PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. PENGERTIAN Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berkembang dari istilah penelitian tindakan (action research) (Sanjaya, hal. 24). Oleh karena itu, untuk memahami pengertian PTK perlu ditelusuri pengertian penelitian tindakan terlebih dahulu. Penelitian tindakan mulai berkembang di Amerika dan berbagai negara di Eropa, khususnya dikembangkan oleh mereka yang bergerak di bidang ilmu sosial dan humaniora (Basrowi & Suwandi, hal. 24-25). TUJUAN PTK Tujuan PTK adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah (Muslich, hal. 10). Menurut Suyanto (1997), tujuan PTK adalah meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan (Basrowi & Suwandi, hal. 54). Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas Karakteristik PTK adalah sebagai berikut: Situasional artinya kegiatan PTK dipicu oleh permasalahan praktis yang dihayati dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh guru sebagai pengelola program pembelajaran di kelas atau sebagai jajaran staf pengajar di kelas. PTK itu bersifat practice driven dan action driven dalam arti PTK bertujuan memperbaiki praktis secara langsung dalam pembelajaran sehingga dikatakan juga penelitian praktis (practice inquiry). Kontekstual artinya upaya penyelesaian atau pemecahannya demi peningkatan mutu pendidikan, prestasi siswa, profesi guru dan mutu sekolah tidak terlepas dari konteksnya dengan merefleksi diri yaitu sebagai praktisi dalam pelaksanaan tugas-tugas kesehariannya sekaligus secara sistemik meneliti dirinya sendiri. Bersifat kolaboratif dan parsitipatif antara guru, siswa dan individu lain yang terkait dalam proses pembelajaran yaitu suatu satuan kerja sama secara langsung. Kolaboratif diartikan sebagai kerja sama saling tukar menukar ide untuk melakukan aksi dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi. Bersifat self-evaluatif (evaluatif dn reflektif) yaitu kegiatan memodifikasi praktis yang dilakukan secara kontinu, dievaluasi dalam situasi yang ada dan terus berjalan, dengan tujuan akhir dapat meningkakan perbaikan dalam praktik yang dilakukan guru. Bersifat fleksibel dan adaptif (luwes dan mnyesuaikan) memungkinka adanya perubahan selama dalam percobaan. Adanya penyesuaian menjadikan prosedur yang cocok untuk berkerja di kelas yang dimiliki banyak kendala yang melatarbelakangi masalah-masalah di sekolah. Sifat dan sasaran PTK adalah situasional-spesifik, tujuannya untuk pemecahan masalah praktis. Dengan demikian temuan-temuannya berguna dalam dimensi praktis tidak dapat digeneralisasikan sehinga tidak secara langsung memiliki andil pada usaha pengembangan ilmu. Kajian permasalahan, prosedur pengumpulan data dan pengolahannya dilakukan secermat mungkin dengan mendasarkan pada keteguhan ilmiah. Prinsip-Prinsip Penelitian Tindakan Kelas 1. Pekerjaan utama guru adalah mengajar, maka pelaksanaan PTK tidak boleh menggangu atau menghambat kegiatan pemblajaran. Ada 3 catatan yang harus di perhatikan dalam prinsip pertama ini yaitu: Dalam mencobakan sesuatu tindakan pembelajaran baru, selalu ada kemungkinan bahwa setidak-tidaknya ada pada awal-awalnya prestasi belajar siswa kurang sesuai dari yang

Bentuk lain dari inovasi pembelajaran berkenaan dengan pengembangan kurikulum adalah PTK. itu terjadi karena guru pekerja sebagai profesiuonal. Artinya dalam melaksanakan PTK hafrus diketahui oleh pimpinan lembaga terkait. Penetapan siklus dalam PTK mengacu kepada penguasaan yang ditargetkan pada tahap perancangan. Permasalahan yang dipilih harus menarik. Interaksi dari siklus tindakan juga dilakukan dengan mempertimbangkan keterlaksanaan kurikulum secara keseluruhan. Metodologi yang digunakan harus reliabel artinya terencana dengan cermat sehingga tidakan dapat dirumuskan dalam suatu hipotesis tindakan yang dapat diuji dilapangan. Penelitian indakan Kelas (PTK) untuk mengembangkan kemampuan/ketrampilan guru untuk menghadapi permasalahan yang nyata dalam proses pembelajaran di kelasnya dan di sekolahnya sendiri. sintesis. guru tidak mudah berpuas diri dengan rutinitas. . Dalam penyelenggaraan PTK. tidakan perbaikan itu masih dalam taraf dicobakan. hal ini dapat dilakukan oleh guru karena dapat dimanfaatkan secara efektif oleh guru untuk keperluan pengembangan kurikulum dalam arti luas. Di pihak lain. Manfat Penelitian Tindakan Kelas Dengan tertumbuhnya budaya meneliti yang merupakan dampak bahwa dari pelaksanaan PTK yang bersinambungan. dan sama sekali tidak mengacu kepada kejenuhan informasi. Dengan demikian PTK merupkan saklah satu cara yang strategis dalam memperbaiki kinerja guru dalam meningkatkan layanan pendidikan atau pembelajaran. karena itu bagaimanapun. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak terlalu menuntut baik dari kemampun guru itu sendiri ataupun dari segi waktu. bahkan kurang dari yang diperoleh dengan cara lama. khususnya dari segi pembentukan pemahaman yang mendalam yang ditandai oleh kemampuan menerapkan pengetahuan yang dipelajari melalui analisis. nyata. yang pada dasarnya melekat pada terlaksananya misi profesional pendidikan yang diemban oleh guru. disosialisasikan kepada rekan-rekan dalam lembaga kancah. dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah serta dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan karya tulis akademik. Untuk pengembangan kurikulum pada tingkat kelas. dapat dipecahkan. PTK sangat memberika manfaat jika hasilnya digunakan sebagai salah satu sumber masukan. sebagai pengajar guru juga harus bertanggung jawab terhadap pengembangan kurikulum pada tingkat kelas dan mungkin juga pada tingkat sekolah. Dengan kata lain. guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya.dikehendaki. tidak menyulitkan. dan evaluasi informasi. Tujuan Penelitian Tindakan kelas Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan agar guru atau tenaga kependidikan dapat memperbaiki mutu kinerja atau meningkatkan proses pembelajaran secara berkesinambungan. berada dalam jangkauan peneliti untuk melakukan perubahan dan peneliti merasa terpangil untuk meningkakan prestasi belajar siswa. maka banyak manfaat yang dapat dipetik yang secara keseluruhan dapat diberi label inovasi pembelajaran karena para guru semakin diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri. Guru harus menggunakan pertimbangan serta tanggungjawab profesionalnya dalam menimbangnimbang jalan keluar yang akan ditempuhnya dalam rangka memberikan yang terbaik bagi siswanya. melainkan selalu dipacu oleh dorongan untuk berbuat lebih baik. prakarsa untuk selalu mencoba hal-hal baru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan novasi pembelajaran kedalam sistem yang ada karena sulit dilakukan oleh upaya pembeharuan yang dilakukan pada umumnya.

Begitu berlangsungnya suatu kegiatan dilakukan. Model Kemmis & Taggart Konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin dan dikembangkan oleh Kemmis & Mc Taggart adalah komponen acting dan dengan obseving dijadikan menjadi suatu kesatuan karena menurut Kemmis & Mc. karena Kurt Lewin yang pertama kali memperkenalkan penelitian tindakan (action research). kegiata observasi harus dilakukan sesegera mungkin. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas yang lain ada yang mengacu pada model Kurt Lewin. Bentuk model Penelitian Tindakan Kelas oleh Kemmis &Taggart seperti terdapat pada bentuk berikut: Perencanaan Refleksi SIKLUS I .Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Beberapa model atau desain Penelitian Tindakan Kelas adalah 1.Taggart (1988) pada kenyataannya kedua komponen tersebut merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dpisahkan karena kedua kegiatan harus dilakukan dalam satu kesatuan waktu. Model Kurt Lewin Model Kurt Lewin menjadi acuan dari berbagai model penelitian tindakan. Komponen pokok dalam penelitian tindakan model Kurt Lewin yaitu: Perencanaan (planning) Tindakan (acting) Pengamatan (observing) Refleksi (reflecting) Hubungan keempat konsep pokok tersebut digmbarkan dalam diagram berikut: Acting (Tindakan) Planning Observing (Perencanaan) (Pengamatan) Reflecting (Refleksi) 2.

namun gambaran di atas hanya menunjukkan dua siklus. Model Hopkins Berdasarkan desain model-model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kurt Lewin. 3. tindakan. Kemmis & Taggart. observasi. Hopkins menyusun desain atau model penelitian tindakan seperti skema berikut: Implementasi Evaluasi Perencanaan. Oleh karena itu siklus adalah putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan. Tindakan Target. Tugas Kriteria.Tindakan dan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Tidakan dan Pengamatan Model Kemmis & Taggart bila dicermati pada hakekatnya berupa perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan suatu perangkat terdiri dari empat 4 komponen yaitu perencanaan. dan refleksi. Untaian-untaia tersebut dipandang sebagai suatu siklus. . dan refleksi. Jika suatu penelitian mengkaitkan materi pelajaran dengan tujuan pembelajaran dengan sendirinya jumlah siklus untuk setiap mata pelajaran melibatkan lebih dari dua siklus. pengamatan. Banyaknya siklus dalam penelitian tindakan kelas tergantung dari permasalahan yang perlu dipecahkan. tindakan.

Keberhasilan Menopang Komitmen Cek Kemajuan Mengatasi Problem Perencanaan Cek Hasil Konstruksi Pengambilan Stok Audit Pelaporan Ambil Start Dari beberapa model atau desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di atas dapat di ambil dan dicermati salah satu dari bentuk model (umumnya yang telah banyak dilakukan) adalah desain model Kemmis & Taggart. Manakala guru merasa puas dengan hasil yang diperoleh selama ini terhadap apa yang dilakukannya dalam proses pembelajaran di kelas. permasalahan yang diangkat dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) harus benar-benar merupakan masalah-masalah yng dihadapi oleh guru dalam praktek . PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut pertama-tama yang harus dilakukan guru adalah perasaan ketidakpuasan terhadap praktek pembelajaran yang dilakukannya selama ini. sulit kiranya seorang guru untuk memunculkan pertanyaan seperti di atas yang kemudian memicu untuk dimulainya sebuah penelitian tindakan kelas (Suyanto. meskipun sebenarnya banyak hambatan yang dialami dalam pengelolaan proses pembelajaran. 1997). Oleh sebab itu agar guru dapat menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam upaya untuk memperbaiki atau meningkatkan layanan pembelajaran secara lebih profesional. Dengan kata lain. Merasakan Adanya Masalah Pertanyaan yang mungkin timbul bagi peneliti semula adalah: ”Bagaimana memulai Penelitian Tindakan Kelas ?”. ia dituntut keberaniannya untuk mengatakan sejujurnya khususnya kepada dirinya sendiri mengenai sisi-sisi lemah proses pembelajaran dalam rangka mengidentifikasi permasalahan.

maka guru dapat meminta bantuan pada rekan sesama guru. untuk mendorong pikiran – pikiran dalam mengembangkn fokus Penelitian Tindakan Kelas kita bisa bertanya kepada diri sendiri. Analisis Masalah Menurut Abimanyu (1995) arahan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan permasalahan untuk Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut: Topik yang melibatkan guru dalam serangkaian aktivitas yang memang diprogramkan oleh sekolah. Saya memilih untuk mengujicobakan metode yang baru. Pengembangan pribadi peserta didik. Alat bantu. Jangan memilih masalah yang berada diluar kemampuan guru untuk mengatasinya. Semua kejadian yang ada seperti tersebut di atas dikelompokkan atau diidentifikasikan menurut jenis permasalahannya. dan sumber belajar baik di dalam maupun di luar kelas. Masalah kurikulum (termasuk tema ini adalah implementasi KBK. Identifikasi Masalah Menurut Hopkins (1993). implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran. bukan permasalahan yang dialami atau disarankan oleh orang lain. Usahakan untuk bekerja secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran yang sejenis . media.. peningkatan hubungan antara sekolah dan masyarakat). misalnya: penyampaian materi. partisipasi orang tua dalam proses belajar siswa). Oleh karena itu bila guru kesulitan untuk mengidentifikasi masalah untuk Penelitian Tindakan Kelas sungguh ironis. Desain dan strategi pembealajaran di kelas (termasuk dalam tema ini antara lain masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran. Jika mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi permasalahan. peningkatan keefektifan hubungan antara pendidik. berdiskusi misalnya dengan dosen mitra LPTK dan sebagainya. dan tenaga kependidikan lainnya (termasuk dalam tema ini adalah peningkatan kemandirian dan tanggungjawab peserta didik. Bidang kajian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dirasakan adanya masalah adalah: Masalah belajar siswa di sekolah (termasuk dalam tema ini antara lain masalah belajar siswa di kelas. Urutkan dari klasifikasi ringan sampai yang berat dari jenis masing-masing klasifikasi. Pilih dan tetapkan permasalahan yang skalanya cukup kecil dan terbatas. motivasi siswa dan lain-lain. Sebenarnya setiap harinya tiada putus-putusnya guru banyak menghadapi masalah. Berapa orangkah yang merasa tidak puas tentang ……. pendidik. Saya dibingungkan oleh ……………. kesalahan-kesalahan pembelajaran miskonsepsi). pengembangan instrumen asessmen berbasis kompetensi). intensitas waktu. urutan penyajian materi pokok. interaksi guru – siswa. daya tangkap siswa. interaksi di dalam kelas. di kelas …… Dan seterusnya.pembelajaran yang dikelolanya. siswa – materi ajar. peserta didik dan orang tua dalam proses belajar mengajar. B. sikap siswa. peningkatan konsep diri peserta didik). Sistem asessmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran (termasuk dalam tema ini adalah masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. dan siswa – lingkungan belajar}. misalnya: Saya berkeinginan memperbaiki ……………. Beberapa saran yang dapat dilakukan dalam mengidentifikasi masalah: Guru menuliskan semua kejadian yang memerlukan perhatian terutama berkaitan dengan pembelajaran. dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini adalah masalah penggunaan media.. C. perpustakaan.

maka selanjutnya guru perlu merumuskan permasalahan secara jelas. Rumusan masalah harus dikaitkan dengan rumusan hipotesis tindakan. Perlu diketahui bahwa hipotesis tindakan bukanlah hipotesis hubngan sebab akibat antar variabel. pemfokusan. Perumusan Maalah Setelah menetapkan fokus permasalahan serta menganalisanya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.dalam pengembangan fokus penelitian. Setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan perlu dikaji ulang dan dievaluasi dari segi relevansinya. D. baik yang berupa proses dan hasil belajar siswa maupun teknik mengajar guru. Analisa data Analisa data adalah proses menyeleksi. Reduksi data Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. Analisa data dapat dilakukan melalui tiga tahap yaitu: 1. Merumuskan Hipotesis Tindakan Langkah selanjutnya setelah merumuskan masalah adalah mengkaji teori-teori yang berkenaan dengan masalah yang diajukan. perbedaan antar variabel. Pilih alternatif tindakan secara prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan kemampuan guru untuk melakukannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual. tetapi memuat tindakan-tindakan yang diusulkan untuk menghasilkan perbaikan dalam pendidikan. Ingatlah bahwa tidak semua identifikasi masalah dapat diambil untuk dijadikan rumusan masalah. dan pengabstraksikan data mentah menjadi informasi yang bermakna. kebaikan teknis serta keterlaksanaannya. Di samping itu perlu ditetapkan cara penilaiannya sehingga dapat memanipulasi pengumpulan serta analisa data secara cepat namun tepat selama program tindakan perbaikan diimplementasikan. E. Hasil-hasil penelitian yang elevan akan memperkuat dalam merumuskan hipotesis tindakan. sehingga jawaban dari rumusan masalah dapat terjawab secara teoritis. menyederhanakan. dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan (ketuntasan SKBM) yang telah ditetapkan oleh sekolah tempat melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Kaitkan Penelitian Tindakan Kelas yang akan dilakukan dengan prioritas-prioritas yang ditetapkan dalam rencana pengembangan sekolah. Pikirkan dengan seksama perubahan-perubahan yang secara implisit dijanjikan melalui hipotesis tindakan itu. Dengan kata lain alternatif tindakan perbaikan hendaknya mempunyai landasan yang mantap secara konseptual. memfokuskan. F. mengabstraksikan. Perumusan masalah yang jelas akan membuka peluang bagi guru untuk menenapkan tindakan perbaikan (alternatif solusi) yang perlu dilakukannya. . mengorganisasikan data secara sistematis dan rasional untuk menampilkan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk menyusun jawaban terhadap tujuan Penelitian Tindakan Kelas. guru boleh memilih satu atau dua dari identifikasi masalah yang akan dijadikan fokus dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. spesifik dan operasional. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. dengan tujuan. Menurut Soedarsono (1997) beberapa hal yang perlu diperhtikan dalam merumuskan hipotesis tindakan adalah sebagai berikut: Rumuskan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian.

representasi tabulasi termasuk dalam bentuk format matriks. argumen-argumen teoritik tentang tindakan yang akan dipilih. Pendahuluan 1. apa yang telah dihasilkan atau apa yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. dan sebagainya. PS dan sebagainya). Dengan kata lain refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan sementara. Secara garis besar latar belakang masalah berisi uraian: fakta-fakta pendukung. 2. bukan sosok penelitian konvensional. jelas dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok PTK. refresentasi grafis. Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Bidang Kajian Tuliskan bidang kajian penelitian (misalnya Matematika. B. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi disekolah dan diagnosis dilakukan oleh guru. Penyimpulan Penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dari sajian data yang telah terorganisir tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan/atau formulasi singkat dan padat tetapi mengandung pengertian luas. Dengan kata lain judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya.Paparan data Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. dilanjutkan dengan analisis masalah yang dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. G. Hasil refleksi itu digunakan untuk menetapkan langkah-langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan dalam Penelitian Tindakan Kelas. Perumusan Masalah . PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) A. Inggris. dan untuk menentukan tindak lanjut dalam rangka mencapai tujuan akhir yang mungkin ditetapkan dalam rangka pencapaian berbagai tujuan sementara lainnya. Masalah yang akan diteliti adalah sebuah masalah yang penting dan mendesak untuk dipecahkan serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian. Latar Belakang Masalah Dalam latar belakang masalah hendaknya diuraikan urgensi penanganan masalah yang diajukan itu melalui PTK. C. hasil penelitian terdahulu (jika ada) dan alasan pentingnya penelitian ini dilaksanakan. Refleksi Refleksi dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah dan/atau tidak terjadi. Judul Penelitian Judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) hendaknya singkat. Bhs. Uraikan permasalahan yang ada hendaknya didahului oleh identifikasi masalah.

Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) seperti pembuatan skenario pembelajaran. Pemecahan masalah Dalam bagian ini dikemukakan cara yang diajukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. karakteristik subjek penelitian dan karakteristik mata pelajaran juga dijelaskan. Pada bagian akhir dikemukakan rumusan hipotesis tindakan yang merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan. instrumen. serta alat observasi lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetaaapkan sebelumnya. D. pengembang kurikulum. 5. pilih model sesuai dengan rencana dindakan. yaitu diskripsi tindakan yang akan digelar.Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan Penelitian Tindakan Kelas. Metodologi Penelitian 1. dan hasil penelitian lain yang relevan dengan penelitian tindakan. Alternatif pemecahan masalah yang diajukan hendaknya mempunyai landasan konseptual yang mantap yang bertolak dari hasil analisis masalah. Uraian ini digunakan unuk menyusun kerangka berfikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Kajian Teoritis dan Perumusan Hipotesis Tindakan Uraikan dengan jelas kajian teori yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan Penelitian Tujuan Penelitrian Tindakan Kelas (PTK) hendaknya dirumuskan dengan singkat dan jelas. Lembaga pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). 3. Implementasi tindakan. temuan. dan prosedur tindakan yang akan ditetapkan. 4. karena hal ini akan menjadi fokus pengamatan dalam penelitian dan dikaitkan dengan rumusan hipotesis tindakan. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaedah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). skenario kerja tindakan perbaikan. sehingga mendukung penelitian yang akan dilakukan. Rencana tindakan Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Jelaskan jumlah siklus yang akan digunkan. . Rancangan / Model Penelitian Rancangan atau model penelitian tidakan dapat dipilih dari beberapa model penelitian tindakan yang telah dikemukakan di atas. yang dipilih dari identifikasi masalah. Kemukakan teori. pengadaan alat-alat dalam rangka implementasi PTK. seperti: Perencanaan. 2. Setting Penelitian Pada bagian ini dijelaskan tentang lokasi penelitian. E. sekolah. Perumusan tujuan harus konsisten dengan hakekat permasalahan yang dikemukakan pada rumusan masalah. Rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya. guru pelaksana penelitian maupun guru pada umumnya. 3. Manfaat Penelitian Kemukakan manfaat atau sumbangan yang diperoleh dari hasil penelitian baik manfaat secara teoritis maupuin secara praktis yaitu baik yang menyangkut: siswa.

Observasi dan interpretasi. penyusunan konsep laporan akhir. menetapkan indikator ketercapaian (sesuai SKBM). Analisis dan refleksi. dan sebagainya. yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan hasil produk dari implemntasi tindakan perbaikan yang dirancang. yaitu: Data hasil analisis Lembar instrumen dan lembar observasi Biodata peneliti/Curriculum Vitae Daftar tabel jika diperlukan Dan lain-lain. Biasanya ditampilkan dalam bentuk matriks kegiatan. menetapkan format analisa data. lembar observasai. pelaksanaan penelitian dan pelaporan. dan refleksi. dimulainya pelaksanaan sampai pelaporan. Jadwal Penelitian Berisi penjelasan kegiatan yang akan dilakukan. perbaikan. serta kriteria dan rancangan bagi tindakan berikutnya (siklus selanjutnya). Lampiran-Lampiran Lampirkan hal-hal yang terkait dengan Penelitian Tindakan Kelas. yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar. dan analisis data. F. Kegiatan pelaksanaan penelitian mencakup implementasi tindakan perbaikan. SISTEMATIKA PENELITIAN TINDAKAN KELAS Sistematika pelaporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 5 bab sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian BAB II KERANGKA TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS TINDAKAN Kerangka Teoritis Hasil Penelitian yang Relevan Kerangka Berfikir Perumusan Hipotesis Tindakan . Rencana Anggaran Rencana anggaran biaya dan disusun secara cermat meliputi : tahapan persiapan. personel yang dilibatkan. observasi. Kegiatan dalam persiapan meliputi pertemuan antara anggota tim peneliti (tim kolaborasi) untuk menyusun dan menetapkan jadwal penelitian dan pembagia kerja. Daftar Pustaka Menunjukkan pustaka yang betul-betul digunakan dalam penyusunan proposal dan disusun secara alfabetis. H. Kegiatan penulisan pelaporan meliputi penyusunan konsep laporan. I. G. seminar hasil penelitian. waktu. pelaksanaan tindakan perbaikan. menyusun instrumen penelitian.

S. Jakarta: Dirjen Dikti Proyek Pendidikan Guru SD Akbar Ali. Materi Pelatihan Terintegrasi mata Pelajaran Matematika Jilid 3. Yogyakarta: Dirjen Dikti BP3 GSD Yogyakarta . 1996. 1988. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Meningkatkat Prestasi Belajar matematika Melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Pada Siswa SMP Negeri 2 Suralaga. Pembahasan BAB V SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA Abimanyu. Penelitian Tindakan Kelas (PTK): Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guu Sekolah Menengah. 1999. 1997. A Teacher. Yogyakarta: Dirjen dikti BP3 GSD Yogyakarta Suyanto. Penelitian Peningkatan Pembelajaran Di LPTK.s Guide Top ClassroomResearch. Pengenalan Penelitian Tindakan Kelas (Pedoman Pelaksanaan penelitian Tindakan Kelas).BAB III METODOLOGI PENELITIAN Rancangan/Model Penelitian Setting Penelitian Rencana penelitian Tindakan Metode Pengumpulan Data Analisis Data Jadwal Kegiatan Anggaran/Biaya Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Hasil Observasi Tindakan Deskripsi hasil Tindakan B. 2005. 2004. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Taggart Robin. 2005. 2001. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) : Baha Pelathan Dosen LPTK. Mataram: Unram Hopkins. Penelitian Praktis Untuk Perbaikan Pembelajaran. The Action Research Planner. 1993. Stephen & Mc. Jakarta: Dirjen Dikti Bagian PPKM Hariyanto. Victoria: Deakim University Soedarsono. Buchingham: Open University Press Kemmis. 2004. D. Jakarta: Balitbang Depdiknas. 1997. Selong: STKIP HAMZANWADI Depdiknas. Jakarta: Balitbang Depdiknas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful