FILSAFAT HUKUM

Pendahuluan A. Membincangkan Istilah Filsafat dan Filsafat Hukum Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan memiliki pengertian yang cukup luas, misalnya saja apa yang oleh Plato sijelaskan sebagai “ilmu/ajaran tentang kesunyataan abadi” atau sebagaimana dijelaskan oleh Aristoteles sebagai ilmu/ajaran tentang kebenaran, dengan demikian meliputi metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika, yang ruang lingkupnya paling tidak meliputi empat hal yaitu: a. Apa yang dapat kita ketahui? b. Apa yang harus kita perbuat? c. Apa yang dapat kita harapkan?, dan d. Apa manusia itu? Kata filosofi diambil dari perkataan Yunani yaitu Philos (suka, cinta) dan Sophia (kebijaksanaan). Jadi kata itu berarti cinta kepada kebijaksanaan. Ada lima definisi filsafat. Pertama, filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Kedua, filsafat adalah proses kritik atau pemikiran terhadap pemikiran dan sikap yang sangat kita junjung tinggi. Ketiga, filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan yang dibedakan dari filsafat kritik. Keempat, filsafat adalah analisis logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. Kelima, filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung yang mendapat perhatian dari manusia yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat. Adapun istilah filsafat yang dikenal, yang ada kaitannya dengan filsafat hukum antara lain: legal philosophy, philosophy of law, legal theory, jurisprudence, rechts filosofie dan lain sebagainya. Pengertian filsafat hukum pun ada berbagau pendapat, yaitu merupakan ilmu, bagian dari filsafat yang objeknya hukum, menyangkut hati nurani, merupakan filsafat terapan dan praktis, merupakan filsafat teoretis, merupakan filsafat khusus yaitu hukum, merupakan sub species dari filsafat etika dan lain sebagainya. Permasalahan filsafat hukum diantaranya meliputi:

Aliran Sociological Jurisprudence. Masalah konsepsi-konsepsi tentang hukum yang dikemukakan oleh para pendukung aliran-aliran dalam filsafat hukum. Istilah filsafat hukum sebaiknya diterjemahkan ke bahasa asing sebagai: philosophy of law atau Rechts filosofie. Filsafat hukum merupakan filsafat terapan. c. Filsafat hukum dapat diterapkan di dalam masyarakat dengan cara menyusun teori hukumnya. hal ini dikemukakan oleh Zevenbergen. Filsafat hukum merupakan filsafat khusus. Hukum bukan hanya undang-undang dan hukum bukan hal-hal yang sama dengan resmi belaka. Pengertian Pengertian filsafat hukum antara lain: a. Hal ini dikemukakan Plato dan Aristoteles. 3. Selanjutnya. d. B. Filsafat hukum berkaitan dengan persoalan nurani manusia sebagaimana dijelaskan oleh Gustav Radbruch. 2. jadi kurang tepat sebagai pengertian/peristilahan yang sama dengan filsafat hukum. Aliran Positivisme Hukum. Masalah hakikat hukum. Mazhab Sejarah. Beliau mengatakan bahwa legal philosophy tidak sama dengan filsafat hukum. Filsafat hukum merupakan ilmu. b. . hal ini dikatakan oleh Zoachim Friedrich. masalah pembinaan hukum. yang didukung oleh teori-teori: Imperatif (asal mula hukum). Mazhab Unpad. Ilmu di sini diartikan sebagai kegiatan berpikir. mengundang komentar antara lain dari Mochtar Kusumaatmadja. Anthropological Juriprudence. hubungan hukum dengan kekuasaan. Mochtar Kusumaatmadja mengatakan bahwa filsafat hukum merupakan bagian dari filsafat yang objeknya khusus hukum. Masalah tujuan hukum. mengapa Negara berhak menghukum. Menjelaskan Persoalan Mendasar dari Filsafat Hukum Peristilahan Adanya istilah legal philosophy. mulai dari aliran Hukum Alam. istilah legal dan legal philosophy sama dengan undang-undang atau resmi. Indikatif (kenyataan-kenyataan social yang mendalam). keadilan). Optatif (tujuan hukum. mengapa orang menaati hukum.1.

disebut pula teori hukum. yang meliputi: etika. politik. 4) Recht Politiek. 3) Filsafat praktis. Latin Logica. yang meliputi: ilmu pengetahuan alam. matematika. g. 5) Recht filosofie. Jadi pengertian teoretis di sini. Yunani Logike atau Logikes yaitu apa yang termasuk ucapan yang dapa dimengerti atau akal .e. f. Filsafat hukum merupakan filsafat praktis. Pendahuluan B. Recht historie. 4) Poetika (aestetika). bahwa ilmu hukum meliputi: 1) Recht dogmatiek. filsafat meliputi: 1) Logika 2) Filsafat teoritis. 3) Recht Sociologie. metafisika (filsafat kosmologi). Recht vergelijking. bahwa filsafat hukum agar mudah diterapkan harus pula disusun teori hukumnya. ekonomi. misalnya: kesenian Alam Berpikir Hukum dalam Telaah Berbagai Aliran/Mazhab Hukum A. Mochtar Kusumaatmadja memberi pengartian pada yurisprudensi yaitu ilmu yang mempelajari pengertian dasar dan sistem hukum secara lebih mendalam. 2) Algemeine Recht leer (termasuk di dalamnya teori hukum). Bender berpendapat bahwa: filsafat adalah genus. kalau dihubungkan dengan pengertian jurisprudence akan sama artinya. filsafat etika adalah spesies dan filsafat hukum merupakan sub spesiesnya Ruang Lingkup Filsafat Menurut Aristoteles. Filsafat hukum merupakan bagian dari filsafat etika. Pengertian-pengertian dasar dan sistem hukum tersebut. Filsafat hukum merupakan filsafat teoretis. Dapat diartikan. bahwa filsafat hukum dibicarakan tersendiri begitu pula teori hukum. Logika Istilah logika dalam bahasa Inggris disebut Logic. Menurut Bellefroid dalam inleiding tot de Recht Wettenschap.

Kaum Stoa/Zeno. Adil. C. Pufendorf. Kant menganggap hukum alam bersumber pada kategoriche Imperative. Bertolak dari persepsi hukumnya yang memandang hukum sebagai suatu keharusan. terdiri dari tiga kelompok besar. Soejoeno Koesoemo Sisworo. Anaximander. Mazhab dan Aliran Pemikir Hukum Aliran Hukum Alam Hukum alam adalah hukum yang digambarkan berlaku abadi. Dari abad pertengahan. Konsepsi dasarnya adalah “bertindaklah kamu demikian. Seneca. “logic si the science and art of correct thinking”. jika motif bertindaknya adalah ekstern. yaitu: 1. dan hukum alam itu lepas dari konvensi. Aristoteles. mengemukakan sub-sub aliran hukum kodrat (nama lain dari hukum alam). begitu jauh tidak terikat oleh waktu dan keadilan dalam tingkatan yang paling mutlak kepada segenap umat manusia. Rousseau.budi yang berfungsi baik. Jean Bodin. membedakan Ilmu Hukum Metafisis dan Ilmu Hukum Empiris. Hobbest. dapat dimengerti. ilmu pengetahuan dan kecakapan utnuk berpikir dengan lurus. Agustinus dan Thomas Aquinas 3. pembedaan hukum dengan moral didasarkan pada motivasi tindakan itu. yang norma-normanya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. sistematis. Pitagoras. Logika itu adlah ilmu tentang berpikir (Definisi Nominal). Zaman Baru. Parminides. Plato. Adlaah moral jika motif bertindaknya bersifat intern. sehingga alasan tindakamu dapat dijadikan alasan bertindak oleh manusia lainnya. Dari keseluruhan periode aliran hukum alam/hukum kodrat dapat diabstrasikan 3 karakteristik yang umum fundamental yaitu: . teratur. Grotius (Hugo de Groot). Sebagai hukum yang kekal dan abadi. adalah hukum. Heraclitos. teratur. 2. Oleh Kant. Hukum alam adalah hukum yang berakar pada bathin manusia atau masyarakat. Kaum Sofist. perundang-undangan atau lain-lain alat kelembagaan. John Locke. Socrates. Dalam Pidato Pengukuhan Guru Besarnya. Aliran Zaman Kuno di Yunani dan Romawi. dari alam semesta dan dari akal budi manusia. Macchiaveli. dan betul (Definisi Realis). Immanuel Kant.

hakikat kebahagiaan adalah kenikmatan dan kehidupan yang bebas dari kesengsaraan.. yakni sebagai batu penguji yang radikal revolusioner. Menurut Bentham.. Hukum kodrat sama halnya dengan alam. Menurut John Stuart Mill juga berpendapat bahwa suatu perbuatan itu hendaknya bertujuan untuk mencapai sebanyak mungkin kebaikan. Menurutnya. Hukum kodrat berfungsi bukan sekedar sebagai mata ukuran bagi hukum positif. Tuhan dan akal budi. tidak ada suatu peraturan hukum yang tidak memiliki asal-usul pada tujuan ini. tapi lebih dari itu. adalah tetap abadi dan berlaku bagi umum bagi semua zaman dan bangsa-bangsa.. Hukum kodrat hanya dapat dikenali secara tunggal oleh dan dengan akal budi. Perasaan keadilan akan memberontak terhadap kerusakan. dan evaluasi hukum dilakukan berdasarkan akibatakibat yang dihasilkan dari proses penerapan hukumm. maka isi hukum adalah ketentuan tentang pengaturan penciptaan kesejahteraan Negara. dalam arti manakah hukum positif itu nyata-nyata bertentangan dengan hukum kodrat maka hukum positif dapat dikesampingkan dan atau dilanggar. “keadilan bersumber pada naluri manusia untuk menolak dan membalas kerusakan yang diderita. Jhering menggabungkan pemikiran Bentham dan Stuart Mill. hakikat keadilan. Berdasarkan orientasi itu. “Tujuan adalah pencipta dari seluruh hukum. dengan demikian mencakup semua persyaratan moral yang hakiki bagi kesejahteraan umat manusia”. 3. Tujuan hukum adalah kesejahteraan yang sebesarbesarnya bagi rakyat. John Stuart Mill dan Rudolf von Jhering. - Utilitarianisme Tokoh terkemuka aliran ini adalah Jeremy Bentham. Menurutnya. baik oleh diri sendiri maupun oleh siapa saja yang mendapatkan simpati dari kita.1. - Mazhab Hukum Historis . Menurutnya. penderitaan. 2. “The aim of law is The Greatest Happiness for the Greatest Number”. yaitu pada motif yang praktis”.

dengan fungsi utama antara lain untuk melindungi kepentingan pribadi secara seimbang. realisme adalah gerakan dalam pemikiran dan kerja tentang hukum Realisme adalah konsepsi hukum yang terus berubah dan alat untuk tujuan-tujuan sosial. yang juga mempengaruhi perilaku mereka. yaitu masyarakat dan hukum. Mereka mempunyai ikatan rohani dan menjadi kesatuan jiwa dan bangsa. sehingga tiap bagian harus diuji tujuan dan akibatnya. Hukum adalah bagian dari rohani mereka. - Aliran Hukum Realis-Pragmatis John Chipman Gray. Aliran Sociological Jurisprudence lebih mengarah kepada kenyataan daripada kedudukan dan fungsi hukum dalam masyarakat.Pelopor aliran ini adalah Friedrich Karl von Savigny. Menurutnya. melainkan juga menjadi bidang ilmu hukum. Jerome Frank adalah tokoh-tokoh yang membangun aliran ini dengan ciri: 1. Holmes dan Karl Llewellyn. Erhlich dan Roscoe Pound mencetuskan pemikiran : Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup di dalam masyarakat”. menurut Roscoe Pound tugas utama hukum adalah rekayasa sosial. kedudukan hukum tertulis dan tidak tertulis. Kekuatan untuk membentuk hukum terletak pada rakyat. perkembangan hukum tidak semata-mata merupakan bagian dari jiwa rakyat. Sociological Jurisprudence lebih menekankan pada masalah evaluasi hukum (kualifikasi hukum yang baik). fungsi hukum sebagai sarana rekayasa sosial dengan perkembangan hukum yang baik dan cara penerapan hukum. . yang terdiri dari kompleksitas individu dan perkumpulan-perkumpulan. Oliver Wendel. Aliran Hukum Sosiologis Sociological Jurisprudence merupakan aliran yang memberikan perhatian sama pentingnya kepada faktor-faktor penciptaan dan pemberlakuan hukum. 2. Perhatian aliran ini tidak sekedar pada esensi hukum tetapi juga esensi perkembangan hukum. Tidak ada mazhab realis. Pembentuk undang-undang harus mendapatkan bahnnya dari rakyat dan ahli hukum dengan mempertimbangkan perasaan hukum dan keadilan masyarakat.

permasalahan nilai (teori nilai. b. permasalahan pengetahuan/kennisproblemen (Wissenschaftlehre teori kebenaran. 2. etik. keserasian dalam bidang hukum yaitu kedamaian/vreedzaamheid. Manusia dalam kehidupan diri dengan masyarakatnya memiliki tujuan: 1. Ini dapat dimasukan ke dalam kelompok “Nilai Iman Keagamaan” (het religieus waardevole). 4. Realisme menekankan pada evolusi tiap bagian dari hukum dengan mengingat akibatnya. Pendahuluan: Beberapa Masalah Mendasar Tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh hukum khususnya dilihat dari aspek filosofis adalah pencapaian tertinggi tentang hukum yaitu hakikat hukum. . logika). Pembangunan hukum sangat penting dan mendasar karena merupakan upaya atau sebuah perjalanan dari kondisi-kondisi riil atau keadaankeadaan nyata (realitas) menuju kepada desiderata (yaitu semacam visi yang hendak direalisasikan dengan melaksanakan misi pembangunan dalam terang dan di bawah tuntutan paradigma. dan c.3. Manusia sebagai pengatur dan pengarah ritme pembangunan. estetik. sepanjang ketentuan dan konsepsi hukum menggambarkan apa yang sebenarnya dilakukan oleh pengadilan dan orang-orang. keserasian dalam bidang sopan santun. dan iman keagamaan/het religieus waardevolle). yaitu kesedapan/wallevandheis. B. Realisme tidak percaya pada ketentuan dan konsepsikonsepsi hukum. Tinjauan Filsafat Hukum Tentang Penegakan dan Penemuan Hukum di Indonesia A. seyogianya apabila nilai-nilai iman dan keagamaan ikut berperan di dalamnya. melalui landasan kasih sayang kemanusiaan. keadilan yang dipandu oleh arahan rahmat Tuhan. Hakikat Filsafat dan Tuntunan Kearifan dalam Diri Manusia Filsafat sebagai sistem meliputi 3 wilayah permasalahan: a. Realisme menganggap adanya pemisahan sementara antara hukum yang ada dan yang seharusnya ada untuk tujuan-tujuan studi. 5. teori pengetahuan. permasalahan kasunyataan/zijnproblemen (mewujudkan metafisika tentang manusia dan alam).

Mengenal Lebih Dekat Beberapa Mazhab Pemikiran Hukum A. yang pada dasarnya merupakan penafsiran terhadap realitas. C. tugas hakim secara konkrit adalah mengadili perkara. bahkan perasaan halus yang mendambakan taufik hidayah dan inayah Allah c. tujuannya tidak lain adalah pencapaian mutu kehidupan yang lebih tinggi. Tokohnya adalah Aristoteles. Hal ini menunjukkan bahwa secara substansial penemuan hukum hakim terkait dengan Pembukaan. Sarana primer yang digunakan untuk pendekatan adalah intuisi. Pada dasarnya tugas hakim dalam menegakan hukum terkait erat dengan persoalan filsafat hukum. Wawasan Filsafat Hukum dan Pembangunan Hukum Pembangunan pada dasarnya adalah pengembangan kebudayaan. . Alinea Pertama. dan Hakikat Penegakan Hukum E. Hakim. Berorientasi pada suatu Grundnorm yang transedental metayuridis atau metafisis D. menilai atau menghubungkan nilai b. yang meliputi aspek lahir maupun bathin. pendapat dan sekaligus penimbul berbagai nilai dalam kehidupannya. yang secara substansial mengandung pokok pikiran tentang apa yang kita pahami sebagai “peri-keadilan”. Menempatkan hakikat pengertian hukum sebagai pengertian budaya e. Wawasan filosofis. dari alam semesta dan dari akal budi manusia. Penegakan hukum melihat hakim sebagai manusia yang akan memahami nilainilai hukum yang hidup dalam masyarakat. yang diujikan pada hati nurani.Manusia merupakan sumber nilai dalam arti sebagai pencari. Mazhab Hukum Alam Hukum Alam adalah hukum yang normanya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. paling tidak memiliki sifat-sifat: a. serta berkelanjutan. Thomas Aquinas dan Hugo Grotius. Perenungan transedental d. Deduktif-spekulatif. Filsafat Hukum. kehidupan lahir-bathin yang bermutu tinggi itu tentu mempersyaratkan adanya keadilan agihan ruang dan waktu dan pemeliharaan lingkungan. karenanya ia digambarkan sebagai hukum yang berlaku abadi. yang dapat disebut sebagai penemuan hukum yang menetapkan benar atau tidak benar menurut hukum dalam suatu situasi konkrit berpikir hakim.

tetap dan bersifat tertutup serta terdiri atas unsur: perintah. Juga keadilan. . Hakikat dari sistem hukum menurut Savigny adalah sebagai pencerminan jiwa rakyat yang mengembangkan hukum itu.B. Rudolph von Jhering dikenal dengan social utilitarianism. kewajiban dan kedaulatan. tetapi di dlaam masyarakat sendiri. tidak pada ilmu hukum. hukum harus dipandang sebagai suatu lembaga kemasyarakatan yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial. C. Mazhab Formalistis Menurut mazhab formalis. Bentham mengemukakan agar pembentuk hukum harus membentuk hukum yang adil bagi segenap warga masyarakat secara individual. Utilitarianisme Tokoh mazhab ini adalah Jeremy Bentham dan Rudolph Jhering. Mazhab Kebudayaan dan Sejarah Tokohnya adalah Friedrich Carl von Savigny dan Sir Henry Maine. equity. yaitu: fiksi. sejarah. Ehrlich mengatakan bahwa pusat gaya tarik perkembangan hukum tidak terletak pada perundang-undangan. Hukum merupakan suatu alat bagi masyarakat untuk mencapai tujuannya. Sedangkan menurut Pound. Menurut Austin hukum merupakan sistem yang logis. Maine mengatakan masyarakat ada yang statis dan ada yang progresif. Semua hukum berasal dari adat istiadat dan epercayaan dan bukan berasal dari pembentuk undang-undang. D. dan etika. sanksi. Hukum adalah sarana untuk mengendalikan individu-individu. Keadilan menurut Kelsen adalah masalah ilmu politik. E. hukum dan moral merupakan dua bidang terpisah dan harus dipidahkan. agar tujuannya sesuai dengan tujuan masyarakat dimana mereka menjadi warganya. dan perundang-undangan. Sociological Jurisprudence Tokoh mazhab ini adalah Eugen Ehrlich dan Roscoe Pound. kesusilaan. Masyarakat progresif adalah yang mampu mengembangkan hukum melalui 3 cara. kemasyarakatan. dan adalah tugas ilmu hukum untuk mengembangkan suatu kerangka dengan mana kebutuhan-kebutuhan sosial dapat terpenuhi secara maksimal. Ajarannya tidak menyangkut kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan hukum. Ajaran berpokok pada pembedaan antara hukum positif dengan hukum yang hidup. Hans Kelsen dengan teori hukum murni mengatakan bahwa hukum tidak boleh dicampuri urusanurusan politik.

Feminisme Jurisprudence Ahli-ahli hukum feminis dengan sangat kritis mencoba melihat bahwa hukum pada dasarnya memiliki ketrbatasan untuk merealisasikan nilai-nilai sosial. Feminisme dalam hukum juga menolak bagaimana posisi wanita senantiasa dimarjinalkan dalam perjanjian. Ketiga. bahwa hukum (baik pembentukan aturan. dekonstruksi dapat menjelaskan bagaimana argumentasi-argumentasi hukum. perkerjaan dan berbagai kehidupan sosial. berbeda dengan idiologi. Holmes mengatakan bahwa kewajiban hukum hanyalah merupakan suatu dugaan bahwa apabila seseorang berbuat atau tidak berbuat. Jerome Frank. Realisme Hukum Tokoh yang terkenal adalah hakim agung Oliver Wendell Holmes. meski dekonstruksi itu sendiri tetap berada pada hubungan istilah/wacana tersebut. Suatu Kewajiban Menegakkan Syariat A. yang kadangkala istilah tersebut telah cenderung diistimewakan melalui sejarah. maupun substansinya) sangat bersifat phallocentris (yaitu lebih memihak kepentingan laki-laki). kodifikasi mengenai sense data premodial. Balkin memberikan penjelasan bahwa ada 3 hal menarik dalam teknik dekonstruksi hukum. hukum selalu dibayang-bayangi oleh ideologi-ideologi maskulin. Pokok pendekatan kaum realis antara lain: hukum adalah alat untuk mencapai tujuan-tujuan sosial dan hendaknya konsepsi hukum itu menyinggung hukum yang berubah-rubah dan hukum yang diciptakan oleh pengadilan. Kedua. Semiotika Jurisprudence Dragan Milovanovic mengidentifikasikan semiotik sebagai penelitian tentang kode-kode linguistik. maka dia akan menderita sesuai dengan keputusan suatu pengadilan.F. Critical Legal Studies Aliran ini memiliki metode dekonstruksi. I. G. sehingga hukum berjalan untuk kepentingan status quo. Pembaharuan Hukum. menawarkan cara interpretasi baru terhadap teks hukum. Dekonstruksi dalam hukum merupakan pembalikan untuk membantu mencoba melihat makna istilah yang tersembunyi. Pertama. konstitusi subjektivitas dan konsepsi tentang realita dalam wacana dan pengaruh-pengaruh konstitutif tentang sistem koordinat linguistik tertentu. teknik ini memberikan metodologi/cara untuk melakukan kritik mendalam tentang doktrin-doktrin hukum. dan Karl Llewellyn. Pendahuluan . Lebih jauh Karl Llewellyn menekankan pada fungsi lembaga-lembaga hukum. H.

Paling tidak ada 3 (tiga) kecenderungan/pandangan atau sikap umat Islam terhadap penerapan Syariat. kelompok sekularis yang menginginkan Islam hanyalah sebagai keyakinan saja. Reformasi harus ditinjau kembali. Hukum islam telah hidup dalam masyarakat yang beragama islam di indonesia. B. 2:208). Kegagalan Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia Pembaharuan hukum mengalami stagnasi. maka sah-sah saja hukuman lain diterapkan).mbali kepada ajaran islam yaitu Al-Qur’an dan . dan kembali kepada AlQur’an dan Sunnah. maka hukum islam telah menjadi bagian dari kehidupan umat. yang secara konseptual dapat dikembangkan secara bersama-sama dan menyeluruh. Mahmud Syaltut menjelaskan bahwa Islam merupakan ajaran yang sempurna yang meliputi keyakinan sekaligus sistem hukum. kelompok skripturalis yang menginginkan hukum Islam diformalkan sebagaimana tertulis dalam teks Al-Qur’an dan Sunnah 2. kelompok substantialis yang berpandangan penerapan hukum islam tidak mesti persis seperti apa yang disebutkan dalam teks Al-Qur’an dan Sunnah asalkan maqasid al syari’ah (tujuan ditetapkannya hukum islam bisa terlaksana. sehingga hukum islam tidak lagi dirasakan norma-norma hukum yang dipaksakan dari luar mereka. 3. karena perubahan tidak dilakukan secara mendasar dan paradigmatik. Terdapat perselisihan pandangan tidak hanya dengan orang non muslim tetapi juga antara muslim dengan muslim yang akibatnya gaagsan penerapan syariat islam dalam tataran tertentu mengalami kemandulan. Inilah makna sesungguhnya reformasi bagi umat islam. Ketiga. hukum islam merupakan fenomena kultural umat yang latar belakangnya bisa dilihat dari berbagai segi.Syariat Islam bagi umat islam perumpamaannya seperti manusia dan nyawanya. dan ke. artinya seorang Islam tidak punya pilihan lain untuk menjalankan syariat islam dalam kehidupannya (QS. aturan-aturan dalam Al-Qur’an dan Sunnah bersifat universal dan terjaga keutuhannya dengan cakupan bidang yang lengkap baik bidang netral maupun tidak. selama kurun waktu perkembangan hukum saat ini hukum nasional tidak mampu menjawab berbagai persoalan yang muncul khususnya berkaitan dengan tujuan membawa umah kepada kebahagiaan yang hakiki. oleh karena itu mengamalkan ajaran merupakan hal yang tidak dapat ditawar lagi. yaitu mengembalikan umah dari kungkungan peradaban jahiliyah. Keempat. yang inheren dalam kehidupan umat islam. sebagai hukum yang hidup. Kedua. yaitu: 1. Pemikiran ini didukung oleh pandangan: pertama.

Sunnah Rasul. . menempatkan Syariat Islam sebagi sesuatu yang supreme bagi seluruh aspek kehidupan bangsa ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful