Syarat Pendirian Yayasan, PT, CV, Wakaf, dll.

20 Maret 2009, 19:55 Filed under: Artikel | Tag: Artikel Syarat Pendirian Yayasan : 1. KTP pendiri 2. KTP pengurus/ pembina/ pengawas 3. NPWP calon ketua Yayasan. 4. Surat pernyataan bersedia menjadi pengurus/pembina/pengawas Yayasan 5. Bukti modal/Aset untuk Yayasan 6. Domisili perusahaan Yayasan (setelah akta dibuat) 7. NPWP yayasan (setelah akta dibuat) Syarat Pendirian Perseroan Terbatas ( PT ) : 1. KTP/Pasport pendiri, 2. KTP/Pasport Calon Direksi, 3. NPWP calon Direktur utama / Direktur, 4. Bukti Modal yang disetor 5. Domisili perusahaan PT. (setelah akta dibuat) 6. NPWP perusahaan (setelah akta dibuat ) 7. Syarat Pendirian Perseroan Komanditer ( CV ) : 8. KTP/Pasport pendiri, 9. KTP/Pasport pengurus 10. NPWP calon direktur 11. Domisili perusahaan CV (setelah dibuat akta) 12. NPWP perusahaan CV (setelah dibuat akta) Syarat pengurusan pendirian Koperasi : 1. Berita Acara Rapat Pembentukan Koperasi 2. Surat Kuasa 3. Surat bukti tersedianya modal yang jumlahnya sekurang-kurangnya sebesar simpanan pokok yang wajib dilunasi oleh para pendiri . 4. Neraca awal koperasi 5. Rencana kegiatan usaha koperasi minimal tiga tahun kedepan 6. susunan pengurus dan pengawas 7. Daftar hadir rapat pembentukan 8. Daftar Pendiri Koperasi 9. Untuk koperasi primer melampirkan fotocopy KTP (yang masih berlaku) dari para pendiri 10. Untuk koperasi sekunder melampirkan Keputusan Rapat Anggota masing-masing koperasi pendiri tentang persetujuan pembentukan koperasi sekunder dan foto copy anggaran dasar masing-masing koperasi pendiri. 11. Daftar riwayat hidup dan pas photo para pengurus sebanyak 2 (dua) buah ukuran 4 x 6 12. Syarat Pengurusan : a. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP ) b. Surat Ijin Tempat Usaha (SITU/HO) c. Tanda Daftar Perusahaan ( TDP )

d. Asli Salinan Akta Pendirian perusahaan dan perubahan terakhir (PT,CV,PD/UD) e. Asli Surat keterangan Domisili perusahaan f. Foto copy Nomor Wajib Pokok pajak perusahaan g. Foto copy Sertifikat, Akta peralihan Hak, Akta sewa menyewa h. Foto copy Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) i. Asli SPPT & STTS PBB tahun terakhir (asli) j. Rekening telpon/ Nomor telpon tempat usaha/kantor k. Foto Direktur Utama 3 lembar 4 x 6 l. Asli Surat Izin tetangga sekitar diketahui RT dan RW m. Asli Surat Izin pemilik rumah /Bangunan. BAGAIMANA MELAKSANAKAN PROSES PERALIHAN HAK ATAS TANAH DAN PENDAFTARAN DI KANTOR PERTANAHAN Syarat Pengurusan Peralihan Hak karena jual Beli (alas hak Sertifikat ) : 1. Sertifikat 2. Salinan Akta sebelumnya. 3. SPPT PBB & STTS PBB ( 5 tahun terakhir) 4. KTP suami istri (penjual) 5. Surat Nikah (penjual) 6. Kartu keluarga (penjual) 7. NPWP penjual 8. KTP pembeli 9. Bukti bayar BPHTB 10. Bukti bayar PPH 11. Kwitansi jual beli Syarat Pengurusan Peralihan Hak karena jual beli ( Tanah bekas milik Adat ) : 1. Salinan letter C / petok desa / kikitir yang diketahui oleh kepala desa 2. Warkah dari Desa (Riwayat Tanah, surat pernyataan penguasaan fisik, surat pernyaan tidak sengketa, belum pernah memiliki sertipikat sebelumnya) 3. SPPT PBB & STTS PBB ( 5 tahun terakhir) 4. KTP suami istri (penjual) 5. Surat Nikah (penjual) 6. Kartu keluarga (penjual) 7. NPWP penjual 8. KTP pembeli 9. Bukti bayar BPHTB 10. Bukti bayar PPH 11. Kwitansi jual beli Syarat ± syarat Pengurusan Peralihan Hak karena Hibah (orangtua ke anak) 1. Sertifikat 2. Salinan Akta sebelumnya 3. SPPT PBB & STTS PBB ( 5 tahun terakhir) 4. KTP Suami/istri (pemberi hibah) 5. Surat Hibah (pemberi hibah)

Surat pernyataan pasal 99 (penerima hibah) 10. Akta kelahiran (penerima hibah) 8. SPPT & STTS PBB ( 5 tahun terakhir) 12. Kartu Keluarga (pemberi hibah) 7. Sertifikat 10. Salinan Akta sebelumnya 11. SPPT & STTS PBB ( 5 tahun terakhir ) 4. Bukti bayar BPHTB 50 % ( NJOP ± Tidak kena pajak) x 5 % ) Syarat ± syarat peralihan hak karena Hibah (umum) : 1. KTP ahli waris (pemberi hak waris) 14. Sertifikat 2. Syarat Pengurusan Peralihan Hak karena Bagi Waris : 9. KTP (penerima hibah) 9. Surat keterangan silsilah waris 13. KTP ahli waris (penerima hak waris) 15. Surat pernyataan dan pasal 99 7. Bukti setor BPHTB 8. Bukti setor BPHTB . pernyataan belum kawin (pemberi hibah) 6. Salinan Akta sebelumnya 3. KTP suami istri (pemberi hibah) 5.6.

-untuk sementara ketiga berada di -Para penghadap dengan ini menerangkan :²²²²²²²²²²²²²² Dengan ini memisahkan dari harta kekayaan berupa uang tunai sebesar²²± Bahwa dengan tidak mengurangi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dengan ijin dari pihak yang berwenang. selaku kuasa dari 2.²²²²²²²²²²²²²²²²²²1. dengan dihadiri para saksi yang telah dikenal oleh saya. baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia berdasarkan keputusan Pengurus dengan persetujuan Pembina.Pasal 2 ²²²²²²²²²²²²²² -Yayasan mempunyai maksud dan tujuan dibidang :²²²²²²²²²²²² 1. -menurut keterangannya dalam hal ini bertindak:²²²²²²²²± a. IRMA DEVITA PURNAMASARI. Notaris di Kabupaten Bekasi. Sosial.²²²²²²²²²²²²²² 2.²²²²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²-MAKSUD DAN TUJUAN ²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²²². para penghadap sepakat dan setuju untuk mendirikan suatu Yayasan dengan Anggaran Dasarsebagai berikut :²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN ²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²² Pasal 1 ²²²²²²²²²²²²²² 1. tanggal pukul WIB ( Waktu Indonesia bagian Barat). Yayasan dapat membuka Kantor di luar cabang atau perwakilan di tempat lain.²²²²²²± Berhadapan dengan saya. Kemanusiaan . untuk diri sendiri.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² b. Sarjana Hukum.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²2. Notaris dan akan disebutkan namanamanya pada bagian akhir akta ini.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²± K E G I A T A N ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² Pasal 3 ²²²²²²²²²²²²²²²²- . Yayasan ini bernama (selanjutnya dalam anggaran dasar ini cukup disingkat dengan : ³Yayasan´ bekedudukan dan berkantor pusat di Jakarta. Magister Kenotariatan. 3.Akta Pendirian Yayasan Rate This AKTA PENDIRIAN YAYASAN««««««««««« -Pada hari.

²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± -Sebagai modal awal Yayasan.²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²² K E K A Y A A N ²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²². Studi banding. Pendidikan. telah dipisahkan dari kekayaan para pendirinya yaitu berupa uang tunai sebesar Rp. Penelitian di bidang Ilmu pengetahuan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²c.²²²²²²²²²²²²²²²²²² e.-Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± P E M B I N A ²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²² Pasal 7 ²²²²²²²²²²²²²²²± 1.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± b. hibah wasiat.Pasal 6 ²²²²²²²²²²²²²²² -yayasan mempunyai organ yang terdiri dari :²²²²²²²²²²²²²²± a. Pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pengetahuan yang di dasarkan pada pemahaman antarbudaya. Memberikan bantuan kepada pengungsi akibat perang.. Di bidang sosial meliputi : ²²²²²²²²²²²²²²²²²²± a. Di bidang Kemanusiaan meliputi :²²²²²²²²²²²²²²²² a. yayasan ²²²²²² menjalankan kegiatan sebagian berikut :²²²²²²²²²²²²²²²²1.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± d. Lembaga formal dan nonformal. Pembinaan olah raga.²²²²²²²²²²²²± b.ORGAN YAYASAN ²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²². wakaf.²²²²± c. Memberi bantuan Kepala tuna wisma. Pembina .²²²²²²²²²²± f. d a n ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²e. pengawas. sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat.²²²²²²²± b.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± d.²²²²²²²²²²²²²b. perolehan lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Yayasan ²± dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± c. _________________ 2.²²²²²²²²²3.Pasal 5 ²²²²²²²²²²²²²²² 1.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± d. pengurus. hibah.Yayasan mempunyai kekayaan awal yang berasal dari kekayaan Pendiri yang dipisahkan.²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²² JANGKA WAKTU ²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²± Pasal 4 ²²²²²²²²²²²²²²± Yayasan ini didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya dan dianggap berdiri terhitung sejak tanggal pengesahan. Melestarikan lingkungan hidup. farkir miskin dan gelandangan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²².²²²²²²²²²²²²²²²²²²²2.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± c. semua kekayaan Yayasan harus dipergunakan untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan. Pembina adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak . Memberi bantuan kepada korban bencana alam.Selain kekayaan sebagaimana dimaksudkan dalam ayat 1 kekayaan Yayasan dapat juga diperoleh dari :²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± a.

²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² d. dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampunan berdasarkan ²²²suatu penetapan pengadilan. Jabatan anggota Pembina akan berakhir dengan ²²²²²²²²²²²± sendirinya apabila anggota Pembina tersebut :²²²²²²²²²²²² a. meninggal dunia . Anggota Pembinaan tidak boleh merangkap sebagai anggota Pengurus dan/atau anggota Pengawas.²²± ²²²²²²²²²²²²²² Pasal 8 ²²²²²²²²²²²²²²² 1.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± c. Seorang anggota Pembina berhak mengundurkan diri dari jabatan dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada Yayasan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduruan dirnya.²²²²²²²²²± b. Penetapan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²± TUGAS DAN WEWENANG PEMBINA ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² Pasal 9 ²²²²²²²²²²²²²²²² 1. maka seorang diantaranya diangkat sebagai Ketua Pembina. Kewenangnan Pembina meliputi :²²²²²²²²²²²²²²²²²a.²²²²²²²²² 3.diserahkan kepada Pengurus dan Pengawas. Penunjukan likuidator dalam hal Yayasan dibubarkan. diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² f.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² d.²²²²²²²²²²²²²²²²²²± f. Pengangkatan dan pemberhentikan anggota Pengurus dan anggota Pengawas.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² b.²undangan yang berlaku.²²²²6. mengindurkan diri dengan pemberitahuan secara tertulis ²²²²²²²sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat 7 .²²²²²²²²± e. Pembina berwenang bertindak untuk dan atas nama Pembina. Keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar . Masa jabatan Pembina tidak ditentukan lamanya. Yang dapat diangkat sebagai anggota Pembina adalah organ perseorangan sebagai Pendiri Yayasan dan /atau mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan.²²²²²²²²²²²²²± 4. Anggota Pembina tidak diberi gaji dan/atau tunjangan oleh Yayasan.²²²²²²²²²²²7. Dalam hal yayasan oleh karena sebab apapun tidak mempunyai anggota Pembina.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 3. Pengesahan laporan tahunan.²²²²²²²²²²²2. Penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan. ²e.²²²²²²²²²²²²² c.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 5.²²²²²²²² . Pengesahaan program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan. maka dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan tersebut wajib diangkat anggota Pembina berdasarkan keputusan rapat gabungan anggota Pengawas dan anggota Pengurus. dilarang untuk menjadi anggota Pembina karena peraturan perundang. Pembina terdiri dari seorang atau lebih anggota Pembina. Dalam hal terdapat lebih dari seorang anggota Pembina.²²²²²² 2.²²²²²²²²²²²²²²²²²² g.²²²²²²²²²²²²²²± 2. tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang ²² berlaku.

²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 2. tanggal.. . paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapt diadakan dengan tidak memperhitungkan tanggal Panggilan dan tanggal rapat. harus ²± dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggaran. tempat dan acara rapat. anggota Pengurus.²²²6. Dalam hal hanya ada seorang anggota Pembina. ²²± dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. Panggilan rapat Pembina dilakukan oleh Pembina secara langsung. Keputusan Rapat Pembina diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Seorang anggota Pembina hanya dapat diwakili oleh anggota Pembina lainnya dalam rapat Pembina berdasarkan surat kuasa.²²c. maka keputusan diambilberdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per dua) jumlah suara yang sah. Rapat Pembina adalah sah dan berhak mengambil ²²²²²²²²²²² keputusan yang mengikat apabila : ²²²²²²²²²²²²²²²²² a. atau ditempat lain dalam wilayah hukum Republik Indonesia. paling lambat waktu 5 (lima) bulan setelah akhir tahun buku sebagai rapat tahunan.²²²²²²²²²²²± 7. sebagaimana dimaksud dalam pasal 12. pemanggilan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 huruf b. Pembina dapat juga mengadakan rapat setiap waktu bila dianggap perlu atas pemintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Pembina. Rapat Pembinaan dipimpin oleh ketua Pembina. maka dapat diadakan pengmanggilan Rapat Pembuna kedua. Dalam hal suara setuju adan tidak setuju sama banyaknya.²²d. atau di tempat kegiatan yayasan.3. rapat Pembina kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari ²²dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Pembina pertama. 3. Dalam hal semua angota Pembina hadir. panggilan tersebut tidak disyaratkan dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat. dan jika Ketua Pembina tidak hadir atau berhalaman. maka Rapat Pembina akn dipimpin oleh orang yang diplih oleh dan dari anggota Pembina yang hadir.Pasal 10 ²²²²²²²²²²²²²²² 1.²²²²2.²² b. dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 huruf a tidak ²²² tercapai. apabila dihindari lebih dari ½ (satu per dua) ²²²²²± jumlah anggota Pembina. atu diwakili.²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²²² Pasal 11 ²²²²²²²²²²²²²± 1. Rapat Pembina diadakan di tempat kedudukan Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± e. Rapat Pembina diadakan paling sedikit dalam 1 (satu) tahun. dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Pembina. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. maka segala tugas dan ²²² wewenang yang diberikan kepada ketua Pembina atau anggota Pembina ²²± atau anggota Pembina berlaku pula baginya. Rapat Pembina kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan ²²± yang mengikat.²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²².²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 3.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 4. maka usul ditolak.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 5.RAPAT PEMBINA ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²². Panggilan rapat itu harus mencantumkan hari. atau anggota Pengawas. waktu.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²4.

setiap anggota Pembina yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Pembina lain yang diwakilinya. evaluasi tentang harta kekayaan. Setiap Rapat Pembina dibuat berita acara rapat yang ditanda-tangani oleh ketua rapat dan sekretaris rapat. Dalam rapat tahunan. hak dan kewajiban Yayasan tahun yang lampau sebagai dasar²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² b.²²²²²²² c. Pembina melakukan :²²²²²²²²²²²²²± a. Tata cara pengmungutan suara dilakukan sebagai berikut :²²²²²²²² a. Pembina dapat mengambil keputusan yang tanpa mengadakan Rapat Pembina.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± . Penetapan kebijakan untuk Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²² RAPAT TAHUNAN ²²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²± Pasal 12 ²²²²²²²²²²²²²²²² 1. maka dia dapat mengambil keputusan yang sah dan mengikat. Keputusan yang diambil sebagaimana dimaksud dalam ayat 8 mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Pembina. Penandatanganan sebagaimana dimaksud dalam ayat 6 tidak disyaratkan apabila berita acara rapat dibuat dengan akata notaries.²²²²²²²²²8. suara yang abstain dan suara yang tidak sah tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan.²²²²²²²²²²²² 6.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²b. paling lambat 5 (lima) bulan setelah tahun buku Yayasan di tutup. kecuali ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir. dan ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² c.P E N G U R U S ²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²². Pengesahan Laporan Tahunan oleh Pembina dalam Rapat tahunan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 10.5. pengesahaan Laporan Tahunan yang diaukan Pengurus.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± b. pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. seorang Bendahara.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 3.²²²²²²²²²²²2. Dalam hal hanya ada 1 (satu) orang Pembina. Pengurus adalah organ Yayasan yang melaksanakan kepengurusan ²²²²² yayasan yang sekurang-kurangnya terdiri dari :²²²²²²²²²²²²± a. sedangkan pemungutan suara mengenai halhal lain dilakukan secara terbuka dan ditanda-tangani. seorang sekretaris .²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²². berarti memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada para anggota Pengurus dan Pengawas atas pengurus dan pengawas yang telah dijalankan selama tahun buku yang lalu. sejauh tindakan tersebut tercemin dalam Laporan Tahunan. Pembina wajib menyelenggarakan rapat tahunan setiap tahun. Pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan ²²²²²± Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²7.Pasal 13 ²²²²²²²²²²²²²²1. seorang Ketua. dengan ketentuan semua anggota Pembina telah diberitahukan secara tertulis dan semua anggota Pembina memberiakn persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 9.²²²²²²²²²²²²²²²± d.²²²²²²²² c.

Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang ketua.²²²²²²²²²²²²²²² 3.²²²²²²²²²4.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 2.²²²4. bukan pendiri Yayasan dan tidak terafiliasi dengan Pendiri. dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Pembina paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengurus dirinya. dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. Dalam hal semua jabatan Pengurus kosong.²²²²²²²²± 5. Dalam hal terdapat pengganti pengurus Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²6. maka 1 (satu) ²²²± orang di antaranya diangkat sebagai Sekretaris Umum. bersalah melakukan tidakan pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun.2. melaksanakan kepengurusan Yayasan secara langsung dan penuh. masa jabatan berakhir. mengundukan diri. dan untuk sementara Yayasan diurus oleh Pengawas. masyarakat. dalam hal jabatan Pengurus kosong. diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat pembina. upah atau honorarium apabila Pengurus Yayasan :²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²a. Yang dapat diangkat sebagai anggota pengurus adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak dinyatakan bersalah dalam melakukan pengurusan Yayasa yang menyebabkan kerugian bagi ²²Yayasan.²²²²²²²²²± 5. Pembina harus menyelenggarakan rapat. maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal dilakukan penggantian pengurus Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²7. mak 1 (satu) orang di antaranya diangkat sebagai Ketua Umum.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 3. Pembina dan Pengurus.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²- .maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan tersebut. atau Negara berdasarkan putusan pengadilan. Pengurusan berhak mengundurkan diri dari jabatnnya.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 2. Pengurus dapat menerima gaji. pengurus diangkat oleh Pembina melalui rapt Pembina untuk janka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali. Pembina wajib menyampaikan pemberitahuan secar tertulis kepada Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan instansi terkait. untuk mengisi kekosongan itu.²²²²²²²²²²²²²²± 3. Pembina harus menyelenggarakan rapat untuk mengangkat Pengurus baru. Dalam hal diangkat lebih ari 1 (satu) orang Sekretaris.²²²²²± 4.²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²² Pasal 14 ²²²²²²²²²²²²²²²± 1. Pengurus tidak dapat merangkap sebagai Pembina. maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± Pasal 15 ²²²²²²²²²²²²²²²²² -Jabatan anggota Pengurus berakhir apabila :²²²²²²²²²²²²²²² 1. meninggal dunia. Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Bendahara.²²²²²²²²²²²± 8. dan ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± b. Pengawas atau Pelaksana Kegiatan. maka 1 (satu) ²²± orang di antaranya diangkat sebagai Bendahara Umum.

meminjam atau meminjamkan uang atas nama Yayasan (tidak termasuk mengambil uang Yayasan di Bank).²²²²²²± 3.± 2. maka seorang Ketua lainnya bersama-sama dengan sekretaris Umum atau apabila Sekretaris Umum tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± Pasal 17 ²²²²²²²²²²²²²² -Pengurus tidak berwenang mewakili Yayasan dalam hal :²²²²²²²²²± 1. menjual atau dengan cara lain melepaskan kekayaan Yayasan serta mengagunkan/membebani kekayaan Yayasan.²²²²²²²²²²²²²² 2. Pengurus bertangung jawab penuh atas kepengurusan Yayasan untuk kepentingan Yayasan. Pengurus wajib memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan oleh Pengawas. dengan pembatasan terhadap hal-hal sebagai berikut :²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± a.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² e. Pengurus dan/atau Pengawas Yayasan atau seseorang yang bekarja pada Yayasan.²²²²²²-TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS ²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²². Pembina.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 4.²²²²²²²²² d. memberi atau menerima pengalihan atas harta tetap. memberi atau dengan cara lain mendapatkan/memperolehan harta tetap atas nama Yayasan. e. Pengurus wajib menyusun program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan untuk disahkan Pembina.Pasal 16 ²²²²²²²²²²²²²²²± 1.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²2. d.²²²²²²²²²²²²²²²²²± 3. Dalam hal Ketua Umum tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga. Pengurus berhak mewakili Yayasan di dalam dan luar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 5. dan f harus mendapat persetujuan dari Pembina.²²²²²²²²²± c. Mengadakan perjanjian dengan organisasi yang terafiliasi dengan Yayasan. Membebani kekayaan Yayasan untuk kepentingan pihak lain. Perbuatan Pengurus sebagaimana diatur dalam ayat 5 huruf a. yang perjanjian tersebut bermanfaat bagi tercapainya maksud dan tujuan Yayasan.Pasal 18 ²²²²²²²²²²²²²²± 1. Setiap anggotaPengurus wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. hal tersebut tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga. seorang ketua lainya bersamasama dengan seorang Sekretaris lainnya ²²²²²²²²²²²²²²² berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengurus serta mewakili Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²b. mendirikan suatu usaha baru atau melakukan penyertaan dalam berbagai bentuk usaha baik di dalam maupun di luar negeri. b.²²²²²²²²²²²f. c. Ketua Umum bersama-sama dengan salah seorang anggota Pengurus lainnya berwenang bertindak untuk dan atas nama pengurus serta mewakili Yayasan. yang perjanjian tersebut tidak ada hubungannya bagi tercapainya maksud dan tujuan Yayasan. hal tersebut tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga. . Mengikat Yayasan sebagai penjamin utang.²²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²². mengadakan perjanjian dengan organisasi yang terafiliasi dengan Yayasan atau seorang yang bekerja pada Yayasan.²²²²²²± 6.

atau Pembina.²²²²²²²²²²²²²²²².²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²².Pasal 20 ²²²²²²²²²²²²²²²²± 1.²²²²²²5. Dalam hal Ketua Umum tidak dapat hadir atau berhalangan. Pelaksanaan Kegiatan Yayasan diangkat oleh Pengurus berdasarkan keputusan Rapat Pengurus untuk jangka waktu dan dapat diangkat kembali dengan tidak mengurangi keputusan Rapat Pengurus untuk memberhentikan sewaktu-waktu. Dalam hal Yayasan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan seluruh Pengurus. Pengawas. Pengurus berwenang mengangkat dan memberhentikan pelaksana kegiatan Yayasan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus. Rapat Pengurus dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaan tertulis dari satu orang atau lebih Pengurus. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Ketua Umum berlaku juga baginya.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 2. atau honorarium yang jumlahnya ditentukan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus. maka anggota Pengurus serta mewakili Yayasan. dalam hal hanya ada seorang Bendahara. Yang dapat diangkat sebagai Pelaksana Kegiatan Yayasan adalah orang perseorangan yang mampu melaksanakan perbuatan hukum dan tidak pernah dinyatakan pailit atau dipidana karena melakukan tindakan yang merugikan Yayasan. maka segala tugas dan wewenang yang diberkan kepada Bendahara Umum berlaku juga baginya. Pengurus untuk perbuatan tertentu berhak mengangkat seorang atau lebih wakil atau kuasanya berdasarkan surat kuasa.²²²²²²²²²²²²²²²²²². Pelaksana Kegiatan Yayasan menerima gaji. maka Rapat Pengurus akan dipimpin oleh dan dipimpin oleh seorang anggota Pengurus yang dipilih oleh dan dari Pengurus yang dipilih oleh dan dari Pengurus yang .3.²²²²²²²²²²²² 6.²²²²²²²²²²²²²²3. Sekretaris Umum bertugas mengelola administrasi Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²²²² 7.RAPAT PENGURUS ²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²²² Pasal 21 ²²²²²²²²²²²²²² 1. dalm jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal ²²²putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. masyarakat. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada sekretaris Umum berlaku juga baginya.PELAKSANA KEGIATAN ²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²² Pasal 19 ²²²²²²²²²²²²²²²² 1. upah. Dalam hal hanya ada seorang Ketua.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 4.²²²²²²²± 2. Pelaksanaan kegiatan Yayasan menerima gaji.²²²²²²²²²²²²± 5. Dalam hal terjadi perkara di pengadilan antara Yayasan dengan anggota Pengurus atau apabila kepentingan pribadi seorang anggota Pengurus bertentangan dengan Yayasan. upah atau honorarium yang jumlahnya ditentukan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus. maka anggota Pengurus yang bersangkutan tidak berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengurus serta mewakili Yayasan.²²²²²²²²²²²± 2. Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Pengurus ditetapkan oleh Pembina melalui Rapat Pembina. dalam hal hanya ada seorang sekretaris.²²²²²²²²²² 4. Bendahara Umum bertugas mengelola keuangan Yayasan. maka Yayasan diwakili oleh Pengurus. atau Negara berdasarkan keputusan ²²²²²²²± pengadilan.

²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²3. Rapat Pengurus dipimpin oleh ketua Umum. Setiap Rapat Pegurus dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua rapat dan 1 (satu) orang anggota pengurus lainnya yang ditunjuk oleh rapat .²²c. Rapat Pengurus sah dan berhak mengambil keputuasan yang mengikat apabila:²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²a.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 5. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. Suara abstain dan suara yang tidak sah tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 2.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²3. Panggilan Rapat Pengurus disampaikan kepada setiap anggota pengurus secara langsung. Keputusan Rapat Pengurus harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.± 4.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 3. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. Dalam hal ketua Umum tidak dapat hadir atau berhalangan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 5. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka.²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 6.² ²²²²²²²²²²²²² Pasal 23 ²²²²²²²²²²²²²²²± 1. Dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) jumlah Pengurus. maka usul ditolak. Pemanggilan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 4 huruf b.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± Pasal 22 ²²²²²²²²²²²²²²1.²²²²²²b. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. dan acara rapat. Dalam hal suara setuju dan tidak setuju sama banyaknya. Rapat Pengurus kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Pengurus pertama. tempat. Rapat Pengurus diadakan ditempat kedudukan Yayasan atau di tempat kegiatan Yayasan. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir.²²²²²²²²²²²²²²²d. Dalam hal korom sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 huruf a tidak tercapai. Panggilan rapat pengurus itu harus mencantumkan tanggal. Rapat Pengurus kedua sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²e. Rapat Pengurus dapat diadakan di tempat lain dalam wilah Republik Indonesia dengan persetujuan Pembina. waktu.²²²²²²²²²²²²²²²²²± 4.²²²²²²²²²²²²²± 2. maka Rapat Pengurus akan dipimpin oleh seorang anggota Pengurus yang dipimpin oleh dan dari pengurus yang hadir. Satu orang Pengurus hanya dapat diwakili oleh Pengurus lainnya dalam Rapat Pengurus berdasarkan surat kuasa.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 6. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh). paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diadakan. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Pengurus Kedua. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per dua) jumlah suara yang sah.²²²²²²²²²²²²²²²²hari sebelum rapat diselenggarakan.hadir. dengan tidak²²²²²²²± 4. apabila dihadiri lebih dari ½ (satu per dua) jumlah Pengurus.

²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²² Pasal 25 ²²²²²²²²²²²²²²² 1. Penandatanganan yang dimaksud dalam ayat 6 tidak disyaratkan apabila Berita acara Rapat dibuat dengan akta Notaris. Yang dapat diangkat sebagai anggota Pengawas adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak dinyatakan bersalah dalam melakukan pengawas Yayasan yang menyebabkan kerugian bagi Yayasan. maka 1 (satu) orang di antaranya dapat diangkat sebagai Ketua Pengawas.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 2. Pembina harus menyelenggarakan rapat untuk mengangkat pengurus baru. Pengurus dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Pengurus. maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal dilakukan penggantian pengawas Yayasan. Keputusan yang diambil sebagaimana dimaksud dalam ayat 8.Pasal 24 ²²²²²²²²²²²²²± 1. maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan.²²²²²²²²²²²± 7. masyarakat atau Negara berdasarkan putusan pengadilan. dengan ketentuan semua anggota Pengurus telah diberitahu secara tertulis dan semua anggota Pengurus memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Dalam hal jabatan Pengawas kosong. Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Pengawas.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 7. Dalam hal terdapat penggantian Pengawas Yayasan.²²²²²²²²± 4. Pengawas tidak dapat merangkap sebagai Pembina. Pengawas adalah organ Yayasan yang bertugas melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Yayasan. Pembina wajib menyampaikan pemberitahukan secara tertulis kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan instansi terkait.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²6.²²9. Dalam hal semua jabatan Pengwasan kosong. dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Pembina paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal putusan tersebut berkekuatan hukum tetap.²²²²²²²²²²5.²² 2.²²²²²²²²²²²²± 8.sebagai sekretaris rapat.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²²± Pasal 26 ²²²²²²²²²²²²²² -Jabatan Pengawas berakhir apabila :²²²²²²²²²²²²²²²²²² .²²²²²²²²²²²²²² 3. mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Pengurus.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± P E N G A W A S ²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²². untuk mengisi kekosongan itu. Pengawas diangkat oleh Pembina melalui Rapat Pembina untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali. maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan tersebut.²²²²² 3. Pengawas terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih anggota Pengawas. Pembina harus menyelenggarakan rapat. Pengawas berhak mengundurkan diri dari jabatannya. pengurus atau Pelaksanaan kegiatan. dan untuk sementara Yayasan diurus oleh pengurus.

Dalam hal seluruh Pengurus diberhentikan sementara. memasuki bangunan. apabila Pengurus tersebut bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau²² d. pengawas diwajibkan untuk melaporkan secara tertulis kepada Pembina. Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari terghitung sejak tanggal laporan diterima oleh Pembina sebagaimana dimaksud dalam ayat 6. Pengawas berwenang :²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²a.²²²± e.²²²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²².²²²²²²4.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²2.²²²²²²²± 9.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 8.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²3. Meninggal dunia.Pasal 27 ²²²²²²²²²²²²²²²± 1.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 7. Ketua Pengawas dan satu anggota Pengawas berwenang bertindak untuk dan ata nama Pengawas. halaman atau tempat lain yang dipergunakan Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²3. Pembina dengan keputusan rapat Pembinaan wajib :²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² a. Pengawas dapat memberikan untuk sementara 1 (satu) orang atau lebih Pengurus.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² b.²²²²²²± 10.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² TUGAS DAN WEWENANG PENGAWAS ²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²².²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² c. memerikasa pembukuan dan mencocokkannya dengan uang kas. Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pembelaan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat 7.²²²²²²²²²± 5. mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Pengurus. Mengundurkan diri. amaka untuk sementara Pengawas diwajibkan mengurus Yayasan. Bersalah melakukan tidak pindana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hkuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun. mencabut keputusan pemberhentian sementara. memeriksa dokumen. memberi peringatan kepada Pengurus.²²²²²²²²²²²²2. maka pemberhentian sementara batal demi hukum.²²²²²²²²²²²²²²²²²²6. memberhentikan anggota Pengurus yang bersangkutan. Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas pengawasan untuk kepentingan Yayasan.²²²²2. Panggilan Rapat Pengawas dilakaukan oleh Pengawas yang berhak mewakili .1.RAPAT PENGAWAS ²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²²² Pasal 28 ²²²²²²²²²²²²²² 1. Dalam hal Pembina tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 7 dan ayat 8. Masa jabatan berakhir. Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan disertai alasannya.²²²²²²² 5. Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pemberhentian sementara itu. atau²²²²²²²²² b. maka Pembina wajib memanggil anggota Pengurus yang bersangkutan untuk diberi kesempatan membela diri. dan yang bersangkutan menjabat kembali jabatannya semula.²²²²²²²²²²²²²²4. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. Rapat Pengawas dapat diadakan setiap waktu bila dianggap perlu atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih Pengawas atau Pembina.

Dalam hal suara setuju dan tidak setuju sama banyaknya. waktu.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 5.²²²²²²²± 3.²²²²²²²²²²²²²²²²± 4. Rapat Pengawas dapat di adakan ditempat lain dalam wilayah hukum Republik Indonesia dengan persetujuan Pembina. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka. Dalam hal Ketua Umum tidak dapat hadir atau berhalangan. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. KeputusanRapat Pengawas harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.² 4. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. kecuali ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir.PASAL 29 ²²²²²²²²²²²²²1. dengan tidak memperhitungkan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 2. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Pengawas Kedua. Panggilan Rapat Pengawas disampaikan kepada setiap Pengawas secara langsung. Penandatanganan yang dimaksud dalam ayat 6 tidak disyaratkan apabila . Rapat Pengawas diadakan ditempat kedudukan Yayasan atau ditempat kegiatan Yayasan. Panggilan Rapat itu harus mencantumkan tanggal.²²c. dan acara rapat. paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diadakan.²²d. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² e. apabila dihadiri oleh paling sedikit ½ (satu per dua) jumlah Pengawas. Rapat Pengawas kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat.²²²²²²²²²²²²²²± a.²²²²b. Setiap Rapat pengawas dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua rapat dan 1 (satu) orang anggota pengurus lainnya yang ditunjuk oleh rapat sebagai sekretaris rapat. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapi.²²²± tanggal panggilan dan tanggan rapat.²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²².²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²3. tempat.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 6. Rapat Pengawas dipimpin oleh Ketua Umum. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan.²²²²²²²²²²²²² 2. pemanggilan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 4 huruf b. maka Rapat Pengawas yang dipilih oleh dan dari Pengawas yang hadir.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 7. maka usul ditolak.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 5.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²3. dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pengawas. dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 huruf a tidak tercapai.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²²²± Pasal 30 ²²²²²²²²²²²²²1. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per dua) jumlah suara yang sah. Rapat Pengawas kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari dari terhitung sejak Rapat Pengawas pertama. Suara abstain dan suara yang tidak sah tidak dihitung dalm menentukan jumlah suara yang dikeluarkan.pengawas. Satu orang anggota Pengawas hanya diwakili oleh pengawas lainnya dalam Rapat pengawas berdasarkan surat kuasa.²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 6.

Panggilan Rapat Gabungan harus mencantumkan tanggal.²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²²± Pasal 32 ²²²²²²²²²²²²²²1. Panggilan Rapat Gabungan dilakukan oleh Pengurus. Pengawas dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Pengawas.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 7.²²²²²²²²5.Pasal 31 ²²²²²²²²²²²²± 1. Dalam hal ketua Pengurus tidak ada atau berhalangan tidak ada atau berhalangan hadir. Rapat Gabungan adalah rapat yang diadakan oleh Pengurus dan Pengawas untuk mengangkat Pembina. wakt tempat. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. a. dan acara rapat. Rapat gabungan adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat . maka Rapat gabungan dipimpin oleh Pengurus atau Pengawas yang dipilih oleh dan dari Pengurus dan Pengawas yang hadir.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²²± RAPAT GABUNGAN ²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²²²². Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka. Satu orang Pengawas hanya dapat diwakili oleh Pengawas lainnya dalam rapat Gabungan berdasarkan surat kuasa. Rapat Gabungan diadakan di tempat kedudukan Yayasan atau di tempat kegiatan Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²4. Suara abstain dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan.²²²²²²²²²²²²²²²²²3. Satu orang Pengurus hanya dapat diwakili oleh Pengurus lainnya dalam rapat Gabungan berdasarkan surat kuasa. Dalam hal Ketua Pengurus dan Ketua pengawas tidak ada atau barhalangan hadir.Berita Acara Rapat dibuat dengan akta Notaris. Rapat Gabungan dipimpin oleh Ketua Pengurus. dan dianggap tidak ada.²²²²²²²²²5.²± 9. Keputusan yang diambil sebagimana dimaksud dalam ayat 8.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 6.²²²²²²²²²± 4. apabila Yayasan tidak lagi mempunyai Pembina.²²²²²²²²²²²± 2. dengan ketentuan semua Pengawas telah diberitahukan secara tertulis dan semua Pengawas memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis dengan menanda-tangani usul tersebut. Rapat Gabungan diadakan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak Yayasan tidak lagi mempunyai Pembina. mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Pengawas. apabila Yayasan tidak lagi mempunyai Pembina. maka Rapat Gabungan dipimpin oleh Ketua Pengawas. paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diadakan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± ²²²²²± KORUM DAN PUTUSAN RAPAT GABUNGAN ²²²²²²²²²²²²²²²²²²² Pasal 33 ²²²²²²²²²²²²²²² 1. Panggilan Rapat Gabungan disampaikan kepada setiap Pengurus dan pengawas secara langsung. Setiap Pengurus atau Pengawas yang hadir behak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap pengurus atau Pengawas lain yang diwakilinya. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir.²²²² 9.²²²²²²²²²²²²²²² 3.²²²²²²²²²²²² 8.²²²²²²²²²²²²8.²²²²²²²²²²²²²²²²²2.

²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²². dengan tidal memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. Anggota Pengurus dan anggota Pengawas dapat juga emngambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Gabungan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²e. maka keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat.LAPORAN TAHUNAN ²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²².²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²4. buku Yayasan ditutup.apabila dihadiri Paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Pengurus dan 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Pengurus dan 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Pengawas. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. Pada akhir Desember tiap tahun. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 huruf a tidak tercapai. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelim rapat diselenggarakan. Untuk pertama kalinya tahun buku Yayasan dan ditutup tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember tahun _____.²²²²² 8. yang untuk pengesahannaya ditanda tangani oleh ketua rapat dan 1 (satu) orang anggota Pengurus atau anggota pengawas yang ditunjuk oleh rapat.²²²²²²²²²²²²²²² 3. Keputusan Rapat Gabungan sebagaimana tersebut di atas ditetapkan berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Berita Acara Rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 menjadi bukti yang sah terhadap Yayasan dan pihak ketiga tentang keputusan dan segala sesuatu yang terjadi dalam rapat.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²6. Setiap Rapat Gabungan dibuat berita acara rapat.²²²²²²²²²²²²²²²± 2. Pemanggilan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 huruf b. ddengan menanda-tangani usul tersebut. dengan ketentuan semua Pengurus dan semua Pengawas telah diberitahu secara tertulis dan semua pengurus dan semua pengawas memberikan persetujuan mengenai usul yang dianjukan secara tertulis. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Gabungan kedua. Rapat Gabungan kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Gabungan Pertama.²²c.²2.Pasal 35 ²²²²²²²²²²²²²²²± 1. Rapat gabungan kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri paling sedikit ½ (satu per dua) dari jumlah anggota Pengurus dan ½ (satu per dua) dari jumlah anggota Pengawas.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²²± TAHUN BUKU ²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²²²² Pasal 34 ²²²²²²²²²²²²² 1.²²± d.²²²²²²²²² 3. Keputusan yang diambil dengan cara sebagaimana dimaksud dalam ayat 7 mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat gabungan.²²²²²²²²²²²± b. Tahun buku Yayasan dimulai dari tanggal 1 (satu) Januari sampai dengan tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember. Penandatanganan sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 tidak disyaratkan apabila berita acara rapat dibuat dengan akta notaris.²²²²²²²²²²²²²± 5.²²²²²²²²²²7. Pengurusan wajib menyusun secara tertulis laporan tahunan paling lambat 5 .

laporan keuangan yang terdiri atas laporan posisi keuangan pada akhir periode. Keputusan Rapat Pembina kedua sah. maka diadakan pemanggilan Rapat Pembina yang kedua paling cepat 3 (tiga) hari terhitung sejak tanggal Rapat Pembina yang pertama.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²5. harus mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Penggabungan Yayasan dapat dilakukan dengan menggabung 1 (satu) atau .²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 2.Pasal 36 ²²²²²²²²²²²²²²± 1. Ikhtisar lapoaran tahunan Yayasan disusun sesuai degan standar akuntansi keuangan yang berlaku dan diumumkan pada papan pengumuman di kantor Yayasan.²²²± 4.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²².²²²²²²²²²²²²²²²5. Rapat Pembina kedua tersebut sah.²²²²²²²²²² 5.(lima) bulan setelah berakhirnya tahunan buku Yayasan. laporan aktivitas. Perubahan Anggaan Dasar yang menyangkut perubahan nama dan kegiatan Yayasan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 4. Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilaksanakan berdasarkan keputusan Rapat Pembina.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²PERUBAHAN ANGGARAN DASAR ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²². Perubahan Anggaran Dasar selain yang menyakut hal ± hal sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 cukup diberitahukan kepada Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. apabila diambil berdasarkan persetujuan suara terbanyak dari jumlah Pembina yag hadir atau yang diwakili. maka keputusan ditetapkan berdasarkan persetujuan paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari seluruh jumlah Pembina yang hadir atau yang diwakili.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²6. Laporan tahunan wajib ditanda-tangani oleh pengurus dan Pengawas.²²²²²²²²± 2. Perubahan Anggaran Dasar tidak dapat dilakukan terhadap maksud dan tujuan Yayasan. Laporan tahunan disahkan oleh Pembina dalam rapat tahunan. Perubahan Anggaran Dasar dilakukan dengan akata notaries dan dibuat dalam bahasa Indonesia.3.P E N G G A B U N G A N ²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²²± Pasal 38 ²²²²²²²²²²²²²²1. Perubahan Anggaran Dasar tidak dapat dilakukan pada saat Yayasan dinyatakan pailit. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²2. laporan arus kas dan catatan laporan keuangan.²²²± 4.²²²²²²6. laporan keadaan dan kegiatan Yayasan selama tahun buku yang lalu serta hasil yang telah dicapai.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± 3.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² b.²²²²± ²²²²²²²²²²²²²² Pasal 37 ²²²²²²²²²²²²²²² 1. Laporan tahunan memuat sekurang-kurangnya :²²²²²²²²²²²²a.²²²²²²² 3. maka yang bersangkutan harus menyebutkan alasan tertulis. apabila dihadiri oleh lebih dari ½ (satu per satu) dari seluruh Pembina. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 tidak tercapai. Dalam hal terdapat anggota Pengurus atau pengawas yang tidak menandatangani laporan tersebut. yang dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pembina. kecuali atas persetujuan kurator.

dan disetujui paling sedikit ¾ (tiga per empat) dari seluruh jumlah anggota Pembina yang hadir. Yayasan bubar karena : ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²a.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± ²²²²²²²²²²²²²² Pasal 39 ²²²²²²²²²²²²²²² 1.²²²²²²²- . Pengurus Yayasan hasil penggabungan wajib mengumumkan hasil penggabungan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak penggabungan selesai dilakukan.²²²²²7. Yayasan yang menggabungkan diri tidak pernah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasarnya. Usulan penggabungan Yayasan dapat disampaikan oleh Pengurus kepada Pembina. Usul rencana penggabung sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 dituangkan dalam rancangan akata penggabung oleh Pengurus dari Yayasan yang akan menggabungkan diri dan yang akan menerima penggabungan. Putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukuk tetap berdasarkan ²² alasan:²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 1. Rancangan sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 dituangkan dalam akta penggabungan yang dibuat dihadapan notaris dalam bahasa Indonesia.² 3.²²²²²²²²²²²²²²²²± 2. Alasan sebagaimana dimaksud dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir. dan mengakibatkan Yayasan yang menggabungkan diri menjadi bubar.lebih Yayasan dengan Yayasan lain.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² c.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²b.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²5.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²3.²²²²²²4. Dalam hal penggabungan Yayasan diikuti dengan perubahan anggaran Dasar yang memerlukan persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.²²²²²²²²²²²²²²²²² 2.²²²6. ketertiban umum dan kesusilaan. Tujuan Yayasan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar telah tercapai atau tidak tercapai . atau ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² b. Yayasan melanggar ketertiban umum dan kesusilaan . Rancangan akta penggabungan harus mendapat persetujuan dari Pembina masing-masing Yayasan. Yayasan yang menerima penggabungan dan yang bergabung kegiatannya sejenis. atau²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² c. maka akta perubahan Anggaran Dasar Yayasan Wajib disampaikan Kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk memperoleh persetujuan dengan dilampirkan akta penggabungan. Pengurus dari masing-masing Yayasan yang akan menggabungkan dari dan yang akan menerima penggabungan menyusun usul rencana penggabungan. ketidakmampuanYayasan melakukan kegiatan usaha tanpa dukungan Yayasan. Penggabungan Yayasan sebagimana dimaksud dalam ayat 1 dapat dilakukan dengan memperhatikan :²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²a. Penggabungan Yayasan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Pembina yang dihadiri palingan sedikit ¾ (tiga per empat) dari seluruh anggota Pembina.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± P E M B U B A R A N ²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± Pasal 40 ²²²²²²²²²²²²²²²1.

Kekayaan sisa hasil likuidasi diserahkan kepada Yayasan lain yang mempunyai maksud dan tuuan yang sama dengan Yayasan yang bubar.²²²²²²²²² 8. Dalam hal laporan mengenai pembubaran Yayasan sebagaimana dimaksud ayat 8 dan pengumuman hasil likuidasi sebagaimana dimaksud ayat 7 tidak dilakukan.Pasal 41 ²²²²²²²²²²²²²± 1. Kekayaan sisa hasil likuidasi sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dapat diserahkan kepada badan hukum lain yang melakukan kegiatan yang sama denganYayasan yang bubar.²²²²²²² 6.²²± 2. wewenang. atau ²²3. Tidak mampu membayar utangnya setelah dinyatakan pailit. berlaku juga bagi likuidator.²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 5. pengangkatan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²2. kecuali untuk membereskan kekayaannya dalam proses likuidasi.²²²²² 7. Likuidasi atau kurator dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal proses likuidasi berakhir wajib melaporkan Pembubaran Yayasankepada Pembina. Harta kekayaan Yayasan tidak cukup untuk melunasi utanng setelah pernyataan pailit dicabut. maka Pengurus bertindak sebagai likuidator. tugas dan tanggung jawab.²²²²± ²²²² CARA PENGGUNAAN KEKAYAAN SISA LIKUIDASI ²²²² ²²²²²²²²²²²²²± Pasal 42 ²²²²²²²²²²²²²²²1. untuk semua surat keluar dicantumkan frase ³dalam likuidasi´ di belakang nama Yayasan. wajib mengumumkan hasil likuidasi dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia. pemberhentian. serta pengawasan terhadap pengurus. pemberhentian sementara.²²²²²²²²²²²²²²²3. Dalam hal tidak ditunjuk likuidator. berlaku peraturan perundangundangan di bidang kepailitan.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²4. Yayasan tidak dapat melakukan perbuatan hukum. Ketentuan mengenai penunjukan. Dalam hal Yayasan bubar. Likuidator atau kurator yang ditunjuk untuk melakukan pemberesan kekayaan Yayasan yang bubar atau dibubarkan. apabila hal tersebut diatur dalam Undang-undang yang berlaku bagi badan hkum tersebut. Pembina menunjuk likuidator untuk membereskan kekayaan Yayasan.²²²²²2.²² 3.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²²².²²²²²3. Dalam hal Yayasan bubar karena putusan pengadilan. Dalam kekayaan sisa hasil likuidasi tidak diserahkan kepada Yayasan lain atau kepada badan hukum lain sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan ayat . paling lambat 5 (lima) hari terhitung sejak tanggal penunjukan wajib mengumumkan pembubaran Yayasan dan proses likuidasinya dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia. mak bubarnya Yayasan tidak berlaku bagi pihak ketiga. maka pengadilan juga menunjuk likuidator. Likuidator atau kurator dalam jangka waktu paing lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal proses likuidasi berakhir.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 4. kewajiban. Dalam hal Yayasan bubar sebagaimana diatur dalam ayat 1 huruf a dan huruf b. Dalam hal pembubaran Yayasan karena pailit. Dalam hal Yayasan sedang dalam proses likuidasi.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² 9. Pembubaran Yayasan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Pembina yang dihadiri paling sedikit ¾ (tiga per empat) dari jumlah anggota Pembina dan disetujui paling sedikit ¾ (tiga per empat) dari jumlah anggota Pembina yang hadir.2.

²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² DEMIKIANLAH AKTA INI ²²²²²²²²² . untuk memilih tempat kedudukan dan untuk melaksanakan tindakan lain yang mungkin diperlukan. 2. 2. Notaris dan bertanggung jawab sepenuhnya atas hal tersebut dan selanjutnya para penghadap juga menyatakan telah mengerti dan memahami isi akta ini. pegawai Kantor Notaris. bertempat tinggal di Bekasi serta . 5. Pengurus :²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²± Ketua : Sekretaris : Bendahara : c. dan Pengawas Yayasan dengan susunan sebagai berikit :²²²²± a. setelah akta Pendirian ini mendapat pengesahan atau didaftarkan pada Instansi yang berwenang. baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri dengan hak untuk memindahkan kekuasaan ini kepada orang ini dikuasakan untuk memohon pengesahan dan/atau pendaftaran atas Anggaran Dasar ini kepada Instansi yang berwenang dan untuk membuat pengubahan dan atau tambahan dalam bentuk yang bagaimanapun juga yang diperlukan untuk memperoleh pengesahan tersebut dan untuk mengajukan serta menandatangani semua permohonan dan dokumen lainnya.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²² -Para penghadap dikenal oleh saya. 3. Notaris. b. kekayaan tersebut diserahkan kepada Negara dan penggunaannya dilakukan sesuai dengan maksud dan tujuan Yayasan yang bubar.PERATURAN PENUTUP²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²²²²²± Pasal 43 ²²²²²²²²²²²²² 1.2.²²²²²²²²²²²²²²²²2. Hal-hal yang tidak diatur atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diputuskan oleh Rapat Pembina.²²²²²²²²²²²²²²²-Para penghadap menyatakan dengan ini menjamin akan kebenaran identitas para penghadap sesuai tanda pengenal yang disampaikan kepada saya. Penguerus. 3.²²²²²²²²² ²²²²²²²²²²²². Pasal 14 Ayat dan Pasl 25 ayat 1 Anggaran Dasar ini mengenai tata cara pengangkatan Pembina. dan Pengawas untuk pertama kalinya diangkat susunan Pembina. Pengawas : Anggota : 1. pengurus.²²²²²²²²²²²²²²²²²²² -Pengurus Yayasan dan . anggota Pengurus Yayasan dan anggota Pengawas Yayasan tersebut telah diterima oleh masing-masing yang bersangkutan dan harus disahkan dalam Rapat Pembina pertama kali diadakan. Pembina : 1. pengangkatan anggota Pembina Yayasan. 4.²²²²²²²²² -Akta ini diselesaikan para pukul WIB ( Waktu Indonesia bagian Barat). Menyimpang dari ketentuan dalam Pasal 7 Ayat 4.

dengan dihadiri oleh :²²²²²²²²²²²²²²²²²²1. Salinan akta pendirian yayasan yang dibubuhi materai. maka segera para penghadap. Permohonan Pengesahan Pendirian Yayasan Permohonan pengesahan badan hukum yayasan diajukan oleh notaris kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI (Menkumham RI) dengan melampirkan: 1. Fotokopi surat keterangan domisili yayasan yang dikeluarkan oleh lurah atau kepala desa setempat dan dilegalisir notaris. dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota (Pasal 1 ayat 1). sebagai saksi-saksi. 2 -Keduanya pegawai Kantor Notaris. 5. Notaris menanda-tangani akata ini. 3. pada hari dan tanggal tersebut pada bagian awal akta ini. Bukti pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (menunggu PP PNBP baru). para saksi dan saya. Permohonan Persetujuan atas Akta Perubahan Anggaran Dasar Yayasan (Pasal 21 ayat 1) .²²²²²²²²²²-Setelah saya. keagamaan. Bukti pembayaran pengumuman dalam TBN (menunggu diterbitkan PP). 4. 2.²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²²-Dibuat TATA CARA PERMOHONAN PENGESAHAN PENDIRIAN YAYASAN Apa saja syarat yang diperlukan untuk mengajukan permohonan pengesahan pendirian yayasan di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Depkumham? Pengertian Yayasan Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahakan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial.-Dibuat dan diselesaikan di Bekasi. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama yayasan yang telah dilegalisir notaris. Notaris membacakan akta ini kepada para penghadap dan para saksi.

Bukti pendaftaran yayasan pada pengadilan negeri dan surat ijin kegiatan atau operasional dari . Bukti pembayaran pengumuman dalam TBN (menunggu diterbitkan PP). 5. Salinan akta notaris yang memuat perubahan anggaran dasar yayasan yang dibubuhi materai. Salinan akta notaris yang memuat perubahan anggaran dasar yayasan yang dibubuhi materai. Bukti pembayaran PNBP (menunggu PP PNBP baru). Fotokopi NPWP atas nama yayasan yang telah dilegalisir notaris. Fotokopi surat keterangan domisili yayasan yang dikeluarkan oleh lurah atau Kepala Desa setempat dan dilegalisir notaris. Pemberitahuan Pasal 71 ayat 2 Permohonan diajukan oleh notaris kepada Menkumham RI dengan melampirkan: 1. 4. Bukti pembayaran PNBP (menunggu PP PNBP baru). Salinan akta notaris yang memuat perubahan anggaran dasar yayasan yang dibubuhi materai 2. 3. Bukti pembayaran pengumuman dalam TBN (menunggu diterbitkan PP). 2. Fotokopi surat keterangan domisili yayasan yang dikeluarkan oleh lurah atau kepala desa setempat dan dilegalisir notaris. Pemberitahuan Pasal 21 ayat 2 Permohonan diajukan oleh notaris kepada Menkumham RI dengan melampirkan: 1. 3. Fotokopi NPWP atas nama yayasan yang telah dilegalisir notaris. 2. 4. 5.Permohonan persetujuan perubahan anggaran dasar yayasan diajukan oleh notaris kepada Menkumham RI dengan melampirkan: 1.

C-26. 3. 6. 7. Sedangkan khusus bagi Magister Manajemen dan Magister Akuntansi diperlukan untuk penentuan matrikulasi) Evaluasi Dasar Psikodiagnostik (khusus untuk Magister Psikologi Profesi) Persyaratan pendaftaran : y y y y Memiliki Ijazah dan Transkrip S1 dari semua jurusan ( Khusus bagi Magister Manajemen dan Magister Akuntansi) Memiliki Ijazah dan Transkrip yang sama/ sesuai dengan program studi yang dituju (Magister Hukum. 28 Tahun 2004 dan Keputusan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) No. Magister Kenotariatan. Fotokopi surat keterangan domisili yayasan yang dikeluarkan oleh lurah atau kepala desa setempat dan dilegalisir notaris. Bukti pembayaran PNBP (menunggu PP PNBP baru). Seluruh dokumen yang terkait dengan yayasan. Sumber: UU No. 4.instansi terkait sebelum tanggal 6 Agustus 2002. Bukti pembayaran pengumuman dalam TBN (menunggu diterbitkan PP).75 Tata cara Pendaftaran : . 5.HT. PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM PASCASARJANA Pascasarjana Universitas Surabaya melakukan penerimaan mahasiswa baru dengan seleksi melalui : y y y Tes Potensi Akademik (TPA) Tes Substansi Akademik (TSA) ----> (Khusus untuk Magister Psikologi Profesi. Fotokopi NPWP atas nama yayasan yang telah dilegalisir notaris. 8.10. Magister Psikologi Profesi dan Magister Farmasi Klinis) Memiliki Ijazah dan Transkrip Apoteker (Khusus untuk Magister Farmasi Klinis) IPK S1 min 2.01. Bukti pendaftaran yayasan pada pengadilan negeri dan Tambahan Berita Negara (TBN) sebelum tanggal 6 Agustus 2002.Tahun 2004 tanggal 06 Desember 2004.

00) Sabtu (Pukul 08. Raya Kalirungkut ± Surabaya Telp.00) . 2981190. Fax.00 ± 18.30 ± 12.y y y Membeli formulir sesuai dengan harga yang ditentukan di petugas promosi dan informasi Petugas promosi dan informasi memberi kwitansi sesuai dengan harga formulir Pendaftar mengisi formulir pendaftaran calon mahasiswa. form yang telah diisi dikembalikan ke petugas promosi dan informasi dengan dilengkapi persyaratan administratif yang berupa : o formulir biodata o fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang sudah dilegalisir o surat rekomendasi dari dosen (bagi lulusan S1) atau atasan (bagi yang sudah bekerja) o pasfoto 3x3 dan 3x4 masing-masing sebanyak 4 lembar o surat ijin dan persyaratan kesanggupan menanggung beban program bagi peserta yang ditugaskan oleh instansi Pembelian formulir dilakukan di : Sekretariat Pascasarjana Gedung Pascasarjana Lantai 2 . 2981191 (Setiap jam kerja) Jam Kerja : Senin ± Jumat (Pukul 10. Jl.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful