A. Alat bor Pada tambang terbuka pemboran peledakan biasanya dilakukan pada suatu bench atau jenjang.

Pemboran dilakukan untuk menyiapkan lubang ledak dengan kualitas yang baik dalam posisi yang tepat agar peledakan dapat berjalan efisien terhadap hasil dan konsumsi bahan peledak. Pemboran di tambang terbuka umumnya menggunakan tiga jenis alat bor, yaitu : 1. Top hammer drilling
y y

Hydraulic self = contained drill Pneumatic drill dengan portable air compressor

2. Down the hole drilling
y y

Pneumatic operated carrier dengan portable air compressor Hydraulic operated self contained carrier

3. Rotary drilling
y y

Rotary crushing Rotary cutting

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan dan penetrasi pemboran adalah : a. Geometri lubang bor b. Keadaan geologi, yaitu adanya patahan, rekahan ataupun perlipatan. c. Struktur dan tekstur batuan yang akan dibor d. Kondisi lapangan kerja dan jalan masuk e. Fragmentasi dan produksi yang dibutuhkan dan ditentukan f. Biaya pemboran g. Peraturan-peraturan yang harus dipatuhi. B. Arah pemboran Arah pemboran pada jenjang atau bench ada dua cara yaitu lubang bor miring dan lubang bor tegak. Dengan pemboran tegak pada bagian atas jenjang fragmentasinya kurang baik dan pada bagian lantai dasar daya ledak tidak bisa sepenuhnya tersalurkan (energi yang hilang lebih besar). Tapi dengan lubang bor miring,

. antara lain : y y y Jenjang (bench) yang dibentuk lebih stabil Mengurangi fesiko timbulnya tonjolan dan back break Hasil tumpukan (muck pile shape) yang lebih baik Beberapa kesulitan dalam pembuatan lubang bor miring antara lain : y Sulit melakukan pemboran secara akurat khususnya bila pemboran lubang ledak yang dalam y Untuk melakukan pembran miring diperlukan pengawasan ketat Disamping itu drill hole straightness merupakan faktor yang penting. Jika arah pemboran tidak lurus akan berpengaruh terhadap biaya pemboran dan peledakan yang cenderung akan membesar. Lubang bor miring mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan lubang bor tegak. C. Disamping itu akan berakibat jarak spacing dan burden berubah dari desain yang telah ditetapkan karena sering berhimpit yang akan menyebabkan perubahan jarak keduanya. Faktor yang dapat menyebabkan arah pemboran tidak lurus tersebut antara lain struktur geologi dan kedalaman lubang ledak yang tidak sesuai dengan ukuran diameter bit yang digunakan.yang biasanya dengan kemiringan 3 : 1 bisa menghindari problem tersebut di atas. Pola Pemboran D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful