BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Kehamilan adalah suatu peristiwa alami dan fisiologis yang terjadi wanita yang didahului oleh suatu peristiwa dalam uterus sampai proses persalinan. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kali disebut primigravida atau gravida 1. seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida. Kehamilan pertama bagi seorang wanita merupakan salah satu periode krisis dalam kehidupannya. Pengalaman baru ini memberikan perasaan yang bercampur baur, antara bahagia dan penuh harapan dengan kekhawatiran tentang apa yang akan dialaminya semasa kehamilan. Kecemasan tersebut dapat muncul karena masa panjang saat menanti kelahiran penuh ketidakpastian, selain itu bayangan tentang halhal yang menakutkan saat proses persalinan walaupun apa yang dibayangkannya belum tentu terjadi. Situasi ini menimbulkan perubahan drastis, bukan hanya fisik tetapi juga psikologis (Kartono, 1992). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikologi dan emosi seorang ibu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dalam kandungannya. Oleh karena itu, untuk ibu hamil, perlu mengetahui keadaan kehamilannya, perubahan fisik dan psikologis selama ia hamil, dan mendapat pengetahuan yang cukup dalam menjalani masa kehamilan sebelum memasuki tahap melahirkan nantinya sebab ”Happy Babies Begin With Happy Pregnancy”. pada

fertilisasi pembentukan zigot dan

akhirnya menjadi janin yang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan di

1

Bagaimana perubahan psikologis yang terjadi selama ibu hamil? 3. Untuk mengetahui pengaruh perubahan psikologis terhadap janin yang dikandung. Bagaimana kiat dalam menghadapi perubahan psikologis pada ibu hamil? 1. Bagaimana pengaruh perubahan psikologis terhadap janin yang dikandung? 4. Untuk mengetahui kiat dalam menghadapi perubahan psikologis pada ibu hamil. 2. 4. 2 .1. Bagaimana gambaran tentang proses kehamilan? 2.3 Tujuan Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui gambaran tentang proses kehamilan. 3. Untuk mengetahui perubahan psikologis yang terjadi selama ibu hamil.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini antara lain : 1.

64. Pertambahan berat badan rata – rata 7. yang lalu berkembang (dengan cara pembelahan sel secara besar-besaran) menjadi embrio. Perut akan berubah karena pembesara rahim 7. 32. dan seterusnya. kelompok sel yang terus tumbuh itu telah sampai di dalam rongga rahim dan melekatkan diri di dinding rahim (uterus). Pada trimester kedua. seorang pria akan mengeluarkan jutaan sperma saat melakukan persetubuhan. termasuk pembentukan dan perkembangan otak. dan ketiga.65 – 10. meskipun tidak semua hubungan seksual akan menghasilkan pembuahan. 8. Pembuahan itu sendiri berlangsung setelah terjadi hubungan seksual (persetubuhan) antara lawan jenis. hanya satu yang akan berhasil membenamkan diri dalam dinding sel telur yang sudah masak. Sel yang dibuahi akan membelah diri. Janin belum bergerak pada masa ini. Dalam keadaan normal. hanya terjadi sedikit kenaikan berat badan. yaitu trimester pertama. Janin mulai aktif bergerak pada periode ini. Pada akhir trimester kedua. Pada masa itu.6 cm diatas pusar.1 Proses Kehamilan Seorang wanita disebut hamil jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Dari berjuta-juta sel sperma tersebut. kedua.6 cm di bawah pusar.25 kg selama 13 minggu. Orang akan mengenali ibu yang sedang hamil. Trimester pertama adalah trimester yang sangat menentukan karena pada trimester inilah pembentukan organ yang fital telah dimulai. 3 . seorang wanita akan melepaskan sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi. Tahap-tahap kehamilan dikelompokkan menjadi tiga trimester. proses kehamilan akan berjalan terus sampai janin siap untuk dilahirkan ke dunia. Bila berlangsung normal.BAB II PEMBAHASAN 2. Seminggu setelah pembuahan. dan menyatukan dua inti sel. kemungkinan tidak melebihi 2. lalu 4. 16. Hasil pembuahan akan menghasilkan zigot. Selama periode ini. rahim akan membesar sekitar 7. mulai terjadi perubahan pada tubuh. Pembuahan hanya dapat terjadi ketika wanita sedang dalam masa subur. Mula-mula menjadi 2.8 kg termasuk pertambahan berat dari trimester pertama.

Dra. maka perhatian dan pikiran ibu hamil mulai tertuju pada sesuatu yang dianggap klimaks. Jadi. Bobot bayi bertambah pesat pada trimester ketiga. meskipun kemungkinan berat badan sebelumnya stabil. Kehamilan itu unik bagi setiap perempuan.5 – 20. 2006). Sebagian besar ibu hamil 4 . 2.. tidak perlu cemas bila kehamilan salah seorang perempuan mengalami pengalaman sedikit berbeda dengan ibu hamil lainnya. 1992). Tiap-tiap trimester membawa peranan penting dan sebisa mungkin harus dijaga dengan baik.2 Perubahan Psikologis Selama Ibu Hamil Bagi setiap wanita kehamilan yang dialaminya merupakan suatu kebahagiaan tersendiri dimana dengan kehamilan tersebut secara psikologis memberikan kepercayaan diri yang kuat bahwa ia adalah memang benar-benar telah menjadi wanita sejati. sangat normal apabila calon ibu mengalami mood swing. Menjelang persalinan. Bagi perempuan kehamilan adalah suatu anugerah yang ditunggu – tunggu kehadirannya. Di sisi lain kehamilan apalagi kehamilan pertama membawa efektifitas yang tidak bisa begitu saja disepelekan.5 – 15. Rasa takut menjelang persalinan menduduki peringkat teratas yang paling sering dialami ibu selama hamil (Lestaringsih. lesu. Dengan makin tuanya kehamilan.3 cm di atas pusar. seorang psikolog pada RSIA Hermina Bekasi menjelaskan bahwa : “Selama hamil. Secara sosial pun ia akan merasa lebih percaya diri dalam kehidupan bermasyarakat. Belum lengkap rasanya bagi seorang perempuan jika belum dapat melahirkan seorang keturunan.Pada trimester ketiga ibu akan mengalami banyak perubahan fisik selama trimester ini karena bayi tumbuh pesat. emosi dan suasana hati yang naik-turun secara fluktuatif. payah. sehingga kegelisahan dan ketakutan yang dialami ibu hamil akan semakin intensif saat menjelang persalinan (Kartono. Secara fisik ibu hamil akan merasa letih. Msi. rahim membesar 16. dan sebagainya. Sedangkan secara psikologis ibu hamil akan dibayangi dan dihantui rasa cemas dan takut akan hal-hal yang mungkin akan terjadi baik pada dirinya sendiri maupun pada bayinya. Total pertambahan berat badan ibu hingga trimester ketiga antara 11.75 kg. Risa Kolopaking.

Merasa tidak sehat & benci kehamilannya. Mengalami gairah seks yangg lebih tinggi. 9. Di samping faktor psikologis yang juga bisa sebagai pencetusnya. ♦ Trimester ketiga Dan pada trimester ketiga yang disebut dengan Periode Penunggu. ibu hamil mengalami perubahan psikologis seperti : 1. 2. Mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya sedang hamil. dll ♦ Trimester kedua Sedang pada trimester kedua atau disebut dengan Periode Kesehatan. gejala ini ada yang ringan. 3.mengalaminya. 5 . Slalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya. 8. tiap trimester membawa perubahan psikologis pada ibu hamil. 4. Penyebab secara internal. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa bebannya. perubahan psikologis yang terjadi yaitu : 1. gembira. 3. 4. Khawatir kehilangan bentuk tubuh. Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh keluarga. 7. Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. ibu hamil akan mengalami perubahan psikologis seperti : 1. Ibu mulai merasakan gerakan bayinya dan merasakan kehadiran bayi sebagai seseorang di luar dirinya. 5. Libido atau gairah seks meningkat. tapi libido turun. 6. Ibu sudah merasa sehat dan mulai bisa menerima kehamilannya. Sebagian besar perempuan bersikap ambivalen tentang kehamilannya. 2.” Dalam masa kehamilan yang terbagi atas tiga trimester. dan ada yang ekstrim. Perubahan – perubahan tersebut diantaranya : ♦ Trimester pertama Pada trimester pertama atau bisa disebut Periode Adaptasi. perubahan tubuh dan hormonal ibu hamil. Ketidakstabilan emosi dan suasana hati 10. Kehamilan masih dirahasiakan. Perasaan was-was. takut.

Antara lain. tak hanya sebatas perubahan fisik. Jika kondisi fisiknya kurang baik. Perubahan-perubahan tersebut wajar dan kerap kali umumnya terjadi pada ibu hamil. melainkan juga kesehatan psikologisnya. setiap ayah dan ibu harus menerima kenyataan bahwa perubahan yang dialami ibu hamil. Kondisi psikologis yang dialami ibu selama hamil. 4. kemudian akan kembali 6 . 2. Tidak sabaran dan resah. Tidak semua ibu menyadari bahwa aspek fisik dan psikis adalah dua hal yang terkait erat. seperti bentuk tubuh yang melebar dan kondisi emosi yang naik turun. dampaknya akan berbekas pada janin. Beban ini sering diperparah dengan munculnya trauma-trauma kehamilan. kepekaan meningkat. Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya. ibu hamil tidak boleh memperhatikan kesehatan fisik saja. maka proses berpikir. Untuk itu. kendali emosi dan tindakan yang bersangkutan dalam kehidupan sehari-hari akan terkena imbas negatifnya. Rasa tidak nyaman kembali terjadi merasa dirinya aneh dan jelek. saling pengaruh – mempengaruhi. Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya. Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam kondisi yang tidak normal.2. Bila beban trauma ini terus berlanjut. 3. 8. sehingga masalah yang dihadapi ibu pun makin kompleks. atau hampir tidak terpisahkan. suasana hati. Semakin ingin menyudahi kehamilannya. Salah satunya dengan menghindari trauma masa hamil yang dapat berujung pada stres. suasana hati atau keadaan emosi cepat berubah. 7.3 Pengaruh Perubahan Psikologis Terhadap Janin yang Dikandungnya Beban fisik dan mental biasa dialami oleh ibu hamil karena perubahan fisik dan hormonalnya. yakni timbunan permasalahan yang tidak bisa diatasi dengan baik (Adelaar MSc). 6. 5. Meskipun calon ibu tak menyadari adanya perubahan emosi yang fluktuatif bahkan ketika telah terakumulasi menjadi depresi. Mulai menebak-nebak jenis kelamin bayinya dan mempersiapkan nama. dan perubahan pola atau pilihan makanan yang juga akan berpengaruh pada konsep diri sang ibu.

apalagi yang bersifat traumatis sperti masalah kecemasan yang dialami ibu. atau tekanan psikologis juga dapat memunculkan gejala fisik seperti letih.mempengaruhi aktivitas fisiologis dalam dirinya. pada janin juga sudah tampak mata. sehingga janin sangat rentan terhadap pengaruh dari luar. biasanya beban kehamilan sudah bisa diantisipasi lebih baik. didukung susunan syaraf pusat dan jantung yang sudah bertumbuh. pening. aktivitas kelenjar keringat. dan lain-lain. Dari luar. Kemudian. produksi adrenalin. Trauma. mudah marah. beban trauma terhadap janin akibat kondisi psikologis ibu yang tidak stabil bisa dihindari apabila ibu cepat menenangkan diri. Dampak yang terjadi pada anak-anak memang tidak mudah diramalkan sebelumnya. Usai trimester pertama. tekanan darah. gelisah. janin mulai bergerak. Itulah mengapa fase ini rentan terhadap gangguan. Suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung. Selain perubahan hormonal lebih stabil. Pengaruh kondisi psikologis ibu yang mengalami masalah ini terhadap perkembangan janin sangat terasa jika kejadiannya berlangsung di trimester pertama. cara yang terbaik adalah melakukan pemeliharaan diri secara fisik dan psikologis selama masa kehamilan. Misalnya. Menurut Shinto (2009) janin yang dikandung oleh para ibu yang mengalami stres berat dan tidak memperhatikan kehamilannya banyak yang mengalami kelainan perkembangan pada kedua belahan otaknya. lesu. dan tunas bakal tangan serta kaki. apalagi mengonsumsi zat berbahaya yang akan berdampak fatal pada janin. otak kiri tidak dapat memproses informasi lebih cepat daripada belahan otak bagian kanan. Pada masa ini pertumbuhan awal baru dimulai. bernapas dan mencerna makanan. mual atau merasa malas. Sebenarnya. sehingga mengakibatkan hambatan dalam perkembangan kemampuan berbahasa anak di kemudian hari. mulut yang mini. Penelitian lain menunjukkan. sekresi asam lambung. hidung. ibu hamil yang mengalami trauma dan stres berkepanjangan karena masalah rumah tangga cenderung melahirkan anak hiperaktif. jatuh sakit. Oleh karena itu. stres. Hal yang lebih dikhawatirkan adalah bila perubahan psikologis saat kehamilan tersebut membuat ibu tidak memperhatikan kehamilannya. di akhir trimester pertama. ibu pun sudah mulai terbiasa dengan 7 . minum obat-obatan sembarangan.

CMV atau cito megalo virus. Terjadi saat janin masih embrio. Infeksi TORCH. awal grastula) lepas dari control organizer. Teratoma. Tidak semua janin dapat berkembang dengan sempurna. tiga lapis benih. Beberapa penyebab janin tidak berkembang. Kelainan-kelainan pada janin diantaranya adalah : 1. stres pada ibu hamil juga memicu kelahiran prematur dan tidak berkembangnya janin. Selain itu. ibu tetap perlu berhati-hati mengingat di akhir trimester kedua janin mulai mampu mendengar dan dapat bereaksi terhadap sentuhan dari luar. 1997) 8 . yaitu terbentuknya antibody terhadap kuman dan virus ini. blastula. janin pun sudah lebih kuat dari sebelumnya. kelainan jantung bawaan. mungkin saja ada gangguan-gangguan yang nantinya bisa berpengaruh pada kondisi psikologis anak setelah lahir. Kelainan ini terjadi karena kelainan pada kromosom yaitu pada kromosom 21. melainkan dari sperma atau sel telur. Jika diasumsikan bermasalah harus segera diterapi. pada penderita ini memiliki tiga unting kromosom 21 (Corebima. yang disebabkan toksoplasma. Sindrom down. Janin pun sudah bisa merasakan kondisi psikologis orang tuanya. rubella. Namun demikian. Sedangkan bila tidak. 2. Terjadi teratoma adalah karena embrio awal (tingkat clivage. bukan soal factor keturunan. yaitu tumor yang mengandung jaringan derivate dua. Ia seperti tubuh yang kembar tidak seimbang yang satu dapat tumbuh normal yang lain hanya gumpalan jaringan yang tidak utuh atau tidak wajar. Dalam hal ini yang dilihat adalah reflek di tubuh kita. ada kalanya terjadi kelainan-kelainan pada janin. ACA (anticardiolipin) atau pembekuan yang menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang arahnya ke janin sehingga akhirnya pertumbuhan janin terhenti. Kondisi ibu yang selalu menyenangkan bisa membuat pertumbuhan janin optimal. otot-otot melemah (hypotonia). Sementara.kondisi tubuhnya. 2. Genetic. yaitu kelainan fisik janin dengan cirri-ciri yang khas seperti retardasi mental. hepes simplex I dan simplex II. 3. antara lain : 1. Teratoma disebut juga fetus in fetu atau bayi dalam bayi. hingga gangguan penglihatandan pendengaran. leukemia. Dalam hal ini kualitas dan kuantitas sperma serta sel telur tidak baik sehingga saat penyatuan keduanya hasilnya tidak berkembang secara prima.

yaitu memiliki tiga untai kromosom 13. Ciri kelainan janin ini adalah retardasi mental berat. dan kaki. ukuran kepala dan pinggul keci. yaitu gangguan metabolisme salah satu jenis asam amino pembentuk protein yaitu fenilalanin yang menyebabkan hambatan atau radiasi mental.4 Kiat dalam Menghadapi Perubahan Psikologis pada Ibu Hamil Ibu yang sedang hamil. Sindrom Edward. ikan. Talasemia ini memiliki cirri dimana tubuh kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga penderita mengalami anemia berat akibatnya harus transfusi darah seumur hidup. 5. pemberian obat atau vitamin tertentu. 2. Sindrom Patau. Pengetahuan atau informasi yang tepat akan membuat 9 . Jika kondisi psikologis sang ibu baik pastinya sang ibu akan lebih tenang atau rileks saat menjalani masa-masa kehamilannya. pasti akan mengalami berbagai macam perubahan bukan hanya perubahan secara fisik namun juga secara psikologis. 6. Ciri dari kelainan ini adalah bibir sumbing. Kelainan ini terjadi karena kromosom 18nya mengalami kelebihan yaitu terdapat tiga untai kromosom 18. jantung ginjal. telur. tangan. susu. 4. Kelainan ini jika dideteksi sejak dini dapat diminimalkan dengan cara memberi asupan fenilalanin yang banyak terdapat pada keju.3. Informasi Carilah informasi seputar kehamilan terutama mengenai perubahan yang terjadi dalam diri ibu termasuk hal – hal yang perlu dihindari saat sedang mengandung agar janin tumbuh sehat. Talasemia. yaitu kelainan pada janin karena kromosom janin mengalami kelainan. yaitu salah satu kelaina pada janin. daging. Fenilketinoria. Berikut beberapa kiat menghadapi perubahan psikologis pada ibu hamil : 1. nama lain dari trisomi 13. gangguan berat pada perkembangan otak. kelianan pada tangan dan kaki. gangguan pertumbuhan. Hal ini karena terjadi kelainan pada kromosom ke 13 dari penderita tersebut. Biasanya jika gejalanya sangat berat janin akan mati setelah beberapa saat dari kelahiran.

Cari informasi dari dokter atau bidan terpercaya mengenai kehamilan yang sekarang anda jalani. sehingga ia juga tahu dan dapat memaklumi perubahan yang terjadi pada diri anda. Dengarkan musik Upayakan berbagai cara agar terhindar dari stress. anda dan suami hars sudah siap dengan berbagai perubahan yang akan terjadi setelah kelahiran sang bayi. 4. rokok. seperti berenang atau jalan kaki ringan untuk memperlancar persalinan. berdzikir. atau obat – obatan yang tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Kurangi kegiatan Lakukanlah penyesuaian kegiatan dengan kondisi fisik saat hamil. Jangan lupa untuk melakukan latihan fisik ringan. Rajin chek up Periksakan kehamilan secara teratur. belajar memusatkan perhatian. 10 . Tidak jarang jika anda mengkomunikasikan hal ini. yoga. ajaklah suami saat berkonsultasi ke dokter atau bidan. alcohol. Memasuki masa persalinan. Komunikasi dengan suami Bicarakanlah perubahan yang terjadi pada diri anda selama hamil dengan sang suami. Atasilah kecemasan maupun emosi negatif lainnya dengan mendengarkan musik lembut. Jaga penampilan Perhatikanlah penampilan fisik dengan menjaga kebersihan dan berpakaian yang sesuai dengan kondisi badan anda yang sedang berbadan dua.ibu merasa lebih yakin sekaligus bisa mengurangi rasa cemas yang sering muncul karena ketidaktahuan mengenai perubahan yang terjadi. seperti makanan yang mengandung zat – zat adiktif. sang suami akan memberikan dukungan psikologis yang dibutuhkan. 6. 5. 2. Jauhkan juga zat berbahaya seperti gas buang kendaraan yang mengandung timah hitam yang berbahaya bagi perkembangan kecerdasan otak janin. 3. 7. atau relaksasi lainnya. Makan sehat Pahami benar pengetahuan mengenai asupan makanan yang sehat bagi perkembangan janin. Hindarilah mengonsumsi bahan yang dapat membahayakan janin. Jangan lupa.

melainkan jua memberi manfaat psikologis. Latihan pernafasan Lakukanlah latihan relaksasi dan latihan pernafasan secara teratur. Senam Hamil Bergabunglah dengan kelompok senam hamil sejak usia kandungan menginjak usia 5 – 6 bulan.8. Pertemuan sesama calon ibu biasanya diisi dengan acara berbagi pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran positif. Melalui kegiatan itu pula secara perlahan kesiapan psikologis calon ibu dalam menghadapi persalinan menjadi semakin mantap. 9. Senam hamil tidak hanya bermanfaat melatih otot – otot yang diperlukan dalam proses persalinan. Jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Latihan ini bermanfaat untuk ketenangan dan kenyamanan sehingga kondisi psikologis bisa lebih stabil. 11 .

2. psikologis. peran dan perubahan-perubahan lainnya. sehingga ibu hamil membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial dan keluarganya untuk membantu melampaui masalah perubahan psikologisnya tersebut. Perubahan keadaan psikologis ibu hamil sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungannya. Terdapat beberapa kiat yang dapat membantu ibu hamil menghadapi perubahan psikologisnya selama masa kehamilan. Seorang ibu hamil dan keluarganya harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan-perubahan selama masa kehamilan dan setelah persalinannya. 3. mencakup perubahan fisik. Seorang bidan pada khususnya dan tenaga kesehatan lain pada umumnya seharusnya memiliki kemampuan untukmembantu ibu menerima perubahanyang dialami selama masa kehamilan dengan memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat untuk ibu hamil. Selama menjalani masa kehamilannya. Saran 1.BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. 2. seorang ibu hamil mengalami perubahan psikologis. 12 .

. & Barlow. & LaGrandeur. (1995). M. D. E.bisnis.. Zinbarg. 9 (3). Psikologi Wanita Jilid 2: Mengenal Wanita Sebagai Ibu Dan Nenek. and Pregnancy-Relate Complications. Soekamti. Senam Hamil: Menyamankan Kehamilan. G. M. (2005).. Yogyakarta: Lintang Pustaka. H. F.DAFTAR PUSTAKA Koswara. A. R.. . J. Kalil.. Skripsi. J. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Craske. Dariyo. E. Journal of Prenatal and Perinatal Psychology and Health. Vol. Primatia Yogi Wulandari Saleh. E. M. Bidan Praktek Swasta Akan Beri Layanan Gratis. (1993). (2004). United States of America: Graywind Publications Incorporated. Gruber. G. www. makalah Perubahan Psikologi Ibu hamil. 01 April 2005. 2009. Therapist’s Guide for The Mastery of Your Anxiety and Worry (MAW) Program. R. K.. Bandung: Mandar Maju Kushartanti.. Conley. W. R. (1997). & Sriwahyuniati. K.com. C. tidak diterbitkan. 1992. Mempermudah Persalinan. Relationships among Stress Anxiety Type A. Bekasi: Departemen Kesehatan RI Kartono. Hubungan antara Percaya Diri dengan Kecemasan Menghadapi Kelahiran Bayi pada Wanita Hamil Pertama. 221-232. R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful