RESUME PERENCANAAN PENGAJARAN D I S U S U N O L E H: Nama NPM Jurusan Mata kuliah Dosen Sumber STAI ACPRILESMA JAKARTA - 2011 : : : : : : LUSIN

WARDOYO 022.003.2010 Bimbingan & Konseling Perencanaan Pengajaran Drs. Margiyanto Perencanaan Pengajaran, Drs. Harjanto, Rineka Cipta

BAB I 1. PENGERTIAN DAN TUJUAN PERENCANAAN Perencanaan merupakan suatu strategi untuk mencapai suatu sasaran yang ingin dic apai. Menurut Philip Commbs, Perencanaan Pengajaran adalah suatu penerapan rasional d ari analisa sistimatis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendid ikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para muri d dan masyarakatnya. 2. MASALAH MASALAH POKOK PERENCANAAN PENGAJARAN a. Tujuan dan fungsi pendidikan apa yang harus diprioritaskan? b. Alternatif apa yang terbaik untuk mencapai bermacam2 tujuan dan fungsi i ni? (teknologi, biaya, waktu,efektifitas dsb) c. SDM? d. Siapa yang akan membiayai? e. Bagaimana hendaknya semua sumber biaya dibagi diantara bermacam2 tingkat jenis dan segi2 dari system itu? Masalah ekonomi yang mempengaruhi a. Masalah alokasi; bagaimana membagi dengan sebaik-baiknya dana yang terba tas kepada berbagi macam sector sehingga diperoleh totalitas hasil yang optimal b. Masalah efisiensi; bagaimana menggunakan dana yang telah dialokasikan ag ar dapat diperoleh hasil optimal. 3. Proses Perencanaan

6 tahap proses: a. Tahap pra perencanaan: Menciptakan badan/bagian yg bertugas melaksanakan fungsi perencanaan. Menetapkan prosedur perencanaan ReOrganisasi structural Menetapkan mekanisme prosedur untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang diperlukan b. Tahap perencanaan awal: Tahap diagnosis; membandingkan output yang diharapkan dengan apa yg tela h dicapai sekarang, mencari apa kelemahan/kekurangan suatu rencana. Tahap formulasi rencana: kebijakan yg menberikan arah pada upaya memperb

aiki kelemahan/kekurangan suatu rencana. Penilaian kebutuhan: Jumlah orang yg perlu mendapat layanan dalam rencana dan syarat2 kualitatifnya. Jumlah dan besarnya lembaga atau program yg dibutuhkan Jumlah, kompetensi dan syarat pekerjaan dari organisator pelaksana rencana tsb. Jumlah dan kualitas bahan, sarana dan tools yg diperlukan Jumlah dana untuk pos pengeluaran Jumlah dan kualitas layanan pendukung dsb. Perhitungan biaya, dihitung berdasarkan data biaya tahun sebelumnya deng an memperhiotungkan fluktuasi kerja Penentuan Target, Mengkaji kebutuhan yang telah diidentifikasikan, menet apkan prioritas program dan tingkat pencapaian realistis dari tujuan yg ditetapk an. c. Tahap Formulasi Rencana: Menyiapkan seperangkat keputusan yang diambil oleh pemegang otoritas Menyediakan pola dasar pelaksanaan yang menjadi pegangan berbagai unit o rganisasi yang bertanggungjawab dalam implementasi keputusan-keputusan tersebut. d. Tahap Elaborasi (perincian) Rencana: Membuat program, membagi rencana kedalam area-area pelaksanaan (program) yang masing-masing mempunyai tujuan spesifik. Identifikasi dan formulasi proyek; tiap program terdiridari dari kelompo k aktivitas sejenis dan tiap kelompok aktivitas dinamakan proyek yang diidentifi kasikan dan dirumuskan secara tuntas agar seluruh kegiatan dapat dilaksanakan. F ormulasi proyek merinci siapa pelaksana, berapa biaya, jangka waktu dsb. yang di anggap perlu. e. Tahap Implementasi Rencana: Saat atau momen proyek dilaksanakan dimana perencanaan bergabung dengan proses p elaksana atau manajemennya. SDM, dana, materiil, mekanisme pendelegasian wewenan g, pembagian tugas dan tanggung jawab dsb.nya dialokasikan.

f. Tahap Evaluasi dan perencanaan ulang: Menetapkan mekanisme evaluasi tentang sejauh mana kemajuan yang dicapai dan mend eteksi deviasi atau penyimpangan secara bersinambung, saat pelaporan dapat dila kukan scara belaka. Makna evaluasi: Mengindikasikan kelemahan rencana untuk merevisi rencana awal sehingga d alam sisa periode rencana tersebut kesalahan diperbaiki. Sebagai bahan diagnosis dan bahan membuat perencanaan ulang. 4. Jenis-jenis Perencanaan Jenis-jenis Perencanaan ditinjau dari besaran (magnitude), telaah dan jangka wak tu. Jenis-jenis Perencanaan ditinjau dari besaran (magnitude) : Perencanaan makro; perencanaan yang berskala nasional, menetapkan kebijakan-kebi jakan, tujuan dan cara yang dipakai dalam mencapai tujuan. Perancanaan makro menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut untuk mencapai tujuan: a. Apa tujuan pendidikan nasional b. Pendekatanapa yang dipakai c. Lemabaga pendidikan apa yang dipakai d. Bagaimana mengatur organisasi pendidikan e. Program-program apa yang perlu diadakan f. Sumber-sumber apa saja yang dapat dimanfaatkan g. Apakah kriteria keberhasilanusaha pendidikan itu Perencanaan meso; kebijakan perencanaan makro dijabarkan lebih rinci kedalam pro gram-program berdimensi lebih kecil, lebih bersifat operasional disesuaikan deng an keadaan daerah, departemen atau unit lainnya. Pertanyaan yang dijawab samaden gan makro, Cuma lebih rinci dan kebebasannya dibatasi oleh ketentuan rencana mak

merupakan penjabara n operasional rencana jangka panjang. materiil. Karakteristik lembaga diperhatikan asalkan tidak bertentangan deng an perencanaan makro dan meso.ro. L aju perkembangan pendidikan yang lamban antara tahun 1645-1968. ketat dan tidak manusiawi dapa t menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian. Perencanaan mikro. landasan kebijakan dan tahap usaha renca na penanggulannya yang dikonsepkan pada awal Pelita I: Masalah dunia pendidikan meliputi identifikasi pengelompkan kurikulum. II dan III (1969-1984) masyarakat memerlukan perbaikan system pendidikan c. kaku. Perencanaan yang berlebihan. . administrasi dan manajemen. Rencana yang baik selalu menjadi p etunjuk arah yang pasti dan fleksibel. perencanaan tingkat institusional. Tuduhan perencanaan yang salah sehingga kegiatan tidak mencapai hasil yang optim al mengindikasikan bahwa perencanaan memainkan peranan yang penting sekali. mengarahkan proses pelaksanaan yang efektif dan efisien. Pentingnya Perencanaan Pengajaran Perencanaan pengajaran sangat penting dan menentukan karena perencanaan pengajar an membantu para pengelola pendidikan lebih berdaya guna dalam melaksanakan tuga s dan fungsinya untuk mencapai tujuan lebih tepat waktu. Kebijakan pemerintah menampung semua anak usia sekolah dasar menjadikan perencanaan peningkatan daya tamping harus ditangani secara menyeluruh. prosedur dan ketentuan lainnya yang telah ditetapkan berdasarkan data kuantita tif yang dapat diukur sehingga tidak begitu membutuhkan pertimbangan individual . Jenis-jenis Perencanaan ditinjau dari telaahnya: Perencanaan strategis: perencanaan tingkat normatif dimana pengambilan keputusan tidak berdasarkan data statistik melainkan juga pertimbangan para perencana ya ng berkaitan dengan penetapan tujuan. focus pada apa yang akan dikerjakan pada tingkat pelaks anaan rencana manajerial di lapangan. kabupaten dan kecamatan. 5. Kelemahan perencanaan yang sering terjadi disebabkan oleh: The right man in the right place diabaikan. bersifat spesifik dan berfungsi memberikan petunjuk konkret tentang pelaksanaan suatu proyek atau program meliputi aturan. lebih rinci berdasarkan data statistic tetapi dalam beberapa hal menggunakan ak al sehat. Perencanaan jangka pendek mencakup kurun waktu 1-3 tahun merupakan penjabaran re ncana jangka panjang dan menengah. tidak cu kup pada tingkat pusat tapi sampai ke tingkat propinsi. Desakan-desakan masalah dalam berbagai aspek menandakan betapa pentingnya perenc anaan pendidikan. organisasi. parameternya lebih kabur dan makin panjang kurun waktunya makin tidak pasti variabelnya. Jenis-jenis Perencanaan ditinjau dari jangka waktu: Perencanaan jangka panjang mencakup kurun waktu 10-25 tahun. Perencanaan operasional. alokasi sumber-sumber dan kebijakan sebag ai pedoman dan cenderung pada masalah yang tidak begitu terstruktur yang melibat kan banyak variable namun parameternya tidak pasti. ekonomis dan lebih muda h dikontrol serta dimonitor pelaksanaannya. diantaranya: a. partisipasi masyarakat. pembiayaan dan pembelanjaan. masa r evolusi fisik melawan penjajah dan pergolakan politik b. personal. Perencanaan jangka menengah mencakup kurun waktu 4-10 tahun. Perencanaan manajerial. Gambaran umum masalah dunia pendidikan. Periode Pelita I. pelita dan masalah khusus. terlalu padat. penjabarannya lebih spesif ik dari meso.

Penyusunan Repelita tersebut berdasarkan UUD 45. Di pusat. statistic dan kemampuan analis. Menurut Prof.Dr. 5 Landasan kebijakan untuk perencanaan dan pembinaan system pendidikan baru: 1. ekonomi. Pendidikan harus integral dalam pengelolaannya (manajemen) 5. Pembangunan pendidikan harus memperhatikan nilai kuantitatif maupun kual itatif Secara garis besar system dan prosedur perencanaan di Depdikbud sesuai tugas dan fungsi unit-unit perencanaan diuraikan sbb: a. statistic. Tekanan tuntutan akan pendidikan akibat ledakan penduduk dan meningkatny a aspirasi dan harapan masyarakat. Petugas-petugas perencanaan c. Pembangunan pendidikan harus diintegrasikan rencana pembangunan nasional 3. Memakai rumus matematis dalam perhitungan tertentu (kebutuhan jangka pen dek. Petugas-petugas perencanaan b. System pendidikan yang using 2. identifikasi dan analisis m asalah dengan indicator kuantitatif. Semua ini memerlukan peng etahuan ekonomi. atas dasar “garis-garis besar kebijakan perencanaan Depdikbud.4 masalah pokok mengandung unsur-unsur yang beraspek kualitatif. Pendidikan harus berpandangan luas dan jauh ke depan 2. keuangan. Menerjemahkan kebijakan ke dalam rencana operasional f. dibentuk panitia penyusunan Repelita Pendidikan dan Kebudayaan yang anggotanya adalah pimpinan unit-unit utama dan dipimpin langsung oleh Ment eri Pendidikan dan Kebudayaan. matematika. Menerjemahkan implikasi rencana ekonomi makro ke dalam sector pendidikan c. Petugas-petugas perencanaan d. GBHN. b. MA perencanaan pendidikan sbg proses mempergunakan berbagai teknik. sedang dan panjang secara kuantitatif e. kuantitatif dan suportif: 1. pedagogi. mulai dari statistic data analisis. Perencanaan adalah kegiatan multi disipliner yang memperhatikan masalah-masalah demografi. kanwil dan perguruan tinggi mengajukan usulan proyek dan kegiatan-kegiatannya kepada biro perencanaan (sebagai coordinator) un tuk proses selanjutnya. Menjabarkan rencana pembangunan pendidikan ke dalam proyek-proyek. Dalam menyusun alternative-alternatif pemecahan masalah tersebut di atas perenca na pendidikan harus memperhatikan alokasi dan penggunaan sumber-sumber dan mempe rhitungkan aspek demografi dan statistic kependudukan. Di daerah. situasi dan kondisi daerah. Menganalisis proyeksi tenaga kerja nasional terhadap lulusan/output pend idikan menurut tingkat dan program studi d. Menganalisis data pendidikan dan data lainnya yang diperlukan b. lingkungan. GBHN dan tap-tap MPR yang relev an dengan dikbud. Petugas-petugas perencanaan tanggung jawab: tingkat pusat tingkat provinsi tingkat kabupaten/kotamadya dan kecamatan tingkat sekolah Tugas Petugas-petugas perencana pendidikan: a. Tenaga perencana pendidikan Berdasarkan tugas dan ruang lingkup a. Pendidikan harus bersifat komprehensip 4. sosbud dan aspek lainnya yang mempengaruhi perencanaan pendidikan baik langsung atau tidak.Yusuf Enoch. penentuan prioritas dan alternative kebijak an penangggulangan masalah. BAB II KONSEP PENDEKATAN SISTEM PENGAJARAN .

Mengabaikan masalah alokasi biaya pada sector lain Pendekatan ketenagakerjaan: Kegiatan-kegiatan pendidikan diusahakan memenuhi kebutuhan dunia kerja akan tena ga kerja yang terampil. Menyusun program/proyek untuk memenuhi output sesuai kebutuhan e. jumlah tena gakerja menurut klasifikasi dan kualifikasinya belum tersedia b. Kurang memperhitungkan perlunya keseimbangan dalam sifat dan macam2 tena ga kerja yang diperlukan oleh sector lain c. Langkah2 Pendekatan ketenagakerjaan: a. Data dan informasi tentang proyeksi tenaga kerja masa depan. Hal-hal atang: a. Perbandingan jumlah tenagakerja berdasarkan jenjang keahliannya masih su lit dilakukan. keuntungan atau efektifitas yang akan diperolehnya. Memproyeksikan output pendidikan d. Data dan proyeksi dari masing2 lapangan kerja kurang tersedia c. Setiap jenis dan jenjenjang pendidikan mungkin perlu pendekatan yang berbeda. penduduk usia sekolah Persentase penduduk sekolah Arus murid dari hirarki grade pendidikannya Pilihan atau keinginan masyarakat dan individu tentang jenis2 pendidikan Kelemahan Pendekatan permintaan masyarakat: a. Memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja bagi pembangunan b. biaya. output (hasil/produk/keuntungan) . Penerimaan murid dalam jumlah banyak menurunkan mutu lulusannya d.Tujuan akan menentukan pola pendekatan perencanaan Pendekatan permintaan masyarakat: pendekatan yang bersifat tradisional dalam pen gembangan pendidikan. input (sumber. d. personal dll) 2. Merinci tujuan pendidikan antaralain mempersiapkan tenaga kerja untuk pe mbangunan di segala bidang c. b. • KONSEP PENDEKATAN SISTEM Suatu proses system yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kebutuhan dapat terc apai Sistem: gabungan keseluruhan bagian yang saling bekerjasama untuk mencapai hasil/tujuan yang diharapkan berdasarkan kebutuhan Unsur-unsur system: 1. d. Menyusun kegiatan rencana pembiayaan yang dituang dalam rencana Hambatan2 dalam menyusunperencanaan pendidikan dengan pendekatan ketenagakerjaan : a. yang perlu dianalisa untuk memperkirakan kebutuhan pada masa yang akan d Pertambahan penduduk. c. Sisdiknas tidakmampu mengadakan penyesuaian dengan berbagai ragam kebutu han akan keahlian dan kemampuan lulusannya Pendekatan efisiensi investasi (nilai imbalan) (Rate of Return Approach): Besarnya investasi/biaya dalam dunia pendidikan ditentukan sesuai dengan hasil. Tidak mengindahkan besarnya sumber dana b.

Memakai logika dan tahapan c. 3. 2. Lakukan strategi tersebut untuk mencapai target . Pilih strategi pemecahannya 4. Menggunakan istilah dan langkah yang jelas dan mudah dikomunikasikan da n dipahami Langkah-langkah model perencanaan sistematis menurut Kaufman (1979. p10): 1. produk atau keuntungan Proses Penerapan suatu cara dan sarana untuk mencapai output 1. Tentukan syarat-syarat dan alternate pemecahannya 3. Hidup vs mati Hidup(sel. Identifikasi masalah berdasarkan kebutuhan 2. Mampu memprediksi dan kontrol/pengawasan yang baik Proses perencanaan pengajaran dapat berjalan baik karena kita: a. Alat mengidentifikasikan dan memecahkan masalah 2. Memilih pendekatan sesuai dengan sikon d. Menetapkan mekanisme “feedback”. Terbuka vs tertutup b.Sifat-sifat system: a. system. Hirarki (supra system. dan sub system) Suprasistem: System yang kompleks yang mencakup lebih dari satu system sebagai komponenya Subsistem: Kesatuan atau kumpulannya yang merupakan bagian dari system yang lebih besar yan g bisa dibedakan untuk observasi/mempelajarinya System terbuka System yang dapat menerima input misalnya berupa info dari luar System tertutup System yang tidak terima input dari luar Feedback(umpan balik) Informasi kontinyu untuk perbaikan Hirarki Sesuatu yang bertikngkat/grup/kelas Input/masukan Output/keluaran/hasil Hasil konversi proses suatu system sebagai hasil. Sederhana vs kompleks c. computer dll) d. Pentingnya perencanaan sistematis: Untuk memberi kepastian keberhasilan bukan untung-untungan Sebagai alat mengidentifikasikan dan memecahkan masalah Untuk memanfaatkan sumber secara efektif Keuntungan perencanaan sistematis: 1. tanaman dll) Mati(tata surya. identifikasi hambatan/kekurangan/kelemahan dan menunjukkan perubahan2 apa saja yang diperlukan e. Merumuskan kebutuhan (need assisment) secara spesifik dan nyata b.

4. Sistem : seperangkat bagian-bagian atau komponen yang satu sama lain ber kaitan dan berinteraksi dalam mencapai tujuan. 2. Pengalaman belajar apa yang dapat diberikan untuk mencapai tujuan terseb ut? 3. system pencernaan dll Instruction atau pembelajaran atau pengajaran oleh Saylor dan Alexander (1976) a rtinya pelaksanaan kurikulum (curriculum implementation) yang merujuk pada prose s belajar mengajar (teaching-learning proses). Instruction adalah proses pembelajaran yang merupakan bentuk operasional pelaksanaan kurikulum. 3. Contoh: system tatasurya. Model : kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman (rujukan) dal am melakukan suatu kegiatan. Model Dasar Sistem Instruksional Sistem instruksional dibentuk oleh dua konsep: “system” dan “instruction”. System oleh Wong & Raulerson (1973) adalah “a set of parts united by some form of interaction” (suatu perangkat dari bagian-bagian yang diikat atau dipersatukan ol eh beberapa bentuk hubungan saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan).5. komponen dan proses terdapat hubungan yang saling menentukan Menurut Tyler (1949) ada empat hal yang harus dijawab dalam mengembangkan kuriku lum dan pengajaran: 1. Keadaan bisa berubah disaat proses sedang berjalan BAB III BERBAGAI MODEL PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUKSIONAL 6. 6. Tujuan pendidikan mana yang seharusnya dicapai? 2. System instruksional : tatanan aktifitas belajar mengajar yang mengandun g dimensi perencanaan kegiatan belajar mengajar. Menghabiskan waktu. Tujuan • Antara tujuan. sebagai perencana dan pelaksana . tenaga dan biaya 2. Bagaimana kita dapat menentukan bahwa tujuan itu dicapai? Rangkuman: 1. Bagaimana pengalaman belajar tersebut diorganisasikan secara efektif? 4. Tentukan efektifitas hasilnya dengan evaluasi Revisi setiap langkah (jika perlu) Kelemahan planning system kaufman: 1.

isi. Respon nyata yang kompleks (complex over respons) : penampilan gerakan-gerakan secara cermat dan mahir dalam bentuk gerakan-gerakan yang rumit. Penghargaan (valuing) : kepekaan tanggapan terhadap nilai oleh individu pada sua tu objek/fenomena/perilaku. penjabaran. novel. puisi dan laporan penelitian untuk suatu tujuan berdasar kan kriteria tertentu. Penilaian adalah hasil belajar ranah kognitif yang paling tinggi tingkatannya. Pemahaman (comprehension) : kemampuan menangkap pengertian sesuatu. 5. institusional. Komponen pokok system kurikulum dan pengajaran (instruksional) adalah tu juan dan pengorganisasian pengalaman belajar . 7. Menurut Bloom dkk (1952) ada tiga kategori tujuan yaitu Ranah Kognitif(p enalaran) atau cognitive domain . rencana kerja. Penguraian (analysis) : kemampuan mempersatukan bagian-bagian yang terpisah guna membangun suatu keseluruhan yang utuh (identifikasi. Ranah Affektif (Nilai dan Sikap) atau affectiv e domain dan Ranah Psikomotor atau psychomotor domain. 5. Tanggapan terbimbing (guided respons) : thap awal dari ketrampilan yang lebih ko mpleks meliputi proses peniruan gerakan. Mekanisme (mechanism) :gerakan-gerakan penampilan yang melukiskan proses dimana gerak yang sudah dipelajari kemudian diterima sebagai kebiasaan dengan penuh pe rcaya diri dan mahir.an yang menetapkan tujuan. Pengkarakterisasian dengan suatu nilai (characterization by a value or value com plex) : proses afeksi dimana seseorang memiliki system nilai sendiri yang mengen dalikan perilakunya untuk waktu lama dan membentuk gaya hidupnya. Penyesuaian (adaptation) : ketrampilan yang sudah dikembangkan secara lebih baik hingga dapat mengolah gerakan dan menyesuaikannya dengan tuntunan dan kondisi s ituasi khusus yang lebih problematic. Penilaian (evaluation) : kemampuan mengkaji nilai atau harga sesuatu seperti per nyataan. Antara tujuan satu dengan lainnya saling berkait dan tujuan yang lebih rendah harus mendukung tujuan yang lebih tinggi. sosial. buku dan music. Ranah psikomotorik (psychomotor domain) : Persepsi (perception) : pemakaian alat-alat perasa untuk membimbing efektifitas gerak. Tingkatan tujuan : tujuan nasional. memecahkan konflik antara nilai-nilai itu. Berkenaan deng an pola umum penyesuaian diri secara personal. mengenal prins ip-prinsip) Penyatuan (synthesis) : sama dengan analisis ditambah kemampuan membuat komunika si khas seperti tema. Rincian Masing-Masing komponen Sistem Instruksional Rangkuman: 1. Ranah afektif (nilai dan sikap) Penerimaan (receiving) : kesediaan menghadirkan dirinya pada suatu peristiwa ata u rangsangan seperti kegiatan kelas. Kesiapan (set) : kesediaan beraksi atau tindakan yang mencakup kesediaan materii l. emosional. 2. memb angun system nilai secara internal seringkali atau konsisten. proses. Penerapan (application) : kemampuan menggunakan materi yang dipelajari dalam sit uasi baru dan nyata. Penciptaan (origination) : daya cipta pola gerakan baru sesuai dengan situasi pr . instruksio nal umum dan khusus. kesiapan fisik dan kemauan member reaksi. Pemberian tanggapan (responding) : keikutsertaan siswa secara aktif dengan reak si tertentu. cerita. Ranah kognitif(penalaran) ada enam: Pengetahuan (knowledge) / ingatan: kemampuan mengingat yang pernah dipelajari. 3. dan evaluasi pengajaran. 4. Model kurikulum/pengajaran Tyler (1949) dapat diterima sebagai model das ar system instruksional dan dapat dikembangkan sesuai situasi. pidato. Pengorganisasian (organization) : proses memadukan atau mengintegrasikan berbag ai nilai (values) yang berbeda. atau perangkat hubungan-hubungan ab strak seperti membuat skema untuk menggolong-golongkan informasi. sebagai proses interaksi antar komponen pengajaran dalam suasana kelas secara nyata. 6. kurikuler.

1974): 1. Krathwol dan Simpson dapat dijadikan sebagai kerangka acuan b. Dalam masalah isi dan pengalaman belajar dapat digunakan kriteria Tyler( 1949) dan Taba (1962). Untuk perilaku yang khusu dan spesifik kategorisasi perilaku pada masing -masing ranah dari Bloom. Indentifikasi alternative cara memenuhi kebutuhan 4. Untuk perilaku yang umum dan saling terkait antar ranah dan sub ranah ko nsep Romiszowsky dapat digunakan sebagai kerangka experts judgment 8. Pelaksanaan operasional Diagram model untuk mengembangkan satuan pelajaran (Wong dan Raulerson. Kesesuaian dengan kenyataan yang ada dan hidup dalam masyarakat c. Pengalaman belajar yang sama hasilnya beraneka ragam 10. 9. Penetapan tujuan umum dan khusus 3. Merancang komponen system 5. Memilih atau mengembangkan materi pelajaran 8.Hubungan antara\komponen dalam system instruksional 12 langkah pengembangan system instruksional (Gagne & Briggs. Kegiatan mengatasi kendala 7. Analisis sumber-sumber yang dip[erlukan. Misalnya pengalaman belajar efektif. Kriteria Taba tentang isi dan pengalaman belajar: a. Keseimbangan antara keluasan (breadth) dan kedalaman (depth) materi d. Keterkaitan ketiga ranah tersebut oleh Romiszowsky disebut ranah kreativitas.oblematika tertentu. 4. Siswa memiliki pengalaman belajar yang memberinya kesempatan melatih per ilaku secara implicit tertuang dalam tujuan. Respon/ reaksi yang diharapkan masih dalam jangkauan anak. 1974): Model Kibler. Misalnya mengembangkan ketrampilan memecahkan mas alah kesehatan. Kecocokannya dengan kebutuhan dan minat siswa 11. Pengalaman belajar memberikan siswa kepuasan melaksanakan suatu perilaku yang digariskan dalam tujuan. Mengorganisasikan pengalaman belajar harus memperhatikanprinsip continui ty. Penyesuaian. Merancang prosedur penelitian siswa 9. sumber-sumber yang tersedia dan kendala-kendala 6. Kriteria Tyler tentang isi dan pengalaman belajar: a. Analisis dan identifikasi kebutuhan 2.sequence dan integration. 12. Dua cara menganalisis tujuan pendidikan: a. Uji coba lapangan: evaluasi formatif dan pendidikan guru 10. 7. revisi dan evaluasi lanjut 11. e. d. Kesahihan dan kebermaknaan materi berkaitan dengan perkembangan ilmu dan teknologi b. Dapat tidaknya dipelajari (learn ability) dan kesesuaiannya (adaptabili ty) dengan pengalaman siswa f. Memungkinkan digunakan sebagai tujuan belajar e. c. Barker dan Miles (1970): . Evaluasi : kegiatan untuk menentukan apakah tujuan yang digariskan dapat dicapai atau tidak. Evaluasi harus penuhi kriteria Taba. misalnya dalam memecahkan masalah b. Evaluasi sumatif 12. Pengalaman belajar tertentu dapat dicapai untuk mencapai tujuan tertentu .

Menentukan ruang (jumlah peserta dan strategi) 8. tenaga) b.4 Menentukan materi pelajaran b.3 Menetapkan kegiatan belajar dan materi bahan pelajaran a. Pengelompokan belajar 6. Merumuskan TIK (Tujuan Instruksional Khusus) a. Mengembangkan alat evaluasi a. Melaksanakan kegiatan dan tes hasil belajar 6. tu gas belajar/syarat dan kegiatan belajar yang sesuai) c.2 Menganalisis karakteristik siswa b.8 Evaluasi c.Model materi Gerlach dan Ely(1971): 1. Mendesain system instruksional 5. Model-model pengembangan instruksional I: a.2 Penyusunan garis besar kurikulum c. TIK/TIU dan prosedur) d. Mengembangkan tes 3.10 Evaluasi sumatif u/ menilai system penyampaian secara keseluruhan pada akhi r kegiatan (hasil belajar. alat.2. Menganalisis umpan balik ( u/ penyempurnaan perbaikan instruksional mencakup seluruh komponen instruksional) e.5 Menetapkan penjajagan awal b.3 Menentukan TIK b.6 Menentukan jenjang belajar c. Mengevaluasi hasil belajar 10.Banathy (1972): 1. Merumuskan TI 2.9 Evaluasi formatif u/ memperoleh data dalam rangka revisi materi belajar c. Model Briggs (1977): c. Menentukan pembagian waktu 7.5Penyiapan evaluasi hasil belajar c.7 Penentuan kegiatan belajar c. waktu. Memilih media instruksional yang sesuai 9. Menentukan isi materi pelajaran (sesuai TIK) 3.6 Menentukan strategi belajar mengajar b.3 Perumusan tujuan kurikuler umum dan khusus c.1. klasifikasi kondisi belajar. Model pengembangan instuksional PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksi onal) kurikulum 1975 ada 5: a. Mengadakan perbaikan system instruksional berdasarkan hasil evaluasi Merumuskan tujuan instruksional Tujuan instruksional: perumusan yang jelas memuat pernyataan tentang kemampuan d .Model Bela H. Merumuskan TI 2.1 Identifikasi kebutuhan/pemenuhan tujuan c. Analisis kegiatan belajar mengajar 4. Menentukan teknik dan strategi 5.7 Mengkoordinasi sarana penunjang (fasilitas.4 Merencanakan program kegiatan b.8 Pemantauan bersama c. Model JE Kemp(1977): b. pengalaman belaja r.4 Analisis tugas/tujuan (analisis proses info. Menentukan kemampuan awal peserta didik (dgn pre tes) 4. pengorganisasian pengalaman belajar dan evaluasi 4.1 Menentukan TIU (Tujuan Instruksional Umum) b.Umpan balik 4 komponen pokok system intstruksional saling terkait: tujuan.

menggunakan. agar mendapat pemecahan yang teruji validitasny a dan praktis bisa dilaksanakan (Elly. mengidentifikasi. Mengindikasikan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa Unsur unsur yang tercakup dalam TIK menurut Mager (1977): a. Tidak lepas dari tujuan kurikuler maupun tujuan di atasnya c. Conditions : syarat/kondisi untuk performance yang diharapkan 4. Contoh: mengukur. Mencakup tujuan umum tentang apa yang dapat dicapai dalam proses pengaja ran dalam satu waktu tertentu b. Single performance : 1 TIK 1 perubahan tingkah laku Criteria merumuskan TIK: 1. Selaras dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip belajar d. Performance : apa yang dapat dilakukan siswa b. meny ebutkan. TIU : hasil belajar yang dinyatakan scara umum dan berpedoman pada perubahan tin gkah laku dalam kelas. TIK: hasil belajar yang diharapkan yang dinyatakan dalam istilah perubahan tingk ah laku / kemampuan khusus yang dapat diamati dan diukur (Gronlund. b. Memberikan criteria pasti untuk mengukur kemajuan belajar siswa b. Berbentuk tingkah laku/kemampuan. Behavior /perilaku/kemampuan spesifik operasional 3.an tingkah laku peserta didik setelah ikuti suatu program pengajaran tertentu un tuk satu topic atau sub topic tertentu yang merupakan penjabaran dari tujuan kur ikuler. 1979) Pengembangan system instruksional : proses menentukan dan menciptakan si . waktu dan fasilitas yang ada e. kualitas proses) 5. Taksonomi tujuan pendidikan ranah afektif: tujuan/hasil belajar /kemampu an yang berkaitan dengan sikap. Merinci TIU menjadi TIK 3. Siswa akan mengorganisasikan usaha dan kegiatannya untuk mencapai TI yan g telah ditentukan Unsur-unsur yang tercakup dalam TIU menurut Gronlund (1976): a. relevansinya dengan kemampuan siswa) 5. Merumuskan TIU (hasil belajar) 2. Realistis dengan kemampuan siswa. Memberikan kepastian tentang kemampuan siswa yang diharapkan c. Sebagai dasar mengembangkan alat evaluasi untuk mengukur efektifitas pen gajaran d. Pengembangan System dan Desain Instruksional a. Pengembangan system instruksional : proses sistematis dan logis untuk mempela jari problem-problem pengajaran. menjelaskan. Hanya memuat satu perubahann tingkah laku/kemampuan a. Audience (siswa) 2. Memeriksa TI untuk kejelasan dan kesesuaiannya (relevansinya dengan tuju an yang lebih tinggi. Petunjuk bagi siswa tentang apa yang akan dipelajari dan dinilai f. Sebagai petunjuk dalam menentukan materi dan strategi instruksional e. Menggunakan kata kerja operasional. membedakan dll. Contoh: Siswa dapat menjelaskan proses terjadinya gerhana matahari 3. c. Berorientasi pada peserta didik. Taksonomi tujuan pendidikan psikomotor: tujuan/hasil belajar /kemampuan yang berkaitan dengan keaktifan/ketrampilan fisik (motor skills) Prosedur merumuskan TI: 1. jumlah. Criteria/degree : criteria hasil belajar (waktu. urutannya. Contoh: siswa mampu mengidentifikasi k omponen-komponen system belajar mengajar 4. kualitas hasil. Conditions: kondisi yang penting dalam performance c. Taksonomi tujuan pendidikan ranah kognitif: bersifat menambah pengetahua n/hasil belajar berupa pengetahuan. 1975) TIU menurut Gafur (SK Mendikbud no. 2.8/U/1975): tujuan-tujuan yang pencapaiannya d ibebankan kepada program pengajaran sesuatu bidang pelajaran Kegunaan TIU : a. Criterion : bagaimana criteria suatu performance dapat diterima TIK yang sempurna mengandung 5 unsur: 1.

pemilihan media dan evaluasi (Briggs. (Brigg s. Adanya serangkaian pilihan tentang: Perubahan fisik tempat & cara belajar Hubungan tidak langsung antara guru dan murid Aktifitas mandiri siswa Perlunya tenaga pembantu pengajar Perubahan peranan dan kecakapan mengajar Keluwesan waktu dan tempat belajar 2. Mengikuti atau membuat suatu model (paradigm approach) :hasilbelajar yan g diharapkan dapat diklasifikasikan sesuai dengan tipe-tipe tertentu. Desain system instruksional : pendekatan sistematis dalam perencanaan dan pe ngembangan sarana serta alat mencapai kebutuhan dan tujuan instruksional. berdasarkan pengalaman. Pendekatan empiris. System instruksional dimana sarana fisik merupakan komponen yang terpadu c. tidak efisien 2. Model pengembangan instruksional Briggs Identifikasi kebutuhan Penyusunan garis besar kurikulum Perumusan tujuan Analisis tujuan Penyiapan EHB Tentukan jenjang belajar Tentukan kegiatan belajar Pilih media yg sesuai Perencanaan kegiatan belajar . Sumber lain saja (media instruksional) e. (Briggs. BAB IV 1. Sumber berupa orang dibantu sumber lain c. Sumber berupa orang saja (guru pegang kendali penuh) b. 1971) c. Sarana fisik penyaji informasi b.tuasi dan kondisi tertentu yang menyebabkan siswa dapat berinteraksi sedemikian rupa sehingga terjadi perubahan di dalam tingkah lakunya (Carey. Pola-pola Instruksional: a. 1979) d. seperti penilaian kebutuhan. tanpa memakai dasar-dasar te ori secara sistematis. setiap pengembangan harus mulai dari awal. Sistem instruksional : semua materi pelajaran dan metode yang telah diujicoba dalam praktek untuk mencapai tujuan (Baker. Desain instruksional : keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan belaj ar serta pengembangan teknik mengajar dan materi pengajarannya untuk penuhi kebu tuhan tsb. Kombinasi di atas dalam bentuk suatu system Cirri-ciri penerapan pola instruksional scara operasional: a. b. Model-model Pengembangan Instruksional II Pengertian model model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses. 1979) Dasar-dasar pengembangan system dan desain instruksional Prosedur pengembangan system dan desain instruksional: 1. Sumber berupa orang dibantu sumber lain berdasarkan pembagian tanggungja wab d. Kelemahannya: a. 1977) b.1978) a.

teknik evaluasi) c. kumpulan data) b. Tujuan dan Fungsi Pengembangan Instruksional Tujuan utama dan Fungsi Pengembangan Instruksional secara umum adalah menghasilk an system instruksional yang efektif dalam rangka perbaikan pengajaran dan pendi dikan. prioritas. tindak lanjut) 3. Tentukan metode (belajar. jadwal) Pengembangan a. Model pengembangan instruksional IDI (Instructional Development Institut e) Penentuan a. alat waktu dll. Identifikasi objektif (TIK) (tujuan akhir. Tujuan Pengembangan Instruksional secara khusus: a. Pengelolaan (tugas.Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar Pelaksanaan evaluasi belajar b. sumber) c. revisi. Identifikasi masalah (analisis kebutuhan. kondisi. mengajar. Mengidentifikasi masalah-masalah instruksional dan mengorganisasi alat p emecahannya b. Analisis setting (audience. instrument. Buat prototype (paket materi. Model pengembangan instruksional Bela H. tujuan antara) b. media. Menghasilkan strategi belajar mengajar yang efektif dalam rangka perbai kan pengajaran dan pendidikan. Evaluasi e. Model pengembangan instruksional Kemp (1977) Menentukan TIU Analisis karakteristik siswa Menentukan TIK yang spesifik.Banathy Rumuskan tujuan Kembangkan tes Analisa kegiatan belajar mengajar Mendesain system instruksional Laksanakan kegiatan dan tes hasil Perbaikan c. materi) c. metode. evaluasi) Evaluasi a. fasilitas. efektif. Testing prototype (uji coba. pengelolaan. Analisis hasil (tujuan. Implementasi (review. operasional dan terukur Mentukan materi sesuai TIK Menetapkan pengajaran awal (pre-assesment) Menentukan strategi belajar mengajar yang efisien. Model pengembangan instruksional Gerlach & Ely (1971) Rumusan tujuan Menentukan isi materi Menurut kemampuan awal siswa Menentukan teknik dan strategi Pengelompokan belajar Pembagian waktu Ruang Pilih media EHB Analisa feedback f. ekonomis dan praktis Koordinasi sarana penunjang meliputi biaya. Model pengembangan instruksional PPSI Rumusan tujuan Pengembangan alat evaluasi Menentukan kegiatan belajar dan materi Merencanakan program kegiatan Melaksanakan program d. . rumusan masalah) b.

materi. evaluasi dll) c. latar belakang pendidikan. daya ingat siswa. kematangan. strategi belajar mengajar. motiv asi dll. Ha l-hal yang perlu diketahui: Factor akademis: jumlah siswa dalam satu kelas. Relevansi pengembangan BAB V PERENCANAAN TUJUAN-TUJUAN INSTRUKSIONAL 1. general purposes)/TIU C ontoh: Bidang studi : IPS dan IPA Mata Pelajaran : Problem Masa Kini Pokok Bahasan : Masa Depan Tujuan Umum : Membantu siswa memikirkan dunia masa depan dan kemungkinan pengaruhnya terhadap kehidupan 2. Umpan balik dalam rangka perbaikan situasi pengajaran dan pendidikan Kriteria pengembangan instruksional yang harus dipenuhi: a. Sebutkan karakteristik siswa sehubungan dengan desain yg akan dibuat Untuk mengukur apakah siswa akan mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak. Menghasilkan perencanaan instruksional yang efektif dalam rangka perbai kan pengajaran dan pendidikan d. kebutuhan gizi. topics. Mengidentifikasi alat dan media yang cocok g. pengaruh siswa terhadap hal-hal yang diperoleh da ri tersebut. minat. tabiat siswa menyampaikan alasan (pendekatan terhadap masalah dan p roses penyimpulannya). media. Tujuan kognitif: apabila mempelajari ilmu pengetahuan. 3. Sebagai pedoman guru melaksanakan proses belajar mengajar b. pemiki ran dll yang bersifat menambah pengetahuan . Mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa f. informasi. b. Lingkungan sosiologis (kebiasaan belajar. Buat pokok bahasan dan tujuannya (goals. psikomotor dan afektif a. c. Kondisi fisiologis (ketajaman/kelemahan indera. Apasaja tujuan belajar / learning objectives Dinyatakan dengan keaktifan/kegiatan siswa Dapat diukur apakah kelak tujuan bisa tercapai atau tidak Dapat ditulis lebih dahulu atau kemudian setelah isi materi disusun gari s besarnya Ada 3 tujuan: kognitif. sikap terhadap efisiensi tugas). Sebagai pedoman guru mengambil keputusan instruksional (identifikasi keb utuhan dan karakteristik siswa. Kondisi belajar: Lingkungan fisik (dekorasi. tujuan instruksional. Factor social: umur. ketajamanpanca indra. Menentukan dan mengidentifikasi materi yang cocok Fungsi Pengembangan Instruksional: a. Lingkungan emosi onal (motivasi. t anggapan terhadap pejabat dll). Kualitas pengembangan b. Alat control (evaluasi) d. tata cahaya dll) . Efektifitas pengembangan c. Desain a. Perencanaan Desain Instruksional instruksional dirancang untuk mendapatkan: Tujuan pengajaran Prosedur/kegiatan dan sumber belajar Evaluasi 8 Langkah membuat perencanaan desain instruksional: 1. tanggungjawab dll) . Menghasilkan evaluasi belajar mengajar yang efektif dalam rangka perbaik an pengajaran dan pendidikan e. (Dunn&Dunn) Identifikasi teknik belajar siswa: usaha meningkatkan perhatian siswa (cognitive style mapping): daya tangkap siswa terhadp lambing-lambang baik angka maupun ka ta-kata.c. latar belakang social-ekonomi dll.

Ahli teori belajar harus punya latar belakang psikologi belajar. Partisipasi mental: siswa siap menjawab Belajar mandiri (individual learning): modul. Pelayanan penunjang (anggaran. Interaksi aktif dengan guru b. ke giatan dan dapat mengontrol ketepatan materi pelajaran serta media yang digunaka n. Kemampuan dan Hubungan Kerja Penyusunan desain instruksional Penyusun desain instruksional harus punya latar belakang dan pengalaman dalam b idang filsafat pendidikan. mengawasi. membuat pengadaan bahan. Ahli perpustakaan harus berpengetahuan luas terhadap kebutuhan bacaan wajib dan pilihan. apresiasi. fasilitas. mengatur waktu. Tujuan proyek sekolah adalah untuk memecahkan 4 masalah pok yaitu: jumlah (pemer ataan pendidikan. macam kegiatan belajar mengajar. Ahli evaluasi tugasnya membantu para ahli di atas dalam : a. texthome. nilai-n ilai. Buat daftar isi (materi) (subject content) / isi pokok bahasan Sebaiknya relevan dengan kebutuhan siswa di masa depan (karier dll) 5. Evaluasi hasil belajar akhir (posttest) Evaluasi formatif: untuk mengetahui pelaksanaan program menyimpang dari rencana awal atau tidak Evaluasi sumatif: untuk mengukur apakah program sudah efektif dan efisien Ahli media harus tahu kelebihan kekurangan segala macam media dan membantu memil ih media yang tepat. h arus mampu member petunjuk tentang proses perencanaan. TV. Tujuan psikomotor: tujuan yang berhubungan dengan ketrampilan atau keakt ifan fisik (motor skills) c. dapat bekerjasama dalam t im. Evaluasi Hasil Belajar 2. menyarankan bag aimana menggunakan prinsip-prinsip belajar. kebiasaan dll. perl engkapan. dan koordinasi program bersama staff admin sekolah. relevansi pendidikan dan efisiensi pendidikan (Soedijarto. mena rik dan efektif. 1977) 4. mading dll) Staf administrasi mengatur dan melayani. pengetahuan p erencanaan desain. peralatan. Tujuan dapat digabungkan apabila memungkinkan Tahap-tahap tujuan menurut gagne: fakta. Performance program. jadwal) 8. Penjajagan terhadap siswa (buat tes untuk menjajagi latar belakang dan p engetahuan siswa tentang pokok bahasan yang akan diajarkan (pre assessment) 6. membuat hasil belajar maksimal. membantu evaluasi hasil ujicoba dan membantu pelaksanaan progra m serta pengalaman mengajar Ahli kurikulum dan materi pelajaran (guru) Guru harus dapat mengajukan pokok bahasan. mutu pendidikan. perekaman. Kegiatan belajar mengajar dan sumber-sumber belajar dan media Pengajaran klasik (group presentation): Metode ceramah Pengajaran ini baik bila ada: a. Siswa akti bekerja/mencatat dsb. grafik. personalia. Tugasnya merencanakan/mengembangkan. evaluasi sikap dan skala prioritas proses belajarme ngajar c. menghargai. fasilitas. tahu hubungan antara materinya dengan mata pelajaran lain dan dengan kegunaan atau penerapannya dalam masyarakat. produksi me dia (pemotretan. Mengembangkan instrument tes pendahuluan (pre-assessment) tentang konsep . c. konsep. menyenangi. psikologi belajar. bertanggung jawab dalam pelayanan maupun penempatan dan penyimpan medi . textbook dll Interaksi guru dan siswa (interaction between teacher and student) 7. pengetahuan dan prinsip b. prinsip dan pemecahan masalah. macam tipe sumber belajar. metode pengajaran.b. menyusun jadwal. alokasi biaya dll. tugas. sistematika penyampaian pelajaran. evaluasi. Tujuan afektif: tujuan yang meliputi penentuan sikap.

TIU : memakai kata “memiliki ketrampilan menyusun suatu pelajaran” Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun TIU: a. dll). Kebutuhan untuk mengajarkan TIU tersebut. instructional cost index tiap materi berbeda. pembagian tanggungjawab. honor pengajar tetap. membimbing kelompok belajar. memperbaiki dan memelihara peralatan. Efisiensi: dihitung dari indeks prestasi (cerminan aktifitas dan kepanda ian siswa. segi sumber belajar (cara memanfaatkan sumber belaja r makin efisien). Cenderung lebih efisien bila instructional cost index per semester makin menurun di mana desain instruksional berlangsung tiap semester. memasang.Jones (1976): TIU adalah pernyataan umum mengena i hasil suatu program pengajaran c. hasil analis is tugas. melengkapi paket me dia. 3. 1979) TIU adalah deskripsi umum mengenai maksud suatu unit perkuliahan. Mengukur hasil yang subjektif Pengukuran diatas terkesan materialistis dan kurang manusiawi. Identifikasi TIU Latar belakang Sumber untuk menentukan TIU: kurikulum. pentingkah TIU tersebut diajar kan kepada siswa? . Kurikulum 1975. segi ruangan (jumlah ruangan berkurang tetapi tidak mempengaruh i proses belajar mengajar).dll Sekretaris menangani tugas kantor dan tata usaha Siswa dapat diajak menyusun desain jika siswa pernah menempuh pelajaran yang sam a yaitu yang akan dibuat desainnya. Hubungan kerja penyusunan perencanaan akan berhasil bila ada kerjasama yang sali ng menunjang. Efektifitas: segi siswa (dengan biaya yang sama hasil belajar meningkat dll). Seberapa jauh “umum” suatu TIU bila dibandingkan dengan TIK?: a. Luas lingkup materi (Ely. SK Mendikbud No. ditunjang oleh desain instruksional yang bagus dan sumber belajar yan g memadai) c.8/U/1975 : TIU adalah “tujuan-tujuan yang pencapaiannya di bebankan kepada program pengajaran sesuatu bidang pelajaran” b. Gene E. akreditasi se kolah meningkat tanpa biaya tambahan yang besar) b. Mengukur hasil desain (Kemp & Diamond) a. Dick & Carey (1978) : TIU adalah suatu pernyataan yang menjelaskan menge nai apakah kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa setelah mereka selesai mengi kuti suatu pengajaran d. TIU : memakai kata memahami dan menyadari (sulit diukur) TIK: memakai kata dapat melaksanakan (dapat diukur dan diamati hasilnya) b. bukan apa ya ng dikerjakan oleh guru dan TIU selalu dirumuskan dalam bentuk pernyataan secara umum. dan siap dikritik (fleksibel).a cetak/noncetak Teknisi bertanggungjawab mempersiapkan media untuk mengajar. Briggs (1979) : TIU adalah pernyataan umum mengenai tujuan akhir dari se tiap program pengajaran Kesimpulan: TIU adalah hasil belajar siswa setelah selesai belajar. hasil observasi Konsep Definisi TIU menurut: a. segi sekolah (jumlah siswa bertambah. pendapat ahli bidang studi. Asisten pembantu pengajar sebagai fasilitator proses belajar mengajar. segi masyarakat (cama-cami baru makin bertambah. sifat umum TIU lebih condong pada kata kerja untuk merum uskan TIU tsb. Biaya Berapa banyak biaya tiap siswa untuk mencapai hasil yang diharapkan disebut inst ructional cost index= biaya pengembangan ditambah biaya operasional dibagi jumla h siswa. Hall & Howard L. membantu siswa melaksanakan tugas.

Spesifikasi Tujuan Pengajaran Tujuan pengajaran harus jelas. menghargai. Rumuskan dalam tingkat keluasan yang sesuai g. observable. membedakan. menunjukan dsb. Tidak cukup spesifik dan operasional Salah : “agar siswa menikmati music” Benar : “siswa menjawab dengan benar 10 pertanyaan tentang lagu-lagu ciptaan SLAN K” NB: hindarilah penggunaan kata-kata yang mempunyai banyak arti Kurang operasional: mengetahui. bukan apa yang diharapkan dikuasai siswa e. sistimatika materi. Rumuskan kondisi dari tingkah laku yang dikehendaki h. bukan produk c. macam kegiatan belajar. Tidak merumuskan yang diperlukan untuk timbulnya tingkahlaku yang dikehe ndaki h. Rumuskan dalam bentuk tingkahlaku siswa. menikmati. spesifik dan sesuai dengan pokok bah asannya. Menggunakan kata kerja yang menunjukkan tingkah laku siswa b. karakteristik siswa dsb. 4. c. Cantumkan standar tingkah laku yang dapat diterima . Formulasikan dalam bentuk operasional b. Tiga hal harus diperhatikan dalam menyusun dan menilai TIU: a.mempercayai dsb. bukan guru d. Operasional : menulis. Tingkat nasional Contoh : “Agar siswa memiliki pengetahuan dasar matematika. sehingga dapat membant unya dalam kehidupan sehari-hari” b. Hanya kumpulan hal-hal yang harus dipelajari. Tingkat keluasan tujuan: a. membandingkan. memilih. Siswa dan kesulitan yang pernah dihadapi. mengerti. cukup sesuai dengan waktu yang t ersedia dan kebutuhan siswa c. menyebut. Ahli bidang studi yang akan diajarkan. Materi pelajaran tidak stabil (tidak tahan lama) d. Harus jelas isi / ketrampilan yang akan dipelajari Faktor-faktor: waktu yang tersedia. Tingkat kurikulum: lebih khusus namun belum cukup spesifik Contoh: “siswa dapat mempergunakan angka untuk menghitung benda-benda” c. Tidak memperhatikan tingkat keluasan yang sesuai g. Dinyatakan dalam proses. Rumuskan dalam bentuk produk belajar c. b. Menunjukkan dengan jelas tingkahlaku siswa yang dituju e. operasional. Tingkat yang sesuai untuk guru di kelas (classroom level): sangat spesif ik. Tidak terlalu luas atau terlalu sempit. Lebih melukiskan tingkahlaku guru daripada siswa d. Usahakan hanya mengandung satu tujuan belajar f. Jenis tingkah laku atau kemampuan siswa sebagai indicator tercapainya TI U (tidak terlalu luas dan rumit) e. Tidak mencantumkan standar tingkah laku yang dapat diterima Ringkasan petunjuk praktis merumuskan tujuan pengajaran: a. mampu mengarahkan siswa tentang apa yang dipelajari dan menjadi pedoman guru untuk menargetkan siswa. siswa kelas satu dapat menghitungnya dengan benar” Beberapa kesalahan umum merumuskan tujuan pengajaran: a. hanya mengandung satu learning outcome Contoh: “diberikan jumlah tertentu dari benda-benda yang tidak lebih dari seluruh.b. Lebih dari satu tujuan pengajaran f.

Kesesuaian dengan kondisi masyarakat Materi hendaknya memberikan siswa pengalaman edukatif sehingga siswa berguna bag i masyarakat.2 mengkategorikan bahan-bahan pengajaran dalam satuan-satuan konsep b.1. sikap. 3. Materi tersusun dalam ruang lingkup dan urutan yang sistematik dan logis Materi hendaknya lebih mudah diserap oleh siswa dengan mengenali karakteristik s iswa termasuk segi psikologisnya. mendalami pokok-pokok bahasan dalam GBPP dan peranannya dalam mencapai tuj uan kurikulum dan instruksional umum b. b.BAB VI PERENCANAAN PENGAJARAN 1. c. b. e. Aspek-Aspek Materi Konsep : ide/gagasan/pengertian umum Prinsip : kebenaran dasar sebagai tolak pikir / petunjuk pelaksanaan Fakta : sesuatu telah terjadi/dikerjakan/dialami Proses : serangkaian perubahan. f. a. d. Materi mengandung segi-egi etik Materi hendaknya mengembangkan moral siswa sesuai tata nilai dan norma-norma di masyarakat. g. Materi terjabar Spesifikasi tujuan dan spesifikasi materi saling berkait. Identifikasi Satuan Bahasan a. e. 4 menetapkan perbandingan peranan antar berbagai satuan bahasan untuk menent . mandiri dan dapat menyesuaikan diri. gerakan perkembangan Nilai : ukuran/pola/tipe/model Keterampilan : kemampuan berbuat sesuatu dengan baik 2. Buku panduan hen daknya memakai bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa. Penyusunan satuan bahasan sebagai landasan penyusunan satuan pelajaran Satuan pelajaran lebih berdasarkan konsep/pengertian/masalah dalam satu atau leb ih pokok bahasan. c. pengertian atau masalah sebagai satuan bah asan b. f. Kriteria Pemilihan Mata Pelajaran a. b.3 menetapkan satuan-satuan konsep. Cara menentukan satuan pelajaran b. Kriteria tujuan instruksional Materi sejalan dengan tujuan. d. Materi bersumber dari buku yang baku. guru ahli dan masyarakat Guru ahli dapat melengkapi materi yang tidak ada di dalam buku. Relevan dengan kebutuhan siswa Materi hendaknya dapat mengembangkan potensi siswa (kepribadian. nilai da n keterampilan).

Media tiga dimensi : model padat/solid. Menentukan strategi kbm dan memilih materi berpedoman pada criteria TIU/ TIK. Penggunaan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) dan pengem bangan program pengajaran dalam bentuk satuan-satuan pelajaran yang tercantum da lam GBPP merupakan suatu mekanisme dan membantu guru dalam melaksanakan program pengajaran yang efektif efisien dalam rangka penerapan kurikulum. sumber materi adalah dari guru ahli. Siswa lebih aktif d. afektif dan psikomotor). Dasar-dasar merancang kegiatan belajar mengajar (kbm): a. meneliti pokok dan sub pokok baha san dalam GBPP dan melengkapinya/merevisi jika perlu sesuai situasi kondisi seko lah dan siswa. Guru hendaknya kritis dan analisis dengan studi banding dalam pengayaan materi dengan tidak menyimpang dari kurikulum. keterampilan. d. Identifikasi strategi pelajaran e. d. diamati dan diukur. biaya) Prosedur menentukan kbm: a. etis. model susun. film. Lingkungan Identifikasi skala prioritas pengadaan media pendidikan edukatif mempertimbangka n 3 faktor: Relevansi pengadaan media pendidikan edukatif. mo del kerja. Materi lebih jelas dan lebih mudah dipahami dan dikuasai oleh siswa b. Lebih menarik perhatian siswa (motivasi belajar) Arti media pengajaran Romiszowski : …as the carriers of messages. masyarakat. sesuai TIK yang spesifik. diorama dll. Media pengajaran dan manfaatnya: a. Kesiapan belajar siswa : kondisi dimana siswa berada dalam siap mental d an fisik untuk melakukan kegiatan belajar. poster. Kemudahan pengadaan media pendidikan edukatif. to the . Kelayakan pengadaan media pendidikan edukatif. Kesimpulan: a. sesuai kondisi masyarakat. foto. Identifikasi perilaku-perilaku yang spesifik. 2. fasilitas. b.ukan alokasi waktu setiap satuan. Metode mengajar menjadi lebih bervariasi dan tidak menjemukan c. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut diatas perlu penilaian: Apakah kbm serasi dengan semua komponen lainnya? Apakah kbm yang akan diterapkan? Dll. Identifikasi kbm sesuai strategi f. from some transmitting source. Konsep belajar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) / Mandiri c. buku baku. OHP dll. b. dapat diamati dan diukur s esuai TIK c. diagram. logis. Identifikasi materi berpedoman pada pokok dan sub pokok bahasan d. c. mock up. Identifikasi aspek-aspek kemampuan (pengetahuan. Sumber-sumber yang tersedia (waktu. Media grafis (dua dimensi) : gambar. Media proyeksi : slide. sistematik. c. Pemilihan Media Jenis-jenis media: a. Penyusunan satuan pelajaran berdasarkan pada identifikasi satuan bahasan BAB VII PERENCANAAN MEDIA PENGAJARAN 1. kartun dll. model penampang. nilai dan sikap ) yang terkandun dalam tujuan sebagai indicator hasil belajar yang dihara pkan (aspek kognitif. d. Kbm disesuaikan dengan kebutuhan instruksional b. Tujuan instruksional yang hendak dicapai menentukan jenis dan bentuk kbm yang perlu dilakukan oleh siswa dan guru b. relevan dengan kebutuhan sisw a.

learner (students) Marshall Mcluhan: media adalah suatu ekstensi yang mempengaruhi orang yang tidak mengadakan kontak langsung. belajar mandiri. Latihan i. benda-benda untuk menjelaskan sesuatu. Pameran dan Museum Sekolah Kesimpulan: a. Hasil yang diperoleh h. belajar di bangku. KBM dan media Prinsip-prinsip belajar: a. working model c. Model. p artisipai mental lainnya Kesimpulan: Hakekatnya proses KBM meliputi dua macam kegiatan yaitu: Persiapan dan kegiatan pengajar Persiapan dan kegiatan siswa 4. dan tujuan 2 pendekatan memilih media: klasifikasi/taksonomi media dan sensoris (visual. Perbedaan individual d. cross section model. barang-barang antic. Museum bangunan 3. Carai pencapaian yang berhasil g. interaktif 3 kategori partisipasi siswa: interkasi aktif dengan guru. Persiapan belajar (tujuan. benda aneh atau luar biasa. Museum sekolah Alat belajar yang realistis yang menyimpan benda tiga dimensi. isi materi. Model/tiruan Solid model. pendahuluan. Kadar materi yang diberikan j. komunikasi efektif. Media pengajaran adalah suatu ekstensi yang mempengaruhi orang. b.) b. syarat belajar dll. Motivasi c. Museum sekolah dari daerah tertentu . factor manusiawi. Kondisi pengajaran e. Pameran bertujuan memperkenalkan hasil belajar siswa kepada masyarakat. 3 jenis museum sekolah: 1. Memilih media pengajaran Factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan media: Biaya. sebagai pembawa pesan dari sumber-sumber belajar kepada pelajar. hambatan praktis. d. peninggalan sejar ah. Sikap pengajar 3 jenis KBM: pengajaran klasik. v erbal dan bersuara 3. Pameran Suatu susunan alat-alat. Museum kelas 2. Komukiasi efektif mempertimbangkan factor: siswa. Partisipasi aktif f.

BAB VIII PERENCANAAN EVALUASI PENGAJARAN 1. Sebagai bahan pertimbangan revisi proses KBM Bahan pertimbangan bimbingan individual siswa Diagnosis pengenalan kelebihan dan kekurangan siswa Bahan pertimbangan perbaikan kurikulum 2. Evaluasi bertujuan untuk mendapatkan yang akan mengukur tingkat kemampuan dan ke berhasilan siswa dalam mencapai tujuan kurikuler/pengajaran sebagai indicator ke berhasilan pengajaran. Alat Evaluasi Pengajaran Tes hasil belajar a. Prinsip-prinsip Dasar Tes Hasil Belajar Tes dapat mengukur secara jelas hasil belajar Mengukur sampel yang representative dari hasil belajar dan materi Mencakup bentuk-bentuk soal yang cocok Dirancang sesuai dengan kegunaannya Dibuat sereliable mungkin sehingga mudah diinterprestasikan dengan baik Untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru 4 jenis evaluasi: a. Pengertian dan Fungsi Evaluasi Pengajaran Evaluasi pengajaran adalah penilaian/penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajua n peserta didik ke arah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam hukum. tertulis. Mengukur sampai di mana keberhasilan sistem pengajaran yang digunakan. jawabannya ringkas pendek. c. Evaluasi placement : evaluasi yang digunakan untuk penentuan penempatan siswa dalam suatu jenjang / program pendidikan tertentu b. a. Fungsi pokok evaluasi: Mengukur kemajuan dan perkembangan siswa setelah KBM selama periode tert entu. f. Hasil evaluasi dinyatakan secara kuantitatif dan kualitatif. Bentuk tes objektif: Completion type test: Tes melengkapi Mengisi titik-titik Selection type test: Benar-salah Pilihan berganda Menjodohkan 3. d. Evaluasi formatif : evaluasi yang digunakan untuk mencari feedback guna revisi kbm . Tes objektif : tes yang dibuat sedemikian rupa sehingga hasil tesnya bernilai ob jektif. b. e. Tes buatan guru sendiri Bentuk tes: Lisan. dinilai oleh siapapun hasilnya akan sama. tindakan Tes tertulis : essay dan objektif Tes essay : tes tertulis yang jawabannya merupakan kerangka atau kalimat yang pa njang. Standarized tes b.

Post-test yaitu tes pada setiap akhir program pengajaran. d. yaitu tes di sela-sela/waktu-waktu tertentu selama pengaj aran berlangsung. System Penilaian Criterion referenced test (CRT) adalah tes yang dirancang untuk mengukur tingkah laku yang dinyatakan dalam seperangkat tujuan-tujuan behavioral. a. Evaluasi diagnostic : evaluasi yang digunakan untuk mencari sebab-sebab kesulitan siswa. 2) cek kemajuan siswa dan bahan remedial sebelum post-test. Entry behavioral test yaitu tes diadakan sebelum pengajaran dilakukan. Jenis Tes Fungsi Tes Konsiderasi Sampel Cirri-ciri placement Mengukur pre-rekuisit entry skills Menentukan entri format tentang tujuan pelajaran Mencakup tiap-tiap pre r ekuisit entry behavior Memilih sampel yang mewakili tujuan pelajaran Items mudah dan CRT (PAP) Items range kesukarannya luas dan normrefernced (PAN)? formatif Feedback bagi siswa+guru tentang kemajuan belajar Usahakan mencakup semua unit tujuan pokok Items memadukan kesukaran unit tujuan da n CRT(PAP) diagnostik Menentukan kesulitan belajar yang sering muncul Mencakup sampel tugas2 berdasarkan sumber2 kesalahan belajar Items mudah dan dipakai untuk me nunjukkan sebab2 kesalahan yang spesifik sumatif Menentukan kenaikan tingkat/kelulusan Pada akhir program pengajaran Memilih sampel tujuan2 pelajaran yang representa tif Items punya range kesukaran yang luas dan normreferenced (PAN) System penilaian CRT memakai Penilaian Acuan Patokan (PAP). untuk mengetah ui sampai di mana pencapaian siswa terhadap materi setelah mengalami KBM d. Evaluasi sumatif : evaluasi yang digunakan untuk mengukur sampai dimana pencapaian siswa terhadap materi dan menentukan kenaikan tingkat/kelulusan. untuk 1) tes siswa setelah unit pengajaran sebelum post-test. 4. 5. Ukuran mastery learning PAP ada lah 75%.c. u ntuk mengetahui sejauh mana penguasaan pengetahuan dan keterampilan siswa yang d apat dijadikan dasar untuk terima program pengajaran yang akan diberikan. Embedded test. Menurut Dick & Carrey ada empat jenis CRT: a. Langkah-Langkah Menyusun Tes Menentukan/merumuskan tujuan tes . seperi latar belakang psikologis. social ekonomi siswa. yaitu system penilaian yang ukuran keberhasilannya berdasarkan tingkat penguasaan (mas tery) tertentu yang telah diterapkan sebelumnya. Pre-tes yaitu tes sebelum pengajaran untuk mengetahui sampai di mana pen guasaan siswa terhadap materi yang akan diberikan c. fisik. b.

Ujicoba lapangan Validitas adalah proses ujicoba dan merevisi paket pengajaran sebelum dipergunak an di dalam kelas (Essef. yaitu proses di dalam uji coba dan revisi paket pengajaran. Tahap-tahap uji coba a. Hakekat Evaluasi Evaluasi bukan hanya dilakukan terhadap siswa tetapi juga terhadap system pengaj arannya. e.b. Bila program tidak dapat membuat siswa belajar maka perlu direvisi dengan tryout secara empiris. Catat hasil pre tes dan post tes b. mencapai tujuan TIK atau tidak. program pengajaran. juga untuk peng embangan. buku teks/di ktat. 1978) Validasi merupakan langkah pertama evaluasi program (Essef. Tes formatif untuk mengetahui proses KBM sudah betul atau belum. Evaluasi dan Validitas Paket Pengajaran Paket pengajaran yaitu materi instruksional (instructional materials) misalnya: modul. Ujicoba terhadap group kecil c. Teknik validasi a. 1978) Validasi dan peningkatan program Proses validasi membantu mengurangi masalah kejelasan. Sediakan formulir untuk mengumpulkan data tentang menarik tidaknya progr am 7. Paket pengajaran adalah untuk mengajar atau membantu mengajar yang hendaknya mem ungkinkan siswa dapat belajar dengannya karena paket pengajaran disebut berhasil bila mencapai maksudnya yakni memungkinkan siswa menguasai pengetahuan dan kete rampilan yang diajarkan. 6. Tes awal untuk mengukur kemapuan siswa dan mengelompokkannya. KESIMPULAN: . 1977). Pengertian validasi Agar program pengajaran dengan baik diadakan proses validasi yaitu ujicoba/tryou t paket pengajaran sebelum dipergunakan dalam kelas yang sebenarnya sehingga gur u dapat merevisi kekurangan sampai program tersebut berhasil mencapai tujuannya. minat dan format/kualitas materi. need assessment. sesuai TIK Merinci materi yang akan diukur Menyiapkan tabel spesifikasi Menggunakan tabel spesifikasi tersebut sebagai dasar penyusunan tes. program media non cetak. dan diagnostic decision. Sediakan formulir untuk mengumpulkan data tentang efektifitas format/mat eri program c. buku kerja/LKS. f. d. Mengidentifikasi hasil belajar yang akan diukur dengan tes tersebut Menentukan hasil belajar yang spesifik. c. Tes akhir/tes sumatif untuk mengetahui apakah yang sudah diajarkan efektif atau tidak. Ujicoba terhadap orang-seorang siswa b. Proses validasi disebut juga evaluasi formatif (Carey.

Evaluasi pengajaran adalah penilaian/penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan peserta didik ke arah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam hokum. dirumuskan lebih khu sus dan jelas menggambarkan hasil belajar siswa yang dapat diukur dengan alat ev aluasi(tes). III. Proses validasi membantu mengurangi masalah kejelasan. buku teks/diktat. Evaluasi bukan hanya dilakukan terhadap siswa tetapi juga terhadap syste m pengajarannya. Bagianpetunjuk umum dihapus karena satuan pelajaran dibuat dan digunakan oleh guru itu sendiri b. BAB IX PENYUSUNAN SATUAN PELAJARAN 1. IV. b. minat dan format/ kualitas materi. Tujuan Instruksional Umum TIU dirumuskan berdasarkan kurikulum 1975 atau permen? Dewasa ini sekolah mengembangkan kurikulumnya masing-masing dengan tidak menyimp ang dari permen sebagai pedoman. : : : : ………………………………… ………………………………… ………………………………. e. : ………………………………… ………………………………… : ………………………………… Tujuan Instruksional Umum (TIU) Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Materi Pelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Alat dan Sumber Pelajaran Evaluasi Isi Satuan Pelajaran a. 1978) d. TIK lebih ditikberatkan pada aspek pemahaman dan keterampilan. Paket pengajaran yaitu materi instruksional (instructional materials) mi salnya: modul. Bagian metode sekaligis dicakup dalam bagian KBM Bidang studi Mata Pelajaran Satuan Bahasan K e l a s Semester/cawu W a k t u I. Kerangka Satuan Pelajaran a. program pengajaran. buku kerja/LKS. 2. Tujuan Instruksional Khusus TIK merupakan penjabaran dari dan menunjang pencapaian TIU. c.. b.. . yang akan mengukur tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam mencapai tuju an kurikuler/pengajaran sebagai indicator keberhasilan pengajaran. VI. program media non cetak.a. Validitas adalah proses ujicoba dan merevisi paket pengajaran sebelum di pergunakan di dalam kelas (Essef. V. II.

Menyusun satuan pelajaran harus memperhatikan kriteria-kriteria tersebut di atas. operasional. Apakah Satuan Pelajaran itu disusun sesuai dengan kerangka MSP dan PPSI l. . jelas. Kriteria Pembuatan Model Satuan Pelajaran: a. materi dan KBM/strategi inst ruksional yang dikembangkan j. Oemar Hamalik. jelas. Alat dan sumber pelajaran Alat yaitu media Sumber : buku referensi. Apakah materi telah dirinci berdasarkan GBPP dan TIK f. Apakah telah dirumuskan TIU d. Apakah pokok-pokok KBM disusun berdasarkan kerangka: tes awal penyampaia n bahan tes akhir (silabus) h. Komponen-komponen tersebut di atas behubungan secara organisai sesuai de ngan fungsinya dalam satuan pelajaran. sistematik dan logis sesuai dengan TIK g. Bentuk Satuan Pelajaran: vertical dan horizontal 5. Apakah prosedur evaluasi telah didesain secara teliti sesuai TIK yang he ndak dinilai k. Apakah KBM telah dilaksanakan secara cermat. lama(waktu) c. Bentuk Satuan Pelajaran: vertical dan horizontal d. 4. Struktur Organisasi Satuan Pelajaran Komponen-komponen tersebut di atas behubungan secara organisai sesuai dengan fun gsinya dalam satuan pelajaran. 3. 1993) KESIMPULAN: a. Apakah pokok dan sub pokok bahasan. Apakah TIK telah dirumuskan secara spesifik. b. Apakah pemilihan media didasarkan pada TIK. Apakah variasi KBM telah dipersiapkan i. d. orang dll. telah di identifikasi secara cermat dan dijadikan dasar penentuan satuan bahasan yang dia jarkan b. Apakah bahasa pengantar MSP jelas. Dewasa ini sekolah mengembangkan kurikulumnya masing-masing dengan tidak menyimpang dari permen sebagai pedoman. Apakah telah ditegaskan untuk kelas berapa. relevan berdasarkan TIU e. Materi Pelajaran Penyebaran satuan bahasan dalam bentuk uraian singkat merupakan perincian yang l ebih khusus untuk mencapai TIK. ditulis dengan baik d an benar-benar menjadi pedoman bagi anda selaku guru? (Dr. c. yang telah digariskan GBPP. f. strategi belajar mengajar.c. Evaluasi Prosedur evaluasi menjelasakan: Efektifitas satuan pelajaran memakai tes akhir Jenis tes akhir adalah tes tertulis Siswa diberi PR Tes dilakukan untuk mengukur TIK. mudah dipahami. KBM Berisi jenis pendekatan dan metode mengajar e.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful