HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS III DAYAH TEUNGKU CHIEK OEMAR

DIYAN

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh : AUWALUDDIN NIM : 230 616 050

FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AR-RANIRY SURIN-BANDA ACEH 2011

Namun. Itu sebabnya taraf inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor karena ada faktor lain yang mempengaruhi. namun ada siswa yang walaupun kemampuan inteligensinya relatif rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar pada siswa kelas III MAS . . 2002). tujuan penelitian. Latar belakang masalah Proses belajar di sekolah adalah proses yang sifatnya kompleks dan menyeluruh. Dalam proses belajar siswa. menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar. Menurut Goleman (2000 : 44). Pendidikan di sekolah bukan hanya perlu mengembangkan rational intelligence yaitu model pemahaman yang lazimnya dipahami siswa saja. PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah. kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan. mengontrol desakan hati. sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain. melainkan juga perlu mengembangkan emotional intelligence siswa . IQ tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa partisipasi penghayatan emosional terhadap mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi salah satunya adalah kecerdasan emosional.ABSTRAK Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang juga tinggi. mengatasi frustasi. dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan inteligensinya. Ada siswa yang mempunyai kemampuan inteligensi tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah. seseorang harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi. mengatur suasana hati (mood). manfaat penelitian A. Keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan kunci keberhasilan belajar siswa di sekolah (Goleman. rumusan masalah dan pokok bahasan. karena inteligensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Kenyataannya. Namun biasanya kedua inteligensi itu saling melengkapi. 1. diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri. kedua inteligensi itu sangat diperlukan. berempati serta kemampuan bekerja sama.

memberikan definisi baru terhadap kata cerdas. Teori Daniel Goleman. kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence). tidak mudah percaya kepada orang lain. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. khusus pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. 2002:44). bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai jawaban atas kejanggalan tersebut. 2002 : 17). motivasi diri. Namun fenomena yang ada menunjukan bahwa tidak sedikit orang dengan IQ tinggi yang berprestasi rendah. sulit bergaul. rewel. Kemunculan istilah kecerdasan emosional dalam pendidikan. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala. EQ yang baik dapat menentukan keberhasilan individu dalam prestasi belajar membangun kesuksesan karir. empati dan keterampilan sosial. Menurut Goleman. namun beberapa penelitian telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan emosional tidak kalah penting dengan IQ (Goleman. Kondisi sebaliknya. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya. sesuai dengan judul bukunya. dan ada banyak orang dengan IQ sedang yang dapat mengungguli prestasi belajar orang dengan IQ tinggi. cenderung menarik diri. Hal ini menunjukan bahwa IQ tidak selalu dapat memperkirakan prestasi belajar seseorang. mengembangkan hubungan suami-istri yang harmonis dan dapat mengurangi agresivitas. terlalu kritis. Dalam kaitan pentingnya kecerdasan emosional pada diri siswa sebagai salah satu faktor penting untuk meraih prestasi akademik. bahkan mungkin tidak mampu mengikuti pendidikan formal yang seharusnya sesuai dengan usia mereka. EQ selalu mendahului intelegensi rasional. Memang harus diakui bahwa mereka yang memiliki IQ rendah dan mengalami keterbelakangan mental akan mengalami kesulitan. pengendalian diri. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis tertarik . mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan.Hasil beberapa penelitian di University of Vermont mengenai analisis struktur neurologis otak manusia dan penelitian perilaku oleh LeDoux (1970) menunjukkan bahwa dalam peristiwa penting kehidupan seseorang. dialami oleh orang-orang ya Pada penelitian ini. terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. khususnya dalam kalangan remaja (Goleman. Walaupun EQ merupakan hal yang relatif baru dibandingkan IQ. Karena sifat-sifat di atas. Menurut Goleman (2002 : 512). penulis mengunakan sampel pada MAS Dayah Teungku Chiek Oemar Diyan. menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri. mudah frustrasi.

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur. 2. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas. Pokok-pokok Bahasan Pada penelitian ini yang menjadi pokok-pokok bahasan adalah sebagai berikut: 1. penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi psikologi pendidikan dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat memberi gambaran mengenai hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh seorang siswa dari kegiatan belajar mengajar dalam bidang akademik di sekolah dalam jangka waktu tertentu. Dari segi praktis.untuk meneliti :´Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas III MAS Dayah Teungku Chiek Oear Diyan´ B. serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan ke arah yang positif. METODE PENELITIAN Dalam metode penelitian ini diuraikan mengenai identifikasi variabel penelitian. maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : ³Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar pada siswa kelas III Dayah Teungku Chiek Oemar Diyan?´ C. D. populasi dan metode pengambilan sampel. konselor sekolah dan guru dalam upaya membimbing dan memotivasi siswa remaja untuk menggali kecerdasan emosional yang dimilikinya. hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi khususnya kepada para orang tua. E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini mempunyai beberapa manfaat. definisi operasional variabel penelitian. antara lain ialah : 1. 2. 2. metode pengumpulan data. Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain. Dari segi teoritis. .

memotivasi diri sendiri. yaitu suatu metode pengambilan data di mana data-data yang diperlukan dalam penelitian diperoleh melalui pernyataan atau pertanyaan tertulis yang diajukan responden mengenai suatu hal yang disajikan dalam bentuk suatu daftar pertanyaan (Koentjaraningrat. Adapun metode pengambilan sampel yang dipakai pada penelitian ini adalah menggunakan teknik proporsional random sampling. Populasi Menurut Sutrisno Hadi (1993 : 70) populasi adalah seluruh penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai satu sifat yang sama. 2. D. Metode pengambilan data Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan menggunakan metode skala. Definisi Operasional 1. Pada penelitian ini menggunakan nilai raport kelas 2 semester 1. Variabel terikat : Prestasi Belajar B. Identifikasi variabel penelitian Berdasarkan landasan teori yang ada serta rumusan hipotesis penelitian maka yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah : 1.A. mengelola emosi. 2. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri. Dalam penelitian ini penulis menggunakan skala kecerdasan emosional dan metode dokumentasi. Metode Pengambilan Sampel Mengacu pada tabel Morgan maka diperoleh jumlah sampel sebesar 148 orang. Menurut Sutrisno Hadi (1996:223) alasan penulis menggunakan random sampling ini adalah memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. C. . mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Populasi dan metode pengambilan sampel 1. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II MAS Dayag teungku Chiek Oemar Diyan yang berusia antara 16-17 tahun. Variabel bebas : Kecerdasan Emosional 2.. Prestasi belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasarkan pengukuran dan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar dalam bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam raport. 1994 : 173).

fator-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. 2. TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan diuraikan lebih jauh mengenai teori-teori yang menjelaskan mengenai pengertian belajar dan prestasi belajar. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas.3. memotivasi diri sendiri. disadari dan perubahan tersebut relatif menetap serta membawa pengaruh dan manfaat yang positif bagi siswa dalam berinteraksi dengan lingkungannya. secara sengaja. mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain C. Pengertian Belajar Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. mengelola emosi diri. B. Pengertian prestasi belajar Prestasi belajar merupakan hasil usaha belajar yang dicapai seorang siswa berupa suatu kecakapan dari kegiatan belajar bidang akademik di sekolah pada jangka waktu tertentu yang dicatat pada setiap akhir semester di dalam buki laporan yang disebut rapor. Pengertian emosi Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Prestasi Belajar 1. pengertian emosi dan kecerdasan emosional. Hipotesis alternatif (Ha) : ³Ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar´ . Hipotesis Berdasarkan uraian teoritik di atas. Pengertian kecerdasan emosional Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kecerdasan emosional adalah kemampuan siswa untuk mengenali emosi diri. 2. maka hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Kecerdasan Emosional 1. A.

2. Hipotesis nihil (Ho) : ³Tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar´ .

Daniel. . Lanawati. Emitional Intelligence (terjemahan). Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama. Bandung : PT. (1999). Hubungan Antara Emotional Intelligence dan Intelektual Quetion dengan Prestasi Belajar Siswa SMU. (2000). Sri. Syah. (2000).DAFTAR PUSTAKA Goleman. Remaja Rosdakarya.Tesis Master : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan baru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful