BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Evaluasi 2.1.1 Pengertian Evaluasi Menurut kamus besar Indonesia, evaluasi adalah suatu penilaian dimana penilaian itu ditujukan pada orang yang lebih tinggi atau yang lebih tahu kepada orang yang lebih rendah, baik itu dari jabatan strukturnya atau orang yang lebih rendah keahliannya. Evaluasi adalah suatu proses penelitian positif dan negatif atau juga gabungan dari keduanya (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1978: 45). Pada umumnya evaluasi adalah suatu pemeriksaan terhadap pelaksanaan suatu program yang telah dilakukan dan yang akan digunakan untuk meramalkan, memperhitungkan, dan mengendalikan pelaksanaan program ke depannya agar jauh lebih baik. Evaluasi lebih bersifat melihat ke depan dari pada melihat kesalahankesalahan dimasa lalu, dan ditujukan pada upaya peningkatan kesempatan demi keberhasilan program. Dengan demikian misi dari evaluasi itu adalah perbaikan atau penyempurnaan di masa mendatang atas suatu program. Evaluasi adalah suatu usaha untuk mengukur dan sumber nilai secara objektif dari pencapaian hasil-hasil yang direncanakan sebelumnya, dimana hasil evaluasi tersebut dimaksudkan menjadi umpan balik untuk perencanaan yang akan dilakukan di depan (Yusuf, 2000: 3). Dalam hal ini Yunus menitikberatkan kajian evaluasi dari segi manajemen, dimana evaluasi itu merupakan salah satu fungsi atau unsur

manajemen, yang misinya adalah untuk perbaikan fungsi atau sosial manajemen lainnya, yaitu perencanaan.

23
Universitas Sumatera Utara

Selain itu menurut Jones evaluasi adalah suatu aktivitas yang dirancang untuk menimbang manfaat program dalam spesifikasi 24riteria, teknik pengukuran, metode analisis dan bentuk rekomendasi (Jones, 1994 : 357). Selanjutnya Weiss (dalam Jones, 1994: 355) mengemukakan bahwa evaluasi adalah kata 24riteri yang meliputi segala macam pertimbangan, penggunaan kata tersebut dalam arti umum adalah suatu istilah untuk menimbang manfaat. Seseorang meneliti atau mengamati suatu fenomena berdasarkan ukuran yang eksplisit dan 24riteria. Evaluasi dilakukan untuk dapat mengetahui dengan pasti pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan rencana strategi yang dapat dinilai dan dipelajari untuk menjadi acuan perbaikan di masa mendatang. Dalam kajiannya tentang pelayanan sosial, Boyle (dalam Suharto, 2005:120). Sosial utama dari evaluasi adalah diarahkan kepada keluaran (output), hasil (outcomes), dan dampak (impacts) dari pelaksanaan rencana stategis. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan yang transparan dan akuntabel dan harus disertai dengan penyusunan sosial kinerja pelaksanaan rencana yang sekurang-kurangnya meliputi: 1. 2. 3. Sosial masukan Sosial keluaran Sosial hasil Lebih jauh lagi, evaluasi berusaha mengidentifikasikan mengenai apa yang sebenarnya yang terjadi pada pelaksanaan atau penerapan program. Dengan demikian evaluasi bertujuan untuk: 1. 2. 3. Mengidentifikasikan tingkat pencapaian tujuan Mengukur dampak langsung yang terjadi pada kelompok sasaran Mengetahui dan menganalisa konsekuensi-konsekuensi lain mungkin terjadi diluar sosial. yang

24
Universitas Sumatera Utara

Dalam konteks ini dapat diartikan, sebagai proses penilaian terhadap pentingnya suatu pelayanan sosial. Penilaian ini dibuat dengan cara membandingkan berbagai bukti yang berkaitan dengan program yang telah sesuai dengan 25riteria yang ditetapkan dan bagaimana seharusnya program tersebut harus dibuat dan diimplementasikan.

2.1.2 Jenis-jenis Evaluasi

Jika dilihat dari pentahapannya, secara umum evaluasi dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 1. Evaluasi tahap perencanaan Yaitu evaluasi yang digunakan dalam tahap perencanaan untuk mencoba memilih dan menentukan skala prioritas terhadap berbagai alternatif dan kemungkinan sebelumnya. 2. Evaluasi pada tahap pelaksanaan Pada tahap ini evaluasi adalah suatu kegiatan yang melakukan analisa untuk menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan dibanding dengan rencana. Terdapat perbedaan antara konsep menurut penelitian ini dengan monitoring. Evaluasi bertujuan terutama untuk mengetahui apakah yang ingin dicapai sudah tepat dan bahwa program tersebut direncanakan untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Sedangkan monitoring bertujuan melihat pelaksanaan proyek sudah sesuai dengan rencana dan bahwa rencana tersebut sudah tepat untuk mencapai tujuan, sedangkan evaluasi melihat sejauh mana proyek masih tetap dapat mencapai tujuan, apakah tujuan terhadap cara pencapaian tujuan yang ditetapkan

25
Universitas Sumatera Utara

Dalam hal ini evaluasi mengungkapkan seberapa jauh tujuan-tujuan tertentu dan target tertentu telah dicapai. 2006: 12). Evaluasi pada tahap pasca pelaksanaan Dalam hal ini konsep pada tahap pelaksanaan. 3. yaitu: 1. 2002: 51). 2. 26 Universitas Sumatera Utara . yaitu seberapa jauh kebutuhan. 2.3 Fungsi Evaluasi Evaluasi memiliki tiga fungsi utama dalam analisis kebijakan. Informasi tentang tidak memadai kinerja kebijakan yang dapat memberi sumbangan pada perumusan ulang masalah kebijakan (Wahab. Evaluasi memberi sumbangan pada klarifikasi dan kritik terhadap nilainilai yang mendasari pemilihan tujuan dan target. dimana tingkat kemajuan pelaksanaan dibanding rencana tetapi hasil pelaksanaan dibanding dengan rencana yakni apakah dampak yang dihasilkan oleh pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan tujuan yang akan atau ingin dicapai (Suharto.tersebut sudah berubah dan apakah pencapaian program tersebut akan memecahkan masalah yang akan dipecahkan. Evaluasi memberi informasi yang salah dan dapat dipercaya mengenai kinerja kebijakan. Nilai diperjelas dengan mendefenisikan dan mengoperasikan tujuan dan target. termasuk perumusan masalah dan rekomendasi. 3. Evaluasi memberi sumbangan pada aplikasi metode-metode analisis kebijakan lainnya.1. nilai dan kesempatan yang telah dapat dicapai melalui tindakan publik. yang membedakannya terletak pada objek yang dinilai dengan yang dianalisa.

dalam sebuah praktek tidak jarang ditemukan suatu evaluasi terhadap suatu program justru memunculkan ketidakjelasan fungsi evaluasi. Keberhasilan program itu sendiri dapat dilihat dari dampak atau hasil yang dicapai oleh program tersebut. Test.4 Proses Evaluasi Suatu proses dalam program harus dimulai dari suatu perencanaan. Measurement. Beberapa istilah yang serupa dengan evaluasi dan intinya masih berhubungan erat atau masih mencakup evaluasi itu sendiri yaitu: 1. dalam Suharto 2008:8). institusi. 2. 2. Assessment. tingkah laku. maka dapatlah kita simpulkan tentang nilai evaluasi merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk melihat sejauh mana keberhasilan sebuah program. pengukuran yang diartikan sebagai suatu proses kegiatan untuk menentukan luas atau kuantitas untuk mendapatkan informasi atau data berupa skor mengenai prestasi yang telah dicapai pada periode tertentu dengan menggunakan berbagai teknik dan alat ukur yang relevan.1.Berdasarkan fungsi-fungsi evaluasi yang telah dikemukakan di atas. secara harfiah diartikan suatu alat ukur berupa sederetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur kemampuan. 3. personal yang sebaiknya melakukan evaluasi dan biaya untuk evaluasi. Oleh karena itu proses pelaksanaan suatu evaluasi harus didasarkan atas rencana evaluasi program tersebut. Namun demikian. potensipotensi sebagai hasil pembelajaran. Suatu proses pengumpulan data atau pengolahan data tersebut menjadi suatu bentuk yang dapat dijelaskan (Dunn. 27 Universitas Sumatera Utara .

3. 6. Dengan demikian evaluasi dapat ditetapkan sebagai salah satu program yang sangat penting dalam siklus manejemen program. 28 Universitas Sumatera Utara . Pengertian evaluasi adalah untuk membandingkan rencana dalam pelaksanaan dengan melakukan pengukuran-pengukuran kuantitatif totalis program secara teknik. sedangkan pendayagunaan saran atau nasehat serta pembuat keputusan atas dasar saran atau nasehat tersebut berada di tangan manajemen program. 4. Pengertian dan konotasi yang sering tersirat dalam evaluasi adalah mencari kesalahan harus dihindari.Dalam melakukan proses evaluasi ada beberapa etika birokrasi yang perlu diperhatikan oleh pihak-pihak yang erat hubungannya dengan tugas-tugas evaluasi. Dalam pengambilan keputusan yang telah dilakukan atas data-data atau penemuan teknis perlu dikonsultasikan secermat mungkin karena menyangkut banyak hal tentang masa depan proyek dalam kaitan dengan program. maka pemberi tugas atau yang menerima tugas harus jelas 2. antara lain: 1. Hendaknya hubungan dengan proses harus didasari oleh suasana konstruktif dan objektif serta menghindari analisa-analisa subjektif. maka dari itu hendaknya ukuran-ukuran kualitas dan kuantitas tentang apa yang dimaksud dengan berhasil telah dicantumkan sebelumnya dalam rencana program secara eksplisit. Tim yang melakukan evaluasi adalah pemberi saran atau nasehat kepada manajemen. Suatu tugas atau tanggung jawab. 5.

2 Program 2. Dengan adanya program maka segala bentuk rencana akan lebih terorganisir dan lebih mudah untuk dioperasionalkan. Program merupakan unsur pertama yang harus ada demi tercapainya kegiatan pelaksanaan karena dalam program tersebut telah dimuat berbagai aspek. yang antara lain adalah: 1. 2. 4. karena program itu sendiri menjadi pedoman dalam rangka pelaksanaan program tersebut. Bila tidak memberikan manfaat pada kelompok orang maka boleh dikatakan program tersebut telah gagal dilaksanakan.2.1 Pengertian Program Program adalah cara yang dipisahkan untuk mencapai tujuan. Hal ini mudah dipahami.2. 5. 29 Universitas Sumatera Utara . Adanya aturan-aturan yang dipegang dengan prosedur yang harus dilalui Adanya perkiraan anggaran yang perlu atau dibutuhkan Adanya strategi dalam pelaksanaan Unsur keduanya yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan program adalah adanya kelompok orang yang menguji sasaran program sehingga kelompok orang tersebut merasa ikut dilibatkan dan membawa hasil program yang dijalankan dan adanya perubahan dan peningkatan dalam kehidupannya. Adanya tujuan yang ingin dicapai Adanya kebijakan-kebijakan yang harus diambil dalam pencapaian tujuan itu 3.

2. 3 Tolak Ukur Evaluasi Program Suatu program dapat dievaluasi apabila ada tolak ukur yang bisa dijadikan penilaian terhadap program yang telah berlangsung.2. Apakah hasil suatu proyek sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai Kesediaan sarana untuk mencapai tujuan tersebut Apakah sarana atau kegiatan benar-benar dapat dicapai atau dimanfaatkan oleh orang-orang yang benar-benar membutuhkan 4. 2. Berhasiltidaknya suatu program dilaksanakan tergantung dari unsur pelaksananya.2. 3. Wahab (1991:51). berhasilnya atau tidak berhasilnya suatu program berdasarkan tujuan yang sudah tentu memiliki tolak ukur yang nantinya harus dicapai dengan baik oleh sumber daya yang mengelolanya. 2.2 Pelaksanaan Program Untuk dapat memahami pengertian dari pelaksanaan. Pelaksana penting artinya karena pelaksanaan suatu program. Unsur pelaksana itu merupakan unsur ketiga. Adapun yang menjadi tolak ukur dalam evaluasi suatu program adalah: 1. baik itu organisasi ataupun perseorangan bertanggung jawab dalam pengelola maupun pengawasan dalam pelaksanaan. merumuskan pengertian pelaksanaan sebagai tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu-individu atau pejabat-pejabat kelompok-kelompok pemerintahan atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan yang telah ditetapkan dalam kebijakan. Apakah sarana yang disediakan benar-benar dilakukan untuk tujuan semula 30 Universitas Sumatera Utara .

miskin dan dekat dengan miskin (near poor). Apakah kegiatan yang dilakukan benar-benar memberikan masukan terhadap perubahan yang diinginkan.5.3 Program BLT 2. BLT adalah program kompensasi jangka pendek dengan maksud. kualitas barang) 7. Program BLT pertama kali dilaksanakan pada tanggal 10 September 2005. yaitu rumah tangga yang tergolong sangat miskin. khususnya saat terjadi kenaikkan harga-harga kebutuhan pokok menuju keseimbangan yang baru.3. karena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak dalam negeri. Berapa banyak sumber daya dan kegiatan yang dilakukan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal 8. Dengan demikian walaupun program BLT bukan satu-satunya program yang berkenaan dengan pemecahan masalah kemiskinan.1 Pengenalan Program BLT dan Mekanisme Pelaksanaannya Program BLT adalah program kompensasi jangka pendek yang dikeluarkan oleh pemerintah dan mempunyai tujuan yang utamanya adalah untuk membantu masyarakat yang tergolong miskin. lebih tepatnya membantu rumah tangga yang tergolong miskin. dimana pembahasan ini dilanjutkan pada taraf pelaksanaan melalui rapat koordinasi 31 Universitas Sumatera Utara . Berapa persen jumlah atau luas sasaran sebenarnya yang dapat dijangkau oleh program 6. tidak menurun pada saat terjadinya kenaikan harga bahan bakar minyak dalam negeri. diharapkan dapat mendorong penanggulangan tingkat kemiskinan. 2. Bagaimana mutu pekerjaan atau sasaran yang dihasilkan oleh program (kualitas hidup. agar tingkat konsumsi Rumah Tangga Sasaran.

Harapan pemerintah pada masyarakat penerima BLT adalah dapat dan mampu memanfaatkan dengan sebaikbaiknya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. 4. 3 Tahun 2008 tentang Pelaksanaan BLT untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS). yaitu: 1.2008/5/22/trauma-btl-2005-sejumlahketua-rt-mundur-di-bayumas-dan-purbalingga).id/arc. Proses pembagian kartu dan vertifikasi awal rumah tangga sasaran oleh PT POS. serta mencegah penurunan taraf hidup atau kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi dan juga meningkatkan tanggung jawab sosial bersama (http://www.id/arc. Program BLT ini dilaksanakan melalui beberapa tahap.000. BLT dibagikan kepada Rumah Tangga Sasaran dalam kurun waktu pertiga bulan sebesar Rp 300.co.45.tingkat menteri pada tanggal 16 September 2005. 3. 2. Proses vertifikasi menyeluruh Penetapan direktori baru rumah tangga sasaran oleh BPS Proses sosialisasi Proses penyaluran dana BLT adalah sejumlah uang tunai yang diberikan pemerintah kepada rumah tangga yang termasuk dalam kategori miskin. BPS dan aparat desa/kelurahan. 5.co.2008/5/22/trauma-btl-2005-sejumlahketua-rt-mundur-di-bayumas-dan-purbalingga) diakses pada tanggal 03 Oktober 2009 pukul 17.antara. Adapun tujuan dari BLT adalah untuk membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. yang memandang bahwa pelaksanaan BLT sudah siap dilaksanakan.antara. 32 Universitas Sumatera Utara . maka berlangsunglah program ini pada bulan Oktober (http://www. BLT disalurkan tahun 2008 berdasarkan Inpres No.

air bersih. yang meliputi layanan kesehatan dasar.Kebijakan pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak ini juga dilanjutkan dengan kebijakan lain. tambatan perahu. agar tetap berkoordinasi dengan aparat pemerintah daerah dalam hal ini Lurah/Kepal Desa dan Camat. Pada tahun 2005-2006 pemerintah melaksanakan skema Program Kompensasi Penghapusan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) meliputi: 1. Bidang pendidikan. 33 Universitas Sumatera Utara . yaitu : 1. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara R. Bidang infrastruktur di desa tertinggal (jalan.E Nainggolan mengemukakan sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia No 3 Tahun 2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pelaksanaan BLT kepada rumah tangga miskin. sanitasi. seperti pemberdayaan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. untuk menyukseskan program wajib belajar 9 tahun melalui pemberian Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Khusus Murid (KBM) 2. Badan Pusat Statistik Provinsi agar memperhatikan petunjuk Pelaksanaan Penetapan Rumah Tangga Sasaran Tahun 2008 yang diterbitkan oleh BPS. layanan kesehatan rujukan dan pelayanan penunjang lainnya. Bidang kesehatan. maka terdapat beberapa hal penting yang perlu dipahami dan dipedomani. jembatan. sehingga skema perlindungan sosial bagi masyarakat miskin tetap mendorong keberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki. irigasi desa sederhana dan penyediaan listrik bagi daerah yang betul-betul memerlukan). diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan melalui sistem jaminan kesehatan bagi penduduk miskin.

diminta kepada BPS Sumut. Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara. diharapkan melakukan koordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah Kota Medan dan para Camat serta Lurah agar mendukung kelancaran pelaksanaan program BLT. Kepada Bapak Kapolda Sumut. 4.2. yang dalam pendistribusian ini diharapkan dapat bekerja sama dengan aparat Desa/Kelurahan dan melibatkan tenaga kesejahteraan sosial masyarakat. 6. diharapkan melaksanakan monitoring dan evaluasi guna mengidentifikasi berbagai hal yang muncul dalam pelaksanaan BLT sehingga memberi kesempatan kepada pelaksanaan program untuk melakukan perbaikan yang diperlukan . 3. Guna mengetahui kesiapan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam Peluncuran Program BLT bagi rumah tangga sasaran. yaitu Karang Taruna Siaga Bencana dan tokoh masyarakat. diminta untuk menghimbau seluruh jajarannya melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap sasaran penerima BLT atau Rumah Tangga Sasaran dan Badan Infokom Provinsi Sumatra Utara. Pemerintah Kota Medan. PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Medan dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara memaparkan persiapan pelaksanaan peluncuran BLT Rumah Tangga Sasaran 34 Universitas Sumatera Utara . agar mesosialisasikan program BLT Rumah Tangga Sasaran kepada seluruh masyarakat Sumatra Utara melalui media massa dan media elektronika. 5. PT Pos Indonesia Cabang Medan agar memperhatikan petunjuk Pendistribusian Kompensasi Bahan Bakar Minyak Tahun 2008 yang diterbitkan oleh PT Pos Indonesia.

id/open. Petunjuk teknis tentang Pelaksanaan Penyaluran BLT Kepada Rumah Tangga Sasaran dalam rangka kompensasi pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak yang diterbitkan oleh Departemen sosial. KKB ditandatangani oleh Menteri Keuangan RI 35 Universitas Sumatera Utara . Petunjuk Pendistribusian Kartu Konpensasi diterbitkan oleh PT Pos Indonesia.142 KK. 4.php?id=391&db=artikel) diakses 10 oktober 2009. Penyiapan Data Rumah Tangga Sasaran Oleh BPS Pusat 2. pukul 17.go. Daftar nama dan alamat diolah dan disimpan oleh databesed 3. Petunjuk teknis pengendalian BLT di daerah kepada Rumah Tangga Sasaran yang diterbitkan oleh Departemen Dalam Negeri. Pos Indonesia tidak diperkenankan melakukan perubahan data 5.. Apapun Panduan Operasional Pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai Rumah Tangga Sasaran adalah sebagai berikut : 1. 2. Pos Indonesia mencetak Kartu Kompensasi Bahan Bakar Minyak (KKB) sesuai data 6.(http://wwwbainfokomsumut. 3. Petunjuk Pelaksanaan Pendapatan RTS tahun 2008 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). PT.142. Kepala Dinas SU mengatakan bahwa jumlah dana yang harus disalurkan adalah Rp.30 Wib). Nama dan alamat Rumah Tangga Sasaran diberikan ke PT. Sedangkan tahapan penyaluran dana BLT kepada Rumah Tangga Sasaran adalah sebagai berikut : 1. 26. Pos Indonesia 4.600. Penyaluran BLT ini juga akan dilanjutkan setelah 3 bulan tahap I selesai.ke 21 Kecamatan dengan Rumah Tangga Sasaran (RTS) 87. PT.

PT.7. 3. Departemen sosial menempatkan dana BLT di Rekening Giro Departemen Sosial di Kantor Cabang BRI dan memerintahkan BRI memindahbukukan dana BLT ke Rekening Giro Kantor Pos di Kantor Cabang BRI seluruh Indonesia 8. RTS adalah rumah tangga yang memenuhi minimal 9 kriteria dari 14 kriteria miskin yang telah disepakati dan ditetapkan. Pemegang kartu mendatangi lokasi kantor bayar/kantor pos yang ditunjuk sesuai informasi dalam kartu yang ditentukan kantor pos 10. mengemukakan bahwa Pemerintah saat ini akan berupaya menurunkan jumlah penduduk miskindari 16. yaitu RTS sangat miskin (memenuhi 13-14 kriteria).7% pada tehun 2004 menjadi 8. Secara konseptual. yaitu : 1. RTS terdiri dari tiga kelompok. Pemenuhan kriteria/variable Rumah Tangga Sasaran pada batas kebutuhan dasar minimal yang dinyatakan dalam ukuran garis kemiskinan yaitu sejumlah rupiah yang diperlukan oleh seseorang untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan 36 Universitas Sumatera Utara . dan menurunkan beban hidup penduduk miskin.2% pada tahun 2009. Kartu yang dicetak didistribusikan langsung kepada Rumah Tangga Sasaran 9. Strategi utama yang ditempuh pemerintah adalah dengan cara meningkatkan pendapatan penduduk. Bapak Drs Alimuddin Sidabalok MBA mengemukakan. dan RTS mendekati miskin (memenuhi 9-10 kriteria). 2. Pembayaran dilakukan atas dasar kepemilikan kartu 11. bahwa penerimaan BLT dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kriteria. RTS miskin (memenuhi 11-12 kriteria). Pos Indonesia menyampaikan laporan bulanan ke Departemen Sosial Kepala BPS Bapak Drs Alimuddin Sidabalok MBA.

binfokomsumut.php?=391&db=artikel) diakses 10 oktober 2009.1 berikut : 37 Universitas Sumatera Utara . pukul 18.00. BPS pun telah menetapkan 14 kriteria keluarga miskin seperti yang telah disosialisasikan oleh Departemen Komunikasi dan Informasi 2005.000/ jiwa / bulan (http://www. 120.Pengelompokan rumah tangga sasaran berdasarkan pendapatan menurut beliau dapat dikelompokkan menjadi Rumah Tangga Tidak Miskin Rp. Dalam penanggulangan masalah kemiskinan melalui program BLT.go. rumah tangga yang memiliki cirri rumah tangga miskin yang berhak adalah rumah tangga yang memiliki cirri-ciri seperti disajikan pada tabel 2.id/open.

seperti sepeda motor daging/susu ayam Satu kali dalam satu minggu lantai bangunan tempat Bambu/kayu bekualitas rendah atau kayu murahan Bambu/rumbiah. klinik atau puskesmas Sumber penghasilan kepala rumah Petani dengan luas lahan 0.Tabel 2.1 Kriteria Rumah Tangga Miskin Menurut Badan Pusat Statistik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Luas tinggal Jenis tinggal Jenis dinding tempat tinggal Fasilitas tempat buang air besar Sumber penerangan rumah tangga Sumber air minum Bahan bakar untuk sehari-hari Konsumsi perminggu Pembelian baju baru untuk setiap Satu kali dalam satu tahun ART dalam setahun Makanan untuk sehari dalam Satu atau dua kali dalam satu hari setiap ART Kemampuan untuk membayar ke Tidak mampu menanggulangi sendiri puskesmas/poliklinik 12 biaya berobat ke dokter. tidak tamat SD.000.5 ha buruh tangga tani perkebunan atau pekerja lainnya dengan 13 14 pendapatan di bawah Rp 600. tembok tanpa diplester Tidak memiliki WC sendiri atau WC umum digunakan secara bersama-sama Tidak menggunakan listrik Air sungai. arang. air hujan memasal Kayu bakar. minyak tanah lantai Variabel bangunan Kriteria Rumah Miskin tempat Kurang dari 8 meter per orang 38 Universitas Sumatera Utara . kayu berkualitas rendah. hanya tangga keluarga Kepemilikan aset tabungan tamat SD Tidak mempunyai tabungan atau barang yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp 500.000/bulan Pendidikan tertinggi kepala rumah Tidak sekolah.

Untuk kejelasan bagaimana proses penyalurannya. Bentuk kerja sama ini dimaksudkan untuk mempercepat proses penyaluran dana BLT kepada Rumah Tangga Sasaran atau kelompok sasaran sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal. Departemen Sosial Departemen sosial memiliki kewajiban untuk menyiapkan dana berdasarkan daftar nominatif dan menyampaikan Surat Perintah kepada Pos Indonesia untuk membayar dana BLT untuk Rumah TAngga Sasaran. Setelah itu kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) Tbk untuk menyalurkan dana tersebut sesuai dengan daftar nominatif penerima BLT yang disampaikan oleh Pusat Biro Statistik (BPS).2 Organisasi Pelaksanaan Penyaluran Dana BLT Pelaksanaan program BLT adalah Departemen Sosial selaku Kuasa Penggunaan Anggaran dibantu oleh pihak-pihak terkait yang telah ditetapkan dengan Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Program Bantuan Tunai untuk Rumah Tangga Sasaran. Penyaluran BLT kepada Rumah Tangga Sasaran merupakan suatu bentuk kerja sama yang didasarkan pada fungsi dan tugas pokok masing-masing. sehingga lembaga bertanggung jawab terhadap kelancaran bidang tugas masing-masing. Untuk meningkatkan sinergi pelayanan yang maksimal.2. Tugas pokok dan tanggung jawab dari masing-masing instansi dapat dilihat dari Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2006 tentang pelaksanaan program BLT untuk Rumah Tangga Sasaran yang dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Departemen sosial berkewajiban untuk membuat dan menyusun petunjuk teknis penyaluran BLT bersama dengan 39 Universitas Sumatera Utara .3. maka masing-masing lembaga saling berkoordinasi dan dalam program BLT difasilitasi penyediaan Unit Pelaksanaan Program BLT.

Bappenas. Pos Indonesia untuk program BLT dalam rangka kompensasi pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak adalah penyimpanan rekening giro utama di Bank Cabang Indonesia Veteran. selanjutnya KPRK menyalurkan KKB kepada rumah tangga sasaran bekerjasama dengan aparat desa setempat. Menko Kesra. TKSM (tenaga kesejahteraan sosial masyarakat) dan aparat keamanan dan aparat keamanan bila diperlukan. Kewajiban Bank Rakyat Indonesia Bank Rakyat Indonesia memiliki peran untuk menyiapkan dana BLT. PT Pos Indonesia dan BRI juga membebaskan dana administrasi pembukaan rekening dan membedakan atas kewajiban setoran pertama dalam pembukuan giro di Kantor Cabang BRI Jakarta Veteran dan Kantor Cabang BRI seluruh Indonesia. PT. 3. Sebagai penanggungjawab kepada pemerintah. Departeman Sosial berkewajiban membuat laporan pelaksanaan kepada Presiden RI tentang Pelaksanaan Penyaluran dana BLT kepada Presiden RI. BPS. BRI (Persero) Tbk. Kantor Pos mencetak dan menyalurkan Kartu Kompensasi BBM (KKB) ke KRPK (Kantor Pos Pemerintah) seluruh Indonesia berdasarkan daftar nominatif. Berdasarkan anggaran dari Departemen Sosial yang akan disalurkan kepada rekening Giro. Pos Indonesia juga harus melaporkan realissasi penyaluran KKB kepada Departemen Sosial dan selanjutnya menyampaikan rencana penyaluran Dana BLT. Demi kelancaran dalam proses 40 Universitas Sumatera Utara . Depdagri. 2. Pos Indonesia (Persero) dan PT. Dalam hal ini PT. Kewajiban PT Pos Indonesia (Persero) Adapun kewajiban dari PT.

Kewajiban Badan Pusat Statistik Lembaga ini memiliki peranan dan kewajiban untuk menyediakan data rumah tangga sasaran penerima BLT yang dikategorikan rumah tangga sangat miskin. dan rumah tangga miskin. supervisor dan pengawasan terhadap pelaksanaan BLT termasuk unit pelaksanaan program BLT di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan.penyaluran dan segala administrasi BLT. 5. 41 Universitas Sumatera Utara . Sebagai bentuk kewajiban dan tanggung jawab. BRI juga menyampaikan laporan keuangan mutasi rekening Giro utama dari Giro kantor Pos melalui layanan tunai manajemen BRI. Juga mengkoordinasikan dinas/instansi sosial kabupaten/kota dalam pelaksanaan pendampingan terhadap kantor pos pada saat pembagian BLT dengan melibatkan tenaga kesejahteraan sosial masyarakat. Melakukan pembinaan. BRI memberikan kemudahan kepada PT Pos Indonesia untuk untuk memindahbukukan dana dari rekening Giro Kantor Pos seluruh Indonesia. Untuk menyediakan data tersebut dilakukan data terakhir (up dating) di lapangan. Kewajiban Dinas Sosial/Instansi Pemerintah Provinsi Pada tataran dinas /Instansi sosial Provinsi untuk proses program BLT tersebut. berkewajiban mengelola unit pelaksanaan BLT pada tingkat provinsi dan struktur pelaksanaannya. BPS juga memiliki kewajiban untuk membuat laporan pelaksanaan program BLT sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki. yang bertugas secara intensif selama pelaksanaan program BLT. ketua Pengelola Unit Pelaksana Program (UUP) BLT adalah kepala dinas sosial. 4. verivikasi dan evaluasi Rumah Tangga Sasaran oleh petugas.

6. Menginformasikan program BLT kepada RTS dan mendukung sosialisasi kepada masyarakat umum. Memantau mitra kerja pada tingkat kecamatan/desa/kelurahan yang akan terlibat secara efektif dalam pendistribusian kartu BLT dan penyaluran dana BLT serta pengendalian dan pengamanan di lapangan. Kewajiban Kecamatan (Camat) : 1. 3. Kewajiban Dinas/Instansi Kabupaten Kota Pada tingkat jajaran dinas atau instansi sosial Kabupaten/Kota. Melakukan pendampingan dan membantu petugas Pos pada saat pembagian kartu BLT dan pembayaran BLT dengan melibatkan tenaga kesejahteraan sosial masyarakat. Memantau petugas pos pada saat distribusi kartu BLT untuk sampai pada sasaran yaitu RTS. sebagai ketua pengelola UUP BLT adalah kepala dinas /instansi social. sekretaris dan anggota ditetapkan pejabat di lingkungan dinas social yang bertugas secara intensif selama proses pelaksanaan program bantuan langsung tunai. Mengelola UUP BLT pada tingkat kecamatan. 4. pada proses penyaluran BLT memiliki peran dan kewajiban untuk mengelola unit pelaksanaan program BLT dan sebagai jabatan yang menduduk i struktur organisasi pengelola penyaluran BLT. Menyelenggarakan pelaksanaan pertemuan koordinasi dengan seluruh mitra pada tingkat kecamatan. 42 Universitas Sumatera Utara . 7. 6. 5. 2.

7. Memantau petugas pos pada pencairan atau penerimaan BLT dan pendistribusian kartu kepada Rumah Tangga Sasaran 10. 11. tokoh agama. tokoh masyarakat dan Karang Taruna. melalui rembug desa/kelurahan yang dihadiri kepala desa/kelurahan. 12. distribusi kartu dan penyaluran BLT) sesuai dengan jenis dan tingkat kewenangan. Melakukan pendampingan pada petugas pos pada saat pembagian kartu BLT dan penyebaran BLT dengan melibatkan tenaga kerja kesejahteraan sosial masyarakat. Bersama-sama dengan petugas Pos menentukan pengganti RTS yang pindah/meninggal (tanpa ahli waris) atau tidak berhak. 8.1 Pengertian Kemiskinan Kemiskinan merupakan konsep dan fenomena bermatra multidimensional. khususnya 43 Universitas Sumatera Utara .4. termasuk kepada dinas pada tingkat kecamatan. 2. Kemiskinan pada umumnya didefenisikan berdasarkan segi ekonomi. Kewajiban Desa/Kelurahan 9. 8.4 Kemiskinan 2. Memantau penyelesaian masalah oleh desa/kelurahan sesuai dengan jenis pengaduan dan tingkat kewenangan melalui instansi terkait. Mengupayakan penyelesaian yang terjadi (antara lain pada saat penetapan RTS. RT/RW tempat tinggal RTS yang diganti. termasuk kepada dinas sosial kabupaten/kota. Membuat laporan pelaksanaan program BLT sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki secara berjenjang kepada pihak terkait.

air bersih. sekaligus juga memutus akses terhadap pemenuhan hak dasar atas pangan. Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah nilai standar kebutuhan minimum. yaitu : 1.co. revitalisasi pembangunan perkotaan. perumahan. seperti makanan. 2. pengembangan kawasan pesisir serta percepatan pembangunan daerah tertinggal. dalam Suharto. berupa uang ditambah dengan keuntungan-keuntungan non-meterial yang diterima seseorang. Miskin Orang miskin yang berpenghasilan jika diwujudkan dalam bentuk beras adalah 320 kg/orang/tahun. Sangat miskin 44 Universitas Sumatera Utara .menkokesra. Selain itu pemenuhan hak dasar penduduk dimaksud juga erat kaitannya dengan pengembangan wilayah. serta kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pembangunan. 2005). (http://www. kesempatan kerja. rasa aman.id/view/163/118/pukul 20. baik untuk makan dan non makan. tempat perlindungan.pendapatan. yang disebut dengan garis kemiskinan (Poverty Line) atau batas kemiskinan (Poverty Threshold) (BPS dan Depsos 2002. perlindungan atas tanah. Kemiskinan juga berarti tidak ada akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan kehormatan yang layak sebagai warga negara.17 tanggal 15 oktober 2009) Ada tiga tipe orang miskin berdasarkan pada pendapatan yang diperoleh setiap orang dalam setiap tahun. kesehatan. yaitu untuk percepatan pembangunan perdesaan. pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup. pakaian. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai. air minum dan halhal yang berhubungan dengan kualitas hidup. pendidikan.

Ketidakmampuan dan ketidakberuntungan sosial (anak terlantar. air bersih dan transportasi). dan terpencil) (Suharto. Ketiadaan akses terhadap lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan. 45 Universitas Sumatera Utara . 2006: 11). pendidikan. 2. 7. Ketiadaan jaminan masa depan (karena tiada inventasi untuk pendidikan dan keluarga). kelompok marginal. dalam Suharto. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (pangan. Ketiadaan akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan. dan papan). Termiskin Orang miskin yang berpenghasilan jika diwujudkan dalam bentuk beras adalah 180 kg/orang/tahun (Sayogyo.Orang yang dikatakan sangat miskin adalah orang yang berpenghasilan jika diwujudkan dalam beras adalah 240 kg/orang/tahun. Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massal.4. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan keterbatasan sumber daya alam. 1. sanitasi. janda miskin. Ketidakterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat. sandang. 6. 9. yaitu: 1. 2. 2006: 14). wanita korban tindak kekerasan rumah tangga. 8. Ketidak mampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental. 5. 3. 4.2 Dimensi Kemiskinan Kemiskinan memiliki beberapa cirri.

Di antara mereka berusia relatif muda dan tidak mempunyai keterampilan atau pendidikan yang memadai 46 Universitas Sumatera Utara . 3. Kemiskinan konsekuensional Kemiskinan yang terjadi akibat kejadian-kejadian lain atau faktor-faktor eksternal Adapun yang menjadi karakteristik penduduk miskin itu adalah : 1. Penduduk miskin pada umumnya tidak memiliki faktor produksi sendiri 2. Tidak mempunyai kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri 3. kemiskinan perkotaan (kemiskinan akibat hakekat dan percepatan pertumbuhan perkotaan). anak dan kelompok minoritas 4. Kemiskinan sosial Kemiskinan yang dialami oleh perempuan. Kemiskinan yang diakibatkan oleh globalisasi Globalisasi menghasilkan pemenang dan yang kalah. dan negara yang sedang berkembang jadi terpinggirkan oleh persaingan pasar bebas yang merupakan pasar globalisasi. Banyak di antara mereka yang tidak mempunyai fasilitas 5.Menurut David Cox. 2. Tingkat pendidikan umumnya rendah 4. Kemiskinan yang berkaitan dengan pembangunan Kemiskinan substansi (kemiskinan akibat rendahnya pembangunan). yaitu: 1. Pemenang adalah negara yang maju. kemiskinan dapat dibagi ke dalam beberapa dimensi. kemiskinan perdesaan (kemiskinan akibat peminggiran perdesaan dalam proses pembangunan).

2.3 Faktor-faktor Penyebab Kemiskinan Adapun yang menjadi penyebab kemiskinan adalah : 1. politik dan sebagainya. seperti suku kubu di Sumatera. Memiliki banyak anak atau satu rumah dihuni banyak keluarga atau dipimpin kepala keluarga perempuan (Suyanto. 2. d.6. suku Dayak di pedalaman Kalimantan. Kemiskinan ini disebabkan juga oleh persaingan yang tidak seimbang antar negara atau daerah yang mempunyai keunggulan komparatif (Suyanto. Miskin strutural Adalah kemiskinan yang ditenggarai karena kondisi struktural atau tatanan kehidupan yang menguntungan. Kemiskinan karena kolonialisme Kemiskinan ini terjadi karena penjajahan yang dilakukan oleh suatu bangsa lain. Kemiskinan karena tradisi sosio-kultural Hal ini berkaitan dengan suku bangsa tertentu yang kental kebudayaannya. 1995:23). Tidak bisa berobat karena sakit 8. 1995:25). baik di bidang ekonomi. Miskin karena terisolir Seorang menjadi miskin karena tempat tinggalnya jauh dari keramaian sehingga sulit berkembang. 3. 47 Universitas Sumatera Utara .4. sehingga bangsa yang dijajah menjadi tertindas. Makan dus atau sehari sekali tetapi jarang makan telur atau makan daging (makanan yang bergizi) 7.

6. Disamping itu Pasal 34 UUD 1945 menegaskan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh 48egara. 5. 8. Edukator 48 Universitas Sumatera Utara . Agar hak tersebut sampai kepada masyaratak sasaran. Kedua pernyataan ini merupakan bukti keberadaan Indonesia sebagai 48egara kesejahteraan (welfare state). Populasi penduduk yang tinggi Belenggu adat dan kebiasaan 2. maka wajib diterima oleh warga negara yang berhak. 2. Dengan demikian memenuhi kebutuhan hidup selain merupakan kewajiban masyarakat juga merupakan haknya. 3.Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya penyebab kemiskinan adalah : 1. maka pekerja sosial mestinya menjalankan peran sebagai berikut : 1. dimana 48egara di dalamnya memiliki kewajiban untuk itu. Oleh karena itu. Program BLT adalah hak warga 48egara. Sikap dan pola pikir yang rendah dan malas untuk bekerja Kurang keterampilan Adanya diskriminasi antara orang kaya dengan orang miskin Pendidikan yang rendah Fakto alam/lahan sempit Tidak dapat memanfaatkan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia setempat 7. 4.5 Peranan Pekerja Sosial dalam Pelaksanaan Program Seperti kita ketahui bahwa salah satu tujuan nasional adalah memajukan kesejahteraan umum. khususnya RTS. jika negara telah menetapkan BLT sebagai kebijakan.

ia lebih banyak memberikan saran dan dukungan informasinya dalam berbagai bidang. Broker Seorang broker berperan dalam menghubungkan individu ataupun kelompok dalam masyarakat yang membutuhkan bantuan ataupun layanan masyarakat (community service). Seorang expert harus sadar bahwa usulan dan saran yang ia berikan bukanlah mutlak atau harus mutlak 49 Universitas Sumatera Utara . Social Planner Seseorang perencanaan sosial mengumpulkan data mengenai masalah sosial yang terdapat dalam masyarakat tersebut. tetapi tidak tahu dimana dan bagaimana mendapatkan bantuan tersebut.pekerja publik di harapkan mempunyai keterampilan sebagai pembicara dan pendidik. menganalisanya dan menyajikan data alternatif tindkan yang rasional untuk menangani masalah tersebut setelah itu perencana sosial mengembangkan program.Dalam menjalankan peranan sebgai pendidik (educator). mencoba mencari alternatif sumber pendanaan. dan mengembangkan konsensus dalam kelompok yang mempunyai berbagai minat ataupun kepentingan. 3. 2. Pekerja publik harus mampu berbicara di depan publik untuk menyampaikna informasi mengenai beberapa hal tertentu sesuai bidang yang ditanganinya. Broker dapat dikatakan menjalankan peran sebagai mediator yang menghubungkan pihak yang satu (klien) dengan pihak pemilik sumber daya. 4. Expert Dalam kaitannya dengan peranan seorang community worker sebgai tenaga ahli (expert).

tidak jarang diberitakan tentang protes masyarakat yang merasa diperlakukan tidak adil atas implementasi kebijakan itu. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan jumlah masyarakat miskin.6 Kerangka Pemikiran Kenaikan harga bahan bakar minyak mengakibatkan kenaikan harga dari berbagai barang dan jasa.dijalankan masyarakat tetapi usulan dan saran tersebut lebih merupakan masukan gagasan untuk bahan pertimbangan masyarakat ataupun organisasi dalam masyarakat tersebut. yang sekaligus mengakibatkan penurunan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 5. dari yang kurang menguntungkan kurang berdaya menjadi lebih mampu dan kemudian menjadi kelompok penekan negoisasi (Suharto. Selain itu. 2004: 26).. Akibatnya terjadi penurunan daya beli masyarakat. Dalam rangka implementasi kebijakan sosial tersebut. Pemerintah telah menetapkan mekanisme pelaksanaan. 2. termasuk di dalamnya syaratsyarat bagi penerima. Aktivis Seorang aktivis adalah seorang community worker yang melakukan perubahan institusional yang lebih mendasar dan sering kali tujuannya adalah mengalihkan sumber daya ataupun kekuasaan (power) pada kelompok yangn kurang mendapatkan keuntungan (disadvantage group). 50 Universitas Sumatera Utara . Salah satu kebijakan sosial yang ditetapkan dan diberlakukan pemerintah adalah Pemberian BLT. termasuk berbagai kebutuhan pokok.. Dalam berbagai media sering diberitakan tentang polemik di antara berbagai pihak atas kebijakan Pemberian BLT.

tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sosial ekonomi dan ada pula pendapat yang sebaliknya sebaliknya.Sementara polemik atas kebijakan tersebut di antaranya berkenaan dengan efektivitas program Pemberian BLT. Selanjutnya kerangka pemikiran dalam penelitian ini disketsakan dalam bentuk bagan alir pikir berikut ini : Gambar 1 Bagan Alir Pikir 51 Universitas Sumatera Utara . dalam meningkatkan sosial ekonomi dan pemecahan masalah kemiskinan. Ada pihak yang berpendapat bahwa kebijakan Pemberian BLT.

Tidak menggunakan listrik 6. tembok tanpa plester 4. Dinding kayu. Tidak memiliki fasilitas kukus 5.Pendidikan kepala rumah tangga maksimum SD 13.Pendapatan <Rp. Luas lantai bangunan < 8 Meter/orang 2.000/bulan 12. minyak tanah 8. Memasak kayu bakar. Sumber air minum non PAM 7.600. Konsumsi daging 1 kali/minggu 9. Jenis lantai bangunan dari kayu kualitas rendah 3. arang. Beli baju baru 1 kali 1 / tahun 10.Tidak memiliki tabungan 52 Universitas Sumatera Utara .Kenaikan Harga BBM Kenaikan Harga Barang/ Jasa Daya Beli Masyarakat Turun Masyarakat Miskin Bertambah Pemberian Bantuan Langsung Tunai Check Data Lapangan 1.Makan 1-2 kali perhari 11.Tidak mampu membayar biaya berobat di Puskesmas 12.

BLT adalah program kompensasi jangka pendek yang dikeluarkan Pemerintah yang tujuann utaman yaitu untuk membantu masyarakat yang tergolong miskin. 1987 : 34). Dalam hal ini defenisi konsep bertujuan untuk merumuskan dan mendefenisikan istilah-istilah yang digunakan secara mendasar agar tercipta suatu persamaan persepsi dan menghindari salah pengertian yang dapat menghamburkan tujuan penelitian.7 Defenisi Konsep dan Defenisi Oprasional 2. Program adalah suatu cara yang dipisahkan untuk mencapai tujuan. 1987 : 46). Dengan adanya program maka segala bentuk rencana akan lebih terorganisir dan lebih mudah untuk dioprasionalkan. keadaan kelompok atau individu tertentu (Singarimbun. Penelitian ini mengkaji satu variabel.2 Defenisi Oprasional Defenisi oprasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variable (Singarimbun.2. maka disusun defenisi konsep sebagai berikut : 1. Evaluasi adalah suatu usaha untuk mengukur dan member nilai secara objektif pencapaian hasil yang direncanakan sebelumnya dimana hasil evaluasi tersebut dimaksudkan menjadi umpan balik untuk perencanaan yang dilakukan di depan.7.1 Defenisi Konsep Konsep adalah abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi sejumlah karakteristik kejadian. yaitu pelaksanaan program BLT. 2. 3. Dalam hal ini maka harus ditentukan terlebih dahulu variabel penelitian.8. karena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak dalam negeri. 2. Untuk lebih memudahkan penulis 53 Universitas Sumatera Utara .

4. 5. 2. 500. meliputi : 1. maka yang menjadi indikator sosial ekonomi dalam penelitian ini adalah : 1. meliputi : 54 Universitas Sumatera Utara . 7. Pendidikan kepala rumah tangga maksimum SD n. Pemahaman RTS tentang program BLT 2. Pencairan dana. maka penulis melakukan penjabaran atau perincian lebih lanjut tentang pelaksanaan program BLT sesuai dengan Buku Pedoman Pelaksanaan Program BLT.3. 11. 10. arang. Tidak memiliki tabungan atau barang yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp.000/bulan m. bamboo. tembok tanpa plester Tidak memiliki fasilitas kakus sendiri Tidak menggunakan listrik sebagai sumber penerangan Sumber air minum non PAM Memasak dengan menggunakan kayu bakar.600.. Penerapan syarat menjadi RTS atau penerima BLT. kayu kualitas rendah Dinding kayu. minyak tanah Konsumsi daging maksimum 1 kali perminggu Beli baju baru maksimum 1 kali 1 pertahun Makan 1-2 kali perhari Tidak mampu membayar biaya berobat di Puskesmas/klinik Pendapatan < Rp. 8. Luas lantai bangunan < 8 Meter/orang Jenis lantai bangunan dari tanah. 9.melakukan penelitian tentang variabel penelitian. dengan ukuran : a. 6. 12. b. yaitu: rinci. 3.000. Sosialisasi program BLT. Pelaksanaan peran pemerintah kelurahan/kecamatan sebagai sumber pertama program BLT.

Jumlah dana yang diterima utuh 55 Universitas Sumatera Utara . Ketepatan waktu b.a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful