KEPEMIMPINAN 1.

Pengertian

Pemimpin memiliki peranan yang dominan dalam sebuah organisasi. Peranan
yang dominan tersebut dapat mempengaruhi moral kepuasan kerja keamanan,

kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi.
Sebagaimana dikatakan Hani Handoko bahwa pemimpin juga memainkan
peranan kritis dalam membantu kelompok organisasi, atau masyarakat untuk

mencapai tujuan mereka.1
Bagaimanapun juga kemampuan dan ketrampilan kepemimpinan dalam pengarahan adalah faktor penting efektifitas manajer. Bila organisasi dapat mengidentifikasikan kualitas

yang berhubungan dengan kepemimpinan

kemampuan mengidentifikasikan perilaku dan tehnik-tehnik kepemimpinan

efektif, Kepemimpinan dalam bahasa inggris tersebut leadership berarti
being a leader power of leading

“ atau the qualities of leader.

2

Secara bahasa, makna kepemimpinan itu adalah kekuatan atau kualitas seseorang pemimpin dalam mengarahkan apa yang dipimpinnya untuk mencapai

Press. hal 481

1 Hani Handoko. 1999. Manajemen. edisi kedua. hal. 293 2 AS. Hornby. 1990. Oxford Edvanced Dictionary of English. London: Oxford University

8

Op. Manajemen mencakup kepemimpinan tetapi juga mencakup fungsi-fungsi lainnya seperti perencanaan. 294. 3 Kepemimpinan atau leadership dalam pengertian umum menunjukkan suatu proses kegiatan dalam hal memimpin. hal. . perasaan serta tingkah laku terhadap orang lain yang ada dibawah pengawasannya. 486 5 T. tetapi tidak sama dengan manajemen. penorganisasian . membimbing. Cit. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.4 Disinilah peranan kepemimpinan berpengaruh besar dalam pembentukan perilaku bawahan. . hal. mengontrol perilaku. pengawasan dan evaluasi.Hani Handoko. Kepemimpinan adalah bagian penting manjemen. hal.9 tujuan. .294 4 Ibid.5 3 Ibid . jilid I. kepemimpinan atau leadership telah didefinisikan oleh banyak para ahli antaranya adalah Stoner mengemukakan bahwa kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses mengarahkan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang salain berhubungan dengan tugasnya. Seperti halnya manajemen.jilid 2. menurut Handoko kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar mencapai tujuan dan sasaran.

pengalaman masa lalu pemimpin dan bawahan dan sebagainya. 295 7 Ibid. lingkungan organisasi. ada beberapa pendekatan kepemimpinan yang diklasifikasikan sebagai pendekatan-pendekatan kesifatan. Pendekatan Kepemimpinan Menurut Handoko. perilaku. Pendekatan ketiga yaitu pandangan situasional tentang kepemimpinan. Pendekatan kedua bermaksud mengidentifikasikan perilaku-perilaku (behaviours) pribadi yang berhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. hal.10 2. Kedua pendekatan ini mempunyai anggapan bahwa seorang individu yang memiliki sifat-sifat tertentu atau memperagakan perilaku-perilaku tertentu akan muncul sebagai pemimpin dalam situasii kelompok apapun dimana ia berada. Pandangan ini menganggap bahwa kondisi yang menentukan efektifitas kepempimpinan bervariasi dengan situasi yakni tugas-tugas yang dilakukan. dan situasional. 296 .. hal. Pandangan ini telah menimbulkan pendekatan contingency pada kepemimpinan yang bermaksud untuk menetapkan faktor-faktor situasional yang menentukan seberapa besar efektifitas situasi gaya kepemimpinan tertentu. Ketiga pendekatan tersebut dapat digambarkan secara kronologis sebagai berikut:7 6 Ibid.6 Pendekatan pertama memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat yang tampak. keterampilan dan pengharapan bawahan.

Para penelti telah mengidentifikasi dua gaya kepemimpinan yaitu gaya dengan orientasi tugas (Task Oriented) dan gaya dengan orientasi karyawan (Employee Oriented). hal. Dari satu segi pendekatan ini masih difokuskan lagi pada gaya kepemimpinan (leadership style). menegakkan disiplin yang sejalan dengan tata tertib yang telah dibuat. 299 .11 Sifat-sifat Perilaku Situasional Contingency 3. sebab gaya kepemimpinan bagian dari pendekatan perilaku pemimpin yang memusatkan perhatian pada proses dinamika kepemimpinan dalam usaha mempengaruhi aktivitas individu untuk mencapai suatu tujuan dalam suatu situasi tertentu. Gaya kepemimpinan ialah pola-pola perilaku pemimpin yang digunakan untuk mempengaruhi aktuivitas orang-orang yang dipimpin untuk mencapai tujuan dalam suatu situasi organisasinya dapat berubah bagaimana pemimpin mengembangkan program organisasinya. memperhatikan bawahannya dengan meningkatkan kesejahteraanya serta bagaimana pimpinan berkomunikasi dengan bawahannya.8 Manajer berorientasi tugas mengarahkan dan mengawasi bawahan secara tertutup untuk menjamin bahwa tugas dilaksanakan sesuai yang diinginkannya. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan yang dimaksud adalah teori kepemimpinan dari pendekatan perilaku pemimpin. Manajer dengan gaya kepemimpinan ini lebih memperhatikan 8 Ibid.

.9 Gaya kepemimpinan yang kurang melibatkan bawahan dalam mengambil keputusan. Berinteraksinya dua status yang berbeda terjadi. menciptakan suasana persahabatan serta hubungan-hubungan saling mempercayai dan menghormati dengan para anggota kelompok. Namun pemimpin dalam menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat merupakan tindakan yang bijaksana kepada bawahan. melalui berinteraksi ini antara atasan dan bawahan masing-masing memilki status yang berbeda. 294 . Bawahan umumnya lebih 9 Ibid. hal. akan mengakibatkan bawahan merasa tidak diperlukan. Cara berinteraksi oleh pimpinan akan mempengaruhi tujuan organisasi.12 pelaksanaan pekerjaan daripada pengembangan dan pertumbuhan karyawan. apabila status pemimpin dapat mengerti keadaan bawahannya. Pada umumnya bawahan merasa dilindungi oleh pimpinan apabila pimpinan dapat menyejukkan hati bawahan terhadap tugas yang dibebankan kepadanya. Mereka mendorong para anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugas dengan memberikan kesempatan bawahan untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan. Pemaksaan kehendak oleh atasan mestinya tidak dilakukan. maka akan terjadi kegagalan dalam pencapaian tujuan organisasi. Sedangkan manajer berorientasi karyawan mencoba untuk lebih memotivasi bawahan dibanding mengawasi mereka. karena pengambilan keputusan tersebut terkait dengan tugas bawahan sehari-hari. Selanjutnya gaya kepemimpinan digunakan dalam berinteraksi dengan bawahannya.

efektif. semua tugas dapat dilaksanakan secara optimal. menaruh perhatian yang besar dan keinginan yang kuat dalam melaksanakn tugas-tugasnya. Pola dasar terhadap gaya kepemimpinan yang lebih mementingkan pelaksanaan tugas oleh para bawahannya. Pemimpin menuntut agar setiap anggota seperti dirinya. Pemimpin beranggapan bahwa bila setiap anggota melaksanakn tugasnya secara efektif dan efisien. dan efisien. yang pada akhirnya meningkatkan kinerja karyawan. Bermacam-macam cara mempengaruhi bawahan tersebut guna kepentingan pemimpin yaitu tujuan organisasi. Pimpinan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan pada tugas dan fungsi. melalui proses komunikasi dengan bawahannya sebagai dimensi dalam kepemimpinan dan teknik-teknik untuk memaksimalkan pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinan yang berpola untuk mementingkan pelaksanaan kerjasama. Gaya yang akan digunakan mendapat sambutan hangat oleh bawahan sehingga proses mempengaruhi bawahan berjalan baik dan disatu sisi timbul kesadaran untuk bekerja sama dan bekerja produktif. pasti akan dicapai hasil yang diharapkan sebagai penggabungan hasil yang dicapai masing-masing anggota. pelaksanakan . Pemimpin yang bijaksana umumnya lebih memperhatikan kondisi bawahan guna pencapaian tujuan organisasi.13 senang menerima atasan yang mengayomi bawahan sehingga perasaan senang akan tugas timbul. menuntut penyelesaian tugas yang dibebankan padanya sesuai dengan keinginan pimpinan. pemimpin berkeyakinan bahwa dengan kerjasama yang intensif.

dan bahkan dalam beberapa hal 10 Stoner dan Freeman.10 Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas menekankan pada pengawasan yang ketat. Pola dasar ini menggambarkan kecenderungan. tidak ada pilihan lain. p. Gaya kepemimpinan ini lebih menekankan pada tugas dan kurang dalam pembinaan karyawan. karena yang penting adalah hasilnya bukan prosesnya.. op. Pemimpin hanya membuat beberapa keputusan penting pada tingkat tertinggi dengan pemahaman yang konseptual. Dengan pengawasan yang ketat dapat dipastikan bahwa tugas yang diberikan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. a. Pemimpin yang efektif dalam organisasi menggunakan desentralisasi dalam membuat keputusannya. mengutamakan untuk memotivasi dari mengontrol bawahan.. selain mengganti pelaksananya tanpa menghiraukan siapa orangnya. Namun jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan.cit.14 dan bagaimana tugas dilaksanakan berada diluar perhatian pemimpin. . Pendekatan Perilaku Kepemimpinan Prilaku kepemimpinan cenderung diekspreikan dalam dua gaya kepemimpinan yang berbeda. mencari pengganti dari luar meskipun harus menyewa serta membayar tinggi. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada karyawan. Sedangakan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada karyawan. 475. Hal tersebut memberikan kewenangan pada bawahan serta melaksanakan sharing dalam memutuskan suatu keputusan. jika dalam organisasi tidak ada yang mampu.

Houston. 1978. dapat dirasakan oleh bawahan secara langsung ketika pimpinan berinteraksi dengan bawahannya. lebih menekankan pada penyelesaian tugas-tugas yang dibebankan pada karyawan. Bawahan pada umumnya cenderung loebih menyukai gaya kepemimpinan yang berorientasi pada karyawan atau bawahan. karena merasa lebih dihargai dan diperlakukan secara manusiawi. Pimpinan pada umunya lebih memperhatikan hasil daripada proses. Keadaan tersebut membentuk kondisi tempat kerja menjadi kurang kondusif. karena masing-masing karyawan berkonsentrasi pada tugas yang harus diselesaikan karena terikat waktu dan tanggungjawab. sedangkan lainnya hanya satu gaya yang ditengah-tengah gaya ekstrem tersebut. ada empat gaya kepemimpinan yang dikelompokkan sebagai gaya yang ekstrem11. Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Kedua gaya kepemimpinan tersebut. The New Managerial Grid. (3) Tugas secara 11 Robert R Black dan Jane S. Gulf Publishing.15 bawahan ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan bawahan. Gaya kepemimpinan dalam managerial grid yaitu: (1) Manajer tim yang nyata (the real team manager). Gaya kepemimpinan yang berorintasi pada tugas. (2) Manajemen club (the country club management). b. karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Gaya Managerial Grid Menurut Blake dan Mountoun. . memanusiakan manusia sehingga kan mempengaruhi tingkat produktivitas kerja dan kepuasan kerja karyawan. Mouton.

gaya kepemimpina yang berorientasi tugas paling tepat. Sedangkan pada tahap ketiga. dan kemampuan serta pengalaman yang berhubungan dengan tugas. ketika bawahan pertama kali memasuki organisasi. Pada tahap awal. dan (4) Manajemen perantara (organizational man management). dan pada gambar di atas terdapat empat tahap. (c) tugas tinggi dan hubungan tinggi. dan bawahan secara aktif mencari . Pada tahap dua. Hubungan antara pimpinan dan bawahan bergerak melalui empat tahap yaitu: (a) hubungan tinggi dan tugas rendah. gaya kepemimpina yang berorientasi tugas masih penting karena belum mampu menerima tanggungjawab yang penuh. Kematangan atau kedewasaan bukan sebagai sebatas usia atau emosional melainkan sebagai keinginan untuk menerima tanggungjawab. Pimpinan perlu mengubah gaya kepemimpinan sesuai dengan perkembangan setiap tahap. Teori Kepemimpinan Situasional Dalam mengembangkan teori kepemimpinan situasional Hersey dan Blanchard mengatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif berbeda-beda sesuai dengan kematangan bawahan. (b) tugas rendah dan hubungan rendah. kemampuan dan motivasi prestasi bawahan meningkat. c. dan (d) tugas tinggi dan hubungan rendah.16 otokratis (authocratic task managers). Namun kepercayaan dan dukungan pimpinan terhadap bawahan dapat meningkat sejalan dengan makin akrabnya dengan bawahan dan dorongan yang diberikan kepada bawahan untuk berupaya lebih lanjut.

Cit. Dan pada tahap empat (akhir). 2) Derajat situasi yang menghadapkan manajer dengan tidak kepastian. Fiedler mengukur gaya kepemimpinan dengan skala yang menunjukan tingkat seseorang menguraikan secara menguntungkan atau 12 T. Pelaksanaan gaya kepemimpinan situasional sangat tergantung dengan kematangan bawahan. Bawahan sudah mampu berdiri sendiri dan tidak memerlukan atau mengharapkan pengarahan yang detil dari pimpinannya. sehingga perlakuan terhadap bawahan tidak akan sama baik dilihat dari umur atau masa kerja. Hani Handoko. hal 311 . bawahan lebih yakin dan mampu mengarahkan diri. mengendalikan dan mempengaruhi situasi. d. Op. Gaya Kepemimpinan Fiedler Di sini Fiedler mengembangkan suatu model yang dinamakan model Kontingensi Kepemimpian yang Efektif(A Contingency Model of Leadership Effectiveness) berhubungan anatar gaya kepemimpinan dengan situasi yang menyenangkan. berpengalaman serta pimpinan dapat mnegurangi jumlah dukungan dan dorongan. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. sama dengan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada karyawan dan berorientasi pada tugas.17 tanggungjawab lebih besar.12 Gaya kepemimpinan diatas. Adapun situasi yang menyenangkan itu diterangkan dalam hubungannya dengan dimensi-dimensi sebagai berikut: 1) Derajat situasi dimana pemimpin menguasai. sehingga pemimpin tidak perlu lagi bersifat otoriter.

menerima saran. dan kekuasaan dapat kuat atau lemah. dan (7) manajer membolehkan bawahan dalam batas yang ditetapkan atasan. Tannenbaum dan Schmidt mengusulkan bahwa. (2) manajer menjual keputusan. karyuawan yang hampir tidak dapat diajak bekerjasama dengan orang tadi. seorang manajer perlu mempertimbangkan tiga perangkat kekuatan sebelum memilih gaya kepemimpinan yaitu: kekuatan yang ada dalam diri manajer sendiri. pemimpin mempunyai kekuasaan dan pengaruh amat besar atau mempunyai kekuasaan dan pengaruh amat kecil. e. membuat keputusan. meminta kelompok untuk mengambil keputusan. Gaya Kepemimpinan Kontinum. kekuatan yang ada pada bawahan. (3) manajer menyajikan gagasan dan mengundang pertanyaan. (5) manajer menyajikan masalah. Sehubungan dengan teori tersebut terdapat tujuh tingkat hubungan pemimpin dengan bawahan yaitu: (1) manajer mengambil keputusan dan mengumumkannya. (4) manajer menawarkan keputusan sementara yang masih diubah.18 merugikan rekan sekerjanya yang paling tidak disukai (LPC. . (6) manajer menentukan batas-batas. Least Preferred Co-worker). Dalam hal ini ditentukan delapan kombinasi yang mungkin dari tiga variabel dalam situasi kepemimpinan tersebut dapat menunjukan hubungan antara pemimpin dengan anggota dapat baik atau buruk. tugas dapat struktur. dan kekuatan yang ada dalam situasi. Pemimpin dengan LPC rendah yang berorientasi tugas atau otoriter paling efekif dalam situasi ekstrem.

19 f. Pemimpin hanya mau memperhatikan pada komunikasi yang turun ke bawah. Gaya Kepemimpinan menurut Likert Menurut Likert. dalam sistem ini pemimpin dinamakan otokratis yang baik hati (benevalent autthoritive). dan mengemukakan pendapat berbagai ketentuan yang bersifat umum. yaitu keberhasilan pemimpin adalah jika berorientasi pada bawahan. 2) Sistem 2. sesudah melalui proses diskusi dengan para bawahan. 3) Sistem 3. dalam sistem ini gaya kepemimpinan yang konsultatif. Bawahan di sini merasa sedikit bebas untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan tugas pekerjaan bersama atasannya. Pemimpin menentukan tujuan. cit. 13 Thoha.. dan mendasarkan komunikasi. mau memotivasi dengan hadiah-hadiah tetapi bawahan merasa tidak bebas untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan tugas pekerjaannya dengan atasannya. dalam sistem ini pemimpin bergaya otoriter (ekspoitive- authoritive). 59-61 . percaya kepada bawahan. bahwa pemimpin itu dapat berhasil jika bergaya participative management. pp. dan hanya membatasi proses pengambilan keputusan di tingkat atas saja.13 Selanjutnya ada empat sistem kepemimpinan dalam manajemen yaitu sebagai berikut: 1) Sistem 1. Pemimpin mempunyai kepercayaan yang terselubung. op.

Bawahan merasa secara mutlak mendapat kebebasan untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan tugasnya bersama atasannya. dan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tingkat kematangan bawahan. dalam sistem ini dinamakan pemimpin yang bergaya kelompok berparsipatif (participative group). Dari keempat sistem diatas. (3) memberi petunjuk. sistem ke 4 mempunyai kesempatan untuk sukses sebagai pemimpin. dan (4) kerjasama. maka yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan dalam tulisan ini adalah penilaian karyawan terhadap gaya kepemimpinan pemimpin atau atasan dalam mempengaruhi bawahan untuk mencapai tujuan organisasi yang mencakup ke dalam tiga aspek yaitu: gaya kepemimpinan yang berorientasi kepada tugas.20 4) Sistem 4. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan terdiri dari empat indikator yaitu: (1) melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. (3) kekeluargaan. karena mempunyai organisasi yang lebih produktif. Dan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tingkat kematangan bawahan . (2) pelaksanaan tugas. Karena pemimpin dalam penentuan tujuan dan pengambilan keputusan ditentukan bersama. gaya kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan. dan (4) mengutamakan hasil daripada proses. Berdasarkan teori yang telah dikemukakan di atas. (2) memberi dukungan. Gaya kepemimpinan pada tugas terdiri dari empat indikator yaitu: (1) Pengawasan yang ketat.

Untuk pendidikan dasar dan menengah. proses pengambilan keputusan yang otonom seperti itu dapat dilaksanakan secara efektif dengan menerapkan MBS. dan demokratis. partisipatif. (3) pengalaman g.21 terdiri dari empat indikator yaitu: (1) ketekunan bekerja. kepemimpinan transformasional berbeda dengan kepemimpinan transaksional yang didasarkan atas kekuasaan birokratis dan memotivasi para pengikutnya demi kepentingan diri sendiri. Dalam kepemimpinan transformasional menurut Burns. kepala sekolah perlu memiliki kepemimpinan yang kuat. dinamik dan demokratis.25 tahun 2000 tentang program pembangunan nasional 2000-2004 untuk sektor pendidikan disebutkan akan perlunya pelaksanaan manajemen otonomi pendidikan. Dalam melaksanakan MBS menurut Komite Reformasi Pendidikan. . (2) aktif. Kepemimpinan transformasional dapat dicirikan dengan adanya proses untuk membangun komitmen bersama terhadap sasaran organisasi dan memberikan kepercayaan kepada para pengikut untuk mencapai sasaran. pemimpin mencoba menimbulkan kesadaran dari para pengikut dengan menyerukan cita-cita yang lebih tinggi dan nilai-nilai moral. Perubahan manajemen pendidikan dari sentralistik ke disentralistik menuntut proses pengambilan keputusan pendidikan menjadi lebih terbuka. Masih menurut Burns. Kepemimpinan Transformasional Dalam MBS Dalam Undang-Undang No.

adanya kesamaan yang paling utama. Ketiga.22 Kepemimpinan transformational mampu mentransformasi dan memotivasi para pengikutnya dengan cara :14 (1) membuat mereka sadar mengenai pentingnya suatu pekerjaan. yaitu jalannya organisasi yang tidak digerakkan oleh birokrasi.(2) mendorong mereka untuk lebih mementingkan organisasi daripada kepentingan diri sendiri. tetapi oleh kesadaran bersama. dan (3) mengaktifkan kebutuhankebutuhan pengikut pada tarap yang lebih tinggi. Kedua. Tipe kepemimpinan transformasional dapat sejalan dengan fungsi manajemen MBS. adanya partisipasi aktif dari pengikut atau orang yang dipimpin. . model Pertama. para pelaku mengutamakan kepentingan organisasi bukan kepentingan pribadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful