1

PEMANFAATAN LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS 2 SMA SE-KABUPATEN BANJARNEGARA SEMESTER 1 TAHUN 2004/2005

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata I Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Nama NIM : Arbain Sobiroh : 4401401012

Program Studi : Pendidikan Biologi Jurusan Fakultas : Biologi : MIPA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

2

PENGESAHAN Skripsi dengan judul Pemanfaatan Laboratorium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara Semester 1 Tahun 2004/2005 Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : Kamis : 29 Desember 2005

Panitia Ujian Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi I. S., M. S NIP. 130781011 Pembimbing I

Ir. Tuti Widianti, M. Biomed NIP. 130781009 Anggota Penguji

Drs. Krispinus, K. Pukan, M. Si NIP. 131475693

1. Dra. S. U. Suarini, M. S NIP. 130350486

Pembimbing II

2. Drs. Krispinus K. Pukan, M.S NIP. 131475693 Dra. Lina Herlina, M. Si NIP. 132003069

3. Dra. Lina Herlina, M. Si NIP. 132003069 ii

3

ABSTRAK

Pemanfaatan laboratorium melalui kegiatan praktikum penting untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran karena dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran sehingga diharapkan hasil belajarnya akan meningkat. Hasil observasi awal di SMA se-kabupaten Banjarnegara, terdapat perbedaan dalam kegiatan pemanfaatan laboratorium biologi. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian untuk mengetahui hubungan pemanfaatan laboratorium dengan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005. Penelitian ini dilakukan di 7 SMA di kabupaten Banjarnegara, yaitu di SMA Negeri 1 Banjarnegara, SMA Negeri 1 Bawang, SMA Negeri 1 Purworejo Klampok, SMA Negeri 1 Purwanegara, SMA Negeri 1 Karangkobar, SMA Cokroaminoto Banjarnegara, dan SMA Muhammadiyah Banjarnegara. Data yang diperlukan diperoleh melalui metode observasi, angket, wawancara, dan tes hasil belajar. Data tersebut dianalisis secara deskriptif prosentase dan korelasi “product moment”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan laboratorium/ pelaksanaan praktikum biologi SMA kelas 2 semester 1 tahun 2004/2005 untuk masing-masing SMA di kabupaten Banjarnegara adalah : SMA Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan 7 jenis praktikum (35%), SMA Negeri 1 Bawang melaksanakan 13 jenis praktikum (65%), SMA Negeri 1 Purworejo Klampok melaksanakan 10 jenis praktikum (50%), SMA Negeri 1 Purwanegara melaksanakan 5 jenis praktikum (25%), SMA Negeri 1 Karangkobar melaksanakan 3 jenis praktikum (15%), SMA Cokroaminoto Banjarnegara melaksanakan 1 jenis praktikum (5%), dan SMA Muhammadiyah Banjarnegara melaksanakan 4 jenis praktikum (20%). Analisis korelasi menun-jukkan hasil rhitung= 0,794 lebih besar dari rtabel pada interval kepercayaan 95 % de-ngan n = 7 yaitu 0,754 yang berarti bahwa pemanfaatan laboratorium dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005. Oleh karena itu, saran yang diajukan antara lain adalah perlu dilakukan pembenahan dalam pelaksanakan praktikum biologi, sehingga setiap praktikum yang dilaksanakan benar-benar bermanfaat bagi siswa dalam menunjang pemahamannya terhadap materi pelajaran. Sekolah perlu menambah kelengkapan alat dan bahan untuk mendukung kelancaran praktikum biologi. Guru dapat melaksanakan pembelajaran terpadu antara pemberian materi di kelas dan pelaksanaan praktikum sehingga siswa dapat memadukan antara teori dengan hasil praktikum.

Ali Imran : 173) ♦ Orang yang benar perlu permulaan yang benar. pengorbanan dan dukungannya. S. Persembahan Karya sederhana ini kupersembahkan sebagai ucapan terima kasih atas do’a. kasih sayang. dan permulaan yang benar butuh keikhlasan. sedang pangkal ikhlas adalah niat yang suci. kepada : ♦ Kedua orang tuaku ♦ Kakak-kakakku sekeluarga ♦ Sahabat-sahabatku . tapi kesedihan tidaklah bisa mengembalikan yang hilang.4 MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto ♦ Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baik pelindung (Q. ♦ Kebahagiaan tidaklah selalu datang. dan kesucian niat ada pada hati yang bersih.

saran. 3.Si. dosen pembimbing II.5 KATA PENGANTAR Tiada kata atau ucapan yang patut dihaturkan selain ungkapan rasa syukur Alhamdulillah kepada Allah Swt sehingga penulisan skripsi dengan judul “Pemanfaatan Laboratorium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas 2 SMA sekabupaten Banjarnegara Semester 1 Tahun 2004/2005” dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. maka pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. yang telah memberikan bimbingan. . 5. yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan studi di Universitas Negeri Semarang. yang telah memberikan kelancaran administrasi dalam meyelesaikan Tugas Akhir/ skripsi. dan petunjuk sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi.Si. yang telah memberikan petunjuk. Drs. dosen pembimbing I. Lina Herlina. Rektor Universitas Negeri Semarang. Krispinus Kedati Pukan. Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Maksud penulisan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang. atas kebijaksanaan yang telah diberikan kepada penulis selama menyelesaikan studi di Jurusan Biologi. Dra. 2. bimbingan. M. 4. Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. dan saran sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi. M.

Dra. Kepala SMA di Kabupaten Banjarnegara.6 6.S. Penulis 2005 . Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini. penulis mohon maaf apabila ditemui berbagai kesalahan di dalamnya. 8. 9. dosen penguji. Semoga karya sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan. atas segala saran dan petunjuk yang diberikan. atas bantuan dan kerja samanya dalam penelitian ini. Penulis menyadari sesungguhnya masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. M. Semarang. Sri Urip Suarini. 10. Untuk itu. Guru-guru biologi SMA di Kabupaten Banjarnegara. Bapak dan Ibu dosen yang telah memberikan bekal ilmu kepada penulis. yang telah memberikan kemudahan dan kesempatan kepada penulis saat melakukan penelitian. 7.

................................................ D................................................. Penegasan Istilah .......7 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......................................... Rumusan Masalah......... E............... 2............................................................................ ........ PENGESAHAN .................................... BAB I PENDAHULUAN A....... B........................................ Tujuan Penelitian........ 6 6 10 15 17 20 .......................... ........................................................................................ Manfaat Penelitian...................... KATA PENGANTAR ............................................................... .............................................................................................................. 3................................................................................................................................................................... DAFTAR GAMBAR ................................................................................. Materi Pelajaran Biologi SMA Kelas 2 Semester 1................................................................................... DAFTAR TABEL... Pengertian Laboratorium................................... .................. Tinjauan Pustaka ................. Hasil Belajar............................................. ...................................... 1........................ Latar Belakang.......... Hipotesis . ............... ............... Peran Laboratorium dalam Pembelajaran ............................................................... 4...................................... 1 4 4 5 5 i ii iii iv v vii ix x xi BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A............................. C..................................................................... DAFTAR LAMPIRAN........... DAFTAR ISI....................................... ABSTRAK ................. ................................ B...................................................................................................

................................................ ......................................................... Pembahasan ................... LAMPIRAN-LAMPIRAN........ ....................... ........ B.......... Saran..................... E...... ... Hasil Penelitian .................................................. DAFTAR PUSTAKA ..................... Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian...................... Prosedur Penelitian ................................................................................................ ................................. F......... ............................... ............................................ ...............................8 BAB III METODE PENELITIAN A...... 54 54 55 57 35 42 21 24 25 26 31 32 ...................................................................... .... B............................................................... Simpulan .......... Data dan Cara Pengumpulan Data .... Metode Analisis Data................................. BAB V SIMPULAN DAN SARAN A..... D................................. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.............................. B.................. Variabel Penelitian ................................................................ ..... Rancangan Penelitian ....................................................................................................... C.. ....

.............................................................................................................................. Hasil Perhitungan Angket Siswa Tiap SMA.....9 DAFTAR TABEL Tabel Halaman 33 36 38 40 40 41 1........ 3............................................. Hasil Observasi Laboratorium Biologi .. Pelaksanaan Praktikum Biologi SMA Kelas 2 Semester 1... .... Rata-rata Hasil Belajar Biologi .... 4............... Kriteria Prosentase ................................... 6....................................................... 5.... Hasil Perhitungan Angket Guru Tiap SMA ......................... 2................

....... Grafik Hubungan antara Pemanfaatan Laboratorium dengan Hasil Belajar Biologi Siswa ..................... 43 .................................................................................................10 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 9 1............................... 2........ Contoh Desain Laboratorium...............

.............. 122 13.................. Tingkat Kesukaran...................................................... 118 13........................ Kisi-kisi Pertanyaan Angket Guru ...................................................3........ Instrumen Soal Uji Coba.......................4.......................................... 115 12.................................................... 7................................... dan Daya Beda Soal ............................................... Daftar Skor Angket Siswa SMA Muhammadiyah Banjarnegara .......................................... 103 Pedoman Wawancara .............................. 9............... 2..... Instrumen Angket Guru ...................................2......... Instrumen Angket Siswa ...... 8........................................................................... 124 13.... Kisi-kisi Soal Penelitian................... 13..... Halaman 57 58 72 73 84 85 94 95 Kisi-kisi Soal Uji Coba ........ Lembar Observasi Laboratorium ........................ 126 13............. Daftar Skor Angket Siswa SMA Negeri 1 Bawang ...... 116 13.... Daftar Skor Angket Siswa SMA Negeri 1 Karangkobar ....................................1...................... Instrumen Soal Penelitian ................................ 11.................... Reliabilitas... Daftar Skor Angket Siswa SMA Cokroaminoto Banjarnegara ......11 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1...6............. Daftar Skor Angket Siswa SMA Negeri 1 Purwanegara ............. 106 Daftar Nilai Tes Hasil Belajar Biologi Siswa ............................................... Kisi-kisi Pertanyaan Angket Siswa............................ 120 13..... 6.... Daftar Skor Angket Siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara.. 104 Hasil Perhitungan Validitas........................................ 3.......................5....... 4..... 10...... 5................. 128 ................................7................................ Daftar Skor Angket Siswa SMA Negeri 1 Purworejo Klampok ......................

........................12 14................................. Surat-surat Penelitian ............................................................ Tabel Harga Kritik r “Product Moment” ...................... 139 ..... Surat Usulan Pembimbing ............................................................... 132 Contoh Perhitungan Angket Guru Tiap SMA.. 137 19................... 138 20......................................................... 134 17...... 136 18.... Hasil Perhitungan Analisis Korelasi ...................................... 15................................................ Contoh Perhitungan Angket Siswa Tiap SMA ......... 130 Daftar Skor Angket Guru ....................... 16.................................

2003). menurut Saptono (2003) dalam mengembangkan pembelajaran biologi guru seharusnya menyadari bahwa biologi bukan hanya kumpulan fakta ataupun konsep.13 BAB I PENDAHULUAN A. 7) mengorganisasi dan memaknakan data. Selain itu. diperoleh melalui proses penyelidikan/ penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. merancang penelitian atau percobaan. Metode ilmiah merupakan langkah-langkah yang digunakan dalam mengumpulkan informasi untuk menyelesaikan masalah. 5) mengontrol variabel. 4) merancang penelitian atau percobaan. Melalui kegiatan praktikum siswa akan melakukan kerja ilmiah sehingga dapat mengembangkan kemampuan menemukan masalah. dalam pembelajaran biologi perlu diterapkan metode ilmiah sehingga siswa akan mempunyai sikap ilmiah dalam bidang biologi. 2) mencari alternatif pemecahan masalah. 8) membuat kesimpulan. Latar Belakang Biologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup. Oleh karena itu. mencari alternatif pemecahan masalah. 9) mengkomunikasikan hasil penelitian atau percobaan baik secara lisan maupun tertulis (Anonim. 6) melakukan pengukuran. 3) membuat hipotesis. mengontrol 1 . yang meliputi : 1) kemampuan menemukan masalah. karena dalam biologi juga terdapat kumpulan proses dan nilai yang dapat diaplikasikan serta dikembangkan dalam kehidupan nyata. Salah satu kegiatan yang menerapkan metode ilmiah dalam pembelajaran biologi adalah dengan melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium. membuat hipotesis.

dan lain sebagainya. melakukan pengukuran. dapat melatih keterampilan berfikir ilmiah. dan mengkomunikasikan hasil penelitian atau percobaan baik secara lisan maupun tertulis. mengorganisasi dan memaknakan data. Dalam GBPP biologi SMU kelas 2 semester 1 beberapa tujuan pembelajaran harus dicapai siswa melalui kegiatan pengamatan dan percobaan yang dalam pelaksanaannya memerlukan sarana laboratorium. maka siswa akan dapat mempelajari IPA melalui pengamatan langsung terhadap gejala-gejala maupun proses-proses IPA. baik di dalam ruangan mau- . psikis. Dalam pembelajaran biologi pemanfaatan laboratorium atau kegiatan praktikum merupakan bagian dari proses belajar mengajar. membuat kesimpulan. kemudian mengambil kesimpulan. baik gejala sosial. Dalam hal ini jika siswa lebih paham terhadap materi pelajaran diharapkan hasil belajarnya dapat meningkat. sehingga dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. dapat menanamkan dan mengembangkan sikap ilmiah. Kegiatan praktikum dapat diartikan sebagai salah satu strategi mengajar dengan menggunakan pendekatan ilmiah terhadap gejala-gejala. dapat menemukan dan memecahkan berbagai masalah baru melalui metode ilmiah. Melalui kegiatan praktikum siswa akan membuktikan konsep atau teori yang sudah ada dan dapat mengalami proses atau percobaan itu sendiri. dan dipelajari. maupun fisik yang diteliti. diselidiki. Dengan praktikum.14 variabel. Amien (1987) juga mengemukakan bahwa praktikum merupakan salah satu kegiatan laboratorium yang sangat berperanan dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar IPA.

dan fisika. batang. kimia. dkk (2003) pemanfaatan laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dari kegiatan belajar mengajar IPA termasuk biologi. Menurut Rustaman. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang. ada sekolah yang telah memiliki ruangan laboratorium biologi sendiri. Bagi sekolah yang sudah memiliki ruangan laboratorium. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan kegiatan laboratorium untuk mencapai tujuan pendidikan IPA. tentu beberapa tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai oleh siswa dan ini dapat berpengaruh terhadap hasil belajarnya. dan syaraf. Misalnya pada pembelajaran struktur hewan siswa melakukan pengamatan jaringan epitel.15 pun di luar ruangan. dan lain-lain. ada yang masih bergabung dengan kimia. Dalam hal pemanfaatan laboratorium terdapat perbedaan antara masing-masing SMA. . Perbedaan tersebut dapat berpengaruh terhadap intensitas atau jumlah kegiatan praktikum biologi yang dapat dilakukan. Observasi awal yang dilakukan di beberapa SMA yang ada di kabupaten Banjarnegara menunjukkan bahwa ada sekolah yang belum memiliki ruangan laboratorium. sedangkan pada pembelajaran struktur tumbuhan siswa melakukan pengamatan susunan jaringan pada akar. otot. pada pembelajaran transportasi tumbuhan dilakukan percobaan difusi dan osmosis. Jika kegiatan praktikum tidak dilakukan sesuai GBPP. bahkan ada yang satu ruangan laboratorium untuk biologi. dan daun. serta waktu yang tersedia. tulang.

Penegasan Istilah 1. Rumusan Masalah Permasalahan yang akan diteliti adalah : 1. . Hasil belajar biologi dapat diartikan sesuatu yang dicapai siswa setelah terjadi proses belajar biologi. memanfaatkan laboratorium. dari yang tidak bisa menjadi bisa. Dalam penelitian ini difokuskan pada jumlah atau frekuensi pelaksanaan praktikum biologi kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005. dkk. Apakah terdapat hubungan antara pemanfaatan laboratorium dengan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005? C. dari yang tidak biasa menjadi biasa. 2. Dalam penelitian ini hasil belajar biologi ditunjukkan dengan skor yang diperoleh siswa setelah mengerjakan soal biologi. perbuatan. Pemanfaatan laboratorium adalah proses. cara. misalnya kebun botani (Rustaman. Belajar akan mengubah diri seseorang yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Seberapa besar pemanfaatan laboratorium biologi di kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005 ? 2. Dalam pengertian sempit laboratorium sering diartikan sebagai ruang atau tempat yang berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap yang di dalamnya terdapat sejumlah alat dan bahan praktikum. 2003). 3.16 B. Dalam pembelajaran biologi laboratorium dapat berupa ruang terbuka atau alam terbuka.

2. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat : 1. Memberikan informasi pada guru-guru biologi SMA khususnya di kabupaten Banjarnegara tentang pentingnya pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. . Hubungan pemanfaatan laboratorium dengan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005.17 D. E. Seberapa besar pemanfaatan laboratorium biologi di kelas 2 SMA sekabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005. 2. Memberikan pertimbangan bagi para kepala sekolah atau pengambil keputusan tentang pentingnya pemanfaatan dan pengembangan laboratorium biologi di SMA.

1996). laboratorium dapat diartikan sebagai pusat inovasi. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Laboratorium Kata laboratorium merupakan bentuk serapan dari bahasa Belanda dengan bentuk asalnya laboratorium (Jumariam.18 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Menurut Soejitno (1983) laboratorium dapat diartikan dalam bermacam-macam segi. dkk. laboratorium dapat merupakan sarana media dimana dilakukan kegiatan belajar mengajar. cara-cara kerja. dan sebagainya 6 . eksperimentasi sehingga terdapat penemuan-penemuan baru. gedung. Dengan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sebuah laboratorium diadakanlah kegiatan ilmiah. laboratorium dapat diartikan sebagai pusat kegiatan ilmiah untuk menemukan kebenaran ilmiah dan penerapannya d. Dalam hal ini laboratorium dilihat sebagai perangkat keras (hard ware) b. yaitu tempat. Dalam pengertian ini laboratorium dilihat sebagai perangkat lunaknya (soft ware) c. yaitu : a. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta. 2002) laboratorium diartikan sebagai tempat mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya). ruang dengan segala macam peralatan yang diperlukan untuk kegiatan ilmiah. laboratorium dapat merupakan wadah.

halaman. guru. sedang sarana pada pembelajaran biologi dapat diartikan sebagai beberapa hal. Dalam pembelajaran biologi laboratorium tidak hanya diartikan sebagai sebuah ruangan tempat percobaan dan penyelidikan dilakukan. artinya sarana bukan semata-mata sebagai alat bantu atau alat pelengkap. Hal ini karena biologi mempelajari segala sesuatu tentang makhluk hidup. dilihat dari segi kerjanya laboratorium merupakan tempat dimana dilakukan kegiatan kerja untuk menghasilkan sesuatu. dan lain sebagainya dapat disebut sebagai laboratorium.19 e. siswa. dan di alam/ lingkungan sekitar banyak sekali kejadian/ proses kehidupan yang dapat diamati dan dikaji. Dalam hal demikian ini dalam bidang teknik laboratorium. mahasiswa. kolam. hutan. Menurut Rustaman & Rustaman (1997) laboratorium merupakan salah satu sarana penunjang yang banyak digunakan dalam proses belajar mengajar biologi. dilihat dari segi “clientele” maka laboratorium merupakan tempat dimana dosen. di sini dapat diartikan sebagai bengkel kerja (work shop) g. melainkan bersama-sama dengan . taman. tetapi alam terbuka/lingkungan seperti kebun. dan orang lain melaksanakan kegiatan kerja ilmiah dalam rangka kegiatan belajar mengajar f. seperti berikut : a. dilihat dari segi hasil yang diperoleh maka laboratorium dengan segala sarana dan prasarana yang dimiliki dapat merupakan dan berfungsi sebagai Pusat Sumber Belajar (PSB). sebagai unsur pencapaian tujuan.

sebagai pembawa informasi. terdapat pula ruangan-ruangan lain yaitu ruang persiapan. agar tujuan pembelajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan b. ruang penyimpanan (gudang). Untuk mendukung kelancaran pemanfaatan la- . perbuatan.20 materi dan metode berperan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kegiatan praktikum dalam pembelajaran biologi dapat dilakukan di dalam ruangan laboratorium. menafsirkan. terutama alat-alat yang dapat dimanipulasi atau dirakit atau dimodifikasi atau media yang sengaja direncanakan untuk meningkatkan kemampuan tertentu. Tata letak (lay out) disesuaikan dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjaga keamanan. atau di luar ruangan yaitu memanfaatkan laboratorium alam. merakit alat. Hal ini disesuaikan dengan materi yang dipraktikumkan. film. misalnya melalui alat yang diperagakan. sebagai katalisator dalam pemahaman materi. sedang tata ruang tergantung pada kondisinya. selain terdapat ruangan tempat siswa melakukan kegiatan belajar/ praktikum. memilih alat yang tepat c. radio. dan ruang gelap. ruang timbang. slide film.5 m2 untuk tiap siswa. pengalaman langsung d. namun perlu diatur sehingga mempermudah kegiatan praktikum/ pemanfaatannya. seperti kemampuan mengamati. menyimpulkan. Luas ruangan praktikum biasanya disesuaikan dengan jumlah siswa yang menggunakannya. mengukur. yang diperkirakan 2. televisi. Untuk ruang laboratorium diperlukan desain khusus karena di laboratorium. terutama dalam bentuk media misalnya gambar. sebagai pengembang kemampuan.

. dan alat kebersihan. Berikut adalah contoh desain laboratorium. meja kerja guru. 3m 7m 4. 2003) .5 m Gambar 1. dkk. kotak P3K dan isinya. dan lainlain. lemari. dkk (2003) pengelolaan laboratorium dibedakan menjadi kegiatan pemeliharaan. Peralatan yang harus dipenuhi oleh sebuah laboratorium antara lain adalah meja yang terdiri dari meja kerja siswa.5 m Ruang Persiapan 4m Ruang Penyimpanan Ruang utama/ ruang prakt. meja demonstrasi.21 boratorium alam dapat disediakan kebun botani. penyediaan. kursi. perkakas. bak cuci. rak. papan tulis. alat peraga pendidikan seperti model. dan meja dinding. Contoh desain laboratorium (Rustaman. Pengelolaan laboratorium juga penting untuk diperhatikan yang secara garis besar menurut Rustaman. “green house”. contoh hewan & tumbuhan. listrik. Selasar/ Teras 1. bagan. dan peningkatan daya guna laboratorium. alat pemadam api. alat dan bahan praktikum.

laboratorium berperan sebagai tempat kegiatan penunjang dari kegiatan di kelas. sebagai museum kecil. Peran Laboratorium dalam Pembelajaran Adanya kelengkapan sarana pembelajaran seperti tersedianya laboratorium diharapkan dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar biologi. memupuk dan membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan yang diperoleh.22 2. memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi mahasiswa/ siswa c. memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara teori dan praktik bukan merupakan dua hal yang terpisah. Menurut Soejitno (1983) secara garis besar fungsi laboratorium adalah sebagai berikut : a. Keduanya saling kaji-mengkaji dan saling mencari dasar b. . memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari sesuatu obyek dalam lingkungan alam dan lingkungan sosial d. menambah keterampilan dalam menggunakan alat dan media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran e. Di dalam pembelajaran sains/ IPA. memupuk rasa ingin tahu mahasiswa/ siswa sebagai modal sikap ilmiah seorang calon ilmuwan f. Fungsi lain dari laboratorium adalah sebagai tempat display atau pameran. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang berperan utama dalam pembelajaran sains adalah laboratorium. penemuan yang didapat dalam proses kegiatan kerja laboratorium. sedangkan kelas sebagai tempat kegiatan penunjang.

praktikum mengembangkan kemampuan dasar melakukan eksperimen. 2003) yang mengemukakan empat alasan mengenai pentingnya kegiatan praktikum IPA. 2004). yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan dalam keadaan nyata apa yang diperoleh dalam teori. mengembangkan berbagai keterampilan secara terintegrasi b. mengembangkan sikap untuk melakukan sesuatu secara tepat dan akurat f. Kedua. praktikum menjadi wahana pendekatan ilmiah. mengembangkan keterampilan dalam mengobservasi . praktikum membangkitkan motivasi belajar IPA. dkk. praktikum menunjang materi pelajaran. Secara umum kegiatan pemanfaatan laboratorium di sekolah-sekolah adalah melalui kegiatan praktikum. siswa diharapkan dapat : a.23 perpustakaan IPA dan tempat sumber belajar IPA (Wirjosoemanto. Kegiatan praktikum dalam pembelajaran IPA termasuk biologi merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan seperti yang dijelaskan oleh Woolnough (dalam Rustaman. mengenal berbagai desain dan peralatan untuk eksperimen d. dkk. mengenal berbagai peralatan laboratorium c. Pertama. mengembangkan keterampilan mengumpulkan dan menginterprestasikan data e. Keempat. Ketiga. Engkoswara (1982) mengatakan bahwa melalui kegiatan praktikum yang biasanya dilakukan di laboratorium.

menambah keberanian berfikir sendiri dan menanggung resiko k. mengembangkan kemampuan dalam mengkomunikasikan hasil eksperimen h. mengembangkan kemampuan untuk belajar dan melakukan percobaan sendiri j. mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah dengan berbagai variabel yang banyak dan berbagai kemungkinan pemecahannya m. Jika guru sering melaksanakan praktikum menunjukkan bahwa guru tersebut telah berusaha untuk mewujudkan pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi belajar dan memberikan pengalaman-pengalaman nyata bagi siswanya. dan menggunakan berbagai sumber n. mengembangkan kecakapan dalam menulis laporan i. mengembangkan keberanian untuk mengadakan kerja sama.24 g. maka di tiap-tiap sekolah sudah seharusnya melaksanakan praktikum dengan mengacu pada Garis Besar Program Pengajaran atau kurikulum yang berlaku. Melihat betapa pentingnya kegiatan praktikum. Kegiatan pemanfaatan laboratorium dapat dilihat dari intensitas praktikum yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah. . merangsang berfikir siswa melalui eksperimen l. mengembangkan inisiatif. mengembangkan tanggung jawab pribadi o. mengembangkan kecakapan untuk bekerja secara efektif sebagai anggota dari suatu tim.

sehingga hasil belajar akan lebih optimal. mental.25 Motivasi menentukan tingkat keberhasilan atau gagalnya kegiatan belajar siswa. Disisi lain. 2003) mengemukakan bahwa bentuk praktikum bisa berupa latihan. dapat memotivasi siswa untuk belajar IPA dan meningkatkan hasil belajar. Hal ini karena masing-masing anak mempunyai intelegensi yang berbeda. Jadi. siswa. pada kenyataannya antara siswa yang satu dengan siswa yang lain mempunyai kemampuan melaksanakan praktikum yang berbeda-beda. Semangat belajar pada diri siswa akan selalu ada jika siswa tersebut selalu termotivasi. Kegiatan laboratorium merupakan salah satu cara untuk memotivasi siswa dalam belajar IPA. Bentuk praktikum yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan aspek tujuan dari praktikum yang diinginkan. Ditinjau dari tujuan kegiatan laboratorium yaitu membantu mendorong siswa untuk aktif belajar dengan memberi kesempatan pada siswa untuk mencoba sendiri atau mengamati keadaan nyata. investigasi (penyelidikan) atau bersifat pengalaman. Untuk faktor siswa. maupun emosional dalam proses pembelajaran. diantaranya adalah faktor sekolah. Woolnough (dalam Rustaman dkk. sehingga penguasaan konsep dasar dari masing-masing siswa juga berbeda. fasilitas. Hasil belajar optimal akan tercapai apabila siswa terlibat secara aktif baik fisik. guru. jika praktikum rutin/ sering dilaksanakan maka siswa akan termotivasi dan hasil belajarnya dapat meningkat. dan waktu. keberhasilan pelaksanaan praktikum juga dapat ditunjang oleh beberapa faktor. .

meraba.melatih agar teori dapat dimengerti . mengadakan percobaan. b.belajar memasang peralatan sehingga betul-betul berjalan . Penerapan kegiatan laboratorium dalam pembelajaran memiliki kebaikan dan kelemahan. misalnya : . dan mampu berfikir analitis siswa lebih cenderung tertarik pada obyek yang nyata di alam sekitarnya memupuk dan mengembangkan sikap berfikir ilmiah. Keterampilan afektif. misalnya : . melihat. Kebaikan dari pelaksanaan praktikum antara lain : melibatkan siswa secara langsung dalam mengamati suatu proses siswa dapat meyakini akan hasilnya.belajar memakai peralatan dan instrumen tertentu.belajar bekerja sama .26 Dalam proses belajar mengajar kegiatan laboratorium atau praktikum turut berperan dalam mencapai 3 tujuan pembelajaran. Keterampilan kognitif.belajar merencanakan kegiatan secara mandiri.agar teori dapat diterapkan pada keadaan problem nyata. menulis laporan. Keterampilan psikomotorik. karena langsung mendengar. dan saling bekerja sama . dan mencium yang sedang dipelajari siswa akan mempunyai kemampuan dalam ketrampilan mengelola alat.belajar menghargai bidangnya . membuat kesimpulan. misalnya : . c. sikap inovatif. antara lain : a.

menguasai materi dan ketrampilan tidak semua mata pelajaran dapat dipraktikkan dan tidak semua diajarkan dengan metode praktik - alat-alat dan bahan yang mahal harganya dapat menghambat untuk melakukan praktik - banyak waktu yang diperlukan untuk praktik. dkk. 2000) adalah suatu aktivitas mental/ psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan-pemahaman. pemahaman. Dari definisi tersebut. 2002). . dan nilaisikap. memperkaya pengalaman ketrampilan kerja dan pengalaman berfikir ilmiah. 3. 2001) Sedang pengertian belajar menurut Winkel (dalam Darsono. keterampilan. dan nilai sikap. sehingga kemungkinan dapat dilaksanankan diluar jam pelajaran (Indarto. keterampilan. Hasil Belajar Hasil diartikan sebagai akibat.27 - membangkitkan minat ingin tahu. maka yang dimaksud dengan hasil belajar adalah akibat yang diperoleh setelah melakukan aktivitas mental/ psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungannya. dan sebagainya) (Poerwadarminta. ujian. sehingga ada perubahan dalam pengetahuan. Sedangkan kelemahan/ kekurangan dari praktikum antara lain : - Guru harus benar-benar mampu. kesudahan (dari pertandingan.

Faktor yang datang dari diri siswa terutama adalah kemampuan yang dimilikinya. Ada tiga unsur dalam kualitas pengajaran yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.28 Hasil belajar biasanya dapat diketahui melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran (Purwanto. sikap dan kebiasaan belajar. minat dan perhatian. sosial ekonomi. 1986). karakteristik kelas. faktor fisik dan psikis. Hasil belajar yang dapat diraih siswa dipengaruhi juga oleh lingkungan. menilai hasil belajar siswa. baik di bidang kognitif (intelektual) seperti penguasaan bahan. Hasil belajar pada hakikatnya tersirat dalam tujuan pengajaran. Salah satu lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah adalah kualitas pengajaran. Yang dimaksud dengan kualitas pengajaran adalah tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pengajaran. Selain itu juga ada faktor lain seperti motivasi belajar. dan karakteristik sekolah. ketekunan. bidang sikap seperti mencintai profesinya. artinya kemampuan dasar yang dimiliki guru. Menurut Sudjana (1989) hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. dan lain-lain. dan bidang perilaku seperti keterampilan mengajar. Kompetensi guru yaitu tentang kompetensi profesional yang dimilikinya. yaitu kompetensi guru. Unsur karakteristik kelas antara lain meli- .

tulang. dan lain-lain. sistem sirkulasi pada hewan dan manusia. Pemanfaatan laboratorium pada bab ini antara lain melalui kegiatan pengamatan sel jaringan epitel. . batang. struktur tumbuhan. transportasi pada tumbuhan. Struktur Hewan Struktur hewan menjelaskan susunan tubuh hewan yang terdiri dari jaringan. dan daun. lingkungan sekolah. organ. Karakteristik sekolah berkaitan dengan disiplin sekolah. a. gerak pada tumbuhan. dan jaringan ikat dengan menggunakan mikroskop. letak geografis sekolah. suasana belajar.29 puti variabel besarnya kelas (class size) artinya banyak sedikitnya jumlah siswa yang belajar. fasilitas dan sumber belajar yang tersedia seperti perpustakaan dan buku-buku pelajaran. alat peraga. laboratorium. mekanisme gerak pada hewan vertebrata. dan lain-lain. b. dan sistem organ. Materi Pelajaran Biologi SMA Kelas 2 Semester 1 Berdasarkan Garis-garis Besar Program Pengajaran 1994 materi pelajaran biologi SMA kelas 2 semester 1 meliputi 7 bab yaitu. otot. Kegiatan praktikum yang dapat dilakukan antara lain pengamatan susunan jaringan pada akar. Struktur Tumbuhan Struktur tumbuhan menjelaskan susunan tumbuhan yang terdiri atas jaringan dan organ. pertumbuhan dan perkembangan. 4. struktur hewan. syaraf.

otot sebagai alat pendukung gerak. d. pengamatan pengaruh cahaya terhadap perkecambahan. Materi yang dipelajari antara lain pola pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. dan gerak taksis. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah pengamatan model rangka manusia. dan gangguan pada sistem gerak. pola pertumbuhan dan perkembangan pada hewan. pengamatan metamorfosis hewan. Gerak pada Tumbuhan Pada bab ini dipelajari tentang macam-macam gerak pada tumbuhan yang secara garis besar dibedakan menjadi tiga yaitu. e. Kegiatan praktikum yang dapat dilakukan antara lain pengamatan arah gerak tumbuhan sikejut (Mimosa sp). mekanisme gerak otot.30 c. percobaan dengan menggunakan otot betis katak. faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. dan lain-lain. Pada pembelajaran materi ini dapat dilakukan praktikum antara lain pengamatan pola pertumbuhan. Mekanisme Gerak pada Hewan Vertebrata Materi pada bab ini meliputi rangka pada hewan vertebrata. . pemanjangan dan diferensiasi sel. gerak tropisme. Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan meliputi perubahan kuantitatif yang irreversibel yang dimulai dengan pembelahan sel. gerak nasti. pengamatan gerak kloroplas daun Hydrilla verticillata.

sistem peredaran darah terbuka. Transportasi pada Tumbuhan Transportasi pada tumbuhan menjelaskan bahwa pengangkutan bahan-bahan pada tumbuhan terjadi melalui proses difusi. Sistem sirkulasi pada manusia mempunyai persamaan dengan sistem sirkulasi mamalia lainnya. dengan menggunakan darah dan alat-alat peredaran darah (jantung dan pembuluh darah). Sistem Sirkulasi pada Hewan dan Manusia Sistem sirkulasi pada hewan dan manusia melibatkan alat sirkulasi dan proses sirkulasi yang meliputi difusi. dan lain-lain. penentuan golongan darah dan penghitungan denyut nadi.31 f. Pemanfaatan laboratorium/ kegiatan praktikum yang dapat dilakukan antara lain percobaan difusi dan osmosis. Kegiatan praktikum yang dapat dilakukan antara lain pengamatan sel-sel darah. percobaan pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap laju transpirasi pada tumbuhan. pengamatan sistem peredaran darah pada katak. Pengangkutan air dan zat terlarut melalui xilem dan pengangkutan hasil fotosintesis melalui floem. osmosis dan transpor aktif. percobaan transportasi air dan zat terlarut. percobaan plasmolisis menggunakan daun Rhoeo discolor. g. dan sistem peredaran darah tertutup. percobaan “Ingenhouz”. .

H0 : pemanfaatan laboratorium tidak dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/ 2005. Hipotesis Pada penelitian ini. hipotesis yang diajukan adalah : H1 : pemanfaatan laboratorium dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/ 2005.32 B. .

SMA Negeri 1 Purwanegara 6. diambil 5 SMA Negeri dan 2 SMA Swasta sebagai sampel penelitian yaitu. SMA Negeri 1 Purworejo Klampok. SMA Cokroaminoto Banjarnegara 10. SMA Negeri 1 Sigaluh 7. SMA Negeri 1 Banjarnegara 2. SMA Negeri 1 Purwanegara. SMA Negeri 1 Batur 9.kabupaten Banjarnegara yang semuanya berjumlah 13 sekolah yang terdiri dari 8 SMA Negeri dan 5 SMA Swasta. SMA Negeri 1 Wanadadi 5. SMA Negeri 1 Bawang 3. SMA Negeri 1 Banjarnegara. SMA Negeri 1 Karangkobar 8. Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di SMA se. SMA PGRI Purworejo Klampok 13. SMA Muhammadiyah Banjarnegara 11. . Daftar nama SMA tersebut adalah sebagai berikut : 1. SMA Negeri 1 Purworejo Klampok 4.33 BAB III METODE PENELITIAN A. SMA Ma’arif Mandiraja Dari 13 SMA sebagai populasi. SMA Muhammadiyah Kalibening 12. SMA Negeri 1 Bawang.

dan terletak dibagian belakang sekolah. sumber listrik. meja dinding. dan SMA Muhammadiyah Banjarnegara. alat pemadam api. alat-alat gelas. lemari penyimpanan. 1 ruang praktikum dengan luas kurang lebih 15 X 8 meter. SMA Cokroaminoto Banjarnegara. bahan kimia. meja praktikum siswa. b. torso manusia. kran air. meja praktikum siswa. kran air. mikroskop. papan tulis. Ruangannya dibagi menjadi 3 bagian. alat kebersihan. awetan . alat-alat gelas. kotak P3K. SMA Negeri 1 Bawang Laboratorium di SMAN 1 Bawang menempati ruangan tersendiri.34 SMA Negeri 1 Karangkobar. dan terletak di bagian belakang sekolah. mikroslide. lemari penyimpanan (lemari kayu dan lemari kaca). Peralatan yang tersedia antara lain adalah meja demonstrasi. papan tulis. dibangun sebagai gedung/ bangunan tersendiri. dan dua ruang untuk penyimpanan alat dan preparat. Kondisi umum laboratorium masing-masing SMA tersebut adalah : a. mikroskop. letaknya bersebelahan dengan laboratorium fisika sebagai satu bangunan. gambar poster. kursi bangku. SMA Negeri 1 Banjarnegara Laboratorium biologi di SMAN 1 Banjarnegara menempati ruangan tersendiri dan dibagi menjadi 2 ruang. Secara umum peralatan yang tersedia antara lain adalah meja demonstrasi. yaitu ruang praktikum dan ruang penyimpanan. Ruangan ini memang didisain khusus sebagai ruang laboratorium. kursi bangku.

ruang gudang. d. gambar dinding. sedangkan laboratorium fisika berada pada ruangan tersendiri. yaitu ruang praktikum. papan tulis. torso. mikroslide. yaitu biologi. gambar poster. dan fisika. Peralatan yang dimiliki antara lain meja demonstrasi. mikroskop. papan tulis. bak cuci. meja dan kursi praktikum.35 serangga. lemari. meja praktikum siswa. Ruangan laboratorium terbagi menjadi 3 ruang. e. meja dinding. SMAN 1 Bawang juga memiliki kebun kecil sebagai laboratorium alam. yaitu ruang praktikum. lemari penyimpanan. Peralatan yang dimiliki antara lain meja dan kursi praktikum. bahan kimia. ruang penyimpanan. kursi (kursi biasa dan kursi bangku). fotometer. mikroslide. dan ruang guru. . mikroslide. SMA Negeri 1 Purworejo Klampok Di SMAN 1 Purworejo Klampok. Untuk alat dan bahan praktikum disimpan di ruang praktikum. alat bedah. dan ruang persiapan. baik di dalam lemari maupun pada meja dinding. higrometer. torso manusia. laboratorium biologi dan kimia berada pada satu ruangan. torso manusia. SMA Negeri 1 Purwanegara Laboratorium IPA di SMAN 1 Purwonegoro hanya ada 1 ruangan untuk 3 mata pelajaran. respirometer. mikroskop. kimia. Ruangan laboratoriumnya dibagi menjadi 3. SMA Negeri 1 Karangkobar Di SMAN 1 Karangkobar hanya ada 1 ruangan laboratorium IPA untuk 3 mata pelajaran. Peralatan yang ada antara lain meja demonstrasi. c. Laboratoriumnya berada sebagai bangunan tersendiri.

gambar poster. Laboratoriumnya hanya ada 1 ruangan. mikroskop. alat P3K. mikroskop. meja dinding. sehingga semua peralatan diletakkan di ruangan praktikum. meja dinding. papan tulis. torso manusia. alat dan bahan kimia. Peralatan yang dimiliki antara lain meja dan kursi yang bentuk dan ukurannya seperti meja dan kursi di ruang kelas. B. tapi tidak ada pintu yang menghubungkan secara langsung. lemari penyimpanan. mikroslide. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini ada 2 yaitu : 1. Luas ruang praktikumnya sama dengan luas ruang kelas. yaitu pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran biologi. terletak di lantai 2 dari 4 lantai bangunan sekolah. yang terletak bersebelahan. Peralatan yang dimiliki antara lain meja dan kursi praktikum seperti meja dan kursi di ruang kelas. SMA Cokroaminoto Banjarnegara SMA Cokroaminoto Banjarnegara hanya memiliki 1 ruangan laboratorium IPA untuk 3 mata pelajaran yang dibagi menjadi 2 ruang yaitu ruang praktikum dan ruang penyimpanan. meja dinding. dan bersebelahan langsung dengan ruang-ruang kelas. g.36 papan tulis. SMA Muhammadiyah Banjarnegara Ruangan laboratorium IPA di SMA Muhammadiyah Banjarnegara ada 1 untuk 3 mata pelajaran. papan tulis. Luas ruangannya sama dengan luas ruang kelas yang dimodifikasi. kran air. yang selanjutnya diberi simbol X . alat dan bahan kimia. mikroslide. lemari penyimpanan. f. pemadam api. variabel bebas. alat dan bahan kimia. mikroskop.

dan mengadakan tes hasil belajar biologi. Angket diperlukan untuk mengetahui jenis praktikum yang dilakukan selama kelas 2 semester 1. 2. Observasi laboratorium biologi Observasi yang dilakukan meliputi pengamatan terhadap kondisi laboratorium. dan melihat faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kegiatan praktikum seperti keadaan la- . dilakukan observasi awal di beberapa SMA yang ada di kabupaten Banjarnegara sebagai studi pendahuluan untuk mengetahui kondisi lapangan. Rancangan Penelitian Sebelum penelitian. wawancara. Kegiatan yang dilakukan selama penelitian adalah : 1. variabel terikat. Penelitian dilakukan dengan beberapa metode untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Penentuan SMA-SMA yang digunakan sebagai sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik cluster sampling. yaitu hasil belajar biologi siswa. angket. Pembagian angket Angket diberikan pada guru biologi dan siswa kelas 2. bagaimana pelaksanaan praktikum-praktikum tersebut. Setelah itu menentukan SMA yang digunakan sebagai sampel penelitian. ketersediaan perlengkapan dan peralatan yang mendukung pelaksanaan praktikum biologi SMA selama kelas 2 semester 1. yang selanjutnya diberi simbol Y. Penentuan kelas dilakukan secara acak/ undian. Dari masing-masing SMA akan diambil satu kelas untuk pengambilan data penelitian. yaitu metode observasi.37 2. C.

alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum selama kelas 2 semester 1. Prosedur Penelitian 1. Persiapan Penelitian a.Pembatasan indikator yang diungkap . D. ketersediaan perlengkapan. waktu pelaksanaan praktikum.membuat kisi-kisi pertanyaan . Wawancara Wawancara dilakukan terhadap guru biologi kelas 2 dan beberapa siswa. praktikum apa saja yang dilakukan. persiapan dan pelaksanaan praktikum. Penyusunan Instrumen Penelitian 1) Lembar Observasi Hal yang diungkap melalui observasi meliputi keadaan laboratorium biologi. dan bagaimana pelaksanaan dari praktikum-praktikum tersebut. 3.38 boratorium. Informasi yang dapat diperoleh melalui wawancara adalah tentang intensitas/ frekuensi praktikum biologi. Mengadakan tes hasil belajar biologi Tes diberikan pada siswa kelas 2 dengan soal tes meliputi materi pelajaran biologi SMA selama kelas 2 semester 1. 2) Angket a) Angket Tertutup (pilihan ganda) Langkah-langkah dalam penyusunan angket adalah : . laporan dan evaluasi praktikum. 4.

b) Angket Kegiatan dan Pelaksanaan Praktikum Untuk mengetahui jenis praktikum dan bagaimana pelaksanaannya di masing-masing SMA. jika menjawab B diberi skor 3. 3) Tes Hasil Belajar Langkah-langkah dalam penyusunan soal tes adalah : . maka terlebih dahulu merekap kegiatan praktikum selama kelas 2 semester 1 berdasarkan GBPP SMU tahun 1994 yang jumlahnya ada 20 jenis praktikum. dengan pembagian tiap bab sebagai berikut : Bab I : Struktur Hewan. ada 2 jenis praktikum Bab III : Pertumbuhan dan Perkembangan. ada 4 jenis praktikum Bab VII : Sistem Sirkulasi pada Hewan dan Manusia. ada 2 jenis praktikum Bab VI : Transportasi pada Tumbuhan. jika menjawab C diberi skor 2.membuat pertanyaan .mengkonsultasikan dengan dosen pembimbing. ada 2 jenis praktikum Bab II : Struktur Tumbuhan. yaitu : jika menjawab A diberi skor 4. ada 4 jenis praktikum Bab V : Mekanisme Gerak pada Hewan Vertebrata. ada 4 jenis praktikum. 2002). . ada 2 jenis praktikum Bab IV : Gerak pada Tumbuhan.39 .menentukan skor tiap pertanyaan. jika menjawab D diberi skor 1 (Arikunto.

Mengadakan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan .menentukan tipe soal.membuat kunci jawaban .membuat kisi-kisi soal/ tabel spesifikasi . yaitu tipe objektif pilihan ganda dengan 5 option . Analisis Hasil Uji Coba 1) Uji Validitas Untuk pengujian validitas digunakan rumus korelasi “product moment” dari Pearson.40 .membuat soal . 4) Daftar Pertanyaan Wawancara b. sebagai berikut : rxy = nΣXY − (ΣX )(ΣY ) {nΣX − (ΣX 2 )}{nΣY 2 − (ΣY 2 )} 2 Keterangan : rxy = koefisien korelasi antara skor item dengan skor total X = skor tiap item Y = skor total .mengkonsultasikan dengan dosen pembimbing. Uji Coba Instrumen Instrumen yang diujicobakan adalah instrumen tes hasil belajar yang dilaksanakan di salah satu SMA di kabupaten Banjarnegara yang tidak digunakan sebagai sampel penelitian yaitu SMA Negeri 1 Wanadadi. c.menentukan jumlah soal .

41 n = jumlah sampel Koefisien korelasi yang diperoleh dengan rumus tersebut dibandingkan dengan n responden pada taraf signifikan 5%. Item yang tidak valid perlu direvisi atau tidak digunakan. berarti instrumen tersebut reliabel.20”. sebagai berikut : r11 = ( n s 2 − Σpq )( ) n −1 s2 Keterangan : r11 = reliabilitas instrumen p = proporsi subyek yang menjawab item dengan benar q = proporsi subyek yang menjawab item dengan salah n = banyaknya item s = standar deviasi Apabila harga r11 dikonsultasikan dengan r tabel dengan taraf signifikan 5% ternyata lebih besar. Item-item yang mempunyai koefisien korelasi lebih besar dari r tabel termasuk item yang valid dan yang kurang dari r tabel termasuk item yang tidak valid. 2) Uji Reliabilitas Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen dalam penelitian ini digunakan rumus “K-R. Rumus yang digunakan adalah : P= B JS . 3) Taraf Kesukaran Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran.

00 sampai 0.31 sampai 0.D = 0.00 adalah soal mudah Daya Pembeda Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi disingkat D.00 – 0.42 Keterangan : P = indeks kesukaran B = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes Klasifikasi indeks kesukaran adalah sebagai berikut : 4) Soal dengan P 0.71 sampai 1.20 : jelek .30 adalah soal sukar Soal dengan P 0.70 adalah soal sedang Soal dengan P 0. yang dinyatakan dengan rumus : D= BA BB − = PA − PB J A JB Keterangan : JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar PB = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya pembeda adalah : .

kebun biologi.00 : baik sekali . torso. meja demonstrasi. 2002). E. alat kebersihan.71 –1. auksanometer. Analisis Data Penelitian Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif prosentase dan korelasi “product moment”. Keadaan yang diobservasi dibatasi pada hal-hal berikut : tata ruang laboratorium. soalnya tidak baik. data diperoleh dengan beberapa metode yaitu : 1.70 : baik .Maret 2005 di 7 SMA yang ada di kabupaten Banjarnegara.D = 0.21 – 0. alat & bahan praktikum (mikroskop. alat P3K. alat pemadam api.D = negatif. jadi sebaiknya dibuang saja (Arikunto. yaitu SMA-SMA yang digunakan sebagai sampel penelitian. obyek & deck glass.D = 0. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari .41 – 0. preparat mikroskopis. ketersediaan perlengkapan. 2. kursi siswa. alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum selama kelas 2 semester 1. bak cuci. lemari penyimpanan.43 . statif . meja kerja siswa. Observasi Metode ini dilakukan untuk mengetahui kondisi laboratorium biologi.40 : cukup . Data dan Cara Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. sumber listrik.D = 0. 3.

Hasil wawancara dimasukkan dalam pembahasan untuk melengkapi penjelasan hasil observasi dan angket. larutan eosin & eter. Angket Data yang diperoleh melalui pembagian angket terhadap guru biologi dan siswa kelas 2 adalah tentang jenis kegiatan praktikum yang dilakukan yang didasarkan pada GBPP SMU tahun 1994. F. waktu pelaksanaan praktikum. Data yang diperoleh adalah tentang kegiatan praktikum yang dilakukan selama kelas 2 semester 1 dan bagaimana pelaksanaan praktikum tersebut. pelubang gabus. kertas kobalt. alat bedah. alat kimia. Data tentang pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran biologi dianalisis dengan . persiapan dan pelaksanaan praktikum. Metode Analisis Data Dalam penelitian ini data yang diperoleh adalah data tentang pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran biologi dan data hasil belajar biologi. 4. cawan petri. laporan dan evaluasi praktikum. potometer. dan melihat faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kegiatan praktikum seperti keadaan laboratorium. 3. Tes Tes dilakukan untuk memperoleh data tentang hasil belajar biologi siswa selama kelas 2 semester 1. bagaimana pelaksanaan praktikum tersebut. Wawancara Hasil yang diperoleh melalui wawancara adalah sebagai pelengkap data hasil observasi dan angket.44 & penjepit. dan vaselin). 2.

maka terlebih dahulu harus dibuat klasifikasi skor dengan cara menentukan terlebih dahulu skor tertinggi. dihasilkan angka dalam bentuk persen. yaitu untuk mengetahui tentang seberapa sering pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran biologi oleh masingmasing SMA yang dinyatakan dalam bentuk prosentase.99 % Tinggi 3 55 % . Hasil angket tetutup juga dianalisis secara prosentase. skor terendah.100 % Sangat tinggi 2 70 % .99 % Sangat rendah (Rachman dalam Kurniawati.69. Interval Prosentase Kriteria 1 85 % .99 % Sedang 4 40 % .45 menggunakan rumus deskriptif prosentase. Kriteria prosentase No. Untuk mengetahui seberapa besar pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran biologi selama semester 1 kelas 2 di SMA se-kabupaten Banjarnegara dan hasil angket tertutup. 99 % Rendah 5 .54. Klasifikasi skor tersebut selanjutnya diubah menjadi klasifikasi dalam bentuk prosentase. Rumus yang digunakan adalah : A= n Χ100% N Keterangan : A = prosentase pemanfaatan n = jumlah skor yang diperoleh N = jumlah skor yang diharapkan (skor maksimal) Dari hasil perhitungan menggunakan rumus di atas. interval yang dikehendaki. dan menentukan lebar interval. 2001) .84. Tabel 1. range (jarak pengukuran).39. kemudian ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat kualitatif seperti yang tercantum dalam tabel berikut.

Jika rhitung lebih besar dari pada rtabel. berarti menerima Ho. Rumus yang digunakan adalah rumus korelasi “product moment” dari Pearson. sebagai berikut : rxy = nΣXY − (ΣX )(ΣY ) {nΣX 2 − (ΣX ) 2 }{nΣY 2 − (ΣY ) 2 } Keterangan : rxy = koefisien korelasi antara skor pemanfaatan laboratorium dengan skor hasil belajar biologi X = skor pemanfaatan laboratorium Y = skor hasil belajar biologi n = jumlah sampel Koefisien korelasi yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan rtabel harga kritik product moment. maka H1 ditolak. Jika rhitunh lebih kecil dari pada rtabel.46 Skor yang diperoleh dari data pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran biologi kemudian dikorelasikan dengan skor hasil belajar biologi siswa. . maka H1 diterima dan Ho ditolak.

jantung. sistem peredaran darah. dan usus. daun. dan angin terhadap penguapan dengan potometer. pemberian rangsangan pada otot betis katak.47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. reaksi Euglena atau Chlamydomonas terhadap rangsang cahaya. gambar/ torso dari organ paru-paru. struktur butir darah. proses osmosis. metamorfosis hewan. 35 . Jenis kegiatan praktikum yang dilakukan adalah seperti yang tercantum dalam tabel berikut. pertumbuhan tumbuhan. tumbuh yang dipengaruhi cahaya. Hasil Penelitian Jumlah kegiatan praktikum biologi yang seharusnya dilaksanakan di kelas 2 semester 1 berdasarkan GBPP SMU tahun 1994 adalah ada 20 jenis praktikum yaitu pengamatan : jaringan hewan. peragaan transpirasi dengan kertas kobalt. akar tumbuhan dikotil dan monokotil. air. hati. mengukur kecepatan transpirasi serta pengaruh suhu. menghitung denyut jantung. batang. jaringan tumbuhan. arah gerak tumbuhan sikejut yang disebabkan rangsang sentuhan. percobaan : eksperimen pada tumbuhan dengan memberikan atau meniadakan rangsang tertentu misalnya cahaya. hubungan tulang dan persendian. lambung. gaya tarik bumi. limpa. pankreas. kelembaban. dan sentuhan. Berdasarkan hasil angket dan wawancara diperoleh data tentang jenis kegiatan praktikum biologi yang dilaksanakan oleh masing-masing SMA di kabupaten Banjarnegara. dan identifikasi sel-sel darah. transport pada tumbuhan.

dan sentuhan Eksperimen pada tumbuhan dengan memberikan atau meniadakan rangsang tertentu misalnya cahaya Pengamatan reaksi Euglena atau Chlamydomonas terhadap rangsang cahaya Pengamatan hubungan tulang dan persendian Demonstrasi pemberian rangsangan pada otot betis katak Percobaan osmosis 1 V 2 V V Nama Sekolah 3 4 5 V V V - 6 - 7 V - 3 4 V - V V - V V - V - 5 6 7 V - V V V V - V V - V - V - 8 V V - V - - - 9 - V - V - - 10 - - - - - - - 11 12 V - V - V - - - - - 13 V V V V - - - . Pelaksanaan Praktikum Biologi SMA Kelas 2 Semester 1 No. pankreas. lambung. dan usus Pengamatan jaringan tumbuhan Pengamatan daun. air. limpa. hati. jantung. 1 2 Kegiatan Praktikum Pengamatan jaringan hewan Pengamatan gambar/ torso dari organ paruparu.48 Tabel 2. gaya tarik bumi. batang. akar tumbuhan dikotil dan monokotil Pengamatan pertumbuhan tumbuhan Pengamatan metamorfosis hewan Pengamatan arah gerak tumbuhan sikejut yang disebabkan rangsang sentuhan Pengamatan tumbuh yang dipengaruhi cahaya.

49 14 15 16 17 18 19 20 Percobaan transport V V V pada tumbuhan Percobaan dengan potometer Peragaan transpirasi dengan kertas kobalt Pengamatan sistem V V peredaran darah Pengamatan struktur butir darah Menghitung denyut V V jantung Identifikasi sel-sel darah V * Mengukur tekanan sistole/ diastole dengan “sphynomanometer” Jumlah 7 13 10 5 3 1 4 Prosentase 35 % 65 % 50 % 25 % 15 % 5 % 20 % Keterangan : 1 = SMA Negeri 1 Banjarnegara 2 = SMA Negeri 1 Bawang 3 = SMA Negeri 1 Purworejo Klampok 4 = SMA Negeri 1 Purwanegara 5 = SMA Negeri 1 Karangkobar 6 = SMA Cokroaminoto Banjarnegara 7 = SMA Muhammadiyah Banjarnegara V = dilaksanakan . ketersediaan alat dan bahan untuk praktikum selama kelas 2 semester 1 di masing-masing SMA adalah sebagai berikut. diperoleh data tentang keadaan laboratorium. perlengkapan.= tidak dilaksanakan * = praktikum tambahan Berdasarkan hasil observasi terhadap laboratorium biologi SMA di kabupaten Banjarnegara. .

(6X8 (15X8 prak m) & m) & (15X8 R. ruang. penyim panan (5 m2) SMAN Pwrj Klmpk 1 ruang Ruang tersndr. t. 1 R. 12. R. m) & 2 R. ruang. dgn lab. t. prak (10m2) & R.d 3 t. Prak prak ( 11X8 (15X8 m) & 2 m). 10. penyim (3X4 panan(5 m)& R. Fisika. Hasil Observasi Laboratorium Biologi No Sarana prasarana Ruangan laboratorium SMAN Bjngr Ruang tersndr. d 2 t.d 3 ruang. prak R. Kimia & Fisika. ruang. Fisika. t. d 3 ruang. kolam & dekat sawah ada ada Tidak ada ada Tidak ada ada 10 11 ada Tidak ada ada Dekat kebun & sawah ada Tidak ada ada Tidak ada . d 1 ruang seluas 6X8 m 1 2 3 4 5 6 7 Lemari penyimpanan Meja demonstrasi Meja kerja siswa Kursi siswa Bak cuci Sumber listrik (stop kontak) Alat P3K Alat pemadam api Alat kebersihan Kebun biologi 7 6 4 2 2 Tidak ada 12. pendek 24 1 Tidak ada 8 9 ada ada Tidak ada Tidak ada ada ada Tidak ada Tidak ada ada Halaman luas & sawah Tidak ada Tidak ada ada Toga. m2 & 3 gudang (3X8m) m2) SMAN Bwng SMA Cokro Bjngr 1 ruang 1 ruang 1 ruang dgn lab. panan penyim panan (3X8m) (3X6m) panan (3X4m) 2 3 2 SMAN Pwngr SMAN Krgkbr SMA Muh Bjngr 1 ruang dgn lab. 8. 8. guru R.50 Tabel 3. penyim penyim R. dgn lab. R. R. 10. dgn lab. panjang panjang panjang panjang panjang pendek 42 48 46 48 40 25 7 7 4 4 4 1 7 6 4 10 Tidak ada 1 1 1 1 1 Tidak ada 8. d 2 t. prak 1 R. t. Kimia Kimia Kimia & & & Fisika. Kimia. R.d 2 ruang.

rangka. kepala. kulit. hati. jantung 7 Mata. ikan. katak Preparat mikroskopis Obyek & deck glass Auksanometer Statif & penjepit Potometer Alat bedah Cawan petri Pelubang gabus Kertas kobalt Larutan eosin & eter Vaselin 2 pak 2 pak 2 pak 2 pak 4 pak 5 pak Tidak ada 5 2 4 30 15 Tidak ada Ada 4 pak Tidak ada 5 2 2 37 10 Tidak ada Ada 5 pak Tidak ada 2 1 Tidak ada 30 2 Tidak ada Ada 2 pak Tidak ada 4 4 2 10 Tidak ada Tidak ada Ada 5 pak Tidak ada 4 Tidak ada 2 15 Tidak ada Tidak ada Tidak ada 4 pak Tidak ada 10 1 2 14 5 Tidak ada Ada 4 pak Tidak ada 4 Tidak ada 2 20 Tidak ada Tidak ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak ada ada ada ada ada ada ada Metode angket tertutup (pilihan ganda) digunakan untuk mengungkap ten- tang minat siswa terhadap kegiatan laboratorium. jantung . tbh mns 2 pak 68 Telinga . rangka 15 Tubuh mnsia 20 Tubuh mnsia. chart mtmrfo sis 4 pak 20 Tubuh mnsia. paruparu. kulit. mata. laporan dan evaluasi praktikum. .51 12 Alat & bahan praktikum Mikroskop Torso 15 Otak. keadaan laboratorium. telinga. ginjal. kepala. hati 20 Tubuh mnsia. mata. waktu yang tersedia untuk praktikum. Hasil yang diperoleh jika diprosentasekan seperti tercantum dalam tabel berikut.kepala. persiapan dan pelaksanaan praktikum.

83% 87.83% 54.64% 90.83% 51.43% 92. Hasil Perhitungan Angket Guru tentang Keadaan Laboratorium.43% pelaksanaan Sangat Tinggi Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat praktikum tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi 20 21 17 15 17 19 17 4 Laporan & 70.45% Sedang Sgt tnggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi 13 11 10 12 12 14 12 2 Waktu yang 50% 41. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum.25% 62.25% 68.92% 40% tersedia Rendah Rendah Rendah Rendah Sangat Sangat Sangat untuk rendah rendah rendah praktikum 473 338 494 515 485 488 528 4 Persiapan & 94. Waktu yang Tersedia untuk Praktikum.75% 83. Laporan dan Evaluasi Praktikum Tiap SMA SMA No Parameter SMAN SMAN SMAN SMAN SMAN SMA Muh Pwngr Krgkbr Cokro Bjngr Bawang Pwrj Bjngr Bjngr Klmpk 306 302 317 335 319 351 319 1 Minat siswa 76.75% 79.46% 66.42% 50.33% 75.18% 61.5% 62.5% 67.17% 70.67% 45.52 Tabel 4.27% 87.46% pelaksanaan Tinggi Sangat Sangat Sangat Sedang Sangat Sangat praktikum tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi 300 242 362 328 318 343 324 5 Laporan & 71.61% 91.42% 62.21% 60.91% 65.75% 67. Laporan dan Evaluasi Praktikum Tiap SMA SMA No Parameter SMAN SMAN SMAN SMAN SMAN SMA Muh Pwngr Krgkbr Cokro Bjngr Bawang Pwrj Bjngr Bjngr Klmpk 31 27 30 33 29 40 1 Keadaan 28 laboratorium 63.86% 96.25% 75.5% evaluasi Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang praktikum Tabel 5.87% 81.71% 85. Waktu yang Tersedia untuk Praktikum.83% 79.36% 70.5% 79.36% 84.14% 86.04% 41. Keadaan Laboratorium. Hasil Perhitungan Angket Siswa tentang Minat Siswa terhadap Kegiatan Laboratorium.75% 87.96% 88. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum.71% 96.37% Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang 182 163 187 199 245 244 192 3 Waktu yang 50.5% 83.33% 50% tersedia utk Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang praktikum 28 27 24 24 21 27 26 3 Persiapan & 100% 75% 85.33% evaluasi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sangat Tinggi Tinggi praktikum tinggi .96% 33.25% 51.5% terhadap Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi kegiatan tinggi laboratorium 499 410 498 508 540 654 2 Keadaan 543 laboratorium 67.83% 62.75% 79.49% 38.5% 63.91% 75% 68.96% 37.12% 50% 58.5% 70.

51 44. 0. .794 lebih besar dari rtabel.53 Metode wawancara dilakukan terhadap guru biologi dan beberapa sis-wa kelas 2.754 berarti H1 diterima dan menolak H0 yang menunjukkan bahwa pemanfaatan laboratorium dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005.63 43. Tabel 6.80 Data tentang pemanfaatan laboratorium biologi (tabel 2) kemudian dikorelasikan dengan data hasil belajar biologi siswa menggunakan rumus korelasi “product moment” dan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0. jadi hasil wawancara tersebut tidak dicantumkan langsung dalam hasil peneliti-an. Data tentang hasil belajar biologi siswa SMA di kabupaten Banjarnegara adalah seperti yang tercantum pada Lampiran 12 yang dapat diringkas dalam tabel berikut.95 57.68 58.47 40.794 > 0. Pertanyaan saat wawancara sama dengan pertanyaan dalam angket. namun diuraikan dalam pembahasan sebagai penjelas data hasil observasi dan angket.27 37. Rata-rata Hasil Belajar Biologi Nama Sekolah SMAN 1 Banjarnegara SMAN 1 Bawang SMAN 1 Purworejo Klampok SMAN 1 Purwanegara SMAN 1 Karangkobar SMA Cokroaminoto Banjarnegara SMA Muhammadiyah Banjarnegara Rata-rata Hasil Belajar Biologi 64.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 7 SMA yang digunakan sebagai sampel penelitian. jika diurutkan dari SMA yang mempunyai rata-rata hasil belajar biologi paling tinggi ke rendah adalah SMA Negeri 1 Banjarnegara. SMA Muhammadiyah Banjarnegara melaksanakan 4 jenis praktikum (20%). Urutan selanjutnya adalah SMA Negeri 1 Purworejo Klampok melaksanakan 10 jenis praktikum (50%). Data yang diperoleh tentang hasil belajar biologi siswa dari 7 SMA yang digunakan sebagai sampel penelitian. SMA Negeri Banjarnegara termasuk kriteria rendah. dan SMA-SMA yang lain termasuk kriteria sangat rendah. SMA yang paling banyak melakukan praktikum adalah SMA Negeri 1 Bawang yaitu 13 jenis praktikum (65%). dan SMA Cokroaminoto Banjarnegara melaksanakan 1 jenis praktikum (5%). SMA Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan 7 jenis praktikum (35%). SMA Negeri 1 Bawang. SMA Negeri 1 Karangkobar. SMA Muhammadiyah Banjarnegara. SMA Negeri 1 Purworejo Klampok.54 B. . SMA Negeri 1 Karangkobar melaksanakan 3 jenis praktikum (15%). Jika dikonsultasikan dengan tabel kriteria prosentase (tabel 1) maka pemanfaatan laboratorium SMA Negeri 1 Bawang termasuk kriteria sedang. SMA Negeri 1 Purwanegara. Pembahasan Untuk mengungkapkan tentang pemanfaatan laboratorium yaitu jumlah/ frekuensi pelaksanaan praktikum biologi kelas 2 semester 1 SMA di kabupaten Banjarnegara dilakukan pembagian angket dan wawancara. SMA Negeri 1 Purwanegara melaksanakan 5 jenis praktikum (25%). SMA Cokroaminoto Banjarnegara.

Salah satu metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan angket tertutup.55 Jika dibuat grafik. Hasil penelitian angket tertutup ini digunakan untuk mengetahui hal-hal yang menunjang pelaksanaan praktikum biologi dan bagaimana praktikum tersebut dilaksanakan yang dapat memperjelas informasi tentang kegiatan pemanfaatan laboratorium biologi di SMA se-kabupaten Banjarnegara selama semester 1 kelas 2 tahun 2004/2005. Beberapa informasi yang dapat diperoleh antara lain adalah bahwa sebagian besar siswa setuju dengan kegiatan pemanfaatan laboratorium/ praktikum biologi dan merasa praktikum penting untuk dilaksanakan. maka hubungan antara pemanfaatan laboratorium dengan hasil belajar biologi siswa selama kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005 terlihat seperti berikut. Grafik Hubungan antara Pemanfaatan Laboratorium dengan Hasil Belajar Biologi Siswa. Data yang diperoleh dengan angket tertutup dianalisis secara deskriptif prosentase dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4 dan Tabel 5. Gambar 2. Tentang keberadaan la- .

guru biasanya lebih tahu secara detail tentang keadaan laboratorium dan kegiatan praktikumnya. laporan dibuat secara berkelompok kecuali di SMA Negeri 1 Banjarnegara laporannya dibuat secara individu. hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan waktu. Pertanyaan yang diberikan mencakup semua materi pelajaran termasuk kegiatan-kegiatan praktikum selama kelas 2 semester 1. terdiri dari 3 – 5 orang.56 boran. Diskusi/ pembahasan hasil praktikum tidak selalu dilaksanakan. juga dapat terjadi karena adanya kemungkinan faktor lain. SMA Negeri 1 Bawang. Hal ini disebabkan karena perbedaan faktor kemampuan pengamatan. Soal . dan SMA Muhammadiyah Banjarnegara. tapi tidak selalu dikembalikan pada siswa. Dalam pembuatan laporan praktikum. bila dibandingkan dengan siswa. maka tidak semua jawaban soal tersebut dikoreksi. yaitu : 1. SMA yang sudah memilikinya adalah SMA Negeri 1 Banjarnegara. tapi pada kenyataannya hal tersebut tidak dilakukan sehingga siswa tidak mengetahuinya. Jawaban yang diberikan oleh guru adalah jawaban dalam kondisi ideal atau sesuai dengan rencana. Namun karena pada kenyataannya tidak ada satu SMApun yang melaksanakan semua kegiatan praktikum. Pada penelitian ini tes hasil belajar biologi siswa terdiri dari 50 soal yang berbentuk pilihan ganda. Hal ini dapat memberikan jawaban yang berbeda antara guru dan siswa untuk butir pertanyaan yang sama 2. Di beberapa SMA ada perbedaan nilai/ prosentase dari hasil angket siswa dan guru sehingga membedakan kriteria untuk parameter yang sama. Laporan praktikum tersebut dikumpulkan. Praktikum biologi dilaksanakan secara berkelompok.

27. 9. 2. 33. antara lain : penelitian ini dilakukan di 7 SMA di kabupaten Banjarnegara dengan kondisi siswa dan guru yang berbeda-beda.57 dipilih disesuaikan dengan ketersediaan alat dan bahan dan pelaksanaan praktikum di tiap-tiap SMA. 20. 35. Selisih nilai yang cukup kecil tersebut dapat dikarenakan oleh adanya beberapa faktor yang ikut berpengaruh. 37. 42. 3. Amien (1987) juga mengemukakan bahwa praktikum merupakan salah satu kegiatan laboratorium yang sangat berperanan dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar IPA. 32. 28. dkk. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan laboratorium dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005. Meskipun untuk materi pelajaran dan tujuan pembelajaran selama kelas 2 semester 1 telah ditetapkan dalam GBPP.04. 10. 24. 22. Hal ini sesuai dengan pendapat Woolnough (dalam Rustaman. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan praktikum yang dilakukan membantu siswa memahami materi pelajaran sehingga hasil belajarnya dapat meningkat. sedangkan ke-25 soal yang terpilih adalah soal nomor 1. 48. tetapi selisih antara rhitung dengan rtabel hanya 0. 34. 17. 15. 43. namun kemungkinan cara mengajar dan keluasan materi yang diajarkan oleh masing-masing guru di tiap- . 8. Dari 50 soal terpilihlah 25 yang digunakan untuk menentukan rata-rata hasil belajar biologi siswa seperti yang tercantum pada Tabel 5. 2003) yang mengatakan bahwa praktikum dapat membangkitkan motivasi belajar IPA dan menunjang materi pelajaran. 14. Meskipun menunjukkan korelasi antara pemanfaatan laboratorium dengan peningkatan hasil belajar biologi siswa. 7. 18. 5. Soal penelitian tercantum pada Lampiran 4.

3. dan faktor waktu pelaksanaan praktikum (Fitri. kemudian mentransformasikan nilai-nilai tersebut kepada siswa . sehingga peneliti kesulitan melaksanakannya karena keterbatasan waktu. Pengambilan data penelitian tidak meliputi pengamatan terhadap RP yang dibuat oleh guru. keadaan laboratorium yang tidak seragam. 2003). Jadi.58 tiap SMA berbeda tergantung kondisi. wawancara. dan angket. proses pembelajaran dan kegiatan praktikumnya secara langsung. sebab peranannya sangat menentukan pelaksanaan pendidikan di sekolah. kemampuan dan kreativitas guru. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan praktikum dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah faktor guru sebagai penyelenggara praktikum. 1. Guru harus mampu menterjemahkan dan menjabarkan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum. demikian juga angket yang diperoleh dari siswa dan guru. Pengamatan proses pembelajaran secara keseluruhan memang kecil kemungkinan untuk dilaksanakan karena pembelajaran tersebut dilaksanakan selama satu semester dan meliputi 7 SMA. Data penelitian diperoleh melalui observasi laboratorium. Jika mencermati Tabel 2. maka akan tampak bahwa frekuensi pelaksanaan praktikum di tiap SMA sangat bervariasi. Faktor Guru Menurut Sudjana (1989) guru menempati kedudukan sentral. serta pengambilan data hasil belajar biologi siswa di akhir semester dengan soalsoal tes yang diberikan dibuat oleh peneliti. proses pembelajaran selama semester 1 tersebut dilakukan tergantung pada masing-masing guru tanpa campur tangan peneliti. dan 5. faktor fasilitas laboratorium sebagai tempat praktikum. 4.

Kualitas pengajaran merupakan tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pengajaran. katalisator. Sudjana (1989) mengemukakan bahwa agar dapat menjadi guru yang profesional. SMA Negeri 1 Bawang. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku peserta didik. Sedangkan menurut Prawoto (1989) peranan guru dalam proses belajar mengajar adalah sebagai informator. dan SMA Negeri 1 Purworejo Klampok. Adanya pengaruh kualitas pengajaran. Mulyasa (2002) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran. sehingga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa di sekolah. telah ditunjukkan oleh hasil penelitian. khususnya kompetensi guru terhadap hasil belajar siswa. pengarah. Disisi lain. komunikator. motivator. tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat bergantung pada keahlian dan tingkat pendidikan yang ditempuh. 3 diantaranya adalah sarjana pendidikan biologi yaitu guru yang mengajar di SMA Negeri 1 Banjarnegara. Dua orang guru yaitu yang mengajar di SMA Negeri 1 Purwanegara dan SMA Cokroaminoto Banjarnegara merupakan . dan remediator. evaluator. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 76. konduktor. Kompetensi profesional yang dimiliki guru dapat mempengaruhi kualitas pengajaran. maka dari 7 orang guru biologi. maka guru harus mempunyai kemampuan atau kompetensi dalam usahanya untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswanya.59 melalui pengajaran di sekolah.6 % hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kompetensi guru. Jika melihat latar belakang pendidikan guru. fasilitator.

Jika dilihat pemanfaatan laboratoriumnya. Namun. maka yang sering melaksanakan praktikum adalah SMA yang diampu oleh guru lulusan sarjana pendidikan biologi. Hal ini karena tujuan pendidikan IPA merupakan hasil penelitian. Kurangnya penga- . dkk (2003) mengemukakan bahwa kegiatan laboratorium berperan penting dalam mencapai tujuan pendidikan IPA. dan guru biologi SMA Muhammadiyah Banjarnegara adalah sarjana perikanan yang mengambil akta IV.60 sarjana biologi. meskipun ada sekolah yang guru biologinya kurang mengawasi jalannya praktikum. sedangkan cara laboratorium digunakan tergantung pada sikap guru pada proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaan praktikum guru berperan antara lain sebagai pembimbing dan pengawas. Amien (1987) juga mengatakan bahwa tujuan pendidikan IPA dan fungsi laboratorium memberikan suatu kesamaan serta hubungan yang jelas. Ini seperti pengakuan siswa SMA Negeri 1 Bawang dari hasil wawancara tanggal 3 Pebruari 2005 yang dimungkinkan karena guru tersebut ada kepentingan lain sehingga meninggalkan laboratorium. Hasil yang dicapai dalam laboratorium tergantung pada cara laboratorium itu digunakan. Dari hasil angket dan wawancara diketahui bahwa selama praktikum guru cukup membimbing dan mengawasi siswanya. sedangkan fungsi menunjukkan pada proses untuk mencapai hasil. Sedangkan guru biologi SMA Negeri 1 Karangkobar adalah sarjana peternakan yang mengambil akta IV. Rustaman. ada atau tidak adanya kegiatan-kegiatan laboratorium tidak/ belum menjamin terlaksananya tujuan-tujuan tersebut.

tidak semua SMA telah memilikinya dengan lengkap. yaitu untuk praktikum yang cukup sederhana. Faktor Fasilitas Tersedianya fasilitas untuk praktikum yaitu laboratorium dengan segala kelengkapan alat dan bahan penting artinya dalam mendukung kelancaran kegiatan praktikum. ada pula sekolah yang telah memiliki alat dan bahan namun tidak melaksanakan praktikum. pengetahuan. 2. praktikum yang dilaksanakan hanya yang alat dan bahannya ada di laboratorium. Meskipun begitu. Menurut Mulyasa (2002) laboratorium merupakan salah satu sumber belajar karena melalui kegiatan pemanfaatan laboratorium dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi. Karena keterbatasan alat. dilaksanakan pula praktikum dengan siswa yang mengusahakan sendiri alat dan bahannya.61 wasan dan bimbingan dari guru dapat menyebabkan siswa kurang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan praktikum dan dapat mempengaruhi kualitas praktikum tersebut. Hasil angket menunjukkan bahwa di SMA se-kabupaten Banjarnegara. Dari hasil observasi terhadap beberapa alat dan bahan praktikum biologi selama kelas 2 semester 1. dan keterampilan dalam proses belajar mengajar. pengalaman. Selain itu. yang intensitas pemanfaatan laboratoriumnya cukup tinggi adalah di SMA yang laboratorium biologinya telah menempati ruangan tersendiri atau satu ruang dengan laboratorium kimia. Contohnya adalah SMA Negeri 1 Purwanegara yang tidak melaksanakan praktikum pada materi struktur he- .

waktu merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dan cukup berpengaruh. Namun ada pula praktikum yang dilakukan sebagai tugas rumah/ dilaksanakan dirumah seperti praktikum materi pertumbuhan dan perkembangan.62 wan dan struktur tumbuhan. 3. Jumlah waktu yang terbatas merupakan salah satu kendala bagi guru sehingga tidak dapat melaksanakan semua jenis praktikum seperti yang tercantum di GBPP. meskipun alat dan bahannya tersedia tetapi tidak melaksanakan praktikum karena ada faktor lain yang menghambatnya. karena pada awal semester ruang laboratoriumnya difungsikan sebagai ruang kelas sehingga menghambat pelaksanaan praktikum tersebut. Untuk waktu pelaksanaan praktikum. Jadi. Fitri (2003) juga mengemukakan bahwa kurikulum tidak memberikan waktu tersendiri untuk melaksanakan praktikum. Faktor Waktu Dalam proses belajar mengajar secara formal waktu merupakan faktor pembatas utama. oleh karena itu harus dipertimbangkan secara cermat (Prawoto. dalam pelaksanaan praktikumpun. di SMA se-kabupaten Banjarnegara praktikum biologi dilaksanakan pada jam pelajaran biologi selama 2 jam pelajaran atau sekitar 90 menit. sehingga guru dituntut untuk dapat membagi waktu antara teori dengan praktikum. praktikum gerak . Begitu pula di beberapa SMA lain. 1989). ataupun jika sempat melaksanakan praktikum adakalanya praktikum tersebut tidak tuntas. Dalam hal ini pelaksanaan praktikum bersamaan dengan pemberian teori.

karena waktunya yang tidak ada. Menurut Sudjana (1989) secara umum ada dua faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. dan praktikum menghitung denyut jantung yang dilakukan SMA Negeri 1 Purworejo Klampok karena meliputi berbagai jenjang usia. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. Guru biologinya mengatakan bahwa biasanya praktikum dilaksanakan dengan sistem blok. Hal ini menyebabkan guru akan cenderung mengejar penjelasan materi dan mengesampingkan praktikum. maka praktikum biologi tidak sempat dilaksanakan. Begitu pula di SMA Negeri Karangkobar yang melaksanakan 3 jenis praktikum pada bab struktur hewan dan struktur tumbuhan. Disisi lain. Praktikum pada bab lain tidak dilaksanakan karena memang tidak ada waktu untuk melaksanakannya.63 pada tumbuhan. Namun. diketahui bahwa hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh banyak faktor. yang hanya melaksanakan satu jenis praktikum. maksudnya praktikum dilaksanakan di akhir semester setelah materi selesai dibelajarkan di kelas. Biasanya waktu satu semester sudah hampir habis tetapi materi belum seluruhnya diajarkan. Faktor kemampuan siswa . Contohnya adalah di SMA Cokroaminoto Banjarnegara. Hasil dari angket dan wawancara menunjukkan bahwa masalah waktu merupakan kendala yang cukup berarti dalam pelaksanaan praktikum biologi SMA di kabupaten Banjarnegara. Pengaturan waktu biasanya terbentur dengan kegiatan-kegiatan sekolah atau libur nasional.

karena siswa SMA tersebut memiliki motivasi belajar yang tinggi. Disamping faktor kemampuan yang dimiliki siswa juga ada faktor lain yang mempengaruhi seperti motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar biologinya paling tinggi diperoleh sekolah yang pemanfaatan laboratoriumnya tidak paling tinggi. Rata-rata hasil belajar paling tinggi diraih SMA Negeri 1 Banjarnegara. Untuk faktor lingkungan. Hal ini dapat didukung karena pada kenyataannya SMA Negeri 1 Banjarnegara merupakan SMA terfavorit se-kabupaten Banjarnegara. Jadi mengacu pada pendapat di atas. Disamping kemampuan siswa. kondisi sosial ekonomi. sikap dan kebiasaan belajar. perlu juga memperhatikan faktor lain. bahwa hasil belajar siswa di sekolah 70 % dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Hasil belajar yang baik tersebut dimungkinkan karena siswa SMA tersebut memang mempunyai kemampuan yang lebih dibanding siswa SMA lainnya. minat dan perhatian. Kualitas pengajaran merupakan tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar dalam menca- . bahwa hasil belajar siswa lebih besar dipengaruhi oleh kemampuan yang dimilikinya. minat dan perhatian yang tinggi terhadap pelajaran biologi. faktor fisik dan psikis. Mungkin di SMA yang rata-rata hasil belajarnya cukup tinggi. sehingga yang bisa masuk ke SMA Negeri 1 Banjarnegara biasanya adalah lulusan SMP dengan NEM dan kemampuan yang tinggi pula. ketekunan. menurut Sudjana (1989) yang paling mempengaruhi hasil belajar siswa adalah kualitas pengajaran. Seperti dikemukakan oleh Clark (dalam Sudjana 1989). dan lain sebagainya.64 besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai.

65 pai tujuan pengajaran. ataupun ketuntasan dari setiap kegiatan praktikum. Salah satu yang diduga mempengaruhi kualitas pengajaran adalah variabel guru. . Namun. maksudnya seperti tidak semua poin kegiatan praktikum dilaksanakan tetapi hanya pada hal-hal tertentu saja. hasil belajar siswanyapun dapat terpengaruh. Contohnya pada pengamatan jaringan hewan. mengemukakan bahwa kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. dan lain sebagainya. jika kegiatan praktikumnya kurang berkualitas. Jika praktikum dilaksanakan dengan baik maka dapat memberikan kontribusi pada siswa terhadap pemahaman materi pelajaran sehingga hasil belajarnya dapat meningkat. intensitas bimbingan dan pengawasan dari guru. hanya mengamati jaringan epitel. Kualitas praktikum misalnya dapat dilihat dari pelaksanaan praktikum sesuai prosedur atau tidak. Kualitas pembelajaran dalam hal ini dititikberatkan pada kualitas kegiatan praktikum yang dilaksanakan oleh masing-masing SMA. Mulyasa (2002). pada pengamatan organ tumbuhan hanya mengamati organ batang.

dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Sekolah perlu menambah kelengkapan alat dan bahan untuk mendukung kelancaran praktikum biologi. Pemanfaatan laboratorium biologi di kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005 adalah sangat beragam antara 5 % sampai dengan 65 % dari seluruh kegiatan praktikum yang harus dilaksanakan. Guru dapat melaksanakan pembelajaran terpadu antara pemberian materi di kelas dan pelaksanaan praktikum sehingga siswa dapat memadukan antara teori dengan hasil praktikum. 2. Pelaksanaan praktikum antara lain dipengaruhi oleh faktor guru. 3. 54 . Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Perlu pembenahan dalam pelaksanakan praktikum biologi. 3. sedangkan hasil belajar terutama dipengaruhi oleh faktor dari dalam yaitu kemampuan yang dimiliki siswa dan faktor dari luar yaitu kualitas pembelajaran. 2. Saran Saran-saran yang dapat diajukan antara lain adalah : 1. B. fasilitas. dan waktu. sehingga setiap praktikum yang dilaksanakan benar-benar bermanfaat bagi siswa dalam menunjang pemahamannya terhadap materi pelajaran. Pemanfaatan laboratorium dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005.66 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.

K. M. Lubis. Mulyasa. 1993. Sugandhi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Pembaharuan dalam Metode Pengajaran. 2002. Jakarta : Bumi Aksara. K. M. Jakarta : Balai Pustaka. Fitri. Kurniawati. Qodratillah. Kaitan antara Kegiatan Laboratorium dengan Prestasi Belajar Fisika Pokok Bahasan Kalor Siswa Kelas 1 Cawu III SMU PGRI Purwodadi Tahun Pelajaran 2001-2002. Kurikulum 2004 SMA Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran Biologi. Indarto. Jakarta : Rineka Cipta. Skripsi. & Ruddyanto. & Nugroho. Anonim. 2002.. Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia. Pengelolaan Laboratorium IPA. Jumariam. Remaja Rosdakarya. Amien. Jakarta : Depdiknas. Engkoswara & Entang. 1997. Sutadi. S. Skripsi. Jakarta : Depdikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. I. Garis-garis Besar Program Pengajaran Kurikulum (disempurnakan) Sekolah Menengah Umum. M. 2002. Skripsi. Darsono. Jakarta : Depdikbud Dirjen Dikti. Arikunto.67 DAFTAR PUSTAKA Amien. 1994 Anonim. Semarang : FMIPA Unnes.. 2000. S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. M. Semarang : FMIPA Unnes. T. 2003. Martensi. Mengajarkan IPA dengan Menggunakan Metode Discovery dan Inquiry. Studi Eksplorasi Tentang Kendala Pelaksanaan Praktikum Bagi Guru SMU Negeri Se-kabupaten Klaten Tahun 2002/2003 dan Upaya Pemecahannya. M. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud. 55 . Jakarta : Depdikbud.. 2001. E. K. 1999. R. M. Semarang : IKIP Semarang Press. 2003. 2002. Bandung : PT. 1996. Biologi 2 untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 2. C. Prawoto & Mariyam. 1987. Jakarta : Depdikbud. A. Studi Eksplorasi Tentang Kesulitan Pelaksanaan Pengajaran Fisika dengan Kegiatan Praktikum pada Guru Fisika SMU Negeri Se-kota Semarang. . Kurikulum Berbasis Kompetensi. Semarang : FMIPA Unnes. 1982.

Dirdjosoemarto. (Eds). Jakarta : Balai Pustaka. 2002. . Saptono.. 2003. S. N. Bandung : Jur. Jakarta : Depdikbud. Prawoto. Yudianto. Sudjana. Jakarta : Depdikbud. A. & Nurjhani. N.. M. Biologi FMIPA UPI. A. Semarang : Unnes. Supriatno. Biologi FMIPA UPI. R... W. Pusat Sumber Belajar Perpustakaan Sebuah Kompilasi. Rochintaniawati. Rustaman. Kamus Umum Bahasa Indonesia.. B. Y. Bandung : Sinar Baru Algensindo. A. Achmad.. S. Pokok-pokok Pengajaran Biologi dan Kurikulum 1994. 2003. & Rustaman. & Riandi. K. M. S. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung : Jur.68 Poerwadarminta. Adisendjaja. Jakarta : Depdikbud. dalam : Zainuddin & Basori. “Laboratorium dan Workshop”. 1997. 1983. H. Pend. 2004. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. N. Subekti. 1986. Bandung : Remadja Karya. D. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Soejitno. J. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.. Wirjosoemarto. Media Instruksional untuk Biologi. Rustaman. Pend. Purwanto. Y. Teknik Laboratorium. 1989. N. S.

69 .

20 13 15 19 22.70 KISI-KISI SOAL UJI COBA MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS 2 SEMESTER 1 Konsep Struktur Hewan - Sub Konsep C1 jaringan epitel jaringan tulang jaringan otot jaringan saraf sistem organ jaringan epidermis jaringan meristem jaringan pengangkut batang daun akar diferensiasi perkecambahan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan alat ukur pertumbuhan perkembangan hewan gerak nasti gerak tropisme gerak taksis eksoskeleton skeleton aksial skeleton apendikuler persendian kontraksi otot gangguan sistem gerak osmosis transportasi air pada tumbuhan transpirasi sistem sirkulasi katak sel darah golongan darah Nomor Butir Soal C2 C3 C4 1. 26 27 30. 4 3 2 5 6 7 Jumlah 4 1 1 1 1 Σ=8 1 1 2 2 3 3 Σ = 12 1 3 Struktur Tumbuhan 8 9 10 12 17 21 24 14 16 18. 29 33 34 36 38 31 35 37 41 43 45 47 49 51 53 54 55 60 15 22 48 39 40.59 7 .42 44 46 2 1 5 Σ = 12 1 2 1 Σ=4 1 2 3 2 2 2 Σ =12 1 2 2 Σ =5 1 2 4 Σ =7 60 50 52 56 57 16 58. 32 28. 23 11 Pertumbuhan dan Perkembangan Gerak pada Tumbuhan Mekanisme Gerak pada Hewan Transportasi pada Tumbuhan Sistem sirkulasi pada Hewan dan Manusia Jumlah - 25.

22 23 26 24. 45 47 48 49 11 26 10 50 3 36 40 38 46 . 33 34. 29 3 1 3 Σ = 10 1 2 1 Σ=4 1 2 2 2 2 2 Σ =11 1 1 3 Σ =5 1 1 2 Σ =4 50 Gerak pada Tumbuhan Mekanisme Gerak pada Hewan Transportasi pada Tumbuhan Sistem sirkulasi pada Hewan dan Manusia Jumlah - 30 31 32. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 13 14 16 17 19 18 Jumlah C4 3 1 2 1 1 Σ=8 1 1 2 1 2 2Σ=9 3 21.alat ukur pertumbuhan .perkembangan hewan gerak nasti gerak tropisme gerak taksis eksoskeleton skeleton aksial skeleton apendikuler persendian kontraksi otot gangguan sistem gerak osmosis transportasi air pada tumbuhan transpirasi sistem sirkulasi katak denyut jantung golongan darah Struktur Tumbuhan 12 15 20 Pertumbuhan dan Perkembangan Nomor Butir Soal C2 C3 1 2. 25 27 28. 35 37 39 41 42 43 44.71 KISI-KISI SOAL PENELITIAN MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS 2 SEMESTER 1 Konsep Struktur Hewan - Sub Konsep C1 jaringan epitel jaringan tulang jaringan otot jaringan saraf sistem organ jaringan epidermis jaringan meristem jaringan pengangkut batang daun akar perkecambahan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan .

sebagai pengikat antara masing-masing tulang B. 1. kemudian silakan menjawab kembali sesuai jawaban anda. berperan dalam proses difusi. sebagai tempat masuknya pembuluh-pembuluh darah .Apabila anda salah menyilang. . sintesis. beri tanda sama dengan (=) pada jawaban tersebut. epitel pipih selapis B. osmosis dan filtrasi C. epitel kubus selapis C. Jenis jaringan epitel pada gambar di samping adalah : A.Tulislah identitas anda pada lembar jawaban yang tersedia. epitel B.Waktu mengerjakan 60 menit. penyimpanan. sekresi dan pergerakan E. penyerapan nutrisi di usus dan sekresi B.Beri tanda silang (X) di lembar jawaban pada satu jawaban yang anda anggap paling benar. dan silindris . Pada jaringan tulang terdapat saluran havers yang fungsi utamanya adalah : A. dan sekresi 3. Fungsi jaringan epitel pada gambar soal nomor 1 adalah : A. . Ditemukan jaringan dengan ciri-ciri sebagai berikut : . epitel silindris selapis D. ikat E. sebagai pelindung dan sekresi D. tempat pembentukan sumsum tulang D.berbentuk pipih. pusat pengatur kerja jaringan tulang E. kubus. lemak D.berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung Jaringan yang dimaksud adalah : A.terletak pada permukaan organ . epitel silindris berlapis banyak E. . otot 4.72 SOAL PENELITIAN MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS 2 SEMESTER 1 Petunjuk Megerjakan : . saraf C. sebagai tempat terjadinya proses osifikasi C. epitel transisional 2.

polos. 3 menunjukkan gambar otot : A. 2. otot jantung selnya berinti 2 B. 2. 5 C. otot jantung tidak mampu bekerja lama E. otot lurik kerjanya menurut kehendak. polos. jaringan kolenkim . Jaringan tersebut adalah : A. jantung.73 5. Dari gambar disamping. 2. 1 C. Dari gambar di atas. 1 B. jaringan epidermis C. Perbedaan antara otot lurik dengan otot jantung adalah : A. Berdasarkan gambar di samping. polos. organ yang berfungsi untuk mencerna dan menyerap sari-sari makanan ditunjukkan oleh nomor : A. 2. 3. jaringan palisade B. 3 9. 3. serta mampu membentuk derivat. 1 D. 4. lurik. otot lurik terdapat pada saluran pencernaan. 4. 4. 1 E. akson. 3. otot jantung terdapat pada dinding jantung D. 4. 4 B. lurik. polos C. Suatu jaringan mempunyai sel yang tersusun rapat. otot lurik selnya berinti 1. 2 E. jaringan meristem D. dan nukleus secara berurutan ditunjukkan oleh nomor : A. secara urut nomor 1. badan sel. polos. otot lurik mamapu bekerja lama tanpa lelah. 1 8. 1 D. jantung. 2. otot lurik reaksi lambat terhadap rangsangan. otot jantung kerjanya tidak menurut kehendak 7. 3. 3. jaringan parenkim E. terdiri dari sel-sel hidup dan berbentuk persegi panjang. lurik. jantung. lurik D. lurik B. otot jantung reaksi cepat terhadap rangsangan C. 2. jantung 6. 4. jantung E. dendrit.

epidermis. 3. epidermis D. batangnya tidak bisa mengeras B. pemberi makan sel-sel penyusun komponen pembuluh tapis yang masih hidup. meristem E. menyimpan cadangan makanan B. Jaringan tumbuhan yang ditunjukkan pada gambar di samping adalah : A. tidak mempunyai jaringan kolenkim E. Berdasarkan gambar di atas. jaringan bunga karang. floem D. Batang tumbuhan pada gambar disamping tidak dapat mengalami pertumbuhan sekunder karena : A. memperkuat jaringan pembuluh C. tempat pembuatan zat-zat makanan D.74 10. jumlah berkas pengangkutnya sedikit 14. 2. empulur E. jari-jari empulur 13. jaringan pengangkut. jaringan palisade C. jaringan pengangkut. jaringan bunga karang. jaringan pengangkut E. parenkim B. sklerenkim D. epidermis. Sel pengiring terdapat pada jaringan : A. jaringan palisade. yang berfungsi untuk : A. sebagai unsur penopang dan pengangkut air E. jaringan palisade. jaringan palisade. parenkim B. Gambar di samping adalah komponen penyusun berkas vaskuler xilem yang mengalami penebalan oleh senyawa lignin. tidak mempunyai kambuim D. jaringan palisade. epidermis. 12. umur tumbuhan tidak bisa lama C. jaringan pengangkut . jaringan pengangkut B. urutan yang tepat dari nomor 1. epidermis. jaringan bunga karang. jaringan bunga karang. dan 4 adalah : A. aerenkim 11. xilem C. kolenkim C. jaringan bunga karang.

giberelin D.75 15. dan 4 adalah : A. korteks. 1 D. koleoriza B. 1 C. korteks. epidermis. alat penghisap makanan untuk embrio 21. 4 B. Epikotil adalah : A. korteks E. 4 20. 3. silinder vaskuler. akar lembaga/radikula akan tumbuh dan berfungsi sebagai akar ditunjukkan oeh nomor : A. 5 C. kaulokalin E. Gambar di samping adalah biji tumbuhan jarak. filokalin . klikulus D. silinder vaskuler D. Dari gambar pada soal nomor 18. korteks. endodermis. 3 17. tempat terjadinya fotosintesis E. endodermis. bagian yang berfungsi mencegah air masuk melintasi dinding sel ditunjukkan dengan nomor : A. silinder vaskuler B. sebagai pengangkut zat 16. Berdasarkan gambar di samping. antokalin B. Berdasarkan gambar pita caspary di samping. kotiledon E. bagian biji yang akan berfungsi sebagai akar B. silinder vaskuler 18. silinder vaskuler. korteks. epidermis. plumula C. radikula 19. endodermis. Fungsi stomata adalah : A. urutan yang tepat dari nomor 1. epidermis. 2 E. endodermis. Hormon tumbuh pada tanaman yang berperan pada proses pembentukan organ batang adalah A. ruas batang di atas daun lembaga yang akan tumbuh menjadi batang dan daun E. memperkuat jaringan pembuluh D. daun pertama suatu tumbuhan C. endodermis C. 2. 5 E. tempat pertukaran gas dan air B. ruas batang di bawah daun lembaga yang akan tumbuh menjadi akar D. tempat pembuatan zat makanan makanan C. rhizokalin C. 3 D. epidermis. Yang ditunjuk dengan nomor 4 adalah : A. 2 B. Kaulikulus dibedakan menjadi epikotil dan hipokotil. epidermis.

Planaria yang putus tubuhnya akan membentuk organisme baru. akan mengakibatkan terjadinya : A. Peristiwa ini disebut : A. auksanometer B. organogenesis D. gastrula C. imago D. Apabila selama pertumbuhan tumbuhan mengalami kekurangan cahaya. regenerasi B. regenerasi D. morfogenesis C. metamorfosis . metamorfosis E.76 22. Dari gambar metamorfosis kupu-kupu di atas. regenerasi D. telur C. salinometer D. dormansi E. Bentuk embrio pada gambar di samping terjadi pada fase : A. morfogenesis B. morula 26. respirometer 24. Nama alat tersebut adalah : A. imbibisi 23. potometer C. Gambar di samping adalah alat yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan. etiolasi C. degenerasi E. termometer E. pupa E. nimfa 25. larva B. nomor 3 menunjukkan fase : A. blastula B.

kemotaksis positif 29. hidrotropisme. kalajengking B. sebagai akibat adanya daya tarik bumi 28. sebagai akibat proses tumbuh B. Peristiwa tersebut termasuk gerak : A. kecuali : A. fototaksis positif 31. Daun seperti keadaan A akan berubah menjadi keadaan B setelah disentuh. Gambar di samping menunjukkan bunga matahari yang selalu mengarah ke cahaya matahari. Euglena sp. geotropisme negatif B. geotropisme. cacing tanah 32. Pernyataan berikut yang benar adalah : A. hidronasti C. tulang rusuk B. bekicot C. sebagai respon terhadap faktor lingkungan C. bergerak mendekati sumber cahaya. fototropisme negatif E. nasti. Yang bukan termasuk skeleton aksial adalah : A.77 27. gerakannya disebut : A. taksis. ujung akar menunjukkan fototropisme positif dan geotropisme negatif E. sebagai akibat tekanan turgor E. batang menunjukkan fototropisme positif dan geotropisme positif D. tropisme. fototropisme positif D. tulang paha . fototaksis positif E. kemotropisme B. laba-laba D. udang E. batang menunjukkan geotropisme positif dan fototropisme negatif 30. geotropisme positif C. Hewan berikut mempunyai eksoskeleton. tulang belakang D tulang dada E. ujung akar menunjukkan geotropisme positif dan fototropisme negatif C. hidrotropisme D. tulang tengkorak C. ujung akar menunjukkan geotropisme positif dan fototropisme positif B. Gerak bunga tersebut merupakan contoh dari : A. tropisme positif C. karena arah geraknya ditentukan oleh air D.

tulang pipih D. 1 B. humerus. humerus. tulang pendek C. tulang pipih. radius. tulang belikat. yang menunjukkan tulang rusuk sejati ditunjukkan oleh nomor : A. tulang pendek. sendi putar 37. 4 E. 2. humerus. sendi engsel B. tulang belikat. tulang pipih. ulna 35. tulang pipih. 3 C. Dari gambar di atas. radius. urutan nama tulang yang benar dari nomor 1-4 adalah : A. ulna. 1 E. Berdasarkan gambar di samping. Dari gambar di samping. dan mata kaki adalah : A. Tipe sendi yang terdapat pada lutut. siku. radius. humerus. 2 34. tulang pendek. sendi luncur D. ulna C. Bagian yang menggambarkan sendi peluru ditunjukkan nomor : A. ulna. 5 D. Perhatikan skema berbagai macam bentuk persendian diartrosis di samping. tulang pipa. tulang belikat E. radius. tulang pipa. tulang pendek.78 33. sendi peluru E. tulang pipa E. 2 B. sendi pelana C. 5 D. 4 . tulang pendek. tulang pipa. tulang pipa B. nomor 1. humerus. 3 menunjukkan : A. tulang belikat D. tulang belikat. tulang pipih 36. radius. 3 C. ulna B.

Peristiwa tersebut disebut : A. otot betis katak akan mengendur E. otot betis katak akan berubah warna dan ukuran C. Rasa lelah atau pegal pada otot merupakan akibat penimbunan yang berlebihan dari : A. gangguan segmen-segmen tulang belakang berupa skoliosis dan lordosis ditunjukkan nomor : A. 1 dan 2 C. asam lemak 41. fagositosis . kemampuan otot berkontraksi akan berurang 40. 1 dan 4 E. lemak C.79 38. otot betis katak mengalami gangguan pergerakan D. Dari gambar disamping. Berdasarkan gambar di atas. Perhatikan gambar di samping. A kontraksi dan B kontraksi B. transpor aktif D. asam laktat B. A dan B kontraksi 39. glukosa E. A relaksasi dan B relaksasi C. maka otot : A. otot berkontraksi akibat rangsang syaraf motorik B. A kontraksi dan B relaksasi D. air akan berpindah ke larutan gula melalui membran selektif permeabel. osmoregulasi E. asam formiat D. difusi B. A relaksasi dan B kontraksi E. Pemberian rangsang kejutan listrik pada otot betis katak menyebabkan : A. 2 dan 4 B. osmosis C. 1 dan 3 D. 2 dan 3 42. Pada waktu lengan diluruskan.

ada garis-garis vertikal berwarna biru pada batang seledri B. percobaan transportasi eosin E. separuh batang seledri dari bawah berwarna biru C.09 mL III Dari data hasil percobaan di atas. tempat terang D. suhu rendah. dapat disimpulkan bahwa laju transpirasi tercepat dicapai pada keadaan : A. tidak ada perubahan pada seledri 44. tempat teduh 46. seluruh batang seledri berwarna biru D. suhu rendah. suhu tinggi.80 43. Hal ini menunjukkan bahwa : A. percobaan kertas kobalt D. kelembaban tinggi. percobaan osmosis 45. kelembaban tinggi. Perhatikan data hasil pengamatan transpirasi di bawah ini. Pada percobaan dengan kertas kobalt. Jika ingin melakukan pengamatan terhadap kecepatan atau laju transpirasi tumbuhan dipengaruhi oleh luas permukaan daun yang berdampak pada kelancaran pengisapan air oleh tanaman.04 mL (tertutup) II 0. tempat terang B. tempat teduh C. percobaan van helmont B. Tempat Waktu (tiap Rata-rata laju Suhu (0C) Kelembaban (keadaan) 5 menit) transpirasi (%) 290C 0. Sebatang seledri segar ditempatkan ke dalam gelas beker yang berisi larutan tinta biru (lihat gambara disamping). suhu tinggi. kelembaban rendah.06 mL (terbuka) II 0. perubahan warna kertas dari biru menjadi pink lebih banyak terjadi pada bagian bawah daun. seledri akan menjadi kering dan layu E. bagian bawah daun mengandung banyak stomata E. tempat terang E. kelembaban rendah. pada bagian bawah daun banyak tersimpan hasil fotosintesis D. Hasil yang dapat dilihat satu setengah jam kemudian adalah : A. bagian bawah daun terlindung dari cahaya matahari langsung .02 mL Teduh I 90 0. percobaan potometer C.10 mL III 250C 0. bagian bawah daun peka terhadap kertas kobalt C. bagian bawah daun banyak mengandung klorofil B. suhu rendah.04 mL Terang I 80 0. maka percobaan yang dilakukan adalah : A. kelembaban rendah.

membius kecebong katak B. meningkatkan motilitas kecebong katak C.81 47. B 50. di dalam plasma darah golongan darah O terdapat antigen-A yang akan menggumpalkan eritrosit golongan darah A E. berat badan E. maka golongan darah orang tersebut adalah : A. Salah satu faktor utama yang mempengarhi kecepatan denyut jantung pada manusia adalah : A. A atau B C. A B. di dalam plasma darah golongan darah A tidak terdapat antibodi-A yang menggumpalkan eritrosit golongan darah A sesuai dengan antibodi-A dalam golongan darah O C. Orang yang bergolongan darah O tidak boleh mendapat transfusi darah dari orang bergolongan darah A. aktivitas B. di dalam plasma darah golongan darah O terdapat antigen-B yang menggumpalkan eritrosit golongan darah A D. sebab : A. tinggi badan 49. mempercepat aliran darah D. O E. memperlambat aliran darah 48. AB D. Fungsi urethan 2% pada percobaan aliran darah pada kecebong katak adalah : A. di dalam plasma darah golongan darah O terdapat antibodi-A yang akan menggumpalkan antibodi golongan darah A . jika darah seseorang ditetesi dengan serum antiA tidak menggumpal dan ditetesi serum anti-B menggumpal. Pada percobaan golongan darah. di dalam plasma darah golongan darah A terdapat antigen-A yang akan merusak antibodi-A pada golongan darah O B. tingkat kepandaian C. jenis kelamin D. memperjelas aliran darah E.

B 19. A 40. E 45. C 25. C 22. B 42. B 23. C 9. B 30. D 28. D 21. D 34. D 17. B 13. A 44. E 27. C 39. A 35. E 7. A 24. C 29. E 33. B 43. B 8. A 20. A 37. E 5. C 4. A . E 10. A 16. D 11. D 50. E 36. D 47. E 15. B 38. D 12. D 48. E 41. E 49. D 32. C 6. C 14. C 46. B 18. C 2. C 31. A 3.82 KUNCI JAWABAN SOAL PENELITIAN MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS 2 SEMESTER 1 1. A 26.

37. 9. 7. 28. 36. 4. 21. 2. 46. 38. 34. 32. 6. 30. 43. 47. 5. 27. A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E 26. 48. 35. 22. 33. 40.83 LEMBAR JAWABAN SOAL PENELITIAN MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS 2 SEMESTER 1 Asal sekolah : Nama Kelas : : Nomor absen : 1. 3. 31. 49. 17. 12. 16. 20. 13. 10. 44. 24. 14. 42. 15. 8. A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E . 18. 11. 45. 41. 29. 19. 39. 23.

33 34 . 17. 32. 9. peralatan c. tes/ujian b. 30 31. frekuensi dan alokasi waktu b. 19 20. peran guru d. 11. laporan c. pendapat siswa tentang praktikum Keadaan laboratorium a. 4. kebersihan Laporan dan evaluasi praktikum a. 12 13 14 15 3 16. 10. persiapan alat dan bahan b. peran dan fungsi laboratorium b. 7 8.84 KISI-KISI SOAL ANGKET SISWA No. 24. 1 variabel yang diungkap Kegiatan laboratorium a. 21 4 22 23 24. 5 2 6. diskusi hasil praktikum Nomor item angket 1. kondisi ruangan laboratorium b. 18. 26. perlengkapan d. pengelompokan c. tata tertib e. 27 28 5 29. 2 3. kebun biologi Waktu pelaksanaan praktikum a. praktikum diluar jam pelajaran Persiapan dan pelaksanaan praktikum a.

kurang setuju B.Bacalah semua pertanyaan dengan teliti dan cermat . Laboratorium biologi di sekolah ini menempati ruangan : A. satu ruangan dengan salah satu laboratorium (kimia/fisika) C. Apakah anda merasa lebih paham terhadap materi pelajaran biologi dengan dilaksanakan praktikum biologi? A. kemudian silakan menjawab kembali sesuai jawaban anda. kurang senang B. setuju D.Waktu mengerjakan 45 menit. Kegiatan Laboratorium 1. tidak pernah II. tidak setuju 3. tersendiri B. kadang-kadang B.Tulislah identitas anda pada lembar jawaban yang tersedia . Keadaan Laboratorium 6. A. setuju D. tidak setuju 4.85 ANGKET SISWA Petunjuk mengerjakan : . sangat senang C. satu ruangan dengan laboratorium kimia dan fisika D.Jawablah semua pertanyaan dengan jujur sesuai keadaan yang sebenarnya dengan memberi tanda silang (X) pada lembar jawaban yang tersedia . tidak setuju 2. selalu C. . tidak senang 5. Apakah anda setuju jika dalam pembelajaran biologi divariasikan dengan kegiatan praktikum? A. A. sangat setuju C. senang D. tidak ada ruang laboratorium . setuju D. sangat setuju C. sering D.Apabila anda salah menyilang. kurang setuju B. Melalui kegiatan praktikum di laboratorium. beri tanda sama dengan (=) pada jawaban tersebut. kurang setuju B. Kegiatan laboratorium dapat memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara teori dan praktik merupakan dua hal yang terpadu. Apakah anda senang jika dilaksanakan praktikum biologi? A. dapat memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi siswa dan menambah keterampilan dalam menggunakan alat/media praktikum. sangat setuju C. I.

ya. cukup luas D. listrik. Bagaimana dengan kelengkapan alat-alat penunjang (sumber air. tersusun sangat baik C. mencukupi D. ya. apakah peralatan yang tersedia di laboratorium mencukupi kebutuhan semua siswa di kelas anda untuk setiap pelaksanaan praktikum biologi? A. alat kebersihan) di laboratorium biologi? A. hanya 1-2 perlengkapan tersebut tersedia D. Apakah di laboratorium biologi sekolah anda terdapat tata tertib? A. apakah semua alat yang diperlukan telah tersedia di laboratorium? A. pemadam api.86 7. tidak ada satupun dari perlengkapan tersebut tersedia 14. ya. kurang mencukupi B. bervariasi D. tidak mencukupi 10. sering D. Saat praktikum biologi. sangat mencukupi C. ya. Apakah luas ruangan laboratorium biologi di sekolah anda mencukupi untuk kegiatan praktikum seluruh siswa di kelas anda? A. apakah menurut anda preparat yang tersedia cukup untuk kebutuhan seluruh siswa di kelas anda? A. 3-4 jenis perlengkapan tersebut tersedia C. tidak mencukupi 8. sempit B. semua tersedia di labotarium biologi B. tidak mencukupi 12. sangat mencukupi C. Menurut anda. Jika praktikum pengamatan preparat mikroskopis. ya. sering B. alat P3K. kurang mencukupi B. ya tersusun cukup baik D. mencukupi D. sangat bervariasi C. kadang-kadang B. tidak bervariasi 13. Apakah preparat mikroskopisnya bervariasi (bermacam-macam jenisnya)? A. kurang bervariasi B. kadang-kadang D. Jika akan melaksanakan praktikum biologi. tidak pernah C. tidak ada kebun biologi . selalu 11. mencukupi D. sangat luas C. tersusun kurang baik B. kurang mencukupi B. tidak ada tata tertib 15. selalu C. Apakah di sekolah anda terdapat kebun biologi? A. tidak pernah 9. pernahkah ditemui alat yang rusak? A. sangat mencukupi C.

3-5 kali D. Waktu Pelaksanaan Praktikum 16. sering D. kadang-kadang B. ya. kadang-kadang B. tidak pernah 19. sering D. sering D. Apakah pada pelaksanaan praktikum biologi dibentuk kelompok-kelompok? A. selalu C. ya. 1 kali 20. selalu C. ya. sering D. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum 22. 6-8 orang perkelompok D tidak dibentuk kelompok . Apakah anda terlibat (turut membantu) dalam menyiapkan alat dan bahan praktikum biologi? A. apakah praktikum dilaksanakan diluar jam biologi misalnya sore hari setelah jam pelajaran selesai? A. tidak pernah 23. tidak pernah 17. Jika pernah melakukan praktikum. Jika pada jam biologi tidak dimungkinkan dilaksanakan praktikum. berapa lama praktikum biologi dilaksanakan? A. berapa kali dilakukan? A. berapa kali praktikum biologi dilaksanakan? A. Jika pernah selama satu semester ini dilakukan pembelajaran luar ruang (pemanfaatan laboratorium alam) atau praktikum yang dilaksanakan di rumah. 4 kali atau lebih C. 2 kali B. 3-5 orang perkelompok C. tidak pernah 21. 3 kali D.87 III. 9-11 orang perkelompok B. Apakah dengan waktu yang tersedia untuk satu acara praktikum semua rencana kegiatan dapat terselesaikan dengan baik? A. lebih dari 3 jam C. 1-3 kali B. lebih dari 5 kali C. 2 sampai 3 jam D. kadang-kadang B. kurang dari 1 jam 18. selalu C. Jika praktikum biologinya gagal apakah anda mengulanginya diluar jam pelajaran biologi? A. selalu C. Selama semester 1 di kelas 2 ini. 1 sampai 2 jam B. kadang-kadang B. tidak pernah IV.

88

24. Apakah sebelum praktikum biologi guru memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang kegiatan yang akan dilakukan? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah 25. Apabila akan dilaksanakan praktikum biologi, apakah pada pertemuan sebelumnya anda diberi tahu oleh guru biologi anda? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah 26. Apakah guru biologi anda menyampaikan tujuan dari setiap praktikum biologi yang akan dilaksanakan? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah 27. Apakah pada setiap praktikum biologi, guru biologi anda mengawasi dan membimbing anda? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah 28. Setelah praktikum biologi selesai, apakah anda diminta untuk membersihkan ruang laboratorium dan anda melaksanakannya? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah
V. Laporan dan Evaluasi Praktikum

29. Sebelum/sesudah kegiatan praktikum apakah guru biologi anda mengadakan tes tertulis? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah 30. Apakah selama semester ini pernah dilakukan ujian/tes dengan mengadakan praktikum? A. pernah, 3 kali atau lebih C. pernah, 1 kali B. pernah, 2 kali D. tidak pernah 31. Apakah setelah praktikum biologi anda diminta untuk membuat laporan praktikum? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah 32. Apabila anda membuat laporan praktikum biologi, apakah dikumpulkan pada guru biologi anda? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah

89

33. Apabila laporan praktikum biologi dikumpulkan, apakah guru biologi mengembalikannya pada anda? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah 34. Apakah hasil percobaan/praktikum biologi didiskusikan bersama? A. selalu C. kadang-kadang B. sering D. tidak pernah

90

ANGKET SISWA

Nama : Kelas : Asal Sekolah : 1. Kegiatan praktikum berdasarkan GBPP SMU 1994 Berilah tanda (V) pada kolom “ya” jika melaksanakan kegiatan praktikum seperti yang tercantum, dan berilah tanda (V) pada kolom “tidak” jika praktikum tersebut tidak dilaksanakan. No 1 Pokok Bahasan Struktur Hewan Kegiatan Praktikum Pengamatan sel jaringan epitel, otot, tulang, saraf, dan jaringan ikat Pengamatan berbagai organ dengan torso Pengamatan preparat irisan batang dikotil muda/preparat jadi untuk mengamati epidermis, parenkim, xilem, floem, kambium Pengamatan preparat irisan melintang daun, batang dikotil muda dan monokotil muda, akar muda Pengamatan pertumbuhan batang dengan auksanometer atau dengan cara yang lain Pengamatan metamorfosis hewan (serangga, katak) Pengamatan arah gerak tumbuhan sikejut Pengamatan tumbuh yang dipengaruhi cahaya, gravitasi, air, dan sentuhan Eksperimen pada tumbuhan dengan memberikan atau meniadakan rangsangan tertentu Pengamatan reaksi Euglena atau Chlamydomonas terhadap rangsang cahaya Pengamatan bermacam-macam hubungan tulang dan persendian Demonstrasi pemberian rangsangan pada otot betis katak Percobaan proses osmosis Percobaan merendam pangkal batang tumbuhan (cth. Pacar air) Percobaan dengan potometer Peragaan transpirasi melalui percobaan Pelaksanaan Ya Tidak

2

Struktur Tumbuhan

-

3

Pertumbuhan dan Perkembangan

-

4

Gerak pada Tumbuhan -

5 Mekanisme Gerak pada Hewan Transportasi pada Tumbuhan -

6

Jika dilaksanakan kegiatan praktikum yang lain. maka tulislah nama kegiatan praktikum yang dilaksanakan.91 7 Sistem sirkulasi pada Hewan dan Manusia - dengan kertas kobalt Pengamatan sistem peredaran darah pada katak dan pembuluh kapiler sirip ikan atau selaput pada jari-jari katak Pengamatan struktur butir darah katak atau ikan Menghitung denyut jantung Pengamatan sel-sel darah 2. Struktur Hewan 1) 2) - Struktur Tumbuhan 1) 2) - Pertumbuhan dan Perkembangan 1) 2) - Gerak pada Tumbuhan 1) 2) - Mekanisme Gerak pada Hewan 1) .

92 2) - Transportasi pada Tumbuhan 1) 2) - Sistem Sirkulasi pada Hewan dan Manusia 1) 2) .

kebersihan Laporan dan evaluasi praktikum d. 5. diskusi hasil praktikum Nomor item angket 1. kondisi ruangan laboratorium g. 13. 2 3. perlengkapan i. 29 30 .93 KISI-KISI SOAL ANGKET GURU No. frekuensi dan alokasi waktu d. 23 24 4 25. 4. 15 16. kebun biologi Waktu pelaksanaan praktikum c. 7 8 9. 1 variabel yang diungkap Keadaan laboratorium f. 14. peralatan h. 21. tata tertib j. 28. peran laboran f. tes/ujian e. 22. 10 11 2 12. laporan f. 26 27. praktikum diluar jam pelajaran Persiapan dan pelaksanaan praktikum e. 17 3 18 19 20. pengelompokan g. 6. peran guru h.

tidak mencukupi 3. sangat mencukupi c. mencukupi d. satu ruangan dengan laboratorium kimia dan fisika d. tidak ada ruang laboratorium 2. tidak pernah 4.94 ANGKET GURU Petunjuk mengerjakan : . Keadaan Laboratorium 1. apakah semua alat yang diperlukan telah tersedia di laboratorium? a. selalu c. Apakah luas ruangan laboratorium biologi di sekolah ini mencukupi untuk kegiatan praktikum seluruh siswa tiap kelas? a. Identitas Guru Nama NIP Tempat mengajar Pendidikan terakhir : : : : I. kadang-kadang b. Saat praktikum biologi. kadang-kadang d. satu ruangan dengan salah satu laboratorium (kimia/fisika) c. kurang mencukupi b. tersendiri b. sering b. pernahkah ditemui alat yang rusak? a. kurang mencukupi b. Jika akan melaksanakan praktikum biologi. Laboratorium biologi di sekolah ini menempati ruangan : a. mencukupi d. sangat mencukupi c. selalu . beri tanda sama dengan (=) pada jawaban tersebut. tidak pernah c.Tulislah identitas bapak/ibu pada tempat yang tersedia . kemudian silakan menjawab kembali sesuai jawaban bapak/ibu. tidak mencukupi 5. Menurut bapak/ibu.Apabila bapak/ibu salah menyilang. apakah peralatan yang tersedia di laboratorium mencukupi kebutuhan semua siswa tiap kelas untuk setiap pelaksanaan praktikum biologi? a.Bacalah semua pertanyaan dengan teliti dan cermat .Jawablah semua pertanyaan dengan jujur sesuai keadaan yang sebenarnya dengan memberi tanda silang (X) . sering d.

tidak mencukupi 7. tersusun sangat baik C. ya. semua tersedia di labotarium biologi b. listrik. ya tersusun cukup baik D. berapa kali praktikum biologi dilaksanakan? a. bervariasi D. apakah menurut bapak/ibu preparat yang tersedia cukup untuk kebutuhan seluruh siswa tiap kelas? a. Selama semester 1 di kelas 2 ini. Waktu Pelaksanaan Praktikum 12. 3-5 kali D. alat kebersihan) di laboratorium biologi? a. tidak ada kebun biologi II. 1-3 kali b. tidak pernah . sering D. 2 sampai 3 jam D. Jika praktikum pengamatan preparat mikroskopis. hanya 1-2 perlengkapan tersebut tersedia d. kurang mencukupi b. sangat mencukupi C. tersusun kurang baik b.95 6. ya. ya. berapa lama praktikum biologi dilaksanakan? a. Apakah di laboratorium biologi sekolah ini terdapat tata tertib? a. tidak pernah 13. 1 sampai 2 jam b. tidak ada satupun dari perlengkapan tersebut tersedia 9. kadang-kadang b. Apakah di sekolah ini terdapat kebun biologi? a. Bagaimana dengan kelengkapan alat-alat penunjang (sumber air. kurang bervariasi b. Apakah preparat mikroskopisnya bervariasi (bermacam-macam jenisnya)? a. kurang dari 1 jam 14. tersusun kurang baik b. alat P3K. Jika pernah melakukan praktikum. ya. mencukupi D. sempit b. lebih dari 5 kali C. tidak ada jadwal 11. tidak ada tata tertib 10. sangat bervariasi C. tersusun cukup baik D. Bagaimana dengan pengaturan jadwal penggunaan laboratorium biologi di sekolah ini? a. tidak bervariasi 8. sangat luas C. ya. tersusun sangat baik C. lebih dari 3 jam C. Apakah dengan waktu yang tersedia untuk satu acara praktikum semua rencana kegiatan dapat terselesaikan dengan baik? a. pemadam api. cukup luas D. 3-4 jenis perlengkapan tersebut tersedia c. selalu C.

Jika praktikum biologinya gagal apakah siswa diminta mengulanginya diluar jam pelajaran biologi? a. sering D. tidak pernah . kadang-kadang b. 9-11 orang perkelompok b. selalu C. Apabila akan dilaksanakan praktikum biologi. berapa kali dilakukan? a. 4 kali atau lebih C. ya. kadang-kadang b. kadang-kadang b. apakah praktikum dilaksanakan diluar jam biologi misalnya sore hari setelah jam pelajaran selesai? a. Apakah dalam persiapan dan pelaksanaan praktikum biologi bapak/ibu dibantu tenaga laboran? a. sering D. 2 kali b. ya. sering D. selalu C. Apakah pada pelaksanaan praktikum biologi dibentuk kelompok-kelompok? a. sering D. Jika pernah selama satu semester ini dilakukan pembelajaran luar ruang (pemanfaatan laboratorium alam) atau praktikum yang dilaksanakan di rumah. Apakah bapak/ibu menyampaikan tujuan dari setiap praktikum biologi yang akan dilaksanakan? a. 6-8 orang perkelompok D tidak dibentuk kelompok 20. tidak pernah 22. kadang-kadang b. apakah pada pertemuan sebelumnya bapak/ibu memberi tahu pada siswa? a.96 15. tidak pernah III. 1 kali 16. Apakah sebelum praktikum biologi bapak/ibu memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang kegiatan yang akan dilakukan? a. ya. 3-5 orang perkelompok C. 3 kali D. sering D. kadang-kadang b. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum 18. selalu C. Jika pada jam biologi tidak dimungkinkan dilaksanakan praktikum. sering D. tidak pernah 17. selalu C. selalu C. tidak pernah 21. kadang-kadang b. selalu C. tidak ada laboran 19.

pernah. sering D. tidak pernah 28. selalu C. kadang-kadang b. Apakah setelah praktikum biologi siswa diminta untuk membuat laporan praktikum? a. Apakah selama semester ini pernah dilakukan ujian/tes dengan mengadakan praktikum? a. 1 kali b. Sebelum/sesudah kegiatan praktikum apakah bapak/ibu mengadakan tes tertulis? a. apakah bapak/ibu meminta membersihkan ruang laboratorium dan siswa melaksanakannya? a. kadang-kadang b. Laporan dan Evaluasi Praktikum untuk 25. tidak pernah 26. kadang-kadang b. sering D.97 23. tidak pernah 30. tidak pernah IV. tidak pernah 24. sering D. apakah bapak/ibu memintanya untuk dikumpulkan dan dikoreksi? a. kadang-kadang b. sering D. tidak pernah 29. pernah. sering D. kadang-kadang b. 2 kali D. tidak pernah 27. sering biologi dikumpulkan. selalu C. 3 kali atau lebih C. sering D. pernah. kadang-kadang b. selalu b. selalu C. selalu C. Apakah hasil percobaan/praktikum biologi didiskusikan bersama? a. apakah bapak/ibu C. Setelah praktikum biologi selesai. selalu C. Apakah pada setiap praktikum biologi. selalu C. Apabila siswa membuat laporan praktikum biologi. Apabila laporan praktikum mengembalikannya pada siswa? a. kadang-kadang D. tidak pernah . bapak/ibu mengawasi dan membimbing siswa? a.

dan jaringan ikat Pengamatan berbagai organ dengan torso Pengamatan preparat irisan batang dikotil muda/preparat jadi untuk mengamati epidermis. tulang. 1. saraf. Pacar air) Percobaan dengan potometer Peragaan transpirasi melalui percobaan dengan kertas kobalt Pelaksanaan Ya Tidak 2 Struktur Tumbuhan - 3 Pertumbuhan dan Perkembangan - 4 Gerak pada Tumbuhan - 5 Mekanisme Gerak pada Hewan Transportasi pada Tumbuhan - 6 . dan sentuhan Eksperimen pada tumbuhan dengan memberikan atau meniadakan rangsangan tertentu Pengamatan reaksi Euglena atau Chlamydomonas terhadap rangsang cahaya Pengamatan bermacam-macam hubungan tulang dan persendian Demonstrasi pemberian rangsangan pada otot betis katak Percobaan proses osmosis Percobaan merendam pangkal batang tumbuhan (cth. parenkim. kambium Pengamatan preparat irisan melintang daun. xilem. dan berilah tanda (V) pada kolom “tidak” jika praktikum tersebut tidak dilaksanakan. gravitasi. No 1 Pokok Bahasan Struktur Hewan Kegiatan Praktikum Pengamatan sel jaringan epitel. akar muda Pengamatan pertumbuhan batang dengan auksanometer atau dengan cara yang lain Pengamatan metamorfosis hewan (serangga. air. Berdasarkan GBPP SMU 1994 Berilah tanda (V) pada kolom “ya” jika melaksanakan kegiatan praktikum seperti yang tercantum. floem. batang dikotil muda dan monokotil muda. otot. katak) Pengamatan arah gerak tumbuhan sikejut Pengamatan tumbuh yang dipengaruhi cahaya.98 ANGKET GURU Pelaksanaan praktikum kelas 2 semester 1 SMA ………….

maka tulislah nama kegiatan praktikum yang dilaksanakan. Struktur Hewan 1) 2) - Struktur Tumbuhan 1) 2) - Pertumbuhan dan Perkembangan 1) 2) - Gerak pada Tumbuhan 1) 2) .99 7 Sistem sirkulasi pada Hewan dan Manusia - Pengamatan sistem peredaran darah pada katak dan pembuluh kapiler sirip ikan atau selaput pada jari-jari katak Pengamatan struktur butir darah katak atau ikan Menghitung denyut jantung Pengamatan sel-sel darah C. Jika dilaksanakan kegiatan praktikum yang lain.

100 - Mekanisme Gerak pada Hewan 1) 2) - Transportasi pada Tumbuhan 1) 2) - Sistem Sirkulasi pada Hewan dan Manusia 1) 2) .

No Jenis praktikum yang dilaksanakan Pelaksanaan praktikum* Beri penjelasan singkat tentang bagaimana cara praktikum tersebut dilaksanakan.101 ANGKET GURU Pelaksanaan praktikum biologi kelas 2 semester 1 di SMA ………. dan hambatan yang ditemui saat melaksanakan praktikum tersebut. * .

No Sarana dan Prasarana 1 Tata ruang laboratorium 2 Lemari penyimpanan 3 Meja demonstrasi 4 Meja kerja siswa 5 Kursi siswa 6 Bak cuci 7 Sumber listrik 8 Alat P3K 9 Alat pemadam api 10 Alat kebersihan 11 Kebun biologi 12 Alat dan bahan praktikum ..102 LEMBAR OBSERVASI LABORATORIUM Laboratorium Biologi SMA …….mikroskop torso preparat mikroskopis obyek dan deck glass auksanometer statif & penjepit alat potometer alat bedah cawan petri pelubang gabus kertas kobalt larutan eosin. larutan eter vaselin Keterangan .

Praktikum biasanya dilakukan pada jam pelajaran biologi atau setelah jam pelajaran sekolah? 7. Bagaimana bapak/ibu mempersiapkan praktikum? 10. Apakah waktu yang tersedia mencukupi? 9.103 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA DENGAN GURU 1. berapa kali siswa kelas 2 melakukan praktikum biologi? 2. Bagaimana cara pelaksanaannya? (siswa melakukan eksperimen atau observasi sendiri. Apakah di sekolah ini tersedia kebun biologi? dapat terpenuhi/sudah tersedia di . Apakah semua peralatan yang diperlukan siswa untuk melaksanakan praktikum sesuai dengan GBPP laboratorium? 4. bagaimana siasat untuk melaksanakan praktikum tersebut? 5. secara demonstrasi. praktikum penugasan rumah. Bagaimana dengan laporan dan evaluasi dari kegiatan praktikum biologi? 12. Bagaimana aktivitas siswa selama praktikum? 11. Bila tidak semua peralatan dapat terpenuhi. dll) 3. Selama semester 1. Bagaimana pengaturan jadwal praktikum biologi untuk tiap kelas? 6. Berapa lama praktikum dilaksanakan? 8.

Bagaimana perasaan anda jika dilakukan praktikum biologi? 12. Apakah waktu yang tersedia mencukupi? 7. Apakah di sekolah ini tersedia kebun biologi? 9. Apakah guru biologi membimbing dan mengawasi anda saat melakukan praktikum? 11. Apakah anda turut serta dalam mempersiapkan praktikum? 10. Bagaimana cara pelaksanaannya? (anda melakukan eksperimen atau observasi sendiri. berapa kali anda melakukan praktikum biologi? 2.104 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA DENGAN SISWA 1. dll) 3. Bagaimana dengan laporan dan evaluasi dari kegiatan praktikum biologi? 8. praktikum penugasan rumah. Apakah semua peralatan yang diperlukan untuk melakukan praktikum terpenuhi/sudah tersedia di laboratorium? 4. Berapa lama praktikum dilaksanakan? 6. secara demonstrasi. Praktikum biasanya dilakukan pada jam pelajaran biologi atau setelah jam pelajaran sekolah? 5. Apa manfaat yang dapat anda peroleh dari kegiatan praktikum biologi? . Selama semester 1.

63 SMAN Krgkbr 36 40 40 52 32 28 28 28 28 52 36 56 40 36 36 44 60 72 52 72 24 32 48 60 44 48 24 60 68 28 24 72 28 SMA Cokro 40 44 20 32 40 44 20 32 60 24 16 32 32 32 24 60 40 36 28 40 44 44 32 32 40 52 36 28 32 32 52 40 48 40 60 40 40 1388 37.51 SMA Muh 52 80 48 48 40 40 24 56 52 44 44 44 44 56 28 32 40 40 48 36 1428 43.80 .27 896 44.47 SMAN Pwngr 44 28 40 16 40 44 48 32 28 36 28 48 44 20 40 40 40 36 44 48 44 32 44 88 56 44 52 48 44 40 36 52 48 44 28 40 44 16 1544 40.105 DAFTAR NILAI TES HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA No.95 SMAN Pwrj 32 68 64 28 76 60 44 44 68 64 56 56 40 64 68 64 48 64 72 40 60 68 64 52 68 52 72 68 72 56 76 56 76 44 56 52 40 32 2184 57.68 SMAN Bawang 44 68 48 48 44 44 56 48 72 40 48 60 72 60 56 68 64 76 48 64 64 64 60 76 80 64 56 72 68 48 52 44 60 68 56 76 44 60 2240 58. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Jumlah Rata-rata SMAN Bjngr 64 60 60 84 88 76 56 52 64 64 52 44 64 72 56 48 80 84 84 64 60 60 56 64 56 64 52 40 60 68 64 80 68 76 80 2264 64.

Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum Soal nomor 22 – 28 Skor maksimal (N) = 7 x 20 x 4 = 560 5. SMA Negeri 1 Banjarnegara 1.5% N 480 . Kegiatan Laboratorium Skor yang diperoleh (n) = 319 319 n Prosentase = Χ100% = Χ100% = 79. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 528 n 528 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 94. Keadaan Laboratorium Skor yang diperoleh (n) = 543 n 543 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 67. Waktu Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 192 n 192 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 40% N 480 4.75% 400 N 2. Waktu Pelaksanaan Praktikum Soal nomor 16 – 21 Skor Maksimal (N) = 6 x 20 x 4 = 480 4. Laporan dan Evaluasi Praktikum Soal nomor 29 – 34 Skor maksimal (N) = 6 x 20 x 4 = 480 A.106 Lampiran 14 CONTOH PERHITUNGAN ANGKET SISWA TIAP SMA 1.87% N 800 3. Kegiatan Laboratorium Soal nomor 1 – 5 Skor maksimal (N) = 5 x 20 x 4 = 400 2. Keadaan Laboratorium Soal nomor 6 – 15 Skor maksimal (N) = 10 x 20 x 4 = 800 3. Laporan dan Evaluasi Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 324 n 324 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 67.27% N 560 5.

SMA Cokroaminoto Banjarnegara 1. Laporan dan Evaluasi Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 318 n 318 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 66.97% N 480 4.107 B. SMA Negeri 1 Purworejo Klampok 1.42% N 480 .5% N 800 3. Keadaan Laboratorium Skor yang diperoleh (n) = 410 n 410 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 51. Kegiatan Laboratorium Skor yang diperoleh (n) = 302 n 302 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 75.25% N 800 3. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 338 n 338 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 60. Waktu Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 163 n 163 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 33. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 485 n 485 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 86.5% N 400 2. Waktu Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 245 n 245 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 51. Kegiatan Laboratorium Skor yang diperoleh (n) = 319 n 319 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 79. Keadaan Laboratorium Skor yang diperoleh (n) = 540 n 540 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 67.75% N 400 2. Laporan dan Evaluasi Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 242 n 242 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 50.36% N 560 5.04% N 480 4.61% N 560 5.25% N 480 C.

Laporan dan Evaluasi Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 19 n 19 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 79.30 Skor maksimal (N) = 6 X 4 = 24 A.17% N 240 .91% N 44 2. Waktu Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 14 n 14 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 58.33% N 24 3. SMA Negeri 1 Bawang 1.43% N 28 4. Keadaan Laboratorium Skor yang diperoleh (n) = 40 n 40 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 90.24 Skor maksimal (N) = 7 X 4 = 28 4. Waktu Pelaksanaan Praktikum Soal nomor 12 .17 Skor Maksimal (N) = 6 X 4 = 24 3. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum Soal nomor 18 .108 Lampiran 16 CONTOH PERHITUNGAN ANGKET GURU TIAP SMA 1 Keadaan Laboratorium Soal nomor 1 .11 Skor maksimal (N) = 11 X 4 = 44 2. Laporan dan Evaluasi Praktikum Soal nomor 25 . Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 27 n 27 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 96.

5% N 24 C. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 24 n 24 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 85.67% N 24 3. Laporan dan Evaluasi Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 17 n 17 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 70.18% N 44 2. SMA Negeri 1 Purwanegara 1.71% N 28 4. SMA Negeri 1 Karangkobar 1.71% N 28 4. Keadaan Laboratorium Skor yang diperoleh (n) = 30 n 30 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 68.83% N 24 . Laporan dan Evaluasi Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 15 n 15 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 62.109 B. Waktu Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 10 n 10 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 41. Keadaan Laboratorium Skor yang diperoleh (n) = 33 n 33 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 75% N 44 2. Persiapan dan Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 24 n 24 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 85. Waktu Pelaksanaan Praktikum Skor yang diperoleh (n) = 12 n 12 Prosentase = Χ100% = Χ100% = 50% N 24 3.

110 Lampiran 17 HASIL PERHITUNGAN ANALISIS KORELASI X = Pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran biologi Y = Hasil belajar biologi n = jumlah sampel = 7 No.510 179.Y 452.03 = 3424487.7969 1872.95 57.63 43.35 574.03 = 734 Χ 4665.2929 1407.31 X2 49 169 100 25 9 1 16 369 Y2 4183.5357 X.36 − 14934.47 40.48 nΣXY − (ΣX )(ΣY ) {nΣX 2 − (ΣX ) 2 }{nΣY 2 − (ΣY ) 2 } 7 Χ 2343.5138 1470.536954 = 0.51 44.7499 − 120624) 1470.0001 2007.20 2343. 1 2 3 4 5 6 7 Jumlah rxy = rxy = rxy rxy rxy X 7 13 10 5 3 1 4 43 Y 64.68 58.27 37.81 37.48 − (43)(347.129 1470.76 766.03 = 1850.1025 3302.5024 3475.31) rxy rxy 7 Χ369 − (43) 2 }{7 Χ17898.80 347.15 129.31) 2 } 16404.0400 17898.5357 − (347.33 = (2583 − 1849)(125289.70 203.8009 1650.794 .

111 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful