DIARE AKUT PADA ANAK

Pendahuluan Diare masih merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak di negara yang sedang berkembang. Dalam berbagai hasil Survei kesehatan Rumah Tangga diare menempati kisaran urutan ke-2 dan ke-3 berbagai penyebab kematian bayi di Indonesia1. Sebagian besar diare akut disebabkan oleh infeksi. Banyak dampak yang terjadi karena infeksi seluran cerna antara lain pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorpsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit dan keseimbangan asam basa. Invasi dan destruksi sel epitel, penetrasi ke lamina propria serta kerusakan mikrovili dapat menimbulkan keadaan maldiges dan malabsorpsi2. Bila tidak mendapatkan penanganan yang adekuat pada akhirnya dapat mengalami invasi sistemik2. Secara umum penanganan diare akut ditujukan untuk mencegah/menanggulangi dehidrasi serta gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa, kemungkinan terjadinya intolerasi, mengobati kausa diare yang spesifik, mencegah dan menanggulangi gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta. Untuk melaksanakan terapi diare secara komprehensif, efisien dan efekstif harus dilakukan secara rasional. Pemakaian cairan rehidrasi oral secara umum efektif dalam mengkoreksi dehidrasi. Pemberian cairan intravena diperlukan jika terdapat kegagalan oleh karena tingginya frekuensi diare, muntah yang tak terkontrol dan terganggunya masukan oral oleh karena infeksi. Beberapa cara pencegahan dengan vaksinasi serta pemakaian probiotik telah banyak diungkap dan penanganan menggunakan antibiotika yang spesifik dan antiparasit3. Makalah ini membahas tatalaksana diare akut dalam upaya mengurangi kejadian komplikasi akibat diare akut. Definisi Diare akut menurut Cohen4 adalah keluarnya buang air besar sekali atau lebih yang berbentuk cair dalam satu hari dan berlangsung kurang 14 hari. Menurut Noerasid5 diare akut ialah diare yang terjadi secara mendakak pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat. Sedangkan American Academy of Pediatrics (AAP) mendefinisikan diare dengan karakteristik peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi, dapat disertai atau tanpa gejala dan tanda seperti mual, muntah, demam atau sakit perut yang berlangsung selama 3 7 hari6. Epidemiologi

Setiap tahun diperikirakan lebih dari satu milyar kasus diare di dunia dengan 3,3 juta kasus kematian sebagai akibatnya7. Diperkirakan angka kejadian di negara berkembang berkisar 3,5 7 episode per anak pertahun dalam 2 tahun pertama kehidupan dan 2 5 episode per anak per tahun dalam 5 tahun pertama kehidupan8. Hasil survei oleh Depkes. diperoleh angka kesakitan diare tahun 2000 sebesar 301 per 1000 penduduk angka ini meningkat bila dibanding survei pada tahun 1996 sebesar 280 per 1000 penduduk. Diare masih merupakan penyebab utama kematian bayi dan balita. Hasil Surkesnas 2001 didapat proporsi kematian bayi 9,4% dengan peringkat 3 dan proporsi kematian balita 13,2% dengan peringkat 29. Diare pada anak merupakan penyakit yang mahal yang berhubungan secara langsung atau tidak terdapat pembiayaan dalam masyarakat. Biaya untuk infeksi rotavirus ditaksir lebih dari 6,3 juta poundsterling setiap tahunya di Inggris dan 352 juta dollar di Amerika Serikat. Klasifikasi Diare secara garis besar dibagi atas radang dan non radang. Diare radang dibagi lagi atas infeksi dan non infeksi. Diare non radang bisa karena hormonal, anatomis, obat-obatan dan lain-lain. Penyebab infeksi bisa virus, bakteri, parasit dan jamur, sedangkan non infeksi karena alergi, radiasi10. Etiologi Penyebab diare akut pada anak secara garis besar dapat disebabkan oleh gastroenteritis, keracunan makanan karena antibiotika dan infeksi sistemik. Etiologi diare pada 25 tahun yang lalu sebagian besar belum diketahui, akan tetapi kini, telah lebih dari 80% penyebabnya diketahui. Pada saat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi7.

Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah Rotavirus (40 60%) sedangkan virus lainya ialah virus Norwalk, Astrovirus, Cacivirus, Coronavirus, Minirotavirus. Bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah Aeromonas hydrophilia, Bacillus cereus, Compylobacter jejuni, Clostridium defficile,Clostridium perfringens, E coli, Pleisiomonas, Shigelloides, Salmonella spp, staphylococus aureus, vibrio cholerae dan Yersinia enterocolitica, Sedangkan penyebab diare oleh parasit adalah Balantidium coli, Capillaria phiplippinensis, Cryptosporodium, Entamoba hystolitica, Giardia lambdia, Isospora billi, Fasiolopsis buski, Sarcocystis suihominis, Strongiloides stercorlis, dan trichuris trichiura. 4,7,11,12 Patogenesis terjadinya diare yang disebabkan virus yaitu virus yang masuk melalui makanan dan minuman sampai ke enterosit, akan menyebabkan infeksi dan kerusakan villi usus halus. Enterosit yang rusak diganti dengan yang baru yang fungsinya belum matang, villi mengalami atropi dan tidak

Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. dehidrasi iso-natrema ( 130m 150 mEg/L ) dan dehidrasi hipernatremia ( > 150 mEg/L ). shigella.7. dan Ca dependen. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit.7 Diare karena bakteri terjadi melalui salah satu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transpor ion dalam sel-sel usus cAMP. Kesadaran Menurun Sumber : Sandhu 200116 Sangat Sulit. Sadar Normal Gelisah Rewel Cekung Sangat cekung dan kering Kering 5 10 50 100 % Letargik. India. Diare osmotik terjadi karena terdapatnya bahan yang tidak dapat diabsorpsi oleh usus akan difermentasi oleh bahteri usus sehingga tekanan osmotik di lumen usus meningkat yang akan menarik cairan. produk susu.15 Derajat Dehidrasi Gejala & Tanda Tanpa Dehidrasi Dehidrasi Ringan Sedang Dehidrasi Berat Keadaan Umum Mata Mulut/ Lidah Basah Rasa Haus Minum Normal.7.7 Patofisiologi Menurut patofisiologinya diare dibedakan dalam beberapa kategori yaitu diare osmotik.7 Sebuah studi tentang maslah diare akut yang terjadi karena infeksi pada anak di bawah 3 tahun di Cina. Beberapa macam obat. Antibiotika akan menekan flora normal usus sehingga organisme yang tidak biasa atau yang kebal antibiotika akan berkembang bebas.cGMP.4. campak atau pada infeksi sistemik lainnya misalnya. Burma dan Pakistan. radang tenggorokan. Diare sekretorik terjadi karena toxin dari bakteri akan menstimulasi c AMP dan cGMP yang akan menstimulasi sekresi cairan dan elektrolit. Coli enterotoksigenik Rotavirus jelas merupakan penyebab diare akut yang paling sering diidentifikasi pada anak dalam komunitas tropis dan iklim sedang. sisanya 15 % adalah diare hipernatremia dan 5% adalah diare hiponatremia. terutama antibiotika dapat juga menjadi penyebab diare. 5. hanya tiga agen infektif yang secara konsisten atau secara pokok ditemukan meningkat pada anak penderita diare. Tidak Haus Tampak Kehausan Kulit Dicubit kembali cepat Kembali lambat Kembali sangat lambat % Estimasi turun def. Pada umunya dehidrasi yang terjadi adalah tipe iso natremia (80%) tanpa disertai gangguan osmolalitas cairan tubuh. E coli agak berbeda dengan patogenesis diare oleh virus. akan meningkatkan tekanan koloid osmotik usus dan meningkatkan motilitasnya sehingga timbul diare.Shigella spp dan E.misal pada diabetik neuropathi.14 Di samping itu sifat farmakokinetik dari obat itu sendiri juga memegang peranan penting. . tetapi prinsipnya hampir sama. makanan asing terdapat individu tertentu yang pedas atau tidak sesuai kondisi usus dapat pula disebabkan oleh keracunan makanan dan bahan-bahan kimia.dapat mengabsorpsi cairan dan makanan dengan baik. post vagotomi. Agen ini adalah Rotavirus. Patogenesis terjadinya diare oleh salmonella.4. Bedanya bekteri ini dapat menembus (invasi) sel mukosa usus halus sehingga depat menyebakan reaksi sistemik. tidak bisa kering minum >10 >100 % Berdasarkan konsentrasi Natrium plasma tipe dehidrasi dibagi 3 yaitu : dehidrasi hiponatremia ( < 130 mEg/L ).dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dhidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. schistosomiasis. Diare juga berhubungan dengan penyakit lain misalnya malaria. post reseksi usus serta hipertiroid.7 Manifestasi kinis Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa.Toksin shigella juga dapat masuk ke dalam serabut saraf otak sehingga menimbulkan kejang. cairan BB <5 50 % Baik. Meksiko. Diare oleh kedua bakteri ini dapat menyebabkan adanya darah dalam tinja yang disebut disentri. sekretorik dan diare karena gangguan motilitas usus. Myanmar.13 Diare dapat disebabkan oleh alergi atau intoleransi makanan tertentu seperti susu. Sedangkan diare karena gangguan motilitas usus terjadi akibat adanya gangguan pada kontrol otonomik. pneumonia. dan otitis media.

selanjutnya 70ml/kgbb/2-2½ jam . biasanya disertai hiperkloremia. AAP merekomendasikan cairan rehidrasi oral (ORS) untuk rehidrasi dengan kadar natrium berkisar antara 75-90 mEq/L dan untuk pencegahan dan pemeliharaan dengan natrium antara 40-60mEq/L 11 Anak yang diare dan tidak lagi dehidrasi harus dilanjutkan segera pemberian makanannya sesuai umur6. Selain penurunan bikarbonat serum terdapat pula penurunan pH darah kenaikan pCO2. pertama kali pada otot anggota badan dan otot pernapasan. dan dilatasi lambung. Keadaan dehidrasi berat dengan hipoperfusi ginjal serta eksresi asam yang menurun dan akumulasi anion asam secara bersamaan menyebabkan berlanjutnya keadaan asidosis. Keuntungan upaya terapi oral karena murah dan dapat diberikan dimana-mana. Cairan hipotonik 3. Dehidrasi Berat Penderita dengan dehidrasi berat. sehingga pada keadaan asidosis metebolik dapat terjadi hipokalemia. Bila diare profus dengan pengeluaran air tinja yang banyak ( > 100 ml/kgBB/hari ) atau muntah hebat (severe vomiting) sehingga penderita tak dapat minum sama sekali. Hal ini akan merangsang pusat pernapasan untuk meningkatkan kecepatan pernapasan sebagai upaya meningkatkan eksresi CO2 melalui paru ( pernapasan Kussmaul ) Untuk pemenuhan kebutuhan kalori terjadi pemecahan protein dan lemak yang mengakibatkan meningkatnya produksi asam sehingga menyebabkan turunnya nafsu makan bayi. pernafasan Kussmaul. gangguan dinamik sirkulasi ) memerlukan pemberian cairan elektrolit parenteral. Pemberian secara oral dapat dilakukan untuk dehidrasi ringan sampai sedang dapat menggunakan pipa nasogastrik. Kehilangan kalium juga melalui cairan tinja dan perpindahan K+ ke dalam sel pada saat koreksi asidosis dapat pula menimbulkan hipokalemia. Rehidrasi pada dehidrasi ringan dan sedang dapat dilakukan dengan pemberian oral sesuai dengan defisit yang terjadi namun jika gagal dapat diberikan secara intravena sebanyak : 75 ml/kg bb/3jam. yaitu12 : 1. Penggantian cairan bila masih ada diare atau muntah dapat diberikan sebanyak 10ml/kgbb setiap diare atau muntah. Suplemen dnegan CRO ( CRO rumatan ) 9. Menggunakan CRO ( Cairan rehidrasi oral ) 2.17 : Usia <12 bln: 30ml/kgbb/1jam. Realiminasi cepat dengan makanan normal 5. Anti diare tidak diperlukan b. EKG mnunjukkan gelombang T yang mendatar atau menurun dengan munculnya gelombang U. Kelemahan otot merupakan manifestasi awal dari hipokalemia. Dehidrasi Ringan Sedang menimbulkan sklerosis ginjal yang berlanjut menjadi oliguria dan gagal ginjal. selanjutnya 70ml/kgbb/5jam Usia >12 bln: 30ml/kgbb/1/2-1jam. yaitu dehidrasi lebih dari 10% untuk bayi dan anak dan menunjukkan gangguan tanda-tanda vital tubuh ( somnolen-koma.17 Kadar kalium plasma dipengaruhi oleh keseimbangan asam basa . walaupun pada dehidrasi ringan dan sedang.Kehilangan bikarbonat bersama dengan diare dapat menimbulkan asidosis metabolik dengan anion gap yang normal ( 8-16 mEg/L). Biasanya dapat dilakukan setelah 3-4 jam pada bayi dan 1-2 jam pada anak . Disfungsi otot harus menimbulkan ileus paralitik.6 Beratnya dehidrasi secara akurat dinilai berdasarkan berat badan yang hilang sebagai persentasi kehilangan total berat badan dibandingkan berat badan sebelumnya sebagai baku emas.18 Pemberian terapi cairan dapat dilakukan secara oral atau parateral. Tidak dibenarkan memberikan susu yang diencerkan 7. Tidak dibenarkan memberikan susu formula khusus 6. Pada ginjal kekurangan K+ mengakibatkan perubahan vakuola dan epitel tubulus dan a. ASI diteruskan 8. atau kembung yang sangat hebat (violent meteorism) sehingga upaya rehidrasi oral tetap akan terjadi defisit maka dapat dilakukan rehidrasi parenteral walaupun sebenarnya rehidrasi parenteral dilakukan hanya untuk dehidrasi berat dengan gangguan sirkulasi15. Pemberian cairan oral dapat dilakukan setelah anak dapat minum sebanyak 5ml/kgbb/jam.7 Penatalaksanaan Pengantian cairan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi efektif diare akut.15. Dapat terjadi arefleks. Penggantian cairan parenteral menurut panduan WHO diberikan sebagai berikut 12.17 Secara ringkas kelompok Ahli gastroenterologi dunia memberikan 9 pilar yang perlu diperhatikan dalam penatalaksanaan diare akut dehidrasi ringan sedang pada anak. paralisis dan kematian karena kegagalan pernapasan. Rehidrasi oral cepat 3 4 jam 4.

namun hal ini tidaklah menjadi masalah besar karena hanya menyangkut waktu yang pendek. sehingga dapat mengembalikan dengan cepat volume darahnya. Itulah sebabnya mengapa pada pemberian terapi cairan diusahakan agar penderita bila memungkinkan cepat mendapatkan makanan / minuman sebagai biasanya bahkan pada dehidrasi ringan sedang yang tidak memerlukan terapi cairan parenteral makan dan minum tetap dapat dilanjutkan. Kecuali pada bayi berusia di bawah 2 bulan karena potensi terjadinya sepsis oleh karena bakteri mudah mengadakan translokasi kedalam sirkulasi. hidroksikuinolon dan sulfonamid dapat memperberat yang resisten dan menyebabkan malabsorpsi. Cairan NaCL dengan atau tanpa dekstrosa dapat dipakai.18 Obat anti diare hanya simtomatis bukan spesifik untuk mengobati kausa.225%+D5 Riger Laktat Ka-En 3B Ka-En 3B Standard WHO-ORS Reduced osmalarity WHO-ORS EPSGAN recommendation 308 428 253 273 290 264 311 245 213 50 50 27 38 111 70 60 154 77 38.16 Sejumlah cairan rehidrasi oral dengan osmolaliti 210 268 mmol/1 dengan Na berkisar 50 75 mEg/L. serta memperbaiki renjatan hipovolemiknya.18 Pemilihan jenis cairan Cairan Parenteral dibutuhkan terutama untuk dehidrasi berat dengan atau tanpa syok. Antibiotik yang tidak diserap usus seperti streptomisin. tidak memperbaiki kehilangan air dan elektrolit serta menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. karena penyebab terbesar dari diare pada anak adalah virus (Rotavirus). Segala kekurangan tubuh akan karbohidrat. neomisin.19 Komposisi elektrolit pada diare akut : Komposisi rata-rata elektrolit mmol/L Na Diare Kolera Dewasa 140 Diare Kolera Balita 101 Diare Non Kolera 56 Balita Sumber : Ditjen PPM dan PLP.Walaupun pada diare terapi cairan parenteral tidak cukup bagi kebutuhan penderita akan kalori.5 109 4 Laktat 28 50 20 Laktat 20 28 8 Laktat 10 20 80 Citrat 10 65 70 20 20 Citrat 10 Citrat 3 mengandung glukosa untuk mencegah hipoglikemia. Jenis cairan parenteral yang saat ini beredar dan dapat memenuhi kebutuhan sebagai cairan pengganti diare dengan dehidrasi adalah Ka-EN 3B. Apabila penderita telah kembali diberikan diet sebagaimana biasanya . tetapi tidak mengandung elektrolit yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup. lemak dan protein akan segera dapat dipenuhi.199920 Mengobati kausa Diare Tidak ada bukti klinis dari anti diare dan anti motilitis dari beberapa uji klinis.21 Sebagian besar kasus diare tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotika oleh karena pada umumnya sembuh sendiri (self limiting). Namun demikian kosentrasi kaliumnya rendah dan tidak Komposisi cairan Parenteral dan Oral : Osmolalitas(mOsm/L) Glukosa(g/L) Na+(mEq/L) NaCl 0. memperlihatkan efikasi pada diare anak dengan kolera atau tanpa kolera.12 Antibiotik hanya diperlukan pada sebagian kecil penderita diare misalnya kholera shigella. atau pada anak/bayi yang menunjukkan K 13 27 26 Cl 104 92 55 HCO3 44 32 14 Macam .5 130 50 30 90 75 60 CIK+(mEq/L) Basa(mEq/L) (mEq/L) 154 77 38.45 %+D5 NaCl 0. Cairan Ringer Laktat (RL) adalah cairan yang banyak diperdagangkan dan mengandung konsentrasi natrium yang tepat serta cukup laktat yang akan dimetabolisme menjadi bikarbonat.9 % NaCl 0.

Hasil meta analisa Van Niel dkk 25 menyatakan lactobacillus aman dan efektif dalam pengobatan diare akut infeksi pada anak. Hospital Nacional Cayetano Heredia. dan fungsi sel. Anti motilitis seperti difenosilat Beberapa antimikroba yang sering dipakai antara lain 15.Bila diberikan bersamaan dengan cairan rehidrasi oral akan memberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan hanya memberikan cairan rehidrasi oral saja . kompetisi nutrien.21 Shigella : Trimetroprim 5-10mg/kg/hari Sulfametoksasol 25mg/kg/hari Diabgi 2 dosis (5 hari) Asam Nalidiksat : 55mg/kg/hari dibagi 4 (5 hari) Amebiasis: Metronidasol 30mg/kg/hari dibari 4 dosis 9 5-10 hari) Untuk kasus berat : Dehidro emetin hidrokhlorida 1-1.Hasil yang sama juga didapatkan oleh Cojocaru dkk dan cejard dkk.5 mg/kg (maks 90mg)(im) s/d 5 hari tergantung reaksi (untuk semua umur) Giardiasis : Metronidasol 15mg. melaporkan bahwa pemakaian Racecadotril ( acetorphan ) yang merupakan enkephalinace inhibitor dengan efek anti sekretorik serta anti diare ternyata cukup efektif dan aman bila diberikan pada anak dengan diare akut oleh karena tidak mengganggu motilitas usus sehingga penderita tidak kembung . dan menurunkan frekuensi diare pada hari ke dua pemberian sebanyak 1 2 kali.14. 14.secara klinis gajala yang berat serta berulang atau menunjukkan gejala diare dengan darah dan lendir yang jelas atau segala sepsis15.23 Probiotik Probiotik merupakan bakteri hidup yang mempunyai efek yang menguntungkan pada host dengan cara meningkatkan kolonisasi bakteri probiotik didalam lumen saluran cerna sehingga seluruh epitel mukosa usus telah diduduki oleh bakteri probiotik melalui reseptor dalam sel epitel usus. modifikasi toksin atau reseptor toksin. Kemungkinan mekanisme efekprobiotik dalam pengobatan diare adalah : Perubahan lingkungan mikro lumen usus.18 Kolera : Tetrasiklin 50mg/kg/hari dibagi 4 dosis (2 hari) Furasolidon 5mg/kg/hari dibagi 4 dosis (3 hari) dan loperamid dapat menimbulkan paralisis obstruksi sehingga terjadi bacterial overgrowth.s diarrhea.24 Mikronutrien Dasar pemikiran pengunaan mikronutrien dalam pengobatan diare akut didasarkan kepada efeknya terhadap fungsi imun atau terhadap struktur dan fungsi saluran cerna dan terhadap proses perbaikan epitel seluran cerna selama diare.untuk pemakaian yang lebih luas masih memerlukan penelitian lebih lanjut yang bersifat multi senter dan melibatkan sampel yang lebih besar. menurunkan lamanya diare kira-kira 2/3 lamanya diare. speudomembran colitis maupun diare yang disebabkan oleh karena pemakaian antibiotika yang tidak rasional rasional (antibiotik asociatek diarrhea ) dan travellers.Antidiare Salazer lindo E dkk 22 dari Department of Pedittrics. suplementasi seng secara klinis penting dalam menurunkan lama dan beratnya . Dengan mencermati penomena tersebut bakteri probiotik dapat dipakai dengan cara untuk pencegahan dan pengobatn diare baik yang disebabkan oleh Rotavirus maupun mikroorganisme lain. juga berperan penting di dalam pertumbuhan sel dan fungsi kekebalan .19 Sazawal S dkk 26 melaporkan pada bayi dan anak lebih kecil dengan diare akut. Lima.kg/hari dibagi 4 dosis ( 5 hari Antisekretorik . efektrofik pada mukosa usus dan imunno modulasi. mencegah adhesi patogen pada anterosit. polyribosomes .24 Terdapat banyak laporan tentang penggunaan probiotik dalam tatalaksana diare akut pada anak. selaput sel.15. gangguan absorpsi dan sirkulasi. produksi bahan anti mikroba terhadap beberapa patogen. Seng telah dikenali berperan di dalam metallo enzymes.Peru.

19 Bhandari dkk 28 mendapatkan pemberian vitamin A 60mg dibanding dengan plasebo selama diare akut dapat menurunkan beratnya episode dan risiko menjadi diare persisten pada anak yang tidak mendapatkan ASI tapi tidak demikian pada yang mendapat ASI. dan cereal). infeksi sistemik lain (sepsis. terutama pada anak dengan gizi yang kurang. Mencegah / Menanggulangi Gangguan Gizi Amatlah penting untuk tetap memberikan nutrisi yang cukup selama diare.probiotik. Penyebab utama diare akut adalah infeksi Rotavirus yang bersifat self limiting sehingga tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotika.31 Sabagaimana halnya intoleransi laktosa. maka intoleransi lemak pada diare akut sifatnya sementara dan biasanya tidak terlalu berat sehingga tidak memerlukan formula khusus. gula sederhana yang dapat memperburuk diare seperti minuman kaleng dan sari buah apel. Kesimpulan Diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Penggantian cairan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi diare akut. Beberapa penyakit penyerta yang sering terjadi bersamaan dengan diare antara lain : infeksi saluran nafas.Masalah utama diare akut pada anak berkaitan dengan risiko terjadinya dehidrasi. Sehingga dalam menangani diarenya juga perlu diperhatikan penyakit penyerta yang ada. karena pulihnya mukosa usus tergantung dari nutrisi yang cukup. karena masih tingginya angka kesakitan dan kematian. Strand 27 Menyatakan efek pemberian seng tidak dipengaruhi atau meningkat bila diberikan bersama dengan vit A. satu-satunya pendekatan terapi yang paling dianjurkan. Pemakaian antibitika hanya untuk kasus-kasus yang diindikasikan. Untuk intoleransi laktosa ringan dan sedang sebaiknya diberikan formula susu rendah laktosa. kurang gizi.Bila tidak makalah ini akan merupakan faktor yang memudahkan terjadinya diare kronik29 Pemberian kembali makanan atau minuman (refeeding) secara cepat sangatlah penting bagi anak dengan gizi kurang yang mengalami diare akut dan hal ini akan mencegah berkurangnya berat badan lebih lanjut dan mempercepat kesembuhan. kentang.Pada situasi yang memerlukan banyak energi seperti pada fase penyembuhan diare. Minuman dan makanan jangan dihentikan lebih dari 24 jam. dan mikronutrien dapat memperbaiki frekuensi dan lamanya diare. Pengobatan diare akut dengan vitamin A tidak memperlihatkan perbaikan baik terhadap lamanya diare maupun frekuensi diare. dan pisang) dan gandum ( beras. Juga makanan tinggi lemak yang sulit ditoleransi karena karena menyebabkan lambatnya pengosongan lambung. infeksi susunan saraf pusat. Pada anak lebih besar makanan yang direkomendasikan meliputi tajin ( beras. gandum. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemberian makanan atau nutrisi yang cukup selama diare dan mengobati penyakit penyerta. Upaya rehidrasi menggunakan cairan rehidrasi oral merupakan Pemberian susu rendah laktosa atau bebas laktosa diberikan pada penderita yang menunjukkan gejala klinik dan laboratorium intoleransi laktosa. infeksi saluran kemih. penyakit jantung dan penyakit ginjal 33. Air susu ibu dan susu formula serta makanan pada umumnya harus dilanjutkan pemberiannya selama diare penelitian yang dilakukan oleh Lama more RA dkk30 menunjukkan bahwa suplemen nukleotida pada susu formula secara signifikan mengurangi lama dan beratnya diare pada anak oleh karena nucleotide adalah bahan yang sangat diperlukan untuk replikasi sel termasuk sel epitel usus dan sel imunokompeten. Pemakaian anti sekretorik. Namun bila terdapat intoleransi laktosa yang berat dan berkepanjangan tetap diperlukan susu formula bebas laktosa untuk waktu yang lebih lama. mi.diare. .campak ). Intoleransi laktosa berspektrum dari yang ringan sampai yang berat dan kebanyakan adalah tipe yang ringan sehingga cukup memberikan formula susu biasanya diminum dengan pengenceran oleh karena intoleransi laktosa ringan bersifat sementara dan dalam waktu 2 3 hari akan sembuh terutama pada anak gizi yang baik. diet rendah lemak justru dapat memperburuk keadaan malnutrisi dan dapat menimbulkan diare kronik 32 Menanggulangi Penyakit Penyerta Anak yang menderita diare mungkin juga disertai dengan penyakit lain. Makanan yang harus dihindarkan adalah makanan dengan kandungan tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful