BAB II PEMBAHASAN

A. KOPERASI SEBAGAI BADAN HUKUM Koperasi mempersatukan dikenal diri sebagai guna perkumpulan orang-orang yang secara sukarela atau

mencapai

kepentingan-kepentingan

ekonomi

menyelenggarakan usaha bersama dengan cara pembentukan suatu lembaga ekonomi yang diawasi bersama. Di Indonesia pengertian koperasi menurut ketentuan yang termaktub dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang tentang Perkoperasian (UU Nomor 25 Tahun 1992 Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 116) adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hokum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. (Hukum Ekonomi Islam, Suhrawardi K. Lubis, Jakarta:Sinar Grafika, 2000, hal. 123)

Dilihat dari perannya, koperasi mempunyai dua fungsi yaitu: 1. Fungsi koperasi Dalam bentuk kegiatan-kegiatan usaha ekonomi yang dilakukan koperasi untuk meringankan beban hidup sehari-hari para anggotanya. 2. Fungsi sosial Dalam bentuk kegiatan-kegiatan social yang dilakukan secara gotong royong atau dalam bentuk sumbangan berupa uang yang berasal dari laba koperasi yang disisihkan untuk tujuan-tujuan social, misalnya untuk mendirikan sekolah, tempat ibadah dan sebagainya. (Masjfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyah, Jakarta: Haji Masagung, 1992, hal 112) Apabila surat permohonan badan hukum oleh koperasi ada kekurangannya, maka oleh pejabat akan dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi. Setelah surat permohonan tersebut terpenuhi, Pejabat Kantor Departemen Koperasi Kabupaten/Kodya wajib melakukan penilaian terhadap permohonan tersebut dengan cara penilaian setempat dan sekaligus pemeriksaan selambat-lambatnya dua bulan setelah penerimaan permohonan Badan Hukum tersebut. Atas dasar penilaian tersebut, Pejabat Kantor Departemen Koperasi setempat wajib memberikan pendapatnya untuk diproses lebih lanjut oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi di provinsi.

Setelah Kepala Kantor Wilayah Deartemen Koperasi menyetujui dibentuknya koperasi yang bersangkutan. maka harus memberitahu kepada pendiri atau pengurus koperasi yang mengajukan badan hukum tersebut. Direktur Jendral Bina Lembaga Koperasi sebagai pejabat yang berwenang atau lebih dari satu provinsi. 3. maka permohonan tersebut dicatat dalam buku daftar umum koperasi dengan nomor urut yang disediakan khusus untuk itu pada kanto pejabat r tersebut. Penolakan Permohonan Oleh Pejabat Ada kemungkinan bahwa permohonan Badan Hukum Koperasi Karyawan Perusahaan ditolak oleh pejabat yang berwenang memberikan Badan Hukum. Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi dipropinsi bagi koperasi-koperasi yang daerah kerjanya meliputi satu provinsi tempat kedudukan kanwil tersebut. Dan menyarankan rekomendasi agar diberi badan hukum. Adapun pejabat-pejabat yang berhak memberikan badan hukum adalah : 1. 2. Dengan demekian. Pemberitahuan penolakan tersebut harus dilakukan secara tertulis dengan disertai alasan-alasan penolakannya. Akibatnya segala hak dan kewajiban yang . Karena isinya ada yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam undang -undang atau dalam perundangan yang berlaku. salah Koperasi Karyawan Perusahaan tersebut dengan memiliki Badan Hukum beserta nomornya. Pengesahan Badan Hukum Apabila pejabat yang berhak memberikan pengesahan Badan Hukum Koperasi tersbut menyatakan menerima permohonan. 2. tiga bulan sebelum berakhirnya batas waktu pemberian Badan Hukum. tanggal pendaftaran pendirian yang berlaku sebagai tanggal resmi berdirinya koperasi dan sejak tanggal pendaftaran tersebut koperasi yang bersangkutan adalah badan hukum. Tanggal Resmi Badan Hukum Berbagai pihak sering menanyakan kapan tanggal resmi suatu koperasi diakui sebagai badan hukum koperasi? Untuk itu. Adapun alasnalasan tersebut antara lain adalah sebagai berikut : 1. Akta pendirian tersebut. sah sebagai Badan Hukum. Kegiatan koperasi tersbut tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan perundangan yang berlaku. kemudian dibubuhi dengan nomor pendaftaran serta tanda pengesahan oleh pejabat atas nama menteri. Apabila terjadi penolakan pejabat yang bersangkutan. Materi keseluruhan atau sebagian tidak sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai koperasi karyawaan yang bersangkutan.

Maka koperasi termasuk dalam kategori badan hukum yang didirikan dengan maksud tertentu yang termaktub dalam Anggaran Dasar. syarat-syarat serta ketentuan mengenai perolehan status badan hukum sangat kasuistis tergatung pada ketentuan hukum prosedur yang berlaku. Untuk masalah kapan. Peranan rangkap anggota koperasi adalah identik sehingga disebut sebagai asas identitas. Dengan menjadinya koperasi sebagai badan hukum. berdasarkan pembentukannya dapat dikategorikan sebagai badan hukum yang didirikan oleh pemerintah. Akibatnya adalah pembuatan keputusan Asas Identitas Para anggota koperasi pada waktu yang bersamaan berperan sebagai pemilik bersama dan nasabah badan usaha kkoperasi itu sendiri. kontribusi modal diperlukan juga namun yang diutamakan adalah keaktifan dari anggota. koperasi maka harus terpenuhi syarat sahnya badan hukum yakni cakap untuk memiliki kekayaan yang terpisah dengan anggotanya. Yang unik adalah ketik badan hukum yang tidak memiliki fisik seperti manusia namun dianggap (seolah-olah) sebagai seorang manusia. akan mempunyai akibat hukum. STATUS HUKUM ANGGOTA KOPERASI Koperasi sebagai Perhimpunan Orang-orang Dalam koperasi. yang diakui keberadaanya. Sedangkan dalam Pasal 1653 dapat diketahui bahwa jenis perkumpulan (badan hukum). Keanggotaan Koperasi Sukarela dan Terbuka Kebebasan menjadi anggota dan kebebasan mengundurkan diri dari keanggotaan paling sesuai dengan ciri koperasi sebagai perhimpunan orang-orang berdasarkan hukum yang demokratis dan perwakilan yang demokratis. . Pendirian Koperasi dan Status Badan Hukum Koperasi adalah Subjek Hukum : Persoonrecht Dari pandangan Hukum Umum yang saya baca dalam buku General Priciple of Law and State. dan yang didirikan dengan maksud tertentu oleh siapa saja. serta semua yang dilakukan oleh pengurus atas nama badan hukum koperasi merupakan tanggung jawab dari badan hukum koperasi tersebut. yang diperbolehkan atau diizinkan keberadaanya. Hans Kelsen. Pejabat selalu mengumumkan satu pengesahan Badan Hukum Koperasi dalam berita acara.timbul dan yang ditimbulkan atas tindak koperasi itu. bahwa yang dimaksud sebagai Subjek Hukum ialah manusia dan badan hukum. Hal ini tertuang dalam berbagai UU termasuk Pasal 1653 hingga 1665 KUH Perdata.

Asas keterbukaan hanya berarti bahwa tidak ada pembatasan untuk menjadi anggota baru dan tidak ada diskriminasi. maka pembuat undang-undang harus merumuskan ketentuan tanggal penerimaan dan pemberhentian anggota serta tentang cara modal bersama koperasi akan diperoleh. antara lain: a. Hak dan Kewajiban Keuangan Hak keuangan. hak menghadiri rapat dan mengajukan usul b. hak memanfaatkan fasilitas koperasi Anggota koperasi memiliki kewajiban perorangan. hak memilih dan dipilih sebagai pengurus d. Sekutu usaha terutama kreditur koperasi harus mengetahui dengan pasti pada setiap saat siapa anggota koperasi itu dan siapa yang bertanggung jawab bagi hutang koperasi itu. antara lain: a. hak memberi suara c. menggunakan dan menarik keuntungan dari fasilitas badan usaha koperasi . kewajiban untuk setia kepada koperasi c. ikut serta dalam usaha bersama koperasi b. Sesuai dengan itu. Koperasi sebagai Organisasi Usaha Koperasi adalah badan hukum dengan tujuan melakukan usaha dengan pihak ketiga.perdata dan perhimpunan yang berdikari. memberi keterangan yang diperlukan kepada koperasi. Hak dan Kewajiban Perorangan Anggota koperasi memiiki hak perorangan. kewajiban mematuhi anggaran dasar d. antara lain: a. Sedangkan asas keterbukaan tidaklah berarti bahwa setiap orang mempunyai hak untuk menjadi anggota.

hak menerima kembali uang keanggotaan c. membayar kontribusi keuangan berdasar AD b. menuntut pembayaran kembali kontribusi modal saham d. antara lain: a. memanfaatkan fasilitas badan usaha koperasi .b. hak menerima kembali saham dari kekayaan koperasi yang dilikuidasi Kewajiban keuangan. bertanggung jawab atas hutang koperasi c.

Keputusan semua anggota dengan suara terbanyak . Pengambilan Keputusan dalam Perhimpunan Ada beberapa cara untuk merubah pendapat individual menjadi pendapat kelompok.Suara terbanyak semua anggota yang hadir dan yang memberikan suara dalam rapat Pembagian Kekuasaan antara Organ Koperasi Dalam koperasi yang berbentuk badan hukum. b.Struktur Organisasi Koperasi dan Badan Usaha Koperasi Status badan hukum koperasi diperoleh dengan mendaftarkan perhimpunan tersebut berdasarkan UU Koperasi. yaitu: . . Struktur badan hukum adalah struktur internal suatu perhimpunan yang dilakukan dengan menciptakan jabatan-jabatan tertentu. Rapat Anggota dianggap sebagai kekuasaan tertinggi koperasi dengan kompetensi memutuskan dalam semua hal berkenaan dengan koperasi.Keputusan semua anggota yang hadir dengan suara bulat . Wewenang dan kewajiban jabatan-jabatan ini ditentukan dalam undang-undang.Keputusan semua anggota yang hadir dalam rapat dengan suara terbanyak . Para anggota dalam Rapat Umum memilih orang-orang individual untuk menduduki jabatan ini. Keputusan yang berkenaan dengan pengelolaan badan usaha koperasi termasuk hubungan koperasi dengan pihak ketiga Untuk pengambilan keputusan dalam koperasi dikenal dua organ yang muncul berdampingan yaitu Rapat Umum atau Rapat Anggota dan Pengurus. ada dua kemungkinan: a. Untuk menentukan kompetensi masing-masing. atau dengan cara yang lebih tepat dalam anggaran dasar koperasi. keputusan yang diambil dapatdiklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu: a.Keputusan semua anggota dengan suara bulat . Keputusan yang berkenaan dengan masalah internal koperasi sebagai perhimpunan orang.

pengurus diberi kedudukan otonomi sejauh mengenai pengelolaan badan usaha koperasi. Hanya dengan para tujuan anggota yang memajukan dapa diterima para sebagai anggota: pengurus 2. Kemungkinan kedua adalah bahwa dalam UU ataupun Anggaran Dasar. Cara pembagian kekuasaan antara pengurus dan para anggota dalam Rapat Anggota . Ketentuan lain dengan tujuan menghindarkan pengurus mengambil keputusan otonom tanpa 3. Pembuat UU telah mengembangkan beberapa cara dan alat yang mengaitkan pengelolaan koperasi 1. mempertimbangkan kepada tujuan koperasi memajukan derajat otonomi para yang anggota diperlukan Memberikan pengelolaan 4.b.

. Jika akta pendirian yang merupakan perikatan tersebut tidak mengikuti ketentuan syarat sah perjanjian sebagaimana Pasal 1320 ± 1337 KUH Perdata maka koperasi tersebut pada saat pendiriannya tidak memiliki dasar hukum sebagai badan hukum. Maka setiap hubungan hukum yang terjadi antara para pihak harus mengacu kepada peraturan yang berlaku sebagaimana diatur dalam Bab ketiga tentang perikatan pada KUH Perdata. Dalam praktik sebuah akta pendirian harus disepakati bersama minimal oleh 20 pendiri. ASPEK HUKUM PERIKATAN DALAM KOPERASI Koperasi sebagai suatu badan hukum pasti memiliki hubungan hukum dengan subjek hukum lainnya seperti pengurus.B. maupun pihak ketiga di luar koperasi. anggota. Pendirian koperasi meupakan aspek hukum pertama yang terjadi dalam ranah hukum koperasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful