SIMULATOR PENGHITUNG JUMLAH ORANG PADA PINTU MASUK DAN KELUAR GEDUNG

Tugas Akhir Diajukan untuk memenuhi tugas dan syarat guna memperoleh Gelar Ahli Madya Jurusan Teknik Elektro pada Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun Oleh : Nama NIM Prodi Jurusan : Achmad Miftachudin : 5351303010 : Teknik Elektro D3 : Teknik Elektro

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

HALAMAN PENGESAHAN Laporan Tugas Akhir ini telah dipertahankan dihadapan dosen penguji Tugas Akhir Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Pada Hari Tanggal : Kamis : 16 Agustus 2007

Pembimbing, Penguji II Penguji I

Subiyanto, S.T, M.T NIP.132 309 137

Drs.Sutarno, M.T NIP.131 404 308

Ketua Jurusan

Ketua Program Studi

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T NIP. 131 570 064 Mengetahui Dekan Fakultas Teknik

Drs. Agus Murnomo,M.T NIP. 131 616 610

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

ii

ABSTRAK Achmad Miftachudin, 2007. ”Simulator Penghitug Jumlah Orang Pada Pintu Masuk dan Keluar Gedung”. Tugas Akhir, Teknik Elektro D3. Fakultas Teknik . Universitas Negeri Semarang.

Latar Belakang dari pembuatan simulator ini adalah memudahkan pengitungan orang dalam gedung. Simulator ini dapat digunakan dalam pabrik ataupun dalam tempat – tempat hiburan. Karena alat ini menghitung setiap orang yang masuk / melewati sensor LDR. Oleh karena itu dibuatlah suatu alat dalam bentuk miniatur atau dalam skala percobaan dengan panjang 42 cm, lebar 40 cm, tinggi 23cm dan tinggi pintu 10 cm, lebar 6,5 cm. Alat ini dikendalikan otomatis dengan menggunakan mikrokontroler AT89S51. Dari hasil percobaan pertama malam hari pada kondisi hujan dapat mendeteksi dan menghitung orang masuk dan keluar dengan persentase kesalahan 0%. Kedua malam hari pada kondisi normal atau tidak hujan dapat mendeteksi dan menghitung orang masuk dengan persentase kesalahan 0%. Ketiga pada siang hari pada kondisi normal dapat mendeteksi dan mengitung orang dengan persentase kesalahan 0%. Keempat pada siang hari pada kondisi hujanl dapat mendeteksi dan mengitung orang dengan persentase kesalahan 0%. Hasil dari percobaan maka dapat disimpulkan bahwa simulator ini persentase kesalahannya adalah 0%. Dan dipastikan akan mengurangi dari pekerjaan manusia. Kesimpulan dari hasil pengujian mesin simulator ini adalah simulator ini sangat akurat mendeteksi dan menghitung setiap pengunjung yang masuk dan keluar gedung. Simulator ini juga berfungsi sebagai penghitung obyek atau batang pada jalur conveyer pada suatu industri. Saran dari hasil percobaan adalah apabila ada orang yang masuk secara bersamaan hanya dapat mendeteksi satu. Dan sensor harus dipasang pada pertengahan pintu karena bisa mendeteksi orang kedua orang pendek dan tinggi.

iii

” ( AL Hasyr : 18) “ Maka tetaplah kamu dijalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu dan orang yang telah tobat beserta kamu. mungkin mereka akan kalah. bertaqwalah kamu kepada Alloh dan hendaklah setiap hari memperhatikan apa yang sudah dipersiapkannya untuk hari esok. ( QS. “Johann Wolfgang Von Goethe” iv . Dan juga kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia maha melihat apa yang kamu kerjakan”. tetapi mereka juga sedang memulai kemenangan. dijadikan perkaranya menjadi mudah ” (Ath. sebelum kita mencobanya dan jadikan permasalahan yang kita hadapi sebagai peluang untuk “ mendewasakan diri” Ide yang berani itu seperti pemain catur yang bergerak maju. Sesuatu itu tidaklah sulit. Hud : 112 ) Taqwa akan membawa seseorang pada nuansa hidup tentram.MOTTO “Wahai orang-orang yang beriman. Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. “ Barang siapa bertaqwa kepada Allah.Thalaq :4).

Arief. dorongan. Sigit. rasa terima kasih dan sayang yang tiada terkira karya tulis ini saya persembahkan kepada : 1. Teman-Teman ku yang telah membantu aku (Dedi Notol. Jepri. Emha Robben. Dika Bomber. Asrof Gundul. Batitsta.PERSEMBAHAN Sebuah karya yang sederhana ini kan kupersembahkan kepada mereka yang memiliki diriku & telah menjadi bagian dari hidupku yang selama ini tak henti-hentinya dan tak bosan-bosannya dengan tulus ikhlas memberikan doa. rasa hormat. Ridho-Penky. bimbingan. serta kasih dan sayang yang tulus suci. Sigesit-irit dan tman2 yang lainnya) 5. berserta kakaku dan adikku tercinta di rumah 4. Edi K@mpung Kali. Amir. Sebagai wujud dan tanpa mengurangi rasa syukur. Allah SWT 2. Almamater yang kubanggakan v . Nabi Junjungan kita Muhammad SAW 3. nasehat. Ayahanda dan Ibunda.

berkat bantuan dari beberapa pihak yang dengan ikhlas telah banyak membantu dalam penyusunan Tugas Akhir ini. tentunya tidak terlepas dari bantuan. amien. Oleh karena itu pada kesempatan ini perkenankan penulis sampaikan ucapan terima kasih. vi .KATA PENGANTAR Puji dan puja syukur atas segala limpahan dan karunia-Nya patut dan wajib kita tujukan kepada Allah SWT. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini. bimbingan serta dukungan yang penulis terima dari berbagai pihak. namun hanya dengan kata-kata itulah dan penghargaan setulus hati yang dapat penulis persembahkan. selanjutnya salam serta shalawat untuk sang penginterupsi sejarah yakni Nabi dan Rosul Allah Muhammad SAW karena beliau telah membuka zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang dibawah panji-panji islam dan semoga kita semua masih konsisten dalam menjalankan amanah sekaligus cita-cita beliau. Sang Maha Bijak lagi Bijaksana. Dengan mengucap Alhamdulillah penyusun dapat menyelesaikan tugas Akhir (TA) dengan judul " Simulator Penghitung Jumlah Orang Pada Pintu Masuk dan Keluar Gedung ". Meskipun ucapan terima kasih saja tidaklah cukup untuk membalas.

Keluarga tercinta yang senantiasa memberikan dorongan dan do’a nya. DR. S. MT. Bapak Drs. selaku dosen Pembimbing yang telah memberi masukanmasukan dan fikirannya kepada penulis. Temen-temenku anak Teknik Elektro D3’2003………kompak slalu and smangat truzzz……!!!!! 7. M. MT.T. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro 3. Semarang.Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus penulis sampaikan kepada : 1. Sutarno. 5. Agustus 2007 Penyusun Achmad Miftachudin vii . Bapak Prof. 6. Drs. Kepada tuan mudaku yang selalu menemani aku pergi” AA 5740 LE” 9. Subiyanto.T selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan dan arahan pada laporan ini. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang 2. Soesanto. Temen-temenku kost Just Tice ayo maju bae……!!!!!! 8. Djoko Adi Widodo. 4. Temen-temenku yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu.

.. 3 viii .......................................................... B...................................................................................................................................................................................................... 1 1 2 2 2 3 F................. Manfaat .............................. ABSTRAK ............................. Batasan Masalah ........................ E.................. D........................... Sistematika Penulisan………………………………………………….................. i ii iii iv v vi viii xi xii xiv BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………… ............................. KATA PENGANTAR ................................... DAFTAR GAMBAR .......................................................... C...................... Tujuan .............................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.................................................................................... Perumusan Masalah…………………………………………………..................................... DAFTAR ISI .......................................................................................................................... ................................................................................................. Latar Belakang ................... HALAMAN PERSEMBAHAN ....................... A................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ..................... DAFTAR TABEL ........................................................................................................................... HALAMAN MOTTO ...................... HALAMAN PENGESAHAN..................

..... 32 Pembuatan Miniatur Gedung .................... E........................... Perbedaan antara MCS-51 versi C dan S……............................... Umum ..... B........................................................................... 5 5 6 6 7 7 Pengorganisasian Memori........................................................................................ J............... 14 SFR (Special Function Register) .................................... M.............. G................................. I..... 12 Memori Data ......................................... E................................................... Bahasa Pemrograman Mikrokontroler.............................. L.......... 34 Rangkaian Sensor LDR . Sistem Mikrokontroller .......... 10 Memori Program..... 20 Port Parallel............ D....... 28 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUTAN........................................................................................................................................ ............. 26 Dekoder dan Seven Segment ............................................... C............. B............................... H.............. F......... 31 A................................................................ ....................... N............... 31 Langkah – langkah Pembuatan Alat ... C....................................................... 36 ix ........... 21 Port Serial.............................................. 19 Mode – Mode Pengalamatan .................................. 34 Pembuatan Catu Daya..................................... Komfigurasi Pin AT89S51.............. Mikrokontroller…............................................................ D.....................................BAB II TEORI PENUNJANG……………………………………………… ......................................................................................... ..................... K................ 23 LDR (Light Dependent Resistor) ......................... A...

...................................................... PengujiAlat ...................................... 53 BAB V PENUTUP.................. I.................................................................................................................................................... .......................................................... C..................................................................................F.. H... H...... 51 Display........................... E...... 45 Pengujian Rangkain LDR.................................................................................... 47 Pengujian Rangkain Catu Daya.. G...................................................................................... ..... 58 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x ...................................... 37 Rangkaian Mikrokontrller AT89S51..... 44 Pengujian Rangkain Mikrokontroller ...................... 44 A.............................. 58 Saran ............. D.......................................................................................... 41 BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA........... Kesimpulan.. 52 Hasil Pengujian dan Pembahasan ALat.............................. Rangkain Seven Segment....................... 48 Pembahasan .......................... 50 Unit Pusat Kontrol ................. B............... F................................................. 58 A................................................. 50 Sensor LDR ................ G................................ B............................ 38 Prinsip Kerja Alat ..................................................

...................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Special Function Regist.................................................................... Pemilihan Mode Timer2 ......................................................................................... Hasil pengukuran Tegangan Output Catu Daya... Pengukuran LDR. T2 CON Timer / Counter 2 Control Register................................ 19 24 26 82 49 xi ....................................................

.......................................................................................... Gambar 14 Diagram Alur Perancangan Alat ....................... Gambar 5 Pengaksesan Memori Data Eksternal................... Gambar 4 Eksekusi Memori Program Eksternal................................................................................................................................................................................................................................................... Gambar 12 Decoder BCD to Seven Segmen ................................................................................... Gambar 7 Blok Lower 128.......................... Gambar 16 Rangkaian Catu Daya.............. Gambar 8 Blok Upper 128 .................................................................................. ......................................... Gambar 9 Simbol LDR ..... Gambar 19 Gedung tampak dari depan...................................................................................................................................... Gambar 10 Kontruksi LDR.................................................................................................................... xii 8 11 12 14 15 16 17 18 18 28 29 30 32 33 34 35 36 37 38 ....................................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1 Konfigurasi Pin AT89S5..................... Gambar 3 Memori Program ..................................................................... Gambar 2 Struktur Memori MCS-5 ........................................................ Gambar 15 Miniatur Gedung .................... Gambar 18 Ruangan yang di pasang sensor ................................................ Gambar 11 Light Emitting Dioda . Gambar 13 Diagram Blok Alat ................. Gambar 17 Gambar Driver LDR............................................................ Gambar 6 Data Memori Internal ..................................

.................... Gambar 23 Pengujian Osilator ............ 39 41 46 47 48 xiii ................................................Rangkaian Lengkap Simulator Penghitung orang..... Gambar 24 Diagram blok pengukuran catudaya.................................................... Gambar 22 Pengujian bentuk gelombang Reset ............................ Gambar 21....Halaman Gambar 20 Rangkaian Mikrokontroller AT89S51 .................................................................

..Surat Keterangan Selesai Bimbingan .............................................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1....... Penetapan Dosen Pembimbing Tugas Akhir Mahasiswa ........................... CA3140A......... Lampiran 2........ Spesifikasi CA3140..... Lampiran 7................................ Surat Keterangan Selesai Revisi..... Lampiran 3........ 60 61 62 63 64 67 71 xiv ............................................... Skema Rangkaian Penghitung ............ Lampiran 5.................................................. Lampiran 6.............Spesifikasi AT89S51 ... Lampiran 4.....Spesifikasi BCD TO 7-Seven Segment Dekoder/Driver.....................

Untuk itu kita perlu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dengan seksama. Penggunaan komponen mikrokontroller itu saat ini dapat dipastikan telah dapat diaplikasikan hampir pada semua peralatan-peralatan yang menggunakan sistem kontrol. Aplikasi kontrol dapat berguna bagi kehidupan manusia maupun dalam bidang industri. Dalam tugas akhir ini penulis akan membahas tentang peralatan elektronika yaitu alat penghitung orang masuk dalam gedung. Alat ini dapat memperkecil atau mengantisipasi manakala terjadi keributan dalam memilih tempat duduk.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Beberapa dekade terakhir perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi khususunya teknologi dan pengetahuan dibidang elektronika telah begitu pesat perkembangannya. kalau tidak kita akan ketinggalan. atau stadion dan lain – lain. Mikrokontroller ini merupakan bagian dari suatu system mikroprosesor yang berorientasi kontrol dengan rangkaian pendetak (clock generator) yang dipaket 1 . Salah satunya adalah istem pendeteksi pengunjung yang keluar masuk gedung secara otomatis yang dikontrol oleh mikrokontroller. Alat ini dapat digunakan didalam kapal. dan memungkinkan untuk menciptakan perangkat yang mendukung kinerja manusia lebih praktis atau sebagai alat bantu kerja yang efisien. Karena alat ini membatasi jumlah orang yang masuk. gedung pertunjukan. fungsi alat ini adalah menghitung setiap orang yang masuk dalam gedung ataupun yang keluar gedung.

Merancang-bangun suatu simulator yang dapat menghitung jumlah orang dalam suatu gedung atau ruangan apabila ia melintas dan melewati LDR yang dipasang di pintu masuk dan pintu keluar gedung. Tujuan Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah : 1. B. Bagaimana prinsip kerja dari simulator penghitung pintu otomatis menggunakan rangkaian sensor LDR.menjadi satu chip tunggal yang dapat di program dan didalamnya sudah memiliki rangkaian . (Didin Wahyudin. Mengetahui bagaimana caranya prinsip kerja dari sistem simulator penghitung tersebut.rangkaian pendukung sebagai mikrokomputer. 2. 2 . Perumusan masalah Berdasarkan latar belakang perumusan yang dikemukakan adalah: 1. Bagaimana cara membuat simulator alat yang dapat menghitung jumlah orang yang keluar masuk gedung dan perangkat lunak sebagai pengendalinya. C. Mikrokontroller ini mudah didapat dipasaran dan juga dari segi kapasitas karakteristik komponen mendukung untuk aplikasi kerja sistem yang dirancang. 2006) Berdasarkan pemikiran diatas pada kesempatan ini penulis mencoba merancang sistem kerja sebuah alat yang dapat mendeteksi jumlah orang yang keluar masuk gedung dengan menggunakan Mikrokontroller AT89S51. 2.

2. Sebagai sumber pembelajaran bagi mahasiswa teknik elektro Universitas Negeri Semarang. Memberikan manfaat teknologi dalam bidang mikrokontroller. 2. Memberikan kemudahan bagi penglola gedung untuk menghitung jumlah orang. permasalah dibatasi sebagai berikut: 1. E. maksimal jumlah yang dihitung 50. keluar atau masuk gedung. 3 . Manfaat dari pembuatan alat tersebut adalah bisa menentukan jumlah/kapasitas orang yang masuk dalam suatu gedung atau ruangan. 3.D. Sistem pengujian menggunakan simulasi dengan miniature gedung dua pintu. 4. Manfaat Adapun manfaat yang ingin diberikan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : 1. Fungsi alat yang dirancang sebagai penghitung jumlah orang dalam gedung dengan menggunakan sistem kontrol mikrokontroller AT89S51. Batasan Masalah Untuk memfokuskan permasalahan dan menghindari salah pengertian tentang perancangan alat.

LDR. Decoder seven segment. BAB III PERANCANGAN ALAT Bab ini berisi tahap – tahap perancangan alat mulai dari tujuan. sistematika penulisan. sampai ketahap perakitan alat. percobaan. daftar tabel. halaman pengesahan. Sistematika Penulisan 1. perancangan. persembahan abstrak. 4 . daftar isi. manfaat. diantaranya teori tentang mikrokontroller. 2. BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN Pada bab ini membahas tentang hasil dari perancangan dan pengujian alat serta menganalisa prinsip kerja alat tersebut. kata pengantar.F. batasan masalah. perumusan masalah. BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini membahas tentang teori – teori yang berhubungan dengan alat yang dirancang. tujuan. dan daftar lampiran. Bagian isi terdiri dari: BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisikan latar belakang. Bagian akhir terdiri dari: BAB V PENUTUP Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran. motto. gambar. 3. Bagian awal Bagian ini terdiri dari halaman judul.

AT89C1051/2051/4051 3. Mikrokontroler umunnya dikelompokkan dalam suatu keluarga. Keluarga MC68H11 4.BAB II LANDASAN TEORI A. Keluarga PIC 8 Sedangkan keluarga MCS-51 dikelompokkan menjadi: 1. mikrokontroler merupakan sistem komputer yang mempunyai satu atau beberapa tugas yang sangat spesifik. AT89C51/52/53 2. Berikut adalah contoh-contoh keluarga mikrokontroler: 1. ROM jauh lebih besar dibanding RAM. Keluarga MC68HC05 3. sehingga sering disebut single chip mikrokomputer. sedangkan dalam komputer PC RAM jauh lebih besar dibanding ROM. Kelurga MCS-51 2. berbeda dengan PC yang memiliki beragam fungsi. Perbedaan lainnya adalah perbandingan RAM dan ROM yang sangat berbeda antar komputer dengan mikrokontroler. Lebih lanjut. AT89S51/52/53 5 . Keluarga AVR 5. Sistem Mikrokontroler Mikrokontoller merupakan sebuah sistem komputer yang seluruh atau sebagian besar elemenya dikemas dalam suatu chip IC. Dalam mikrokontroler.

sehingga untuk memprogramnya kita membutuhkan pemrogram khusus. Kemungkinan terjadinya salah posisi dalam pemasangan IC sangat besar. bahasa yang digunakan untuk pemrogramannya adalah bahasa tingkat rendah. Karena banyak hambatan dalam penggunaan bahasa assembly. Kompatibel dengan produk MCS-51 2. Downloader-nya agak sulit untuk dibuat sendiri. Pascal. C. Bahasa Pemrograman Mikrokontroler Secara umum.B. Perbedaan antara MCS-51 versi C dan S Generasi awal MCS-51 adalah mikrokontroler generasi C. sehingga IC mudah rusak. Mikrokontroler hanya dapat diprogram secara parallel. Untuk MCS-51. Sistem seperti demikian memiliki kelemahan yaitu: 1. 4. bahasa tingkat tinggi yang banyak dikembangkan antara lain BASIC. terutama didaerah yang fasilitasnya kurang. yaitu AT89C51 dan AT89C52. banyak berkembang komputer atau penerjemah untuk bahasa tingkat tinggi. yaitu bahasa assembly. Setiap mikrokontroler memiliki bahasabahasa pemrograman yang berbeda. 2. dan bahasa C. Tidak praktis karena harus selalu mercabut pasang IC. diantaranya: 1. 8 kbyte in system programmable flash memory 6 . tetapi jika membeli harganya relative mahal. D. 3. IC mudah rusak karena sering dicabut-pasang dan kerusakan yang paling sering adalah patah kaki IC. Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler AT89S51 memiliki fitur.

3. sehingga terdapat 4 port.5 v 5. Saluran UART serial Full Duplex 12. Dapat deprogram sampai 1000 kali pemrograman 4. Mode low-power Idle dan power-down 13.33 Mhz 6. Tiga buah timer / counter 16 bit 10. Tiga tingkatan program memori lock 7. port 1. Wtchdog timer E. Delapan buah sumber interupsi 11. yaitu port 0. 7 . Beroperasi antara 0. dan port 3. port 2. Tegangan kerja 4. 256 x 8 bit RAM internal 8. Konfigurasi Pin AT89S51 AT89S51 mempunyai 40 kaki digunakan untuk keperluan port parallel. Konfigurasi pin akan ditunjukan pada gambar dibawah ini. Setiap port terdiri atas 8 pin. Interupt recovery dari mode power-dow 14. 32 saluran I/O 9.0 – 5.

Konfigurasi Pin AT89S51 Fungsi bebrapa pin AT89S51 1. Pin ini harus diberi logika 1 selama 2 siklus mesin untuk mengaktifkannya. RST Mengembalikan kondisi kerja mikrokontroler pada posisi awal. VCC Dihubungkan ke sumber tegangan +5V.Gambar 1. 8 . 2. GND Dihubungkan ke Ground 3.

Pin ini berfungsi pula sebagai input pulsa program selama Flash Programing. XTAL 2 Out put dari penguat inverting osilator. PSEN Program Store Enable adalah membaca strobe ke memori program eksternal. Pada operasi normal. 5. 9 . 8. EA/ Vpp External Access Enable atau EA harus dihubungkan ke Vcc untuk mengeksekusi program internal. PSEN diaktifkan dua kali setiap mesin bekerja. EA harus dihubungkan ke ground. ALE megelurkan nilai konstan 1/16 frekuensi osilator. ALE /PROG Pulsa output ALE akan low byt eselama mikrokontroler melakukan pengaksesan ke memori eksternal. XTAL1 Input kepenguat inverting ocilator dan masukan ke rangkain clock ineternal. Jika mengoperasikan ALE. mikrokontroler dapat di-sable oleh setting bit 0 dari SFR dengan lokasi BEH. 7. 6.4. Ketika AT89S51 mengeksekusi kode dari program memori eksternal. Satu pulsa ALE dilewati setiap akses ke memori data eksternal. Untuk mengakses memori eksternal.

Bila memerlukan. Program memori hanya dapat dibaca (diletakan pada ROM / EPROM). sehingga dapat langsung disimpan dan dimanipulasi oleh mikrokontroler dengan kapasitas akses 8 bit. Dalam pengaksesan. Pengorganisasian Memori Semua perangkat MCS-51 memiliki ruang alamat tersendiri untuk memrogram memori dan data memori. 10 . Untuk membaca program memori eksternal. mikrokontroler akan mengirimkan sinyal PSEN (Program Stoer Enable). Pemisahan program dan data memori memungkinkan pengaksesan data memori dan pengalamtan 8 bit. untuk pengaksesan data memori dengan alamat 16 bit. kita dapat mnenggunakan RAM eksternal (maksimun 64 Kbyte). program memori dan eksternal data dapat dikombinasikan dengan menyatukan sinyal RD dan PSEN ke dalam input gerbang AND dan menggunakan output dari gerbang sebagai sinyal read (baca) untuk program memori atau eksternal data. Namun. mikrokontroller akan mengirimkan sinyal RD (Read yaitu melakukan pembacaan penulisan data ) WR (Write yaitu opoerasi penulisan data ).F. Sebagai data memori eksternal. kita harus terlebih dahulu register DPTR(Data Pointer).

Struktur Memori MCS-5 (Didin Wahyudin.MEMORI PROGRAM (HANYA DI BACA) EKSTERNAL FFFFH FFH MEMORI DATA (BACA / TULIS) INTERNAL 0000H EA = C EKSTERNAL EKSTERNAL 00H FFFFH PSEN EKSTERNAL 0000H WR RD Gambar 2. 2006 : 11) 11 .

G. Memori Program CPU akan memulia eksekusi program dari lokasi alamat 0000H setelah reset. Seperti terlihat pada gambar ini , setiap instruksi mnendapatkan lokasi sendiri pada memori program (aturan dikenal sebagai interrupt vektor). Sebuah interupsi akan menyebabkan CPU melompat ke lokasi interupsi yang bersangkutan, yaitu letak subrutin layanan interupsi, kemudian mengeksekusinya.

Timer 2 Port Serial Timer 1 Interupsi Eksternal Timer 0 Interupsi 0

LOKASI INTERUPSI

reset

(0033H) 0028H 0023H 0018H 0013H 0006H 0003H 0000H

8 BITS

Gambar 3. Memori Program (Didin Wahyudin, 2006: 12) Lokasi layanan interupsi menempati lokasi-lokasi dengan jarak 8 byte: 0003H untuk interupsi eksterenal, 000BH untuk timer 0, 0013H untuk inbterupsi eksternal 1, 001BH untuk timer 1, dan seterusnya. Jika suatu rutin layaman interupsi sangat pendek (kurang datri 8 byte ), maka seluruh rutin akan bisa disimpan pada lokasi interupsi, tetapi jiuka lebih dari 8 byte, maka harus digunakan suatu perintah lompat kelokasi rutin interupsi yang terletak pada lokasi yang telah ditentukan.

12

Alamat-alamat yang paling bawah dari memori program dapat berada dalam flash on chip maupun memori eksternal, tergantung pada pengkabelan pada pin EA atau eksternal akses ke Vcc (akses internal) atau Gnd (akses eksternal). Pada Mikrokontroler AT89S51 (dengan flash sebesar 8 K byte ), jika EA = Vcc, maka lokasi 000H hingga 1FFFH menempati memori internal, sedangkan lokasi 200H hingga FFFH menempati memori eksternal. Jika EA = Gnd, maka semua pengambilan instruksi langsung dilakukan pada memori eksternal. Untuk pengambilan program eksternal, kita dapat

menggunakan tanda baca PSEN , sedangkan pengaksesan instruksi pada memori internal tidak menggunakan PSEN. Gambar di bawah ini memperlihatkan suatu konfigurasi perangkat keras yang menggunakan EPROM eksternal. Port 0 dan port 2 dihubungkan dengan EPROM sebagai bus data dan bus alamat. Port 0 menjadi multipleks untuk alamat dan data. Port 0 mengirimkan byte bawah program COUNTER sebagai suatu alamat, kemudian, port akan berada pada keadaan mengambang (floating) karena menunggu kode byte dari memori program. Selama waktu byte bawah program COUNTER valid (benar) pada port 0, sinyal ALE dikirimkan , sehingga byte bawah program COUNTER akan dikunci (latch). Sementara itu, port 2 mengirimkan byte atas program counter. Kemudian, PSEN mengirimkan sinyal ke EPROM dan mikrokontroler unruk membaca byte kode. Panjang alamat memori program selalu 16 bit, tetapi jum;ah memori yang digunakan bisa kurang dari 64 K byte.

13

MCS-51 P1 P0 EA

MEMORI PROGRAM EKSTERNAL INSTR

ALE LATCH ADDR

PSEN

OE

Gambar 4. Eksekusi Memori Program Eksternal (Didin Wahyudin, 2006: 13) H. Memori Data Gambar ini menunjukkan konfigurasi perangkat keras pada saat mengakses RAM eksternal bila kapasitas memori yang dibutuhkan lebih dari 2 K byte. Dalam hal ini, CPU mengeksekusi program dari ROM internal. Port 0 berfungsi sebagai bus alamat atau data (bersifat multiplexer) terhadap RAM. Kemudian, 3 buah jalur dari port 2 digunakan untuk pemilihan halaman RAM (RAM page). CPU mengaktifkan sinyal RD dan WR berdasarkan kebutuhannya selama pengaksesan RAM eksternal.

14

2006: 14) Data memori eksternal dapat mencapai 64 KB. Pengalamatan data memori eksternal ada yang memerlukan lebar cukup 1 byte atau dengan 2 byte. pengalamatan 2 byte digunakan dengan catatan port 2 digunakan untuk mengirim high address byte (byte alamat atas). Pengalamatan dengan 1 byte sering digunakan asalkan satu atau lebih jalur I / O digunakan untuk memilih RAM page. Pengaksesan Memori Data Eksternal (Didin Wahyudin. Sebaliknya. seperti yang terlihat pada gambar. 15 .MCS-51 P1 P0 EA VCC MEMORI PROGRAM EKSTERNAL DATA ADDR ALE LATCH PAGE BITS RD WR P3 P2 I/O WE OE Gambar 5.

Gambar 6 menunjukkan bagaimana upper 128 dan ruang SFR menggunakan blok yang sama pada pengalamatan 80H sampai FFH. sehingga kapasitas maksimum sebuah alamat data adalah 256 byte.FFH UPPER 128 80H 7FH LOWER 128 0 DIAKSES HANYA DENGAN INDIRECT ADDRESSING FFH PENGAKSESAN DENGAN DIRECT ADDRESSING 80H DIAKSES DENGAN DIRECT MAUPUN INDIREST ADDRESSING SPECIAL FUCTION REGISTER Gambar 6. Namun demikian. upper 128 dan ruang Special Fucntion Register (SFR).2002: 6) Data memori internal dibagi menjadi beberapa bagian seperti pada gambar. Lebar alamat data memori internal selalu sebesar 1 byte. Memori internal dibagi menjadi 3 blok yang secara umum dibedakan menjadi lower 128. Pengalamatan langsung yang lebih tinggi dari 7 FH akan mengakses blok memori berbeda. mode pengalaman untuk internal RAM dapat diakomodasikan menjadi 384 byte dengan sedikit trik. walaupun secara fisik keduanya terpisah 16 . Data Memori Internal (Agfianto Eko Putra.

Blok Lower 128 (Didin Wahyudin. Program instruksi mengenalnya sebagai R0 sampai R7.7FH 2FH 20H BIT PEMILIH BANK REGISTER PADA PSW 11 18H 10 10H 0FH 01 08H 07H 00 0 1FH 17H RUANG PENGALAMATAN 4 BANK DARI 8 REGISTER (R0-R7) STACK POINTER SAAT RESET Gambar 7.16 ). penggunaan pengkodean akan lebih efisien sebab dengan menggunakan cara demikian. 2006. kita akan mendapatkan instruksi yang lebih pendek daripada dengan menggunakan Direct Addresing (pengalamatan langsung) (Didin Wahyudin. Lokasi di bawah 32 byte dikelompokkan menjadi 4 buah bank dari 8 register. Akibatnya. dua bit dalam PSW (Program Status Word) dipakai untuk memilih bank-bank yang akan digunakan. 17 . 2006: 16) Blok lower 128 selalu tersedia pada semua piranti MCS-51 seperti terlihat pada gambar diatas.

Kita dapat mengakses register-register hanya dengan menggunakan dirrect addressing. seluruh keluarga MCS-51 memiliki ruang SFR sama dengan 8051. Blok Upper 128 (Didin Wahyudin. ada port latch. Pada instruktion Set MCS-51 terdapat instruksi-instruksi yang dapat mengolah bit tunggal dan sebanyak 128 bit pada area dapat diakses secara langsung dengan menggunakan instruction set. Secara umum. timer. upper 128 dari RAM tidak digunakan pada 8051. tetapi menggunakan RAM lain dengan kapasitas 256 byte. Bit yang dapat diakses langsung adalah daerah dari 00H sampai 7FH. Tabel di bawah ini menunjukkan ruang SFR (Spesial Function Register). 2006: 17) 16 byte berikutnya di atas bank register adalah ruang memori yang bersifat bit-addressable (dapat dialamati per bit). Dalam ruang SFR. Kita dapat melakukan pengalamatan sebanyak 16 alamat pada ruang SFR. kontrol peripheral dan lain-lain. Semua daerah dalam lower 128 dapat diakses secara direct maupun indirect addressing (pengalamatan langsung maupun tidak langsung).FFH BIT NOT ADDRESSABLE Dapat digunakan sebagai ruang STACK pada piranti dengan RAM 256 byte 80H Gambar 8. kemudian SFR diletakkan pada alamat yang sama. Sebaliknya. baik pengalamatan bit 18 .

maupun byte. Bit yang dialamatkan pada daerah ini mulai 80H sampai FFH. SFR yang bersifat bit addressable adalah alamat-alamat yang berakhir dengan 000B. 1 dan 2 19 . Special Function Register Macam SFR Accumulator Register B Program Status Word (PSW) Stack Pointer 81H Alamat E0H F0H D0H Fungsi Menyimpan data sementara Operasi perkalian dan pembagian Informasi statuus program Menyimpan dan mengambil data dari atau ke stack Data Pointer Port 0. 1. 90H. Setiap FSR pada mikrokontoler AT89S51mempunyai alamat masing-masing sebagai berikut : Tabel 1. A0H Menampung data 16 bit Menyimpan data yang akan dibaca atau ditulis dari atau ke port Serial Data Buffer 99H Sebagai register penyangga penerima atau pengirim Timer Register 8CH dan 8AH Merupakan register-register pencacah 16 bit untuk masingmasing timer 0. I. 2 dan 3 83 H dan 82H 80H. SFR (Special Function Register) SFR pada mikrokontoler dapat dibagi menjadi beberapa bagian.

Register alamt untuk alamatalamat 8 bit bisa menggunakan Stackm Pointer atau R 0 atau R1 dari bank register yang dipilih. Sebagai sebuah port out put. Pengalamatan Langsung (Direct Addressing) Dalam pengalamatan langsung pemindahan-pemindahan data ditentukan berdasarkan alamat 8 bit (1 byte) dalam suatu intruksi. masing-masing pin dapatr memasukan 8 bit input TTL. Pada mode demikian. Port 0 bisa pula dikonfigurasikan pada multiplexed low oeder adrress/data bus sealama akses ke program eksternal dan memori data. 20 . maka pin dapat digunakan sebagai input impendansi tinggi. P 0 mempunyai Pull up internal. instruijsi menentukan suatu register yanag digunakan untuk menyimpan alamat operan. K. Port 0 Port 0 adalah port I/O 8 bit jalur bidirectional terbuka. Port Parallel 1. ‘1’ ditulis ke pin port 0. Pengalamatan Langsung (Indirect Addressing) Dalam pengalamatan tidak langsung. Hanya RAM data SFR yang dapat diakses secara langsung.Capture Register CBH dan CAH Menyimpan nilai isi ulang J. Sebaliknyan alamat 16 bit hanya bisa menggunakan register pointer data 16 bit atau DPTR. 2. Mode-mode Pengalamatan 1. RAM internal maupun eksternaal dapat diakses secrara tidak langsung.

Sebagai input.0 : external input counter/timer 2 b. P1. Ketika ‘1’ ditulis ke port 1.Port 0 menerima kode byte selama Flash Programing dan memerlukan Pull up eksternal selama program Vertification. Port 1 output buffer dapat menjadi sumber 4 TTL input. Out put buffer port 2 dapat menjadi 4 sumber TTL input.6 : MISO (digunakan untuk in system programing) e.5 : MOSI (digunakan untuk in system programing ) d. Sebagai in put. pin port 1 yang secara eksternal di-pull low akan menjadi sumber arus (Iµ) karena berasal dari pull up internal. P1. P1. P1. Port 1 P 1 adalah port I/O 8 bit bidirectional dengan pull up ineternal. Port 1 pun menerima low order addres byte selama Flash Programing dan Verification. pin dapat di-pull high oleh pull up internaldan dapat digunakan sebagai input.1 : T2EX (Timer/conter 2 capture/reload tringger/direction control) c. Port 2 Port 2 adalah port I/O 8 bit bidirectional dengan pull up internal. Keluaran port 2 high order addres byte selama pengambilan memori program eksternal dan selama akses ke memori data eksternal menggunakan 16 bit addres 21 . Port 1 memiliki pula fungsi lain yaitu: a. Ketika ‘1’ ditulis ke port 2. 2. P1. pin di-pull high oleh pull up internal dan dapat digunakan sebagai input.7 : SCLK (digunakan untuk in system programing) 3. pin port 2 yang secara eksternal di-pull low akan menjadi sumbver (Iµ) karena berasal dari pullup internal.

P3. Sebagai input. pin di-pull high oleh internal pull up dan dapat digunakan sebagai input. Out put buffer port 3 dapat menjadi sumber 4 TTL input. 22 . Selama akses ke memori data eksternal yang menggunakan 8 bit addres (MOVX@R1).2 : 1NT0(Eksternal Interupt 0) d. P3. Ketika ’1’ ditulis ke port 3.1 : TXD (Serial Output Port) c. P3. pin port 3 yang di-pull low sumber arus (Iµ) karena adanya pull up internal. Port 3 Port 3 adalah port I/O 8 bit bidirectional dengan internal pull up. Port 3 menyediakan keistimewaan berbagai fungsi spesial yaitu: a.3 : 1NT1(Eksternal Interupt 1) e.5 : T1 (Temer 1 Eksternal Input) g. Pada aplikasi ini.6 : WR(Eksternal Data Memori Write Strobe) h. Port 2 pun selama Flash Programming dan Verification. P3. P3. P3.0 : RXD (Serial Input Port) b. 4. port menggunakan pull up internal yang kuat ketika mengeluarkan ’1’. port 2 mengeluarkan isi port 2 Special Finction Register. P3.7 : RD(Eksternal Data Memori Read Strobe) Port 3 menerima pula beberapa sinyal control untuk Flash Programming dan Verification.(MOVX@DPTR). P3.4 : T0 (Timer 0 Eksternal Input) f.

Mode 2 Data seri dikirim melalui kaki TxD dan diterima dari kaki RxD. Untuk mengaktifkan dan mengkofigurasikannya. Data ditransmisikan per 10 bit yang terdiri atas 1 bit start (’0’). Mode 0 Bekerja sebagai sarana komunikasi data seri sinkron. terdiri atas 1 bit start (’0’). Mode 1 Mode 1 dan 2 mode berikutnya merupakan sarana komunikasi seri asinkron. 2. Data ditransmisikan per 11 bit. 4. sedangkan kaki TxD dapat dipakai untuk menyalurkan clock yang diperlukan komunikasi data sinkron. Kecepatan transmisi data (baud rate) ditentukan lewat timmer 1 yang bisa diatur untuk berbagai kaecepatan. 8 bit data. Mode 3 23 .L. data seri dikirim dan diterima melalui kaki RxD. Data ditransmisikan per 8 bit dengan kecepatan transmisi data(baud rate) tetap sebesar ½ frekuensi kerja AT 89X51. Kecepatan transmisikan data (baud rate) hanya dapat dipilih 1/32 atau 1/64 frekuensi AT89X51. dan 1 bit stop (’1’). 1. Port Serial Mikrocontroler AT89X51 telah dilengkapi perangkat komunikasi serial. dan 1 bit stop (’1’). 8 bit data. 1 bit data tambahan (bit ke-9). 3. pemrogram harus mengakses register SCON dan bit SMOD (bit ke 7 pada register PCON). Data seri dikirim melalui kaki TxD dan diterima kaki RxD.

TF 2 tidak akan set jika RCLK atau TCLK = 1 EXF2 Timer2 external flag akan set jika ada transisi negative pada T2EX dan EXEN = 1. maka EXF2 =1 akan menyebabkan CPU menjalankan rutin interupsi. yang bisa diatur untuk berbagai kecepatan. T2 CON Timer / Counter 2 Control Register Simbol TF2 Fungsi Timer2 overflow flag: aktif jika timer 2 overflow dan harus di-reset melalui softwere. persis sama dengan mode 1. Data ditransmisikan per 11 bit pula. Sesungguhnya. EXF2 harus di-clear secara software.Data seri dikirim melalui kaki TxD dan diterima dari kaki RxD. Fasilitas Timer / Counter Alamat T2CON = 0C8H Bit addressable nilai reset = 0000 000B TF2 7 EXF2 6 RCL:K 5 TCLK 4 EXEN 3 TR2 2 C/T2 1 CP/RC2 0 Tabel 2. Jika interupsi timer2 diaktifkan. maka akan menyebabkan serial port menggunakan pulsa overflow timer2 sebagai sumberclock 24 . RCLK Receive clock enable. mode 2 dan mode 3 sama persis. Jika set. Perbedaannya adalah kecepatan transmisi data (baud rate) mode 3 ditentukan lewat timmer 1.

TCLK Transmit clock enable. maka port serial menggunakan timer 1. maka akan menyebabkan port serial menggunakan pulsa overflow timer2 sebagai sumber clock pengirimannya pada mode 1 dan 3. Pemilihan mode Counter / Timer dengan mengatur bit C / T2 pada register T2CON. TR2=1 start timer Pilihan Timer/Counter pada timer2. maka serial port menggunakan timer 1. Timer2 adalah Timer / Counter 16 bit yang dapat beroperasi sebagai timer maupun counter. Reload (up/ down counting). Jika tidak. maka memperbolehkan capture atau reload sebagai hasil transsi negatif pada pin T2EX jika timer2 tidak di gunakan sebagai sumber clock di port serial. Jika set. CP/ RC2 Pilihan Capture / Reload. EXEN2 Timer2 external enable.penerimannya pada mode 1dan 3. dan baud rate generator. yaitu : Capture. Timer 2 mempunyai tiga mode operasi. 25 . sedangkan C/T2=1 sebagai external counter (aktif sis rendah). Peilihan modenya dengan mengatur Register T2 CON pada table dibawah ini. C/T2=0 sebagai fungsi timer. Jika set. Jika tidak. CP / RC2 =1 menyebabkan capture terjadi jika ada transisi negatif di T2EX jika EXEN 2=1. TR2 C/T2 Start / stop kontrol untuk timer2.

LDR merupakan sel fotoresistif. LDR ini dipakai sebagai sensor cahaya.Tabel 3. Beberapa bahan jika disinari atau dikenakan cahaya akan mengalami perubahan tahanan. Biasanya bahan itu adalah semikonduktor. maka harga tahanannya akan menurun. maka akan terlepas sejumlah elektron dari lintasan-lintasan atomnya elektron bebas. Sel-sel fotoresistif adalah elemen-elemen yang daya hantarnya merupakan fungsi dari radiasi elektromagnetik (cahaya) yang masuk. Penambahan jumlah elektron bebas dalam resistor meningkatkan konduktivitasnya. Pada umumnya jika ada rangkaian cahaya atau iluminasi akan menyebabkan penurunan harga tahanannya sebaliknya 26 . Dalam rangkaian pintu otomatis. Apabila LDR mendapat sorotan sinar. Pemilihan Mode Timer2 RCLK+TCLK 0 0 1 X CP/ RL2 0 1 X X TR2 1 1 1 0 Mode 16 bit auto-reload 16 bit capture Baud rate generator Off M. Light Dependent Resistor (LDR) Light Dependent Resistor atau Photoconductive adalah suatu elemen yang konduktivitasnya berubah-ubah tergantung dari intensitas berkas cahaya yang diterima permukaan elemen tersebut merupakan sejenis yang peka cahaya. Semakin kuat sorotan sinar terhadap LDR semakin kecil pula harga tahanannya. karena sebagian besar tahanan semikoduktor sensitive terhadap radiasi elektromagnetik.

Banyak bahan bersifat fotoresistif sampai tingkat tertentu. Gambar 10. Gambar 9. (Dedi Rusmadi. akan tetapi yang terpenting secara komersial adalah cadmium sulfide.penurunan iluminasi akan menyebabkan kenaikan harga tahanan. Respon spectral dari sel ini sering digunakan dalam pemakaian dimana penglihatan manusia merupakan suatu faktor. seperti selaput pelangi otomatis pada alat potret kamera. 1995: 71) 27 . germanium dan silicon. Kontruksi LDR. Simbol LDR.

Elemen-elemen dasar dari sebuah sel fotoresistif adalah subtract keramik. Tiap. d. 28 . e. N. Dekoder Dan Seven Segment Dalam perancangan alat ini penulis menggunakan Dekoder dan seven segment untuk menampilkan hasil dari penghitungan. dan g. lapisan bahan fotoresistif. Decoder adalah suatu rangkaian logika yang dapat dipergunakan untuk merubah bilangan Biner menjadi bilangan Desimal.tiap segment tersebut diberi tanda dengan hurup a. BCD to Seven Segment Dekoder Yang akan dijelaskan pada pembahasan disini yaitu tentang BCD to Seven Segment Dekoder. Penampil Seven Segment ini terdiri dari 7 buah segment yang disusun sedemikian rupa membentuk angka 8. electrodametalik untuk menghubungkan alat kesebuah rangkaian dan sebuah penutup tahan uap atau pembungkus yang melindungi LDR dari kelembaban. c. BCD to Decimal Dekoder 2. Segmen-segmen yang banyak dipakai adalah yang menggunakan prinsip lampu LED seperti pada gambar dibawah ini. Berdasarkan kegunaannya Dekoder dapat digolongkan atas: 1. Dekoder jenis ini dapat dipergunakan untuk mengubah bilangan Biner dalam Sandi BCD 8421 ke dalam bilangan Desimal yang akan ditampilkan oleh sebuah penampil Seven Segment (Seven Segment Display). f. b.

Light Emitting Dioda Gambar 12.Gambar 11. Decoder BCD to Seven Segment 29 .

b. e. 30 . keempat input DCBA mendapatkam signal yang berasal dari Counter. c. f dan g. d. Decoder BCD to Seven Segment mempunyai empat buah input DCBA dan 7 buah output yang diberikan tanda a. sedangkan ketujuh output dihubungkan dengan display Seven Segment melalui tahanan sebesar 150 Ohm.Seperti terlihat pada gambar diatas.

Pada perancangan dilakukan juga pemilihan komponen dan perhitungan nilai komponen agar alat dapat bekerja dengan baik. 31 . Bit-bit yang telah dikonversikan kemudian ditampilkan pada seven segment Sebelum melakukan pembuatan alat maka langkah awal adalah membuat suatu rancangan dimana pada perancangan dilakukan pembuatan diagram blok dan sketsa rangkaian untuk setiap blok dengan fungsi tertentu sesuai dengan spesifikasi alat yang diharapkan. sehingga dapat diproses oleh decoder BCD to seven segment. Kemudian setiap blok dihubungkan sehingga membentuk sistem dari alat yang diharapkan. Umum Didalam merancang alat penulis menginginkan ketika ada orang yang melintas melewati pintu yang dipasangi sensor LDR maka sensor akan mengirimkan sinyal ke rangkaian mikrokontroller. . Sinyal yang berupa pulsa-pulsa ini kemudian dicacah oleh mikrokontroller AT89S51 dan dikonversikan menjadi BCD.BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN A.

Motor 1 untuk menggerakkan pada pintu masuk. 6. Batas maximum yang lewat 50.B. Peraga 3 x 7 Segment berfungsi untuk melihat berapa jumlah orang yang lewat atau terdeteksi. Motor 2 untuk menggerakkan pada pintu keluar. berfungsi sebagai pengendali logika dan pengolah data. 4. Dibawah ini adalah gambar diagram blok MOTOR 1 MOTOR 2 SENSOR MASUK CONTROLLER MCS . Langkah .langkah Pembuatan Alat Dalam merancang/membuat alat. Diagram Blok Alat Keterangan Diagram: 1. terlebih dahulu membuat diagram blok alat tersebut. 32 .51 SENSOR KELUAR SEVEN SEGM EN CATU DAYA Gambar 14. Board controller MCS-51 memakai IC AT89S51. Sensor 2 (Pintu keluar) untuk mendeteksi gerakan sebagai tanda ada yang lewat pada pintu keluar. Sensor 1 (Pintu masuk) untuk mendeteksi gerakan sebagai tanda ada yang lewat pada Pintu masuk 3. 5. 2.

perhatikan alur gambar dibawah ini. Untuk lebih mudah megetahui proses pembautan. Alur Manufakturing Mulai Studi Pustaka Persiapan Perancangan Hardware Pembuatan Rangkaian Catu Daya Pengujian Rangkaian Catu Daya Pembuatan Rangkaian LDR Pengujian Rangkaian LDR Pembuatan Rangkaian Seven Pembuatan Rangkaian Microcontrol Pengujian Rangkaian Mikrokontroll Pengujian Rangkaian Seven Koneksi Rangkaian Ke Port Mi ll Persiapan Perancangan Software Pembuatan Software dengan menggunakan Program Bahasa C Download Program ke dalam Rangkaian Pengujian alat k l h Y Penyusunan Laporan Selesai Gambar 15.7. Diagram alur perancangan alat 33 . Catu Daya. Setelah merancang alat tersebut selanjutnya membuat alur proses pembuatan alat/alur pembuatan alat.

Sedangkan ukuran pintu masuk dan keluar sama adalah yaitu panjang lebar: 6.5 cm. Pembuatan Miniatur Gedung Miniatur gedung terbuat dari triplek. pintu masuk dan keluar. Pembuatan Catu Daya Proses pembuatan catu daya dilakukan awal biar labih mudah merangkaianya. Adapun rangkaian catu daya ditunjukkan seperti pada gambar berikut 34 .5 cm 23 cm 10 cm 42 cm 40 cm Gambar. Pintu yang digunakan adalah pintu geser. 16 Miniatur Gedung D. tinggi: 23cm. Replikasi gedung itu terdiri dari dua pintu. Sensor 1 dipasang pada pintu masuk. Ukuran gedung panjang: 42 cm. yang dibentuk persegi panjang dengan diatas terbuka. Kebutuhan catu daya untuk keseluruhan rangkaian adalah sekitar 5 VDC karena rangkaian bekerja pada format TTL sehingga catu daya yang dibuat harus mempunyai tegangan output 5 VDC.C. lebar: 40cm. dan sensor 2 dipasang pada pintu keluar dan diatas kanan dipasang tampilan seven segment untuk mengatahui berapa yang jumlah orang. tinggi: 10 cm 6.

35 . Sementara sebagai indikator catu daya sedang aktif maka dipasang LED D3 dengan pembatas arus LED oleh R1 yang akan menyala jika catu daya aktif.D1 AC IN 3 2 1 J2 12VDC UNREG IC1 LM7805C VCC /TO220 5VDC 1 3 OUT IN R1 GND 2 1N4001 D2 C1 D3 1N4001 LED Gambar 17. Rangkaian Catu Daya Karena mikrokontroler AT89S51 dan komponen lainnya terutama IC membutuhkan catu daya yang stabil pada 5 VDC maka digunakan IC regulator yang akan menstabilkan tegangan keluaran pada 5 VDC yaitu IC 7805 yang banyak tersedia dipasaran dengan harga yang cukup murah. D1 dan D2 berfungsi sebagai penyearah sementara C1 sebagai filter untuk menekan ripple yang terjadi.

Rangkaian ini berfungsi untuk mendeteksi orang yang lewat dimana cara kerja rangkaian ini adalah dengan memancarkan cahaya kemudian diterima oleh penerima dan jika ada yang melewati antara pemancar dan penerima maka cahaya LDR akan terhalang sehingga tidak sampai di penerima. 5VDC 12VDC 470 1K 10K 1K 3 2 7 5 CA3140 6 + 4 8 1 LED BD 139 4K7 OUT1 20K LED LDR 5VDC 12VDC 470 1K 10K 1K 3 2 7 5 CA3140 6 + 4 8 1 LED BD 139 4K7 OUT2 20K LED LDR Gambar 18.E. Gambar Driver LDR 36 . Rangkaian Sensor LDR Sensor LDR ini dipasang pada pintu masuk dan pintu keluar gedung.

Terlihat pada gambar dibawah ini. Dalam perancangan alat ini penulis menggunakan Dekoder dan seven segment untuk menampilkan hasil dari penghitungan. 37 . Tapi yang di tampilkan hanya 2 digit.Didalam rangkaian LDR dari sensor cahaya diubah menjadi logic. setelah itu disalurkan ke microcontroller diolah dan di tampilkan diseven segment. Karena maksimal orang yang masuk hanya 50 orang. logic terbagi menjadi 2 yauitu logic 0 dan logic 1. Seven Segment Seven segmen yang digunakan disini adalah seven segment 3 digit. Pada alat penghitung orang masuk diatas sensor LDRnya ada dua. yaitu di pintu masuk dan pintu keluar. SENSOR PINTU MASUK RUANGAN SENSOR PINTU KELUAR Gambar 19. Ruangan yang di pasang sensor F. Tampilan seven segment terpasang pada kanan atas. Untuk lebih jelas nya gambar dibawah ini.

38 . Rangkaian Mikrokontroler AT 89S51 Rangkaian ini merupakan jantung rangkaian keseluruhan yang akan mengolah data dari 10 sinyal yang masuk secara bergantian kemudian data tersebut dikirimkan ke PC. Sebagai pengendali digunakan IC mikrokontroller AT89C51 yang mempunyai banyak kemudahan antara lain bahasa pemrograman yang mudah dipelajari. rangkaian detak (clock).Disamping itu harga IC tersebut cukup murah dan banyak tersedia dipasaran. RAM 128 byte. G. sudah mengandung 4 Kbyte flash memori.20 Gedung tampak dari depan. 32 jalur I/O. 5 vektor interupsi 2 level. Rangkaian lengkap mikrokontroller AT89S51 ditunjukkan pada gambar.5 cm Sensor LDR 10 cm Gambar.Seven Segment 3 digit 6. port serial 2 arah. dua timer 16 bit.

0/A8 P2.2 P1.3 P1.1/A9 P2.6/AD6 P0.6/A14 P2.6 P1.3/INT1 P3.4/A12 P2. Agar mikrokontroller dapat mengekskusi program dari awal program ( alamat 00H ) maka mikrokontroller akan direset secara otomatis saat catu daya pertama kali dihidupkan dimana untuk resat otomatis ini dilakukan oleh C8 dan 39 .4/TO P3.5V 1 C R array 10K AT89S51 39 38 37 36 35 34 33 32 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 P0.4 P1.5/AD5 P0.0 P1.1/AD1 P0.2/A10 P2.5/T1 P3.7 P2.2/AD2 P0.3/AD3 P0.6/WR P3.7/RD 21 22 23 24 25 26 27 28 10 11 12 13 14 15 16 17 1 2 3 4 5 6 7 8 9 8 7 6 5 4 3 2 SEVEN SEGMENT SEVEN SEGMENT 1 2 3 4 BUZZER 1 2 3 4 LIMIT SWITCH LDR 1 2 12MHz DRIVER MOTOR 5V 2x 33pF RESET 10uF 5V 19 29 PSEN 18 XTAL1 XTAL2 9 30 RST ALE/PROG 31 EA/VPP 40 VCC 10K Gambar 21.5 P1.7/AD7 P1.2/INTO P3.4/AD4 P0.0/RXD P3.0/AD0 P0.1 P1.7/A15 P3.5/A13 P2. Rangkaian Mikrokontroller AT89S51 Data dari port 0 akan diolah lebih lanjut dengan mengelompokannya untuk jalur tertentu ( 10 jalur ).3/A11 P2.1/TXD P3. kemudian data terswbut dikirimkan secara serial melalui pin TXD dan akan menerima sinyal dari PC bahwa data telah sampai melalui pin RXD.

namun demikian reset manual tetap diperlukan untuk keadaan tertentu misalnya untuk memulai kembali program dari awal tanpa harus mematikan catu daya. Pada saat catu daya dihidupkan maka C8 mulai diisi sementara pada pin reset belum ada tegangan. tinggal dihubungkan dengan sebuah kristal Dalam hal ini kristal yang digunakan adalah 11.0592MHz agar mikrokontroller bekerja dengan kecepatan maksimum. Pada saat catu dimatikan maka akan berlangsung pengosongan C8 melalui R9 sehingga saat catu dihidupkan kembali maka akan terjadi lagi proses pengisian sehingga terjadi reset kembali Agar mikrokontroller dapat bekerja maka dibutuhkan suatu rangkaian osilator sebagai sumber clock dan dalam hal ini digunakan osilator internal yang sudah ada dalam mikrokontroller AT89S51. Prinsip kerja dari reset otomatis ini adalah proses pengisian dan pengosongan C8 dimana pin reset membutuhkan logika high. Setelah C8 penuh maka tegangan dari C8 akan menyulut pin reset high sehingga terjadi reset. Dengan cara ini maka reset akan berlangsung secara otomatis. C9 dan C10 merupakan penstabil clock dan merupakan saran atau rekomendasi dari pabrik pembuat ATMEL Prinsip kerja dari mikrokontroller ini sesuai dengan program yang dibuat sehingga penjelasan menyeluruh dijelaskan bersama dengan diagram alir atau flowchart program yang dibuat pada sub pembahasan perancangan software.C9 ( Power On Reset ). 40 .

3/INT1 P3.5/T1 P3.6/AD6 P0.5VDC 12VDC 470 1K 10K 1K 3 2 7 5 CA3140 6 5VDC LED BD 139 5VDC 5VDC + 4 8 1 10K LED LDR 4K7 5VDC 16 5VDC 12VDC 470 1K 7 5 7 X 180 OUTA OUTB OUTC OUTD OUTE OUTF 13 12 11 10 9 15 14 4 5 3 7 1 2 6 BI/RBO RBI LT INA INB INC IND 1K 10K 1K 3 2 CA3140 6 1K LED BD 139 1K 1K + 4 8 1 GND 8 VCC OUTG 10K LED LDR 4K7 74LS47 5VDC 7 X 180 OUTA OUTB OUTC OUTD OUTE OUTF GND OUTG 13 12 11 10 9 15 14 16 4 BI/RBO RBI LT INA INB INC IND 1K 1K 5VDC 1 5 3 7 1 2 6 1K 1K 9 8 7 6 5 4 3 2 5VDC AT89S51 39 38 37 36 35 34 33 32 1 2 3 4 5 6 7 8 P0.1 P1.2/A10 P2. Prinsip Kerja Pada dasarnya alat yang dibuat merupakan sebuah alat penghitung jumlah orang yang memasuki suatu gedung.1/TXD P3.3/AD3 P0.0/RXD P3.5 P1.7/RD PSEN ALE/PROG 21 22 23 24 25 26 27 28 10 11 12 13 14 15 16 17 29 30 16 5VDC 8 R array 10K VCC VCC C 74LS47 7 X 180 OUTA OUTB OUTC OUTD OUTE OUTF 13 12 11 10 9 15 14 4 BI/RBO RBI LT INA INB INC IND 10K 10K 10K 10k 1K 1K 1K 1K 5 3 7 1 2 6 GND 8 S4 S3 S2 S1 12MHz 5VDC 2x 33pF RESET 10uF 5VDC OUTG 19 18 9 31 40 74LS47 12V 1K 12V 10k 1N4002 100uF V MOTOR 12V V MOTOR 4K7 BUZZER RELAY 1 4K7 BC517 1N4002 4K7 BC517 100uF RELAY1 BC 517 12V 12V 1N4002 100uF RELAY 2 1N4002 4K7 100uF RELAY 2 4K7 BC517 1 2 BC517 1 2 MOTOR DC2 MOTOR DC1 Gambar 22.3 P1. Sebaliknya jika sensor yang ditempatkan pada pintu keluar.5/A13 P2.0/A8 P2.0/AD0 P0.2 P1. Rangkaian Lengkap Simulator Penghitung Orang H.6/A14 P2.4/AD4 P0.7/AD7 P1.6 P1.7/A15 P3.3/A11 P2. maka akan mengirimkan sinyal ke mikro untuk diproses dan 41 .4/TO P3.1/AD1 P0.0 P1.7 XTAL1 XTAL2 RST EA/VPP VCC P2.5/AD5 P0.1/A9 P2.2/INTO P3.4/A12 P2.6/WR P3.4 P1. kemudian sensor akan mengirimkan sinyal ke mikro untuk diproses dan menjumlahkan setiap pendeteksian orang yang masuk.2/AD2 P0. Pada saat catu daya dihidupkan maka sensor LDR akan mendeteksi orang yang masuk gedung.

Hasil pendeteksian orang yang ada digedung akan ditampilkan pada seven segmen. Apabila ruangan sudah penuh atau seven segmen menunjukan angka 50 maka tanda alarm akan berbunyi.mengurangi hasil penjumlahan orang yang masuk. 22 Diagram Proses Kerja Sistem Alat pada Pintu 1 42 . Alarm tersebut berupa buzeer yang terpasang pada sebelah kanan atas. Untuk lebih lanjut perhatikan diagram bolck dibawah ini.51 3 7 Motor 4 8 2 6 5 9 Limit I Open Limit II Close 10 Gambar. LDR Ada Sinyal (+1) Seven Segment Pembalik Putaran Motor 1 MCS.

Apabila LDR ada sinyal maka LDR langsung mengirimkan sinyal ke mikro. lalu pembalik putaran motor ke motor. Apabila pada pintu satu LDR nya ada sinyal maka akan bertambah sedangkan pada pintu dua LDR nya ada sinyal maka akan berkurang. 43 .51 3 7 M otor 4 8 2 6 5 9 L im it I O pen L im it II C lose 10 Gambar. motor akan bergerak maka pintu akan membuka setelah terkena limit switch langsung mengirimkan ke mikro dan disalurkan kembali ke pembalik putaran motor dan mengerakan motor maka pintu akan menutup.LDR A da Sinyal (-1) S ev en S egm ent Pem balik P utaran M otor 1 M C S . otomatis sevensegment akan bertambah pada pintu 1. 23 Diagram Proses Kerja Sistem Alat pada Pintu 2 Keterangan Pada diagram proses sistem pada pintu satu. Perbedaan pada pintu 1 dan 2 adalah pada seven segmentnya. setelah diproses dimikro maka akan ditampilakan diseven segment dan di salurkan ke pembalaik putaran motor.

A. Pengujian dilakukan berdasarkan blok diagram dari alat tersebut agar dapat diketahui kerja dari setiap bagian. Didalam melaksanakan pengujian maupun pengukuran diperlukan beberapa peralatan. Osciloscope berfungsi untuk melihat bentuk gelombang disetiap titik yang telah di tentukan. hal ini dilakukan untuk mengetahui kerja dari alat yang telah dirancang. 44 . Adapun peralatan pendukung yang digunakan adalah : 1. Langkah ini ditempuh agar dapat diketahui karakteristik tiap blok rangkaian dan fungsi alat secara keseluruhan. Jenis Osciloscope. juga dapat dihitung besarnya tegangan dan frekuensi dari setiap titik. Voltmeter Heles untuk melihat nilai tegangan dari bagian penguat ( Driver ). PENGUJIAN ALAT Setelah merancang alat dan mempelajari cara kerjanya. diantaranya untuk melihat bentuk gelombang yang keluar.BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISIS Setelah tahap perancangan hingga terciptanya sebuah alat maka tahap selanjutnya adalah pengukuran dan pengujian. maka dilakukan pengujian dan beberapa pengukuran yang merupakan bagian dari suatu proses perancangan. Frekuensi counter untuk mengukur nilai frekuensi pada bagian yang perlu diketahui nilai frekuensimya. Dengan adanya Osciloscope dapat diketahui adanya penyimpangan-penyimpangan. juga besarnya nilai tegangan dan lain sebagainya. 2. 3.

Untuk Pengujian Rangkaian Microcontroler ini ada beberapa titik yang perlu diuji diantaranya : 1. B. d. a. Analisa : Dari hasil pengamatan dapat diambil kesimpulan bahwa pada saat power dihidupkan maka Microcontroler akan mendapat reset dengan waktu selama 0. Multimeter Digital untuk mengukur tegangan catu daya.0940 s. b.0940 s. Pengujian ini bertujuan mengamati atau mengetahui lamanya waktu reset yang dibutuhkan oleh Microcontroler.4. Hasil Pengamatan : Dari hasil pengamatan didapat bahwa lamanya waktu reset pada Microcontroler yaitu sebesar 0. 45 . Pengujian Bentuk Gelombang Reset. c. Pengujian Rangkaian Mikrokontroler AT89S51. Jalannya Percobaan : Kabel positip osiloskop dihubungkan diantara kapasitor dan resistor pada rangkaian Microcontroler.

46 . Pengujian bentuk gelombang Reset 2.6/A14 P2.5/T1 P3.CRO VCC 1 2 3 4 5 6 7 8 A B C D IC11 P1.0/RXD 11 TXD P3. Jalannya Percobaan: Kabel Positip Osciloscope dihubungkan pada kaki input osilator dan kabel negatif dihubungkan pada ground.0/AD0 P0.5/A13 P2. c.1/TXD 30 ALE/PROG 29 PSEN Gambar 22. a.04 MHz.7/AD7 P2.3/INT1 P3.7/RD P3.4/A12 P2.2/INTO 15 14 P3.1/T2-EX P1.6 P1.4/AD4 P0. Analisa : Dari hasil pengamatan terdapat perbedaan dari nilai sebenarnya yaitu sebesar 11.1/A9 P2. perbedaan ini disebabkan oleh ketidak akurasian alat ukur atau faktor kesalahan mata.6/AD6 P0.6/WR AT89C51 10 RXD P3.4 P1. d. b.3/A11 P2. Pengujian Osilator.2 P1.7/A15 39 38 37 36 35 34 33 32 21 22 23 24 25 26 27 28 AD0 AD1 AD2 AD3 AD4 AD5 AD6 AD7 DATA ADC INPUT 1 2 3 4 5 6 7 8 + - C8 SW2 10uF MANUAL RESET R9 100K 13 12 P3.2/AD2 P0.5/AD5 P0. Hasil pengamatan : Dari hasil pengamatan didapat besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh kristal atau osilator adalah sebesar 11.5 P1. Tujuan : Mengamati besarnya frekuensi osilator pada rangkaian Microcontroler.0/T2 P1.2/A10 P2.4/TO VCC 31 EA/VPP 33p C9 X'TAL C10 33p 11.59 MHz.3/AD3 P0.0592MHz 19 18 XTAL1 XTAL2 9 17 RST 16 P3.0/A8 P2.1/AD1 P0.3 P1.7 P0.

0592MHz 9 17 16 13 12 15 14 31 19 18 IC11 P1. Pengujian Osilator.2/A10 P2.3/AD3 P0.7 P3.1/T2-EX P1.6/A14 P2.5/A13 P2.5/AD5 P0.3/A11 P2.CRO + - VCC 1 2 3 4 5 6 7 8 A B C D VCC 33p C9 X'TAL C10 33p 11.5 P1.7/A15 39 38 37 36 35 34 33 32 21 22 23 24 25 26 27 28 10 11 30 29 RXD TXD AD0 AD1 AD2 AD3 AD4 AD5 AD6 AD7 DATA ADC INPUT 1 2 3 4 5 6 7 8 C8 SW2 10uF MANUAL RESET R9 100K Gambar 23.6/AD6 P0.7/RD P3.0/A8 P2.0/T2 P1.4/A12 P2.1/AD1 P0.4/TO EA/VPP XTAL1 XTAL2 RST P3.5/T1 P3.4/AD4 P0.7/AD7 P2.6 P1.3/INT1 P3.2 P1.4 P1.6/WR AT89C51 P3. Pengujian Rangkaian LDR LDR disini dipasang seri dengan R 10K berfungsi sebagai pembagi tegangan. Adapun hasil pengukuran dapat dilihat pada tabel berikut : 47 .3 P1.2/AD2 P0. C.0/AD0 P0.2/INTO P3.0/RXD P3.1/TXD ALE/PROG PSEN P0. Intensitas cahaya yang mengenai permukaan LDR akan mempengaruhi output dari pembagi tegangan tersebut.1/A9 P2.

Pengujian Rangkaian Catu Daya Rangkaian catu daya adalah hal pertama yang harus mendapat perhatian mengingat catu daya merupakan sumber daya alat sehingga jika catu daya tidak bekerja maka alatpun tidak akan bekerja.Tabel 4. D. Hal ini sesuai dengan karakteristik LDR dimana nilai resistansinya akan bertambah pada saat cahaya berkurang. sedangkan pada saat terhalang antara pemancar dan penerima tegangannya 5 V atau sama dengan logika “1”. Pengukuran LDR LDR Terbuka Tertutup V-OUT 0V 5V Pengujian seperti yang terlihat pada kondisi sensor LDR pada saat tidak terhalang antara pemancar dan penerima tegangannya 0 V atau sama dengan logika “0”. Pengukuran catu daya dapat diperlihatkan dengan menggunakan blok diagram sebagai berikut: 48 . Dengan demikian rangkaian LDR yang dibuat sudah sesuai dengan perancangan.

04 5. Hasil pengukuran Tegangan Output Catu Daya Pengukuran 1 2 3 4 5 Vout 12VDC 11.Multimeter Digital Rangkaian Catu daya. Berdasarkan pengukuran diperoleh data sebagai berikut : Tabel 5. Diagram blok pengukuran catudaya Pengukuran dilakukan berulang – ulang dengan tujuan untuk meyakinkan apakah data yang diukur telah memenuhi standar rangkaian atau tidak.93 11.93 11.01 5.03 5. Gambar 24.90 11.95 Vout 5 VDC 5.92 11.03 5. Catu daya sesuai perancangan adalah mempunyai tegangan keluaran 12 VDC untuk bagian relay dan 5 VDC untuk rangkaian digital.03 49 .

Sensor LDR Fungsi dari sensor LDR pada prinsipnya yaitu sebagai detector yang mendeteksi setiap gerakkan objek atau orang yang melintas didepannya. F. Adapun pembahasan yang akan dijelaskan disini hanya bagian-bagian intinya saja yang mendukung sistem kerja dari alat yang telah dirancang.Tegangan keluaran dari rangkaian catu daya nampak sudah sesuai dengan perancangan yaitu sekitar 12 VDC dan 5 VDC. Cahaya yang terhalang dan tidak sampai ke Photo dioda menyebabkan Photo dioda tidak aktif. Bila ada objek atau orang yang melintas maka cahaya yang dipancarkan oleh pemancar LDR pada saat catu daya dihidupkan akan terhalang dan tidak sampai ke penerima LDR. dan dibahas menurut fungsinya masing-masing. E. Pemancar ini adalah sebuah LED LDR dan penerima LDR adalah sebuah Photo dioda. sehingga lebih mudah untuk di pahami. meskipun ada sedikit perubahan namun rata-rata Vout catu daya sudah memadai untuk digunakan. PEMBAHASAN Pembahasan dari rancangan alat yang dibuat disusun atas beberapa bagian pembahasan. dan arus yang mengalir pada Photo dioda dibias 50 . sehingga pada transisitor Q2 menjadi off seperti LDR yang telah dijelaskan pada Bab Perancangan Rangkaian LDR Transistor Q2 off karena pada basis tidak ada bias tegangan.

dan bernilai sesuai dengan tegangan sumber (Vcc). Pada saat transistor Q2 off dan pada basis tidak ada bias tegangan akibatnya kolektor dan emitter menjadi terbuka. Unit Pusat Kontrol Pusat kontrol secara keseluruhan adalah pada mikrokontroler AT89S51 dimana keseluruhan proses dilaksanakan oleh prosesor tersebut. dan semua tegangan sumber muncul pada terminal kolektor – emitter dan dapat dirumuskan dengan persamaan berikut ini. tidak ada arus kolektor yang mengalir. sehingga tegangan keluaran Vout sensor akan berlogika high. G. Jika transistor beroperasi dan bekerja dalam daerah titik sumbat (Cut Off). Persamaan pendekatan tegangan kolektor – emitter pada daerah Cut Off transistor adalah : Vce (Cut Off) = Vcc Dimana: Vce = Tegangan kolektor – emitter Vcc = Tegangan sumber kolektor Pada saat Vout sensor berlogika high. baik proses 51 . bila dioda dibias reverse maka arus yang mengalir pada dioda kecil sekali.reverse sehingga arus pada basis adalah nol. dan mikrokontroller AT89S51 ini akan memproses dan menjumlahkan setiap pendeteksian orang yang masuk dan menampilkannya pada display seven segment. maka pulsa high inilah yang diterima oleh mikrokontroller sebagai tanda atau sinyal yang dikirimkan oleh sensor infra merah yang menandakan ada orang yang melintas didepannya.

Pada rancangan alat ini digunakan tiga buah seven segment sehingga batas maksimum yang ditampilkan adalah 999. Seperti telah diketahui sebelumnya bahwa teknik multiplek dilaksanakan dan diolah dalam mikrokontroller. H. Sinyal yang berupa pulsa – pulsa inilah kemudian dicacah oleh Mikrokontroller AT89S51 dan dikonversikan menjadi BCD. Bit – bit yang telah dikonversikan tadi kemudian ditampilkan pada seven segment sebagai tampilan. sehingga ia dapat dikatakan sebagai pusat semua kontrol. Display Pada pembahasan tentang display ini sangat berhubungan erat dengan teknik multiplek.pengolahan data. Fungsi utama dari mikrokontroller AT89S51 ini adalah sebagai pencacah atau penghitung. mikrokontroller mengirimkan data BCD ke decoder sekali dalam satu waktu dan di terjemahkan oleh decoder menjadi bit – bit yang sesuai dan mengirimnya ke seven segment dan sesaat kemudian mikrokontroller juga mengirimkan bit – bit khusus ke transistor emitter follower sebagai bit pe-multipleks sehingga seven segment dapat menampilkan data yang dikirimkan satu setiap saat. proses menampilkan data maupun proses kontrol perlengkapan luar sebagaimana telah dibahas sebelumnya . dimana ketiga hal tersebut merupakan inti dari penayangan data ke tampilan seven segment. kejadian tersebut juga 52 . setelah sensor LDR mengirimkan sinyal yang telah dideteksi sebagai tanda ada orang yang melewati sensor LDR tersebut. sehingga dapat diproses oleh decoder BCD to seven segment. decoder BCD ke seven segment dan penggunaan saklar transistor emitter follower.

jika frekuensi pengaktif saklar transistor emiter follower rendah tampilan akan tampak berkedip dan apabila frekuensinya tinggi maka tampilan akan saling tumpang tindih. 53 . agar tampilan tak berkedip dan tidak saling tumpang tindih kita dapat mengatur waktu tunda yang tepat dengan memerintahkan mikrokontroller agar menunda pengiriman bit – bit data pe-multiplek atau bit pengaktif segment sehingga tampilan tampak jelas.dinamakan teknik berbagi waktu atau Time Sharing yang berlangsung terus sampai seven segment yang terakhir dan kembali lagi melakukan scanning dari segment yang paling awal kembali. Kecepatan scanning dari segment yang satu ke segment yang lain menentukan performa dari tampilan. sehingga tampilan seven segment akan menunjukan data yang salah.

Dan tidak disertai sensor unuk mengetahui apakah ruangan itu penuh atau tidak seperti halnya sistem control yang ada di lift. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. 58 . Kelemahan dari simulator ini ketika ada orang yang masuk secara bersamaan sensor hanya mendeteksi satu. Simulator ini akurat mendeteksi dan menghitung setiap pengunjung yang masuk dan keluar gedung dengan kontrol mikrokontroller AT89S51 dengan persentase kesalahan 0%. 3. Program yang ada dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Simulator juga berfungsi sebagai penghitung obyek atau barang pada jalur conveyer pada suatu industri. Kesimpulan Berdasarkan uraian dari pembahasan bab-bab sebelumnya . Alat ini dapat dimodifikasi dan dikombinasikan dengan komputer sehingga lebih bagus dan proses kerja lebih cepat 2. B.BAB V PENUTUP A. 2. Saran Berdasarkan dari hasil perancangan alat tersebut maka untuk menambah fungsi dan kehandalan alat disarankan agar : 1.

Zuhal. Jakarta.D. PT. Erlangga. P.Gramedia Pustaka Utama.2001. Gava Media. A. 2007. 2002. C. Jakarta JP. 1996. Rangkaian – Rangkaian Elektronika. Erlangga. Elektronik Industri. 1996. Jakarta 59 . Elex Media Komputindo. Semi Konduktor. Malvino. Yogyakarta. Agfianto. Holman. 1991. Belajar Mudah Mikrokontroller AT 89S52 dengan bahasa Basic Menggunakan BASCOM-8051. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. Metode Pengukuran Teknik Edisi Ke 4. 1985. 1992. Belajar Mikrokontroller AT89C51/52/55 ( Teori dan Aplkasi ). Wahyudin. Yogyakarta Tim Gramedia. Erlangga. Didin. Jakarta. Jakarta. Insap Santoso.V Andi Offset. PT.DAFTAR PUSTAKA Eko Putra.P. Petruzella. Yogyakarta. frank. Prinsip – Prinsip Elektronika Edisi ke 3.

I. Hasil Pengujian dan Pembahasan pada Alat Jumlah Orang yang Keluar ditentukan didalam ruangan Masuk Jumlah / maksimal 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 54 .

50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 55 .

Apabila dalam gedung sudah di tentukan jumlah 50 orang maka pintu akan menutup dan tidak akan membuka kecuali ada orang yang keluar di pintu keluar.50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 Pembahasan Pada dasarnya alat yang dibuat merupakan sebuah alat penghitung jumlah orang yang memasuki suatu gedung. 56 . Apabila yang keluar 5 maka yang masuk 5 dan seterusnya.

Pada saat catu daya dihidupkan maka sensor LDR akan mendeteksi orang yang masuk gedung. Apabila ruangan sudah penuh atau seven segmen menunjukan angka 50 maka tanda alarm akan berbunyi. Apabila Sebaliknya jika sensor yang ditempatkan pada pintu keluar. kemudian sensor akan mengirimkan sinyal ke mikro untuk diproses dan menjumlahkan setiap pendeteksian orang yang masuk. Alarm tersebut berupa buzeer yang terpasang pada sebelah kanan atas. Hasil pendeteksian orang yang ada digedung akan ditampilkan pada seven segment. maka akan mengirimkan sinyal ke mikro untuk diproses dan mengurangi hasil penjumlahan orang yang masuk. 57 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful