PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN

11 01 2010

PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN Oleh : Taman Firdaus, Banu Hasta, Sholahuddin & Evi Roni 1. PENGERTIAN Istilah pengembangan sistem instruksional (instructional system development) dan desain instruksional (instructional design) sering dianggap sama, atau setidak-tidaknya tidak dibedakan secara tegas dalam penggunaannya, meskipun menurut arti katanya ada perbedaan antara “desain” dan “pengembangan”. Kata “desain” berarti membuat sketsa atau pola atau outline atau rencana pendahuluan. Sedang “Pengembangan” berarti membuat tumbuh secara teratur untuk menjadikan sesuatu lebih besar, lebih baik, lebih efektif dan sebagainya (Harjanto, 2008 : 95). Beberapa definisi yang menunjukkan persamaan antara keduanya adalah sebagai berikut : 1. Pengembangan sistem intruksional adalah suatu proses secara sistematis dan logis untuk mempelajari problem-problem pembelajaran, agar mendapatkan pemecahan yang teruji validitasnya dan praktis bisa dilaksanakan (Ely, 1979 : 4). 2. Sistem Intruksional adalah semua materi pelajaran dan metode yang telah diuji dalam praktek yang dipersiapkan untuk mencapai tujuan dalam keadaan senyatanya (Baker, 1971 : 16). Dengan kata lain bahwa sistem intruksional merupakan tatanan aktifitas belajar mengajar. 3. Desain intruksional adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan belajar serta pengembangan tekhnik mengajar dan materi pengajarannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan paket pembelajaran, kegiatan mengajar, uji coba, revisi dan kegiatan mengevaluasi hasil belajar (Briggs, 1979 : 20). 4. Desain sistem instruksional ialah pendekatan secara sistematis dalam perencanaan dan pengembangan sarana serta alat untuk mencapai kebutuhan dan tujuan intruksional. Semua konsep sistem ini (tujuan, materi, metode, media, alat, evaluasi) dalam hubungannya satu sama lai dipandang sebagai kesatuan yang teratur sistematis. Komponen-komponen tersebut lebih dahulu diuji coba efektifitasnya sebelum disebarluaskan penggunaannya (Briggs, 1979 : XXI). 5. Pengembangan sistem intruksional adalah suatu proses menentukan dan menciptakan situasi dan kondisi tertentu yang menyebabkan siswa dapat berinteraksi sedemikian rupa sehingga terjadi perubahan di dalam tingkah lakunya (Carrey 1977 : 6). Desain Pembelajaran adalah disiplin yang berhubungan dengan pemahaman dan perbaikan satu aspek dalam pendidikan yaitu proses pembelajaran. Tujuan kegiatan membuat desain pembelajaran adalah menciptakan sarana yang optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Sehingga disiplin desain pembelajaran terutama berkenaan dengan perumusan metode-metode pembelajaran yang menghasilkan perubahan yang diinginkan dalam pengetahuan dan keterampilan siswa. John Dewey (1900) menyatakan bahwa pendidikan memerlukan “linking science” antara teori belajar dan praksis pendidikan. Desain pembelajaran dianggap sebagai penghubung antara keduanya karena desain pembelajaran adalah pengetahuan yang merumuskan tindakan pembelajaran untuk mencapai outcome pembelajaran. Aspek desain pembelajaran meliputi dua wilayah utama yaitu (1) psikologi, khususnya teori belajar, dan (2) media dan komunikasi. Tetapi media dan komunikasi seakan memberikan kontribusi prinsip dan strategi secara terpisah pada desain pembelajaran, tidak seperti teori

Namun kita dapat membedakan keduanya. Desain pembelajaran lebih banyak didukung oleh teori belajar. Desain pembelajaran menuntut pengetahuan tentang berbagai metode pembelajaran. Hasil dari pemanfaatan pembelajaran adalah program pembelajaran yang telah dimodifikasi sedemikan rupa sehingga menghasilkan efektivitas program yang optimal. Blueprint ini menyatakan metode apa yang seharusnya digunakan untuk materi dan siswa tertentu. perbaikan. dan penerapan serta penggunaan metode-metode pembelajaran yang telah dikembangkan. perbaikan. pemanfaatan. Nampaknya terdapat overlap antara kurikulum dan pembelajaran. HUBUNGAN ANTARA DESAIN PEMBELAJARAN DENGAN PENDIDIKAN: Secara umum bidang pendidikan terdiri dari kurikulum. perbaikan. dan evaluasi. bagaimana memadukan metode-metode yang ada. Kegiatan ini berkenaan dengan pemahaman dan perbaikan caracara untuk mencapai hasil yang optimal. Di bawah ini penjelasan hubungan antara pembelajaran dengan kelima kawasan pembelajaran: Pembelajaran Bidang pembelajaran terdiri dari lima kegiatan pokok: desain. pengelolaan. dan rencana pembelajaran. sementara pembelajaran adalah bagaimana mengajarkannya. evaluasi. perpaduan prosedur yang optimal. administrasi. desain pembelajaran adalah blueprint yang dibuat oleh seorang arsitek. dan situasi-situasi yang memungkinkan penggunaan metode-metode tersebut secara optimal. pengembangan. dan pembelajaran. perbaikan. Pemanfaatan pembelajaran merupakan proses penentuan dan penggunaan prosedur-prosedur yang optimal untuk mencapai outcome yang optimal. dan penerapan metodemetode pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses penentuan metode pembelajaran yang tepat untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan dalam diri siswa yang berkaitan dengan pengetahuan dang keterampilan sesuai dengan isi pembelajaran dan siswa tertentu. dan penerapan metode-metode dalam menciptakan pembelajaran (methods of creating instruction). Pemanfaatan Pembelajaran Pemanfaatan pembelajaran berhubungan dengan pemahaman. Kurikulum terutama berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. Desain Pembelajaran Desain pembelajaran berhubungan dengan pemahaman.belajar yang memberikan model terintegrasi. Masing-masing kegiatan dilakukan oleh orang yang kompeten dalam bidang pembelajaran. dan situasi-situasi yang memungkinkan optimalisasi model-model pemanfaatan. Pengembangan Pembelajaran Pengembangan pembelajaran berkenaan dengan pemahaman. Pengembangan pembelajaran merupakan proses perumusan dan penggunaan prosedur yang optimal untuk menciptakan pembelajaran baru dalam situasi tertentu. Pengelolaan Pembelajaran Pengelolaan pembelajaran terkait dengan pemahaman. Pengembangan pembelajaran menghasilkan sumber-sumber pembelajaran yang siap pakai. konseling. diktat. Pemanfaatan pembelajaran menuntut pengetahuan tentang berbagai prosedur pemanfaatan. dan penerapan metodemetode pengelolaan penggunaan program pembelajaran yang diimplementasikan. Pengelolaan yang dimaksud hanya berkenaan dengan satu program pembelajaran dalam . Ibarat orang yang akan membuat rumah.

sebuah lembaga. dan lain-lain. dan rekomendasi untuk perbaikan. Desain pembelajaran mempunyai fase-fase jangka pendek dan jangka panjang 3. Analisis (a) sumber-sumber yang diperlukan (b) sumber-sumber yang tersedia (c) kendalakendala. Di Indonesia prosedur tersebut mencakup mulai dari simposium dan pengembangan kurikulum yang dilakukan mulai dari tingkat sekolah (KTSP). Penyesuaian. apakah dimanfaatkan dengan baik. Memilih atau mengembangkan materi pelajaran 8. Merancang prosedur penelitian murid 9. Demikian juga dengan istilah Pengembangan Sistem Pembelajaran (Instructional System Development). Hasil dari evaluasi ini adalah deskripsi kekurangan yang ada. . Merancang komponen dari sistem 5. Analisis dan identifikasi kebutuhan 2. Pengelolaan pembelajaran merupakan proses penentuan dan penggunaan jadwal yang optimal. dan seberapa baik program ini dikelola. Kegiatan untuk mengatasi kendala 7. merupakan perwujudan yang lebih konkrit dari Teknologi Pembelajaran. Evaluasi sumatif 12. Uji coba lapangan : evaluasi formatif dan pendidikan guru. Identifikasi alternatif cara memenuhi kebutuhan 4. Didasarkan pada pengetahuan tentang cara belajar manusia 5. prosedur penilaian. seberapa jauh program ini dikembangkan. Kegiatan seperti ini cocok untuk diterapkan pada suatu program pendidikan yang relatif baru. revisi program. Asumsi dasar yang melandasi perlunya desain pembelajaran: 1. Dilakukan dengan menerapkan pendekatan sistem (System Approach) B. Model Desain Pembelajaran Gagne dan Briggs Gagne dan Briggs (1974: 212-213) mengemukakan 12 langkah dalam pengembangan desain intruksional sebagai berikut : 1. Model yang desain pembelajaran yang dikembangkan: 1. A. teknik pengumpulan data tentang kemajuan siswa dan kelemahan program. Terdapat sejumlah istilah lain yang setara diantaranya istilah Desain Sistem Pembelajaran (Instructional System Design). konsekuensi-konsekuensinya. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran berkaitan dengan pemahaman. Pelaksanaan operasional Model tersebut di atas merupakan model yang paling lengkap yang melukiskan bagaimana suatu proses pembelajaran dirancang secara sistematis dari awal sampai akhir. 2. dan penerapan metodemetode penilaian efektivitas dan efisiensi kegiatan-kegiatan sebelumnya: seberapa baik program pembelajaran didesain. revisi dan evaluasi lanjut 11. Kemudian guru diberikan kewenangan untuk mengembangkan standar kompetensi menjadi sejumlah kompetensi dasar yang dituangkan secara eksplisit dalam silabus dan RPP. 10. Hasil yang diharapkan adalah penggunaan dan pemeliharaan program pembelajaran yang diimplementasikan. Penetapan tujuan umum dan khusus 3. 6. Dapat mempengaruhi perkembangan individu secara maksimal 4. Diarahkan untuk membantu proses belajar secara individual 2. MODEL-MODEL PENGEMBANGAN DESAIN INTRUKSIONAL Desain Pembelajaran (Instructional Design). perbaikan.

Menyusun jadwal 5. Model Pengembangan Desain Sistem Intruksional PPSI PPSI merupakan singkatan dari prosedur pengembangan sistem intruksional. Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan b. Menetapkan model yang dipakai c. Merumuskan tujuan 2. yang terdiri dari seperangkat komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara fungsional dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Istilah sistem instruksional mengandung pengertian bahwa PPSI menggunakan pendekatan sistem dimana pembelajaran adalah suatu kesatuan yang terorganisasi. Perbaikan 4. Mengadakan posttest d. 3. 4. Melakasanakan rencana. 2008 : 75). Mengelompokkan tugas-tugas belajar dan memilih kondisi belajar yang tepat. Memilih metode dan media 5. Merencanakan pertanyaan (item) untuk menilai masing-masing tujuan 3. Menggunakan istilah yang operasional b. Alat pelajaran/buku yang dipakai d. Pengembangan program kegiatan a. Mensintesiskan komponen-komponen pembelajaran 6. Pelaksanaan a. Berbentuk hasil belajar c. Dengan demikian PPSI adalah suatu langkah-langkah pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran sebagai suatu sistem dalam rangka untuk mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif dan efisien (Harjanto. Menganalisis tujuan tugas belajar 3. Hanya satu jenis tingkah laku 2. Pengembangan alat penilaian a. Menetapkan kegiatan yang akan ditempuh 4. Menyampaikan materi pelajaran c. Mengadakan pretest b. Berbentuk tingkah laku d. Model J. Merumuskan materi pelajaran b. Model pengembangan intruksional PPSI ini memiliki 5 langkah pokok yaitu: 1. Kegiatan belajar a. Kemp Menurut Kemp (1977) pengembangan intruksional atau desain intruksional itu terdiri dari 8 langkah yaitu : 1. Model Desain Pembelajaran Wong dan Roulerson Wong dan Roulerson (1974) mengemukakan 6 langkah pengembangan desain intruksional yaitu: 1. . Menentukan jenis tes/intrumen yang akan digunakan untuk menilai tercapai tidaknya tujuan b.2. mengevaluasi dan memberi umpan balik. Perumusan tujuan/kompetensi Merumuskan tujuan/kompetensi beserta indicator ketercapaiannya yang harus memenuhi 4 kriteria sebagai berikut: a. Menetapkan kegiatan belajar yang tak perlu ditempuh c. Menentukan tujuan intruksional umum (TIU) atau Standar Kompetensi.E.

8. Menentukan TIK atau Kompetensi Dasar. Mengevaluasi hasil belajar 10. administrator. Mengadakan evaluasi 5. Menganalisis kegiatan belajar 4. b) strategi untuk mencapainya. Menentukan jenjang belajar 7. Merumuskan tujuan 2. Langkah pengembangan dimaksud dirumuskan kedalam 10 langkah pengembangan yaitu : 1. Menentukan materi pelajaran 5. Penyusunan garis besar kurikulum/rincian tujuan kebutuhan instruksional yang telah dituangkan dalam tujuan-tujuan kurikulum tersebut pengujiannya harus dirinci. Banathy Menurut Banathy. 4. Menentukan isi materi pelajaran 3. Penyiapan evaluasi hasil belajar 6. dan perancang intruksional. Model pengembangan intruksional Briggs ini bersandarkan pada prinsip keselarasan antara a) tujuan yang akan dicapai. secara garis besar pengembangan desain intruksional meliputi enam langkah pokok yaitu : 1. Memilih media intruksional yang sesuai 9.2. disusun dan diorganisasi menjadi tujuan-tujuan yang lebih spesifik. Pemantauan bersama 9. Menganalisis umpan balik 7. Merumuskan tujuan instruksional 2. 8. Menentukan ruang 8. alat. Penentuan kegiatan belajar. Analisis tugas/tujuan 5. ahli bidang studi. waktu dan tenaga. dan c) evaluasi keberhasilannya. yang meliputi tenaga fasilitas. Evaluasi formatif 10. Perumusan tujuan 4. Menetapkan penjajagan awal (pre test) 6. Menentukan teknik dan strategi 5. Mendesain sistem intruksional . Evaluasi sumatif 6. ahli media. Menentukan strategi belajar mengajar 7. Mengembangkan tes 3. Menganalisis karakteristik peserta didik 3. Menentukan kemampuan awal peserta didik 4. langkah-langkah dalam pengembangan desain intruksional terdiri dari : 1. Model Bela H. ahli evaluasi. Menentukan pembagian waktu 7. Model Briggs Pengembangan desain intruksional model Briggs ini berorientasi pada rancangan sistem dengan sasaran guru yang bekerja sebagai perancang atau desainer kegiatan intruksional maupun tim pengembang intruksional yang anggotanya meliputi guru. Mengkoordinasi sarana penunjang. Identifikasi kebutuhan/penentuan tujuan 2. Menurut Gerlach dan Ely (1971). Pengelompokan belajar 6. 3.. Model Gerlach dan Ely Model pengembangan desain intruksional yang dikembangkan oleh Gerlach dan Ely (1971) ini dimaksudkan untuk pedoman perencanaan mengajar.

Melakasanakan kegiatan dan mengetes hasil 6. Mungkin diterapkan: artinya model yang dipilih hendaklah dapat diterima dan dapat . 6. sebagai referensi model-model tersebut kiranya sangat bermanfaat untuk dikaji dan diimplementasikan dimana konsep-konsep tertentu masih relevan. 2. Mengembangkan materi pembelajaran. Merumuskan tujuan khusus. Menganalisis siswa dan konteks. Mengembangkan strategi pembelajaran. 3. 9. Mengembangkan bahan ajar 8. Model Desain Pembelajaran Versi Pekerti (2001) Dikti. Lengkap: suatu model pengembangan desain pembelajaran yang lengkap haruslah mengandung 3 unsur pokok yaitu: identifikasi. Menuliskan tujuan instruksional khusus (TIK) 5. 10. Namun. Identifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional umum (TIU) 2. pengembangan dan evaluasi 3. 7.5. Model yang baik adalah model yang: 1. yang dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Pendidikan Tinggi mengembangkan model desain pembelajaran yang dikenal dengan MPI (Model Pengembangan Instruksional). Melakukan Analisis Pembelajaran. Merumuskan tujuan intruksional 8. mengikuti dan menggunakannya 2. 5. 2001 Dalam rangka implementasi kurikulum yang sedang berlaku. Mengembangkan instrumen penilaian. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi Summatif 9. Menulis tes acuan patokan 6. sejumlah istilah yang menyangkut langkah-langkah tersebut sudah harus disesuaikan dengan perkembangan (trend) yang terjadi. Memilih Model Desain Pembelajaran Oleh karena begitu banyaknya model biasanya kita lalu dihadapkan pada pertanyaan mau pakai model yang mana? Dalam hal memilih model ini setidaknya ada lima criteria yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam memilih model pengembangan desain pembelajaran. secara konseptual. melalui Program Pekerti (Pengembangan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional). Merevisi Pembelajaran. 4. Merancang & Mengembangkan Evaluasi Formatif. Menyusun strategi instruksional 7. Model Dick and Carey Tahapan model pengembangan sistem pembelajaran menurut Dick and Carey (1937 : 1) dibagi menjadi 10 tahapan yaitu: 1. Menyusun desain dan melaksanakan evaluasi formatif Model Pengembangan Instruksional (MPI) versi Pekerti. C. Sederhana: bentuk yang sederhana akan mempermudah untuk mengerti. Menganalisis Tujuan Pembelajaran. Melakukan analisis instruksional 3. Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa 4. 8. dimana untuk mengembangkan sebuah desain pembelajaran diperlukan 8 langkah sebagai berikut: 1.

Dalam perkembangannya selama beberapa abad. jika mempunyai identitas akan dapat mencerminkan kualitas produk atau jasa itu dan mudah dikenali. keseimbangan. Heinich. 1993). yaitu sebagai sarana identifikasi. sesuai dengan situasi dan kondisi setempat 4. PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN Pengembangan desain pembelajaran dipengaruhi oleh prosedur-prosedur desain pembelajaran. dan kesatuan). 3.diterapkan (applicable). namun prinsip-prinsip umumnya berasal dari aspek-aspek komunikasi disamping proses belajar. proses berpikir visual. baik yang menghendaki kehadiran guru secara fisik maupun yang tidak 5. Berfikir visual menuntut kemampuan mengorganisasi bayangan sekitar unsur-unsur visual digunakan untuk membuat pernyataan visual yang memberikan dampak besar terhadap proses belajar orang pada semua usia. sebagai sarana informasi dan instruksi. Aplikasi teori belajar visual berfokus pada perancangan visual yang merupakan bagian penting dalam berbagai tipe pembelajaran yang menggunakan media. atau dari mana asalnya. Atau kita akan membeli minyak goreng merek X karena logonya berkesan bening. Arnheim (1972) menjelaskan berfikir visual sebagai fikiran kiasan. Prinsip-prinsip ini digunakan sebagai panduan dalam merancang dan mengedit grafik (Petterson. Demikian juga dengan suatu benda. (Curtis. Perkembangannya selain dipengaruhi oleh teori komunikasi juga oleh teori-teori proses auditori dan visual. Kecuali ini masih banyak lagi daftar unsur dan prinsip perancangan visual yang lain. Berfikir visual merupakan reaksi internal. karena sering berprestasi dalam kancah nasional atau meraih peringkat tertinggi di daerah itu. dan dibawah sadar. 1993. 1987). Berfikir visual ini meliputi lebih banyak manipulasi bayangan mental dan asosiasi sensor dan emosi daripada tahap berpikir yang lain (Seels. tidak saja berlaku untuk pola belajar mengajar yang konvensional. misalnya. Apabila model-model yang sudah ada ternyata tidak ada yang memenuhi kelima criteria tersebut maka masih ada kemungkinan untuk mengembangkan model yang baru yang sesuai dengan sikon kita. dan estetika. Dalam hal ini. dan “sehat”. Molenda. prinsipprinsip estetika juga merupakan dasar proses pengembangan (Schwier. Teruji: model yang bersangkutan telah dipakai secara luas dan teruji/terbukti dapat memberikan hasil yang baik. 1973). tetapi juga proses belajar mengajar yang lebih luas. Jika desain komunikasi visual digunakan untuk identifikasi lembaga seperti sekolah. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu. Dondis. dan yang terakhir sebagai sarana presentasi dan promosi. Maka orang akan lebih mudah menentukan sekolah A atau B sebagai favorit. desain komunikasi visual menurut Cenadi (1999:4) mempunyai tiga fungsi dasar. Desain Komunikasi Visual Sebagai Sarana Identifikasi Fungsi dasar yang utama dari desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi. bersih. Teori berfikir sangat berguna dalam pengembangan materi pembelajaran terutama dalam mencari ide untuk perlakuan visual. Wilson dan Houghton. Prinsip komunikasi visual juga memberi arah yang mendasar dalam pengembangan materi pembelajaran. a. produk ataupun lembaga. 1987). 1987. Bisa dengan menciptakan yang baru atau cukup dengan memodifikasi model yang sudah ada. . dan Russel (1993) mengidentifikasi unsur kunci seni yang digunakan dalam perancangan visual (pengaturan. Luas: jangkauan model tersebut hendaklah cukup luas. baik oleh baik oleh produsennya maupun konsumennya. Kita akan lebih mudah membeli minyak goreng dengan menyebutkan merek X ukuran Y liter daripada hanya mengatakan membeli minyak goreng saja.

lokasi penempatan. diagram. Inilah sekali lagi salah satu alasan mengapa desain komunikasi visual harus bersifat universal. untuk mencapai tujuan ini. . posisi dan skala. Pangsa Pasar Pangsa pasar merupakan kelompok yang dituju dalam menginformasikan sebuah pesan. mendapatkan perhatian (atensi) dari mata (secara visual) dan membuat pesan tersebut dapat diingat. Hal terpenting dalam hal ini adalah mengetahui latar belakang khalayak tersebut. Umumnya. Desain Visual Sebagai Sarana Informasi dan Instruksi Sebagai sarana informasi dan instruksi. toilet. contohnya peta. b. mempunyai satu makna dan mengesankan. Untuk itu diperlukan beberapa pedoman mendasar. Dasar Perancangan Desain Komunikasi Visual Pujiyanto (1998) dalam makalahnya berjudul Kreativitas dalam Merancang Desain Komunikasi Visual mengemukaan bahwa dalam penciptaan karya desain komunikasi visual terdapat berbagai masalah yang kompleks antara desainer dan klien. yang satu sama lain saling berhubungan dan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk menghasilkan desain yang menarik. Penggunaan gambar dan kata-kata yang diperlukan sangat sedikit. dan dipresentasikan secara logis dan konsisten. d. arah. Konsep Desain Konsep desain disebut sebagai inti pesan yang berfungsi sebagai tema utama dalam sebuah desain. pendidikan. c. yaitu: a. simbolsimbol di tempat-tempat umum seperti telepon umum. dan fungsional. kelebihan dan kekurangan. desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal yang lain dalam petunjuk. dalam bentuk yang dapat dimengerti. pada waktu dan tempat yang tepat. waktu. Kesimpulan ini mencerminkan tema utama yang menyeluruh dan mewakili desain yang disampaikan agar dapat diterima atau merupakan titik pandang utama sebuah desain bagi khalayak yang dituju. baik dari segi usia. Konsep desain merupakan jabaran lengkap mengenai isi desain beserta gambarannya dan alasan-alasan yang kuat dalam pemilihan sebuah bentuk desain. contohnya poster. Simbol-simbol yang kita jumpai sehari-hari seperti tanda dan rambu lalu lintas. dapat dibaca dan dimengerti oleh orang dari berbagai latar belakang dan kalangan. Desain Komunikasi Visual Sebagai Sarana Presentasi dan Promosi Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi adalah untuk menyampaikan pesan. Dalam menentukan pemilihan media desain dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukungnya yang berkaitan dengan sasaran yang ingin dituju. D. Media Desain Media desain merupakan alat atau sarana yang dapat dipakai untuk memuat pesan sebagai bentuk akhir perancangan yang meliputi berbagai media untuk menyampaikan suatu desain agar dapat didengar atau dilihat oleh khalayak yang kemudian direspon. simbol dan penunjuk arah. dan efektivitas serta efisiensinya. karena tujuan akhirnya adalah menjual suatu produk atau jasa. maka gambar dan kata-kata yang digunakan bersifat persuasif dan menarik. restoran dan lain-lain harus bersifat informatif dan komunikatif. tingkat sosial. jenis kelamin. dan lainnya guna mendukung penetapan sebuah bentuk desain yang sesuai dan tepat bagi khalayak yang dituju sehingga dapat dimengerti dan dipahami. karena masing-masing media memiliki karakteristik.b. Pesan Desain Pesan desain merupakan kesimpulan akhir dari pengolahan data pangsa pasar dan konsep desain. c. efektif. Informasi akan berguna apabila dikomunikasikan kepada orang yang tepat.

or other publication so that and illustration follow a desired format”. dari gagasan seakan-akan nyata. Simbolisme Simbolisme sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan bahasa yang digunakan karena sifatnya yang universal dibanding kata-kata atau bahasa. c. Ilustrasi Ilustrasi dalam karya desain komunikasi visual dibagi menjadi dua. sehingga teks dan ilustrasi sesuai dengan bentuk yang diharapkan. b. a.” Layout juga meliputi semua bentuk penempatan dan pengaturan untuk catatan tepi.” Wirya (1999:32) mengatakan bahwa beberapat tipe huruf mengesankan nuansa-nuansa tertentu. menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda. dan desain huruf tertentu dapat menciptakan gaya (style) dan karakter atau menjadi karakteristik subjek yang diiklankan. jenis. pagination. Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa: “Layout includes directions for marginal data. maka pesan menjadi lebih berkesan. Ilustrasi sebagai gambaran pesan yang tak terbaca dan bisa mengurai cerita berupa gambar dan tulisan dalam bentuk grafis informasi yang memikat. lembut. Logo merupakan identifikasi dari sebuah perusahaan karena logo harus mampu mencerminkan citra. Elemen-elemen Desain Komunikasi Visual Christine Suharto Cenadi (1999:5) menyebutkan bahwa elemen-elemen desain komunikasi visual diantaranya adalah tipografi. ringan. tujuan. Dengan ilustrasi. yaitu ilustrasi yang dihasilkan dengan tangan atau gambar dan ilustrasi yang dihasilkan oleh kamera atau fotografi. sehingga mencapai tujuan. Fungsi ilustrasi menurut Pudjiastuti (1997:70) adalah: “Ilustrasi digunakan untuk membantu mengkomunikasikan pesan dengan tepat dan cepat serta mempertegas sebagai terjemahan dari sebuah judul. menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia. karena pembaca akan lebih mudah mengingat gambar daripada kata-kata. Menurut Wirya (1999:32) ilustrasi dapat mengungkapkan sesuatu secara lebih cepat dan lebih efektif daripada tekas. menggabungkannya dengan jenis huruf yang berbeda. atau bentuk publikasi lainnya. kuat. d. seperti kesan berat. placement of illustration. Layout adalah merupakan pengaturan yang dilakukan pada buku. marginal allowances. Bentuk yang lebihh kompleks dari simbol adalah logo. dan sifat-sifat atau nuansa yang lain. Farbey (1997:91) mengatakan bahwa banyak iklan memiliki elemen-elemen grafis yang tidak hanya terdapat ilustrasi. majalah. dari ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang tersedia. dan simbolisme. Tipografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan kemenarikan. tetapi juga terdapat . ilustrasi. magazine. pemberian gambar. penempatan ukuran dan bentuk ilustrasi. sehingga bisa membentuk suatu suasana penuh emosi. Tata Letak Perwajahan (Layout) Pengertian layout menurut Graphic Art Encyclopedia (1992:296) “Layout is arrangement of a book. Tipografi Menurut Frank Jefkins (1997:248) tipografi merupakan: “Seni memilih huruf. serta objektivitasnya agar berbeda dari yang lainnya. Elemen-elemen ini dapat berkembangan seiring dengan perkembangan teknologi dan penggunaan media. jelita. dan menandai naskah untuk proses typesetting. penempatan garis tepi.E. center headings and side head. Menurut Smith (1985) dalam Sutopo (2002:174) mengatakan bahwa proses mengatur hal atau pembuatan layout adalah merangkaikan unsur tertentu menjadi susunan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA Harjanto.”The Systematic design of Intrustion”. Penggunaan animasi dalam sebuah desain multimedia dapat menjadikan tampilan menjadi lebih menarik dan dinamis.”Instruksional Design : Prinsiples and Aplication”.”Instruksional Design & Development”. 1979. Suara Suara merupakan elemen pendukung yang digunakan untuk lebih menghidupkan suasana interaksi. Leslie.”Perencanaan Pengajaran”. Walter & Carey. New York : Syracuse University Publ. Suara utama adalah suara yang mengiringi pengguna selama interaksi berlangsung. London. adalah animasi yang berkesan datar (flat).muatan grafis yang penting seperti logo perusahaan atau logo merek. adalah karakter yang dibuat dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan adanya kesan mendalam atau berdimensi ruang. Dalam multimedia interaktif. Berdasarkan teknis pembuatannya. simbol perusahaan. Danger (1992:51) menyatakan bahwa warna adalah salah satu dari dua unsur yang menghasilkan daya tarik visual. Lawrence Erlbaum Associates Publishers . atau ilustrasi produk. Robert L & Richard R Schutz.”Instructional Product Development”. Warna Warna merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi sebuah desain. Charles M. Educational Technology Publicatios : Englewood Cliffs. Pemilihan jenis animasi yang digunakan bergantung pada kebutuhannya sehingga desaian yang dihasilkan dapat lebih efektif dan efisien. Jakarta : Rineka Cipta Ely. karena setiap warna memiliki sifat yang berbeda-beda. Baker. Dick. animasi dibagi menjadi dua. 1937. New York : Van Nostrand Reinhold Company. Briggs. Boston : Library of Congress Cataloging-in-Publication Data Reigeluth. yaitu: • Animasi dua dimensi (2D). sedang suara pendukung merupakan suara yang terdapat pada tombol-tombol navigasi. • Animasi tiga dimensi (3D). Donal P. e. Animasi Penggunaan unsur-unsur gerak atau disebut animasi khususnya dalam multimedia akan menimbulkan kesan tersendiri bagi yang melihatnya. yaitu suara utama dan suara pendukung. 2008. Pemilihan warna dan pengolahan atau penggabungan satu dengan lainnya akan dapat memberikan suatu kesan atau image yang khas dan memiliki karakter yang unik. “Instructional Design Theories and Models: An Overview of their Current Status”. Istanto (2001:61) mengatakan bahwa konsep dari animasi menggambarkan gerak sehingga dapat mendukung tampilan secara lebih dinamis.J. f. g.. dan kenyataannya warna lebih berdaya tarik pada emosi daripada akal. N. 1983. suara dibedakan menjadi dua. baik itu karakter maupun warnanya. Lou. 1978. 1971. J.

Frank. Farbey. 1997. Agus. A.com/2010/01/11/pengembangan-desain-pembelajaran/ 280311 . Christine Suharto. No.Mukminan. Seels. Pudjiastuti & P. 2005. Nirmana Vol. Strategi Pemasaran dalam Iklan. Sachari. S. Yogyakarta.D. Periklanan. Washington DC : AECT. Elemen-elemen dalam Desain Komunikasi Visual. A. Rita C. Jakarta: Djambatan Pujiyanto. Jakarta: Erlangga. http://ftaman. Instuctional Technology : The Definition and Domain of The Field. Januari 1999: 1-11. 1999.wordpress. “Desain Pembelajaran: Bahan Ajar untuk Mendukung Perkuliahan Desain Pembelajaran”. Teori Dasar Desain Komunikasi Visual. 1997. Program Pasca Sarjana UNY Cenadi. 1. 1999. Barbara B. 2004. Suptandar. Metodologi Penelitian Budaya Rupa. 1994. Jakarta: Erlangga Kusmiati. How to Produce Succesfull Advertising (Kiat Sukses Membuat Iklan). Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Jefkins. 2005. and Richey. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful