3..7. %2:7/..743./.49./.9.8 .8 3 -. 507.9. 43805 -.8.:.. :.3 390389.3 80/.7.7../.3 90780-:9  3/08/. /.0789. 503:7: /:3.3 2030-.3 .8.3 -..3 /. .2 .:8  03948 . /03..9:507.85:9/.7 897:9:7 42:39.3/03.3/9:3/.39./.7-07. 8.3343 0307 //. 1.3 :39: 2025077.2039. 90780-:9 203:3:../.3 5.9 /.3 805079 2.3 .203  !.8 $.0789.5.7 /03...9:23.3343 0307/:3. /5077.5:3/:3.3.7. 0 5072:.7./. 1:.3 /902:.3$:3.9.257 802:.8$.3 3/08 /.3.7  4803 /.3  07..3 3/08 /.7..3 907443 /.3 .2 8::. -03948 .8 $...8 17.3 24:8.3 /825.3 -07:-.5.9 907-.7:9.9.3  ...7./.3/:3907..3. .3943 80/. -0. .0790-7.7.3 907. 0 /.3./.0789.3 /.3 /.717..9 507:-.0789. . /.!7034/ 90780-:9 /03 40 -:97.9 .8.3 93.2 .20907 -448/9039:..3.8. /:3.5:3/:3 .7..3.8 $25843 /.38:3 ./.. 2..93/.0789.7  1494839088 -07. ..3 3472.8.8.7  $5747.3 ..7.257..3 5079:7-..7   ..3343 0307 .91  43/8 3:3./ 8.0789..8 897088 / 3:3. . 8.8 502:9:8.3038 -49. 3/08 /. 897:9:7 42:39..3 ..3 3.3 02-..9:8508083.33.3343 0307  3/08 /.30. 8.3 905:3  !.3 :39: 5.02./..73/08$. -070574/:8/03.2 507/.9 /:3..2.7  !.7 5.2.

3 202 .20907 90780-:9 -07.8  8.3 /.7.7.. .8.9 .  /.3 8:3.  2.7:8 /::7 /..3 -03948  . .7.9.55.78:3.82:2 /.8. .7.0/ 03    4.35079:3.3 5079:3.5 5.390.2090718.7.  -44  /.20907  !03.3 202-:. 93  .3    $0/.3 .7. $:3.7 -07. / -.0789.7. . 3 -07. 5..7.7.3 $.8 / /.3.9:7 .7..8 8:3.3/$:3.7: /.32.3/:3 90. 7:2.3 $:3. .5:3/:3 .9 /.7.3 .3343 0307 .3 /9:3 .3.8 8:.. 5.5. .3.8 -.:   !. 503::7.5. -.. 9.7.3$.5:3/:3 .3.3 /.02./. 803.9. 202503.3 /. .3/.7. .3 ./. 5.9 40 03/.3 :/. -0-07.7.:2:.9 503.3 .  $0.3 -03948  09.3207:5.857./.7.3/50740/.7. 3/08 /.3./ / .8  /.5:3/:3 .3/:3 3 ...3 /0.3 $:3..02.3 8:3.3 2.3/:3.3 5    884.9.7.3 202507:.20907 -44 .3 -.3 2-.3 -44 //.5. 803.20907 18.9: 507. .3 /9:3 .3 907.7.3/:3 /50740 0825:.02.7 :.3943 /.  902507.7503::7.3.9/0.3 /50740 203:3:. 03 02.9.  07/. .  0.7 2.8.3.39. -.07.38:3 0 .3 907.20907 18.9  !.3.9.3 8:3.20907 2..3 .:.8 $25843 /.3. 907.3 /07.703..20907 -44 5.2. 4..7./.02..3 950 8:-897.7  43/:9.9 /09.3 /50740 907.2.7 /.3943 /.20907 18.3 5.7.3 /::7 205:9 0/.7 8:3.3 3.3 80/.8 8:3./. 907.703.3.7:8 .::55.2.3/     /.3. /:5 5.3 232:2 907.35.3 /9:3 205:9 /07.3    .9:2 . ..' $!&  .3 .3 502:2.20907 805079 5.7.02.3 803..3 9:  4. . 809.9 /03.9 0.3 -..8 ..3 802. .  .5:3/:3 90./. 507../.7 /03.7..

%#!&$%  3432     !741 .  995.07.

.

.5:3/:3 309. .

0. 0 / 902/ .9..9.3 .42*.7444-03948 $0-..31.3 !0887   .378 .947 :./.79.439039 .3.5.8085.9.3/0 5545943.42.0802-07   7/     !02. 3/.8 !07.7.

&$.

49308.

7 /.2     7 .3 488902 / 7 %.90841207.3 7 .&   .9 /..-9.3/ !7088  3.:9  995./.  4/.3.0. &390/$9./     %09-44 41 2344  4:79 0/943  .9..0802-07   40  07.808 5..

.

38.8 47. 47.

5:3/:3 $0..7*.3*0488902*/*.808 995.8 .  0802-07    : :     .38*-44  .808 5..7*9.9*/.3  /./.7*.3 2.3*.-9.7* /.7*.9  078 /.3. 9.:9*2:*8.

.

42. .7.42./03: .

7.20/.9: !03/0.**$:3.3.:3/07    !.9.0802-07   -./. 55  #-07:  !     !02-0.44      $.3 448  !%  7.  /:2   !    :3/.2039.03      44 .9.:9 $:...3 44  995.79. 41 .  ./05. .5:3/:3 92  5.

.

 -5503.-:7 47 /.

108.

3 44 5/1 .8085.3.7..   !02-0.9.0802-07      ./..

8.7...23    803 907.3 4803 -44    80-.347.3  80.3 0-:9:.1 5 4 /.3.9:3/.8507.$.8.947:39:203039:.  '4:20   4247         480.7:9   /.3:.9.

3  .8.5  %./.  .23107.7. .. #489.7.3  ./.7.2 47.307..73 / $:3.3 89:.7 /.947!03..33:3.7 803 %07.   ././ #434 0/8 ! !.  :.02.3.3903  .25. .79.3 $  .434 5/1    (  ******  .8 $9:/ / !07.7.02.3 !0307-93/ 4.              .79.8034  #.3 %0: ./.3.. .7/..7:9 / !07. 43/.3 $:3. .5  4-.7.    $73 /  ::!03:39:344 !0307-97.3 44 !  !7.7. $0-.!03.

7 $9.8:3.7.8$09.!#   .2-.2-.7 !02:2.8:3 .2-.9.7:8.7 '009.8    ./ $0-07.3.2-.2-.34.8:3     .7 $9.3.2-.7$9.8:3  .2-.7 !03.7 $9.