PERCOBAAN I DIODA DAN RANGKAIAN DIODE 1.1 Tujuan Percobaan 1. Memeriksa Kondisi Dioda 2.

Mempelajari karakteristik I = f (V), bias reverse dan bias forwar 1.2 Tinjauan Pustaka 1.2.1 Dioda Dalam percobaan ini akan dipelajari karakteristik I = f (V)dari diode. Diode akan diberi bias forward dan bias reverse dengan tegangan bias dinaikan secara bertahap. Pada waktu tegangan bias dinaikkan, arus dan tegangan diode dicatat. Diode terbuat dari dua semikonduktor tipe P dan tipe N, pada kedua semikonduktor tersebut terdapat resistansi, r P (resistansi tipe P) dan rN (resistansi tipe N), jumlah kedua resistansi tersebut disebut resistansi Bulk.

Dioda ialah jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Dioda tabung pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Sir J.A. Fleming (1849-1945) pada tahun 1904.

Gambar 1.1 Struktur Dioda

Struktur dan skema dari dioda dapat dilihat pada gambar di atas. Pada dioda, plate diletakkan dalam posisi mengelilingi katoda sedangkan heater disisipkan di dalam katoda. Elektron pada katoda yang dipanaskan oleh heater akan bergerak dari katoda menuju plate.

Untuk dapat memahami bagaimana cara kerja dioda kita dapat meninjau 3 situasi sebagai berikut ini yaitu : 1. Dioda diberi tegangan nol 2. Dioda diberi tegangan negative 3. Dioda diberi tegangan positive a. Dioda Diberi Tegangan Nol

Gambar 1.2. Dioda Diberi Tegangan Nol

Ketika dioda diberi tegangan nol maka tidak ada medan listrik yang menarik elektron dari katoda. Elektron yang mengalami pemanasan pada katoda hanya mampu melompat sampai pada posisi yang tidak begitu jauh dari katoda dan membentuk muatan ruang (Space Charge). Tidak mampunyaI elektron melompat menuju katoda disebabkan karena energi yang diberikan pada elektron melalui pemanasan oleh heater belum cukup untuk menggerakkan elektron menjangkau plate. b. Dioda Diberi Tegangan Negative

Gambar 1.3 Dioda Diberi Tegangan Negative

Ketika dioda diberi tegangan negatif maka potensial negatif yang ada pada plate akan menolak elektron yang sudah membentuk muatan ruang sehingga elektron tersebut tidak akan dapat menjangkau plate sebaliknya akan terdorong kembali ke katoda, sehingga tidak akan ada arus yang mengalir. c. Dioda Diberi Tegangan Positive

Gambar 1.4 Dioda Diberi Tegangan Positive

Ketika dioda diberi tegangan positif maka potensial positif yang ada pada plate akan menarik elektron yang baru saja terlepas dari katoda oleh karena emisi thermionic, pada situasi inilah arus listrik baru akan terjadi. Seberapa besar arus listrik yang akan mengalir tergantung daripada besarnya tegangan positif yang dikenakan pada plate. Semakin besar tegangan plate akan semakin besar pula arus listrik yang akan mengalir. Oleh karena sifat dioda yang seperti ini yaitu hanya dapat mengalirkan arus listrik pada situasi tegangan tertentu saja, maka dioda dapat digunakan sebagai penyearah arus listrik (rectifier). Pada kenyataannya memang dioda banyak digunakan sebagai penyearah tegangan AC menjadi tegangan DC. 1.2.2 Karakteristik Dioda Hampir semua peralatan elektronika memerlukan sumber arus searah. Penyearah digunakan untuk mendapatkan arus searah dari suatu arus bolakbalik. Arus atau tegangan tersebut harus benar-benar rata tidak boleh berdenyut-denyut agar tidak menimbulkan gangguan bagi peralatan yang dicatu. Dioda sebagai salah satu komponen aktif sangat popular digunakan dalam rangkaian elektronika, karena bentuknya sederhana dan penggunaannya sangat luas. Ada beberapa macam rangkaian dioda, diantaranya : penyearah setengah

gelombang (Half-Wave Rectifier), penyearah gelombang penuh (Full-Wave Rectifier), rangkaian pemotong (Clipper), rangkaian penjepit (Clamper) maupun pengganda tegangan (Voltage Multiplier). Di bawah ini merupakan gambar yang melambangkan dioda penyearah.

Gambar 1.5 Dioda Penyearah

Sisi Positif (P) disebut Anoda dan sisi Negatif (N) disebut Katoda. Lambang dioda seperti anak panah yang arahnya dari sisi P ke sisi N. Karenanya ini mengingatkan kita pada arus konvensional dimana arus mudah mengalir dari sisi P ke sisi N. Dioda termasuk komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor. Beranjak dari penemuan dioda, para ahli menemukan juga komponen turunan lainnya yang unik. Dioda memiliki fungsi yang unik yaitu hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Struktur dioda tidak lain adalah sambungan semikonduktor P dan N. Satu sisi adalah semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang lain adalah tipe N. Dengan struktur demikian arus hanya akan dapat mengalir dari sisi P menuju sisi N.

Gambar 1.6 Simbol dan struktur dioda

Gambar ilustrasi di atas menunjukkan sambungan PN dengan sedikit porsi kecil yang disebut lapisan deplesi ( depletion layer), dimana terdapat keseimbangan hole dan elektron. Seperti yang sudah diketahui, pada sisi P banyak terbentuk hole-hole yang siap menerima elektron sedangkan di sisi N

Kalau menggunakan terminologi arus listrik. dengan arti kata memberi tegangan potensial sisi P lebih besar dari sisi N. Ini disebut aliran hole dari P menuju N. tetapi memang tegangan beberapa volt di atas nol baru bisa terjadi konduksi. Bahkan lapisan deplesi (depletion layer) semakin besar dan menghalangi terjadinya arus. Tentu kalau elektron mengisi hole disisi P. maka akan terbentuk hole pada sisi N karena ditinggal elektron. Tidak serta merta di atas 0 volt.8 Dioda dengan bias negatif Tentu jawabannya adalah tidak akan terjadi perpindahan elektron atau aliran hole dari P ke N maupun sebaliknya. Untuk dioda yang terbuat dari bahan Silikon tegangan . maka dikatakan terjadi aliran listrik dari sisi P ke sisi N.7 Dioda dengan bias maju Sebaliknya apakah yang terjadi jika polaritas tegangan dibalik yaitu dengan memberikan bias negatif ( reverse bias). maka elektron dari sisi N dengan serta merta akan tergerak untuk mengisi hole di sisi P. Gambar 1. Karena baik hole dan elektron masing-masing tertarik ke arah kutup berlawanan.banyak terdapat elektron-elektron yang siap untuk bebas merdeka. sisi N mendapat polaritas tegangan lebih besar dari sisi P. Lalu jika diberi bias positif. Demikianlah sekelumit bagaimana dioda hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Dalam hal ini. Gambar 1. Ini disebabkan karena adanya dinding deplesi (depletion layer). Dengan tegangan bias maju yang kecil saja dioda sudah menjadi konduktor.

konduksi adalah di atas 0. 1. yaitu pada sat dioda memperoleh catu arah maju (forward bias).9 grafik arus dioda Sebaliknya untuk bias negatif dioda tidak dapat mengalirkan arus. Sampai beberapa puluh bahkan ratusan volt baru terjadi breakdown.3. Gambar 1.2. Kira-kira 0. Dioda semikonduktor hanya dapat melewatkan arus pada satu arah saja. namun memang ada batasnya. Anoda digunakan untuk polaritas positif dan katoda untuk polaritas negatip. Kata dioda berasal dari pendekatan kata yaitu dua elektroda yang mana (di berarti dua) mempunyai dua buah elektroda yaitu anoda dan katoda. Sedangkan bila dioda diberi catu arah terbalik (Reverse bias) maka diode tidak bekerja dan pada kondisi ini dioda . dimana dioda tidak lagi dapat menahan aliran elektron yang terbentuk di lapisan deplesi. Pada kondisi ini dioda dikatakan bahwa dioda dalam keadaan konduksi atau menghantar dan mempunyai tahanan dalam dioda relative kecil. Prinsip Kerja Dioda Dalam berbagai rangkaian elektronika komponen semikonduktor diode sering kita jumpai jenis dan type yang berbeda beda tergantung dari model dan tujuan penggunaan rangkaian tersebut dibuat. Didalam diode terdapat junction (pertemuan) dimana daerah semikonduktor type-p dan semi konduktor type-n bertemu.7 volt.3 volt batas minimum untuk dioda yang terbuat dari bahan Germanium.

4. 4. Arus maju maksimum yang dibolehkan kurang besar.4. Dioda Germanium: 1. Tegangan terbalik maksimum yang dibolehkan cukup tinggi. sedangkan pada dioda penyearah energi ini keluar sebagai panas. dapat mencapai 1000 V. Dioda Pemancar Cahaya (LED) Bila dioda dibias forward. jam digital dan lain-lain.2. Perlawanan maju cukup kecil. 1. Dari kondisi tersebut maka dioda hanya digunakan pada beberapa pemakaian saja antara lain sebagai penyearah gelombang (rectifier). tegangannya rendah dan saklar nyala matinya cepat. mesin hitung. dan infra merah (tak kelihatan). 1. arsen dan phosfor parik dapat membuat Led dengan memancarkan cahaya warna merah. . Perlawanan terbalik kurang tinggi ( kurang dari 1 M ohm).mempunyai tahanan dalam yang tinggi sehingga arus sulit mengalir. Jenis-jenis Dioda 1. Dioda Silikon: 1. 1. Clamper . 5. Sedangkan Led infra merah dapat digunakan dalam sistim tanda bahaya pencuri dan lingkup lainnya yang membutuhkan cahaya tak kelihatan.2.1. disamping kegunaan-kegunaan lainya misalnya sebagai Klipper. Pada saat elektron-elektron jatuh dari pita konduksi ke pita valensi. Keuntungan lampu Led dibandingkan lampu pijar adalah umurnya panjang. 2.1. Dengan menggunakan bahan dasar pembuatan Led seperti gallium.2.2 Volt.4. 2. electron pita konduksi melewati junction dan jatuh ke dalam hole. Menghantar dengan tegangan maju kira-kira 0. 5.2.2. 4. Tegangan terbalik maksimum yang dibolehkan kurang tinggi. Menghantar dengan teganagnmaju kira-kira 0.5. 3. Perlawanan maju agak besar.2. kuning. Arus maju maksimum yang dibolehkan cukup besar. Pada dioda Led energi dipancarkan sebagai cahaya.5. 3. Perlawanan terbalik sangat tinggi. mereka memancarkan energi. dapat mencapai beberapa Mega ohm. sampai 1000 A. Sifat-Sifat Dioda 1. pengganda tegangan dan lain-lain. Led yang menghasilkan pancaran yang kelihatan dapat berguna pada display peralatan.6 Volt.

2. Dioda Step Recovery. kapasitansi luar ini biasanya lebih kecil dari 1 pF. Dioda Photo. Dengan menggunakan jendela kecil untuk membuka junction agar terkena sinar. makin tinggi suhu makin besar arus dioda yang terbias reverse. Makin kuat cahaya makin banyak jumlah pembawa yang dihasilkan cahaya makin besar arus reverse. Dioda Photo Energi thermal menghasilkan pembawa minoritas dalam dioda. (e). Dioda Varactor (d). Yang lebih penting dari kapasitansi luar ini adalah kapasitansi dalam junction dioda. Dioda Zener. 1.2. Kapasitansi dalam . 1. Jika cahaya luar mengenai junction dioda photo yang dibias reverse akan dihasilkan pasangan electron-hole dalam lapisan pengosongan.3.5.Gambar 1. (c). (b). Oleh sebab itu dioda photo merupakan detektor cahaya yang baik sekali.10. pabrik dapat membuat dioda photo. (f). LED. (a). Dioda Varactor Seperti kebanyakan komponen dengan kawat penghubung. Dioda Schottky.10 dibawah ini menunjukkan lambang atau simbol dari macam dioda. Gambar 1.2. Energi cahaya juga menghasilkan pembawa minoritas. diode mempunyai kapasitansi bocor yang mempengaruhi kerja pada frekuensi tinggi.5.

4.2. Dan sebagai akibatnya kapasitansi peralihan dari dioda berkurang bila tegangan riverse bertambah.ini kita sebut juga kapasitansi peralihan CT. dengan perkataan lain varaktor yang dipasang parallel dengan inductor merupakan rangkaian tangki resonansi. Kapasitansi peralihan dikenal juga sebagai kapasitansi lapisan pengosongan . . Dioda Schottky Dioda schottky menggunakan logam emas. Jika dinaikkan tegangan riverse membuat lapisan pengosongan menjadi lebar. Dioda dibias reverse. Gambar 1. kapasitansi barier dan kapasitansi junction.5. perak atau platina pada salah satu sisi junction dan silicon yang di dop (biasanya type-n) pada sisi yang alain. Makin besar tegangan riverse makin lebar lapisan pengosongan. Kata peralihan disini menyatakan peralihan dari bahan type-p ke typr-n.11. Karena lapisan pengosongan hamper tak ada pembawa muatan ia berlaku seperti isolator atau dielektrik. Dengan demikian kita dapat membayangkan daerah p dan n dipisahkan oleh lapisan pengosongan seperti kapasitor keeping sejajar dankapasitor sejajar ini sama dengan kapasitansi peralihan. 1. Dioda silicon yang memanfaatkan efek kapasitansi yang berubah-ubah ini disebut varactor. Lapisan pengosongan melebar hingga perbedaan potensial sama dengan tegangan riverse yang diberikan.2 dibawah ini. sehingga seperti memisahkan keeping sejajar terpisah lebih jauh. Gambar 1. Pengontrolan secara elektronik pada frekuensi resonansi sangat bermanfaat dalam penalaan dari jauh. Dalam banyak aplikasi menggantikan kapasitor yang ditala secara mekanik. Dengan mengubah-ubah tegangan riverse pada varactor kita dapat mengubah frekuensi resonansi.

Tetapi.5 volt dan sebagainya.Snap-off yang tiba-tiba dapat menghasilkan pensaklaran on-off kurang dari 1 ns. Dioda Zener Phenomena tegangan breakdown dioda ini mengilhami pembuatan komponen elektronika lainnya yang dinamakan zener. Dioda Step-Recovery Dengan mengurangi tingkat doping dekat junction pabrik dapat membuat dioda step-recovery piranti yang memanfaatkan penyimpanan muatan. dan inilah sebabnya kenapa dioda step-recovery sering kali disebut dioda snap. 1. pada zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan volt.5. Ada dioda zener yang memiliki tegangan Vz sebesar 1. Gambar 1. Jika pada dioda biasanya baru terjadi breakdown pada tegangan ratusan volt. Sebenarnya tidak ada perbedaan sruktur dasar dari zener. Dioda khusus ini juga digunakan dalam pengali frekuensi.5. Dan dioda Schottky ini tidak mempunyai lapisan pengosongan atau penyimpanan muatan.6. Dalam keadaan ini seolah-olah dioda tiba-tiba terbuka menjepret (snaps open) seperti saklar. ternyata tegangan breakdown dioda bisa makin cepat tercapai. melainkan mirip dengan dioda. 1.2.Dioda semacam ini adalah piranti unipolar karena electron bebas merupakan pembawa mayoritas pada kedua sisi junction. Sebagai hasilnya piranti ini dapat menyearahkan frekuensi diatas 300 Mhz dan jauh diatas kemampuan dioda bipolar.2. Selama konduksi forward dioda berlaku seperti dioda biasa dan bila dibias riverse dioda ini konduksi sementara lapisan pengosongan sedang diatur dan kemudian tibatiba saja arus riverse menjadi nol.5. 3. dengan memberi jumlah doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N.12 Simbol Dioda zener .5 volt. sehingga mengakibatkan ia dapat di switch nyala dan mati lebih cepat dari pada dioda bipolar. Dioda step-recovery digunakan dalam rangkaian pulsa dan digital untuk menghasilkan pulsa yang sangat cepat.

sebelum zener breakdown terjadi elektron-elektron minority carriers sudah akan memperoleh tenaga kinetik demikian besarnya hingga pada saat menabrak atom akan menimbulkan ionisasi yang menimbulkan elektron baru. Jadi. Elektron-elektron baru akan ikut bergerak akibatnya tabrakan akan berlangsung . oleh karena itu di dalam permakaian zener diode selalu digunakan suatu tahanan seri untuk mencegah terjadinva arus yang berlebihan. Vz turun bila temperatur zener diode naik.Karakteristik dari dioda zener yang unik yaitu jika dioda bekerja pada bias maju maka. Sehingga bila tegangan reverse dihubungkan akan menimbulkan medan listrik yang kuat di dalam dioda dan jika tegangan reverse mencapai tegangan zener Vz. lebar depletion layer akan bertambah karena elektron dan hole tertolak dari junction. dioda zener biasanya bekerja pada bias terbalik (reverse bias). Tegangan zener Vz adalah tegangan reverse di mana terjadi breakdown. Tetapi. bila digunakan silicon dengan doping tinggi akan dihasilkan depletion layer yang tipis. Bila tegangan reverse dihubungkan pada PN-junction. atom-atom lebih mudah melepaskan elektronnya menjadi ion-ion bila temperatumya naik. Jadi. maka medan listrik yang dibangkitkan demikian kuatnya sehingga sejumlah besar elektron akan terlepas dan daya tarik intinya diikuti dengan kenaikan arus reverse secara mendadak. Medan listrik harus lebih kuat untuk menghasilkan zener breakdown. Bila tegangan reverse VD kurang dari VZ tahanan zener diode di sekitar 1 megaohm atau lebih. zener diode sebenarnya adalah PN junction dengan doping tinggi hingga menghasilkan depletion layer tipis. Lebar depletion layer tergantung dari kadar doping. Biasanya zener breakdown terjadi di bawah tegangan 5 volt dan masih tergantung pada temperatur. Peristiwa inilah yang disebut dengan Zener breakdown. PN junction diode yang dibuat dengan doping rendah depletion layernya lebih lebar. Bila VD naik sedikit saja di atas Vz arus reverse akan naik dengan cepat. Diode zener atau juga dikenal sebagai voltage regulation diode adalah silicon PN junction yang bekerja pada reverse bias yang di daerah breakdown. Di bawah pengaruh medan listrik yang kuat.

Data-data zener diode yang perlu diketahui adalah: 1. Hubungan antara VZ dan rZ ini dapat dilihat pada gambar dibawah.8 volt. 2. Bila temperatur dioda naik laju gerakan elektron dalam depletion layer menurun sehingga diperlukan tegangan yang lebih besar untuk memberikan kecepatan yang cukup bagi elektron-elektron. . Tahanan ini akan naik bila Vz lebih atau kurang dari 6 volt. rZ = ΔZ V Δ IZ Tahanan zener minimum sekitar 10 ohm bila Vz nya sekitar 6 volt. Tahanan zener rz ialah suatu nilai yang menunjukkan perbandingan perubahan tegangan zener (Vz) terhadap perubahan arus zener (I z). Tiap zener mempunyai Vz tertentu dengan toleransi 5 sampai 10 persen. Meskipun demikian dalam prakteknya kedua type di atas tetap dinamakan zener diode. Iz min = 1 mA dan Iz mak = 50 mA pada temperatur 40° C. Yang pertama terjadi pada bahan dengan tahanan jenis rendah (doping tinggi) yang dipisahkan oleh depletion layer tipis yaitu untuk Vz di bawah 5 volt.secara berantai sehingga makin banyak elektron yang dihasilkan dan arus reverse naik dengan cepat. Iz maksimum adalah arus yang tidak boleh dilampaui. 3. Karena alasan inilah maka zener diode dibuat dari silikon. Arus zener Iz ialah arus yang mengalir pada saat breakdown. karena dapat menimbulkan panas yang berlebihan. kita mengenal zener breakdown yaitu ionisasi karena kekuatan medan listrik dan avalanche breakdown yaitu ionisasi karena tabrakan. Yang kedua terjadi pada bahan dengan tahanan jenis tinggi (doping rendah) yang dipisahkan oleh depletion layer lebar untuk Vz di atas 5 volt. Peristiwa semacam ini disebut avalanche breakdown.3 Volt sampai 200 Volt. Misalkan sebuah zener diode dengan Vz = 5. Tegangan zener Vz terletak antara 3. Jadi. Iz minimum adalah besarnya Iz tepat pada knee.

6 LED LED singkatan dari Light Emiting Dioda. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor.2. . namun akan menjadi sangat mahal dan tidak efisien. perlu diperhatikan tegangan kerja.13 Hubungan antara tahanan zener (r z ) dan tegangan zener (V z ) Oleh karena itu penggunaan zener sebagai stabilisator Vz yang terbaik adalah sekitar 6 volt. hijau dan akhir-akhir ini telah ditemukan LED dengan warna biru dan putih. Bila tegangan yang akan distabilkan lebih dari 6 volt dapat digunakan bcberapa zener yang dihubungkan seri. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan. kuning.Rz (ohm) 200 100 10 20 Vz (volt) Gambar 1. Gambar 1. LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. arsenic dan phosporus. Strukturnya juga sama dengan dioda. doping yang dipakai adalah galium. LED lebih efisien dalam mengeluarkan cahaya. warna-warna cahaya yang dikeluarkan LED yang ada di pasaran adalah warna merah.14 Simbol LED Pada saat ini. merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. 1. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula. Simbol LED terlihat pada gambar di bawah ini. tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. arus maksimum dan disipasi dayanya. Dalam memilih LED selain warna.

Dalam kondisi menghantar. Karakteristiknya yaitu kalau diberi panjaran maju. dan gallium aluminium arsenida (GaAsP).Rumah (chasing) LED dan bentuknya juga bermacam-macam. LED mengkonsumsi arus sangat kecil. ada yang persegi empat. Sedangkan tegangan terbaik maksimum yang dibolehkan pada LED merah adalah 3 volt. LED terbuat dari berbagai material setengah penghantar campuran seperti misalnya gallium arsenida fosfida (GaAsP).4 volt. LED hijau 2. Gambar 1. selain itu terdapat keistimewaan tersendiri dari LED itu sendiri yaitu dapat memancarkan cahaya serta tidak memancarkan sinar infra merah (terkecuali yang memang sengaja dibuat seperti itu).7 volt.2 volt.16 Cara pengoperasian LED . Ketandasan cahaya berbanding lurus dengan arus maju yang mengalirinya. LED kuning 5 volt.6 sampai 2. bulat dan lonjong. awet dan kecil bentuknya (tidak makan tempat). gallium fosfida (GaP). LED hijau 5 volt. pertemuannya mengeluarkan cahaya dan warna cahaya bergantung pada jenis dan kadar material pertemuan.15 Gambar LED Cara pengoperasian LED yaitu : Gambar 1. tegangan maju pada LED merah adalah 1. LED kuning 2.

digital dan sistim elektronik lainnya. Clipper Positip Seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.17. Clipper positip Selama setengah siklus negatip.17 tegangan output bagian positipnya semua dipotong. dioda terbias reverse dan kelihatan terbuka dan sebagai akibatnya rangkaian membentuk pembagi tegangan dengan output: . 1. dengan demikian kita dapat membayangkan dalam kondisi ini diode seperti saklar tertutup.7. 1.7. Clipper Pada peralatan computer.2. oleh sebab itu tegangan output sama dengan nol selama tiap-tiap setengah siklus positip sehingga semua tegangan jatuh pada resistor ( R).1. kadang kita ingin membuang tegangan sinyal diatas atau dibawah level tegangan tertentu.Selalu diperlukan hambatan deretan R bagi LED guna membatasi kuat arus dan dalam arus bolak-balik harus ditambahkan dioda penyearah.2. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan rangkaian clipper dioda (clipper = pemotong). Gambar 1.Tegangan pada hubungan singkat harus sama dengan nol. Cara kerja rangkaian adalah sebagai berikut: selama setengah siklus positip tegangan input dioda konduksi.

Clipper dibias berarti membuang semua sinyal diatas mevel +V.17 semua sinyal diatas level o V telah dipotong. dan sebagai akibatnya rangkaian membentuk pembagi tegangan dengan output: Dan biasanya RL jauh lebih besar dari pada R sehingga Vout  -VP. Clipper di Bias Dalam beberapa aplikasi anda mungkin level pemotongan tidak 0 V. Gambar 1.2. Ketika tegangan input kurang dari +V dioda terbuka dan rangkaian kembali pada pembagi tegangan. Clipper positip disebut juga pembatas positip (positive limiter). 1.18. dioda terbias reverse dak kelihatan seperti terbuka. maka dengan bantuan clipper di bias anda dapat menggeser level pemotongan positip atau level negatip yang diinginkan.2. karena tegangan output dibatasi maksimum 0 Volt.18 menunjukkan clipper dias. Pada gambar 1. Selama setengah siklus positip dioda konduksi dan seluruh tegangan jatuh pada R dan sebaliknya pada setengah siklus negatip dioda off. Seperti yang diperlihatkan pada gambar 1.Selama setengah siklus negatip. dan karena RL jauh lebih besar dari R sehingga hampir seluruh tegangan setengah siklus negatip muncul pada RL. Clipper dibias positip . agar dioda dapat konduksi tegangan input harus lebih besar dari pada +V.7. Ketika Vin lebih besar daripada +V dioda berlaku seperti saklar tertutup dan tegangan output sama dengan +V dan tegangan output tetap pada +V selama tegangan input melebihi +V.

9. Detektor Dioda Detektor berfungsi menceraikan sinyal informasi dari sinyal pembawa.1. Sudah barang tentu dalam hal ini kita brusaha untuk mendapatkan suatu sumber arus searah yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip ekonomis dan keuntungan lainnya yang sesuai dengan persyaratan diatas adalah mendapatkan arus searah dari sumber arus bolak balik atau arus AC (Alternating Curent). Rangkaian penyearah ½ gelombang ( Half wave Rectifier). Pekerjaan penyearahan yang terjadi pada sirkit detector dan di dalam pencatu daya pada hakekatnya tidak ada perbedaan azas. b. Oleh sebab itu sekema dasar dari sirkit detector juga tidak berbeda dengan skema dasar sebuah pencatu daya. Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 4 buah diode.8. Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 buah diode. c. Rangkaian yang dimaksud disini adalah rangkaian penyearah gelombang yaitu dari sumber tegangan sinyal AC diubah menjdi bentuk sinyal DC (Direct Current). Rangkaian penyearah ini terdiri dari: a. pekerjaan deteksi tersebut disebut juga de modulasi dan pada hakekatnya suatu pekerjaan penyearahan (rectifying). antara lain yaitu: 1. Penyearah (Rectifier) Seperti telah kita ketahui bahwa hampir semua peralatan elektronika menggunakan power suplay (catu daya arus searah). . Bila rangkaian detector kita bandingkan dengan rangkaian sebuah pencatu daya maka akan terdapat kesamaan dan perbedaan.2.2.

6 suatu deretan dioda dan R kita berikan tegangan bolak-balik. Arus ini tidak lagi bolak balik melainkan searah tapi tidak rata melainkan berdenyut-denyut. Gelombang Output Pada saat terminal A positip dioda mendapat tegangan maju maka mengalirlah arus. Arus denyut inipun membangkitkan tegangan pada R dan bentuk tegangan pada R adalah belahan positip dari pada bentuk arus bolak balik yang dimasukkan deretan dioda dan R. Rangkaian penyearah 1/2 gelombang a. Karena tegangan yang diberikan pada input trafo bolak -balik maka pada suatu saat terminal A adalah positip sedangkan terminal B adalah negatip. Skema Rangkaian b.a.19.19 b. dan pada saat terminal A negatip dioda mendapat tegangan terbalik dan tidak ada arus mengalir. Dengan demikian pada dioda mengalirlah arus yang bentuknya dilukiskan seperti gambar 1. Dan pada saat berikutnya terminal A menjadi negatip dan terminal B yang jadi positip dan seterusnya bergantian setiap setengah perioda. dan kemampuan menyearahkannya dapat dilihat dengan menghitung besarnya komponen arus searah atau harga rata-rata pulsa searahnya. yaitu: . karenanya arus inipun dinamai arus searah denyut (pulsating direct current). Gambar 1. Tujuan dari rangkaian penyearah adalah untuk memperoleh arus searah dari sumber arus bolak balik. Penyearah ½ gelombang ( Half wave Rectifier) Seperti diperlihatkan pada gambar 2.

b.20 Gambar 1. maka dipakailah dua buah dioda sebagai penyearah rangkap. Guna memahami apakah yang diperoleh dari dua dioda. mari terlebih dulu kita pelajari rangkaian di Gambar1. Rangkaian penyearah gelombang Penuh a. Penyearah gelombang penuh dengan 2 buah dioda (Full wave Rectifier) Untuk memperoleh perataan yang lebih sempurna.sedangkan tegangan searahnya adalah harga rata-rata dari setengah gelombang sinus yang positip sehingga : Perioda dari sinyal output adalah sama dengan perioda sinyal input. Skema Rangkaian .20. Gelombang Output . Setiap siklus input menghasilkan satu siklus output. Inilah sebabnya mengapa frekuensi output dari penyearah setengah gelombang sama dengan frekuensi input fout = fin c.

8 dibawah ini. . Perhatikan gambar 1.21. Sehingga untuk mendapatkan arus selama satu perioda secara penuh dilakukan dengan menambah satu dioda lagi. Besarnya harga rata-rata pulsa arus yang melalui beban adalah dua kali harga rata-rata penyearah setengah gelombnag yaitu : Sedangkan harga rata-rata tegangan searahnya adalah : c.Dari rangkaian penyearah 1/2 gelombang telah kita ketahui bahwa beban hanya dilalui arus selama setengah perioda. dengan tujuan menyearahkan setengah gelombaang lainnya seperti yang diperlihatkan pada gambar diatas. Gambar 1. Penyearah gelombang penuh dengan 4 buah dioda (Sistim Jembatan) Rangkaian penyearah sistim jembatan ini adalah rangkaian penyearah gelombang penuh tetapi tidak menggunkan center tap pada trafonya (seperti pada penyearah gelombang penuh yang menggunakan 2 buah diode).

4.1. 1. Pada saat pengukuran R maju gunakan range yang paling kecil (ohm) dan range yang besar untuk R mundur (10 K ohm). Selanjutnya setengah siklus perioda berikutnya adalah titik B menjadi positif dan titik A jadi negative.1 Percobaan Memeriksa Keadaan Diode Gunakan alat ukur multimeter untuk memeriksa diode – diode yang ada. maka jalannya arus setengah siklus perioda pertama adalah dari titik A+ melalui D1. 4. Pada multimeter digital gunakan range untuk mengukur.3 Alat-alat percobaan 1. 2. sehingga jalannya arus adalah dari titik B+ menuju D2. 7.4 1. 6. 3.D4 dan kembali ke sumber. Tabel 1. Modul elektronika dasar 1 buah multimeter Penjepit buaya Osiloskop Mistar / penggaris Milimeterblock Pulpen / pensil 1. dan gelombang outputnya seperti ditunnjukkan pada gambar 1. RL D3 dan kembali ke sumber.1 Pemeriksaan baik buruknya diode No Jenis dan tipe dioda Multimete r Resistansi Dioda Keadaan diode Ket . RL . 5. Dalam gambar ditunjukkan dengan tanda panah warna merah. Pada saat A positif sementara B negatif.Rangkaian penyearah gelombang penuh sistim jembatan.21 B. Demikian seterusnya untuk proses berikutnya kembali lagi titik A jadi positif dan titik B negative demikian seterusnya setiap setengah perioda. untuk multimeter analog. Catat hasil pengukuran anda pada tabel 1.

Dan harga Vd sesuai dengan tabel 1. dan zener.22 Rangkaian diode pada karakteristik V – I diukur dengn multimeter Tabel 1. Lakukan untuk diode Si.22.2 (untuk bias forward). 3.1 0.2 Pengukuran diode pada karakteristik V – I dengan multimeter No VD (V) 0. Buatlah rangkaian seperti gambar 1. Ge.0 Bias Forward Voltage (V) Diode Diode LED penyearah Zener Bias Reverse Voltage (V) Diode Diode LED penyearah Zener ket 1 2 3 4 .2 Karakteristik V – I (dengan multimeter) 1. Gambar 1. Atur Vs agar didapat harga seperti pada tabel 1.Forward 1 Dioda penyearah Analog Digital Analog Digital Analog Digital Reverse Baik Buruk 2 Diode zener 1.2 0.2 (untuk bias reverse). untuk pengukuran Vd gunakan multimeter digital dan Id dengan multimeter analog.4.0 0. 2.3 ID (mA) 0.

.24.3. Atur Vs sesuai tabel 1. untuk pengukuran VRL dan IRL gunakan multimeter digital. . dan VRL (tegangan DC).4 Penyearah Setengah Gelombang Dengan 1 diode 1. 3. . Catatlah hasil pengukuran anda pada tabel 1. . 2.4. sehingga didapatkan gambar yang cukup baik. Hubungkan VSi pada 25 Vrms.3 Karakteristik V – I (dengan osiloskop) 1. catat pada tabel 1. Hubungkan Vsi pada 18 Vrms. .. Atur pula V/div (CH1 dan CH2). catat pada tabel 1. 4.2 untuk bias maju dan mundur.3. 2.23 Rangkaian diode pada karakteristik V – I diukur dengn osiloskop 1.23 Atur range I/div osiloskop pada x – y. Ge.0 5.4. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1. dan VRL1 (tegangan DC). . kemudian ukur besarnya IRL1 (arus DC). .0 1. . Lakukan percobaan tersebut untuk diode si. Ulangilah langkah – langkah diatas untuk RL1 10Ω20W dan RL2 100Ω20W. dan Zener. 3. . Gambar 1. kemudian ukur besarnya IRL (arus DC).3. . . . Buatlah rangkaian seperti gambar 1. . dan gambarlah pada kertas millimeter. 5. 4. 5.

3 Pengukuran diode penyearah setengah gelombang dengan 1 diode Vp Rms (V) 220 Dengan RL 10Ω. untuk pengukuran VRL dan IRL gunakan multimeter. 2.Gambar 1. kemudian ukur besarnya IRL (arus DC).25. catat pada tabel 1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1. Vsi pasang pada 18 Vrms. 4.4.20 W 100Ω. kemudian ukur besarnya IRL1 (arus DC). Ulangilah langkah – langkah diatas untuk RL1 10Ω20W dan RL2 100Ω20W.2 0W Vs (V) IRL Pengukuran Multimeter Digital Gambar OSC VD VA VS VRL VA VRL (CE) Perhitungan IRL VRL PRL Ket. VSi pasang pada 25 Vrms.4. dan VRL1 (tegangan DC).4. 1. catat pada tabel 1.5 Dengan 2 diode 1. 3. . dan VRL (tegangan DC).24 Rangkaian diode penyerah setengah gelombang dengan 1 diode Tabel 1.

25 Rangkaian diode penyerah setengah gelombang dengan 2 diode Tabel 1.5 Pengukuran diode penyearah gelombang penuh dengan 2 diod Vp Rms (V) 220 Vs(V ) 18 25 RL (Ω) IRL 10 100 10 Pengukuran Multimeter Gambar Osc VA VRL VD VA VRL VD Vs Perhitungan VRL PRL f Ket .Gambar 1. Kemudian isialah tabel 1.20 W 100Ω. 220 1.2 0W 18 25 V RL Pengukuran Multimeter Digital IRL VD (CE) VA VA Gambar OSC VS V RL Perhitunga n IRL V RL P RL Ket.4. 2. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1.5 untuk RL sama dengan RL 110Ω20W dan RL2100Ω20W Gambar 1.26.4 Pengukuran diode penyearah setengah gelombang dengan 2 diode Vp Rm s (V) Vs( V) Dengan RL 10Ω.26 Diode penyearah gelombang penuh dengan 2 diode Tabel 1.5 Penyearah Gelombang Penuh Menggunakan 2 dioda 1.

100 Menggunakan 4 dioda 1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1. .27. 1. untuk RL sama dengan RL1 10Ω20W dan RL2 100Ω20W Gambar 1. ukur berapakah keluaran IC tersebut.27 Diode penyearah gelombang penuh dengan 4 diode Tabel 1.7 Pengenalan IC regulator pada power supply.6. lakukan percobaan berikut. 2.4. Kemudian isilah tabel 1. 2.6 pengukuran diode penyearah gelombang penuh dengan 4 diode Vp Rms (V) 220 Vs(V ) 18 25 RL (Ω) IRL 10 100 10 100 Pengukuran Multimeter Gambar Osc VA VRL VD VA VRL VD Perhitungan VRL PRL f Ket Vs 1.

7 Pengukuran IC Regulatos Vp Rms (V) Jenis IC Regulator 7805 220 7812 Pengukuran Multimeter Digital V in V out Ket. .28 percobaan menggunakan IC regulator Tabel 1.78XX 79xx Gambar 1.

1W Multimete r Digital Digital Digital Resistansi Dioda Forward Reverse 410 1 566 1 287 1 Keadaan Diode Baik Buruk √ √ √ Ket.9 mV 0.9 9.8 220 220 Perhitungan IRL 0.478 0.5 Lembar Kerja dan Data Hasil Percobaan Tabel 1.015 Bias Forward Voltage (Volt) Dioda Dioda LED Penyearah Zener 0.8 2.1V .005 0. 1 2 3 VD (V) 0.7 V 3.05 7 Ket.8 2.01 0. Tabel 1.18 V 0.7kΩ .50 V Bias Reverse Voltage (Volt) Dioda Dioda LED Penyearah Zener 0.10W Vs (V) 18 25 Pengukuran Multimeter Digital Gambar OSC IR VD(C V VRL VA VS VRL L E) A 5.21 V 2. 220 20W 4.7 V 2.01 9 VR L 3A 3A PRL 1.22 V 3.4 11.53 3 0.10 Pengukuran dioda penyearah setengah gelombang dengan 1 dioda Vp Rms (V) Deng an RL 10Ω.5 ID (mA) 0.7kΩ .78 7.434 0.1 mV 0.24 V 2. 220 20W 4.16 V 0.53 V Ket.02 V 0. Tabel 1.51 1 0.02 V 0.11 Pengukuran dioda penyearah setengah gelombang dengan 2 dioda Vp Rms (V) Deng an RL 10Ω.8 220 220 Perhitungan IRL 0.1 mV 0.8 V 3 mV 0.8 mV 0.7 mV 0. .10W Vs (V) 18 25 Pengukuran Multimeter Digital Gambar OSC VD(C IRL VRL VA VA VS VRL E) 4.5 1 1.7912 1.9 Pengukuran dioda pada karakteristik V-I dengan multimeter No. Tabel 1.11 1.8 Pemeriksaan baik buruknya dioda No 1 2 Jenis dan Tipe Dioda Dioda Penyearah Dioda Zener BY299 IN4001 5.078 VR L 3A 3A PRL 1.234 K e t.

66 4.95 Keterangan .1 17.6 VR L 3A 3A PRL 52. Tabel 1.7 17.95 13.2 VR L 3A 3A PRL 51.4 18.8 55.3 220 15.14 Percobaan dengan menggunakan IC Regulator Vp Rms (V) 220 220 220 Jenis IC Regulator 7805 7812 7912 Pengukuran Multimeter Digital Vin Vout 15.7 12.0 -11.7 17. Tabel 1.2 Perhitungan VD 17.6 220 15.Tabel 1.8 f Ket.6 18.12 Pengukuran dioda penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda Vp Rms (V) 220 Vs (V) 18 RL (Ω) 10 470 Pengukuran Multimeter Digital Gambar OSC VR IRL VA VRL VD VA VS L 220 9.6 f Ket.0 -15.13 Pengukuran dioda penyearah gelombang penuh dengan 4 dioda Vp Rms (V) 220 Vs (V) 18 RL (Ω) 10 470 Pengukuran Multimeter Digital Gambar OSC VR IRL VA VRL VD VA VS L 220 9.9 51.6 Perhitungan VD 17.3 17.

1 mV 0.22 V 3.1V .21 V 2. Keadaan dioda yang diuji pada percobaan ini masing-masing baik dari dioda penyearah ataupun dioda zener dalam keadaan baik.6.01 0.1 mV 0. .5 ID (mA) 0.2 Karakteristik V-I dengan Multimeter Tabel 1.9 mV 0.8 V 3 mV 0.005 0.18 V 0. dalam percobaan ini tidak dapat ditampilkan hasil perhitungan dari multimeter analog sebagai perbandingan.6.7 V 3. 1W Multimete r Digital Digital Digital Resistansi Dioda Forward Reverse 410 1 566 1 287 1 Keadaan Diode Baik Buruk √ √ √ Ket.15 Pemeriksaan baik buruknya dioda No 1 2 Jenis dan Tipe Dioda Dioda Penyearah Dioda Zener BY299 IN4001 5. Dari data di atas dapat dilihat bahwa pada dioda baik dioda penyearah maupun dioda zener memiliki resistansi reverse dioda yang terukur melalui multimeter digital sebesar 1KΩ. sehingga multimeter hanya dapat menampilkan nilai seperti yang tertera pada tabel.015 Bias Forward Voltage (Volt) Dioda Dioda LED Penyearah Zener 0. 1 2 3 VD (V) 0.7 V 2. Hal tersebut disebabkan karena pada saat bias mundur/reverse bias nilai tahanannya sangat besar.8 mV 0. 1.5 1 1. Akan tetapi karena keterbatasan alat.50 V Bias Reverse Voltage (Volt) Dioda Dioda LED Penyearah Zener 0.1 Pemeriksaan Baik Buruknya Dioda Dari percobaan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 1.02 V 0.16 Pengukuran diode pada karakteristik V-I dengan multimeter No.02 V 0.6 Analisa Pembahasan Hasil Percobaan 1.24 V 2.7 mV 0.16 V 0.53 V Ket.1. sehingga dalam perhitungan menggunakan multimeter digital didapatkan hasil seperti di atas hal tersebut kemungkinan disebabkan karena kondisinya yang masih baru ataupun pemberian tegangan yang tidak berlebihan atau dalam arti tegangan yang diberikan dalam keadaan yang sesuai/benar.

Bahkan lapisan deplesi (depletion layer) semakin besar dan menghalangi terjadinya arus. Untuk perhitungan matematis dapat dilihat di bawah ini yaitu dimana Vs ≤ 0. dimana dioda tidak lagi dapat menahan aliran elektron yang terbentuk di lapisan deplesi. ID = 0A Jadi dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa tegangan dioda (VD) sama dengan tegangan pada sumber (Vs) a. namun memang ada batasnya. sehingga tidak ada arus yang mengalir ID = 0. sisi N pada dioda mendapat polaritas tegangan lebih besar dari sisi P sehingga tidak akan terjadi perpindahan elektron atau aliran hole dari P ke N maupun sebaliknya.29 Rangkaian diode pada karakteristik V – I diukur dengan multimeter Jika dilihat dari gambar rangkaian di atas. Sampai beberapa puluh bahkan ratusan volt baru terjadi breakdown.Berikut merupakan gambar rangkaian dari percobaan di atas : Gambar 1.Sehingga tidak ada arus yang mengalir pada rangkaian tersebut dan kondisi dioda dalam keadaan terbuka / open cirquit. Pada saat forward bias ( VS> 0): = .Maka demikianlah dioda hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. kondisi rangkaian dalam keadaan bias balik / reverse bias dimana dalam reverse bias itu sendiri ID = 0 mA. Pada saat reverse bias ( VS ≤ 0): = b. Dalam hal ini. Untuk bias negatif dioda tidak dapat mengalirkan arus. Karena baik hole dan elektron masing-masing tertarik ke arah kutup berlawanan.

7 V dan untuk diode germanium mempunyai tetapan sebesar 0.7 = 8mA 100 kesalahannya dengan Berdasarkan data yang diperoleh pada hasil percobaan dan hasil perhitungan maka dapat dihitung prosentase menggunakan persamaan sebagai berikut : Untuk data ID dapat dihitung prosentase kesalahannya sebagai berikut.005 mA Iperhitungan = -2mA Untuk ID yang kedua : Vpengukuran = 0.01mA Vperhitungan = 3 mA Untuk ID yang ketiga : .5 volt maka I = 1.5 volt maka I = Vs = 1 volt maka I = 0.3 V.5 − 0.Nilai VD untuk masing-masing dioda diantaranya yaitu pada dioda silikon mempunyai tetapan 0.7 = 3mA 100 Vs = 1. Dan pada saat Vs> 0 maka secara matematis perhitungannya adalah : ID =IR = I Vs = VR + VD = I x R + VD I= Pada saat : Vs − V D R Vs = 0.5 − 0.7 = −2mA 100 1 − 0. Dan untuk ID yang pertama : Ipengukuran = 0.

3.3 Penyearah Setengah Gelombang 1.6.6 99. 1.019 3 3 1.11 1.53 3 0.01 0.005 0.05 7 Perhitungan Ket IRL VRL PRL . 220 20W 4.511 0.7kΩ .8 Dalam prosentase kesalahan yang telah dihitung.8 VA 22 0 22 0 VA VS VR L 0.17 Perhitungan prosentase kesalahan pada karakteristik V-I No 1 2 3 VD (V) 0.015 ID (mA) (perhitungan) -2 3 8 Persentase kesalahan (%) Diatas 100 99. ternyata prosentase kesalahan yang didapat cukup besar.5 ID (mA) (pengukuran) 0.18 Pengukuran dioda penyearah setengah gelombang dengan 1 dioda Vp Rm s (V) 10Ω.5 1 1.10W 18 25 Deng an RL Vs (V) IR L Pengukuran Multimeter Digital Gambar OSC VRL 5.Vpengukuran = 0.6.9 VD(C E) 9. Berikut merupakan gambar rangkaian dari percobaan di atas: .Hal tersebut kemungkinan disebabkan kesalahan praktikan dalam melakukan pengamatan atau melakukan pengukuran dalam percobaan dan presisi alat yang kurang terlalu memadai.1 Dengan 1 dioda Tabel 1.4 11.015 mA Vperhitungan = 8 mA Berikut merupakan tabel hasil prosentase kesalahan dari perhitungan di atas: Tabel 1.

80 220 7.7KΩ:10W : VRL = 25 I RL = VRL 25 = = 0.05 6.19 Perbandingan pengukuran dengan perhitungan Vp Rms(V) 220 VS (V) 18 25 Pengukuran Multimeter Digital VRL VD VA 5.0053 2 x 4700 = 0.8 2 x10 =32.0053 A R 4700 2 PRL = I RL R = 0.4 watt Sedangkan pada saat 4.78 7. PRL dapat digunakan persamaan berikut : VRL =VD . VRL .1175 watt Tabel 1.0053 Perhitungan VRL (V) 18 25 PRL (W) 32.30 Rangkaian diode penyearah setengah gelombang dengan 1 diode Untuk dapat menghitung I RL . Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung prosentase kesalahan adalah : Untuk data IRL 10Ω:20W dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : . 8 A R 10 2 PRL = I RL R = 1.8 0.4 0.Gambar 1.35 220 IRL (A) 1.7V I RL = I D = VRL R 2 PRL = I RL R Sehingga untuk menghitung pada saat RL=10Ω.20W : VRL =18 I RL = VRL 18 = = 1.1175 Ket Dengan RL 10Ω:20W 47KΩ:10W Dari hasil analisa tersebut dapat dibuatkan perbandingan prosentase kesalahan dalam percobaan. VD = 0.

511 A Iperhitungan = 1.7KΩ:10W 1.6% VRL (V) 4.7KΩ:10W 0.11 V Vperhitungan = 18 V Maka Untuk data VRL4.8 A Maka Untuk data IRL4.7kΩ:10W dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Ipengukuran = 0.7kΩ:10W dapat dihitung prosentase kesalahannya yaitu : Vpengukuran = 1.4% .11 18 71.20 Tabel Hasil Prosentase kesalahan pada IRL dan VRL Keterangan Pengukuran Perhitungan % kesalahan 10Ω:20W 0.Ipengukuran = 0.9 V Vperhitungan = 25 V Maka Tabel 1.019 A Iperhitungan = 0.511 1.0053 A Maka Untuk data VRL10Ω:20W dapat dihitung prosentase kesalahannya yaitu : Vpengukuran = 5.9 25 92.8 71.0053 Diatas 100% 10Ω:20W 5.019 0.6% IRL(A) 4.

47 8 0. V RL = 18 V I RL = V RL 18 = = 1.43 4 0. Hal ini kemungkinan disebabkan karena salah pembacaan skala alat percobaan ataupun presisi alat yang kurang sehingga dalam pembacaan skala sering terjadi kesalahan.2 Dengan 2 dioda Tabel 1. VD = 0.4 W Untuk 4.8 2 x10 =32. 8 A R 10 2 PRL = I RL R = 1.78 2. 1.8 220 3 .23 4 Ket.7V I RL = I D = 2 PRL = I RL R VRL R Untuk 10Ω.8 220 Perhitungan IRL 0.6. 220 20W 4.25 A R 100 2 PRL = I RL R = 0.22 Perbandingan pengukuran dengan perhitungan .7Ω.25 W Tabel 1. 25 7.21 Pengukuran dioda penyearah setengah gelombang dengan 2 dioda Vp Rms (V) Deng an RL 10Ω. PRL dapat digunakan persamaan berikut : V RL = E .20W dengan RL 18 V adalah sebagai berikut.25 2 x100 = 6.3.07 VR L 3 PRL 1.8 2.7kΩ Vs (V) 18 Pengukuran Multimeter Digital Gambar OSC VD(C VR IRL VRL VA VA VS E) L 4. V RL = 25 V I RL = VRL 25 = = 0. VRL .Dari data di atas dapat dilihat prosentase kesalahan yang cukup besar.10W 8 Untuk menghitung I RL .10W dengan RL 25 V adalah sebagai berikut.

7Ω:10W dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Ipengukuran = 0.5 % 3 .4 3 3 x 100% = 95.4 2 Untuk data IRL4.7Ω.40 VA 220 220 V A Perhitungan Gambar OSC VS VRL IRL (A) 1.78 7.20W dapat dihitung presentase kesalahannya yaitu : PPengukuran Pperhitunga n = 1.4 W |% Kesalahan | = 1.64 6.25 VRL (V) 18 25 PRL (W) 32.4 4 − 2 .8 A Maka Untuk data VRL 10Ω:20W dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Vpengukuran = 4.4 6.20 W 4.478 A Iperhitungan = 1.78 V Vperhitungan = 18 V Maka Untuk data PRL pada 10Ω.25 Ket 220 Ipengukuran = 0.078 A .8 VD(CE ) 6.Dari hasil analisa tersebut dapat dibuatkan perbandingan prosentase kesalahan dalam percobaan.10 W Vs(V) Multimeter Digital VRL 18 25 4.8 0.434 W = 32. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung prosentase kesalahan adalah : Untuk data IRL 10Ω:20W dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Vp Rm s (V) Pengukuran (V) Dengan RL 10Ω.

2 VR L 3A 3A PRL 51.2 5 Tabel 1.3 220 15.8 0.7KΩ:10W 10Ω:20W 4. Hal tersebut dikarenakan presisi alat yang kurang memadai.25 18 25 32.1 Dengan Dua Dioda Perhitungan VD 17.5% 96.8% 73.2% Dari hasil perhitungan prosentase kesalahan di atas.7KΩ:10W 10Ω:20W 4.4 Penyearah Gelombang Penuh 1.8 1.4 6. sehingga praktikan kesulitan dalam melakukan pengamatan.25W |% Kesalahan | = 0.9 51.6.234W = 6. 1.4.2 4 −6.478 0.6 f Ket.2 - .078 4.2 % 6 .434 0. Tabel 1.4% 68.20W dapat dihitung presentase kesalahannya yaitu : PPengukuran Pperhitunga n = 0.25 A Maka Untuk data VRL4.8% 95.6.23 Tabel Hasil Prosentase kesalahan pada IRL dan VRL Keterangan Pengukuran Perhitungan % kesalahan IRL(A) VRL (V) PRL (W) 10Ω:20W 4. didapat prosentase kesalahan yang cukup besar.3 17.8 V Vperhitungan = 25 V Maka Untuk data PRL pada 10Ω.Iperhitungan = 0.4% 68.25 73.24 Pengukuran dioda penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda Vp Rms (V) 220 Vs (V) 18 RL (Ω) 10 470 Pengukuran Multimeter Digital Gambar OSC VR IRL VA VRL VD VA VS L 220 9.7 17.7KΩ:10W 0.7Ω:10W dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Vpengukuran = 7.2 3 5 x100% = 96.78 7.7 17.234 1.

sedangkan perbandingan VRL saat RL = 470Ω adalah 15. . Untuk menghitung I RL .04 A R 470 2 PRL = I RL R = 0.7V I RL = I D = VRL R 2 PRL = I RL R Untuk RL = 10Ωperhitungannya adalah sebagai berikut: V RL = 18 V I RL = V RL 18 = = 1.752 W Jadi perbandingan VRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 10Ω adalah 9. Perbandingan PRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 10Ω adalah 51.4 W Untuk RL = 470Ω perhitungannya adalah sebagai berikut: V RL = 18 V I RL = VRL 18 = = 0.9 : 32.4.8 2 x10 = 32.8 A R 10 2 PRL = I RL R = 1.752.Berikut merupakan gambar rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda : Gambar 1.04 2 x 470 = 0.7 : 18. PRL dapat digunakan persamaan berikut : V RL = E .31 Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda Penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda memiliki persamaan untuk mencari VRL dan PRL. VD = 0. VRL .9 : 0.7 : 18. sedangkan PRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 470Ω adalah 51. Perbedaan perbandingan didasari oleh tingkat ketelitian praktikan serta presisi alat.

Tabel 1.7V I RL = I D = VRL R 2 PRL = I RL R Untuk RL = 10Ωperhitungannya adalah sebagai berikut: V RL = 18 V I RL = V RL 18 = = 1. VRL . 6 18.32 Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 4 dioda Penyearah gelombang penuh dengan 4 diode memiliki persamaan untuk mencari VRL dan PRL.8 55.8 Berikut merupakan gambar rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda : Gambar 1.6 18.4.25 Pengukuran dioda penyearah gelombang penuh dengan 4 dioda Pengukuran Multimeter Digital Gambar OSC VA VRL 9.6 VA VS VRL 3A 3A 52.1 15.1.4 W Untuk RL = 470Ωperhitungannya adalah sebagai berikut: . 8 A R 10 2 PRL = I RL R = 1. Untuk menghitung I RL .2 Vp Rm s (V) 10 220 18 470 220 220 Vs (V) RL (Ω) IRL Dengan Empat Dioda Perhitungan Ket VD 17. PRL dapat digunakan persamaan berikut : V RL = E . VD = 0.8 2 x10 = 32.6. 6 VRL PRL f .4 VD 17.

sedangkan perbandingan VRL saat RL = 470Ω adalah 15.4.752.7 12. Perbandingan PRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 10Ω adalah 52.95 13.(diode si. dan Zener)? 3 Untuk percobaan setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh hitunglah factor rippelnya untuk masing – masing harga RL? 4 Jelaskan cara kerja rangkaian Diode penyearah gelombang penuh dengan 4 diode? .04 2 x 470 = 0. sedangkan PRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 470Ω adalah 55.5 Percobaan Pengenalan IC Regulator pada Power Supply Tabel 1.Ge.6.8 : 0.26 Percobaan dengan menggunakan IC Regulator Vp Rms (V) 220 220 220 Jenis IC Regulator 7805 7812 7912 Pengukuran Multimeter Digital Vin Vout 15.8 : 32. 1.4 : 18. Hal tersebut kemungkinan dikarenakan kurangnya ketelitian dalam percobaan.752 W Jadi perbandingan VRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 10Ω adalah 9.0 -11.0 -15.1 : 18. sedangkan pada jenis IC Regulator yang lain yaitu seri 7912 terjadi kenaikan pada Vout. Dari percobaan karakteristik V – I (dengan multimeter) buatlah grafik Id terhadap Vd dan bandingkan dengan gambar dari osiloskop.95 Keterangan Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada 2 jenis IC Regulator seri 7805 dan 7812 terjadi penurunan tegangan pada Vout. dan bandingkan pula dengan karakteristik diode ideal.04 A R 470 2 PRL = I RL R = 0.66 4. Perbedaan perbandingan didasari oleh tingkat ketelitian praktikan serta presisi alat.V RL = 18 V I RL = VRL 18 = = 0. Jelaskan komentar anda dan beri alasannya! 2 Bagaimana cara untuk mengetahui baik buruknya diode .7 Pertanyaan 1. 1.

9 mV 0.1 mV 0. Dari tabel pengukuran diode pada karakteristik V-I dengan multimeter di atas.27 Pengukuran diode pada karakteristik V-I dengan multimeter No.7 V 2.50 V Bias Reverse Voltage (Volt) Dioda Dioda LED Penyearah Zener 0.5 1 1. Grafik ID terhadap VD adalah sebagai berikut : Grafik 1. Berikut merupakan hasil percobaan karakteristik V – I (dengan multimeter).005 0.5 ID (mA) 0.5 Bandingkan semua hasil pengukuran dengan hasil perhitungan.18 V 0.8 V 3 mV 0.01 0.8 mV 0.015 Ket. dan terangkan menurut analisa anda? Jawaban Pertanyaan 1.16 V 0. 1 2 3 VD (V) 0.53 V Tabel 1.7 mV 0. maka dapat dibuatkan suatu grafik hubungan antara VD dengan ID. Jika .21 V 2.24 V 2.7 V 3.1 mV 0.02 V 0.02 V 0.1 ID terhadap VD Karena pada percobaan ini tidak menggunakan osiloskop. maka hasil pengukuran tidak bisa dibandingkan dengan hasil pengukuran osiloskop. Bias Forward Voltage (Volt) Dioda Dioda LED Penyearah Zener 0.22 V 3.

Cara untuk mengetahui baik-buruknya diode (silicon.2 Karakteristik diode ideal Setelah dibandingkan antara hasil pengukuran dengan karakteristik diode ideal. maka hasil yang didapat adalah : Untuk karakteristik diode ideal didapat perhitungan sebagai berikut : Jadi selama ID=0A. didapat perhitungan sebagai berikut : Karena dalam modul Vs tidak ditentukan maka dari itu kesalahan dalam hasil percobaan dikarenakan kurangnya ketelitian praktikan dan kondisi alat yang kurang memadai. maka untuk tegangan diode bernilai sama dengan tegangan sumber. 2. germanium.hasil pengukuran dibandingkan dengan karakteristik diode ideal dapat dilihat pada grafik di bawah : Grafik 1. dan zener) adalah dengan cara menggunakan alat ukur multimeter untuk memeriksa diode-diode yang ada. Sedangkan untuk VD = 0V. Pada saat pengukuran R maju gunakan range yang .

Jadi rumus untuk mencari tegangan rippel adalah : Selain itu untuk mencari faktor rippel diperlukan adanya tegangan DC (Vdc) yang dapat dicari dengan rumus sebagai berikut : Sehingga faktor rippel dapat di cari dengan rumus : a) Faktor rippel untuk penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh dengan RL = 10Ω dan Vac = 18Volt. Pengukuran faktor rippel (Riffle Factor) untuk masing-masing RL pada rangkaian penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Karena kapasitor penyearah tidak digunakan dalam rangkaian sehingga dapat diabaikan. maka : b) Faktor rippel untuk penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh dengan RL = 100Ω dan Vac = 18Volt. untuk multimeter analog.paling kecil (ohm) dan range yang besar untuk R mundur (10 K ohm). maka : . Pada multimeter digital gunakan range untuk mengukur. 3.

c) Faktor rippel untuk penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh dengan RL = 100Ω dan Vac = 25volt. maka : d) Faktor rippel untuk penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh dengan RL = 10Ω dan Vac = 25volt. maka : .

Perlu dicatat di sini bahwa apapun polaritas titik A atau B. ke titik B. arus yang Gambar 1. Pada kondisi ini D2 berpanjar mundur. Pada keadaan ini elektron akan berikutnya titik A menjadi negatif dan titik B menjadi D4 ke beban . Misalkan masukan AC pada titik A berharga positif dan B berharga negatif. ke beban. maka diode D1 akan berpanjar maju dan D2 bawah D4 berpanjar maju dan D3 mengalir dari titik B melalui positif. Seperti ditunjukkan pada gambar 8. Penyearah gelombang penuh model jembatan memerlukan empat buah diode. melalui D3 mengalir ke beban tetap pada arah yang sama. Pada sambungan berpanjar mundur. Katode D1 dan D3 dihubungkan degan keluaran positif dan anode D2 dan D4 dihubungkan dengan keluaran negatif (tanah). Pada setengah periode dan D3 akan berpanjar maju sedangkan D1 dan D4 akan Aliran arus dimulai dari titik A melalui D2. Untuk model penyearah jembatan ini kita tidak memerlukan transformator yang memiliki center-tap. sehingga multimeter hanya dapat menampilkan nilai seperti yang tertera pada tabel. melalaui D1 dan kembali ke titik A. sehingga dalam perhitungan menggunakan .33 Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 4 dioda 5. dan kembali akan berpanjar mundur. Hal tersebut disebabkan karena pada saat bias mundur/reverse bias nilai tahanannya sangat besar.4.4. Keadaan dioda yang diuji pada percobaan ini masing-masing baik dari dioda penyearah ataupun dioda zener dalam keadaan baik. bagian masukan AC dihubungkan pada sambungan D1 -D2 dan yang lainnya pada D3 -D4. Pembandingan antara hasil pengukuran dan perhitungan telah dilakukan pada tahap analisa hasil percobaan dan berikut merupakan garis besar perbandingan tersebut : a) Pemeriksaan Keadaan Dioda Untuk pemeriksaan keadaan dioda pada dioda baik dioda penyearah maupun dioda zener memiliki resistansi reverse dioda yang terukur melalui multimeter digital sebesar 1KΩ. Dua diode akan berkondusi saat isyarat positif dan dua diode akan berkonduksi saat isyarat negatif.

015 8 99.8 25 68.4 95.01 3 99.6% Tabel di atas merupakan hasil prosentase kesalahan rangkaian penyearah setengah gelombang dengan 1 diode pada IRL dan VRL yang telah disesuaikan dengan hasil analisis yang dilakukan pada subbab di atas.7KΩ:10W 10Ω:20W 4.30 Tabel Hasil Prosentase kesalahan pada IRL dan VRL Keterangan Pengukura n Perhitunga n % kesalahan .478 1.078 0.9 25 92.005 -2 Diatas 100 2 1 0. maka didapat hasil prosentase kesalahan pada karakteristik V-I tersebut. d) Penyearah Setengah Gelombang dengan 2 Diode IRL(A) VRL (V) PRL (W) 10Ω:20W 4.7KΩ:10W 10Ω:20W 4.28 Perhitungan prosentase kesalahan pada karakteristik V-I No VD (V) ID (mA)(pengukuran) ID (mA)(perhitungan) Persentase kesalahan(%) 1 0.8 Sesuai analisa yang telah dilakukan di atas. b) Karakteristik V-I (dengan multimeter) Tabel 1.8 73.25 68.6 3 1.multimeter digital didapatkan hasil seperti di atas hal tersebut kemungkinan disebabkan karena kondisinya yang masih baru ataupun pemberian tegangan yang tidak berlebihan atau dalam arti tegangan yang diberikan dalam keadaan yang sesuai/benar.8 71. c) Penyearah Setengah Gelombang dengan 1 Diode IRL(A) 4.25 96.7KΩ:10W 1.78 18 73.11 18 71.8% 1.2% Tabel 1.29 Tabel Hasil Prosentase kesalahan pada IRL dan VRL Keterangan Pengukuran Perhitungan % kesalahan 10Ω:20W 0.5 0.434 32.0053 Diatas 100% VRL (V) 4.7KΩ:10W 0.4% Tabel 1.4% 7.234 6.019 0.4% 0.511 1. Disini terlihat prosentase kesalahan memiliki nilai yang cukup tinggi.5 0.5% 0.7KΩ:10W 0.6% 10Ω:20W 5.8% 4.

. sedangkan PRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 470Ω adalah 55.8 : 32. Dari percobaan dan analisis yang telah dilakukan. maka dapat disimpulkan bahwa hasil percobaan tidak sesuai dengan teori.A.9 : 32.4.1 : 18.9 : 0. g) Percobaan Pengenalan IC Regulator pada Power Supply Dari tabel analisa pada subbab di atas dapat disimpulkan bahwa pada 2 jenis IC Regulator seri 7805 dan 7812 terjadi penurunan tegangan pada Vout.Dioda adalah jenis vacuum tube yang memiliki dua buah elektroda. f) Penyearah Gelombang Penuh dengan 4 Diode Perbandingan VRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 10Ω adalah 9. Perbandingan PRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 10Ω adalah 52.752.4. sedangkan perbandingan VRL saat RL = 470Ω adalah 15. sedangkan perbandingan VRL saat RL = 470Ω adalah 15.7 : 18. Hal tersebut dikarenakan kurangnya ketelitian praktikan serta kondisi alat yang kurang memadai.4 : 18. sedangkan pada jenis IC Regulator yang lain yaitu seri 7912 terjadi kenaikan pada Vout. Fleming (1849-1945) pada tahun 1904.8 : 0. e) Penyearah Gelombang Penuh dengan 2 Diode Perbandingan VRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 10Ω adalah 9.7 : 18. 1. Dioda tabung pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Sir J. sedangkan PRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 470Ω adalah 51.Tabel di atas merupakan hasil prosentase kesalahan rangkaian penyearah setengah gelombang dengan 2 diode pada IRL dan VRL yang telah disesuaikan dengan hasil analisis yang dilakukan pada subbab di atas.752.8 Kesimpulan Dioda adalah komponen yang memiliki 2 terminal dan terbuat dari sambungan 2 jenis semikonduktor P dan N. Perbandingan PRL dari pengukuran dan perhitungan saat RL = 10Ω adalah 51.

id/tkfiles/download/modul%20praktikum%20eldas/modul %20IV.com/index.electroniclab.com/document_downloads/direct/17670206? extension=pdf&ft=1287985367&lt=1287988977&uahk=+iLOmOo7eRxF/5j6R3sv m2bsE7U http://www.pdf http://www.scribd.unikom.com/2007/11/dioda.wordpress.scribd.pdf http://labdasar.pdf .Daftar Pustaka http://www.ee.com/document_downloads/direct/33212330? extension=pdf&ft=1287986147&lt=1287989757&uahk=O45MILEPPfgLWuR8Ud9 2oq5PLgI http://cnt121.files.ac.php? option=com_content&view=article&id=12:thyristor&catid=6:elkadasar&Itemid=7 http://tk.itb.ac.id/lab/Kuliah/Percobaan%203.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful