59

BAB IV
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan
Analisis terhadap sistem yang sedang berjalan merupakan salah satu
langkah untuk menentukan prosedur yang sedang dirancang, karena dengan
analisa sistem kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem yang
kita buat.
Pada sistem yang sudah berjalan, sistem persediaan barang dicatat secara
manual dan terkomputerisasi. Namun pada pencatatan pada komputer masih
menggunakan pencatatan dengan menggunakan program aplikasi yang sudah ada,
yaitu dengan menggunakan aplikasi MS.Excel. Sehingga pencatatannya kadang-
kadang sering terlambat dan informasi yang didapat belum tentu up to date.
4.1.1. Analisis Dokumen
Dokumen - dokumen yang berhubungan dan terlibat dengan sistem
persediaan barang di gudang pada PT. Isopanel Dunia Sukabumi adalah sebagai
berikut :
1. Kartu Stock
Merupakan dokumen yang sangat vital bagi sistem persediaan.
Informasi yang didapat 90% real, dikarenakan setiap aktifitas keluar dan
masuk barang dicatat pada kartu stock, yang dicatat bersamaan pada saat
transaksi keluar atau masuk barang.
60
Kartu stock dibuat untuk setiap item barang, disimpan pada
gantungan atau pada tempat-tempat yang dekat dengan barang yang
dicatat.
2. Slip pengambilan barang
Slip pengambilan barang (SPB) yaitu dokumen yang dipakai
untuk proses pengambilan barang digudang. Terdiri dari tiga rangkap,
putih untuk gudang, merah untuk bagian accounting, dan kuning untuk
bagian yang mengambil barang.
SPB harus ditandatangani oleh orang yang meminta barang, dan
diketahui oleh kepala bagian/ ketua regu pada bagian yang sama. Pada
saat barang sudah diserahkan bagian gudang dan orang yang
menerima/mengambil barang akan ikut menandatangani SPB.
3. Laporan penerimaan barang.
Laporan penerimaan barang adalah suatu dokumen yang dibuat
sebagai bukti bahwa telah diterima barang dari suplier atau dari pihak
yang mengembalikan barang.
4. Purchase requisition.
Purchase requisition adalah suatu dokumen yang dibuat untuk
mengajukan permohonan pembelian barang ke bagian Purchasing.
Purchase requisition dibuat berdasarkan stock minimun pada kartu stok,
atau berdasarkan pada permintaan barang jenis baru yang belum ada
sebelumnya

61
5. Surat jalan dari Suplier.
Surat jalan adalah dokumen pendukung sebagai bukti suplier sudah
mengirim barang kepada bagian gudang, ditandatangi oleh Suplier dan
pengirim barang, setelah barang diterima maka bagian gudang akan ikut
menandatangani surat jalan sebagai penerima barang.
6. Copy Purchase Order dari Bagian Purchasing sebagai lampiran.
Copy Purchase Order (PO) disini adalah sebagai bahan referensi
pada saat penerimaan barang dari Suplier. PO dibuat oleh bagian
Purchasing setelah mendapat Purchase requisition dari bagian gudang.
PO dibuat untuk melakukan pesanan pesanan pembelian barang kepada
suplier, biasanya dikirim ke suplier dengan cara difaximile.
4.1.2. Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan
Analisis sistem yang sedang berjalan dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui proses kerja yang sedang dilakukan atau berjalan. Pokok-pokok yang
dianalisis meliputi analisis dokumen, analisis prosedur atau aliran data, diagram
konteks dan data flow diagram.
4.1.2.1.Flow Map Yang Sedang Berjalan
Bagan alir Flow Map menunjukkan arus dari pekerjaan secara keseluruhan
dari sistem termasuk arus laporan dan formulir beserta tembusan-tembusannya.
Bagan alir ini digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk
dokumentasi. Flowmap ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang
ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di
sistem.
62
Prosedur pemesanan barang pada sistem yang sedang berjalan adalah
sebagai berikut :
1. Dengan acuan stok minimun yang terdapat pada kartu stok, petugas
lapangan gudang menginformasikan kepada bagian administasi gudang
bahwa volume barang sisa mendekati batas minimum.
2. Petugas administrasi gudang membuat pengajuan permohonan
permbelian (purchase requisition) barang. Dalam form tersebut tercantum
daftar nama-nama barang yang dipesan, berikut volume akhir dan volume
barang yang dipesan. Form dicetak 3 rangkap.
3. Form purchase requisition diserahkan ke bagian purchasing.
4. Bagian Purchasing akan memproses pengajuan permohonan permbelian
(purchase requisition) tersebut ke bagian accounting untuk mendapatkan
acc untuk pembelian.
5. Bila purchase requisition di acc maka pengajuan permohonan pembelian
(purchase requisition) akan dikembalikan ke bagian purchasing dan
bagian Puchasing akan membuat Purchase Order (PO). Dan bila bagian
akunting tidak meng Acc permohonan tersebut maka purchase requition
akan dikembalikan untuk diperiksa lagi ke bagian purchasing.
Purchase Order yang sudah ditanda tangani dikirim ke supplier, biasanya
dikirim melalui faximile



63
Flow Map Pemesanan Barang
Bagian Gudang Bagian Purchasing Bagian Accounting Supplier
Stok Minimum
Pada Kartu
Stok
Membuat
Purchase
Requisition
Purchase
Requition
Purchase
Requition
Memproses
Purchase
Requisition
Purchase
Requition Yang
Sudah di
Proses
Purchase
Requition Yang
Sudah di
Proses
ACC
Tidak
Ya
Purchase
Requition Yang
Sudah di ACC
Purchase
Requition Yang
Sudah di ACC
Membuat
Purchase
Order
Purchase
Order
Tanda tangan
Purchase
Order
Purchase Order
Yang Sudah di
Tanda tangan
Purchase Order
Yang Sudah di
Tanda tangan
Purchase
Requition Yang
Sudah di ACC
Arsip
Arsip
Arsip

Gambar 4.1 Flow Map Pemesanan Barang Yang Sedang Berjalan
Keterangan : Arsip Purchase Requisition ( Surat permohonan pembelian)
Arsip Purchase Order ( Pesanan barang )

64
Prosedur penerimaan barang pada sistem yang sedang berjalan adalah
sebagai berikut :
1. Setelah menerima Purchase Order, dan syarat-syarat pembelian barang,
suplier akan mengirim barang yang dipesan dari pabrik/kantor suplier
tersebut ke bagian gudang. Disertai dengan Surat Jalan/Delivery Order.
Cepat lambatnya barang diterima tergantung jarak suplier dengan gudang.
2. Pengirim barang (dalam hal ini masih dianggap suplier) akan memberikan
surat jalan/Delivery Order disertai copy-an Purchase Order sebagai bukti
telah membawa barang.
3. Petugas gudang akan memeriksa kualitas dan kuantitas barang yang
datang, disesuaikan dengan Purchase Order dan surat jalan/Delivery
Order.
4. Setelah dilakukan pengecekan dan barang sudah diperiksa, petugas
gudang menerima barang yang dikirim suplier.
5. Petugas gudang selanjutnya menandantangi surat jalan/Delivery Order
dari suplier, dan mengambil salah satu rangkapannya.
6. Petugas gudang menyimpan barang yang baru datang & mencatat
transaksi ke dalam kartu
7. Petugas gudang membuat laporan penerimaan barang.
8. Laporan penerimaan barang ditandatangani dan diserahkan ke bagian
Purchasing.


65
Flow Map Penerimaan Barang

Gambar 4.2 Flow Map Penerimaan Barang Yang Sedang Berjalan
Keterangan : LPB ( laporan penerimaan barang )
Arsip Laporan penerimaan barang
66
Prosedur pengeluaran barang pada sistem yang sedang berjalan adalah
sebagai berikut :
1. Bagian yang membutuhkan barang (terutama bagian produksi) akan
mengisi slip pengambilan barang, berisi daftar nama barang yang
dibutuhkan berikut jumlahnya, kemudian ditandantangi oleh peminta
barang.
2. Form yang sudah ditandatangi selanjutnya diberikan leader/ pimpinan
subbagian-nya untuk mendapat persetujuan permohonan permintaan
barang.
3. Form yang sudah mendapat persetujuan kemudian dibawa ke bagian
gudang.
4. Setelah menerima slip pengeluaran barang, petugas gudang menyiapkan
barang-barang yang diperlukan sesuai dengan slip pengambilan barang
itu.
5. Barang-barang yang sudah disiapkan kemudian diserahkan ke orang
yang meminta, sambil melakukan re-check berdasarkan slip pengambilan
tersebut.
6. Setelah selesai menyerahkan barang, petugas gudang menandatangani
slip, begitu juga yang mengambil barang ikut menandatangani slip
pengambilan barang tersebut
7. Rangkap warna kuning diberikan kepada yang mengambil barang. Putih
untuk arsip gudang dan yang kuning untuk bagian accounting.
8. Bagian gudang mencatat transaksi ke dalam kartu stock.
67
Flow Map Pengeluaran Barang

Gambar 4.3 Flow Map Pengeluaran Barang Yang Sedang Berjalan
Keterangan : Arsip Slip pengambilan barang



68
4.1.2.2.Diagram Kontek Yang Sedang Berjalan
Diagram konteks menggambarkan keterkaitan antara bagian-bagian yang
saling berhubungan secara global dengan terlebih dahulu kita mengetahui diagram
alirandokumen dari sistem tersebut. Dibawah ini diagram konteks dari sistem
Persediaan barang, yaitu sebagai berikut :

Gambar 4.4 Diagram Kontek Yang Berjalan
4.1.2.3.Data Flow Diagram Yang Sedang Berjalan
Pada bagian ini merupakan penurunan dari Diagram konteks yang
dijabarkan menjadi proses DFD level 0. Data Flow Diagram merupakan alat yang
digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur, dan dapat
menggambarkan aliran data didalam sistem dengan jelas.

69
Berikut ini adalah DFD (Data Flow Diagram) Sistem Persediaan barang
yang sedang berjalan pada PT. Isopanel Dunia Sukabumi :

Gambar 4.5 DFD Level 1 Yang Sedang Berjalan

4.1.3. Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan
Evaluasi sistem berfungsi sebagai proses identifikasi dan merupakan
pengumpulan hasil dari proses analisis yang telah dilakukan. Berbagai
permasalahan diklasifikasi dan dicarikan upaya atau rencana pemecahan dari
permasalahan tersebut. Berikut ini dijelaskan berbagai permasalahan yang telah
didapat dari hasil analisis beserta pemecahan permasalahnya:
70
Berdasarkan hasil analisa dari permasalahan di atas, maka penulis
mengambil beberapa hal yang dapat diidentifikasi sebagai objek permasalahan,
diantaranya :
1. Dalam sistem yang sedang berjalan belum ada suatu program aplikasi
khusus yang digunakan untuk sistem persediaan gudang, sehingga
pelaporan biasanya tidak on time dan sering terlambat. Pergerakan barang
kadang tidak diketahui dengan rinci dikarenakan pencatatan kadang
sering terlewat. Pembuatan laporan penerimaan barang pun tidak on time.
2. Bukti transaksi pengeluaran hanya berupa slip pengambilan barang. Tidak
ada bukti pengeluaran barang.
3. Diperlukan database khusus mengenai data barang yang tersedia beserta
informasi-informasi yang mendukung data barang tersebut.
Berdasarkan analisa permasalahan diatas dan , maka penulis merancang suatu
program aplikasi baru dengan menggunakan bahasa pemograman under windows.
Yaitu dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0 dan database
menggunakan SQL Server, dengan membuat pengembangan pengolahan datanya.
Aplikasi yang penulis buat ini mudah-mudahan dapat mempercepat pengolahan
data pencarian data. Sehingga setiap transaksi dapat tercatat secara tepat waktu,
pelaporan dapat dibuat tepat pada waktunya, dan informasi barang yang tersedia
dapat diberikan seakurat mungkin.



71
4.2. Perancangan Sistem
Perancangan sistem merupakan suatu kegiatan pengembangan serta
perbaikan terhadap sebuah sistem yang berjalan. Pada tahap ini dilakukan upaya
untuk memperbaiki sistem ataupun membangun dan menghasilkan sistem yang
baru dengan memanfaatkan teknologi terbaru dan fasilitas yang tersedia untuk
mengurangi dan mengatasi berbagai permasalahan yang telah terjadi pada sistem
yang lama sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi.
Sistem informasi yang dirancang diharapkan memberi solusi alternatif baru
yang memberi kemudahan terhadap pelaksanaan persediaan barang pada PT.
Isopanel Dunia Sukabumi.
4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem Yang Diusulkan
Tujuan perancangan sistem ini adalah untuk memberikan penjelasan atau
mendefinisikan kepada pemakai program atau User. Dengan demikian pembuatan
program ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan-kekurangan yang
ada dan dapat menghasilkan informasi serta laporan-laporan dengan cepat dan
tepat. Adapun perancangan yang diusulkan merupakan langkah untuk lebih
mengefektifkan dan mengefisienkan sistem yang lama dengan menggunakan
sistem komputerisasi.
4.2.2. Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan
Gambaran umum sistem yang diusulkan merupakan uraian pada bab
sebelumnya, tampak jelas bahwa sistem informasi persediaan barang pada gudang
PT. Isopanel Dunia masih bersifat manual. Untuk mengatasinya diperlukan suatu
sistem informasi persediaan yang terkomputerisasi, dimana proses pengerjaan
72
pengolahan data dan informasi dilakukan oleh komputer dan semua data disimpan
dalam sebuah database.
Dalam perancangan sistem persediaan barang pada Gudang PT. Isopanel
Dunia ini, dibuat sebuah sistem aplikasi khusus, dengan menggunakan Microsoft
Visual Basic sebagai media antar muka dan SQL Server sebagai media data base.
Adapun tahapan-tahapan untuk perancangan sebuah sistem yang akan dibuat
adalah perancangan makro dan perancangan mikro. Khusus untuk perancangan
makro meliputi perancangan diagram prosedur sistem (flow map), diagram aliran
data (DFD) dan diagram aliran informasi
4.2.3. Perancangan Prosedur Yang Diusulkan
Rancangan sistem baru yang diterapkan adalah untuk menemukan dan
mengembangkan metode –metode, prosedur, dan proses suatu data agar tujuan dari
suatu organisasi dapat tercapai. Perancangan dibuat untuk meminimalkan
kekurangan, kelemahan, dan mengatasi masalah yang di hadapi dan sistem informasi
yang dirancang diharap akan memberi solusi alternatif baru yang memberi
kemudahan terhadap pelaksanaan persediaan barang pada PT. Isopanel Dunia.
4.2.3.1.Flow Map
Prosedur pemesanan barang pada sistem yang baru adalah sebagai
berikut :
1. Dengan acuan stok minimun yang terdapat pada kartu stok, Petugas
gudang memilih menu transaksi input Data Transaksi – Pesanan Barang.
2. Petugas gudang memasukkan data sesuai dengan data yang diminta pada
form Pesanan barang tersebut. Form dicetak 3 rangkap.
73
3. Form purchase requisition diserahkan ke bagian purchasing.
4. Bagian Purchasing akan memproses pengajuan permohonan permbelian
(purchase requisition) tersebut untuk dibuat Purchase Order (PO).PO
yang sudah ditandatangani dikirim ke supplier,biasanya dikirim melalui
faximile.

Gambar 4.6 Flow Map Pemesanan Barang Yang Diusulkan
Keterangan : Arsip Purchase Order

74
Prosedur penerimaan barang pada sistem yang baru adalah sebagai
berikut :
1. Setelah menerima PO, dan syarat-syarat pembelian barang, suplier akan
mengirim barang yang dipesan dari pabrik/kantor suplier tersebut ke
bagian gudang. Disertai dengan Surat Jalan/Delivery Order. Cepat
lambatnya barang diterima tergantung jarak suplier dengan gudang.
2. Pengirim barang (dalam hal ini masih dianggap suplier) akan memberikan
surat jalan/delivery orde disertai copy-an PO sebagai bukti telah
membawa barang.
3. Petugas gudang akan memeriksa kualitas dan kuantitas barang yang
datang, disesuaikan dengan PO dan surat jalan/delivery order.
4. Setelah dilakukan pengecekan dan barang sudah diperiksa, petugas
gudang menerima barang yang dikirim suplier.
5. Petugas gudang selanjutnya menandantangi surat jalan/delivery order dari
suplier, dan mengambil salah satu rangkapannya.
6. Petugas gudang menyimpan barang yang baru datang & mencatat
transaksi ke dalam kartu stock.
7. Petugas gudang membuat laporan penerimaan barang dengan cara
memilih menu transaksi input Data Transaksi – Penerimaan Barang.
8. Petugas gudang memasukkan data sesuai dengan data yang diminta pada
form Penerimaan barang tersebut. Form dicetak 3 rangkap.
9. Laporan penerimaan barang ditandatangani dan diserahkan ke bagian
Purchasing.
75
Supplier Bagian Gudang Bagian Purchasing
Puchase Order
Surat Jalan,
copy-an
Purchase Order
Surat Jalan,
copy-an
Purchase Order
Memeriksa
Purchase Order
dan Surat Jalan
Surat Jalan dan
Purchase Order
Sudah Di periksa
Tanda Tangan
Surat Jalan
Surat Jalan dan
Purchase Order
Sudah Di periksa
Arsip
Mencatat Ke
dalam Kartu Stok
Kartu Stok Ter
Update
Menginput Data
Transaksi
D
a
t
a
b
a
s
e

P
e
r
s
e
d
i
a
a
n

B
a
r
a
n
g
Membuat Laporan
Penerimaan
Barang
Laporan
Penerimaan
Barang
Tanda Tangan
Laporan Penerimaan
Barang
Laporan Penerimaan
Barang Yang Sudah
Di Tanda Tangan
Laporan Penerimaan
Barang Yang Sudah
Di Tanda Tangan
Arsip
Gambar 4.7 Flow Map Penerimaan Barang Yang Diusulkan
Keterangan : LPB ( laporan Penerimaan barang )
Arsip Laporan penerimaan barang


76
Prosedur pengeluaran barang pada sistem yang sedang berjalan adalah
sebagai berikut :
1. Bagian yang membutuhkan barang (terutama bagian produksi) akan
mengisi slip pengambilan barang, berisi daftar nama barang yang
dibutuhkan berikut jumlahnya, kemudian ditandatangani oleh peminta
barang.
2. Form yang sudah ditandatangi selanjutnya diberikan leader/ pimpinan
subbagian-nya untuk mendapat persetujuan permohonan permintaan
barang.
3. Form yang sudah mendapat persetujuan kemudian dibawa ke bagian
gudang.
4. Setelah menerima slip pengeluaran barang, petugas gudang menyiapkan
barang-barang yang diperlukan sesuai dengan slip pengambilan barang
itu.
5. Barang-barang yang sudah disiapkan kemudian diserahkan ke orang yang
meminta, sambil melakukan re-check berdasarkan slip pengambilan
tersebut.
6. Petugas gudang membuat bukti pengeluaran barang (BPB) dengan cara
memilih menu transaksi input Data Transaksi – Pengeluaran Barang.
7. Petugas gudang memasukkan data sesuai dengan data yang diminta pada
form Pengeluaran barang tersebut. Form dicetak 3 rangkap.
8. Setelah selesai mencetak BPB dan menyerahkan barang, petugas gudang
menandatangani slip pengambilan barang & BPB, begitu juga yang
77
mengambil barang ikut menandatangani slip pengambilan barang dan
BPB.
Bagian Yang Meminta Pimpinan / Leader Bagian Gudang Bagian Accounting
Slip
Pengambilan
Barang
Mengisi Slip
Pengambilan
Barang Dan Di
Tanda Tangan
Slip Pengambilan
Barang Yang
Sudah Di Ìsi dan Di
Tanda Tangan
Slip Pengambilan
Barang Yang Sudah
Di Ìsi dan Di Tanda
Tangan
Persetujuan
Permohonan
Permintaan Barang
Form Permohonan
Permintaan
Barang Yang
Sudah Disetujui
Form Permohonan
Permintaan
Barang Yang
Sudah Disetujui
Re-check Slip
Pengambilan
Barang
Slip Pengambilan
barang Yang
Sudah di re-check
Slip Pengambilan
barang Yang
Sudah di re-check
Ìnput Data Transaksi
Pengeluaran Barang
Membuat BPB
Slip Pengambilan
Barang dan BPB
Yang Sudah di
Tanda Tangan
Menandatangani
Slip Pengambilan
Barang dan BPB
BPB
Slip Pengambilan
Barang dan BPB
Yang Sudah di
Tanda Tangan
Slip Pengambilan
Barang dan BPB
Yang Sudah di
Tanda Tangan
Arsip
Arsip
Arsip

Gambar 4.8 Flow Map Pengeluaran Barang Yang Diusulkan
Keterangan : BPB ( Bukti pengambilan barang )
Arsip Slip pengambilan barang dan BPB
78
4.2.3.2.Diagram kontek
Diagram kontek merupakan level tertinggi dari diagram alir data yang
menggambarkan seluruh input ke dalam sistem atau output dari sistem.Di dalam
diagram kontek,hanya ada satu proses dan tidak boleh ada data store. Cara
membuat diagram kontek :
1. Tentukan nama sistemnya.
2. Tentukan batasannya
3. tentukan terminator apa saja yang ada didalam sistem.
4. tentukan apa yang diterima / diberikan terminator dari pada sistem
5. Gambarkan diagram kontek

Gambar 4.9 Diagram Kontek Pengeluaran Barang Yang Diusulkan
79
4.2.3.3.Data Flow Diagram
Data Flow Diagram atau diagram aliran data ini merupakan gambaran /
detail sistem yang ada pada diagram kontek, pada tahap ini dijabarkan beberapa
proses / kegiatan - kegiatan utama yang terjadi antara entitas yang terlibat dalam
sistem yang dibuat. Data Flow Diagram (DFD) sering digambarkan untuk
menjelaskan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan
dikembangkan secara logika tanpa memperhatikan lingkungan fisik dimana data
tersebut akan disimpan. Berikut adalah gambar Data Flow Diagram yang
diusulkan :



Gambar 4.10 DFD Level 1
Sistem Informasi Persediaan Barang


1.0
Olah
Data
Master
Supplier
Bag. Yang
meminta
barang
kdSupplier
kdBarang
kdBagian
Bag.
Purchasing
supplier
bagian
barang

penerimaan

pengeluaran

pesanan

Manajer
Purchasing &
Warehouse
L
a
p
o
r
a
n

P
e
n
e
r
i
m
a
a
n

B
a
r
a
n
g


R
e
k
a
p
i
t
u
l
a
s
i

P
e
s
a
n
a
n

L
a
p
o
r
a
n

P
e
n
g
e
l
u
a
r
a
n

B
a
r
a
n
g


2.0
Olah Data
Transaksi
D
a
f
t
a
r

P
e
s
a
n
a
n

B
a
r
a
n
g

Jumlah
penerimaan
Jumlah
pengeluaran
kdbrg
S
u
r
a
t

j
a
l
a
n

3.0
Cetak
Laporan

Bukti pengeluaran barang
80

Gambar 4.11 DFD Level 2 Proses 1 Pengolahan Data Master


Gambar 4.12 DFD Level 2 Proses 2 Pengolahan Data Transaksi



2.2*
Pengeluaran
Barang


2.1*
Penerimaan
Barang

2.3*
Pesanan
Barang


Supplier
Bag. Yang
meminta barang
supplier bagian
barang

penerimaan

pengeluaran

pesanan

Bag.
Purchasing
Daftar
Pesanan
Barang
Jumlah
penerimaan
Jumlah
pemakaian
kdbrg
Surat jalan Permintaan barang
Bukti
pengeluaran
barang
1.1*
Tambah
Data
Barang
1.2*
Tambah
Data
Supplier

1.3*
Tambah
Data Bagian

Supplier
Bag. Yang
meminta barang
supplier
barang bagian
kdSupplier kdBarang kdBarang kdBagian
81

Gambar 4.13 DFD Level 2 Proses 3 Buat Laporan

4.2.3.4.Kamus Data
Kamus data atau data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan
kebutuhan – kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan adanya
kamus data, data yang mengalir pada sistem dapat didefinisikan secara lengkap.
Pada tahap perancangan sistem, kamus data dapat dijadikan acuan atau
dasar untuk merancang input, laporan serta perancangan database. Kamus data
dibuat berdasarkan arus data yang ada di Diagram Arus Data (DAD) / DFD yang
telah dibuat sebelumnya. Kamus data dari sistem persediaan barang yang
diusulkan adalah sebagai berikut:


3.2*
Buat
Laporan
Keluar
Barang

3.1*
Buat
Laporan
Penerimaan
Barang
3.3*
Buat
Rekapitulasi
Pesanan
Barang

supplier bagian
barang

penerimaan

pengeluaran

pesanan

Manajer
Purchasing &
Warehouse
Laporan
Penerimaan
Barang

Rekapitulasi
Pesanan Barang
Laporan Pengeluaran Barang

82
Tempat penyimpanan data (data store)
1. MstBarang = @KdBrg+NmBrg+Uk_Spec+Sat
2. MstSupplier = @KdSup+NmSup+Alamat+No_Telp+CP
3. MstBagian = @KdBag+NmBag+Activitas
4. TransTrmBrg = No_LPB+KdSup+KdBrg+tgl+noDOFaktur+
reff_PO+reff_PR+qty+harga+jumlah+ket
5. TransKelBrg = No_SPB+KdBag+KdBrg+tgl+qty+ket
6. TransPR = No_PR+tgl+KdBag+KdBrg+qtySisa+qtyReq+
perk_harga+jumlah+ket
Arus Data (Data Flow)
1. KdBrg = NmBrg+uk_Spec+Sat
2. KdBag = NmBag+Activitas
3. KdSup = NmSup+Alamat+No_Telp+CP
4. SuratJalan = NmSup+tgl+NmBrg+uk_spek+sat+qty
5. Pesanan Barang = NoPR+tgl+NmBag+NmBrg+uk_spek+
sat+qty
6. Permintaan Barang = NmBag+tgl+NmBrg+uk_spek+sat+qty
7. Penerimaan Barang = No_LPB+tgl+NmSup+NmBrg+uk_spek+sat
+qty
8. LapPesananBrg = NoPR+tgl+KdBag+NmBag+KdBrg+
NmBrg+uk_spek+sat+qtysisa+qtyReq+
PerkHarga+ Jumlah+Ket
83
9. RekapLPB = No_LPB+tgl+KdSup+NmSup+
noDOFaktur+reff_PO+reff_PR+KdBrg+
NamaBrg+Uk_Spec+qty+harga+jumlah+ket
10. LapKeluarBrg = No_SPB+tgl+KdBag+NmBag+KdBrg+
NamaBrg+Uk_Spec+qty+ket
4.2.4. Perancangan Basis Data
Tujuan dari perancangan basis data adalah agar didapatkan basis data yang
kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, akses yang cepat
serta kemudahan dalam pemanipulasian data (tambah, ubah, hapus). Dalam
perancangan basis data, kita dapat lakukan dengan normalisasi terhadap struktur
tabel yang telah diketahui maupun dengan model Entity-Relationship. Berikut
adalah proses perancangan basis data yang dijabarkan pada beberapa subbab :
4.2.4.1.Normalisasi
Normalisasi merupakan cara pendekatan dalam membangun desain logik
basis data relational yang tidak secara langsung berkaitan dengan model data,
tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standart untuk
menghasilkan struktur tabel yang normal.
A. Bentuk Tidak Normal
Bentuk unnormal atau tidak normal merupakan hasil rangkuman dari tabel
– tabel secara universal (menyeluruh). Berikut adalah bentuk unnormal yang
didapat dari field- field yang terdapat pada struktur tabel yang telah diketahui
sebelumnya :

84
Tabel 4.1 Bentuk Tidak Normal
kdBrg NmBrg Uk_Spec sat Awal
KdSup NmSup Alamat
Telp CP DO_Faktur
KdBag NmBag Activitas
NoLPB TglLPB KdSup
Reff_PO Reff_PR DO_Faktur
kdBrg qty harga
jumlah jumlah NoSPB
TglSPB KdBag KdBrg
NoPR TglPR KdBag
KdBrg qtySisa qtyReq
perkHarga Jumlah
B. Bentuk Normal Pertama
Bentuk normal tahap pertama (1NF) terpenuhi jika pada sebuah label tidak
terdapat atribut bernilai banyak (multivalued atribute) atau lebih dari satu atribut
dengan domain dengan nilai yang sama.
Tabel 4.2 Bentuk Normal Pertama
KdBrg NmBrg Uk_Spec sat Awal
KdSup NmSup Alamat Telp CP
KdBag NmBag Activitas No_LPB TglLPB
Reff_PO Reff_PR DO_Faktur qty harga
85
jumlah Ket NoSPB TglSPB qtySPB
No_PR TglPR qtySisa qtyReq perkHarga
Jumlah Total

C. Bentuk Normal Kedua
Tabel 4.3 Barang
kdBrg * NmBrg Uk_Spec sat Awal

Tabel 4.4 Supplier
KdSup * NmSup Alamat
Telp CP

Tabel 4.5 Bagian
KdBag * NmBag Activitas
Tabel 4.6 TransTrmBrg
NoLPB * TglLPB KdSUp ** Reff_PO Reff_PR
DO_Faktur KdBrg ** qty harga jumlah
ket Total
Tabel 4.7 TransKelBrg
NoSPB * TglSPB KdBag ** KdBrg ** QtySPB



86
Tabel 4.8 TransPR
NoPR * TglPR KdBag ** KdBrg ** qtySisa
qtyReq perkHarga Jumlah

D. Bentuk Normal Ketiga
Tabel 4.9 Barang
kdBrg * NmBrg Uk_Spec sat Awal

Tabel 4.10 Supplier
KdSup * NmSup Alamat Telp CP

Tabel 4.11 Bagian
KdBag * NmBag Activitas

Tabel 4.12 TransPenerimaan
no_LPB * tgl total
Tabel 4.13 TransDetailPenerimaan
no_LPB * KdSUp ** KdBrg ** Reff_PO Reff_PR
DO_Faktur qty harga jumlah ket

Tabel 4.14 TransKeluarBrg
no_SPB * tgl

87
Tabel 4.15 TransDetailKeluar
no_SPB * KdBag ** KdBrg ** qty

Tabel 4.16 TransPR
no_PR * tgl

Tabel 4.17 DetailTransPR
no_PR * KdBag ** KdBrg ** qty_Sisa qty_Req
perk_harga jumlah

4.2.4.2.Relasi Tabel
Relasi antar tabel menggambarkan keterhubungan antar tabel / entitas
dalam sistem. Berikut relasi tabel dari sistem yang diusulkan :

Gambar 4.14 Relasi Tabel Sistem Yang Diusulkan
88
4.2.4.3.Entity Relationship Diagram
Model entity – relationship yang berisi komponen – komponen himpunan
entitas dan himpunan relasi yang masing – masing dilengkapi dengan atribut –
atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari ‘dunia nyata’ yang kita tinjau,
dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan diagram entity
relationship (ERD).

Gambar 4.15 ERD Yang Diusulkan
4.2.4.4.Struktur File
Program aplikasi yang berbasis data pada umumnya menggunakan file
database yang memiliki struktur menggambarkan suatu entitas (objek dalam
sistem). Dalam perancangan struktur file merupakan suatu kumpulan dari data-
data yang saling terkait dan berhubungan satu dengan yang lain. Program aplikasi
Persediaan barang pada PT. Isopanel Dunia memakai database persediaan, dengan
tabel – tabelnya / struktur filenya yaitu :
89
1. Struktur File Barang
Nama Field : mstBrg
Fungsi : Menyimpan Data Barang
Jenis Tabel : Tabel Induk
Primary Key : KdBrg
Foreign Key : -
Tabel 4.18 . Struktur File Barang
No Field Type Size Keterangan
1 KdBrg Varchar 7 Kode Barang
2 NmBrg Varchar 25 Nama Barang
3 Uk_Spec Varchar 25 Ukuran & Spesifikasi Barang
4 Sat Varchar 10 Jenis Satuan Barang
5 Awal Integer 4 Stock Awal Barang

2. Struktur file Supplier
Nama Tabel : mstSup
Fungsi : Menyimpan Data Supplier
Jenis Tabel : Tabel Induk
Primary Key : KdSup
Foreign Key : -
Tabel 4.19 Struktur file Supplier
No Field Type Size Keterangan
1 KdSup Varchar 6 Kode Supplier
90
2 NmSup Varchar 30 Nama Supplier
3 Alamat Varchar 50 Alamat Supplier
4 no_Telp Varchar 15 No Telp Supplier
5 CP Varchar 25 Contact Person Supplier

3. Struktur File Bagian
Nama Tabel : mstBag
Fungsi : Menyimpan Data Bagian
Jenis Tabel : Tabel Induk
Primary Key : KdBag
Foreign Key : -
Tabel 4.20 Struktur File Bagian
No Field Type Size Keterangan
1 KdBag Varchar 5 Kode Bagian
2 NmBag Varchar 20 Nama Bagian
3 Activitas Varchar 30 Kegiatan Rutin Bagian
4. Struktur File Penerimaan
Nama Tabel : TransPenerimaan
Fungsi : Menyimpan Data Terima Barang
Jenis Tabel : Tabel Transaksi
Primary Key : no_LPB
Tabel 4.21 Struktur File TerimaBarang
No Field Type Size Keterangan
91
1 no_LPB Varchar 12 No Penerimaan
2 tgl Date/Time 8
Tanggal Terima Barang

5. Struktur File DetailPenerimaan
Nama Tabel : TransDetailPenerimaan
Fungsi : Menyimpan Data Detail Terima Barang
Jenis Tabel : Tabel DetailTransaksi
Foreign Key : no_LPB+KdSup+KdBrg
Tabel 4.22 Struktur File Detail Penerimaan
No Field Type Size Keterangan
1 no_LPB Varchar 12 No Penerimaan
2 KdSup Varchar 6 Kode Supplier
3 KdBrg Varchar 7 Kode Barang
5 No_DO_Faktur Varchar 20 No DO Supplier
6 reff_PO Varchar 20 No refferensi PO
7 reff_PR Varchar 20 No refferensi PR
8 qty Integer 5 Banyaknya barang
9 harga Float 8 harga satuan
10 jumlah Float 8 Jumlah harga
11 Ket Varchar 30 Keterangan barang


6. Struktur File KeluarBrg
Nama Tabel : TransKelBrg
92
Fungsi : Menyimpan Data Keluar Barang
Jenis Tabel : Tabel Transaksi
Primary Key : no_SPB

Tabel 4.23 Struktur File KeluarBrg
No Field Type Size Keterangan
1 no_SPB Varchar 12 No Pengeluaran
2 tgl Date/Time -
Tanggal Keluar Barang

7. Struktur File DetailKeluar
Nama Tabel : TransDetailKelBrg
Fungsi : Menyimpan Data Detail Keluar Barang
Jenis Tabel : Tabel Detail Transaksi
Foreign Key : no_SPB+KdBag+KdBrg
Tabel 4.24 Struktur File Detailkeluar
No Field Type Size Keterangan
1 no_SPB Varchar 12 No Pengeluaran
2 KdBag Varchar 5 Kode Bagian
3 KdBrg Varchar 7 Kode Barang
4 qty Integer 4 Banyaknya barang


8. Struktur File Pesan
Nama Tabel : TransPR
93
Fungsi : Menyimpan Data Pesanan Barang
Jenis Tabel : Tabel Transaksi
Primary Key : no_PR
Tabel 4.25 Struktur File Pesan
No Field Type Size Keterangan
1 no_PR Varchar 12
No Pemesanan
4 tgl Date/Time -
Tanggal Buat Pesanan
9. Struktur File DetailPemesanan
Nama Tabel : TransDetailPR
Fungsi : Menyimpan Data Detail Pesanan Barang
Jenis Tabel : Tabel Detail Transaksi
Foreign Key : no_PR+KdBag+KdBrg
Tabel 4.26 Struktur File DetailPemesanan
No Field Type Size Keterangan
1 no_PR Varchar 12
No Pemesanan
2 KdBag Varchar 5
Kode Bagian Pemesan
3 KdBrg Varchar 7
Kode Barang
4 qty_Sisa Integer 4
Banyak sisa barang
5 qty_Req Integer 4
Banyak pesan barang
6 perk_harga Float 8
Perkiraan harga satuan
7 jumlah Float 8
Jumlah perkiraan harga

4.2.4.5 Kodifikasi
94
Rancangan sistem kodifikasi ini dibuat guna mengidentifikasi suatu objek
secara singkat, dengan adanya sistem kodifikasi ini diharapkan dapat
mengklasifikasikan data, Kode dapat dibentuk dari kumpulan huruf, angka dan
karakter khusus, pada program aplikasi pembayaran sumbangan bulanan ini
terdapat pengkodean yaitu sebagai berikut :
1. KdBrg
BRG 0001
Menunjukan no. urut barang
Menunjukan kode nama barang
2. KdSup
SUP 001
Menunjukan no. urut supplier
Menunjukan kode supplier

3. KdBag
BAG 01
Menunjukan kode bagian
Menunjukan no. urut bagian




4. no_SPB
95
SPB 01 02 04 001
• SPB : Menunjukan kode Slip Pengambilan Barang
• 01 : Menunjukan tanggal Slip Pengambilan Barang
• 02 : Menunjukan bulan Slip Pengambilan Barang
• 04 : Menunjukan tahun Slip Pengambilan Barang
• 001 : Menunjukan no. urut Slip Pengambilan Barang
5. no_LPB
LPB 01 02 04 001
• LPB : Menunjukan Kode Laporan Penerimaan Barang
• 01 : Menunjukan tanggal Laporan Penerimaan Barang
• 02 : Menunjukan bulan Laporan Penerimaan Barang
• 04 : Menunjukan tahun Laporan Penerimaan Barang
• 001 : Menunjukan no. urut Laporan Penerimaan Barang
6. no_PR
PR 01 02 04 001
• PR : Menunjukan kode Purchase Requetion
• 01 : Menunjukan tanggal Purchase Requetion
• 02 : Menunjukan bulan Purchase Requetion
• 04 : Menunjukan tahun Purchase Requetion
• 001 : Menunjukan no. urut Purchase Requetion


4.2.5. Perancangan Antar Muka
96
Perancangan Interface yang dimaksudkan adalah rancangan atau desain
dari program yang dibuat. Diantaranya desain mengeni form masukan (input),
yaitu form-form yang bertugas untuk menerima dan memasukkan data ke dalam
database. Dan desain keluaran (output), yaitu form yang bertugas memberikan
laporan data yang dicetak atau diprint dari data yang telah dimasukkan.
4.2.5.1.Struktur Menu
Berikut ini adalah struktur menu dari Sistem Informasi Persediaan Barang
pada Gudang PT. Isopanel Dunia.

Gambar 4.16 Struktur Menu Sistem Persediaan Barang


4.2.5.2 Perancangan Input
97
Desain input memberi gambaran sebuah rancangan untuk proses input
data. Berikut rancangan desain input yang diusulkan :
a. Rancangan Login User

Gambar 4.17 Rancangan login User
b. Rancangan Input Master Data Barang

Gambar 4.18 Rancangan Input Master data Barang
c. Rancangan Input Master Data Supplier
98

Gambar 4.19 Rancangan Input Master Data Supplier
d. Rancangan Input Master Data Bagian

Gambar 4.20 Rancangan Input Master Data Bagian



e. Rancangan Input Data Penerimaan Barang
99

Gambar 4.21 Rancangan Input Data Penerimaan Barang
f. Rancangan Input Data Pengeluaran Barang

Gambar 4.22 Rancangan Input Data Pengeluaran Barang



g. Rancangan Input Data Pemesanan Barang
100

Gambar 4.23 Rancangan Input Data Pemesanan Barang
4.2.5.3 Perancangan Output
Seperti halnya rancangan input, rancangan output juga merupakan rencana
pembuatan antarmuka untuk keluaran sebuah program. Rancangan output sistem
ini adalah:






a. Rancangan output Data Barang
101

Gambar 4.24 Rancangan Output Data Barang
b. Rancangan output Data Supplier

Gambar 4.25 Rancangan Output Data Supplier


c. Rancangan output Data Bagian
102

Gambar 4.26 Rancangan Output Data Bagian
d. Rancangan output Data Penerimaan Barang

Gambar 4.27 Rancangan Output Data penerimaan Barang

e. Rancangan output Data Pengeluaran Barang
103

Gambar 4.28 Rancangan Output Data pengeluaran Barang
e. Rancangan output Data Pemesanan Barang

Gambar 4.29 Rancangan Output Data pemesanan Barang
4.2.6 Perancangan Arsitektur Jaringan
104
Perancangan arsitektur jaringan pada sistem ini menggunakan topologi star
karena pada topologi star, masing-masing workstation dihubungkan secara
langsung ke server. Keunggulan dari topologi star adalah bahwa dengan adanya
kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar
jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan
unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu
jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara
workstation yang bersangkutan dengan server itu saja dan jaringan secara
keseluruhan tidak mengalami gangguan. Berikut ini adalah contoh gambar
jaringan topologi star.


Gambar 4.30 Topologi Star
[ Sumber: Budhi Irawan, 2005 ]

60

Kartu stock dibuat untuk setiap item barang, disimpan pada gantungan atau pada tempat-tempat yang dekat dengan barang yang dicatat. 2. Slip pengambilan barang Slip pengambilan barang (SPB) yaitu dokumen yang dipakai untuk proses pengambilan barang digudang. Terdiri dari tiga rangkap, putih untuk gudang, merah untuk bagian accounting, dan kuning untuk bagian yang mengambil barang. SPB harus ditandatangani oleh orang yang meminta barang, dan diketahui oleh kepala bagian/ ketua regu pada bagian yang sama. Pada saat barang sudah diserahkan bagian gudang dan orang yang menerima/mengambil barang akan ikut menandatangani SPB. 3. Laporan penerimaan barang. Laporan penerimaan barang adalah suatu dokumen yang dibuat sebagai bukti bahwa telah diterima barang dari suplier atau dari pihak yang mengembalikan barang. 4. Purchase requisition. Purchase requisition adalah suatu dokumen yang dibuat untuk mengajukan permohonan pembelian barang ke bagian Purchasing. Purchase requisition dibuat berdasarkan stock minimun pada kartu stok, atau berdasarkan pada permintaan barang jenis baru yang belum ada sebelumnya

61

5. Surat jalan dari Suplier. Surat jalan adalah dokumen pendukung sebagai bukti suplier sudah mengirim barang kepada bagian gudang, ditandatangi oleh Suplier dan pengirim barang, setelah barang diterima maka bagian gudang akan ikut menandatangani surat jalan sebagai penerima barang. 6. Copy Purchase Order dari Bagian Purchasing sebagai lampiran. Copy Purchase Order (PO) disini adalah sebagai bahan referensi pada saat penerimaan barang dari Suplier. PO dibuat oleh bagian Purchasing setelah mendapat Purchase requisition dari bagian gudang. PO dibuat untuk melakukan pesanan pesanan pembelian barang kepada suplier, biasanya dikirim ke suplier dengan cara difaximile. 4.1.2. Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan Analisis sistem yang sedang berjalan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses kerja yang sedang dilakukan atau berjalan. Pokok-pokok yang dianalisis meliputi analisis dokumen, analisis prosedur atau aliran data, diagram konteks dan data flow diagram. 4.1.2.1.Flow Map Yang Sedang Berjalan Bagan alir Flow Map menunjukkan arus dari pekerjaan secara keseluruhan dari sistem termasuk arus laporan dan formulir beserta tembusan-tembusannya. Bagan alir ini digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Flowmap ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.

62

Prosedur pemesanan barang pada sistem yang sedang berjalan adalah sebagai berikut : 1. Dengan acuan stok minimun yang terdapat pada kartu stok, petugas lapangan gudang menginformasikan kepada bagian administasi gudang bahwa volume barang sisa mendekati batas minimum. 2. Petugas administrasi gudang membuat pengajuan permohonan

permbelian (purchase requisition) barang. Dalam form tersebut tercantum daftar nama-nama barang yang dipesan, berikut volume akhir dan volume barang yang dipesan. Form dicetak 3 rangkap. 3. Form purchase requisition diserahkan ke bagian purchasing. 4. Bagian Purchasing akan memproses pengajuan permohonan permbelian (purchase requisition) tersebut ke bagian accounting untuk mendapatkan acc untuk pembelian. 5. Bila purchase requisition di acc maka pengajuan permohonan pembelian (purchase requisition) akan dikembalikan ke bagian purchasing dan bagian Puchasing akan membuat Purchase Order (PO). Dan bila bagian akunting tidak meng Acc permohonan tersebut maka purchase requition akan dikembalikan untuk diperiksa lagi ke bagian purchasing. Purchase Order yang sudah ditanda tangani dikirim ke supplier, biasanya dikirim melalui faximile

1 Flow Map Pemesanan Barang Yang Sedang Berjalan Keterangan : Arsip Purchase Requisition ( Surat permohonan pembelian) Arsip Purchase Order ( Pesanan barang ) .63 Flow Map Pemesanan Barang Gambar 4.

dan syarat-syarat pembelian barang. Petugas gudang selanjutnya menandantangi surat jalan/Delivery Order dari suplier. 2. Laporan penerimaan barang ditandatangani dan diserahkan ke bagian Purchasing. 3. 5. petugas gudang menerima barang yang dikirim suplier. Setelah menerima Purchase Order. Pengirim barang (dalam hal ini masih dianggap suplier) akan memberikan surat jalan/Delivery Order disertai copy-an Purchase Order sebagai bukti telah membawa barang. Petugas gudang akan memeriksa kualitas dan kuantitas barang yang datang. Petugas gudang menyimpan barang yang baru datang & mencatat transaksi ke dalam kartu 7. 4. 6. suplier akan mengirim barang yang dipesan dari pabrik/kantor suplier tersebut ke bagian gudang. 8.64 Prosedur penerimaan barang pada sistem yang sedang berjalan adalah sebagai berikut : 1. . Disertai dengan Surat Jalan/Delivery Order. dan mengambil salah satu rangkapannya. Setelah dilakukan pengecekan dan barang sudah diperiksa. disesuaikan dengan Purchase Order dan surat jalan/Delivery Order. Petugas gudang membuat laporan penerimaan barang. Cepat lambatnya barang diterima tergantung jarak suplier dengan gudang.

2 Flow Map Penerimaan Barang Yang Sedang Berjalan Keterangan : LPB ( laporan penerimaan barang ) Arsip Laporan penerimaan barang .65 Flow Map Penerimaan Barang Gambar 4.

5. . Rangkap warna kuning diberikan kepada yang mengambil barang. 4. 8. kemudian ditandantangi oleh peminta barang. Form yang sudah mendapat persetujuan kemudian dibawa ke bagian gudang. berisi daftar nama barang yang dibutuhkan berikut jumlahnya. Setelah menerima slip pengeluaran barang. Setelah selesai menyerahkan barang. 6. Bagian gudang mencatat transaksi ke dalam kartu stock. sambil melakukan re-check berdasarkan slip pengambilan tersebut. petugas gudang menyiapkan barang-barang yang diperlukan sesuai dengan slip pengambilan barang itu. 3. Form yang sudah ditandatangi selanjutnya diberikan leader/ pimpinan subbagian-nya untuk mendapat persetujuan permohonan permintaan barang. Putih untuk arsip gudang dan yang kuning untuk bagian accounting. Bagian yang membutuhkan barang (terutama bagian produksi) akan mengisi slip pengambilan barang. begitu juga yang mengambil barang ikut menandatangani slip pengambilan barang tersebut 7. petugas gudang menandatangani slip. Barang-barang yang sudah disiapkan kemudian diserahkan ke orang yang meminta. 2.66 Prosedur pengeluaran barang pada sistem yang sedang berjalan adalah sebagai berikut : 1.

3 Flow Map Pengeluaran Barang Yang Sedang Berjalan Keterangan : Arsip Slip pengambilan barang .67 Flow Map Pengeluaran Barang Gambar 4.

yaitu sebagai berikut : Gambar 4.68 4. dan dapat menggambarkan aliran data didalam sistem dengan jelas.1.2. Dibawah ini diagram konteks dari sistem Persediaan barang. Data Flow Diagram merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur.Data Flow Diagram Yang Sedang Berjalan Pada bagian ini merupakan penurunan dari Diagram konteks yang dijabarkan menjadi proses DFD level 0.Diagram Kontek Yang Sedang Berjalan Diagram konteks menggambarkan keterkaitan antara bagian-bagian yang saling berhubungan secara global dengan terlebih dahulu kita mengetahui diagram alirandokumen dari sistem tersebut.3.4 Diagram Kontek Yang Berjalan 4.2.1.2. .

Berikut ini dijelaskan berbagai permasalahan yang telah didapat dari hasil analisis beserta pemecahan permasalahnya: .5 DFD Level 1 Yang Sedang Berjalan 4.3.1.69 Berikut ini adalah DFD (Data Flow Diagram) Sistem Persediaan barang yang sedang berjalan pada PT. Berbagai permasalahan diklasifikasi dan dicarikan upaya atau rencana pemecahan dari permasalahan tersebut. Isopanel Dunia Sukabumi : Gambar 4. Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan Evaluasi sistem berfungsi sebagai proses identifikasi dan merupakan pengumpulan hasil dari proses analisis yang telah dilakukan.

Tidak ada bukti pengeluaran barang. Aplikasi yang penulis buat ini mudah-mudahan dapat mempercepat pengolahan data pencarian data.70 Berdasarkan hasil analisa dari permasalahan di atas. Bukti transaksi pengeluaran hanya berupa slip pengambilan barang.0 dan database menggunakan SQL Server. Dalam sistem yang sedang berjalan belum ada suatu program aplikasi khusus yang digunakan untuk sistem persediaan gudang. Pergerakan barang kadang tidak diketahui dengan rinci dikarenakan pencatatan kadang sering terlewat. maka penulis merancang suatu program aplikasi baru dengan menggunakan bahasa pemograman under windows. pelaporan dapat dibuat tepat pada waktunya. Berdasarkan analisa permasalahan diatas dan . 2. sehingga pelaporan biasanya tidak on time dan sering terlambat. diantaranya : 1. Diperlukan database khusus mengenai data barang yang tersedia beserta informasi-informasi yang mendukung data barang tersebut. . dan informasi barang yang tersedia dapat diberikan seakurat mungkin. Yaitu dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6. Pembuatan laporan penerimaan barang pun tidak on time. Sehingga setiap transaksi dapat tercatat secara tepat waktu. maka penulis mengambil beberapa hal yang dapat diidentifikasi sebagai objek permasalahan. 3. dengan membuat pengembangan pengolahan datanya.

Adapun perancangan yang diusulkan merupakan langkah untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan sistem yang lama dengan menggunakan sistem komputerisasi. Sistem informasi yang dirancang diharapkan memberi solusi alternatif baru yang memberi kemudahan terhadap pelaksanaan persediaan barang pada PT. 4. 4. Dengan demikian pembuatan program ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada dan dapat menghasilkan informasi serta laporan-laporan dengan cepat dan tepat. Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan suatu kegiatan pengembangan serta perbaikan terhadap sebuah sistem yang berjalan.71 4. Isopanel Dunia Sukabumi. dimana proses pengerjaan .2. Pada tahap ini dilakukan upaya untuk memperbaiki sistem ataupun membangun dan menghasilkan sistem yang baru dengan memanfaatkan teknologi terbaru dan fasilitas yang tersedia untuk mengurangi dan mengatasi berbagai permasalahan yang telah terjadi pada sistem yang lama sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Untuk mengatasinya diperlukan suatu sistem informasi persediaan yang terkomputerisasi. Tujuan Perancangan Sistem Yang Diusulkan Tujuan perancangan sistem ini adalah untuk memberikan penjelasan atau mendefinisikan kepada pemakai program atau User. Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan Gambaran umum sistem yang diusulkan merupakan uraian pada bab sebelumnya.2.2.2. Isopanel Dunia masih bersifat manual. tampak jelas bahwa sistem informasi persediaan barang pada gudang PT.1.

prosedur. Isopanel Dunia. Khusus untuk perancangan makro meliputi perancangan diagram prosedur sistem (flow map). diagram aliran data (DFD) dan diagram aliran informasi 4.1. Petugas gudang memasukkan data sesuai dengan data yang diminta pada form Pesanan barang tersebut. dan proses suatu data agar tujuan dari suatu organisasi dapat tercapai.72 pengolahan data dan informasi dilakukan oleh komputer dan semua data disimpan dalam sebuah database. Dalam perancangan sistem persediaan barang pada Gudang PT. dibuat sebuah sistem aplikasi khusus. Isopanel Dunia ini.2. Dengan acuan stok minimun yang terdapat pada kartu stok. dengan menggunakan Microsoft Visual Basic sebagai media antar muka dan SQL Server sebagai media data base. .2.Flow Map Prosedur pemesanan barang pada sistem yang baru adalah sebagai berikut : 1. Petugas gudang memilih menu transaksi input Data Transaksi – Pesanan Barang. Form dicetak 3 rangkap. Perancangan dibuat untuk meminimalkan kekurangan. Adapun tahapan-tahapan untuk perancangan sebuah sistem yang akan dibuat adalah perancangan makro dan perancangan mikro.3. dan mengatasi masalah yang di hadapi dan sistem informasi yang dirancang diharap akan memberi solusi alternatif baru yang memberi kemudahan terhadap pelaksanaan persediaan barang pada PT.3. Perancangan Prosedur Yang Diusulkan Rancangan sistem baru yang diterapkan adalah untuk menemukan dan mengembangkan metode –metode. 4. 2. kelemahan.

Gambar 4. Form purchase requisition diserahkan ke bagian purchasing.biasanya dikirim melalui faximile. 4. Bagian Purchasing akan memproses pengajuan permohonan permbelian (purchase requisition) tersebut untuk dibuat Purchase Order (PO).6 Flow Map Pemesanan Barang Yang Diusulkan Keterangan : Arsip Purchase Order .PO yang sudah ditandatangani dikirim ke supplier.73 3.

5. 7.74 Prosedur penerimaan barang pada sistem yang baru adalah sebagai berikut : 1. Laporan penerimaan barang ditandatangani dan diserahkan ke bagian Purchasing. Setelah menerima PO. Cepat lambatnya barang diterima tergantung jarak suplier dengan gudang. Pengirim barang (dalam hal ini masih dianggap suplier) akan memberikan surat jalan/delivery orde disertai copy-an PO sebagai bukti telah membawa barang. dan mengambil salah satu rangkapannya. Disertai dengan Surat Jalan/Delivery Order. Petugas gudang akan memeriksa kualitas dan kuantitas barang yang datang. Petugas gudang memasukkan data sesuai dengan data yang diminta pada form Penerimaan barang tersebut. . Petugas gudang membuat laporan penerimaan barang dengan cara memilih menu transaksi input Data Transaksi – Penerimaan Barang. petugas gudang menerima barang yang dikirim suplier. 9. 6. dan syarat-syarat pembelian barang. 4. Petugas gudang selanjutnya menandantangi surat jalan/delivery order dari suplier. 2. Form dicetak 3 rangkap. Setelah dilakukan pengecekan dan barang sudah diperiksa. suplier akan mengirim barang yang dipesan dari pabrik/kantor suplier tersebut ke bagian gudang. Petugas gudang menyimpan barang yang baru datang & mencatat transaksi ke dalam kartu stock. disesuaikan dengan PO dan surat jalan/delivery order. 3. 8.

75 ! # $ " ! # $ " ! ! % ! ! % % & % ' ' % ' ' ' % Gambar 4.7 Flow Map Penerimaan Barang Yang Diusulkan Keterangan : LPB ( laporan Penerimaan barang ) Arsip Laporan penerimaan barang .

petugas gudang menyiapkan barang-barang yang diperlukan sesuai dengan slip pengambilan barang itu. Setelah selesai mencetak BPB dan menyerahkan barang. Petugas gudang memasukkan data sesuai dengan data yang diminta pada form Pengeluaran barang tersebut. Barang-barang yang sudah disiapkan kemudian diserahkan ke orang yang meminta. 4. begitu juga yang . 5. petugas gudang menandatangani slip pengambilan barang & BPB. Form dicetak 3 rangkap. Form yang sudah ditandatangi selanjutnya diberikan leader/ pimpinan subbagian-nya untuk mendapat persetujuan permohonan permintaan barang. 8. sambil melakukan re-check berdasarkan slip pengambilan tersebut. 2. 6. Bagian yang membutuhkan barang (terutama bagian produksi) akan mengisi slip pengambilan barang. kemudian ditandatangani oleh peminta barang. Petugas gudang membuat bukti pengeluaran barang (BPB) dengan cara memilih menu transaksi input Data Transaksi – Pengeluaran Barang. 3. berisi daftar nama barang yang dibutuhkan berikut jumlahnya. Setelah menerima slip pengeluaran barang. 7. Form yang sudah mendapat persetujuan kemudian dibawa ke bagian gudang.76 Prosedur pengeluaran barang pada sistem yang sedang berjalan adalah sebagai berikut : 1.

77 mengambil barang ikut menandatangani slip pengambilan barang dan BPB.8 Flow Map Pengeluaran Barang Yang Diusulkan Keterangan : BPB ( Bukti pengambilan barang ) Arsip Slip pengambilan barang dan BPB . (' + % ) % % * % % * $ % ) % + $ % * $ ) % Gambar 4.

2. tentukan terminator apa saja yang ada didalam sistem.78 4.Diagram kontek Diagram kontek merupakan level tertinggi dari diagram alir data yang menggambarkan seluruh input ke dalam sistem atau output dari sistem. Gambarkan diagram kontek Gambar 4. 4.hanya ada satu proses dan tidak boleh ada data store. Cara membuat diagram kontek : 1.Di dalam diagram kontek.9 Diagram Kontek Pengeluaran Barang Yang Diusulkan . tentukan apa yang diterima / diberikan terminator dari pada sistem 5.3. 2. Tentukan batasannya 3. Tentukan nama sistemnya.2.

Data Flow Diagram Data Flow Diagram atau diagram aliran data ini merupakan gambaran / detail sistem yang ada pada diagram kontek.0 Olah Data Transaksi Surat jalan . pada tahap ini dijabarkan beberapa proses / kegiatan . Purchasing Gambar 4.0 Cetak Laporan pesanan bagian pengeluaran penerimaan kdbrg Jumlah pengeluaran Jumlah penerimaan Bag. Data Flow Diagram (DFD) sering digambarkan untuk menjelaskan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa memperhatikan lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan.3.kegiatan utama yang terjadi antara entitas yang terlibat dalam sistem yang dibuat.3.0 Olah Data Master Rekapitulasi Pesanan barang supplier 3.79 4. Berikut adalah gambar Data Flow Diagram yang diusulkan : Bukti pengeluaran barang Supplier kdSupplier kdBarang Bag.2.10 DFD Level 1 Sistem Informasi Persediaan Barang Daftar Pesanan Barang 2. Yang meminta barang kdBagian Manajer Purchasing & Warehouse Laporan Pengeluaran Barang Laporan Penerimaan Barang 1.

Yang meminta barang Gambar 4. Yang meminta barang Gambar 4.11 DFD Level 2 Proses 1 Pengolahan Data Master Bag.2* Tambah Data Supplier 1.1* Tambah Data Barang 1.12 DFD Level 2 Proses 2 Pengolahan Data Transaksi . Purchasing Daftar Pesanan Barang Jumlah penerimaan 2.1* Penerimaan Barang bagian Surat jalan Permintaan barang Supplier Bag.2* Pengeluaran Barang Bukti pengeluaran barang 2.3* Tambah Data Bagian kdSupplier kdBarang kdBarang kdBagian Supplier Bag.3* Pesanan Barang pesanan Jumlah pemakaian penerimaan kdbrg pengeluaran barang supplier 2.80 supplier barang bagian 1.

4.2* Buat Laporan Keluar Barang supplier 3.2. Pada tahap perancangan sistem. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada di Diagram Arus Data (DAD) / DFD yang telah dibuat sebelumnya. kamus data dapat dijadikan acuan atau dasar untuk merancang input. data yang mengalir pada sistem dapat didefinisikan secara lengkap.13 DFD Level 2 Proses 3 Buat Laporan 4.3* Buat Rekapitulasi Pesanan Barang pesanan Laporan Penerimaan Barang barang 3.1* Buat Laporan Penerimaan Barang bagian penerimaan Laporan Pengeluaran Barang pengeluaran Gambar 4. Kamus data dari sistem persediaan barang yang diusulkan adalah sebagai berikut: .81 Manajer Purchasing & Warehouse Rekapitulasi Pesanan Barang 3.Kamus Data Kamus data atau data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan – kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi.3. Dengan adanya kamus data. laporan serta perancangan database.

KdBrg 2. MstBagian 4. LapPesananBrg = NoPR+tgl+KdBag+NmBag+KdBrg+ NmBrg+uk_spek+sat+qtysisa+qtyReq+ PerkHarga+ Jumlah+Ket . TransPR = No_SPB+KdBag+KdBrg+tgl+qty+ket = No_PR+tgl+KdBag+KdBrg+qtySisa+qtyReq+ perk_harga+jumlah+ket Arus Data (Data Flow) 1. MstSupplier 3.82 Tempat penyimpanan data (data store) 1. TransTrmBrg = @KdBrg+NmBrg+Uk_Spec+Sat = @KdSup+NmSup+Alamat+No_Telp+CP = @KdBag+NmBag+Activitas = No_LPB+KdSup+KdBrg+tgl+noDOFaktur+ reff_PO+reff_PR+qty+harga+jumlah+ket 5. Penerimaan Barang = NmBag+tgl+NmBrg+uk_spek+sat+qty = No_LPB+tgl+NmSup+NmBrg+uk_spek+sat +qty 8. Permintaan Barang 7. KdBag 3. Pesanan Barang = NmBrg+uk_Spec+Sat = NmBag+Activitas = NmSup+Alamat+No_Telp+CP = NmSup+tgl+NmBrg+uk_spek+sat+qty = NoPR+tgl+NmBag+NmBrg+uk_spek+ sat+qty 6. KdSup 4. TransKelBrg 6. MstBarang 2. SuratJalan 5.

Berikut adalah proses perancangan basis data yang dijabarkan pada beberapa subbab : 4.83 9. Bentuk Tidak Normal Bentuk unnormal atau tidak normal merupakan hasil rangkuman dari tabel – tabel secara universal (menyeluruh). akses yang cepat serta kemudahan dalam pemanipulasian data (tambah. kita dapat lakukan dengan normalisasi terhadap struktur tabel yang telah diketahui maupun dengan model Entity-Relationship. hapus).Normalisasi Normalisasi merupakan cara pendekatan dalam membangun desain logik basis data relational yang tidak secara langsung berkaitan dengan model data.1. Dalam perancangan basis data. A. tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standart untuk menghasilkan struktur tabel yang normal. ubah.2. Perancangan Basis Data Tujuan dari perancangan basis data adalah agar didapatkan basis data yang kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan.field yang terdapat pada struktur tabel yang telah diketahui sebelumnya : . RekapLPB = No_LPB+tgl+KdSup+NmSup+ noDOFaktur+reff_PO+reff_PR+KdBrg+ NamaBrg+Uk_Spec+qty+harga+jumlah+ket 10. LapKeluarBrg = No_SPB+tgl+KdBag+NmBag+KdBrg+ NamaBrg+Uk_Spec+qty+ket 4.4.4.2. Berikut adalah bentuk unnormal yang didapat dari field.

2 Bentuk Normal Pertama KdBrg KdSup KdBag Reff_PO NmBrg NmSup NmBag Reff_PR Uk_Spec Alamat Activitas DO_Faktur sat Telp No_LPB qty Awal CP TglLPB harga .84 Tabel 4. Tabel 4.1 Bentuk Tidak Normal kdBrg KdSup Telp KdBag NoLPB Reff_PO kdBrg jumlah TglSPB NoPR KdBrg perkHarga NmBrg NmSup CP NmBag TglLPB Reff_PR qty jumlah KdBag TglPR qtySisa Jumlah Uk_Spec Alamat DO_Faktur Activitas KdSup DO_Faktur harga NoSPB KdBrg KdBag qtyReq sat Awal B. Bentuk Normal Pertama Bentuk normal tahap pertama (1NF) terpenuhi jika pada sebuah label tidak terdapat atribut bernilai banyak (multivalued atribute) atau lebih dari satu atribut dengan domain dengan nilai yang sama.

4 Supplier KdSup * Telp NmSup CP Alamat Tabel 4.7 TransKelBrg NoSPB * TglSPB KdBag ** KdBrg ** QtySPB KdSUp ** qty Reff_PO harga Reff_PR jumlah . Bentuk Normal Kedua Tabel 4.3 Barang kdBrg * NmBrg Uk_Spec sat Awal Tabel 4.85 jumlah No_PR Jumlah Ket TglPR Total NoSPB qtySisa TglSPB qtyReq qtySPB perkHarga C.5 Bagian KdBag * NmBag Activitas Tabel 4.6 TransTrmBrg NoLPB * DO_Faktur ket TglLPB KdBrg ** Total Tabel 4.

14 TransKeluarBrg no_SPB * tgl .12 TransPenerimaan no_LPB * tgl total Tabel 4.86 Tabel 4.11 Bagian KdBag * NmBag Activitas Tabel 4. Bentuk Normal Ketiga Tabel 4.13 TransDetailPenerimaan no_LPB * DO_Faktur KdSUp ** qty KdBrg ** harga Reff_PO jumlah Reff_PR ket Tabel 4.10 Supplier KdSup * NmSup Alamat Telp CP Tabel 4.8 TransPR NoPR * qtyReq TglPR perkHarga KdBag ** Jumlah KdBrg ** qtySisa D.9 Barang kdBrg * NmBrg Uk_Spec sat Awal Tabel 4.

17 DetailTransPR no_PR * perk_harga KdBag ** jumlah KdBrg ** qty_Sisa qty_Req 4.Relasi Tabel Relasi antar tabel menggambarkan keterhubungan antar tabel / entitas dalam sistem.4.16 TransPR no_PR * tgl Tabel 4.15 TransDetailKeluar no_SPB * KdBag ** KdBrg ** qty Tabel 4.2.87 Tabel 4.14 Relasi Tabel Sistem Yang Diusulkan .2. Berikut relasi tabel dari sistem yang diusulkan : Gambar 4.

2.3.2. Gambar 4.4. Program aplikasi Persediaan barang pada PT.Struktur File Program aplikasi yang berbasis data pada umumnya menggunakan file database yang memiliki struktur menggambarkan suatu entitas (objek dalam sistem). Isopanel Dunia memakai database persediaan.15 ERD Yang Diusulkan 4. Dalam perancangan struktur file merupakan suatu kumpulan dari datadata yang saling terkait dan berhubungan satu dengan yang lain.Entity Relationship Diagram Model entity – relationship yang berisi komponen – komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing – masing dilengkapi dengan atribut – atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari ‘dunia nyata’ yang kita tinjau.4.4. dengan tabel – tabelnya / struktur filenya yaitu : . dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan diagram entity relationship (ERD).88 4.

Struktur file Supplier Nama Tabel Fungsi Jenis Tabel Primary Key Foreign Key : mstSup : Menyimpan Data Supplier : Tabel Induk : KdSup :- Tabel 4.19 Struktur file Supplier No 1 Field KdSup Type Varchar Size 6 Keterangan Kode Supplier .89 1.18 . Struktur File Barang Nama Field Fungsi Jenis Tabel Primary Key Foreign Key : mstBrg : Menyimpan Data Barang : Tabel Induk : KdBrg :- Tabel 4. Struktur File Barang No 1 2 3 4 5 Field KdBrg NmBrg Uk_Spec Sat Awal Type Varchar Varchar Varchar Varchar Integer Size 7 25 25 10 4 Keterangan Kode Barang Nama Barang Ukuran & Spesifikasi Barang Jenis Satuan Barang Stock Awal Barang 2.

90 2 3 4 5 NmSup Alamat no_Telp CP Varchar Varchar Varchar Varchar 30 50 15 25 Nama Supplier Alamat Supplier No Telp Supplier Contact Person Supplier 3. Struktur File Bagian Nama Tabel Fungsi Jenis Tabel Primary Key Foreign Key : mstBag : Menyimpan Data Bagian : Tabel Induk : KdBag :- Tabel 4.20 Struktur File Bagian No 1 2 3 Field KdBag NmBag Activitas Type Varchar Varchar Varchar Size 5 20 30 Keterangan Kode Bagian Nama Bagian Kegiatan Rutin Bagian 4.21 Struktur File TerimaBarang No Field Type Size Keterangan . Struktur File Penerimaan Nama Tabel Fungsi Jenis Tabel Primary Key : TransPenerimaan : Menyimpan Data Terima Barang : Tabel Transaksi : no_LPB Tabel 4.

91 1 2 no_LPB tgl Varchar Date/Time 12 8 No Penerimaan Tanggal Terima Barang 5. Struktur File DetailPenerimaan Nama Tabel Fungsi Jenis Tabel Foreign Key : TransDetailPenerimaan : Menyimpan Data Detail Terima Barang : Tabel DetailTransaksi : no_LPB+KdSup+KdBrg Tabel 4. Struktur File KeluarBrg Nama Tabel : TransKelBrg .22 Struktur File Detail Penerimaan No 1 2 3 5 6 7 8 9 10 11 Field no_LPB KdSup KdBrg No_DO_Faktur reff_PO reff_PR qty harga jumlah Ket Type Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Integer Float Float Varchar Size 12 6 7 20 20 20 5 8 8 30 Keterangan No Penerimaan Kode Supplier Kode Barang No DO Supplier No refferensi PO No refferensi PR Banyaknya barang harga satuan Jumlah harga Keterangan barang 6.

92 Fungsi Jenis Tabel Primary Key : Menyimpan Data Keluar Barang : Tabel Transaksi : no_SPB Tabel 4. Struktur File DetailKeluar Nama Tabel Fungsi Jenis Tabel Foreign Key : TransDetailKelBrg : Menyimpan Data Detail Keluar Barang : Tabel Detail Transaksi : no_SPB+KdBag+KdBrg Tabel 4. Struktur File Pesan Nama Tabel : TransPR .24 Struktur File Detailkeluar No 1 2 3 4 Field no_SPB KdBag KdBrg qty Type Varchar Varchar Varchar Integer Size 12 5 7 4 Keterangan No Pengeluaran Kode Bagian Kode Barang Banyaknya barang 8.23 Struktur File KeluarBrg No 1 2 Field no_SPB tgl Type Varchar Date/Time Size 12 Keterangan No Pengeluaran Tanggal Keluar Barang 7.

4.2. Struktur File DetailPemesanan Nama Tabel Fungsi Jenis Tabel Foreign Key : TransDetailPR : Menyimpan Data Detail Pesanan Barang : Tabel Detail Transaksi : no_PR+KdBag+KdBrg Tabel 4.5 Kodifikasi .93 Fungsi Jenis Tabel Primary Key : Menyimpan Data Pesanan Barang : Tabel Transaksi : no_PR Tabel 4.26 Struktur File DetailPemesanan No 1 2 3 4 5 6 7 Field no_PR KdBag KdBrg qty_Sisa qty_Req perk_harga jumlah Type Varchar Varchar Varchar Integer Integer Float Float Size 12 5 7 4 4 8 8 Keterangan No Pemesanan Kode Bagian Pemesan Kode Barang Banyak sisa barang Banyak pesan barang Perkiraan harga satuan Jumlah perkiraan harga 4.25 Struktur File Pesan No 1 4 Field no_PR tgl Type Varchar Date/Time Size 12 Keterangan No Pemesanan Tanggal Buat Pesanan 9.

pada program aplikasi pembayaran sumbangan bulanan ini terdapat pengkodean yaitu sebagai berikut : 1. Kode dapat dibentuk dari kumpulan huruf. KdBrg BRG 0001 Menunjukan no. angka dan karakter khusus. no_SPB . dengan adanya sistem kodifikasi ini diharapkan dapat mengklasifikasikan data. urut supplier Menunjukan kode supplier 3. KdSup SUP 001 Menunjukan no. KdBag BAG 01 Menunjukan kode bagian Menunjukan no. urut bagian 4. urut barang Menunjukan kode nama barang 2.94 Rancangan sistem kodifikasi ini dibuat guna mengidentifikasi suatu objek secara singkat.

5. urut Slip Pengambilan Barang 5. Perancangan Antar Muka . urut Purchase Requetion 4.95 SPB 01 02 04 001 • • • • • SPB 01 02 04 001 : Menunjukan kode Slip Pengambilan Barang : Menunjukan tanggal Slip Pengambilan Barang : Menunjukan bulan Slip Pengambilan Barang : Menunjukan tahun Slip Pengambilan Barang : Menunjukan no.2. no_LPB LPB 01 02 04 001 • • • • • LPB 01 02 04 001 : Menunjukan Kode Laporan Penerimaan Barang : Menunjukan tanggal Laporan Penerimaan Barang : Menunjukan bulan Laporan Penerimaan Barang : Menunjukan tahun Laporan Penerimaan Barang : Menunjukan no. no_PR PR 01 02 04 001 • • • • • PR 01 02 04 001 : Menunjukan kode Purchase Requetion : Menunjukan tanggal Purchase Requetion : Menunjukan bulan Purchase Requetion : Menunjukan tahun Purchase Requetion : Menunjukan no. urut Laporan Penerimaan Barang 6.

2 Perancangan Input . Gambar 4. yaitu form-form yang bertugas untuk menerima dan memasukkan data ke dalam database.5.16 Struktur Menu Sistem Persediaan Barang 4.2.Struktur Menu Berikut ini adalah struktur menu dari Sistem Informasi Persediaan Barang pada Gudang PT. Isopanel Dunia. Dan desain keluaran (output). 4. Diantaranya desain mengeni form masukan (input).2.96 Perancangan Interface yang dimaksudkan adalah rancangan atau desain dari program yang dibuat.5. yaitu form yang bertugas memberikan laporan data yang dicetak atau diprint dari data yang telah dimasukkan.1.

97 Desain input memberi gambaran sebuah rancangan untuk proses input data. Rancangan Input Master Data Barang Gambar 4. Rancangan Input Master Data Supplier . Rancangan Login User Gambar 4.17 Rancangan login User b. Berikut rancangan desain input yang diusulkan : a.18 Rancangan Input Master data Barang c.

Rancangan Input Data Penerimaan Barang . Rancangan Input Master Data Bagian Gambar 4.98 Gambar 4.20 Rancangan Input Master Data Bagian e.19 Rancangan Input Master Data Supplier d.

Rancangan Input Data Pengeluaran Barang Gambar 4. Rancangan Input Data Pemesanan Barang .22 Rancangan Input Data Pengeluaran Barang g.99 Gambar 4.21 Rancangan Input Data Penerimaan Barang f.

2.23 Rancangan Input Data Pemesanan Barang 4. Rancangan output Data Barang . rancangan output juga merupakan rencana pembuatan antarmuka untuk keluaran sebuah program.5. Rancangan output sistem ini adalah: a.100 Gambar 4.3 Perancangan Output Seperti halnya rancangan input.

24 Rancangan Output Data Barang b.101 Gambar 4.25 Rancangan Output Data Supplier c. Rancangan output Data Bagian . Rancangan output Data Supplier Gambar 4.

Rancangan output Data Pengeluaran Barang .27 Rancangan Output Data penerimaan Barang e.26 Rancangan Output Data Bagian d.102 Gambar 4. Rancangan output Data Penerimaan Barang Gambar 4.

28 Rancangan Output Data pengeluaran Barang e.29 Rancangan Output Data pemesanan Barang 4. Rancangan output Data Pemesanan Barang Gambar 4.103 Gambar 4.6 Perancangan Arsitektur Jaringan .2.

Gambar 4. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server itu saja dan jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Berikut ini adalah contoh gambar jaringan topologi star.30 Topologi Star [ Sumber: Budhi Irawan. masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server. 2005 ] . Keunggulan dari topologi star adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server.104 Perancangan arsitektur jaringan pada sistem ini menggunakan topologi star karena pada topologi star.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful