1.

Pendahuluan Aktuaris adalah seorang ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu keuangan dan

teori statistik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis aktual. Persoalan ini umumnya menyangkut analisa kejadian masa depan yang berdampak pada segi finansial, khususnya yang berhubungan dengan besar pembayaran di masa depan dan kapan pembayaran dilakukan pada waktu yang tidak pasti. Secara umum, aktuaris bekerja di bidang : konsultasi, perusahaan asuransi jiwa, pensiun, dan investasi. Aktuaris juga sedang merambah di bidang-bidang lainnya, dimana kemampuan analitis diperlukan.

2. 2.1.

Penjelasan Profesi Aktuaris Di Indonesia Gelar aktuaris di Indonesia diberikan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI)

setelah seorang individu menempuh 10 mata ujian yang diujikan. Pada umumnya aktuaris di Indonesia memiliki latar belakang pendidikan dari FMIPA Matematika maupun Statistika. Tetapi ada sedikit yang berasal dari disiplin lain. Aktuaris di Indonesia banyak bekerja di perusahaan asuransi jiwa, sedangkan sisanya bekerja di dana pensiun, konsultan aktuaria, dan saat ini merambah ke dunia investasi. 2.2. Dana Pensiun Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. 1. Jenis Dana Pensiun

Berdasarkan UU No 11 tahun 1992, di Indonesia mengenal 3 jenis Dana Pensiun yaitu: Dana Pensiun Pemberi Kerja, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta, dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja. 2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, bagi perorangan, baik karyawan maupun pkerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atai perusahaan asuransi jiwa. 3. Dana Pensiun berdasarkan Keuntungan, adalah dana pensiun pemberi kerja yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, dengan iuran hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja. 2.3. Manfaat Dana Pensiun 1. Manfaat Pensiun Normal, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atau sesudahnya. 2. Manfaat Pensiun Dipercepat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun normal. 3. Manfaat Pensiun Cacat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta menjadi cacat.

sebagaimana dimaksud di dalam peraturan perundangan yang berlaku . 2. Permasalahan pokok akuntansi program pensiun bagi pemberi kerja adalah tentang pengukuran biaya manfaat pensiun yang wajar dan pengungkapan yang memadai mengenai program pensiun di dalam laporan keuangan pemberi kerja. Pernyataan ini berlaku untuk Program Pensiun luran Pasti (PPIP) dan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP). pengaturan kompensasi yang ditangguhkan (deferred compensation management). Pernyataan ini tidak mengatur tentang kesejahteraan karyawan dalam bentuk lainnya. Tujuan Program pensiun merupakan salah satu bagian penting dari program balas jasa yang diselenggarakan pemberi kerja untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. 3. Program jaminan kesejahteraan sosial yang diwajibkan pemerintah (astek. 2. misalnya kewajiban pemberian pesangon. berapa jumlahnya dan informasi apa yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan pemberi kerja sehubungan dengan program pensiun.4. Pernyataan ini harus diterapkan sehubungan dengan akuntansi tentang biaya manfaat pensiun bagi pemberi kerja. jamsostek) juga di luar lingkup Pernyataan ini. Ruang Lingkup 1. tunjangan kesehatan dan kesejahteraan program bonus dan lain-lain. mengatur tentang akuntansi dan pelaporan Dana Pensiun sebagai suatu lembaga. 4. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 18 tentang Akuntansi Dana Pensiun.2.5. Dengan demikian Pernyataan ini perlu dikaji dalam kaitannya dengan Standar Akuntansi Keuangan tersebut. Pernyataan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kapan biaya manfaat pensiun harus diakui sebagai beban.

Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit Plans) adalah program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun atau Program Pensiun lain yang bukan merupakan Program Pensiun luran Pasti. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan. baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun Pemberi Kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan. bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya.Program Pensiun luran Pasti (Defined Contribution Plans) adalah program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun . Peraturan Dana Pensiun adalah peraturan yang berisi ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan program pensiun. sebagai peserta. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarkan Program Pensiun luran Pasti bagi perorangan. Definisi Program Pensiun adalah setiap program yang mengupayakan manfaat pensiun bagi peserta.6. Manfaat Pensiun adalah pembayaran berkala yang dibayarkan kepada peserta pada saat dan dengan cara yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun.Peserta adalah . untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program Pensiun luran Pasti. dan yang menimbulkan kewajiban bagi pemberi kerja.Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. selaku pendiri.2.

mitra pendiri atau badan usaha/perusahaan perorangan yang mengikutsertakan karyawan pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan.Pendanaan adalah penyerahan aktiva oleh pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta atau peserta kepada Dana Pensiun yang sifatnya tidak dapat ditarik kembali dalam rangka menyiapkan dana untuk memenuhi kewajiban membayar manfaat pensiun di masa yang akan datang. Mitra Pendiri adalah pemberi kerja yang ikut serta dalam suatu Dana Pensiun Pemberi Kerja Pendiri untuk kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya. (b) bank/perusahaan asuransi jiwa yang membentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Pendiri adalah: (a) orang atau badan yang membentuk Dana Pensiun Pemberi Kerja.setiap orang yang memenuhi persyaratan Peraturan Dana Pensiun untuk menjadi penerima manfaat pensiun. Metode ini dapat memasukkan asumsi proyeksi tingkat gaji sampai dengan tanggal pensiun.Metode Penilaian Projected Benefit adalah metode penilaian aktuarial yang . Metode Penilaian Accrued Benefit adalah metode penilaian aktuarial yang menunjukkan nilai manfaat pensiun berdasarkan jasa yang telah diberikan karyawan sampai dengan tanggal penilaian. Penilaian Aktuarial adalah proses yang digunakan oleh profesi aktuaris untuk mengestimasi nilai sekarang manfaat pensiun yang harus dibayar dan sisa masa kerja rata-rata para peserta program pensiun serta merekomendasikan biaya jasa kini dan angsuran kekurangan dana yang harus dibayar kepada Dana Pensiun. Pemberi kerja dapat merupakan pendiri. Pemberi Kerja adalah badan usaha atau perusahaan perorangan yang memiliki program pensiun bagi karyawannya.

Kewajiban Aktuaria (Present Value of Accumulated Pension Benefit /Actuarial Present Value of Promised Retirement Benefit) adalah nilai sekarang pembayaran manfaat pensiun yang akan dilakukan Dana Pensiun kepada kayawan yang masih bekerja dan yang sudah pensiun. 2. Biaya Jasa Lalu (Past Service Cost) adalah biaya pemberi kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti untuk jasa yang telah diberikan peserta sampai dengan tanggal penilaian aktuarial akibat adanya: (a) pembentukan program pensiun. bank/perusahaan asuransi jiwa yang membentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Metode ini dapat memasukkan asumsi proyeksi tingkat gaji sampai dengan tanggal pensiun. atau (b) perubahan program pensiun. Biaya Jasa Kini (Current Service Cost) adalah biaya pemberi kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti untuk jasa yang telah diberikan oleh peserta yang masih aktif bekerja selama suatu periode berjalan. yang dihitung berdasarkan jasa yang telah diberikan Koreksi Aktuarial (Experience Adjustment) adalah koreksi atas nilai manfaat pensiun akibat perbedaan antara asumsi aktuarial yang dipakai dengan apa yang sebenarnya terjadi. .menunjukkan nilai manfaat pensiun berdasarkan jasa yang telah diberikan maupun yang akan diberikan oleh karyawan pada tanggal penilaian. PENDIRI ADALAH: 1. Mitra Pendiri adalah pemberi kerja yang ikut serta dalam suatu Dana Pensiun Pemberi Kerja Pendiri untuk kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya. orang atau badan yang membentuk Dana Pensiun Pemberi Kerja.

Pendanaan adalah penyerahan aktiva oleh pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta atau peserta kepada Dana Pensiun yang sifatnya tidak dapat ditarik kembali dalam rangka menyiapkan dana untuk memenuhi kewajiban membayar manfaat pensiun di masa yang akan datang. Metode ini dapat memasukkan asumsi proyeksi tingkat gaji sampai dengan tanggal pensiun. Metode ini dapat memasukkan asumsi proyeksi tingkat gaji sampai dengan tanggal pensiun. Metode Penilaian Accrued Benefit adalah metode penilaian aktuarial yang menunjukkan nilai manfaat pensiun berdasarkan jasa yang telah diberikan karyawan sampai dengan tanggal penilaian. atau 2. perubahan program pensiun. Kewajiban Aktuaria (Present Value of Accumulated Pension Benefit /Actuarial Present Value of Promised Retirement Benefit) adalah nilai sekarang pembayaran . Metode Penilaian Projected Benefit adalah metode penilaian aktuarial yang menunjukkan nilai manfaat pensiun berdasarkan jasa yang telah diberikan maupun yang akan diberikan oleh karyawan pada tanggal penilaian. Penilaian Aktuarial adalah proses yang digunakan oleh profesi aktuaris untuk mengestimasi nilai sekarang manfaat pensiun yang harus dibayar dan sisa masa kerja rata-rata para peserta program pensiun serta merekomendasikan biaya jasa kini dan angsuran kekurangan dana yang harus dibayar kepada Dana Pensiun. Biaya Jasa Lalu (Past Service Cost) adalah biaya pemberi kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti untuk jasa yang telah diberikan peserta sampai dengan tanggal penilaian aktuarial akibat adanya: 1. Biaya Jasa Kini (Current Service Cost) adalah biaya pemberi kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti untuk jasa yang telah diberikan oleh peserta yang masih aktif bekerja selama suatu periode berjalan. pembentukan program pensiun.

Jenis program pensiun : • Untuk tujuan Pernyataan ini. • Dalam Program Pensiun luran Pasti. . kecuali untuk mengestimasi jumlah manfaat pensiun yang akan diterima peserta pada saat pensiun berdasarkan besarnya iuran saat ini dan estimasi hasil pengembangan dana.manfaat pensiun yang akan dilakukan Dana Pensiun kepada kayawan yang masih bekerja dan yang sudah pensiun. mengkaji kembali asumsi aktuaris yang digunakan dan merekomendasikan besarnya iuran yang harus dibayar. Bantuan profesi aktuaris tidak mutlak diperlukan. Bantuan profesi aktuaris mutlak diperlukan untuk mengestimasi besarnya kewajiban aktuaria. program pensiun diklasifikasikan menjadi Program Pensiun luran Pasti atau Program Pensiun Manfaat Pasti. besarnya manfaat pensiun yang akan diterima oleh peserta pada saat pensiun ditentukan berdasarkan suatu rumusan manfaat pensiun yang biasanya mempunyai variabel masa kerja dan penghasilan dasar pensiun. Kewajiban pemberi kerja adalah untuk menyediakan manfaat pensiun yang akan dibayarkan kepada peserta pada saat pensiun. yang dihitung berdasarkan jasa yang telah diberikan Koreksi Aktuarial (Experience Adjustment) adalah koreksi atas nilai manfaat pensiun akibat perbedaan antara asumsi aktuarial yang dipakai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Kewajiban dari pemberi kerja adalah membayarkan iuran seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. jumlah yang diterima oleh peserta pada saat pensiun tergantung pada jumlah iuran yang dibayarkan oleh pemberi kerja dan peserta serta hasil pengembangan dana. • Dalam Program Pensiun Manfaat Pasti.

iuran pemberi kerja untuk jasa suatu periode tertentu harus diakui sebagai beban pada periode tersebut. Sedangkan tujuan akuntansi biaya manfaat pensiun adalah untuk memastikan bahwa biaya manfaat pensiun diakui sebagai beban sesuai dengan jasa yang telah diberikan peserta. Sebagai konsekuensi. Penjelasan Program Pensiun Iuran Pasti Pengakuan Beban Manfaat Pensiun • Dalam Program Pensiun luran Pasti. yang akan menjadi penerima manfaat pensiun. keputusan pemberi kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketersediaan dana/kondisi keuangan dan pertimbangan perpajakan. biaya manfaat pensiun harus diakui sebagai beban pada periode dimana jasa tersebut diterima. Pendanaan adalah suatu prosedur keuangan. Dalam menentukan jumlah iuran yang dibayarkan setiap periode. Pengakuan beban manfaat pensiun hanya pada saat peserta memasuki masa pensiun atau pada saat peserta menerima manfaat pensiun tidak mencerminkan alokasi biaya manfaat pensiun ke periode jasa tersebut diterima. Dengan . Terdapat perbedaan yang jelas antara pendanaan manfaat pensiun dan alokasi biaya manfaat pensiun untuk tujuan pengakuan beban.Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun : • Pengakuan beban manfaat pensiun oleh pemberi kerja adalah sebagai akibat dari jasa yang telah diterima dari peserta. • luran pemberi kerja dalam Program Pensiun luran Pasti biasanya dinyatakan dalam Peraturan Dana Pensiun dengan suatu rumusan tertentu. • Jumlah biaya manfaat pensiun yang diakui sebagai beban pada suatu periode tidak perlu sama dengan jumlah iuran yang dibayarkan pemberi kerja kepada Dana Pensiun.

Dengan demikian. beban manfaat pensiun yang diakui adalah jumlah iuran yang jatuh tempo untuk periode tertentu. Jika tambahan iuran diberikan kepada peserta yang masih aktif bekerja. • Apabila pemberi kerja memberikan tambahan iuran pada suatu periode tertentu. maka tambahan iuran tersebut diakui sebagai beban secara sistematis selama harapan sisa masa kerja rata-rata para peserta tersebut. maka tambahan iuran tersebut harus diakui sebagai beban sesuai dengan periode jasa yang dipengaruhi. tidak perlu lagi dilakukan penyesuaian untuk mengakui adanya beban dan kewajiban tambahan. . karena tidak ada lagi jasa yang akan diterima pemberi kerja dari peserta tersebut. untuk jasa yang telah diberikan peserta pada masa yang lalu dan sebagai kompensasi atas jasa yang diberikan pada periode berjalan dan periode yang akan datang. pemberi kerja harus membebankan seluruh tambahan iuran yang belum diakui tersebut dan mengakuinya sebagai kewajiban pada saat diketahui bahwa pembubaran program pensiun besar kemungkinannya terjadi. • luran pemberi kerja menentukan jumlah beban manfaat pensiun dan kewajiban yang harus diakui pemberi kerja setiap periode. Akan tetapi. Jika tambahan iuran diberikan kepada peserta yang telah pensiun. apabila terdapat tambahan iuran yang sudah disetujui tetapi belum dibebankan. maka tambahan iuran tersebut diakui sekaligus sebagai beban pada periode janji pemberian tambahan iuran tersebut ditetapkan.demikian. biasanya apabila terjadi pembubaran program pensiun.

Sebagai contoh. Disamping itu.Program Pensiun Manfaat Pasti Beban Manfaat Pensiun Dalam Program Pensiun Manfaat Pasti. beban manfaat pensiun periodik terdiri dari: • • biaya jasa kini (current service cost). biaya jasa kini harus diakui sebagai beban periode berjalan. kondisi ketidakpastian jangka . perlu dibuat asumsi-asumsi tertentu tentang kondisi dan kejadian di masa yang akan datang yang berada di luar kendali pemberi kerja. jumlah manfaat pensiun yang harus dibayarkan pada masa yang akan datang ditentukan berdasarkan tingkat penghasilan peserta pada saat pensiun dan masa kerja peserta tersebut. • Biaya manfaat pensiun pada Program Pensiun Manfaat Pasti. dalam mengestimasi kewajiban. Lebih jauh lagi. koreksi aktuarial (experience adjustment) dan perubahan asumsi aktuarial. danbiaya akibat terjadinya pembubaran program (termination) dan pengurangan peserta (curtailment). jumlah yang diakui pada periode berjalan untuk biaya jasa lalu (past service cost) dari peserta aktif maupun peserta yang telah pensiun. yang keduanya tidak pasti. seperti tingkat perputaran karyawan dan tingkat pengembangan dana pensiun. Ketidakpastian ini berlangsung terus untuk jangka waktu yang panjang sampai manfaat pensiun diterima oleh peserta. Jumlah kewajiban pemberi kerja pada jenis program ini biasanya tidak pasti karena banyaknya variabel yang mempengaruhi jumlah manfaat pensiun dan karenanya biaya atas manfaat pensiun tersebut juga sulit ditentukan. Pengakuan Biaya Jasa Kini • Dalam Program Pensiun Manfaat Pasti. terutama program yang menjanjikan manfaat pensiun berdasarkan tingkat penghasilan akhir sebelum pensiun. sulit diestimasi.

• Mengingat besar kemungkinannya kondisi yang diasumsikan berbeda dengan kondisi yang sebenarnya terjadi. Oleh karenanya. Peningkatan manfaat pensiun semacam itu adalah sebagai kompensasi atas jasa yang akan diberikan oleh peserta tersebut di masa yang akan datang. misalnya karena tingkat inflasi yang tinggi atau sebab lainnya. asalkan peningkatan tersebut tidak melebihi jumlah manfaat maksimum yang diperkenankan peraturan perundangan yang berlaku. • Biaya jasa lalu timbul pada saat pembentukan program pensiun atas jasa yang telah diberikan peserta sebelum pembentukan. dampak perubahan asumsi aktuarial dan dampak perubahan program pensiun sehubungan dengan peserta yang masih aktif bekerja harus diakui sebagai beban atau pendapatan secara sistematis selama estimasi sisa masa kerja rata-rata para peserta tersebut kecuali untuk kondisi yang tercakup pada paragraf 26 dan kecuali dalam kasus perubahan program tertentu yang memerlukan periode pengakuan beban atau pendapatan yang lebih pendek untuk mencerminkan manfaat keekonomian yang diterima pemberi kerja. maka perlu dilakukan penilaian aktuarial dalam jangka waktu yang Pengakuan Biaya Manfaat Pensiun Selain Biaya Jasa Kini Untuk Peserta Yang Masih Aktif Bekerja • Biaya jasa lalu. biaya jasa lalu sehubungan dengan peserta yang masih aktif . koreksi aktuarial. Suatu program pensiun dapat memberikan peningkatan manfaat pensiun kepada peserta yang masih aktif bekerja apabila manfaat pensiun dianggap sudah tidak memadai lagi.panjang ini seringkali menimbulkan koreksi estimasi yang dapat mempengaruhi biaya jasa kini secara sangat berarti. atau pada saat dilakukan perubahan program pensiun atas jasa yang telah diberikan peserta sebelum perubahan.

Penentuan biaya secara aktuarial bertujuan untuk memberikan pengukuran beban periodik yang lebih andal daripada beban yang ditentukan berdasarkan kondisi aktual. hasil pengembangan dana berbeda dari tingkat pengembangan dana jangka panjang yang diasumsikan aktuaris pada penilaian aktuarial terakhir. dalam jangka panjang. Oleh karena itu. dapat pula memberikan manfaat keekonomian yang jangka waktunya lebih pendek dari estimsasi sisa masa kerja rata-rata para peserta tersebut. jika perubahan program pensiun dilakukan secara teratur.bekerja dialokasi selama periode berjalan dan periode yang akan datang selama masa diberikan oleh peserta. Koreksi aktuarial dapat menghasilkan beban atau pendapatan. koreksi aktuarial akan saling menghapus (offset) satu sama lain. biaya tambahan akibat perubahan tersebut diakui sebagai beban atau . Perubahan ini dapat menghasilkan beban atau pendapatan yang perlakuannya sama seperti jika terjadi perubahan estimasi akuntansi (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Sebagai contoh. dengan mengabaikan fakta bahwa biaya jasa dihitung berdasarkan masa kerja sebelumnya. Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi). • Biaya manfaat pensiun untuk peserta yang masih aktif selain biaya jasa kini. Sebagai contoh. Oleh karena itu. Biaya semacam itu diakui sebagai beban selama periode yang lebih pendek tersebut. • Koreksi aktuarial timbul karena kondisi aktual berbeda dengan asumsi aktuarial. koreksi aktuarial biasanya dialokasikan selama estimasi sisa masa kerja ratarata dari para peserta yang masih aktif bekerja. Disamping itu. dampak perubahan asumsi aktuarial dialokasikan selama estimsasi sisa masa kerja rata-rata para peserta yang masih aktif bekerja. • Perubahan asumsi aktuarial hanya dilakukan jika diperkirakan kondisi aktual dalam jangka panjang. 25 tentang Laba atau Rugi Bersih Untuk Periode Berjalan. secara konsisten akan berbeda dengan asumsi aktuarial yang berlaku.

yang belum diakui sebagai penghasilan atau beban. maka: • setiap tambahan biaya manfaat pensiun yang terjadi harus segera diakui sebagai beban. yang mengakibatkan berkurangnya jumlah karyawan secara signifikan. dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. koreksi aktuarial. dampak perubahan asumsi aktuarial dan dampak perubahan program pensiun. Pembubaran Program (Plan Termination)Dan Pengurangan Peserta(Curtailments) Apabila besar kemungkinannya suatu Dana Pensiun yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti akan dibubarkan atau terdapat pengurangan peserta yang signifikan. Pengurangan peserta (curtailment) terjadi jika terdapat pengurangan jumlah peserta program pensiun yang cukup besar atau jika suatu elemen selama masa kerja yang akan datang sehubungan dengan karyawan yang masih aktif bekerja tidak lagi memenuhi kualifikasi untuk diberikan manfaat pensiun. misalnya penutupan salah satu pabrik atau penghentian suatu segmen usaha. dansetiap surplus yang terjadi harus diakui sebagai pendapatan pada periode dimana pembubaran Dana Pensiun terjadi dan pengurangan peserta program pensiun terjadi. Pengurangan peserta tersebut dapat timbul dari kejadian khusus. nilai sekarang . (iii) Untuk Peserta Yang Sudah Pensiun Untuk Peserta Yang Sudah Pensiun • Dengan memperhatikan kewajiban pemberi kerja terhadap peserta yang telah pensiun sebagaimana diatur dalam Peraturan Dana Pensiun.pendapatan secara sistematis selama periode sampai dengan dilaksanakannya rencana perubahan program pensiun yang berikutnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul karena pembubaran program dan pengurangan peserta program meliputi bagian dari biaya jasa lalu.

aktuarial dari suatu perubahan manfaat pensiun yang terjadi sehubungan dengan peserta yang telah pensiun. • • Di dalam catatan atas laporan keuangan. • Dampak perubahan manfaat pensiun untuk peserta yang telah pensiun harus diakui sebagai beban atau pendapatan pada periode terjadinya perubahan. gambaran umum tentang program pensiun termasuk karyawan atau kelompok karyawan yang ikut menjadi peserta program pensiun. jumlah yang diakui sebagai beban pensiun selama periode yang bersangkutan. harus diungkapkan alasannya. • hal-hal penting lainnya yang berhubungan dengan program pensiun yang dapat mempengaruhi daya banding laporan keuangan periode tersebut dengan periode sebelumnya. 3. Kesimpulan Laporan keuangan pemberi kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun luran Pasti harus mengungkapkan informasi berikut: • Di dalam neraca. jumlah kewajiban yang timbul sebagai akibat perbedaan antara jumlah pendanaan yang telah dilakukan oleh pemberi kerja sejak pembentukan program dengan jumlah yang diakui sebagai beban selama periode yang sama. mengingat tidak ada lagi jasa yang diharapkan diterima dari peserta tersebut di masa yang akan datang. • Di dalam laporan laba rugi. diakui sebagai beban atau pendapatan pada periode terjadinya perubahan. Jika hal tersebut tidak dapat dilakukan. dengan tetap memperhatikan kewajiban pemberi kerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Dana Pensiun. .

yang mana yang dianggap paling informatif.• Apabila pemberi kerja menyelenggarakan lebih dari satu Program Pensiun luran Pasti. pengungkapannya dalam laporan keuangan dapat dilakukan dengan cara mengungkapkan hanya total dari seluruh program pensiun atau mengungkapkan setiap program pensiun secara terpisah atau membaginya dalam beberapa kelompok. .

2000. Edisi kelima. Akuntansi Intermediate Volume Komprehensif. Donald.dkk. 2002) IAI (2002). Kieso.R. Stice. (Jakarta : Salemba Empat. J Weygan. Sofyan Syafri Harahap. 1995) Niswonger dkk. (Jakarta : Erlangga. Edisi Kedua. Jakarta: FE UI. .. Jakarta : Salemba Empat. Akutansi Intermediate. Akuntansi Intermediate. Jilid 1. Edisi keenambelas. 2001. Jilid 11. Jakarta : Penerbit Erlangga Soemarso S. Buku I. 2004. 2004) Jay M. Theodorus M. Jilid I. Edisi kesembilan. 2006) Sofyan Syafri Harahap. (Jakarta : Erlangga. Rollin Niswonger. Intermediate Accounting. Teori Akuntansi. Buku Satu. Prinsip-prinsip Akuntansi. dkk. Smith dan Skousen. (Jakarta : PT. Akuntansi Suatu Pengantar. Akuntansi Intermediate. Prinsip-prinsip Akuntansi. (Jakarta : PT Rajgrafindo Persada. 2000) Donald E. 2000.. (Jakarta : Erlangga. Laporan Keuangan. Smith dan Skousen. terjemahan Nugroho Widjajanto. 2005) Earl K. Jakarta : Salemba Empat. terjemahan Herman Wibowo. Standar Akuntansi Keuangan.Kieso.DAFTAR PUSTAKA C. Jakarta: Salemba Empat E. Teori Akuntansi. 2003) Tuanakotta. (Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve. terjemahan Helda Gunawan dan Alfonsus Sirait. Raja Grafindo Persada.

Fred dan Thomas E. Intermediate Accounting. (Yogyakarta : BPFE. Edisi kedua. terj. Manajemen Keuangan. J. 2004) Weston. Jakarta : Erlangga Zaki Baridwan. 2000. Pengantar Akuntansi. (Jakarta : Salemba Empat. Cetakan Ketiga.. 2000) . Copeland.Waren Reeve Fees. oleh Jaka Warsana dan Kibrandoko.

3 April 2008 Penyusun. Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Izmir Syamsi Ismail . Saya menyadari dalam penyusunan paper ini masih banyak terdapat kekurangan.KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Non KTA I dengan tema : “Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penggajian”. Hal ini dikarenakan keterbatasan yang saya miliki. Pada kesempatan ini tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya makalah ini. Jakarta. Karena itu saya mohon adanya kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penyusunan makalah di masa yang akan datang. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Seminar Akuntansi manajemen.

.................. 1....... 1................................................................... 1.................................................. 2.. Konsep Dasar Sistem Informasi ........ BAB III............................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................................................................1............................................. 2....... Pengertian Penggajian .. Pengendalian Intern .................................................................................. i ii iii 1 1 3 3 4 4 8 13 17 20 21 ............................ 2.........2.......................... BAB II.. DAFTAR RIWAYAT HIDUP ................ BAB I.............2............. DAFTAR ISI ....................... Latar Belakang Masalah .............................................. KESIMPULAN ............................ Pengendalian Intern atas Pengajian. Identifikasi Masalah ......................................... 2................................................2.................... PENDAHULUAN ..................................................1...............3......................................................... PEMBAHASAN .................... Pembatasan Masalah ................. DAFTAR PUSTAKA...................................4...........................................................

makan yang enak. Hobi saya berolahraga (main bola. Saya adalah mahasiswa pindahan dari Akademi Akuntansi Bandung (A2B) untuk Diploma III lulus tahun 2001. Lahir di Pangkal Pinang tanggal 16 Juli 1975. Lulus SMP YPBI 21Pangkal Pinang Propinsi Kepulauan Bangka-Belitung tahun 1991.enak. nama panggilan Syamsi. Telp : (021) 68168259. Saya anak Tujuh dari 10 bersaudara. Jatinegara Kaum I No.RIWAYAT HIDUP SEMENTARA Nama saya Izmir Syamsi Ismail. Penyusun. Jogging) dan membaca. Saya Lulus Sekolah Dasar Negeri 212 Toboali Propinsi Kepulauan Bangka-Belitung tahun 1988. Tempat tinggal di Jl. Izmir Syamsi Ismail . Dari pasangan Bapak Ismail Usman dan Ibu Suryatie Suro. Lulus SMA Negeri Pangkal Pinang Jakarta tahun 1994. Saat ini saya melanjutkan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Semester Akhir.43A Jakarta Timur 13220..

AKUNTANSI BIAYA MANFAAT PENSIUN PSAK NO. 24 Tugas Mata Kuliah Dosen : Seminar Akuntansi Keuangan : Hamdani M. Syah Oleh : Nama NPK Kelas : : : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Semester (Ganjil) 2009/2010. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful