Mantiq

oleh Ust. Husein Al-Kaff Indeks Islam | Indeks Artikel ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Definisi dan Urgensi Mantiq
Mantiq adalah alat atau dasar yang penggunaannya akan menjaga kesalahan dalam berpikir. Lebih jelasnya, Mantiq adalah sebuah ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah. Manusia sebagai makhluk yang berpikir tidak akan lepas dari berpikir. Namun, saat berpikir, manusia seringkali dipengaruhi oleh berbagai tendensi, emosi, subyektifitas dan lainnya sehingga ia tidak dapat berpikir jernih, logis dan obyektif. Mantiq merupakan upaya agar seseorang dapat berpikir dengan cara yang benar, tidak keliru. Sebelum kita pelajari masalah-masalah mantiq, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan "berpikir". Berpikir adalah proses pengungkapan sesuatu yang misteri (majhul atau belum diketahui) dengan mengolah pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dalam benak kita (dzihn) sehingga yang majhul itu menjadi ma'lûm (diketahui). Faktor-Faktor Kesalahan Berpikir 1. Hal-hal yang dijadikan dasar (premis) tidak benar. 2. Susunan atau form yang menyusun premis tidak sesuai dengan kaidah mantiq yang benar. Argumentasi (proses berpikir) dalam alam pikiran manusia bagaikan sebuah bangunan. Suatu bangunan akan terbentuk sempurna jika tersusun dari bahan-bahan dan konstruksi bangunan yang sesuai dengan teori-teori yang benar. Apabila salah satu dari dua unsur itu tidak terpenuhi, maka bangunan tersebut tidak akan terbentuk dengan baik dan sempurna. Sebagai misal, "[1] Socrates adalah manusia; dan [2] setiap manusia bertindak zalim; maka [3] Socrates bertindak zalim". Argumentasi semacam ini benar dari segi susunan dan formnya. Tetapi, salah satu premisnya salah yaitu premis yang berbunyi "Setiap manusia bertindak zalim", maka konklusinya tidak tepat. Atau misal, "[1] Socrates adalah manusia; dan [2] Socrates adalah seorang ilmuwan", maka "[3] manusia adalah ilmuwan". Dua premis ini benar tetapi susunan atau formnya tidak benar, maka konklusinya tidak benar. (Dalam pembahasan qiyas nanti akan dijelaskan susunan argumentasi yang benar, pen).

Ilmu dan Idrak
Dua kata di atas, Ilmu dan Idrak, mempunyai makna yang sama (sinonim). Dalam ilmu mantiq, kedua kata ini menjadi bahasan yang paling penting karena membahas aspek terpenting dalam pikiran manusia, yakni ilmu. Oleh karena itu, makna ilmu sendiri perlu diperjelas. Para ahli mantiq (mantiqiyyin) mendefinisikan ilmu sebagai berikut:

yang dipakai oleh manusia dalam kajian -kajian keilmuan adalah tashawwur-thasawwur kulli.Ilmu adalah gambaran tentang sesuatu yang ada dalam benak (akal). dharuri (sering juga disebut badihi) adalah ilmu dan pengetahuan yang dengan sendirinya bisa diketahui tanpa membutuhkan pengetahuan dan perantaraan ilmu yang lain. Yani dan lainnya. 15 x 15 = 225 atau berkumpulnya dua hal yang kontradiktif adalah mustahil (tidak mungkin terjadi) adalah hal yang dharuri. benak atau akal kita terkadang hanya [1] menghimpun gambaran dari sesuatu saja (bangunan. Manusia dalam berkomunikasi tentang kehidupan sehari-hari menggunakan tashawwur-thasawwur yang juz'i. Contoh: 2 x 2 = 4. Kulli adalah tashawwur (gambaran benak) yang dapat diterapkan (berlaku) pada beberapa benda di luar. bangunan itu indah dan megah). Sebaliknya. (Lihat kembali definisi berpikir). dalam misal). Misalnya: gambaran tentang Budi hanya untuk seorang yang bernama Budi saja. Misalnya. Dharuri adalah ilmu yang tidak membutuhkan pemikiran lagi (aksiomatis). Novel. yang sifatnya universal. atau "manusia itu bukan binatang" dan lain sebagainya. Kondisi ini disebut "ilmu". tashawwuri dan tashdiqi. Sedangkan tashdiq adalah penilaian atau penetapan dengan dua ketetapan: "ya" atau "tidak/bukan". Misalnya: Saya kemarin ke Jakarta. dan pada saat yang sama pula tertanam dalam benak gambaran bangunan itu. Bapak saya sudah pensiun dan sebagainya. yaitu ilmu dan jahil (ketidak tahuan). Jadi Ilmu tashawwuri dharuri adalah gambaran dalam benak yang dipahami tanpa sebuah proses pemikiran. Dharuri dan Nadzari Ilmu tashawwuri dan ilmu tashdiqi mempunyai dua macam: dharuri dan nadzari. Namun. Misalnya: gambaran tentang manusia dapat diterapkan (berlaku) pada banyak orang. Pada kondisi ilmu. Kondisi ilmu yang pertama disebut tashawwur dan yang kedua disebut tashdiq. Kondisi ini disebut "jahil". ilmu dibagi menjadi dua. Seperti: 2 x 2 = 4. sebelum menyaksikan bangunan tersebut. "air itu dingin". Jadi ilmu tashawwuri nadzari adalah gambaran yang ada dalam benak yang dipahami melalui proses pemikiran. Terkadang kita tidak hanya menghimpun tetapi juga [2] memberikan penilaian atau hukum (judgement). Sedangkan nadzari dapat diketahui melalui sebuah proses pemikiran atau melalui pengetahuan yang sudah diketahui sebelumnya. Pada saat keluar rumah. Kulli dan Juz'i Pembahasan tentang kulli (general) dan juz'i (parsial) secara esensial sangat erat kaitannya dengan tashawwur dan juga secara aksidental berkaitan dengan tashdiq. Budi. Contoh: bumi itu bulat adalah hal yang nadzari. Benak at u pikiran kita a tidak lepas dari dua kondisi yang kontradiktif. atau "air itu tidak dingin". Nadzari adalah ilmu yang membutuhkan pemikiran. "manusia itu berakal". . Jadi tashawwur hanya gambaran akan sesuatu dalam benak. Juz'i adalah tashawwur yang dapat diterapkan (berlaku) hanya pada satu benda saja. Kesimpulan. (Misalnya. kita menyaksikan sebuah bangunan yang megah dan indah. Adik saya sudah mulai masuk sekolah. dalam benak kita tidak ada gambaran itu. Lebih jelasnya.

Misal: tashawwur manusia dan tashawwurt berpikir. Artinya setiap manusia dapat berpikir dan setiap yang berpikir adalah manusia. [3] Umum wa khusus Mutlaq (implikasi) dan [4] Umum wa Khusus Minwajhin (asosiasi). Dengan kata lain. Dan sesuai dengan fitrah. Kemudian antara tashawwur kulli yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan (relasi). [2] Tasâwi (ekuivalensi). Pertemuan lalu telah dibahas bahwa manusia memiliki ilmu dan pengetahuan (ma'lûm). Ahli mantiq menyebut bentuk hubungan itu sebagai "Nisab Arba'ah". (Lihat definisi kulli ). Setiap manusia pasti bukan batu dan setiap batu pasti bukan manusia. juga terbagi menjadi dua majhul tashawwuri dan majhul tashdiqi. kita akan segara bertanya "apa itu?". dan jarang bersangkutan dengan juz'i. Kedua tashawwur ini sangatlah berbeda dan afradnya tidak mungkin sama. Tabâyunadalah dua tashawwur kulli yang masing-masing dari keduanya tidak bisa diterapkan pada seluruh afrad tashawwur kulli yang lain. afrad kulli yang satu tidak mungkin sama dan bersatu dengan afrad kulli yang lain. Umum wa khusus mutlak adalah dua tashawwur kulli yang satu dapat diterapkan pada seluruh afrad kulli yang lain dan tidak sebaliknya. kita membutuhkan ma'lûm tashaswwuri. Nisab Arba'ah Dalam benak kita terdapat banyak tashawwur yang bersifat kulli dan setiap yang kulli mempunyai realita (afrad) lebih dari satu. . Misal: tashawwur manusia dan tashawwur batu. 4. Pencarian majhul tashawwur dinamakan "had" atau "ta'rif". Jawaban dan keterangan yang diberikan adalah had (definisi) dari sesuatu itu. Setiap akibat pasti mempunyai sebab dan lain sebagainya. Saat menghadapi sesuatu yang belum kita ketahui (majhul). tetapi terkadang keduanya berpisah seperti pada orang yang hitam dan pada kapur tulis yang putih. Tasâwi adalah dua tashawwur kulli yang keduanya bisa diterapkan pada seluruh afrad kulli yang lain. Majhul (jahil) sebagai anonim dari ma'lûm (ilmu). 2.Orang yang beriman adalah orang bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Kedua tashawwur kulli ini bersatu pada seorang manusia yang putih. Mereka menyebutkan bahwa ada empat kategori relasi: [1] Tabâyun (diferensi). Afrad tashawwur hewan lebih umum dan lebih luas sehingga mencakup semua afrad tashawwur manusia. kita bertanya tentang esensi dan hakikat sesuatu itu. (Lihat definisi berpikir. Misal: tashawwur manusia dan tashawwur putih. 1. Untuk mengetahui hal-hal majhul tashawwuri. Hudud dan Ta'rifat Kita sepakat bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui (majhul). Dalam ilmu mantiq kita akan sering menggunakan kulli (gambaran-gambaran yang universal). baik tashawwuri ataupun tashdiqi. Misal: tashawwur hewan dan tashawwur manusia. Had/ta'rif adalah sebuah jawaban dan keterangan yang didahului pertanyaan "Apa?". kita selalu ingin dan mencari tahu tentang hal-hal yang masih majhul. Umum wa khusus min wajhin adalah dua tashawwur kulli yang masing-masing dari keduanya dapat diterapkan pada sebagian afrad kulli yang lain dan sebagian lagi tidak bisa diterapkan. Artinya. 3. Setiap manusia adalah hewan dan tidak setiap hewan adalah manusia.

2) mahmul dan 3) rabithah (hubungan antara mawdhu' dan mahmul). Lebih jelasnya.Oleh karena itu. bukan pembahasan mantiq. 1. Berdasarkan masing-masing unsur itu. [3] fashl (diferentia). Keduanya merupakan bagian dari esensi manusia. 2. qadhiyyah dibagi menjadi dua: hamliyyah (proposisi kategoris) dan syarthiyyah (proposisi hipotesis). Misal: "Manusia adalah wujud yang berjalan. mahmul dan rabithah. "Manusia adalah wujud yang berjalan". "Maujud yang berjalan". tashdiqi adalah penilaian dan penghukuman atas sesuatu dengan sesuatu yang lain (seperti: gunung itu indah. proposisi kategorik) . Berdasarkan rabithah-nya. ketika kita membayangkan sesuatu. dan "berpikir" adalah fashl manusia. manusia itu bukan kera dan lain sebagainya). Qadhiyyah hamliyyah adalah qadhiyyah yang terdiri dari mawdhu'. Misal: "Manusia adalah hewan". "tegak lurus" dan "tertawa" bukan bagian dari esensi manusia. Had Nâqish. Pembahasan tentang kulliyat khamsah ini secara detail termasuk pembahasan filsafat. tashdiq berkaitan dengan dua hal: maudhu' dan mahmul ("gunung" sebagai maudhu' dan "indah" sebagai mahmul). Perdebatan tentang sesuatu materi akan menjadi sia-sia kalau definisinya belum jelas dan disepakati. qadhiyyah dibagi menjadi beberapa bagian. adalah definisi yang menggunakan jins dan fashl untuk menjelaskan bagian-bagian dari esensi yang majhul. "Gunung" adalah mawdhu'. mendefinisikan suatu materi yang akan dibahas penting sekali sebelum membahas lebih lanjut masalah-masalah yang berkaitan dengannya. Macam-macam Qadhiyyah Setiap qadhiyyah terdiri dari tiga unsur: 1) mawdhu'. dalam disiplin ilmu. maka sesuatu yang pertama disebut mawdhu' dan sesuatu yang kedua dinamakan mahmul dan yang menyatukan antara keduanya adalah rabithah. Rasam Nâqish. Lima kulli itu adalah: [1] Nau' (spesies). [2] jins (genius). Qadhiyyah (Proposisi) Sebagaimana yang telah kita ketahui. adalah definisi yang mengunakan 'ardh khas. 4. adalah definisi yang menggunakan jins saja. Misalnya: "gunung itu indah". tegak lurus dan dapat tertawa". tetapi hanya bagian yang eksiden. Atas dasar itu. 3. Ilmu mantiq bertugas menunjukkan cara membuat had atau definisi yang benar. misalnya. "indah" adalah mahmul dan "itu" adalah rabithah (Qadhiyyah hamliyyah. Misal: Apakah manusia itu? Jawabannya adalah "Hewan yang berpikir (natiq)". Ada lima kulli yang digunakan untuk mendefinisikan majhul tashawwuri (biasa disebut "kulliyat khamsah"). Gabungan dari dua sesuatu itu disebut qadhiyyah (proposisi). [4] 'aradh 'aam (common accidens) dan [5] 'aradh khas (proper accidens). adalah definisi yang menggunakan 'ardh 'âm. lalu kita menilai atau menetapkan atasnya sesuatu yang lain. Hewan adalah salah satu dari esensi manusia. Rasam Tâm. "Hewan" adalah jins manusia. Had Tâm. Macam-Macam Definisi (Ta'rif) Setiap definisi bergantung pada kulli yang digunakan.

Maka qadhiyyah mahshurah mempunyai empat macam: 1. Sebenarnya masih banyak lagi pembagian qadhiyyah baik berdasarkan mahmul-nya (qadhiyyah muhassalah dan mu'addlah). Sedangkan dalam muhmalah jumlah afrad mawdhu'-nya tidak ditentukan. Dalam ilmu mantiq. atau manusia itu pintar. Bila angka itu genap. 4. Qadhiyyah Mahshurah dan Muhmalah Pembagian qadhiyyah berdasarkan mawdhu'-nya dibagi menjadi dua: mahshurah dan muhmalah. 2. Mahshurah adalah qadhiyyah yang afrad (realita) mawdhu'-nya ditentukan jumlahnya (kuantitasnya) dengan menggunakan kata "semua" dan "setiap" atau "sebagian" dan "tidak semua". Yang pertama disebut qadhiyyah hamliyyah mujabah (afirmatif) dan yang kedua disebut qadhiyyah hamliyyah salibah (negatif). Tetapi qadhiyyah syarthiyyah yang menunjukkan adanya perbedaan dan keterpisahan antara dua qadhiyyah disebut munfasilah. Qadhiyyah mahshurah terkadang kulliyah (proposisi determinatif general) dan terkadang juz'iyyah (proposisi determinatif partikular) dan qadhiyyah sendiri ada yang mujabah (afirmatif) dan ada yang salibah (negatif) . maani'atul jama' dan maani'atul khulw).Terkadang kita menafikan mahmul dari mawdhu'. Antara angka genap dan angka ganjil tidak mungkin kumpul. atau jihat qadhiyyah (dharuriyyah. bumi akan hancur) disebut tali. Qadhiyyah syarthiyyah dibagi menjadi dua: muttasilah dan munfasilah. semua manusia akan mati atau sebagian manusia pintar. "Tuhan itu banyak" adalah qadhiyyah hamliyah. "gunung itu tidak indah". demikian pula "bumi akan hancur" sebuah qadhiyyah hamliyah. eksakta dan ilmu pengetahuan lainnya. Namun qadhiyyah yang paling banyak dibahas dalam ilmu filsafat. daimah dan mumkinah) dan qadhiyyah syarthiyyah muttasilah (haqiqiyyah. Kemudian keduanya dihubungkan dengan kata "jika". maka bumi akan hancur. mantiq dan lainnya adalah qadhiyyah mahshurah. "jika" dan "setiap kali". Qadhiyyah syarthiyyah terbentuk dari dua qadhiyyah hamliyah yang dihubungkan dengan huruf syarat seperti. Qadhiyyah syarthiyyah yang menggabungkan antara dua qadhiyyah seperti contoh di atas disebut muttasilah. Hukum-Hukum Qadhiyyah . seperti. manusia akan mati. maka ia bukan ganjil. qadhiyyah yang dipakai adalah qadhiyyah mahshurah. Misalnya. Tuhan itu banyak) disebut muqaddam dan qadhiyyah yang kedua (dalam contoh. Contoh: jika Tuhan itu banyak. 3. Contohnya. Mujabah juz'iyyah: Sebagian manusia pintar Salibah juz'iyyah: Sebagian manusia bukan laki-laki. Mujabah kulliyyah: Setiap manusia adalah hewan Salibah kulliyyah: Tidak satupun manusia yang berupa batu. yang maksudnya bahwa adanya "keseiringan" dan "kebersamaan" antara dua qadhiyyah. Qadhiyyah yang pertama (dalam contoh. Contohnya. filsafat.

[2] tadhadd. jika salah satu dari dua qadhiyyah itu benar. Hukum dua qadhiyyah dakhlatain tahta tadhad (interferensif sub-kontrariatif). maka yang lain pasti salah. Misalnya. Tanaqudh (mutanaqidhain [kontradiktif]) adalah dua qadhiyyah yang mawdhu' dan mahmul-nya sama. Dua qadhiyyah biasa dikenal dengan ijtima' al naqidhain mustahil (kombinasi kontradiktif). Ali). Demikian pula terdapat empat macam hubungan antara masing-masing empat qadhiyyah mahshurah: [1] tanaqudh. Artinya keduanya tidak mungkin benar. Demikian pula jika yang satu salah. 1. jika "setiap A adalah B" (qadhiyyah kulliyyah). maka pembahasan berikutnya adalah hubungan antara masing-masing dari empat qadhiyyah mahshurah. "Semua manusia hewan" (kulliyyah mujabah) dengan "Sebagian manusia bukan hewan" (juz'iyyah salibah). tetapi keduanya mungkin salah. pen). tetapi yang satu mujabah dan yang lain salibah. tetapi kuantitas (kam) dan kualitasnya (kaif) berbeda. jika salah satu salah. tetapi mungkin saja keduanya benar. jika qadhiyyah juz'iyyah benar. Tetapi. maka yang lainnya pasti salah. Misalnya: "Semua manusia akan mati" (kulliyyah mujabah) dengan "Sebagian manusia akan mati" (juz'iyyah mujabah) atau "Tidak satupun dari manusia akan kekal" (kulliyyah salibah) dengan "Sebagian manusia tidak kekal" (juz'iyyah salibah). Misalnya: "Sebagian manusia pintar" (juz'iyyah mujabah) dengan "Sebagian manusia tidak pintar" (juz'iyyah salibah). 2. [3] umum wa khusus mutlak dan [4] umum wa khusus min wajhin. Dukhul tahta tadhad (dakhilatain tahta tadhad [interferensif sub-kontrariatif]) adalah dua qadhiyyah yang sama kuantitasnya (keduanya juz'iyyah). [3] dukhul tahta tadhadd dan [4] tadakhul. Misalnya. Tetapi. maka yang lain belum tentu benar. . Tadhad (kontrariatif) adalah dua qadhiyah yang sama kuantitasnya (keduanya kulliyyah). 4. qadhiyyah kulliyyah lebih khusus dari qadhiyyah juz'iyyah. bahwa tashawwur kulli (misalnya. maka pasti "sebagian A pasti B". Di sini. Dua qadhiyyah ini disebut pula Hukum dua qadhiyyah mutanaqidhain (kontradiktif) jika salah satu dari dua qadhiyyah itu benar. Tetapi jika "sebagian A adalah B". Dengan kata lain. Hukum dua qadhiyyah mutadakhilatain (interferentif). Artinya. Tadakhul (mutadakhilatain [interferensif]) adalah dua qadhiyyah yang sama kualitasnya tetapi kuantitasnya berbeda. maka yang lain belum tentu salah. maka qadhiyyah juz'iyyah pasti benar. maka yang lainnya benar. maka qadhiyyah kulliyyah belum tentu benar. (Lihat pembahasan tentang nisab arba'ah. berbeda dengan masalah tashawwuri. "Semua manusia dapat berpikir" (kulliyyah mujabah) dengan "Tidak satupun dari manusia dapat berpikir" (kulliyyah salibah). tetapi yang satu mujabah dan lain salibah. maka yang lain pasti benar. Tetapi. manusia) lebih umum dari tashawwur juz'i (misalnya. [2] tasâwi. kedua qadhiyyah itu tidak mungkin salah. jika qadhiyyah kulliyyah benar. jika yang satu benar. Hukum dua qadhiyyah mutadhaddain (kontrariatif). 3. jika salah satu dari dua qadhiyyah itu salah. Pada pembahasan terdahulu telah kita ketahui bahwa terdapat empat macam hubungan antara empat tashawwuri kulli: [1] tabâyun. yakni yang satu kulliyah mujabah dan yang lainnya juz'iyyah salibah. maka belum pasti "setiap A adalah B". Artinya tidak mungkin (mustahil) keduanya benar atau keduanya salah. Misalnya.Setelah kita ketahui definisi dan pembagian qadhiyyah.

Qiyas (silogisme) Pembahasan tentang qadhiyyah sebenarnya pendahuluan dari masalah qiyas. maka terdapat tiga cara untuk mengetahuinya: 1. Qiyas adalah kumpulan dari beberapa qadhiyyah yang berkaitan yang jika benar. Argumentasi ini disebut tamtsil (analogi). dari khusus ke umum (menggeneralisasi yang parsial) Argumentasi ini bersifat vertikal. ada baiknya kita secara sekilas beberapa macam hujjah (argumentasi ). Kesamaan tempat (makan) Kesamaan waktu (zaman) Kesamaan kondisi (syart) Kesamaan korelasi (idhafah) Kesamaan pada sebagian atau keseluruhan (juz dan kull ) Kesamaan dalam potensi dan aktual (bil quwwah dan bil fi'li). dari umum ke khusus. Jadi untuk memberikan hasil (konklusi) diperlukan beberapa qadhiyyah yang saling berkaitan. Dan sebenarnya inti pembahasan mantiq adalah hudud dan qiyas. Atau dengan kata lain. Dan itulah yang namanya qiyas. Qiyas Iqtirani Qiyas iqtirani adalah qiyas yang mawdhu' dan mahmul natijahnya berada secara terpisah pada dua muqaddimah. Sebelum kita lebih lnjut membahas tentang qiyas. maka "kunci itu akan memuai jika dipanaskan". 4. Macam-macam Qiyas Qiyas dibagi menjadi dua. 5. iqtirani (silogisme kategoris) dan istitsna'i (silogisme hipotesis). maka dengan sendirinya (li dzatihi) akan menghasilkan qadhiyyah yang lain (baru). dan disebut istiqra' (induksi). Pengetahuan dari juz'i ke juz'i yang lain. Qadhiyyah pertama disebut muqaddimah shugra (premis . Argumenatsi ini sifatnya horisontal. 3. satu qadhiyyah atau beberapa qadhiyyah yang tidak dikaitkan antara satu dengan yang lain tidak akan menghasilkan qadhiyyah baru. Contoh: "Kunci itu besi" dan "setiap besi akan memuai jika dipanaskan". [2] setiap besi akan memuai jika dipanaskan dan [3] kunci itu akan memuai jika dipanaskan. 1. Argumentasi ini disebut qiyas (silogisme). Pengetahuan dari juz'i ke kulli. sebagaimana pembahasan tentang tashawwur sebagai pendahuluan dari hudud atau ta'rifat. 6.Tanaqudh Salah satu hukum qadhiyyah yang menjadi dasar semua pembahasan mantiq dan filsafat adalah hukum tanaqudh (hukum kontradiksi). 2. [1] Kunci itu besi. Qiyas ini terdiri dari tiga qadhiyyah. Sesuai dengan definisi qiyas di atas. 2. juga ada beberapa kesamaan dalam kedua qadhiyyah tersebut. Manusia disaat ingin mengetahui hal-hal yang majhul. Atau dengan kata lain. 3. dari sebuah titik yang parsial ke titik parsial lainnya. Kesamaan itu terletak pada: 1. Pengetahuan dari kulli ke juz'i. Para ahli mantiq dan filsafat menyebutkan bahwa selain mawdhu' dan mahmul dua qadhiyyah mutanaqidhain itu harus sama.

dan "sebagian nabi adalah imam". Salah satu dari kedua muqaddimah harus kulliyyah. a. "Setiap nabi makshum". "Setiap Nabi itu makshum". Sedangkan "besi" sebagai had awshat. b. "kunci" (mawdhu') dan "akan memuai jika dipanaskan" (mahmul). maka "sebagian orang makshum adalah imam". qadhiyyah kedua disebut muqaddimah kubra (premis mayor) dan yang ketiga adalah natijah (konklusi). maka "setiap nabi adalah teladan yang baik". Yang paling berperan dalam qiyas adalah penghubung antara mawdhu' muqadimah shugra dengan mahmul muqaddimah kubra. Muqaddimah sughra harus mujabah. b. a. Misalnya. b. Misalnya. Muqaddimah kubra harus kulliyyah. "Setiap nabi makshum". Syakl Kedua adalah Qiyas yang had awshat-nya menjadi mahmul pada kedua muqaddimah-nya.minor). yang menjadi mahmul pada muqaddimah shugra dan menjadi mawdhu' pada muqaddimah kubra. Muqaddimah kubra harus kulliyah. Syakl awwal akan menghasilkan natijah yang badihi (jelas dan pasti) jika memenuhi dua syarat berikut ini: a. Empat Bentuk Qiyas Iqtirani Qiyas iqtirani kalau dilihat dari letak kedudukan had awsath-nya pada muqaddimah shugra dan kubra mempunyai empat bentuk : 1. (Lihat contoh. Syarat-syarat syakl awwal. dan "tidak satupun pendosa itu makshum". Misalnya. 2. "Makshum" adalah had awsath. pen). yakni. Natijah merupakan gabungan dari mawdhu' dan mahmul yang sudah tercantum pada dua muqaddimah. . dan "setiap orang makshum adalah teladan yang baik". Syakl Ketiga adalah Qiyas yang had awshat-nya menjadi mawdhu' pada kedua muqaddimahnya. Muqaddimah shugra harus mujabah. Syarat-syarat syakl kedua. Syarat-syarat Syakl ketiga. Penghubung itu disebut had awsath. 3. yakni mujabah dan salibah). Kedua muqaddimah harus berbeda dalam kualitasnya (kaif. Syakl Awwal adalah Qiyas yang had awsth-nya menjadi mahmul pada muqaddimah shugra dan menjadi mawdhu' pada muqaddimah kubra. maka "tidak satupun dari nabi itu pendosa". Had awsath harus berada pada kedua muqaddimah (shugra dan kubra) tetapi tidak tecantum dalam natijah.

Kedua muqaddimahnya harus mujabah. Posisi Aristoteles sebagai guru Alexander (putra raja Macedonia. Kedua muqaddimahnya harus berbeda kualitasnya (kaif) d. Misalnya. Sampai pada tingkatan tertentu. Qiyas Istitsna'i Berbeda dengan qiyas iqtirani. berarti dia Nabi (bukan bukan nabi)". Pemikiran-pemikirannya mampu menghegemoni rasionalitas bangsa Yunani. Penjelasannya: "Jika Muhammad itu utusan Allah. Syakal Keempat adalah Qiyas yang had awsath-nya menjadi mawdhu' pada muqaddimah shugra dan menjadi mahmul pada muqaddimah kubra (kebalikan dari syakl awwal. Tetapi dia mempunyai mukjizat. "Jika Muhammad utusan Allah. Tetapi dia binasa. tak berlebihan jika orang Yunani menganggap Aristoteles sebagai Tuhan dan Dewa rasionalitas. maka dia mempunyai mukjizat" adalah qadhiyyah syarthiyyah yang terdiri dari muqaddam dan tali (lihat definisi qadhiyyah syarthiyyah). Oleh karena itu Aristoteles sebagai penyusun mantiq yang pertama tidak mencantumkan bentuk yang keempat. b. Philip) dan guru filsafat di sekolah yang didirikannya di Athena. Logika akan terus berkembang dan mengambil peran yang sangat relevan terhadap segala perkembangan yang µtidak mutlak¶. Aristoteles adalah ikon rasionalitas. Logika Aristoteles telah mampu merapikan µmuntahan ide¶ Plato yang terabadikan dalam ³dialog´nya. "Jika Fir'aun itu Tuhan. Jargon rasionalitasnya mampu meluluhkan ilmuwan pada zamannya demi mengungkap hakekat sebuah kebenaran. Tetapi Muhammad mempunyai mukjizat berarti Dia utusan Allah". berarti dia utusan Allah". Muqaddam negatif dan tali positif. Oleh karena dia mempunyai mukjizat. Macam-Macam Qiyas istitsna'i (silogisme) Ada empat macam qiyas istitsna'i: Muqaddam positif dan tali positif. logika Aristoteles mendapatkan tempat yang sangat prestis khususnya dalam dunia pengetahuan. Adapun yang keempat sangat sulit diterima oleh pikiran. Misalnya. Misalnya. Muqaddimah shugra harus kulliyyah. "Jika Tuhan itu tidak satu.Rasionalitas dalam ilmu akan selalu diagungkan seperti halnya demokrasi dalam politik. Tali negatif dan muqaddam negatif. . Dinamakan istitsna'i karena terdapat kata " tetapi". maka dia tidak akan binasa. seakan tercengang dan terhipnotis dengan karya Aristoteles. menjadikan pemikirannya banyak dikenal di tengah-tengah masyarakat Yunani. Bangsa Yunani yang dahulu diliputi dengan dunia mitos. qiyas ini terbentuk dari qadhiyyah syarthiyyah dan qadhiyyah hamliyyah. Socrates dan Plato. Dia adalah peletak dasar cara berpikir yang tersusun dalam premis-premis. Tetapi bumi tidak hancur. a. Misalnya. "Jika Muhammad bukan nabi. dan "Dia mempunyai mukjizat" adalah qadhiyyah hamliyyah. bahkan seolah-olah menutup bayang-banyang dua filsuf besar sebelumya. Salah satu dari keduanya harus kulliyyah. Sedangkan "maka dia mempunyai mukjizat" adalah natijah. bentuk qiyas iqtirani yang badihi (jelas sekali) adalah yang pertama sedangkan yang kedua dan ketiga membutuhkan pemikiran. berarti Tuhan satu (tidak tidak satu)". maka dia mempunyai mukjizat.) Syarat-syarat Syakl keempat. Catatan: Menurut para mantiqiyyin. Maka. "Jika Muhammad itu utusan Allah. maka dia tidak mempunyai mukjizat.4. the Lyceum. Tali negatif dan muqaddam positif. Atau c. Apa yang dilakukan Aristoteles ini disebut logika. atau "oleh karena". dan kemudian ditarik sebuah konklusi. maka dia mempunyai mukjizat. maka bumi ini akan hancur. berarti dia bukan Tuhan" Bagi bangsa Yunani -dan bahkan bangsa di seluruh dunia-. Misalnya.

maka akan timbul pertanyaan µke-independensian¶ logika. Kedua. Dan sejatinya tidak ditemukan perbedaan yang mendalam. ilmu pengantar (âliyahwasîlah) bagi ilmu-ilmu murni-independen. yaitu metafisika. Akal menjadi sebuah neraca. Dalam teorinya. akal yang memahami esensi di luar diri manusia secara alami. Kedua. ilmu alat atau pengantar tersebut akan keluar dari . apakah termasuk dari bagian sebuah pengetahuan atau hanya sebagai µkacung¶ ilmu pengetahuan? Stoicisme mengklasifikasikan ilmu menjadi tiga tema besar. Hal ini tercermin dari setiap karyanya. lepas dari eksperimen empirik atau yang biasa disebut ³akal nazhari´. dan ilmu filsafat yang mencakup fisika dan ketuhanan. dan mantik sebagai pengantar filsafat. akal yang menelorkan ilmu dan asumsi di luar indera. Definisi logika sebagai ilmu untuk meneliti hukum-hukum berpikir dengan tepat harus mempunyai titik pembenaran tentang kebenaran itu sendiri.) dalam bukunya al-Isyârât wa al-Tanbîhât yang memisahkan logika sebagai ilmu independen sekaligus sebagai pengantar. seperti ilmu bahasa Arab dan ilmu hitung sebagai pengantar ilmu-ilmu syari¶ah. Pertama. Di sini konsepsi (tashawwur) dan legalitas (tashdiq) berkolaborasi untuk menghasilkan konklusi. Dengan µdogma¶ inilah budaya Eropa mulai bergerak dari hal-hal yang beraromakan mistik dan takhayul menuju rasio. Keterpengaruhan mantik arab dengan neoplatonisme dan Aristoteles sangat jelas jika dilihat dalam hal ini. akal yang menelorkan gagasan dan karya dalam konteks interaksi sosial. Aktvitas akal di sini adalah sebagai legalitas (tashdiq) yang dihasilkan dari eksperimen. Mayoritas aktifitas akal di sini adalah konsepsi (tashawwur). Pengamatan empiris dan landasan-landasan logis harus dimanfaatkan dalam mempertanyakan setiap aspek dunia secara sistematis . Al-Farabi (950 M. karena akallah yang paling relevan untuk membedakan antara manusia dengan segala potensi yang dimilikinya dari makhluk lain. Jika aklamasi mengarah kepada logika adalah representasi dari segala kebenaran pengetahuan. hadits. Aristoteles selalu melakukan pendekatan rasional. Gerakan alam semesta ini tunduk pada hukum-hukum rasional. Karena jika tidak demikian. Dan ketiga.) juga berpendapat bahwa mantik adalah Ra¶îs al-µUlum yang independen. Dalam hal ini. Bahkan alam semesta. Ibnu Khaldun mengklasifikasikan ilmu menjadi dua. Dan dialektika adalah logika. Sehingga akal di sini disebut sebagai akal empirik. fikih dan kalam. tidak dikendalikan oleh hal-hal yang serba kebetulan. Oleh Ibnu Khaldun kata ³af`idah´ bermakna akal untuk berfikir yang terbagi dalam tiga tingkatan.terlebih ketika menemukan hal baru yang butuh penalaran. karena kekuatan pikir kita sebatas kebenaran yang kita ketahui. ³ Wa Ja¶ala Lakum alSam¶a wa al-Abshâr wa al-Af`idah´ ( QS: 67 Ayat 23). dialektika dan etika. Maka ahli mantik dalam hal ini mencapai sebuah konklusi. yaitu yang membedakan apa yang bermanfaat dan apa yang membawa petaka. Pengkajian terhadap ilmu pengantar hendaknya hanya sebatas kapasitasnya sebagai sebuah alat bagi ilmu independen. pertama ilmu murni-independen (µulûm maqshûdah bi al-dzât) seperti ilmu syari¶at yang mencakup ilmu tafsir. hanya dari sisi pandangnya saja yang membuat seakan berbeda. Maka mereka lebih cenderung memasukkan logika sebagai bagian dari Filsafat. Berbeda dengan Ibnu Sina (1037 M. menurutnya. Perumusan logika oleh Aristoteles dan dijadikannya sebagai dasar ilmu pengetahuan secara epistemologi bertujuan untuk mengetahui dan mengenal cara manusia mencapai pengetahuan tentang kenyataan alam semesta -baik sepenuhnya atau tidak. Pikiran yang tidak didasarkan pada kebenaran tidak memiliki kekuatan.serta mengungkap kebenaran. karena essensi dari pada logika itu sendiri adalah ketetapan hukum untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui. yaitu ketika sebuah pernyataan sesuai dengan kenyataannya maka itu benar dan pernyataan yang didasarkan pada koherensi logis adalah benar.

penulis sedikitnya telah menggunakan perumusan logika yang diusung Aristoteles sebagai pencipta bentuk-bentuk pengungkapan dan penjelasan baru yang berupa dialektita atau logika. Sembilan tema besar itulah yang banyak berkembang di dunia Arab.Syi¶r). ³Topica. Pembahasan panjang lebar terhadap ilmu pengantar inilah yang banyak dilakukan oleh ulama khalaf. Dalam pembacaan ini. logika banyak mengalami perubahan. Susunan logika Aristoteles yang sudah tertata rapi disertai peninggalan karyakaryanya dalam jumlah yang banyak dapat dikatakan sebagai salah satu faktor berkembangnya logika Aristoteles ke dunia Arab. yang pada awalnya merupakan sebuah pemahaman sehingga akan mewujudkan µthing¶ (sesuatu). Berangkat dari upaya pencarian kebenaran tersebut ilmuwan Yunani seperti Socrates. µRetorika¶ (al. Baru sekitar abad ke-2 M bangsa Arab mengadopsinya dan diterjemahkan sebatas segi bahasa yaitu kalam dan talaffud tanpa menghubungkannya dengan makna sebenarnya yang digunakan di Yunani ketika itu. Setiap argumen dapat diuji keabsahannya dengan logika. Pada hakekatnya logika tidak terpisah dari materi. µPotikia¶ (al. yaitu dari yang enam menjadi sembilan. Sedangkan ilmu perantara bukan disebut ilmu. Logika dan Perkembangannya Dalam dunia ilmu. dan bisa mengaburkan pengkajian ilmu-ilmu independen. Lain halnya dengan al-Farabi dalam ³Ihshâ` al-µUlûm´ yang tidak mengkategorikan µisagog¶ (madkhal) sebagai bagian dari mantik. Ketika itu. Dalam perkembangan selanjutnya. Plato dan Aristoteles semakin gencar untuk merumuskan perangkat metode berpikir yang rasional. Kesalahan penyimpulan ditemukan ketika tidak menggunakan hukum. Sejarah mengisahkan tentang perkembangan ilmu berawal dari penerjemahan gede-gedean yang diprakarsai Khalifah Al-Ma¶mun (masa penerjemahan terhadap karya pemikir Yunani dimulai pada masa Khalifah al-Mansur) dari Dinasti Abbasiyah. hanya ilmu independenlah yang dapat disebut sebagai ilmu. argumen dipakai sebagai penguat gagasan. yang salah atau yang benar. untuk mewujudkan argumen yang baik dan benar perlu menguasai logika. bisa dikatakan tujuan sebenarnya mantik atau logika bukanlah sebagai peletak hukum berpikir melainkan berpikir untuk memperoleh kebenaran. banyak karya Aristoteles telah diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Syria. ³Analytica Posteriora´ (al. Seiring dengan perkembangan mantik di dunia Arab. Arab. Seu De Locis Communis´ (al-Jadal). µIsagog¶ (madkhal). Sejarahpun mencatat. Bentuk logika formal yang ada dewasa ini adalah perwujudan kolaborasi antara pakar klasik dan modern. ³Perihermenias Seu de Interpretatione´ (al-µIbârah). meskipun dalam pengertian yang berbeda dengan logika formal modern. ³Analytica Priora´ (alTahlîlât al-Ulâ). Terlepas dari ilmu atau bukan. Bahkan al-Khawarizmi dalam bukunya ´ Mafâtîh al-µUlûm´ juga mengklasifikasikan mantik ke dalam sembilan tema tersebut. Tapi pionir logika formal yang sebenarnya adalah Aristoteles.Khithâbah). prinsip dan metode berpikir. Al-Ma¶mun bermimpi bertemu dengan Aristoteles. Ada enam tema besar dalam mantik Aristoteles yaitu. Maka. pikiran dan burhan. Perbincangan mereka mengarah bahwa sumber . ³Categoria Seu Praediecamenta´ (al Maqqûlât). Makna awal logika Yunani adalah kalam yang kemudian dimaknai sebagai akal. Tetapi pakar modern mengawali dari sesuatu sehingga akan muncul pemahaman. Logika dalam perkembangannya mengalami berbagai fase.Tahlîlât al-Tsâniyyah).arah dan tujuan awal. Maka tak heran jika metode Aristoteles sangat µheboh¶ merasuki hampir di segala cabang ilmu pengetahuan. Karena korelasi sebuah pernyataan dan jawaban yang logis akan dapat dibuktikan dengan rumusan tersebut. ³De Sophisticis Elenchis´ (al-Safsathâ¶i). Persia dan India.

yaitu sama-sama melaporkan prinsip-prinsip wujud tertinggi dan mempunyai tujuan puncak yaitu kebahagiaan manusia.) dan akhir abad ke-19 M. Segera Al-Ma¶mun mengirim delegasi ke Roma guna mempelajari ilmu yang banyak berkembang dan tersimpan.).). kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. seorang filsuf muslim yang juga dokter dan Abu Bakar al-Razi yang mengawali pembukuan ilmu kedokteran dan farmasi. yang tidak dapat melampaui posisi agama. Ilmu asing yang diadopsi Arab diklasifikasikan oleh Khawarizmi berjumlah sembilan cabang ilmu. Hal yang ditakutkan oleh Raja Romawi dari karya para intelektual Yunani adalah ketika buku-buku tersebut dikonsumsi oleh rakyatnya dan mulai tersebar maka agama Nasrani kemungkinan besar akan ditinggalkan. dan mantik adalah salah satu di antaranya. hal inilah . Yahya bin Khalid bin Barmak adalah µSang Hero¶ pada masa itu. bahwa otoritas gereja pada pertengahan abad sangat menghegemoni hampir semua wilayah Eropa dengan mengusung etika rasional sebagai titik tolak pemikiran. kemudian pada pertengahan abad (sekitar abad ke-13 hingga abad ke-16 M. yaitu pada permulaan abad Masehi (sekitar abad ke-2 dan ke-3 M. lewat orang-orang muslimlah dunia modern sekarang ini mendapatkan cahaya dan kekuatannya. Penertiban dan penyusunan ketika itu menjadikan logika sebagai pedoman dan ilmu dasar dalam bidang astronomi. Adalah Ayyub bin al-Qasim al-Raqi yang menerjemahkan Isagog dari bahasa Suryani ke Arab yang pada awalnya telah diadopsi dari Madrasah Iskandaria. Sarjana Islam mulai proaktif dalam mengembangkan ilmu yang bernafaskan sains. Dalam tataran ini Siger de Brabant menyatakan bahwa agama lebih benar dari pada akal. akal hanyalah akal. laporannya lebih bersifat persuatif sedangkan agama lebih ke imajinatif. Adapun filsafat. eksistensi dan hakekat Tuhan.kebenaran adalah akal. Dan pada masa ini filsafat diajarkan di sekolah-sekolah biara serta universitas mengikuti kurikulum tetap yang bersifat internasional. kedokteran dan kalam yang berkembang pesat di Arab sekitar abad IX-XI M.) bahwa filsafat dan agama mempunyai persamaan. Tematema pokok dari ajaran mereka antara lain hubungan iman-akal budi. Al-Ghazali juga mulai mengkolaborasikan mantik dengan ilmu kalam pada periode selanjutnya. Sehingga wahyu Tuhan seakan dipaksakan untuk memasuki wilayah akal. Ibnu Rusyd (1198 M. antropologi. etika dan politik.) kemudian ikut andil dalam mengkolaborasikan logika Aristoteles dengan ilmu Islam termasuk filsafat dan nahwu. Rasionalitas Eropa Klasik-Modern Perkembangan logika Barat berawal dari masalah teosentris yang sangat berbalik arah dengan perkembangan mantik di Arab-Islam. dan kembali pada agama Yunani. Nah. Aliran ini dinamai sebagai filsafat Skolastik (dari kata Latin ³scholasticus´ yang berarti ³guru´). Pindahnya Madrasah Alexandria ke Syria membawa banyak pengaruh dalam dunia pengetahuan. Maka jika kita telisik kembali dalam perjalanan sejarah. Pengaruh rasionalitas Aristoteles terhadap peradaban Eropa secara periodik terbagi tiga. sebagaimana pendapat Ibnu Rusyd (1198 M. Mereka berusaha untuk memperlihatkan bahwa iman sesuai dengan pikiran-pikiran paling dalam dari manusia. karena dia telah berhasil membujuk bahkan membebaskan karya para intelektual Yunani dari genggaman Romawi. yaitu Dominikan dan Fransiskan. termasuk Ibnu Sina (1037 M. karena betapapun itu. Pengembangan metode eksperimen dari Timur mempunyai pengaruh penting dalam pola berpikir manusia sehingga mengembangkan metode ilmiah yang menggabungkan cara berpikir baik secara deduktif dan induktif. Mereka sebagian besar berasal dari dua ordo baru yang lahir dalam abad pertengahan. Pertemuan pemikiran Aristoteles dengan iman kristiani menghasilkan banyak pemikir dan filsuf penting. Berbeda dengan apa yang ditawarkan dunia Islam. Yang perlu ditekankan di sini.

Mulai sekarang manusialah yang dianggap sebagai titik fokus dari kenyataan. Orang Yahudi ketika itu banyak mempelopori penerjemahan kitab kedokteran. Dan dari sini dapat ditarik benang merah bahwa tujuan hakiki filsafat adalah bukan berpikir untuk berakidah.). tetapi nash yang berangkat dari penalaran agama akan bervarian selaras dengan perbedaan segi pandangan akal terhadap agama. Maka dalam argumen selanjutnya. yang menurut sebagian tokoh gereja tidak ada sangkut-pautnya dengan filsafat. Pergolakan iman Kristiani banyak tercabik-cabik dalam pertengahan abad pertama. langkah selanjutnya yang diambil adalah menerjemahkan karya Aristoteles langsung dari buku Yunani. Dominika. Mereka mulai menguak kebudayaan klasik Yunani-Romawi kuno yang dihidupkan kembali dalam kesusastraan. maka ketika membahas µrasionalitas agama¶ lebih ditujukan kepada proses penalaran yang berangkat dari agama. seni dan filsafat. karena µberfilsafat¶ harus menggunakan akal sehat dengan melepas subjektifitas. pusat perhatian pemikiran tidak lagi wilayah kosmos. karena nasrani adalah agama yang rasional. Pada hakekatnya relasi mantik dan filsafat tidak akan terpisahkan.Kindi.) yang sangat melegenda kemudian mulai melebarkan sayap terhadap karya AlFarabi dan Al. Karena banyak berlawanan dengan hasil konsensus gereja. Rasional Latin dan Oxford. sejatinya agama berangkat dari wahyu disertai nash-nash ilahiyah yang terjaga. melainkan manusia. Penyelaman terhadap karya sarjana muslim tidak berjalan mulus bahkan mendapatkan penyangkalan dan pembantahan dari pihak gereja yang masih fundamentalis. bahwa berpikir merupakan titik pemberangkatan untuk berakidah.). Pemisahan rasionalitas dengan agama juga menjadi bahasan utama oleh Dr. Agustine tidak mengakui otoritas wahyu. yaitu madrasah Agustine. Mulai abad ke-12 M. dan kebenaran merupakan µkalimah¶ yang menyatu dalam tubuh al-Masih. Descartes sebagai filsuf. Pengadopsian karya-karya tersebut didukung dengan hadirnya Madrasah Paris yang sedang naik daun sekaligus mendapat µrestu¶ dari Raja Philip dan Agustus. Di sinilah awal permulaan terbaginya madrasah Eropa menjadi empat pusat keilmuwan. Jargon utamanya adalah ³Antroposentris´ ala mereka. Nash agama selalu bersifat tunggal. astronomi dan filsafat. Agustine sedikit menjelaskan korelasi antara rasionalitas dan iman. Hal ini sangat berlawanan dengan pernyataan Thomas Aquinas (1274 M. sedangkan tujuan iman mendahului akal (Credo ut intelligam) hukumnya wajib agar akal digunakan untuk memikirkan akidah. Dalam tataran ini. Pergulatan sejarah mengisahkan zaman Renaissance adalah yang menjembatani perkembangan rasionalitas dari abad pertengahan ke era modern sekitar tahun 1400-1600 M. bahwa fungsi akal mendahului iman (Ratio antecedit fidem) guna menjelaskan nilainilai kebenaran dalam akidah. dengan tokoh utama Francis Bacon (1562-1626 M.yang menimbulkan perpecahan dalam gereja. Berbeda dengan pemikiran Agustine yang banyak menghubungkan wilayah agama dan rasionalitas. Sedangkan agama dasar utamannya adalah kekuatan iman. Ludwig Feurbach sependapat dengan keputusan gereja. dan hal itulah yang banyak membantu Thomas Aquinas dalam pembaruan gereja. gereja mulai menerjemahkan karya sarjana Muslim yang berpusat di Spanyol dan Napoli. maka secara resmi gereja mengeluarkan pelarangan dan pemboikotan terhadap karya Aristoteles pada tahun 1210 M. matematika. Buku filsafat pertama yang diterjemahkan adalah al-Syifa¶ karya Ibnu Sina (1037 M. logika. Zaki Najib Mahmud. Maka. Dalam bukunya ³De Civitate Dei´ dikatakan bahwa filsafat Kristen adalah cinta akan kebenaran.). melainkan berakidah untuk berpikir. Melihat tujuan utama agama nasrani adalah ³fikratul khallash´. Nicollo Machiavelli (1469-1527 M. matematikawan dan ilmuwan Prancis abad pertengahan (1596-1650 M. yaitu dengan munculnya asumsi gereja yang menyatakan tidak adanya filsafat dalam agama karena itu sangat mustahil. bukan akal.) memberikan sebuah elaborasi pernyataan yang berlawanan filsafat klasik tetapi justru .

Tokoh utamanya adalah John Locke (1632-1704 M. Tetapi pendapat ini banyak disangkal oleh sejarawan lain. Atas dasar inilah dia menolak pandangan astrologi. belum tersebarnya mantik secara meluas disebabkan karena hilangnya beberapa dokumentasi terjemahan buku-buku mantik sebelum abad ke-8 M.) diyakini sebagai penerjemah awal ilmu mantik.mengembangkan. Perkembangan baru muncul lagi di abad ke-18 M. Pario Hermenais. Barat sampai saat ini mempunyai banyak aliran filsafat./462 H. karena dalam metodenya banyak menggunakan rasio. mantik digunakan sebagai senjata perlawanan untuk adu argumentasi. Categorias. bahwa Ibnu Muqaffa¶ (760 M. Akibatnya. Pengaruh besar yang dicetuskan Descartes adalah pemahaman tentang fisik alam semesta.) dijelaskan. yang biasa disebut masa enlightment atau Aufklarung. Dia menyusun suatu sistem filsafat dengan metode matematika. bahwa seluruh alam -selain Tuhan dan jiwa manusiabekerja secara mekanis.. . juga berpartisipasi dalam menerjemahkan berbagai disiplin ilmu Yunani ke dalam bahasa Arab. Ia telah menerjemahkan tiga buku karya Aristoteles yaitu. adalah awal penerjemahan buku-buku Yunani. magis dan takhayul. Bahkan ulama nahwu dari Basrah ketika itu mendapatkan julukan ahli mantik. Sebuah pertanyaan klasik ³apakah asal-muasal pengetahuan manusia itu?´ diselaraskan dengan pertanyaan ³bagaimana saya tahu?´ adalah hepotesa aktif yang menuntut akal untuk proaktif dalam melihat sesuatu. di Prancis Jean Jacque Rousseau (1712-1778 M. Dalam buku Thatawwur Mantiq al-Araby dijelaskan. yang berarti sebelum abad ke-8 M./142 H.Islam Terdapat banyak versi kapan mulainya penerjemahan dari Yunani ke Arab.). Dia berpendapat seharusnya para ilmuwan menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat semu dan harus menjabarkan dunia secara matematis. Oleh karena itu semua peristiwa alami dapat dijelaskan dari sebab musabab mekanis. Namun.). Dalam riwayat al-Qadli al-Sha¶id al-Andalusi (1070 M. serta Eisagoge karya Porphyry. salah satu ahli bahasa. sehingga aksi perlawanan dan pertentangan dari tiap kelompok tak dapat dihindari. karena justru pada masa sebelumnya telah muncul ilmu nahwu yang banyak berdialog dengan mantik. mantik dalam masa ini belum menemukan perkembangan pesat. Atas dasar rasionalisme. Menurut Deboura.) dan di Jerman ada Immanuel Kant (1724-1804 M. Al-Syahrastani sepakat bahwa mantik lebih dulu memasuki wilayah Arab sebelum zaman penerjemahan. Ada yang mengatakan bahwa penerjemahan itu terjadi pada masa kekuasaan Daulah Bani Umayah. Nah. Nalar Arab. yang berarti juga menolak penjelasan teologis. yang mulai menciptakan suatu sintesis dari rasionalisme dan empirisme. bahwa ilmu mantik mulai masuk ke dalam pemikiran Arab pada abad ke-7 M ketika masa penerjemahan Khalifah Ma¶mun. Bahkan Ishaq juga ikut menerjemahkan dari bahasa Suryani. Hal tersebut sangat didukung oleh kondisi sosial politik Basrah yang terus berkecamuk. empirisme dan idealisme. Sebagian dari ahli sejarah mengatakan. Analytica. sekitar tahun 800 M. Hunain bin Ishaq. karena mereka banyak membantu proses penerjemahan. ada juga yang berpendapat pada awal Daulah Abbasiyah. hal ini sangat berbeda dengan ulama Nahwu Kufah yang cenderung kurang rasionalistik. Proses penerjemahan terhadap karya filsuf Yunani didukung oleh upaya ekspansi umat Islam ke beberapa wilayah asing. bisa jadi keadaan sosial masyarakatnya memang belum butuh atau aksi pencekalan oleh ulama salaf yang begitu menghegemoni. hingga wafatnya murid dan kerabat Hunain bin Ishaq. yang kebanyakan hanya berkutat pada satu negara dan kebudayaan.

penolakan yang sesungguhnya baru terjadi pada masa al-Ghazali yang menulis bukunya Tahâfut al-Falâsifah pada pertengahan kedua abad kelima Hijriah. Pada dasarnya logika Aristoteles telah hidup dalam budaya Arab kurang lebih satu setengah abad. Tetapi ada faktor-faktor positif yang terdapat pada logika Yunani sehingga dapat diterima di dunia Islam. Logika Aristoteles memberikan perubahan besar dalam dinamika sosial masyarakat Arab. Penolakan terhadap filsafat termasuk logika Yunani baru terjadi pada masa Imam alAsy¶ari abad keempat Hijriah. Selanjutnya. Al-Razi.Organon adalah kitab pertama yang diterjemahkan ke Arab. . yang diprakarsai oleh Yahya bin Musawiyah. pada masa itu juga digunakan sebagai piranti tata letak kota. terlebih lagi dalam hal silogisme. Tak hanya itu. terlebih dalam urusan administrasi negara serta dalam sistem politik sekalipun. dari sini mulai terjadi perbedaan dalam penertiban ilmu antara filsafat Suryani dan Nasrani. meskipun kontradiksi dalam hal ini tidak dapat dinafikan. Menurut beberapa penulis. astronomi dan matematika melainkan mulai menyentuh wilayah teologi Kristen. Orang-orang Nasrani ketika itu juga banyak membantu dalam proses penerjemahan. bahwa logika dijadikan sebagai media (wasîlah) untuk menyatukan berbagai ideologi dan pimikiran menuju hakekat Satu Yang Mutlak. filsuf dan teolog muslim mempercayai akurasi dan kebenaran logika. Pada saat yang bersamaan. mantik digunakan sebagai salah satu langkah kesuksesan pola pikir Arab-Islam. termasuk nahwu. di antaranya akurasi logika dan ilmu-ilmu matematika yang memberikan kontribusi luar biasa dalam peradaban Islam. Berawal dari ilmu kedokteran. spesialis penerjemah ilmu kedokteran dari Yunani ke Arab. Akibatnya. Dan terakhir. Kemudian mantik mulai berdialektika dan mempengaruhi disiplin ilmu Islam lainnya. baru diwariskan ke Mu¶tazilah sebagai titisan golongan rasionalis. ilmu kalam juga mulai merayap dan terus berkembang di tangan Qadariyah. Ibnu Sina. yaitu sebagai perangkat praktis dan media berargumen yang marak dalam berbagai perdebatan ideologi. Peran logika Aristoteles dapat disimpulkan dalam tiga hal. karena Islam sebagai negara sangat membutuhkan sistem baru untuk maju. sebut saja Al-Kindi. Sejak saat itu. Al-Farabi. Mantik. Al-Ghazali dst. yang secara tidak langsung pemikiran Aristoteles berkembang biak tidak hanya dalam kedokteran. Pertemuan umat Kristen dengan logika menuntut cendekiawan muslim untuk lebih giat mempelajari mantik sebagai upaya dalam menjaga teologi Islam. bahkan sampai memasuki wilayah ketuhanan (metafisika). sehingga dengan mantik peran akal menjadi primer demi mencapai tingkat keyakinan. ide-ide materialisme yang diusung Aristoteles juga berperan dalam problematika pimikiran Arab-Islam. Maka tak bisa dipungkiri lagi. Maka. mantik menjadi pemeran utama dalam ilmu kedokteran dan mulai berkembang dalam bahasa Arab sekitar abad ke-9 hingga abad ke-11 M. Apalagi didukung dengan hadirnya madrasah di Jundisapur (Persia) yang mengawali pelatihan penerjemahan dari teks Yunani pada awal abad pertama yang akhirnya berpindah ke Bagdad. Kekaguman akan logika terjadi karena. dulunya. Mantik dalam hal ini digunakan sebagai rumusan metode dalam pengambilan hukum gramatikal bahasa. kemudian mulai beranjak menggunakan mantik dalam menguatkan sendi-sendi akidah Islam sebagaimana disinggung al-Ghazali dalam bukunya. Al-Munqidz min al-Dhalâl. Islam yang hanya mengenal segi-segi intuisi dan perasaan dalam mempertahankan akidah. Al-Kindi mulai memberanikan diri untuk menerjemahkan filsafat Yunani yang sekaligus mendapat persetujuan dari Khalifah alMa¶mun (850-873 M). bahwa dari sinilah lahir sarjana muslim yang berkompetensi tinggi untuk mengenalkan mantik dalam ilmu keislaman. astronomi serta kimia. yaitu sumber kebenaran dan pengetahuan. Penolakan tersebut didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan teologis.

Perlawanan tersebut meluas dari wilayah timur hingga barat. Terlihat dari abad-abad selanjutnya sekitar ke-13 dan ke-14 M. Imam al-Syafi¶i banyak mengeluarkan hadist-hadist larangan terhadap pembacaan logika dan filsafat. Pada masa inilah.. masih banyak lagi nash. Penentang terbesar terhadap pemikiran Yunani adalah golongan teolog Asy¶ariyah terutama Al-Ghazali (1059-1111 M). Yang juga menjadi komentator atas aliran Aristoteles ±selain Ibnu Sina dan Ibn Rusyd. Karena menurut mereka belajar filsafat sama halnya belajar sesuatu yang menyesatkan. Kecaman dan penolakan terhadap mantik berawal ketika Al-Mutawakkil mulai menduduki kekhalifahan Abbasiyah (846 M/232 H). Imam Al-Dzahabi yang juga melakukan perlawanan terhadap perjalanan filsafat dan mantik Yunani. Namun barat Islam lebih terpengaruh akan hal ini karena mayoritas bermadzhab Maliki yang tidak lain adalah salafi. Sejatinya. Adapun Ibnu Taimiyah melakukan pemboikotan terhadap buku-buku filsafat dan mantik. Menurut Ibnu Taimiyah. Salah satunya berbunyi ³akan dianggap bodoh lagi diperdebatkan bagi mereka yang mulai meninggalkan bahasa Arab dan berganti mempelajari filsafat Aristoteles´. melainkan mulai disusupi nilai-nilai keislaman. yang berisikan kritikan terhadap aliran Paripatetik dan filsafat materialisme yang dianut oleh aliran Stoicisme. karya Ibnu Sina lebih membumi dari pada karya Aristoteles. mereka mengikuti metode Aristoteles tetapi lebih condong kepada . Ibnu Sholah (1244 M. Dalam tataran praktis. muncul dua penentang papan atas yaitu. Demikian pula yang terjadi dalam mantik. sekitar 970-1030 M.. Parahnya. Imam Syafi¶i banyak menggunakan metode eksplorasi (istiqrâ`) untuk mengambil istinbath hukum. perlawanan terus berlanjut bahkan sampai puncaknya pada abad ke-13 dan ke-14 M.) dan Ibnu Taimiyah (1328 M. Dialektika mantik dengan disiplin ilmu Islam lainnya semakin tampak. Mantik dan filsafat terus dikecam oleh doktrin ke-salafan.Perjalanan mantik Arab mengalami sedikit goncangan dari ulama klasik. bahkan ketika nahwu dikatakan sebagai µmantiknya¶ bahasa. seperti yang sudah dikemas oleh Syeikh Islam Ismail Harawi dalam periwayatannya. abad ke-14 M. Ada pula riwayat yang berbunyi ³barang siapa yang mempelajari logika. asal-muasal masuknya mantik ke dunia Arab melalui jalur kedokteran. mantik sudah tidak dalam bentuknya yang dulu (ala Yunani). dan berakhir ketika mencapai puncak relasinya dengan ilmu kalam oleh Ghazali (al-Iqtishâd fi al-I¶tiqâd). sampai pada akhirnya muncul Ibnu Rusyd pemikir besar Islam yang berani melawan mainstream tersebut dengan bukunya Tahâfut al-Tahâfut. maka disamakan dengan kaum zindiq´. maka tak heran jika ketika masuk abad ke-10 M. sarjana muslim pertama yang banyak berbicara logika serta menghubungkannya dengan ilmu Islam lain adalah al-Ghazali. artinya yang dipakai saat itu bukan lagi metode Aristoteles melainkan diktat khusus karya Ibnu Sina. maka mantik juga merupakan µbahasanya¶ akal.. Hal-hal seperti itulah yang dilakukan ulama salaf guna membendung fitnah dalam pentakwilan teks-teks suci al-Qur¶an dan Hadist. Singkatnya.nash hadist lainnya yang menyatakan pelarangan terhadap mantik dan filsafat. Padahal dalam fikih. Apalagi setelah terbunuhnya filsuf muslim Sahruwardi pada akhir abad ke-12 M.adalah Suhrawardi dengan magnum opusnya ³Hikmat al-Isyraq´. Di sisi lain. hal 138).. Dalam logika. berakhirnya madrasah Bagdad menjadikan mantik lebih dewasa. Setelah runtuhnya Baghdad abad ke-11 M. serta melontarkan predikat µkafir¶ terhadap Ibnu Sina dalam bukunya ³Majmu¶ah Rasâ`il alKubrâ´ (terbitan Kairo. Andalusia dijadikan sebagai pusat peradaban keilmuwan kedua. logika berperan sebagai timbangan untuk memutuskan yang baik dan buruk. muncul jamaah Ikhawan al-Shafa dengan basis terbesarnya di Basrah. Meskipun demikian. Muncul setelahnya. mereka mengklaim bahwa mempelajari filsafat dan mantik adalah bagian dari perbuatan setan. Bantahan dan sanggahan terhadap al-Kindi kala itu tak dapat dihindari. pengikisan mantik mulai terlihat.).

salah satunya adalah Ibnu Taymiyah. yang mendasari problematika kemasyarakatan. Model penalaran alAsy¶ari dapat dikategorikan sebagai µorthodox style¶. Maka standarisasi mantik telah sempurna sekitar abad ke-15 M. terwujud dari ketidakseragaman antara dunia metafisis dan realita. Masa setelah hadirnya Ibnu Rusyd dapat dikatakan sebagai masa melangsungkan kembali kritikan-kritikan beserta ulasannya dari golongan rasionalis sebut saja Al-Iji. Tapi menurut Ibnu Khaldun. Terlebih lagi. Ibnu Sholah. Ekspansi ilmu mantik dalam tataran teoritis tidak mengalami perkembangan signifikan pada abad ke-13 hingga abad ke-14 M. yaitu mantik Aristoteles yang mencakup segala pengetahuan kecuali teologis. terlebih dalam pengertian tentang pitagoras. sampai sekarang. Nah. Nah. ilmu Kalam yang diusung al-Ghazali bukan dalam artian harfiahnya (yaitu: pembicaraan). Al-Ghazali memberikan inovasi baru yaitu membawa mantik secara perlahan memasuki wilayah kalam. yang mereka anggap ³mutasyabihât´. Maka ciri khas ilmu kalam adalah rasionalitas atau logika. Pola pikir tiap sekte dan aliran selalu mengatasnamakan akal. tapi penalaran yang dipakai mu¶tazilah dan filsuf kebanyakan produk Yunani. logika empirik (mantiq hissi) juga dapat diklasifikasikan sebagai bagian dari mantik. dan mantik ³kasyfi´ yang hanya mencakup masalah ketuhanan. hal ini disebabkan kuatnya peranan unsur mantik serta dialektika. Syahdan. Karena logika adalah perantara dalam segala hal. Dalam beberapa kurun waktu selanjutnya merupakan masa kritikan terhadap pemakaian metode pikiran dalam memahami soal-soal akidah. Banyak buku mantik yang telah dihasilkan oleh para pendahulu mereka. fiqh. Ibnu Hazm.Neoplatonisme. Laju perkembangan rasionalitas dalam kancah keilmuwan terlebih di Arab Islam sangat pesat. Al-Taftazani dan Al-Jurjani juga turut andil dalam memperjelas mantik. tidak hanya problem-problem teologis dan filsafat saja. buku-buku mantik karya Ibnu Rusyd dan karya Fakhruddin al-Razi menjadi pedoman penting dalam kajian mantik sekaligus menjadi rujukan bagi para sarjana muslim abad ini. Maka sistem ini dinamakan ilmu kalam atau teologi rasional. Mantik dalam pandangan al-Ghazali terbagi dua. Meskipun masih dalam lingkaran Islam. nahwu. Relasi Mantik dengan Disiplin Ilmu Islam Lainnya Al-Ghazali menyatakan bahwa teologi retoris sangat kering jika hanya berkutat dengan logika tanpa menyentuh epistem demonstratif. tapi al-Asy¶ari pun . karena lebih setia dengan teks suci agama dibandingkan dengan mu¶tazilah dan filsuf. Upaya Ibnu Rusyd dalam mengeleminasi logika Yunani ternyata menuai hasil yang tidak mengecewakan. baru ketika beranjak ke abad selanjutnya perkembangan mantik berupa penertiban materi yang sengaja diselaraskan oleh al-Tustari di kedua madrasah abad pertengahan. melainkan dalam pengertian pembicaraan yang bernalar dan menggunakan logika. Ketika mantik dianggap hanya dibutuhkan dalam filsafat. ushul fiqh dan ilmu sosial. khususnya al-Farabi dalam mengkolaborasikan mantik Yunani dengan pemikiran Arab Islam. Al-Thusi dan Sa¶aduddin Al-Taftazani. al-Ghazali lebih mengunggulkan metode analogi (qiyâs) daripada eksplorasi (istiqrâ¶) karena dianggap tidak dapat membenarkan teori ketuhanan. dan Ibnu AlQaym. Sebenarnya tidak hanya mu¶tazilah dan filsuf saja yang mengedepankan nalar. Perjalanan mantik mulai tersebar di Andalusia dan Persia dari abad ke-12 hingga abad ke-13 M. Dalam relasinya dengan ilmu kalam. sehingga butuh sebuah upaya harmonisasi demi mencapai teologi yang mampu menghilangkan skeptisisme. dengan style baru yang mulai terbebaskan dari filsafat. sehingga mulai melakukan pendekatan ta¶wil atau interpretasi metaforis terhadap kalam Tuhan. Sejak itu Al-Ghazali melegitimasi umat muslim untuk mempelajari logika dalam kapasitasnya sebagai kewajiban komunal (fardhu kifâyah).

Tasawuf sebagai disiplin ilmu irasional. Dalam tataran ini. yaitu berdirinya ³school of thought´ oleh Abu Hanifah (699-767 M. terutama oleh para ulama bahasa yang ada di Bashrah. Maka. Adapun faktor lainnya. kedokteran. Sebagaimana pembahasan dalam teologi. Kecenderungan pemakaian qiyas seiringan dengan munculnya gramatika dan kaedah bahasa. dan masih banyak disiplin ilmu lain yang pasti membutuhkan aturan berpikir untuk mencapai sebuah kebenaran yang dituju. Praktis. terutama sekali ketika dua abad kemudian Al-Ghazali muncul dengan membawa kekuatan argumennya yang luar biasa. Untuk menetapkan qiyas mereka tidak sepenuhnya selektif terhadap dalil-dalil yang akan dipakai. Tidak hanya model qiyas yang digunakan ahlu nahwu dalam pengambilan hukum. sedangkan agama kebenaran yang dituju adalah sebuah kebenaran mutlak. aritmatika. karena pengolahan argumentasinya dinilai sangat logis. Bisa disebut bahwa madzhab ini sebagai jalan tengah dari berbagai ekstremitas. Jika diruntut dari awal perkembangan mantik. Konsep µkasb¶ termasuk salah satu teori yang diyakini pengikut al-Asy¶ari. Namun. Kajian fikih berkembang pada saat peralihan zaman Umawiyah ke zaman Abbasiah.menggunakan argumen dan dialektika logis meskipun dalam tataran sekunder. Syafi¶i sangat berjasa dengan teori yang dirumuskannya. Analogi yang banyak digunakan madzhab ini adalah qiyas dan pertimbangan kebaikan umum (istihsan). sudah berapa cabang keilmuan yang telah disisipi kekuasaan logika? Bahkan sampai kepada pengetahuan yang bertendensi iluminasi atau intuisi sekalipun. Epilog Itulah sekelumit proses berpikir manusia. yaitu keterbatasan sumber-sumber dalil di samping letak geografisnya yang jauh dari pusat keilmuan dan peradaban. Kemudian Syafi¶i meneruskan tema aliran pemikiran gurunya Anas Ibnu Malik dan mulai mengembangkannya. sebuah perjalanan panjang dalam rangka merelevansikan diri terhadap peradaban manusia yang tak kunjung usai.) yang terbentuk dalam lingkungan Irak. Mereka lebih memilih mengkiaskan dengan metode sima¶i terhadap dalil fasih yang mereka pakai untuk ber-istinbath. semua titik-titik penting keagamaaan mereka dukung dengan argumen dan dialektik yang logis. mantik dengan analogi-nya sangat berperan penting. Sementara itu konsensus ulama (ijma¶) juga diterima Syafi¶i sebagai bentuk kebiasaan masyarakat. karena ternyata teori illat atau apologi juga banyak difungsikan. titik tolak fikih berkat Syafi¶i ada empat yaitu Kitab Suci. berbeda halnya dengan ahli nahwu Kufah. ijma¶ dan qiyas. Ketelitian dalam mengambil argumen merupakan ciri khas mereka. hal ini membuktikan bahwa peran akal beserta rumus-rumusnya akan selalu dibutuhkan meskipun ada beberapa hal yang dapat berjalan tanpanya. kebenaran ilmu pengetahuan sifatnya relatif. dalam beberapa halnya-pun menggunakan teori dan asas logika. Politik. bahkan menjadi inspirator orisinil bagi pemikiran keislaman. sosial. Bahwa rasional . hadist Nabi SAW. sebagai dasar teoritis Sunnah dan pembentukan analogi atau qiyas sebagai metode rasional untuk mengembangkan hukum itu. Metodologi alAsy¶ari yang aristotelian dengan ciri rasional-deduktif rupanya paling mendapatkan simpatisan. hal ini bisa dikarenakan keterpengaruhan pemikiran mereka dengan corak filsafat Persia yang lebih mengutamakan logika akal dari pada dalil. Kekuatan politik untuk menjabarkan penalaran ajaran Islam sangatlah riil. terlihat dari ekspansi yang berimbas juga pada kodifikasi penalaran dalam setiap ilmu. Dalam disiplin ilmu nahwu. pusat argumentasi kalam al-Asy¶ari berada pada upayanya untuk membuktikan adanya Tuhan yang menciptakan seluruh jagad raya dari ketiadaan (ex nihilo) serta pembuktian adanya hari akhir dan malaikat.

akal tetaplah akal. Kompleksitas yang dipresentasikan akal akan bertaut kelindan sampai suatu masa yang tak terbatas. Berbeda dengan irasionalis. Dikatakan seperti itu. mereka juga tidak menyadari bahwa kemampuan manusia untuk bernalar merupakan ciptaan Tuhan. Dan yang patut dihargai adalah upaya akselarasi-akselarasi oleh ulama Islam sebelum di bawa ke Barat. boleh jadi akan menuju pada sebuah kesempurnaan misteri. Dengan sebuah historitas. segala sesuatu pastinya dapat dimengerti seseorang. Sikap rasionalis mencerminkan seseorang suka akan tantangan. karena bertolak dari sebuah pengandaian yang tidak dapat terpenuhi. yang bahkan sama sekali tidak terpikirkan oleh Aristo sendiri sebagai pencetak awal logika. Tetapi apapun itu.sejatinya irasional. sebab dia harus benar-benar memperhatikan. memeriksa dan menjawabnya. akal dan wahyu Tuhan. yang telah menyumbangkan peradaban besar dari sejengkal langkah manusia. bahwa ternyata masih ada pembela-pembela intelektual terhadap karyanya yang terseok-seok melawan arus peradaban terutama oleh para agamawan. Yaitu. yaitu sebuah sikap yang membatasi diri pada iman. mungkin kita akan sedikit mengetahui bahwa hantaman dan pengikisan mantik pada abad pertengahan adalah problematika terbesar. Lawan rasionalisme adalah fedeisme. Bisa jadi perihal tersebut juga sedikit melegakan Aristoteles. Sekalipun. yang menolak tantangan semata.mata karena keyakinan. dan sekaligus menganggap penggunaan nalar manusia tidaklah perlu. . yang setidaknya menjadikan metode ini mulai diterima. bahkan sebaliknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful