METODE NEWTON - RAPSON

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah metode numerik semester gasal tahun akademik 2010/2011

Oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Yunida Mardalyfa Ismi Widyaningrum Desi rachmawati S. Istiqomah Siti kholisoh Henry putra I.W. (4150408011) (4150408024) (4150408029) (4150408035) (4150408044) (4150408009)

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010

Metode Numerik

Page 1

f(X0 ). Sehingga muncul metode secant yang merupakan perbaikan dari kekurangan yang dimiliki oleh metode newton. yaitu menggantikan turunan f(X) dengan beda hingga terbagi: Metode Numerik Page 2 . dengan f diasumsikan mempunyai turunan kontinu f.f(X0 ).f(X0 ).PENDAHULUAN A. Metode ini sering digunakan karena kesederhanaannya. Dari titik (X1.0) antara sumbu x dan garis singgung titik (X0.f(X1 ) dibuat garis singgung. Garis Singgung Kekurangan metode Newton ± Raphson diberlakukannya turunan pertama dari f. Kemudian dilanjutkan lagi dengan mencari titik (X1. Kemudian dibuat garis singgung dari titik (X0.f(X0 ). Misalkan tebakan awal untuk akar adalah X0 garis singgung dapat dibuat dari titik (X0.f(X1). sehingga diperoleh titik potong (X. Secara geometri metode ini serupa dengan metode posisi palsu yakni menggunakan garis lurus sebagai hampiran fungsi pada suatu selang. Dengan menggunakan X0 sebagai tebakan awal. Bedanya disini yang dipakai adalah garis singgung. Padahal kadang-kadang sullit untuk mendeferensialkan persamaan yang diselesaikan. TEORI METODE NEWTON ± RAPHSON Metode Newton ± Raphson adalah metode iterasi lain untuk memecahkan permasalahan f(x) = 0.f(X1). sehingga diperoleh titik potong (X1. dilanjutkan dengan mencari titik (X0. Garis singgung tersebut memotong sumbu X.0) antara sumbu X dan garis singgung titik (X1. Titik perpotongan ini memberikan perkiraan dekat dari nilai akar. Untuk itu maka bentuk deferensial didekati dengan nilai perkiraan berdasarkan deferensial beda hingga terbagi.

S ! A0  KB1 .  B m X m 1 . 1 ! S  KB2 .  Am X m ! B1  B2 X  . sehingga algoritma dapat dituliskan sebagai berikut : Bm =Am untuk i = m-1..... Kedua ruas dikalikan dengan X-K menjadi P(X) = Q(X) (X-K) + S Untuk X-K diperoleh P(K) = S. Jadi nilai polinom untuk X=K adalah sisa pembagian oleh X-K. . Diperoleh kesamaan: A0  A1 X 1  A2 X 2  .. diperoleh m+1 persamaan: 0 ! S  KB1 .. m-2. Bm 1 ! Am 1  KBm . (polinom berderajat m) maka skema iterasi menjadi : X baru ! X 0 P( X 0 ) P' ( X 0 ) Cara menghitung P(x) untuk suatu x = k Tuliskan : S P( X ) ! Q( X )  X K X K Dengan P ( X ) ! A0  A1 X 1  A2 X 2  ... lihat kembali persamaan P(X) = Q(X)(X-K) +S dengan mendiferensialkan kedua ruas deperoleh: Metode Numerik Page 3         m ! S  KBm sehingga . sebut S sebagai B0.. Misalkan Q ( X ) ! B1  B2 X  .. B1 ! A1  KB2 ..(2) f (X 0 )  f (X b ) B... 0 Bi ! Ai  KBi  1 S=B0.f (X0 ) ! f (X0 )  f (Xb ) . Q(X) polinom berderajat m-1 dan S konstanta sisa. Menghitung P¶(X) untuk suatu X = K..  Am X m . Untuk keperluan penyusunan algoritma.(1) X0  Xb Sehingga X baru ! X 0  f ( X 0 ) X0  Xb ....  B m X m 1 ( X  K )  S .. MODIFIKASI POLINOM METODE NEWTON-RAPHSON UNTUK PERSAMAAN Andaikan persamaan polinom adalah P(X) = 0. Dengan menyamakan koefisien-koefisien dari X yang berpangkat sama... Bm ! Am ....... m 1 ! S  KBm 1 ..

. Diperoleh B1 ! T  KC 2 .  C m X m 2 dan T adalah konstanta sisa. Maka P¶(X)= Q(K) =T.. Bm 1 ! C m 1  KC m .. Andaikan Q(X) = R(X)(X-K)+T dengan R(X) polinom berderajat m-2 yang berbentuk R( X ) ! C 2  C 3 X  ..P¶(X)=Q¶(X)(X-K) + Q(X) untuk X = K menjadi P¶(K) = Q¶(K)(K-K) + Q(K) = Q(K) Nilai turunan P(X) untuk X = K adalah nilai polinom Q(X) untuk X = K.. sehingga diperoleh algoritma sebagai berikut: Ci ! Bi  KC i 1 untuk i = m-1. B 2 ! C 2  KC 3 .. .. T ! B1  KC 2 Sebut T sebagai C m ! Bm C 1 . C 2 ! B 2  KC 3 . B m ! C m sehingga C m ! Bm ... . 1 T = Ci Metode Numerik Page 4 .. m-2... C m 1 ! Bm 1  KC m .

Tentukan X0. Metode Numerik Page 5 . 2. kembali ke langkah (3). Jika tidak. 7. Iterasi :=1. 3. 2. .... Selesai. Selesai. m. dan jumlah iterasi maksimum. Jika C1=0. Tentukan X0. X0 := Xbaru. akhiri program. 2. ALGORITMA Algoritma metode Newton-Raphson: 1. Hitung X baru ! X 0  5. 6. . 3. 4. toleransi. . 4. maka akar := Xbaru. 8. m (derajat polinom) dan iterasi maksimum.1 Bi :! Ai  X 0 Bi  1 C i :! Bi  X 0 C i  1 B0 :! A0  X 0 Bi . maka proses gagal. C1 Jika X baru  X 0 < tol. lanjutkan ke langkah berikutnya. Hitunglah X baru :! X 0  B0 . diperoleh tulisan Xb sebagai hasil perhitungan. Algoritma modifikasi metode Newton-Raphson untuk polinom: 1. Jika jumlah iterasi > iterasi maksimum. Untuk iterasi = 1.PEMBAHASAN\ A. m-2. Bm := Am : Cm := Bm.. Jika X baru  X 0 < f (X0 ) f '( X 0 ) toleransi. toleransi. Untuk i = m-1. 6. Selesai. 5. 7. Jika f¶(X0) = 0. . algoritma gagal. X ! X baru dan kembali ke langkah (4).

B.iter_max Iter = 0 Iter = iter + 1 FX = F (Xn) F X ! F (Xn) Xb ! Xn  F(X1) F ' (X1) X n 1  X 0 tol Ya Tidak Xn = Xn+1 Tulis Hasil Xn+1 = F (Xn+1) Selesai Metode Numerik Page 6 . DIAGRAM ALUR Mulai Definisikan Fungsi Baca Xn tol.

000000 . x 4 ! x3  f ( x 3 ) / f ( x 3 ) ! 0.read (tol). f ( x 2 ) ! f (0. Penyelesaian: Turunan pertama f ( x ) ! e x  4 x. tol : real.357403) ! 2. writeln('It. write('Toleransi ='). iter := 0.357246 ) ! 0. function f(x : real): real. begin f := exp(x)-4*x. begin f1:= exp(x)-4.357043 . uses wincrt. f ( x 0 ) ! e 0  4 ! 3. var x0. x1 ! x 2  f ( x 2 ) / f ( x 2 ) ! 0.333333 ) ! 2. f ( x1 ) ! f ( 0.333333.357403. Tentukan himpunan akar menggunakan X 0 ! 0 dan tol=0.read (max_iter). epsilon. x 2 ! x1  f ( x1 ) / f ( x1 ) ! 0.read (x0).570388 . write('Iterasi Maksimum ='). f ( x 3 ) ! f (0. Program: Program Newton_Raphson. epsilon := tol+1.C.570612 . iter. function f1(x:real): real. f ( x 3 ) ! f (0. x f(x) f1(x)'). CONTOH APLIKASI Contoh soal: Diketahui persamaan f ( x) ! e x  4 x. begin write('Masukkan Nilai Awal =').604388.062279 .00001. end. f ( x1 ) ! f (0. while ((iter<=max_iter) and (epsilon>tol)) do Metode Numerik Page 7 . Pada iterasi ketiga.357246 ) ! 2. xb : real.000402 .333333 ) ! 0.357403 ) ! 0. f ( x 2 ) ! f (0. X0 ! 0 f ( x 0 ) ! e 0  0 ! 1. max_iter : integer.357246 . end.dapat disimpulkan bahwa akarnya adalah 0. x1 ! x 0  f ( x 0 ) / f ( x 0 ) ! 0  1 /( 3) ! 0.357403.

xb:8:5. Writeln ('Hasil Akhirnya Adalah='. xb := x0 . Hasil Program Eksekusi program dilakukan dengan menggunakan nilai awal 0.begin iter := iter+1. dan jumlah iterasi maksimum sebesar 20. ' '. f1(xb):8:5). ' '. ' '. end else writeln ('Toleransi Tidak Terpenuhi'). end.00001. f(xb):8:5. toleransi 0. Hasil eksekusi program sebagai berikut: Dari hasil eksekusi ini dapat hasil x = 0.357403 yang di capai setelah iterasi ke-3. xb : 9 : 7).f(x0)/f1(x0). epsilon := abs (xb-x0). writeln(iter:3. end. if (iter <= max_iter) then begin writeln ('Toleransi Terpenuhi'). Metode Numerik Page 8 . x0 := xb.

Agar metode berhasil. Dalam perhitungan ada kemungkinan besar proses memberikan hasil divergen. karena terjadinya koreksi digit ganda di setiap proses.PENUTUP KESIMPULAN Metode Newton-Raphson merupakan salah satu cara yang paling dikenal dalam metode penyelesaian fungsi f(x)>0. Metode Numerik Page 9 . kecuali nilai perkiraan awal x cukup tepat. Secara geometri metode ini serupa dengan metode posisi palsu yakni menggunakan garis lurus sebagai hampiran fungsi pada suatu selang. 2. Kekurangn metode ini adalah: 1. akibatnya metode ini tidak dijamin lagi kekonvergenannya. Tidaklah sederhana melacak proses untuk konvergen. Harus mencari f¶(x) dan nilainya mungkin 0. Keuntungan cara ini adalah sifat konvergensi kuadratik dalam proses iterasi. maka selama iterasi nilai tidak boleh pernah sama dengan nol. Bedanya disini yang dipakai adalah garis singgung. Dalam metode ini prinsip pengurangan akar tidak dipergunakan lagi. 3.

Yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA Susila.2001.Metode Numerik.Dasar-Dasar Metode Numerik.1996. I Nyoman. Metode Numerik Page 10 .Bandung.Betta Offsel.ITB.1992. Amrinsyah N&Hasaballah Z.Bandung Bambang Triatmojo.Metode Numerik dalam Ilmu Rekayasa Sipil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful