BAGAIMANA STATUS LULUSAN HOMESCHOOLING ?

11 Votes

Bagi siswa siswi yang telah mengikuti kegiatan homeschooling ( sekolah rumah ) baik yang diselenggarakan oleh individu maupun secara berkelompok ( komunitas ) dapat mengikuti suatu ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah, dalam hal ini Depdiknas, setelah memenuhi syarat-syarat tertentu. Bila lulus dalam ujian, maka peserta didik berhak untuk memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh Depdiknas langsung. Ijasah atau sertifikat kelulusan ini memiliki derajat yang sama seperti ijasah yang dikeluarkan bagi siswa di sekolah formal. Dapat digunakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di sekolah formal seperti dari tingkatSD ke SMP, SMP ke SMU Negeri, atau dari SMU ke perguruan tinggi maupun swasta yang diinginkan. Bahkan untuk mendaftar ke sekolah di luar negeri, ijasah yang diperoleh dapat digunakan. Apabila ada sekolah atau lembaga pendidikan yang menolak ijasah yang telah dikeluarkan oleh Diknas ini, sekolah tersebut wajib dilaporkan ke pemerintah dalam hal ini melalui Depdiknas. Sebab lulusan dari homeschooling sudah disetarakan dengan lulusan pendidikan formal lainnya di Indonesia.

HOMESCHOOLING: SEBUAH PENDIDIKAN ALTERNATIF Oleh Pormadi Simbolon, SS
Pengantar

Setiap orang tua menghendaki anak-anaknya mendapat pendidikan bermutu, nilai-nilai iman dan moral yang tertanam baik, dan suasana belajar anak yang menyenangkan. Kerapkali hal-hal tersebut tidak ditemukan para orangtua di sekolah umum. Oleh karena itu muncullah ide orangtua untuk ³menyekolahkan´ anak-anaknya di rumah. Dalam perkembangannya, berdirilah lembaga sekolah yang disebut sekolah-rumah (homeschooling) atau dikenal juga dengan istilah sekolah mandiri, atau home education atau home based learning.

Latar Belakang

perhatian secara personal pada anak. 20/2003). Meskipun pemerintah tidak mengatur . Keadaan demikian menambah suasana sekolah menjadi tidak menyenangkan. serta metode dan praktek belajar (bdk. Pengertian umum homeschooling adalah model pendidikan dimana sebuah keluarga memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anaknya dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikannya. Selain itu. Ketidakpuasan tersebut semakin memicu orangtua memilih mendidik anak-anaknya di rumah. Selain pemilihan materi dan standar pendidikan sekolah rumah. Homeschooling Istilah Homeschooling sendiri berasal dari bahasa Inggris berarti sekolah rumah. Homeschooling berakar dan bertumbuh di Amerika Serikat. identitas anak distigmatisasi dan ditentukan oleh teman-temannya yang lebih pintar. dengan resiko menyediakan banyak waktu dan tenaga. kurikulum dan materi. banyak murid mengejar nilai rapor dengan mencontek atau membeli ijazah palsu. 13/3/2005). mereka juga harus melaksanakan ujian bagi anak-anaknya untuk mendapatkan sertifikat. lebih unggul atau lebih ³cerdas´. home based learning atau sekolah mandiri. kurang diperhatikan. bahan ujian dan sertifikat sekolah rumah dari Amerika Serikat.Banyaknya orangtua yang tidak puas dengan hasil sekolah formal mendorong orangtua mendidik anaknya di rumah. Jalur sekolah-rumah ini dikategorikan sebagai jalur pendidikan informal yaitu jalur pendidikan keluarga dan lingkungan (pasal 1 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional ± Sisidiknas No. Peran dan komitmen total orangtua sangat dituntut. penentuan arah dan tujuan pendidikan. Di sekolah. nilai-nilai yang hendak dikembangkan. Sumardiono. Memilih untuk bertanggungjawab berarti orangtua terlibat langsung menentukan proses penyelenggaraan pendidikan. Banyak orang tua Indonesia yang mempraktekkan homeschooling mengambil materi pelajaran. Homeschooling dikenal juga dengan sebutan home education. 2007:4). kecerdasan dan keterampilan. mengembangkan nilai-nilai iman/ agama dan moral serta mendapatkan suasana belajar yang menyenangkan. Kerapkali sekolah formal berorientasi pada nilai rapor (kepentingan sekolah). Sertifikat dari negeri paman Sam itu diakui di Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional) sebagai lulusan sekolah Luar Negeri (Kompas. bukannya mengedepankan keterampilan hidup dan bersosial (nilai-nilai iman dan moral). Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Ditambah lagi. dengan tujuan agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Dalam Pendidikan Nasional Departemen Pendidikan Nasional menyebut sekolah-rumah dalam pengertian pendidikan homeschooling. Homeschooling menjadi tempat harapan orang tua untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak.

pada tahun 1960-an terjadilah perbincangan dan perdebatan luas mengenai pendidikan sekolah dan sistem sekolah. namun hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal (sekolah umum) dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan (pasal 27 ayat 2). Holt mengatakan bahwa kegagalan akademis pada siswa tidak ditentukan oleh kurangnya usaha pada sistem sekolah. cakap. bangsa dan negara. tetapi disebabkan oleh sistem sekolah itu sendiri. pengendalian diri. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. sekolah rumah menjadi bagian dari usaha pencapaian fungsi dan tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. mengatur. akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Juga dijelaskan sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (pasal 1). pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.standar isi dan proses pelayanan pendidikan informal. Pada waktu yang hampir bersamaan. Sejarah Singkat Filosofi berdirinya sekolah rumah adalah ³manusia pada dasarnya makhluk belajar dan senang belajar. masyarakat. Penelitian mereka menunjukkan bahwa memasukkan anak-anak pada sekolah formal sebelum usia 8-12 tahun bukan hanya tak efektif. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya. kecerdasan. Ray dan Dorothy Moor melakukan penelitian mengenai kecenderungan orang tua menyekolahkan anak lebih awal (early childhood education). sehat berilmu. Berdasarkan definisi pendidikan dan sistem pendidikan nasional tersebut. mandiri. kepribadian. Sebagai guru dan pengamat anak dan pendidikan. 1964). kita tidak perlu ditunjukkan bagaimana cara belajar. Dipicu oleh filosofi tersebut. berakhlak mulia. Yang membunuh kesenangan belajar adalah orang-orang yang berusaha menyelak. kreatif. atau mengontrolnya´ (John Cadlwell Holt dalam bukunya How Children Fail. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tetapi .

homeschooling terus berkembang dengan berbagai alasan. (1976). . karena bersekolah di rumah berarti bukan anaknya saja yang belajar. Setelah itu. baru mengambil keputusan. Eh. Melihat risiko yang menurut Wanti sangat mahal harganya. 2007: 21). Selain karena alasan keyakinan (beliefs) . seorang ibu yang tidak puas dengan sistem pendidikan formal. 18 Juni 2006). Pada tahun 1977. 13/3/2005). Ki Hajar Dewantara. Istilah homeschooling merupakan khazanah relatif baru di Indonesia. maka sekolah rumah sudah tidak merupakan hal baru.sesungguhnya juga berakibat buruk bagi anak-anak. Agus Salim. ternyata enak ya belajar bersama di rumah. salah seorang ibu yang mendidik anaknya dengan bersekolah di rumah. khususnya anak-anak laki-laki karena keterlambatan kedewasaan mereka (Sumardiono. sekolah rumah di Indonesia sudah sejak tahun 1990-an. Holt menerbitkan majalah untuk pendidikan di rumah yang diberi nama: Growing Without Schooling. Misalnya Wanti. Semua kurikulum dan bahan ajar diimpor dari Amerika Serikat. sampai harus ke Singapura dan Malaysia mengikuti seminar tentang hal ini. Seto Mulyadi. tetapi justru orangtua yang harus banyak belajar. Holt sendiri kemudian menerbitkan karyanya yang lain Instead of Education. pertumbuhan homeschooling juga banyak dipicu oleh ketidakpuasan atas sistem pendidikan di sekolah formal. Di Indonesia Perkembangan homeschooling di Indonesia belum diketahui secara persis karena belum ada penelitian khusus tetang akar perkembangannya. Dia harus mau capek belajar lagi. ³Kebetulan waktu itu kondisi ekonomi sedang krisis sehingga kami banyak di rumah.´ kata Helen yang mulai mengajar anak di rumah tahun 2000 (Kompas. Dalam pengertian homeschooling ala Amerika Serikat. Buku ini pun mendapat sambutan hangat dari para orangtua homeschooling di berbagai penjuru Amerika Serikat. Ray dan Dorothy Moore kemudian menjadi pendukung dan konsultan penting homeschooling.Wanti sadar keputusannya mengandung konsekuensi berat. Banyak tokoh-tokoh sejarah Indonesia yang sudah mempraktekkan homeschooling seperti KH. Ways to Help People Do Things Better. Namun jika dilihat dari konsep homeschooling sebagai pembelajaran yang tidak berlangsung di sekolah formal alias otodidak. Setelah pemikirannya tentang kegagalan sistem sekolah mendapat tanggapan luas. Demikian juga Helen Ongko (44). Ia mempersiapkan diri selama 2 tahun sebelum menyekolahkan anaknya di rumah. dia banting setir. Serupa dengan Holt. dan Buya Hamka (Makalah Dr. Tahun 1992 Wanti mengeluarkan semua anaknya dari sekolah dan memutuskan mengajar sendiri anak-anaknya di rumah. Dia ingin benar-benar mantap.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan program pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan jalur informal. PKBM sebenarnya menyelenggarakan proses pendidikan selama 3 hari di sekolah.Di Indonesia baru beberapa lembaga yang menyelenggarakan homeschoooling. Perbedaan Ijazah dengan sekolah umum. Sekolah rumah ini dinilai dapat menghasilkan didikan bermutu. B (setingkat SMP). Gardner menggagas teori inteligensi . seperti Morning Star Academy dan lembaga pemerintah berupa Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM). PKBM langsung mengeluarkannya dari pusat. y Teori Inteligensi ganda Salah satu teori pendidikan yang berpengaruh dalam perkembangan homeschooling adalah Teori Inteligensi Ganda (Multiple Intelligences) dalam buku Frames of Minds: The Theory of Multiple Intelligences (1983) yang digagas oleh Howard Gardner. Di Jakarta Selatan aja. Lembaga pendidikan Kristen ini berdiri sejak tahun 2002 dengan tujuan selain memberikan edukasi yang bertaraf internasional. juga membentuk karakter siswanya. Para murid harus mengikuti ujian guna mendapatkan ijazah atau melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Faktor-Faktor Pemicu dan Pendukung Homechooling y Kegagalan sekolah formal Baik di Amerika Serikat maupun di Indonesia. perkembangan homeschooling di Indonesia dipengaruhi oleh akses terhadap informasi yang semakin terbuka dan membuat para orang tua memiliki semakin banyak pilihan untuk pendidikan anak-anaknya. selebihnya. dan Paket C (setingkat SMA). Morning Star Academy. ada sekitar 25 lembaga penyelenggara PKBM dengan jumlah siswa lebih kurang 100 orang. tutor mendatangi rumah para murid. Badan penyelenggara PKBM sudah ada ratusan di Indonesia. Setiap program PKBM terbagi atas Program Paket A (untuk setingkat SD). Saat ini. kegagalan sekolah formal dalam menghasilkan mutu pendidikan yang lebih baik menjadi pemicu bagi keluarga-keluarga di Indonesia maupun di mancanegara untuk menyelenggarakan homeschooling.

rumah sakit). sebab sistem sekolah formal sering kali malahan memasung inteligensi anak. Benyamin Franklin. ia belajar tentang hidup dan berbagai hal dari waktu ke waktu di rumah dan tempat lainnya yang bisa ia jadikan sebagai tempat belajar. pameran. Inteligensi ruang-visual.ganda. Kemudian. dan Inteligensi eksistensial. pada tahun 1999. penemu. KH. Kerapkali sekolah formal tidak mampu mengembangkan inteligensi anak. Kanisius: 2003). Inteligensi interpersonal. Inteligensi intrapersonal. Selebihnya. fasilitas sosial (taman. (Buku acuan yang dapat digunakan mengenai teori inteligensi ganda ini dalam bahasa Indonesia ini. Jenis-jenis inteligensi tersebut adalah:Inteligensi linguistik. Sekolah umum seringkali dipandang sebagian orang lebih valid dan disukai. dia menemukan distingsi 7 jenis inteligensi (kecerdasan) manusia. fasilitas bisnis (mall. Inteligensi kinestetik-badani. museum. sawah. pabrik. Inteligensi ligkungan. stasiun. Ki Hajar Dewantara dan tokoh-tokoh lainnya. ia menambahkan 2 jenis inteligensi baru sehingga menjadi 9 jenis inteligensi manusia. jalan raya). ilmuwan. Fasilitas itu antara lain fasilitas pendidikan (perpustakaan. restoran. Franklin hanya menjalani dua tahun mengikuti sekolah karena orang tua tak mampu membayar biaya pendidikan. Teori Gardner ini memicu para orang tua untuk mengembangkan potensi-potensi inteligensi yang dimiliki anak. Teori Inteligensi Ganda. oleh Paul Suparno. . Agus Salim. dan fasilitas teknologi dan informasi (internet dan audivisual). Benyamin Franklin misalnya. perkembangan homeschooling ikut dipicu oleh fasilitas yang berkembang di dunia nyata. Inteligensi musikal. y Tersedianya aneka sarana Dewasa ini. Sebut saja. perkebunan). lembaga penelitian). Thomas Alfa Edison. pemimpin sipil dan pelayan publik bukan karena belajar di sekolah formal. Pada awalnya. y Sosok homeschooling terkenal Banyaknya tokoh-tokoh penting dunia yang bisa berhasil dalam hidupnya tanpa menjalani sekolah formal juga memicu munculnya homeschooling. Inteligensi matematis-logis. Homeschooling vs Sekolah Umum Model pendidikan yang paling terkenal dan diakui masyarakat adalah sistem sekolah atau pendidikan formal baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta. fasilitas umum (taman. ia berhasil menjadi seorang negarawan. panti asuhan.

Alasan kekecewaan itulah memicu keluarga-keluarga memilih sekolah rumah alias homeschooling sebagai pendidikan alternatif. mandiri artinya lebih memberikan peluang kemandirian dan kreativitas individual yang tidak didapatkan di sekolah umum. Pada homeschooling. Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling Dari perbedaan di atas. Output sekolah rumah lebih siap terjun pada dunia nyata karena proses pembelajarannya berdasarkan kegiatan sehari-hari yang ada di sekitarnya. Pengelolaan di sekolah terpusat. Pada sistem sekolah. tanpa harus mengikuti standar waktu yang ditetapkan sekolah. pelaku mafia peradilan. sama-sama sebagai sebuah sarana untuk menghantarkan anak-anak mencapai tujuan pendidikan seperti yang diharapkan. kita dapat menyebutkan kelebihan homeschooling. seperti pengaturan dan penentuan kurikulum dan materi ajar. sementara sistem pada homeschooling disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga. Pada hakekatnya.Namun bagi sebagian orang. potensi yang maksimal. antara lain: adaptable. dapat memaksimalkan potensi anak. Namun homeschooling dan sekolah memiliki perbedaan. siap terjun pada dunia nyata. Pada homeschooling jadwal belajar fleksibel. Pada sekolah. sistem sekolah umum merupakan sekolah yang tidak memuaskan bagi perkembangan diri anak. Pengelolaan pada homeschooling terdesentralisasi pada keinginan keluarga homeschooling. tanggung jawab pendidikan anak sepenuhnya berada di tangan orang tua. Kurikulum dan materi ajar dipilih dan ditentukan oleh orang tua. Ada kesesuaian pertumbuhan anak dengan . tanggung jawab pendidikan anak didelegasikan orang tua kepada guru dan pengelola sekolah. artinya sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga. Sistem di sekolah terstandardisasi untuk memenuhi kebutuhan anak secara umum. jadwal belajar telah ditentukan dan seragam untuk seluruh siswa. tergantung pada kesepakatan antara anak dan orang tua. Sekolah umum menjadi kambing hitam atas output yang dikeluarkannya. terlindung dari pergaulan menyimpang. dan penipu kelas kakap. Hal ini terlihat dari output pendidikan formal banyak menjadi koruptor. baik homeschooling maupun sekolah umum. politisi pembohong.

mengembangkan nilai iman (agama). ada resiko kurangnya kemampuan bekerja dalam tim (team work). Baik homeschooling maupun sekolah umum (pendidikan formal) sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam menghantarkan peserta didik mencapai tujuan pendidikan. Di sisi lain. mencontek dan sebagainya). pornografi. biaya pendidikan dapat menyesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga. tinggal di Jakarta. Ekonomis. Penutup Homeschooling merupakan sebuah pilihan dan khazanah alternatif pendidikan bagi orang tua dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penulis adalah pemerhati pendidikan anak. . semua diserahkan pada orangtua dan keluarga sesuai dengan kondisi keluarga. proteksi berlebihan dari orang tua dapat memberikan efek samping ketidakmampuan menyelesaikan situasi dan masalah sosial yang kompleks yang tidak terprediksi. Relatif terlindung dari hamparan nilai dan pergaulan yang menyimpang (tawuran. narkoba. dan menginginkan suasana belajar yang lebih menyenangkan. memiliki kompleksitas yang lebih tinggi karena orangtua harus bertanggung jawab atas keseluruhan proses pendidikan anak. organisasi dan kepemimpinan.dengan keluarga. sesuai dengan harapan dan kebutuhan anak. konsumerisme. Soal pilihan atas keduanya. homeschooling mempunyai kelemahan-kelemahan yang dapat disebutkan berikut ini: membutuhkan komitmen dan tanggung jawab tinggi dari orang tua. ada sekolah umum yang memberikan bahan ajar dan kurikulum secara terpusat dan seragam. keterampilan dan dinamika bersosialisasi dengan teman sebaya relatif rendah. Di sisi lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful