TUBERCULOSIS PARU

I. A. Konsep Medis Pengertian Tuberculosis Paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang parenkim paruparu yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat juga menyebar ke bagian tubuh lain seperti meningen, ginjal, tulang, dan nodul limfe. B. Etiologi Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteriMicobacterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan jenis kuman berbentuk batang berukuran panjang 1-4 mm dengan tebal 0,3-0,6 mm. sebagian besar komponen Mycobacterium tuberculosis adalah berupa lemak/lipid sehingga kuman mampu tahan terhadap asam serta sangat tahan terhadap zat kimia dan factor fisik. Mikroorganisme ini adalah bersifat aerob yakni menyukai daerah yang banyak oksigen. Oleh karena itu, Microbacterium tuberculosis ini senang tinggal di daerah apeks paru-paru yang kandungan oksigennya tinggi. Daerah tersebut menjadi tempat yang kondusif untuk penyakit tuberculosis. Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP). C. Patofisiologi Individu rentan menghirup basil tubercolusis dan menjadi terinfeksi. Infeksi diawali karena seseorang menghirup basil Micobacterium tuberculosis. Bakteri menyebar melalui jalan napas menuju alveoli lalu berkembang biak dan terlihat bertumpuk. Perkembangan bakteri ini juga dapat menjangkau sampai ke daerah lain dari paru-paru (lobus atas). Basil juga menyebar melalui sistem limfe dan aliran darah ke bagian tubut lain (ginjal, tulang dan korteks serebri) dan area lain dari paru-paru. Selanjutnya, sistem imun tubuh merespon dengan malakukan reaksi inflamasi. Fagosit (neutrofil dan makrofag) menelan banyak bakteri, limfosit spesifik-tubercolusis melisis (menghancurkan) basil dan jaringan normal. Reaksi jaringan ini mengakibatkan penumpukan eksudat dalam alveoli, menyebabkan bronkopneumonia. Infeksi awal biasanya terjadi 2 sampai 10 minggu setelah pemajanan. Interaksi antara Micobacterium tuberculosis dan sistem kekebalan tubuh pada masa awal infeksi membentuk sebuah massa jaringan baru yang disebut granuloma. Granuloma terdiri atas gumpalan basil hidup dan mati yang dikelilingi oleh makrofag seperti dinding. Granuloma selanjutnya berubah bentuk menjadi massa jaringan fibrosa. Bagian tengah dari massa fibrosa ini disebut ghon tubercle. Materi yang terdiri atas makrofag menjadi nekrotik yang selanjutnya membentuk materi yang penampakannya seperti keju (necrotizing caseosa). Hal ini akan menjadi klasifikasi dan akhirnya membentuk jaringan kolagen, kemudian bakteri menjadi nonaktif.

D. 1.

2. 3. 4. E. 1.

2.

3. a.

Setelah infeksi awal, jika respon sistem imun tidak adekuat maka penyakit akan menjadi lebih parah. Penyakit yang kian parah dapat timbul akibat infeksi ulang atau bakteri yang sebelumnya tidak aktif kembali menjadi aktif. Pada kasus ini, Ghon tubercle mengalami ulserasi sehingga menghasilkan necrotizing caseosa di dalam bronkus. Tuberkel yang ulserasi selanjutnya menjadi sembuh dan membentuk jaringan parut. Paru-paru yang terinfeksi kemudian meradang, mengakibatkan timbulnya bronkopneumonia, membentuk tuberkel, dan seterusnya. Pneumonia seluler ini dapat sembuh dengan sendirinya. Proses ini berjalan terus dan basil terus difagosit atau berkembang biak di dalam sel. Makrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epiteloid yang dikelilingi oleh limfosit (membutuhkan 10-20 hari). Daerah yang mengalami nekrosis dan jaringan granulasi yang dikelilingi sel epiteloid dan fibroblas akan menimbulkan respon berbeda, kemudian pada akhirnya akan membentuk suatu kapsul yang dikelilingi oleh tuberkel. Manifestasi Klinik Batuk Batuk biasanya dialami 3-4 minggu dan bahkan berbulan-bulan. Sifat batuk dapat nonproduktif maupun produktif. Keadaan ini berlanjut menjadi batuk darah. Kebanyakan batuk darah pada tubercolusis terjadi pada kavitas tapi dapat juga terjadi pada ulkus dinding alveolus. Sesak Napas Sesak napas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut di mana infiltrasinya sudah setengah bagian paru-paru. Nyeri Dada Nyeri dada timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritik. Maleise Gejala maleise ditemukan berupa aneroksia, tidak ada nafsu makan, badan makin kurus, sakit kepala, meriang, nyeri otot, dan keringat malam. Test Diagnostik Test kulit tuberculin Test moundtousx adalah test kulit yang mdigunakan untuk menntukan apakah individu telah terinfeksi basil TB. Ekstra basil tuberculin disuntikan kedalam lapisan intravena pada aspek dalam lengan bawah, sekitar 10 cm di bawah siku. Respons positif biasanya ditunjukan dengan benjolan keras (indurasi maupun euritema) yang timbul pada bekas tempat suntikan yang artinya kemungkinan menderita infeksi TB. Test radiologi Rontgen dada, pada beberapa kasus test ini akan menunjukan adanya warna putih dimana system imun telah berhasil menahan bakteri TB pada beberapa kasus lain, test ini akan mnunjukan adanya nodule atau cavities pada paru-paru anda yang disebabkan pada TB aktif. Test laboraturium Test kultur, sample sekresi perut atau dahak (sputum). Sample-sample ini akan diuji untuk akan melihat adanya bakteri TB dalam beberapa jam.

b. 1) 2) F. 1. a. b. c. a. b.

II. A.

1.

Walaupun memerlukan waktu yang lebih lama sample tersebut juga dapat dikirim ke laboraturium dimana sample-sample tersebut akan diperiksa dibawah mikroskop. Bakteri yang muncul akan diuji lagi apakah bakteri tersebut akan merespon pemberian obata-obatan yang biasa yang digunakan untuk merawat TB. Hasil test kultur tersebut dapat juga digunakan dalam pemberian obat yang paling efektif untuk perawatan atau pengobatan. Darah Leukosit meninggi LED meninggi Penatalaksanaan Medik Obat anti TB (OAT) Obat harus diberikan dalam kombinasi 2 obat yang bersifat bakteristik dengan atau tanpa obat ketiga, tujuan pemberian obat OAT, antara lain: Membuat konfersi sputum BTA positif menjadi negatif secepat mungkin melalui kegiatan bakterisit. Mencegah kekambulan pada tahun pertama setelah pengobatan dengan sterilisasi. Menghilangkan atau mengurangi gejala dan lesu melalui perbaikan daya tahan imunologis. Maka pengobatan TB dilakukan 2 fase, yaitu: Fase awal intensif, dengan kegiatan bakterisit untuk memusnahkan populasi kuman yang membelah dengan cepat. Fase lanjutan, melalui kegiatan steriliosasi kuman pada pengobatan jangka pendek atau kegiatan bakteri ostatik pada pengobatan konfersional. OAT yang biasa yang digunakan antara lain: isoniazid (INH), rifampisin (R), pirazinamid(Z), dan steptormisin (S) yang bersifat bakterisid dan etambuto (E), yang bersifat bakteriostatik. Penilaian keberhasilan pengobatan didasarkan pada hasil pemeriksaan bakteriologi, radiologi, dan klinik. Kesempatan TB paru yang baik akan memperlihatkan sputum BTA negatif, adanya perbaikan radiologi dan menghilangnya gejala. Konsep Asuhan Keperawatan Pengkajian Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik yang lengkap dilakukan. Manifestasi klinis seperti demam, anoreksia, penurunan berat badan, berkeringat malam, keletihan, batuk dan pembentukan sputum mengharuskan pengkajian fungsi pernapasan yang lebih menyeluruh. Setiap perubahan suhu tubuh atau frekuensi pernapasan, jumlah dan warna sekresi, frekuensi dan batuk parah, dan nyeri dada dikaji. Paru-paru dikaji terhadap konsolidasi dengan mengevaluasi bunyi napas (menghilang, bunyi bronkhial, atau bronkovesikuler, krekels), fremitus, dan hasil pemeriksaan perkusi (pekak). Pasien dapat juga mengalami pembesan nodus limfe yang terasa sangat nyeri. Kesiapan emosional pasien untuk belajar, juga persepsi dan pengertiannya tentang tuberkulosis dan pengobatannya juga dikaji. Selain itu, menurut Marylinn E. Doengoes, data dasar pengkajian pada pasien dengan Tuberkulosis Paru yaitu: Aktivitas/istirahat

8. Perubahan pola biasa dalam tanggung jawab/perubahan kapasitas fisik untuk melaksanakan peran. Mimpi buruk. Tanda: Peningkatan frekuensi pernapasan (parenkim paru dan pleura).2. Kehilangan otot/hilang lemak subkutan. menggigil dan atau berkeringat. Kesulitan pada malam atau demam pada malam hari. Tidak dapat mencerna. Kelelahan otot. mudah terangsang yang nyata. kering/kulit bersisik. Tanda: Takikardia. mukoid kuning. 3. Populasi budaya/etnik: Amerika Asli atau imigran dari Amerika Tengah. perubahan mental (tahap lanjut). Penyuluhan/pembelajaran Gejala: Riwayat keluarga TB. Ansietas. takipnea/dispnea pada kerja. Nyeri/kenyamanan Gejala: Nyeri dada meningkat karena betuk bersulang. Interaksi sosial Gejala: Perasaan isolasi. B. Tes HIV positif. Karakteristik sputum: Hijau/purulen. irama dan kedalaman pernapasan tidak normal. rumah. Pengembangan pernapasan tak simetri (effusi pleura). nyeri dan sesak (tahap lanjut). Perasaan tak berdaya/tak ada harapan. Penurun berat badan. Ketidakmampuan umum/status kesehatan buruk. Gagal untuk membaik/kambuhnya TB. Tak perhatian. 1. 4. mengi). Pernapasan Gejala: Batuk produktif atau tak produktif. napas pendek karena kerja. ketakutan mudah tarangsang. Tidak berpartisipasi dalam terapi. bunyi napas tidak normal (ronkhi. Masalah keuangan. Indian anak benua. 5. Tanda: Berhati-hati pada area yang sakit. Integritas ego Gejala: Adanya/faktor stress lama. Asia Tenggara. Gejala: Kelelahan umum dan kelemahan. 7. atau bercak darah. atau sekret darah. Deviasi trakeal (penyebaran bronkogenik). Tanda: Demam rendah atau sakit panas akut. Riwayat tubercolusis/terpanjang pada individu terinfeksi. Napas pendek. Diagnosa Keperawatan Menurut Marylinn E. Perkusi pekak dan penurunan fremitus (cairan pleural dan penebalan pleural). Doengoes diagnosa keperawatan yang lazim mucul pada klien dengan Tuberculosis Paru adalah: Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekret kental. Tanda: Turgor kulit buruk. Tanda: Menyangkal (khususnya selama tahap dini). Keamanan Gejala: Adanya kondisi penekanan imun. 6. Ditandai dengan: frekuensi. upaya batuk buruk. penolakan kerena penyakit menular. Perilaku distraksi dan gelisah. . dispnea. Makanan/cairan Gejala: Kehilangan nafsu makan.

menunjukkan kesalahan konsep tentang status kesehatan. a. dan pencegahan berhubungan dengan salah interpretasi informasi. sehingga mudah untuk dikeluarkan. R/ Pemasukan tinggi cairan membantu untuk mengencerkan sekret. edema bronkhial. Resiko tinggi penyebaran infeksi/aktivasi ulang berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat. 1. kerusakan jaringan. e. kedalaman dan penggunaan otot aksesori. b. R/ Pengeluaran sulit bila sekret sangat kental. melaporkan kurang tertarik pada makanan. sekret kental/tebal. anoreksia. Tujuan: Klien akan menunjukkan perilaku untuk memperbaiki/mempertahankan bersihan jalan napas dengan kriteria: batuk efektif. R/ Posisi dapat membantu memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya pernapasan. Berikan klien posisi semi fowler. Intervensi: Kaji fungsi pernapasan misalnya: misalnya: bunyi napas. Kurang pengetahuan untuk menghindari pemajangan patogen. . sering batuk/produksi sputum: dispnea. tonus otot buruk. aturan tindakan. 4. Ditandai dengan: berat badan dibawah ideal. malnutrisi. d. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelemahan. keterbatasan kognitif. Ditandai dengan: tidak dapat diterapkan adanya tanda dan gejala. atau sekret darah. frekuensi napas dalam batas normal. c. ronchi (-). jumlah sputum. C. adanya hemoptisis. 5. Kolaborasi Beri obat-obatan sesuai indikasi: agen mukolitik. gangguan sensai pengecap. terpajan lingkungan. Pertahankan masukan cairan sedikitnya 2500 ml/hari kecuali kontraindikasi. R/ Penurunan bunyi napas dapat menunjukkan atelektasis ronchi mengi menunjukkan akumulas sekret/ketidakmampuan untuk membersihkan jalan napas yang dapat menimbulkan penggunaan otot bantu pernapasan. informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap. Ditandai dengan: permintaan informasi. upaya batuk buruk. kecepatan irama. bronkhodilator. Bantu klien untuk batuk efektif dan latihan napas dalam. ketidakcukupan sumber keuangan. Intervensi Keperawatan Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekret kental. kerusakan membran alveolar kapiler. Sputum berdarah kental atau darah cerah diakibatkan oleh kerusakan (kavitasi) paru atau luka bronchial dan dapat memerlukan evaluasi/intervensi lanjut. tidak akurat mengikuti instruksi. 3. Kurang pengetahuan mengenai kondisi. Ditandai dengan: tidak dapat diterapkan adanya tanda dan gejala. Catat kemampuan untuk mengeluarkan mukosa/batuk efektiif. catat karakter. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan permukaan efektif paru atelektasis.2. Vetilasi maksimal membuka area atelektasis dan meningkatkan gerakan sekret ke dalam jalan napas besar untuk dikeluarkan. AGD dalam batas normal.

bicara. R/ Membantu klien menyadari/menerima perlunya mematuhi program pengobatan untuk mencegah pengaktifan berulang atau komplikasi. Efek pernapasan dapat dari ringan sampai dispnea berat hingga distress pernapasan. dengan kriteria: suhu tubuh dalam batas normal. terbatasnya ekspansi dinding dada dan kelemahan. R/ Akumulasi sekret/pengaruh jalan napas dapat mengganggu oksigenasi organ vital dan jaringan. . menurunnya bunyi nafas peningkatan upaya pernapasan. Bronkhodilator: meningkatkan ukuran lumen percabangan trakeobronkhial. Lekosit dalam batas normal. b. bersin. sekret /tebal. efusi pleure. R/ TB Paru menyebabkan efek luas pada paru dari bagian kecil bronkopneumonia sampai inflamasi. a. frekuensi napas dalam batas normal. pengetahuan meningkat mengenai resiko infeksi dan pencegahannya. Tujuan: Klien akan mengambil tindakan untuk mencegah/menurunkan resiko penyebaran infeksi. kerusakan membran alveolar kapiler. Tujuan: Klien melaporkan tidak adanya/penurunan dispnesia dengan kriteria: klien akan terbebas dari gejala distres pernapasan. Intervensi: Kaji patologi penyakit dan potensial penyebaran infeksi melalui droplet udara selama batuk. Berguna pada adanya keterlibatan luas dengan hipoksemia dan bila respons inflamasi mengancam hidup. Kolaborasi Berikan O2 tambahan yang sesuai. 3. Intervensi: Kaji dispnea. nekrotis. a. meludah.2. malnutrisi. Tingkatkan tirah baring atau batasi aktivitas dan bantu aktivitas perawatan diri sesuai keperluan. Kurang pengetahuan untuk menghindari pemajangan patogen. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan permukaan efektif paru atelektasis. pemeriksaan kultur negatif. tertawa. terpajan lingkungan. Pemahaman bagaimana penyakit disebarkan dan kesadaran kemungkinan transmisi membantu pasien/orang terdekat untuk mengambil langkah untuk mencegah terjadinya infeksi ke orang lain. Evaluasi perubahan pada tingkat kesadaran. Resiko tinggi penyebaran infeksi/aktivasi ulang berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat. dan fibrosis luas. R/ Agen mukolitik: menurunkan kekentalan sekret paru untuk memudahkan pembersihan. menyanyi dan lain-lain. R/ Alat dalam memperbaiki hipoksemia yang dapat terjadi sekunder terhadap penurunan ventilasi/menurunnya permukaan alveolar paru. tidak ada tanda-tanda sianosis. d. catat sianosis atau perubahan pada kulit termasuk membran mukosa dan kuku. c. takipnea. R/ Menurunkan konsumsi oksigen atau kebutuhan selama periode penurunan pernapasan dapat menurunkan beratnya gejala. kerusakan jaringan. sehingga menurunkan tahanan terhadap aliran udara.

resiko penyebaran infeksi dapat berlanjut sampai 3 bulan. Dorong untuk mengulangi demonstrasi. Awasi masukan/pengeluaran dan berat badan secara periodik. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelemahan. Kolaborasi Awasi pemeriksaan laboratrium. ketidakcukupan sumber keuangan. Anjurkan klien untuk batuk/bersin dan mengeluarkan pada tissue dan menghindari meludah. sering batuk/produksi sputum: dispnea. tetapi pada adanya rongga atau penyakit luas. R/ Reaksi demam indikator adanya infeksi lanjut. e. R/ Berguna dalam mengukur keefektifan nutrisi dan dukungan cairan. R/ Orang-orang yang terpajan ini perlu program terapi obat untuk mencegah penyebaran/terjadinya infeksi. R/ Periode singkat berakhir 2-3 hari setelah kemoterapi awal. . f. perlu mentaati program obat. Identifikasi orang lain yang beresiko. contoh anggota rumah. Kaji pembuangan tissue sekali pakai dan tehnik mencuci tangan yang tepat. Dorong dan berikan periode istirahat yang sering. e. R/ Berguna dalam mendefinisikan daerajat/luasnya masalah dan pilihan intervensi yang tepat. Pertimbangan keinginan individu dapat memperbaiki masukan diet. Dorong makan sedikit dan sering dengan makanan tinggi protein dan karbohidrat. contoh hasil usap sputum. R/ Pasien yang mengalami 3 usapan negatife (memerlukan 3-5 bulan). Intervensi: Catat status nutrisi pasien pada penerimaan. R/ Maksimalkan masukan nutrisi tanpa kelemahan yang tak perlu kebutuhan energy dari makan makanan banyak dan menurunkan iritasi gaster. anoreksia. Tekankan pentingnya tidak menghentikan terapi obat. melakukan perubahan/perilaku pola hidup untuk meningkatkan dan atau mempertahankan berat badan yang tepat. berat badan dan derajat kekurangan berat badan. Kaji tindakan kontrol infeksi sementara. contoh : masker atau isolasi pernapasan R/ Dapat membantu menurunkan rasa terisolasi dan membuang stigma sosial sehubungan dengan penyakit menular. R/ Membantu menghemat energi khususnya bila kebutuhan metabolik meningkat saat demam. c. Awasi suhu sesuai indikasi. b. a. g. catat turgor kulit. R/ Membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan/kekuatan khusus. Tujuan: Klien akan menunjukkan terpenuhinya nutrisi sesuai dengan kebutuhan dengan kriteria: menunjukkan berat badan meningkat mencapai tujuan dengan bebas malnutrisi. R/ Perilaku yang diperhatikan untuk mencegah penyebaran infeksi. d. d.b. sahabat karib/teman. c. Kaji pola diet pasien yang disukai atau tidak disukai. 4. dan asimtomatik akan diklasifikasikan tak menyebar.

melakukan perilaku/perubahan pola hidup untuk memperbaiki kesehatan umum dan menurunkan resiko pengaktifan ulang tubercolosis. D. dan pencegahan berhubungan dengan salah interpretasi informasi. Tujuan: Klien akan menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan kriteria: menyatakan pemahaman proses penyakit/prognosis dan kebutuhan pengobatan. 4. Evaluasi Keperawatan 1. tanda awal menurun-nya kemampuan untuk melihat warna hijau. vertigo. d.5. Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan tubuh 5. DAFTAR PUSTAKA . Contoh hemoptisis. kehilangan pendengaran. mengidentifikasi gejala yang memerlukan evaluasi/intervebsi. b. kerja yang diharapkan dan alasan pengobatan. f. keterbatasan kognitif. nyeri dada. Identifikasi gejala yang harus dilaporkan ke perawat. R/ Meskipun merokok tidak merangsang berulangnya tuber-kolosis tetapi meningkatkan disfungsi pernapasan. aturan tindakan. Kurang pengetahuan mengenai kondisi. Jelaskan dosis obat frekuensi pemberian. Tekankan pentingnya memper-tahankan protein tinggi dan diet karbohidrat dan pemasukan cairan aedekuat. R/ Meningkatkan kerjasama dalam program pengobatan dan mencegah penghentian obat sesuai perbaikan kondisi pasien. aturan dan tindakan pencegahan penyakit dapat teratasi. R/ Dapat menunjukkan kemajuan atau pengaktifan ulang penyakit atau efek obat yang memerlukan evaluasi lanjut. Kurang pengetahuan tentang kondisi. Rujuk untuk pemeriksaan mata setelah memulai dan kemudian tiap bulan dan selama minum entabutol. Kaji bagaimana tuberkolois ditularkan dan bahaya reaktivasi. Implementasi Implementasi dilakukan sesuai dengan rencana keperawatan yang telah dibuat sebelumnya berdasarkan masalah keperawatan yang ditemukan dalam kasus. Resiko tinggi penyebaran infeksi atau aktivasi ulang dapat dicegah atau teratasi. R/ Pengetahuan dapat menurunkan resiko penularan/reaktivasi ulang. c. menggambarkan rencana untuk menerima perawatan kesehatan adekuat. dengan menuliskan waktu pelaksanaan dan respon klien. e. demam kesulitan bernapas. E. informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap. Dorong untuk tidak merokok. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas dapat dicegah atau teratasi 3. R/ Efek samping utama menurunkan penglihatan. Intervensi: a. Bersihan jalan napas efektif 2. R/ Memenuhi kebutuhan metabolik membantu meminimalkan kelemahan dan meningkatkan penambahan cairan dapat mengencerkan secret.

Corwin. Elizabeth J. Buku Saku Patofisiologi. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 2007. Jakarta: EGC Smeltzer. 2000.html . 2001. Rencana Asuhan Kepeawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien (Edisi 3). Suzanne C. Irman. Jakarta: EGC Doenges. Jakarta: EGC Somantri. Keperawatan Medikal Bedah: Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika http://meetabied.com/2010/12/tuberculosis-paru. Marilynn E. 2002.blogspot.

Rontgen Thoraks Pemeriksaan radiologi toraks merupakan upaya pengkajiaan untuk tujuan diagnosa gangguan sistem kardiovaskular dan respirasi. lemak dan logam. Para radiolog menggolongkan adanya empat densitas yaitu: gas atau udara. bagian ventral terlihat sampai dengan costae 8-10. Pemeriksaan ini juga berguna untuk memberikan informasi keadaan jantung dan pembuluh darah sebelum dilakukan pembedahan. dan pemeriksaan tembus (fluoroskopi). Pemeriksaan tembus berguna untuk menilai pulsasi jantung dan gerakan diafragma. Pemeriksaan Tanpa Kontras Pemeriksaan ini dipakai rutin dan sebagai pendahuluan yakni pembuatan radiografi thoraks dengan proyeksi dorsoventral. Interpretasi Dasar Foto . bagian dorsal terlihat sampai dengan os costae 6-8. air. Pengenalan kelainan yang penting pada foto thoraks sangat bermanfaat bagi dokter hewan praktisi terutama dalam menghadapi keadaan akut sehingga dokter hewan mampu untuk memberikan interpretasi yang benar maupun tindakan yang tepat. Macam Pemeriksaan : 1. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat kelainankelainan yang terdapat dalam jantung seperti: dinding jantung sebelah dalam. Sarana radiologis adalah semua alat yang menggunakan sinar-X atau pengion lainnya sebagai sarana diagnostik. dan lateral. serta gambaran sirkulasi jantung dengan paru. Ada beberapa cara untuk mendapatkan hasil foto rontgen pada bagian thoraks antara lain. Pemeriksaan ini harus dibatasi penggunaannya karena besarnya radiasi yang dipancarkan. hal pertama yang perlu diperhatikan adalah densitas atau derajat tebalnya bayangan hitam pada film. misalnya pesawat sinar-X dan isotop. 2. Pemeriksaan lainnya yaitu pembuatan radilologi thoraks proyeksi oblique kanan dan kiri. katub jantung dan pembuluh darah besar. ventrodorsal. Dalam membaca foto rontgen. dengan esofagus diisi barium. Pemeriksaan Dengan Kontras Kontras dimasukkan melalui pembuluh darah ke dalam jantung diikuti pembuatan serial radiografi.

sedang rusuk di bagian belakang semuanya menuju ke arah tulang punggung. maka foto harus diulang karena akan terjadi salah interprestasi. Pada posisi ini kamera berada di belakang pasien. misalnya : kelainan letak jantung. Posisi ini dipakai pada pemeriksaan angiografi (untuk melihat kebocoran septum jantung. Identitas: nama. misalnya di ruang rawat darurat atau rawat intensif. Posisi Dorsoventral Pengambilan foto ini yang paling sering dilakukan pada pasien gawat. Skapula tidak akan menutupi daerah paru. misalnya edema paru. tindakan selanjutnya. Posisi Lateral Pengambilan posisi lateral tergantung atas indikasi apakah lateral kiri atau lateral kanan. pelebaran dan penyempitan aorta (posisi dorsoventral). tuberkulosis paru (posisi ventrodorsal). 2. Tulang rusuk ventral tidak tampak jelas. Tujuan Pemeriksan Foto Rontgen pada bagian Toraks : 1. Penilaian Pembuluh Darah Paru . Menilai kelainan paru. tangal dan jam pembuatan foto. apabila terlalu radiopaque (terlalu terang) atau terlalu gelap (radiolusen). Cara mengambil pasien ditidurkan dalam posisi 450 dan pemotretan dilakukan saat inspirasi.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan interprestasi foto thoraks yaitu: 1. Menilai adanya perubahan pada struktur ekstrakardiak. Besar jantung dapat diperkirakan dengan lebih mudah. nomor RM. Menilai adanya kelainan jantung. Ketajaman sinar. 3. emfisema paru. aneurisma aorta dan sebagainya). pembesaran atrium atau ventrikel. Macam –macam proyeksi foto toraks Posisi Ventrodorsal Posisi pengambilan ini biasanya dilakukan di bagian radilogi. 2.

Collapsed trachea 4. Percabangan trakea terdapat pada torkal ke-5. Parasitic pneumonia 7. Pembuluh darah paru di lapangan bawah tampak lebih banyak dari pada lapangan paru atas. Pulmonary abscess 6. Atelectatis 14. Hypoplastic trachea 2. Hilus kiri letaknya lebih tinggi sedikit. Dari hilus ini dapat diikuti cabang-cabang dari arteri pulmonalis di dalam paru-paru yang makin kecil ke arah perifer. Hilus kanan letaknya kira-kira di pertengahan dari jarak apeks paru ke diafragma kanan. Emphysema pulmonum 13. Aspiration pneumonia 3. Tracheal rupture 6. Perubahan pada Trachea 1. Eosinophilic pneumonia 5. vena pulmonalis. Bronchitis 8. Bronchiectasis 9. Edema pulmonum 9. Tracheal stenosis 3. kecuali pada mitral stenosis. Pulmonary haemoragica 11. Lung torsion . Trakea tampak jelas sebagai garis tengah dengan densitas film yang lebih sedikit. Broncopneumonia 4. Tracheal tumor 5.Hilus adalah tempat arteri pulmonalis. interstitial pneumonia 2. Vena pulmonalis tidak selalu terlihat pada radiografi polos. Asthma-like disease 10. Bronchial obstruction Perubahan pada paru 1. Pulmonary Neoplasia 12. bronkus dan saluran limfe masuk ke dalam paru. Mycotic pneumonia (pneumonomycosis) 8. Bronchial collapse 7.

pyramid. ditemukan darah bersama urin yang dapat menimbulkan rasa sakit. Adanya batu atau polikristal tersebut dapat membuat iritasi saluran air kencing. uretrolit. Urolithiasis umumnya terjadi pada anjing berumur ± 6 tahun. Hal tersebut membuktikan bahwa urin yang menggenangi urolit komposisinya bervariasi dari hari ke hari dan keadaan tersebut merupakan hal yang sangat konseptual dalam mencoba memahami sifat fisik urolit. Urolit (kalkuli urinaria) terbentuk dalam traktus urinarius baik di dalam pelvis maupun diseluruh bagian traktus urinarius paling bawah. Dalam praktek kasus batu dan kristal tersebut menyebabkan penyumbatan pada saluran air kencing sehingga terjadi retensi urin. tidak berupa endapan bahan Kristal yang berserakan tetapi berupa kumpulan Kristal yang tersusun teratur dan mempunyai struktur internal yang kompleks. sistolit. Pada irisan melintang urolit sering tampak adanya inti dan lamina. meskipun anjing berumur beberapa minggu sampai 16 tahun juga dapat menderita urolithiasis. Batu dan kristal tersebut dapat ditemukan di ginjal. urethra. dan kebanyakan di vesika urinaria (kandung kencing). kalkuli vesikalis. berlapis-lapis. ureterolit) atau bentuknya (halus. mulberry.15. Chronic obstruktive lung disease tidak ada komentarbagi Urolithiasis Pendahuluan Apr 15. seperti tanduk atau bercabang). akibatnya saluran tersebut rusak. Urolit berbentuk khas. letak (nefrolit. segi. renolit. Urolit diberi nama dengan komposisi. jackstone. . '09 3:22 AM untuk Urolithiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya batu (urolith) atau kristal-kristal pada saluran air kencing (tractus urinarius). Polikristal ini terdiri dari Kristal organic atau anorganik (90-95%) dan matriks organic (5-10%) dan unsur lain dalam jumlah kecil. Bentuk Kristal yang khas terutama dipengaruhi oleh struktur internal dan lingkungan Kristal terbentuk.

sehingga dapat disimpulkan bahwa anjing tersebut menderita urolithiasis. 1. nafsu makan berkurang atau sama sekali tidak mau makan. dan pemeriksaan radiologis/USG. dilakukan pembuatan foto Rontgen atau pemeriksaan dengan USG bagian abdomen dengan posisi rebah samping (lateral). Frekuensi urinasi . Urolit selalu bergerak atau terfiksasi 3. Ada beberapa faktor lokal yang mempengarui ukuran dan bentuk urolit. Jumlah urolit yang ada 2. antara lain. pemeriksaan klinis segera dilakukan dan pemeriksaan dari saluran air kencing sangat diprioritaskan. Disamping itu. Urolithiasis pada anjing biasanya menunjukkan susah kencing atau hanya kencing sedikit dan kadang-kadang berdarah. Urolithiasis Urolitihiasis merupakan polikristal yangterdiri dari Kristal organic atau anorganik (90-95%) dan matriks organic (5-10%) dan unsur lain dalam jumlah kecil. Berdasarkan anamense tersebut. Penanganan urolithiasis dapat dilakukan dengan pembedahan ataupun tanpa pembedahan. Setelah pemeriksaan klinis.Urolithiasis dapat ddi diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan klinis. palpasi daerah abdomen sering terasa adanya pembesaran dari kandung kencing. dan muntah. lemah. Pada waktu melakukan pemeriksaan klinis.

Urolit cystine Urolit cystine berbentuk bulat atau oval. Konfigurasi struktur anatomi dimana urolit tumbuh. permukaannya kasar dan berspikulum dan bewarna coklat. empuk mudah dihancurkan. tetapi pada anjing bersifat radiopaque. Gambaran Urolit Secara Makroskopis dan Radiografik 1. sangat keras dan rapuh. Urolit struvit ini tersusun dari Mg++. kadang-kadang mengambil bentuk dari bentuk pelvis renalis. tetapi dapat bewarna hijau kecoklatan karena pigmen empedu dan bersifat radiopaque. NH4+. agak keras dan rapuh. 5. glikosuria akibat diabetes mellitus dan kalkuli yang menyebabkan penyumbatan pada saluran pengaliran urin. permukaan halus.4. ureter. bewarna krem sampai coklat. Urolit oksalat Berbentuk bulat atau oval. Kalsium karbonat Konsistensi yang keras. trauma pada vesika urinaria. berlapis-lapis konsentris seperti kulit telur. bewarna krem kekuningan. vesika urinaria. keras. biasanya bewarna putih. tersusun dari asam amino cystine. 6. Disamping beberapa faktor tersebut pembentukan urolit juga dapat dipengarui oleh stasis urin urin karena multiplikasi bakteri. tersusun dari NH4 urat. uretra dan kadang-kadang juga berlapis-lapis. kuning kehijauan sampai coklat dan bersifat radiolusent. 4. tersusun dari kalsium oksalat dan sering mengandung kalsium fosfat. mudah pecah. permukaannya halus. 3. Beberapa gambar urolit yang ditemukan pada anjing . biasanya kecil. Urolit silikat Tersusun dari silikat. bewarna kuning kecoklatan sampai kehijauan. permukaan halus dan bewarna muda. 2. Urolit strruvit Urolit struvit ini berbentuk bulat dan persegi. jika digerus akan hancur dan tidak bersifat radiofaque. Urolit urat Urolit urat berbentuk bulat atau oval. biasanya kecil. biasanya kecil. bersifat radolousent. fosfat. kuning sampai coklat.

Komposisi Mineral dan Matriks Jenis mineral yang paling umum di jumpai dalam urolit anjing adalah MgNH4 PO4 (struvit). Meskipun beberapa mineral khusus dapat menjadi unsure predominan dari suatu kalkuli. . alfa dan gamma globulin. Bagian urolit yang tertinggal setelah komponen Kristal dilarutkan dengan bahan pelarut adalah matriks organik. Kadang-kadang inti urolit tersusun dari suatu jenis kristal (struvit). tetapi kebanyakan kalkuli komposisinya terdiri dari campuran beberapa unsure mineral. Sebagai tempat untuk nukleasi yang bersifat heterogen. Matriks organik tersebut berperan dalam mempengaruhi pembentukan urolit melalui beberapa mekanisme sebagai berikut. Unsur matriks organik yang diidentifikasikan dari urolit berupa unsure A. tamm horsfall mucoprotein. Sebaliknya urolit yang mengandung kalsium (kalsium oksalat dan kalsium fosfat) paling lazim ditemukan. serum albumin. uromucoid. tetapi lapisan luarnya tersusun dari Kristalkristal lain yang berbeda. Ammonium asam urat. 1. asam urat. sedangkan kalsium fosfat dan kalsium oksalat jarang ditemukan pada anjing.

Disamping itu ada juga beberapa factor predisposisi terbentuknta urolit pada traktus urianaria antara lain. Sebagai cetakan untuk mengatur dan memodifikasi pertumbuhan Kristal. infeksi bakteri. Bersifat melindungi koloid yang menghalangi pertumbuhan kalkuli lebih lanjut. pH urin. Pembentukan urolit meliputi fase awal pembentukan dan fase pertumbuhan. Urolithiasis seharusnya tidak dipahami sebagai penyakit tunggal karena terbentuknya urolit biasanya berkaitan dengan beberapa abnormalitas. Patogenesa Pembentukan Urolit Pembentukan urolit biasanya dipengaruhi oleh adanya nidus Kristal. Pembentukan nidus kristal tersebut tergantung pada pusat nucleus atau matriks (meskipun subtansi matriks protein nonkristal juga dapat berperan sebagai nukleusi) dan supersaturasi urin oleh kristal . diet dan urin stasis. pH urin dan ada atau tidaknya factor inhibitor kristal dalam urin. 4. Fase awal dimulai terbentuknya nidus kristal. 3. Tempat pembentukan urolit yang sering berpindahpindah dan tidak dapat dideteksi sebelumnya mengidentifikasi bahwa beberapa factor fsiologi dan patologi yang sangat kompleks dan saling berhubungan terlibat dalam pembentukan urolit. herediter.2. Sebagai agen pengikat sehingga partikel semen calculus bergabung dan berperan sebagai tempat retensi kristal.

Urolit yang berlangsung lama juga dapat menimbulkan infeksi ascendens yang terjadi pada traktus urinarius bagian bawah dan penyebaran infeksi secara hematogen dari infeksi local ditempat lain. 1. jika suatu kristal mempunyai sifat yang cocok dengan kristal lain. Fase pertumbuhan nidus kristal tergantung pada. Sedangkan derajad supersaturasi urin dipengaruhi oleh banyaknya kristal yang dieksresikan oleh ginjal dan volume urin. 3. Sifat fisik nodus kristal. . Kemampuan untuk tetap bertahan dalam lumen traktus ekskretorius system urinarius. Derajad dan durasi supersaturasi urin yang mengandung kristal baik yang identik atau berbeda dengan kristal yang ada dalam nidus. maka beberapa kristal dapat saling menggabungkan diri dan tumbuh menjadi nidus atau kristal lain.kalkulogenik. Infeksi descendens juga dapat terjadi pada bagian atas traktus urinarius dan infeksi kelenjar prostate kronis merupakan sumber infeksi. 2.

xantin dan matriks merupakan kalkuli yang bersifat radiolusent yang membutuhkan kontras media positif untuk mengamatinya. Disamping pemeriksaan klinis juga harus didukung oleh pemeriksan laboratorium seperti. Setelah bubur barium dimasukkan . . Untuk kalkuli pada vesika urinaria. palpasi daerah abdomen bagian belakang terasa sakit dan pada keadaan piocystitis (adanya nanah bersama urin) terdapat febris. O2 dan nitrous oksid). ureter hewan diletakkan ventro-dorsal dan pemotretan dilakukan 5 menit pasca injeksi kontras media. tambahkan sedikit udara (double kontras media) melalui spuit. Kalkuli pada saluran perkencingan dapat terdiri dari kalsium. Kontras media positif yang sering digunakan adalah tri-iodin. Kemudian balikkan pasien 360°. Untuk foto radiografi ginjal. namun jika hasilnya negatif. Pasien terlebih dahulu difoto rontgen tanpa kontras media positif. kontras media positif yang digunakan berupa bubur barium juga dapat dimasukkan melalui katerisasi lewat uretra. Gunakan kontras media positif (penggunaannya tergantung kontras media) untuk melihat adanya kalkuli. disamping itu juga ditemukan adanya gejala lain seperti stranguria (miksi sulit dan disertai rasa sakit).Diagnosis Secara Klinis dan Radiografi Hewan seing kencing. Untuk menegakkan diagnose dilakukan pemeriksaan radiologis/USG. sedangkan urat. Hasil tersebut harus segera diinformasikan kepada klien guna mendapat persetujuan untuk penanganan selanjutnya. RBC. WBC. sehingga dapat disimpulkan bahwa anjing tersebut menderita urolithiasis. di-iodin dan urogram. fosfat dan oksalat yang merupakan kalkuli yang bersifat radiopaq yang dapat diamati dengan kontras media negative (CO2. sedangkan vesika urinaria paling baik dipotret 25-30 menit pasca injeksi. uji sendimentasi epitel dan lain-lain yang dianggap perlu. tetapi urin yang keluar hanya sedikit merupakan gejala awal urolit. Hb. anjing jantan tersebut dipuasakan ± 24 jam dan diberikan obat pencahar untuk mengosongkan saluran pencernaan. differensial WBC. Hal ini terjadi karena nomor atom dari kalkuli tersebut lebih rendah dari nomer atom kontras. urinalisis.

Lakukan pemasangan kateter pada saluran perkencingan yang dimulai dari uretra sampai ke vesika urianaria dan keluarkan urin. Incisi pertama dilakukan pada kulit sepanjang 4-6 cm pada bagian bawah umbilicalis. Jika terjadi pendarahan kecil jepit dengan arteri clamp atau diligasi dengan benang plain cutgat. baru kemudian dilakukan penyayatan. Setelah vesika urinaria kosong. Jika clamp tidak ada dapat digunakan dua jahitan bantu . cari vesika urinaria dan keluarkan. jika vesika urinaria mengalami gangguan maka bubur barium akan melekat pada mukosa vesika urinaria. maka terlebih dahulu urin dikeluarkan. Setelah rongga peritoneum terbuka. namun jika kateter tidak ada maka urin dikeluarkan secara manual dengan cara memijat vesika urinaria atau penyedotan dengan spuit. Sebaiknya urin dikeluarkan dengan menggunakan katerisasi. Kemudian incisi kedua pada muskulus dan peritoneum. daerah operasi didesinfeksi dengan iodium tincture 3 % secara sirkuler. Jika vesika urinaria berisi urin. Penanganan Urolithiasis Teknik Operasi Pasien yang telah teranestesi diletakkan pada posisi dorsal recumbency pada meja operasi. preparer antara kulit dan fascia untuk mendapatkan linea alba.baru lakukan pemotretan. jepit ujung cranial dan caudal vesika urinaria dengan doyen clamp. Pasang kain drapping pada daerah operasi kecuali daerah yang dilalui pisau operasi.

Lapisan dalam dari vesica urinaria dijahit dengan benang plain cutgat dengan pola simple continous. kemudian dapat digunakan kateter yang diameter lebih. Perawatan cystotomi pada anjing kesayangan.com.anjingkita. Banda Aceh. sedangkan lapisan luarnya dijahit dengan benang cromic cutgat dengan pola jahitan lambert yang bertujuan untuk mencegah kebocoran. . maka kalkulinya dikeluarkan baru kemudian vesika urinaria dijahit kembali. Canine Surgery. Penuntun Praktikum Ilmu Bedah Khusus Dan Radiologi. namun jika indikasinya terhadap tumor maka tumornya diangkat. www. Daftar Kepustakaan Anonimous. J. Kulit dijahit dengan benang cotton dengan pola jahitan simple interrupted. baru kemudian lakukan penyayatan. Lakukan penjahitan peritoneum dengan benang cotton dengan pola jahitan simple interrupted dan muskulus dengan fascia dengan benang plain catgut pola jahitan simple continous.sebagai pengganti doyen clamp. mendorong urolit ke dalam vesika urinaria. Tanpa Operasi Untuk mengatasi urotroliasis tanpa operasi yaitu dengan pemberian obat-obatan yang dapat merelaksasi muskulus. (2005). Anonimous. California. Inc. memasukkan larutan garam fisiologis ke traktus urinarius. Bersihkan daerah operasi dan berikan iodium tincture 3 % dan injeksikan penicillin oil kedalam luka tersebut. Jika indikasi cystotomi untuk pengangkatan sistik kalkuli. Fakultas Kedokteran Hewan. Santa Barbara. Universitas syiah kuala. Archibald. American Veterinary Publication. (1979). (2004).

B. 3rd ed.W. USA.K.G.. An Atlas Of Veterinary Surgery. M. Tiley. Hickman. Bagian Ilmu Bedah dan Radiologi FKH-UGM. Mosby ST. Vet Ther. A. R. Philadelphia.Y. Weil. London. Ketamine and Xylazine in Cats. Walker. Spanchology in The Anatomy of Domestica Animals. T. Walker. 2nd ed. Urolit Pada Anjing dan Penangannya Dengan Operasi atau Tanpa Operasi. G. Souders. umumnya disebabkan oleh trauma atau karena adanya kelainan dalam tulang tersebut. S and J. The 5-Minute Veterinary Consults.West Lafayette.41: 1. Yogyakarta. W. Ko. 46-50. T. Grossman. Bennett. 4th.Long Term Anesthesia Using A Continuous Infusion of Guaifenesin. Smal Animal Surgery. An Atlas Veterinary Surgery. (2000). London. John Wright & Son. (2000). Laboratory Animal Science.B. (1980). Hantiningsih.Bishop. P and F..W.R. 231. Pengantar Ilmu Bedah Umum Veteriner. M. McCarthy dan B. Philadhelpia. London.(1996). Ibrahim. tidak ada komentarbagi Problem Fiksasi Fraktur Area Epiphysial Os Radius Ulna Apr 15. T. Smith. John Write and Sons LTD. . Syiah Kuala University Press. Comparison of Anesthetic and Cardiorespiratory Effects of Tiletamine-Zolazepam-Butorphanol and TiletamineZolazepam-Butorphanol-Medetomidine in Dogs. (2000). 8(2): 26-113. (2007). '09 3:14 AM untuk Problem Fiksasi Fraktur Area Epiphysial Os Radius Ulna Fraktur merupakan suatu diskontinuitas yang abnormal.P. Purdue University.C. Haydon.. Ltd. The Veterinary Formulary dalam Handbook of Medicines Used in Veterinary Practise. (1980). Fossum. Diktat Kuliah.. M. L. (1961). Payton.(1991). 2nd ed. J dan R. Canine and Feline. Banda Aceh. Sisson.. Lipincoot Williams and Wilkins. J. Brown. Kitao dan T. (2002).

sehingga mudah terjadi patah tulang tanpa adanya trauma dari luar (patah tulang patologis). apophysis. Daerah epiphysial merupakan daerah distal dari os radius ulna. sedangkan patah tulang patologis juga menimbulkan kerusakan jaringan yang disebabkan oleh patah tulang. Ada beberapa problem yang menyebabkan fraktur epiphysial os radius ulna sulit untuk sembuh. retensi dan rehabilitasi. karena jika kallus sudah mulai terbentuk namun fiksasi kurang baik menyebabkan kedua fragmen yang patah kembali bergeser (delayed union). Rekognisis adalah pengenalan terhadap fraktur melakukan berbagai diagnosa untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin tentang fraktur. sedangkan retensi adalah mempertahankan kondisi reduksi selama masa penyembuhan. namun lokalisasi trauma dapat tidak sesuai dengan lokalisasi patah. sehingga diharapkan dapat membantu dalam penanganan fraktur. Fiksasi ada 2 yaitu fiksasi terbuka dan fiksasi tertutup. physis. Tulang adalah kerangka tubuh serta merupakan pertautan otot serta tendon yang merupakan alat gerak. Fraktur pada epiphysial os radius ulna merupakan fraktur yang sangat sulit proses kesembuhannya. humerus. Os radius ulna merupakan tulang yang miskin pembuluh darah. karena miskin akan pembuluh darah. Pergerakan yang selalu terjadi menyebabkan kedua fragmen yang patah tidak menyatu dan memperlambat pembentukan kallus. reduksi. Exstremitas cranialis terdiri tulang scapula. sehingga vaskularisasi sangat kurang. tarsal dan metatarsal. Epiphysis merupakan bagian paling distal dari tulang itu sendiri. Yang terakhir adalah Rehabilitasi yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi tulang yang patah ke keadaan normal dan tanpa menggagu proses fiksasi. Fiksasi memegang peranan penting dalam pembentukan kallus. Reduksi adalah suatu tindakan untuk mengembalikan fragmen-fragmen tulang yang mengalami fraktur semirip mungkin ke keadan semula. radius ulna. medulla dan korteks. yang selalu bergerak sehingga dapat menggangu proses fiksasi yang telah dilakukan. Patah tulang akibat trauma menimbulkan kerusakan jaringan yang disebabkan oleh trauma itu sendiri dan lokalisasi patah umumnya sesuai dengan tempat trauma. metaphysis. diaphysis. Tulang dibagi menjadi beberapa bagian yaitu bagian yaitu epiphysis. Tulang dianggap sebagai gudang garam kalsium yang melalui metabolisme mempertahankan kadar kalsium dalam darah. Dalam menangani fraktur akibat trauma dikenal konsep dasar “4 R” yaitu rekognisi. Untuk menangani . Tulang juga sebagai alat pelindung dan merupakan tempat sum-sum tulang.

'08 12:28 AM untuk Anjing merupakan hewan kesayangan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. tumor. Bahan ini dibakar sampai 130 °C dan formulanya kehilangan sebagian dari H20 menjadi CaSO4 2H20 dan kemudian di bubuk halus. Gips adalah mineral yang terdapat di dalam tanah dengan formula CaSO4 2H20 dan merupakan batu putih yang banyak terdapat di Indonesia. tidak ada komentarbagi ERWIN. Banyak diantara anjing-anjing kesayangan tersebut mengalami gangguan penyakit.fraktur pada daerah os radius ulna disarankan menggunakan fiksasi terbuka dengan menggukan wire suture (menjahit dengan kawat). Susunan pembulu darah pada limpa terdiri dari sinusoid- . Bahan ini mempunyai keistimewaan bila dicampur air maka akan kembali mengeras. infark. Diantara penyakit-penyakit tersebut ada yang dapat diobati dengan metode pengobatan antara lain. Bagian tubuh yang dibalut gips ini tidak dapat bergerak secara bebas. Limpa merupakan organ limpoid terbesar dalam tubuh yang termasuk Retikulo Endothelial System (RES). gangrene. SPLENEKTOMI PADA ANJING Pendahuluan Jul 14. Salah satu organ yang sering mengalami gangguan adalah limpa. Kondisi ini sangat baik digunakan pada bagian tubuh yang sedang dalam masa retensi. trauma. Ketika lambung berkontraksi limpa akan terdesak ke bagian caudal abdomen. tumor. Kapsul limpa terdiri dari serat otot lunak dan elastis. Kemudian setelah prosen fiksasi selesai dilakukan pemasangan gips untuk mencegah terjadinya pergerakan yang akan mengganggu proses fiksasi. apalagi pada daerah os radius ulna bagian epiphysial. Bubuk gips tersebut biasanya dicampurkan dalam bahan pembalut. sehingga dapat diletakkan pada bahan pembalut dan direndam supaya siap dipakai baru kemudian akan mengeras. gangguan pertumbuhan dan berbagai gangguan-gangguan lainnya. torsio dan berbagai penyakit lainya. Limpa terletak pada sisi kiri abdomen sejajar dengan curvatura mayor lambung. parenkimnya bewarna merah dan putih. Gangguan pada limpa dapat berupa torsio limpa.

Hal ini sering terjadi pada penyakit menular yang bersifat akut atau kronis. Limpa berperan sebagai tempat penyimpanan darah oleh karenanya ukuran limpa bervariasi tergantung dari jumlah darah yang ada didalamnya (Jungueiera. 1974). perputaran limpa. gangguan pada limpa berupa splenomegali. Pada beberapa kasus anemia sel mesenkim sinusoidal sanggup memproduksi sel darah merah (Archibald. abses dan kelainan hematologis (Schrock. tapi biasanya bukan merupakan fungsi limpa pada anjing dewasa. Limpa mengandung sel RES yang merupakan faktor yang penting dalam sistem pertahanan tubuh. 1998). Limpa diselubungi oleh jaringan fibro elastis dan otot licin (Ressang. Selain itu . Arteri splenic merupakan cabang dari artericeliak yang memiliki 3 – 5 cabang dengan diameter 2 mm yang menyuplai darah ke omentum dan limpa. Splenektomi adalah pengangkatan limpa secara keseluruhan atau pengangkatan sebagian limpa akibat dari suatu gangguan yang tidak dapat lagi diatasi dengan metode pengobatan. leukosit dan limfosit. Limpa bersama sum-sum tulang berfungsi membentuk eritrosit. 1988). Disamping itu limpa berperan penting dalam proses eritropoisis pada fetus. Perubahan lain pada limpa yaitu tumor. suplai darah terbesar terutama berasal dari arteri dan vena splenic yang memasuki limpa pada beberapa tempat sepanjang hilus dan kemudian memasuki trabekulae. Biasanya gangguan pada limpa terlihat pada saat bedah laparotomi lain dilaksanakan. kematian jaringan pada limpa dan gangguan pertumbuhan. 1984). Tinjauan Kepustakaan Limpa Limpa merupakan organ limpoid terbesar dalam tubuh yang termasuk Retikulo Endothelial System (RES). Adanya benda asing dalam limpa menimbulkan proses reaktif yang secara makroskopik terlihat sebagai bengkak limpa.sinusoid. Sel mesenkim dari limpa fetus memproduksikan sel darah merah. Limpa merupakan organ limpoid sekunder yang sangat berperan penting pada awal kehidupan fetus.

2000). 2007). 1974). Adapun beberapa indikasi splenektomi adalah torsio limpa. sehingga hewan tersebut masih bisa bertahan hidup (Ressang. fisiologis hewan dan spesies hewan (Ibrahim. trauma dan gangguan pertumbuhan. Pada pelaksanaan pembedahan obat anestesi umum yang lebih sering dipakai dalam bentuk kombinasi dari pada tunggal. memfagosit mikroorganisme yang masuk bersama darah dan berperan dalam metabolisme nitrogen yang berhubungan dengan pembentukan asam kemih (Ressang. Anestesi Anestesi menurut kata adalah hilangnya rasa sakit.sinusoid. Splenektomi merupakan tindakan operasi pengangkatan sebagian atau pemotongan limpa yang bertujuan memulihkan pasien pada keadaan normal dari gangguan penyakit yang tidak dapat diatasi dengan metode pengobatan. Apabila limpa seekor hewan diangkat atau dipotong maka ini tidak akan mengakibatkan gangguan pada hewan tersebut. yaitu jenis operasi. Kelenjar limfe dan sum-sum tulang belakang akan menggantikan fungsi dari limpa. Dalam perkembangan kemudian. tumor.limpa bersama sum-sum tulang dan sel RES berfungsi menghancurkan eritrosit tua.. 1984). 1974). Limpa terletak pada sisi kiri abdomen sejajar dengan kurvatura mayor lambung dan digantung oleh ligamentum gastrosplenicum (Archibald. suplai darah terbesar terutama berasal dari arteri dan vena splenic yang bercabang-cabang memasuki limpa pada beberapa tempat sepanjang hilus dan kemudian memasuki trabekulae (Frandson. karena pemberian secara tunggal relatif tidak diperoleh hasil yang memuaskan (Ko dkk. . Pemilihan obat anestesi umum harus didasarkan atas beberapa pertimbangan. Susunan pembulu darah limpa terdiri dari sinusoid. Sekitar 10% sel darah dihasilkan oleh sum-sum tulang dalam bentuk abnormal dan limpa membuang sel darah merah yang abnormal tersebut dari sistim sirkulasi darah (Archibald. 1992). 1984). hilangnya rasa sakit saja disebut anestesi lokal sedangkan anestesi umum adalah hilangnya rasa sakit disertai hilangnya kesadaran. infark. lamanya operasi. temperamen hewan.

cepat dieliminasi dan tanpa efek yang tidak diinginkan (Ganiswarna. 2001). . Obat anestesi umum yang ideal adalah murah. tepat dan dapat disesuaikan langsung dengan respon pasien. 1996. Obat anestesi umum juga dapat diberikan secara intramuskular. tidak mudah terbakar. agar operasi berlangsung lancar. Bishop. namun kelarutan obat dalam air menentukan kecepatan dan kelengkapan absorbsi. maka selain hilangnya rasa sakit juga dibutuhkan relaksasi otot yang optimal. 1991.Kombinasi ketamin-xylazin ini merupakan kombinasi obat anestesi yang sinergis dan kombinasi ini dapat meningkatkan kerja masing-masing obat dimana xylazin memberikan efek relaksasi otot yang baik. 1995). obat yang larut dalam air lebih cepat diserap dibandingkan obat yang larut dalam lemak (Ganiswarna.. sedangkan ketamin memberikan efek analgesik yang kuat (Brown dkk. maka kadar obat dalam darah diperoleh secara cepat. Disamping itu obat yang diberikan intravena tidak dapat ditarik kembali. Pemberian obat anestesi secara intravena tidak mengalami tahap absorpsi. Ibrahim (2000) menyatakan untuk operasi-operasi daerah tertentu seperti perut. Trimastuti. stabil pada suhu kamar. 1995). mudah didapat.

SWAT. Alat dan Bahan Pembedahan dilakuakan di Laboratorium Klinik FKH UNSYIAH. catgut. Ketamin HCL 10% dengan dosis 10 mg/kg BB dan Xylazin HCL 10 % dengan dosis 2 mg/kg BB dikombinasikan dalam satu spuit yang berfungsi sebagai anestetika umum yang diberikan secara intramuscular (Erwin.Persiapan Operasi Tempat. . vitamin B-plex dan atropine sulfat dengan dosis 0. anestesiolog memonitor frekuensi denyut jantung dan pernafasan setiap 5 menit (Tilley dan Smith. Berat badan pasien ditimbang untuk menentukan dosis obat yang digunakan. 2006). 2000). wounder dust preparat antibiotic. iodine 3 %. Alat-alat operasi yang digunakan berupa satu set mayor surgery.04 mg/kg BB yang diberikan secara sub kutan yang berfungsi sebagai premedikasi. benang silk. sebelum digunakan alat-alat tersebut dibersihkan kemudian disterilkan dengan autoclaving dengan suhu 121°C selama 30 menit. Selama berlangsung stadium anestesi. 2004). Bahan yang diperlukan berupa alkohol 70 %. (Anonimous. Sebelum operasi dilaksanakan ruangan dan tempat operasi dibersihkan. Persiapan Pasien Sebelum diberikan anestetika umum. Hewan dimandikan dan dilakukan pencukuran bulu pada daerah operasi. pasien yang telah diperiksa keadaan fisik dan keadaan darah rutin dipuasakan selama 8-12 jam.

pasang doyen clamp melintang pada daerah yang ditekan. Jahit kapsulanya dengan benang catgut chromic. Pada bagian yang akan dipotong kapsulanya ditekan-tekan menggunakan telunjuk dan ibu jari. kemudian baru injeksikan adrenalin. Incisi pertama dilakukan pada kulit sepanjang 4-6 cm pada bagian atas umbilicalis. Pemasangan kain drapping pada daerah operasi kecuali daerah yang dilalui pisau operasi. Kemudian incisi kedua pada muskulus dan peritoneum. kemudian lakukan pemotongan limpa dari ujung distal doyen clamp. 1980). kemudian letakkan limpa diatas drapping. Setelah rongga peritoneum terbuka. Perhatikan bagian limpa yang akan dibuang dan lakukan ligasi pada pembulu darah yang menuju bagian limpa yang akan dibuang. daerah operasi didesinfeksi dengan iodium tincture 3 % secara sirkuler. kemudian pasang lagi 2 doyen clamp dikiri dan kanan doyen clamp pertama.Teknik Operasi Pasien yang telah teranestesi diletakkan pada posisi dorsal recumbency pada meja operasi. Kulit dijahit dengan benang cotton dengan pola jahitan simple interrupted (Hickman dan Walker. Doyen clamp yang terpasang dilepaskan. Bersihkan daerah operasi dan berikan iodium tincture 3 % dan injeksikan penicillin oil kedalam luka tersebut. cari limpa pada daerah kiri lambung dan dikeluarkan dari rongga abdomen. Lakukan penjahitan peritoneum dengan benang cotton (simple interrupted) dan muskulus dengan fascia dengan benang plain catgut (simple continous). . preparer antara kulit dan fascia untuk mendapatkan linea alba. bersihkan darah dengan tampon dan masukkan limpa kembali kerongga abdomen. Doyen clamp ditengah dibuka.

jadi hanya ¼ dari limpa yang dibuang. agar mikroorganisme yang berada ditempat operasi terseret ke tepid an tidak tertumpuk pada daerah operasi. Pembulu darah arteri yang menuju bagian limpa yang akan dibuang tersebut diligasi. Anjing tersebut berjenis kelamin betina berumur 6 bulan. Tujuan pemberian obat anestesi secara intravena yaitu untuk menghemat dosis obat yang akan digunakan.Diskusi Pada tanggal 10 Januari 2008 telah dilakukan pembedahan pada seekor anjing milik Tn. sebelum obat anestesi diberikan terlebih dahulu diberikan obat premedikasi. maka cukup bagian tersebut yang dibuang. Lakukan disinfeksi daerah operasi dengan iodium tincture secara sirkuler. Anjing dipuasakan 8-12 jam dan dimandikan sebelum diberikan anestesi umum. kami mengambil keputusan anjing tersebut harus menjalani pembedahan. kemudian limpa dikeluarkan dan amati bagian limpa yang mengalami gangguan atau keseluruhan limpa yang mengalami gangguan. Untuk menghidari terjadinya muntah yang merupakan salah satu efek dari obat anestesi. Jika hanya sebagian limpa yang mengalami gangguan. kemudian injeksikan adrenalin yang berfungsi untuk mengeluarkan darah pada . Incisi pertama dilakukan pada kulit. Sebelum pembedahan dilaksanakan pasien dilakukan pemeriksaan rutin darah yang meliputi jumlah eritrosit. Incisi kedua dilakukan pada muskulus tepat pada garis median. Setelah dilakukan X-ray terlihat limpa membengkak. leukosit. Setelah rongga peritoneum terbuka cari limpa pada daerah kiri bawah dari gastrium tepat pada curvatura mayor. 1995). namun jika seluruh limpa yang terganggu. maka keseluruhan limpa yang harus dibuang. Anestesi umum yang digunakan adalah kombinasi ketamin-xylazin yang diberikan secara intravena. berdasarkan hasil pemeriksaan klinis anjing tersebut menunjukkan gangguan pada limpa. Setelah hewan teranestesi dilakukan pencukuran bulu pada daerah operasi yaitu sepanjang 4-6 cm dari atas umbilicalis. Lakukan pemasangan kain draping pada daerah operasi. Erwin dengan nama Cencen. hemoglobin dan hematokrit. kecuali daerah yang dilalui pisau operasi. karena pada pemberian intravena obat tidak lagi mengalami tahap absorbsi dan langsung didistribusikan keseluruh tubuh (Ganiswarna. kulit dipreparir dengan gunting bengkok dan akan terlihat linea alba. setelah muskulus diincisi dengan hatihati lakukan incisi pada peritoneum. Pada pasien yang dilakukan pembedahan hanya sebagian limpa yang mengalami gangguan.

Penstrep sebanyak 1 ml diinjeksikan ke dalam rongga peritoneum untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang kemungkinan terkontaminasi pada saat pembedahan. karena jika peritoneum dijahit dengan benang catgut maka dikhawatirkan luka belum sembuh.pulv.25 mg ½ tab No. diamati terus selama 7 hari berturut-turut. Muskulus dan fascia dijahit dengan benang plain catgut dengan pola jahitan simple continous dan kulit dijahit dengan benang cotton dengan pola jahitan simple interrupted.limpa. Setelah daerah operasi selesai dijahit. Doyen clamp pertama dibuka dan dilakukan incisi pada bagian tengah yang dimulai dari ujung distal doyen clamp. Perawatan pasca operasi.f. Perbatasan limpa yang akan dibuang ditekan dengan jari baru dilakukan pemasangan doyen clamp pertama. Adapun tujuan peritoneum dijahit dengan benang cotton yaitu untuk mencegah terbukanya petitoneum. R/ Amoxan Ponstan Dexamethasone B-plex m. darah pada limpa dibersihkan dengan tampon baru kemudian limpa dimasukkan kembali ke rongga abdomen. begitu juga dengan pemberian obat juga dilakukan selama 7 hari. Buang bagian limpa tersebut dan lakukan penjahitan pada limpa dengan benang catgut cromic dengan pola simple continous. tapi benang sudah diserap dan isi rongga abdomen akan terkulai keluar. Adapun obat-obat yang diberikan sebagai berikut. Adrenalin bekerja pada pembulu darah dan limpa dimana menyebabkan vasokonstriksi pada pada pembulu darah dan konstriksi limpa sehingga darah akan keluar dari limpa melalui pembulu vena.dtd da in caps S3 dd 1 Caps 70 mg 70 mg 0. hewan ditempatkan pada lingkungan/kandang yang bersih. XV . Peritoneum dijahit dengan benang cotton yang telah disterilkan dengan pola jahitan simple interupted. daerah operasi dibersihkan dan kemudian dilakukan injeksik penicillin oil diantara luka operasi dan ditaburkan SWAT dan Wounder dust. doyen clamp kedua dan ketiga dipasang disamping kiri dan kanan doyen clamp pertama.

Luka operasi ditangani secara tepat akan menyatu dengan sempurna antara 7 . infeksi bakteri patogen. Jika limpa .14 hari (Walker. 1997). Pada hari ke 6 sampai hari ke-7. luka mulai mengering. 1980). Kesimpulan Splenektomi dapat dilakukan jika dengan metode pengobatan tidak dapat memulihkan pasien dari berbagai penyakit yang menyerang organ tersebut. dimana terjadi regenerasi jaringan yang telah mengalami kerusakan (Darma.Paraf R/ Bioplacenton Salp Sue 1 Tube Paraf Pertautan tepi luka sebenarnya langsung terjadi sebagai respon untuk mengembalikan tubuh pada keadaaan normal. pola jahitan dan tentu saja nutrisi esensial yang diperlukan untuk sintesis mekanisme radang dan kekeringan luka. kebengkakan dan cairan radang seperti yang dijelaskan diatas sangat dipengaruhi oleh jenis luka. Reaksi jaringan yang ditujukan proses penyembuhan luka yang meliputi kemerahan.

dibuang sum-sum tulang dan kelenjar limfe akan mengambil alih fungsi limpa. sehingga hewan akan tetap hidup. Daftar Kepustakaan .

Efek Kombinasi Ketamin-Xylazin dan Ketamin-Diazepam terhadap Frekuensi Denyut Jantung dan Pernafasan pada Anjing Lokal (Canis familiaris). 2nd ed. S. 46-50. Bennett.. Walker. Diterjemahkan oleh Srigandono. 1980.(1996). Yogyakarta.41: 1. Anatomi dan Fisiologi Ternak. J.Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. T. 1992. M. Ilmu Bedah.Y. Archibald. . J dan R. Banda Aceh. The Veterinary Formulary dalam Handbook of Medicines Used in Veterinary Practise. R. 2004. Santa Barbara. FKH UNSYIAH. Jakarta. Ltd. (1995). Inc. Syiah Kuala University Press.. American Veterinary Publication. D. McCarthy dan B. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran. Ibrahim. R. Ketamine and Xylazine in Cats. London. Pengantar Ilmu Bedah Umum Veteriner. Penuntun Praktikum Ilmu Bedah Veteriner Umum. Edisi 4. EGC. Brown. (1997).G. 1979 Canine Surgery. Erwin. M. Hickman. Ganiswarna. Darma. 2006. John Wright & Son. 231. Edisi ke-4. Skripsi: FKH UNSYIAH. Frandson. UGM Press. A. D. Philadelphia.Long Term Anesthesia Using A Continuous Infusion of Guaifenesin. Banda Aceh.(1991). Farmakologi dan Terapi.G. Laboratory Animal Science. Banda Aceh. (2000). An Atlas Veterinary Surgery. Bishop.Anonimous. California. 3rd ed.

. Lippicont. 1 komentarbagi ERWIN. Smith. L. Ressang.. R. Schrock. 1988. Yogyakarta. A. John Write and Sons LTD. K. Petrus dan Gunawan. UGM Press. 1984. 2nd ed. Skripsi. L dan F. Edisi ke-2.R. kudis menular Jul 14. Vet Ther. Carmeiro dan O. A. 2000.A. Patologi Khusus Veteriner. Payton. 8(2): 26-113. I. Purdue University. Bogor. Ilmu Bedah (Hand Book of Surgery). 1998. Diterjemahkan oleh Adjie Darma. Histologi Dasar.Jungueiera.. T. J. The Five Minutes Veterinary Consult Canine and Feline. A.. W.A.West Lafayette. Kitao dan T. Edisi ke-8.G. (2001). Weil. Tilley. Walker. An Atlas Of Veterinary Surgery. (2007). P. Philadelphia. M. Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Gabungan XylazinKetamin Hidroklorida terhadap Waktu Induksi dan Lama Kerja Anestesinya pada Anjing Lokal. USA.. G.M.. T. Comparison of Anesthetic and Cardiorespiratory Effects of Tiletamine-ZolazepamButorphanol and Tiletamine-Zolazepam-Butorphanol-Medetomidine in Dogs. K. J. Trimastuti. '08 12:25 AM untuk RIWAYAT KASUS . C.C. Ko. (1980). EGC. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Haydon. Jakarta. IPB. Kelly. Scabiosis SCABIOSIS Sinonim: Penyakit gudikan. Denpasar.B.L.

5 ml. dari morfologi yang terlihat maka diidentifikasi parasit tersebut adalah jenis Sarcoptes scabei. keropeng dan kudis telah memenuhi seluruh permukaan tubuh. Dari hasil yang didapat maka di diagnosa bahwa hewan tersebut menderita scabies.Telah dilakukan pemeriksaan terhadap seekor hewan (kambing) betina pada tanggal 23 desember 2006 milik Jamaluddin didesa Blang krueng. Dilihat dari kondisi hewan yang sangat buruk dengan kulit dan bulu sangat kusam. Untuk diagnosa lebih pasti maka diambil kerokan kulit hewan tersangka dan diperiksa dibawah mikroskop kemudian ditemukan ektoparasit tungau. hewan sudah lama menderita sakit (kudisan diseluruh badan) dan tidak mau makan. . Menurut informasi yang didapat dari pemilik. Dari tanda-tanda yang terlihat diduga hewan menderita scabies. Sebagai terafi diberikan ivomek yang disuntikkan secara subkutan sebanyak 0.

Scabies dapat disebabkan oleh beberapa tife tungau yaitu tife yang membuat terowongan dalam dan tidak. Penyakit yang disebabkan oleh tungau ini berkaitan erat dengan tingkat kebersihan hewan. penyakit ini secara umum dapat terkena pada anjing. penularanya dapat melalui kontak langsung. musim kemarau dan kandang yang kotor (Tri akoso. setelah melakukan perkawina jantan akan tinggal . Sedangkan yang tidak membuat terowongan yaitu: Psoroptes dan Chorioptes.4mm. Hewang yang diserang mengalami penurunan kondisi tubuh. mempunyai kaki-kaki yang pendek dan penjuluran briste yang jarang dibagian tepi tubuh. saat hewan kekurangan pakan. kerugian ekonomi. Sarcoptes scabei kawin dalam kulit induk semang. Demodex dan Knemidokoptes. pada bagian dorsal tubuh terdapat sisik-sisik triangular.5-2 mm Termasuk parasit obligat.mempunyai thorak. 2003) Tungau merupakan ektoparasit berukuran kecil yang berfariasi dari 0. anak kucing dan semua hewan ternak. 2003). tungau betina mampu bertelur didalam tubuh indik semang 20-100 butir dan telur berbentuk oval (Farida dkk. kandang yang kotor. 2003). Ukuran tungau jantan lebih kecil dari tungau betina. Untuk kelangsungan hidupnya tungau memiliki spesifisitas induk semang dan induk semang yang sering diserang oleh sarcoptes adalah manusia dan semua hewan mamalia peliharaan (Farida dkk. Parasit Tungau sangat mendatangkan gangguan pada hewan ternak karena jika tidak segera ditangani kudis yang ditimbulkan sangat parah (Subronto. ketidak senangan pemelihara dan lingkungan karena sifatnya yang zoonosis (Soeharsono. Hampir 50% manusia juga tidak luput dari serangan parasit ini.PENDAHULUAN Scabiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh sekelompok ektoparasit dari jenis tungau (mite).. tempat tidur dan sisir (Anonimus. morpologi dari Sarcoptes scabei adalah: bentuk tubuh bulat.. Notoedres. 2002). tungau yang membuat terowongan yang dalam diantaranya: Sarcoptes. kucing dewasa. dimana Sarcoptes jantan kawin dengan Sarcoptes betina. 2003). abdomen dan 4 pasang anggota gerak. badan tidak beruas. Scabies yang disebabkan oleh Sarcoptes Scabei. dengan diameter 0. 2006).

sedangkan sarcoptes betina tinggal didalam lapisan stratumcorneum dan stratum lucidum sekitar 2 bulan. Menurut Soeharsono (2000) rasa gatal yang dialami oleh penderita diberbagai bagian tubuh menyebabkan napsu makan menurun. Penyakit ini memiliki spesifisitas induk semang. 2003). mata dan telinga. pada kasus yang berat dapat meluas keseluruh tubuh (Farida dkk. hidung. infeksi yang baru saja terjadi dengan gejala awal berupa terbentuknya erytema diikuti dengan pembentukan papula dan vesikula disertai dengan merembesnya cairan limfe yang kemudian menjadi keropeng .. telur menetas menjadi larva kemudian larva menjadi nymfa. Diagnosa .dipermukaan kulit bersama dengan priode nymva. Nymfa menerobos kulit dan menjadi tungau dewasa dalam waktu lebih kurang 17 hari setelah telur dikeluarkan (Tri akoso. Rasa gatal dialami oleh induk semang dan bila digaruk dan digosok menyebabkan rasa sakit yang sangat. Ternak sapi sering ditemukan pada daerah leher dan ekor. Tungau menembus kulit. 1991). Selanjutnya terjadi keratinisasi dan proliperasi jaringan ikat. muka. Kucing daerah yang sering diserang di telinga. 2003). didalam lapisan kulit tersebut tungau akan mengeluarkan sekreta dan exreta yang dapat menimbulkan rasa gatal bagi induk semang (Farida dkk. akibatnya kulit menebal dan berkerut tidak lagi rata. Patogenesis dan Gejala Klinis Predileksi Sarcoptes scabei pada anjing yaitu : telinga. Hewan sekandang cenderung tertular pada saat bersamaan memperlihatkan ketidaktenangan siang dan malam. sedangkan pada kambing ditemukan pada darah muka. muka dan siku pada infestasi awal anjing sering menggaruk dan terlihat lesi pada bekas garukan.. kemudian bertelur didalam lorong tersebut. leher dan abdomen. ETIOLOGI Scabies disebabkan oleh sarcoptes scabei. mengisap cairan limfe dan memakan sel-sel epidermis. Pada domba daerah yang sering diserang bagian tubuh yang tidak berbulu. Sarcoptes betina dewasa membuat lorong-lorong didalam kulit. eksudat yang merenbes keluar menggumpal dan mengering menimbulkan sisik-sisik dipermukaan kulit. kemudian diikuti dengan kekurusan dan penebalan kulit yang berlebihan. namun dapat menular dari hewan kemanusia dan sebaliknya. rambut menjadi jarang atau hilang sama sekali.

025% mandikan 2 minggu sekali sebanyak 2-4 kali mandi. Amitraz 0.. Menjaga kebersihan lingkungan dan kandang Mengawasi ternak yang masuk secara cermat kedalam peternakan Tidak mengawinkan hewan yang menderita. 3. Antibiotik sistemik jika ada infeksi skunder. Pengobatan diulang 2-3 kali dengan interval waktu 10-14 hari. tutup dengan gelas penutup dan diperiksa dibawah mikroskop dengan pembesaran 100-400 kali sehingga memungkinkan terlihatnya gerakan tungau yang masih hidup (Triakoso. dioleskan pada kulit penderita. Pencegahan dan Pengendalian 1. 2. Golongan organophospat konsentrasi 10%. tetraethylthiuram monosulfide 5% dalam bentuk dipping atau spraying. Ivermectin/ avermectin 1 ml / kg berat badan. efektif membunuh berbagai jenis telur dan tungau. Terapi Menuru Farida dkk. belerang kalsium sulfide digunakan sebagai obat tofical atau dipping pemberian 3-6 kali selama satu minggu. 6. Diferensial Diagnosa Sebagai diagnosa banding scabiosis yaitu demodekosis. 5. 2. yang diaplikasikan dengan perendaman (dipping) dan penyemprotan (spraying) konsentrasi larutan 0. Kerokan dilakukan dengan menggunakan scalpel pada lapisan kulit yang mengalami lesi atau keropeng hasil kerokan ditaruh diatas kaca preparat.Penegakan diagnosa didasarkan pada ditemukannya tungau melalui pemeriksaan kerokan kulit . hewan tertular diasingkan Populasi ternak (densitas) agar disesuaikan dengan luas lahan kandang yang tersedia . HCH (lidane). 3. psoroptes dan dermatitis. 4. Belerang dan bensil bensoat 5-25%. (2003) sebagai terapi dapat digunakan obat-obatan sebagai berikut: 1.25 %. 1991). Caumaphos 50% dengan pengenceran 1%. kemudian diteteskan NaOH atau KOH 10% sebanyak 1-2 tetes yang berfungsi sebagai keratokolium. 4. 7.

.

Penyidikan Penyakit Hewan. 2006. Bali Media Adhikarsa. Mufti K. D. II. Gadjah Subronto dan Tjahajati. Yudha F. (Mamalia) I. CV.com Dharma. Soeharsono. Ilmu Penyakit Ternak Mada University Press. 1997. Winaruddin. Muhammad H. Edisi Ke-2.N dan AA Gede Putra.DAFTAR KEPUSTAKAAN Anonimus. 2002. Subronto. Kaninus. 2001. http://www. Banda Aceh. Ilmu Penyakit Ternak . Athaillah. Buku Ajar Parasitologi Veteriner. Anjing Kita. 2003. Yogyakarta. Fakultas Kedokteran Hewan UNSYIAH. F. Yogyakarta. Zoonosis.M. 2003. Gadjah Mada University Press Yogyakarta.

ditandai dengan terbentuknya papula. '08 12:22 AM untuk Pada tanggal 13 Januari 2007 dilakukan pemeriksaan terhadap seekor Kambing milik pak Hamdan di kebun FKH. tidak ada komentarbagi ERWIN. kelopak mata. Penyakit ini tersebar diseluruh dunia. ambing. Manual Untuk Paramedis Kesehatan Hewan. berbentuk avoid. 1991. Orf juga dapat menular ke manusia. B. tungkai. metylin blue dan di injeksi dengan pyroxi 0. Kambing tersebut sembuh setelah sepuluh hari kemudian. Cetakan Ke-2. Virus orf berukuran relatif besar 300 – 450 nm x 170 – 260 nm. dan selaput lendir di rongga mulut. dengan menunjukkan gejala adanya keropeng berwarna hitam di daerah moncong. Tirta Wacana. lubang hidung. setelah keropengnya bersih diberi Yodium tintur. P. famili Poxviridae. memperlihatkan lesi kulit yang berbentuk bulat disertai gatal. perianal. vesicula. bibir. disebabkan oleh virus golongan cacar. Dari hasil pemeriksaan diketahui kambing tersebut menderita orf. tetapi kadang-kadang juga menyerang hewan dewasa. ETIOLOGI Orf disebabkan oleh virus Parapox. pustula dan keropeng pada daerah moncong. putting susu. ORF pada Kambing RIWAYAT KASUS Jul 14.T. PENDAHULUAN Orf adalah penyakit viral yang sangat infeksius pada domba dan kambing. Umumnya orf menyerang domba dan kambing muda setelah disapih.2 cc. Kemudian dilakukan pengobatan dengan cara dibersihkan dengan alkohol kemudian keropengnya di cabut.Triakoso. Yogyakarta. Apabila diperiksa di bawah mikroskop elektron transmisi dengan pewarnaan negatif . genus Parapoxvirus.

Beberapa hari kemudian lesi tersebut berubah menjadi vesikel di beberapa tempat dikelilingi oleh peradangan dan pembengkakan pada kulit. dan segera menyebabkan timbulnya lesi primer papulae dan vesikulae. bagian kulit yang menderita kalau tertekan terasa sakit. Lesi mula-mula berbentuk mukula atau papula berwarna merah pada tempat kontak. lalu mengadakan proliferasi. dan uji serologik lainnya. Pada manusia yang tertular biasanya ditemukan pada tangan. ditandai dengan hilangnya keropeng dari daerah sekitar mulut. maka akan terlihat garis-garis seperti permukaan buah nenas. berupa masa yang agak kuat terbentuk sekitar 11 hari kemudian. Hanya kadang-kadang ditemukan pada muka dan bagian lain dari tubuh. Virus ini sangat tahan terhadap kekeringan. Gejala Lesi kulit terbentuk disekitar mulut dan hidung berupa papula. dan menyembul dari permukaan kulit setinggi 2-4 mm. hingga kadang terbentuk luka iris (fisurae). Vesikulae segera berubah jadi pustulae setelah terjadi reruntuhan jaringan dan sel-sel darah. Oedem yang terjadi juga menyebabkan regangan kulit. Setelah virus memasuki mukosa kulit atau mulut. Kulit jadi menebal karena adanya granulasi jaringan. radang basah. dapat tinggal dalam suatu kandang pada suhu ruangan selama 15 tahun. Antibodi dapat dikenali dengan uji Agar Gel Immuno Diffusion (AGID-T). hingga rongga diisi nanah. virus orf amat tahan terhadap pengaruh suhu lingkungan sehingga tetap infektif dalam waktu relatif lama diluar tubuh hewan. vesikulae. disertai bentukan keropeng ynag berukuran bervariasi sampai dengan 5 mm. Pada 2 minggu berikutnya permukaan lesi menjadi berwarna putih dan basah. Vesikulae dan pustulae yang pecah diikuti dengan pembentukan keropeng berwarna abu-abu. pustulae. Penderita yang sembuh dari penyakit ini memiliki kekebalan yang disebabkan oleh terbentuknya antibodi yang bersifat protektif. Di banding dengan virus pada umumnya. pemeriksaan dengan alat ini mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. Ulkus akan sembuh dalam waktu 4-6 minggu dan meninggalkan .menggunakan phosphotungtic acid (PTA). Patogenesis Masa inkubasi dari penyakit ini berlangsung selama 2-3 hari. kemudian membentuk kerak-kerak dan pada bagian dasar terbentuk ulkus. Kesembuhan pada penyakit yang tidak berat terjadi dalam waktu lebih kurang 3 minggu. jari dan bahu. CFT. hal ini menyebabkan menurunnya nafsu makan. Mengingat morfologi dibawah mikroskop elktron yang cukup menciri. Lesi juga dapat ditemukan pada daerah pipi.

sedikit atau tanpa jaringan parut dapat pula ditemukan sedikit pembengkakan kelenjar limfe regional. Dapat juga vaksin digosokkan kedalam telinga dengan sepotong es yang dicelupkan kedalam vaksin. Dalam 1 minggu pasca vaksinasi harus terjadi reaksi lokal ditempat yang divaksin. lesi yang terlihat cukup spesifik. Diagnosa Diagnosa dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis yang ditemukan. vaksinasi anak domba dan kambing pada umur 6-8 mingga dianjurkan. dan dioleskan atau diskarifikasi pada kulit paha sebelah dalam. Jumlah penderita yang biasanya lebih dari seekor dalam satu kelompok hewan sehingga memperkuat dugaan adanya orf. Pengendalian Penyakit Pada awal wabah orf penderita diupayakan diisolasi. Biasanya vaksinasi efektif untuk sedikitnya 2 tahun. Di daerah yang sering timbul wabah. Aplikasi vaksin dilakukan secara skarifikasi pada bagian tubuh yang mempunyai sedikit bulu. eczema facialis. Ukuran virus cukup besar dan bentuk virus yang spesifik memudahkan peneguhan diagnosis. Vaksin dibuat dengan jalan membuat suspensi keropeng dalam glycerol-saline. Bila tidak ada reaksi mungkin hal tersebut disebabkan karena vaksin yang digunakan tidak cukup paten. dan penyakit oleh virus cacar (sheeppox). Pada domba dan kambing. dermatitis karena jamur. seperti medial paha atau medial daun telinga. dapat didiagnosa secara klinik tanpa bantuan laboratorium. dan yang sehat divaksin. Salep antiseptica dan antimikrobial dapat diberikan. Terapi Terapi khusus terhadap orf tidak dikenal. . Usahakan pemberian pakan hijauhijaun yang halus dan muda. Diferensial Diagnosa Diagnosa banding orf pada domba dan kambing meliputi dermatosis ulseratif. Juga salep yang memilki daya mengerutkan. Vaksin komersial dipersipkan melalui pelemahan virus dalam biakan sel.

PEMBAHASAN Telah dilakukan pemeriksan seekor kambing yang menderita Orf. hingga kadang terbentuk luka iris (fisura) Pengobatan khusus terhadap penyakit orf belum ada. Vesikula dan pustula yang pecah diikuti denagn pembentukan keropeng berwarna abu-abu. Kulit jadi menebal karena adanya granulasi jaringan. lalu mengadakan proliverasi dan menyebabkan timbulnya lesi primer papulae dan vesikulae. Tetapi untuk tindakan pencegahan infeksi sekunder dapat dilakukan : Bersihkan dengan alkohol Keropeng dibersihakn hingga bersih Beri Iodium Tincture dan metylen Blue Injeksi dengan antibiotik DAFTAR PUSTAKA . ditandai dengan terbentuknya papula. hal ini menyebabkan menurunnya nafsu makan. sehingga rongga diisi nanah. disebabkan oleh virus parapox. pustula dan keropeng didaerah moncong. Orf adalah penyakit viral yang sangat infeksius pada domba dan kambing. Vesikulae segera berubah jadi pustulae setelah terjadi reruntuhan jaringan dan sel-sel darah. Masa inkubasi berlangsung 2-3 hari. Virus memasuki mukosa kulit atau mulut. Oedema yang terjadi juga menyebabkan regangan kulit. vesikula. Bagian kulit yang menderita kalau ditekan terasa sakit.

Patologi Khusus Veteriner. Team Leader IFAD Project: Bali Cattle Diasease Investigation Unit. Gadjah Mada University Press. Direktorat Bina Kesehatan Hewan. Ressang. A. Denpasar. Yogyakarta. Zoonosis. Ternak kambing berumur ± 4 bulan dan jenis kelamin jantan. Yogyakarta. temperamen jinak dan habitus normal. Keadaan gizi yang kurang baik. Ke-2. Departemen Pertanian. Tri Akoso B (1999). Murni yang beralamat di Beurawe. seekor ternak kambing milik Ny. Tri Akoso B (1991).A (1984). '08 11:56 PM untuk Pada tanggal 3 September 2007. PT Tirta Wacana. Ilmu Penyakit Ternak (mamalia) 1. Kanisius. Edisi kedua. Cet. Jakarta. Edisi kedua. Soeharsono (2002). Manual Standar Metode Diagnosa Laboratorium Kesehatan Hewan. .Subronto (2003). Yogyakarta. Manual untuk Paramedis Kesehatan Hewan. Bali. tidak ada komentarbagi Erwin. Banda Aceh. Kolibacillosis Riwayat Kasus Jul 13.

Jumlah Hb 10..0%. Ht 27 %. Frekuensi nafas 18X/ menit.2 x103 mm3.80% dan Monosit 1. Basofil 1. neutrofil 56. Pemberian preparat antipiretik (Sulpidon®) untuk menurunkan demam dan pemberian antibiotik (Colibact®). Berbagai kendala yang dihadapi dalam usaha tani ternak kambing. Hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh sebagai berikut: keadaan feces lunak seperti pasta. darah bewarna merah dan cepat membeku.1 ºC. Keadaan lingkungan yang kurang baik. malabsorbsi dan penurunan asupan cairan (Anonimous. urin bewarna kuning muda. seperti rotavirus. BDM 11.12%. Penanganan kasus Kolibacillosis adalah dengan pemberian cairan elektrolit untuk memperbaiki dehidrasi. anoreksia dan belum pernah diobati.Dari hasil anamnesa diketahui ternak kambing sudah ± 2 hari menderita diare (seperti pasta). 2007). 1999). . Kondisi ternak kambing setelah 3 hari pasca pengobatan sudah kembali ke keadaan normal. Penyebab tingginya angka kematian pada ternak kambing sebagian besar disebabkan oleh besar diakibatkan oleh beberapa penyakit infeksi seperti Salmonellosis. Kolibacillosis.46%. Dari hasil pemeriksaan ternak kambing di diagnosa menderita Kolibacillosis. antara lain sebagai tabungan yang sewaktuwaktu dapat dijual untuk keperluan hidupnya.5 g/100 ml darah. Pada umumnya penyakit diatas dapat menyebabkan hewan mengalami diare dan selanjutnya diikuti oleh gejala kekurangan cairan tubuh. Differensial BDP . Tingginya tingkat kematian anak kambing pada periode prasapih serta rendahnya laju pertumbuhan bobot hidup merupakan salah satu penyebab rendahnya tingkat produktivitas kambing (Yulistian dkk. koksidiosis dan penyakit viral. begitu juga dengan sanitasi kandang. Helminthiasis. Limfosit 38. Pendahuluan Kambing merupakan ternak ruminansia kecil yang banyak dipelihara petani ternak di pedesaan dengan berbagai tujuan. pulsus 80X/ menit dan temperatur tubuh 41. Ternak kambing dilepas pada pagi hari dan dikandangkan di malam hari.8 x 106 / mm3 dan jumlah BDP 16.. 1989). Eosinofil 2.60%. antara lain masalah ketersediaan bibit dan bermacam-macam penyakit yang dapat menyerang ternak ruminansia kecil ini (Bahri dkk.

. 2003). Diantara kelima bentuk ini yang sering menimbulkan kematian pada hewan adalah bentuk EHEC.Salah satu penyakit yang menyerang sistim pencernaan pada ternak kambing adalah Kolibacillosis.. Tinjauan Kepustakaan Etiologi Bakteri Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif yang selalu dapat diisolasi dari saluran pencernaan. 2001). Dari aspek karakteristik virulensinya gejala penyakit diare yang ditimbulkan bakteri E coli dibedakan dalam 5 bentuk. Secara klinis ada dua bentuk Kolibacillosis. coli merupakan flora normal dari saluran pencernaan. yaitu EPEC (enterophatogenic E coli). Dalam keadaan normal E. 2003). 2001). yaitu bentuk toksemia dan bentuk klasik (Subronto. Kolibacillosis merupakan penyakit infeksi yang menyerang sistim pencernaan. ETEC (enterotoxigenic E coli). Nuzuludin dkk. yang menyebabkan septikemia yang biasanya diikuti dengan kematian (Subronto. 2003). EAEC (enteroagregative E coli). EHEC (enterohemorrhagic E coli). Bakteri ini menjadi patogen ketika mereka mencapai jaringan diluar intestinal normal atau tempat flora normal yang kurang umum (Brooks dkk. terutama pada anak kambing. AIEC (enteroinvasive E coli) (Brooks dkk. namun jika jumlanya menjadi banyak bakteri ini merupakan salah satu penyebab diare pada ternak kambing. bakteri ini di duga sebagai penyebab utama Kolibacillosis (Subronto. (2006) menyatakan disamping itu Kolibacillosis juga dapat disebabkan oleh banyaknya genangan air disekitar kandang dan bau ammonia yang berlebihan dari sisa kotoran. Karena seringnya diisolasi dalam jumlah banyak..

Untuk menutupi kekurangan cairan dan elektrolit di dalam usus. EHEC bersifat septikemia yang menyebabkan sepsis yang diikuti dengan pendarahan dan kematian dalam waktu singkat. 2003). Bentuk lain gejala klinis dari bakteri ini adalah ETEC. Dalam feces juga dapat ditemukan darah segar. yang dapat menghasilkan toksin yang berbahaya bagi hewan yang ditandai denagan kelemahan. Gejala Klinis Ada beberapa bentuk gejala klinis yang ditimbulkan oleh bakteri ini. 2003). EIEC menyebabkan penyakit . ion dan cairan keluar dari kolon dan usus halus melalui feces diare. Dehidrasi pada hewan bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan hewan mati karena mengalami beberapa perubahan pada tubuh dalam seketika seperti. warna feces putih atau kuning muda dengan bau sangat menusuk. nafsu makan menurun dan pada aukultasi di daerah abdomen terdengar suara berpindahnya cairan elektrolit karena peningkatan peristaltik usus (Subronto. Peningkatan peristaltik usus menyebabkan sejumlah besar elektrolit. suhu tubuh subnormal. Subronto (2003) menambahkan shock dan kolaps sistim peredaran darah diakibatkan oleh asidosis yang biasanya dapat berakhir dengan kematian. Blood dkk. Pertolongon dehidrasi harus dilakukan segera mungkin. Brooks dkk. hingga timbul asidosis yang diikuti dengan kegagalan sirkulasi perifer. (2001) menyatakan EIEC menyebabkan penyakit yang mirip dengan Syigellosis. 1970. shock (Bianca dkk. yaitu bentuk EPEC yang menyebabkan timbulnya diare. coli menghasilkan endotoksin yang dapat meningkatkan sekresi cairan dan elektrolit yang berlebihan ke dalam lumen usus saluran pencernaan. karena jika diare berlangsung lama dan hewan akan mengalami dehidrasi berat. 1979). terjadilah mobilisasi sejumlah cairan dan elektrolit dari jaringan-jaringan lain ke usus.Patogenesa Infeksi Kolibacillosis dapat terjadi melalui kontak langsung dengan lingkungan yang kotor dan sanitasi kandang yang kurang baik merupakan faktor pendukung penyakit ini.. pulsus lemah dan tidak disertai dengan gejala diare (Subronto. sehingga hewan akan menunjukkan gejala dehidrasi.. feces berbentuk pasta atau sangat berair. Di dalam saluran pencernaan bakteri E.

3%) dengan dosis 50-100 ml/kg bb yang diberikan pada 6 jam pertama. Namun demikian. 2003). 2001). coli yang dapat diisolasikan dari feces merupakan penyebab primer untuk terjadinya diare. Faktor-faktor lain.. Sherman (1978) menganjurkan pemberian garam faali dengan sodium bikarbonat faali (1. 1997). coli dapat membentuk koloni dan kemudian mengadakan proliferasi dalam jaringan usus(Subronto. Akibatnya adalah kerusakan mukosa. bentuk air susu yang diberikan ataupun virus yang dapat mengakibatkan bakteri E. EAEC menyebabkan diare yang akut dan kronis (dalam waktu > 14 hari). Patogenesa EAEC penyebab diare tidak begitu dipahami dengan baik. diagnosa perlu didukung oleh isolasi dan identifikasi bakteri E. pengeluaran sejumlah besar mucus dan terjadinya diare (Brooks dkk. meskipun demikian dinyatakan bahwa EAEC melekat pada mukosa intestinal dan menghasilkan enterotoksisn dan sitotoksin. Diagnosa Subronto (2003) menyatakan sulit untuk dapat dipastikan bahwa bakteri E.diare dengan menyerang sel epitel mukosa usus. misalnya pakan. Diagnosa dapat diarahkan berdasarkan gejala klinis. Hasil pemeriksaan patologi anatomi dari hewan sekandang dengan hewan sakit. Pengobatan Pemberian cairan faali dan elektrolit dipandang sangat penting untuk dilakukan dalam praktek. Differensial Diagnosa Transmissable gastroenteritis (Dharma dan Putra. coli patogen di laboratorium (Dharma dan Putra. Pemberian tergantung derajat dehidrasi yang dialami hewan. perubahan patologi anatomi dan gambaran epidemiologi. 1997). mungkin dapat digunakan untuk menerangkan penyebab penyakit pada hewan lain. Selanjutnya pada 20 .

Vaksin ETEC dibuat dalam bentuk inaktif dan aplikasinya secara intramuscular pada induk bunting. Dharma dan Putra (1997) menyatakan pemilihan bibit kambing sebaiknya berasal dari peternakan yang bebas penyakit ini dan vaksinasi dapat dilakukan secara teratur. coli F41. Kandang selalu diusahakan dalam keadaan kering dan hangat. coli dapat diberikan antibiotic atau preparat sulfa diwah petunjuk dokter hewan (Dharma dan Putra. coli. Tosin tersebut dapat mengakibatkan kematian mendadak karena shock endotoksin. E. sehingga diharapkan setelah partus anak kambing dapat memperoleh kolostrum secara optimal melalui susu (Anonimous. 2007).jam berikutnya diberikan larutan tersebut 140 ml/kg bb. coli K88. yang diberikan bertahap secara intavena. kering dan hangat dengan fentilasi udara yang baik (Bahri. dan E. maka diusahakan agar kandang selalu bersih. Pencegahan Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memisahkan ternak yang diare untuk menghindari terjadinya kontaminasi lingkungan dengan agen penyakit. E. 1997). 2002). Pada tahap pertama induk di vaksin pada umur kebuntingan 80 hari dengan dosis 2-2. Untuk mengurangi populasi bakteri E. Vaksin ETEC multivalen ini terdiri atas E. coli K99. . Jika ternak kambing dilepas. Subronto (2003) menyatakan pemberian antibiotik secara oral mungkin dapat menghasilkan efek negatif. diusahakan agar tidak masuk ke dalam lingkungan yang terkontaminasi bakteri ini dan apabila kambing dikandangkan.5 ml/ekor dan diulangi pada umur kebuntingan 110-120 hari dengan dosis yang sama dan diinjeksikan secara subkutan. yaitu terlarutnya bakteri E. coli 978P.

Ternak kambing terlihat sembuh dalam waktu ± 3 hari pasca pengobtan. .htm Anonimous. terutama pada anak kambing yang tidak cukup menerima kolostrum. Survey Sosial Ekonomi Nasional. Daftar Kepustakaan Anonimous.(1989). Sulfa Strong®) dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah bakteri ini. sehingga hewan menunjukkan gejala dehidrasi dan goncangan keseimbangan elektrolit. Pemberian antibiotik atau preparat sulfa (Colibact®.Pembahasan Kasus Telah dilakukan pemeriksaan pada seekor ternak kambing berumur 4 bulan dengan diagnosa Kolibacillosis. ditandai dengan diare putih dan terjadinya toksimia atau septicemia. Mobilisasi cairan dan elektrolit dari jaringan lain ke usus menyebabkan jaringan lain kekurangan cairan elektrolit. Kolibacillosis biasanya terjadi pada minggu pertama.iniansredef. coli menghasilkan endotoksin yang dapat meningkatkan sekresi cairan dan elektrolit yang dapat meningkatkan peristaltik usus. Pada dasarnya diare timbul karena infeksi bakteri E. vitamin dan mineral dapat mempercepat pemulihan. Asidosis yang ditimbulkan dapat menyebabkan kegagalan sistim peredaran darah yang dapat diikuti dengan kematian. http://. Vaksin ETEC – Multivalen. coli dalam jumlah yang banyak pada saluran pencernaan. disamping itu pemberian pakan yang mengandung karbohidrat. Kolibacillosis merupakan penyakit diare menular yang bersifat akut dan fatal pada hewan. E.org/bpmpp. BPS-Republik Indonesia. sehingga terjadilah diare. Pertolongan awal terhadap kasus Kolibacillosis dapat dilakukan dengan pemberian cairan NaCL sangat dianjurkan dilapangan dengan tujuan memperbaiki dehidrasi.(2002). Untuk memperbaiki dehidrasi untuk kembali ke keadaan optimal dibutuhkan waktu beberapa hari.

A.M. Vet.N dan A. A Textbook of the Disease of Cattle. Henderson and O. Vol. Manajemen Kesehatan Dalam Usaha Ternak Kambing. Diterjemahkan Oleh Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Paul.. R... Bali Media.H. Effects of Dehydration. D.M. for Veterinarians.(1979).(2006).M.C.S. Med. Subronto. Gadjah Mada University Press. Bogor. St. of M. Bianca. Balai Penelitian Veteriner. Putra. Radostits. Rehydration and Overhydration on the Blood and Urine of Oxen. .A. 121-131.A. Fall Conf. D. Denpasar. Yogyakarta. Wardhana dan Beriajaya.Kejadian dan Penanggulangan Colibacillosis di Peternakan Bangun Poultry Shop Sukowinangun-Magetan.G. Mikrobiologi Kedokteran.(2001). J.A. Ilmu Penyakit Ternak (mamalia) I. The English Language Booki Society and Bailliere Tindall. W.(1997). D.. Penyidikan Penyakit Hewan. G. 126. Veterinary Medicine. Dharma. Sheeps. J. USA. Clinical Laboratory Procedures for the Large Animal Practioners. Coll. U. Lokakarya Nasional Kambing Potong.. 4th.(1978). Fluid Therapy in the Calf.A. JIPTUNAIR/ 11:47:32 Sherman. Butel dan S. Pigs and Horse. Minn.(2003). Brooks.F. Morse.Bahri. Br Vet. S. Blood.(1970). Adjid.(2007). CV. Jakarta. Salemba Medika. Nuzuludin dan Dian. J.M.

Mathius. I.G.R.com/journal . Budiarsono dan Sutomo. Vol 4. http://erwinklinik. Hastono. Respon Produksi Kambing PE Induk Akibat Pemberian Pakan Pada Fase Bunting Tua dan Laktasi. G.multiply.M.W.Yulistiani. (1999). Adiati. D. Bogor. I. Balai Penelitian Ternak dan Veteriner. I..

Pada 21 November 2003 WHO mengumumkan telah terjadi peningkatan penderita influenza yang disebabkan oleh virus A (H3N2) di beberapa Negara Amerika Utara yang menyebar ke Eropa.mungkinkah SARS akan merebak lagi seperti awal tahun 2003 yang lalu? Penularan SARS kelihatannya berasal dari penderita yang menulari orang yang berada satu ruangan tertutup bersama penderita. dalam dua bulan SARS menyebar ke berbagai kota di China bahkan sampai ke negara-negara yang jauh dari daratan China. melaporkan bahwa selama bulan Januari 2004. Penyebarannya secara global terjadi melalui seorang Profesor medik China dari Guangdong yang . dikarantina. Thailand. kemudian menjadi virulen dan menginfeksi manusia yang memakannya. Vietman. sedang flu burung yang disebabkan oleh virus tipe A (H5 N1). dari University of Hongkong dapat mengisolasi virus corona dari kotoran hewan dan cairan hidung binatang Paguma larvata sejenis musang Himalaya yang banyak dijual dan dimakan di restoran-restoran di Guangdong.undip. dan Kamboja serta beberapa daerah di Indonesia. Mulanya SARS dilaporkan diderita oleh seorang lelaki yang suka makan dan berburu binatang liar di Guangdong. Epidemiologi Penyebaran SARS diketahui melalui kontak langsung dengan penderita. flu.Carlo Urbani yang juga terinfeksi dan meninggal karena SARS. dahak dan cairan yang dikeluarkan saat bersin. Dia dan petugas RS tersebut kemudian diteliti oleh DR. Diperkirakan binatang ini tertular virus influenza dari manusia. terdapat 8. Selain itu Cina. tangggal 11 januari 2004 melaporkan seorang pria berumur 35 tahun bekerja sebagai reporter TV freelance di Guangdong dan seorang Waitress berumur 20 tahun masuk rumah sakit dengan diagnose suspect SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau tanda. bahkan menganjam jiwa. Ludah. Dari catatan WHO sampai tanggal 23 Juni 2003. Dia terinfeksi oleh seorang dokter dari Guangdong yang menginap bersama satu lantai di Metropole Hotel Hanoi. B. Informasi berikut. dan sesak nafas dan terjadinya paru-paru/ pneumonia yang timbul secara akut (tiba-tiba/ dalam hitungan hari serta dapat menjadi sangat parah . Selanjutnya Kwak Yung Yuen dkk.ac.“Air Borne Disease” Filed under: http://fkm. Dari kenyataan tersebut diatas. batuk dan aliran nafas merupakan media penularan. Para peneliti menemukan bahwa penyebabnya adalah sejenis virus yang termasuk dalam kelompok virus corona penyebab influensa biasa. Kemudian pada tanggal 31 januari 2004. penderita tersebut betul-betul menderita SARS dan puluhan orang yang kontak dengan penderita. Pertanyaannya adalah mengapa virus tersebut menjadi ganas dan sulit dikendalikan? Sejak diketahui pertama kali di Guangdong akhir November 2002. bersin. Dilaporkan seorang pedagang China dari Hongkong masuk Rumah Sakit Vietnam-France Hospital yang kemudian ternyata menderita SARS dan menjadi pemicu berjangkitnya penyakit ini di Vietnam. di Cina telah diidentifikasi 4 kasus baru SARS. UPI ( United Press International). Pengertian: Sindrom pernafasan akut parah (severe acute respiratory syndrome/ SARS) merupakan gejala pada saluran nafas seperti batuk. diantaranya seorang dokter yang menjadi direktur Rumah Sakit di Guangdong. Salah satu contoh penyakitnya yaitu “SARS” SARS (SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME) A. seperti Canada dan Singapura. Coronavirus sebagai agen penyebab SARS Penelitian selanjutnya melakukan uji darah terhadap 25 binatang sampel yang ternyata tidak menemukan virus corona.tanda gangguan pernafasan berat yang terjadi secara akut. selanjutnya Vietnam-France Hospital ditutup sementara untuk investigasi.id — fitridiahkusuma @ 6:08 pm Pada umumnya penularan melalui saluran pernafasan lewat udara.459 orang yang terinfeksi SARS dan 805 di antanya meninggal (Angka kematian 9. mengalami mutasi.5 %).

Nyeri otot c. menempati Kamar no. diperkirakan virus ini mempunyai kemampuan luar biasa yang dapat menulari sekaligus 300 orang lainnya.911 di Hongkong Hotel. Gunakan sabun dan air panas untuk mencuci peralatan. Jika infeksi SARS melanjutkan. Dalam sepuluh hari terakhir sebelum sakit telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang telah didiagnosis SARS. Nafsu makan hilang d. Jika Anda telah menghubungi seseorang tubuh dengan cairan atau kotoran memakai sarung tangan sekali pakai. Cuci tangan Anda. Memakai masker bedah. kecuali epidemi pes yang berkecamuk lebih dari 50 tahun di Asia dan Eropa pada awal abad 18 yang diperkirakan membunuh lebih dari 100 juta orang. Masa inkubasi 2-7 hari. Menderita gejala-gejala fisik a. E. Cuci barang pribadi. Lemah e. dan kesulitan bernapas. handuk. napas pendek. Melemparkan sarung tangan segera setelah digunakan dan cuci tangan Anda secara menyeluruh. tentang penetapan SARS sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan membuat pedoman penanggulangannya. ikuti petunjuk keselamatan jika Anda merawat orang yang terinfeksi: a. Timbul sariawan atau luka di mulut g. sesak napas. pertandingan sepakbola dan perdagangan antar negara. Bersihkan tangan Anda sering dengan sabun dan air panas atau menggunakan tangan berbasis alkohol gosok yang mengandung paling sedikit 60 persen alkohol. Mengalami satu atau lebih keadaan berikut a. dan Kanada) 4. kemudian menularkannya secara tidak sengaja pada 7 orang tamu yang menginap di lantai yang sama. Belum ada sebelumnya suatu penyakit yang berimbas begitu besar pada sektor ekonomi. Rontgen photo thorax tampak tanda-tanda radang paru (pneumoni). 3. Hongkong.. Mengenakan kacamata mungkin juga menawarkan perlindungan. transportasi. Tanda dan Gejala Menurut WHO. pengiriman tenaga kerja. Mengidap satu atau lebih gejala pernapasan. pendidikan. d. b. Pencegahan Para peneliti sedang bekerja pada beberapa jenis vaksin untuk SARS. menutup mulut dan hidung dengan masker bedah. b. selimut dan . kriteria penderita SARS sebagai berikut 1.terinfeksi. Pakailah sarung tangan sekali pakai. Tingkat penyebarannya sangat cepat melalui orang perorang. Departemen Kesehatan mengeluarkan Surat Kaputusan nomor 424/ Menkes/ SK/IV/2003. Dampak SARS berdampak pada dunia pariwisata. Throw the gloves away immediately after use and wash your hands thoroughly. seperti batuk. c. Timbul kemerahan di kulit f. tetapi tidak ada telah diuji pada manusia. Diare Pada pemeriksaaan laboratorium darah ditemukan trombositopeni dan leukopeni. D. Dalam sepuluh hari terakhir melakukan perjalanan ke tempat yang dilaporkan sebagai fokus penularan SARS (Cina. C. 2. Ketika Anda di ruang yang sama sebagai orang dengan SARS. Sakit kepala b. Vietnam. Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius.

anoreksia. tinja atau urin. batuk tidak produktif pada awal penyakit. 1985) . oksigen. juga digunakan 3. UPI 17 Desember 2003. Referensi : Dep. 2003: 8 Pedoman Surveilans Epidermiologi Penyakit SARS. Jakarta: Obor Populer. Demam Thyphoid adalah enyakit sistemik yang disebabkan oleh bakteri ditandai dengan demam insidious yang berlangsung lama. Anak-anak dapat kembali ke sekolah jika tanda-tanda dan gejala hilang setelah tiga hari. muntah. 1. yang ditandai dengan bakteremia. air liur. e. pembentukan mikroasbes dan ulserasi Nodus Peyer di distal ileum. Gejala lebih sering berupa gejala yang ringan dan tidak khas.Kes. Jauhkan anak-anak pulang dari sekolah jika mereka mengembangkan demam atau gejala pernafasan dalam waktu 10 hari setelah terpapar seseorang dengan SARS. Kesehatan.RI. Tifus Abdominalis) A. 2. Macam-macam Penyakit Menular dan Cara Pencegahannya Jilid 2. Ikuti semua tindakan pencegahan untuk setidaknya 10 hari setelah tanda-tanda orang itu dan gejala hilang. Pengertian : 1. Tinggalkan sebuah Komentar “Food and Water Borne Disease”. Pengobatan Penderita SARS perlu segera ditolong untuk mendapat perawatan dengan isolasi. 2007. 424/MENKES/SK/IV/2003 tentang Penetapan SARS sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan pedoman penanggulangannya. WHO. badan lemah. 2004 Communicable Disease Surveilance and Response (CSR). Filed under: http://fkm. sakit kepala yang berat.New Case of Laboratory-Confirmed SARS in Guangdong. Salah satu contoh penyakit Food and Water Borne Disease yaitu: DEMAM TYPHOID (Demam enterik. pada penderita kulit putih 25% diantaranya menunjukkan adanya “rose spot” pada tubuhnya. Demam Thyfoid adalah penyakit menular yang bersifat akut.undip. Pakailah sarung tangan sekali pakai saat Anda membersihkan dan membuang sarung tangan setelah Anda selesai.id — fitridiahkusuma @ 6:02 pm Pengertian: Penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan dan minuman biasanya bersifat person-to-person (orang ke orang) melalui faecal-oral. January 31. perubahan pada sistem RES yang bersifat difus. Hama permukaan. splenomegali. 2003. Gunakan rumah tangga disinfektan untuk membersihkan permukaan yang mungkin telah terkontaminasi dengan keringat. Internet media January 11. Jakarta Kepmenkes No. bradikardi relatif. (FKUI. 2004. Obat lain.ac. pisioterapi rongga dada. dan alat bantu pernapasan digunakan pada penderita yang dirawat. Pada penderita serius dan berat bisa dipakai serum dari penderita SARS yang sudah sembuh 5. lendir. kadang diperlukan bila ada radang paru yang atipik 2. F.pakaian dari seseorang dengan SARS. pada penderita dewasa lebih banyak terjadi konstipasi dibandingkan dengan diare. Yatim. Faisal. Obat antivirus.China Update. Dep. Antibiotik. 2004. Kortikosteroid dosis tinggi untuk mengurangi reaksi radang paru 4.

wisatawan untuk Asia. yang tidak endemik tifus. sedangkan pada urine dan tinja organisme baru dapat ditemukan seminggu setelah sakit.3. Ada rata-rata satu sampai dua kasus tifoid dilaporkan di setiap tahun. hal ini sering terjadi pada penderita yang terlambat diobati. Dengan nomenklatur baru yang diusulkan tersebut maka S. penderita yang telah sembuh dapat mengalami relaps (kira-kira 15 – 20%). S. Paratyphi A. CFR pada waktu belum ditemukannya antibiotika bisa mencapai 10 – 20%. wabah lakukan tidak terjadi sebagai akibat dari banjir atau bencana lainnya di negara-negara. enterica.000 orang. enterica serovarian Paratyphi A dan B (S. Nomenklatur baru berdasarkan hubungan DNA diusulkan untuk pemberian nama pada salmonella sesuai dengan nomenklatur baru tersebut hanya ada dua species salmonella yaitu – Salmonella bongori dan Salmonella enterica. Epidemiologi Kejadian tahunan demam tifoid di seluruh dunia adalah sekitar 17 juta kasus. Meskipun saran untuk sebaliknya. 1991). Beberapa badan resmi telah menggunakan nomenklatur yang diusulkan tersebut walapun sampai dengan pertengahan tahun 1999 nomenklatur baru tersebut belum disahkan pemakaiannya. Semua bakteri yang pathogen terhadap manusia dikelompokkan kedalam serovarian dibawah sub species I dan S. Jika infeksi Salmonella tidak terjadi secara sistemik maka manifestasinya hanya berupa gastro enteritis. dan 70% dari ini diperoleh saat bepergian internasional. (Markum. Tergantung pada jenis antibiotika yang dipakai. disebarkan dari kotoran ke mulut melalui makanan dan air minum yang tercemar dan sering timbul dalam wabah. Relaps dapat terjadi pada 3 – 4% dari kasus. seperti Amerika Serikat.000 kematian. dan Amerika Latin telah sangat beresiko. Konfirmasi bakteriologis melalui pemeriksaan kultur sampel sumsum tulang adalah yang terbaik walaupun pada penderita yang telah mendapatkan pengobatan antibiotika (kultur sampel sumsum tulang ini dengan “recovery” mencapai 90 – 95%). Insidensi penyakit demam tifoid diseluruh dunia mencapai 17 juta setahun dengan jumlah kematian sebanyak 600. Organisme penyebab penyakit dapat diisolasi dari darah pada permulaan penyakit. Dapat juga timbul demam tanpa disertai keringat. Wabah telah terjadi di AS dari makanan dibawa ke sini dari negara lain. saat ini CFR kurang dari 1% jika segera diberikan pengobatan dengan antibiotika yang tepat. memasyarakatnya pemakaian jamban yang saniter maka telah terjadi penurunan kasus demam Tifoid. Distribusi penyakit Penyakit ini tersebar merata diseluruh dunia. Paratyphi B) kira-kira 10 : 1. Afrika. Antimicrobial tahan strain menjadi semakin lazim. Pada bab ini telah digunakan nomenklatur baru tersebut. gangguan berfikir. typhi akan berubah menjadi S. enterica serovarian Typhi dan disingkat dengan S. B. Selama sepuluh tahun terakhir. Demam paratifoid memberikan gambaran klinis yang sama dengan demam tifoid. Di Amerika Serikat demam tifoid muncul sporadis dan relatif konstan berkisar antara 500 kasus setahun selama bertahun-tahun (bandingkan dengan demam tifoid yang dilaporkan sebanyak 2484 pada tahun 1950). biasanya penyakit lebih ringan dibandingkan dengan penyakit yang dialami pertama kali. pendengaran berkurang dan parotitis. dan yang terjadi di Amerika Serikat adalah kasus import dari daerah endemis. Tifus abdominalis adalah infeksi yang mengenai usus halus. Tes serologis seperti tes widal nilai diagnostiknya rendah karena sensitivitas dan spesifisitasnya rendah C. Dengan memasyarakatnya perilaku hidup bersih dan sehat. namun cenderung lebih ringan dengan CFR yang jauh lebih rendah. Typhi (penulisannya tidak dengan huruf italik dan ditulis dengan huruf besar). Sekarang sering ditemukan strain yang resisten terhadap kloramfenikol dan terhadap antibiotika . dengan diperkirakan 600. Di AS kurang dari 500 kasus terjadi setiap tahun. D. Identifikasi Pada demam tifoid dapat terjadi ulserasi pada plaques peyeri pada ileum yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan atau perforasi (sekitar 1% dari kasus). Typhi) dibandingkan dengan S. Ratio Distribusi Penyakit yang disebabkan oleh Salomnella enterica serovarian Typhi (S.

susu dan produk susu yang terkontaminasi oleh carrier atau penderita yang tidak teridentifikasi. Untuk gastroenteris yang disebabkan oleh paratifoid masa inkubasi berkisar antara 1 – 10 hari. Imunitas spesifik relatif dapat timbul setelah seseorang mengalami infeksi baik yang menunjukkan gejala klinis maupun pada mereka yang tapa gejala. dimana dosisnya lebih rendah pada tifoid dibandingkan dengan paratifoid. Salmonela merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae. kuman sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa. G. tetapi tidak memfermentasikan laktosa atau sukrose. Typhi (Salmonella Thyposa) basil Tifoid. Kerentanan dan kekebalan Setiap orang rentan terhadap infeksi. Seperti Enterobacteriaceae yang lain Salmonella memiliki tiga macam antigen yaitu antigen O (tahan panas. Paratyphi A. DI AS dan Kanada demam paratifoid jarang teridentifikasi. Dikenal beberapa macam “phage types”. masa inkubasi berlangsung dari 3 hari sampai dengan 1 bulan dengan rata-rata antara 8 – 14 hri. Dan melalui peredaran darah. Ia kemudian berkembang biak dalam hati dan limpa yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba. terdiri dari lipopolisakarida). Didaerah endemis demam tifoid sering ditemukan pada anak prasekolah dan anak-anak berusia 5 – 19 tahun. E. Dari ketiga jenis demam paratifoid. paratifoid B adalah yang paling sering ditemukan. Masa Inkubasi Masa inkubasi tergantung pada besarnya jumlah bekteri yang menginfeksi. . S. mungkin juga kejadiannya lebih banyak daripada yang dilaporkan. (Brooks. enterica yaitu : S. dan antigen H (dapat didenaturasi dengan panas dan alkohol). Asia Selatan. S. polisakarida). Lalat dapat juga berperan sebagai perantara penularan memindahkan mikroorganisme dari tinja ke makanan. Salmonella memiliki karakteristik memfermentasikan glukosa dan mannose tanpa memproduksi gas. Paratyphi B. F. Typhi mempunyai nilai yang tinggi untuk melakukan identifikas terhadap isolat.lain yang umum digunakan untuk demam tifoid. Paratyphi C. Untuk demam paratifoid dikenal ada 3 serovarians S. Untuk tujuan studi epidemiologi maka prosedur pemeriksaan laboratorium “phage typing” dan “pulsed field geelectrophoresis” dari S. H. buah-buahan. Kebanyakan isolat yang dikumpulkan pada tahun 90an dari Asia Tenggara. trimetroprim/sulfametoksasol. kerentanan ini meningkat pada orang yang menderita akhlorhidria atau pada orang yang menderita infeksi HIV. Imunitas dapat juga muncul setelah pemberian imunisasi. antigen Vi (tidak tahan panas. Demam paratifoid muncul secara sporadis atau muncul sebagai KLB terbatas. sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Antigen ini dapat digunakan untuk pemeriksaan penegak diagnosis. Penyakit demam Tifoid ini bisa menyerang saat kuman tersebut masuk melalui makanan atau minuman. Timur Tengah dan Afrika Timur Laut adalah strain yang membawa plasmid dengan faktor R yang membawa kode resistens terhadap berbagai jenis antibiotika yang dulu umum dipakai untuk mengobati demam tifoid seperti kloramfenikol. Dibeberapa negara penularan terjadi karena mengkonsumsi kerang kerangan yang berasal dari air yang tercemar. amoksisilin. Etiologi penyakit Demam tifoid disebabkan oleh S. Di dalam makanan mikroorganisme berkembang biak memperbanyak diri mencapai dosis infektif. 2005). paratifoid A lebih jarang dan yang paling jarang adalah paratifoid C. Mekanisme penularan Penularan terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh tinja dan urin dari penderita atau carrier. sayur-sayuran mentah yang dipupuk dengan kotoran manusia.

Sediakan air yang aman bagi perorangan dan rumah tangga. 5. Dan dari tiga sampel yang berturut-turut diambil dengan hasil negatif minimal satu sampel harus diambil dengan cara melakukan lavemen/klisma. Carrier dilarang untuk menangani/menjamah makanan dan dilarang merawat penderita. 4. 6. Lakukan pengawasan yang ketat terhadap sanitasi dan aspek kesehatan lainnya terhadap produksi. 9. khusus untuk daerah endemis schistosomiasis sampel yang diambil adalah sampel urin. Terapkan peraturan yang ketat tentang prosedur jaga mutu terhadap industri yang memproduksi makanan dan minuman. Berantas lalat dengan menghilangkan tempat berkembang biak mereka dengan sistem pengumpulan dan pembuangan sampah yang baik. Lindungi sumber air masyarakat dari kemungkinan terkontaminasi. Yang bersangkutan dapat dibebaskan dari larangan ini apabila sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu tiga kali berturut-turut sampel tinja yang diperiksa menunjukkan hasil negatif. Budayakan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan. 11. Promosikan pemberian air susu ibu kepada bayi yang sedang menyusui. Pembuatan kultur dari sampel limbah dapat membantu untuk menentukan lokasi carrier. Ditempat yang tidak ada jamban. Batasi pengumpulan dan penjualan kerang-kerangan dari sumber yang jelas yang tidak tercemar. Hal ini terutama penting bagi mereka yang pekerjaannya sebagai penjamah makanan dan bagi mereka yang pekerjaannya merawat penderita dan mengasuh anak-anak. Buanglah kotoran pada jamban yang saniter dan yang tidak terjangkau oleh lalat. Hindari kemungkinan terjadinya pencemaran (backflow) antara sistem pembuangan kotoran (sewer system) dengan sistem distribusi air. simpan makanan dalam lemari es pada suhu yang tepat. Lakukan pasteurisasi terhadap susu dan produk susu. Penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini menemukan bahwa penggunaan derivate quinolone yang baru yang diberikan secara oral memberikan hasil yang baik untuk mengobati carrier walaupun ada kelainan empedu. Gunakan air yang sudah diklorinasi untuk proses pendinginan pada waktu dilakukan pengalengan makanan. Terapkan standar kebersihan pada waktu menyiapkan dan menangani makanan. penderita yang sudah sembuh dan kepada carrier tentang cara-cara menjaga kebersihan perorangan. Pemakaian kertas toilet yang cukup untuk mencegah kontaminasi jari. Rebuslah kerang sebelum dihidangkan. Sampel diambil dengan interval satu bulan dan 48 jam setelah pemberian antibiotika terakhir. penyimpanan dan distribusi produk susu. 8. Beri penjelasan yang cukup kepada penderita. Jika bepergian untuk tujuan pikinik atau berkemah air yang akan diminum sebaiknya direbus atau diberi bahan kimia.I. Lakukan pemurnian dan pemberian klorin terhadap air yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Standar kebersihan ini berlaku untuk makanan yang disiapkan dirumah tangga maupun yang akan disajikan untuk umum. sediakan fasilitas untuk mencuci tangan secukupnya. Lakukan identifikasi terhadap carrier dan lakukan pengawasan terhadap mereka. pemasangan kasa. Sampel yang baik adalah tinja segar. 10. Perhatian khusus harus diberikan pada salad dan makanan lain yang dihidangkan dalam keadaan dingin. pilihlah makanan yang panas dan buah-buahan sebaiknya dikupas sendiri. 7. tinja ditanam jauh dari sumber air dihilir. Lalat dapat juga diberantas dengan menggunakn insektisida. Jika kita kurang yakin akan standar kebersihan ditempat kita makan. Rebuslah susu dan air yang akan dipakai untuk makanan bayi. perangkap lalat dengan menggunakan umpan. 2. Berikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya mencuci tangan setelah buang air besar dan sebelum memegang makanan dan minuman. Carrier kronis harus diawasi dengan ketat dan dilarang melakukan pekerjaan yang dapat menularkan penyakit kepada orang lain. Jamban konstruksinya dibuat sedemikian rupa agar tidak dapat dimasuki lalat. Cara Control Pemberantasan Pencegahan 1. untuk mengetahui apakah telah terjadi penyembuhan . 3.

Tidak ada vaksin yang efektif untuk demam paratifoid A. sampai 3 kali beturu-turut sampel yang diambil hasilnya negatif. Vaksin yang tersedia adalah vaksin oral hidup yang mengandung S. anggota keluarga dengan carrier. Lakukan pemusnahan terhadap makanan yang diduga sebagai sumber penularan. Isolasi: Pada waktu sakit. Disinfeksi serentak: Disinfeksi dilakukan terhadap tinja. karena kurang reaktogenik. 4. mereka yang tinggal didaerah endemis. Titer antibodi terhadap purified Vi polysaccharide mengidentifikasikan yang bersangkutan adalah carrier. Pengobatan spesifik: Meningkatnya resistensi terhadap berbagai macam strain menentukan jenis obat yang dipakai untuk terapi secara umum. Dosis booster perlu diberikan kepada mereka yang secara terus menerus mempunyai risiko tertular. Tifoid wajib dilaporkan disebagian besar negara bagian dan negara didunia. 2. untuk orang dewasa ciprofloxacin oral dianggap sebagai obat pilihan terutama untuk penderita tifoid di Asia. Penderita schistosomiasis yang menderita tifoid selain pemberian terapi untuk tifoidnya maka diberikan juga praziquantel untuk menghilangkan kemungkinan cacing schistosoma membawa basil S. mefloquine. Laporan kepada institusi kesehatan setempat. Di negara maju dengan fasilitas sistem pembuangan kotoran yang baik. Namun vaksinasi masih bermanfaat diberikan kepada mereka yang terpajan dengan carrier. . kontak dan lingkungan sekitarnya 1. mereka yang bepergian kedaerah endemis. air. carrier dan melacak makanan. Sampel yang diambil adalah tinja dan urin untuk penderita di daerah endemis schistosomiasis. Vaksin dosis tunggal yang mengandung Vi antigen polisakarida adalah vaksin pilihan. Jika salah satu sampel memberi hasil positif maka ulangi pembuatan kultur dengan interval satu bulan selama 12 bulan setelah onset. Untuk demam tifoid pemberian imunisasi tidak dianjurkan di AS. lakukan kewaspadaan enterik. Supervisi terhadap penderita dihentikan apabila sampel yang diambil 3 kali berturut-turut dengan interval 24 jam dan 48 jam setelah pemberian antibiotika terakhir memberikan hasil negatif. 6. makanan) yang tercemar yang menjadi sumber penularan.perlu dilakukan pemeriksaan kultur. Booster diberikan dengan interval antara 2 – 5 tahun tergantung jenis vaksinnya. Imunisasi terhadap kontak: Pemberian imunisasi rutin terhadap anggota keluarga. sebaiknya perawatan dilakukan dirumah sakit pada fase akut. 12. kerang-kerangan yang terkontaminsai. namun perlindungan yang diberikan tidak sebaik terhadap tifoid Pengawasan penderita. Saat ini imunisasi hanya diberikan kepada mereka dengan risiko tinggi seperti petugas laboratorium mikrobiologis. tinja dapat dibuang langsung kedalam sistem tanpa perlu dilakukan disinfeksi terebih dulu. 7. Dilakukan pembersihan menyeluruh. Pengambilan sampel tidak boleh kurang dari satu bulan setelah onset. Karantina: Tidak dilakukan 5. Lakukan investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi: Sumber infeksi yang sebenarnya dan sumber infeksi yang potensial harus diidentifikasi dengan cara melakukan pelacakan penderita yang tidak dilaporkan. Lakukan pelacakan secara intensif terhadap penderita dan carrier yang berperan sebagai smber peularan. dan vaksin parenteral yang beredar adalah vaksin dosis tunggal yang berisi Vi antigen polisakarida. kelas 2A (Lihat tentang pelaporan penyakit menular). Demam paratifoid: ujicoba dilapangan dengan menggunakan vaksin oral tifoid (Ty21a) memberikan perlindungan parsial terhadap paratifoid. Typhi Penanggulangan wabah 1. 2. Oleh karena sering menimbulkan efek samping yang berat maka vaksin “whole cell” yang diinaktivasi dianjurkan untuk tidak digunakan. susu. petugas kesehatan dengan vaksin tifoid kurang begitu bermanfaat walaupun mereka terpajan dengan penderita tifoid. Vaksin oral yang berisi Ty21a jangan diberikan kepada penderita yang sedang mendapatkan pengobatan antibiotika atau pengobatan anti malaria. Jika ditemukan tipe phage yang sama pada organism yang diisolasi dari penderita dan carrier menunjukan telah terjadi penularan. Cari dan temukan media (air. 3. Typhi strain Ty21a (diperlukan 3 – 4 dosis dengan interval 2 hari). Seluruh anggota grup pelancong yang salah satu anggotanya adalah penderita tifoid harus diamati. urin dan alat-alat yang tercemar.

Singkirkan seluruh suplai susu dan makanan yang diduga tercemar untuk tidak dikonsumsi pada saat sampai diketahui bahwa susu dan makanan tersebut aman untuk dikonsumsi. Heymann. Apa saja kriteria suatu kejadian penyakit dikatakan wabah atau KLB ? Suatu penyakit atau keracunan dapat dikatakan KLB apabila memenuhi kriteria sebagai berikut : a) Timbulnya suatu penyakit/penyakit menular yang sebelumnya tidak ada/tidak dikenal. air dari sumber yang diduga tercemar tersebut jangan digunakan. tahun). Juwono R. 4. e) Angka rata-rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya. John E.id — fitridiahkusuma @ 1:20 pm 1. John E. and Raphael Dolin Eds. Referensi: Budiyono M. 1986.undip. 2005. -minggu 8 = 5 kasus.org/guidelines/typhoid. Terhadap sumber air yang diduga tercemar dilakukan klorinasi sebelum digunakan dengan supervisi yang ketat. Ed. Carriers dan Kontak. -minggu 10= 15 kasus. Soewandoyo E. dan Eds Dolin Raphael.org/guidelines/typhoid. d) Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya. i) Beberapa penyakit yang dialami 1 atau lebih penderita : Keracunan makanan. f) Case Fatality Rate (CFR) dari suatu penyakit dalam suatu kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibanding dengan CFR dari periode sebelumnya. Heymann. Apabila tindakan klorinasi tidak dapat dilakukan. Bennett. Typhus Abdominalis dengan Penyakit Perdarahan Usus yang massif. Pemberian imunisasi secara rutin tidak dianjurkan. 2005. http://www. Gerald L.. 2004.3. dua kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (hari. -minggu 9 = 10 kasus . 5. bulan. b) Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam. Keracunan pestisida .edcp. c) Peningkatan kejadian penyakit/kematian. Carriers and Contacts. Http://www. DHF/DSS. Bennett. semua air minum harus diklorinasi. 2004. diberi iodine atau direbus sebelum diminum. g) Propotional rate (PR) penderita baru dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding periode yang sama dan kurun waktu atau tahun sebelumnya.cfm Gerald L.cfm Tinggalkan sebuah Komentar Desember 13. hari. tahun). h) Beberapa penyakit khusus : kolera.ac. Mandell. 2010 Dasar Epidemiologi “Pengantar Wabah / KLB” Filed under: http://fkm. Maryland Pedoman untuk Penyidikan dan Pengelolaan Kasus Demam Tifoid. Edition).Prinsip dan Praktek Penyakit Menular (6 th Edition). Lakukan pasteurisasi atau rebuslah susu yang akan dikonsumsi. minggu.edcp. Mandell. minggu. DL. DL. Manual Pengendalian Penyakit Menular (18 th Edition). Ed. bulan. Edition). MKI 36(4): 173¬83.

dll. @ Stakeholders dalam sistem kesehatan terdapat 2 jenis. Pada umumnya kelompok ini sebagai kelompok target dari implementasi sistem kesehatan. yaitu : 1. dalam penyakit menular yang ditularkan dari individu ke individu. Pencegahan KLB : a) Penanggulangan sumber pathogen. -Isolasi dan atau obati orang yang terinfeksi. Dinkes. yang dapat disebut stakeholder pendukung. -Memutus sumber lingkungan. Semakin besar proporsi individu yang kebal. -Tingkatkan sanitasi perorangan. Stakeholders aktif. yang pada umumnya tidak memiliki kewenangan resmi. 2. c) Modifikasi respon penjamu. Beberapa stakeholders dan peranan yang dapat dilakukan oleh stakeholders tersebut dalam masalah penyakit “malaria” : 1.2. b) Memutus rantai penularan.undip. Stakeholder ini dapat juga mendekati stakeholders aktif jika memiliki importance dan influence (pengaruh) untuk mendapatkan legitimate (pengakuan) dari stakeholders yang ada. Misalnya kelompok ini masyarakat publik dan swasta. Stakeholders aktif : @ Sektor dinas pendidikan Peranan : pemberian informasi tentang malaria ke sekolah melalui edukasi @ Antar bidang dalam seksi Dinas Kesehatan : a) Seksi penyehatan lingkungan Peranan : pemeliharaan lingkungan agar tidak terjadi sarang nyamuk b) Seksi promosi kesehatan . -Singkirkan sumber kontaminasi. Stakeholders ini pada umumnya yang mempunyai kewenangan resmi seperti Depkes. Teori Herd immunity menyatakan bahwa. -Penanggulangan transmisi vector.ac. -Imunisasi kelompok rentan. Apa yang dimaksud dengan Herd Immunity ? Herd Immunity (kekebalan kelompok) adalah bentuk kekebalan yang terjadi ketika vaksinasi dari sebagian besar dari penduduk (atau kelompok) memberikan ukuran perlindungan bagi individu yang belum mengembangkan kekebalan. semakin kecil kemungkinan bahwa individu rentan akan datang ke dalam kontak dengan individu menular. -Hindarkan orang dari paparan. rantai infeksi mungkin akan terganggu ketika sejumlah besar populasi kebal terhadap penyakit. -Inactivasi / neutralisasi pathogen. -Pemakaian chemotherapy pencegahan FITRI E2A009011 DIAH KUSUMA Tinggalkan sebuah Komentar Tugas ke3\ “Peranan Stakeholders dalam mengatasi Penyakit Malaria & PD3I” Filed under: http://fkm. Misalnya malaria dan PD3I (Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi). Stakeholders pasif.id — fitridiahkusuma @ 1:05 pm Stakeholder adalah orang yang berkepentingan atau berwenang dalam melakukan tindakan/ action secara tepat dan tepat dalam mengatasi masalah penyakit. yang dapat menjadi stakeholder kunci. 3.

yaitu : 1) Diagnosa Malaria harus terkonfirmasi atau Rapid Diagnostic Test. @Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan: merupakan penyelenggara kegiatan surveilans terhadap penyakit malaria. dan organisasi sosial yang ada. 6) Membuat kebijakan dalam pengendalian vektor penyakit malaria dan melakukan kontrol terhadap pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan. Bentuk peran lainnya adalah pengalokasian dana untuk program pemberantasan dan pencegahan penyakit malaria. 1) P2P (Program Pemberantasan Penyakit ) : orang-orang didalam lingkup P2P mereka akan bertindak memberantas penyakit malaria dilihat dari vektor nyamuknya. 3) Promosi Kesehatan : Divisi ini berperan mempromosikan hidup sehat agar terhindar dari penyakit malaria. dan perkumpulan-perkumpulan yang lain. Kebijakan ini menjadi langkah represif untuk penanganan dan pencegahan malaria dari Pemerintah kota/kabupaten langsung ke masyarakat. 3) Pencegahan penularan malaria dengan kelambu ( Long Lasting Insekticidal Net ). PKK.juga pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lingkungan. Seperti penggalakan program pemberantasan sarang nyamuk (fogging dan program 3M Plus) terhadap masyarakat. seperti posyandu. 3) Kelurahan : melaksanakan surat keptusan atau kebijakan mengenai pemberantasan malaria dengan cara memberitahukan kepada perangkat desa. 2) Pengobatan Menggunakan Combination Therapy/ ACT3). membabat tanaman-tanaman yang terlalau lebat (yang berpotensi sebagai habitat nyamuk Anopheles). 2) Sanitasi Lingkungan : orang-orang didalam lingkup sanitasi lingkungan akan membenahi sistem sanitasi di daerah yang bermasalah. sarana prasarana untuk imunisasi dan peningkatan program imunisasi di seluruh wilayah kecamatan. 1) Bupati : memberikan surat keputusan atau kebijakan kepada setiap kecamatan agar berperan aktif dalam pemberantasan penyakit malaria. Hasil kegiatan surveilans ini berupa data kesakitan malaria akan digunakan untuk penanganan masalah lebih lanjut. Kebijakan tersebut antara lain : a) Pelatihan petugas b) Penemuan aktif penderita c) Penatalaksanaan kasus dan pengobatan . Contohnya mempromosikan bersih-bersih selokan atau parit. Agar dinas kesehatan dapat melakukan tugas tersebut maka dilaksanakan surveilans untuk mengetahui perkembangan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. 5) Memperkuat Desa Siaga dengan pembentukan Pos Malaria Desa (Posmaldes). Dinas kesehatan berperan penting dalam program penanganan PD3I dalam hal penyediaan tenaga kesehatan.Peranan : membantu mempromosikan pemberantasan malaria di dinas pendidikan dan seksi penyehatan lingkungan c) Seksi pendayagunaan tenaga dan sarana kesehatan Peranan : peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam perawatan dan pengobatan malaria d) Seksi pencegahan dan pemberantasan penyakit Peranan : mencegah malaria agar tidak terjadi KLB e) Seksi pemantau penyakit Peranan : kegiatan pencatatan dan pedokumentasian pasien KLB. contohnya daerah yang memiliki genangan air limbah domestik yang tidak tepat maka sanitarian berhak memikirkan masalah ini. Peran Dinas Kesehatan yaitu membuat kebijakkan mengenai pengendalian malaria. penyuluhan tentang bahaya malaria oleh puskesmas setempat. 2) Kecamatan : memberikan surat keputusan atau kebijakan dari bupati kepada desa/kelurahan. Dinas yang terkait dalam stakeholders dan peranan dalam masala malaria: @Pemerintah Pemerintah kota/kabupaten berwenang dalam masalah kebijakan-kebijakan pencegahan dan penanggulangan malaria. 4) Kerjasama lintas sektor dalam forum gebrak malaria dan lintas program.

d) Pengendalian vector, antara lain : • Penemuan penderita malaria baik secara aktif melalui kegiatan Mass Blood Survey. • ( MBS ) maupun pasif ( rutin puskesmas ) • Pembagian kelambu berinsektisida kepada masyarakat miskin, ibu hamil, bayi dan balita. • Screening malaria bagi ibu hamil saat kunjungan trimester pertama pada tenaga kesehatan • Penyemprotan dinding luar rumah ( Indoor Residual Sprying ) e) Pos malaria desa f) Penyediaan sarana ( mikroskop, RDT ) bahan laboratorium dan obat-obatan (ACT). @Dinas lingkungan Dinas lingkungan mempunyai peran dalam pemantauan program 3m+ pada masyarakat secara berkala, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. @Puskesmas Puskesmas sebagai bagian dari dinas Kesehatan, melakukan sosialisasi dengan warga tentang Malaria. Peran :Memberikan penyuluhan langsung terhadap masyarakat yang bekerja sama dengan kader masyarakat. @Dinas Perkebunan Dinas perkebunan berperan dalam penataan tanaman perkebunan, sehingga dapat mengurangi habitat nyamuk Anopheles. @Dinas Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP & PL), Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kesehatan Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P). Pengendalian malaria dapat dilakukan melalui peran Dinas PP dan PL sebagai stakeholder terkait dengan habitat nyamuk anopeles yang terdapat di rawa, tambak yang terlantar, genangan air. Oleh karena itu dinas PP &PL dapat mengambil kebijakan dengan bekerjasama dengan dinas Pekerjaan Umum dalam pengendalian dan pembersihan habitat nyamuk Anopheles sp sebagai vektor penyebab malaria. @Dinas keimigrasian Sebagai stakeholder dinas keimigrasian bekerja sama dengan dinas perhubungan untuk memantau apakah transportasi yang digunakan bebas dari vektor nyamuk Anopheles. Oleh karena itu, transportasi yang akan menuju ke suatu daerah harus dilakukan pembersihan nyamuk Anopheles sebelum berangkat dan setelah tiba di suatu daerah terutama di daerah dengan endemis malaria. @Dinas peternakan Nyamuk vektor malaria banyak terdapat di tambak ikan yang tidak digunakan atau terabaikan. Dinas peternakan dapat berperan dalam melakukan kegiatan promosi mengenai habitat nyamuk vektor malaria atau dengan kata lain mengkomunikasikan dengan para pemilik tambak untuk membersihkan atau mengurus tambak ikan yang mereka punya.Dinas kehutanan dan Dinas Kesehatan bagian Promosi Kesehatan. Habitat nyamuk Anopheles juga terdapat di hutan-hutan tropis. Oleh karena itu, Dinas kehutanan dapat memberikan proteksi terhadap pekerja yang masuk hutan atau masyarakat yang berada di sekitar wilayah hutan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan bidang Promosi Kesehatan untuk memberi warning tentang apa yang harus dilakukan oleh masyarakat saat masuk hutan, seperti memakai lotion anti nyamuk, baju panjang, dan juga memberi kelambu pada masyarakat di sekitar hutan untuk memberi proteksi dari vektor malaria saat tidur. Pemberian penyuluhan bagi masyarakat dirasa perlu karena dengan adanya penyuluhan tersebut maka pengetahuan masyarakat akan bertambah mengenai penyakit malaria sehingga dapat merubah perilaku buruknya tentang kesehatan sehingga dapat terhindar dari penyakit malaria. 2. Stakeholders pasif : Masyarakat : Peranan :

• Membantu dinas kesehatan dalam pemberantasan malaria melalui kegiatan pemeliharaan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk. • Membantu petugas kesehatan dalam hal pelaporan kasus malaria ke pihak yang berwenang. • Mengikuti program pemerintah dalam penyuluhan malaria. PD3I (Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi terdiri dari : a. Hepatitis B, dapat dicegah dengan imunisasi HB ( pada usia < 7 hari ) dan DPT/HB b. TBC, khususnya TB pada anak, yang dapat dicegah dengan imunisasi BCG c. Diptheri, dapat dicegah dengan imunisasi DPT/HB dan DT d. Pertusis, dapat dicegah dengan imunisasi DPT/HB e. Tetanus, dapat dicegah dengan imunisasi DPT/HB pada sasaran bayi, DT pada sasaran kelas 1 SD, TT pada sasaran kelas 2 dan kelas 3 SD serta TT pada wanita usia subur ( WUS ) f. Poliomyelitis, yang dapat dicegah dengan imunisasi Polio g. Campak, dapat dicegah dengan imunisasi Campak. Contoh : Campak Adapun peran dari masing-masing stakeholder adalah: a. Departemen Kesehatan Memberikan akses pelayanan kesehatan yang terjangkau Melakukan usaha pemberantasan campak dengan tiga tahap, yaitu: -Tahap reduksi -Tahap eliminasi -Tahap eradikasi Melakukan surveilans campak b. Rumah Sakit Melakukan pengobatan untuk penderita campak, melakukan pelaporan, dan pendataan pada Dinas Kesehatan setempat dalam bentuk laporan yang berisi narasi singkat, table atau grafik yang menarik serta dilakukan secara berkala c. Puskesmas Melakukan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi campak Melakukan imunisasi campak gratis. REFERENSI Hartati, Emi. 2007. Pengaruh Faktor Perilaku Masyarakat terhadap Perolehan Imunisasi Campak di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2007. Diakses tanggal 8 Desember 2010. Diunduh dari: repository.usu.ac.id/xmlui/handle/123456789/6693 – KEPMENKES, RI. 2009. Eliminasi Malaria di Indonesia. Diakses tanggal 3 November 2010. Diunduh dari: http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_regulasi/KEPMENKES__NO___293_THN_2009_ TTG__ELIMINASI_MALARIA.pdf. KMPK, UGM. 2006. Kerjasama Lintas Sektor Penanggulangan Malaria di Bukit Menoreh Kabupaten Kulonprogo. Diakses tanggal 8 November 2010. Diunduh dari: http://www.lrc-kmpk.ugm.ac.id/id/UP-PDF/_working/No.7_Tedy_Chandra_01_06.pdf.

FITRI E2A009011

DIAH

KUSUMA

Tinggalkan sebuah Komentar

November 12, 2010

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI, TINDAK LANJUT DAN PENCEGAHANNYA
Filed under: http://fkm.undip.ac.id — fitridiahkusuma @ 3:13 am

A. MALARIA Satu penyakit yang disebabkan oleh sporozoa genus plasmodium dan ditularkan oleh nyamuk spesies Anopeles. Penyakit ini ditandai dengan demam yang sering berkala (periodic) dengan berbagai derajat, kurang darah (anemia), limpa membesar, serta dengan berbagai kelompok gejala (sindrom) karena gangguan pada hati, otak, dan ginjal. Salah satu publikasi mengemukakan bahwa penyakit malaria menjadi masalah di 100 negara di dunia, menimpa lebih dari 2 juta penduduk. Diperkirakan 90% dari jumlah ini ada di Negara tropis di Afrika. Golongan yang beresiko tertular malaria, antara lain: Ibu hamil. Pelancong yang tidak memiliki kekebalan terhadap malaria. Pengungsi. Pekerja yang berpisah ke tempat yang endemis malaria. Penyebaran Penyakit Penyakit malaria salah satu penyakit parasit yang terbesar luas di seluruh dunia meskipun umumnya terdapat di daerah berlokasi antara 60º Lintang Utara -40º Lintang Selatan. Tetapi distribusi plasmodium biasanya tidak merata. 1. Plasmodium vivac Terbesar di daerah tropis dan subtropis dan beriklim panas seperti daerah Timur Tengah, Iran, Pakistan, Bangladesh, India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Afrika bagian tengah dan bagian timur. Tetapi tidak terdapat diantara penduduk kulit hitam di Afrika bagian barat. 2. Plasmodium falciparum Umumnya terdapat di daerah beriklim panas dan lembab. Di daerah Barat yang beriklim tropis, Afrika Tengah dan beberapa daerah di Afrika Timur, beberapa daerah di Timur Tengah, India bagianUtara, Tengah dan Selatan. Beberapa daerah di Bangladesh, Pakistan, Myanmasr, Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia. Juga terjadi di Filipina dan Negara di Kepulauan Samudra Pasifik seperti Haiti,dan Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. 3. Plasmodium malaria Terdapat terutama didaerah tropis Afrika, Amerika Selatan, India, Sri Lanka, dan Malaysia. Plasmodium, lebih jarang ditemukan, sering ditemukan di Afrika Timur, Afrika Tengah dan Barat, beberapa daerah Afrika Utara Timur, Amerika Selatan, dan beberapa kasus dilaporkan dari Timur Jauh. Penyakit malaria bisa terjadi bila memenuhi kondisi: 1. Ada nyamuk Anopeles yang sesuai. 2. Ada penduduk yang peka. 3. Ada penduduk yang tidak mempunyai kekebalan terhadap malaria. 4. Kondisi lingkungan, suhu 18-29ºC dan ketinggian < 2.000m di atas permukaan laut. Gambaran Klinis Masa inkubasi biasanya 10-14 hari dengan variasi 9-30 hari. Penyebaran penyakitmalaria belakangan ini sudah berubah berkat keberhasilan kampanye pemberantasan malaria oleh Badan Kesehatan Dunia. Infeksi Plasmodium falciparum pada orang yang daya tahannya lemah sering bias fatal, sedangkan infeksi

Batuk darah. Berpeluh. Obat nyamuk bakar. Kawat kasa harus dipasang pada setiap lubang yang ada pada rumah. 4. nyeri otot-otot. 3. berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan. Kekurangan darah (anemia) dapat menyebabkan kerosakan otak secara langsung dan pesakit boleh berada dalam keadaan koma.5 cm). berat badan menurun. Menurut perkiraan WHO. sakit sendi. 1/3 penduduk dunia saat ini telah terinfeksi M. TB PARU (Tuberculosis Paru) Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Obat nyamuk gosok (repellant) B. Berbagai macam obat nyamuk yang beredar di masyarakat dari yang tidak mengandung bahan aktif sampai yang mengandung insektisida. Kabar baiknya adalah orang yang terinfeksi M. rasa sejuk dan panas secara bergilir-gilir merupakan ‘symptom’ klasik malaria. TBC terutama menyerang paru-paru sebagai tempat infeksi primer. Gejala Umum :• Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 minggu atau lebih Gejala lain yang sering dijumpai : Dahak bercampur darah. dan muntah. kekejangan dan anemia. seperti batuk berdahak kronis. berkeringat tanpa sebab di malam hari. TBC juga ditularkan melalui susu. tulang. ovale. nafsu makan menurun. badan kurus atau berat badan menurun. Sesak nafas dan rasa nyeri dada. dan penurunan nafsu makan. Pada sedikit kasus. sesak napas. tuberculosis tidak selalu menderita penyakit TBC. Selain itu badan terasa capek. Jumlah lubang pada kawat kasa yang dianggap optimal 14-16 per inci (2. dan selaput otak. Memasang kawat kasa pada jendela. bakteri yang berperan adalah Mycobacterium bovis. imunitas tubuh sangat berperan untuk membatasi infeksi sehingga tidak bermanifestasi menjadi penyakit TBC. nyeri dada. Banyak penduduk menganggap bahwa penggunaanya menyebabkan perasaan yang lebih panas di ruangan yang telah penuh sesak. Badan lemah. 2. Pemeriksaan Klinis Pemeriksaan pertama terhadap keadaan umum pasien mungkin ditemukan konjungtiva mata atau kulit yang pucat karena anemia. Manifestasi Klinis Penderita TBC akan mengalami berbagai gangguan kesehatan. rasa kurang enak badan (malaise). Yang klasik pada malaria adalah timbul demam yang sering berkala (periodic) disertai sakit kepala. Semuanya itu dapat menurunkan produktivitas penderita bahkan kematian. 5. Penggunaannya dewasa ini sudah jauh berkurang karena diangggap kurang praktis. Seorang penderita TBC dapat menularkan penyakit kepada 10 orang di sekitarnya. Tanda-tanda Penyakit Malaria Tanda-tanda serangan parasit malaria termasuklah demam. Kelemahan obat nyamuk adalah timbul iritasi pada orang yang sensitf sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan. .oleh Plasmodium lain (vivac. menggeletar. mual. TBC dapat juga menyerang kulit. TBC merupakan penyakit yang sangat infeksius. Menggunakan kelambu. Kelambu merupakan alat yang telah digunakan sejak dahulu. demam subfebril. tuberculosis. Selain itu. Bahannya bermacam-macam mulai tembaga aluminium sampai plastic. suhu demam (subfibris). kelenjar limfe. Kesulitan biasanya pada pemasangan di pintu dimana biasanya diperlukan pintu ganda. sedikit diare. Pada keadaan yang terakhir ini. Pencegahan Cara yang dapat digunakan : 1. demam meriang lebih dari satu bulan. Dalam hal ini. TBC menular melalui droplet infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat. dan malaria) jarang menimbulkan sakit serius dan jarang mematikan.

populasi denganpendapatan yang rendah. Ukuran tes Mantoux ini sebesar 5mm diinterpretasikan positif pada kasus-kasus : 1. Individu dengan kondisi kesehatan tertentu. dianggap positif biasanya pada kasus-kasus seperti : 1. yang sebelumnya tidak mendpatkan terapo OAT yang adekuat 4. sedangkan menurut penelitian. tapi harus dilakukan serial rontgen dada. Tetapi bila infiltrat ini diliputi oleh penebalan pleura. Bila dicurigai infiltrat yang agak luas. Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan definisi kasus-yaitu 1. kasar. Adanya infeksi primer digambarkan dengan nodul terkalsifikasi pada bagian perifer paru dengan kalsifikasi dari limfe nodus hilus 2. diukur. Hasil pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung : BTA positif atau BTA negative 3. 80% penduduk indosia sudah pernah terpapar intigen TBC. Pemeriksaan penunjang • Tuberculin skin testing Dilakukan dengan menginjeksikan secara intracutaneous 0. Penderita yang lama mondokdirumah sakit 5. Individu yang menggunakan Narkoba dan status HIV-ny tidak diketahui Sedangkan ukuran 10mm uji tuberculin.Tempat kelainan lesi TB yang perlu dicurigai adalah bagian apeks paru. dan nyaring. area yang menonjol (indurasi). sehingga akan banyak memberikan false positif. Individu dengan rontgen dada yang abnormal yang mengindikasikan gambaran proses penyembuhan TBC yang lama. Riwayat pengobatan sebelumnya : baru atau sudah pernah diobati 4. Anak kecil yang berusi kurang dari 4 tahun Uji ini sekarang sudah tidak dianjurkan dipakai. Tidak hanya melihat apakah penyakit tersebut dalam proses progesi atau regresi. Tingkat keparahan penyakit : penyakit ringan atau berat Klasifikasi . memberikan gambaran efusi pleura yang biasanya terjadi secara massif 4. kecuali penderita HIV 2. TB pleurisy. Sedangkan proses reaktifasi TB akan memberikan gambaran : a) Nekrosis b) Cavitasi (terutama tampak pada foto posisi apical lordotik) c) Fibrosis dan retraksi region hilus d) Bronchopneumonia e) Infiltrate interstitial f) Pola milier g) Gambaran diatas juga merupakan gambaran dari TB primer lanjut 3. termasuk kelompok ras dan etnik yang beresiko tinggi 4. Memiliki kontak yang erat dengan penderita TBC yang infeksius 3. Klasifikasi penyakit dan tipe penderita Penentuan klasifikasi penyakit dan tipe penderita TB memerlukan “definisi kasus” yang memberikan batasan baku dari setiap klasifikasi dan tipe penderita. Pemeriksaan radiologis 1. suara nafasnya menjadi vesikular melemah. Dalam wkatu 48 – 72 jama. Akan didapatkan juga suara nafas tambahan berupa ronkhi basah. Individu yang memiliki atau dicurigai terinfeksi HIV 2. bukan eritema.1ml Tween-stabilized liquid PPD pada bagian punggung atau dorsal dari lengan bawah. walaupun tidak bermanifestasi. maka akan didapatkan perkusi yang redup dan auskultasi nafas bronkial.karena uji ini haya menunjukkan ada tidaknya antibodi anti TBC pada seseorang. Aktivitas dari kuman TB tidak bisa hanya ditegakkan hanya dengan 1 kali pemeriksaan rontgen dada. Organ tubuh yang sakit : paru atau ekstra paru 2. Tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Individu yang menggunakan Narkoba (jika status HIV-ny negative) 3.

. tulang. TB saluran kencing dan alat kelamin. Tuberculosis Ekstra Paru Tuberculosis ekstra paru adalah tuberculosis yang menyerang organ tubuh selain jaringan paru. misalnya pleura (selaput paru). Tuberkulosis Paru BTA positif 2. Tuberkulosis Ekstra Paru Berat Misal : meningitis. Ethambutol. pleuritis eksudatif unilateral. 2. kulit. Program pengobatan tersebut dikenal dengan nama DOTS (Direct Observed Treatment Shortcourse). ginjal. Ada beberapa tipe penderita. Tuberkulosis Ekstra Paru Ringan Misal : TB kelenjar limfe. peritonitis. TB Ekstra Paru dibagi menjadi 2 yaitu : 1. 6. kelejar limfe. selaput jantung. Kasus baru Adalah penderita yang belum pernah diobati dengan OAT atau sudah pernah menelan OAT kurang dari satu bulan (30 dosis harian) 2. sendi dan kelenjar adrenal. Gagal Adalah penderita BTA positif yang masih tetap positif atau kembali menjadi positif pada akhir bulan ke-5 atau lebih. alat kelamin dan lain-lain.a. kemudian kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif 3. Tipe Penderita Tipe penderita ditentukan berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya. saluran kencing. Kasus berobat setelah lalai (pengobatan setelah default/drop-out) Adalah penderita TB yang kembali berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif setelah putus berobat 2 bulan atau lebih. Tuberculosis Paru Tuberculosis paru adalah tuberculosis yang menyerang jaringan paru. Isoniazid. tulang (kecuali tulang belakang). rontgen positif yang menjadi BTA positif pada akhir bulan ke-2 pengobatan. Pindahan (transfer in) Adalah penderita TB yang sedang mendapatkan pengobatan disuatu kabupaten lain dan kemudian pindah berobat ke kabupaten ini. Obat yang digunakan adalah kombinasi dari Rifampicin. Tuberkulosis Paru BTA negative b. Termasuk dalam kelompok ini adalah kasus kronik (adalah penderita yang masih BTA positif setelah menyelesaikan pengobatan ulang dengan kategori 2) Pengobatan tuberkulosis Saat ini telah dapat dilakukan pengobatan TBC secara efektif dan dalam waktu yang relatif singkat. pleuritis eksudatif dupleks. TB Paru dibagi menjadi 2 yaitu : 1. usus. perikarditis. 5. dan Streptomycin. Pyrazinamid. yaitu : 1. TB tulang belakang. Penderita tersebut harus membawa surat rujukan/pindahan (FORM TB 09) 4. Lain-lain Semua penderita lain yang tidak memenuhi persyaratan tersebut diatas. TB usus. Pengobatan dilakukan dalam waktu 6-8 bulan secara intensif dengan diawasi seorang PMO (Pengawas Menelan Obat) untuk meningkatkan ketaatan penderita dalam minum obat. Berdasarkan tingkat keparahannya. Kambuh (relaps) Adalah penderita TB yang sebelumnya pernah mendapatkan terapi TB dan etlah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap. milier. Adalah penderita BTA negative. persendian.. selaput otak. tidak termasuk pleura (selaput paru) Berdasarkan pemeriksaan dahak.

dan eklamsia. Penyelidikan Epidemiologi b. Jika orang sudah terkena campak maka sepanjang hidupnya tidak akan terkena penyakit ini lagi. infeksi. yaitu dengan mengambil spesimen. KLB campak harus segera didiagnosa secara dini (early diagnosis) dan segera ditanggulangi (out break respons) agar KLB tidak meluas dan membatasi jumlah kasus dan kematian. serta beberapa sampel urine kasus campak untuk isolasi virus. c) Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian ibu: tingkat pendidikan ibu yang masih rendah terutama yang berada di pedesaan sehingga ibu tidak mengetahui betapa pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan. lndikasi penyelidikan KLB Campak dilakukan apabila hasil pengamatan SKD KLB/PWS kasus campak ditemukan indikasi adanya peningkatan kasus dan penyelidikan Pra KLB menunjukkan terjadi KLB. bintik di belakang telinga. Hasil penyelidikan epidemiologi: a) Penyebab: 90 % disebabkan oleh komplikasi obstetri. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak pra sekolah dan anak-anak SD. demam tinggi. ditandai dengan demam. mata merah dan berairi. Penanggulangan KLB campak Penanggulangan KLB campak didasarkan analisis dan rekomendasi hasil penyelidikan KLB campak. dan waktu sakit kasus kurang dari 21 hari.C. konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. kondisi sosial budaya di Indonesia yang lebih mengutamakan bapak dibandingkan ibu ataupun . Pemeriksaan Laboratorium Untuk mendukung diagnosa campak pada saat KLB. batuk kering. b) Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu: memperluas cakupan pelayanan ante natal care (ANC) melalui pemeriksaan kehamilan. Penanggulangan c. Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu intervensi kesehatan yang efektif untuk mencegah kematian ibu. KEMATIAN IBU Penyelidikan epidemiologi kematian ibu adalah pencarian kejadian kematian ibu. diare. CAMPAK Penyakit ini adalah suatu infeksi virus yang sangat menular. bintik putih pada bagian dalam pipi sebelah depan gigi geraham. yaitu perdarahan. maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. pilek. Gejala Gejala-gejala yang nampak pada penderita campak antara lain. meskipun tidak menutup kemungkinan menyerang orang dewasa yang belum pernah terkena penyakit ini. Perneriksaan spesimen di laboratorium. darah sebanyak 10-15 penderita baru. media masa dll. Strategi penanggulangan KLB Campak : a. Penyelidikan dan penanggulangan KLB Dalam tahap reduksi campak maka setiap KLB campak harus dapat dilakukan penyelidikan epiderniologi balk oleh surveilans puskesmas maupun bersama-sama dengan surveilans dinas kesehatan. D. tenggorokan sakit. Terkadang jika penderitanya anak-anak akan terjadi muntah muntah. pilek. Penyelidikan Epidemiologi KLB campak : KLB campak harus segera diselidiki untuk melakukan diagnose secara dini (early diagnosis). Dengan adanya pemeriksaan kehamilan banyak penyulit yang dapat dikenal dan dikurangi/dihilangkan sama sekali sehingga kehamilan dan persalinan dapat berlangsung lebih aman. dilakukan sesegera mungkin agar transmisi virus dapat dihentikan dan KLB tidak meluas serta rnembatasi jumlah kasus dan kematian. Tatacara pengambilan dan pegiriman sampel laboratorium campak serta laboraratorium rujukan sampel lihat lampiran. atau adanya laporan peningkatan kasus atau kematian campak dari rnasyarakat. agar penanggulangan dapat segera dilaksanakan. batuk.

Zulkifli Amin. diabetes mellitus. Jakarta: UI http://www. Tuberkulosis Paru. Hasil penyelidikan epidemiologi: a) Penyebab: infeksi.html. penyakit jantung. 2007.id — fitridiahkusuma @ 2:27 am BAB I PENDAHULUAN I. dan terjadi kelainan kongenital. dengan memperhatikan berbagai perubahan yang terjadi pada penduduk . Filed under: http://fkm. 2010 EPIDEMIOLOGI DAN PERANANNYA DI DALAM PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN DI MASYARAKAT.com/ penyakit. Di samping itu perkembangan epidemiologi adalah sebagai suatu bidang ilmu yang mempelajari keadaan dan sifat karakteristik suatu kelompok penduduk tertentu.htm. melalui pemantauan status gizi dan pencegahan sedini mungkin berbagai penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi dasar sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. http://www.infopenyakit. berat badan lahir rendah. Daftar Pustaka Yatim. asfiksia neonatorum. riwayat penyakit sebelumnya seperti hipertensi. minum-minuman beralkohol. faktor perilaku ibu seperti kebiasaan merokok. http://www. asupan gizi ibu saat hamil.com/tbc/penyakit_tbc.html.DetikHealth. NAMA NIM REGULER 1 : FITRI : DIAH KUSUMA E2A009011 Tinggalkan sebuah Komentar Oktober 15. b) Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi: Meningkatkan derajat kesehatan anak. Macam. LAHIR MATI / KEMATIAN BAYI Penyelidikan epidemiologi lahir mati / kematian bayi adalah pencarian kejadian kematian bayi.semakin banyak pula macam penyakit yang mendera masyarakat. faktor genetik. kondisi tempat tinggal. Asril Bahar. minum-minuman beralkohol. faizal.ac. Semakin maju teknologi di bidang kedokteran . Tapi apakah benar hanya faktor tingkah laku saja yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Hal ini tentu saja di pengaruhi oleh faktor tingkah laku manusia itu sendiri.com/2007/12/penyakit-tuberkulosis-tbc.Diakses pada tanggal 11 November 2010. Pustaka Obor Populer: Jakarta. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. LATAR BELAKANG Masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat penting di hadapi oleh masyarakat saat ini.medicastore. faktor perilaku ibu saat hamil seperti: merokok.adanya pengambilan keputusan yang masih berorientasi pada kepala keluarga sehingga figure ibu sering ditempatkan pada posisi kedua dalam mengambil keputusan termasuk untuk memeriksakan kehamilan.Macam Penyakit Menular dan Cara Pencegahannya. 2006.undip. E. imaturitas. c) Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian bayi: faktor genetik.

Berbagai definisi dan pengertian telah dikemukakan oleh para ahli epidemiologi yang pada dasarnya memeliki kesamaan pengertian yakni epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari. epidemiologi modern dibagi atas : a) b) c) Epidemiologi lapangan Epidemiologi komunitas Epidemiologi klinik II.Untuk mengetahui ruang lingkup Epidemiologi. TUJUAN 1. 3. selain untuk penyakit menular wabah dapat diterapkan juga untuk penyakit menular bukan wabah. menganalisis.tersebut yang mempengaruhi derajat kesehatan dan kehidupan sosialnya. dan Endemi. penyakit tidak menular. Epidemik. Last 1988 (WHO): . Menurut sejarah perkembangan. Pengertian Epidemiologi. Epidemiologi modern: merupakan sekumpulan konsep yang digunakan dalam studi epidemiologi yang terutama bersifat analitik. serta masalah-masalah kesehatan lainnya. Pandemik. serta berusaha memecahkan berbagai masalah kesehatan maupun masalah yang erat hubungannya dengan kesehatan pada suatu kelompok penduduk tertentu. 4.Untuk mengetahui pengertian Epidemiologi. BAB II ISI A. 2.Untuk mengetahui Batasan Epidemiologi. 1. Menurut bidang penerapannya.Untuk mengetahui peran dalam Kesehatan Masyarakat. epidemiologi dibedakan atas : 1. 2. Epidemiologi klasik: terutama mempelajari tentang penyakit menular wabah serta terjadinya penyakit.

Welch: Suatu ilmu yang mempelajari timbulnya. penyakit dan perubahan pada penduduk. distribusi. dan sebagainya. 1972: Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya.Studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan. Dalam perkembangannya. W. Mausner dan Kramer : Studi tentang distribusi dan determinan dari penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia. dan pencegahan penyakit. 1. 1.1974: Epidemiologi adalah suatu studi mengenai terjadinya distribusi keadaan kesehatan. .Omran. Wade Hampton Frost. kanker. melainkan juga penyakit tidak menular. penyakit jiwa. Pandemik : suatu epidemi global atau wabah global yang merupakan terjangkitnya penyakit menular pada banyak orang dalam daerah geografi yang luas. dan jenis penyakit pada manusia menurut waktu dan tempat. 1. Oleh karena batasan epidemiologi menjadi lebih berkembang. kecelakaan lalu lintas. terutama penyakit infeksi menular.H. perjalanan. Mac Mahon dan Pugh 1970 : Epidemiologi adalah sebagai cabang ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia. Epidemik : Suatu keadaan dimana masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekuensi yang meningkat. masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja. Abdel R. 1. Endemik : Suatu infeksi dikatakan sebagai endemik pada suatu populasi jika infeksi tersebut berlangsung di dalam populasi tersebut tanpa adanya pengaruh dari luar. 1. Azrul Azwar: Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan. penyakit degenaratif. 1. begitu juga determinannya dan akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.

Epidemiologi Demografi. Epidemiologi Kesehatan Lingkungan. Ruang lingkup Epidemiologi. Epidemiologi Prilaku.Jadi pengertian epidemiologi secara umum adalah ilmu yang mempelajari distribusi (penyebaran). Batasan Epidemiologi. Secara garis besarnya jangkauan atau ruang lingkup epidemiologi antara lain: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) o) p) Epidemiologi Penyakit Menular. Di era modern dan perkembangan teknologi seperti sekarang ini memicu jangkauan epidemiolgi semakin meluas. segera terlihat bahwa dalam pengertian epidemiologi terdapat tiga hal yang bersifat pokok yakni: . B. serta penyebaran penyakit terhadap manusia dalam konteks lingkungan. Epidemiologi Kesehatan Jiwa. penyakit infeksi dan non infeksi. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Epidemiologi Kesehatan Darurat. determinan (faktor penentu). Epidemiologi Klinik. Epidemiologi Perencanaan. Epidemiologi Gizi. Epidemiologi Kausalitas. Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok menusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Epidemiologi Pelayanan Kesehatan. Epidemiologi Genetik. Epidemiologi Remaja. Dari batasan yang seperti ini. Epidemiologi Kesehatan Reproduksi. Epidemiologi Kesehatan Kerja. penyakit menular. C.

Untuk dapat mengetahui frekwensi suatu masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan yakni menemukan masalah kesehatan yang dimaksud untuk kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan tersebut. Melihat panjangnya waktu dimana terjadi perubahan angka kesakitan. Negara dengan Negara. Frekwensi masalah kesehatan Frekewensi yang dimaksudkan di sini menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia. besarnya keluarga. dan waktu ( time) 1. d. tahunan. Penyebaran masalah kesehatan Yang dimaksud dengan penyebaran masalah kesehatan disini adalah menunjuk pada pengelompokan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. Fluktuasi jangka pendek dimana perubahan angka kesakitan berlangsung beberapa jam. golongan etnik. Regional. Perubahan-perubahan secara siklus dimana perubahan-perubahan angka kesakitan terjadi secara berulang-ulang dengan antara beberapa hari. beberapa bulan (musiman). Orang (person). 2. atau padang pasir). Yakni menurut ciri-ciri manusia ( man ). Mempelajari hubungan antara waktu dan penyakit merupakan kebutuhan dasar didalam analisis epidemiologis. Waktu (time). Kota dan pedesaan. jenis kelamin. minggu. b. 2. pekerjaan.1. kelas sosial. Daerah atau tempat berdasarkan batas-batas alam (pegunungan. Pengetahuan mengenai distribusi geografis dari suatu penyakit berguna untuk perencanaan pelayanan kesehatan dan dapat memberikan penjelasan mengenai etiologi penyakit. penyakit sering dilakukan antara: . e. sungai laut. Disini akan dibicarakan peranan umur. Tempat (place). dan bul 2. Batas daerah-daerah pemerintahan. tempat ( place ). 3. status perkawinan. struktur keluarga dan paritas. oleh karena perubahan-perubahan penyakit menurut waktu menunjukkan adanya perubahan faktor-faktor etiologis. hari. c. maka dibedakan : 1. Perbandingan pola a. beberapa tahun.

Meninjau dari penjelasan tentang pengertian epidemiologi. Menyiapkan data / informasi untuk keperluan program kesehatan dengan menilai status kesehatan dalam masyarakat serta memberikan gambaran tentang kelompok penduduk yang terancam. 4. Perubahan-perubahan angka kesakitan yang berlangsung dalam periode waktu yang panjang. 3. Epidemiologi Deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi penyakit menurut orang. Pengamatan epidemiologi umumnya terbagi menjadi 2 tahap: 1. 5. batasan. Peranan Epidemiologi dalam keehatan masyarakat. Menerangkan tentang besarnya masalah dan gangguan kesehatan (termasuk penyakit) serta penyebarannya dalam suatu penduduk tertentu.3. seorang ahli epidemiologi atau epidemiolog memiliki peran-peran penting dalam kesehatan masyarakat. penyebaran dan ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. maka analitis disebut juga studi penjelas (explanatory). diantaranya adalah: 1. Ada beberapa peranan epidemiologi dalam kesehatan masyarakat. 2. Mengembangkan metodologi dalam menganalisis penyakit serta cara mengatasinya. Epidemiologi Analitis bertujuan untuk memperoleh penjelasan tentang factor-faktor penyebab penyakit. serta ruang lingkupnya. BAB III PENUTUP . baik penyakit perorangan ( tetapi dianalisis dalam kelompok ) maupun kejadian luar biasa ( KLB ) / wabah dalam masyarakat. bertahuntahun atau berpuluh tahun yang disebut “secular trends”. Membantu menilai beberapa hasil program kesehatan. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi/ factor determinan Menunjuk kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan. 2. D. Mencari / mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan atau penyakit dalam suatu masyarakat tertentu dalam usaha mencari data untuk penanggulangan serta cara pencegahannya. tempat dan waktu. baik yang menerangkan frekwensi. Karena berfungsi sebagai penjelas.

Murti. Epidemiologi Kesehatan Reproduksi.KESIMPULAN 1. Epidemiologi Remaja. Epidemiologi Kesehatan Darurat. Pengantar Epidemiologi. Timmerck. Epidemiologi : Suatu Penagntar. Epidemiologi Kausalitas. Epidemiologi Kesehatan Lingkungan. (1997). 4. Jakarta: Bina Rupa Aksara. Pengantar Epidemiologi. Peranan epidemiologi dalam masyarakat tidak hanya menganalisis penyakit. Epidemiologi Kesehatan Jiwa. ke-2. Jakarta: PT. Epidemiologi Perencanaan.2. Epidemiologi Kesehatan Kerja.Rineka Cipta. SARAN Epidemiologi dapat digunakan sebagai jalan untuk menerangkan penyebab suatu masalah kesehatan di masyarakat dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Epidemiologi Demografi. 2. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Jakarta: Rineka Cipta. Bhisma. Epidemiologi Pelayanan Kesehatan. A. (1999). Cet. faktor-faktor yang mempengaruhi/ factor determinan. Notoatmodjo. Bustan.wordpress. N.com/ . Jakarta : EGC FITRI DIAH KUSUMA/ E2A009011 http://fitridiahkusuma. Azrul. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat.Mei. Jangkauan ruang lingkup epidemiologi antara lain: Epidemiologi Penyakit Menular. Batasan epidemiologi antara lain: Frekwensi masalah kesehatan. Soekidjo 2003. penyebaran masalah kesehatan. dan Arsunan. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. ed. (1997). Epidemiologi adalah determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Thomas C. Epidemiologi Gizi. (2004). M. Epidemiologi Prilaku. Epidemiologi Genetik. Epidemiologi Klinik. DAFTAR PUSTAKA Azwar. tetapi dapat pula dikatakan menganalisis berbagai masalah yang ada di masyarakat 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful