BENTUK MUKA BUMI

Bentuk muka bumi yang menjadi tempat tinggal manusia akan memberikan beberapa kemungkinan sebagai penunjang kehidupan yang terdapat di suatu wilayah. Maka bumi memiliki bentuk yang bermacam- macam dan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan bentuk muka bumi disebabkan oleh adanya tenaga yang berasal dari dalam bumi yang disebut tenaga endogen dan tenaga yang berasal dari luar bumi yang disebut tenaga eksogen. Akibat adanya kedua tenaga itulah yang menyebabkan permukaan bumi memiliki bentuk yang tidak sama. Ada yang berupa gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, bukit, lembah, dan sebagainya. Perbedaan tinggi rendah permukaan bumi itu disebut relief.

A. Tenaga Endogen dan Eksogen

1. Tenaga Endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga en dogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah atau jurang. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa.
a. Tektonisme

Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya dislokasi (perubahan letak) patahan dan retakan pada kulit bumi dan batuan. Berdasarkan jenis gerakan dan luas wilayah yang mempengaruhinya, tenaga tektonik dapat dibedakan atas gerak orogenesa dan epirogenesa. Gerak orogenesa adalah gerakan tenaga endogen yang relatif cepat dan meliputi daerah yang relatif sempit. Gerakan ini menyebabkan terbentuknya pegunungan. Contohnya terbentuknya deretan lipatan pegunungan muda Sirkum Pasifik.Sedangkan gerak epirogenesa adalah kebalikan dari gerak orogenesa. Gerakan ini sangat lambat, dan meliputi areal yang sangat luas. Bila permukaan bumi bergerak turun, sehingga permukaan laut tampak seolaholah naik, maka gerak epirogenesa disebut gerak epirogenesa positif. Contohnya terjadi di pantai Timor dan pantai Skandinavia. Sebaliknya gerak epirogenesa negatif terjadi apabila permukaan bumi naik, sehingga tampak seolah -olah permukaan air laut turun. Contohnya terjadi di Teluk Hudson.

Di daerah yang labil. yaitu gempa linier dan gempa . dan gempa runtuhan: 1) Gempa tektonik merupakan jenis gempa yang terkuat dan bisa meliputi wilayah yang luas. Gempa ini merupakan akibat dari gerakan gempa tektonik yaitu berupa pataha n atau retakan. gempa dibagi menjadi gempa . 3) Gempa runtuhan yaitu gempa yang terjadi akibat runtuhnya atap gua yang terdapat di dalam litosfer. Bagaimana terjadinya vulkanisme? Vulkanisme sebenarnya sebagai akibat dari kegiatan tektonisme. letak hiposentrumnya. dibedakan menjadi 2 macam. Gempa ini hanya terasa di daerah sekitar gunung berapi.tektonik. bentuk episentrumnya. Gempa ini relatif lemah dan hanya terasa di sekitar tempat runtuhan terjadi. Tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan gempa ini bermacam -macam. c. Seisme (gempa) Gempa terjadi akibat getaran kulit bumi yang disebabkan oleh kekuatan dari dalam bumi. Kegiatan magma itulah yang dinamakan vulkanisme. Patahan yang mendadak itulah yang menimbulkan getaran gempa.b. Misalnya berdasarkan bentu k episentrumnya. 2) Gempa vulkanik yaitu gempa yang terjadi sebelum atau pada saat gunung berapi meletus. sedangkan di bagian sebelahnya menurun atau bertahan pada kedudukannya. Hasilnya dapat dilihat pada gunung berapi. Kegiatan tektonisme ini akan mengakibatkan retakan-retakan pada permukaan bumi yang menyebabkan aliran lava dari bagian dalam litosfer ke lapisan atasnya bahkan sampai ke permukaan bumi. Pelengkungan pada perbatasan antara dua bagian yang bergeser ini menimbulkan ketegangan yang lama -kelamaan akan patah yang mendadak. jarak. seperti gua kapur atau terowongan tambang. sehingga tidak begitu kuat jika dibandingkan dengan gempa tektonik. Bagaimana getaran itu terjadi? Kerak bumi ini merupakan lempengan yang kaku. Masih banyak penggolongan jenis gempa. lapisan litosfer ini mengalami perubahan letak. Karena itu gempa dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya. Vulkanisme Vulkanisme adalah semua gejala alam yang terjadi akibat adanya aktivitas magma. gempa vulkanik. dan letak episentrumnya. Berdasarkan peristiwa yang menimbulkannya. Misalnya di satu bagian terangkat ke atas.

Tenaga Eksogen Bentuk permukaan bumi itu akan mengalami perubahan melalui tenaga eksogen. atau perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam. Bahasan kali ini kita akan memfokuskan pada tenaga eksogen yang lebih difokuskan pada pelapukan. Akibat perubahan suhu tiba-tiba . Gempa linier yaitu episentrumnya berupa garis. Karena itu pelapukan adalah penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. dan gempa sangat jauh. dan mempunyai koefisien pemuaian yang berlainan. akibatnya batuan menjadi pecah. terdiri dari berbagai mineral. Berdasarkan letak kedalaman hiposentrumnya dibedakan menjadi tiga macam gempa. erosi. atau angin). gempa dibedakan menjadi tiga macam. perhatikan baik -baik berikut ini: a. Misalnya di daerah sedang atau daerah batas salju. dan sedimentasi.sentral. A. Pelapukan Mekanis Pelapukan mekanis atau sering disebut pelapukan fisis adalah penghancuran batuan secara fisik tanpa mengalami perubahan kimiawi. Pada musim dingin atau malam hari air di pori -pori batuan itu menjadi es. Akibat pemuaian Tahukah bahwa batuan ternyata tidak homogen. Pelapukan Pelapukan atau weathering (weather) merupakan perusakan batuan pada kulit bumi karena pengaruh cuaca (suhu. Pelapukan dibagi dalam tiga macam. 2. pembekuan air. Sedangkan gempa sentral yaitu episentrumnya berbentuk suatu titik. pada musim panas. Berdasarkan letak episentrumnya. kelembaban. gempa dapat dibedakan menjadi gempa laut dan gempa darat. dan gempa dangkal. pelapukan kimiawi. 1. yaitu pelapukan mekanis. curah hujan. yaitu gempa setempat. gempa jauh. perubahan suhu tiba -tiba. bisa cepat atau lambat. Untuk lebih jelasnya bagaimana perubahan itu. Oleh karena itu dalam sebuah batu pemuaiannya akan berbe da. c. gempa intermedier (menengah). Akibat pembekuan air Batuan bisa pecah/hancur akibat pembekuan air yang terdapat di dalam batuan. yaitu gempa dalam. dan pelapukan biologis. Karena menjadi es. Pemanasan matahari akan terjadi peretakan batuan sebagai akibat perbedaan kecepatan dan koefisien pemuaian tersebut. b. Penghancuran batuan ini bisa disebabkan oleh akibat pemuaian. air bisa masuk ke pori-pori batuan. volume menjadi besar. Berdasarkan jarak episentrumnya.

Dolin ini dibagi menjadi 2 macam. Sedangkan pada malam hari temperatur turun sangat rendah (dingin). Gejala ini terdapat di daerah kapur yang tanahnya dangkal. Pada siang hari suhu sangat panas sehingga batuan mengembang. yang menyebabkan batuan menjadi pecah. Oleh karena itu mengandung tenaga untuk melarutkan yang besar. dan akhirnya hancur berkeping -keping. Atau pada saat turun hujan. Pada perpotongan celah -celah ini biasanya terdapat lubang kecil yang disebut karren. s edangkan pada malam hari turun drastis dan bisa mencapai 2 derajat Celcius. Pelapukan seperti ini Anda bisa perhatikan di daerah gurun. Hal ini dapat menyebabkan hancurnya batuan. Perbedaan suhu yang besar antara siang dan mal am Penghancuran batuan terjadi akibat perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam. sungai bawah tanah. atau gua kapur. yaitu dolin korosi dan dolin terban. Di dasar dolin diendapkan tanah berwarna merah (terra rossa). apalagi jika air itu mengenai batuan kapur atau karst. stalagtit. d.Kondisi ini biasanya terjadi di daerah gurun. Ketika ada hujan di siang hari menyebabkan suhu batuan mengalami penurunan dengan tiba -tiba. Ponor Ponor adalah lubang masuknya aliran air ke dalam tanah pada daerah kapur yang relatif dalam. terjadi penurunan suhu. Hasil pelapukan kimiawi di daerah karst biasa menghasilkan karren. Karren Di daerah kapur biasanya terdapat celah -celah atau alur-alur sebagai akibat pelarutan oleh air hujan. juga mengandung CO2 dari udara. Di daerah Timur Tengah (Arab) temperatur siang hari bisa mencapai 60 derajat Celcius. Tentunya Anda masih ingat bahwa air hujan atau air tanah selain senyawa H2O. stalagmit. Pelapukan Kimiawi Pelapukan kimiawi adalah pelapukan yang terjadi akibat peristiwa kimia. Biasanya yang menjadi perantara air. Oleh karena itu jika Anda perhatikan pada permukaan batuan kapur selalu ada celah celah yang arahnya tidak beraturan. Sedangkan dolin terban terjadi karena runtuhnya atap gua kapur . Ponor dapat dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu dolin dan pipa karst. a. Dolin adalah lubang di daerah karst yang bentuknya seperti corong. 2. terutama air hujan. ponor. Penurunan temperatur yang sangat cepat itu menyebabkan batuan menjadi retak-retak dan akhirnya pecah. Batuan kapur mudah larut oleh air hujan. tiang -tiang kapur. Dolin korosi terjadi karena proses pelarutan batuan yang disebabkan oleh air. b.

Gua kapur Pada gua ini sering dijumpai stalaktit dan stalakmit. maka akan menjadi tiang kapur (pillar). Air laut juga bisa menyebabkan erosi. hewan. Air hujan bisa mengikis permukaan tanah terutama yang gundul. mengikis sedikit demi sedikit tepi pantai. Apabila Anda perhatikan di sekitar pantai. atau manusia. Pelakunya adalah mahluk hidup. lama kelamaan batuan cadas itu menjadi lapuk. Bentuknya tidak berlubang. Gletser ini juga bisa men jadi pengikisan. Erosi adalah proses pengikisan terhadap batuan yang dilakukan oleh air. Cendawan dan lumut yang menutupi permukaan batuan dan menghisap makanan dari batu bisa menghancurkan batuan tersebut. Dua ilustrasi ini merupakan contoh pelapukan biologis. Tanah itu bersama air mengalir ke sungai. maka tenaga pengikisannya akan bertambah kuat.c. Akar tumbuh-tumbuhan bertambah panjang dapat menembus dan menghancurkan batuan. Akibat pengikisan pada tepi sungai menyebabkan sungai menjadi berkelok-kelok dan melebar. sehingga bisa berubah menjadi patung-patung alam. 3. Pelapukan biologis atau disebut juga pelapukan organis terjadi akibat proses organis. B. Pengikisan batuan oleh angin ini disebut korasi. berlapis-lapis. Sedangkan stalakmit adalah endapan kapur yang terdapat pada lantai gua (bawah). Bentuknya biasanya panjang. angin. Angin bisa menyebabkan terkikisnya batuan. Jika air atau gelombang yang mengikis batuan itu membawa material pasir atau batu kecil. karena akar mampu mencengkeram batuan. ombak atau gelombang laut selalu menerjang tepi pantai. Gletser adalah es yang mengalir secara lambat. Pengikisan batuan oleh air laut itu disebut abrasi. bisa oleh tumbuh -tumbuhan. Air sungai juga dapat mengikis tepi atau bagian dasar sungai. Pelapukan Biologis Kita pernah melihat orang sedang memecahkan batu. Gletser dengan kemampuan mengikisnya (erosi glacial) dapat merubah palung sungai berbentuk V menjadi berbentuk U. Sedangkan pengikisan ke dasar sungai bisa menyebabkan sungai bertambah dalam. runcing dan tengahnya mempunyai lubang rambut. Angin dengan hembusannya di sertai dengan material yang diangkutnya di daerah gurun menabrak gunung -gunung batu. Stalaktit adalah endapan kapur yang menggantung pada langit -langit gua (atas). Batu yang besar itu dihantam dengan palu menjadi kerikil -kerikil kecil yang digunakan untuk bahan bangunan. atau gletser. Jika stalaktit dan stalakmit bisa bersambung. . EROSI Erosi sering disebut juga pengikisan. Atau mungkin Anda pernah melihat burung atau binatang lainnya membuat sarang pada batuan cadas. dan agak tumpul. Bakteri merupakan media penghancur batuan yang ampuh.

Lalu. timbunan pasir yang luas dapat dihembuskan angin dan berpindah ke tempat lain. Keadaannya cenderung tetap (tidak bertambah besar). Pengendapan di laut dapat menghasilkan: 1. batuan diendapkan di daerah aliran air tadi. b. dihasilkan dari bangkai plankton yang berangka silikon. 3. bentuknya seperti busur. kerikil. Batuan endapan yang berasal dari hasil penghancuran itu adakalanya mengalami penyatuan kembali menjadi gumpalan besar karena terikat oleh zat kapur atau oksida silikon. apa yang dimaksud dengan sedimentasi? Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin tadi. tetapi memiliki daya angkut besar. Pada saat pengikisan terjadi. Endapan kapur ini biasanya terjadi di laut dangkal. Contohnya de lta Missisippi. yaitu: a. Sedangkan gletser. lapisan batu kerikil. dan di laut. yaitu bagian yang rendah dan luas dari mulut sungai. batu geser. bentuknya runcing ke atas menyerupai kerucut. Pengendapan yang terjadi di sungai disebut sedimen fluvial. Air mengalir di permukaan tanah atau sungai membawa batuan halus baik terapung. Delta. Delta runcing. air membawa batuan mengalir ke sungai. dan gletser. Di danau juga bisa terjadi endapan batuan. sehingga di laut terjadi proses pengendapan batuan yang paling besar. kerikil. Hembusan angin juga bisa mengangkat debu. yang terdiri dari sisa binatang karang. angin.C. pasir. Delta tumpul. Delta ini makin lama makin sempit. Endapan pasir silikon. lokan. Hasil pengendapan di laut ini disebut sedimen marin. danau. bahkan bahan material yang lebih besar. danau. Jika yang diikatnya . Bahkan endapan sungai ini sangat baik dimanfaatkan untuk bahan bangunan atau pengaspalan jalan. Delta lobben. Hasil pengendapan ini biasanya berupa batu giling. dan akhirnya sampai di laut. Bentuk delta dapat dikelompokkan dalam 4 macam. d. Endapan kapur. Sungai yang mengalir dengan membawa berbagai jenis batuan akhirnya bermuara di laut. Oleh karena itu tidak sedikit orang yang bermata pencaharian mencari pasir. Endapan ini terjadi di dasar laut yang dalam. atau rangka ikan. misalnya delta Tiger dan Nil. melayang atau digeser di dasar sungai menuju tempat yang lebih rendah. dan lumpur yang menutupi dasar sungai. atau batu hasil endapan itu untuk dijual. makin besar pula daya angkutnya. dan lumpur. bentuknya menyerupai kaki burung. Hasil endapan ini biasanya dalam bentuk delta. walaupun lambat gerakannya. Di padang pasir misalnya. pasir. Estuaria. Pada saat kekuatan pengangkutannya berkurang atau habis. SEDIMENTASI Batuan hasil pelapukan secara berangsur diangkut ke tempat lain oleh tenaga air. Biasanya tumbuh cepat besar. Karena itu pengendapan ini bisa terjadi di sungai. Proses pengendapan di danau ini disebut sedimen limnis. Delta terjadi di muara sunga i yang lautnya dangkal dan sungainya membawa banyak bahan endapan. karena sungai membawa banyak bahan endapan. c. 2. Makin kuat hembusan itu. pasir.

Karena itu daerah pegunungan biasanya relatif luas. Misalnya dataran rendah Pulau Jawa. yang berguna sebagai penahan awan. Hutan dapat berfungsi menyimpan air. 2. Sedimentasi atau pengendapan yang dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat mengubah permukaan bumi menjadi dataran yang lebih tinggi. maka pengendapan ini disebut breksi. Sungai yang secara terus menerus membawa bahan endapan akan mengendap di laut sehingga menjadikan sebuah daratan. akibatnya di sekitar hutan sering ditemukan mata air dan sungai-sungai yang sangat bermanfaat bagi kehidupan mahluk hidup. Di Indonesia juga banyak ditemukan pegunungan. Pengikisan oleh tenaga air atau mungkin angin di daerah pegunungan mengakibatkan adanya pengendapan di daerah yang agak rendah. Sedangkan pegunungan muda pada umumnya tinggi dengan puncaknya yang runcing dan lerengnya relatif curam. . atau pantai Timur Sumatera merupakan daratan hasil sedimentasi. Apa yang menyebabkan terjadinya pegunungan? Pegunungan terbentuk pada waktu terjadinya gerak kerak bumi yang dalam dan luas.terdiri dari kerikil runcing. Gunung berapi ini ada yang masih utuh dengan kepundan di tengahnya. Gunung Umumnya gunung merupakan gunung berapi. gunung Dompo Batang. Misalnya Pegun ungan Skandinavia dan Pegunungan Australia Timur yang terbentuk pada zaman Primer (Paleozoikum). Secara sederhana dapat kita membedakan pegunungan tua dan pegunungan muda. gunung Muria. Sedangkan pegunungan merupakan suatu jalur memanjang yang berhubungan antara puncak yang satu dengan puncak lainnya. misalnya Pegunungan Yura di Prancis dan Pegunungan Panini di Inggris. tajam dan menghasilkan bongkahan. Akibatnya daerah yang ada di daerah bawah dan sekitar gunung bisa sering terjadi hujan. misalnya Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. Ada pula gunung berapi yang hanya merupakan sisa dari gunung api lama yang telah terpotong -potong oleh letusan yang hebat pada masa lampau. Pegunungan lipatan yang paling muda adalah hasil pengangkatan zaman tertier. Pegunungan Apa bedanya antara gunung dan pegunu ngan? Tadi telah dijelaskan di atas bahwa gunung merupakan bentuk muka bumi yang menjulang tinggi berbentuk kerucut atau kubah dan berdiri sendiri. sehingga lama kelamaan berubah menjadi dataran tinggi. Namun apabila bongkahan itu terdiri dari batubatu bulat akan menghasilkan konglomerat. Pegunungan tua merupakan pegunungan yang relatif rendah dengan puncaknya yang relatif tumpul dan lerengnya landai. Di daerah sekitar pantai yang lautnya dangkal sedimentasi dapat menghasilkan dataran rendah. Misalnya Dataran Tinggi Dieng. Dataran Tinggi Gayo. misalnya gunung Ciremai. Bentuk gunung menjulang tinggi. Adanya hujan ini bisa menjadikan hutan. BENTUK ± BENTUK MUKA BUMI DIDARATAN 1. misalnya gunung Burangra ng yang merupakan sisa gunung api Sunda di Jawa Barat. dan banyak lagi gunung lainnya. dan Pulau Sertung yaitu bagian sisi gunung Krakatau.

Dataran Tinggi Dataran luas yang letaknya di daerah tinggi atau pegunungan disebut dataran tinggi.a. Gunung semacam ini sering juga disebut gunung denudasi atau gunung relik. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini! b. Akibat proses pelipatan ini. Oleh karena itu gunung ini disebut gunung bungkah atau horst. Lapisan sedimen yang terlipat itu disebut lipatan atas atau disebut juga antiklinal. Pegunungan Sisa Kenapa disebut pegunungan sisa? Pegunungan ini terjadi apabila pegunungan yang tinggi terkikis oleh denudasi dalam jangka waktu yang lama. Pegunungan oleh Pengangkatan Kerak Bumi Ada pegunungan yang disebabkan oleh pengangkatan kerak bumi. Sedangkan lapisan sedimen yang terlipat ke bawah dinamakan lipatan bawah atau sinklinal. yang tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. lebar lapisan sedimen menciut sedangkan tebalnya bertambah. 3. atau Dataran Tinggi Alas. Dataran Tinggi Gayo. Denudasi adalah peristiwa terbukanya atau terkelupasnya batuan asli pada peristiwa pelapukan. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini c. Dataran Rendah . misalnya Dataran Tinggi Dekkan. Dataran tinggi dinamakan juga plato (plateau). Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi. Dataran Tinggi Dieng. Misalnya Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah) yang diduga oleh proses seperti itu. Dataran Tinggi Malang. Dataran tinggi biisa juga terjadi oleh b ekas Kaldera luas. Pegunungan Lipatan Pegunungan lipatan disebabkan oleh terlipatnya lapisan (strata) sedimen yang besar karena tekanan dari dalam bumi. 4. Pengangkatan kerak bumi ini khususnya sepanjang garis sesar atau garis retakan.

Palung laut atau trog adalah daerah ingressi di laut yang bentuknya memanjang. dan sebagainya.450 meter). Gunung laut adalah gunung yang kakinya a da di dasar laut. 5. 2. Ambang Laut Sulawesi. Contohnya. 3. Lubuk Sulawesi. dan sebagainya. sehingga penduduknya lebih padat bila dibandingkan dengan daerah pegunungan. tetapi ada juga yang terletak di pedalaman. Dataran rendah terjadi akibat proses sedimentasi. merupakan laut ingressi dan bentuknya bulat.Dataran rendah adalah tanah yang keadaannya relatif datar dan luas sampai ketinggian sekitar 200 m dari permukaan laut. dan sebagainya. Contohnya. Ambang Laut Sulu. Lubuk laut atau ³basin´ terjadi akibat tenaga tektonik.830 meter). Dataran ini biasanya tanahnya subur. BENTUK ± BENTUK MUKA BUMI DILAUTAN Relief dasar laut tidak begitu besar variasinya dibandingkan dengan relief daratan. Maona Loa di Hawaii. Sedangkan lembah di daerah yang bergunung -gunung disebut lembah antar pegunungan. Lembah di daerah pegunungan lipatan sering disebut sinklin. Lubuk Sulu. 4. misalnya pantai timur Sumatera. Contohnya. Irian Jaya bagian barat. Kadang -kadang puncak gunung laut muncul tinggi di atas laut. Relief dasar laut terdiri dari bentukan-bentukan berupa: 1. Lembah di daerah pegunungan patahan disebut graben atau slenk. Lembah juga merupakan daerah yang mempunyai kedudukan lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya. punggung laut Sibolga. 5. Dataran aluvial biasanya berhadapan dengan pantai landai la ut dangkal. Di Indonesia dataran rendah umumnya hasil sedimentasi sungai. Palung Mindanau (10. Contohnya. Ambang laut atau drempel adalah punggung laut yang memisahkan dua bagian laut atau dua laut yang dalam. Contohnya. Gunung Krakatau. pantai utara Jawa Barat. dan lain-lain. Punggung laut merupakan satuan atau deretan bukit di dalam laut. Lembah Lembah adalah daerah rendah yang terletak di antara dua pegunungan atau dua gunung. Tanah ini biasanya ditemukan di sekitar pantai. Di Indonesia banyak dijumpai dataran rendah. pantai selatan Kalimantan. Lubuk Banda. Palung Sunda (7. Ambang Laut Gibraltar. Hal ini disebabkan karena lemahnya erosi dan sedimentasi. Dataran rendah ini disebut dataran aluvial. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini .

3.500 m. merupakan lautan sempit di antara pulau -pulau. Secara umum dasar laut terdiri atas empat bagian. Pembagian ini dimulai dari bagian daratan menuju ke tengah laut.000 m. Laut. Deep Sea Plain Deep sea plain meliputi dua pertiga seluruh dasar laut dan terletak pada kedalaman lebih dari 1. merupakan cekungan dalam yang berisi air. Samudra. Hanya sebagian kecil dasar lautan sebagai the deeps. biasanya relief di daerah ini bervariasi. The Deeps The deeps merupakan kebalikan dari deep sea plain. Landasan Benua (Continental Shelf) Continental shelf (landasan benua) adalah dasar laut yang berbatasan dengan benua. adalah sebagai berikut: 1.. Wilayah lautan terdiri atas 1 . merupakan lautan yang menjorok masuk ke daratan. Daerah continental slope bisa mencapai kedalaman 1500 m dengan sudut kemiringan biasanya tidak lebih dari 5 derajat. 3 . Selat. 4. misalnya di Samudera Pasifik mencapai kedalaman 75. The deeps permukaan laut adalah dasar laut dengan ciri adanya palung laut (trog) dan mencapai kedalaman yang besar. mulai dari yang rata sampai pada puncak vulkanik yang menyembul di atas permukaan laut sebagai pulau yang erisolasi. merupakan lautan yang sangat luas dan dalam. Teluk. Lereng Benua (Continental Slope) Continental slope (lereng benua) biasanya terdapat di pinggir continental shelf. Di dasar laut ini sering ditemukan juga lembah yang menyerupai sungai. Lembah beberapa sungai yang terdapat di Continental Shelf ini merupakan bukti bahwa dulunya continental shelf meupakan bagian daratan yang kemudian tenggelam. 2 . 4. 2. .

Hujan kemudian mengikisnya dan membuat parit. Untuk keperluan tersebut. seperti morfologi sungai. sungai resekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya searah dengan sungai konsekwen Pada tahun 1880 an seorang geologist berkebangssan Amerika. berpendapat bahwa sungai dan lembahnya ibarat organisme hidup. lembahnya semakin dlam dan anak-anak sungainya semakin panjang. meneliti sedimen sungai yang berasal dari buangan limbah serta pengaruhnya terhadap lingkungan. Sedangkan ahli teknik sipil. mengelola sungai untuk keperluan reservoir. sungai subsekwen yaitu sungai yang aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekwen 3. oleh karena itu penelitian dan manajemen sungai ini dilakukan oleh berbagai profesi. Kemudian memperdalam salurannya dan mengiris ke dasarnya membentuk sisi yang curam. diperlukan pengetahuan tentang sungai dan pengalirannya. lembah bentuk V. kemudian parit-parit itu bertemu sesamanya dan membentuk sungai. . tapi kemudian hilang sebagai sebagai sungai dangkal. Danau menampung air pada daerah yang cekung. Sungai menurut genetiknya dibedakan : 1. sungai insekwen yaitu sungai yang alirannya tidak teratur atau terikat oleh lereng daratan 5.SUNGAI Sungai merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia. pembangunan pelabuhan dan jembatan. Ahli sanitari misalnya. dewasa. Semakin tuan sungai. sungai konsekwen yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan kemiringan lereng 2. mengalami masa muda. William Davis Morris. sejarah perkembangan sungai serta pola pengaliran sungai. sungai obsekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya berlawanan arah dengan sungai konsekwen 4. Menurut Davis. Anak -anak sungai kemudian tumbuh dari sungai utamanya seperti cabang tumbuh dari pohon. siklus kehidupan sungai dimulai ketika tanah baru muncul di atas permukaan laut. Sungai berubah dari waktu ke waktu. dan masa tua.

es ini menutupi aliran air keluar danau. maka terbentuklah sebuah danau. Contohnya ialah Danau Leman (Swiss dan Perancis). Kebanyakan danau adalah air tawar dan juga banyak berada di belahan bumi utara pada ketinggian yang lebih atas. Ada banyak sekali tipe danau.DANAU Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas. Danau adalah cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi oleh air bisa tawar ataupun asin yang seluruh cekungan tersebut dikelilingi oleh daratan. Sejumlah besar danau di dunia terbentuk oleh gletser dan lembaran es. dan olahraga. Kemudian ceruk ini terisi air dan membentuk danau. Biasanya danau dapat dipakai sebagai sarana rekreasi. Danau yang disebabkan oleh kegiatan vulkanik y y y Danau kaldera terbentuk bila di dalam kaldera atau bagian tengah gunung berapi yang runtuh terkumpul air. Danau ini umumnya bulat dan dalam. atau karena adanya mata air. tergantung pada cara terbentuknya. atau lubang bulat mirip corong di puncak gunung berapi terkumpul air. y Danau yang dihasilkan oleh sungai dan laut y Danau tapal kuda dihasilkan bila sungai yang berkelok-kelok melintasi daratan mengambil jalan pintas dan meninggalkan potongan-potongan yang akhirnya membentuk danau tapal kuda. sedang lainnya aleh gerakan bumi atau kegiatan vulkanik.Danau itu sangat berbeda -beda ukuran dan dalamnya. Danau yang luas kadang kala dinamakan laut: misalnya Laut Kaspia dan Laut Aral. Danau kawah terbentuk bila dalam kawah. Danau Lekukan gurun terbentuk di daerah kering tempat angin menghasilkan lekukan. Bila dasar lekuk tersebut mencapai muka air tanah. dan umumnya dikelompokkan menurut asal usulnya. Contohnya adalah Laut Galilea di Timur Tengah. Danau adalah ceruk atau cekungan pada permukaan bumi yang berisi air. "ice cap" atau gletser. Danau Toba di Sumatera adalah suatu danau kaldera. Sebuah danau periglasial adalah danau yang di salah satunya terbentuk lapisan es. yang dapat terjadi karena mencairnya gletser. y Danau yang disebabkan oleh pengikisan y y Danau gletser terbentuk bila gletser dan lembaran es mengeruk permukaan bumi dan membentuk ceruk. aliran sungai. Danau bendungan lava terbentuk bila aliran lava gunung berapi menyumbat lembah sungai dan menyebabkan terbentuknya danau. . Contohnya ialah oase gurun di seluruh dunia. Beberapa danau terbentuk oleh angin atau air hujan. Contohnya ialah danau kawah di Oregon ( Amerika Serikat ).

.y Danau delta terbentuk di sepanjang pantai yang arus pantainya mengendapkan pasir dan membentuk gosong pasir. Contonya ialah Danau Malawi di Lembah Retakan Afrika Timur. y Danau yang dihasilkan oleh gerakan bumi y Danau sesar terjadi jika persesaran di kerak bumi. maka terbentuklah lekukan atau lembah retak yang kemudian dapat menjadi danau. gosong pasir itu sama sekali memisahkan sebagian kecil laut. Akhirnya. dan dengan demikian membentuk laguna. Delta-delta terbesar di dunia mempunyai danau delta atau laguna.

co.ilmualam.com/arsitekturalmukabumi www.Daftar Pustaka www.com/pegunungan.wikipedia.jpeg www.com/das.article.jpeg www.com/sungai .google.id/mukabumi www.google.

S AYIT SUPRAYITNO PINIUS MAHMUD ( 2411081011 ) ( 2411081014 ) ( 2411081026 ) ( 2411081025 ) ( 24110810 ) UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI BANDUNG CIMAHI 2009 .Morfologi bentuk permukaan bumi ³ M KULIAH GEOLOGI REKAYA A ³ DISUSUN OLEH : ADHIETYA RIEZKY ANDIKA GUSTI B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful