Sistem Kepercayaan (religi

)
Posted by Okie Shcatzie on Sunday, January 07, 2007 Sistem Kepercayaan (Religi). A. Perhatian Ilmu Antropologi Terhadap Religi. Sejak lama, ketika ilmu antropologi belum ada dan hanya merupakan suatu himpunan tulisan mengenai adapt-istiadat yang aneh-aneh dari suku-suku bangsa di luar Eropa, religi te;ah menjadi suatu pokok penting dalam biku-buku para pengarang tulisan-tulisan etnografi mengenai suku-suku bangsa itu. Kemudian, waktu bahan etnografi tersebut digunakan secara luas oleh dunia ilmiah, perhatian terhadap bahan mengenai upacara keagamaan itu sangat besar. Sebenarnya ada dua hal yang menyebabkan perhatian yang besar itu, yaitu: 1.Upacara keagamaan dalam kebudayaan suatu suku bangsa biasanya merupakan unsur kebudayaan yang tampak paling lahir. 2.bahan etnografi mengenai upacara keagamaan diprlukan unutk mnyusun teori-teori tentang asal-mula religi. Para pengarang etnografi yang datang dalam masyarakat suatu suku bangsa tertentu, akan segera tertarik akan upacara-upacara keagamaan suku bangsa itu, karena upacarauapacara itu pada lahirnya tampak berbeda sekali dengan upacara keagamaan dalam agama bangsa-bangsa Eropa itu sendiri, yakni agam Nashrani. Hal-hal yang berbeda itu dahulu dianggap aneh, dan justru karena keanehanya itu menarik perhatian. Masalah asal-mula dari suatu unsur universal seperti religi, ratinya masalah mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib yang dianggapnya lebih tinggi daripadanya, dan mengapa manusia itu melakukan berbagai hal dengan cara-cara yang beraneka warna, unutk berkomunikasi dan mencari hubungan dengan kekuatan-kekuatan tadi, telah lam menjadi pusat perhatian banyak orang di Eropa, dan juga dari dunia ilmiah pada umumnya. Dalam usaha untuk memecahkan masalah asal-mula religi, para ahli biasanya menganggap religi suku-suku bangsa di luar Eropa sebagai sisa-sisa dari bentuk-bentuk religi yang kuno, yang dianut seluruh umat manusia dalam zaman dahulu, juga oleh orang Eropa ketika kebudayaan mereka masih berada pada tingkat yang primitif. Dalam memecahkan soal asal-mula dari suatu gejala, sudah jelas orang akan melihat kepada apa yang dianggapnya sisa-sisa dari bentuk-bentuk tua dari gejala itu. Dengan demikian bahan etnorgafi mengenai upacara keagamaan dari berbagai suku bangsa di dunia sangat banyak diperhatikan dalam usaha penyusun teori-teori tentang asal-mula agama. B. Unsur-unsur Khusus Dalam Rangka Sistem Religi.

maka benda-benda. suatu tindakan. tetapi apabila dihadapi oleh manusia yang dihinggapi oleh emosi keagamaaan. Adapun sistem kepercayaan dan gagasan.Dalam rangka pokok antroplogi tentang religi. dongeng suci tengtang riwayat-riwayat dewa-dewa (mitologi). masalah mengenai bentuk dan sifatsifat dunia dan alam (kosmologi). Suatu sistem religi dalam suatu kebudayaan selalu mempunyai ciri-ciri untuk sedapat mungkin memelihara emosi keagamaan itu diantara pengikut-pengikutnya. Semua aktivitas manusia yang bersangkutan dengan religi berdasarkan atas suatu getaran jiwa. Emosi keagamaan itulah yang mendorong orang melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religi. konsepsi tentang dewa tertinggi dan pencipta alam. Sistem upacara keagaman secara khusus mengandung emosi aspek yang menjadi perhatian khusus dari para hali antroplogi ialah: (i)tempat upacara keagamaan dilakukan. masalah terciptanya dunia dan alam (kosmologi). Emosi keagamaan ini biasanya pernah dialami oleh setiap manusia. sifat-sifat dan tanda-tanda dewa-dewa. tindakan-tindakan atau gagasan-gagasan yang biasanya tidak keramat. Demikian juga benda-benda. tindakan-tindakan dan gagasan-gagasan tadi menjadi keramat. sehingga ia solah-olah terpesona. emosi keagamaan menyebabkan bahwa sesuatu benda. untuk kemudian menghilng lagi. atau religious emotion. (iii) suatu umat yang menganut religi itu. tidak akan kita persoalkan lebih lanjut dalam buku ini. sebaiknya juga di bicarakan sistem ilmu gaib sehingga pokok itu dapat dibagi menjadi dua pokok khusus. . Dalam rangka ini para ahli antroplogi biasanya menaruh perhatian terhadap konsepsi tentang dewa-dewa yang baik maupun yang jahat. konsepsi tentang mahluk-mahluk halus lainya seperti roh-roh leluhur. dan dianggap keramat. hantu dan lain-lain. yaitu (1) sistem religi dan (2) sistem ilmu gaib. atau suatu gagasan. yaitu (i) sistem keyakina. roh-roh lain yang baik maupuan yang jahat. Pokoknya. biasanya tercantum dalam suatu himpunan bukubuku yang biasanya juga dianggap sebagai kesusastraan suci. Mengenai masalah apakah emosi itu. mendapat suatu nilai keramat. pelajaran aturan agama. atau sacred value. walaupun getaran emosi itu mungkin hanya berlangsung untuk beberapa detik saja. (ii)saat-saat upacara keagmaan dijalankan. Sistem kayakinan secara khusus mengandung benyak sub-unsur lagi. konsepsi tentang hidup dan mati¶ konsepsi tentang dunia roh dan dunia akhirat lain-lain. yang biasanya disebut emosi keagamaan. (ii) sistem upacar keagamaan. yang biasanya profane. (iv)orang-orang yang melakukan dan memimpin upacara. (iii)benda-benda dan alat-alat upacara. Dengan demikian emosi keagmaan merupakan unsur penting dalam suatu religi bersama dengan tiga usnur lain.

berdo¶a. iii. hari-hari keramat dan suci dan sebagainya. langgar. tetapi tidak dikenal dalam agama lain. vii.menari tarian suci. serta hak-hak para warganya. adalah sub-unsur mengenai umat yang menganut agama atau religi yang bersangkutan khusus sub-unsur itu meliputi misalnya soal-soal pengikut agama.makan ebrsama makanann yang telah disucikan dengan do¶a. dukun dan lain-lain. v. alat-alat bunyi-bunyian seperti lonceng suci.bersemedi. yaitu pendeta biksu. Aspek ke-2 adalah aspek yang mengenai saat-saat beribadah.berpropesi atau berpawai.berkorban. lalu mengorbankan seekor ayam. syaman. disusul dengan doa yang diucapkan oleh para pelaku. xii. dan demikian juga sebaliknya.bersaji. Dengan demikian dalam suatu upacara untuk kesuburan tanah misalnya.Aspek yang pertama berhubungan dengan tempat-tempat keramat di mana upacara dilakukan. kewajiban. dan akhirnya semuanya bersama kenduri makan hidangan yang telah disucikan dengan do¶a. . mesjid dan sebagainya. Upacara itu sendiri banyak juga unsurnya. Diantara unsur-unsur upacara keagamaan tersebut ada yang dianggap penting sekali dalam satu agama. dan akhirnya sub-unsur itu juga meliputi soal-soal seperti organisasi para umat. Aspek ke-4 adalah aspek yang mengani para pelaku upacara keagamaan. Sub-unsur ke-3 dalam rangka religi. seruling suci.berpuasa.bertapa. hubungannya satu dengan lain hubungan dengan para pemimpin agama. candi. x. ii. surau. viii. mabuk. yaitu: i. xi. Kecuali itu suatu acara upacara biasanya mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari sejumlah unsur tersebut. para pelaku upacara dan para pendeta berpawai terlebih dahulu menuju ke tempat-tempat bersaji.menyanyi nyanyian suci. baik dalam saat adanya upcara keagamaan maupun adalam kehidupan sehai-hari. kuil. setelah itu menyajikan bunga kepada dewa kesuburan. Aspek k-3 adalah tentang benda-benda ynag dipakai dalam upacara termasuk patung-patung yang melambngkan dewa-dewa. gendering suci dan sebagainya. kemudian menyanyi bersama berbagai nyanyian suci. pura. ix. iv.intolsikasi atau menaburkan pikiran dengan makan obat bius unutk mencapai keadaan trance. yaitu makam. gereja.memainkan seni darama suci. vi.

Pokok-pokok khusus dalam rangka sistem ilmu gaib. pada waktu menjalankan ilmu gaib manusia bersikaplain samasekali. pada lahirnya memang sering tampak sama dengan dalam sistem religi. Ia berusaha memperlakukan kekuatan-kekuatan tinggi dan gaib agar menjalankan kehendaknya dan berbuat apa yang ia capainya. serta dengan mengucapkan mantramantra tertentu. serta dengan mengucapkan doa kepada dewa-dewa. ada peralatan untuk melakukan upacara. Akhirnya suatu upacara ilmu gaib seringkali juga mengandung unsur-unsur upacara yang sama dengan upacara religi pada umumnya. Dengan melakukan hal-hal itu semua ia percaya bahwa obat gaib untuk ayam jantannya akan mujarab sekali. orang melakukan ilmu gaib untuk menambah kekatan ayam yang hendak diadunya dalam suatu pertandingan adu ayam. dan ada tempat-tempat tertentu di mana upacara harus dilakukan. pada dasarnya ada juga suatu perbedaan yang besar sekali antara kedua pokok itu. Walaupun pada lahirnya religi dan ilmu gaib sering kelihatan sama. Sebaliknya. Kecuali itu. kepada roh nenek moyang. Dalam ilmu gaib sering terdapatjuga konsepsi-konsepsi dan ajaran-ajarannya. . Perbedaan dasarnya terletak dalam sikap manusia pada waktu ia sedang menjalankan agama. Untuk itu dia membuat obat gaib dengan sajian kepada roh-roh. ilmu gaib juga mempunyai sekelompok manusia yang yakin dan yang menjalankan ilmu gaib itu untuk mencapai suatu maksud. manusia bersikap menyerahkan diri sama sekali kepada Tuhan. upacara ilmu gaib juga mempunyai aspek-aspek yang sama saat-saat tertentu unutk mengadakan upacara (biasanya juga pada saat-saat atau hari-hari keramat). dan dengan puasa. atau magic. Misalnya. Dalam hal itu manusia biasanya terhinggap oleh suatu emosi keagamaan. pokoknya menyerahkan diri samasekali kepada kekuatan tinggi yang disembanhnya itu. dan upacara yang bersifat ilmu gaib. dan walaupun sukar untuk menentukan batas daripada upacara yang bersifat religi. kepada dewadewa.

.

z .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful