LAPORAN STUDI KASUS ( KURANGNYA MINAT SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA DI SMKN

)
Posted by M13FTH4 10:45:00 AM, under Tugas Kuliah | No comments BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penulisan Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern yang mempunyai peranan penting. Dalam berbagai disiplin ilmu dan mengembangkan daya pikir manusia. Matematika diperlukan dalam mempelajari ilmu sejarah, ilmu-ilmu alam, ilmu ekonomi, komputer dan membentuk pola pikir manusia sehingga dapat menganalisis dan memaksimalkan dalam pengambilan keputusan, ini dilandasi oleh perkembangan matematika dibidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, statistika dan matematika diskrit. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada peserta didik mulai sekolah dasar sampai tingkat lanjutan berupa matematika praktis dan terapan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, namun tidak semua peserta didik menguasainya dengan baik. Banyak faktor menjadi penyebab lemahnya penguasaan matematika, diantaranya yaitu : faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa itu sendiri. Faktor dari dalam diri siswa diantaranya yaitu : kemampuan awal, ekonomi, fisik dan psikis. Sedangkan faktor dari luar siswa diantaranya keluarga, tempat tinggal, kondisi, sekolah, guru, cuaca dan keamanan. Faktor dari dalam dan luar diri siswa sedemikian rupa mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa pada akhir pembelajaran, ada sedikit yang memperoleh nilai memuaskan dan banyak sekali yang nilainya yang masih dibawah standar ketuntasan belajar minimum. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sekolah melalui perbaikan kondisi pembelajaran dan usaha oleh orang tua melalui partisipasi aktif dalam memantau perkembangan pembelajaran anaknya, namun masih ada perolehan hasil belajar siswa dibawah standar ketuntasan belajar minimum (SKBM) oleh karena itu penulis tertarik untuk membuat laporan studi kasus pada praktek mengajar lapangan di SMKN dengan judul : “Kurangnya Minat Siswa Terhadap Matematika di SMKN”.

B. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan laporan studi kasus selama praktek mengajar lapangan di SMKN adalah : 1. Sebagai bahan koreksi yang mendalam bagi guru matematika tentang kondisi siswa. 2. Sebagai bahan pemikiran dan pertimbangan bagi penulis agar dicarikan solusinya dalam mengajar siswa disekolah manapun. 3. Sebagai bahan informasi bagi guru agar dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran matematika.

Siswa kurang memahami pengertian Dari judul materi. sub materi dan uraian lainnya terdapat bahasa yang sangat matematis dan ilmiah bagi siswa. D. F. antara lain : 1. Penulis sendiri. Secara tidak langsung Penulis memperoleh informasi dari sesama guru matematika serta siswa 2. Teknik Pengumpulan Data Dalam pelaksanaan praktek mengajar pada program pengalaman lapangan pendidikan. . 2. susah dan menakutkan baik pada tingkat dasar sampai tingkat lanjutan di perguruan tinggi kecuali bagi yang sudah mengambil spesialisasi pada ilmu eksakta. terdapat beberapa masalah yang dihadapi siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika. gurunya pemarah. Perumusan Masalah Studi Kasus Berdasarkan latar belakang penulisan dan ruang lingkup studi kasus. Wawancara dengan beberapa orang siswa untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang permasalahan yang terjadi. betapa matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang kurang diminati dan dibenci. Pada laporan studi kasus ini penulis akan menampilkan fakta-fakta tentang pembelajaran matematika. 3. Pembahasan laporan studi kasus ini hanya mengenai konsep dasar matematika. 2. sebagai tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam dunia pengajaran yang akan penulis penuhi. BAB II PEMBAHASAN STUDI KASUS Pembelajaran matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Secara langsung Penulis melakukan observasi tentang masalah-masalah yang dijumpai oleh siswa dalam pembelajaran matematika selama melaksanakan program pengalaman lapangan. penulis mengumpulkan data sebagai laporan studi kasus dengan beberapa cara. Studi kasus ini dilakukan pada siswa kelas XII Ap SMKN tahun ajaran 2008/2009. E. Ruang Lingkup Studi Kasus Berdasarkan latar belakang penulisan dan ruang lingkup studi kasus. Kegunaan Studi Kasus Laporan studi kasus ini diharapkan berguna bagi : 1. yaitu : 1. dapat dilihat pada konsep matematika mana sajasiswa tersebut masih kurang paham. Banyak faktor yang menjadi penyebab. Setelah penulis telusuri. Guru bidang studi matematika. beberapa diantaranya : pelajarannya dianggap sulit. Sedangkan karena ada tuntutan dari kurikulum maka matematika tetap harus dikuasai oleh peserta didik. maka ruang lingkup laporan studi kasus ini dibatasi pada : 1. maka penuli merumuskan masalah studi kasus ini yaitu :” Hal apa saja dari konsep dasar matematika yang belum dikuasai siswa”. buku pegangan yang kurang dan waktu belajar yang kurang tepat.C. oleh karena itu berbagai kondisi dilapangan menjadi bukti nyata.

f. e. seperti dengan menyuruh beberapa orang siswa melafalkan dibangku masing-masing. maka berikut ini diajukan beberapa alternatif untu mengatasi hal tersebut. Soal yang diberikan mulai dari yang mudah sampai yang sulit seperti soal UAN. Bagi siswa yang kurang memahami pengertian sulit membaca dan menuturkan Pada saat pembelajaran harus dimantapkan penguasaan pengertian dari materi. dimana siswa dibimbing mengerjakan soal dibangku dan kedepan kelas. Sulit menuturkan Ini terkait dengan kemampuan memahami pengertian dan membaca sehingga juga tidak dapat menuturkan. lambanglambang dan menterjemahkan matematika secara bahasa. 3. b. 2. Bagi siswa yang dasar-dasar matematikanya kurang berikan tugas khusus. Siswa sulit membaca Karena siswa tidak paham pengertian sehingga juga sulit membaca notasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Ngalim Purwanto(1990: 103) sebagai berikut: “Karena terlatih. 4. Bagi siswa yang sulit melakukan perhitungan Guru harus banyak memberikan soal-soal dalam bentuk kuis atau mengerjakan soal-soal dalam buku paket. Kata motif sering diartikan sebagai upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan. g. Istilah motivasi (motivation) berasal dari bahasa latin “Movere” yang berarti menggerakkan. yaitu : 1. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari . seseorang dapat timbul minatnya kepada sesuatu itu. d. Memulai pembelajaran dengan contoh aplikasi materi berkenaan dalam kehidupan sehari-hari. terutama beberapa siswa yang bermasalah dalam belajar. Kenali kelas yang diajar. Berdasarkan empat masalah diatas. Sulit melakukan perhitungan Siswa kurang terampil dalam mengerjakan soal. Menurut Ngalim Purwanto (1990:60) bahwa “motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu”. karena sering mengalami sesuatu. Karena latihan. Usahakan cara praktis dalam pengerjaan soal dan memahami materi. Alternatif-alternatif yang dikemukakan diatas.karena seringkali mengulang sesuatu maka kecakapan dan pengetahuan yang dimilikinya dapat menjadi makin dikuasainya dan makin mendalam. Dalam memberikan contoh soal. Makin besar minat makin besar pula perhatiannya sehingga memperbesar hasrat untuk mempelajarinya”. yaitu : a. Berikan permainan matematika dalam materi berkenaan.2. tidak tahu mana yang harus didahulukan atau dikemuiankan dengan rumus-rumus apa dan ketentuan yang mana. Sebaliknya tanpa latihan pengalaman – pengalaman yang telah dimilikinya dapat menjadi hilang atau berkurang. diharapkan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa dalam matematika dan pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar. 3. usahakan soalnya mulai dari yang mudah ke yang sulit dan dari yang konkrit ke yang abstrak. Pendapat dari guru matematika dapat menjadi pertimbangan sebagaimana dituturkan saat wawancara dengan penulis. c. Bagi siswa yang kurang menyenangi matematika Untuk mengatasinya guru harus berusaha menerapkan suatu metode mengajar yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa berdasarkan prinsip-prinsip dasar. Jelaskan keterkaitan materi berkenaan dengan materi pada mata pelajaran lain.

Dapat disimpulkan bahwa motivasi berprestasi merupakan dorongan atau keinginan yang dimiliki seseorang untuk bekerja dengan baik dan mencapai hasil yang sesuai dengan standar yang dietapkan. Guru sebaiknya selalu berusaha mencari cara terbaik dalam pengajaran matematika mana yang lebih cepat dikuasai siswa 3. afeksi dan emosi yang dapat diransang oleh karna tujuan. c. Motivasi ditandai dengan timbulnya rasa (felling). afeksi seseorang dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan kejiwaan. Agar dapat menguasai matematika dengan baik siswa harus memiliki kemampuan awal berupa dasar-dasar matematika pada tingkat sebelumnya 3. Saran-Saran 1. b. Motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada setiap individu manusia. Kesimpulan 1. Minat motivasi belajar menjadi faktor yang menentukan dalam proses belajar siswa 2. Hendaknya guru matematika bukan seorang yang pemarah namun tetap berwibawa dihadapan siswa 2. Guru harus memotivasi siswa agar belajar dengan baik dan hasil belajarnya makin meningkat . Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Motivasi akan diransang karna adanya tujuan. Pendapat ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Eligram Amka (2002) bahwa ada tiga elemen penting yang tergantung dalam motivasi : a. Latihan mengerjakan soal-soal merupakan hal yang penting yang harus dilkukan siswa agar makin memahami matematika B.dalam dan didalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful