PERCOBAAN I KELARUTAN

I. TUJUAN PRAKTIKUM Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu untuk : 1. Menerapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan suatu zat. 2. Menjelaskan pengaruh pelarut campur terhadap kelarutan zat.

II. DASAR TEORI

Melarut tidaknya suatu zat dalam suatu sistem tertentu dan besarnya kelarutan, sebagian besar tergantung pada sifat serta intensitas kekuatan yang ada pada zat terlarutpelarut dan resultan interaksi zat terlarut-pelarut. Larutan jenuh adalah suatu larutan di mana zat terlarut berada dalam kesetimbangan dengan fase padat (zat terlarut). Kelarutan adalah konsentrasi zat terlarut dalam larutan jenuh pada temperatur tertentu, dan secara kualitatif didefinisikan sebagai iutnteraksi spontan dari dua atau lebih zat untuk membentuk dispersi molekuler homogen. Larutan tidak jenuh atau hampir jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi di bawah konsentrasi yang dibutuhkan untuk penjenuhan sempurna pada temperatur tertentu. Larutan lewat jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi lebih banyak daripada yang seharusnya ada pada temperatur tertentu, terdapat juga zat terlarut yang tidak larut, keadaan lewat jenuh mungkin terjadi apabila inti kecil zat terlarut yang dibutuhkan untuk pembentukan kristal permulaan lebih mudah larut daripada kristal besar, sehingga menyebabkan sulitnya ini terbentuk dan tumbuh dengan akibat kegagalan kristalisasi. Kelarutan dapat digambarkan secara benar dengan menggunakan aturan fase Gibbs yaitu : F=C–P+2 Dimana F adalah jumlah derajat kebebasan, yaitu jumlah variabel bebas (biasanya temperatur, tekanan, dan konsentrasi) yang harus ditetapkan untuk menentukan sistem secara

solven dengan solven. dan solut dengan solven terdiri dari tiga tahap (Martin dkk. 1993) yaitu : 1) Tahap pertama menyangkut pemindahan suatu molekul zat dari zat terlarut pada temperatur tertentu. Proses pelarutan yang melibatkan interaksi solut dengan solut.sempurna.000 sampai 10.000 bagian Istilah kelarutan Sangat mudah larut Mudah larut Larut Agak sukar larut Sukar larut Sangat sukar larut Praktis tidak larut Kelarutan suatu senyawa bergantung pada sifat fisika dan kimia zat terlarut dan pelarut. . dan P adalah jumlah fase. C adalah jumlah komponen terkecil yang cukup untuk menggambarkan komposisi kimia dari setiap fase. Kerja yang dilakukan dalam memindahkan satu molekul dari zat terlarut sehingga dapat lewat ke wujud uap membutuhkan pemecahan ikatan antar molekul-molekul berdekatan. 1995) Bagian pelarut yang diperlukan untuk melarutkan 1 bagian zat Kurang dari 1 bagian 1 sampai 10 bagian 10 sampai 30 bagian 30 sampai 100 bagian 100 sampai 1. Bilangan 11 menunjukkan bahwa interaksi terjadi antar molekul solven. 2) Tahap kedua menyangkut pembentukan lubang dalam pelarut yang cukup besar untuk menerima molekul zat terlarut. tekanan. Istilah kelarutan zat dalam suatu pelarut (Depkes RI. dan setengah dari energi diterima kembali. dan untuk jumlah yang lebih kecil bergantung pada terbaginya zat terlarut (Martin dkk. Proses pelepasan ini melibatkan energi sebesar 2W22 untuk memecah ikatan antar molekul yang berdekatan dalam kristal. maka total energi dari proses pertama adalah W22. Tabel 1. 1993). Energi yang dibutuhkan pada tahap ini adalah W11. Tetapi apabila molekul melepaskan diri dari fase zat terlarut. pH larutan. lubang yang ditinggalkan tertutup.000 bagian 1.000 bagian Lebih dari 10. selain itu dipengaruhi pula oleh faktor temperatur.

3) Tahap ketiga penempatan molekul zat terlarut dalam lubang pelarut.. Pelarut polar memecahkan ikatan kovalen dari elektrolit kuat dengan reaksi asam basa karena pelarut ini amfiprotik.........Pharmacopia dan National Formulary..... Secara keseluruhan. Selain kepolaran dan ikatan hidrogen. Lubang dalam pelarut yang terbentuk pada gambar 2. maka semakin kecil kelarutan zat...... kelarutan obat adalah jumlah mL pelarut dimana akan larut 1 gram zat terlarut..... pelarut juga tidak .. Pelarut polar bertindak sebagai pelarut menurut mekanisme berikut : 1.......... sekarang tertutup..... karena tetapan dielektrik pelarut yang rendah. Disebabkan karena tingginya tetapan dielektrik yaitu sekitar 80 untuk air............ ( 1 ) Semakin besar W atau selisih energi yang dibutuhkan pada tahap 1 dan 2 dengan energi yang dilepaskan pada tahap 3... Pada pelarut nonpolar tidak dapat mengurangi gaya tarik menarik antara ion –ion elektrolit kuat dan lemah.. Pelarut polar melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar lainnya..... Interaksi solutsolven ditandai dengan 12.... kelarutan zat juga bergantung pada perbandingan gugus polar terhadap gugus nonpolar dari molekul.. Kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritas dari pelarut ... pelarut polar mengurangi gaya tarik menarik antara ion dalam kristal yang bermuatan berlawanan........ Kemampuan zat terlarut membentuk ikatan hidrogen merupakan faktor yang lebih berpengaruh dibandingkan polaritas dipol yang tinggi... terjadi penurunan energi sebesar – W12..S...... energi (W) yang dibutuhkan untuk semua tahap proses tersebut adalah : W = W22 + W11 – 2W12 ... sehingga tahap ketiga ini melibatkan energi sebesar –W12. Menurut U....... yaitu dipol momennya. Pada keadaan ini......... 2. selanjutnya akan terjadi penutupan rongga kembali dan kembali terjadi penurunan energi potensial sebesar –W12...

dapat memecahkan ikatan kovalen dan elektrolit yang berionisasi lemah karena pelarut nonpolar termasuk dalam pelarut aprotik dan tidak membentuk jembatan hidrogen dengan nonelektrolit. Temperatur Apabila temperatur naik. yang mengurangi kerapatan lingkungan air yang berdekatan dengan molekul gas. disebabkan karena kecendrungan gas yang besar untuk berekspansi. Hasil penglepasan gas disebabkan karena gaya tarik-menarik ion garam atau zat nonelektrolit yang sangat polar dengan molekul air. Tekanan Tekanan gas di atas larutan adalah pertimbangan penting dalam larutan gas karena tekanan mengubah kelarutan gas terlarut dalam kesetimbangan. Pada pelarut semipolar seperti keton dapat menginduksi suatu derajat polaritas tertentu dalam molekul pelarut nonpolar sehingga menjadi dapat larut dalam alkohol. σ adalah tetapan perbandingan larutan yang diselidiki. 2. 3. p adalah tekanan parsial gas yang tidak terlarut di atas larutan dalam mmHg. Tekanan parsial diperoleh dengan mengurangi tekanan uap pelarut dari tekanan uap total. Kelarutan gas dalam cairan Kelarutan gas dalam cairan adalah konsentrasi gas terlarut apabila berada dalam kesetimbangan dengan gas murni di atas larutan. Pengusiran garam (salting out) Dapat diperlihatkan dengan menambahkan sejumlah kecil garam ke dalam larutan berkarbon. Hukum Henry dapat ditulis : C2 = σp Dimana C2 adalah konsentrasi gas terlarut dalam gram/liter pelarut. Kelarutan terutama bergantung pada : 1. pada temperatur konstan. . Pengaruh tekanan pada kelarutan dinyatakan oleh Hukum Henry yang menyatakan bahwa dalam larutan yang sangat encer. konsntrasi gas terlarut sebanding dengan tekanan parsial gas diatas larutan pada kesetimbangan. kelarutan gas umumnya turun. Pelarut semipolar dapat bertindak sebagai pelarut perantara yang dapat menyebabkan bercampurnya cairan polar dan nonpolar.

setara dengan tekanan uap dalam keadaan murni dikalikan fraksi mol komponen dalam larutan. Penyimpangan positif. menyebabkan penurunan kelarutan. 2. Pengaruh reaksi kimia Perhitungan kelarutan dapat dinyatakan dengan hukum henry maupun dengan koef. diartikan sebagai akibat asosiasi molekul salah satu kontituen untuk membentuk molekul ganda(dimers) atau polimer dengan order yang lebih tinggi. adalah pencampuran yang akan membentuk dua lapisan cairan. yang terlarut dalam suatu volume larutan Vlarutan pada tekanan gas parsial p. dimana Vgas adalah volume gas pada STP. Penyimpangan negatif mengakibatkan kenaikan kelarutan dan sering dihubungkan dengan ikatan hidrogen antara senyawa polar.cairan. Interaksi pelarut dalam zat terlarut dikenal sebagai solvasi. tekanan parsial komponen dalam campuran cair pada temperatur tertentu pi.Xi. Sistem cairan dapat dibagi menjadi 2 sesuai dengan kelarutan zat satu dengan yang lain : 1. adalah pencampuran pada segala perbandingan. Kelarutan cairan dalam cairan Menurut hukum Raoult. didefinisikan sebagai volume gas dalam liter (reduksi pada keadaan standar 0°C dan tekanan 760 mmHg) yang larut dalam 1 liter pelarut pada tekanan parsial gas 1 atmosfer pada temperatur tertentu.atau padatan disebut tekanan dalam. Jika salah satu komponen menunjukan penyimpangan negatif. masing-masing cairan mengandung cairan lain dalam keadaan terlarut. Tercampur sempurna.4.absorpsi Bunssen α. maka komponen lain harus juga menunjukan penyimpangan negatif. Gaya tarik menarik ini yang dapat terjadi dalam gas. Tercampur sebagian. pi = pt°. . tekanan dalam dengan satuan kal/cm3 diperoleh dengan persamaan : Pi = dimana ∆ Hv adalah panas penguapan dan V adalah volume molar cairan pada temperatur T. Campuran dikatakan ideal apabila kedua komponen larutan biner mengikuti hukum Raoult untuk semua komposisi. Apabila uap dianggap mendekati ideal.

Apabila zat ketiga larut dalam kedua cairan dalam jumlah yang sama banyak. Dalam larutan ideal. . Kelarutan zat padat dalam cairan Larutan ideal Kelarutan zat padat dalam larutan ideal bergantung pada temperatur. dimana kerja yang harus dilakukan dalam memindahkan suatu molekul dari fase terlarut dilakukan beberapa proses yang dapat dipertimbangkan terjadi dalam 3 tahap yaitu : 1. kelarutan timbal-balik pasangan cairan akan naik. yaitu panas yang diabsorpsi apabila zat padat meleleh. panas pelarutan sama dengan panas peleburan. apabila kelarutan cairan nonpolar dalam air naik dengan adanya zat aktif permukaan pembentuk misel. yang dianggap konstan tidak bergantung pada temperatur. Larutan Nonideal Larutan nonideal. Persamaan termodinamik untuk larutan ideal zat padat dalam cairan adalah : -log X2i = . titik leleh zat padat. Kenaikan dalam kelarutan timbal-balik dari dua pelarut yang tercampur sebagian oleh zat lain biasanya disebut blending .Pengaruh zat asing Penambahan suatu zat ke dalam sistem cairan biner menghasilkan sistem terner yaitu suatu sistem yang mempunyai 3 komponen. kelarutan timbal-balik pasangan cairan akan turun. Kelarutan ideal tidak dipengaruhi oleh sifat pelarut. gejala ini disebut kelarutan misel. panas peleburan molar ∆ Hf . Jika zat yang ditambahkan hanya larut dalam salah satu komponen . dan T adalah temperatur mutlak larutan. Tahap pertama menyangkut pemindahan satu molekul dari fase terlarut pada temperatur tertentu. To adalah titik leleh zat terlarut padat dalam derajat mutlak.( ) Dimana X2i adalah kelarutan ideal zat terlarut yang dinyatakan dalam fraksi mol.

Kelarutan Garam dalam Air Kenaikan temperatur menaikkan kelarutan zat padat yang mengabsorpsi panas (endotermik) apabila dilarutkan. Panas pelarutan total atau panas pelarutan integral adalah panas yang diabsorpsi jka 1 mol zat terlarut dilarutkan dalam pelarut yang cukup untuk menghasilkan larutan dengan konsentrasi tertentu. Tentunya. zat yang bertindak sebagai hidrogen (proton) donor umumnya tidak mempunyai sifat akseptor yang sama. Parameter Kelarutan (Parsial) Berganda Dengan menggunakan parameter kelarutan parsial. yang menyatakan bahwa sistem cenderung menyesesuaikan diri sendiri dengan cara sedemikian rupa sehingga akan melawan suatu tantangan misalnya kenaikkan temperatur. 3. Panas hidrasi adalah . Tahap kedua menyangkut pembentukan lubang dalam pelarut yang cukup besar untuk menerima molekul zat terlarut. Apabila terjadi interaksi antara molekul sejenis dari salah satu komponen dalam larutan. Tidak benar bila parameter ikatan hidrogen diartikan untuk diterapkan pada donor.2. Pengaruh ini sesuai dengan asas Le Chatelier. para pengamat dapat memperkirakan kelarutan naftalen dalam sejumlah pelarut polar dan nonpolar. kombinasi khusus pelarut dan zat terlarut ini dikenal sebagai solvasi. Panas pelarutaan parsial atau panas pelarutan diferensial adalah panas yang diabsorpsi per mol bila sejumlah kecil terlarut ditambahkan ke dalam sejumlah besar larutan atau laju perubahan panas pelarutan per mol zat terlarut dalam larutan pada setiap konsentrasi. akseptor atau keduanya. ikatan hidrogen. gejala ini disebut sebagai asosiasi. Molekul zat terlarut akhirnya ditempatkan dalam lubang dalam pelarut. energi kisi adalah energi yang dibutuhkan untuk memisahkan 1 mol kristal ke dalam ionionnya dalam wujud gas atau energi untuk menguapkan zat padat. Solvasi dan Asosiasi dalam Larutan Senyawa Polar Penyimpangan negatif dari Hukum Raoult yang digunakan apabila interaksi spesifik seperti ikatan hidrogen terjadi antara zat terlarut dan pelarut. Panas pelarutan zat yang berbentuk kristal adalah perbedaan antara panas sublimasi zat padat seperti yang diberikan oleh energi kisi kristal dan panas hidrasi ion dalam larutan.

dan pelarut yang dalam kombinasi menaikkan kelarutan zat terlarut disebut cosolvent. Cara ini cukup potensial dan sederhana dibanding beberapa cara lain yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan dan stabilitas suatu bahan. dan panas yang diabsorpsi hanyalah panas yang dibutuhkan untuk mengubah kristal menjadi wujud cair. AgCl (s) ↔ Ag+ + CL-. Penambahan ion sejenis akan mengurangi kelarutan elektrolit yang sukar larut. Pada beberapa kasus. Ksp dari senyawa.panas yang dilepaskan ketika ion-ion gas terhidrasi. Efek peningkatan kelarutan terutama disebabkan oleh polaritas obat terhadap solven (air) dan kosolven. Garam-garam yang tidak mempunyai ion sejenis dengan elektrolit yang sukar larut. tentunnya jika ion sejenis itu tidak membentuk kompleks dengan garam dimana jika terbentuk kompleks maka kelarutan netto dapat naik. Pemilihan sistem kosolven yang tepat dapat menjamin kelarutan semua . Kosolven seperti etanol. polietilen glikol dan glikofural telah rutin digunakan sebagai zat untuk meningkatkan kelarutan obat dalam larutan pembawa berair. garam ini akan menaikan dan bukan menurunkan kelarutan karena adanya penurunan koefisien keaktifan. penggunaan kosolven yang tepat dapat meningkatkan kelarutan obat hingga beberapa kali lipat. Penggunaan kosolven dapat mempengaruhi polaritas sistem. bahkan dalam beberapa kasus penggunaan kosolven dapat menurunkan kelarutan solut dalam larutan berair. Kelarutan Elektrolit yang Sukar Larut Apabila elektrolit yang sukar larut dilarutkan untuk membentuk larutan jenuh. kelarutan digambarkan oleh tetapan khusus yang dikenal dengan hasil kali kelarutan. yang dapat ditunjukkan dengan pengubahan tetapan dielektrikanya (Swarbrick and Boylan. propilen glikol. Pengaruh Pelarut pada Kelarutan Obat Zat terlarut lebih larut dalam campuran pelarut daripada dalam satu pelarut saja dimana gejala ini dikenal dengan melarut bersama (cosolvency). dimana K dapat dicari dengan : K = dan hasil kali kelarutannya adalah Ksp =[Ag+] [Cl-]. 1990). Dalam larutan ideal tidak akan terjadi hidrasi (solvasi). pada konsentrasi sedang . namun bisa juga peningkatan kelarutannya sangat kecil.

Pengaruh Gabungan pH dan Pelarut Pelarut mempengaruhi kelarutan elektrolit lemah dalam larutan yang didapar dengan 2 cara.komponen dalam formulasi dan meminimalkan resiko pengendapan karena pendinginan atau pengenceran oleh cairan darah. Penambahan alkohol ke dalam larutan yang didapar dari elektrolit lemah dalam airmenaikkan kelarutan zat yang tidak terionisasi dengan mengatur polaritas pelarut pada harga yang lebih yang diinginkan. . Pengaruh Surfaktan Obat yang bersifat asam lemah dan basa lemah dapat dilarutkan dengan bantuan kerja penglarutan dari zat aktif permukaan. alkohol menurunkan disosiasi elektrolit lemah. Akibatnya. Karena kurang polar dibandingkan air. Menurut FDA (Food and Drugs Administration) beberapa obat dapat dimasukkan dalam BCS (Biopharmaceutical Classification System). Sifat dari surfaktan adalah menambah kelarutan senyawa organik dalam sistem berair. Ini menunjukkan bahwa misel adalah bersangkutan dengan fenomena ini. 1989). Berbagai bahan tambahan dalam produk obat juga dapat mempengaruhi kinetika kelarutan obat itu sendiri (Lachman dkk. 2. 1981). hal ini akan mengurangi iritasi jaringan pada tempat administrasi obat (Yalkowsky. yaitu: 1. Sifat ini tampak hanya pada cairan dan diatas konsentrasi misel kritis. dan kelarutan obat turun apabila tetapan disosiasi turun (pKa naik).

Parasetamol. Alendronate RENDAH KELAS II Contoh : Danazole. Metformin hidrokloride KELAS III Contoh : RENDAH Aciklovir. Glibenclamide. Asam mefenamat. Atenolol.Tabel 2. Pseudoefedrin sulfat. Enalaprilate. Itrakonazole KETERANGAN : KELAS I : Kelarutan tinggi – Permeabilitas tinggi . Tobramycin. Ketokonazole. Furosemide. TINGGI Diltiazem. Siklosforin. Griseofulvin KELAS IV Contoh : Clorothiazide. Nisoldipin. 2008) KELARUTAN PERMEABILITAS TINGGI KELAS I Contoh : Propanolol. Metoprolol. Verapamil. Kaptopril. Teofilin. Simetidin. Sistem Klasifikasi Biofarmasetikal (FDA. Carbamazepine. Nifedipin. Cefuroxime. Ranitidin.

Telah diketahui bahwa kelarutan suatu zat sangat dipengaruhi polaritas bahan pelarut. Fenomena ini dikenal dengan istilah co-solvency sedangkan bahan pelarut di dalam pelarut campur yang mampu meningkatkan kelarutan zat disebut cosolvent.Cv-1 Besarnya konstanta dielektrik menurut Moore dapat diatur dengan menambahkan bahan pelarut lain. KELAS III : Kelarutan tinggi – Permeabilitas rendah Obat-obat untuk kategori kelas III menunjukkan variasi kecepatan dan besarnya absorbsi obat yang tinggi terhadap permeabilitas. Sedangkan zat-zat non polar sukar larut di dalamnya.Obat-obat untuk kategori kelas I menunjukkan jumlah absorbsinya tinggi serta jumlah disolusi yang tinggi pula. maka variasi tersebut dapat disebabkan oleh perubahan fisiologi atau permeabilitas membran yang lebih baik daripada faktor bentuk dosis. . Tetapan dielektrik suatu campuran bahan pelarut merupakan hasil penjumlahan tetapan dielektrik masing-masing sesudah dikalikan dengan % volume setiap komponen pelarut. Etanol. Jika disolusi obat cepat. Pelarut polar mempunyai konstanta dielektrik yang tinggi sehingga dapat melarutkan zat-zat yang bersifat polar. gliserin dan propilen glikol adalah contoh co-solvent yang umum digunakan dalam bidang farmasi. khususnya dalam pembuatan sediaan eliksir. Konstanta dielektrik adalah suatu besaran tanpa dimensi dan merupakan rasio antara kapasitas elektrik medium (Cx) terhadap vakum (Cv) atau ε = Cx. Demikian pula sebaliknya zat-zat yang polar sukar larut didalam bahan pelarut non polar. Adakalanya suatu zat lebih mudah larut dalam pelarut campuran dibandingkan dengan pelarut tunggalnya. Kecepatan disolusi obat-obat ini tergantung dari kecepatan pengosongan lambung. KELAS IV : Kelarutan rendah – Permeabilitas rendah Obat-obat untuk kategori kelas IV menunjukkan banyak masalah untuk metabolisme oral yang efektif. KELAS II : Kelarutan rendah – Permeabilitas tinggi Obat-obat untuk kategori kelas II mempunyai jumlah absorbsi yang tinggi tetapi dengan jumlah disolusi yang rendah. Kecepatan disolusi obat secara in-vivo besar jika dosis obat ditingkatkan.

propil kelarutan sederhana dari masingmasing obat tidak dapat digunakan untuk memperkirakan kelarutan dalam campuran dari masing-masing isi.4 Nama Bahan Kloroform Asam hidroklorida Etil eter Minyak zaitun Minyak biji kapas Asam oleat Toluen Benzen Dioksan Minyak lemon Karbon tetraklorida Petrolatum cair ε 4.8 13.34 3.39 2.0 2. .4 43.8 4.7 25.8 15.1 9.0 6.8 21.28 2.24 2-5 Pengaruh Kompleksasi dalam Sistem Multikomponen Apabila bebarapa obat bersama-sama dengan zat tambahan farmasetik berinteraksi dalam larutan membentuk kompleks yang tidak larut.7 21.26 2.45 2.Data Konstanta Dielektrik Beberapa Bahan Pelarut Nama Bahan N-metilformamid Air Gleserin Metil Alkohol n-propil alkohol Aceton Benzaldehid Amil alkohol Benzil alkohol Fenol Metil Salisilat Etil Asetat ε 190 80.25 2.0 33.1 3.6 4.4 17.7 9.

314 x 107erg/der mol) dan T adalah temperatur mutlak. yang untuk zat padat sangat sulit diperoleh. r adalah jari-jari akhir partikel dalam cm. III. γ adalah tegangan permukaan partikel.Pengaruh Faktor Lain pada Kelarutan Zat Padat Ukuran dan bentuk partikel kecil juga mempengaruhi kelarutan.CARA KERJA Dibuat 10 ml campuran bahan pelarut. sesuai dengan tabel : Air (% v/v) 60 60 60 60 60 60 60 60 Alkohol (% v/v) 0 5 10 15 20 30 35 40 Propilen glikol (% v/v) 40 35 30 25 20 10 5 0 Dilarutkan asam salisilat sebanyak 1 gram ke dalam masing-masing campuran pelarut. V adalah volume molar. R adalah tetapan gas (8. Kelarutan naik dengan turunnya ukuran partikel menurut persamaan : log = Dimana s adalah kelarutan partikel hlus dan so adalah kelarutan zat padat yang terdiri dari partikel-partikel besar. .

.1 N. Ditambahkan indikator fenolftalin ke dalam larutan. Jika selama pengocokan terdapat endapan yang larut. larutan ditambahkan asam salisilat sampai diperoleh larutan yang jenuh kembali. kemudian dititrasi dengan pentiter NaOH 0. Dibuat kurva antara kelarutan asam salisilat dengan harga konstanta dielektrik bahan pelarut campur yang ditambahkan. ditentukan kadar asam salisilat.Dikocok larutan dengan alat pengocok orbital selama 2 jam. Larutan disaring.

Pengocok orbital 5. Gelas ukur 10 mL 2. Gelas erlemeyer 7. Beaker glass 8. Air 2. Kertas perkamen 3. Buret 9. Standar buret Bahan 1.IV. Batang pengaduk 4. Alkohol . Kertas saring 6. ALAT DAN BAHAN Alat 1.

Indikator PP . Propilen glikol 4. Asam salisilat 5.3. NaOH 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful