Interpretasi Nasional Prinsip & Kriteria RSPO untuk Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan Untuk Petani Kelapa Sawit Republik

Indonesia
Draft 3

Oktober 2007

DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO
Prinsip 1 : Komitmen terhadap transparansi
Indikator Nasional Kriteria Major Kriteria 1.1.Pihak Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit memberikan informasi yang memadai kepada stakeholder lainnya mengenai isu lingkungan, sosial dan hukum yang relevan dengan kriteria RSPO dalam bahasa dan bentuk yang sesuai, untuk memungkinkan adanya partisipasi efektif dalam pengambilan keputusan. Untuk seluruh petani: 1. Permintaan informasi dan pemberian tanggapan kepada stakeholder tercatat dan disimpan dengan masa simpan sesuai peraturan yang berlaku dan kepentingannya. Minor Untuk seluruh petani: Petani harus memberikan respon secara konstruktif terhadap permintaan informasi dari pemangku kepentingan lainnya. Lihat kriteria 1.2 terkait dengan dokumen yang perlu tersedia untuk publik. Lihat juga kriteria 6.2 terkait dengan konsultasi Panduan

Kriteria 1.2 Dokumen perusahaan tersedia secara umum, kecuali jika dokumen tersebut dilindungi oleh kerahasiaan komersial atau bilamana pengungkapan informasi tersebut akan berdampak negatif terhadap lingkungan atau sosial.

Jenis informasi dan tanggapan yang diberikan mencakup dokumen sesuai peraturan nasional yang berlaku yaitu: 1. Untuk petani kemitraan: • Legal: Surat keterangan kepemilikan tanah berupa sertifikat • Lingkungan: Dokumen UKL / UPL / AMDAL, Laporan Pemantauan RKL-RPL yang tersedia di kelembagaan petani • Sosial: kelembagaan petani memiliki dokumen aktivitas organisasi dan sosial

1. Khusus untuk petani swadaya: • Legal : Surat keterangan kepemilikan tanah berupa sertifikat (upaya ke arah sertifikasi kepemilikan tanah) • Lingkungan : Kelembagaan petani memiliki rekaman identifikasi dampak dan rencana upaya pengelolaan lingkungan • (Pokja meminta WWF-Indonesia dapat menyusun checklist untuk memungkinkan identifikasi dampak secara

Untuk seluruh petani: Informasi yang diberikan termasuk, namun tidak terbatas pada: keterangan identitas, domisili pemilik, luas areal, jenis tanaman, asal benih, produktivitas, lokasi kebun serta informasi yang berkaitan dengan isu legal, lingkungan dan sosial Untuk tanah adat atau tanah ulayat mengikuti ketentuan peraturan-perundangan yang berlaku.

Halaman 2 dari 31

DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO
Indikator Nasional Kriteria Major 2. Untuk petani swadaya: • Legal: Surat keterangan kepemilikan tanah berupa surat keterangan tanah lainnya yang disyahkan oleh instansi berwenang dan sepanjang tidak ada sengketa • Sosial: kelembagaan petani memiliki dokumen aktivitas organisasi dan sosial Minor sederhana dan pembuatan rencana upaya pengelolaan lingkungan) Khusus untuk petani kemitraan: Dokumen mengenai legal, lingkungan dan sosial sudah terdapat dalam dokumen AMDAL perusahaan mitra (tergantung luasan total perkebunan plasma yang wajib AMDAL) yang dilakukan oleh perusahaan mitra dan dokumen tersebut disimpan di kelembagaan petani. Khusus untuk petani swadaya: Petani swadaya yang mempunyai luas < 25 ha harus mempunyai Surat Tanda Daftar Usaha Budidaya Perkebunan. Apabila petani swadaya tidak memiliki sertifikat, maka surat keterangan tanah lainnya yang disyahkan oleh instansi berwenang dapat digunakan sepanjang tidak ada keberatan yang didukung hukum dari pihak lain, dan tidak tumpang tindih dengan kawasan lindung dan kawasan hutan. Panduan

Halaman 3 dari 31

Bukti kepatuhan terhadap peraturan-peraturan penting yang relevan dan terkait dengan perkebunan kelapa sawit.210/2/98 tentang Pembinaan dan Pengembangan Koperasi Unit Desa di Bidang Perkebunan dengan Pola kemitraan melalui Pemanfaatan Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya. dll).1.: 73/Kpts/OT. Bukti adanya usaha untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan peraturan Minor Untuk seluruh petani: Petani mengetahui dan mematuhi hukum penting yang relevan dan terkait dengan kegiatan perkebunan kelapa sawit Khusus untuk petani kemitraan: Petani kemitraan dilibatkan dan atau mengetahui: • Aturan skema kerjasama (perhitungan kredit. nasional maupun internasional yang telah diratifikasi.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Prinsip 2 : Memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku Indikator Nasional Kriteria Major Kriteria 2. : 60/Kpts/KB. Adanya kepatuhan terhadap semua hukum dan peraturan yang berlaku baik lokal. mekanisme agunan. Pola PIR tercantum dalam KepMenTan NO. Untuk seluruh petani: 1. dll.510/2/98 tentang Pembinaan dan Pengendalian Pengembangan Perkebunan Inti Rakyat. 2. • Peraturan yang menyangkut pola kemitraan diantaranya: Pola KKPA tercantum dalam Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil no.: NO. Panduan Halaman 4 dari 31 .

Untuk seluruh petani: 1. serta tidak tumpang tindih dengan hak orang lain.2) Khusus untuk petani swadaya: Jika petani swadaya tidak memiliki sertifikat. Khusus untuk petani kemitraan: Surat kepemilikan tanah berupa sertifikat (lihat juga kriteria 1. Hak untuk menguasai dan menggunakan tanah dapat dibuktikan dan tidak dituntut secara sah oleh komunitas lokal dengan hak-hak yang dapat dibuktikan.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Nasional Kriteria Major Minor Peraturan di atas dipilih karena sangat relevan dengan kegiatan petani. Rekaman upaya penyelesaian keberatan dengan pihak lain. jika ada Untuk seluruh petani: Informasi mengenai status tanah yang disampaikan adalah status tanah saat ini atau yang sedang dalam tahap pengurusan. Petani dapat menunjukan: surat keterangan kepemilikan tanah atau hak penggunaan lahan Untuk seluruh petani: 1. Surat keterangan kepemilikan tanah tidak tumpang tindih dengan kawasan lindung (kawasan konservasi dan hutan lindung) dan status kawasan hutan dalam perencanaan tata ruang wilayah provinsi dan kabupaten.maka surat keterangan tanah lainnya dari instansi yang berwenang Panduan Halaman 5 dari 31 . Kriteria 2. Pemerintah (dalam hal ini BPN atau Badan Planologi Kehutanan) harus menfasilitasi mekanisme pendataan dan pemetaan tanah kepemilikan /hak masyarakat adat sesuai dengan daerah masing-masing dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.2.

Penggunaan lahan untuk kelapa sawit tidak mengurangi hak berdasarkan hukum dan ulayat pengguna lain tanpa persetujuan terlebih dahulu dari mereka. Tersedia rekaman peta lahan Untuk seluruh petani: Jika dalam lahan terdapat suatu hak legal atau hak adat maka pihak petani harus dapat memperlihatkan bahwa hak-hak ini dipahami.4.5 dan 7. Kriteria 2. Kriteria ini memungkinkan adanya penjualan dan penjanjian imbalan berdasarkan negosiasi untuk memberikan kompensasi terhadap kehilangan keuntungan dan atau hak yang dilepaskan.3. Panduan Halaman 6 dari 31 . Untuk seluruh petani: 1. Perjanjian yang dinegosiasikan harus dilakukan tanpa paksaan dan dibuat sebelum investasi baru atau operasi dilakukan dan didasarkan atas kesepakatan yang terbuka atas semua informasi terkait dalam bentuk dan bahasa yang sesuai. Jika lahan berdasarkan hak legal dan ulayat telah diambil alih.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Nasional Kriteria Major Minor atau keterangan asal usul lahan yang didukung oleh bukti otentik adalah memadai sepanjang tidak ada sengketa. maka penentuannya paling baik dilakukan melalui kegiatan pemetaan bersama yang melibatkan masyarakat yang terkena dampak maupun masyarakat sekitar.6. 7. tersedia catatan proses dan atau kesepakatan negosiasi antara pemilik hak ulayat dan petani yang dilengkapi denah lokasi Untuk seluruh petani: 1. dan tidak terancam atau dikurangi. Kriteria ini harus dilihat bersama kriteria 6. Jika daerah hak adat ini tidak jelas.

jika ada Untuk seluruh petani: Petani harus mengetahui atau mendapatkan informasi tentang: • prediksi produksi kebun • akses kepada informasi teknologi baru dan informasi pasar/harga • faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi Panduan Halaman 7 dari 31 .1. Tersedia dokumen rencana kerja operasional penting. Terdapat mekanisme/ program/ sistem penyesuaian terhadap perubahan informasi dan teknologi terbaru. Perjanjian yang telah dinegosiasi harus dapat mengikat semua pihak terkait. jika diminta.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Nasional Kriteria Major Minor Waktu yang memadai harus diberikan bagi pengambilan keputusan secara adat dan dapat dilakukan negosiasi berulang-ulang. Menetapkan kepastian dalam negosiasi lahan merupakan suatu keuntungan jangka panjang bagi seluruh pihak terkait. dan dapat dijadikan alat bukti dalam proses pengadilan. Panduan Prinsip 3 : Komitmen terhadap kelayakan ekonomi dan keuangan jangka panjang Indikator Kriteria Major Kriteria 3. minimal 1 tahun Minor Untuk seluruh petani: 1. Untuk seluruh petani: 1. Terdapat rencana manajemen yang diimplementasikan yang ditujukan untuk mencapai keamanan ekonomi dan keuangan dalam jangka panjang.

DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Minor Khusus untuk petani kemitraan: • Kelembagaan petani harus terlibat dalam perhitungan kredit. • Petani memperoleh pembinaan dari perusahaan mitra dalam hal pengelolaan kebun untuk mengoptimalkan produktivitas berkelanjutan. Khusus untuk petani swadaya: • Petani mendapat pembinaan dari instansi pemerintah terkait • Petani difasilitasi oleh pemerintah untuk keberlanjutan usahanya • Kelembagaan petani dan petugas penyuluh lapangan harus membantu penyebaran informasi dan teknologi baru dalam mendukung peningkatan produktivitas Panduan Halaman 8 dari 31 . dll). perjanjian kerjasama dengan bank. mekanisme agunan.

cara aplikasi pestisida yang aman. cara menyimpan pestisida dan Panduan Halaman 9 dari 31 . konsep dan Pengelolaan Hama Terpadu (penggunaan musuh alami). Tersedia bukti hasil kegiatan penting tersebut Untuk petani kemitraan: Petani kemitraan melaksanakan GAP sesuai dengan SOP perusahaan mitra. sistem panen) Minor Untuk seluruh petani: 1. Tersedia manual GAP kegiatan penting (penggunaan bibit unggul. Untuk petani swadaya: Petani swadaya melaksanakan GAP sesuai dengan Pedoman Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diterbitkan oleh Direktorat Jendral Perkebunan Departemen Pertanian Republik Indonesia yang mencakup namun tidak terbatas pada: kesuburan tanah. Untuk seluruh petani: 1. pemupukan. faktor-faktor yang mempengaruhi erosi dan degradasi tanah (rorak.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Prinsip 4 : Penggunaan praktik terbaik dan tepat oleh perkebunan dan pabrik Indikator Kriteria Major Kriteria 4. Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). Upaya menghindari pencemaran air oleh pestisida dan pupuk. aplikasi pestisida). tapak kuda). teknik mempertahankan kesuburan tanah. pestisida yang boleh digunakan menurut peraturan yang berlaku. Prosedur operasi didokumentasikan secara tepat dan diimplementasikan dan dipantau secara konsisten. faktor yang dapat mempengaruhi kualitas air (penanaman dipinggir sungai dan lereng. pemupukan.1. terassering.

Rekaman produktivitas 3 tahun terakhir Khusus untuk petani kemitraan: 1.1).Ratio produksi perkebunan plasma terhadap inti pada umur tanaman yang sama Untuk seluruh petani: 1. Rekaman penggunaan pestisida dan pemupukan Halaman 10 dari 31 . Bukti pembuatan drainase di daerah gambut dan areal rendahan Untuk seluruh petani: 1. Khusus untuk petani kemitraan: 1. Rekaman aplikasi pemupukan 2. Praktek-praktek meminimalisasi dan mengendalikan erosi dan degradasi tanah Kriteria 4.1). Kriteria 4.1). Praktek-praktek mempertahankan kesuburan tanah. Untuk seluruh petani: 1. Rekaman aplikasi land application dan janjang kosong untuk petani kemitraan yang melaksanakannya Untuk seluruh petani: Petani diharapkan mempunyai dan melaksanakan manual GAP (lihat juga kriteria 4. Bukti penggunaan tanaman Penutup tanah untuk TBM Untuk seluruh petani: Petani diharapkan mempunyai dan melaksanakan manual sederhana GAP budidaya perkebunan kelapa sawit (lihat juga kriteria 4. Untuk seluruh petani: 1.4 Praktek-praktek mempertahankan kualitas dan ketersediaan air permukaan dan air tanah. Bukti upaya pencegahan erosi dan menjaga sumber air alamiah Untuk seluruh petani: Petani diharapkan mempunyai dan melaksanakan manual sederhana GAP budidaya perkebunan kelapa sawit (lihat juga kriteria 4.3. sampai pada tingkat yang memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan Untuk seluruh petani: 1. atau bilamana mungkin meningkatkan kesuburan tanah. Bukti pembuatan terassiring dan upaya konservasi lainnya pada daerah curam sebelum atau pada saat replanting 2.2. Petani memelihara dan memperbaiki lahan disekitar tepi sungai untuk meminimalisir erosi pada sungai. Panduan Kriteria 4.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Minor membuang sisa dan wadahnya secara aman.

Untuk petani kemitraan: 1. Laporan hasil pengamatan dan pengendalian hama dan penyakit Minor Untuk petani kemitraan: 1. cara dan waktu penggunaannya 3. penyakit. Khusus untuk petani kemitraan: Petani kemitraan seharusnya: • Mengetahui praktek pada Halaman 11 dari 31 .6. gulma dan spesies introduksi yang berkembang cepat (invasif) dikendalikan secara efektif dengan menerapkan teknik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang memadai. Untuk seluruh petani: 1. Tersedia pedoman penanganan kesehatan dan keselamatan Khusus untuk petani kemitraan: 1. maka perkebunan secara aktif mencari alternatif dan proses ini dokumentasikan. Rekaman pengobatan bagi aplikator pestisida.1).DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Kriteria 4. disebarluaskan Khusus untuk petani kemitraan: 1. Bukti pelaksanaan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam aplikasi bahan kimia pertanian 4. Bukti penyimpanan pestisida dan pemusnahan bekas wadah pestisida sesuai dengan peraturan yang berlaku Untuk seluruh petani: Petani diharapkan mempunyai dan melaksanakan manual sederhana GAP budidaya perkebunan kelapa sawit (lihat juga kriteria 4. jika terjadi kasus keracunan Untuk petani kemitraan: Petani melaksanakan GAP sesuai dengan SOP perusahaan mitra.5. Hama. Daftar pestisida yang terdaftar dan diijinkan Menteri Pertanian tercantum dalam lampiran Kriteria 4. Panduan Untuk seluruh petani: 1. Kriteria 4. Bukti telah melaksanakan tindakan-tindakan darurat. Bahan kimia pertanian digunakan dengan cara yang tidak membahayakan kesehatan dan lingkungan. Bahan yang bersifat propilaktik tidak digunakan dan apabila bahan kimia pertanian yang digunakan tergolong sebagai Tipe 1A atau 1B WHO atau bahanbahan yang termasuk dalam daftar Konvensi Stockholm atau Konvensi Rotterdam. Bukti penggunaan bahan kimia pertanian yang terdaftar dan diijinkan oleh Menteri Pertanian 2. Rencana kesehatan dan keselamatan kerja didokumentasikan. Petani kemitraan dapat menunjukkan bahwa mereka memiliki pengetahuan yang cukup mengenai IPM dan mampu melaksanakannya.7. dosis. Bukti penggunaan bahan kimia pertanian sesuai dengan target spesies.

Untuk seluruh petani: 1. kelembagaan petani atau instansi terkait 2. Melaksanakan aplikasi dengan cara-cara yang aman terhadap kesehatan pekerja dan lingkungan Perusahaan mitra. cara aplikasi).DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major dan diimplementasikan secara efektif. petani dan kontraktor harus terlatih secara memadai. dosis. Program dan realisasi pelatihan bagi setiap kelembagaan petani Untuk seluruh petani: • Petani dapat menunjukan bahwa mereka telah mengikuti pelatihan mengenai pekerjaan yang dilakukan • Pekerja pada perkebunan kecil (perkebunan rakyat) memerlukan pelatihan dan peningkatan keahlian yang cukup yang dapat diperoleh melalui kegiatan penyuluhan dari: pekebun atau pengolah yang membeli TBS mereka. organisasi petani atau melalui Halaman 12 dari 31 .8 Seluruh staf. kelembagaan petani dan petani memantau pelaksanaannya. karyawan. koperasi. Kriteria 4. Panduan • Khusus untuk petani swadaya: Petani swadaya dianjurkan melaksanakan seperti indikator dan panduan pada petani kemitraan. kerja yang dapat disusun oleh perusahaan mitra. Bukti telah mendapat pelatihan mengenai praktek kerja yang aman Minor prosedur dan penanganan bila terjadi kecelakaan • • perkebunan yang mempunyai resiko tinggi dan menyusun cara kerja yang aman Membuat catatan penggunaan pestisida (merek.

tetapi setiap pekerja di perkebunan harus mendapatkan pelatihan yang cukup untuk operasional kerja yang dilakukan Panduan • Khusus untuk Petani Kemitraan : Petani kemitraan seharusnya difasilitasi oleh perusahaan mitra dan koperasi anggota petani. Halaman 13 dari 31 .DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Minor kerja sama dengan lembaga dan organisasi lain. Khusus untuk Petani Swadaya : Petani swadaya difasilitasi oleh instansi pemerintah yang terkait dan organisasi petani secara periodik. Pencatatan dan dokumentasi pelatihan bagi petani tidak diharuskan.

erosi pinggiran sungai) • Mempunyai AMDAL atau UPL. RKL atau identifikasi dampak sesuai dengan peraturan yang berlaku berdasarkan luasan area perkebunan. Tersedia rekaman pelaksanaan dan pelaporan RKL/UKL dan RPL/UPL di kelembagaan petani Khusus untuk petani swadaya: 1. Khusus untuk petani swadaya: Petani swadaya sebaiknya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dampak lingkungan melalui penyuluhan dari instansi pemerintah yang berwenang yang dilakukan secara periodik. dan rencana-rencana untuk mengurangi / mencegah dampak negatif dan mendorong dampak positif dibuat. Khusus untuk petani kemitraan: • AMDAL atau UPL. Kelembagaan petani memiliki rekaman identifikasi dampak dan rencana upaya pengelolaan lingkungan (Pokja meminta WWF-Indonesia dapat menyusun checklist untuk memungkinkan identifikasi dampak secara sederhana dan pembuatan rencana upaya pengelolaan lingkungan) Untuk seluruh petani: Petani diharapkan: • mengetahui dampak negatif dari kegiatan mereka dan mengetahui cara meminimalkannya dan melaksanakannya (terutama: pembersihan lahan. Khusus untuk petani kemitraan: 1. aplikasi pestisida. diimplementasikan dan dimonitor untuk memperlihatkan kemajuan yang kontinu. Tersedia dokumen AMDAL atau UKL dan UPL di kelembagaan petani dan disosialisasikan kepada anggota Minor Khusus untuk petani kemitraan: 1. Panduan Halaman 14 dari 31 . RKL dilakukan oleh perusahaan mitra. pemupukan.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Prinsip 5 : Tanggung jawab lingkungan dan konservasi kekayaan alam dan keanekaragaman hayati Indikator Kriteria Major Kriteria 5. UKL dan RPL. UKL dan RPL.1 Aspek manajemen perkebunan dan pabrik yang menimbulkan dampak lingkungan diidentifkasi.

BKSDA.1) Untuk seluruh petani: • Informasi tentang spesies langka. jika dibutuhkan. terancam dan habitat berkonservasi tinggi dapat diperoleh dari organisasi petani dan instansi pemerintah terkait seperti Dinas Perkebunan/Penyuluh. survey lapangan tambahan mungkin perlu dilakukan. atau hampir punah dan habitat dengan nilai konservasi tinggi. dan banyaknya informasi yang tersedia. Tergantung pada nilai keanekaragaman hayati yang ada.yang disimpan di kelembagaan petani (lihat juga kriteria 5.2. Jika terdapat species langka. BKSDA dan LSM yang berkompeten Pengumpulan informasi ini harus meliputi pemeriksaan atas catatan-catatan biologi yang tersedia. terancam. maka perlu ada petugas dalam kelembagaan petani untuk membina anggotanya dalam mengelola species langka tersebut Khusus untuk petani kemitraan: 1. Panduan Halaman 15 dari 31 . Petani mampu menyebutkan nama spesies yang dilindungi daerah setempat. dan konsultasi dengan departemen dan lembaga penelitian terkait. serta NGO yang berkepentingan. terancam atau hampir punah dalam perkebunan. Status spesies-spesies langka. jika ada di dalam perkebunan atau yang dapat terpengaruh oleh manajemen kebun dan pabrik harus diidentifikasi dan konservasinya diperhatikan dalam rencana dan operasi manajamen dan atau kelembagaan petani. Terdapat bukti hasil identifikasi spesies yang dilindungi. Untuk seluruh petani: 1.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Kriteria 5. • Informasi tentang spesies yang dilindungi dan cara mengatasi konflik dapat diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Dinas Perkebunan/Penyuluh. Petani dapat menjelaskan prosedur mengatasi konflik dengan spesies yang dilindungi. 2. Minor Untuk seluruh petani: 1.

2. dipakai kembali. Kriteria 5. Untuk seluruh petani: Pengelolaan limbah dan rencana pembuangan limbah harus meliputi langkah-langkah untuk: • Mengidentifikasi dan memantau sumber limbah dan polusi. Petani dapat menerangkan dan menunjukkan bukti bahwa point 1 telah dilaksanakan Untuk seluruh petani: 1.3. dan dibuang dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara lingkungan dan sosial Untuk seluruh petani: 1. • Pembuangan limbah bahan kimia pertanian berbahaya dan wadahnya yang tepat. • Memanfaatkan limbah. didaur ulang. Rekaman pengaduan masyarakat berkenaan dengan pembuangan limbah dan cara penyelesaiannya (jika ada). Limbah dikurangi. mendaur ulang limbah sebagai nutrisi atau mengubahnya menjadi produk dengan nilai tambah (misalnya lewat program pembuatan pakan ternak). Petani dapat menerangkan cara pembuangan limbah bahan kimia pertanian sesuai dengan acuan yang ada dikemasan.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Minor Khusus untuk petani kemitraan: • Penyusunan informasi tentang identifikasi spesies langka telah dilaksanakan oleh perusahaan mitra sesuai dengan dokumen AMDAL. Kelebihan wadah bahan kimia pertanian harus dibuang atau dibersihkan dengan cara yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial (misalnya mengembalikan ke penjual atau melakukan pencucian tiga tahap). sehingga tidak timbul resiko Panduan Halaman 16 dari 31 .

Catatan: Berdasarkan generic P&C. dengan disertai buktibukti adanya pengontrolan yang cermat terhadap pembakaran. Untuk seluruh petani: Kriteria ini tidak berlaku bagi petani. petani dapat membuktikan tidak menggunakan api dalam penyiapan lahannya dan pemusnahan limbah. kecuali untuk membasmi hama penyakit dan harus terlebih dahulu mendapat rekomendasi dari dinas teknis terkait 2.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Minor kontaminasi terhadap sumber air atau kesehatan manusia. Efisiensi penggunaan energi dan penggunaan energi terbarukan dimaksimalkan. kriteria ini hanya berlaku bagi perkebunan besar dan pabrik Kriteria 5. Kelembagaan petani memiliki sarana dan prasarana sederhana penanggulangan kebakaran lahan. Petunjuk pembuangan sebagaimana tertera pada label wadah harus dijadikan acuan Kriteria 5. Petani mengetahui prosedur Tanggap Darurat untuk kebakaran lahan Untuk seluruh petani: 1. Pembakaran di lahan gambut harus dihindari Kriteria ini tidak berlaku bagi petani Panduan Halaman 17 dari 31 .5 Penggunaan api untuk pemusnahan limbah dan untuk penyiapan lahan. Untuk seluruh petani: Penggunaan api hanya dibolehkan jika penilaian menunjukkan bahwa metode itulah yang paling efektif dan merupakan pilihan yang paling sedikit menimbulkan resiko terjadinya kerusakan lingkungan. guna penanaman kembali dihindari kecuali dalam kondisi spesifik. dan untuk meminimalkan eksplosi hama dan penyakit. Untuk seluruh petani: 1. Pada saat replanting.4. sebagaimana tercantum dalam kebijakan tanpabakar ASEAN atau panduan lokal serupa.

diimplementasikan dan dimonitor.6.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Kriteria 5. Minor Untuk seluruh petani: Kriteria ini tidak diberlakukan untuk petani. disusun. Panduan Halaman 18 dari 31 . termasuk gas rumah kaca. Rencana-rencana untuk mengurangi pencemaran dan emisi.

Aspek manajemen perkebunan dan pabrik yang mempunyai dampak sosial diidentifikasi dengan cara partisipatif dan rencana penanganan dampak negatif dan pengembangan dampak positif disusun. Pengelolaan perkebunan kelapa sawit dapat menimbulkan dampak sosial (positif atau negatif) terhadap faktor-faktor berikut: Hak atas akses dan hak guna. penanaman tanaman lain atau perluasan daerah penanaman. individu-individu dan komunitas dari kebun dan pabrik Indikator Kriteria Major Kriteria 6.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Prinsip 6 : Tanggung Jawab kepada pekerja. Dampak sosial dapat ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan seperti: pembangunan jalan. pabrik atau infrastruktur baru. jika ada Khusus untuk petani kemitraan: 1. Mata pencaharian (misalnya kerja harian) dan kondisi kerja. Untuk seluruh petani: 1.1. perubahan jumlah karyawan atau persyaratan kerja. Pelibatan ahli independen dapat dilakukan jika dipandang perlu untuk memastikan bahwa seluruh dampak (baik positif maupun negatif) telah diidentifikasi. Petani kemitraan memiliki rekaman pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan dampak sosial yang tersedia di kelembagaan petani Untuk seluruh petani: Identifikasi dampak sosial dapat dilakukan oleh pihak perkebunan bersama-sama dengan pihak yang terkena dampak sesuai tuntutan situasi. pembersihan vegetasi alam yang tersisa. Dokumen AMDAL yang tersedia di kelembagaan petani dan disosialisasikan kepada anggota Minor Khusus untuk petani kemitraan: 1. Petani dapat menerangkan dampak sosial kegiatan perkebunan mereka dan memberikan bukti respon konstruktif terhadap keluhan. pembuangan limbah pabrik. dilaksanakan dan dimonitor untuk menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan. Panduan Halaman 19 dari 31 .

Untuk seluruh petani: 1.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Minor Kegiatan-kegiatan mata pencaharian.2. dan kelompok lain yang terkena dampak atau berkepentingan. Pertimbangan perlu diberikan kepada keberadaan forum multi pihak. Kelembagaan petani memiliki petugas yang bertanggung jawab untuk melakukan konsultasi dan komunikasi dengan stakeholder. Kelembagaan petani mempunyai rekaman komunikasi dan konsultasi dengan masyarakat Untuk seluruh petani: 1. masyarakat lokal. melakukan identifikasi dampak dan rencana pengelolaan lingkungan (Pokja meminta WWF Indonesia dapat menyusun form/checkist sederhana yang diperlukan) Kriteria 6. Nilai-nilai budaya dan religius. Untuk seluruh petani: Mekanisme komunikasi dan konsultasi dirancang oleh kelembagaan petani bersama masyarakat lokal dan pihak yang terkena dampak atau pihak berkepentingan lainnya. Halaman 20 dari 31 . Mekanisme ini perlu mempertimbangkan penggunaan mekanisme dan bahasa setempat. Panduan Khusus untuk petani kemitraan: Analisis dampak sosial dan pengelolaan dampak yang terdokumentasi berupa dokumen AMDAL telah disusun oleh perusahaan mitra Khusus untuk petani swadaya: Petani swadaya. Kelembagaan petani memiliki rekaman aspirasi masyarakat dan tanggapan/tindaklanjutnya 2. melalui kelembagaan petani. Terdapat metode terbuka dan transparan untuk komunikasi dan konsultasi antara pihak perkebunan dan/atau pabrik.

dan pelaporan 2. pemimpin desa dan buruh harian. seperti kelompok masyarakat. penanganan keluhan / keberatan. Terdapat sistem yang disepakati dan didokumentasikan bersama untuk mengurus keluhan dan ketidakpuasan yang diimplementasikan dan diterima oleh semua pihak. NGO atau pemerintah (atau kombinasi dari ketiga kelompok ini) yang tidak memiliki kepentingan secara langsung. Dokumentasi proses dan hasil penyelesaian perselisihan. Kelembagaan petani mempunyai rekaman keluhan/keberatan. Khusus untuk petani swadaya: Untuk petani swadaya. dan pihak lainnya jika dibutuhkan. Pertimbangan perlu diberikan untuk pelibatan pihak ketiga. Panduan Halaman 21 dari 31 . dalam komunikasi ini. dan berbagai kelompok etnis.3.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Minor Komunikasi perlu mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap informasi bagi kaum wanita dan pria. Kriteria 6. untuk memfasilitasi skema smallholder dan masyarakat. kelompok masyarakat lama dan baru. instansi pemerintah terkait dan kelembagaan petani dapat membantu memfasiltasi penanganan keluhan dan perselisihan. Kelembagaan petani menyediakan sistem untuk menerima keluhan Untuk seluruh petani: 1. Untuk seluruh petani: 1. jika ada Untuk seluruh petani: Mekanisme penyelesaian perselisihan harus dibuat lewat kesepakatan terbuka dengan pihak yang terkena dampak.

Untuk seluruh petani: 1. Proses dan hasil dari setiap perjanjian yang disepakati didokumentasikan dan dilaksanakan secara terbuka Kriteria 6. jika terdapat tenaga kerja tetap Untuk seluruh petani: Kelembagaan petani harus memberikan informasi besarnya UMR pada daerah kebun tersebut Panduan Halaman 22 dari 31 . Prosedur untuk menghitung dan membagikan kompensasi yang memadai (dalam wujud uang atau bentuk lainnya) dibuat dan diimplementasikan.4. Minor Untuk seluruh petani: 1. wajar dan tanpa tekanan sehingga tidak merugikan penduduk atau masyarakat yang memiliki hak atas lahan. Bukti pembayaran upah pekerja Untuk seluruh petani: 1. Petani harus menunjukkan surat keterangan atas hak milik atau ulayat. Terdapat perjanjian kerja untuk pekerja tetap. Petani memiliki dokumen identifikasi.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Kriteria 6. kalkulasi dan pembayaran kompensasi atas kehilangan hak legal dan hak adat dengan melibatkan wakil masyarakat dan instansi terkait. Setiap pembayaran kompensasi atas pemindahan hak dari pihak lain harus dilakukan secara transparan.5 Upah dan persyaratanpersyaratan kerja bagi karyawan dan karyawan dari kontraktor harus selalu memenuhi paling Untuk seluruh petani: 1. Rekaman proses negosiasi dan/atau hasil kesepakatan kompensasi tersedia Untuk seluruh petani: Petani harus mengikuti prosedur yang berlaku dalam mengidentifikasi hak-hak legal dan adat masyarakat yang berhak menerima kompensasi. Setiap perundingan menyangkut kompensasi atas kehilangan hak legal atau hak adat dilakukan melalui sistem terdokumentasi yang memungkinkan komunitas adat dan stakeholder lain memberikan pandangan pandangannya melalui institusi perwakilan mereka sendiri.

DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major tidak standar minimum industri atau hukum. Kriteria 6. Panduan Untuk seluruh petani: Petani harus mempekerjakan pekerja mengacu pada usia kerja minimum dan anak-anak usia sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku. maka perusahaan memfasilitasi pendamping yang tidak berpihak.6 Perusahaan menghormati hak seluruh karyawan untuk membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja sesuai dengan pilihan mereka dan untuk tawar menawar secara kolektif. Untuk seluruh petani: 1. Bukti bahwa para pekerja dan Halaman 23 dari 31 . Pemberi kerja tidak boleh terlibat atau mendukung Untuk seluruh petani: 1. Kriteria 6. gratis dan melakukan tawar menawar bagi seluruh karyawan. Petani atau perkebunan keluarga boleh mempekerjakan anak-anak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk seluruh petani: Kriteria ini tidak berlaku untuk petani.8. kondisi kerja dan upah sesuai perjanjian yang ditetapkan secara transparan dan tanpa paksa. Ketika hak kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat secara kolektif dibatasi oleh hukum. dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pekerja dan untuk memberikan pendapatan tambahan Kriteria 6. Petani dapat membuktikan tidak mempekerjakan anakanak dibawah usia kerja dan pada usia sekolah Minor berada secara periodik Dalam hal tenaga kerja lepas. Pekerjaan yang dilakukan oleh anak-anak hanya diperbolehkan pada perkebunan keluarga.7. Tidak mempekerjakan anak-anak. di bawah pengawasan orang dewasa dan tidak mengganggu program pendidikan mereka. Anak-anak tidak boleh terpapar oleh kondisi kerja membahayakan.

Rekaman mekanisme penentuan harga dari Tim Penetapan Harga kepada kelembagaan petani dan bukti pembayaran TBS Untuk seluruh petani: 1. Kriteria 6. kualitas dan pengelompokan kualitas buah (grading).10 Pihak perkebunan dan pabrik kelapa sawit berurusan secara adil dan transparan dengan petani dan bisnis lokal lainnya. afiliasi politikatau umur. Kebutuhan untuk mendaur ulang nutrisi dalam TBK (menurut kriteria 4. disusun dan diaplikasikan.2) perlu dipertimbangkan. Rekaman bukti kontrak kerjasama dengan mitra bisnis. Kemajuan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut harus dimonitor secara berkala. keanggotaan serikat.9. kebangsaan. Tidak ada kasus pelecehan seksual dan pengurangan hak reproduksi pekerja Untuk seluruh petani: Harus ada kebijakan yang jelas yang dibuat lewat konsultasi dengan para pekerja. kompensasi nilai zat gizi yang diekspor dapat diberikan lewat Halaman 24 dari 31 . Kriteria 6. kasta. dan hasilnya dicatat. transportasi dan penyimpanan TBS. cacat. bila daur ulang tidak praktis bagi atau tidak dapat dilaksanakan oleh petani plasma. Untuk seluruh petani: Transaksi dengan petani harus mempertimbangkan isu-isu seperti peranan para perantara. Kebijakan untuk mencegah pelecehan seksual dan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan untuk melindungi hak reproduksinya. kontraktor dan pihak terkait lainnya.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major diskriminasi berdasarkan ras. dan kebijakan tersebut harus tersedia untuk umum. Petani menghormati hak reproduksi tenaga kerjanya. orientasi seksual. kelompok pekerja termasuk tenaga kerja pendatang diperlakukan sama Minor Panduan Untuk seluruh petani: 1. jika ada. jender. Untuk seluruh petani: 1. Rekaman perulangan keluhan yang sama dari perusahaan mitra dan atau mitra bisnis lokal lainnya 2. agama.

Petani harus memiliki akses kepada prosedur penyampaian ketidakpuasan yang disebutkan dalam kriteria 6. Rekaman kontribusi kelembagaan petani dan / atau petani terhadap pembangunan lokal Untuk seluruh petani: Petani swadaya dan petani kemitraan pasca konversi berkontribusi terhadap pembangunan lokal melalui kelembagaan petani Panduan Halaman 25 dari 31 . Kriteria 6. pertimbangan perlu diberikan kepada biaya perubahan terkait. baik lewat perantara atau tidak. dan kemungkinan pembayaran TBS dimuka dapat dipertimbangkan.3.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Minor harga TBS. Jika pabrik kelapa sawit menuntut petani untuk mengubah praktekprakteknya untuk memenuhi kriteria RSPO. yang menurut kontrak harus menjual TBS-nya kepada pabrik kelapa sawit tertentu. Kebutuhan akan mekanisme penetapan harga yang wajar dan transparan umumnya amat penting bagi petani plasama.11 Perkebunan dan pabrik berkontribusi terhadap pembangunan lokal yang berkelanjutan bilamana dianggap memadai. jika mereka berpendapat bahwa mereka tidak menerima harga TBS yang wajar. Untuk seluruh petani: 1.

DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Minor Kelembagaan petani secara aktif melakukan perundingan dengan perusahaan mitra dalam hal penentuan pemotongan hasil penjualan TBS petani untuk kontribusi pembangunan lokal dan pengelolaannya Kelembagaan petani turut menentukan arah pemanfaatan dan pengelolaan dana kontribusi Panduan Halaman 26 dari 31 .

dan petani aktif melaksanakan RKL/UPL. maka perlu melakukan analisis dampak sosial dan lingkungan. Bukti analisis dampak dilakukan bersama masyarakat lokal Minor Untuk petani kemitraan: 1.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Prinsip 7 : Pengembangan perkebunan baru secara bertanggung Jawab Indikator Kriteria Major Kriteria 7.1 Dilakukan analisis dampak sosial dan lingkungan hidup secara komprehensif dan partisipasif sebelum membangun kebun atau operasi baru memperluas perkebunan yang sudah ada dan hasilnya dimasukkan ke dalam perencanaan. 2. • Petani swadaya berkonsultasi pada instansi terkait atau petugas penyuluh lapangan dalam analisis dampak • Petani yang mempunyai luas < 25 ha melaksanakan analisis dampak perkebunan sesuai peraturan yang berlaku Panduan Halaman 27 dari 31 . Dokumen AMDAL disimpan di kelembagaan petani • Petani kemitraan berkonsultasi kepada perusahaan mitra dalam pengelolaan dampak perkebunan Khusus untuk petani swadaya: • Apabila kebun petani swadaya meliputi area yang cukup luas dan dengan demikian mungkin memiliki dampak sosial dan lingkungan yang penting.Tersedia dokumen analisis dampak sosial dan lingkungan sebelum pembangunan perkebunan dilaksanakan. Untuk petani kemitraan. Untuk petani kemitraan 1. Bukti hasil analisis dampak digunakan dalam penyusunan rencana pembangunan perkebunan Khusus untuk petani kemitraan: • Petani kemitraan mengetahui dampak sosial dan lingkungan perkebunan mereka yang merupakan bagian dari AMDAL perusahaan mitra. analisis dampak sosial dan lingkungan dilakukan oleh perusahaan mitra. pengelolaan dan operasi.

Khusus untuk petani swadaya: Petani swadaya berkonsultasi dengan instansi berwenang untuk mendapatkan informasi mengenai HCV yang ada di atau di sekitar lahan mereka Panduan Kriteria 7. Minor Untuk seluruh petani: 1. Petani dapat membuktikan bahwa lahan perkebunan mereka bukan berasal dari konversi hutan primer atau areal bernilai konservasi tinggi Halaman 28 dari 31 . Bukti terdapat rekomendasi pembangunan perkebunan di lahan petani dari instansi berwenang.2 Menggunakan survai tanah dan informasi topografi untuk merencanakan lokasi pengembangan perkebunan baru dan hasilnya digabungkan ke dalam perencanaan dan operasi Untuk seluruh petani: 1. dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan. Rencana pembangunan perkebunan dibuat bersama dengan tenaga penyuluh lapangan.3 Penanaman baru sejak November 2005 (sejak adopsi RSPO) tidak menggantikan hutan primer atau setiap daerah yang memiliki satu atau lebih Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation value) Untuk seluruh petani: 1. Petani dapat menerangkan rencana kerja pembangunan perkebunan yang telah mendapat rekomendasi tersebut Khusus untuk petani kemitraan: Untuk petani kemitraan pembangunan perkebunan disesuaikan dengan program kemitraan inti dan plasma Khusus untuk petani swadaya: Untuk petani swadaya informasi mengenai topografi. jenis tanah dan kesesuaiannya untuk kelapa sawit dari lahan yang akan digunakan untuk perkebunan diperoleh dari Dinas yang membidangi Perkebunan atau petugas penyuluh lapangan.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Kriteria 7. Khusus untuk petani kemitraan: Untuk petani kemitraan. perusahaan mitra akan melakukan survey HCV di lahan petani peserta.

Petani dapat membuktikan bahwa tidak terdapat penolakan dari masyarakat adat dan lokal terhadap pembangunan perkebunan tersebut (Bukti dapat berupa surat persetujuan dari masyarakat adat atau masyarakat lokal yang diketahui atau disetujui oleh Ketua Adat/Kepala Desa atau sesuai dengan ketentuan di daerah setempat) Khusus untuk petani kemitraan: Untuk petani kemitraan perusahaan mitra bersama dengan petani yang akan menyusun program penanaman baru Panduan Kriteria 7. Rekaman tidak adanya penanaman berlebihan pada lahan yang curam dan/atau tanah marjinal yang rapuh sesuai dengan peraturan yang berlaku.4 Dihindari memperluas perkebunan di atas lahan yang curam.6 Masyarakat setempat diberikan kompensasi atas setiap pengambilalihan lahan dan pelepasan hak yang disepakati dengan persetujuan sukarela yang diberitahukan sebelumnya dan kesepakatan yang telah dirundingkan Untuk seluruh petani: 1. Untuk seluruh petani: Didahului proses pada kriteria 7. Minor Untuk petani kemitraan : 1. maka kompensasi dan pemenuhan kesepakatan lain dilaksanakan sebelum pembangunan perkebunan kelapa sawit dilaksanakan Halaman 29 dari 31 .5. Bukti kesepakatan yang telah diambil sebelum pembangunan perkebunan dilaksanakan (surat dokumentasi mengenai kesepakatan) 2. yang dilakukan melalui suatu sistem yang terdokumentasi sehingga memungkinkan masyarakat adat dan masyarakat lokal serta para pihak lainnya bisa mengeluarkan pandangan mereka melalui institusi perwakilan mereka sendiri. Peta realisasi pembukaan lahan.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Kriteria 7. Kriteria 7. dan atau di tanah marjinal serta rapuh. dan bila lahan tersebut milik dari masyarakat adat atau lokal harus dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Untuk seluruh petani: Petani melakukan pendekatan dengan masyarakat adat dan lokal dalam hal pembangunan perkebunan kelapa sawit.5 Tidak ada penanaman baru dilakukan di tanah masyarakat lokal tanpa persetujuan terlebih dahulu dari mereka. 2. Bukti pelaksanaan kesepakatan sesuai perjanjian pada point 1. Semua kesepakatan dituangkan dalam dokumen sebagai bukti di kemudian hari. Untuk seluruh petani: 1.

7 Dilarang membuka perkebunan baru dengan membakar. Khusus untuk petani kemitraan: Pembersihan lahan petani kemitraan mengikuti teknik tanpa bakar yang dilaksanakan perusahaan mitra. (misalnya petani mempunyai brosur / mengikuti pelatihan petunjuk teknik pembersihan lahan tanpa bakar yang dikeluarkan oleh instansi berwenang Instansi terkait atau petugas penyuluh lapangan melatih petani menggunakan teknik pembersihan lahan tanpa bakar.DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Indikator Kriteria Major Kriteria 7. Petani dapat membuktikan pernah mengikuti pelatihan/kursus pembersihan lahan tanpa bakar. Petani dapat membuktikan bahwa mereka mengetahui dan mampu melaksanakan teknik pembersihan lahan tanpa bakar Minor Untuk seluruh petani: 1. kecuali dalam keadaan khusus sebagaimana dalam ASEAN Guidelines atau regional Best Pratices lainnya Untuk seluruh petani: 1. Panduan Halaman 30 dari 31 . Untuk seluruh petani: Petani mengetahui dan mematuhi undang-undang/peraturan yang melarang penggunaan api untuk pembersihan lahan.

Teknik-teknik peremajaan tanaman (antara lain teknik pembersihan lahan tanpa bakar) 5. Panduan Halaman 31 dari 31 .DRAFT #2 INTERPRETASI NASIONAL TERHADAP PRINSIP DAN KRITERIA RSPO Prinsip 8 : Komitmen terhadap perbaikan terus-menerus pada wilayah-wilayah utama aktifitas Indikator Kriteria Major Kriteria 8. Mempertahankan tingkat kesuburan tanah 4. Petani dapat menunjukan bahwa kebun yang diusahakannya sudah mendapat pengawasan dari perusahaan mitra. petugas penyuluh lapangan dan kelembagaan petani (bukti keikut sertaan pelatihan / pertemuan dan materi pelatihan atau sertifikat) mengenai antara lain: 1. petugas penyuluh lapangan dan kelembagaan petani Untuk seluruh petani: Petani secara teratur mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan mitra. Pembinaan manajemen dan pengawasan perkebunan kelapa sawit petani Minor Untuk seluruh petani: 1. Pengelolaan Hama Terpadu 3. Petani dapat menunjukan bahwa mereka secara teratur mendapatkan pelatihan dari perusahaan mitra. Perawatan dan panen kelapa sawit 2.1 Perkebunan dan pabrik kelapa sawit secara teratur memonitor dan mengkaji ulang aktifitas mereka dan mengembangkan dan mengimplementasikan rencana aksi yang memungkinkan adanya perbaikan nyata yang kontinu pada operasi-operasi utama . petugas penyuluh lapangan dan kelembagaan petani untuk mendapatkan teknik/informasi terbaru mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Untuk seluruh petani: 1.