Mikrobiologi Lingkungan

Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD

LICHENS (LUMUT KERAK)

L

ichenes (lumut kerak) merupakan gabungan antara fungi dan algae sehingga secara morfologi dan fisiologi merupakan satu kesatuan. Lumut kerak ini hidup secara epifit pada pohon-pohonan, di atas tanah

terutama di daerah sekitar kutub utara, di atas batu cadas, di tepi pantai atau gunung-gunung yang tinggi. Tumbuhan ini tergolong tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Tumbuhan ini bersifat endolitik karena dapat masuk pada bagian pinggir batu. Dalam hidupnya lichens tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan terhadap kekurangan air dalam jangka waktu yang lama. Lichens yang hidup pada batuan dapat menjadi kering karena teriknya matahari, tetapi tumbuhan ini tidak mati, dan jika turun hujan bisa hidup kembali. Lichens menghasilkan lebih dari 500 senyawa biokimia yang unik untuk dapat beradaptasi pada habitat yang ekstrim. Senyawa tersebut berguna untuk mengontrol sinar terik matahari, mengusir atau menolak (repellen) herbivora, membunuh mikroba dan mengurangi kompetisi dengan tumbuhan, dan lainnya. Diantaranya berbagai jenis pigmen dan antibiotik yang juga membuat lichens ini sangat berguna bagi manusia pada masyarakat tradisional. Tumbuhan ini memiliki warna yang bervariasi seperti putih, hijau keabuabuan, kuning, oranye, coklat, merah dan hitam. Algae dan jamur bersimbiosis membentuk lichens baru jika bertemu jenis yang tepat. Dimana sedikit banyak berpengaruh, seperti jamur tidak bisa melakukan fotosintesis, kemampuan ini secara alami dilakukan secara bebas oleh algae. Lichens biasanya ditemukan disekitar lingkungan dimana organisme lain tidak dapat tumbuh dan mereka berhasil membuat suatu koloni pada lingkungan tersebut yang dikarenakan oleh hubungan mutualisme antara algae dengan jamur. Para ahli mengemukakan berbagai pendapat mengenai pengelompokan atau klasifikasi lichens dalam dunia tumbuhan. Ada yang berpendapat bahwa lichens dimasukkan ke dalam kelompok yang tidak terpisah dari jamur, tapi kebanyakan ahli berpedapat bahwa lichens perlu dipisahkan dari fungi atau menjadi golongan Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 1

tetapi apa keuntungan yang didapatkan algae?. lichens yang tumbuh pada batu bisa menempuh waktu bertahun-tahun. tanah. Walaupun lichens hidup tumbuh dialam pada kondisi yang tidak menguntungkan. jamur memfasilitasi algae untuk menarik dan menyerap air dari batu atau substrat lain dan kebutuhan nutrient anorganik esensial lainnya untuk pertumbuhan algae dimana lichens hidup. Jamur dipastikan menyediakan tempat untuk algae tumbuh yang terlindung dari erosi oleh hujan dan angin. Hal lain didukung oleh karena adanya zat-zat hasil metabolisme yang tidak ditemui pada algae dan jamur yang hidup terpisah. dan sebagian besar jenis jamur dapat membentuk asosiasi dengan lichens. lichens sangat sensitif terhadap pencemaran udara dan cepat menghilang pada daerah yang mempunyai kadar polusi udara yang berat. banyaknya hujan yang turun dan sinar matahari yang didapat. Alasan dari pendapat yang kedua ini adalah karena jamur yang membangun tubuh lichens tidak akan membentuk tubuh lichens tanpa algae. Asam lichens merupakan senyawa organik komplek yang dihasilkan oleh jamur. dan cuaca pada umumnya. Jamur sangat jelas mendapatkan keuntungan. atap rumah. Beberapa lichens terdiri dari sianobakteri termasuk dalamalgae yang berfungsi sebagai komponen fototropik. Algae atau sianobakteri biasanya ada pada lapisan yang berbeda pada struktur lichens. dalam bentuk nutrient yang tidak larut dan chelation.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD tersendiri. Keanekaragaman dari tipe algae lebih sedikit. Sebagai tambahan. Pengukuran pertumbuhan lichens. berkisar antara 1 mm per tahun tetapi tidak lebih 3 cm/tahun tergantung dari organisme yang bersimbiosis. Salah satu yang menyebabkan ini terjadi lichens dapat menyerap dan mengendapkan mineral dari air hujan dan Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 2 . Bentuk dari lichens biasanya dapat dideterminasi dengan melihat sel jamurnya saja. Kegunaan jamur lainnya adalah melindungi algae dari kekeringan. Sebagian besar lichens tumbuh secara ekstrim lambat – untuk tumbuh 2 cm saja. sebagian besar tempat hidup lichens adalah tempat hidup yang kering (batu. dan jamur pada umumnya lebih baik mentolerir kondisi kekurangan air daripada algae. dan banyak dari tipe lichens mungkin mempunyai komponen algae yang sama.

datar. Lichen yang longgar dan bertepung yang tidak memiliki struktur berlapis. Jenis ini susah untuk mencabutnya tanpa merusak substratnya. Beberapa spesies ada yang berwarna kuning.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD udara dan tidak dapat mengeluarkannya sehingga konsentrasi senyawa yang mematikan seperti SO2 sangat mudah masuk. Crustose Lichens yang memiliki thallus yang berukuran kecil. Algae selalu berada pada bagian permukaan dari thallus. Acarospora atau Pleopsidium. Morfologi Luar Tubuh lichens dinamakan thallus yang secara vegetatif mempunyai kemiripan dengan algae dan jamur. tipis dan selalu melekat ke permukaan batu. Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 3 Haematomma accolens Acarospora Lichen Crustose yang tumbuh terbenam di dalam batu hanya bagian tubuh buahnya yang berada di permukaan disebut endolitik. Contoh : Graphis scipta. . Bagian tubuh yang memanjang secara selluler dinamakan hifa. MORFOLOGI THALLUS A. oranye. kulit pohon atau di tanah. Haematomma puniceum. coklat atau merah dengan habitat yang bervariasi. disebut leprose. dan yang tumbuh terbenam pada jaringan tumbuhan disebut endoploidik atau endoploidal. Berdasarkan bentuknya lichens dibedakan atas empat bentuk : a. Hifa merupakan organ vegetatif dari thallus atau miselium yang biasanya tidak dikenal pada jamur yang bukan lichens. Thallus ini berwarna abu-abu atau abu-abu kehijauan.

banyak lekukan seperti daun yang mengkerut berputar. Contoh : Usnea. Rhizines ini juga berfungsi sebagai alat untuk mengabsorbsi makanan. Caloplaca luteominea subspesies bolanderi (lichen endolitik) Foliose Lichen foliose memiliki struktur seperti daun yang tersusun oleh lobuslobus. Fruticose Parmelia sulcata Thallusnya berupa semak dan memiliki banyak cabang dengan bentuk seperti pita. Xantoria elegans Physcia aipolia Peltigera malacea c. Bagian permukaan atas dan bawah berbeda. Ramalina dan Cladonia. Parmelia dan lainnya. Thallusnya datar. Thallus tumbuh tegak atau menggantung pada batu. daun-daunan atau cabang pohon. Peltigera. 4 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes Lichen ini relatif lebih longgar melekat pada substratnya. . Tidak terdapat perbedaan antara permukaan atas dan bawah. ranting dengan rhizines. Contoh : Xantoria. Lichens ini melekat pada batu.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD b. lebar. Physcia.

lobus ini disebut squamulus . Psora pseudorusselli B. Nostoc. Squamulose Cladonia perforate Ramalina stenospora yang biasanya berukuran kecil dan saling bertindih dan sering memiliki struktur tubuh buah yang disebut podetia. - Medulla. Hifa jamur pada bagian ini tersebar ke segala 5 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes Lichen ini memiliki lobus-lobus seperti sisik. Bagian ini tebal dan berguna untuk perlindungan. berupa jalinan yang padat disebut pseudoparenchyma dari hifa jamurnya.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Usnea longissima d. - Daerah algae. Diantara hifahifa itu terdapat sel-sel hijau. Rivularia dan Chrorella. merupakan lapisan biru atau biru hijau yang terletak di bawah korteks atas. terdiri dari lapisan hifa yang berjalinan membentuk suatu bagian tengah yang luas dan longgar. Morfologi dalam (Anatomi) Cladonia carneola Struktur morfologi dalam diwakili oleh jenis foliose. yaitu Gleocapsa. Bagian ini terdiri dari jalinan hifa yang longgar. Sel ini saling mengisi dengan material yang berupa gelatin. Lapisan thallus untuk tempat fotosintesa disebut lapisan gonidial sebagai organ reproduksi. karena jenis ini mempunyai empat bagian tubuh yang dapat diamati secara jelas yaitu : - Korteks atas.

lapisan ini terdiri dari struktur hifa yang sangat padat dan membentang secara vertikal terhadap permukaan thallus atau sejajar dengan kulit bagian luar. Ada beberapa jenis lichens tidak mempunyai korteks bawah. Dengan demikian lapisan tadi membentuk suatu untaian hubungan antara dua pembuluh.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD arah dan biasanya mempunyai dinding yang tebal. Hifa pada bagian yang lebih dalam lagi tersebar di sepanjang sumbu yang tebal pada bagian atas dan tipis pada bagian ujungnya. - Korteks bawah. Korteks bawah ini sering berupa sebuah akar (rhizines). Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 6 Struktur melintang lichens Crustose Struktur melintang lichens Foliose . Dan bagian ini digantikan oleh lembaran tipis yang terdiri dari hypothallus yang fungsinya sebagai proteksi.

Bagian hitam yang membengkak disebut cephalodium dan struktur bentuk mahkota adalah soralium dengan bentuk bola kecil soredia di atasnya. sehingga soredia dapat dengan mudah diterbangkan angin dan akan tumbuh pada kondisi yang sesuai menjadi tumbuhan licenes yang baru. Soredia itu sendiri merupakan kelompok kecil sel-sel gangang yang sedang membelah dan diselubungi benang-benang miselium menjadi satu badan yang dapat terlepas dari induknya. Jadi pembiakan berlangsung dengan perantaraan soredia. Struktur pipih pada bagian atas dan kanan disebut apothecia dan lapisan coklat di atasnya disusun oleh asci. Soredia terdapat pada bagian medulla yang keluar melalui celah kulit. terlihat lapisan hijau sel-sel algae dan rhizines coklat bercabang pada bagian bawah.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Dari potongan melintang Physcia sp. Potongan melintang Physcia sp. Soredia ini terdapat di dalam soralum. Bagian tengah yang berwarna putih terdiri dari sel-sel jaringan jamur yang disebut medulla. Lapisan hijau adalah koloni algae. yaitu bagian dari ascomycete yang mengandung spora jamur. - Struktur Vegetatif Struktur tubuh lichens secara vegetatif terdiri dari : Soredia. Diameternya sekitar 25–100 μm. 7 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes . C. Potongan Lobaria pulmonaria.

- Rhizines. Parmelia dan Peltigera. bercabang seperti jari tangan dan terdapat pada kulit luar.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Cephalodium (tanda panah) dan Soredium.5–3 μm. Physcia dan Parmelia dan yang tidak bercabang terdapat pada Anaptycis dan beberapa Parmelia. Lobula ini dapat berkembang dengan baik pada jenis foliose. - Tomentum. Rhizines merupakan untaian yang menyatu dari hifa yang berwarna kehitam-hitaman yang muncul dari kulit bagian bawah (korteks bawah) dan mengikat thallus ke bagian dalam. Cilia berbentuk seperti rambut.01–0. Proses pembentukan isidia belum diketahui. Ada dua jenis rhizines yaitu bercabang seperti pada Ctraria. menyerupai untaian karbon dari hifa yang muncul di sepanjang sisi kulit. Lobula sangat sukar dibedakan dengan isidia. Neproma. - Cilia. Genus Anaptycia. maka dalam media perkembangbiakan. Berdasarkan kemampuannya bergabung dengan thallus. tetatpi dianggap sebagai faktor genetika. Lobula merupakan pertumbuhan lanjutan dari tahllus lichens yang sering dihasilkan di sepanjang batas sisi kulit luar. Peltigeraceae dan Stictaceae. isidia akan menambah luas permukaan luarnya.03 μm dan tingginya antara 0. Diamaternya 0. - Isidia. Tomentum memiliki kepadatan yang kurang dari rhizines dan merupakan lembaran serat dari rangkaian akar atau untaian yang renggang. Biasanya muncul pada lapisan bawah seperti pada Collemataceae. 8 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes . Sebanyak 25–30% dari spesies foliose dan fructicose mempunyai isidia. Cilia berhubungan dengan rhizines dan hanya berbeda pada cara tumbuh saja. - Lobula. Isidia berbentuk silinder.

berpendapat bahwa lichens dikelompokkan dan diklasifikasikan ke dalam kelompok jamur sebenarnya. Cetralia. Lecidea dan beberapa jenis crustose lain. KLASIFIKASI LICHENS Lichens sangat sulit untuk diklasifikasikan karena merupakan gabungan dari Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 9 algae dan fungi serta sejarah perkembangan yang berbeda. Bessey meletakkannya dalam ordo Leocanorales dari Ascomycetes.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD - Cyphellae dan Pseudocyphellae. cephalodia mulai muncul ketika Nostoc jatuh pada permukaan thallus dan terjaring oleh hifa cephalodia yang berisikan Nostoc biru kehijauan. Cephalodia merupakan pertumbuhan lanjutan dari thallus yang terdiri dari algae-algae yangg berbedadari inangnya. Martin (1950) dan Alexopoulus (1956). - Cephalodia. Para ahli seperti Bessey (1950). Pada jenis peltigera aphthosa. Lecanora. Smith (1955) menganjurkan agar lichens dikelompokkan dalam kelompok yang terpisah yang berbeda dari algae dan fungi. Parmelia dan Pasudocyphellaria. Rongga ini berfungsi sebagai alat pernafasan atau pertukaran udara. Cypellae berbentuk rongga bulat yang agak besar serta terdapat pada korteks bawah dan hanya dijumpai pada genus Sticta. Jenis ini mampu menyediakan nitrogen thallus seperti Peltigera. Pseudocyphellae mempunyai ukuran yang lebih kecil dari cyphellae yaitu sekittar 1 μm dan terdapat pada korteks bawah spesies Cetraria. Stereocaulon. Lichens memiliki klasifikasi yang bervariasi dan dasar dasar klasifikasinya secara umum adalah sebagai berikut : .

Dari Cholophyceae adalah : Protococcus. Basidiolichens Berasal dari jamur Basidiomycetes dan algae Mycophyceae. B. Berdasarkan algae yang menyusun thalus A. Collema. Contoh : Usnea dan Parmelia. - Cendawan penyusunnya tergolong Discomycetes. Nostoc. Basidiomycetes yaitu dari famili : Thelephoraceae. Contoh : Cystocoleus. Ascolichens - Cendawan penyusunnya tergolong Pyrenomycetales. Mycophyceae berupa filament yaitu : Scytonema dan tidak berbentuk filamen yaitu Chrococcus. Dalam kelas Ascolichens ini dibangun juga oleh komponen algae dari famili: Mycophyceae dan Chlorophyceae yang bentuknya berupa gelatin. Lichen Imperfect Deutromycetes fungi. Corella dan Dyctionema. dan lainnya. Lepraria. Homoimerus Sel algae dan hifa jamur tersebar merata pada thallus. Rivularia. Leprocanlon. Komponen algae mendominasi dengan bentuk seperti gelatin. Berdasarkan komponen cendawan yang menyusunnya A. termasuk dalam Mycophyceae. Cladophora dan lainnya. dengan tiga genus Cora. steril. Lichens membentuk tubuh buah berupa apothecium yang berumur panjang. C. Trentopohlia.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD 1. 10 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes . 2. Gleocapsa dan lain-lain. maka tubuh buah yang dihasilkan berupa peritesium. Contoh : Dermatocarpon dan Verrucaria. Normandia. Contoh : Ephebe. Genus dari Mycophyceae adalah : Scytonema.

Berdasarkan type thallus dan kejadiannya Merupakan lapisan kerak atau kulit yang tipis di atas batu. Heteromerous Sel algae terbentuk terbatas pada bagian atas thallus dan komponen jamur menyebabkan terbentuknya thallus. ada yang pendek dan panjang. Thallus bervariasi. Bentuk yang seperti telinga tipis yaitu Ramalina. silindris atau seperti janggut atau benang yang menggantung atau berdiri tegak. . Seperti Rhizocarpon pada batu.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Collema coccophorum B. Contoh : Parmelia 3. algae tidak berupa gelatin Chlorophyceae. Bentuk panjang menggantung seperti Usnea dan Alectoria. Crustose atau Crustaceous. Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 11 Rhizocarpon geographicum B. A. seperti silinder rata atau seperti pita dengan beberapa bagian menempel pada bagian dasar atau permukaan. Lichen semak. Cladonia adalah tipe antara kedua bentuk itu. rata. Lecanora argopholis Fruticose atau filamentous. Mereka terlihat sedikit berbeda antara bagian permukaan atas dan bawah. Lecanora dan Graphis pada kulit kayu. tanah atau kulit pohon.

Stereocaulaceae. Myrangiaceae Ordo Pleosporales Famili Arthopyreniaceae Ordo Hysteriales Famili Lecanactidaceae. Famili Pyrenulaceae. Strigulaceae. Cladoniaceae. Ordo Sphariales Collemataceae. Perltigeraceae. Sphaephoraceae Ordo Myrangiales Famili Arthoniaceae. Cladonia cornuta Secara umum Taksonomi lichens menurut Misra dan Agrawal (1978) adalah Heppiaceae. Lecanoraceae.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Alectoria samentosa sebagai berikut : Kelas Ascolichens Ordo Lecanorales Famili Lichinaceae. Asterothyriaceae. Graphidaceae. Physciaceae. Umbilicariaceae. Pannariaceae. Cypheliaceae. Lecidaeceae. Gyalectaceae. Verrucariaceae Ordo Caliciales Famili Caliciaceae. Stictaceae. Thelotremataceae. Theloshistaceae. Rocellaceae Kelas Basidiolichens 12 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes . Usneaceae. Opegraphaceae. Coccocarpiaceae. Parmeliaceae.

Lichens yang baru memiliki karakteristik yang sama dengan induknya. Isidium akan tumbuh menjadi individu baru jika kondisinya sesuai. Dictyonamataceae. dan diproduksi dalam jumlah yang besar disebut pygnidia. Pada beberapa fruticose lichens. soredium tersebar seperti abu yang tertiup angin dan akan tumbuh lichens baru.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Famili Herpothallaceae. Pygnidia ditemukan pada permukaan . sporanya yang tidak motil.  Isidia. Secara Vegetatif  Fragmentasi. Secara Aseksual Metode reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan spora yang sepenuhnya bergantung kepada pasangan jamurnya. Reproduksi vegetatif dengan cara ini merupakan cara yang paling produktif untuk peningkatan jumlah individu. Soredia adalah kelompok kecil sel-sel ganggang yang sedang membelah dan diselubungi benag-benang miselium menjadi suatu badan yang dapat terlepas dari induknya. Dengan robeknya dinding thallus. Klas Lichens Imperfect Genus Cystocoleus. dibawa oleh angin ke batang kayu dan berkembang tumbuhan lichens yang baru. Lepraria. yaitu : A. Thelolomataceae. PERKEMBANGBIAKAN LICHENS Perkembangbiakan lichens melalui tiga cara. Coraceae. Soredia. Pycnidiospores berukuran kecil. Racodium. Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 13 memisahkan bagian tubuh yang telah tua dari induknya dan kemudian berkembang menjadi individu baru. Bagian-bagian tubuh yang dipisahkan tersebut dinamakan fragmen. Kadang-kadang isidia lepas dari thallus induknya yang masingmasing mempunyai simbion. bagian tubuh yang lepas tadi. Spora yang aseksual disebut pycnidiospores. Lichenothrix.  B.

Asam ini harus dibuang terlebh dahulu dengan merebusnya dalam soda. yang paling banyak dimakan adalah Cladina stellaris. Pada saat makanan sulit didapat. KEGUNAAN EKONOMI LICHENS Lichens memiliki bermacam-macam kegunaan dan bahaya. Rusa karibu menjadikan sejumlah jenis lichens sebagai sumber makanan pada musim dingin. 14 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes . Tiap pycnidiospore menghasilkan satu hifa jamur. Jadi yang mengalami perkembangan secara seksual adalah kelompok jamur yang membangun tubuh lichens. dimana Umbilicaria dari jenis foliose lichens digoreng atau dimakan mentah. Kambing gunung di Tenggara Alaska memakan lichens dari jenis Lobaria linita. Secara Seksual Perkembangan seksual pada lichens hanya terbatas pada pembiakan jamurnya saja. serangga. rusa dan lain-lain. Dinding dari pycnidium terdiri dari hifa yang subur dimana jamur pygnidiospore berada pada ujungnya.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD atas dari thallus yang mempunyai suatu celah kecil yang terbuka yang disebut Ostiole. Tanaman ini mempunyai nilai. C. walaupun tidak sama dengan makanan dari biji-bijian. karena lichens memiliki suatu asam yang rasanya pahit dan dapat menimbulkan gatal-gatal. Jika bertemu dengan algae yang sesuai terjadi perkembangan menjadi lichens yang baru. Lichens sebagai bahan makanan Thallus dari lichens belum digunakan sebagai sumber makanan secara luas. khususnya asam fumarprotocetraric. Lichens juga dimakan oleh hewan rendah maupun tingkat tinggi seperti siput. orang-orang menggunakan lichens sebagai sumber karbohidrat dengan mencampurnya dengan tepung. antara lain : A. Di Jepang disebut Iwatake.

15 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes Umbilicaria americana Cladina stellaris Lobaria linita . Selandia Baru dan lain benua selain Australia. Penelitian bahan obat-obatan dari lichens terus berkembang terutama di Jepang. Lichens sebagai obat-obatan Pada abad pertengahan lichens banyak digunakan oleh ahli pengobatan. Usnea filipendula yang dihaluskan digunakan sebagai obat luka dan terbukti bersifat antibakteri. Spesies Usnea juga digunakan dalam pengobatan Cina. obat tradisional di kepulauan Pasifik. Sampai sekarang penggunaan lichens sebagai obat-obatan masih ada. deodoran dan herbal tincture. Banyak jenis lichens telah digunakan sebagai obat-obatan. Senyawa asam usnat (yang terdapat dalam ekstrak spesis Usnea) saat ini telah digunakan pada salep antibiotik. pengobatan homeopathic. Dahulu di Timur Jauh. Lobaria pulmonaria digunakan untuk menyembuhkan penyakit paru-paru karena Lobaria dapat membentuk lapisan tipis pada paru-paru. Selain itu lichens juga digunakan sebagai ekspektoran dan obat liver.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD B. diperkirakan sekitar 50% dari semua spesies lichens memiliki sifat antibiotik.

yang terbukti ampuh melawan kanker tomat. suku Blackfoot dan OkanaganColville memakai Letharia sebagai teh obat. Dari namanya menggambarkan kegunaannya secara tradisional di bagian utara Eropa sebagai racun untuk serigala. Lichens yang berbahaya Pigmen kuning yang berasal dari jenis Usnea dan Everia dapat menyebabkan alergi pada kulit dan menyebabkan gatal-gatal. Walaupun demikian. Usnea filipendula Lichens sebagai antibiotik Substrat dari lichens yaitu pigmen kuning asam usnat digunakan sebagai antibiotik yang ampu menghalangi pertumbuhan Mycobacterium. D. 16 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes . Lichen serigala atau Letharia vulpina adalah lichen beracun. Abu soredia yang melekat pada kulit akan menimbulkan rasa gatal. Bangsa Achomawi menggunakannya (kadang-kadang dicampur dengan bisa ular) untuk membuat panah beracun. Cara ini telah digunakan secara komersil. Salah satu sumber dari asam usnat ini adalah Cladonia dan antibiotik ini terbukti ampuh dari penisilin. Virus tembakau dapat dibendung dan dicegah oleh ekstrak lichens yaitu : lecanoric. Selain asam usnat terdapat juga zat lain seperti sodium usnat.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Lobaria pulmonaria C. psoromic dan asam usnat.

Beberapa di antaranya digunakan untuk sabun mandi dan parfum. Spesies ini di diproduksi secara komersial di Eropa dan dikirim ke Perancis untuk industri parfum. dan Ramalina diperoleh minyak. Ekstrak lichens dapat juga dibuat sebagai bahan pewarna untuk mencelup bahan tekstil.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD E. Bahan pewarna di ekstrak dengan cara merebus lichens dalam air. Parmelia. khususnya Parmelia audina yang mengandung asam lecanoric. . Kegunaan lain dari lichen Dari hasil ekstraksi Everina. Parmelia sulcata digunakan untuk pewarna wol di Amerika Utara. Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 17 Evernia prunastri yang tumbuh di ranting pohon oak di Utara California. dan sebagian jenis lain diekstrak dengan cara fermentasi lichens dalam amonia. Di Mesir digunakan sebagai bahan pembungkus mummi dan campuran buat pipa cangklong untuk merokok.

Oxford and IBH Publishing Co.com Tjitrosoepomo. A. Duta.lichen.com _________________. A.C. 2002. New York-Bombay-Calcuta. Morphology of Plants and Fungi. BombayCalcuta-Madras.R. . Lichens And Wildlife. http://www. Fifth edition. C.P. Alexopoulus. Oxford University Press. G.J. Gadjah Mada University Press. T.com. For a Bibliographical Database of the Human Uses of Lichens. D. S. Taksonomi Tumbuhan.C. Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 18 .. Delevoryas. New York. H. Harper and Row Publishers. Sharnoff. Yogyakarta. Lichens And People. Agrawal.lichen. 1978. http://www. http:/ www. Lichens (A Preliminary Text). 1987.lichen.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD DAFTAR PUSTAKA Bold. 1989. 1968. _________________. Lichen Biology And The Environment The Special Biology Of Lichens. Misra. Botany for Degree Stuudens.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful