1

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Biologi perikanan adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari keadaan ikan yaitu sejak individu ikan tersebut menetas (lahir) kemudian makan, tumbuh, bermain, bereproduksi dan akhirnya mengalami kematian secara alami atau oleh karena factor lain (Manda et al, 2009). Salah satu usaha yang dilakukan untuk memajukan dan mengembangkan perikanan adalah dengan melakukan penelitian tentang umur ikan, dimana penelitian ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bidang biologi perikanan. Karena data umur ikan yang dihubungkan dengan data yang lainnya dapat berupa data panjang atau berat tubuh dapat memberikan keanekaragaman mengenai umur ikan pada waktu matang gonad untuk pertama kalinya, lama hidup, mortalitas dan pertumbuhan serta reproduksi. Menurut Syamsudin (2001) perikanan adalah usaha manusia untuk memanfaatkan sumberdaya hayati perairan bagi kepentingan hidupnya, baik sumber hewani maupun sumber nabati. Djuhanda (2001) mengemukakan bahwa tiga seperempat dari permukaan bumi ini adalah perairan, baik itu perairan laut maupun perairan air tawar yang didalamnya dihuni oleh berbagai jenis ikan, tidak heran bila sekarang telah diketahui lebih dari 20.000 macam spesies ikan dan setiap tahunnya diketemukan lebih dari 100 spesies baru dimuka bumi ini. Ikan merupakan salah satu hasil perairan yang banyak dimanfaatkan oleh manusia karena mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya sebagai sumber protein hewani yang sangat potensial dengan kandungan protein berkisar antara 24 % yang tergantung dari jenis ikan dan daya cernanya 95%.

2. Oleh karena itulah mahasiswa perikanan diwajibkan untuk mengikuti praktikum tentang penentuan umur ikan ini. 1.2 Pembacaan umur ikan adalah ilmu pengetahuan yang cukup menarik dalam bidang perikanan terutama pembacaan umur ikan pada spesies-spesies ikan yang hidup di alam. Tujuan dan Manfaat Tujuan dari praktikum Penentuan Umur Ikan ini adalah untuk mengetahui perkiraan umur ikan tambakan (Helostoma temminckii) dengan melihat tulang otolith yang ada dibagian kepala ikan. Manfaat yang di dapat adalah dapat mempelajari bagaimana proses bertambahnya umur ikan dengan melihat pada tulang otolithnya. .

rahang atas dan bawah sama. Di kedua sisi tubuhnya terdapat gurat sisi. pola berupa garis tipis yang berawal dari pangkal celah insangnya sampai pangkal sirip ekornya. 2001). Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) Bentuk mulut proctractile yaitu mulut dapat disembulkan. bibir tebal dan mempunyai deretan gigi yang ujungnya tajam (Sumantasdinata. sementara sirip dadanya yang berjumlah sepasang juga berbentuk nyaris bundar. Sub Phylum: Craniata. Sub Klas: Gnathostomata. Sub Klas: Teleostei. Ikan tambakan memiliki tubuh berbentuk pipih vertikal.3 II. Klas: Pisces. Kurang lebih ada sekitar 43-48 sisik yang menyusun gurat sisi tersebut. Ikan tambakan menyukai keadaan yang sedikit agak hangat yang biasanya terletak pada ketinggian 150 – 750 meter dari permukaan laut. Ikan tambakan diketahui bisa tumbuh hingga ukuran 30 sentimeter (Daelami. Kisaran temperatur 25 – 30 derajat celsius dan pH netral ( Lesmana. 2001). Sirip punggung dan sirip analnya memiliki bentuk dan ukuran yang hampir serupa. Phylum: Chordata. namun mereka masih termasuk dalam spesies yang sama: ikan tambakan berwarna hijau dan ikan . Genus: Holostoma dan spesies: Helostoma teminckii.2001) Ada dua jenis ikan tambakan berdasarkan warnanya. TINJAUAN PUSTAKA Ikan Tambakan Klasifikasinya. Sub Ordo: Anabontaidei. celah mulut horizintal sangat kecil. Ordo: Labirinthia. Sirip ekornya sendiri berbentuk nyaris bundar atau mengarah cembung ke luar. Famili: Anabontaidea. 2001). (Saanin dalam Daelami.

penghuni dasar atau perairan dangkal dan luwes terhadap lingkungan. sedangkan ikan berumur panjang adalah ikan yang tergolong primitif. Penentuan umur suatu individu ikan dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu : (1) Cara langsung. Menurut Effendie (Dalam Pulungan. pergerakan lambat. (2) Cara tidak langsung yaitu pada individu spesies ikan yang masih hidup diperairan alami. ada juga jenis ikan tambakan yang ukurannya lebih kecil dari ikan tambakan kebanyakan dan bentuknya bundar nyaris menyerupai balon.4 tambakan berwarna pucat atau merah muda. pergerakan cepat. Variasi genetis ikan tersebut biasa dikenal dengan nama "gurami pencium kerdil" atau "balon merah muda". cara ini hanya dapat dilakukan pada individu spesies ikan budidaya. Dengan mengetahui umur ikan dan komposisi jumlahnya yang ada atau berhasil hidup dapat diketahui keberhasilan atau kegagalan reproduksi. Penentuan umur ikan secara tidak langsung dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu : (1) Dengan mempelajari tanda-tanda tahunan (Annulus) atau harian (Sirkulus) pada bagian-bagian tubuh yang keras. mempunyai alat pernafasan tambahan. Belakangan. Kemampuan untuk mengetahui umur dari suatu individu ikan telah dimulai beberapa ratus tahun yang lalu. (2) Metoda prekuensi panjang (metoda petersen) yaitu melalui pengukuran panjang . Meskipun pertumbuhan setiap individu ikan selanjutnya dipengruhi oleh faktor-faktor lingkungnnya. 2006). dan bila umur ikan diketahui dengan tepat maka analisa pertumbuhan ikan dapat dilakukan dengan baik (Effendie Pulungan. 2006) ikan-ikan berumur pendek adalah ikan yang tidak memiliki alat pernafasan tambahan.

1992) juga . tulang oprculum. 2009) Metoda penentuan umur dengan memperhatikan tanda-tanda tahunan pada bagian tubuh yang keras ini selalu dilakukan pada daerah subtropis (4 musim). duri sirip punggung atau dada. Selanjutnya Effendie (1992) menjelaskan tanda tahunan pada tubuh ikan tercatat pada sisik. Karena ikan-ikan yang hidup didaerah subtropis sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. 2001). Jadi tanda tahunan dari hasil susunan sirkuli yang rapat tidak begitu nyata bentuknya.. dalam Imelda. tulang. operculum. Pada ikan di daerah tropis walaupun mengalami hidup di dua musim. walaupun pertumbuhan sebenarnya sangat dipengruhi oleh faktor-faktor lingkungan (Moyle dan Cech. dimana pada musim dingin pertumbuhan tubuh ikan hampir terhenti atau lambat sama sekali. Hoffbaur (dalam Effendie. Umur merupakan salah satu penduga terbaik dalam menentukan tingkat pertumbuhan relatif pada ikan. metoda ini biasanya diterapkan pada individu-individu spesies ikan yang hidup didaerah tropis (Manda et al. tulang punggung otolith (batu telinga). duri sirip dan tulang otolith yang menyebabkan terbentuknya susunan sirkulasi yang sangat rapat dan akhirnya membentuk annulus.5 tubuh ikan. kenyataannya suhu lingkungan sekitar tidak begitu mempengaruhi pertumbuhan sirkulasi pada bagian tubuh yang keras. Sehingga mempengaruhi pertumbuhan pada sisik. Penentuan umur ikan yang mungin untuk dipraktekkan saat ini adalah dengan menggunakan metode frekwensi panjang (metode petersen) yang tergantung pada sifat reproduksi dan pertumbuhan ikan. vertebrae.

berperan membantu dalam keseimbangan dan menanggapi bunyi (Victor dalam Pulungan.6 menerangkan bahwa tanda tahunan yang terdapat pada sisik dikenal dengan annulus.nin. 2001). Sebagian diatom berbeda nyata pada diatom morfologi otolith yang terjadi diantara ikanikan bertulang sejati yang memberi kesan bahwa otolith ini mempunyai peranan penting untuk pendengaran. suatu proses yang berhubungan dengan masa peredarannya bergantung pada laju dalam metabolisme kalsium dan pada asam amino sintesis. Kolagen yang mempunyai protein otoline. Pertumbuhan otolith mempunyai permukaan dan endapan material. pangkal duri sirip dada. Otolith terbentuk dari kalsium karbonat yang mengeras didalam saluran kanal dari sirkulasi pada tulang ikan yang menonjol. Hasil tersebut merupakan formasi tambahan dari pertumbuhan harian dalam otolith tersebut. tulang operculum.2006). tulang vertebrae. tersususn secara kontingen atau penambahan unit dan suatu unit pengawasan (Morales. Bagian-bagian tubuh yang keras untuk pembacaan umur suatu individu ikan tersebut menurut (Lagler et al dalam Pulungan. Untuk menentukan umur suatu individu ikan maka kita dapat juga melihat pada bagianbagian tubuh yang keras. 2006) yaitu sisik kunci. dan tulang otholit. dalam Imelda. dalm bentuk magnetik dan berserabut. Otolith terutama tambahan dari kristalisasi kalsium karbonat. Penelitian tentang umur dari suatu individu ikan yang berasal dari perairan sudah dilakukan sekitar 100 tahun yang lalu (Ricker dalam Manda. . 2009).

BAHAN DAN METODE .7 Sisik kunci pada ikan bersisik cycloid terletak di atas garis linea lateralis 3 baris sisik di depan pangkal dasar sirip punggung bagian depan dan pada ikan bersisik ctenoid terletak di bawah garis linea lateralis di belakang ujung dasar sirip dada. III. Arah ke posterior tubuh. Tulang otholit terletak di bawah otak. berjumlah sepasang.

aquades. pensil dan penghapus yang digunakan untuk menggambar ikan. 3. Yang bertempat di Laboratorium Biologi Perikanan. 9 November 2009 pada pukul 10.3 Metode Praktikum Praktikum ini menggunakan metode objektif yaitu objek yang diteliti dan diamati langsung dengan seksama.00 WIB. serbet untuk membersihkan meja dan nampan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. crystal bond. khususnya literature yang berhubungan erat dengan praktikum yang dilaksanakan. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin. Sedangkan alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah nampan yang berguna untuk tempat ikan yang dijadikan objek. Sedangkan penggaris berguna untuk mengukur tubuh ikan yang dijadikan objek tersebut.1.8 3. disamping itu diperkuat dengan melakukan studi ke perpustakan.2 Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam praktikum Penentuan umur ikan adalah Ikan Tambakan (Helostoma temmincki). tali counter. dan alat-alat tulis seperti pena. hot plat untuk memanaskan. 3.30-13. . timbangan Sartorius untuk menimbang berat otolith. mikroskop untuk pengamatan otolith. gunting untuk membelah tubuh ikan.

4 Prosedur Praktikum 1. 9.1. Asah kembali otolith sampai tipis 10. 5. Ikan dipotong dekat dengan bagian operculum kemudian dipatahkan kepalanya agar tulang otolith kelihatan. Letakan sedikit crystal bond diatas objek glass emudian panaskan diatas hot plate agar crystal bond meleleh. Ukur morphometrik 2. Letakan kembali otolith kembali diatas hot plate sampai crystal bond meleleh. Otolith dimasukan ke dalam nampan yang berisi air setinggi batu asahan 7. Setelah meleleh letakan tulang otolith diatas crystal bond 6. Setelah itu tulang otolith kiri dan kanan diambil 4. Tulang otolith diasah sampai separuh terputus. otolith didirikan. Lihat dibawah mikroskop garis-garisnya dan gambarkan. Hasil . Tulang otolith yang sudah tipis dimasukan ke dalam larutan blitz (larutan pemutih) 11. 3. 8. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.9 3.

BdH= 37 mm .2.Hdl = 49 mm Otolith Kiri Otolith Kanan Gambar 2. Pembahasan . Morfologi ikan Tambakan (Helostoma temmincki) Ukuran Morphometrik Ikan Tambakan (Helostoma temmincki): Ikan Tambakan 1 . Otolith Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) 4.SL = 110 mm .SL = 108 mm .BdH = 36 mm .HdL = 50 mm Ikan Tambakan 2 .TL = 140 mm .10 Berdasarkan hasil praktikum Penentuan umur ikan tambakan (Helostoma temmincki) diperoleh hasil sebagai berikut: Gambar 1.TL = 138 mm .

Untuk ikan yang lain masa pemijahan panjang menyebabkan terdapat pertumpuan ukur dari umur yang berbeda. Satu jenis ikan berbeda besarnya disebabkan karena lebih umur atau keadaan tempat hidupnya. sampel yang digunakan dengan mengambil tulang otolith yang terletak dibagian dalam kepala ikan. Puncak inilah yang dipakai tanda kelompok umur ikan. . bila frekuensi panjang tersebut digambarkan dengan grafik akan membentuk beberapa puncak. Panjang baku dihubungkan dengan panjang otolith.2006). Tanda tahunan pada otolith ada yang dapat dibaca langsung dibawah mikroskop tetapi kebanyakan tidak. Ikan mempunyai satu umur tersendiri membentuk suatu distribusi normal. Cara lain untuk menentukan umur ikan dengan menggunakan metode Petersen yaitu dengan menggunakan frekuensi panjang ikan. maka tidaklah mungkin memberikan ukuran bagianbagian ikan sebagai tanda untuk identifikasi dalam ukuran mutlak. Perhitungan umur ikan ini harus dapat dikatakan kurang berhasil dikarenakan garis-garis annulusnya kurang jelas dan terlalu rapat sehingga hanya dapat dibuat gambar otolithnya saja.11 Dalam praktikum penentuan umur ikan ini. melainkan harus meratakan permukaan agar dapat dilihat dengan hasil yang baik. Sektor panjang rata-ratanya. Tanda tahunan terjadi karena adanya kelambatan pertumbuhan yang disebabkan oleh musim dingin atau kekurangan makanan atau faktor lain (Effendie dalam Pulungan. karena setiap pertambahan panjang baku maka panjang kepala akan bertambah sehingga pertumbuhan otolith akan bertambah juga. misalnya cm yang merupakan ukuran dalam mengidentifikasi.

.12 V. Dari hasil yang termudah untuk mengetahui berapa umur suatu spesies ikan dapat dilihat dari lingkaran harian atau tahunan yang terdapat pada tulang otolith. Saran Selama berlangsungnya praktikum hendaknya para praktikan melaksanakan tugasnya dengan tertib dan serius serta dapat menjaga kebersihan dari ruangan yang dipergunakan sebagai tempat praktikum yang mana nantinya akan dapat menambah semangat dari praktikan itu sendiri untuk melaksanakan tugasnya dan praktikum pun dapat berjalan dengan lancar dan efesien. KESIMPULAN Dalam menentukan umur individu ikan dapat diamati berdasarkan tandatanda tahunan (Annulus) yang dimiliki oleh ikan tersebut.1.2. 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Otolith tersusun dari kontraksi kalsium karbonat dalam bentuk organic dan berserat. tulang operculum. Pertumbuhan tulang otolith melalui permukaan dan endapan material suatu proses yang berhubungan dengan massa. tulang vertebrae. kolagen yang menyerupai protein otolith. duri sirip dan tulang otolith. Dengan mengamati sisik kunci.

Pekanbaru. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis juga mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan kearah yang lebih baik. karena atas berkat rahmat dan petunjuknya penulis dapat menyelesaikan laporam Bioper dengan judul “ PENENTUAN UMUR IKAN ” tepat pada waktu yang telah ditentukan.i 13 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada dosen mata kuliah biologi perikanan serta para asisten yang telah membantu penulis selama praktikum sampai pada penulisan laporan ini. Di samping itu. November 2009 Serli Salita . penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini.

14 Wahyu anggraini LAPORAN PRAKTIKUM BIOPER PENENTUAN UMUR IKAN OLEH : SERLI SALITA 0804134278 BDP LABORATORIUM BIOLOGI PERIKANAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2009 .

.................................................................................. Saran ..... 3..........................................2................................................................................. ii BAB I 1.......................................4... Bahan dan Alat ......2....... 11 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 5......................................................1...3. PENDAHULUAN Latar Belakang ........... ...... i DAFTAR ISI .................2........................ Metode Praktikum ........................... 1 Tujuan dan Manfaat... 12 5.. Pembahasan ............................................ Prosedur Praktikum ......................................................................................... Hasil ........... 3 BAB III 3........... 3.......2................ii 15 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ..1.................. 8 8 8 9 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.....1........................ 1................................................... 10 4..................................... Kesimpulan ..............1......................................................... BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat ............................................................................ 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................... 3......................................... 12 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .....................................

16 LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA .

Pekanbaru Pulungan et al. H. Universitas Riau.Biologi Perikanan. Manda et al. 2001. S. 1984. Jakarta. K. 245 halaman. 2003. Penentuan Umur Ikan Nila(Oreochromis niloticus). 2009. Lingga. Jakarta. Bogor. Penebar Swadaya. A. Bina Cipta. Faperika Unrri Lesmana. Ikan Air Tawar Indonesia.net. Kualitas Air Untuk Ikan Air Tawar. D. Bina Cipta. Imelda. 1984... 237 hal. Universitas Riau. 508 halaman. Bogor. 166 hal. Jakarta. 2006. Usaha Pembenihan Ikan Air Tawar. D. Susanto. 2001. Sumantadinata. Pekanbaru Saanin. 2001.Iptek. S. www. P dan H. Penebar Swadaya (Anggota IKAPI). Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan 2.17 Daelami. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan 1. Pengembiakan Ikan-Ikan Peliharaan di Indonesia.id Lampiran : Alat-alat yang digunakan dalam praktikum . Penuntun praktikum Biologi Perikanan. Penebar Swadaya. 2001.

18 Nampan Serbet Pena Pensil Penghapus PENUNTUN lIMNOLOGI Penggaris Fakultas perikanandan ilmu kelautan Uversitas Riau Pekanbaru 2004 Buku penuntun praktikum Mikroskop Batu Asahan Hot plate Timbangan sartorius .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful