PENERAPAN STRATEGI TEAM TEACHING DALAM

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS VIII B
PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTS AL- MA’ARIF 01
SINGOSARI



SKRIPSI



Oleh
Yusnia Sasmita
06130059









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK
IBRAHIM MALANG
2010

PENERAPAN STRATEGI TEAM TEACHING DALAM
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS VIII B
PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTS AL- MA’ARIF 01
SINGOSARI

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik
Ibrahim (UINMMI) Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna
Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan (S.Pd)


Oleh
Yusnia Sasmita
06130059










PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK
IBRAHIM MALANG
2010

PENERAPAN STRATEGI TEAM TEACHING DALAM
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS VIII B
PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTS AL- MA’ARIF 01
SINGOSARI

SKRIPSI
Oleh

Yusnia Sasmita
06130059


Disetujui Oleh,

Dosen Pembimbing



Ni’matuz Zuhroh M.Si
197301212 200604 2 001

Disahkan Pada Tanggal, 19 Juli 2010


Mengetahui,

Ketua Jurusan IPS





Drs. Moh. Yunus, Msi.
NIP.19690324 199603 1 002






HALAMAN PENGESAHAN
PENERAPAN STRATEGI TEAM TEACHING DALAM
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DIKELAS
VIII B PADA MATA PELAJARAN IPS TERAPADU DI MTs
AL- MA’ARIF 01 SINGOSARI-MALANG

SKRIPSI
Dipersembahkan dan disusun oleh:
Yusnia Sasmita (06130059)
Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 28 Juli 2010.
Dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh
Gelar Strata Satu (S-1) Sarjana Pendidikan (S. Pd)
Pada tanggal: 28 Juli 2010
Panitia Ujian Tanda Tangan
Ketua Sidang
Drs. H. Hadi Masruri, Lc, M.Ag
NIP. 19670816 2003121002


: _____________
Sekretaris Sidang
Ni’matuz Zuhroh M.Si
197301212 200604 2 001


: _____________
Pembimbing
Ni’matuz Zuhroh M.Si
197301212 200604 2 001


: _____________
Penguji Utama
Dr. H. Asmaun Sahlan, M,Ag
NIP. 195211101983031004


: _____________

Mengesahkan,
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang




Dr. H. M. Zainuddin, MA
NIP. 19620507 199503 1 001
Motto Motto Motto Motto
Π ΠΠ Π ¦ ¦¦ ¦ β ββ βθ θθ θ 9 99 9θ θθ θ ) )) ) ƒ ƒƒ ƒ    > >> > Υ ΥΥ Υ × ×× ×Š ŠŠ Š Η ΗΗ Η - -- - ¸ ¸¸ ¸ . .. . . .. .Ζ ΖΖ Ζ• •• •Β ΒΒ Β ∩ ∩∩ ∩⊆ ⊆⊆ ⊆⊆ ⊆⊆ ⊆∪ ∪∪ ∪
. Atau Apakah mereka mengatakan: "Kami adalah satu golongan yang . Atau Apakah mereka mengatakan: "Kami adalah satu golongan yang . Atau Apakah mereka mengatakan: "Kami adalah satu golongan yang . Atau Apakah mereka mengatakan: "Kami adalah satu golongan yang
bersatu yang pasti menang." bersatu yang pasti menang." bersatu yang pasti menang." bersatu yang pasti menang."

(QS Al Qomar 44) (QS Al Qomar 44) (QS Al Qomar 44) (QS Al Qomar 44)


























PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN

Rasa puja dan puji sy Rasa puja dan puji sy Rasa puja dan puji sy Rasa puja dan puji syukur ku panjatkan kepada ukur ku panjatkan kepada ukur ku panjatkan kepada ukur ku panjatkan kepada- -- -Mu ya Allah,,,atas segala Mu ya Allah,,,atas segala Mu ya Allah,,,atas segala Mu ya Allah,,,atas segala
rahmat dan keni’matan di dunia yang engkau berikan padaku,,,,serta atas karunia dan rahmat dan keni’matan di dunia yang engkau berikan padaku,,,,serta atas karunia dan rahmat dan keni’matan di dunia yang engkau berikan padaku,,,,serta atas karunia dan rahmat dan keni’matan di dunia yang engkau berikan padaku,,,,serta atas karunia dan
petunjuk petunjuk petunjuk petunjuk- -- -Mu yang engkau beri disegala kesempatan hidup. Kupersembahkan karya Mu yang engkau beri disegala kesempatan hidup. Kupersembahkan karya Mu yang engkau beri disegala kesempatan hidup. Kupersembahkan karya Mu yang engkau beri disegala kesempatan hidup. Kupersembahkan karya
kecil ini sebagai rasa terima kasihku kepad kecil ini sebagai rasa terima kasihku kepad kecil ini sebagai rasa terima kasihku kepad kecil ini sebagai rasa terima kasihku kepada: a: a: a:
Ayahanda dan Ibundaku tercinta,,, Ayahanda dan Ibundaku tercinta,,, Ayahanda dan Ibundaku tercinta,,, Ayahanda dan Ibundaku tercinta,,,
Ketulusanmu dan keikhlasanmu selama ini merawatku, memberikan aku kasih sayang Ketulusanmu dan keikhlasanmu selama ini merawatku, memberikan aku kasih sayang Ketulusanmu dan keikhlasanmu selama ini merawatku, memberikan aku kasih sayang Ketulusanmu dan keikhlasanmu selama ini merawatku, memberikan aku kasih sayang
yang tak seorangpun bisa menggantikannya. Do’a yang engkau panjatkan untuk selalu yang tak seorangpun bisa menggantikannya. Do’a yang engkau panjatkan untuk selalu yang tak seorangpun bisa menggantikannya. Do’a yang engkau panjatkan untuk selalu yang tak seorangpun bisa menggantikannya. Do’a yang engkau panjatkan untuk selalu
membaluriku, pengorbanan dan perjuanganmu untuk masa depan membaluriku, pengorbanan dan perjuanganmu untuk masa depan membaluriku, pengorbanan dan perjuanganmu untuk masa depan membaluriku, pengorbanan dan perjuanganmu untuk masa depanku,,, ku,,, ku,,, ku,,,
Pahlawanku,,,Guru Pahlawanku,,,Guru Pahlawanku,,,Guru Pahlawanku,,,Guru- -- -guru dan Dosen guru dan Dosen guru dan Dosen guru dan Dosen- -- -dosenku,,,di mana tempatku menimba dosenku,,,di mana tempatku menimba dosenku,,,di mana tempatku menimba dosenku,,,di mana tempatku menimba
ilmu dan engkaulah yang t’lah mengukir jiwaku dengan ilmu ilmu dan engkaulah yang t’lah mengukir jiwaku dengan ilmu ilmu dan engkaulah yang t’lah mengukir jiwaku dengan ilmu ilmu dan engkaulah yang t’lah mengukir jiwaku dengan ilmu
Adikku tersayang,,, Adikku tersayang,,, Adikku tersayang,,, Adikku tersayang,,,
Adikku Lely Nova Pratiwi, Aji Ahmad Syaifullah, serta keluarga besarku yang Adikku Lely Nova Pratiwi, Aji Ahmad Syaifullah, serta keluarga besarku yang Adikku Lely Nova Pratiwi, Aji Ahmad Syaifullah, serta keluarga besarku yang Adikku Lely Nova Pratiwi, Aji Ahmad Syaifullah, serta keluarga besarku yang
selalu memberi semangat yang selalu memberi semangat yang selalu memberi semangat yang selalu memberi semangat yang amat berarti hingga aku lulus Perguruan Tinggi Negeri amat berarti hingga aku lulus Perguruan Tinggi Negeri amat berarti hingga aku lulus Perguruan Tinggi Negeri amat berarti hingga aku lulus Perguruan Tinggi Negeri
Spesial something Muhammad Fariz Ibnu Hata,,, terima kasih atas segala Spesial something Muhammad Fariz Ibnu Hata,,, terima kasih atas segala Spesial something Muhammad Fariz Ibnu Hata,,, terima kasih atas segala Spesial something Muhammad Fariz Ibnu Hata,,, terima kasih atas segala
nasehat, motivasi, dan kesabarannya dalam mendukung penyelesaian karyaku ini. nasehat, motivasi, dan kesabarannya dalam mendukung penyelesaian karyaku ini. nasehat, motivasi, dan kesabarannya dalam mendukung penyelesaian karyaku ini. nasehat, motivasi, dan kesabarannya dalam mendukung penyelesaian karyaku ini.
Denganmu hidupku terisi berbagai macam makna kehidup Denganmu hidupku terisi berbagai macam makna kehidup Denganmu hidupku terisi berbagai macam makna kehidup Denganmu hidupku terisi berbagai macam makna kehidupan,,, an,,, an,,, an,,,
Dulur Dulur Dulur Dulur- -- -dulurku di UKM teater komedi kontemporer (TK2), bagong, mas dulurku di UKM teater komedi kontemporer (TK2), bagong, mas dulurku di UKM teater komedi kontemporer (TK2), bagong, mas dulurku di UKM teater komedi kontemporer (TK2), bagong, mas
tile, mas boncu, dan dulur tile, mas boncu, dan dulur tile, mas boncu, dan dulur tile, mas boncu, dan dulur- -- -dulur yang lainnya matursuwun atas segala bantuannya,,, dulur yang lainnya matursuwun atas segala bantuannya,,, dulur yang lainnya matursuwun atas segala bantuannya,,, dulur yang lainnya matursuwun atas segala bantuannya,,,
Thank’s for all my friends,,, sahabat Thank’s for all my friends,,, sahabat Thank’s for all my friends,,, sahabat Thank’s for all my friends,,, sahabat- -- -sahabatku angkatan 2006 khususnya mbak sahabatku angkatan 2006 khususnya mbak sahabatku angkatan 2006 khususnya mbak sahabatku angkatan 2006 khususnya mbak
galuh”,,, galuh”,,, galuh”,,, galuh”,,,- -- - Semua bentuk Semua bentuk Semua bentuk Semua bentuk masukan, nasehat, saran serta motivasi akan selalu ku ingat masukan, nasehat, saran serta motivasi akan selalu ku ingat masukan, nasehat, saran serta motivasi akan selalu ku ingat masukan, nasehat, saran serta motivasi akan selalu ku ingat
dan tak lupa aku ucapkan thank you very much,,,semoga ALLAH SWT membalas dan tak lupa aku ucapkan thank you very much,,,semoga ALLAH SWT membalas dan tak lupa aku ucapkan thank you very much,,,semoga ALLAH SWT membalas dan tak lupa aku ucapkan thank you very much,,,semoga ALLAH SWT membalas
kebaikan kalian, Amiin,,, kebaikan kalian, Amiin,,, kebaikan kalian, Amiin,,, kebaikan kalian, Amiin,,,































Ni’matuz Zuhroh, M.Si
Dosen Fakultas Tarbiyah
Universitas Islam Negeri Malana Malik Ibrahim Malang

NOTA DINAS PEMBIMBING


Hal : Skripsi Yusnia Sasmita Malang, 22 Juli 2010
Lamp : 4 (Empat) Eksemplar


Kepada Yth.
Dekan Fakultas tarbiyah UIN MMI Malang
di
Malang



Assalamu’alaikum Wr. Wb
Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa
maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi tersebut dibawah ini:
Nama : Yusnia Sasmita
NIM : 06130059
Jurusan : Ilmu Pengetahuan Sosial
Judul Skripsi : Penerapan Strategi Team Teaching Dalam
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII B
Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di MTs Al-
Ma’arif 01 Singosari Malang

maka selaku Pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak
diajukan untuk diujikan.
Demikian, mohon dimaklumi adanya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb



Pembimbing,




Ni’matuz Zuhroh, M.Si
19731212 200604 2 001


SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan, bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya
yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan
tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau pendapat
yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis
diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.


Malang, 18 Juli 2010



Yusnia Sasmita
NIM: 06130059



















KATA PENGANTAR

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji syukur penulis panjatkan
kepada Allah SWT., yang telah memberikan rahmat, nikmat, taufik serta
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, yang
merupakan salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
pada Fakultas Tarbiyah Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas
Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kehadirat
junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW. beserta keluarga, para
sahabatnya, dan seluruh pengikutnya.
Bukanlah suatu hal yang mudah bagi penulis untuk menyelesaikan
skripsi ini, karena terbatasnya pengetahuan dan sedikitnya ilmu yang
dimiliki penulis. Akan tetapi berkat rahmat Allah SWT dan dukungan
serta bantuan dari berbagai pihak, maka skripsi ini dapat diselesaikan.
Oleh karena itu penulis dengan tulus menyampaikan rasa terimakasih
kepada:
1. Ayahanda Yunus Afriyanto dan Ibunda Tamami, dengan segenap kasih
sayangnya telah merawat dan membesarkan serta membimbingku sampai

saat ini dan selalu membaluri doa untukku, serta tak henti-hentinya
memberikan dukungan berupa moril, materiil maupun spirituilnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Semoga
ALLAH SWT selalu melindungi beliau, dan membalas segala
pengorbanan yang telah diberikan.
2. Prof. DR. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor Universitas Islam Negeri
(UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
3. Dr. M. Zainuddin, MA selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam
Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
4. Drs. Muh. Yunus, M.Si. selaku Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
5. Ni’matuz Zuhroh, M.Si. selaku dosen pembimbing, terima kasih atas
segala nasehat, petunjuk serta kesabaran selama membimbing penulis,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
6. Segenap Bapak dan Ibu Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana
Malik Ibrahim Malang, khususnya Bapak dan Ibu Dosen Fakultas
Tarbiyah, jurusan pendidikan ilmu pengetahuan sosial, atas segala
bimbingan dan bantuan.
7. Bapak Drs. H Imam Syafii, MA.P selaku Kepala Sekolah MTs Al-maarif
01 singosari, yang telah memberikan izin kepada penulis untuk
mengadakan penelitian.
8. Drs. Hasbullah Huda. S.Pd selaku guru IPS. Terima kasih atas waktu dan
kesediaan serta informasi yang telah diberikan kepada penulis.
9. Bapak, Ibu Guru dan Staf Karyawan MTs Al-maarif 01 singosari yang
telah membantu kelancaran pelaksanaan penelitian.
10. Teman-temanku tiyang PIPS mulai aku masuk kuliah hingga aku lulus
perguruan tinggi dan semua pihak yang telah membantu dan turut serta
penulis dalam menyelesaikan skripsi.
Semoga amal kebaikan mereka dapat diterima serta mendapat
balasan dari Allah SWT. Semoga dicatat sebagai amal yang shaleh dan
bermanfaat, Amin. Besar harapan penulis, semoga skripsi ini bermanfaat
bagi masyarakat pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.
Walaupun dalam penulisan skripsi ini penulis mencurahkan segala
kemampuan, namun penulis mengakui masih banyak kekurangan dan jauh
dari kesempurnaan. Dengan rendah hati penulis mohon bimbingan untuk
kemajuan di masa mendatang. Akhirnya hanya kepada Allah SWT.,
penulis senantiasa memohon maghfiroh dan ridho ALLAH SWT atas
penyusunan dan penulisan skripsi ini, semoga skripsi ini dapat bermanfaat,
Amin Ya Robbal Alamin.
Malang, 18 mei
2010

Penulis










DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 :Persamaan dan Perbedaan Penelitian ini Dengan Penelitian
Terdahulu………………………………………………10
Table 4.1 :Skor penilaian prestasi belajar pada pos test pada siklus
satu……………………………………………………….61
Tabel 4.2 : skor penilaian diskusi dan presentasi siswa pada siklus
satu……………………………………………………….63
Table 4.3 : Skor Penilaian Prestasi Belajar Pada Post Test Siklus
Dua……………………………………………………70
Tabel 4.4 :Skor Penilaian Presentasi Siswa Pada Siklus Dua……...71

































DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Instrumen Penelitian
Lampiran 2 : Perangkat Pembelajaran Guru IPS
Lampiran 3 : Foto Dukumentasi Penelitian
Lampiran 4 : Bukti Konsultasi
Lampiran 5 : Surat Izin Penelitian
Lampiran 6 : Surat Keterangan Penelitian
Lampiran 7 : Daftar Riwayat Hidup
































DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGAJUAN
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR ............................................................................ I
DAFTAR ISI .................................................................................... ...IV
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................... VI
DAFTAR TABEL..............................................................................VII
ABSTRAK ........................................................................................ VIII

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... I
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 6
D. Manfaat Penelitian ...................................................................... 6
E. Sistematika Pembahasan ............................................................. 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA ............................................................... 8
Kajian Penelitian Terdahulu ............................................................ 8
Kajian Teoritis ............................................................................... 10
A. pengertian Team Teaching ........................................ 10
B. Tahapan Pembelajaran Team teaching ...................... 12
C. Kelebihan Dan Kekurangan Team Teaching ............. 15
D. Manfaat Team Teaching ............................................ 18
E. Pengertian Prestasi Belajar.........................................19
F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar Siswa....21
G. Pengertian IPS Terpadu…………………………,….27



BAB III METODE PENELITIAN .................................................... 30
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian .......................................... 30
B. Kehadiran Peneliti ................................................................ 31
C. Lokasi Penelitian .................................................................. 32
D. Sumber Data ......................................................................... 32
E. Prosedur Pengumpulan Data ............................................... 34
F. Teknik Analisis Data ............................................................ 36
G. Pengecekan keabsahan Data ................................................ 36
H. Tahap-Tahap Penelitian ....................................................... 38

BAB IV HASIL PENELITIAN ......................................................... 42
A. ................................................................................... Sejara
h Berdirinya MTs Al-Ma’arif 01 Singosari
Malang ......................................................................... 42
B. Visi dan Misi MTs Al-Ma’arif 01 Singosari.................44
C. Paparan Data Sebelum Tindakan ……………………...45
D. Paparan Data Setelah Tindakan………………………..46

BAB V PEMBAHASAN ..................................................................... 68
A. Proses Perencanaan Pada Siklus Satu Dan Dua ................... 69
B. Proses Pelaksanaan Pada Siklus Satu Dan Dua ................... 69
C. Proses Peneliaian Pada Siklus Satu Dan
Dua……………………………………………………………70

BAB VI PENUTUP ............................................................................. 72
Kesimpulan ..................................................................................... 72
Saran ............................................................................................... 73
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN - LAMPIRAN

ABSTRAK
Sasmita, Yusnia.2010 Penerapan Straregi Team Teaching Dalam Meningkatkan
Prestasi Belajar Siswa Di Kelas VIII B Pada Mata
Pelajaran Ips Terpadu Di Mts Al- Ma’arif 01 Singosari
. Skripsi, Jurusan Pendidikan IPS (Pendidikan ekonomi),
Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dosen Pembimbing : Ni’matuz Zuhroh, M.Si

Kata Kunci : Penerapan Team Teaching, Prestasi Belajar IPS
TERPADU

Pendidikan adalah suatu proses pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh
manusia. Melalui pendidikan manusia dapat belajar menghadapi problematika
yang ada di alam semesta demi mempertahankan kehidupannya. Kebutuhan
manusia akan pendidikan merupakan suatu yang sangat mutlak dalam hidup ini,
dan manusia tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pendidikan. Pendidikan secara
alami merupakan kebutuhan hidup manusia, upaya melestarikan kehidupan
manusia dan telah berlangsung sepanjang peradaban manusia itu ada.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek di
dalam pembangunan pendidikan Indonesia dewasa ini. Salah satu pemecahan
masalah guna peningkatan kualitas pendidikan adalah melalui penelitian
pendidikan. Sayangnya sampai saat ini hasil temuan penelitian jarang dapat
dimanfaatkan oleh guru. Tidak termanfaatkannya temuan penelitian tersebut dapat
disebabkan oleh temuan tersebut kurang praktis dan guru sendiri kurang mampu
mengoperasionalkan serta mewujudkannya. 0leh karena itu guru harus senantiasa
belajar dan teliti dalam menghadapi persoalan yang ada. Guru dituntut untuk
senantiasa meneliti persoalan yang dialami oleh peserta didiknya. Dalam hal ini
salah satunya melalui penelitian tindakan kelas. Pemanfaatan hasil penelitian
untuk perbaikan kualitas pendidikan praktis dilakukan dengan pendekatan ”.
Penerapan Strategi Team Teaching Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Di Kelas VIII B Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di Mts Al- Ma’arif 01
Singosari Malang

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan PTK dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun
untuk menganalisis data digunakan metode deskriptif kualitatif, yakni uraiannya
didasarkan pada gejala-gejala yang tampak.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa Penerapan
Strategi Team Teaching Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di Kelas
VIII B Pada Mata Pelajaran Ips Terpadu Di Mts Al- Ma’arif 01 Singosari sudah
berjalan baik, meskipun masih ada kekurangan-kekurangan. Hal ini dapat dilihat
dari berbagai macam strategi pembelajaran yang digunakan oleh peneliti
berdasarkan materi yang akan disampaikan, sehingga mempermudah proses
belajar mengajar di kelas. Adapun hasil yang dapat dicapai dalam penelitian ini
(1) pertemuan pertama peneliti melakukan tanya jawab untuk mengetahui tingkat
pemehaman siswa, (2) peneliti mengadakan pre test untuk mengetahui
kemampuan siswa pada pemahaman materi, (3) pertemuan kedua siswa masih
belum terbiasa pada model pembelajaran berkelompok dan disertai dengan
presentasi (4) pemberian tugas oleh kedua peneliti tentang model pembelajaran
dengan berkelompok benar-benar memanfaatkan waktu siswa dengan baik, (5)
pembelajaran dengan dua orang guru ternyata dapat memberikan pengetahuan
yang bervariasi baik terhadap guru maupun siswa, (6) mempresentasikan hasil
diskusi dapat melatih keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat di depan
banyak orang, (7) penerapan strategi team teaching dengan model belajar
kelompok, diskusi, dan presentasi terbukti dapat meningkatkan keaktifan,
kreativatas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu. Pada
pertemua ketiga pelaksanaan tindakan yang menunjukkan bahwa (1) siswa sudah
mulai terlahat terbiasa dalam model belajar kelompok, diskusi, dan presentasi
dengan strategi team teaching, (2) siswa dapat mengerjakan soai post test tanpa
mendapat kesulitan, (3) penerapan model belajar kelompok, diskusi, dan
presentasi dengan strategi team teaching terbukti dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa.

Dengan adanya strategi pembelajaran yang bervariasi yang dilakukan oleh
peneliti, maka proses belajar mengajar akan kondusif dan siswa akan lebih
mempunyai gairah untuk aktif belajar IPS Terpadu. Peran, tugas dan tanggung
jawab yang dilakukan oleh peneliti sebagai sebuah penelitian sudah terlaksana
dengan baik.





















BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Belajar merupakan suatu proses mengembangkan daya pikir, dan
merupakan suatu informasi bagi siswa. Prosesnya melalui persepsi,
penyimpanan informasi, dan pemanfaatan kembali informasi tersebut untuk
memecahkan masalah yang dihadapi. Belajar merupakan kegiatan aktif siswa
dalam membangun makna atau pemahaman. Dengan demikian guru, perlu
memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam
membangun gagasan. Selain itu seorang guru bertanggung jawab pula untuk
‘menciptakan’ situasi yang mendorong motivasi, dan tanggung jawab siswa
untuk belajar sepanjang hayat. Berdasarkan uraian di atas jelas terlihat bahwa
siswa merupakan ‘aktor utama’ dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain
pemahaman konsep siswa terhadap mata pelajaran tergantung sepenuhnya
pada diri siswa, mereka harus dapat memanfaatkan situasi yang diciptakan
guru yang berperan sebagai fasilitator. Guru sebagai fasilitator mutlak harus
menguasai metode/teknik pembelajaran yang efektif, efisien dan tepat
sasaran. Penentuan metode/teknik mengajar yang akan digunakan harus
senantiasa diawali dari situasi real (nyata) di dalam kelas. Bila situasi dan
suasana di dalam kelas berubah maka metode/tekhnik mengajar pun juga
harus berubah. Karena itulah seorang guru sebagai ”pengendali” kegiatan
belajar mengajar di dalam kelas harus menguasai dan tahu kelebihan dan
kekurangan beberapa macam metode pengajaran dengan baik, sehingga guru
1

mampu memilih dan menerapkan metode pengajaran yang dinilai paling
efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. Perubahan situasi dan tujuan pembelajaran di dalam kelas
memerlukan kepekaan guru, artinya seorang guru harus mampu mendiagnosis
masalah yang muncul dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Selain itu
guru juga dituntut mampu menganalisis dan mendeskripsikan penyebab dari
masalah tersebut serta mampu memilih metode yang paling tepat untuk
digunakan memecahkan masalah tersebut.
1

Pendidikan harus diarahkan untuk pengembangan kualitas SDM yang
meliputi segala aspek perkembangan manusia. Salah satu upaya yang telah
dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional adalah pengembangan
sekolah-sekolah unggulan yang dalam perspektif global akan
menyumbangkan nilai strategis. Sejalan dengan perkembangan teknologi,
komunikasi dan informasi. Seorang guru yang profesional (al-mu'alim al-
mihni) sangat mengenal "latar belakang" siswa serta keharusan menerapkan
dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang
disesuaikan dengan topik yang akan diajarkan dan ditambah dengan bahan
tambahan yang terkini. Perubahan dan pengetahuan baru (yang berkembang)
harus disiapkan ke dalam pengetahuan yang telah diprogramkan. Para guru
adalah manager di pusat-pusat pembelajaran dan siswa adalah klien.2

1
Eni titikusuma, Penelitian Tindakan Kelas (http:www.yahoo.com,di akses 6 april 2010)


2
Ahmadi dan sudrajat,Kurikulum Dan Pembelajaran Team Teaching (http:www.yahoo.com,di
akses 3 januari 2010)
Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam
menciptakan sekolah berbasis pengetahuan yaitu pemahaman tentang
pembelajaran, kurikulum dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar.
Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervise
manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi
akademik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetesi guru,
terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran.
Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka
guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih strategi pembelajaran yang
tepat,sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana
senang serta efektif. Oleh karna itu dengan melihat realitas di atas maka
peneliti mengambil judul penelitian PENERAPAN STRATEGI TEAM
TEACHING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
KELAS VIII B PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTs Al
MAARIF 01 SINGOSARI MALANG
Prinsip Team Teaching adalah, ketika kegiatan belajar-mengajar
berlangsung di sebuah kelas, di situ ada lebih dari satu guru. Sebenarnya ada
beberapa model team teaching, dan kemungkinan lebih dari satu model dapat
di lakukan dalam satu jam pelajaran.
Strategi yang baik adalah bila dapat melahirkan metode yang baik
pula, sebab metode adalah merupakan suatu cara pelaksanaan strategi.
Dengan demikian strategi pendidikan Islam adalah seperti yang ditunjukkan
Allah dalam firman-Nya, antara lain:
×.¯.¦´ρ !ϑ‹· š9.¦´ ´<¦ ´‘¦$!¦ ο,>ψ¦ Ÿω´ρ š[Ψ. 7.Š.Ρ š∅Β
!´‹Ρ‘‰9¦ .>¦´ρ !ϑŸ2 ´ .>¦ ´<¦ š‹9| Ÿω´ρ ׯ.. Š!.±9¦ ’· ¯‘{¦
β| ´<¦ Ÿω ´.>† ‰.±ϑ9¦ ∩∠∠∪
Artinya: ”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan
bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah
(kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik,
kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka)
bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berbuat kerusakan (Al-Qashas: 77).
3

Team teaching adalah sebuah metode dimana dua orang guru
mengajar dalam satu kelas dan mereka berbagi tanggung jawab yang sama
dalam mengajar pada siswa-siwanya dan secara aktif terlibat dalam proses
pembelajaran selama jam pelajaran berlangsung. Misalnya, salah satu guru
melaksanakan pembelajaran, sedangkan guru yang satunya lagi menulis atau
membuat catatan di papan tulis. Model-model yang lebih menantang dan
signifikan dapat meningkatkan mutu pendidikan, antara lain: (1) “Supported
Instruction” adalah sebuah bentuk team teaching dimana salah seorang guru
menyampaikan materi ajar dan satu guru lainnya melakukan kegiatan tindak
lanjut dari materi yang telah disampaikan rekan satu timnya tadi, (2)
“Parallel Instruction” adalah sebuah bentuk team teaching yang
pelaksanaannya siswa dibagi menjadi dua kelompok dan masing-masing guru
dalam kelas tersebut bertanggungjawab untuk mengajar masing-masing
kelompok, (3) “Differencaiated Split Class” adalah team teaching yang
pelaksanaannya dengan cara membagi siswa ke dalam dua kelompok

3
Alqur’an dan Terjemahnya, (Jakarta: PT Intermasa, 1974), hlm. 623.
berdasarkan tingkat ketercapaiannya. Salah satu guru melakukan pengajaran
remedial kepada siswa yang tingkat pencapaian kompetensinya kurang / tidak
mencapai KKM (ketuntasan kriteria minimal) sedang guru yang lain
melakukan pengayaan kapada mereka yang telah mencapai dan/atau yang
telah melampaui tingkat ketercapaian kompetensinya (mencapai atau
melebihi KKM), (4) “Monitoring Teacher” adalah model lain dari team
teaching. Model ini dilaksanakan dengan cara salah satu guru dipastikan
melakukan peran sebagai pengajar yang memberikan pembelajaran di kelas,
sedangkan yang lainnya berkeliling kelas memonitor perilaku dan kemajuan
siswa.
4


B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana penerapan srategi team teaching dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa kelas VIII B di MTs Al-Maarif 01 Singosari?

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui penerapan strategi team teaching dalam meningkatkan
prestasi belajar siswa VIII B di MTs Al-Maarif 01 Singosari

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dan dapat memberikan
sumbangan ke berbagai pihak, antara lain:

4
Ibid..
1. Bagi guru
Diharapkan hasil penelitian ini bisa memberikan tambahan wawasan,
serta profesionalisme guru IPS di tengah-tengah masyarakat modern.
2. Bagi peneliti
Dalam penelitian ini sangat penting bagi peneliti guna meningkatkan
wawasan, sebagai pedoman bagi peneliti, sebagai calon sarjana yang
professional.
3. Bagi siswa
1. Dapat meningkatkan makna bekerjasama
2. Dapat meningkatkan makna pembelajaran bagi siswa.

E. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Pada sistematikaa pembahasan ini, peruntutannya adalah sebagai
berikut:
BAB I PENDAHULUAN, yang meliputi latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian da
BAB II KAJIAN PUSTAKA, pada bab ini memaparkan tentang penelitian n
sistematika pembahasan. terdahulu dan kajian teoritis.
BAB III METODE PENELITIAN, pada bab ini merupakan pendekatan dan
jenis penelitian kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur
pengumpulan data, dan teknik analisis data.
BAB IV, pada bab ini merupakan hasil panelitian
BAB V, pada bab ini terdapat pembahasan
BAB VI, pada bab ini terdapat hasil kesimpulan, kritik dan saran pada metode
penelitian yang dilakukan oleh peneliti















BAB II
KAJIAN PUSTAKA
I. Penelitian Terdahulu
Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu
pendidikan Universitas Bengkulu pada siswa kelas XI IPA II SMAN 4
bengkulu dengan menerapkan model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment
Interaction) dengan pengajaran Team Teaching dan terdiri dari tiga orang
pengajar. Tujuan penelitian ini adalah 1) meningkatkan hasil belajar kimia
dengan menerapkan model pembelajaran ATI dengan pengajaran team
teaching, 2) meningkatkan keaktifan siswa dengan menerapkan model
pembelajaran ATI dengan pengajaran team teaching. Dalam penelitian ini,
peneliti melakukan tiga siklus. Dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap,
yaitu, 1) perencanaan, 2) pelaksaan, 3) observasi, 4) refleksi. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan tes dan lembar observasi. Dimana dari
analisis data hasil belajar untuk siswa berkemampuan tinggi untuk ketuntasan
hasil belajar pada siklus satu sebesar 73,33%, dua sebesar 76,92%, dan siklus
tiga sebesar 86,61%. Keaktifan siswa pada siklus satu sebesar 13 memenuhi
kriteria cukup, siklus dua sebesar 16 memenuhi (kriteria baik), dan siklus tiga
17,5 memenuhi (kriteria baik). Untuk siswa berkemampuan sedang
ketuntasan belajar pada siklus satu sebesar 84,61%, siklus dua sebesar
86,66%, siklus tiga sebesar 92,30%.keaktifan siswa pada siklus satu sebesar
17 (kriteria cukup), siklus dua sebesar 22 (kriteria baik), siklus tiga sebesar 23
(kriteria baik). Untuk siswa berkemampuan rendah ketuntasan belajar pada
siklus satu sebesar 75,61%, siklus dua sebesar 85,36%, dan siklus ke tiga
sebesar 87,80%. Keaktifan siswa pada siklus satu sebesar 27,5 (kriteria baik),
siklus dua sebesar 31 (kriteria baik), dan siklus tiga sebesar (kriteria baik).
Berdasarkan analisis deskripsi tersebut dapat dikatakan bahwa model
pembelajaran Aptitude Treatment Interaction dengan pengajaran team
teaching efektif diterapkan dalam proses pembelajaran.
5

Tabel 2.1 perbandingan penelitian terdahulu dengan penelitian yang
dilakukan
no peneliti judul penelitian Hasil penelitian Persaman perbedaan
1 Amrus
Dian
dkk
Model
Pembelajaran
ATI (Aptitude
Treatment
Interaction)
Dengan
Penerapan model
pembelajaran
ATI (Aptitude
Treatment
Interaction)
dengan
Strategi
pembelajaran
team
teaching
Pencapaian
peneliti untuk
meningkatkan
prestasi siswa
Sedangkan pada
penelitian

5
Amrus Dian, dkk. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswakelas XI IPA II SMA
Negeri 4 Bengkulu Melalui Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction Dengan
Pengajaran Team Teaching. (http:www.yahoo.com, diakses 11 juli 2010)
Pengajaran Team
Teaching Pada
Siswa Kelas XI
IPA II SMAN 4
Bengkulu
pengajaran Team
Teaching
meningkatkan
hasil belajar dan
meningkatkan
keaktifan siswa
Pada Peneliti ini
pencapaiannya
tingkat prestasi
pada balajar
siswa dengan
strategi team
teaching
sebelumnya
meningkatkan
hasil belajar
meningkatkan
keaktifan siswa

Dengan adanya penelitian tersebut peneliti dapat mengetahui tentang
pembelajaran pada strategi team teaching dapat meningkatkan berbagai aspek
dalam pembelajaran. Hasil penelitian dari Amrus Dian dkk (Model
Pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Dan Meningkatkan Keaktifan Siswa Dengan Pengajaran Team
Teaching Pada Siswa Kelas XI IPA II SMAN 4 Bengkulu) dengan adanya
Model Pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) dengan
pengajaran Team Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan
keaktifan siswa.terdapat perbedaan dalam subyek penelitian peneliti yang
melakukan penelitian di MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang. Hasil pada
penelitian ini maka dapat diketahui bahwa penelitian tentang strategi Team
Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan kemampuan lain yang
diterapkan dalam model belajar oleh penelit dalam kerjasama kelompok,
kecakapan dalam presentasi.
II. Kajian Teoritis
A. Pengertian Team Teaching
Team Teaching adalah strategi pembelajaran yang kegiatan proses
pembelajarannya dilakukan oleh lebih dari satu orang guru dengan
pembagian peran dan tanggung jawabnya masing-masing yang dilakukan
dalam satu kelas dalam satu materi dan waktu yang bersamaan.Rumus : Satu
rombongan siswa, satu kelas bisa 20-50 siswa, dengan dua orang guru
(pemateri dan pendamping). Tugas keduanya membuat Rancangan
Perencanaan Pembelajaran (RPP), melaksanakan bersama RPP di kelas, dan
melakukan evaluasi. Keuntungan dari team teaching adalah dapat
menyeratakan kemampuan siswa dalam menyerap materi, menjadikan siswa
dan guru sebagai mitra, mudah dalam memonitoring kemampuan siswa dan
pengondisian siswa.Selain itu, penggunaan waktu dan ruang belajar yang
maksimal. Yang biasanya dipakai 4-8 jam pelajaran dalam dua kelas, bisa
dilakukan dua jam dalam satu kelas, bisa menekan biaya sekolah, yang
biasanya membayar dua guru dalam 4-8 jam pelajaran, sekolah hanya bayar
dua guru dalam dua jam pelajaran, serta lebih mudah dalam melakukan
evaluasi, baik evaluasi siswa maupun antarguru dalam team teaching. Strategi
ini walau tidah mudah, tetapi mampu menghasilkan out put siswa yang
signifikan, dan bisa dijadikan alternatif dalam meningkatkan kemampuan
siswa bagi sekolah yang masih mempunyai banyak kekurangan, baik
kekurangan sarana maupun finansial
6

Penyajian secara team teaching ini dilaksanakan dengan tujuan untuk
membantu siswa agar lebih lancar terjadinya interaksi mengajar belajar secara

6
Martiningsih. (2007). Team Teaching. (http://martiningsih.blogspot.com).(Diakses 4 februari
2010).
kuantitatif maupun kualitatif, juga meringankan guru sehingga bisa
bertanggung jawab bersama terhadap pelajaran yang diberikan, dapat saling
membantu antar guru, meningkatkan kerja sama, , saling mengisi, dan saling
memikirkan bersama pengembangan mata pelajarannya.
Teknik penyajian ini banyak menguntungkan karena jalan interaksi
belajar mengajar akan lebih lancar. Siswa akan memperoleh pengetahuan
yang luas dan mendalam sebab diberikan oleh beberapa orang guru.
Akibatnya guru juga lebih ringan dalam melaksanakan tugas mengajarnya,
sehingga cukup waktu untuk menyiapkan diri dalam membuat perencanaan.
Mata pelajaran yang disajikan sistem beregu (team), pelajaran akan lebih
dapat dipertanggung jawabkan, karena ditangani oleh beberapa orang guru.
7

¦θΡ´ρ!-.´ρ ’?s ¯¸.9¦ “´θ)−.9¦´ρ Ÿω´ρ ¦θΡ´ρ!-. ’?s Ο.}¦ β≡´ρ‰`-9¦´ρ ¦θ).¦´ρ ´<¦ β| ´<¦
‰ƒ‰: .!)-9¦ ∩⊄∪
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan
bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.(
QS. Al- Maidah : 2)

B. Tahapan pembelajaran Team Teaching
1. Tahap Awal
a. Perencanaan Pembelajaran Disusun secara Bersama
Perencanaan pembelajaran atau yang saat ini lebih populer dengan
istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus disusun secara
bersama-sama oleh setiap guru yang tergabung dalam Team Teaching.

7
Roestiyah. Srtategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta 1991), hlm. 96
Agar setiap guru yang tergabung dalam team teaching memahami tentang
apa-apa yang tercantum dalam isi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) tersebut, mulai dari standar kompetensi, kompetensi dasar, dan
indikator yang harus diraih oleh siswa dari proses pembelajaran, sampai
kepada sistem penilaian hasil evaluasi siswa.

b. Metode Pembelajaran Disusun Bersama
Selain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang harus
disusun bersama oleh team, metode yang akan digunakan oleh mereka
dalam proses pembelajaran Team Teaching pun harus direncanakan
bersama-sama oleh anggota Team Teaching. Perencanaan metode secara
bersama ini dilakukan agar setiap guru Team Teaching mengetahui alur
proses pembelajaran dan tidak kehilangan arah pembelajaran.
c. Partner Team Teaching Memahami Materi dan Isi Pembelajaran
Guru sebagai partner dalam Team Teaching bukan hanya harus
mengetahui tema dari materi yang akan disampaikan kepada siswa saja,
lebih jauh dari itu, mereka juga harus sama-sama mengetahui dan
memahami isi dari materi pelajaran tersebut. Hal ini agar keduanya bisa
saling melengkapi kekurangan pengetahuan yang ada di dalam diri
masing-masing. Terutama ini dapat dirasakan manfaatnya dalam
penyampaian materi pada siswa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan
siswa atas penjelasan guru.
d. Pembagian Peran dan Tanggung Jawab Secara Jelas
Dalam Team Teaching, pembagian peran dan tanggung jawab
masing-masing guru harus dibicarakan secara jelas ketika merencanakan
proses pembelajaran yang akan dilaksanakan, agar ketika proses
pembelajaran berlangsung di dalam kelas, mereka tahu peran dan tugasnya
masing-masing. Tidak ada lagi yang namanya ketidak jelasan peran dan
tanggung jawab dalam hal ini.
2. Tahap Inti
1) Satu guru sebagai pemateri dalam dua jam mata pelajaran penuh, dan
satu orang sebagai pengawas dan pembantu team.
2) Dua orang guru bergantian sebagai pemateri dalam dua jam pelajaran,
dalam hal ini berarti tugas sebagai pemateri dibagi dua dalam dua jam
pelajaran yang ada.
3. Tahap Evaluasi
a. Evaluasi Guru
Evaluasi guru selama proses pembelajaran dilakukan oleh partner
team setelah jam pelajaran berakhir. Evaluasi dilakukan oleh masing-
masing partner dengan cara memberi kritikan-kritikan dan saran yang
membangun untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. Dalam hal
ini setiap guru yang diberi saran harus menerima dengan baik saran-saran
tersebut, karena hakekatnya itulah kelebihan dari team teaching. Setiap
guru harus merasa bahwa mereka banyak mengalami kekurangan dalam
diri mereka, tidak merasa diri paling benar dan paling pintar. Evaluasi ini
dilakukan di luar ruang kelas, ini dilakukan untuk menjaga image masing-
masing guru dihadapan siswa.
b. Evaluasi Siswa
Evaluasi siswa dalam hal ini mencakup pembuatan soal evaluasi
dan merencanakan metode evaluasi, yang semuanya dilakukan secara
bersama-sama oleh guru Team Teaching. Atas kesepakatan bersama guru
harus membuat soal-soal evaluasi yang akan diberikan kepada siswa,
disini guru Team Teaching harus secara bersama-sama menentukan bentuk
soal evaluasi, baik lisan ataupun tulisan, baik pilihan ganda, uraian, atau
kombinasi antara keduanya.
8


C. Kelebihan Dan Kekurangan Team Teaching
a. Kelebihan Team Teaching
Dalam sebuah praktek, team teaching mempunyai format yang
berbeda-beda tetapi pada umumnya team teaching merupakan strategi
dalam mengorganisasikan guru, sehingga dapat memacu percepatan dan
peningkatan mutu pembelajaran.
Kelompok atau team terdiri atas guru-guru yang mempunyai
kompetensi dan keahlian yang mungkin saja berbeda, tapi mereka harus
bergabung dalam satu team work untuk merencanakan dan melaksanakan
pembelajaran pada jam pelajaran dan kelas atau rombongan belajar yang

8
Ahmadi dan sudrajat,Kurikulum Dan Pembelajaran Team Teaching (http:www.yahoo.com,di
akses 3 januari 2010)

sama. Untuk memfasilitasi proses ini ruang kelas yang biasa diergunakan
dapat ditata sedemikian rupa sehingga menyenangkan.
a. Beberapa kelebihan dari team teaching:
1. Team Teaching, diharapkan dapat membangun budaya kemitraan
yang positif diantara guru sehingga terjalin kerja sama (kolaborasi)
dalam meningkatkan proses pembelajaran yang lebih baik.
2. Team-teaching dapat lebih mematangkan kegiatan perencanaan dan
persiapan mengajar. Dua orang guru atau lebih bisa saling berdiskusi
untuk menyusun perencanaan pembelajaran, sehingga dapat
mengantisipasi berbagai kendala dalam pelaksanaan pembelajaran.
3. Team teaching dapat menjamin pengawasan pembelajaran secara
efektif. Dengan melibatkan lebih dari satu orang guru di dalam satu
kelas, maka masing-masing siswa bisa mendapatkan perhatian yang
cukup dalam memahami pelajaran yang diberikan. Hal ini membuat
guru semakin peka terhadap situasi-situasi aktual di kelas.
4. Team-teaching dapat menjalin komunikasi yang intensif antar guru.
Apabila team-teaching ini terdiri guru senior dan pemula, maka guru
yang berpengalaman (senior) dapat membagi pengalamannya kepada
guru pemula dan masing-masing juga saling melengkapi
kekurangannya. Sehingga team-teaching ini secara tidak langsung
bisa menjadi sarana pelatihan dan bimbingan bagi guru pemula yang
baru dalam menjalankan tugasnya.
5. Team Teaching dapat menjadi alternatif untuk memenuhi beban
mengajar 24 jam dalam satu minggu, sebagaimana tuntutan yang
terdapat dalam PP no 74 tahun 2008 Bab IV pasal 52 ayat 2 tentang
Beban Kerja guru, terutama bagi sekolah yang memiliki ratio jumlah
guru dengan siswanya yang tidak seimbang.


b. Kelemahan team teaching
Dalam melaksanakan team teaching para guru dituntut untuk
mempunyai waktu ekstra dalam sinkronisasi pemikiran, pendapat dan
ide-ide cemerlang agar dalam menghadapi kelas mereka adalah satu
kesatuan yang kompak dan solid, dan ini perlu pembiasaan serta
kedisiplinan yang tinggi. Sebab apabila salah satu anggota team tidak
disiplin dan tidak mau berbagi pengalaman maka akan rusaklah team
teaching yang dibentuk tersebut.
Beberapa kelemahan team teaching:
1) Sebagian guru resisten terhadap satu macam metode pengajaran
saja yaitu pengajaran single teacher teaching sehingga team
teaching dirasakan suatu hal yang mengungkungnya.
2) Sebagian guru tidak suka dengan anggota teamnya sehingga hal ini
akan menghambat kerjasama diantara anggota team.
3) Sebagian lainnya merasa bahwa mereka bekerja lebih banyak dan
lebih keras, namun gajinya sama dengan anggota teamnya yang
nota bene bekerjanya lebih malas.
4) Ada pula yang tidak mau berbagi ilmu dengan anggota teamnya,
karena mereka merasa susah untuk mendaptkan ilmu tersebut
sehingga mereka menikmatinya sendiri.
5) Team Teaching memerlukan energi dan pemikiran lebih banyak
dibanding dengan mengajar secara individu.
9

D. Manfaat Team teaching
Engkoswara, (1984 : 70) menyatakan bahwa metode pengajaran team
teaching memiliki manfaat yaitu.
1. Persiapan dan perencanaan mengajar lebih lengkap bila dikerjakan oleh
team yang kompak dan penuh tanggung jawab.
2. Bila salah seorang guru tidak dapat mengajar tidak perlu ada pembebasan
kelas. Guru yang lainnya dapat melanjutkan pelajarn menurut rencana
yang telah ditetapkan bersama.
3. Guru-guru saling membantu bila diantara mereka (anggota) ada yang
kurang memahami salah satu mata pelajaran.
4. Anak-anak memperoleh sumber dan bahan pelajaran dari beberapa orang
yang berbeda kecakapannya.
5. Anak memilih dan melaksanakan tugas sesuai dengan minat dan
kecakapan belajar masing-masing.

9
Agus santosa’s, Antara Team Teaching Dan Mengajar Disekolah Lain (http:www.yahoo.com,di
akses 12 januari 2010)
6. Team teaching memberi kesempatan kepada orang-orang yang
mempunyai kecakapan khusus yang tidak mempunyai profesi guru, tetapi
mau membantu guru mengajar.
10



E. Pengertian Prestasi Belajar
1) Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa melalui proses
belajar hal ini sesuai dengan ungkapan Tu’u, prestasi belajar siswa adalah
hasil belajar yang di capai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas
serta kegiatan pembelajaran di sekolah.
11

Sedangkan menurut Bloom dalam arikunto merumuskan prestasi
belajar sebagai perubahan tingkah laku, meliputi tiga ranah yaitu, ranah
kognitif, ranah efektif, ranah psikomotorik. Ranah kognitif adalah perilaku
yang menyangkut masalah pengetahuan, inoformasi, dan masalah kecakapan
intelektual.
12
ranah afektif adalah perilaku yang berupa sikap, nilai-nilai, dan
prestasi, sedangkan psikomotorik adalah yang terutama berkaitan dengan
keterampilan / kelincahan dan kondisinya.
13

Bloom mengatakan bahwa, ranah kognitif terbagi menjadi enam
katagori, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan

10
Engkoswara, (1984 : 70)
11
Tulus Tu’u, Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa (Jakarta: Gramedia Widia
Sarana), Hal. 75
12
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta,
2002), hal. 117
13
Ibid..
evaluasi. Pengetahuan menyangkut kesiapan individu yang penekanannya
pada mengingat atau mengenal gagasan metode / materi yang pernah
dielajari. Pemahaman meliputi kemampuan siswa untuk menyerap makna
dari apa yang telah dipelajari. Perapan merupakan kemampuan individu untuk
menggunakan apa yang telah dipelajari kedalam situasi konkrit yang baru.
Analisis menurut pemahaman dan penerapan yang penekanannya pada
kemampuan untuk menorganisasikan atau mengiraikan suatu materi menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil. Sintesis menyangkut kemampuan untuk
mengembangkan bagian-bagian kecil menjadi bentuk yang bermakna.
Sedangkan evaluasi menyangkut kemampuan untuk menilai suatu pengertian
yang dipelajari dan kemampuan untuk memulai suatu masalah berdasarkan
kriteria yang di definisikan dengan jelas.
14

2) Pembelajaran Dalam Prespektif Islam
Belajar dalam islam merupakan suatu kewajiban yang harus dimiliki
oleh setiap insan. Agar manusia memiliki ilmu pengetahuan yang cukup serta
memiliki kematangan dan integritas atau kesempurnaan pribadi dan
terbentuknya kepribadian muslim
15

Menurut Imam Gozali, manusia dapat mencapai kesempurnaan
apabila mau berusaha mencari ilmu dan selanjutnya mengamalkan fadilah
melalui ilmu pengetahuan yang dipelajarinya. Fadilah ini selanjutnyadapat

14
Ibid..
15
Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam (Bandung:CV Pustaka Setia.1998)
Hal.59
membawanya untuk dekat kepada Allah SWT dan akhirnya
membahagiakannya hidup didunia dan di akherat.
16

Mas’ud Said Abdul Qohar: Prestasi adalah apa yang telah kita dapat
ciptakan hasil pekerjaan.
17
Dari beberapa uraian tersebut sangat jelas bahwa
islam menghendakiagar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan
tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Hal ini
diketahui dari ayat 56 surat al-dzariyat:
!Β´ρ ·)=> ´>:¦ ´Ρ}¦´ ρ ā| βρ‰.-´‹ω9 ∩∈∉∪
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku”.(QS. Al-Dzariyat:56)
18


Dari penjelasan di atas dapat dijelaskan bahwa proses belajar pada
pendidikan islam yang total dan meliputi segala aspek kemampuan manusia
tentang prestasi yang akan dicapai memerlukan landasan yang mengarahkan
pada proses pelaksanaan pendidikan yang berdasarkan ajaran islam.
Mengarahkan berbagai metode tersebut dapat didayagunakan agar efektif
untuk mencapai suatu prestasi yang baik.
F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa
Di depan telah dikemukakan bahwa belajar adalah suatu proses yang
menimbulkan terjadinya sutu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah
laku atau kecakapan. Sampai dimanakah perubahan itu tercapai atau dengan

16
Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam (Bandung:CV Pustaka Setia.1998)
Hal.72
17
Syaiful Bahri, Djamarah. Perstasi Belajar Dan Kompetensi Guru. (Surabaya: Usaha Nasional:
1994), hal. 15
18
Al-qur’an dan terjemahnya.
kata lain, berhasil atau tidaknya belajar itu tergantung kepada berbagai faktor
yang mempengaruhinya
Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama
yaitu faktor dari dalam siswa itu sendiri dan faktor yang datang dari luar
siswa atau faktor lingkungan. faktor yang kemampuan yang dimiliki siswa
besar sekali pengaruhnya terhadap prestasi yang dicapai.
Disamping faktor yang dimiliki siswa, ada juga faktor lain seperti
motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan,
sosial ekonomi, fisik dan psikis.
Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
1. Faktor internal siswa
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri siswa itu sendiri, baik
dari segi fisik maupun psikis, yang meliputi:
a. Kematangan seorang anak akan belajar dengan baik apabila saat
kematangan telah tiba, sebaliknya belajar akan sukar apabila
kematangan belum tiba.
b. Kondisi fisik, kondisi jasmani yang sehat dapat mempengaruhi
semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi
tubuh yang lemah dapat menurunkan kualitas ranah kognitif
sehingga materi yang dipelajarinya kurang atau tidak membekas.
Sedangkan yang termasuk aspek psikologis adalah: intelegensi,
peserta didik yang cerdas akan lebih berhasil dalam kegiatan
belajar karena ia lebih mudah menangkap dan memahami pelajaran
dengan lebih mudah mengingatnya. Peserta didik yang cerdas akan
lebih mudah berfikir kreatif dan cepat mengambil keputusan.19
c. Bakat siswa, bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki
seseorang untuk mencapai keberhasilan dimasa yang akan datang.
Dengan demikian setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti
berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ketingkat tertentu sesuai
dengan kapsitas masing-masing.
d. Motivasi siswa, motivasi belajar meripakan kekuatan mental yang
mendorong terjadinya proses belajar. Motivasi belajar pada diri
siswa dapat menjadi lemah sehingga akan melemahkan kegiatan
belajar. Selanjutnya prestasi belajar akan menjadi menjadi rendah.
Agar siswa memiliki motivasi belajar yang kuat, maka hendaknya
diciptakan suasana belajar yang menarik dan menggembirakan.
e. Rasa percaya diri, rasa percaya diri timbul dari keinginan bertindak
dan berhasil. Dari segi perkembangan, rasa percaya diri dapat
timbul berkat adanya penakuan dan dukungan dari lingkungannya.
Dalm proses belajar diketahui bahwa unjuk prestasi merupakan
tahap pembuktian “perwujudan diri” yang di akui oleh guru dan
rekan sejawatnya. Makin sering menyelesaikan tugas, maka ia akan
sering memperoleh pengakuan umum dan dapat menimbilkan rasa
percaya diri yang semakin kuat. Sebaliknya kegagalan yang
berulang kali dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri, dan
bahkan dapat menurunkan prestasi belajar siswa.
f. Cita-cita siswa,. Pada umumnya setiap siswa memiliki suatu cita-
cita dalam kehidupannya. Cita-cita sebagai motivasi perlu di
didikkan. Didikan memiliki cita-cita harus ditanamkan dan dimulai
sejak dini, agar anak itu termotivasi untuk mencapai cita-citanya.
Cita-cita merupakan wujud eksplorasi diri siswa. Didikan pekilikan
dan pencapaian cita-cita sebaiknya berpangkal dari kemampuan

19
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.( Bandung: PT Remaja Rosda
Karya 2000), hlm. 132-134
berprestasi, dimulai dari hal yang sederhana sampai hal yang paling
sulit.
20

2. Faktor eksternal siswa
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa itu
sendiri, baik dari lingkungan sosial maupun non sosian, yang meliputi:
a. Keadaan keluarga. Lingkungan sosial yang lebih banyak
mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua dan keluarga
siswa itu sendiri. Sifat-sifat orang tua, pengelolaan keluarga,
ketegangan keluarga, dan letak rumah semuanya dapat memberi
dampak baik ataupun buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil
yang dicapai oleh siswa
b. Masyarakat. Lingkungan sosial siswa adalah masyarakat, tetannga,
teman-teman sepermainan disekitar rumahnya. Kondisi masyarakat
dilingkungan yang kumuh yang serba kekurangan dan dan banyak
anak-anak pengangguran akan mempengaruhi aktivitas belajar
siswa. Karena banyak anak-anak yang tidak sekolah ia akan merasa
kesulitan untuk bertukar pendapat mengenai pelajaran yang belum
dipahaminya atau bahkan dirinya ikut-ikutan tidak bersekolah
karena teman-temannya banyak yang tidak bersekolah.
c. Keadaan iklim, iklim yang panas pada umumnya tidak
menguntungkan proses belajar sebab selain suhunya yang panas
juga dapat menyebabkan proses belajar cepat melelahkan.
Sebalikmya udara yang dingin dapat membantu proses belajar.
21

d. Sarana dan prasarana pembelajaran. sarana pembelajaran meliputi
buku pelajaran, alat dan fasilitas laboratorium sekolah dan
berbagai media pembelajaran lainnya, sedangkan prasarana
pembelajan dapat meliputi gedung sekolah, ruang belajar, lapangan
olah raga, ruang ibadah dan lain-lain. Sekolah yang cukup memiliki

20
Dimyati Dan Mujiono, Belajar Dan Pembelajaran. (Jakarta: Rineka Cipta 1999), hlm 239-245
21
Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. (bandung: pt remaja rosda
karya 2000), hlm. 138-139
sarana dan prasarana yang di perlukan untuk belajar ditambah
dengan cara mengajar yang baik dari guru-gurunya, kecakapan
guru dalam menngunsksn slst-slst itu akan mempermudah dan
mempercepat belajar siswa.
e. Menurut Siti Rahayu Haditono di Indonesia ditemukan banyak
siswa memperoleh angka hasil belajar yang rendah. Hal itu
disebabkan oleh faktor-faktor seperti: a). kurangnya fasilitas
sekolah, b). siswa makin dihadapkan oleh berbagai pilihan dan
mereka merasa ragu dan takut gagal, c). kurangnya dorongan
memtal dari orang tua, karena orang tua tidak memahami apa yang
dipelajari anaknya diseklah dan d). keadaan gizi yang rendah,
sehingga siswa tidak mampu belajar lebih giat.
22

f. Kesempatan belajar. Pada kenyataannya banyak siswa yang tidak
dapat belajar dengan baik dengan hasil yang baik dan tidak dapat
meningkatkan hasil belajarny, akibatnya tidak adanya kesekpatan
yang disebabkan oleh sibuknya pekerjaan setiap hari.
23

3. Faktor pendekatan belajar
Disamping faktor-faktor internal dan eksternal pada siswa
sebagaimana yang telah dipaparkan diatas, faktor pendekatan belajar juga
berpengaruh pada taraf keberhasilan proses penbelajaran siswa tersebut.
Di antara pendekatan belajar itu adalah:
Pendekatan bigss dapat dikelompokkan kedalam tiga bagian yakni:
1. Pendekatan survace (bersifat lahiriyah) misalnya mau belajar
karena dorongan dari luar antara lain takut tidak lulus yang
mengakibatkam dia malu. Oleh karena itu gaya belajarnya santai
asal hafal, dan tidak mementingkan pemahaman yang mendalam.

22
Dimyati dan Mudjiono. Belajar Dan Pembelajaran.( Jakarta: PT. Rineka cipta 1999), hlm 246
23
Ngalim, Purwanto. Psikologi Pendidikan. (Bandung: Remaja Rosda Karya. 2002), hlm. 105
2. Pendekatan deep (mendalam) siswa yang menngunakan deep
biasanya mempelajari materi karena dia tertarik dan merasa
membutuhkan. Oleh karena itu gaya belajarnya serius dan berusaha
memahami materi secara mendalam serta memikirkan cara
mengaplikasikannya.
3. Pendekatan achieving (pencapaian prestasi tinngi) yaitu ambisi
pribadi yang besar dalam meningkatkan prestasi setinggi-tingginya.
Menurut Wasty Soemanto faktor-faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu:
1) Faktor stimulus belajar
Yang di maksud dengan stimulus belajar adalah segala hal diluar
individu yang merangsang individu itu untuk melakukan reaksi atau
perbuatan belajar.
2) Faktor metode belajar
Metode belajar yang dipakai oleh guru sangat mempengaruhi metode
balajar yang dipakai oleh siswa. Dengan kata lain, metode yang
dipakai oleh guru menimbulkan perbedaan yang berarti bagi proses
belajar.
3) Faktor-faktor individual
Faktor individual sangat mempengaruhi terhadap prestasi belajar
siswa seperti, kematangan yang dicapai oleh undividu dari proses
pertumbuhan fisiologisnya
4) Faktor usia
Pertambahan dalam hal usia selalu diberengi dengan proses
pertumbuhan dan perkembangan. Semakin tua usia individu semakin
meningkat pula berbagai fungsi fisiologisnya. Faktor-faktor diatas
saling berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dalam
mencapai prestasi.
24

Berikut yang juga termasuk faktor yang mempengaruhi prestasi
belajar adalah beberapa sifat peserta didik dalam belajar yaitu:
1. Cepat dalam belajar
2. Lambat dalam belajar
3. Anak kreatif
4. Anak dropout
5. Anak berprestasi kurang.
25


G. Pengertian IPS Terpadu
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran
yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB, bahkan
sampai pada jenjang SMK. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta,
konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang
pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi
Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS,
peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang
demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.

24
Wasty Soemanto. Psikologi Perkembangan. (Jakarta: Rineka Cipta 1998), hlm. 113-120
25
Tabrani Rusyan. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Remadja Karya
1989), hlm 82
Pembelajaran IPS dalam kurikulum 2006 merupakan IPS Terpadu
yang merupakan gabungan antara berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, yang
terdiri atas beberapa bagian disiplin ilmu terseleksi seperti Geografi,
Sosiologi, Ekonomi, dan Sejarah, maka dalam pelaksanaannya tidak lagi
terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. Hal ini memberikan
implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. Seyogianya (idealnya) guru
dalam pembelajaran IPS dilakukan oleh seorang guru mata pelajaran, yakni
Guru Mata Pelajaran IPS. Hal demikian juga ditunjukan oleh temuan
penelitian Wahidmurni (2006: 60) yang menunjukkan bahwa telah terjadi
perubahan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, dari
kurikulum 1994 ke kurikulum 2004 dan bahkan telah diterbitkan kurikulum
2006 yang pada saat ini sedang disosialisasikan pada lembaga-lembaga
pendidikan di seluruh Indonesia.
26

Untuk mengatasi kondisi di atas, sesungguhnya dapat dipecahkan
dengan model pembelajaran team teaching, yakni suatu model pembelajaran
yang terdiri dari beberapa orang guru (guru-guru mata pelajaran Sejarah, guru
mata pelajaran Ekonomi, guru mata pelajaran Geografi, dan guru mata
pelajaran Sosiologi dalam kurikulum 1994) bergabung menjadi satu tim yakni
tim guru mata pelajaran IPS. Selanjutnya tim inilah yang bekerja memetakan
berbagai standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam kurikulum mata
pelajaran IPS dan meramunya menjadi berbagai sajian pembelajaran
berdasarkan tema yang disepakati bersama. Adapun dalam pelaksanaan

26
Wahid Murni , Pembelajaran IPS Terpadu (http www @yahoo.co.id) di akses 30 juli 2010
pembelajaran guru yang tergabung dalam tim harus masuk ke kelas-kelas
pembelajaran secara bersama-sama. Dalam pelaksanaan pembelajaran
pembagian tugas di antara anggota tim dapat dilakukan, misalnya ketika sesi
pembelajaran saat itu adalah pencapaian kompetensi dasar dari disiplin ilmu
Ekonomi, maka guru intinya adalah guru Ekonomi sedang anggota tim yang
lain bertugas membantu menciptakan kondisi pembelajaran yang lebih
kondusif. Model pembelajaran seperti ini dapat dilaksanakan dengan baik jika
dalam setiap sesi pembelajaran benar-benar menerapkan strategi
pembelajaran aktif, di samping itu dengan menerapkan model pembelajaran
team teaching ini beban mengajar guru sebanyak 24 jam perminggu dapat
diatasi









BAB III
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan jenis penelitian
Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenis (PTK) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Hal ini karena data yang dikumpulkan adalah
memiliki makna/informasi sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian
ini peneliti menggunakan metode team teaching, yakni dimana peneliti
bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelaran
ekonomi kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ma’arif 01 Singosari
Malang. Data tersebut telah terkumpul kemudian di analisis secara induktif
pada waktu penelitian dan seyelah penelitian berlangsung. Hal tersebut sesuai
dengan konsep dasar analisis data yang dikemukakan oleh Moleong.
27

Untuk mengimplementasikan strategi tersebut, perlu dilakukan
tindakan penelitian tindakan. Sesuai dengan PTK, masalah penelitian yang
dikaji berkaitan dengan usaha memperbaiki atau meningkatkan pembelajaran
secara professional. Hal ini sesuai dengan karakteristik penelitian
tindakanyaitu masalah penelitian yang harus dipecahkan berasal dari
persoalan pembelajaran dikelas.
Menurut Suyanto pengertian PTK adalah suatu bentuk penelitian yang
bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat
memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran dikelas
secara professional.
28

Hal ini karena proses siklus dari rangkaian pengembangan planning
(perencanaan), melakukan tindakan sesuai dengan rencana, melakukan
observasi terhadap tindakan, dan kesuksesan hasil yang diperoleh. Langkah-

27
Moleong, Metodologo Penelitian Kualitatif. (Bandung: PT remaja rosda karya. 2002), hlm. 104
28
Suyanto, Pedoman Peleksanaan Penelitian Tindakan Kelas (Ikip Yogyakarta 1997), hlm. 4
30
langkah dalam penelitian ini mengikuti langkah penelitian yang digambarkan
oleh kemmis yaitu (1) penelitian, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi.
B. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini instrument utama adalah peneliti sendiri (human
instrument ) karena sifat data harus dikumpulkan, diseleksi dan ditafsirkan.
Semua itu hanya dapat dilakukan dengan ketekunan, pengetahuan,
pengalaman relevan, ketajaman pikiran dan imajenasi peneliti itu sendiri dan
tidak mungkin dilakukan dengan instrument lain..
Moleong menegaskan bahwa pemakaian instrument manusia
berdasarkan pertimbangan bahwa, jika memanfaatkan alat yang bukan
manusia dan mempersipkannya terlebih dahulu sebagai yang lazim digunakan
dalam penelitian klasik, maka sangat tidak mungkin untuk mengadakan
penyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan yang ada dilapangan. Berkaitan
dengan itu, data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik (1)
observasi, (2) wawancara, (3) catatan lapangan, (4) dokumentasi, dan, (5)
tes.
29

C. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah
(MTs) Al Maarif 01 Singosari Malang: yang terletak diwilayah Singosari
yaitu jalan masjid desa pagentan kode post 65153.
Penelitian ini dilakukan pada semester VIII (delapan) tahun ajaran
tahun 2009/2010, pemilihan Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif 01 Singosari

29
Ibid. hlm 4-5.
Malang, sebagai tempat penelitian berdasarkan pertimbangan ( 1)
pembelajaran metode team teaching belum pernah dilakukan, (2) materi
pelajaran yang diberikan ada dikelas VIII B.
D. Sumber Data
Data adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar
kajian (analisis atau kajian), untuk itu jenis data harus diungkap dalam bagian
ini. Sedangkan sumber data merujuk pada asal data penelitian itu diperoleh,
baik berasal dari orang maupun bukan orang. Untuk itu perlu disebutkan
identitas informan, identitas situs sosial untuk data yang diperoleh melalui
pengamatan, dan identitas dokumen untuk data yang diperoleh melalui
pedoman dokumentasi.
30

Dalam penelitian ini bersumber dari siswa kelas VIII B Madrasah
Tsanawiyah Al-Ma’arif 01 Singisari Malang. Pada tahun ajaran 2009/2010.
Data tersebut dari proses pembelajaran ketenagakerjaan denga menerapkan
metode team teaching.
Data penelitian ini berupa pengamatan , wawancara, catatan lapangan,
evaluasi, dokumen dan tes dari setiap tindakan. Data tersebut sangat berkaitan
dengan data perencanaan, pelaksanaan, dan data hasil pembelajaran. Data
perencanaan tercakup dalam persiapan mengajar guru secara tertulis seperti
merumuskan tujuan pembelajaran, pemilihan media serta perencanaan
evaluasi.

30
Wahid Murni, Cara Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Lapangan, (Malang: UM
Press, 2008), hlm. 41-42.

Adapun subyek penelitian adalah siswa kelas VIII B Madrasah
Tsanawiyah Al-Ma’arif 01 Singosari Malang sebagai sumber data dengan
alasan (1) diharapkan siswa mampu mengembangkan kemampuan siswa
dengan cara mengenal berbagai kenyataan dan ketenagakerjaan, memahami
konsep dan teori serta serta berlatih dalam memecahkan masalah ekonomi
khususnya dalam bidang ketenagakerjaan yang terjadi pada masyarakat
Indonesia, (2) materi yang digunakan sebagai bahan penelitian terdapat
dikelas VIII B. Dalam penelitian ini peneliti mendasarkan pada beberapa
pertimbangan-pertimbangan yaitu (1) memiliki pengalaman mengajar yang
cukup, (2) memiliki kemampuan dan profesionalisme seorang guru, (3)
bersikap terbuka terhadap inovasi-inovasi dalam pembelajaran, (4) bersedia
berkolaborasi dengan baik dengan rekan atau timnya terhadap pelakasanaan
Penelitian Tindakan Kelas.
E. Prosedur pengumpulan data
Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan mengamati
tindakan penerapan metode team teaching dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VIII B Madrasah
Tsanawiyah Al-Ma’arif 01 Singisari Malang. Hal ini dilakukan secara
intensif, objektif, dan sistematis. Dalam penelitian ini yang dikumpulkan
menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) catatan lapangan, (4)
dokumentasi dan, (5) tes.
Observasi dilakukan ketika peneliti mengamati sekaligus
berpartisipasi dalam latar dan suasana berlangsungnya pembelajaran. dengan
berpedoman pada lembar-lembar observasi, peneliti mengamati apa yang
yang terjadi dalam proses pembelajaran, yakni (1) pada tahap
mengidentifikasi masalah peneliti mengamati keterlibatan siswa dalam
mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang akan dikaji, (2) pada tahap
pengumpulan informasi peneliti mengamati keterlibatan siswa dalam
mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji, dalam hal ini
adalah tentang ketenagakerjaan, dan (3) pada tahap observasi peneliti
mengamati jalannya proses presentasi kelompok didepan kelas dan keaktifan
siswa dalam memperlancar berjalannya proses pembelajaran.
Untuk melakuakn observasi secara efektif dan terarah, peneliti
menggunakan format observasi, dengan tujuan agar dapat melihat,
mengamati, dan mencatatat perilaku seta segala kejadian yang terjadi pada
saat pembelajaran ketenagakerjaan yang berlangsung dengan menerapkan
metode team teaching. Dengan demikian seluruh informasi yang diperlukan
dapat diperoleh.
Wawancara digunakan untuk memperkuat data observasi yang
terjadi dikelas (lapangan). Dari hasil wawancara tersebut, peneliti dapat
mengetahui secara mendalam hambatan-hambatan yang duhadapi siswa
dalam pembelajaran ketenagakerjaan dengan meneraokan metode team
teaching.
Cacatan lapangan dilakukan untuk membantu kegiatan siswa
yang berkaitan dengan penerapan metode team teaching untuk meningkatkan
prestasi belajar siswa mata pelajaran ekonomi. Infomasi yang dicatat adalah
segala perilaku yang dilakukan ileh siswa pada setiap pembelajaran IPS
Terpadu pada tahap mengidentifikasi masalah, pengumpulan informasi, dan
penyajian metode team teaching.
Dokumen dilakukan terhadap peristiwa-peristiwa tentang proses
pembelajaran penerapan strategi team teaching dan pokok pembahasan
ketenagakerjaan yang dilakukan oleh siswa. Bentuk-bentuk kegiatan yang
derencanakan untuk dilaksanakan, pendekatan dan strategi yang digunakan,
serta bentuk hasil tugas yang dikerjakan yaitu dengan mengambil dokumen
nilai siswa dan hasil ujian maupun lembar kerja siswa, serta dokumen-
dokumen lainnya yang dibutuhkan.
Instrumen Pengumpulan Data, data dalam pengembangan team
teaching ini menggunakan instrument analisis tugas berupa study kasus mata
pelajaran IPS dalam hal ketenagakerjaan, dan memberikan kesempatan
berpikir secara cermat dan teliti untuk mempelajari isi yang terdapat dalam
study kasus tersebut.
Tes, akan diberikan pada awal dan akhir tindakan dan pada waktu
terakhir, tes bertujuan untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa tentang
materi permasalahan ekonomi dan ketenagakerjaan.
F. Tehnik Analisis data
Tehnik analis data dalam proses penerapan metode team teaching
pembelajaran tergolong dalam jenis data penelitian tindakan kelas (PTK).
Dalam pengolahan data ini kerupakan kegiatan pengembangan trerutama bila
di inginkan kesimpulan tentang masalah yang diteliti.
G. Pengecekan keabsahan temuan
Keabsahan dalam penelitian ini menggunakan tehnik sebagaimana
dikemukakan oleh Moleong, yaitu (1) ketekunan pengamatan, (2)
triangulasi, (3) kecukupan refrensi.
31

Pertama, pengujian keabsahan data dengan ketekunan pengamatan
dilakukan dengan cara menganati dan membaca secara cermat sumber data
penelitian sehingga data yang diperlukan dapat diidentifikasi, dipilih, dan
diklasifikasikan. Selanjutnya dapat diperoleh deskripsi-deskripsi hasil yang
akurat dalam proses perincian maupun penyimpulan.
Kedua, triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan
pengecekan atau sebagai pembnading terhadap data itu.
32

Dalam hal ini peneliti menggunakam triangulasi yang digunakan
untuk pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain
dari luar data itu unutk keperluan pengecekan atau pembanding data. Dalam
kaitan ini, ada dua macam triangulasi yang digunakan untuk pemeriksaan
data , yaitu (1) Triangulasi metode dan tehnik pengumpulan data. Dalam
kaitan ini, metode dan teknik pengumpulan data tidak hanya digunakan untuk
sekedar mendapat data atau menilai keberadaan data, tetapi juga untuk
menentukan keabsahan data, dan (2) Triangulasi data dengan pengecekan
yang akan dibantu oleh dosen pembimbing, teman sejawat, serta pihak-pihak
yang telah memahami hakekat penelitian ini.

31

32
Lexy J. Moleong, op. cit., hlm. 330.

Ketiga, pengujian keabsahan data dengan kecukupan referensi
dilakukan dengan cara membaca dan menelaah sumber-sumber data dan
sumber pustaka yang relefan dengan masalah penelitian secara berulang-
ulang agar diperoleh pemahaman yang memadai.
33

H. Tahap-tahap penelitian
Tahapan-tahapan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu:
1. Tahap Persiapan
Peneliti menentukan objek penelitian dengan pertimbangan bahwa
letak MTs Al-Ma.arif 01 Singosari sangat mudah dijangkau. Selain itu, MTs
Al-Ma.arif 01 Singosari merupakan salah satu sekolah lembaga umum yang
telah akreditasi A. Untuk memperlancar pada tahap berikutnya, yakni tahap
pelaksanaan penelitian, maka peneliti mengurus surat izin penelitian dari
Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik
Ibrahim Malang.
Setelah persiapan administrasi selesai, maka peneliti membuat
rancangan penelitian agar penelitian yang dilakukan lebih terarah, membuat
pertanyaan-pertanyaan sebagai pedoman wawancara dan observasi yang
berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Peneliti memulai
penelitian di MTs Al-Ma.arif 01 Singosari pada tanggal 14 mei 2010.
2. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan merupakan inti dari suatu penelitian karena
peneliti mencari dan mengumpulkan data yang diperlukan. Tahap ini dapat

33
Moleong, Metodologi Penelitian Kualialitatif. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya 2002). hlm
175-178
dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: pertama, peneliti melakukan
wawancara terhadap siswa kelas VIII B untuk memperkuat data hasil
wawancara tentang strategi guru dalam meningkatkan prestasi pembelajaran
IPS Terpadu oleh guru IPS. Kedua, peneliti melakukan pengecekan kembali
terhadap hasil penelitian agar dapat diketahui hal-hal yang masih belum
terungkap. Ketiga, peneliti melakukan perpanjangan penelitian guna
melengkapi data yang kurang, sehingga memperoleh data yang lebih valid.
3. Tahap Penyelesaian
Tahap penyelesaian merupakan tahap yang paling akhir dari sebuah
penelitian. Pada tahap ini, peneliti menyusun data yang telah dianalisis dan
disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah, yaitu berupa laporan penelitian
dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah yang berlaku di
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pelaksaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan mengikuti alur
tindakan yang dilakukan oleh Kemmis dan Mc. Taggart dari Deakin
University Australia, dalam suyantu yang meliputi kegiatan (1) perencanaan,
(2) pelaksaan, (3) observasi dan, (4) refleksi.
34

1. Rencana penelitian
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut:
a) Menyusun rencana.
b) Menyiapkan lembar tugas analisis, observasi dan wawancara.
c) Menyiapkan perangkat test akhir tergadap hasil belajar.

34
Suyanto, Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. (Ikip Yogyakarta,1997)
2. Pelaksanaan tindakan
Kegiatan tindakan yang dilakuakn pada tahap ini adalah melakukan
tindakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran. kegiatan
pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajaran siswa terhadap konsep
ketenagakerjaan melalui penerapan strategi team teaching.
Siklus 1
Pembelajaran ketenagakerjaan, dan mengerjakan soal-soal awal pre test
tentang ketenagakerjaan serta menganalisis study kasus pada tugas yang
dibagikan oleh guru
Siklus II
Penyajian data hasil akhir dan pos test tentang ketenagakerjaan yang telah
dilaksanakan.
3. Observasi
Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap ini adalah
mendokumentasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemberian
tindakan. Observasi dilakukan kedua peneliti sebagai team yang telah
melakukan penelitian sesuai dengan metode pembelajaran yang diterapkan
yaitu metode team teaching denga menggunakan lembar observasi yang telah
disiapkan sebelumnya. Untuk menindaklanjuti hasil observasi akan dilakukan
wawancara terhadap subjek penelitian. Pengamatan terhadap peneliti
(pelaksanaan pembelajaran) meliputi penerimaan pertanyaan, pemberiam
tugas, mengarahkan tugas berdiskusi, mengajarkan presentasi siswa dari
penyajian hasil akhir didepan kelas, membimbing dalam membuat analisis
dan menjelaskan bagaimana proses dari analisis. Pada bagian saran-saran
yang diperlukan untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Pengamat
terhadap subyek penelitian meliputi pemberian jawaban atas pertanyaan-
pertanyaan mengerjakan tugas / pelaksanaan investigasi / observasi,
berdiskusi, menganalisis data sebelum pelaksanaan kegiatan ini, penelitian
memberikan penjelasan kepada pengamat tentang kegiatan yang akan
dilakukan.
4. Refleksi
Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahao ini adalah:
a) Menganalisis hasil pekerjaan siswa
b) Menganalisis hasil wawncara
c) Menganalisis lembar observasi siswa
Berdasarkan hasil analisis tersebut, peneliti menggunakan refleksi
yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan apakah kriteria yang telah
ditetapkan tercapai atau belum. Jika telah berhasil maka siklus tindakan
berhenti. Tetapi sebaliknya jika belum berhasil pada siklus tindakan tersebut,
maka peneliti mengulas siklus seterusnya sampai berhasil sesuai dengan
kriteria yang telah dilakukan.




BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Sejarah Berdirinya MTs Al-Ma’arif 01 Singosari
Yayasan Pendidikan Almaarif 01 Singosari Malang sebagai salah satu
mitra pemerintah, sebenarnya sudah lahir sebelum Proklamasi Kemerdekaan
Negara Republik Indonesia. Lahir atas dasar kesadaran akan pentingnya
pendidikan putra-putri Indonesia Indonesia di tengah-tengah upaya
perjuangan kemerdekaan Negara Indonesia, kesadaran inilah yang
menumbuhkan tekad oleh BAPAK K.H.MASYKUR (Mantan Menteri
Agama Republik Indonesia dan Wakil Ketua DPR RI, beliau lahir 1902 dan
wafat 1992).
Pada tahun 1923 mendirikan MADRASAH MISBACHUL
WATHON yang menjadi cikal bakal Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari
Malang.
Sejalan dengan meningkatnya tuntutan pendidikan maka Yayasan
Pendidikan Almaarif Singosari Malang pada tanggal 1 Juli 1959 mendirikan
Madrasah Tsanawiyah Almaarif Singosari. Dalam perkembangannya
Madrasah Al-maarif telah mendapat status disamakan
N.W.M.06.03/P.P.3.2/115 SKP/1999 dan pada bulan Mei tahun 2005
statusnya berubah menjadi Terakreditasi “A”.
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan Madrasah Almaarif 01
Singosari menyelenggarakan kegiatan intrakurikuler dengan
mengintegrasikan kurikulum Diknas dan Depag serta kegiatan
ekstrakurikuler melalui kegiatan yang terdiri atas:
42
1. Karya Ilmiah Remaja (KIR)
2. Al-Banjari
3. Qosidah Modern
4. Bahasa Arab
5. Bahasa Inggris
6. Basket
7. Sepak Bola
8. Seni Baca Qur'an
9. PMR/ Pramuka
10. Jurnalistik
11. Paduan Suara
Kegiatan Di Luar Jam Pelajaran Selain Ekstrakurikuler Antara Lain:
1. Siswa diwajibkan shalat ashar berjamaah di masjid besar Hisbullah
2. Praktek shalat fardlu dan sunnah
3. Kegiatan ubudiyah yang relevan
4. Peringatan hari besar Islam dan Nasional
5. Upacara
6. Karya wisata

B. Visi dan misi
a. Visi:
“Membentuk manusia yang beriman, bertaqwa, cerdas, terampil,
berakhlakul karimah dan cinta tanah air”
Indikator :
1. Mamiliki aqidah ahli sunnah wal jama’ah An Nahdliyah
2. Istiqomah dalam beribadah
3. Berakhlak al Karimah
4. Mampu menggali dan mengembangkan potesi diri
5. Mampu mengintegrasikan pengetahuan agama dan sains
6. Terbentuknya nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan wawasan
kebangsaan
b. Misi:
1. Menyelenggarakan pendidikan dengan memadukan sistem pesantren
dan umum
2. Membekali anak didik dengan aqidah ahli sunnah wal jama’ah An
Nahdliyah
3. Membentuk anak didik taat dan istiqomah dalam beribadah
4. Membentuka anak didik berkepribadian luhur
5. Mengembangkan kemampuan anak didik dalam mengintegrasikan
Agama dan Sains
6. Menanamkan nilai-nilai sosial dan kemasyarakatan dan wawasan
kebangsaan
C. Paparan Data Sebelum Tindakan
a. Permohonan Izin Penelitian
Sebelum peneliti melaksanakan penelitian dan melaksanakan
tindakan, peneliti terlebih dahulu bertemu kepala sekolah yaitu H. Imam
Syafi’i untuk meminta izin mengadakan penelitian di MTs Al-Ma’arif 01
Singosari Malang, maksud dan tujuan peneliti mendapat respon positif dari
kepala sekolah dan waka kurikulum. Dalam penelitian ini, peneliti memilih
kelas VIII B sebagai subyek penelitian dengan jumlah 43 siswa. Penunjukan
kelas VIII B sebagai tempat penelitian berdasarkan atas diskusi dengan guru
pamong (guru mata pelajaran) Bpk. Drs. Hasbullah Huda. S.Pd dan kepala
sekolah Bpk. H. Imam Syafi’i
b. Pre test
Sebelum tindakan dilaksanakan, terlebih dahulu kedua peneliti
mengadakan pre test. Pre test diadakan pada hari jum’at 14 mei 2010 untuk
mengetahui pengetahuan awal siswa dan kesiapan dalam belajar serta
keaktifan siswa dalam mencatat
c. Hasil pre test
Pada pelaksanaa pre test, siswa kurang antusias karena kuramg
adanya persiapan dalam mempelajari pada pertemuan ini. Kebanyakan siswa
belum mengetahui materi apa yang akan dipelajari pada pertemuan ini dan
pemahaman terhadap materi IPS Terpadu masih kurang. Keaktifan dan
kekreatifan sebagian siswa dalam mencatat materi penting tentang IPS
Terpadu juga masih belum nampak, kebanyakan siswa masih terlihat malas.
Sehingga keaktifan dan kekreatifan mencatat membuat prestasi belajar
kurang maksimal. Dari hasil evaluasi pada pre test, terdapat rata-rata kelas
pada tes tulis sebesar 36,25% dan rata-rata pada keaktifan mencatat sebesar
27,22%.
D. Paparan Data Setelah Tindakan
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada siklus satu meliputi
perencanaan, pelaksanaan, hasil siklus satu, observasi dan refleksi.
a. Paparan data siklus satu
1) Perencanaan tindakan
Pada siklus satu yang menjadi pokok bahasan adalah ketenagakerjaan,
dengan indikator siswa dapat menjelaskan pengertian tenaga kerja, angkatan
kerja dan kesempatan kerja, menganalisis hubungan antara jumlah penduduk,
angkatan kerja, kesempatan kerja dan pengangguran, dan mengidentifikasi
permasalahan dasar yang berhubungan dengan tenaga kerja di Indonesia
(jumlah, mutu, persebarandan angka pengangguran)
Rencana tindakan satu diawali dengan melakukan diskusi guru mata
pelajaran mengenai metode apa yang biasa digunakan dalam proses belajar
mengajar (PBM), setelah itu membuat perencanaan pembelajaran yang
meliputi Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) yang bertujuan agar proses
pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Selain
itu peneliti juga membuat Lembar Kerja Siswa yang disesuaikan dengan
materi pelajaran.
a. Kegiatan pendahuluan
Siklus I berlangsung selama 6 x 45 menit yang terdiri dari tiga kali
pertemuan. Tindakan pada siklus satu ini dilakukan pada hari jum’at
tanggal 14 mei 2010 , kegiatan ini dimulai pada jam 13.00 WIB.
Pertemuan kedua pada hari sabtu tanggal 15 mei 2010 pada jam
16.00 WIB. Dan pertemuan ketiga pada hari jum’at tanggal 21 mei
2010 WIB. Pada pertemuan pertama kedua team peneliti
menyiapkan materi sesuai dengan RPP yang disusun barsama-sama.
RPP dikembangkan berdasarkan silabus oleh kedua peneliti dan
Guru IPS Terpadu Kelas VIII B.
b. Sesuai dengan penerapan yang dilakukan oleh peneliti yaitu strategi
team teaching, kedua team peneliti bekerja sama membuat soal pre
test dan post test.
c. Kedua team peneliti megatur jarak antara duduk siswa, peneliti satu
meuliskan soal dipapan tulis, sedangkan satu peneliti lagi
membagikan lembar jawaban.
d. Membuat pedoman observasi untuk mengetahui keaktifan siswa
dalam suasana diskusi selama proses pembelajaran berlangsung.

2) Pelaksanaan tindakan
Setelah mempersiapkan setelah dipersiapkan rencana pembelajaran
maka proses pembelajaran akan dilaksanakan sesuai dengan rencana
pembelajaran yang telah ditetapkan.
Observasi :
Obsrvasi dilakukan untuk membandingkan perolehan nilai sebelum
dan sesudah dilakukan pre test dengan melihat hasil nilai-nilai KKM
sebelumnya yang dilakukan oleh guru bidang studi IPS Terpadu pada tabel
berikut:
KOMPETENSI DASAR KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL
KRITERIA PENETAPAN
KETUNTASAN
KKM
kompleksitas Daya
dukung
Intake

5.1 Menjelaskan Proses
persiapan kemerde-kaan
Indonesia.

70

65

65

66,33
5.2 .Mendeskripsikan
peristiwa-peristiwa sekitar
proklamasi dan proses
terbentuknya negara
kesatuan Republik
Indonesia

75

65

65

68,33
6.1 Mendeskripsikan bentuk-
bentuk hubungan sosial

75

65

65

68,33
6.2 Mendeskripsikan pranata
sosial dalam kehidupan
masyarakat

70

65

65

66,33
6. 3 Mendeskripsikan
pengendalian
penyimpangan sosial

80

65

65

70
7.1 Mendeskripsikan
permasalahan angkatan
kerja dan tenaga kerja
sebagai sumber daya
dalam kegiatan ekonomi,
serta peranan pemerintah
dalam upaya
penainggulangannya

75

65

65

68,33
7.2 Mendeskripsikan pelaku -
pelaku ekonomi dalam
sistem perekonomian
Indonesia

80

65

65
70
7.3 Mendes-kripsikan fungsi
pajak dalam perekonomian
nasional

75

65

65
68,33
7.4 Mendeskripsikan
permintaan dan penawaran
serta terben-tuknya harga
pasar

70

65

65

66,33

Dengan mengetahui KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebelumnya
pada tabel dia atas, maka paniliti melakukan penelitian ini dengan
menerapkan Strategi Team Teaching Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar
Siswa Kelas VIII B Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di MTs Al-Maarif 01
Singosari Malang. Tahap-tahap yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
Pertemuan awal
Pada pertemuan pertama tanggal 14 mei 2010, kedua peneliti
terlebih dahulu menjelaskan maksud dari penelitian yang akan dilakukan.
Pada siklus satu dilakukan dua kali pertemuan yang dilaksanakan dalam
waktu 4 x 45 menit.
Pada pertemuan ini materi yang disampaikan adalah tentang
pengertian tenaga kerja, angkatan kerja dan kesempatan kerja. Proses
belajar mengajar ini meliputi beberapa tahap sesuai dengan skenario yang
telah ditetapkan dalam pembelajaran (RPP di lampiran).
Selama kegiatan pembelajaran berlangsung kedua peneliti
bertindak sebagai guru dan bertindak sebagai observer. Satu orang peneliti
sebagai guru dan satu orang peneliti sebagai pengamat pada pedoman
observasi. Pada awal siklus pertama siswa masuk kelas, hanya beberapa
siswa yang terlambat.
Setelah semua siswa hadir kedua peneliti memulai kegiatannya,
dengan mengabsen siswa dan menjelaskan maksud dan tujuan dari
penelitian yang akan dilakukan. Sebelum peneliti menjabarkan secara
global tentang materi yang akan disampaikan, terlebih dahulu peneliti
melakukan tanya jawab kepada siswa untuk mengetahui lebih dalam
pemahaman siswa pada materi yang akan disampaikan selama 10 menit.
Namun siswa masih bingung dan belum ada yang bertanya. Setelah dirasa
cukup maka peneliti langsung melakukan pre test kepada siswa dengan
beberapa pertanyaan tentang pengertian tenaga kerja, angkatan kerja dan
kesempatan kerja, sementara guru pertama melakukan pre test terhadap
siswa dengan menuliskan soal pre test dipapan tulis, guru yang lain
membagikan lembar jawaban yang telah dipersiapkan oleh peneliti.
“baik anak-anak ada lima soal yang telah kami persiapkan, dan
waktunya hanya 15 menit, tolong kalian mengerjakan soal ini secara
individu, lembar soalnya sudah kami sediakan juga”
Catatan peneliti (14 mei 2010, jam 13.10 WIB)
Soal pre test
1. Sebutkan pengertian tenaga kerja?
2. Apa definisi dengan angkatan kerja?
3. Sebutkabn macam-macam angkatan kerja jelaskan?
4. Apa pengertian bukan angkatan kerja?
5. Setengah menganggur di bedakan menjadi dua sebutkan?

Kunci jawaban
1. Tenaga kerja adalah orang yang melakukan aktivitas untuk
mendapatkan pendapatan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari
yang usianya berkisar 15 tahun keatas.
2. Angkatan kerja adalah golongan penduduk usia kerja yang sedang
bekerja atau mencari pekerjaan.
3. Angkatan kerja dibedakan menjadi dua yaitu: pekerja dan
penganagguran, Pekerja adalah orang yang bekerja untuk dapat
penghasilan, Pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai
pekerjaan, orang yang tidak bekerja (masih atau sedang) mencari
pekerjaan.
4. Bukan angkatan kerja adalah orang-orang yang kegiatannya
bersekolah, mengurus rumah tangga serta pendapatan, tetapi bukan
merupakan imbalan langsung atas jasa kerjanya.
5. Pengangguran dibedakan menjadi tiga yaitu:pengangguran
friksional, struktural, dan musiman.

Setelah waktu pre test yang ditentukan habis siswa dimita untuk
mengumpulkan lembar jawaban. Setelah semua lembar jawaban
terkumpul, siswa disuruh mencatat materi tentang ketenagakerjaan yang di
sampaikan oleh ibu Yusnia yang ditentukan dalam waktu 10 menit.
Kegiatan inti
Setelah kegitan mencatat selesai peneliti pertama menjelaskan
materi masalah angkatan kerja dan tenaga kerja di indonesia selama 15
menit sedangkan peneliti kedua mengawasi siswa dari belakang agar
menyimak materi dengan baik. Namun bukan suasana ramai yang pada
waktu itu terjadi malah sebaliknya ada beberapa siswa yang mengantuk,
diantaranya:
“Viky ngantuk ya, salah satu peneliti menghampiri! Sedikit
bu”jawabnya, biar gak ngantuk ayo maju dulu, ibu yusnia menanyakan
pada viky: tenaga kerja itu seperti apa vik? Sambil tertawa viky
menjawab kayak ibu, kan kerja jadi guru bu, semua siswa tertawa
mendengar ucapan viky. Vikypun dipersilahkan kembali”.

Peneliti kembali menjelaskan materi untuk lebih meningkatkan
kembali pengetahuan siswa. Peneliti pertama memberi kesempatan kepada
siswa untuk bertanya, namun belum ada siswa yang bertanya karena
beberapa siswa terlihat mengantuk, ngobrol sendiri dan melamun.
Kegatan akhir, pada kegiatan akhir ini peneliti memberikan tugas
kepada siswa pada Lembar Kerja Siswa (LKS) yang telah dimilki oleh
siswa, agar siswa dapat belajar kembali dan sering membaca. Pada
pertemuan ini peneliti bermaksud untuk mengetahui terlebh dahulu
kemampuan yang dimiliki siswa. Memberikan pre test kepada siswa untuk
mengasah kemampuan berpikir pada siswa. Peneliti memberi gambaran
pada pertemuan selanjutnya akan dibentuk kelompok, sehingga siswa
mempunyai persiapan pada pertemuan berikutnya.
Tabel 4.1
Skor penilaian prestasi belajar pada pre test siklus satu
No Interval skor frekuensi status
1 95-100 - Lulus
2 90-94 5 Lulus
3 85-89 7 Lulus
4 80-84 8 Lulus
5 75-79 9 Lulus
6 70-69 3 Lulus
7 00-64 14 Tidak lulus
43

Berdasarkan hasil skor tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan
pembelajaran melalui strategi team teaching dengan model belajar pre test
sebagai tingkat pemahaman siswa belum maksimal dalam meningkatkan
prestasi belajar siswa kelas VIII B terhadap materi IPS Terpadu yang telah
dipelajari. Dikatakan demikian karena terlihat masih banyak siswa yang
belum berhasil / lulus pada soal pre test sebesar 21,25% .
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan
kelas adalah 43 siswa, yang dinyatakan lulus sebanyak 29 siswa. Sedangkan
yang gagal sebanyak 14 orang siswa dikarenakan pencapaian skor tesnya
kurang dari 65, sesuai dengan KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang telah
ditentukan oleh kurikulum disekolah MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang..
Pertemuan kedua
Pada pertemuan kedua ini berbeda dengan pertemuan pertama,
pada pertemuan pertama siswa belum berpengalaman dalam berkelompok,
berdiskusi dan presentasi, siswa masih terlihat bingung dan malu. Kali ini
kedua peneliti akan menerapkan model belajar kelompok, diskusi, dan
presentasi.
Kegiatan awal, pada pertemuan kedua siswa mulai masuk kelas
dengan tepat waktu, hal ini dikarenakan pelaksanaan dilakukan pada jam
terakhir pada pukul 16.00 WIB. Pada kegiatan awal kedua peneliti
meminta kepada siswa untuk membuka tugas rumah yang diberikan oleh
peneliti pada pertemuan sebelumnya pada materi ketenagakerjaan. Dan
membahas pada LKS selama 10 menit.
Kegiatan inti. Setelah waktu yag dibatasi dalam membahas LKS
habis, kedua peneliti menanyakan kembali kepada siswa bagaimana
dampak pengangguran yang terjadi di Indonesia saat ini selam 10 menit.
Setelah dirasa cukup, guru pertama menjelaskan materi yang ingin dicapai
selama 10 menit, dan menyiapkan gambar sesuai dengan tujuan
pembelajaran dan model pembelajaran yang akan diterapkan adalah
belajar kelompok, diskusi, dan presentasi . setelah selesai menyampaikan
materi siswa diminta untuk membentuk kelompok dari 43 siswa menjadi 4
kelompok dengan menyiapkan lembar kertas. Ibu Yusnia menyuruh siswa
untuk memperhatikan dan menganalisa tentang gambar dokter,
pengangguran, arsitek, guru, pekerja pabrik dan pilot, sementara ibu
Asmaul Husnah mengarahkan siswa bagaimana cara menganalisa dan
memberi tanggapan pada gambar tersebut dan akhirnya akan
dipresentasikan oleh masing-masing kelompok
Hasil pengamatan, dalam tahap ini menunjukkan masih ada
beberapa siswa yang masih terlihat canggung kondisi demikian dapat
dipaparkan sebagai berikut:.
“Ibu Yusnia akhirnya langsung menunjuk salah satu dari kelompok
“Ketua kelompok dua siapa? Linda mayasari bu!, ya silahkan
mempresentasikan hasil diskusinya. Aduh bu kok saya bu, malu bu,
ndak bisa”
Ibu Asmaul Husnah akhirnya memberi arahan kepada linda bagaimana
caranya untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
Catatan peneliti (tanggal 15 mei 2010 jam 16 .25 WIB)

Dengan sedikit malu siswapun mau melaksanakan intruksi yang
diberikan oleh peneliti. Namun setelah siswa membacakan hasil
diskusinya, tidak ada satupun dari kelompok lain untuk bertanya,
kebanyakan mereka belum faham apa yang harus ditanyakan. Oleh karena
itu peneliti menjelaskan materi, sekaligus memberi contoh bagaimana cara
presentasi tentunya dengan penuh kesabaran, dengan tenaga dari dua orang
guru sebagai team, maka secara maksimal kedua peneliti memberikan
pengarahan. Dan pada sesi kedua salah satu peneliti menunjuk salah satu
kelompok lagi:
Saat ibu Asmaul mempersilahkan setiap kelompok untuk presentasi
tidak ada satupun dari kelompko yang berani untuk memulai terlebih
dahulu, sampai pada akhinya ibu Yusnia yang menunkuk salah satu dari
kelompok yaitu kelompok Ibadur Rahman (salah satu siswa terpandai
dikelas VIII B) yang memulai presentasi, ibad mempresentasikan hasil
diskusinya dengan cukup baik. Kelompok ibad pada waktu itu
mempresentasikan tentang gambar seorang guru.

Pada sesi berikutnya setelah ibad selesai membacakan hasil
diskusinya, ada salah satu dari kelompok lain yang menanyakan kepada
Ibad yaitu Efti Mailuf (salah satu siswi yang juga pandai dikelas) dengan
yang muncul seperti:
“ibad kalau kamu jadi guru, pas ketemu sama anak yang gak sekolah
karena gak punya uang, apa kamu mau membantu?
Ibadpun langsung tersenyum dan menjawab” ya semoga saja nanti
kalau jadi guru gajinya banyak, insyaAllah aku bantu”

Suasana presentasipun langsung pecah dan terhibur dengan
jawaban dari Ibad, dan kegiatan presentasipun berjalan lancar, sampai
denga batas waktu pembelajaran berakhir pada tahap ini, hanya ada dua
kelompok yang sudah mempresentasikan hasil diskusi, sementara masih
ada dua kelompok lagi yang belum melakukan presentasi dikrenakan
waktu juga akan segera habis. Akhirnya peneliti meminta dua kelompok
lainnya untuk presentasi minggu depan dan mempersiapkannya dengan
sebaik mungkin.
Berdasarkan hasil dari pengamatan, pos test berjalan dengan
lancar. Setelah dilakukan koreksi setiap setiap skor hasil siswa adalah:
sebagaimana disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2
Skor penilaian diskusi dan presentasi siswa pada siklus satu
No Interval skor frekuensi kriteria
1 90-100 - -
2 80-89 - -
3 70-79 - -
4 60-69 36 Cukup baik
5 50-59 - -
6 40-49 7 kurang
7 00-39 - -
43

Berdasarkan tabel diatas model belajar kelompok, diskusi, dan
presentasi terbukti dapat meningkatkan prestasi yang dilaksanakan oleh
siswa. Karena terlihat adanya peningkatan skor dari pre test yang semula
nilai rata-rata kelas dari pre test sebesar 21,25% mengalami peningkatan
menjadi 54,13%.
Refleksi Pelaksanaan Tindakan
Pada kegiatan siklus pertama , menunjukkan bahwa tidak ada
permasalahan dalam penyusunan perencanaan tindakan pada RPP. Jadual
jam mata pelajaran telah sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan proses
belajar mengajar, sdangkan pada proses pelaksanaan tindakan menujukkan
bahwa (1) peneliti terlebih dahulu menjelaskan materi dan melakukan
tanya jawab kepada siswa (2) di adakan pre test untuk mengetahui
kemampuan siswa pada pemahaman materi, (3) pertemuan kedua siswa
masih belum terbiasa pada model pembelajaran berkelompok dan disertai
dengan presentasi (4) pemberian tugas oleh kedua peneliti tentang model
pembelajaran dengan berkelompok benar-benar memanfaatkan waktu
siswa dengan baik, (5) pembelajaran dengan dua orang guru ternyata dapat
memberikan pengetahuan yang bervariasi baik terhadap guru maupun
siswa, (6) mempresentasikan hasil diskusi dapat melatih keberanian siswa
dalam mengemukakan pendapat di depan banyak orang, (5) penerapan
strategi team teaching dengan model belajar kelompok, diskusi, dan
presentasi terbukti dapat meningkatkan keaktifan, kreativatas dan prestasi
belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu.
b. Temuan penelitian siklus satu
1) Proses perencanaan pembelajaran berjalan lancar, sesuai dengan
rencana yang telah dibuat dan disusun secara berkolaborasi bersama
dengan team peneliti / team guru (team teaching) dan siswa yang
termuat dalam RPP dan dibuat berdasarkan pada siklus yang telah
dibuat.
2) Proses pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar, sesuai
dengan RPP yang telah disusun bersama team peneliti diantaranya:
(1) dengan penerapan kolaborasi guru (team teaching) dapat
meningkatkan pengetahuan siswa dengan bervariasi karena
dibimbing oleh dua orang guru, (2) pembelajaran model belajar
kelpompok, diskusi, dan presentasi dapat melatih siswa dalam
mengemukakan pendapatnya didepan banyak orang/ muka umum,
(3) team teaching merupakan strategi baru bagi guru dan siswa, (4)
team teaching telah memberi manfaat pada siswa dan guru untuk
mempermudah siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu, untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa.
3) Proses penilaian, team teaching terbukti dapat meningkatkan
keaktifan dan presentasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS
Terpadu, pada data kuantitatif yang diperoleh oleh peneliti.
Keaktifan siswa dalam presentasi pada siklus satu meningkat dari
hasil keaktifan pada saat yang mulanya nilai rata-rata kelas dari hasil
pre test sebesar 21,25% pada hasil pre test diantara 43 siswa terdapat
13 siswa yang dinyatakan tidak lulus, karena nilainya kurang dari 65
/ karang memenuhi KKM (kriteria ketuntasan minimal). Sedangkan
hasil pada belajar siswa meningkat dari hasil presentasi yang
mulanya nilai rata-rata kelas dari pre test sebesar 21,25% menjadi
54,13% pada hasil presentasi. Siswa yang tidak lulus sebanyak 7
orang siswa dan siswa yang lulus sebanyak 36 siswa, dan nilai yang
diperoleh dapat dikatakan telah memenuhi KKM (kriteria ketuntasan
minimal) sesuai dari ketentuan sekolah sebesar 65.




c. Paparan Data Siklus Dua
1) Perencanaan tindakan
Pada rencana tindakan siklus dua peneliti tetap menerapkan model
belajar kelompok, diskusi, dan presentasi pada mata pelajaran IPS Terpadu.
Untuk menindak lanjuti hasil dari analisis dan refleksi pada siklus satu, maka
kedua peneliti berupaya untuk melakukan perbaikan pada proses
pembelajaran strategi team teaching, yaitu dengan membiasakan siswa
dengan sering berdiskusi dan sering presentasi supaya terbiasa untuk
mengemukakan pendapat agar mempunyai keberanian.
Siklus ini terdiri dari dua kali pertemuan yang membahas materi
tentang peningkatan mutu tenaga kerja (1x45 menit dengan satu kali
pertemuan). Sebelum proses balajar mengajar dilaksanakan peneliti memulai
penelitian ini dari beberapa tahap persiapan, yaitu:
a) Penerapan model belajar kelompok, diskusi, dan presentasi disusun
dan di wujudkan dalam bentuk RPP (di lampiran). RPP disusun
secara kolaboratif oleh kedua team peneliti / team guru (team
teaching) IPS Tepadu dikelas VIII B, RPP yang telah dibuat
memuat diantaranya: standar kompetensi, kompetensi dasar
(SK,KD), indikator hasil belajar, tujuan pembelajaran yang akan
dicapai, langkah-langkah pembelajaran dalam penerapan team
teaching dengan menggunakan model belajar kelompok, diskusi,
dan presentasi serta rubrik penilaian yang digunakan dalam
menentukan indikator keberhasilan pada pembelajaran. aspek
yang dinilai pada hasil diarahkan pada ketepatan siswa dalam
menjelaskan hasil presentasi dan ketepatan siswa dalam
menanggapi. RPP dikembangkan berdasarkan silabus oleh peneliti
dan guru IPS Terpadu di kelas VIII B.
b) Kedua team peneliti bekerja sama dengan guru IPS Terpadu dalam
membuat soal post test
c) Membuat pedoman observasi untuk mengetahui, untuk mengetahui
keaktifan guru dan siswa selama proses pembelajaran
berlangsung.
2) Pelaksanaan tindakan
Pelaksanaan siklus dua diadakan satu kali pertemuan, pelasanaan ini
dilaksanakan pada tanggal 21 mei 2010 pada pukul 13 00 WIB. Pembelajaran
dilaksanakan dalam waktu 1x40 menit.
Pertemuan ketiga
Pada pertemuan ketiga ini siswa masuk kelas pada jam 14.08 WIB.
Ada keterlambatan 7 menit. Setelah semua siswa masuk kelas peneliti
pertama mulai mengabsen siswa, setelah selesai mengabsen peneliti kedua
meminta pada dua kelompok yang belum presentasi untuk mempresentasikan
hasil analisis gambar pada pertemuan sebelumnya. Ibu Yusnia terlihat
memperhatikan dan menyimak setiap presetasi yang dilakukan oleh siswa,
sementara ibu Asmaul melakukan penilaian terhadap kekreatifan dan
keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Seperti pertemuan minggu lalu
kegiatan presentasi berjalan lancar.
Kegiatan kedua kelompok berakhir pada pukul 14.30 WIB,
selanjutnya guru menjelaskan materi yang telah dipresentasikan oleh siswa
secara global agar siswa lebih memahami materi secara mendalam selama 10
menit. Pada sesion selanjutnnya adalah pengadaan pre test secara individu
dan dibatasi selama 15 menit. Ibu Asmaul mengintruksikan kepada siswa
agar memberi jarak pada tempat duduk mereka, ibu Yusnia memberikan
lembar jawaban kepada siswa. Setelah waktu yang ditentukan habis maka
siswa diminta mengumpulkan lembar jawaban.
Sebelum pertemuan diakhiri, peneliti memberi tugas rumah kepada
siswa yakni dengan tema permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja
sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi, serta peranan pemerintah
dalam upaya penainggulangannya dan minggu depan akan kita laksanakan
pos test.
Pada pertemuan kali ini tema yang akan dibahas adalah lanjutan dari
pertemuan sebelumnya, dikarenakan presentasi pada pertemuan sebelumnya
belum selesai. Proses pembelajaran dengan beberapa tahap skenario telah
ditetapkan dalam RPP.
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung kedua team peneliti
bertindak sebagai guru dan siswa yang mencatat lembar kerja pengamatan
pada pedoman observasi. Hasil pengamatan guru dan siswa pada pertemuan
keempat.
Kegiatan awal, pada pertemuan keempat yang merupakan awal
siklus kedua ini, tepat pada pukul 16.00 WIB, keuda peneliti dan siswa
memasuki kelas tepat pada waktunya. Pada kegiatan awal kedua team
peneliti bersama siswa membahas tugas yang diberikan sebelumnya. ibu
Yusnia menyuruh siswa untuk membacakan hasil tugasnya sedangkan ibu
Asmaul memberi penilaian terhadap hasil tugas siswa . Setelah pembahasan
selesai, siswa diminta oleh ibu Asmaul untuk mengulas kembali materi untuk
mengetahui tingkat pemahaman siswa.
Kegiatan inti, pada pukul 16.30 WIB, ibu asmaul menjelaskan secara
global materi dengan menngunaan contoh gambar. Setelah selesai
menjelaskan materi ibu asmaul memberi kesempatan kepada siswa untuk
bertanya tentang materi yang telah disajikan. Ada I orang siswa yang
bertanya kepada ibu Yusnia yang memantau dari belakang karena malu
bertanya ibu Asmaul yang ada didepan kelas. Ibu Asmaul pun menjawab
pertanyaan dari siswa. Setelah itu ibu Yusnia bertanya kepada siswa. sudah
faham anak-anak? “Sudah bu”, kalau begitu kita mulai melakukan post test
yang kedua, ibu Asmaul mulai mengatur jarak duduk antara siswa, sambil
berkata”gak boleh nyontek loh ya”,sementara ibu Yusnia mulai membagikan
lembar jawaban seperti biasa. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan
post test 15 menit. Setelah waktu post test habis ibu Asmaul kepada siswa
untuk mengumpulkannya, dan ibu Yusnia mulai berkeliling untuk mengambil
lembar jawaban


3) Penilaian
Berdasarkan pengamatan, post test berjalan cukup lancar. Setelah
dilakukan pengoreksian skor tiap-tiap siswa adalah sebagaimana disajikan
dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.3
Skor Penilaian Prestasi Belajar Pada Presentasi Siklus Dua
No Interval skor frekuensi status
1 95-100 - Lulus
2 90-94 8 Lulus
3 85-89 9 Lulus
4 80-84 9 Lulus
5 75-79 8 Lulus
6 60-64 9 Lulus
7 00-59 - Tidak lulus
43

Berdasarkan hasil dari skor tes tersebut dapat dikatakan bahwa
strategi team teaching dengan model belajar kelompok, diskusi, dan
presentasi terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap mata
pelajaran IPS Terpadu yang telah dipelajari. Hal ini dapat dilihat dengan
adanya hasil peningkatan skor yang semula nilai rata-rata kelas dari hasil
presentasi sebesar 54,13% meningkat menjadi 87,96.
Bedasarkan hasil tabel diatas dapat dinyatakan bahwa tingkat
keberhasilan kelas adalah 43 siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 43 siswa ,
sedangkan yang gagal tidak ada karena skor tes yang ditentukan sudah
memenuhi standar KKM.
Pertemuan keempat
ada pertemuan kali ini 22 mei 2010 pada pukul 16.00 WIB, siswa
masuk kelas dengan tepat waktu. Pertemuan kali ini materi yang akan
disampaikan adalah peningkatan mutu tenaga kerja.
Kegiatan awal, pada pertemuan keempat merupakan akhir dari
siklus kedua. Pada pertemuan ini team guru mengabsen siswa, sebelum
team guru melanjutkan pada materi selanjutnya terlebih dahulu team guru
menjelaskan materi sebelumnya agar siswa lebih termotivasi dan lebih
banyak mengingat.
Kegiatan inti Setelah itu ibu Asmaul dan ibu Yusnia menerangkan
materi tentang peningkatan mutu tenaga kerja secara bergantian beserta
contoh-contoh tentang ketenagakerjaan. Setelah itu team guru memberi
kesempatan pada siswa untuk tanya jawab. Guru bertanya pada siswa:
“sudah faham anak-anak?”, siswa menjawab”sudah bu”, kalau begitu
kita mulai melakukan post test, ayo tempat duduknya dikasi jarak, ibu
yusnia mengatur duduk siswa dan ibu asmaul membagikan soal post
test yang telah dipersiapkan.

Berdasarkan hasil pengamatan tes keaktifan didalam kelas berjalan
lancar. setelah dilakukan koreksi skor dari siswa adalah sebagai berikut
dalam tabel:
Tabel 4.4
Skor Penilaian pos test Siswa Pada Siklus Dua
No Interval skor frekuensi status
1 90-100 - -
2 80-89 - -
3 70-79 - -
4 60-69 37 Cukup sekali
5 50-59 6 cukup
6 00-49
43

Hasil Rekapan Pengamatan: dalam tahap ini menunjukkan
suasana kelas lebih hidup dengan beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh
siswa, diantaranya:
“Hilal Fahmi, Bu kenapa orang Indonesia itu banyak yang miskin bu?
Ibu asmaul menjawab: “ya karena di Indonesia itu banyak
pengangguran, selain itu lapangan kerjanya juga terbatas, ibu Yusnia
menambahkan penjelasan dari ibu Asmaul,” penyebab orang Indonesia
itu jadi pengangguran juga karena mereka tidak memiliki keahlian
dalam bidang tertentu yang bisa mereka andalkan.
“Ahmad Sofi, kemampuannya kayan apa bu? Contohnya kalau punya
keahlian memasak kan bisa jualan/buka warung, kalau mengerti tentang
mesin kan bisa buka bengkel.

Hasil Wawancara dilakukan kepada guru pamong Drs. Hasbullah
Huda untuk memperjelas perilaku belajar dan proses berpikir siswa selama
proses belajar mengajar berlangsung. Peneliti mencatat hasil wawancara
sebagai berikut:
“bagaimana hasil team teaching dari penelitian kami pak?” Bpk Huda
mengungkapkan “oh Alhamdulillah, pas kalian selesai penelitian disini
lebih mendingan, biasanya anak-anak tak tanyain materi itu diem aja
gak njawab, lumayan ada keberanian mereka sekarang, memang kalau
gak di telateni ya gak nyambung-nyambung anak-anak itu” mungkin
kalo sama sampeyan anak-anak itu berani tanya, kalo sama saya ndak
pernah memang”.
Hasil wawancara dengan beberapa siswa kelas VIII B MTs Al-Maarif,
“dimana menurut kalian kalo model belajarnya seperti ini, enak sih bu,
tapi tugasnya kok banyak ya bu?”ya justru dari tugas-tugas itu kita
dapat mengetahui ukuran dari kemampuan kalian




Refleksi Tindakan
Pada kegiatan siklus kedua, telah menunjukkan bahwa tidak ada
permasalahan dalam perencanaan tindakan (RPP). Jadual jam pertama telah
sesuai dengan pelaksanaan tindakan yang menunjukkan bahwa (1) siswa
sudah mulai terlihat terbiasa dalam model belajar kelompok, diskusi, dan
presentasi dengan strategi team teaching, (2) siswa dapat mengerjakan soai
post test tanpa mendapat kesulitan, (3) penerapan model belajar kelompok,
diskusi, dan presentasi dengan strategi team teaching terbukti dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa.
d. Temuan Peneliti Siklus Dua
1) Proses perencanaan pada pembelajaran berjalan lancar, sesuai dengan
rencana yang telah dibuat oleh kedua team guru seperti yang termuat
dalam silabus dan RPP.
2) Proses pelaksanaan berjalan dengan lancar, sesuai dengan RPP,
pelaksanaan model belajar kelompok, diskusi, dan presentasi dengan
strategi team teaching menjadikan suasana pembelajaran lebih
bervariatif.
3) Proses penilaian, strategi team teaching terbukti dapat membuat siswa
lebih aktif. Prestasi belajar siswa meningkat dari hasil pre test yang
semula nilai rata-rata kelas dari sebesar yang mulanya nilai rata-rata
kelas dari pre test sebesar 21,25% menjadi 54,13% pada hasil
presentasi 36,25 meningkat menjadi 91,89. Hasil pos test siklus dua
dari 43 siswa yang dinyatakan lulus semua karena nilai yang diperoleh
telah memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 65.









BAB V
PEMBAHASAN
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti yaitu
penerapan strategi team teaching sebagai upaya dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa. pelaksanaan penelitian dilakukan pada setiap hari jum’at dan
sabtu yaitu hari jum’at pada pukul 13.00 WIB, dan hari sabtu pada pukul
16.00 WIB selam empat kali pertemuan yang dimulai pada tanggal 14 mei
2010 sampai tanggal 22 mei 2010.
Dalam hal ini ada beberapa obyek penelitian adalah siswa kelas VIII
B MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang. Pada proses pelaksanaan penelitian
yang dilakukan peneliti selama empat kali pertemuan dengan menerapkan
strategi team teaching. Dalam upaya untuk meningkatkan prestasi belajar
siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII B MTs Al-Maarif 01
Singosari Malang.
Berdasarkan hasil penelitian, wawancara baik dengan guru mata
pelajaran IPS maupun dengan siswa, pemberian berbagai macam pertanyaan
pada siswa, dan hasil dari beberapa tes pada penerapan team teaching
terhadap mata pelajaran IPS Terpadu, sebagaiman dipaparkan di atas telah
menunjukkan beberapa bukti bahwa yang dirumuskan di bab pendahuluan
jika penerapan strategi team teaching diterapkan dalam pembelajaran IPS
Terpadu, maka akan meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran
IPS Terpadu di kelas VIII B MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang, dengan
tenaga dua orang guru atau tang biasa disebut dengan team teaching telah
terbukti.
68
A. Proses PerencanaanPada Siklus Satu dan Dua
Penerapan strategi team teaching telah disusn dan diwujudkan dalam
bentuk RPP yang disusun secara kolaboratif oleh kedua orang peneliti yang
bertindak sebagai guru dan pengawas di dalam kelas, yang memuat standar
kompetensi dan kompetensi dasar (SK,KD), indikator hasil belajar, tujuan
pembelajaran yang akan dicapai, langkah-langkah pembelajaran dalam
strategi team teaching serta rubrik penilaian yang digunakan dalam
menentukan indikator keberhasilan pembelajaran. RPP yang dikemnbangkan
berdasarkan silabus yang telah dikembangkan oleh peneliti. Pada RPP
perencanaan ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Tujuan
pembuatan RPP ini agar peneliti dapat mengetahui materi yang harus
dikuasai dan menentukan topik yang akan dibahas pada penerapan strategi
team teaching yang akan dilaksanakan.
B. Proses Pelaksanaan Pada Siklus Satu dan Dua
Pelaksanaan strategi team teaching dapat berjalan lancar. Berdasarkan
hasil pengamatan dan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti,
pelaksanaan strategi team teaching memberikan pengalaman baru baik
terhadap guru maupun siswa karena memang belum pernah diterapkan
sebelumnya. Pada awalnya siswa masih belum terbiasa pada pembelajaran
berkolaborasi dan model-model yang di terapkan oleh peneliti, namun lama
kelamaan siswa mulai terbiasa dan menjadi lebih semangat dalam proses
pembelajaran, siswa lebih mudah belajar IPS Terpadu, tidak banyak
mengeluh, dan lebih berani mengemukakan pendapat didepan banyak orang.
C. Proses Penilaian Pada Siklus Satu dan Dua
Pada penilaian telah diperoleh bukti secara kuntitatif berdasarkan
hasil post test untuk mengetahui peningkatan hsil belajar siswa diperoleh
hasil yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil dari tabel 4.1 dan 4.3 pada siklus
satu dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalh 43 siswa yang
dinyatakan lulus sebanyak 35 siswa sedangkan yang gagal sebanyak 8 siswa
karena nalai yang diperoleh kurang memenuhi KKM (kriteria ketuntasan
minimal) yang telah ditentukan oleh kurikulum sekolah MTs Al-Maarif 01
Singosari Malang. Sedangkan pada siklus dua semua siswa dinyatakan lulus
karena nilai yang dicapai mencapai KKM (kriteria ketuntasan minimal) yakni
65. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan pada siklus dua terdapat
peningkatan prestasi belajar siswa yang mulanya nilai rata-rata dari pre test
sebesar 36,25 meningkat menjadi 70,43 atau sekitar 68,06% sedangkan pada
siklus dua meningkat dari 36,25 meningkat menjadi 91,89.
Berdasarkan hasil dari observasi pada tabel 4.2 dan tabel 4.4 yang
telah dilaksanakan pada siklus satu terdapat cukup banyak peningkatan
keaktifan siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Berdasarkan hasil
observasi yang dilaksanakan pada siklus dua terdapat peningkatan prestasi
belajar siswa yang mulanya nilai rata-rata dari pre test sebeasar 21,25
meningkat menjadi 54,13.sedangkan pada siklus dua 36,25 meningkat
menjadi 91,89.
.

BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan temuan penelitian, analisis dan penyajian data tentang
strategi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Terpadu
dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Strategi pembelajaran yang digunakan peneliti dalam meningkatkan
prestasi belajaran pada mata pelajaran IPS Terpadu bervariasi, yakni
berdasarkan pada materi yang dipelajari sesuai kurikulum yang
ditetapkan. Adapun strategi yang digunakan guru antara lain: Tanya
jawab, diskusi, dan pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir.
2. Pada langkah pengembangan silabus dan penyusunan RPP dengan acuan
sebagai berikut, untuk penyusunan silabus dibuat secara bersama-sama
oleh anggota tim sedangkan untuk penyusunan RPP disusun oleh
masing-masing guru pengampu mata pelajaran IPS sesuai dengan disiplin
ilmu yang dimiliki. Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam
penyusunan RPP ini adalah sebagai berikut: (1) Silabus yang telah
disepakati menjadi acuan utama, dan (2) format RPP hendaknya
diseragamkan antar guru.
3. Perubahan yang terjadi harus diikuti dan disiasati dengan baik oleh para
guru, siasat tersebut adalah dengan cara melaksanakan pembelajaran
model team teaching mengingat bahwa tuntutan kurikulum untuk mata
pelajaran IPS juga mengarah pada model pembelajaran terpadu.

72
4. Untuk dapat melaksanakan model pembelajaran IPS terpadu dengan
baik, menuntut kerja keras para guru yang tergabung dalam tim guru
mata pelajaran IPS dalam penguasaan konsep dan ketrampilan dalam
menerapkan model-model pembelajaran terpadu yang di dalamnya
mencakup: (1) perencanaan pembelajaran IPS terpadu, (2)
model/pendekatan/strategi pembelajaran IPS terpadu, dan (3) model-
model penilaian pembelajaran IPS terpadu.
5. Faktor yang menunjang dalam meningkatkan prestasi belajar kelas VIII
B pada mata prlajaran IPS Terpadu di MTs Al- Ma’arif 01 Singosari
adalah faktor guru, faktor siswa, faktor sarana dan prasarana, serta faktor
lingkungan (lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat). Sedangkan
faktor yang menghambat guru dalam meningkatkan prestasi belajar kelas
VIII B pada mata prlajaran IPS Terpadu di MTs Al- Ma’arif 01 singosari
juga berasal dari guru itu sendiri, faktor siswa, faktor sarana dan
prasarana, serta faktor lingkungan.
B. Saran
Setelah mengadakan penelitian di MTs Al- Ma’arif 01 Singosari, perlu
dikemukakan beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam
rangka perbaikan strategi guru dalam meningkatkan prestasi belajar. Adapun
saran yang peneliti kemukakan sebagai berikut:
1. Dalam upaya peningkatan prestasi belajar di MTs Al- Ma’arif 01
Singosari khususnya pada mata pelajaan IPS Trepadu, perlu dilakukan
pengawasan baik dari segi guru maupun siswa dan memberi nasehat serta
motivasi kepada guru untuk selalu belajar meningkatkan kualitas dan
profesionalisme. Selain itu, juga melakukan evaluasi atas peran dan
tanggung jawab guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada
mata pelajaran IPS Terpdu.
2. Peneliti dalam hal ini sebagai pelaku peran utama dalam proses penelitian
pembelajaran sangat perlu meningkatkan kemampuannya demi
terciptanya suasana belajar yang kondusif. Adapun untuk memberikan
pengaruh yang positif terhadap belajar siswa, peneliti harus
meningkatkan relasi (guru dan siswa) yang baik. peneliti juga harus lebih
memberikan dorongan dan bimbingan kepada siswa guna menumbuhkan
minat belajar. Adapun setelah mengetahui faktor-faktor yang menunjang
dan menghambat kualitas pembelajaran IPS Terpadu hendaknya dapat
dijadikan sebagai acuan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan
prestasi belajar kelas VIII B pada mata prlajaran IPS Terpadu di MTs Al-
Ma’arif 01 Singosari.
















DAFTAR PUSTAKA

Titikusuma Eni,Tanpa Tahun. Penelitian Tindakan Kelas
(http:www.yahoo.com,di akses 6 april 2010)

Ahmadi dan sudrajat, 2005. Kurikulum Dan Pembelajaran Team Teaching
(http:www.yahoo.com,di akses 3 januari 2010)

Alqur’an dan Terjemahnya, (Jakarta: PT Intermasa, 1974)

Amrus Dian, dkk, 2009. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan
Siswakelas XI IPA II SMA Negeri 4 Bengkulu Melalui Model
Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction Dengan Pengajaran Team
Teaching. (http:www.yahoo.com, diakses 11 juli 2010)

Artiningsih,Yeni, 2008 Konsep Dasar Team Teaching, FKIP-Universitas Kuningan.
(http:www.yahoo.com,di akses 9 juli 2010)

Soewalni, 2007. Team Teaching Program Pelatihan Applied Approach Lembaga
Pengembangan Pendidikan UNAS

Murni,Wahid, Dan Ali, Nur, 2008. Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Agama
Dan Umum Dari Teori Menuju Praktik Malang: UM press

Kunandar, 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai
Pengembangan Profesi Guru Jakarta: Rajawali Pers
Martiningsih. (2007). Team Teaching. (http://martiningsih.blogspot.com).(Diakses
4 februari 2010).

Roestiyah. 1991. Srtategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta

Ahmadi dan sudrajat, 2005. Kurikulum Dan Pembelajaran Team Teaching
(http:www.yahoo.com,di akses 3 januari 2010)

Santosa’s Agus,Tanpa Tahun Antara Team Teaching Dan Mengajar Disekolah
Lain (http:www.yahoo.com,di akses 12 januari 2010)
Engkoswara, (1984 : 70)

Tu’u,Tulus, Tanpa Tahun. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa
Jakarta: Gramedia Widia Sarana
Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek
Jakarta: Rineka Cipta
Fathurrohman, Pupuh, dan Sutikno,Sobri, 2007. Strategi Belajar Mengajar
Melalui Penanaman Konsep Umum Dan Konsep Islami Bandung: PT
Refika Aditama

Sudjana, Nana. 2004. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar Bandung: Sinar
Baru Algensindo
Bahri, Syaiful, dan Zaim,Azwan, 2002. Strategi Belajar Mengajar Jakarta:
Rineka Cipta

Winkel, 2005. Psikologi Pengajaran Jakarta: Gramedia Pustaka Tama

Sukmadinata,Syaodih,Nana, 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan
Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Syah, Muhibbin , 2000. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.
Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Dimyati, Dan Mujiono, 1999. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Syah, Muhibbin, 2000. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. bandung:
PT remaja rosda karya
Dimyati dan Mudjiono, 1999. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka
Cipta

Ngalim, Purwanto, 2002. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Soemanto, Wasty, 1998. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Rineka Cipta

Rusyan, Tabrani, 1989. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung:
Remadja Karya

Moleong, 2002. metodologo penelitian kualitatif. Bandung: PT remaja rosda
karya.
Suyanto, 1997. Pedoman Peleksanaan Penelitian Tindakan Kelas (Ikip
Yogyakarta
Moleong, 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosda Karya

Murni, Wahid, 2008. Cara Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian
Lapangan, Malang: UM Press
Lexy J. Moleong, op. cit
Moleong, 2002. Metodologi Penelitian Kualialitatif. Bandung: PT Remaja Rosda
Karya
Suyanto, 1997. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Ikip
Yogyakarta
Mulyasa, op. cit

















PENERAPAN STRATEGI TEAM TEACHING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS VIII B PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTS AL- MA’ARIF 01 SINGOSARI

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UINMMI) Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh Yusnia Sasmita 06130059

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2010

PENERAPAN STRATEGI TEAM TEACHING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS VIII B PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTS AL- MA’ARIF 01 SINGOSARI

SKRIPSI
Oleh

Yusnia Sasmita 06130059

Disetujui Oleh, Dosen Pembimbing

Ni’matuz Zuhroh M.Si 197301212 200604 2 001 Disahkan Pada Tanggal, 19 Juli 2010

Mengetahui, Ketua Jurusan IPS

Drs. Moh. Yunus, Msi. NIP.19690324 199603 1 002

Asmaun Sahlan.Si 197301212 200604 2 001 Pembimbing Ni’matuz Zuhroh M. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. MA NIP. H. H.Si 197301212 200604 2 001 Penguji Utama Dr. M. M. Hadi Masruri. 195211101983031004 Tanda Tangan : _____________ : _____________ : _____________ : _____________ Mengesahkan. 19620507 199503 1 001 . H. Pd) Pada tanggal: 28 Juli 2010 Panitia Ujian Ketua Sidang Drs. Lc.Ag NIP.HALAMAN PENGESAHAN PENERAPAN STRATEGI TEAM TEACHING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DIKELAS VIII B PADA MATA PELAJARAN IPS TERAPADU DI MTs AL. 19670816 2003121002 Sekretaris Sidang Ni’matuz Zuhroh M. M.Ag NIP. Zainuddin.MA’ARIF 01 SINGOSARI-MALANG SKRIPSI Dipersembahkan dan disusun oleh: Yusnia Sasmita (06130059) Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 28 Juli 2010. Dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh Gelar Strata Satu (S-1) Sarjana Pendidikan (S.

Motto ∩⊆⊆∪ ׎ÅÇtFΖ•Β ÓìŠÏΗsd ßøtwΥ tβθä9θà)tƒ ÷Πr& ." (QS Al Qomar 44) . Atau Apakah mereka mengatakan: "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang.

... sahabat-sahabatku angkatan 2006 khususnya mbak galuh”... memberikan aku kasih sayang yang tak seorangpun bisa menggantikannya.. serta keluarga besarku yang selalu memberi semangat yang amat berarti hingga aku lulus Perguruan Tinggi Negeri Spesial something Muhammad Fariz Ibnu Hata...GuruDosenPahlawanku.serta atas karunia dan petunjukpetunjuk-Mu yang engkau beri disegala kesempatan hidup... dan kesabarannya dalam mendukung penyelesaian karyaku ini. pengorbanan dan perjuanganmu untuk masa depanku.galuh”. ...... mas boncu. DulurDulur-dulurku di UKM teater komedi kontemporer (TK2). Denganmu hidupku terisi berbagai macam makna kehidupan.Semua bentuk masukan.. Aji Ahmad Syaifullah.PERSEMBAHAN syukur kepadaRasa puja dan puji syukur ku panjatkan kepada-Mu ya Allah.. depanku. nasehat... Adikku Lely Nova Pratiwi... Amiin. Ketulusanmu dan keikhlasanmu selama ini merawatku...di mana tempatku menimba ilmu dan engkaulah yang t’lah mengukir jiwaku dengan ilmu Adikku tersayang. Pahlawanku. mas dulurtile.semoga ALLAH SWT membalas kebaikan kalian.. dan dulur-dulur yang lainnya matursuwun atas segala bantuannya. terima kasih atas segala nasehat.... kehidupan.Guru-guru dan Dosen-dosenku.. Do’a yang engkau panjatkan untuk selalu membaluriku.. Kupersembahkan karya kecil ini sebagai rasa terima kasihku kepada: kepada: Ayahanda dan Ibundaku tercinta. motivasi...atas segala rahmat dan keni’matan di dunia yang engkau berikan padaku.. bagong...... sahabatThank’s for all my friends. saran serta motivasi akan selalu ku ingat dan tak lupa aku ucapkan thank you very much..

.

Ni’matuz Zuhroh. mohon dimaklumi adanya. Wb Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. M. Ni’matuz Zuhroh. Demikian.Si Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malana Malik Ibrahim Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Yusnia Sasmita Lamp : 4 (Empat) Eksemplar Malang. M. dan setelah membaca skripsi tersebut dibawah ini: Nama : Yusnia Sasmita NIM : 06130059 Jurusan : Ilmu Pengetahuan Sosial Judul Skripsi : Penerapan Strategi Team Teaching Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII B Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di MTs AlMa’arif 01 Singosari Malang maka selaku Pembimbing. Dekan Fakultas tarbiyah UIN MMI Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. bahasa maupun teknik penulisan.Si 19731212 200604 2 001 . Wb Pembimbing. baik dari segi isi. 22 Juli 2010 Kepada Yth. Wassalamu’alaikum Wr.

bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. Malang. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. dan sepanjang pengetahuan saya.SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan. 18 Juli 2010 Yusnia Sasmita NIM: 06130059 . juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.

Ayahanda Yunus Afriyanto dan Ibunda Tamami.KATA PENGANTAR Bismillaahirrohmaanirrohiim Alhamdulillahirobbil’alamin. nikmat. maka skripsi ini dapat diselesaikan. yang merupakan salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Tarbiyah Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. dengan segenap kasih sayangnya telah merawat dan membesarkan serta membimbingku sampai saat ini dan selalu membaluri doa untukku. serta tak henti-hentinya memberikan dukungan berupa moril. para sahabatnya. Bukanlah suatu hal yang mudah bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.. beserta keluarga. Akan tetapi berkat rahmat Allah SWT dan dukungan serta bantuan dari berbagai pihak. karena terbatasnya pengetahuan dan sedikitnya ilmu yang dimiliki penulis. yang telah memberikan rahmat. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kehadirat junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW. segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. materiil maupun spirituilnya . taufik serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu penulis dengan tulus menyampaikan rasa terimakasih kepada: 1. dan seluruh pengikutnya.

9. Imam Suprayogo. 5.Si. khususnya Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Tarbiyah. Muh.Si. M. 2. Hasbullah Huda. S. 3. selaku Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. atas segala bimbingan dan bantuan. Prof. Terima kasih atas waktu dan kesediaan serta informasi yang telah diberikan kepada penulis.Pd selaku guru IPS. Ni’matuz Zuhroh.sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. izin kepada penulis untuk . petunjuk serta kesabaran selama membimbing penulis. Segenap Bapak dan Ibu Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. M. Drs. Dr. Semoga ALLAH SWT selalu melindungi beliau. 8. dan membalas segala pengorbanan yang telah diberikan. Yunus. Bapak. M. 7. MA. 6. 4. Zainuddin. terima kasih atas segala nasehat. DR. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. H. MA selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Drs. jurusan pendidikan ilmu pengetahuan sosial. Bapak Drs. selaku dosen pembimbing. yang telah memberikan mengadakan penelitian. H Imam Syafii. Ibu Guru dan Staf Karyawan MTs Al-maarif 01 singosari yang telah membantu kelancaran pelaksanaan penelitian.P selaku Kepala Sekolah MTs Al-maarif 01 singosari.

Akhirnya hanya kepada Allah SWT. Semoga amal kebaikan mereka dapat diterima serta mendapat balasan dari Allah SWT. Amin. penulis senantiasa memohon maghfiroh dan ridho ALLAH SWT atas penyusunan dan penulisan skripsi ini. Walaupun dalam penulisan skripsi ini penulis mencurahkan segala kemampuan. Semoga dicatat sebagai amal yang shaleh dan bermanfaat. Malang. namun penulis mengakui masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Teman-temanku tiyang PIPS mulai aku masuk kuliah hingga aku lulus perguruan tinggi dan semua pihak yang telah membantu dan turut serta penulis dalam menyelesaikan skripsi. semoga skripsi ini bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. 18 mei 2010 Penulis . Besar harapan penulis. Dengan rendah hati penulis mohon bimbingan untuk kemajuan di masa mendatang..10. semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Amin Ya Robbal Alamin.

63 : Skor Penilaian Prestasi Belajar Pada Post Test Siklus Dua……………………………………………………70 :Skor Penilaian Presentasi Siswa Pada Siklus Dua……..2 Table 4..61 : skor penilaian diskusi dan presentasi siswa pada siklus satu……………………………………………………….1 Table 4.DAFTAR TABEL Tabel 2.71 .4 :Persamaan dan Perbedaan Penelitian ini Dengan Penelitian Terdahulu………………………………………………10 :Skor penilaian prestasi belajar pada pos test pada siklus satu……………………………………………………….3 Tabel 4.1 Tabel 4.

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Instrumen Penelitian Lampiran 2 : Perangkat Pembelajaran Guru IPS Lampiran 3 : Foto Dukumentasi Penelitian Lampiran 4 : Bukti Konsultasi Lampiran 5 : Surat Izin Penelitian Lampiran 6 : Surat Keterangan Penelitian Lampiran 7 : Daftar Riwayat Hidup .

..................................................... VIII BAB I PENDAHULUAN .....................................VII ABSTRAK .......... Tujuan Penelitian ...... 5 C...........................................................................................................................................................................................................................................................................27 ................................ 6 E.......................... Sistematika Pembahasan ................................................... 10 A..................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGAJUAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN MOTTO HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR ... 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA ..................... 8 Kajian Penelitian Terdahulu .......... 18 E.................... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar Siswa......... Pengertian IPS Terpadu…………………………..................... 8 Kajian Teoritis ................................... pengertian Team Teaching ............... 1 B........... 10 B........ Kelebihan Dan Kekurangan Team Teaching .............................21 G.... I A.............................................................................................................. 12 C............................................. Manfaat Team Teaching ....... 15 D...............................................................19 F........ VI DAFTAR TABEL........ Latar Belakang ........................... Rumusan Masalah .. ......................................................…............ 6 D............. Tahapan Pembelajaran Team teaching ........................... Pengertian Prestasi Belajar........ Manfaat Penelitian ........................................................ I DAFTAR ISI ................................IV DAFTAR LAMPIRAN ..........

...........................................44 C.................... 30 B.............. 32 D..... 68 A..........BAB III METODE PENELITIAN ......................... Proses Pelaksanaan Pada Siklus Satu Dan Dua ........................................................................................................ Tahap-Tahap Penelitian ......... Kehadiran Peneliti ..................................... 31 C.... Pendekatan dan Jenis Penelitian .................................................. 34 F....................... 69 C..... 30 A................... Sejara h Berdirinya MTs Al-Ma’arif 01 Singosari Malang .................... Proses Perencanaan Pada Siklus Satu Dan Dua ....................................... Sumber Data .................................. 72 Kesimpulan ...................................... 36 H... Paparan Data Sebelum Tindakan ……………………............................. Teknik Analisis Data ....................... Prosedur Pengumpulan Data ...... 42 B.................................... ............ Paparan Data Setelah Tindakan………………………....LAMPIRAN ...................................... 73 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ....... Pengecekan keabsahan Data ................................................................................... 38 BAB IV HASIL PENELITIAN......................... 32 E........................................... 69 B......... Lokasi Penelitian .....................................................46 BAB V PEMBAHASAN ..... 72 Saran ... 36 G..................................................................... 42 A............................................. Proses Peneliaian Pada Siklus Satu Dan Dua……………………………………………………………70 BAB VI PENUTUP ....................................................................................................45 D.......................... Visi dan Misi MTs Al-Ma’arif 01 Singosari.....

Berdasarkan hasil analisis tersebut.Si Kata Kunci : Penerapan Team Teaching. Guru dituntut untuk senantiasa meneliti persoalan yang dialami oleh peserta didiknya. M. Pendidikan secara alami merupakan kebutuhan hidup manusia.Ma’arif 01 Singosari sudah berjalan baik. Penerapan Strategi Team Teaching Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di Kelas VIII B Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di Mts Al.Ma’arif 01 Singosari Malang Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan PTK dengan teknik pengumpulan data melalui observasi. upaya melestarikan kehidupan manusia dan telah berlangsung sepanjang peradaban manusia itu ada. Kebutuhan manusia akan pendidikan merupakan suatu yang sangat mutlak dalam hidup ini. Yusnia. Jurusan Pendidikan IPS (Pendidikan ekonomi). Melalui pendidikan manusia dapat belajar menghadapi problematika yang ada di alam semesta demi mempertahankan kehidupannya. Dalam hal ini salah satunya melalui penelitian tindakan kelas. 0leh karena itu guru harus senantiasa belajar dan teliti dalam menghadapi persoalan yang ada. dan manusia tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pendidikan. Adapun untuk menganalisis data digunakan metode deskriptif kualitatif. meskipun masih ada kekurangan-kekurangan. Prestasi Belajar IPS TERPADU Pendidikan adalah suatu proses pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dosen Pembimbing : Ni’matuz Zuhroh. yakni uraiannya didasarkan pada gejala-gejala yang tampak. dapat disimpulkan bahwa Penerapan Strategi Team Teaching Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di Kelas VIII B Pada Mata Pelajaran Ips Terpadu Di Mts Al. Pemanfaatan hasil penelitian untuk perbaikan kualitas pendidikan praktis dilakukan dengan pendekatan ”. Tidak termanfaatkannya temuan penelitian tersebut dapat disebabkan oleh temuan tersebut kurang praktis dan guru sendiri kurang mampu mengoperasionalkan serta mewujudkannya. Skripsi. Salah satu pemecahan masalah guna peningkatan kualitas pendidikan adalah melalui penelitian pendidikan. wawancara. Sayangnya sampai saat ini hasil temuan penelitian jarang dapat dimanfaatkan oleh guru. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.ABSTRAK Sasmita. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam strategi pembelajaran yang digunakan oleh peneliti . Fakultas Tarbiyah.2010 Penerapan Straregi Team Teaching Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di Kelas VIII B Pada Mata Pelajaran Ips Terpadu Di Mts Al. Upaya peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek di dalam pembangunan pendidikan Indonesia dewasa ini. dan dokumentasi.Ma’arif 01 Singosari .

kreativatas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu. dan presentasi dengan strategi team teaching. diskusi. diskusi. (6) mempresentasikan hasil diskusi dapat melatih keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat di depan banyak orang. dan presentasi dengan strategi team teaching terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Peran. dan presentasi terbukti dapat meningkatkan keaktifan. tugas dan tanggung jawab yang dilakukan oleh peneliti sebagai sebuah penelitian sudah terlaksana dengan baik. Adapun hasil yang dapat dicapai dalam penelitian ini (1) pertemuan pertama peneliti melakukan tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemehaman siswa. sehingga mempermudah proses belajar mengajar di kelas. (3) penerapan model belajar kelompok. . (5) pembelajaran dengan dua orang guru ternyata dapat memberikan pengetahuan yang bervariasi baik terhadap guru maupun siswa. (2) siswa dapat mengerjakan soai post test tanpa mendapat kesulitan. Pada pertemua ketiga pelaksanaan tindakan yang menunjukkan bahwa (1) siswa sudah mulai terlahat terbiasa dalam model belajar kelompok. (2) peneliti mengadakan pre test untuk mengetahui kemampuan siswa pada pemahaman materi.berdasarkan materi yang akan disampaikan. (7) penerapan strategi team teaching dengan model belajar kelompok. (3) pertemuan kedua siswa masih belum terbiasa pada model pembelajaran berkelompok dan disertai dengan presentasi (4) pemberian tugas oleh kedua peneliti tentang model pembelajaran dengan berkelompok benar-benar memanfaatkan waktu siswa dengan baik. diskusi. maka proses belajar mengajar akan kondusif dan siswa akan lebih mempunyai gairah untuk aktif belajar IPS Terpadu. Dengan adanya strategi pembelajaran yang bervariasi yang dilakukan oleh peneliti.

efisien dan tepat sasaran. Selain itu seorang guru bertanggung jawab pula untuk ‘menciptakan’ situasi yang mendorong motivasi. Dengan kata lain pemahaman konsep siswa terhadap mata pelajaran tergantung sepenuhnya pada diri siswa. Bila situasi dan suasana di dalam kelas berubah maka metode/tekhnik mengajar pun juga harus berubah. mereka harus dapat memanfaatkan situasi yang diciptakan guru yang berperan sebagai fasilitator. Dengan demikian guru. dan pemanfaatan kembali informasi tersebut untuk memecahkan masalah yang dihadapi. perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam membangun gagasan.BAB I PENDAHULUAN A. Prosesnya melalui persepsi. dan merupakan suatu informasi bagi siswa. Belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Latar Belakang Belajar merupakan suatu proses mengembangkan daya pikir. penyimpanan informasi. dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Berdasarkan uraian di atas jelas terlihat bahwa siswa merupakan ‘aktor utama’ dalam proses pembelajaran. Guru sebagai fasilitator mutlak harus menguasai metode/teknik pembelajaran yang efektif. Penentuan metode/teknik mengajar yang akan digunakan harus senantiasa diawali dari situasi real (nyata) di dalam kelas. Karena itulah seorang guru sebagai ”pengendali” kegiatan belajar mengajar di dalam kelas harus menguasai dan tahu kelebihan dan kekurangan beberapa macam metode pengajaran dengan baik. sehingga guru 1 .

artinya seorang guru harus mampu mendiagnosis masalah yang muncul dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas.di akses 3 januari 2010) . Perubahan situasi dan tujuan pembelajaran di dalam kelas memerlukan kepekaan guru. komunikasi dan informasi. Perubahan dan pengetahuan baru (yang berkembang) harus disiapkan ke dalam pengetahuan yang telah diprogramkan. Para guru adalah manager di pusat-pusat pembelajaran dan siswa adalah klien.com.yahoo.1 Pendidikan harus diarahkan untuk pengembangan kualitas SDM yang meliputi segala aspek perkembangan manusia. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional adalah pengembangan sekolah-sekolah unggulan yang dalam perspektif global akan menyumbangkan nilai strategis. Selain itu guru juga dituntut mampu menganalisis dan mendeskripsikan penyebab dari masalah tersebut serta mampu memilih metode yang paling tepat untuk digunakan memecahkan masalah tersebut.di akses 6 april 2010) 2 Ahmadi dan sudrajat.Kurikulum Dan Pembelajaran Team Teaching (http:www.mampu memilih dan menerapkan metode pengajaran yang dinilai paling efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.2 1 Eni titikusuma. Penelitian Tindakan Kelas (http:www.yahoo. Sejalan dengan perkembangan teknologi. Seorang guru yang profesional (al-mu'alim almihni) sangat mengenal "latar belakang" siswa serta keharusan menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang disesuaikan dengan topik yang akan diajarkan dan ditambah dengan bahan tambahan yang terkini.com.

Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervise manajerial kepala sekolah. namun juga membina guru melalui supervisi akademik. kurikulum dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar. dan belajar dalam suasana senang serta efektif. terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Strategi yang baik adalah bila dapat melahirkan metode yang baik pula. maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih strategi pembelajaran yang tepat. Dengan demikian strategi pendidikan Islam adalah seperti yang ditunjukkan Allah dalam firman-Nya. ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung di sebuah kelas.sehingga menjadikan siswa aktif. antara lain: . sebab metode adalah merupakan suatu cara pelaksanaan strategi. di situ ada lebih dari satu guru. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran. Oleh karna itu dengan melihat realitas di atas maka peneliti mengambil judul penelitian PENERAPAN STRATEGI TEAM TEACHING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII B PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTs Al MAARIF 01 SINGOSARI MALANG Prinsip Team Teaching adalah. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetesi guru. Sebenarnya ada beberapa model team teaching. kreatif. dan kemungkinan lebih dari satu model dapat di lakukan dalam satu jam pelajaran.Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam menciptakan sekolah berbasis pengetahuan yaitu pemahaman tentang pembelajaran.

salah satu guru melaksanakan pembelajaran. hlm. kepadamu. 623. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. sedangkan guru yang satunya lagi menulis atau membuat catatan di papan tulis.3 Team teaching adalah sebuah metode dimana dua orang guru mengajar dalam satu kelas dan mereka berbagi tanggung jawab yang sama dalam mengajar pada siswa-siwanya dan secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran selama jam pelajaran berlangsung. antara lain: (1) “Supported Instruction” adalah sebuah bentuk team teaching dimana salah seorang guru menyampaikan materi ajar dan satu guru lainnya melakukan kegiatan tindak lanjut dari materi yang telah disampaikan rekan satu timnya tadi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al-Qashas: 77). Model-model yang lebih menantang dan signifikan dapat meningkatkan mutu pendidikan. (Jakarta: PT Intermasa. (3) “Differencaiated Split Class” adalah team teaching yang pelaksanaannya dengan cara membagi siswa ke dalam dua kelompok 3 Alqur’an dan Terjemahnya. 1974).š∅ÏΒ y77ŠÅÁΡ š[Ψs? Ÿωuρ ( οtÅzFψ$# u‘#¤$!$# ª!$# š9t?#u !$yϑ‹Ïù Æ tGö/$#uρ t t n ( ÇÚö‘F{$# ’Îû Š$|¡x ø9$# Æ ö7s? ωuρ ( šø‹s9Î) ª!# z|¡ômr& !$yϑŸ2 Å¡ômr&uρ ( $u‹÷Ρ‘‰9$# y Ÿ $ ∩∠∠∪ tωšø ßϑø9# =Ït† Ÿω ©!$# ¨βÎ) $ ä Artinya: ”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. (2) “Parallel Instruction” adalah sebuah bentuk team teaching yang pelaksanaannya siswa dibagi menjadi dua kelompok dan masing-masing guru dalam kelas tersebut bertanggungjawab untuk mengajar masing-masing kelompok. . Misalnya. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik.

berdasarkan tingkat ketercapaiannya. Tujuan Penelitian 1. Bagaimana penerapan srategi team teaching dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII B di MTs Al-Maarif 01 Singosari? C.4 B. . Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan ke berbagai pihak. Salah satu guru melakukan pengajaran remedial kepada siswa yang tingkat pencapaian kompetensinya kurang / tidak mencapai KKM (ketuntasan kriteria minimal) sedang guru yang lain melakukan pengayaan kapada mereka yang telah mencapai dan/atau yang telah melampaui tingkat ketercapaian kompetensinya (mencapai atau melebihi KKM). Untuk mengetahui penerapan strategi team teaching dalam meningkatkan prestasi belajar siswa VIII B di MTs Al-Maarif 01 Singosari D. sedangkan yang lainnya berkeliling kelas memonitor perilaku dan kemajuan siswa.. antara lain: 4 Ibid. Model ini dilaksanakan dengan cara salah satu guru dipastikan melakukan peran sebagai pengajar yang memberikan pembelajaran di kelas. (4) “Monitoring Teacher” adalah model lain dari team teaching. Rumusan Masalah 1.

pada bab ini merupakan hasil panelitian BAB V. sumber data. prosedur pengumpulan data. rumusan masalah. serta profesionalisme guru IPS di tengah-tengah masyarakat modern. lokasi penelitian. E. manfaat penelitian da BAB II KAJIAN PUSTAKA. sebagai calon sarjana yang professional. 2. Bagi guru Diharapkan hasil penelitian ini bisa memberikan tambahan wawasan. Dapat meningkatkan makna bekerjasama 2. pada bab ini merupakan pendekatan dan jenis penelitian kehadiran peneliti. sebagai pedoman bagi peneliti.1. SISTEMATIKA PEMBAHASAN Pada sistematikaa pembahasan ini. 3. yang meliputi latar belakang masalah. tujuan penelitian. Bagi siswa 1. peruntutannya adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN. BAB IV. BAB III METODE PENELITIAN. terdahulu dan kajian teoritis. pada bab ini memaparkan tentang penelitian n sistematika pembahasan. Dapat meningkatkan makna pembelajaran bagi siswa. Bagi peneliti Dalam penelitian ini sangat penting bagi peneliti guna meningkatkan wawasan. dan teknik analisis data. pada bab ini terdapat pembahasan .

2) meningkatkan keaktifan siswa dengan menerapkan model pembelajaran ATI dengan pengajaran team teaching. Dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap. Penelitian Terdahulu Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Bengkulu pada siswa kelas XI IPA II SMAN 4 bengkulu dengan menerapkan model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) dengan pengajaran Team Teaching dan terdiri dari tiga orang pengajar. pada bab ini terdapat hasil kesimpulan. Tujuan penelitian ini adalah 1) meningkatkan hasil belajar kimia dengan menerapkan model pembelajaran ATI dengan pengajaran team teaching. 2) pelaksaan.BAB VI. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan lembar observasi. yaitu. Dalam penelitian ini. peneliti melakukan tiga siklus. kritik dan saran pada metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti BAB II KAJIAN PUSTAKA I. 1) perencanaan. Dimana dari . 4) refleksi. 3) observasi.

61%.1 perbandingan penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan no peneliti 1 Amrus Dian dkk judul penelitian Model Pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) Dengan Hasil penelitian Penerapan model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) dengan Persaman Strategi pembelajaran team teaching perbedaan Pencapaian peneliti untuk meningkatkan prestasi siswa Sedangkan pada penelitian 5 Amrus Dian.yahoo. (http:www. dkk.com. siklus dua sebesar 85.80%. siklus tiga sebesar 23 (kriteria baik).61%. siklus dua sebesar 16 memenuhi (kriteria baik). dan siklus ke tiga sebesar 87. Keaktifan siswa pada siklus satu sebesar 27. siklus dua sebesar 86. dan siklus tiga sebesar 86. Untuk siswa berkemampuan sedang ketuntasan belajar pada siklus satu sebesar 84. dan siklus tiga sebesar (kriteria baik).66%.30%. siklus dua sebesar 22 (kriteria baik).analisis data hasil belajar untuk siswa berkemampuan tinggi untuk ketuntasan hasil belajar pada siklus satu sebesar 73.5 Tabel 2.36%. Untuk siswa berkemampuan rendah ketuntasan belajar pada siklus satu sebesar 75.keaktifan siswa pada siklus satu sebesar 17 (kriteria cukup). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswakelas XI IPA II SMA Negeri 4 Bengkulu Melalui Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction Dengan Pengajaran Team Teaching. Berdasarkan analisis deskripsi tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction dengan pengajaran team teaching efektif diterapkan dalam proses pembelajaran.5 memenuhi (kriteria baik).61%. dua sebesar 76. diakses 11 juli 2010) . siklus dua sebesar 31 (kriteria baik).92%. dan siklus tiga 17.5 (kriteria baik).33%. siklus tiga sebesar 92. Keaktifan siswa pada siklus satu sebesar 13 memenuhi kriteria cukup.

Pengajaran Team Teaching Pada Siswa Kelas XI IPA II SMAN 4 Bengkulu pengajaran Team Teaching meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan keaktifan siswa Pada Peneliti ini pencapaiannya tingkat prestasi pada balajar siswa dengan strategi team teaching sebelumnya meningkatkan hasil belajar meningkatkan keaktifan siswa Dengan adanya penelitian tersebut peneliti dapat mengetahui tentang pembelajaran pada strategi team teaching dapat meningkatkan berbagai aspek dalam pembelajaran. II. Hasil penelitian dari Amrus Dian dkk (Model Pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Meningkatkan Keaktifan Siswa Dengan Pengajaran Team Teaching Pada Siswa Kelas XI IPA II SMAN 4 Bengkulu) dengan adanya Model Pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) dengan pengajaran Team Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa. Kajian Teoritis A. Hasil pada penelitian ini maka dapat diketahui bahwa penelitian tentang strategi Team Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa.terdapat perbedaan dalam subyek penelitian peneliti yang melakukan penelitian di MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang. Pengertian Team Teaching . dan kemampuan lain yang diterapkan dalam model belajar oleh penelit dalam kerjasama kelompok. kecakapan dalam presentasi.

baik kekurangan sarana maupun finansial6 Penyajian secara team teaching ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu siswa agar lebih lancar terjadinya interaksi mengajar belajar secara 6 Martiningsih.Team Teaching adalah strategi pembelajaran yang kegiatan proses pembelajarannya dilakukan oleh lebih dari satu orang guru dengan pembagian peran dan tanggung jawabnya masing-masing yang dilakukan dalam satu kelas dalam satu materi dan waktu yang bersamaan. penggunaan waktu dan ruang belajar yang maksimal. melaksanakan bersama RPP di kelas. bisa dilakukan dua jam dalam satu kelas. baik evaluasi siswa maupun antarguru dalam team teaching. Keuntungan dari team teaching adalah dapat menyeratakan kemampuan siswa dalam menyerap materi. (http://martiningsih. Team Teaching. dan bisa dijadikan alternatif dalam meningkatkan kemampuan siswa bagi sekolah yang masih mempunyai banyak kekurangan. sekolah hanya bayar dua guru dalam dua jam pelajaran. Tugas keduanya membuat Rancangan Perencanaan Pembelajaran (RPP). satu kelas bisa 20-50 siswa.blogspot. Strategi ini walau tidah mudah.com). (2007). Yang biasanya dipakai 4-8 jam pelajaran dalam dua kelas. menjadikan siswa dan guru sebagai mitra.(Diakses 4 februari 2010). bisa menekan biaya sekolah. yang biasanya membayar dua guru dalam 4-8 jam pelajaran. dan melakukan evaluasi.Selain itu. tetapi mampu menghasilkan out put siswa yang signifikan. serta lebih mudah dalam melakukan evaluasi. . mudah dalam memonitoring kemampuan siswa dan pengondisian siswa. dengan dua orang guru (pemateri dan pendamping).Rumus : Satu rombongan siswa.

Tahapan pembelajaran Team Teaching 1. Mata pelajaran yang disajikan sistem beregu (team). Siswa akan memperoleh pengetahuan yang luas dan mendalam sebab diberikan oleh beberapa orang guru. juga meringankan guru sehingga bisa bertanggung jawab bersama terhadap pelajaran yang diberikan. pelajaran akan lebih dapat dipertanggung jawabkan. 7 Roestiyah. Al.Maidah : 2) B. . saling mengisi. 7 !$# βÎ) ( !$# #θà)¨?#uρ 4 Èβ≡uρô‰ãèø9$#uρ ÉΟøOM}$# ’n?tã (#θçΡuρ$yès? Ÿωuρ ( 3“uθø)−G9$#uρ ÎhŽÉ9ø9$# ’n?tã (#θçΡuρ$yès?uρ © ¨ © ( $ ∩⊄∪ >$s)Ïèø9$# ߉ƒÏ‰x© Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Perencanaan Pembelajaran Disusun secara Bersama Perencanaan pembelajaran atau yang saat ini lebih populer dengan istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus disusun secara bersama-sama oleh setiap guru yang tergabung dalam Team Teaching.( QS. Srtategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta 1991).kuantitatif maupun kualitatif. hlm. Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. 96 . Tahap Awal a. Akibatnya guru juga lebih ringan dalam melaksanakan tugas mengajarnya. karena ditangani oleh beberapa orang guru. Teknik penyajian ini banyak menguntungkan karena jalan interaksi belajar mengajar akan lebih lancar. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. sehingga cukup waktu untuk menyiapkan diri dalam membuat perencanaan. dan bertakwalah kamu kepada Allah. meningkatkan kerja sama. dan saling memikirkan bersama pengembangan mata pelajarannya. dapat saling membantu antar guru.

Metode Pembelajaran Disusun Bersama Selain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang harus disusun bersama oleh team. dan indikator yang harus diraih oleh siswa dari proses pembelajaran. mulai dari standar kompetensi.Agar setiap guru yang tergabung dalam team teaching memahami tentang apa-apa yang tercantum dalam isi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut. mereka juga harus sama-sama mengetahui dan memahami isi dari materi pelajaran tersebut. lebih jauh dari itu. Pembagian Peran dan Tanggung Jawab Secara Jelas . b. Terutama ini dapat dirasakan manfaatnya dalam penyampaian materi pada siswa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa atas penjelasan guru. c. d. Perencanaan metode secara bersama ini dilakukan agar setiap guru Team Teaching mengetahui alur proses pembelajaran dan tidak kehilangan arah pembelajaran. kompetensi dasar. metode yang akan digunakan oleh mereka dalam proses pembelajaran Team Teaching pun harus direncanakan bersama-sama oleh anggota Team Teaching. Hal ini agar keduanya bisa saling melengkapi kekurangan pengetahuan yang ada di dalam diri masing-masing. Partner Team Teaching Memahami Materi dan Isi Pembelajaran Guru sebagai partner dalam Team Teaching bukan hanya harus mengetahui tema dari materi yang akan disampaikan kepada siswa saja. sampai kepada sistem penilaian hasil evaluasi siswa.

Setiap guru harus merasa bahwa mereka banyak mengalami kekurangan dalam diri mereka. mereka tahu peran dan tugasnya masing-masing. Evaluasi dilakukan oleh masingmasing partner dengan cara memberi kritikan-kritikan dan saran yang membangun untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. dan satu orang sebagai pengawas dan pembantu team. tidak merasa diri paling benar dan paling pintar. Evaluasi Guru Evaluasi guru selama proses pembelajaran dilakukan oleh partner team setelah jam pelajaran berakhir. Dalam hal ini setiap guru yang diberi saran harus menerima dengan baik saran-saran tersebut. agar ketika proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas. karena hakekatnya itulah kelebihan dari team teaching. Tidak ada lagi yang namanya ketidak jelasan peran dan tanggung jawab dalam hal ini. Tahap Evaluasi a. dalam hal ini berarti tugas sebagai pemateri dibagi dua dalam dua jam pelajaran yang ada.Dalam Team Teaching. Tahap Inti 1) Satu guru sebagai pemateri dalam dua jam mata pelajaran penuh. 2) Dua orang guru bergantian sebagai pemateri dalam dua jam pelajaran. 2. Evaluasi ini . pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing guru harus dibicarakan secara jelas ketika merencanakan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. 3.

Atas kesepakatan bersama guru harus membuat soal-soal evaluasi yang akan diberikan kepada siswa. yang semuanya dilakukan secara bersama-sama oleh guru Team Teaching. Kelebihan Team Teaching Dalam sebuah praktek. team teaching mempunyai format yang berbeda-beda tetapi pada umumnya team teaching merupakan strategi dalam mengorganisasikan guru. Kelompok atau team terdiri atas guru-guru yang mempunyai kompetensi dan keahlian yang mungkin saja berbeda. atau kombinasi antara keduanya.8 C.yahoo. baik lisan ataupun tulisan. Kelebihan Dan Kekurangan Team Teaching a. disini guru Team Teaching harus secara bersama-sama menentukan bentuk soal evaluasi. ini dilakukan untuk menjaga image masingmasing guru dihadapan siswa.dilakukan di luar ruang kelas.com. sehingga dapat memacu percepatan dan peningkatan mutu pembelajaran.Kurikulum Dan Pembelajaran Team Teaching (http:www. baik pilihan ganda. uraian. Evaluasi Siswa Evaluasi siswa dalam hal ini mencakup pembuatan soal evaluasi dan merencanakan metode evaluasi. tapi mereka harus bergabung dalam satu team work untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran pada jam pelajaran dan kelas atau rombongan belajar yang 8 Ahmadi dan sudrajat. b.di akses 3 januari 2010) .

Team Teaching.sama. diharapkan dapat membangun budaya kemitraan yang positif diantara guru sehingga terjalin kerja sama (kolaborasi) dalam meningkatkan proses pembelajaran yang lebih baik. Apabila team-teaching ini terdiri guru senior dan pemula. 2. Beberapa kelebihan dari team teaching: 1. Team-teaching dapat menjalin komunikasi yang intensif antar guru. Dengan melibatkan lebih dari satu orang guru di dalam satu kelas. sehingga dapat mengantisipasi berbagai kendala dalam pelaksanaan pembelajaran. . Team-teaching dapat lebih mematangkan kegiatan perencanaan dan persiapan mengajar. Dua orang guru atau lebih bisa saling berdiskusi untuk menyusun perencanaan pembelajaran. maka guru yang berpengalaman (senior) dapat membagi pengalamannya kepada guru pemula dan masing-masing juga saling melengkapi kekurangannya. Team teaching dapat menjamin pengawasan pembelajaran secara efektif. maka masing-masing siswa bisa mendapatkan perhatian yang cukup dalam memahami pelajaran yang diberikan. Sehingga team-teaching ini secara tidak langsung bisa menjadi sarana pelatihan dan bimbingan bagi guru pemula yang baru dalam menjalankan tugasnya. 4. a. 3. Hal ini membuat guru semakin peka terhadap situasi-situasi aktual di kelas. Untuk memfasilitasi proses ini ruang kelas yang biasa diergunakan dapat ditata sedemikian rupa sehingga menyenangkan.

b. Beberapa kelemahan team teaching: 1) Sebagian guru resisten terhadap satu macam metode pengajaran saja yaitu pengajaran single teacher teaching sehingga team teaching dirasakan suatu hal yang mengungkungnya. 2) Sebagian guru tidak suka dengan anggota teamnya sehingga hal ini akan menghambat kerjasama diantara anggota team. terutama bagi sekolah yang memiliki ratio jumlah guru dengan siswanya yang tidak seimbang. . Kelemahan team teaching Dalam melaksanakan team teaching para guru dituntut untuk mempunyai waktu ekstra dalam sinkronisasi pemikiran. Team Teaching dapat menjadi alternatif untuk memenuhi beban mengajar 24 jam dalam satu minggu.5. pendapat dan ide-ide cemerlang agar dalam menghadapi kelas mereka adalah satu kesatuan yang kompak dan solid. sebagaimana tuntutan yang terdapat dalam PP no 74 tahun 2008 Bab IV pasal 52 ayat 2 tentang Beban Kerja guru. dan ini perlu pembiasaan serta kedisiplinan yang tinggi. Sebab apabila salah satu anggota team tidak disiplin dan tidak mau berbagi pengalaman maka akan rusaklah team teaching yang dibentuk tersebut.

3. Manfaat Team teaching Engkoswara. 4. 1. Agus santosa’s. 2. Anak memilih dan melaksanakan tugas sesuai dengan minat dan kecakapan belajar masing-masing. karena mereka merasa susah untuk mendaptkan ilmu tersebut sehingga mereka menikmatinya sendiri.com.di akses 12 januari 2010) 9 . Bila salah seorang guru tidak dapat mengajar tidak perlu ada pembebasan kelas. Anak-anak memperoleh sumber dan bahan pelajaran dari beberapa orang yang berbeda kecakapannya. Persiapan dan perencanaan mengajar lebih lengkap bila dikerjakan oleh team yang kompak dan penuh tanggung jawab. Antara Team Teaching Dan Mengajar Disekolah Lain (http:www. 4) Ada pula yang tidak mau berbagi ilmu dengan anggota teamnya. Guru-guru saling membantu bila diantara mereka (anggota) ada yang kurang memahami salah satu mata pelajaran. 5) Team Teaching memerlukan energi dan pemikiran lebih banyak dibanding dengan mengajar secara individu.yahoo.3) Sebagian lainnya merasa bahwa mereka bekerja lebih banyak dan lebih keras. (1984 : 70) menyatakan bahwa metode pengajaran team teaching memiliki manfaat yaitu. Guru yang lainnya dapat melanjutkan pelajarn menurut rencana yang telah ditetapkan bersama. namun gajinya sama dengan anggota teamnya yang nota bene bekerjanya lebih malas. 5.9 D.

12 ranah afektif adalah perilaku yang berupa sikap. inoformasi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. analisis. yaitu pengetahuan. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa (Jakarta: Gramedia Widia Sarana). hal. sintesis dan Engkoswara. prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang di capai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas serta kegiatan pembelajaran di sekolah. dan prestasi. ranah kognitif. Team teaching memberi kesempatan kepada orang-orang yang mempunyai kecakapan khusus yang tidak mempunyai profesi guru. sedangkan psikomotorik adalah yang terutama berkaitan dengan keterampilan / kelincahan dan kondisinya. 2002). tetapi mau membantu guru mengajar. Pengertian Prestasi Belajar 1) Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa melalui proses belajar hal ini sesuai dengan ungkapan Tu’u.6. nilai-nilai. meliputi tiga ranah yaitu. pemahaman.10 E. penerapan.. Hal. 117 13 Ibid.13 Bloom mengatakan bahwa. ranah kognitif terbagi menjadi enam katagori. Ranah kognitif adalah perilaku yang menyangkut masalah pengetahuan. ranah psikomotorik. (1984 : 70) Tulus Tu’u. dan masalah kecakapan intelektual. 75 12 Suharsimi Arikunto. 11 10 .11 Sedangkan menurut Bloom dalam arikunto merumuskan prestasi belajar sebagai perubahan tingkah laku. ranah efektif.

Sintesis menyangkut kemampuan untuk mengembangkan bagian-bagian kecil menjadi bentuk yang bermakna. Analisis menurut pemahaman dan penerapan yang penekanannya pada kemampuan untuk menorganisasikan atau mengiraikan suatu materi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.14 2) Pembelajaran Dalam Prespektif Islam Belajar dalam islam merupakan suatu kewajiban yang harus dimiliki oleh setiap insan.1998) Hal.. Fadilah ini selanjutnyadapat 14 15 Ibid. Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan. Perapan merupakan kemampuan individu untuk menggunakan apa yang telah dipelajari kedalam situasi konkrit yang baru.evaluasi. Pengetahuan menyangkut kesiapan individu yang penekanannya pada mengingat atau mengenal gagasan metode / materi yang pernah dielajari. Pemahaman meliputi kemampuan siswa untuk menyerap makna dari apa yang telah dipelajari. Sedangkan evaluasi menyangkut kemampuan untuk menilai suatu pengertian yang dipelajari dan kemampuan untuk memulai suatu masalah berdasarkan kriteria yang di definisikan dengan jelas. manusia dapat mencapai kesempurnaan apabila mau berusaha mencari ilmu dan selanjutnya mengamalkan fadilah melalui ilmu pengetahuan yang dipelajarinya.59 . Filsafat Pendidikan Islam (Bandung:CV Pustaka Setia. Agar manusia memiliki ilmu pengetahuan yang cukup serta memiliki kematangan dan integritas atau kesempurnaan pribadi dan terbentuknya kepribadian muslim15 Menurut Imam Gozali.

Filsafat Pendidikan Islam (Bandung:CV Pustaka Setia. 16 . 15 18 Al-qur’an dan terjemahnya. Hal ini diketahui dari ayat 56 surat al-dzariyat: ∩∈∉∪ Èβρ߉7÷èu‹Ïω9 āÎ) }§ΡM}$#uρ £Ågø:$# àMø)n=yz $tΒuρ ç “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Di depan telah dikemukakan bahwa belajar adalah suatu proses yang menimbulkan terjadinya sutu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku atau kecakapan. Mengarahkan berbagai metode tersebut dapat didayagunakan agar efektif untuk mencapai suatu prestasi yang baik. Perstasi Belajar Dan Kompetensi Guru.17 Dari beberapa uraian tersebut sangat jelas bahwa islam menghendakiagar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. (Surabaya: Usaha Nasional: 1994). Djamarah. Sampai dimanakah perubahan itu tercapai atau dengan Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan.(QS.membawanya untuk dekat kepada Allah SWT dan akhirnya membahagiakannya hidup didunia dan di akherat.1998) Hal. Al-Dzariyat:56)18 Dari penjelasan di atas dapat dijelaskan bahwa proses belajar pada pendidikan islam yang total dan meliputi segala aspek kemampuan manusia tentang prestasi yang akan dicapai memerlukan landasan yang mengarahkan pada proses pelaksanaan pendidikan yang berdasarkan ajaran islam. hal.16 Mas’ud Said Abdul Qohar: Prestasi adalah apa yang telah kita dapat ciptakan hasil pekerjaan.72 17 Syaiful Bahri. F.

sebaliknya belajar akan sukar apabila kematangan belum tiba. fisik dan psikis. Sedangkan yang termasuk aspek psikologis adalah: intelegensi. berhasil atau tidaknya belajar itu tergantung kepada berbagai faktor yang mempengaruhinya Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari dalam siswa itu sendiri dan faktor yang datang dari luar siswa atau faktor lingkungan. Kondisi fisik. ada juga faktor lain seperti motivasi belajar. kondisi jasmani yang sehat dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. faktor yang kemampuan yang dimiliki siswa besar sekali pengaruhnya terhadap prestasi yang dicapai. Disamping faktor yang dimiliki siswa. Faktor internal siswa Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri siswa itu sendiri.kata lain. Kondisi tubuh yang lemah dapat menurunkan kualitas ranah kognitif sehingga materi yang dipelajarinya kurang atau tidak membekas. minat dan perhatian. Kematangan seorang anak akan belajar dengan baik apabila saat kematangan telah tiba. Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu: 1. yang meliputi: a. baik dari segi fisik maupun psikis. sosial ekonomi. ketekunan. sikap dan kebiasaan belajar. peserta didik yang cerdas akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar karena ia lebih mudah menangkap dan memahami pelajaran . b.

( Bandung: PT Remaja Rosda Karya 2000). Motivasi belajar pada diri siswa dapat menjadi lemah sehingga akan melemahkan kegiatan belajar. Dari segi perkembangan. Pada umumnya setiap siswa memiliki suatu citacita dalam kehidupannya. Dengan demikian setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ketingkat tertentu sesuai dengan kapsitas masing-masing. agar anak itu termotivasi untuk mencapai cita-citanya. maka ia akan sering memperoleh pengakuan umum dan dapat menimbilkan rasa percaya diri yang semakin kuat. Sebaliknya kegagalan yang berulang kali dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri. Bakat siswa. Makin sering menyelesaikan tugas.. Didikan pekilikan dan pencapaian cita-cita sebaiknya berpangkal dari kemampuan Muhibbin Syah. Cita-cita siswa. Selanjutnya prestasi belajar akan menjadi menjadi rendah. e. rasa percaya diri timbul dari keinginan bertindak dan berhasil. Peserta didik yang cerdas akan lebih mudah berfikir kreatif dan cepat mengambil keputusan. hlm. bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan dimasa yang akan datang. maka hendaknya diciptakan suasana belajar yang menarik dan menggembirakan. Dalm proses belajar diketahui bahwa unjuk prestasi merupakan tahap pembuktian “perwujudan diri” yang di akui oleh guru dan rekan sejawatnya.dengan lebih mudah mengingatnya. Cita-cita merupakan wujud eksplorasi diri siswa. d. rasa percaya diri dapat timbul berkat adanya penakuan dan dukungan dari lingkungannya. motivasi belajar meripakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Agar siswa memiliki motivasi belajar yang kuat. f. Didikan memiliki cita-cita harus ditanamkan dan dimulai sejak dini. dan bahkan dapat menurunkan prestasi belajar siswa. Cita-cita sebagai motivasi perlu di didikkan. 132-134 19 . Rasa percaya diri.19 c. Motivasi siswa. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.

Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. 138-139 21 20 . Keadaan iklim. iklim yang panas pada umumnya tidak menguntungkan proses belajar sebab selain suhunya yang panas juga dapat menyebabkan proses belajar cepat melelahkan. (Jakarta: Rineka Cipta 1999). Faktor eksternal siswa Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa itu sendiri. (bandung: pt remaja rosda karya 2000). hlm. Lingkungan sosial siswa adalah masyarakat. pengelolaan keluarga. c. Keadaan keluarga. teman-teman sepermainan disekitar rumahnya. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. Sarana dan prasarana pembelajaran. Belajar Dan Pembelajaran.berprestasi. Sifat-sifat orang tua. alat dan fasilitas laboratorium sekolah dan berbagai media pembelajaran lainnya. Karena banyak anak-anak yang tidak sekolah ia akan merasa kesulitan untuk bertukar pendapat mengenai pelajaran yang belum dipahaminya atau bahkan dirinya ikut-ikutan tidak bersekolah karena teman-temannya banyak yang tidak bersekolah. Kondisi masyarakat dilingkungan yang kumuh yang serba kekurangan dan dan banyak anak-anak pengangguran akan mempengaruhi aktivitas belajar siswa. tetannga.21 d. dimulai dari hal yang sederhana sampai hal yang paling sulit. lapangan olah raga. sedangkan prasarana pembelajan dapat meliputi gedung sekolah. ruang belajar. dan letak rumah semuanya dapat memberi dampak baik ataupun buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh siswa b. Sebalikmya udara yang dingin dapat membantu proses belajar. hlm 239-245 Muhibbin Syah. Masyarakat. yang meliputi: a.20 2. sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran. Sekolah yang cukup memiliki Dimyati Dan Mujiono. ruang ibadah dan lain-lain. baik dari lingkungan sosial maupun non sosian. ketegangan keluarga.

sarana dan prasarana yang di perlukan untuk belajar ditambah dengan cara mengajar yang baik dari guru-gurunya.22 f. Hal itu disebabkan oleh faktor-faktor seperti: a). Psikologi Pendidikan. Purwanto. 2002). Oleh karena itu gaya belajarnya santai asal hafal. sehingga siswa tidak mampu belajar lebih giat. karena orang tua tidak memahami apa yang dipelajari anaknya diseklah dan d). Di antara pendekatan belajar itu adalah: Pendekatan bigss dapat dikelompokkan kedalam tiga bagian yakni: 1. kurangnya dorongan memtal dari orang tua. Belajar Dan Pembelajaran. dan tidak mementingkan pemahaman yang mendalam. hlm 246 Ngalim. Menurut Siti Rahayu Haditono di Indonesia ditemukan banyak siswa memperoleh angka hasil belajar yang rendah. siswa makin dihadapkan oleh berbagai pilihan dan mereka merasa ragu dan takut gagal.( Jakarta: PT. akibatnya tidak adanya kesekpatan yang disebabkan oleh sibuknya pekerjaan setiap hari. kecakapan guru dalam menngunsksn slst-slst itu akan mempermudah dan mempercepat belajar siswa. Faktor pendekatan belajar Disamping faktor-faktor internal dan eksternal pada siswa sebagaimana yang telah dipaparkan diatas. Kesempatan belajar. 22 23 Dimyati dan Mudjiono. (Bandung: Remaja Rosda Karya. faktor pendekatan belajar juga berpengaruh pada taraf keberhasilan proses penbelajaran siswa tersebut. c). e. hlm. Pada kenyataannya banyak siswa yang tidak dapat belajar dengan baik dengan hasil yang baik dan tidak dapat meningkatkan hasil belajarny. Pendekatan survace (bersifat lahiriyah) misalnya mau belajar karena dorongan dari luar antara lain takut tidak lulus yang mengakibatkam dia malu. kurangnya fasilitas sekolah.23 3. b). 105 . keadaan gizi yang rendah. Rineka cipta 1999).

Oleh karena itu gaya belajarnya serius dan berusaha memahami materi secara mendalam serta memikirkan cara mengaplikasikannya. Dengan kata lain. Pendekatan deep (mendalam) siswa yang menngunakan deep biasanya mempelajari materi karena dia tertarik dan merasa membutuhkan. 3.2. Pendekatan achieving (pencapaian prestasi tinngi) yaitu ambisi pribadi yang besar dalam meningkatkan prestasi setinggi-tingginya. 3) Faktor-faktor individual Faktor individual sangat mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa seperti. metode yang dipakai oleh guru menimbulkan perbedaan yang berarti bagi proses belajar. kematangan yang dicapai oleh undividu dari proses pertumbuhan fisiologisnya 4) Faktor usia . 2) Faktor metode belajar Metode belajar yang dipakai oleh guru sangat mempengaruhi metode balajar yang dipakai oleh siswa. Menurut Wasty Soemanto faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu: 1) Faktor stimulus belajar Yang di maksud dengan stimulus belajar adalah segala hal diluar individu yang merangsang individu itu untuk melakukan reaksi atau perbuatan belajar.

113-120 Tabrani Rusyan. bahkan sampai pada jenjang SMK. Semakin tua usia individu semakin meningkat pula berbagai fungsi fisiologisnya. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. 3. (Bandung: Remadja Karya 1989).24 Berikut yang juga termasuk faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah beberapa sifat peserta didik dalam belajar yaitu: 1. hlm 82 25 24 . konsep. peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis. Pada jenjang pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi. fakta. Sosiologi. 2. Faktor-faktor diatas saling berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dalam mencapai prestasi. Sejarah. IPS mengkaji seperangkat peristiwa. Wasty Soemanto. serta warga dunia yang cinta damai. Cepat dalam belajar Lambat dalam belajar Anak kreatif Anak dropout Anak berprestasi kurang. hlm. 5. dan Ekonomi.Pertambahan dalam hal usia selalu diberengi dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Melalui mata pelajaran IPS. dan bertanggung jawab. (Jakarta: Rineka Cipta 1998).25 G. dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Psikologi Perkembangan. 4. Pengertian IPS Terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB.

Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. Sosiologi.Pembelajaran IPS dalam kurikulum 2006 merupakan IPS Terpadu yang merupakan gabungan antara berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. Adapun dalam pelaksanaan 26 Wahid Murni .co. Selanjutnya tim inilah yang bekerja memetakan berbagai standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam kurikulum mata pelajaran IPS dan meramunya menjadi berbagai sajian pembelajaran berdasarkan tema yang disepakati bersama. dan guru mata pelajaran Sosiologi dalam kurikulum 1994) bergabung menjadi satu tim yakni tim guru mata pelajaran IPS. yang terdiri atas beberapa bagian disiplin ilmu terseleksi seperti Geografi. guru mata pelajaran Ekonomi. maka dalam pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. dan Sejarah. sesungguhnya dapat dipecahkan dengan model pembelajaran team teaching. guru mata pelajaran Geografi. Hal demikian juga ditunjukan oleh temuan penelitian Wahidmurni (2006: 60) yang menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.26 Untuk mengatasi kondisi di atas. Seyogianya (idealnya) guru dalam pembelajaran IPS dilakukan oleh seorang guru mata pelajaran. Pembelajaran IPS Terpadu (http www @yahoo. yakni Guru Mata Pelajaran IPS. yakni suatu model pembelajaran yang terdiri dari beberapa orang guru (guru-guru mata pelajaran Sejarah.id) di akses 30 juli 2010 . Ekonomi. dari kurikulum 1994 ke kurikulum 2004 dan bahkan telah diterbitkan kurikulum 2006 yang pada saat ini sedang disosialisasikan pada lembaga-lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.

Model pembelajaran seperti ini dapat dilaksanakan dengan baik jika dalam setiap sesi pembelajaran benar-benar menerapkan strategi pembelajaran aktif. Dalam pelaksanaan pembelajaran pembagian tugas di antara anggota tim dapat dilakukan. misalnya ketika sesi pembelajaran saat itu adalah pencapaian kompetensi dasar dari disiplin ilmu Ekonomi. Pendekatan dan jenis penelitian . di samping itu dengan menerapkan model pembelajaran team teaching ini beban mengajar guru sebanyak 24 jam perminggu dapat diatasi BAB III METODE PENELITIAN A.pembelajaran guru yang tergabung dalam tim harus masuk ke kelas-kelas pembelajaran secara bersama-sama. maka guru intinya adalah guru Ekonomi sedang anggota tim yang lain bertugas membantu menciptakan kondisi pembelajaran yang lebih kondusif.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode team teaching. Hal ini karena data yang dikumpulkan adalah memiliki makna/informasi sesuai dengan tujuan penelitian. Pedoman Peleksanaan Penelitian Tindakan Kelas (Ikip Yogyakarta 1997). perlu dilakukan tindakan penelitian tindakan. 2002). melakukan observasi terhadap tindakan. masalah penelitian yang dikaji berkaitan dengan usaha memperbaiki atau meningkatkan pembelajaran secara professional. Menurut Suyanto pengertian PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran dikelas secara professional. 104 Suyanto. Data tersebut telah terkumpul kemudian di analisis secara induktif pada waktu penelitian dan seyelah penelitian berlangsung.27 Untuk mengimplementasikan strategi tersebut. Langkah27 28 Moleong. hlm. Hal ini sesuai dengan karakteristik penelitian tindakanyaitu masalah penelitian yang harus dipecahkan berasal dari persoalan pembelajaran dikelas. hlm. Metodologo Penelitian Kualitatif. Sesuai dengan PTK.28 Hal ini karena proses siklus dari rangkaian pengembangan planning 30 (perencanaan). melakukan tindakan sesuai dengan rencana.Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenis (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. 4 . Hal tersebut sesuai dengan konsep dasar analisis data yang dikemukakan oleh Moleong. dan kesuksesan hasil yang diperoleh. (Bandung: PT remaja rosda karya. yakni dimana peneliti bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelaran ekonomi kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ma’arif 01 Singosari Malang.

Semua itu hanya dapat dilakukan dengan ketekunan. B. . Kehadiran Peneliti Dalam penelitian ini instrument utama adalah peneliti sendiri (human instrument ) karena sifat data harus dikumpulkan. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Maarif 01 Singosari Malang: yang terletak diwilayah Singosari yaitu jalan masjid desa pagentan kode post 65153. hlm 4-5. (4) dokumentasi. dan. Penelitian ini dilakukan pada semester VIII (delapan) tahun ajaran tahun 2009/2010. jika memanfaatkan alat yang bukan manusia dan mempersipkannya terlebih dahulu sebagai yang lazim digunakan dalam penelitian klasik.langkah dalam penelitian ini mengikuti langkah penelitian yang digambarkan oleh kemmis yaitu (1) penelitian. (5) tes. pemilihan Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif 01 Singosari 29 Ibid. (3) catatan lapangan.29 C. data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik (1) observasi. pengetahuan. Moleong menegaskan bahwa pemakaian instrument manusia berdasarkan pertimbangan bahwa. pengalaman relevan.. maka sangat tidak mungkin untuk mengadakan penyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan yang ada dilapangan. Berkaitan dengan itu. diseleksi dan ditafsirkan. ketajaman pikiran dan imajenasi peneliti itu sendiri dan tidak mungkin dilakukan dengan instrument lain. (3) observasi. (2) pelaksanaan. (4) refleksi. (2) wawancara.

dan identitas dokumen untuk data yang diperoleh melalui pedoman dokumentasi. dokumen dan tes dari setiap tindakan. Untuk itu perlu disebutkan identitas informan. Pada tahun ajaran 2009/2010. 2008). Data perencanaan tercakup dalam persiapan mengajar guru secara tertulis seperti merumuskan tujuan pembelajaran.Malang. Sedangkan sumber data merujuk pada asal data penelitian itu diperoleh. Wahid Murni. pelaksanaan. Sumber Data Data adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kajian). pemilihan media serta perencanaan evaluasi. Data tersebut dari proses pembelajaran ketenagakerjaan denga menerapkan metode team teaching. Data penelitian ini berupa pengamatan . 41-42. catatan lapangan. Cara Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Lapangan. dan data hasil pembelajaran. baik berasal dari orang maupun bukan orang.30 Dalam penelitian ini bersumber dari siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif 01 Singisari Malang. (Malang: UM Press. hlm. D. 30 . untuk itu jenis data harus diungkap dalam bagian ini. wawancara. sebagai tempat penelitian berdasarkan pertimbangan ( 1) pembelajaran metode team teaching belum pernah dilakukan. identitas situs sosial untuk data yang diperoleh melalui pengamatan. (2) materi pelajaran yang diberikan ada dikelas VIII B. Data tersebut sangat berkaitan dengan data perencanaan. evaluasi.

Adapun subyek penelitian adalah siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif 01 Singosari Malang sebagai sumber data dengan alasan (1) diharapkan siswa mampu mengembangkan kemampuan siswa dengan cara mengenal berbagai kenyataan dan ketenagakerjaan, memahami konsep dan teori serta serta berlatih dalam memecahkan masalah ekonomi khususnya dalam bidang ketenagakerjaan yang terjadi pada masyarakat Indonesia, (2) materi yang digunakan sebagai bahan penelitian terdapat dikelas VIII B. Dalam penelitian ini peneliti mendasarkan pada beberapa pertimbangan-pertimbangan yaitu (1) memiliki pengalaman mengajar yang cukup, (2) memiliki kemampuan dan profesionalisme seorang guru, (3) bersikap terbuka terhadap inovasi-inovasi dalam pembelajaran, (4) bersedia berkolaborasi dengan baik dengan rekan atau timnya terhadap pelakasanaan Penelitian Tindakan Kelas. E. Prosedur pengumpulan data Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan mengamati tindakan penerapan metode team teaching dalam meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif 01 Singisari Malang. Hal ini dilakukan secara intensif, objektif, dan sistematis. Dalam penelitian ini yang dikumpulkan menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) catatan lapangan, (4) dokumentasi dan, (5) tes. Observasi dilakukan ketika peneliti mengamati sekaligus

berpartisipasi dalam latar dan suasana berlangsungnya pembelajaran. dengan

berpedoman pada lembar-lembar observasi, peneliti mengamati apa yang yang terjadi dalam proses pembelajaran, yakni (1) pada tahap

mengidentifikasi masalah peneliti mengamati keterlibatan siswa dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang akan dikaji, (2) pada tahap pengumpulan informasi peneliti mengamati keterlibatan siswa dalam mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji, dalam hal ini adalah tentang ketenagakerjaan, dan (3) pada tahap observasi peneliti mengamati jalannya proses presentasi kelompok didepan kelas dan keaktifan siswa dalam memperlancar berjalannya proses pembelajaran. Untuk melakuakn observasi secara efektif dan terarah, peneliti menggunakan format observasi, dengan tujuan agar dapat melihat, mengamati, dan mencatatat perilaku seta segala kejadian yang terjadi pada saat pembelajaran ketenagakerjaan yang berlangsung dengan menerapkan metode team teaching. Dengan demikian seluruh informasi yang diperlukan dapat diperoleh. Wawancara digunakan untuk memperkuat data observasi yang terjadi dikelas (lapangan). Dari hasil wawancara tersebut, peneliti dapat mengetahui secara mendalam hambatan-hambatan yang duhadapi siswa dalam pembelajaran ketenagakerjaan dengan meneraokan metode team teaching. Cacatan lapangan dilakukan untuk membantu kegiatan siswa yang berkaitan dengan penerapan metode team teaching untuk meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran ekonomi. Infomasi yang dicatat adalah

segala perilaku yang dilakukan ileh siswa pada setiap pembelajaran IPS Terpadu pada tahap mengidentifikasi masalah, pengumpulan informasi, dan penyajian metode team teaching. Dokumen dilakukan terhadap peristiwa-peristiwa tentang proses pembelajaran penerapan strategi team teaching dan pokok pembahasan ketenagakerjaan yang dilakukan oleh siswa. Bentuk-bentuk kegiatan yang derencanakan untuk dilaksanakan, pendekatan dan strategi yang digunakan, serta bentuk hasil tugas yang dikerjakan yaitu dengan mengambil dokumen nilai siswa dan hasil ujian maupun lembar kerja siswa, serta dokumendokumen lainnya yang dibutuhkan. Instrumen Pengumpulan Data, data dalam pengembangan team teaching ini menggunakan instrument analisis tugas berupa study kasus mata pelajaran IPS dalam hal ketenagakerjaan, dan memberikan kesempatan berpikir secara cermat dan teliti untuk mempelajari isi yang terdapat dalam study kasus tersebut. Tes, akan diberikan pada awal dan akhir tindakan dan pada waktu terakhir, tes bertujuan untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa tentang materi permasalahan ekonomi dan ketenagakerjaan. F. Tehnik Analisis data Tehnik analis data dalam proses penerapan metode team teaching pembelajaran tergolong dalam jenis data penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam pengolahan data ini kerupakan kegiatan pengembangan trerutama bila di inginkan kesimpulan tentang masalah yang diteliti.

32 Dalam hal ini peneliti menggunakam triangulasi yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu unutk keperluan pengecekan atau pembanding data. dipilih. serta pihak-pihak yang telah memahami hakekat penelitian ini. yaitu (1) Triangulasi metode dan tehnik pengumpulan data.G. cit. (2) triangulasi. ada dua macam triangulasi yang digunakan untuk pemeriksaan data .31 Pertama. dan (2) Triangulasi data dengan pengecekan yang akan dibantu oleh dosen pembimbing. dan diklasifikasikan. Pengecekan keabsahan temuan Keabsahan dalam penelitian ini menggunakan tehnik sebagaimana dikemukakan oleh Moleong. tetapi juga untuk menentukan keabsahan data. Selanjutnya dapat diperoleh deskripsi-deskripsi hasil yang akurat dalam proses perincian maupun penyimpulan. pengujian keabsahan data dengan ketekunan pengamatan dilakukan dengan cara menganati dan membaca secara cermat sumber data penelitian sehingga data yang diperlukan dapat diidentifikasi. op. (3) kecukupan refrensi. 31 32 Lexy J. Dalam kaitan ini. hlm.. Moleong. . 330. metode dan teknik pengumpulan data tidak hanya digunakan untuk sekedar mendapat data atau menilai keberadaan data. Dalam kaitan ini. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembnading terhadap data itu. triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. yaitu (1) ketekunan pengamatan. Kedua. teman sejawat.

Ketiga, pengujian keabsahan data dengan kecukupan referensi dilakukan dengan cara membaca dan menelaah sumber-sumber data dan sumber pustaka yang relefan dengan masalah penelitian secara berulangulang agar diperoleh pemahaman yang memadai.33 H. Tahap-tahap penelitian Tahapan-tahapan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu: 1. Tahap Persiapan Peneliti menentukan objek penelitian dengan pertimbangan bahwa letak MTs Al-Ma.arif 01 Singosari sangat mudah dijangkau. Selain itu, MTs Al-Ma.arif 01 Singosari merupakan salah satu sekolah lembaga umum yang telah akreditasi A. Untuk memperlancar pada tahap berikutnya, yakni tahap pelaksanaan penelitian, maka peneliti mengurus surat izin penelitian dari Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Setelah persiapan administrasi selesai, maka peneliti membuat rancangan penelitian agar penelitian yang dilakukan lebih terarah, membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai pedoman wawancara dan observasi yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Peneliti memulai penelitian di MTs Al-Ma.arif 01 Singosari pada tanggal 14 mei 2010. 2. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan inti dari suatu penelitian karena peneliti mencari dan mengumpulkan data yang diperlukan. Tahap ini dapat
Moleong, Metodologi Penelitian Kualialitatif. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya 2002). hlm 175-178
33

dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: pertama, peneliti melakukan wawancara terhadap siswa kelas VIII B untuk memperkuat data hasil wawancara tentang strategi guru dalam meningkatkan prestasi pembelajaran IPS Terpadu oleh guru IPS. Kedua, peneliti melakukan pengecekan kembali terhadap hasil penelitian agar dapat diketahui hal-hal yang masih belum terungkap. Ketiga, peneliti melakukan perpanjangan penelitian guna melengkapi data yang kurang, sehingga memperoleh data yang lebih valid. 3. Tahap Penyelesaian Tahap penyelesaian merupakan tahap yang paling akhir dari sebuah penelitian. Pada tahap ini, peneliti menyusun data yang telah dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah, yaitu berupa laporan penelitian dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Pelaksaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan mengikuti alur tindakan yang dilakukan oleh Kemmis dan Mc. Taggart dari Deakin University Australia, dalam suyantu yang meliputi kegiatan (1) perencanaan, (2) pelaksaan, (3) observasi dan, (4) refleksi.34 1. Rencana penelitian Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut: a) Menyusun rencana. b) Menyiapkan lembar tugas analisis, observasi dan wawancara. c) Menyiapkan perangkat test akhir tergadap hasil belajar.

34

Suyanto, Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. (Ikip Yogyakarta,1997)

2.

Pelaksanaan tindakan Kegiatan tindakan yang dilakuakn pada tahap ini adalah melakukan

tindakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran. kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajaran siswa terhadap konsep ketenagakerjaan melalui penerapan strategi team teaching. Siklus 1 Pembelajaran ketenagakerjaan, dan mengerjakan soal-soal awal pre test tentang ketenagakerjaan serta menganalisis study kasus pada tugas yang dibagikan oleh guru Siklus II Penyajian data hasil akhir dan pos test tentang ketenagakerjaan yang telah dilaksanakan. 3. Observasi Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap ini adalah

mendokumentasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemberian tindakan. Observasi dilakukan kedua peneliti sebagai team yang telah melakukan penelitian sesuai dengan metode pembelajaran yang diterapkan yaitu metode team teaching denga menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya. Untuk menindaklanjuti hasil observasi akan dilakukan wawancara terhadap subjek penelitian. Pengamatan terhadap peneliti (pelaksanaan pembelajaran) meliputi penerimaan pertanyaan, pemberiam tugas, mengarahkan tugas berdiskusi, mengajarkan presentasi siswa dari penyajian hasil akhir didepan kelas, membimbing dalam membuat analisis

menganalisis data sebelum pelaksanaan kegiatan ini. Jika telah berhasil maka siklus tindakan berhenti. Tetapi sebaliknya jika belum berhasil pada siklus tindakan tersebut. 4. BAB IV HASIL PENELITIAN . maka peneliti mengulas siklus seterusnya sampai berhasil sesuai dengan kriteria yang telah dilakukan.dan menjelaskan bagaimana proses dari analisis. Refleksi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahao ini adalah: a) Menganalisis hasil pekerjaan siswa b) Menganalisis hasil wawncara c) Menganalisis lembar observasi siswa Berdasarkan hasil analisis tersebut. penelitian memberikan penjelasan kepada pengamat tentang kegiatan yang akan dilakukan. berdiskusi. peneliti menggunakan refleksi yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan apakah kriteria yang telah ditetapkan tercapai atau belum. Pada bagian saran-saran yang diperlukan untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Pengamat terhadap subyek penelitian meliputi pemberian jawaban atas pertanyaanpertanyaan mengerjakan tugas / pelaksanaan investigasi / observasi.

03/P. Lahir atas dasar kesadaran akan pentingnya pendidikan putra-putri perjuangan Indonesia Indonesia di tengah-tengah upaya Negara Indonesia.W.2/115 SKP/1999 dan pada bulan Mei tahun 2005 statusnya berubah menjadi Terakreditasi “A”. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan Madrasah Almaarif 01 Singosari menyelenggarakan kegiatan dan intrakurikuler Depag serta dengan kegiatan mengintegrasikan kurikulum 42Diknas ekstrakurikuler melalui kegiatan yang terdiri atas: . Sejalan dengan meningkatnya tuntutan pendidikan maka Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari Malang pada tanggal 1 Juli 1959 mendirikan Madrasah Tsanawiyah Almaarif Singosari. Pada tahun 1923 mendirikan MADRASAH MISBACHUL WATHON yang menjadi cikal bakal Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari Malang. Sejarah Berdirinya MTs Al-Ma’arif 01 Singosari Yayasan Pendidikan Almaarif 01 Singosari Malang sebagai salah satu mitra pemerintah.06. beliau lahir 1902 dan wafat 1992).M. Dalam perkembangannya Madrasah Al-maarif telah mendapat status disamakan N.A.P. sebenarnya sudah lahir sebelum Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.H. kesadaran inilah yang kemerdekaan menumbuhkan tekad oleh BAPAK K.3.MASYKUR (Mantan Menteri Agama Republik Indonesia dan Wakil Ketua DPR RI.

Qosidah Modern 4. Paduan Suara Kegiatan Di Luar Jam Pelajaran Selain Ekstrakurikuler Antara Lain: 1. 3.1. Al-Banjari 3. bertaqwa. 6. Jurnalistik 11. Basket 7. cerdas. terampil. Bahasa Inggris 6. Visi: “Membentuk manusia yang beriman. 4. Sepak Bola 8. berakhlakul karimah dan cinta tanah air” . Karya Ilmiah Remaja (KIR) 2. PMR/ Pramuka 10. Bahasa Arab 5. Visi dan misi a. Siswa diwajibkan shalat ashar berjamaah di masjid besar Hisbullah Praktek shalat fardlu dan sunnah Kegiatan ubudiyah yang relevan Peringatan hari besar Islam dan Nasional Upacara Karya wisata B. Seni Baca Qur'an 9. 5. 2.

3. Imam . 4. 4. Membekali anak didik dengan aqidah ahli sunnah wal jama’ah An Nahdliyah 3. Paparan Data Sebelum Tindakan a. Menanamkan nilai-nilai sosial dan kemasyarakatan dan wawasan kebangsaan C. 5. 6.Indikator : 1. 5. Menyelenggarakan pendidikan dengan memadukan sistem pesantren dan umum 2. 2. Mamiliki aqidah ahli sunnah wal jama’ah An Nahdliyah Istiqomah dalam beribadah Berakhlak al Karimah Mampu menggali dan mengembangkan potesi diri Mampu mengintegrasikan pengetahuan agama dan sains Terbentuknya nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan wawasan kebangsaan b. peneliti terlebih dahulu bertemu kepala sekolah yaitu H. Misi: 1. Membentuk anak didik taat dan istiqomah dalam beribadah Membentuka anak didik berkepribadian luhur Mengembangkan kemampuan anak didik dalam mengintegrasikan Agama dan Sains 6. Permohonan Izin Penelitian Sebelum peneliti melaksanakan penelitian dan melaksanakan tindakan.

Hasbullah Huda. terlebih dahulu kedua peneliti mengadakan pre test. H. S. Pre test diadakan pada hari jum’at 14 mei 2010 untuk mengetahui pengetahuan awal siswa dan kesiapan dalam belajar serta keaktifan siswa dalam mencatat c. terdapat rata-rata kelas pada tes tulis sebesar 36. Kebanyakan siswa belum mengetahui materi apa yang akan dipelajari pada pertemuan ini dan pemahaman terhadap materi IPS Terpadu masih kurang. maksud dan tujuan peneliti mendapat respon positif dari kepala sekolah dan waka kurikulum.22%. peneliti memilih kelas VIII B sebagai subyek penelitian dengan jumlah 43 siswa.Syafi’i untuk meminta izin mengadakan penelitian di MTs Al-Ma’arif 01 Singosari Malang.Pd dan kepala sekolah Bpk. Keaktifan dan kekreatifan sebagian siswa dalam mencatat materi penting tentang IPS Terpadu juga masih belum nampak. Dalam penelitian ini. Penunjukan kelas VIII B sebagai tempat penelitian berdasarkan atas diskusi dengan guru pamong (guru mata pelajaran) Bpk. . Drs. Dari hasil evaluasi pada pre test. siswa kurang antusias karena kuramg adanya persiapan dalam mempelajari pada pertemuan ini. kebanyakan siswa masih terlihat malas. Hasil pre test Pada pelaksanaa pre test.25% dan rata-rata pada keaktifan mencatat sebesar 27. Imam Syafi’i b. Sehingga keaktifan dan kekreatifan mencatat membuat prestasi belajar kurang maksimal. Pre test Sebelum tindakan dilaksanakan.

Tindakan pada siklus satu ini dilakukan pada hari jum’at tanggal 14 mei 2010 . dengan indikator siswa dapat menjelaskan pengertian tenaga kerja. mutu. setelah itu membuat perencanaan pembelajaran yang meliputi Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) yang bertujuan agar proses pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Pertemuan kedua pada hari sabtu tanggal 15 mei 2010 pada jam . persebarandan angka pengangguran) Rencana tindakan satu diawali dengan melakukan diskusi guru mata pelajaran mengenai metode apa yang biasa digunakan dalam proses belajar mengajar (PBM). dan mengidentifikasi permasalahan dasar yang berhubungan dengan tenaga kerja di Indonesia (jumlah. pelaksanaan. a. angkatan kerja.D. Kegiatan pendahuluan Siklus I berlangsung selama 6 x 45 menit yang terdiri dari tiga kali pertemuan.00 WIB. hasil siklus satu. kesempatan kerja dan pengangguran. angkatan kerja dan kesempatan kerja. Paparan Data Setelah Tindakan Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada siklus satu meliputi perencanaan. Paparan data siklus satu 1) Perencanaan tindakan Pada siklus satu yang menjadi pokok bahasan adalah ketenagakerjaan. Selain itu peneliti juga membuat Lembar Kerja Siswa yang disesuaikan dengan materi pelajaran. a. kegiatan ini dimulai pada jam 13. observasi dan refleksi. menganalisis hubungan antara jumlah penduduk.

RPP dikembangkan berdasarkan silabus oleh kedua peneliti dan Guru IPS Terpadu Kelas VIII B. sedangkan satu peneliti lagi membagikan lembar jawaban. Membuat pedoman observasi untuk mengetahui keaktifan siswa dalam suasana diskusi selama proses pembelajaran berlangsung.00 WIB. peneliti satu meuliskan soal dipapan tulis. Sesuai dengan penerapan yang dilakukan oleh peneliti yaitu strategi team teaching. d. Observasi : Obsrvasi dilakukan untuk membandingkan perolehan nilai sebelum dan sesudah dilakukan pre test dengan melihat hasil nilai-nilai KKM sebelumnya yang dilakukan oleh guru bidang studi IPS Terpadu pada tabel berikut: . c. Kedua team peneliti megatur jarak antara duduk siswa. kedua team peneliti bekerja sama membuat soal pre test dan post test. 2) Pelaksanaan tindakan Setelah mempersiapkan setelah dipersiapkan rencana pembelajaran maka proses pembelajaran akan dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. Pada pertemuan pertama kedua team peneliti menyiapkan materi sesuai dengan RPP yang disusun barsama-sama. Dan pertemuan ketiga pada hari jum’at tanggal 21 mei 2010 WIB. b.16.

1 Mendeskripsikan bentukbentuk hubungan sosial 75 65 65 68.33 80 65 65 70 75 65 65 68.2 . 5.KOMPETENSI DASAR KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL KRITERIA PENETAPAN KKM KETUNTASAN kompleksitas Daya Intake dukung 70 65 65 66.33 75 6.2 Mendeskripsikan pelaku pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia 7.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.3 Mendes-kripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional 7.33 5.33 70 80 65 65 68. serta peranan pemerintah dalam upaya penainggulangannya 7.33 75 65 65 70 65 65 66.1 Menjelaskan Proses persiapan kemerde-kaan Indonesia.1 Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi.4 Mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta terben-tuknya harga pasar 65 65 68.33 70 65 65 66.33 . 3 Mendeskripsikan pengendalian penyimpangan sosial 7.Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia 6.

terlebih dahulu peneliti . hanya beberapa siswa yang terlambat. Proses belajar mengajar ini meliputi beberapa tahap sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan dalam pembelajaran (RPP di lampiran). dengan mengabsen siswa dan menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian yang akan dilakukan. Tahap-tahap yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: Pertemuan awal Pada pertemuan pertama tanggal 14 mei 2010. Pada awal siklus pertama siswa masuk kelas. Sebelum peneliti menjabarkan secara global tentang materi yang akan disampaikan. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung kedua peneliti bertindak sebagai guru dan bertindak sebagai observer. Pada pertemuan ini materi yang disampaikan adalah tentang pengertian tenaga kerja. maka paniliti melakukan penelitian ini dengan menerapkan Strategi Team Teaching Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII B Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang.Dengan mengetahui KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebelumnya pada tabel dia atas. Setelah semua siswa hadir kedua peneliti memulai kegiatannya. angkatan kerja dan kesempatan kerja. kedua peneliti terlebih dahulu menjelaskan maksud dari penelitian yang akan dilakukan. Pada siklus satu dilakukan dua kali pertemuan yang dilaksanakan dalam waktu 4 x 45 menit. Satu orang peneliti sebagai guru dan satu orang peneliti sebagai pengamat pada pedoman observasi.

10 WIB) Soal pre test Sebutkan pengertian tenaga kerja? Apa definisi dengan angkatan kerja? Sebutkabn macam-macam angkatan kerja jelaskan? Apa pengertian bukan angkatan kerja? Setengah menganggur di bedakan menjadi dua sebutkan? Kunci jawaban Tenaga kerja adalah orang yang melakukan aktivitas untuk mendapatkan pendapatan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari yang usianya berkisar 15 tahun keatas. 2. sementara guru pertama melakukan pre test terhadap siswa dengan menuliskan soal pre test dipapan tulis. mengurus rumah tangga serta pendapatan. tolong kalian mengerjakan soal ini secara individu. guru yang lain membagikan lembar jawaban yang telah dipersiapkan oleh peneliti. 5. Angkatan kerja adalah golongan penduduk usia kerja yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan. 1. 4. Pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan. jam 13. lembar soalnya sudah kami sediakan juga” Catatan peneliti (14 mei 2010. Pekerja adalah orang yang bekerja untuk dapat penghasilan. orang yang tidak bekerja (masih atau sedang) mencari pekerjaan. “baik anak-anak ada lima soal yang telah kami persiapkan. struktural. 2. 3. Namun siswa masih bingung dan belum ada yang bertanya. tetapi bukan merupakan imbalan langsung atas jasa kerjanya. 1. 4.melakukan tanya jawab kepada siswa untuk mengetahui lebih dalam pemahaman siswa pada materi yang akan disampaikan selama 10 menit. . Angkatan kerja dibedakan menjadi dua yaitu: pekerja dan penganagguran. dan musiman. Pengangguran dibedakan menjadi tiga yaitu:pengangguran friksional. angkatan kerja dan kesempatan kerja. Setelah dirasa cukup maka peneliti langsung melakukan pre test kepada siswa dengan beberapa pertanyaan tentang pengertian tenaga kerja. 3. 5. dan waktunya hanya 15 menit. Bukan angkatan kerja adalah orang-orang yang kegiatannya bersekolah.

Memberikan pre test kepada siswa untuk . agar siswa dapat belajar kembali dan sering membaca. diantaranya: “Viky ngantuk ya. Vikypun dipersilahkan kembali”. pada kegiatan akhir ini peneliti memberikan tugas kepada siswa pada Lembar Kerja Siswa (LKS) yang telah dimilki oleh siswa. Setelah semua lembar jawaban terkumpul. semua siswa tertawa mendengar ucapan viky. siswa disuruh mencatat materi tentang ketenagakerjaan yang di sampaikan oleh ibu Yusnia yang ditentukan dalam waktu 10 menit. Peneliti pertama memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. biar gak ngantuk ayo maju dulu. salah satu peneliti menghampiri! Sedikit bu”jawabnya. ibu yusnia menanyakan pada viky: tenaga kerja itu seperti apa vik? Sambil tertawa viky menjawab kayak ibu. Kegatan akhir. Pada pertemuan ini peneliti bermaksud untuk mengetahui terlebh dahulu kemampuan yang dimiliki siswa. namun belum ada siswa yang bertanya karena beberapa siswa terlihat mengantuk. kan kerja jadi guru bu.Setelah waktu pre test yang ditentukan habis siswa dimita untuk mengumpulkan lembar jawaban. Peneliti kembali menjelaskan materi untuk lebih meningkatkan kembali pengetahuan siswa. ngobrol sendiri dan melamun. Namun bukan suasana ramai yang pada waktu itu terjadi malah sebaliknya ada beberapa siswa yang mengantuk. Kegiatan inti Setelah kegitan mencatat selesai peneliti pertama menjelaskan materi masalah angkatan kerja dan tenaga kerja di indonesia selama 15 menit sedangkan peneliti kedua mengawasi siswa dari belakang agar menyimak materi dengan baik.

Dikatakan demikian karena terlihat masih banyak siswa yang belum berhasil / lulus pada soal pre test sebesar 21. sesuai dengan KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang telah ditentukan oleh kurikulum disekolah MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang. Sedangkan yang gagal sebanyak 14 orang siswa dikarenakan pencapaian skor tesnya kurang dari 65. sehingga siswa mempunyai persiapan pada pertemuan berikutnya.25% . Tabel 4.. yang dinyatakan lulus sebanyak 29 siswa. Pertemuan kedua . Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalah 43 siswa.mengasah kemampuan berpikir pada siswa. Peneliti memberi gambaran pada pertemuan selanjutnya akan dibentuk kelompok.1 Skor penilaian prestasi belajar pada pre test siklus satu No 1 2 3 4 5 6 7 Interval skor 95-100 90-94 85-89 80-84 75-79 70-69 00-64 frekuensi 5 7 8 9 3 14 43 status Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak lulus Berdasarkan hasil skor tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran melalui strategi team teaching dengan model belajar pre test sebagai tingkat pemahaman siswa belum maksimal dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII B terhadap materi IPS Terpadu yang telah dipelajari.

diskusi. Ibu Yusnia menyuruh siswa untuk memperhatikan dan menganalisa tentang gambar dokter. pengangguran. Pada kegiatan awal kedua peneliti meminta kepada siswa untuk membuka tugas rumah yang diberikan oleh peneliti pada pertemuan sebelumnya pada materi ketenagakerjaan. setelah selesai menyampaikan materi siswa diminta untuk membentuk kelompok dari 43 siswa menjadi 4 kelompok dengan menyiapkan lembar kertas. sementara ibu Asmaul Husnah mengarahkan siswa bagaimana cara menganalisa dan . Setelah dirasa cukup. guru pertama menjelaskan materi yang ingin dicapai selama 10 menit. dan presentasi . Dan membahas pada LKS selama 10 menit. kedua peneliti menanyakan kembali kepada siswa bagaimana dampak pengangguran yang terjadi di Indonesia saat ini selam 10 menit. Kegiatan awal. Setelah waktu yag dibatasi dalam membahas LKS habis. pada pertemuan kedua siswa mulai masuk kelas dengan tepat waktu. dan presentasi.Pada pertemuan kedua ini berbeda dengan pertemuan pertama. berdiskusi dan presentasi. pada pertemuan pertama siswa belum berpengalaman dalam berkelompok. hal ini dikarenakan pelaksanaan dilakukan pada jam terakhir pada pukul 16.00 WIB. dan menyiapkan gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang akan diterapkan adalah belajar kelompok. Kali ini kedua peneliti akan menerapkan model belajar kelompok. arsitek. siswa masih terlihat bingung dan malu. Kegiatan inti. pekerja pabrik dan pilot. guru. diskusi.

25 WIB) Dengan sedikit malu siswapun mau melaksanakan intruksi yang diberikan oleh peneliti. dengan tenaga dari dua orang guru sebagai team. sekaligus memberi contoh bagaimana cara presentasi tentunya dengan penuh kesabaran. Catatan peneliti (tanggal 15 mei 2010 jam 16 . sampai pada akhinya ibu Yusnia yang menunkuk salah satu dari kelompok yaitu kelompok Ibadur Rahman (salah satu siswa terpandai dikelas VIII B) yang memulai presentasi. Aduh bu kok saya bu. dalam tahap ini menunjukkan masih ada beberapa siswa yang masih terlihat canggung kondisi demikian dapat dipaparkan sebagai berikut:. .memberi tanggapan pada gambar tersebut dan akhirnya akan dipresentasikan oleh masing-masing kelompok Hasil pengamatan. Oleh karena itu peneliti menjelaskan materi. Namun setelah siswa membacakan hasil diskusinya. kebanyakan mereka belum faham apa yang harus ditanyakan. “Ibu Yusnia akhirnya langsung menunjuk salah satu dari kelompok “Ketua kelompok dua siapa? Linda mayasari bu!. ya silahkan mempresentasikan hasil diskusinya. ibad mempresentasikan hasil diskusinya dengan cukup baik. tidak ada satupun dari kelompok lain untuk bertanya. Kelompok ibad pada waktu itu mempresentasikan tentang gambar seorang guru. maka secara maksimal kedua peneliti memberikan pengarahan. Dan pada sesi kedua salah satu peneliti menunjuk salah satu kelompok lagi: Saat ibu Asmaul mempersilahkan setiap kelompok untuk presentasi tidak ada satupun dari kelompko yang berani untuk memulai terlebih dahulu. ndak bisa” Ibu Asmaul Husnah akhirnya memberi arahan kepada linda bagaimana caranya untuk mempresentasikan hasil diskusinya. malu bu.

insyaAllah aku bantu” Suasana presentasipun langsung pecah dan terhibur dengan jawaban dari Ibad. Akhirnya peneliti meminta dua kelompok lainnya untuk presentasi minggu depan dan mempersiapkannya dengan sebaik mungkin. hanya ada dua kelompok yang sudah mempresentasikan hasil diskusi.Pada sesi berikutnya setelah ibad selesai membacakan hasil diskusinya.2 Skor penilaian diskusi dan presentasi siswa pada siklus satu No 1 2 3 4 5 6 Interval skor 90-100 80-89 70-79 60-69 50-59 40-49 frekuensi 36 7 kriteria Cukup baik kurang . Berdasarkan hasil dari pengamatan. pas ketemu sama anak yang gak sekolah karena gak punya uang. Setelah dilakukan koreksi setiap setiap skor hasil siswa adalah: sebagaimana disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4. apa kamu mau membantu? Ibadpun langsung tersenyum dan menjawab” ya semoga saja nanti kalau jadi guru gajinya banyak. dan kegiatan presentasipun berjalan lancar. pos test berjalan dengan lancar. sampai denga batas waktu pembelajaran berakhir pada tahap ini. sementara masih ada dua kelompok lagi yang belum melakukan presentasi dikrenakan waktu juga akan segera habis. ada salah satu dari kelompok lain yang menanyakan kepada Ibad yaitu Efti Mailuf (salah satu siswi yang juga pandai dikelas) dengan yang muncul seperti: “ibad kalau kamu jadi guru.

13%. diskusi.7 00-39 43 - Berdasarkan tabel diatas model belajar kelompok. (3) pertemuan kedua siswa masih belum terbiasa pada model pembelajaran berkelompok dan disertai dengan presentasi (4) pemberian tugas oleh kedua peneliti tentang model pembelajaran dengan berkelompok benar-benar memanfaatkan waktu siswa dengan baik. Jadual jam mata pelajaran telah sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan proses belajar mengajar. dan . (6) mempresentasikan hasil diskusi dapat melatih keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat di depan banyak orang. Refleksi Pelaksanaan Tindakan Pada kegiatan siklus pertama . dan presentasi terbukti dapat meningkatkan prestasi yang dilaksanakan oleh siswa. (5) penerapan strategi team teaching dengan model belajar kelompok.25% mengalami peningkatan menjadi 54. (5) pembelajaran dengan dua orang guru ternyata dapat memberikan pengetahuan yang bervariasi baik terhadap guru maupun siswa. sdangkan pada proses pelaksanaan tindakan menujukkan bahwa (1) peneliti terlebih dahulu menjelaskan materi dan melakukan tanya jawab kepada siswa (2) di adakan pre test untuk mengetahui kemampuan siswa pada pemahaman materi. Karena terlihat adanya peningkatan skor dari pre test yang semula nilai rata-rata kelas dari pre test sebesar 21. diskusi. menunjukkan bahwa tidak ada permasalahan dalam penyusunan perencanaan tindakan pada RPP.

sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan disusun secara berkolaborasi bersama dengan team peneliti / team guru (team teaching) dan siswa yang termuat dalam RPP dan dibuat berdasarkan pada siklus yang telah dibuat. kreativatas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu. untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. 3) Proses penilaian. b. sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama team peneliti diantaranya: (1) dengan penerapan kolaborasi guru (team teaching) dapat meningkatkan pengetahuan siswa dengan bervariasi karena dibimbing oleh dua orang guru. 2) Proses pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar. Keaktifan siswa dalam presentasi pada siklus satu meningkat dari . (3) team teaching merupakan strategi baru bagi guru dan siswa. pada data kuantitatif yang diperoleh oleh peneliti. (2) pembelajaran model belajar kelpompok.presentasi terbukti dapat meningkatkan keaktifan. dan presentasi dapat melatih siswa dalam mengemukakan pendapatnya didepan banyak orang/ muka umum. diskusi. Temuan penelitian siklus satu 1) Proses perencanaan pembelajaran berjalan lancar. team teaching terbukti dapat meningkatkan keaktifan dan presentasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu. (4) team teaching telah memberi manfaat pada siswa dan guru untuk mempermudah siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu.

hasil keaktifan pada saat yang mulanya nilai rata-rata kelas dari hasil pre test sebesar 21. yaitu dengan membiasakan siswa dengan sering berdiskusi dan sering presentasi supaya terbiasa untuk mengemukakan pendapat agar mempunyai keberanian.13% pada hasil presentasi.25% menjadi 54. dan nilai yang diperoleh dapat dikatakan telah memenuhi KKM (kriteria ketuntasan minimal) sesuai dari ketentuan sekolah sebesar 65. maka kedua peneliti berupaya untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran strategi team teaching. diskusi.25% pada hasil pre test diantara 43 siswa terdapat 13 siswa yang dinyatakan tidak lulus. dan presentasi pada mata pelajaran IPS Terpadu. Paparan Data Siklus Dua 1) Perencanaan tindakan Pada rencana tindakan siklus dua peneliti tetap menerapkan model belajar kelompok. c. Sedangkan hasil pada belajar siswa meningkat dari hasil presentasi yang mulanya nilai rata-rata kelas dari pre test sebesar 21. . karena nilainya kurang dari 65 / karang memenuhi KKM (kriteria ketuntasan minimal). Untuk menindak lanjuti hasil dari analisis dan refleksi pada siklus satu. Siswa yang tidak lulus sebanyak 7 orang siswa dan siswa yang lulus sebanyak 36 siswa.

b) Kedua team peneliti bekerja sama dengan guru IPS Terpadu dalam membuat soal post test c) Membuat pedoman observasi untuk mengetahui. langkah-langkah pembelajaran dalam penerapan team teaching dengan menggunakan model belajar kelompok. dan presentasi disusun dan di wujudkan dalam bentuk RPP (di lampiran). untuk mengetahui keaktifan guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. RPP yang telah dibuat memuat diantaranya: standar kompetensi. yaitu: a) Penerapan model belajar kelompok. diskusi. tujuan pembelajaran yang akan dicapai. diskusi.KD). indikator hasil belajar. dan presentasi serta rubrik penilaian yang digunakan dalam menentukan indikator keberhasilan pada pembelajaran. RPP dikembangkan berdasarkan silabus oleh peneliti dan guru IPS Terpadu di kelas VIII B. RPP disusun secara kolaboratif oleh kedua team peneliti / team guru (team teaching) IPS Tepadu dikelas VIII B.Siklus ini terdiri dari dua kali pertemuan yang membahas materi tentang peningkatan mutu tenaga kerja (1x45 menit dengan satu kali pertemuan). Sebelum proses balajar mengajar dilaksanakan peneliti memulai penelitian ini dari beberapa tahap persiapan. aspek yang dinilai pada hasil diarahkan pada ketepatan siswa dalam menjelaskan hasil presentasi dan ketepatan siswa dalam menanggapi. kompetensi dasar (SK. .

Kegiatan kedua kelompok berakhir pada pukul 14.2) Pelaksanaan tindakan Pelaksanaan siklus dua diadakan satu kali pertemuan. Pertemuan ketiga Pada pertemuan ketiga ini siswa masuk kelas pada jam 14. . Pada sesion selanjutnnya adalah pengadaan pre test secara individu dan dibatasi selama 15 menit. Ibu Yusnia terlihat memperhatikan dan menyimak setiap presetasi yang dilakukan oleh siswa. selanjutnya guru menjelaskan materi yang telah dipresentasikan oleh siswa secara global agar siswa lebih memahami materi secara mendalam selama 10 menit.30 WIB. setelah selesai mengabsen peneliti kedua meminta pada dua kelompok yang belum presentasi untuk mempresentasikan hasil analisis gambar pada pertemuan sebelumnya. Pembelajaran dilaksanakan dalam waktu 1x40 menit. Ibu Asmaul mengintruksikan kepada siswa agar memberi jarak pada tempat duduk mereka. ibu Yusnia memberikan lembar jawaban kepada siswa. pelasanaan ini dilaksanakan pada tanggal 21 mei 2010 pada pukul 13 00 WIB. Ada keterlambatan 7 menit. Setelah waktu yang ditentukan habis maka siswa diminta mengumpulkan lembar jawaban. sementara ibu Asmaul melakukan penilaian terhadap kekreatifan dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Setelah semua siswa masuk kelas peneliti pertama mulai mengabsen siswa.08 WIB. Seperti pertemuan minggu lalu kegiatan presentasi berjalan lancar.

Hasil pengamatan guru dan siswa pada pertemuan keempat.Sebelum pertemuan diakhiri. keuda peneliti dan siswa memasuki kelas tepat pada waktunya. Proses pembelajaran dengan beberapa tahap skenario telah ditetapkan dalam RPP.30 WIB. peneliti memberi tugas rumah kepada siswa yakni dengan tema permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi. siswa diminta oleh ibu Asmaul untuk mengulas kembali materi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. ibu asmaul menjelaskan secara global materi dengan menngunaan contoh gambar. Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung kedua team peneliti bertindak sebagai guru dan siswa yang mencatat lembar kerja pengamatan pada pedoman observasi. ibu Yusnia menyuruh siswa untuk membacakan hasil tugasnya sedangkan ibu Asmaul memberi penilaian terhadap hasil tugas siswa . Pada kegiatan awal kedua team peneliti bersama siswa membahas tugas yang diberikan sebelumnya. Setelah pembahasan selesai. serta peranan pemerintah dalam upaya penainggulangannya dan minggu depan akan kita laksanakan pos test. dikarenakan presentasi pada pertemuan sebelumnya belum selesai. Kegiatan inti. pada pertemuan keempat yang merupakan awal siklus kedua ini. Kegiatan awal. pada pukul 16. Pada pertemuan kali ini tema yang akan dibahas adalah lanjutan dari pertemuan sebelumnya. Setelah selesai . tepat pada pukul 16.00 WIB.

Ada I orang siswa yang bertanya kepada ibu Yusnia yang memantau dari belakang karena malu bertanya ibu Asmaul yang ada didepan kelas. sudah faham anak-anak? “Sudah bu”. kalau begitu kita mulai melakukan post test yang kedua. Setelah waktu post test habis ibu Asmaul kepada siswa untuk mengumpulkannya. ibu Asmaul mulai mengatur jarak duduk antara siswa.menjelaskan materi ibu asmaul memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang telah disajikan. post test berjalan cukup lancar.3 Skor Penilaian Prestasi Belajar Pada Presentasi Siklus Dua No 1 2 3 4 5 Interval skor 95-100 90-94 85-89 80-84 75-79 frekuensi 8 9 9 8 status Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus . Setelah itu ibu Yusnia bertanya kepada siswa.sementara ibu Yusnia mulai membagikan lembar jawaban seperti biasa. Ibu Asmaul pun menjawab pertanyaan dari siswa. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan post test 15 menit. sambil berkata”gak boleh nyontek loh ya”. Setelah dilakukan pengoreksian skor tiap-tiap siswa adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 4. dan ibu Yusnia mulai berkeliling untuk mengambil lembar jawaban 3) Penilaian Berdasarkan pengamatan.

13% meningkat menjadi 87. sedangkan yang gagal tidak ada karena skor tes yang ditentukan sudah memenuhi standar KKM.00 WIB. pada pertemuan keempat merupakan akhir dari siklus kedua. diskusi. dan presentasi terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS Terpadu yang telah dipelajari. Kegiatan inti Setelah itu ibu Asmaul dan ibu Yusnia menerangkan materi tentang peningkatan mutu tenaga kerja secara bergantian beserta . Pertemuan kali ini materi yang akan disampaikan adalah peningkatan mutu tenaga kerja. Bedasarkan hasil tabel diatas dapat dinyatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalah 43 siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 43 siswa . sebelum team guru melanjutkan pada materi selanjutnya terlebih dahulu team guru menjelaskan materi sebelumnya agar siswa lebih termotivasi dan lebih banyak mengingat. Hal ini dapat dilihat dengan adanya hasil peningkatan skor yang semula nilai rata-rata kelas dari hasil presentasi sebesar 54.96. Pertemuan keempat ada pertemuan kali ini 22 mei 2010 pada pukul 16. Pada pertemuan ini team guru mengabsen siswa.6 7 60-64 00-59 9 43 Lulus Tidak lulus Berdasarkan hasil dari skor tes tersebut dapat dikatakan bahwa strategi team teaching dengan model belajar kelompok. Kegiatan awal. siswa masuk kelas dengan tepat waktu.

siswa menjawab”sudah bu”. kemampuannya kayan apa bu? Contohnya kalau punya keahlian memasak kan bisa jualan/buka warung.4 Skor Penilaian pos test Siswa Pada Siklus Dua No 1 2 3 4 5 6 Interval skor 90-100 80-89 70-79 60-69 50-59 00-49 frekuensi 37 6 43 status Cukup sekali cukup Hasil Rekapan Pengamatan: dalam tahap ini menunjukkan suasana kelas lebih hidup dengan beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh siswa. . Setelah itu team guru memberi kesempatan pada siswa untuk tanya jawab. kalau mengerti tentang mesin kan bisa buka bengkel. Bu kenapa orang Indonesia itu banyak yang miskin bu? Ibu asmaul menjawab: “ya karena di Indonesia itu banyak pengangguran. Guru bertanya pada siswa: “sudah faham anak-anak?”. diantaranya: “Hilal Fahmi. ibu yusnia mengatur duduk siswa dan ibu asmaul membagikan soal post test yang telah dipersiapkan. Berdasarkan hasil pengamatan tes keaktifan didalam kelas berjalan lancar. selain itu lapangan kerjanya juga terbatas.contoh-contoh tentang ketenagakerjaan. “Ahmad Sofi. ibu Yusnia menambahkan penjelasan dari ibu Asmaul. kalau begitu kita mulai melakukan post test.” penyebab orang Indonesia itu jadi pengangguran juga karena mereka tidak memiliki keahlian dalam bidang tertentu yang bisa mereka andalkan. ayo tempat duduknya dikasi jarak. setelah dilakukan koreksi skor dari siswa adalah sebagai berikut dalam tabel: Tabel 4.

“dimana menurut kalian kalo model belajarnya seperti ini. memang kalau gak di telateni ya gak nyambung-nyambung anak-anak itu” mungkin kalo sama sampeyan anak-anak itu berani tanya. tapi tugasnya kok banyak ya bu?”ya justru dari tugas-tugas itu kita dapat mengetahui ukuran dari kemampuan kalian Refleksi Tindakan Pada kegiatan siklus kedua. (2) siswa dapat mengerjakan soai post test tanpa mendapat kesulitan. Jadual jam pertama telah sesuai dengan pelaksanaan tindakan yang menunjukkan bahwa (1) siswa sudah mulai terlihat terbiasa dalam model belajar kelompok.Hasil Wawancara dilakukan kepada guru pamong Drs. d. enak sih bu. Hasil wawancara dengan beberapa siswa kelas VIII B MTs Al-Maarif. diskusi. lumayan ada keberanian mereka sekarang. pas kalian selesai penelitian disini lebih mendingan. biasanya anak-anak tak tanyain materi itu diem aja gak njawab. Hasbullah Huda untuk memperjelas perilaku belajar dan proses berpikir siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Temuan Peneliti Siklus Dua . Peneliti mencatat hasil wawancara sebagai berikut: “bagaimana hasil team teaching dari penelitian kami pak?” Bpk Huda mengungkapkan “oh Alhamdulillah. dan presentasi dengan strategi team teaching. (3) penerapan model belajar kelompok. diskusi. kalo sama saya ndak pernah memang”. dan presentasi dengan strategi team teaching terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. telah menunjukkan bahwa tidak ada permasalahan dalam perencanaan tindakan (RPP).

pelaksanaan model belajar kelompok. 2) Proses pelaksanaan berjalan dengan lancar. sesuai dengan RPP. 3) Proses penilaian. Prestasi belajar siswa meningkat dari hasil pre test yang semula nilai rata-rata kelas dari sebesar yang mulanya nilai rata-rata kelas dari pre test sebesar 21.25 meningkat menjadi 91. sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh kedua team guru seperti yang termuat dalam silabus dan RPP. diskusi. dan presentasi dengan strategi team teaching menjadikan suasana pembelajaran lebih bervariatif. Hasil pos test siklus dua dari 43 siswa yang dinyatakan lulus semua karena nilai yang diperoleh telah memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 65.1) Proses perencanaan pada pembelajaran berjalan lancar.13% pada hasil presentasi 36.25% menjadi 54.89. . strategi team teaching terbukti dapat membuat siswa lebih aktif.

Dalam hal ini ada beberapa obyek penelitian adalah siswa kelas VIII B MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang. Berdasarkan hasil penelitian. dan hasil dari beberapa tes pada penerapan team teaching terhadap mata pelajaran IPS Terpadu. dan hari sabtu pada pukul 16. Pada proses pelaksanaan penelitian yang dilakukan peneliti selama empat kali pertemuan dengan menerapkan strategi team teaching.00 WIB selam empat kali pertemuan yang dimulai pada tanggal 14 mei 2010 sampai tanggal 22 mei 2010. sebagaiman dipaparkan di atas telah menunjukkan beberapa bukti bahwa yang dirumuskan di bab pendahuluan jika penerapan strategi team teaching diterapkan dalam pembelajaran IPS Terpadu. dengan tenaga dua orang guru atau tang biasa disebut dengan team teaching telah terbukti.00 WIB. 68 . pelaksanaan penelitian dilakukan pada setiap hari jum’at dan sabtu yaitu hari jum’at pada pukul 13.BAB V PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti yaitu penerapan strategi team teaching sebagai upaya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. wawancara baik dengan guru mata pelajaran IPS maupun dengan siswa. pemberian berbagai macam pertanyaan pada siswa. Dalam upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII B MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang. maka akan meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII B MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang.

siswa lebih mudah belajar IPS Terpadu. Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti. B. langkah-langkah pembelajaran dalam strategi team teaching serta rubrik penilaian yang digunakan dalam menentukan indikator keberhasilan pembelajaran.KD). yang memuat standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK. Proses PerencanaanPada Siklus Satu dan Dua Penerapan strategi team teaching telah disusn dan diwujudkan dalam bentuk RPP yang disusun secara kolaboratif oleh kedua orang peneliti yang bertindak sebagai guru dan pengawas di dalam kelas. RPP yang dikemnbangkan berdasarkan silabus yang telah dikembangkan oleh peneliti. Proses Pelaksanaan Pada Siklus Satu dan Dua Pelaksanaan strategi team teaching dapat berjalan lancar. Tujuan pembuatan RPP ini agar peneliti dapat mengetahui materi yang harus dikuasai dan menentukan topik yang akan dibahas pada penerapan strategi team teaching yang akan dilaksanakan.A. pelaksanaan strategi team teaching memberikan pengalaman baru baik terhadap guru maupun siswa karena memang belum pernah diterapkan sebelumnya. tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada RPP perencanaan ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan. namun lama kelamaan siswa mulai terbiasa dan menjadi lebih semangat dalam proses pembelajaran. dan lebih berani mengemukakan pendapat didepan banyak orang. indikator hasil belajar. Pada awalnya siswa masih belum terbiasa pada pembelajaran berkolaborasi dan model-model yang di terapkan oleh peneliti. tidak banyak mengeluh. .

06% sedangkan pada siklus dua meningkat dari 36.43 atau sekitar 68.89.4 yang telah dilaksanakan pada siklus satu terdapat cukup banyak peningkatan keaktifan siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan pada siklus dua terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang mulanya nilai rata-rata dari pre test sebeasar 21.C.3 pada siklus satu dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalh 43 siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 35 siswa sedangkan yang gagal sebanyak 8 siswa karena nalai yang diperoleh kurang memenuhi KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang telah ditentukan oleh kurikulum sekolah MTs Al-Maarif 01 Singosari Malang.25 meningkat menjadi 91.1 dan 4. Proses Penilaian Pada Siklus Satu dan Dua Pada penilaian telah diperoleh bukti secara kuntitatif berdasarkan hasil post test untuk mengetahui peningkatan hsil belajar siswa diperoleh hasil yang cukup tinggi. . Berdasarkan hasil dari observasi pada tabel 4.sedangkan pada siklus dua 36. Berdasarkan hasil dari tabel 4.13. .2 dan tabel 4.25 meningkat menjadi 70.25 meningkat menjadi 54.89. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan pada siklus dua terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang mulanya nilai rata-rata dari pre test sebesar 36. Sedangkan pada siklus dua semua siswa dinyatakan lulus karena nilai yang dicapai mencapai KKM (kriteria ketuntasan minimal) yakni 65.25 meningkat menjadi 91.

siasat tersebut adalah dengan cara melaksanakan pembelajaran model team teaching mengingat bahwa tuntutan kurikulum untuk mata pelajaran IPS juga mengarah pada model pembelajaran terpadu. 3. Strategi pembelajaran yang digunakan peneliti dalam meningkatkan prestasi belajaran pada mata pelajaran IPS Terpadu bervariasi. diskusi. yakni berdasarkan pada materi yang dipelajari sesuai kurikulum yang ditetapkan. 2. Kesimpulan Berdasarkan temuan penelitian. analisis dan penyajian data tentang strategi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Terpadu dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pada langkah pengembangan silabus dan penyusunan RPP dengan acuan sebagai berikut.BAB VI PENUTUP A. Adapun strategi yang digunakan guru antara lain: Tanya jawab. dan pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. dan (2) format RPP hendaknya diseragamkan antar guru. 72 . Perubahan yang terjadi harus diikuti dan disiasati dengan baik oleh para guru. untuk penyusunan silabus dibuat secara bersama-sama oleh anggota tim sedangkan untuk penyusunan RPP disusun oleh masing-masing guru pengampu mata pelajaran IPS sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam penyusunan RPP ini adalah sebagai berikut: (1) Silabus yang telah disepakati menjadi acuan utama.

dan (3) modelmodel penilaian pembelajaran IPS terpadu. Saran Setelah mengadakan penelitian di MTs Al. perlu dilakukan pengawasan baik dari segi guru maupun siswa dan memberi nasehat serta .Ma’arif 01 Singosari khususnya pada mata pelajaan IPS Trepadu. Untuk dapat melaksanakan model pembelajaran IPS terpadu dengan baik. faktor sarana dan prasarana. serta faktor lingkungan. Faktor yang menunjang dalam meningkatkan prestasi belajar kelas VIII B pada mata prlajaran IPS Terpadu di MTs Al. B. faktor sarana dan prasarana. 5. Dalam upaya peningkatan prestasi belajar di MTs Al. serta faktor lingkungan (lingkungan keluarga. (2) model/pendekatan/strategi pembelajaran IPS terpadu.4.Ma’arif 01 Singosari adalah faktor guru. sekolah. perlu dikemukakan beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka perbaikan strategi guru dalam meningkatkan prestasi belajar. dan masyarakat). Adapun saran yang peneliti kemukakan sebagai berikut: 1.Ma’arif 01 Singosari.Ma’arif 01 singosari juga berasal dari guru itu sendiri. menuntut kerja keras para guru yang tergabung dalam tim guru mata pelajaran IPS dalam penguasaan konsep dan ketrampilan dalam menerapkan model-model pembelajaran terpadu yang di dalamnya mencakup: (1) perencanaan pembelajaran IPS terpadu. faktor siswa. Sedangkan faktor yang menghambat guru dalam meningkatkan prestasi belajar kelas VIII B pada mata prlajaran IPS Terpadu di MTs Al. faktor siswa.

peneliti harus meningkatkan relasi (guru dan siswa) yang baik. Peneliti dalam hal ini sebagai pelaku peran utama dalam proses penelitian pembelajaran sangat perlu meningkatkan kemampuannya demi terciptanya suasana belajar yang kondusif. Adapun setelah mengetahui faktor-faktor yang menunjang dan menghambat kualitas pembelajaran IPS Terpadu hendaknya dapat dijadikan sebagai acuan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan prestasi belajar kelas VIII B pada mata prlajaran IPS Terpadu di MTs AlMa’arif 01 Singosari. 2. juga melakukan evaluasi atas peran dan tanggung jawab guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran IPS Terpdu.motivasi kepada guru untuk selalu belajar meningkatkan kualitas dan profesionalisme. Adapun untuk memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar siswa. Selain itu. peneliti juga harus lebih memberikan dorongan dan bimbingan kepada siswa guna menumbuhkan minat belajar. .

Team Teaching.di akses 3 januari 2010) Santosa’s Agus.blogspot.com.com. Kurikulum Dan Pembelajaran Team Teaching (http:www. FKIP-Universitas Kuningan. Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Agama Dan Umum Dari Teori Menuju Praktik Malang: UM press Kunandar.com.di akses 9 juli 2010) Soewalni. (http:www.yahoo. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswakelas XI IPA II SMA Negeri 4 Bengkulu Melalui Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction Dengan Pengajaran Team Teaching. 2005. Tanpa Tahun.di akses 12 januari 2010) Engkoswara.Wahid. 2007. Nur. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa Jakarta: Gramedia Widia Sarana Arikunto. 1991. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru Jakarta: Rajawali Pers Martiningsih.yahoo. (http:www. 2009.Yeni.com). Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum Dan Konsep Islami Bandung: PT Refika Aditama . Pupuh. Roestiyah.DAFTAR PUSTAKA Titikusuma Eni. 2002.di akses 3 januari 2010) Alqur’an dan Terjemahnya. 2008 Konsep Dasar Team Teaching.Tanpa Tahun Antara Team Teaching Dan Mengajar Disekolah Lain (http:www. (1984 : 70) Tu’u.com. Dan Ali. Kurikulum Dan Pembelajaran Team Teaching (http:www. 1974) Amrus Dian. Penelitian Tindakan Kelas (http:www.Tanpa Tahun. 2008.yahoo. 2005.yahoo. dkk.com.di akses 6 april 2010) Ahmadi dan sudrajat.Tulus. (http://martiningsih. Team Teaching Program Pelatihan Applied Approach Lembaga Pengembangan Pendidikan UNAS Murni. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Jakarta: Rineka Cipta Fathurrohman.(Diakses 4 februari 2010).yahoo. diakses 11 juli 2010) Artiningsih. Srtategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta Ahmadi dan sudrajat. (2007). (Jakarta: PT Intermasa. Suharsimi.yahoo.com.Sobri. dan Sutikno. 2008. 2007.

2004. 2000.Sudjana. 1997. Moleong. 2000. Purwanto. Dan Mujiono. Malang: UM Press Lexy J. 2002. 1999. Metodologi Penelitian Kualitatif. Muhibbin . 2002. Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: PT remaja rosda karya. 2005. Psikologi Pengajaran Jakarta: Gramedia Pustaka Tama Sukmadinata. 1989. op. 2002. Jakarta: Rineka Cipta Syah. Pedoman Peleksanaan Penelitian Tindakan Kelas (Ikip Yogyakarta Moleong. Wahid. Jakarta: Rineka Cipta Rusyan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya Dimyati.Azwan. Cara Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Lapangan. Rineka Cipta Ngalim. cit . Tabrani. 1999. Bandung: Remadja Karya Moleong. dan Zaim. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. 2008. Strategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta Winkel. Landasan Psikologi Proses Pendidikan Bandung: PT Remaja Rosdakarya Syah. op. Psikologi Pendidikan. Belajar Dan Pembelajaran. Metodologi Penelitian Kualialitatif. 2002. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar Bandung: Sinar Baru Algensindo Bahri. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya. Nana. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Ikip Yogyakarta Mulyasa.Nana. 2005. Jakarta: PT. bandung: PT remaja rosda karya Dimyati dan Mudjiono. Bandung: PT Remaja Rosda Karya Suyanto. 2002. Psikologi Perkembangan. Wasty.Syaodih. metodologo penelitian kualitatif. PT Remaja Rosda Karya Murni. Soemanto. 1997. 1998. Syaiful. Muhibbin. cit Moleong. Suyanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.