THE MOX PLANT CASE (Irlandia vs Inggris

)
A. Deskripsi Akhir-akhir ini, dunia sedang mengalami krisis energi, oleh karena itu cara-cara untuk mencari dan mengembangkan energi alternatif mulai dikembangkan. Salah satunya dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir. Penggunaan nuklir sebagai bahan bakar dianggap mampu membantu mengatasi krisis energi, tetapi masalah muncul ketika pengelolaan nuklir sebagai bahan mengeluarkan limbah yang mengandung zat radioaktif. Hal ini terjadi dalam kasus The Mox Plant antara Irlandia dengan Inggris pada tahun 2001. Kasus ini bermula saat penggunaan MOX (mixed oxida) sebagai bahan bakar nuklir - yang dihasilkan oleh pemrosesan kembali limbah nuklir yang bisa digunakan- untuk pembangkit listrik. MOX Plant yang menjadi isu merupakan penambahan hal di Sellafied, sebuah tempat pemrosesan Nuklir milik Inggris yang telah beroperasi sejak 1947 di tepi timur laut Irlandia. Aktifitas terakhir dari tempat ini memproses ulang sisa bahan bakar nuklir di Magnox and Thermal Oxide Reprocessing Plants (THORP) dan menghasilkan MOX. Hubungan antara THORP dan MOX Plant cukup signifikan: menurut Irlandia, Operasi di Sellafield mencari untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dari pengolahan kembali THORP (seperti Jepang, Jerman, Swiss, Swedia, dan Belanda) dan juga menawarkan hasil pengolahan kembali dari MOX. Karena hal tersebut, Irlandia merasa terancam pada perkembangan MOX Plant dan keberadaan THORP Plant yang merupakan suatu hal yang berkaitan. 1 Masalah-masalah yang menjadi kekhawatiran Irlandia mulai direspon oleh Inggris. Untuk itu Pada bulan November 1996, BNFL menguji mengenai pelepasan/pembuangan kotoran gas dan cairan dibawah ketentuan undang ± undang tentang bahan radioaktif untuk daerah sellafield melalui Badan Perwakilan Lingkungan. Badan Perwakilan lingkungan memikirkan dasar pembenaran bagi aktivitas baru yang memberikan reaksi berupa pengionan radiasi (dibawah syarat ± syarat yang dapat digunakan Petunjuk euratom). Hal utama yang dipertimbangkan ialah ³apakah aktivitas itu lebih banyak menghasilkan keuntungan atau kerugian´. Proses Justifikasi

1

Volbeda, M. Bruce, The MOX Plant Case: The Question of ³Supplemental Jurisdiction´ for

International Environmental Claims Under UNCLOS, http://www.tilj.org/docs/J42-211_Volbeda.pdf, dikunjungi pada tanggal 26 September 2010

Bagaimana bentuk kewajiban dari Inggris sebagai negara tempat berdirinya MOX Plant? 3. Irlandia tetap mengajukan Provisional Measures ke ITLOS (International Tribunal of the Law of the Sea) berdasarkan pasal 290 UNCLOS. http://www.pdf. Dari sini mulai muncul pertanyaan yang menjadi rumusan masalah adalah: 1.yang melibatkan pihak MOX Plant terdiri atas 5 Perundingan dan Komisi/dewan dari dua laporan mandiri mengenai permasalahan ekonomi untuk MOX Plant. The Mox Plant Case.1. perlindungan keamanan berkaitan dengan operasi dan tranportasi MOX Plant. Written Response of United Kingdom about Provisional Measures. Inggris berpendapat bahwa ITLOS tidak memiliki wewenang dalam mengadili perkara MOX Plant.2 B. Dinamika Walaupun operasi MOX Plant telah dinyatakan sah oleh Pengadilan Tinggi London.org/case_documents/2001/document_en_192. Akibat dari Provisional Measures ini mendatangkan kerugian di pihak Inggris terutama di bidang ekonomi karena Inggris akan mengalami kerugian lebih dari 10 Juta Poundsterling.itlos. Hasil perundingan terakhir tanggal 15 November 2001 yang dilaksanakan oleh Pengadilan Tinggi London menyatakan bahwa operasi MOX Plant adalah sah. Masalah lain yang menjadi efek dari MOX Plant berkaitan dengan pengaruh radiasi dari operasi MOX Plant. Bagaimana penerapan prinsip-prinsip Hukum Internasional untuk Perlindungan Lingkungan oleh Inggris? 2. Pembahasan C.1. diikuti dengan tinjauan/pemeriksaan dari Pengadilan Tinggi London. dikunjungi pada tanggal 26 September 2010 2 . Hal ini dilakukan Irlandia demi menjaga lingkungan laut di kawasanya dari limbah radioaktif. Prinsip-Prinsip Hukum Internasional untuk Perlindungan Lingkungan dan Implementasinya oleh Inggris International Tribunal for the Law Of the Sea. Badan peradilan (berdasarkan pasal 287 UNCLOS) manakah yang memiliki wewenang untuk mengadili sengketa MOX Plant? C. pengaruh radiasi dari transportasi Pabrik MOX.1.

Dalam pengoperasian MOX Plant. Oleh karena itu. Inggris harus memiliki itikad baik untuk menjaga kelestarian lingkungan laut agar tidak sampai terjadi pencemaran. sebagai negara tetangga. h. Selama MOX Plant berdiri. . General Prohibition to Pollute Principle Prinsip ini menentukan bahwa pada prinsipnya suatu negara dilarang untuk melakukan tindakan di dalam negerinya sedemikian rupa sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan di tingkat global. dikunjungi pada 10 Oktoner 2010 berdasarkan literatur Adji Samekto. Bandung. ³Negara Dalam Dimensi Hukum Internasional´. 2009.com/2010/06/09/rezim-hukum-lingkungan-internasional/. Inggris selalu mengikuti prosedur-prosedur sesuai standar Internasional demi menjaga keamanan. Selama ini Inggris selalu melakukan pengecekan kadar limbah radioaktif agar selalu di bawah ambang batas.Prinsip-Prinsip Hukum Internasional untuk Perlindungan Lingkungan serta Implementasinya oleh Inggris adalah Sebagai Berikut: 3 1. sehingga pencemaran lingkungan dapat diminimalisir sekecil mungkin. akan dampak limbah radioaktif yang dikeluarkan oleh pabrik tersebut. The Prohibition of Abuse of Rights Prinsip ini menentukan bahwa negara tidak boleh menyalahgunakan haknya untuk melakukan tindakan yang pada akhirnya dapat menjelaskan terjadinya kerusakan lingkungan secara global.119. Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir dengan mengeluarkan limbah radioaktif oleh Inggris jelas menimbulkan kecemasan bagi Irlandia. Inggris tidak pernah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum Internasional di bidang perlindungan lingkungan laut. Citra Aditya Bakti. 3 http://tyokronisilicus.wordpress. Tetapi Inggris selalu berusaha untuk menjaga kadar limbah radioaktif untuk selalu di bawah ambang batas agar tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan yang berlebihan. The Good Neighbourliness Principle Prinsip ini menentukan bahwa suatu negara di dalamnya tidak boleh melakukan tindakan di dalam negerinya sedemikian rupa sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan pada negara lain. 2. 3. Prinsip ini tidak sepenuhnya dijalankan oleh Inggris karena Inggris memerlukan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai salah satu energi alternatif saat ini.

Inggris selalu berusaha untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai. Saat sengketa MOX Plant ini terjadi. 7. Prinsip ini merupakan penjabaran penyelesaian sengketa secara damai dalam hukum Internasional. Inggris sebagai Negara peserta Konvensi United Nations on The Law of The Sea tahun 1982 (UNCLOS 1982) terikat pada kewajiban-kewajiban yang terdapat dalam konvensi tersebut. The Duty to Prevent Pinciple Prinsip ini menentukan bahwa setiap negara berkewajiban untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan dan tidak boleh melakukan peniadaaan terjadinya kerusakan lingkungan yang bisa berasal dari kejadian di dalam negerinya dan kemudian menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. hal ini terbukti dari tuntutan dari pihak Irlandia agar Inggris lebih terbuka mengenai pengoperasian dan data-data yang berkaitan dengan MOX Plant. Hal ini berkaitan dengan keterikatan Inggris dengan Irlandia sebagai pihak dalam konvensi UNCLOS 1982. Prinsip ini menentukan bahwa generasi sekarang tidak boleh melakukan eksploitasi lingkungan dan sumber daya alam sedemikian ruapa sehingga generasi mendatang tidak memperoleh kesempatan yang sama. terutama dalam hal pelaksanaan kewajiban perlindungan lingkungan laut. dimana dalam pasal 279 UNCLOS disebutkan bahwa para pihak yang bersengketa diharapkan dapat menyelesaikan dengan cara damai. 6. . The Duty to Negotiate and Cooperate Principle Prinsip ini menentukan bahwa negara harus bekerja sama dan melakukan negoisasi untuk menyelesaikan kasus lingkungan yang menyangkut dua negara atau lebih. Prinsip ini kurang ditegakkan oleh Inggris. Hal ini mutlak diperlukan agar kedua Negara tersebut dapat saling bekerjasama dalam melakukan perlindungan lingkungan laut. 5.4. Intergenerational Equity Principle Prinsip ini diterjemahkan sebagai prinsip keadilan antar generasi. The Duty to Inform Principle Prinsip ini menentukan bahwa setiap negara harus melakukan kerja sama Internasional dalam mengatasi kerusakan lingkungan global melalui kerjasama internasional dengan saling memberikan informasi tentang penyebab kerusakan dan cara menanggulangi kerusakan lingkungan global.

Dalam pasal 194-196 UNCLOS telah diatur mengenai kewajiban negara terhadap perlindungan dan pelestarian lingkungan laut. antara lain: ‡ Mengambil tindakan yang diperlukan terhadap pencemaran yang terjadi di wilayahnya baik secara individu atau bersama-sama. Dalam pengoperasian MOX Plant. Inggris mengolah kembali limbah radioaktif yang ada menjadi energi listrik.1.Pembangkit listrik tenaga nuklir merupakan salah satu enegri alternatif yang tengah gencar dikembangkan saat ini. Karena kualitas lingkungan yang baik merupakan salah satu modal dasar penting bagi terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan. Hal utama yang dipertimbangkan ialah ³apakah aktivitas itu lebih banyak menghasilkan keuntungan atau kerugian´. Inggris telah melakukan kewajiban-kewajiban yang tertera dalam aturan tersebut. antara lain: y Pada bulan November 1996.( semua jenis pencemaran dan jenis-jenis habitat yang langka ) ‡ Tindakan tersebut harus berada dalam yurisdiksi dan pengawasannya ‡ Tidak memindahkan kerusakan atau bahaya atau mengubah suatu jenis pencemaran ke dalam jenis pencemaran lain ‡ Mengambil tindakan yang diperlukan akibat penggunaan tehnologi sehingga menyebabkan pencemaran laut Sejauh ini. Hal ini dilakukan demi menjaga sumber daya alam lain sebagai bahan bakar masih tersedia di masa mendatang. BNFL menguji mengenai pelepasan/pembuangan kotoran gas dan cairan dibawah ketentuan undang ± undang tentang bahan radioaktif untuk daerah sellafield melalui Badan Perwakilan Lingkungan. Permasalahan ini bisa diminimalisir oleh Inggris sebagai negara tempat berdirinya MOX Plant dengan menjalankan kewajiban-kewajiban demi melindungi lingkungan di laut. C. Bentuk Kewajiban Inggris sebagai Negara Tempat Berdirinya MOX Plant Pembuangan limbah radioaktif oleh MOX Plant menjadi isu utama dalam kasus ini. Proses Justifikasi yang melibatkan pihak MOX Plant terdiri atas 5 Perundingan dan Komisi/dewan dari dua laporan mandiri mengenai permasalahan .2.Badan Perwakilan lingkungan memikirkan dasar pembenaran bagi aktivitas baru yang memberikan reaksi berupa pengionan radiasi (dibawah syarat ± syarat yang dapat digunakan Petunjuk euratom).

Saat ini BNFL baru saja menganut atau mengikuti syarat tersebut. Plutonium. diikuti dengan tinjauan/pemeriksaan dari Pengadilan Tinggi London.000004 mikrosievert .Tribunal arbitrasi khusus . Badan peradilan (berdasarkan pasal 287 UNCLOS) yang berwenang untuk mengadili sengketa MOX y Badan Peradilan yang berwenang Dalam Sengketa Berdasarkan pasal 33 ayat (1) Piagam PBB. ‡ Dalam hal pengaruh radiasi dari tranportasi MOX Plant.( Peraturan INF ). pengaruhnya sungguh sangat kecil. Pemancaran terhadap daerah kritis di Irlandia akibat pembuangan gas Pabrik ialah sebesar 0.000003 mikrosieverert tiap tahunnya. bukan milisievert.1. Pada 15 November 2010. pembawaan paket atau bahanbahan disesuaikan dengan standar IMO : Peraturan Internasional untuk Pengangkutan Bahan Bakar Nuklir.Pemancaran radiasi terhadap daerah kritis di Irlandia karena pembuangan cairan dari Pabrik MOX akan sangat lebih kecil dibandingkan pemancaran di Inggris yaitu 0. Dalam kata lain. dan untuk tujuan ini.ICJ (International Court of Justice) . Pengadilan Tinggi London menyatakan bahwa operasi MOX Plant adalah sah y Dalam hal pengaruh radiasi dari operasi MOX Plant.Tribunal arbitrasi . sebagai ketundukan dari pasal 37 Perundingan Eropa. Hal ini juga sesuai dengan pasal 279 UNCLOS yang berbunyi: ³Negara-negara peserta harus menyelesaikan setiap sengketa antara mereka perihal interpretasi atau penerapan konvensi ini dengan cara damai sesuai dengan pasal 2 ayat (3) Piagam PBB. C. negara-negara yang tersangkut dalam suatu pertikaian dapat memilih prosedur penyelesaian dengan cara-cara yang damai. Peraturan INF menjadi sebuah perintah yg harus dipatuhi sejak 1 Januari 2001.3. harus mencari penyelesaian dengan cara sebagaimana ditunjukkan dalam pasal 33 ayat (1) Piagam tersebut´ Badan Peradilan untuk penyelesaian sengketa berdasarkan pasal 287 UNCLOS 1982 terdiri dari: . dan pembuangan radioaktif tingkat tinggi pada kapal yang aman.ITLOS (International Tribunal Law of the Sea ) .mengenai syarat-syarat dosis radiologi dari MOX Plant diukur dalam microsievert.ekonomi untuk MOX Plant.

sebagai pihak yang mengawali sengketa. Kesimpulan y Bahwa penyelesaian sengketa MOX Plant antara Irlandia dan Inggris diselesaikan di Tribunal Arbitrasi berdasarkan ketentuan pasal 287 ayat (5) UNCLOS.Mahkamah arbitrase atau mahkamah arbitrase khusus atau mahkamah hukum laut mempunyai yurisdiksi atas sengketa tentang interpretasi dan penerapan konvensi Dalam kasus MOX Plant. sedangkan Inggris berpendapat bahwa Tribunal Arbitrasi yang lebih berwenang. sebaiknya penyelesaian sengketa antara Irlandia-Inggris merujuk pada ketentuan pasal 287 ayat (5) UNCLOS yang menyatakan bahwa: ³Apabila para pihak dalam sengketa tidak menerima prosedur yang sama untuk penyelesaian sengketa.Setiap pengadilan atau mahkamah yang dimaksud dalam konvensi mempunyai yurisdiksi atas setiap sengketa tentang interpretasi atau penerapan . Dari sini terlihat bahwa telah terjadi kesalahan prosedur awal dalam penyelesaian sengketa oleh Irlandia. E. maka terlihat bahwa badan peradilan yang berwenang untuk menyelesaikan sengketa MOX Plant adalah Tribunal Arbitrasi. y Inggris sebagai Negara tempat berdirinya MOX Plant memiliki kewajiban dalam hal pelestarian dan perlindungan laut sebagaimana yang diatur dalam pasal 194-196 UNCLOS. ITLOS yang memiliki wewenang untuk menyelesaikan sengketa.Yurisdiksi dari badan peradilan tersebut berdasarkan pasal 288 UNCLOS 1982 adalah: . maka sengketa itu dapat diserahkan hanya pada arbitrasi sesuai dengan Lampiran VII. Irlandia. Menurut Irlandia. Sumber . Padahal esensi dari pasal 283 UNCLOS ini sangat penting yaitu pertukaran pendapat mengenai penyelesaian dengan perundingan atau cara damai lainnya. Karena proses ini diharapkan dapat mempercepat terjadinya penyelesaian sengketa. kecuali jika para pihak bersepakat secara lain´ Berdasarkan ketentuan ini. Jika ditinjau dari sejarah perselisihan. tidak pernah melakukan kewajiban untuk tukar menukar pendapat dengan Inggris sesuai yang dipersyaratkan dalam pasal 283 UNCLOS. terjadi perbedaan pendapat antara Irlandia dan Inggris tentang badan peradilan yang berwenang dalam hal penyelesaian sengketa. Untuk itu. D.

Bruce.itlos. Written Response of United Kingdom about Provisional Measures. dikunjungi pada tanggal 26 September 2010  International Tribunal for the Law Of the Sea. The Mox Plant Case. 2009. M. http://www.com/2010/06/09/rezim-hukum-lingkungan-internasional/.  Untited Nations Convention On The Law of The Sea tahun 1982 . The MOX Plant Case: The Question of ³Supplemental Jurisdiction´ for International Environmental Claims Under UNCLOS. Bandung. h. dikunjungi pada 10 Oktoner 2010 berdasarkan literatur Adji Samekto. ³Negara Dalam Dimensi Hukum Internasional´.tilj. http://www. dikunjungi pada tanggal 26 September 2010  http://tyokronisilicus.org/docs/J42- 211_Volbeda. Volbeda.pdf.119. Citra Aditya Bakti.pdf.org/case_documents/2001/document_en_192.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful