Home » Tonsilitis » Tonsilitis

Tonsilitis
PENGERTIAN Tonsilitis adalah suatu penyakit yang dapat sembuh sendiri berlangsung sekitar lima hari dengan disertai disfagia dan demam (Megantara, Imam, 2006). Tonsilitis akut adalah radang akut yang disebabkan oleh kuman streptococcus beta hemolyticus, streptococcus viridons dan streptococcus pygenes, dapat juga disebabkan oleh virus (Mansjoer, A. 2000). Tonsilitis adalah radang yang disebabkan oleh infeksi bakteri kelompok A streptococcus beta hemolitik, namun dapat juga disebabkan oleh bakteri jenis lain atau oleh infeksi virus (Hembing, 2004). Tonsilitis adalah suatu peradangan pada hasil tonsil (amandel), yang sangat sering ditemukan, terutama pada anak-anak (Firman sriyono, 2006, 2006).   (7,2/2*, Menurut Adams George (1999), tonsilitis bakterialis supuralis akut paling sering disebabkan oleh streptokokus beta hemolitikus grup A. 1. 2. 3. 4. Pneumococcus Staphilococcus Haemalphilus influenza Kadang streptococcus non hemoliticus atau streptococcus viridens.

Menurut Iskandar N (1993). Bakteri merupakan penyebab pada 50 % kasus. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Streptococcus B hemoliticus grup A Streptococcus viridens Streptococcus pyogenes Staphilococcus Pneumococcus Virus Adenovirus ECHO Virus influenza serta herpes.

PATOFISIOLOGI

Menurut Iskandar N (1993), patofisiologi tonsillitis yaitu : Kuman menginfiltrasi lapisan epitel, bila epitel terkikis maka jaringan limfoid superficial mengadakan reaksi. Terdapat pembendungan radang dengan infiltrasi leukosit poli morfonuklear. Proses ini secara klinik tampak pada korpus tonsil yang berisi bercak kuning yang disebut detritus. Detritus merupakan kumpulan leukosit, bakteri dan epitel yang terlepas, suatu tonsillitis akut dengan detritus disebut tonsillitis lakunaris, bila bercak detritus berdekatan menjadi satu maka terjadi tonsillitis lakonaris. Bila bercak melebar, lebih besar lagi sehingga terbentuk membran semu (Pseudomembran), sedangkan pada tonsillitis kronik terjadi karena proses radang berulang maka epitel mukosa dan jaringan limfoid terkikis. Sehingga pada proses penyembuhan, jaringan limfoid diganti jaringan parut. Jaringan ini akan mengkerut sehingga ruang antara kelompok melebar (kriptus) yang akan diisi oleh detritus, proses ini meluas sehingga menembus kapsul dan akhirnya timbul perlengkapan dengan jaringan sekitar fosa tonsilaris. Pada anak proses ini disertai dengan pembesaran kelenjar limfe submandibula.

MANIFESTASI KLINIS Menurut Megantara, Imam 2006 Gejalanya berupa nyeri tenggorokan (yang semakin parah jika penderita menelan) nyeri seringkali dirasakan ditelinga (karena tenggorokan dan telinga memiliki persyarafan yang sama). Gejala lain : 1. 2. 3. 4. Demam Tidak enak badan Sakit kepala Muntah

Menurut Smelizer, Suzanne (2000) Gejala yang timbul sakit tenggorokan, demam, ngorok, dan kesulitan menelan.

Menurut Hembing, (2002) : 1. Dimulai dengan sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan, kadang-kadang muntah. 2. Tonsil bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala dan sakit pada telinga. 3. Pada tonsilitis dapat mengakibatkan kekambuhan sakit tenggorokan dan keluar nanah pada lekukan tonsil.

KOMPLIKASI Komplikasi tonsilitis akut dan kronik menurut Mansjoer, A (1999), yaitu : 1. Abses pertonsil Terjadi diatas tonsil dalam jaringan pilar anterior dan palatum mole, abses ini terjadi beberapa hari setelah infeksi akut dan biasanya disebabkan oleh streptococcus group A. 2. Otitis media akut Infeksi dapat menyebar ke telinga tengah melalui tuba auditorius (eustochi) dan dapat mengakibatkan otitis media yang dapat mengarah pada ruptur spontan gendang telinga. 3. Mastoiditis akut Ruptur spontan gendang telinga lebih jauh menyebarkan infeksi ke dalam sel-sel mastoid. 4. Laringitis 5. Sinusitis 6. Rhinitis

PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan tonsilitis secara umum, menurut Firman S, 2006 : 1. Jika penyebabnya bakteri, diberikan antibiotik peroral (melalui mulut) selama 10 hari, jika mengalami kesulitan menelan, bisa diberikan dalam bentuk suntikan.

2. Pengangkatan tonsil (tonsilektomi) dilakukan jika : o Tonsilitis terjadi sebanyak 7 kali atau lebih / tahun. o Tonsilitis terjadi sebanyak 5 kali atau lebih / tahun dalam kurun waktu 2 tahun. o Tonsilitis terjadi sebanyak 3 kali atau lebih / tahun dalam kurun waktu 3 tahun. o Tonsilitis tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik.

Menurut Mansjoer, A (1999) penatalaksanan tonsillitis adalah : 1. Penatalaksanaan tonsilitis akut o Antibiotik golongan penicilin atau sulfanamid selama 5 hari dan obat kumur atau obat isap dengan desinfektan, bila alergi dengan diberikan

Dispepsia Pengertian Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung kini tidak lagi termasuk dispepsia (Mansjoer A edisi III. Perubahan pola makan 2. o Terapi radikal dengan tonsilektomi bila terapi medikamentosa atau terapi konservatif tidak berhasil. atau dispepsia fungsional. o Pasien diisolasi karena menular. 2000 hal : 488). 2. untuk menghindari komplikasi kantung selama 2-3 minggu atau sampai hasil usapan tenggorok 3x negatif. o Pemberian antipiretik. atau dispepsia non ulkus (DNU). Dispepsia organik. Penatalaksanaan tonsilitis kronik o Terapi lokal untuk hygiene mulut dengan obat kumur / hisap. Dispepsia non organik. bila telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya. Pengaruh obat-obatan yang dimakan secara berlebihan dan dalam waktu yang lama . tirah baring. bila tidak jelas penyebabnya. Etiologi 1.eritromisin atau klindomisin. 2. Batasan dispepsia terbagi atas dua yaitu : 1. kortikosteroid untuk mengurangi edema pada laring dan obat simptomatik. o Antibiotik yang adekuat untuk mencegah infeksi sekunder.

Tumor atau kanker saluran pencernaan Patofisiologi Perubahan pola makan yang tidak teratur. Alkohol dan nikotin rokok 4. Rasa lekas kenyang f. kekosongan lambung dapat mengakibatkan erosi pada lambung akibat gesekan antara dinding-dinding lambung. kadang-kadang sampai muntah d. zat-zat seperti nikotin dan alkohol serta adanya kondisi kejiwaan stres. sehingga rangsangan di medulla oblongata membawa impuls muntah sehingga intake tidak adekuat baik makanan maupun cairan.3. Tanda dan gejala a. Perut kembung . Rasa perih di ulu hati c. kondisi demikian dapat mengakibatkan peningkatan produksi HCL yang akan merangsang terjadinya kondisi asam pada lambung. Mual. pemasukan makanan menjadi kurang sehingga lambung akan kosong. Nafsu makan berkurang e. Stres 5. nyeri perut (abdominal discomfort) b. obat-obatan yang tidak jelas.

sebaiknya tidak mengkomsumsi makanan yang berkadar asam tinggi. nikotin rokok. pilih makanan yang seimbang dengan kebutuhan dan jadwal makan yang teratur. obat-obatan yang berlebihan. makanan yang peda. Penatalaksanaan non farmakologis o Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung o Menghindari faktor resiko seperti alkohol. dan stres o Atur pola makan 2. Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba) Pencegahan Pola makan yang normal dan teratur. progresif dimana sel-selnya tidak pernah menjadi dewasa. gunakan obat secara wajar dan tidak mengganggu fungsi lambung. sedangkan tumor tulang sekunder adalah anak sebar tumor ganas organ non tulang yang bermetastasis ke tulang. Dilaporkan bahwa sampai 70 % kasus DF reponsif terhadap placebo. Penatalaksanaan Medis 1. dan pantang rokok. alkohol. Obat-obatan yang diberikan meliputi antacid (menetralkan asam lambung) golongan antikolinergik (menghambat pengeluaran asam lambung) dan prokinetik (mencegah terjadinya muntah) Tumor Tulang PENGERTIAN Tumor adalah pertumbuhan sel baru. Rasa panas di dada dan perut h. Penatalaksanaan farmakologis yaitu : Sampai saat ini belum ada regimen pengobatan yang memuaskan terutama dalam mengantisipasi kekambuhan. Tumor tulang primer merupakan tumor tulang dimana sel tumornya berasal dari sel-sel yang membentuk jaringan tulang.g. . misalnya sakit kepala. abnormal. cabai. bila harus makan obat karena sesuatu penyakit. Hal ini dapat dimengerti karena pross patofisiologinya pun masih belum jelas.

y y y Radiasi sinar radio aktif dosis tinggi Keturunan Beberapa kondisi tulang yang ada sebelumnya seperti penyakit paget (akibat pajanan radiasi ) (Smeltzer. yaitu pertumbuhan abnormal pada tulang yang bisa jinak atau ganas.2/2*. progresif. abnormal. sedangkan tumor tulang sekunder adalah anak sebar tumor ganas organ non tulang yang bermetastasis ke tulang.6. 2. (Gale. progresif. abnormal. progresif dimana sel-selnya tidak pernah menjadi dewasa.Tumor tulang adalah pertumbuhan sel baru. Dengan istilah lain yang sering digunakan ³Tumor Tulang´. 2001) 3$72). Gejala-gejala penyakit metastatik meliputi nyeri dada. yaitu pertumbuhan abnormal pada tulang yang bisa jinak atau ganas. berat badan menurun dan malaise. Tumor adalah pertumbuhan sel baru. 7$1'$'$1*(-$/$ 1.2/2*. demam. Fraktur patologik 3. dimana sel-sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. batuk. Teraba massa tulang dan peningkatan suhu kulit di atas massa serta adanya pelebaran vena. 2001). Tumor tulang primer merupakan tumor tulang dimana sel tumornya berasal dari sel-sel yang membentuk jaringan tulang. (Smeltzer. Dengan istilah lain yang sering digunakan ³Tumor Tulang´. 1999) 1. . Tumor tulang adalah pertumbuhan sel baru. Nyeri dan/ atau pembengkakan ekstremitas yang terkena (biasanya menjadi semakin parah pada malam hari dan meningkat sesuai dengan progresivitas penyakit) 2. Pembengkakan pada atau di atas tulang atau persendian serta pergerakan yang terbata.. Akhir-akhir ini. penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suatu zat dalam tubuh yaitu C-Fos dapat meningkatkan kejadian tumor tulang. dimana sel-sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. Penyebab pasti terjadinya tumor tulang tidak diketahui. (7. abnormal.

penyebab pastinya sendiri belum diketahui. mual. biopsi. paru. Merupakan tumor paling banyak pada wanita usia 20 ± 40 th. 3(0(5. 1999). Pada proses osteoblastik. berisi cairan atau bahan setengah cair (Sjamsuhidajat. poliuria. asteriografi. pemeriksaan fisik. Dalam kehamilan tumor ovarium yang dijumpai yang paling sering adalah kista dermonal. dan ginjal. Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan / abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong (Agusfarly. Pemeriksaan foto toraks dilakukan sebagai prosedur rutin serta untuk follow-up adanya stasis pada paru-paru. muntah. Hiperkalsemia harus diidentifikasi dan ditangani segera. (Rasjad. Timbul reaksi dari tulang normal dengan respon osteolitik yaitu proses destruksi atau penghancuran tulang dan respon osteoblastik atau proses pembentukan tulang.Adanya tumor pada tulang menyebabkan jaringan lunak diinvasi oleh sel tumor. Terjadi destruksi tulang lokal. baik yang kecil maupun yang besar. keletihan. Kista adalah suatu bentukan yang kurang lebih bulat dengan dinding tipis. Biopsi harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran dan kekambuhan yang terjadi setelah eksesi tumor. sehingga terjadi pertumbuhan tulang yang abortif. 2000). jinak atau ganas (Winkjosastro. MRI. 2006). anoreksia. Kista adalah suatu jenis tumor. tumor ovarium yang cukup besar dapat disebabkan kelainan letak janin dalam rahim atau dapat menghalang-halangi masuknya kepala kedalam panggul. Kistoma Ovari PENGERTIAN Kistoma ovari merupakan suatu tumor. 2003). kista coklat atau kista lutein. Kiste ovarii adalah tumor jinak pada ovarium.all. Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau . dan penunjang diagnosis seperti CT. kejang dan koma.6$$13(181-$1* Diagnosis di dasarkan pada riwayat. Biopsi bedah dilakukan untuk identifikasi histologik. Hiperkalsemia terjadi pada kanker tulang metastasis dari payudara. 2008). et. Fosfatase alkali biasanya meningkat pada sarkoma osteogenik. 1998). karena adanya sel tumor maka terjadi penimbunan periosteum tulang yang baru dekat tempat lesi terjadi. mielogram.. kistik atau padat. Kista adalah suatu jenis tumor berupa kantong abnormal yang berisi cairan atau benda seperti bubur (Dewa. dan pemeriksaan biokimia darah dan urine. Gejala hiperkalsemia meliputi kelemahan otot. diduga seringnya memakai kesuburan (Soemadi.

Kista adalah kantong berisi cairan. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor ovarium. disebabkan karena meningkatnya kadar HCG terdapat pada mola hidatidosa. Kista neoplasma (Winjosastro. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid.  Kista stein laventhal. Kista non neoplasma Disebabkan karena ketidak seimbangan hormon esterogen dan progresterone diantaranya adalah : o Kista non fungsional Kista serosa inklusi. kista seperti balon berisi air. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium. kista ovarium dibagi menjadi 2. JENIS .  Kista korpus luteum. 1991) 1. Banyak terjadi pada wanita yang menarche kurang dari 12 tahun.JENIS Menurut etiologi. disebabkan karena folikel yang matang menjadi ruptur atau folikel yang tidak matang direabsorbsi cairan folikuler di antara siklus menstruasi.ovarium. disebabkan karena peningkatan kadar LH yang menyebabkan hiperstimuli ovarium. o Kistodenoma ovarii musinoum Asal kista ini belum pasti. et. dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. 2. bayne. yaitu : (Ignativicus.all 1999) o Kistoma ovarii simpleks Adalah suatu jenis kista deroma serosum yang kehilangan epitel kelenjarnya karena tekanan cairan dalam kista. mungkin berasal dari suatu teratoma yang . terjadi karena bertambahnya sekresi progesterone setelah ovulasi. Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. berasal dari permukaan epitelium yang berkurang di dalam korteks o Kista fungsional  Kista folikel.  Kista tuba lutein.

yang pada saat matang memiliki struktur 1. Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. ektodermal. seperti terlihat dalam sonogram. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum. termasuk FSH dan HCG. korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan. Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin. Pada neoplasia tropoblastik gestasional (hydatidiform mole dan choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes.pertumbuhanya I elemen mengalahkan elemen yang lain o Kistadenoma ovarii serosum Berasal dari epitel permukaan ovarium (Germinal ovarium) Kista Endrometreid Belum diketahui penyebab dan tidak ada hubungannya dengan endometroid o Kista dermoid Tumor berasal dari sel telur melalui proses patogenesis PATOFISIOLOGI Setiap hari. Endometrioma adalah kista berisi darah dari endometrium ektopik. Pada sindroma ovari pilokistik. folikel dominan dengan diameter lebih dari 2. Namun bila terjadi fertilisasi. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan mucinous.8 cm akan melepaskan oosit mature. korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. Kista-kista itu sendiri bukan menjadi problem utama dan diskusi tentang penyakit tersebut diluar cakupan artikel ini. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca-lutein. Sejauh ini. termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germ cel tumor dari germ sel primordial. ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut Folikel de Graff. induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate. . Pasien dalam terapi infertilitas. dan mesodermal. Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen dari 3 lapisan germinal embrional. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik. HCg menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. terutama bila disertai dengan pemberian HCG. Neoplasia yang ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar lesi kistik parsial.5 ± 2 cm dengan kista ditengah-tengah. Pada pertengahan siklus. Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari. ovarium biasanya terdiri folikel-folikel dengan multipel kistik berdiameter 2-5 mm. endodermal.

Penurukan tekanan intraabdomen yang diakibatkan oleh pengangkatan kiste yang besar biasanya mengarah pada distensi abdomen yang berat. . kembung Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil) Haid tidak teratur Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha. Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera : 1. atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil. radang panggul. berat. komplikasi ini dapat dicegah dengan pemakaian gurita abdomen yang ketat.TANDA DAN GEJALA Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala. Meski demikian. Jika ukuran lebar kiste kurang dari 5 cm dan tampak terisi oleh cairan atau fisiologis pada pasien muda yang sehat. proses penyembuhan luka adalah sama dengan yang lainnya. Nyeri bersamaan dengan demam 3. Tetapi adapula kista yang berkembang menjadi besar dan menimpulkan nyeri yang tajam. kontrasepsi oral dapat digunakan untuk menekan aktivitas ovarium dan menghilangkan kiste. 5. Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba 2. Perawatan paska operatif setelah pembedahan serupa dengan perawatan pembedahan abdomen. Perut terasa penuh. 2. PROSES PENYEMBUHAN LUKA Tanpa memandang bentuk. 4. Pemastian penyakit tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis. kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium. Gejala-gejala berikut mungkin muncul bila anda mempunyai kista ovarium : 1. Mual. atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. 3. penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh Anda untuk mengetahui gejala mana yang serius. Rasa ingin muntah PENATALAKSANAAN Pengobatan kiste ovarii yang besar biasanya adalah pengangkatan melalui tindakan bedah. ingin muntah. Nyeri sanggama 6.

maupun penyakit jantung yang didapat. Endokarditis PENGERTIAN Endokarditis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme pada endokard atau katub jantung. hal ini menekan pembuluh darah baru dan arus darah menurun. pada waktu ini menciut dan menjadi tegang. pasien harus menjaga agar tak menggunakan otot yang terkena. Fase-fase penyembuhan luka antara lain : 1. Lapisan dari sel epitel bermigrasi lewat luka dan membantu menutupi luka. tergantung pada tempat dan liasanya bedah. Infeksi endokarditid biasanya terjadi pada jantung yang telah mengalami kerusakan. 1996). terjadi pada minggu ke dua hingga enam post operasi. kekuatan luka rendah tapi luka dijahit akan menahan jahitan dengan baik. gatal disekitar luka. 3. jaringan ikat kemerahan karena banyak pembuluh darah. leukosit mulai menghilang dan ceruk mulai kolagen serabut protein putih semua lapisan sel epitel bergenerasi dalam satu minggu. Tumpukan kolagen akan menunjang luka dengan baik dalam 6-7 hari. Luka sekarang terlihat seperti berwarna merah jambu yang luas. Dahulu Infeksi pada endokard banyak disebabkan oleh bakteri sehingga disebut endokariditis bakterial. 2.Perbedaan terjadi menurut waktu pada tiap-tiap fase penyembuhan dan waktu granulasi jaringan (long. walau kolagen terus menimbun. Fase I Pada fase ini Leukosit mencerna bakteri dan jaringan rusak terbentuk fibrin yang menumpuk mengisi luka dari benang fibrin. Bila luka dekat persendian akan terjadi kontraktur karena penciutan luka dan akan terjadi ceruk yang berlapis putih. Penyakit ini didahului dengan endokarditis. Sekarang infeksi bukan . Fase IV Berlangsung beberapa bulan setelah pembedahan. Fase II Berlangsung 3 sampai 14 hari setelah bedah. Fase III Kolagen terus bertumpuk. jadi jahitan diangkat pada fase ini. biasanya berupa penyakit jantung bawaan. pasien akan mengeluh. 4.

ETIOLOGI Endokarditis paling banyak disebabkan oleh streptokokus viridans yaitu mikroorganisme yang hidup dalam saluran napas bagian atas. maka 90 . Suhu 38 . sedangkan hiperakut/akut secara klinis tidak pernah ada. pada sebagian penderita ditemukan pembesaran hati dan limpha. . tetapi sejak adanya antibiotik streptokokus viridans 50 % penyebab infeksi endokarditis yang merupakan 1/3 dari sumber infeksi. dan lain-lain. virus. stapilokokus. 2. Perjalanan penyakit ini bisa. seperti jamur. Endokarditis kronik hampir tidak dapat dibuat diagnosanya.95 % endokarditis infeksi disebabkan oleh strptokokus viridans. Infeksi subakut hampir selalu berakibat fatal. ada juga yang berlanjut sampai pada masa penyembuhan. letih-lesu. Emboli yang timbul di bawah kuku jari tangan (splinter hemorrhagic). buta mendadak. muka dan kulit (bagian dada). keringat malam banyak. tergantung pada virulensi mikroorganisme dan daya tahan penderita. virus. TANDA DAN GEJALA Sering penderita tidak mengetahui dengan jelas. ragi. dan kronik.40 C terjadi pada sore dan malam hari. Gejala umum Demam dapat berlangsung terus-menerus retermiten / intermiten atau tidak teratur sama sekali. karena penderita meninggal terlebih dahulu yang disebabkan karena sepsis. misalnya sesudah cabut gigi. karena gejalanya tidak khas. misalnya penyalahgunaan narkotik perintravena atau penyakit kronik. Gejala Emboli dan Vaskuler Ptekia timbul pada mukosa tenggorok. tetapi bisa disebabkan oleh mikroorganisme lain. dan sakit pada kulit. Ptekia di kulit akan berubah menjadi kecoklatan dan kemudian hilang. Sejak kapan penyakitnya mulai timbul . mulai kapan demam.disebabkan oleh bakteri saja. Endokarditis tidak hanya terjadi pada endokard dan katub yang telah mengalami kerusakan. berat badan menurun. jamur. Penyebab lain dari infeksi endokarditis yang lebih patogen yaitu stapilokokus aureus yang menyebabkan infeksi endokarditis subakut. 1. sub akut. sakit sendi. umumya sukar dibedakan dengan angioma. bakteri gram negatif aerob/anaerob. hematuria. akut. kadang disertai menggigil dan keringat banyak. Anemia ditemukan bila infeksi telah berlangsung lama. sakit perut. tetapi juga pada endokar dan katub yang sehat. nafsu makan berkurang. Penyebab lainnya adalah stertokokus fekalis. sakit dada. sakit pada ekstremitas (jari tangan dan kaki). dan kandida. Sebelum ditemuklan antibiotik.

penyakit yang sudah berjalan menahun.3. jarang pada kelainan katub pulmonal dan trikuspid serta penyakit jantung bawaan non valvular. Progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga terjadi uremia. ventricular septal defect (VCD). takikardi. Suzanne. patent ductus arteriosus (PDA). sub-aortic stenosis. Perubahan murmur menolong sekali untuk menegakkan diagnosis. perubahan murmur dapat disebabkan karena anemia . Gagal jantung terjadi pada stadium akhir endokarditis infeksi. 2002 hal 1448) MANIFESTASI KLINIK y Kardiovaskuler o Hipertensi o Pitting edema o Edema periorbital . sianosis. dan merkuri) (SmeltzerC. Sebagian besar endocarditis didahului oleh penyakit jantung. Gagal Ginjal Kronis PENGERTIAN y y Merupakan penyakit ginjal tahap akhir. dan lebih sering terjadi pada insufisiensi aorta dan insufisiensi mitral. atau jari tabuh (clubbing of the finger). insufficiency aorta. (SmeltzerC. tanda-tanda yang ditemukan ialah sesak napas. prolap katub mitral. palpasi. Suzanne. kadmium. 2002 hal 1448) ETIOLOGI y y y y y y y y y Diabetus mellitus Glumerulonefritis kronis Pielonefritis Hipertensi tak terkontrol Obstruksi saluran kemih Penyakit ginjal polikistik Gangguan vaskuler Lesi herediter Agen toksik (timah. Gejala Jantung Tanda-tanda kelainan jantung penting sekali untuk menentukan adanya kelainan katub atau kelainan bawaan seperti stenosis mitral.

bersisik o Pruritus o Ekimosis o Kuku tipis dan rapuh o Rambut tipis dan kasar y Reproduksi o Amenore o Atrofi testis (SmeltzerC.o o Pembesaran vena leher Friction rub perikardial y Pulmoner o KrekelS o Nafas dangkal o Kusmaul o Sputum kental dan liat y Gastrointestinal o Anoreksia. 2002 hal 1450) . Suzanne. mual dan muntah o Perdarahan saluran GI o Ulserasi dan perdarahan pada mulut o Konstipasi / diare o Nafas berbau amonia y Muskuloskeletal o Kram otot o Kehilangan kekuatan otot o Fraktur tulang o Foot drop y Integumen o Warna kulit abu-abu mengkilat o Kulit kering.

Yang nama ilmiahnya disebut Human Immunodeficiency Virus ( HIV ) yang berupa agen viral yang dikenal dengan retrovirus yang ditularkan oleh darah dan punya afinitas yang kuat terhadap limfosit T.Bare ) AIDS diartikan sebagai bentuk paling hebat dari infeksi HIV. Pada saat sel T4 terinfeksi dan ikut dalam respon imun. limpa dan sumsum tulang. Bukan penyakit keturunan Immune : Sistem kekebalan tubuh Deficiency : Kekurangan Syndrome : Kumpulan gejala-gejala penyakit Kerusakan progrwsif pada system kekebalan tubuh menyebabkan ODHA ( orang dengan HIV /AIDS ) amat rentan dan mudah terjangkit bermacam-macam penyakit. Patofisiologi Sel T dan makrofag serta sel dendritik / langerhans ( sel imun ) adalah sel-sel yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus ( HIV ) dan terkonsentrasi dikelenjar limfe. Smetzler dan Brenda G. dengan bagian virus yang bersesuaian yaitu antigen grup 120. Human Immunodeficiency Virus ( HIV ) menginfeksi sel lewat pengikatan dengan protein perifer CD 4. Dalam bahasa Indonesia dapat dialih katakana sebagai Sindrome Cacat Kekebalan Tubuh Dapatan. RAV. Serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun lama-kelamaan akan menyebabkan pasien sakit parah bahkan meninggal. LAV. AIDS adalah sekumpulan gejala yang menunjukkan kelemahan atau kerusakan daya tahan tubuh yang diakibatkan oleh factor luar ( bukan dibawa sejak lahir ) AIDS diartikan sebagai bentuk paling erat dari keadaan sakit terus menerus yang berkaitan dengan infeksi Human Immunodefciency Virus ( HIV ).Acquired Immune Deficiency Pengertian AIDS atauAcquired Immune Deficiency Sindrome merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh oleh vurus yang disebut HIV. mulai dari kelainan ringan dalam respon imun tanpa tanda dan gejala yang nyata hingga keadaan imunosupresi dan berkaitan dengan pelbagi infeksi yang dapat membawa kematian dan dengan kelainan malignitas yang jarang terjadi ( Center for Disease Control and Prevention ) Etiologi AIDS disebabkan oleh virus yang mempunyai beberapa nama yaitu HTL II. Acquired : Didapat.AIDS . maka Human Immunodeficiency Virus ( HIV ) . ( Suzane C.

jumlah sel T4 dapat berkurang dari sekitar 1000 sel perml darah sebelum infeksi mencapai sekitar 200-300 per ml darah. Selama waktu ini. Seorang didiagnosis mengidap AIDS apabila jumlah sel T4 jatuh dibawah 200 sel per ml darah. Limpanodenopati generalisata yang persisten ( PGI : Persistent Generalized Limpanodenophaty ) 3.frekuen / responnya jelek terhadap terapi Displasia Serviks ( sedang / berat karsinoma serviks in situ ) Gejala konstitusional seperti panas ( 38. atau apabila terjadi infeksi opurtunistik. Klasifikasi Sejak 1 januari 1993. 2. gejala-gejala infeksi ( herpes zoster dan jamur oportunistik ) muncul. 2. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV ) primer akut dengan sakit yang menyertai atau riwayat infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang akut. Kategori Klinis A Mencakup satu atau lebih keadaan ini pada dewasa/remaja dengan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang sudah dapat dipastikan tanpa keadaan dalam kategori klinis B dan C 1. Sewaktu sel T4 mencapai kadar ini. 2-3 tahun setelah infeksi. kanker atau dimensia AIDS. Jumlah T4 kemudian menurun akibat timbulnya penyakit baru akan menyebabkan virus berproliferasi. 2. 3. dalam usaha mengeliminasi virus dan sel yang terinfeksi.5o C ) atau diare lebih dari 1 bulan. Dengan menurunya jumlah sel T4. maka system imun seluler makin lemah secara progresif. Leukoplakial yang berambut . Angiomatosis Baksilaris Kandidiasis Orofaring/ Vulvavaginal (peristen. 4. 5.menginfeksi sel lain dengan meningkatkan reproduksi dan banyaknya kematian sel T 4 yang juga dipengaruhi respon imun sel killer penjamu. orang-orang dengan keadaan yang merupakan indicator AIDS (kategori C) dan orang yang termasuk didalam kategori A3 atau B3 dianggap menderita AIDS. Kategori Klinis B Contoh-contoh keadaan dalam kategori klinis B mencakup : 1. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang simptomatik. Akhirnya terjadi infeksi yang parah. Seseorang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV ) dapat tetap tidak memperlihatkan gejala (asimptomatik) selama bertahun-tahun. 1. Diikuti berkurangnya fungsi sel B dan makrofag dan menurunnya fungsi sel T penolong.

Penyakit inflamasi pelvis.bronchitis. Pada infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) primer akut yang lamanya 1 ± 2 minggu pasien akan merasakan sakit seperti flu. Pneumonia Rekuren 18. Limpoma Burkit .lien. Kanker serviks inpasif 3. diare. Kategori Klinis C Contoh keadaan dalam kategori pada dewasa dan remaja mencakup : 1. esophagus 2. Dan disaat fase supresi imun simptomatik (3 tahun) pasien akan mengalami demam. Isoproasis intestinal yang kronis 12. Sindrom pelisutan akibat Human Immunodeficiency Virus ( HIV) Gejala Dan Tanda Pasien AIDS secara khas punya riwayat gejala dan tanda penyakit. atau kelenjar limfe ) 7. Sarkoma Kaposi 13. 7. yang .6.Tubercolusis pada tiap lokasi (pulmoner / ekstrapulmoner ) 15. Mycobacterium. Cytomegalovirus ( bukan hati.kansasi yang diseminata / ekstrapulmoner 14. limpanodenopathy. keringat dimalam hari. Septikemia salmonella yang rekuren 20. spesies lain. Histoplamosis diseminata / ekstrapulmoner ) 11. dan limfoma primer otak Kompleks mycobacterium avium ( M. Koksidiomikosis ekstrapulmoner / diseminata 4. Herpes Zoster yang meliputi 2 kejadian yang bebeda / terjadi pada lebih dari satu dermaton saraf. khusus dengan abses Tubo Varii 3.pneumonitis / esofagitis ) 10. pertambahan kognitif. Toksoplamosis otak 21. M. Leukoenselophaty multifokal progresiva 19. keletihan ruam kulit. Kriptosporidosis internal kronis 6. Herpes simpleks (ulkus kronis. Refinitis Cytomegalovirus ( gangguan penglihatan ) 8.diseminata / ekstrapulmoner 16. neuropati. Idiopatik Trombositopenik Purpura 8. Enselopathy berhubungan dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) 9.trakea / paru-paru. Kriptokokosis ekstrapulmoner 5. Imunoblastik. Dan disaat fase infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) menjadi AIDS (bevariasi 1-5 tahun dari pertama penentuan kondisi AIDS) akan terdapat gejala infeksi opurtunistik. penurunan berat badan. dan lesi oral. Pneumonia Pneumocystic Cranii 17. Kandidiasis bronkus.

kelemahan. HPV oral. dan bercak merah ditubuh. sakit leher. o Neuropati karena imflamasi demielinasi oleh serangan Human Immunodeficienci Virus (HIV) . Komplikasi 1. atipikal 1. kerusakan kemampuan motorik. infeksi lain termasuk menibgitis. Pneumonia interstisial yang disebabkan suatu protozoa. hipoglikemia. meningitis / ensefalitis. malaise. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tanpa gejala Diketahui oleh pemeriksa kadar Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam darah akan diperoleh hasil positif. gingivitis. cytomegalovirus. o Enselophaty akut. Oral Lesi Karena kandidia. nyeri sendi. Neurologik o kompleks dimensia AIDS karena serangan langsung Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada sel saraf. diare. mikrobakterial. total / parsial. ketidakseimbangan elektrolit. Radang kelenjar getah bening menyeluruh dan menetap. 2. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acut gejala tidak khas dan mirip tanda dan gejala penyakit biasa seperti demam berkeringat. kandidiasis. 3. Dengan efek : sakit kepala. karena reaksi terapeutik. 2. herpes simplek.penurunan berat badan. demam. keletihan dan cacat. lesu mengantuk. sakit kepala. sarcoma Kaposi. peridonitis Human Immunodeficiency Virus (HIV). disfasia. paralise. dan maranik endokarditis. dengan gejala pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh selama lebih dari 3 bulan. leukoplakia oral. radang kelenjar getah bening.hipotensi sistemik.dehidrasi. berefek perubahan kepribadian.nutrisi. hipoksia. dan isolasi social.paling umum adalah Pneumocystic Carinii (PCC). o Infark serebral kornea sifilis meningovaskuler.

Penatalaksanaan Belum ada penyembuhan untuk AIDS. penurunan berat badan.hipoksia. lesi scabies/tuma.gagal nafas. dan dekobitus dengan efek nyeri. limpoma. Sensorik o Pandangan : Sarkoma Kaposi pada konjungtiva berefek kebutaan o Pendengaran : otitis eksternal akut dan otitis media. obat illegal. 5.3. Memeriksa adanya virus paling lambat 6 bulan setelah hubungan seks terakhir yang tidak terlindungi. dan dehidrasi. ulkus dan inflamasi perianal yang sebagai akibat infeksi. Dermatologik Lesi kulit stafilokokus : virus herpes simpleks dan zoster. bisa dilakukan dengan : y y y y Melakukan abstinensi seks / melakukan hubungan kelamin dengan pasangan yang tidak terinfeksi.demam atritis.demam. o Hepatitis karena bakteri dan virus.sarcoma Kaposi. ikterik. nyeri abdomen. nyeri rectal. 6.keletihan. jadi perlu dilakukan pencegahan Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk mencegah terpajannya Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dengan efek. virus influenza. dan sebagainya. Dengan anoreksia. pertumbuhan cepat flora normal. pneumococcus. Menggunakan pelindung jika berhubungan dengan orang yang tidak jelas status Human Immunodeficiency Virus (HIV) nya.nyeri. reaksi otot.jarum tato. alkoholik. kehilangan pendengaran dengan efek nyeri. cytomegalovirus. Gastrointestinal o Diare karena bakteri dan virus.rasa terbakar. Tidak bertukar jarum suntik.malabsorbsi. o Penyakit Anorektal karena abses dan fistula. dan strongyloides dengan efek nafas pendek.anoreksia.gatal. gatalgatal dan siare. limpoma. mual muntah.infeksi skunder dan sepsis. Respirasi Infeksi karena Pneumocystic Carinii. dan sarcoma Kaposi.batuk. 4. dengan efek inflamasi sulit dan sakit. dermatitis karena xerosis. .

makan-makanan sehat. Tidakan pengendalian infeksi yang aman untuk mencegah kontaminasi bakteri dan komplikasi penyebab sepsis harus dipertahankan bagi pasien dilingkungan perawatan kritis. Sekarang. AZT tersedia untuk pasien AIDS yang jumlah sel T4 nya <>3 .hindari .mengendalikan. Terapi AZT (Azidotimidin) Disetujui FDA (1987) untuk penggunaan obat antiviral AZT yang efektif terhadap AIDS. dan pemulihan infeksi opurtunistik. Vaksin dan Rekonstruksi Virus Upaya rekonstruksi imun dan vaksin dengan agen tersebut seperti interferon. atau sepsis. 5. Obat-obat ini adalah : o Didanosine o Ribavirin o Diedoxycytidine o Recombinant CD 4 dapat larut 4. obat ini menghambat replikasi antiviral Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan menghambat enzim pembalik traskriptase. maka terpinya yaitu : 1. Pengendalian Infeksi Opurtunistik Bertujuan menghilangkan. Terapi Antiviral Baru Beberapa antiviral baru yang meningkatkan aktivitas system imun dengan menghambat replikasi virus / memutuskan rantai reproduksi virus pada prosesnya. maka perawat unit khusus perawatan kritis dapat menggunakan keahlian dibidang proses keperawatan dan penelitian untuk menunjang pemahaman dan keberhasilan terapi AIDS. 2. Pendidikan untuk menghindari alcohol dan obat terlarang. Apabila terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).nasokomial.y Mencegah infeksi kejanin / bayi baru lahir. AZT tersedia untuk pasien dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif asimptomatik dan sel T4 > 500 mm3 3.

stress,gizi yang kurang,alcohol dan obat-obatan yang mengganggu fungsi imun.

6. Menghindari infeksi lain, karena infeksi itu dapat mengaktifkan sel T dan mempercepat reflikasi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Hidronefrosis
Pengertian
y

y

y

Hidronefrosis adalah dilatasi piala dan perifer ginjal pada satu atau kedua ginjal akibat adanya obstruksi pada aliran normal urin menyebabkan urin mengalir balik sehingga tekanan diginjal meningkat (Smeltzer dan Bare, 2002). Hidronefrosis adalah obstruksi aliran kemih proksimal terhadap kandung kemih dapat mengakibatkan penimbunan cairan bertekanan dalam pelviks ginjal dan ureter yang dapat mengakibatkan absorbsi hebat pada parenkim ginjal (Sylvia, 1995). Apabila obstruksi ini terjadi di ureter atau kandung kemih, tekanan balik akan mempengaruhi kedua ginjal tetapi jika obstruksi terjadi disalah satu ureter akibat adanya batu atau kekakuan maka hanya satu ginjal yang rusak.

Etiologi
y y y y y y y

Jaringan parut ginjal/ureter. Batu Neoplasma/tomur Hipertrofi prostat Kelainan konginetal pada leher kandung kemih dan uretra Penyempitan uretra Pembesaran uterus pada kehamilan (Smeltzer dan Bare, 2002).

PatofiSIologi Apapun penyebab dari hidronefrosis, disebabkan adanya obstruksi baik parsial ataupun intermitten mengakibatkan terjadinya akumulasi urin di piala ginjal. Sehingga menyebabkan disertasi piala dan kolik ginjal. Pada saat ini atrofi ginjal terjadi ketika salah satu ginjal sedang mengalami kerusakan bertahap maka ginjal yang lain akan membesar secara bertahap (hipertrofi kompensatori), akibatnya fungsi renal terganggu (Smeltzer dan Bare, 2002).

Manifestasi Klinis

y

y y y y y y y y

Pasien mungkin asimtomatik jika awitan terjadi secara bertahap. Obstruksi akut dapat menimbulkan rasa sakit dipanggul dan pinggang. Jika terjadi infeksi maja disuria, menggigil, demam dan nyeri tekan serta piuria akan terjadi. Hematuri dan piuria mungkin juga ada. Jika kedua ginjal kena maka tanda dan gejala gagal ginjal kronik akan muncul, seperti: Hipertensi (akibat retensi cairan dan natrium). Gagal jantung kongestif. Perikarditis (akibat iritasi oleh toksik uremi). Pruritis (gatal kulit). Butiran uremik (kristal urea pada kulit). Anoreksia, mual, muntah, cegukan. Penurunan konsentrasi, kedutan otot dan kejang. Amenore, atrofi testikuler.

(Smeltzer dan Bare, 2002)

Penatalaksanaan Tujuannya adalah untuk mengaktivasi dan memperbaiki penyebab dari hidronefrosis (obstruksi, infeksi) dan untuk mempertahankan dan melindungi fungsi ginjal. Untuk mengurangi obstruksi urin akan dialihkan melalui tindakan nefrostomi atau tipe disertasi lainnya. Infeksi ditangani dengan agen anti mikrobial karena sisa urin dalam kaliks akan menyebabkan infeksi dan pielonefritis. Pasien disiapkan untuk pembedahan mengangkat lesi obstrukstif (batu, tumor, obstruksi ureter). Jika salah satu fungsi ginjal rusak parah dan hancur maka nefrektomi (pengangkatan ginjal) dapat dilakukan (Smeltzer dan Bare, 2002).

Hypertiroid
Pengertian Hipertiroid adalah respon jaringan-jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolik hormon tiroid yang berlebihan.Bentuk yang umum dari masalah ini adalah penyakit graves,sedangkan bentuk yang lain adalah toksik adenoma , tumor kelenjar hipofisis yang menimbulkan sekresi TSH meningkat,tiroditis subkutan dan berbagai bentuk kenker tiroid.

Etiologi Lebih dari 95% kasus hipertiroid disebabkan oleh penyakit graves,suatu penyakit tiroid autoimun yang antibodinya merangsang sel-sel untuk menghasilkan hormone yang berlebihan. Penyebab hipertiroid lainnya yang jarang selain penyakit graves adalah :
y y

Toksisitas pada strauma multinudular Adenoma folikular fungsional ,atau karsinoma(jarang)

y y y

Adema hipofisis penyekresi-torotropin (hipertiroid hipofisis) Tomor sel benih, misal karsinoma (yang kadang dapat menghasilkan bahan mirip-TSH) atau teratoma (yang mengandung jarian tiroid fungsional) Tiroiditis (baik tipe subkutan maupun hashimato)yang keduanya dapat berhubungan dengan hipertiroid sementara pada fase awal

Manisfestasi klinis Pada stadium yang ringan sering tanpa keluhan. Demikian pula pada orang usia lanjut, lebih dari 70 tahun, gejala yang khas juga sering tidak tampak. Tergantung pada beratnya hipertiroid, maka keluhan bisa ringan sampai berat. Keluhan yang sering timbul antara lain adalah :
y y y y y y y

Kecemasan,ansietas,insomnia,dan tremor halus Penurunan berat badan walaupun nafsu makan baik Intoleransi panas dan banyak keringat Papitasi,takikardi,aritmia jantung,dan gagal jantung,yang dapat terjadi akibat efek tiroksin pada sel-sel miokardium Amenorea dan infertilitas Kelemahan otot,terutama pada lingkar anggota gerak ( miopati proksimal) Osteoporosis disertai nyeri tulang.

Hipoglikemia
Pengertian
y y y y y y y y y y y y y

Diabetes melitus Parenteral nutrition Sepsis Enteral feeding Corticosteroid therapi Bayi dengan ibu dengan diabetik Bayi dengan kecil masa kehamilan Bayi dengan ibu yang ketergantungan narkotika Luka bakar Kanker pankreas Penyakit Addison¶s Hiperfungsi kelenjar adrenal Penyakit hati

Type hipoglikemi digolongkan menjadi beberapa jenis yakni :
y

Transisi dini neonatus ( early transitional neonatal ) : ukuran bayi yang besar ataupun normal yang mengalami kerusakan sistem produksi pankreas sehingga terjadi

Wong and Whaley (1996) Peiatric Nursing . Hypokalemia is a metabolic disorder that occurs when the level of potassium in the blood drops too low. EGC. gentamicin.hiperinsulin. Jakarta Suparman (1988). Ilmu Kesehatan Anak. DAFTAR PUSTAKA Carpenito (1997). Ilmu Penyakit Dalam .J Nursing Diagnosis. ICU Book. The kidneys remove excess potassium in the urine to keep a proper balance of the mineral in the body. amphotericin B) . Morsby. Jakarta. Lippincott . Lea & Febiger. Philadelpia Hypokalemia Definition Hypokalemia is a lower-than-normal amount of potassium in the blood. Causes Potassium is needed for cells. especially nerve and muscle cells. atau metabolisme insulin terganggu. y Sekunder (Scondary) : sebagai suatu respon stress dari neonatus sehingga terjadi peningkatan metabolisme yang memerlukan banyak cadangan glikogen. New York Marino (1991). Universitas Indonesia. Possible causes of hypokalemia include : y Certain antibiotics (carbenicillin. London Nelson (1993). You get potassium through food. y Berulang ( Recurrent) : disebabkan oleh adanya kerusakan enzimatis. Clinical Manual. L. to function properly. y Hipoglikemi klasik sementara (Classic transient neonatal) : tarjadi jika bayi mengalami malnutrisi sehingga mengalami kekurangan cadangan lemak dan glikogen.

Dengan demikian anemia bukan merupakan suatu diagnosis atau penyakit. 2006 : 256). 1999). a big drop in the level can be life threatening. elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Etiologi . called diuretics. which can cause diarrhea) Diseases that affect the kidney's ability to retain potassium (for example. hyperaldosteronism. Liddle syndrome. especially in people with heart disease Breakdown of muscle fibers (rhabdomyolysis) Constipation Fatigue Muscle weakness or spasms Paralysis (which can include the lungs) Anemia Pengertian Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari. Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal sel darah merah. seperti kehilangan komponen darah. melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dan perubahan patotisiologis yang mendasar yang diuraikan melalui anemnesis yang seksama. Cushing syndrome. Symptoms of hypokalemia include : y y y y y y Abnormal heart rhythms (dysrhythmias). Fanconi syndrome) Eating disorders (such as bulimia) Eating large amounts of licorice or using products such as herbal teas and chewing tobaccos that contain licorice made with glycyrrhetinic acid (this substance is no longer used in licorice made in the United States) Sweating Vomiting Symptoms A small drop in potassium usually doesn't cause symptoms.y y y y y y y Certain drugs. yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges. that can cause excess urination Diarrhea (including the use of too many laxatives. However. 2002 : 935). Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer. pemeriksaan fisik dan informasi laboratorium. kualitas hemoglobin dan volume packed red bloods cells (hematokrit) per 100 ml darah (Price. Bartter syndrome.

inuasi tumor. antara lain besi. penyakit kronik.Penyebab tersering dari anemia adalah kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk sintesis eritrosit. 1990). Selebihnya merupakan akibat dari beragam kondisi seperti perdarahan. kelainan genetik. pajanan toksik. Sel . Penyebab umum dari anemia: y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y Perdarahan hebat Akut (mendadak) Kecelakaan Pembedahan Persalinan Pecah pembuluh darah Penyakit Kronik (menahun) Perdarahan hidung Wasir (hemoroid) Ulkus peptikum Kanker atau polip di saluran pencernaan Tumor ginjal atau kandung kemih Perdarahan menstruasi yang sangat banyak Berkurangnya pembentukan sel darah merah Kekurangan zat besi Kekurangan vitamin B12 Kekurangan asam folat Kekurangan vitamin C Penyakit kronik Meningkatnya penghancuran sel darah merah Pembesaran limpa Kerusakan mekanik pada sel darah merah Reaksi autoimun terhadap sel darah merah Hemoglobinuria nokturnal paroksismal Sferositosis herediter Elliptositosis herediter Kekurangan G6PD Penyakit sel sabit Penyakit hemoglobin C Penyakit hemoglobin S-C Penyakit hemoglobin E Thalasemia (Burton. atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Patofisiologi Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. vitamin B12 dan asam folat. dan sebagainya. Kegagalan sum-sum tulang dapt terjadi akibat kekurangan nutrisi. keracunan obat.

Otak terdiri dari 2.5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera. anorexia (badan kurus kerempeng). Anemia merupakan penyakit kurang darah yang ditandai rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit). 1998). lelah. dan berkurangnya keasaman lambung. tidak bisa diperbaiki (Sjaifoellah. Dan kalau sudah rusak. Cara mudah mengenal anemia dengan 5L. kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Akibatnya dapat menghambat kerja organ-organ penting. jika lambat ditangani dan berkelanjutan dapat menyebabkan kematian. Akibatnya. 1998). Jumlah eritrosit : menurun (AP). masalah dapat akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah. bisa dipastikan seseorang terkena anemia. gangguan neurologik (syaraf) yang dimanifestasikan dalam perubahan perilaku. 1998). Lambat menangkap. atau gampang terkena infeksi saluran napas. serta perkembangan kognitif yang abnormal pada anak. Kalau muncul 5 gejala ini. gangguan fungsi epitel.darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir. Selain bayi lahir dengan berat badan rendah. termasuk otak (Sjaifoellah. Pemeriksaan penunjang Jumlah darah lengkap (JDL) : hemoglobin dan hemalokrit menurun. gampang flu. lalai.5 miliar sel bioneuron. Jika anemia bertambah berat. dan berisiko bagi janin. penderita anemia akan mudah terkena infeksi. Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam system fagositik atau dalam system retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa. pica. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direpleksikan dengan meningkatkan bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl atau kurang . bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung(Sjaifoellah. lesu. jantung juga menjadi gampang lelah. Fungsi darah adalah membawa makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Manifestasi klinis Gejala klinis yang muncul merefleksikan gangguan fungsi dari berbagai sistem dalam tubuh antara lain penurunan kinerja fisik. Salah satunya otak. Pada kasus ibu hamil dengan anemia. anemia bisa juga mengganggu perkembangan organ-organ tubuh. Anemia bisa menyebabkan kelelahan. maka asupan oksigen pun akan kurang. maka otak akan seperti komputer yang memorinya lemah. letih. Sering pula terjadi abnormalitas pertumbuhan. Gejala lain adalah munculnya sklera (warna pucat pada bagian kelopak mata bawah). menurun berat (aplastik). yakni lemah. Jika kapasitasnya kurang. Jika suplai ini kurang. karena harus memompa darah lebih kuat. kadar 1. Gampang batuk-pilek. MCV (molume korpuskular rerata) . Komplikasi Anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. kelemahan. Sebagai hasil samping proses ini bilirubin yang sedang terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam aliran darah.

feses. normal atau tinggi (hemolitik) Hemoglobin elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur hemoglobin. meningkat (respons sumsum tulang terhadap kehilangan darah/hemolisis). Pewarna sel darah merah : mendeteksi perubahan warna dan bentuk (dapat mengindikasikan tipe khusus anemia). menunjukkan perdarahan akut / kronis (DB). tinggi (hemolitik) TBC serum : meningkat (DB) Feritin serum : meningkat (DB) Masa perdarahan : memanjang (aplastik) LDH serum : menurun (DB) Tes schilling : penurunan eksresi vitamin B12 urine (AP) Guaiak : mungkin positif untuk darah pada urine. dan isi gaster. Bilirubin serum (tak terkonjugasi) : meningkat (AP. Pansitopenia (aplastik). hemolitik). LED : Peningkatan menunjukkan adanya reaksi inflamasi. Masa hidup sel darah merah : berguna dalam membedakan diagnosa anemia. Tes kerapuhan eritrosit : menurun (DB). misal : peningkatan kerusakan sel darah merah : atau penyakit malignasi. Analisa gaster : penurunan sekresi dengan peningkatan pH dan tak adanya asam hidroklorik bebas (AP). meningkat (DB). Folat serum dan vitamin B12 membantu mendiagnosa anemia sehubungan dengan defisiensi masukan/absorpsi Besi serum : tak ada (DB). Jumlah trombosit : menurun caplastik. misal : menurun (AP). SDP : jumlah sel total sama dengan sel darah merah (diferensial) mungkin meningkat (hemolitik) atau menurun (aplastik). sel darah merah mempunyai waktu hidup lebih pendek. peningkatan (AP). Jumlah retikulosit : bervariasi. . misal : pada tipe anemia tertentu.dan MCH (hemoglobin korpuskular rerata) menurun dan mikrositik dengan eritrosit hipokronik (DB).

Transpalasi sel darah merah. usahakan makanan yang diberikan seperti ikan. 2001). Myocarditis Pengertian Myocardium lapisan medial dinding jantung yang terdiri atas jaringan otot jantung yang sangat khusus (Brooker. Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayuran hijau. daging. 1999). Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada. Pemeriksaan andoskopik dan radiografik : memeriksa sisi perdarahan : perdarahan GI (Doenges. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi. Pengobatan (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya) : 1. misal: peningkatan megaloblas (AP). 5. Myocarditis adalah peradangan pada otot jantung atau miokardium. pada umumnya disebabkan . Anemia pernisiosa : pemberian vitamin B12 3.Aspirasi sumsum tulang/pemeriksaan/biopsi : sel mungkin tampak berubah dalam jumlah. 6. Anemia asam folat : asam folat 5 mg/hari/oral 4. ukuran. Anemia defisiensi besi Penatalaksanaan : Mengatur makanan yang mengandung zat besi. membedakan tipe anemia. Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah. 2. lemak sumsum dengan penurunan sel darah (aplastik). Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian cairan dan transfusi darah. Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang membutuhkan oksigen. membentuk. 3. dan bentuk. Pemberian preparat fe Perrosulfat 3x 200mg/hari/per oral sehabis makan Peroglukonat 3x 200 mg/hari /oral sehabis makan. 4. 2. Penatalaksanaan Medis Tindakan umum : Penatalaksanaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang : 1. telur dan sayur.

Acute isolated myocarditis adalah miokarditis interstitial acute dengan etiologi tidak diketahui. Miokarditis adalah inflamasi fokal atau menyebar dari otot jantung (miokardium) (Doenges. dan daerah nekrosis yang tersebar luas. 9. bahan kimia. Myocarditis adalah peradangan dinding otot jantung yang disebabkan oleh infeksi atau penyebab lain sampai yang tidak diketahui (idiopatik) (Dorland. 2. 3. protozoa. 1999). terutama sulfonamide. 1999). riketsia. virus. 12) Rheumatic myocarditis adalah gejala sisa yang umum pada demam reumatik. spirochaeta. tetapi dapat sebagai akibat reaksi alergi terhadap obat-obatan dan efek toxin bahan-bahan kimia dan radiasi (FKUI. 10. Infection myocarditis adalah disebabkan oleh agen infeksius . Parenchymatus myocarditis adalah miokarditis yang terutama mengenai substansi ototnya sendiri. Tuberculosis myocarditis adalah peradangan granulumatosa miokardium pada tuberkulosa. 5. seperti radiasi hewan/toksin serangga atau bahan/keadaan lain yang menyebabkan trauma pada miokardium. Bacterial myocarditis adalah miokarditis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Interstitial myocarditis adalah mikarditis yang mengenai jaringan ikat interstitial. produksi toksin. Rickettsial myocarditis adalah mikarditis yang berhubungan dengan infeksi riketsia. sel plasma dan makrofag dan oleh dilatasi ventikel. 11. Giant cell myocarditis adalah subtype miokarditis akut terisolasi yang ditandai dengan adanya sel raksasa multinukleus dan sel-sel radang lain. termasuk bakteri. 2002). bahan fisik. dan pada pasien dengan tanggap immune rendah . 7. 4. atau perantara respons immunologis. dan metildopa. Diphtheritic myocarditis adalah mikarditis yang disebabkan oleh toksin bakteri yang dihasilkan pada difteri : lesi primer bersifat degeneratiff dan nekrotik dengan respons radang sekunder. dan fungus. penicillin. trombi mural. Fibras myocarditis adalah fibrosis fokal/difus mikardial yang disebabkan oleh peradangan kronik. Agen tersebut dapat merusak miokardium melalui infeksi langsung. Hypersensitivity myocarditis adalah mikarditis yang disebabkan reaksi alergi yang disebabkan oleh hipersensitivitas terhadap berbagai obat. 13. Viral myocarditis disebabkan oleh infeksi virus terutama oleh enterovirus . Protozoa myocarditis adalah miokarditis yang disebabkan oleh protozoa terutama terjadi pada penyakit Chagas dan toxoplasmosis. wanita hamil. termasuk limfosit. Toxic myocarditis adalah degenerasi dan necrosis fokal serabut miokardium yang disebabkan oleh obat. 15. Chronic myocarditis adalah penyakit radang miokardial kronik. 8. 6. 14. paling sering terjadi pada bayi.oleh penyakit-penyakit infeksi. Etiologi dan Klasifikasi 1. 12.

AV block total. Efusi perikardial. 2. 1993). 3. replikasi virus dan lisis sel. 3. akibat perubahan permukaan sel yang terpajan oleh virus. Patofisiologi Kerusakan miokard oleh kuman-kuman infeksius dapat melalui tiga mekanisme dasar : 1. Demam. Invasi langsung ke miokard. Proses immunologis terhadap miokard. Fase ini berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan dan diikuti kerusakan miokard dari yang minimal sampai yang berat (FKUI. Menggigil. Komplikasi 1. dimana terjadi invasi virus ke miokard.(Dorland. Trombi Kardiac (FKUI. 1999). 1994). Proses miokarditis viral ada 2 tahap : Fase akut berlangsung kira-kira satu minggu. Gejala-gejala lain karena gangguan yang mendasarinya (Griffith. Mengeluarkan toksin yang merusak miokardium. Kardiomiopati kongestif/dilated. Demam. Detak jantung tidak teratur. 4. Anoreksia. 2002). Pada fase berikutnya miokard diinfiltrasi oleh sel-sel radang dan system immune akan diaktifkan antara lain dengan terbentuknya antibody terhadap miokard. Napas pendek. Nyeri dada. Kemudian terbentuk neutralizing antibody dan virus akan dibersihkan atau dikurangi jumlahnya dengan bantuan makrofag dan natural killer cell (sel NK). Dispnea dan disritmia. 2. 5. 1999). Payah jantung kongestif. Tamponade ferikardial/kompresi (pada efusi perikardial) (DEPKES. . Gejala Klinis y y y y y y y y y y y Letih.

LDH. Rontgen thorax. Dekubitus atau luka tekan adalah kerusakan jaringan yang terlokalisir yang disebabkan karena adanya kompressi jaringan yang lunak diatas tulang yang menonjol (bony prominence) dan adanya tekanan dari luar dalam jangka waktu yang lama. bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat. Antibiotik. Jika berkembang menjadi gagal jantung kongestif : diuretik untuk mnegurangi retensi ciaran . 2. Laboratorium : leukosit. hal ini dapat menyebabkan insufisiensi aliran darah. 3. 1994). obat antibeku untuk mencegah pembentukan bekuan (Griffith. LED. 2. anoksia atau iskemi jaringan dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian sel. Decubitus Pengertian Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan dibawah kulit. Obat kortison. Pengobatan sistemik supportif ditujukan pada penyakti infeksi sistemik (FKUI. 4. Antibiotik atau kemoterapeutik. Biopsi endomiokardial (FKUI. Apabila ini berlangsung lama. Anemia. 5. 4. 5. 1999). Status gizi. 3.Pemeriksaan penunjang 1. 1999). digitalis untuk merangsang detak jantung . Etiologi y Faktor intrinsik: penuaan (regenerasi sel lemah). Ekokardiografi. Sejumlah penyakit yang menimbulkan seperti DM. Penatalaksanaan 1. Tirah baring/pembatasan aktivitas. underweight atau kebalikannya overweight. 6. Kompressi jaringan akan menyebabkan gangguan pada suplai darah pada daerah yang tertekan. Elektrokardiografi. 7. . Perawatan untuk tindakan observasi. limfosit.

meliputi kerusakan atau nekrosis dari jaringn subkutan atau lebih dalam. Tanda dan Gejala 1. kerusakan pada otot. Stadium Dua Hilangnya sebagian lapisan kulit yaitu epidermis atau dermis. 2. Adanya lubang yang dalam serta saluran sinus juga termasuk dalam stadium IV dari luka tekan. atau keduanya. maka akan tampak salah satu tanda sebagai berikut: perubahan temperatur kulit (lebih dingin atau lebih hangat) o Perubahan konsistensi jaringan (lebih keras atau lunak) o Perubahan sensasi (gatal atau nyeri) o Pada orang yang berkulit putih. Stadium Tiga Hilangnya lapisan kulit secara lengkap. Keadaan hidrasi/cairan tubuh. Luka terlihat seperti lubang yang dalam. Perubahan posisi yang kurang. atau membentuk lubang yang dangkal. Apabila dibandingkan dengan kulit yang normal. Penyakit-penyakit neurologik dan penyakit-penyakit yang merusak pembuluh darah. Stadium Satu o Adanya perubahan dari kulit yang dapat diobservasi. Sedangkan pada yang berkulit gelap. luka akan kelihatan sebagai warna merah yang menetap. y Faktor Ekstrinsik:Kebersihan tempat tidur. abrasi. Stadium Empat Hilangnya lapisan kulit secara lengkap dengan kerusakan yang luas. tapi tidak sampai pada fascia. melempuh. biru atau ungu. Duduk yang buruk. Cirinya adalah lukanya superficial. tulang atau tendon. Faktor Resiko .Hipoalbuminemia. Posisi yang tidak tepat. luka mungkin kelihatan sebagai kemerahan yang menetap. 3. alat-alat tenun yang kusut dan kotor. 4. atau peralatan medik yang menyebabkan penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu. nekrosis jaringan.

biasanya disertai skuama (Arief Mansjoer . Eritroderma Pengertian Eritroderma ( dermatitis eksfoliativa ) adalah kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema seluruh / hampir seluruh tubuh. Kelembapan 4. Penurunan sensori persepsi 3. ETIOLOGI 1. Eritroderma eksfoliativa sekunder o Akibat penggunaan obat secara sistemik yaitu penicillin dan derivatnya . dapat terjadi pada liken planus . Tenaga yang merobek (shear) 5. 2002 : 1878 ). o Penyakit sistemik seperti Limfoblastoma. sulfonamide . Usia 8. Stress emosional 10. Temperatur kulit. . 2. Merokok 11. Tekanan arteriolar yang rendah 9. Pergesekan (friction) 6. dermatitis seboroik dan dermatitis atopik. pemflagus foliaseus . Dermatitis eksfoliata generalisata adalah suatu kelainan peradangan yang ditandai dengan eritema dan skuam yang hampir mengenai seluruh tubuh ( Marwali Harahap . Nutrisi 7. psoriasis . analgetik / antipiretik dan ttetrasiklin. 2000 : 121). pitiriasis rubra pilaris . o Meluasnya dermatosis ke seluruh tubuh . Eritrodarma eksfoliativa primer Penyebabnya tidak diketahui. Mobilitas dan aktivitas 2. Termasuk dalam golongan ini eritroderma iksioformis konginetalis dan eritroderma eksfoliativa neonatorum(5±0%). 2000 : 28 ) Dermatitis eksfoliata merupakan keadaan serius yang ditandai oleh inflamasi yang progesif dimana eritema dan pembentukan skuam terjadi dengan distribusi yang kurang lebih menyeluruh ( Brunner & Suddarth vol 3 .1.

2000 : 121 : Rusepno Hasan 2005 : 239) Patofisiologi Pada dermatitis eksfoliatif terjadi pelepasan stratum korneum ( lapisan kulit yang paling luar ) yang mencolok yang menyebabkan kebocoran kapiler . 2002 : 1878 ) Komplikasi Komplikasi eritroderma eksfoliativa sekunder : y y y y y y y y y Abses Limfadenopati Furunkulosis Hepatomegali Konnjungtivitis Rinitis Stomatitis Kolitis Bronkitis ( Ruseppo Hasan . 2000 . tetapi sebagian besar merupakan reaksi imunologik. Mekanisme terjadinya alergi obat seperti terjadi secara non imunologik dan imunologik (alergik) . alergi obat terjadi pada pemberian obat kepada pasien yang sudah tersensitasi dengan obat tersebut. sejumlah besar panas akan hilang jadi dermatitis eksfoliatifa memberikan efek yang nyata pada keseluruh tubuh. hipoproteinemia dan keseimbangan nitrogen yang negatif .(Arief Mansjoer . 28 ) Hypertiroid Pengertian . Obat dengan berat molekul yang rendah awalnya berperan sebagai antigen yang tidak lengkap (hapten ). 2005 : 239 : Marwali Harhap . serum / protein dari membran sel untuk membentuk antigen obat dengan berat molekul yang tinggi dapat berfungsi langsung sebagai antigen lengkap. Obat / metaboliknya yang berupa hapten ini harus berkojugasi dahulu dengan protein misalnya jaringan . Karena dilatasi pembuluh darah kulit yang luas . Pada mekanismee imunologik. ( Brunner & Suddarth vol 3 . Pada eritroderma terjadi eritema dan skuama ( pelepasan lapisan tanduk dari permukaan kult sel ± sel dalam lapisan basal kulit membagi diri terlalu cepat dan sel ± sel yang baru terbentuk bergerak lebih cepat ke permukaan kulit sehingga tampak sebagai sisik / plak jaringan epidermis yang profus.

suatu penyakit tiroid autoimun yang antibodinya merangsang sel-sel untuk menghasilkan hormone yang berlebihan. gejala yang khas juga sering tidak tampak. Penyebab hipertiroid lainnya yang jarang selain penyakit graves adalah : y y y y y Toksisitas pada strauma multinudular Adenoma folikular fungsional .dan gagal jantung.sedangkan bentuk yang lain adalah toksik adenoma .Bentuk yang umum dari masalah ini adalah penyakit graves. Tergantung pada beratnya hipertiroid.yang dapat terjadi akibat efek tiroksin pada sel-sel miokardium Amenorea dan infertilitas Kelemahan otot. Etiologi Lebih dari 95% kasus hipertiroid disebabkan oleh penyakit graves. tumor kelenjar hipofisis yang menimbulkan sekresi TSH meningkat.takikardi.dan tremor halus Penurunan berat badan walaupun nafsu makan baik Intoleransi panas dan banyak keringat Papitasi. Gagal Jantung Pengertian Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrien dan oksigen. Keluhan yang sering timbul antara lain adalah : y y y y y y y Kecemasan.Hipertiroid adalah respon jaringan-jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolik hormon tiroid yang berlebihan.atau karsinoma(jarang) Adema hipofisis penyekresi-torotropin (hipertiroid hipofisis) Tomor sel benih.aritmia jantung.ansietas. Demikian pula pada orang usia lanjut.terutama pada lingkar anggota gerak ( miopati proksimal) Osteoporosis disertai nyeri tulang. lebih dari 70 tahun. yang mengarah pada curah jantung kurang dari normal. maka keluhan bisa ringan sampai berat. . Mekanisme yang mendasar tentang gagal jantung termasuk kerusakan sifat kontraktil dari jantung.tiroditis subkutan dan berbagai bentuk kenker tiroid. Kondisi umum yang mendasari termasuk aterosklerosis. misal karsinoma (yang kadang dapat menghasilkan bahan mirip-TSH) atau teratoma (yang mengandung jarian tiroid fungsional) Tiroiditis (baik tipe subkutan maupun hashimato)yang keduanya dapat berhubungan dengan hipertiroid sementara pada fase awal Manisfestasi klinis Pada stadium yang ringan sering tanpa keluhan.insomnia.

Beban volum berlebihan-pembebanan diastolic (diastolic overload) Preload yang berlebihan dan melampaui kapasitas ventrikel (diastolic overload) akan menyebabkan volum dan tekanan pada akhir diastolic dalam ventrikel meninggi. curah jantung mula-mula akan meningkat sesuai dengan besarnya regangan otot jantung. Penurunan curah jantung dengan disertai pening. Prinsip Frank Starling . ekstremitas dingin dan oliguria. tiroktoksikosis).hipertensi atrial. 5. Hambatan pada pengisian ventrikel karena gangguan aliran masuk ke dalam ventrikel atau pada aliran balik vena/venous return akan menyebabkan pengeluaran atau output ventrikel berkurang dan curah jantung menurun. . Peningkatan desakan vena sistemik seperti yang terlihat pada edema perifer umum dan penambahan berat badan. Kongesti jaringan 3. Peningkatan volume intravaskular (gambaran dominan) 2. hipoksia dan anemia membutuhkan suatu peningkatan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen. keletihan. Beban tekanan berlebihan-pembebanan sistolik (systolic overload) Beban sistolik yangb berlebihan diluar kemampuan ventrikel (systolic overload) menyebabkan hambatan pada pengosongan ventrikel sehingga menurunkan curah ventrikel atau isi sekuncup.demam. 4. koma. intoleransi jantung terhadap latihan. 2. maka akan terjadi keadaan gagal jantung walaupun curah jantung sudah cukup tinggi tetapi tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sirkulasi tubuh. 4. Peningkatan kebutuhan metabolic-peningkatan kebutuhan yang berlebihan (demand overload) Beban kebutuhan metabolic meningkat melebihi kemampuan daya kerja jantung di mana jantung sudah bekerja maksimal. Gangguan pengisian (hambatan input). 3. Disfungsi miokard (kegagalan miokardial) Ketidakmampuan miokard untuk berkontraksi dengan sempurna mengakibatkan isi sekuncup ( stroke volume) dan curah jantung (cardiac output) menurun. Sejumlah faktor sistemik dapat menunjang perkembangan dan keparahan dari gagal jantung. dan penyakit inflamasi atau degeneratif otot jantung. Tanda dan gejala 1. Etiologi Terjadinya gagal jantung dapat disebabkan : 1. kekacauan mental. tetapi bila beban terus bertambah sampai melampaui batas tertentu. Peningkatan desakan vena pulmonal (edema pulmonal) ditandai oleh batuk dan sesak nafas. maka curah jantung justru akan menurun kembali. Peningkatan laju metabolic ( misalnya . 5.

Pengertian Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection (UTI) adalah suatu keadaan adanya infasi mikroorganisme pada saluran kemih. paraplegia. Prevalensi penyebab ISK pada usia lanjut. 2. 4. ISK ini pada usi lanjut terutama mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih.Infeksi Saluran Kemih A. sering terjadi bakterimia. dibedakan menjadi: 1. ISK complicated Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas. 2. reflex vesiko uretral obstruksi. (Agus Tessy. Proteus. 2. kateter kandung kencing menetap dan prostatitis. misalnya batu. 2001) Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu keadaan adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. C. Klasifikasi Klasifikasi infeksi saluran kemih sebagai berikut : 1. (Enggram. kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika. 3. 1998) B. Etiologi 1. staphylococcus epidemidis. Kandung kemih (sistitis) Uretra (uretritis) Prostat (prostatitis) Ginjal (pielonefritis) Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut. Barbara. enterococci. o Kelainan faal ginjal: GGA maupun GGK. antara lain: o Pseudomonas. anatomic maupun fungsional normal. Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK. Klebsiella : penyebab ISK complicated o Escherichia Coli: 90 % penyebab ISK uncomplicated (simple) o Enterobacter. sepsis dan shock. o Gangguan daya tahan tubuh o Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen sperti prosteus spp yang memproduksi urease. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan-keadaan sebagi berikut: o Kelainan abnormal saluran kencing. dan-lain-lain. antara lain: . atoni kandung kemih. ISK uncomplicated (simple) ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik.

y Secara asending yaitu: o Masuknya mikroorganisme dalm kandung kemih. y Secara hematogen yaitu: Sering terjadi pada pasien yang system imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen. Mikroorganisme ini masuk melalui : kontak langsung dari tempat infeksi terdekat. limfogen. Patofisiologi Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius. adanya dekubitus yang terinfeksi.o o o o o o Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang kurang efektif Mobilitas menurun Nutrisi yang sering kurang baik Sistem imunitas menurun. pemakaian kateter). Ada dua jalur utama terjadinya ISK yaitu asending dan hematogen. bendungan intrarenal akibat jaringan parut. Pada usia lanjut terjadinya ISK ini sering disebabkan karena adanya: y y y y y y Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap atau kurang efektif. factor tekanan urine saat miksi. o Naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal. kontaminasi fekal. pemasangan alat ke dalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik. Mobilitas menurun Nutrisi yang sering kurang baik System imunnitas yng menurun Adanya hambatan pada saluran urin Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat. baik seluler maupun humoral Adanya hambatan pada aliran urin Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat D. yaitu: adanya bendungan total urine yang mengakibatkan distensi kandung kemih. dan lain-lain. Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat tersebut mengakibatkan distensii yang . hematogen. antara lain: factor anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi.

Metode tes o Tes dipstick multistrip untuk WBC (tes esterase lekosit) dan nitrit (tes Griess untuk pengurangan nitrat). Tanda dan gejala ISK bagian atas adalah : o Demam o Menggigil o Nyeri panggul dan pinggang o Nyeri ketika berkemih o Malaise o Pusing o Mual dan muntah F. Bakteriologis o Mikroskopis o Biakan bakteri 3. beberapa hal yang menjadi predisposisi ISK. Pemeriksaan Penunjang 1. 2.berlebihan sehingga menimbulkan nyeri. keadaan ini mengakibatkan penurunan resistensi terhadap invasi bakteri dan residu kemih menjadi media pertumbuhan bakteri yang selanjutnya akan mengakibatkan gangguan fungsi ginjal sendiri. 5. Urinalisis o Leukosuria atau piuria: merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK. Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang pandang besar (LPB) sediment air kemih o Hematuria: hematuria positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment air kemih. E. Tanda dan Gejala 1. Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerulus ataupun urolitiasis. Penyebab umum obstruksi adalah: jaringan parut ginjal. Tes esterase lekosit positif: maka psien mengalami . kemudian keadaan ini secara hematogen menyebar ke suluruh traktus urinarius. Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah adalah : o Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih o Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis o Hematuria o Nyeri punggung dapat terjadi 2. Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik 4. batu.000 koloni per milliliter urin dari urin tampung aliran tengah atau dari specimen dalam kateter dianggap sebagai criteria utama adanya infeksi. Hitung koloni: hitung koloni sekitar 100. Selain itu. neoplasma dan hipertrofi prostate yang sering ditemukan pada laki-laki diatas usia 60 tahun. antara lain: adanya obstruksi aliran kemih proksimal yang menakibtakan penimbunan cairan bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter yang disebut sebagai hidronefroses.

massa renal atau abses. Setelah penanganan dan sterilisasi urin. Griess positif jika terdapat bakteri yang mengurangi nitrat urin normal menjadi nitrit. neisseria gonorrhoeae. Pyridium. Tes pengurangan nitrat. herpes simplek). hodronerosis atau hiperplasie prostate. o Testes tambahan : Urogram intravena (IVU). bactrim. terapi preventif dosis rendah. G. Penggunaan medikasi yang umum mencakup: sulfisoxazole (gastrisin). factor kausatif (mis: batu. Pemakaian obat pada usia lanjut perlu dipikirkan kemungkina adanya: y y y y Gangguan absorbsi dalam alat pencernaan Interansi obat Efek samping obat Gangguan akumulasi obat terutama obat-obat yang ekskresinya melalui ginjal Resiko pemberian obat pada usia lanjut dalam kaitannya dengan faal ginjal: y Efek nefrotosik obat . kadang ampicillin atau amoksisilin digunakan. jika muncul salah satu. adanya batu. Terapi Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut dapat dibedakan atas: y y y y Terapi antibiotika dosis tunggal Terapi antibiotika konvensional: 5-14 hari Terapi antibiotika jangka lama: 4-6 minggu Terapi dosis rendah untuk supresi Pemakaian antimicrobial jangka panjang menurunkan resiko kekambuhan infeksi. dan ultrasonografi juga dapat dilakukan untuk menentukan apakah infeksi akibat dari abnormalitas traktus urinarius. Jika kekambuhan disebabkan oleh bakteri persisten di awal infeksi. Urogram IV atau evaluasi ultrasonic. Coli telah resisten terhadap bakteri ini. septra). abses). tetapi E. Penatalaksanaan Penanganan Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang ideal adalah agens antibacterial yang secara efektif menghilangkan bakteri dari traktus urinarius dengan efek minimal terhaap flora fekal dan vagina. Pielografi (IVP). sistoskopi dan prosedur urodinamik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kambuhnya infeksi yang resisten.piuria. harus segera ditangani. klamidia trakomatis. msistografi. suatu analgesic urinarius jug adapt digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat infeksi. trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMZ. o Tes Penyakit Menular Seksual (PMS) : Uretritia akut akibat organisme menular secara seksual (misal.

ureter. Hiperkalsiuria Suatu peningkatan kadar kalsium dalam urin. disebabkan karena. dan kelebihan vitamin D atau kelebihan kalsium. Etiologi Menurut Smeltzer (2002:1460) bahwa. Long. hiperparatiroidisme primer. Vesikolitiasis adalah batu yang ada di vesika urinaria ketika terdapat defisiensi substansi tertentu. sarkoidosis. (1996:318) menyatakan sumbatan saluran kemih yang bisa terjadi dimana saja pada bagian saluran dari mulai kaliks renal sampai meatus uretra. 1998:1027). disebabkan oleh hambatan aliran kemih. kalsium dan protein).faktor yang mempengaruhi menurut Soeparman (2001:378) batu kandung kemih (Vesikolitiasis) adalah 1. seperti kalsium oksalat. tetapi yang paling sering ditemukan ada di dalam ginjal (Long. batu kandung kemih disebabkan infeksi. batu ini mengandung komponen kristal dan matriks organik (Sjabani dalam Soeparman. Hambatan ini dapat berlangsung mendadak atau perlahan-lahan. dan asam urat meningkat atau ketika terdapat defisiensi subtansi tertentu. 2002:1460). seperti sitrat yang secara normal mencegah terjadinya kristalisasi dalam urin (Smeltzer. 2001:61). disertai dengan atrofi parenkim ginjal. 1996:322). statis urin dan periode imobilitas (drainage renal yang lambat dan perubahan metabolisme kalsium). . 2001:377). kandung kemih). Pernyataan lain menyebutkan bahwa vesikolitiasis adalah batu kandung kemih yang merupakan keadaan tidak normal di kandung kemih. dan dapat terjadi di semua aras (level) saluran kemih dari uretra sampai pelvis renalis (Wijaya dan Miranti.y Efek toksisitas obat Vesikolithiasis Pengertian Batu perkemihan dapat timbul pada berbagai tingkat dari sistem perkemihan (ginjal. 2002:1442). maka aliran yang mula-mula lancar secara tiba-tiba akan berhenti dan menetes disertai dengan rasa nyeri (Sjamsuhidajat dan Wim de Jong. Faktor. hiperkalsiuria idiopatik (meliputi hiperkalsiuria disebabkan masukan tinggi natrium. kalsium fosfat. Hidronefrosis adalah dilatasi piala dan kaliks ginjal pada salah satu atau kedua ginjal akibat adanya obstruksi (Smeltzer. Hidronefrosis adalah pelebaran/dilatasi pelvis ginjal dan kaliks. Vesikolitiasis merupakan batu yang menghalangi aliran air kemih akibat penutupan leher kandung kemih.

5. 8. . disebabkan idiopatik. Ginjal Spongiosa Medula Disebabkan karena volume air kemih sedikit. 6. 8. batu kalsium idiopatik (tidak dijumpai predisposisi metabolik). Batu Struvit Batu struvit disebabkan karena adanya infeksi saluran kemih dengan organisme yang memproduksi urease.75 % kalsium. Hiperoksalouria Kenaikan ekskresi oksalat diatas normal (45 mg/hari). 7. jus apel dan jus anggur.Batu Asan Urat Batu asam urat banyak disebabkan karena pH air kemih rendah. Jenis cairan yang diminum Minuman yang banyak mengandung soda seperti soft drink. Hipositraturia Suatu penurunan ekskresi inhibitor pembentukan kristal dalam air kemih. dan diare dan masukan protein tinggi. khususnya sitrat.2. Hiperurikosuria Peningkatan kadar asam urat dalam air kemih yang dapat memacu pembentukan batu kalsium karena masukan diet purin yang berlebih. dan penyakit usus kecil atau akibat reseksi pembedahan yang mengganggu absorbsi garam empedu. peningkatan absorbsi kalsium intestinal. asidosis tubulus ginjal tipe I (lengkap atau tidak lengkap). Kandungan batu kemih kebayakan terdiri dari : 1. kejadian ini disebabkan oleh diet rendah kalsium. 3. dan hiperurikosuria (primer dan sekunder). 4. minum Asetazolamid. Penurunan jumlah air kemih Dikarenakan masukan cairan yang sedikit.

Teori Kurangnya Inhibitor Pada individu normal kalsium dan fosfor hadir dalam jumlah yang melampaui daya kelarutan. Teori Matriks Matriks merupakan mikroprotein yang terdiri dari 65 % protein. keadan patologis yang disebabkan karena infeksi. 10 % hexose. Proses pembentukan batu ginjal dipengaruhi oleh beberapa faktor yang kemudian dijadikan dalam beberapa teori (Soeparman. 4. 2. Kristal yang banyak menetap menyebabkan terjadinya agregasi kristal dan kemudian menjadi batu. 5. 4. 2001:388): 1. sehingga membutuhkan zat penghambat pengendapan. jika terjadi obstruksi pada leher kandung kemih . Jika sudah terjadi bendungan dan statis urin lama kelamaan kalsium akan mengendap menjadi besar sehingga membentuk batu (Sjamsuhidajat dan Wim de Jong. Hambatan yang menyebabkan sumbatan aliran kemih baik itu yang disebabkan karena infeksi. Adanya matriks menyebabkan penempelan kristal-kristal sehingga menjadi batu.1-2 % sistin (cystine). Teori Kombinasi Batu terbentuk karena kombinasi dari bermacam-macam teori diatas. 3-5 hexosamin dan 10 % air. 2001:997). trauma dan tumor serta kelainan metabolisme dapat menyebabkan penyempitan atau struktur uretra sehingga terjadi bendungan dan statis urin. Manifestasi Klinis Batu yang terjebak di kandung kemih biasanya menyebabkan iritasi dan berhubungan dengan infeksi traktus urinarius dan hematuria. Contoh ekskresi asam urat yang berlebih dalam urin akan mendukung pembentukan batu kalsium dengan bahan urat sebagai inti pengendapan kalsium.2. fosfat mukopolisakarida dan fosfat merupakan penghambat pembentukan kristal. Teori Supersaturasi Tingkat kejenuhan komponen-komponen pembentuk batu ginjal mendukung terjadinya kristalisasi. Pathofisiologi Kelainan bawaan atau cidera. Bila terjadi kekurangan zat ini maka akan mudah terjadi pengendapan. 3. Salah satu jenis batu merupakan inti dari batu yang lain yang merupakan pembentuk pada lapisan luarnya.6 % batu asam urat. Teori Epistaxy Merupakan pembentuk batu oleh beberapa zat secara bersama-sama. pembentukan batu disaluran kemih dan tumor. 3.15 % batu tripe/batu struvit (Magnesium Amonium Fosfat). keadan tersebut sering menyebabkan bendungan.

Jika penyumbatan berkembang secara perlahan (Hidronefrosis kronis). 3. ditemukan pada penderita dengan batu. Ureum kreatinin untuk melihat fungsi ginjal. Lekosit terjadi karena infeksi. bila terjadi infeksi maka sel darah putih akan meningkat. pH yang rendah menyebabkan pengendapan batu asam urat. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjangnya dilakukan di laboratorium yang meliputi pemeriksaan: 1. o 2. kondisi ini lebih serius yang dapat mengancam kehidupan pasien. . pada keadaan ini dapat dilakukan retrogad pielografi atau dilanjutkan dengan antegrad pielografi tidak memberikan informasi yang memadai. lokasi. Darah o o o o Hb akan terjadi anemia pada gangguan fungsi ginjal kronis. fosfat. o Pada gangguan fungsi ginjal maka IVP tidak dapat dilakukan. besar batu. dapat pula kita lihat tanda seperti mual muntah. organisme dapat berbentuk batu magnesium amonium phosphat. gelisah.6 biasanya ditemukan kuman area splitting.menyebabkan retensi urin atau bisa menyebabkan sepsis. biasanya tidak menimbulkan gejala atau nyeri tumpul di daerah antara tulang rusuk dan tulang punggung. apakah terjadi bendungan atau tidak. 2002:1461). o Biakan Urin : Untuk mengetahui adanya bakteri yang berkontribusi dalam proses pembentukan batu saluran kemih. dan lamanya penyumbatan. nyeri dan perut kembung (Smeltzer. asam urat dalam 24 jam untuk melihat apakah terjadi hiperekskresi. o Sedimen : sel darah meningkat (90 %). fosfat dan asam urat. Jika penyumbatan timbul dengan cepat (Hidronefrosis akut) biasanya akan menyebabkan koliks ginjal (nyeri yang luar biasa di daerah antara rusuk dan tulang punggung) pada sisi ginjal yang terkena. Radiologis o Foto BNO/IVP untuk melihat posisi batu. Jika sudah terjadi komplikasi seperti seperti hidronefrosis maka gejalanya tergantung pada penyebab penyumbatan. Kalsium. o Ekskresi kalsium. Urine apH lebih dari 7.

Sistem Sirkulasi Dalam sistem peredaran darah bisa menyebabkan perdarahan karena lepasnya jahitan atau lepasnya bekuan darah pada tempat insisi yang bisa menyebabkan syok hipovolemik. jika ada untuk mengetahui pencegahan. cara mengambilan batu. 5. Sistem Genitourinaria Akibat pengaruh anestesi bisa menyebabkan aliran urin involunter karena hilangnya tonus otot. Sistem Pernafasan Atelektasis bida terjadi jika ekspansi paru yang tidak adekuat karena pengaruh analgetik. Penumpukan sekret dapat menyebabkan pnemunia. dan analisa jenis batu. anestesi. buruknya fase penyembuhan luka dapat menyebabkan dehisens luka dengan tanda dan gejala meningkatnya drainase dan penampakan jaringan yang ada dibawahnya. 5. Riwayat Keluarga Untuk mengetahui apakah ada anggota keluarga yang menderita batu saluran kemih. dan posisi yang dimobilisasi yang menyebabkan ekspansi tidak maksimal. hipoksia terjadi karena tekanan oleh agens analgetik dan anestesi serta bisa terjadi emboli pulmonal. Mual dan muntah serta konstipasi bisa terjadi karena belum normalnya peristaltik usus. USG (Ultra Sono Grafi) Untuk mengetahui sejauh mana terjadi kerusakan pada jaringan ginjal. 3. Statis vena yang terjadi karena duduk atau imobilisasi yang terlalu lama bisa terjadi tromboflebitis. pengobatan yang telah dilakukan. Sistem Integumen Perawatan yang tidak memperhatikan kesterilan dapat menyebabkan infeksi. 2002:1842) adalah sebagai berikut: 1. 6. statis vena juga bisa menyebabkan trombus atau karena trauma pembuluh darah.4. Eviserasi luka/kelurnya organ dan jaringan internal melalui insisi bisa terjadi jika ada dehisens luka serta bisa terjadi pula surgical mump (parotitis). Sistem Gastrointestinal Akibat efek anestesi dapat menyebabkan peristaltik usus menurun sehingga bisa terjadi distensi abdomen dengan tanda dan gejala meningkatnya lingkar perut dan terdengar bunyi timpani saat diperkusi. 4. Sistem Saraf . 2. Komplikasi Komplikasi yang disebabkan dari Vesikolithotomi (Perry dan Potter.

sakit kepala. 1994).Bisa menimbulkan nyeri yang tidak dapat diatasi. Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama jantung. berkeringat. 1999). kulit pucat. alkalosis). quinidin dan obat-obat anti aritmia lainnya. peradangan miokard (miokarditis karena infeksi) Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner). Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis. Gangguan endokrin (hipertiroidisme. denyut menurun. pusing. Aritmia atau disritmia adalah perubahan pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan oleh konduksi elektrolit abnormal atau otomatis (Doenges. bunyi jantung irama tak teratur. misalnya demam reumatik. sianosis. Ganggguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat. disorientasi. letargi. hipotiroidisme). Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor jantung. Sinkop. edema. nadi mungkin tidak teratur. Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia. infark miokard. . misalnya iskemia miokard. Manifestasi Klinis Perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi ). Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis sistem konduksi jantung). Aritmia Pengertian Gangguan irama jantung atau aritmia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada infark miokardium. Perubahan elektrofisiologi ini bermanifestasi sebagai perubahan bentuk potensial aksi yaitu rekaman grafik aktivitas listrik sel (Price. Aritmia timbul akibat perubahan elektrofisiologi sel-sel miokardium. berdenyut. bunyi ekstra. bingung. 1996). hipokalemia). perubahan pupil. haluaran urin menurun bila curah jantung menurun berat. Gangguan irama jantung tidak hanya terbatas pada iregularitas denyut jantung tapi juga termasuk gangguan kecepatan denyut dan konduksi (Hanafi. Gangguan metabolik (asidosis. defisit nadi. Etiologi Etiologi aritmia jantung dalam garis besarnya dapat disebabkan oleh : y y y y y y y y y y Peradangan jantung.

bunyi nafas tambahan (krekels. Pemeriksaan obat : Dapat menyatakan toksisitas obat jantung.Nyeri dada ringan sampai berat. Laju sedimentasi : Penignggian dapat menunukkan proses inflamasi akut contoh endokarditis sebagai faktor pencetus disritmia. Elektrolit : Peningkatan atau penurunan kalium. Demam. Tes stres latihan : dapat dilakukan utnnuk mendemonstrasikan latihan yang menyebabkan disritmia. Menyatakan tipe/sumber disritmia dan efek ketidakseimbangan elektrolit dan obat jantung. eritema. . adanya obat jalanan atau dugaan interaksi obat contoh digitalis. batuk. perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan. GDA/nadi oksimetri : Hipoksemia dapat menyebabkan/mengeksaserbasi disritmia. edema (trombosis siperfisial). Juga dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi pacu jantung/efek obat antidisritmia. inflamasi. Foto dada : Dapat menunjukkanpembesaran bayangan jantung sehubungan dengan disfungsi ventrikel atau katup Skan pencitraan miokardia : dapat menunjukkan aea iskemik/kerusakan miokard yang dapat mempengaruhi konduksi normal atau mengganggu gerakan dinding dan kemampuan pompa. quinidin. kehilangan tonus otot/kekuatan. Pemeriksaan tiroid : peningkatan atau penururnan kadar tiroid serum dapat menyebabkan.meningkatkan disritmia. ronki. dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina. kemerahan kulit (reaksi obat). Pemeriksaan Penunjang EKG : menunjukkan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi. kalsium dan magnesium dapat mnenyebabkan disritmia. mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernafasan seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal. Monitor Holter : Gambaran EKG (24 jam) mungkin diperlukan untuk menentukan dimana disritmia disebabkan oleh gejala khusus bila pasien aktif (di rumah/kerja). hemoptisis. gelisah Nafas pendek.

indikasi VT. Terapi medis Obat-obat antiaritmia dibagi 4 kelas yaitu : o Anti aritmia Kelas 1 : sodium channel blocker  Kelas 1 A Quinidine adalah obat yang digunakan dalam terapi pemeliharaan untuk mencegah berulangnya atrial fibrilasi atau flutter. ventrikel takikardia.  Kelas 1 B Lignocain untuk aritmia ventrikel akibat iskemia miokard. Mexiletine untuk aritmia entrikel dan VT. angina pektoris dan hipertensi o Anti aritmia kelas 3 (Prolong repolarisation) Amiodarone. Metoprolol.  Kelas 1 C Flecainide untuk ventrikel ektopik dan takikardi o Anti aritmia Kelas 2 (Beta adrenergik blokade) Atenolol. SVT berulang o Anti aritmia kelas 4 (calcium channel blocker) Verapamil. Dysopiramide untuk SVT akut dan berulang.Penatalaksanaan Medis 1. Procainamide untuk ventrikel ekstra sistol atrial fibrilasi dan aritmi yang menyertai anestesi. Propanolol : indikasi aritmi jantung. indikasi supraventrikular aritmia .

pembuluh-pembuluh darah kecil berproliferasi dikelilingi oleh Treponema pallidum dan sel-sel radang. Treponema pallidum masuk ke dalam kulit melalui mikrolesi atau selaput lendir. Penyakit ini sangat kronik. bersifat sistemik dan menyerang hampir semua alat tubuh. Berkembang biak secara pembelahan melintang. panjang antara 6 ± 15 µm.2. pembelahan terjadi setiap 30 jam pada stadium aktif. Sifilis Pengertian Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. dan genus treponema. Bentuk spiral. o Defibrilator kardioverter implantabel : suatu alat untuk mendeteksi dan mengakhiri episode takikardi ventrikel yang mengancam jiwa atau pada pasien yang resiko mengalami fibrilasi ventrikel. Kuman tersebut berkembang biak. Stadium Dini Pada sifilis yang didapat. Patofisiologi 1. Terapi mekanis o Kardioversi : mencakup pemakaian arus listrik untuk menghentikan disritmia yang memiliki kompleks GRS. familia spirochaetaceae. o Defibrilasi : kardioversi asinkronis yang digunakan pada keadaan gawat darurat. Etiologi Penyebab penyakit ini adalah Treponema pallidum yang termasuk ordo spirochaetales. Enarteritis pembuluh darah kecil menyebabkan perubahan hipertrofi endotelium yang menimbulkan obliterasi lumen . Penyakit menular seksual adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Gerakan rotasi dan maju seperti gerakan membuka botol. lebar 0.15 µm. terutama di perivaskuler. biasanya melalui senggama. jaringan bereaksi dengan membentuk infiltrat yang terdiri atas sel-sel limfosit dan sel-sel plasma. biasanya merupakan prosedur elektif.

Sebelum S I terlihat. Kira-kira dua pertiga kasus dengan stadium laten tidak memberi gejala. stadium rekuren. Treponema mencapai sistem kardiovaskuler dan sistem saraf pada waktu dini. terdiri atas S I. Klasifikasi Sifilis dibagi menjadi sifilis kongenital dan sifilis akuisital (didapat). tetapi kerusakan perlahan-lahan sehingga memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menimbulkan gejala klinis. Stadium Lanjut Stadium laten berlangsung bertahun-tahun karena treponema dalam keadaan dorman. lanjut (setelah dua tahun). S II juga mengalami regresi perlahan-lahan lalu menghilang. stadium III/SIII) y Epidemiologik. stadium II/SII. Gejala Klinis Sifilis Akuisita . 2. dan stadium laten dini. Timbul stadium laten. menurut WHO dibagi menjadi: o Stadium dini menular (dalam satu tahun sejak infeksi). S I akan sembuh perlahan-lahan karena kuman di tempat tersebut berkurang jumlahnya. Terbentuklah fibroblas-fibroblas dan akhirnya sembuh berupa sikatrik. Sifilis kongenital dibagi menjadi sifilis dini (sebelum dua tahun). terjadi penjalaran hematogen yang menyebar ke seluruh jaringan tubuh. kuman telah mencapai kelenjar getah bening regional secara limfogen dan berkembang biak. dan stigmata. terdiri atas stadium laten lanjut dan S III. Pada pemeriksaan klinis tampak sebagai S I.(enarteritis obliterans). o Stadium lanjut tak menular (setelah satu tahun sejak infeksi). Jika infeksi T. Multiplikasi diikuti oleh reaksi jaringan sebagai S II yang terjadi 6-8 minggu setelah S I. Sifillis akuisita dapat dibagi menurut dua cara yaitu: y Klinis (stadium I/SI. S II. Lesi dapat timbul berulang-ulang.pallidum gagal diatasi oleh proses imunitas tubuh. kuman akan berkembang biak lagi dan menimbulkan lesi rekuren.

Widya Medica: Jakarta ). atau bisa juga tumbuh di apendiks. Sefaloridin memberi hasil baik pada sifilis dini. atau doksisiklin 2×100 mg/hr. sedangkan tetrasiklin hanya 60-80%. Bagi yang alergi penisillin diberikan tetrasiklin 4×500 mg/hr. colon. Azitromisin dapat digunakan untuk S I dan S II. Menghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan transfusi darah yang sudah terinfeksi. efektifitas meragukan.1. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. 2002. ureter dan pelvis. misalnya sefaleksin 4×500 mg/hr selama 15 hari. Obat lain adalah golongan sefalosporin. Doksisiklin memiliki tingkat absorbsi lebih baik dari tetrasiklin yaitu 90-100%. Lama pengobatan 15 hari bagi S I & S II dan 30 hari untuk stadium laten. Endometriosis Pengertian Endometriosis merupakan suatu kondisi yang dicerminkan dengan keberadaan dan pertumbuhan jaringan endometrium di luar uterus. Eritromisin diberikan bagi ibu hamil. tuba falopii. dkk. R James. ( Scott. Jaringan endometrium itu bisa tumbuh di ovarium. Penatalaksanaan Penderita sifilis diberi antibiotik penisilin (paling efektif). Sifilis Lanjut Pencegahan Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah seseorang agar tidak tertular penyakit sifilis. ligamen pembentuk uterus. atau eritromisin 4×500 mg/hr. Hal-hal yang dapat dilakukan antara lain : y y y Tidak berganti-ganti pasangan Berhubungan seksual yang aman: selektif memilih pasangan dan pempratikkan protective sex¶. Sifilis Dini o Sifilis Primer (S I) o Sifilis Sekunder (S II) 2. .

Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Nyeri : o o o o o Dismenore sekunder Dismenore primer yang buruk Dispareunia Nyeri ovulasi Nyeri pelvis terasa berat dan nyeri menyebar ke dalam paha. (Scott. pembakaran sampah medis dan sampah-sampah perkotaan. Memiliki saudara kembar yang menderita endometriosis Terpapar Toksin dari lingkungan Biasanya toksin yang berasal dari pestisida. o Nyeri akibat latihan fisik atau selama dan setelah hubungan seksual o Nyeri pada saat pemeriksaan dalam oleh dokter.) Manifestasi Klinis Tanda dan gejala endometriosis antara lain : 1. R James. Keluhan buang air besar dan buang air kecil o Nyeri sebelum.Etiologi Ada beberapa faktor resiko penyebab terjadinya endometriosis. antara lain: y y y y y y y Wanita usia produktif ( 15 ± 44 tahun ) Wanita yang memiliki siklus menstruasi yang pendek (7 hari) Spotting sebelum menstruasi Peningkatan jumlah estrogen dalam darah Keturunan : memiliki ibu yang menderita penyakit yang sama. dan nyeri pada bagian abdomen bawah selama siklus menstruasi. pada saat dan sesudah buang air besar o Darah pada feces . Perdarahan abnormal o Hipermenorea o Menoragia o Spotting belum menstruasi o Darah menstruasi yang bewarna gelap yang keluar sebelum menstruasi atau di akhir menstruasi 3. 2. dkk. 2002. pengolahan kayu dan produk kertas. Widya Medica:Jakarta.

BAK dan saat melakukan hubungan seks. Perdarahan di daerah pelvis ini disebabkan karena iritasi peritonium dan menyebabkan nyeri saat menstruasi (dysmenorea). 2002. Setelah perdarahan. Hal ini disebabkan adanya gen abnormal yang diturunkan dalam tubuh wanita tersebut. Mkroorganisme tersebut akan menghasilkan makrofag yang menyebabkan resepon imun menurun yang menyebabkan faktor pertumbuhan sel-sel abnormal meningkat seiring dengan peningkatan perkembangbiakan sel abnormal. Sel endometrial ini dapat memasuki peredaran darah dan limpa. Fragmen endometrial tersebut dilemparkan dari infundibulum tuba falopii menuju ke ovarium yang akan menjadi tempat tumbuhnya. jaringan endometrial ini akan menjadi nekrosis dan terjadi perdarahan di daerah pelvic. Karena dipengaruhi oleh siklus endokrin. Adhesi di uterus menyebabkan uterus mengalami retroversi. Sama halnya dengan pertumbuhan sel endometrium biasa. Widya Medica : Jakarta) Patofisiologi Endometriosis dipengaruhi oleh faktor genetik. Hal ini menyebabkan nyeri. konstipasi dan kolik (Scott. Hal-hal inilah yang menyebabkan terjadinya infertil pada endometriosis. . endometrial ekstrauterine ini dapat dipengaruhi siklus endokrin normal. sedangkan adhesi di tuba fallopii menyebabkan gerakan spontan ujung-ujung fimbriae untuk membawa ovum ke uterus menjadi terhambat. maka pada saat estrogen dan progesteron meningkat. nyeri saat latihan. Oleh karena itu. Pada saat terjadi perubahan kadar estrogen dan progesteron lebih rendah atau berkurang. sehingga sel endomatrial ini memiliki kesempatan untuk mengikuti aliran regional tubuh dan menuju ke bagian tubuh lainnya. terdiri dari fragmen endometrial.o Diare. Faktor penyebab lain berupa toksik dari sampah-sampah perkotaan menyebabkan mikoroorganisme masuk ke dalam tubuh. sel-sel endometriosis ini akan tumbuh seiring dengan peningkatan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh. Gangguan menstruasi seperti hipermenorea dan menoragia dapat mempengaruhi sistem hormonal tubuh. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Tubuh akan memberikan respon berupa gangguan sekresi estrogen dan progesteron yang menyebabkan gangguan pertumbuhan sel endometrium. Jaringan endometirum yang tumbuh di luar uterus. tidak hanya di pelvis tapi juga nyeri pada daerah permukaan yang terkait. ovarium merupakan bagian pertama dalam rongga pelvis yang dikenai endometriosis. defekasi. Dimanapun lokasi terdapatnya. dkk. Adhesi juga dapat terjadi di sekitar uterus dan tuba fallopii. jaringan endometrial ini juga mengalami perkembangbiakan. Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang menderita endometriosis memiliki resiko lebih besar terkena penyakit ini juga. penggumpalan darah di pelvis akan menyebabkan adhesi/perlekatan di dinding dan permukaan pelvis. R James.

dkk. dkk. o Antibodi endometrial Sensitifitas dan spesifisitas berkurang 2. . dimetriose o Progestrogen. Lippincot Williams & Wilkins : Philadelphia. namun nilai klinis tidak diperlihatkan. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. 2002. (Scott. Uji serum o CA-125 Sensitifitas atau spesifisitas berkurang o Protein plasenta 14 Mungkin meningkat pada endometriosis yang mengalami infiltrasi dalam. Pengobatan Hormonal Pengobatan hormaonal dimaksudkan untuk menghentikan ovulasi. yang digunakan adalah : o Derivat testosteron. primolut o GnRH o Pil kontrasepsi kombinasi o Namun pengobatan ini juga mempunyai beberapa efek samping. Obat-obatan ini bersifat pseudopregnansi atau pseudo-menopause. antara lain : 1. R James. 2002. Widya Medica: Jakarta Spero f. ) Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan yang dilakukan untuk membuktikan adanya endometirosis ini antara lain : 1. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi.(Scott. seperti danazol. Leon. seperti provera. Widya Medica: Jakarta ) Terapi Terapi yang dilakukan ditujukan untuk membuang sebanyak mungkin jaringan endometriosis. 2005) dan (Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. R James. Teknik pencitraan o Ultrasound Dapat membantu dalam mengidentifikasi endometrioma dengan sensitifitas 11% o MRI 90% sensitif dan 98% spesifik o Pembedahan Melalui laparoskopi dan eksisi. sehingga jaringan endometriosis akan mengalami regresi dan mati.

hipotensi ortostatik Depresi. Bradikinesia (pergerakan lambat). demensia Wajah seperti topeng Komplikasi Komplikasi terbanyak dan tersering dari penyakit Parkinson yaitu demensia. berkeringat. 5. 4. dan trauma karena jatuh. Etiologi Penyakit Parkinson sering dihubungkan dengan kelainan neurotransmitter di otak dan faktorfaktor lainnya seperti : 1. Widya Medica: Jakarta) Penyakit Parkinson Pengertian Penyakit Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif pada sistem saraf. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Manifestasi Klinis Penyakit Parkinson memiliki gejala klinis sebagai berikut : 1. 6. yang ditandai dengan adanya tremor pada saat beristirahat. atau penyebab lain yang tidak diketahui. 2002. genetik. R James. aspirasi. toksisitas. 3.2. Defisiensi dopamine dalam substansia nigra di otak memberikan respon gejala penyakit Parkinson 2. hilang secara spontan Tremor yang menetap Tindakan dan pergerakan yang tidak terkontrol Gangguan saraf otonom (sulit tidur. (Scott. Etiologi yang mendasarinya mungkin berhubungan dengan virus. 2. Penatalaksanaan Medis . dkk. Pembedahan Bisa dilakukan secara laparoscopi atau laparotomi. tergantung luasnya invasi endometriosis. kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot.

dan lipat siku. Dermatitis Atopik Pengertian Dermatitis atopik adalah peradangan kulit yang melibatkan perangsangan berlebihan limfosit T dan sel mast. alergi renitis (influensa). Manifestasi Klinis Dermatitis atopik dimulai sejak selama anak-anak. karpet. inhibitor dekarboksilat. Levodopa. keringat. termasuk di antaranya faktor genetik. Tipe gatal kronik yang sering timbul. yang mrupakan keluhan utama orang mencari bantuaan. dalam keadaan yang sering disebut eksema. untuk membantu pengurangan L-dopa di dalam darah dan memperbaiki otak. dikombinasi dengan karbidopa. 3. Menggunakan monoamine oksidase inhibitor seperti deprenil untuk menunda serangan ketidakmampuan dan kebutuhan terapi levodopa. Antikolinergik untuk mengurangi transmisi kolinergik yang berlebihan ketika kekurangan dopamin. dan faktor imunologis. 5. Amantidin yang dapat meningkatkan pecahan dopamine di dalam otak. bahan kimia (alkohol. bulu binatang. agonis dopamine yang mengaktifkan respons dopamine di dalam otak. Kata ³atopic´ berhubungan dengan tiga group gangguan alergi yaitu asthma. Gejala terbesar adalah pruritus hebat menyebabkan berulangnya peradangan dan pembentukan lesi. yang pertama tampak kemerahan. sinar matahari. dan dermatitis atopik. 2. merupakan prekursor dopamine. Bromokiptin. Pada anak yang lebih tua dan remaja lesi tampak lebih sering muncul di tangan dan kaki. Keringat berlebihan. Menghirup tungau debu rumah. serbuk sari. disebabkan lingkungan yang bersuhu panas/dingin dan kelembaban tinggi atau rendah. lumpur dan banyak kerak. Pada bayi lesi kulit tampak pada wajah dan bokong.astrigen) dapat memicu terjadinya rasa gatal pada kulit. di belakang lutut. Etiologi Dermatitis atopik ini penyebabnya adalah multifaktorial. Penggunaan sabun atau deterjen. Dalam keadaan akut. emosi. 4. trauma. boneka berbulu.Penatalaksanaan medis dapat dilakukan dengan medikamentosa seperti : 1. .

Krim atau salep corticosteroid bisa mengurangi ruam dan mengendalikan rasa gatal. Dermatitis kontak akan menyebabkan ruam yang besar. hydroxizini) bisa mengendalikan rasa gatal.Patofisiologi Dibandingkan dengan kulit normal. Setelah mandi dan dikeringkan segera oleskan obat topikal 2 kali sehari pada kelainan kulitnya. yaitu : y Dermatitis Kontak Iritan (DKI) Dermatitis kontak iritan dicetuskan dari paparan ke bahan yang toksin atau iritatif ke kulit . oleskan pelembab 2 kali sehari sehabis mandi. gunakan sabun yang mengandung pelembab. Supaya kulit tak menjadi kering. kekeringan kulit pada dermatitis atopik karena ada penurunan kapasitas pengikatan air. menjadi lebih gatal. Pada bagian kehilangan air mengalami kekeringan yang lebih lanjut dan peretakan dari kulit. Walaupun kulit sudah sembuh. dermatitis kontak dibagi 2. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada anak dengan dermatitis atopi yaitu alergi saluran napas dan infeksi kulit oleh kuman sthapylococcus aureus dan virus Herpes Simplex. Dermatitis Kontak Pengertian Dermatitis kontak adalah inflamasi pada kulit yang terjadi karena kulit telah terpapar oleh bahan yang mengiritasi kulit atau menyebabkan reaksi alergi. terutama dengan efek sedatifnya. gatal dan rasa terbakar dan hal ini akan bertahan sampai berminggu-minggu. Antihistamin (difenhidramin. Penatalaksanaan y y y y Mandi 2 kali sehari dengan air dingin. kehilangan air yang tinggi di transepidermal. Gejala dermatitis kontak akan menghilang bila kulit sudah tidak terpapar oleh bahan yang mengiritasi kulit tersebut. Etiologi Tergantung dari penyebabnya. Obat ini menyebabkan kantuk. pemakaian pelembab tetap dianjurkan untuk mengatasi kekeringan pada kulit. Gosokan dan luka garukan dari kulit karena gatal merupakan respon dari beberapa keluhan kulit di klinik. jadi sebaiknya diminum menjelang tidur malam hari. dan penurunan isi air.

Ruam bisa sangat kecil (misalnya sebesar lubang anting-anting) atau bisa menutupi area tubuh yang luas (misalnya dermatitis karena pemakaian losyen badan). bisa berlangsung selama beberapa hari atau minggu. Pencegahan Pencegahan dermatitis kontak berarti menghindari berkontak dengan bahan yang telah disebutkan di atas. gatal-gatal dan penebalan kulit yang bersifat sementara. bahan iritan yang paling sering menyebabkan DKI adalah popok bayi. Lepuhan akan pecah dan mengeluarkan cairan serta membentuk keropeng lalu mengering. biasanya dalam beberapa hari kemerahan akan menghilang. Pada awalnya ruam hanya terbatas di daerah yang kontak langsung dengan alergen (zat penyebab terjadinya reaksi alergi). Pada anak-anak. perhiasan logam. dan tidak disebabkan reaksi alergi. resleting dan objek logam lainnya.manusia. Manifestasi Klinis Efek dari dermatitis kontak bervariasi. neomisin pada antibiotik salep kulit. Alergen (bahan yang menyebabkan alergi) yang biasa menjadi penyebab DKA adalah bahan kimia yang mengandung nikel yang banyak terdapat di jam tangan. y Dermatitis Kontak Alergi (DKA) Dermatitis kontak alergi adalah reaksi kekebalan tubuh yang terjadi pada seseorang yang terlalu sensitif terhadap bahan kimia tertentu. latex pada sarung tangan dan pakaian karet. mulai dari kemerahan yang ringan dan hanya berlangsung sekejap sampai kepada pembengkakan hebat dan lepuhan kulit. bahan kimia yang sering terdapat pada sepatu kulit dan baju. peradangan mungkin belum terjadi sampai 24 ± 36 jam jam setelah kontak dengan bahan kimia tersebut. Ruam seringkali terdiri dari lepuhan kecil yang terasa gatal (vesikel). Jika zat penyebab ruam tidak lagi digunakan. potassium dikromat. Pada orang dewasa. reaksi kulit di daerah yang terpapar popok bayi yang disebabkan kontak terlalu lama dengan bahan kimia alami terdapat di air seni dan tinja. Selain itu dapat pula DKI terjadi di sekitar mulut karena kulit terpapar dengan makanan bayi ataupun air liur. Bila dilakukan . Sisa-sisa sisik. tetapi selanjutnya ruam bisa menyebar. Pada DKA. Bentuk alergi berbeda dari satu orang ke orang lain. Hal ini akan menyebabkan keadaan yang dinamakan ³diaper dermatitis´. DKI terjadi seringkali karena paparan sabun dan deterjen. Strategi pencegahan meliputi : y Bersihkan kulit yang terkena bahan iritan dengan air dan sabun.

penderita mengalami rasa gatal. dan kondisi ruangan terlalu lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung. penghindaran bahan iritan (penyebab iritasi) dan penggunaan krim yang mengandung hidrokortison (kortikosteroid) dapat membantu mengurangi gatal dan kemerahan di kulit. Gunakan sarung tangan saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga untuk menghindari kontak dengan bahan pembersih. siku. karena apabila dilakukan pengobatan secara individual maka akan mudah tertular kembali penyakit scabies. handuk. seprai. Tungau ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau bersifat mikroskopis. Scabies mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju. Penyakit ini mudah menular dari manusia ke manusia . Di dalam terowongan inilah Sarcoptes betina bertelur dan dalam waktu singkat telur tersebut menetas menjadi hypopi yakni sarcoptes muda. Bila hal ini dilakukan. Pada kasus yang berat. Scabies identik dengan penyakit anak pondok. gunakan pakaian pelindung atau sarung tangan untuk menghindari kontak dengan bahan alergen atau iritan. Akibat terowongan yang digali Sarcoptes betina dan hypopi yang memakan sel-sel di lapisan kulit itu. yang termasuk dalam kelas Arachnida. Bila sedang bekerja.y y secepatnya. . penyebabnya adalah kondisi kebersihan yang kurang terjaga. sanitasi yang buruk. dapat menghilangkan banyak iritan dan alergen dari kulit. tungau ini berbentuk bundar dan mempunyai empat pasang kaki . Pengobatan Hal paling penting dalam pengobatan dermatitis kontak adalah mengidentifikasi penyebab iritasi dan kemudian menghindarinya. Penyakit kulit scabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal bersama sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan secara serentak dan menyeluruh pada semua orang dan lingkungan pada komunitas yang terserang scabies. atau sisir yang pernah digunakan penderita dan belum dibersihkan dan masih terdapat tungau Sarcoptesnya. air. Sarcoptes betina yang berada di lapisan kulit stratum corneum dan lucidum membuat terowongan ke dalam lapisan kulit. Skabies Pengertian Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabei. obat yang diminum jenis kortikosteroid dan antiradang diperlukan untuk mengurangi peradangan dan gatal. dibutuhkan waktu dua sampai empat minggu untuk pemulihan iritasi dan kemerahan pada kulit. Pada kasus ringan dan sedang. Scabies menyebabkan rasa gatal pada bagian kulit seperti sela-sela jari. selangkangan. Etiologi Scabies disebabkan oleh Sarcoptes scabiei. bantal. kurang gizi. dari hewan ke manusia dan sebaliknya.

Glomerulonefritis post-streptokokus diakibatkan oleh pioderma yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes yang diinduksi skabies. bisa dilihat adanya kunikulus atau lorong di atas papula (vesikel atau plenthing/pustula). Dengan bantuan loup (kaca pembesar). Adanya tanda : papula (bintil). Komplikasi Impetiginisasi sekunder adalah komplikasi yang lazim ditemui dan umumnya berespon baik terhadap pemberian antibiotik oral maupun topikal.5%-1% . bekas-bekas lesi yang berwarna hitam. Pengobatan Pengobatan skabies yang terutama adalah menjaga kebersihan untuk membasmi skabies (mandi dengan sabun. sering ganti pakaian. handuk tidak boleh dipakai bersama. ekskoriasi (bekas garukan). tergantung pada tingkat pioderma. terutama pada kasus skabies berkrusta.Manifestasi Klinis Gejala klinis yang sering menyertai penderita adalah : y y y Gatal yang hebat terutama pada malam hari sebelum tidur. menjemur alat-alat tidur. dll) Obat antiskabies yang sering dipakai adalah : y y y Preparat yang mengandung belerang Emulsi benzoate benzilicus 25% Gamma benzene hexachloride 0. cuci pakaian secara terpisah. pustula (bintil bernanah). Dapat timbul limfangitis dan septikemia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful