Fistula Ani 1.

DEFINISI Fistula ani, fistula in ano, atau sering juga disebut fistula perinanal merupakan sebuah hubungan yang abnormal antara epitel dari kanalis anal dan epidermis dari kulit perianal. Hubungan ini berupa sebuah traktus yang terbentuk oleh jaringan granulasi. Bukaan primernya terletak pada kanalis anal dan bukaan sekundernya terletak pada kulit perianalis.

2. EPIDEMIOLOGI Angka prevalensi penyakit ini adalah 8,6 kasus tiap 100.000 populasi. Prevalensi pada pria adalah 12,3 tiap 100.000 populasi. Pada wanita, berkisar 5,6 kasus tiap 100.000 populasi. Rasio antara pria dan wanita adalah 1,8:1. Umur rata-rata dari penderita fistel ani adalah 38 tahun. 3. ETIOLOGI ‡ Fistula ani hampir selalu disebabkan oleh abses anorektal yang mendahului.

Klasifikasi ‡ ‡ 5. infeksi actinomycoses.‡ Penyebab lainnya dapat berupa trauma. MANIFESTASI KLINIK ‡ keluarnya pus seropuruluen yang mengiritasi kulit di sekitarnya dan menyebabkan perasaan tidak enak. ‡ Abses kemudian akan pecah lagi melalui lubang yang sama atau lubang baru Aturan Goodsal . Apabila kripta tidak kembali membuka ke kanalis anal. Bila elevasi ditekan akan keluar pus ‡ kadang terjadi penyembuhan superfisial yang kemudian menyebabkan pus terakumulasi dan abses terbentuk kembali. terperangkap juga feces dan bakteri dalam kelenjar. terletak 3. kanker. dan chlamydial. 4. memberi gambaran elevasi kecil dengan jaringan granulasi warna merah pada mulut lubang. 5. maka akan terbentuk abses di dalam rongga intersfingterik. terapi radiasi. tuberkulosis. Abses lama kelamaan akan menghasilkan jalan keluar dengan meninggalkan fistula. ‡ ‡ ‡ ‡ gejala ini sudah menahun Abses perianal yang rekurens bila bukaan tersumbat maka nyeri akan timbul meningkat hingga pus dapat keluar Biasanya bukaan hanya soliter. Bersamaan dengan penyumbatan itu. fisura anal. penyakit Crohn.5 ± 4 cm dari anus. Kelenjar dapat terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan.Patofisiologi Kanalis anal mempunyai 6-14 kelenjar kecil yang terproyeksi melalui sfingter internal dan mengalir menuju kripta pada linea dentata.

Pada rectal touche dapat ditemukan traktus fibrosa atau uliran di bawah kulit. Diagnosis ‡ ‡ ‡ ‡ Laboratorium : perioperative Pencitraan : Fistulogram CT scan USG Endonal MRI . Pengeluaran pus secara spontan dapat terlihat atau terjadi saat penekanan dengan jari tangan ‡ Anoskopi 7.6.Diagnosa ‡ ‡ Anamnesa Pemeriksaan Fisik Bukaan eksternal yang akan tampak seperti sinus terbuka atau elevasi jaringan granulasi.Diagnosis Banding Hidradenitis supuratif Infeksi sinus pilonidal dan kista sebasea perianal kolitis ulseratif dan penyakit Crohn 8.

Beberapa metode telah diperkenalkan untuk mengidentifikasi bukaan saat berada di kamar operasi: ‡ ‡ Memasukkan probe melalui bukaan eksternal sampai ke bukaan internal. Memperhatikan lipatan kripta anal saat traksi dilakukan pada traktus. dan untuk memelihara fungsi sfingter. ‡ Mengikuti jaringan granulasi pada traktus fistula. susu. namun mencairkannya dengan saline atau hidrogen peroksida akan mengatasi masalah ini. atau sebaliknya. Hal ini dapat berguna pada fistula sederhana namun kurang berhasil pada varian yang kompleks Teknik probing pada fistula ani . mencegah rekurens. Walaupun methylene blue dapat mewarnai jaringan sekitarnya. atau hidrogen peroksida.9. Menginjeksi cairan warna seperti methylene blue. dan memperhatikan titik keluarnya di linea dentata.Penatalaksanaan Prinsip umum dalam penanganan bedah fistula ani adalah untuk menghilangkan fistula.

10. Fistula akan menetap bila tidak didrainase dengan benar. maka prognosis dari fistula ani baik. Kompikasi Langsung Perdarahan Impaksi fecal Hemoroid Tertunda Inkontinensia Rekurens Stenosis analis Penyembu 11. Dengan tindakan yang tepat dan mengikuti anjuran yang. Komplikasi pun dapat terhindarkanhan luka lambat . Prognosis Prognosis dari penyakit ini sangat baik setelah sumber infeksi dan fistula teridentifikasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful