INTERPRETASI DATA SEISMIK

(Proposal Praktek Kerja Lapangan)

Oleh : Rahmat C Wibowo 0715051029

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA FAKUTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
2010

1

09 Maret 2010 Ketua Jurusan Teknik Geofisika Karyanto. NIP 196912301998021001 2 .M.T.INTERPRETASI DATA SEISMIK Disusun Oleh : Rahmat C Wibowo 0715051029 Mengetahui : Bandar Lampung.

BAB I PENDAHULUAN 1. sehingga eksplorasi ditujukan pada usaha pencarian perangkap yang mengisolasi keberadaan minyak dan gasbumi tersebut. Salah satu perangkap yang dikenal adalah perangkap struktur yang merupakan perangkap penting yang dapat menjebak minyak dan gasbumi. Eksplorasi bukan hanya dilakukan untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon pada daerah-daerah yang benar-benar masih baru. meskipun sumber energi alternatif lainnya sudah banyak ditemukan. Mengingat masih besarnya peranan tersebut maka eksplorasi dan eksploitasi masih terus dilakukan. maka dalam penelitian ini akan dilakukan pencarian hidrokarbon pada perangkap struktur dengan menggunakan data seismik tersebut.1 Latar Belakang Minyak dan gas bumi hingga saat ini masih memiliki peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan energi umat manusia. namun dapat juga diterapkan untuk mengidentifikasi adanya jebakan baru pada suatu lapangan penghasil hidrokarbon yang tidak terdeteksi sebelumnya. Kebutuhan dunia terhadap minyak dan gas bumi yang masih tinggi menjadikan peranan eksplorasi sangat penting untuk menutupi berkurangnya cadangan tiap waktunya. Keberadaan minyak dan gasbumi biasanya berada dalam suatu perangkap (trap). dengan demikian eksplorasi akan dapat menbantu pengurasan minyak secara maksimal. 3 . Mengingat seismik refleksi dapat memberikan gambaran mengenai kondisi stratigrafi dan struktur bawah permukaan secara detail.

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini. seal dan trap. 4 . Untuk mengetahui semua itu perlu dilakukan pengambilan data seismik. migration. lebih khusus lagi yaitu kemampuan menentukan zona prospek hidrokarbon. Disamping itu hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan penyelesaian masalah cadangan migas yang terus menipis. reservoir.1. terdapat lima faktor (petroleum system) yang harus diperhatikan yaitu adanya source rock. antara lain : • • • • Mengetahui gejala tektonik atau stuktur yang terjadi pada daerah tersebut berdasarkan interpretasi penampang seismik Menentukan struktur-struktur yang dapat bertindak sebagai perangkap hidrokarbon Memetakan perangkap struktur yang dinilai prospek Geometrik dari perangkap struktur 1. Perangkap reservoir yang merupakan tempat terakumulasinya minyak dan gasbumi bisa berupa perangkap stratigrafi. Dalam penelitian ini permasalahan yang akan disajikan dibatasi hanya pada interpretasi data seismik untuk menentukan zona prospek hidrokarbon pada perangkap struktur yang dinilai prospek. 1. pengolahan data dan interpretasi geologi. perangkap struktur maupun kombinasi keduanya.3 Identifikasi Masalah Dalam upaya pencarian hidrokarbon.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan kemampuan interpretasi data seismik dan pemahaman tentang tektonik bagi penulis.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perangkap hidrokarbon di daerah “X”.

batugamping 21%. Dari beberapa hipotesa (Koesoemadinata. 5 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah lingkungan pengendapan yang berada pada lingkungan reduksi. Secara statistik di simpulkan bahwa prosentasi kandungan hidrokarbon tertinggi terdapat pada serpih yaitu 65%. diperlukan lima persyaratan mutlak yaitu sebagai berikut : 2. pengendapan sedimen yang berlangsung secara cepat sehingga material organik tersebut tidak hilang oleh pembusukan dan atau teroksidasi.1. Pada umumnya batuan sumber ini berupa lapisan serpih/shale yang tebal dan mengandung material organik. Proses selanjutnya yang terjadi dalam batuan sumber ini adalah pematangan. Kadar material organik dalam batuan sedimen secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor (Koesoemadinata. napal 12% dan batubara 2%.1 Sistem Petroleum Untuk menyelidiki keadaan geologi dimana minyak dan gas bumi terakumulasi. dimana sirkulasi air yang cepat menyebabkan tidak terdapatnya oksigen.1980) antara lain lingkungan pengendapan dimana kehidupan organisma berkembang secara baik sehingga material organik terkumpul.1 Batuan Sumber Batuan sumber ialah batuan yang merupakan tempat minyak dan gas bumi terbentuk. Dengan demikian material organik akan terawetkan. 1980) diketahui bahwa pematangan hidrokarbon dipandang dari perbandingan hidrogen dan karbon yang akan meningkat sejalan dengan umur dan kedalaman batuan sumber itu sendiri.

Waktu pembentukan minyak umumnya disebabkan oleh proses penimbunan dan ‘heat flow’ yang berasosiasi dengan tektonik Miosen Akhir. 2.2. Beberapa jenis sumber penggerak perpindahan hidrokarbon ini diantaranya adalah kompaksi. 2. 6 .1. gaya pelampungan. yang sangat dipengaruhi oleh tekstur batuan sedimen yang secara langsung dipengaruhi sejarah sedimentasi dan lingkungan pengendapannya.1. shale yang tak retak. tekanan hidrostatik.3 Batuan waduk Batuan waduk merupakan batuan berpori atau retak-retak. Lapisan ini bersifat melindungi minyak dan gas bumi yang telah terperangkap agar tidak keluar dari sarang perangkapnya.1. tekanan gas dan gradien hidrodinamik. tegangan permukaan. batugamping pejal atau lapisan tebal dari batuan garam. perangkap stratigrafi dan perangkap kombinasi dari keduanya. Mekanisme pergerakan hidrokarbon sendiri dibedakan pada dua hal yaitu perpindahan dengan pertolongan air dan tanpa pertolongan air.5 Perangkap Secara geologi perangkap yang merupakan tempat terjebaknya minyak dan gasbumi dapat dikelompokan dalam tiga jenis perangkap yaitu perangkap struktur.2 Migrasi Migrasi adalah perpindahan hidrokarbon dari batuan sumber melewati rekahan dan pori-pori batuan waduk menuju tempat yang lebih tinggi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa migrasi hidrokarbon dipengaruhi oleh kemiringan lapisan secara regional.4 Lapisan tudung Lapisan tudung merupakan lapisan pelindung yang bersifat tak permeabel yang dapat berupa lapisan lempung. Faktor-faktor yang menyangkut kemampuan batuan waduk ini adalah tingkat porositas dan permeabilitas. Di alam batuan waduk umumnya berupa batupasir atau batuan karbonat.1. yang dapat menyimpan dan melewatkan fluida. 2.

2. perangkap yang paling penting dan merupakan perangkap yang pertama kali dikenal dalam pengusahaan minyak dan gas bumi. Misalnya.1 Perangkap Lipatan Perangkap yang disebutkan perlipatan ini merupakan perangkap utama.Perangkap struktur banyak dipengaruhi oleh kejadian deformasi perlapisan dengan terbentuknya struktur lipatan dan patahan yang merupakan respon dari kejadian tektonik. 2. Titik limpah adalah suatu titik pada perangkap dimana kalau minyak bertambah. yang penting adanya tutupan. tetapi kearah utara-selatan juga harus terhalang oleh lapisan penyekat. Perangkap stratigrafi dipengaruhi oleh variasi perlapisan secara vertikal dan lateral. pada permukaan dapat saja kita mendapatkan suatu tutupan tetapi makin ke dalam 7 . Jadi tidak dipersoalkan apakah lipatan ini ketat atau landai. jadi bukan saja ke barat dan timur. Namun harus diperhatikan pula bahwa perangkap ini harus ditinjau dari segi 3 dimensi. Suatu lipatan dapat saja terbentuk tanpa terjadinya suatu tutupan sehingga tidak dapat disebut suatu perangkap. Selain itu juga ada tidaknya tutupan sangat tergantung pada faktor struktur dan posisinya ke dalam. Persoalan yang dihadapi dalan mengevaluasi suatu perangkap lipatan terutama yaitu mengenai ada tidaknya tutupan (Closure). Tutupan ini ditentukan oleh adanya titik limpah (Spill-point). Adapun perangkap kombinasi merupakan perangkap paling kompleks yang terdiri dari gabungan antara perangkap struktur dan stratigrafi. 2. perubahan facies batuan dan ketidakselarasan. Minyak tidak bisa pindah ke atas karena terhalang oleh lapisan penyekat. Unsur yang mempengaruhi pembentukan perangkap ini yaitu lapisan penyekat dan penutup yang berada di atasnya dan terbentuk sedemikian rupa sehingga minyak tak bisa pindah kemanamana. minyak mulai melimpah kebagian lain yang lebih tinggi dari kedudukannya dalam perangkap ini.2 Perangkap Struktur Perangkap struktur merupakan perangkap yang paling orisinil dan sampai sekarang masih merupakan perangkap yang paling penting. Juga ke pinggir terhalang oleh lapisan penyekat yang melengkung ke daerah pinggir. sedangkan ke bawah terhalang oleh adanya batas air minyak atau bidang ekipotensial.

tetapi jika lebih kecil maka patahan tersebut akan bertindak sebagai suatu penyekat. antara lain : 1. Pengkajian teoritis memperlihatkan bahwa patahan dalam batuan yang basah air tergantung pada tekanan kapiler dari medium dalam jalur patahan tersebut.2. misalnya disatu arah terdapat suatu pelengkungan atau hidung suatu antiklin. Yang lebih banyak terjadi ialah asosiasi dengan lipatan. Patahan yang berdiri sendiri tidaklah dapat membentuk suatu perangkap. Besar kecilnya tekanan yang disebabkan karena pelampungan minyak atau kolom minyak terhadap besarnya tekanan kapiler menentukan sekali apakah patahan itu bertindak sebagai suatu penyalur atau penyekat. Menurut Leversen (1958) menghilangnya tutupan ini disebabkan faktor bentuk lipatan serta pengaruhnya ke dalam. Patahan biasanya hanya merupakan suatu pelengkungan daripada suatu perangkap struktur. Pelengkungan daripada patahannya sendiri dan kemiringan wilayah Dalam prakteknya jarang sekali terdapat perangkap patahan yang murni. Ada beberapa unsur lain yang harus dipenuhi untuk terjadinya suatu perangkap yang betul-betul hanya disebabkan karena patahan. Dalam hal ini Smith (1966) berpendapat bahwa persoalan patahan sebagai penyekat sebenarnya tergantung dari tekanan kapiler. yaitu : 8 . Adanya suatu pelengkungan lapisan atau suatu perlipatan 4. Harus ada paling sedikit 2 patahan yang berpotongan 3.tutupan itu menghilang. Dalam hal ini patahan pada perangkap dapat dibagi atas beberapa macam. Adanya kemiringan wilayah 2. Jika tekanan tersebut lebih besar daripada tekanan kapiler maka minyak masih bisa tersalurkan melalui patahan. Kadang-kadang dipersoalkan pula apakah patahan itu bersifat penyekat atau penyalur. dan di arah lainnya terdapat patahan yang menyekat perangkap dari arah lain.2 Perangkap Patahan Patahan dapat juga bertindak sebagai unsur penyekat minyak dalam penyaluran penggerakan minyak selanjutnya. 2.

Patahan tumbuh Patahan tumbuh adalah suatu patahan normal yang terjadi cecara bersamaan dengan akumulasi sedimen. Prinsipnya 9 . Dibagian foot wall. terutama dalam kombinasi dengan adanya lipatan. Patahan naik itu dapat dibagi lagi dalam dua asosiasi. Sering kali patahan tumbuh ini menyebabkan adanya suatu roll-over.1. yaitu patahan naik dengan lipatan asimetris dan patahan naik yang membentuk suatu sesar sungkup atau suatu nappe.3 Analisis dan Interprestasi Penampamg Seismik Metoda seismik merupakan metoda penyelidikan bawah permukaan dengan memanfaatkan sifat rambatan gelombang seismik buatan. 2. Patahan naik Patahan naik juga dapat bertindak sebagai suatu unsur perangkap dan biasanya selalu berasosiasi dengan lipatan yang ketat ataupun asimetris. 4. sedimen tetap tipis sedangkan dibagian hanging wall selain terjadi penurunan. Biasanya minyak lebih sering terdapat didalam hanging wall dari pada di dalam foot wall . Pada umumnya perangkap patahan transversal merupakan pemancungan oleh penggeseran patahan terhadap kulminasi setengah lipatan dan pelengkungan struktur pada bagian penunjaman yang terbuka. Patahan transversal Patahan transversal/horizontal yang disebut pula wrench-faults atau strikeslip fault dapat juga bertindak sebagai perangkap. Patahan normal Patahan normal biasa sekali terjadi sebagai suatu unsur perangkap. 2. Harding (1974) menekankan pentingnya unsur patahan transversal sebagai pelengkap perangkap struktur. sedimentasinya berlangsung terus sehingga dengan demikian terjadi suatu lapisan yang sangat tebal. 3. Dalam patahan tumbuh roll-over ini sangat penting karena asosiasinya dengan terdapatnya minyak bumi.

ketidakselarasan (unconformities). Pada profil seismik patahan diindenfikasikan sebagai reflektor yang terlihat bergeser secara vertikal. Dengan melaksanakan tahapan tersebut maka akan diperoleh gambaran bawah permukaan yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menentukan daerah prospek hidrokarbon. Dalam 10 . yaitu antiklinal. Pada suatu saat proses sedimentasi di cekungan akan terhenti menjadi priode non-deposisi. Interpretasi penampang seismik merupakan tahap akhir dalam penyelidikan seismik dengan tujuan untuk menerjemahkan fenomena fisika yang terdapat dalam penampang seismik menjadi fenomena geologi. baru kemudian terjadi lagi proses sedimentasi. Dalam interpretasi struktur bertujuan untuk mengetahui berbagai deformasi yang telah terjadi. Permukaan yang menandai perbedaan dalam deposisi ini disebut ketidakselarasan. Tahapan utama yang dilakukan untuk memperoleh data bawah permukaan dengan menggunakan metoda seismik diantaranya yaitu tahap pengumpulan data. sehingga akan mempermudah pekerjaannya maupun untuk pencarian suatu prospek. sinklinal dan monoklinal. diantaranya yaitu patahan (fault). Deformasi karena lipatan ini terjadi dalam waktu yang bervariasi selama proses sedimentasi sebuah cekungan. Lipatan yang dapat dideteksi dan dipetakan dengan metoda seismik hanya lipatan dengan skala besar. dan diapir (diapirs). Sebelum melakukan interpretasi sebaiknya seorang interpreter mengetahui kondisi geologi daerah penelitian baik stratigrafi maupun struktur. Penyelidikan tersebut sangat penting dalam kegiatan eksplorasi baik untuk penelitian regional. lipatan (fold).berdasarkan pada sifat dari perambatan gelombang pada material bumi. tahap pengolahan data dan tahap analisis dan interpretasi penampang seismik. Dalam kondisi tertentu bidang patahan bukan merupakan struktur yang sederhana melainkan sebuah wilayah yang hancur dengan lebar dapat mencapai ratusan meter tergantung pada besar dan tipe patahan itu sendiri. evaluasi prospek maupun pada delineasi prospek dan pengembangan lapangan karena dapat mengetahui informasi bawah permukaan secara detail.

ketidakselarasan dapat dikenali dengan muda yaitu ketika lapisan dibawah ketidakselarasan membentuk sudut dengan lapisan diatasnya. Difraksi. memancarkan energi seismik yang berasal dari diskontinuitas reflektor 4. Perubahan penebalan atau penipisan lapisan diantara horison 2. sehingga bisa diketahui bagaimana urutan-urutan tektonik pada daerah tersebut. Diapir terbentuk ketika proses ini mengarah ke intrusi migrasi sedimen plastik ke atas melalui suatu lapisan ketingkat keseimbangan batuan yang tinggi.profil seismik. Gejala reflektor dari bidang patahan 5. antara lain : 1. Diskontinuitas horison atau berpindahnya dislokasi kelangsungan korelasi horison secara tiba-tiba Adanya deformasi dapat dikenali melalui adanya kenampakan strata yang bergeser maupun kenampakan seismik yang tidak beraturan. 11 . Indikasi-indikasi tersebut. Disamping itu dicari pula hubungan antara deformasi-deformasi yang telah terjadi. Perubahan mendadak kemiringan horison 3. Material sedimen garam dan liat yang memiliki sifat dalam kondisi tertentu seperti bentuk batuannya akan berubah oleh aliran plastik dan migrasi dapat terjadi secara vertikal dan horizontal. Indikasi struktur sesar pada penempang seismik terlihat dari perubahanperubahan kontinuitas pola refleksi yang dicirikan dengan beberapa konfigurasi refleksi.

setelah digabungkan dengan data sekunder yang diperlukan maka akan didapatkan gambaran mengenai lokasi prospek perangkap hidrokarbon. 3. dan perpotongan antar lintasan 2. Kurva TDC dari VSP Sumur ‘X’ yang digunakan untuk mengubah satuan kedalaman yang diperoleh dari data log menjadi satuan waktu 5.1 Obyek Penelitian Obyek penelitian berupa penampang seismik yang digunakan untuk analisis dan interpretasi gejala tektonik pada daerah “X”. Buku dan alat tulis lainnya 3. Hasil interprestasi struktur tersebut. Penampang seismik migrasi atau final stack yang digunakan untuk interpretasi penampang seismik 4.2 Alat-alat yang Digunakan Untuk kelancaran pelaksanaan penelitian ini diperlukan alat-alat sebagai penunjang. nomor SP. posisi sumur.3 Tahapan Penelitian 12 . Peralatan-peralatan yang akan digunakan tersebut antara lain : 1. Peta dasar yang menggambarkan lintasan seismik yang digunakan dalam penelitian. Data final log Sumur ‘X’ yang digunakan untuk mengetahui kedalaman puncak formasi dan menentukan batas-batas sekuen atau parasekuen 3.BAB III METODE PENELITIAN 3.

Dalam melaksanakan penelitian ini. penulis membuat suatu rencana kerja yang meliputi beberapa tahapan. dapat dilihat pada diagram alir : 13 .

Study Literatur Persiapan data penampang sismik 2D Data sumur. Diagram alir penelitian 14 . cheskshot dan data marker seismic 2D Well to Seismik Tie Data penampang seismic yang sudah diikat dengan data sumur Analisa kualitas seismik Data penampang seismic yang telah di QC Penarikan horizon dan indikasi sesar/patahan Griding and contouring Model peta kontur yang dihasilkan Gambar 3.1.

a) Perencanaan Interpretasi • Membatasi daerah yang akan diteliti dan menentukan lintasan seismik yang akan digunakan dalam penelitian • Pengamatan dan pemeriksaan terhadap lintasan seismik yang akan digunakan meliputi nomor dan arah setiap penampang. • Memindahkan satuan waktu tiap-tiap puncak formasi yang akan ditelusuri ke dalam penampang seismic 15 .3. untuk memperoleh gambaran geologi daerah tersebut sehingga mempermudah dalam melakukan interpretasi 2. digunakan untuk membuat sintetik seismogram dan untuk menetukan korelasi antara horizon seismic dan lithologi sumur (well to seismictie). Penyiapan dan pengumpulan data yang akan digunakan dalam analisis dan interpretasi penampang seismik.3.3. meliputi : 1. Data sumur khusunya log sonic dan densitas. skala horisontal atau vertikal dan perpotongan lintasan • Penentuan formasi yang akan ditelusuri refleksi seismiknya • Mengubah satuan kedalaman tiap-tiap puncak formasi (berdasarkan data sumur) yang akan ditelusuri refleksi seismiknya kedalam satuan waktu dengan menggunakan TDC dari hasil VSP Sumur ‘X’. 4. shot point.1 Tahap Persiapan Tahapan ini merupakan tahapan awal sebagai kegiatan persiapan sebelum melakukan penelitian. 3. data check shot diperlukan untuk mengkoreksi log seismic dan data marker untuk penentuan formasi.2 Tahap Analisis dan Interpretasi Penampang Seismik Interpretasi seismik dilakukan untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan dan jenis perangkap atau tutupan batuan reservoir sebagai tempat akumulasi hidrokarbon. Studi literatur daerah penelitian mencakup stratigrafi dan struktur yang berkembang berdasarkan peneliti terdahulu. Analisa kualitas seismik dari penampang seismik yang akan diinterpretasi. 3. penelusuran refleksi dan penyajian hasil interpretasi. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini meliputi perencanaan interpretasi.

perubahan fasies. kemudian patahan-patahan yang sama dikorelasikan dengan membuat peta bidang patahan (fault surface map). Gap umumnya disebabkan oleh sesar. 3. Kedalaman reflektor dibaca dari datum 0 untuk setiap SP yang ada pada penampang seismik.b) Penelusuran Refleksi Seismik • • • Penelusuran refleksi seismik menggunakan pinsil warna untuk identifikasi refleksi seismik yang akan ditelusuri sesuai warna yang sudah ditentukan. dilakukan pengikatan pada setiap perpotongan lintasan seismik untuk mengetahui apakah pewarnaan horison sudah benar dengan menggunakan sistem jaringan tertutup. c) Penyajian hasil interprestasi Hasil interpretasi patahan (fault) yang dilakukan dengan menarik patahan dari masing-masing seismik. • • Pengamatan terhadap unsur-unsur struktur geologi Pembacaan waktu refleksi ditiap nomor SP pada tiap penampang seismik untuk refleksi yang sudah ditelusuri dan akan dipetakan. dilakukan pengamatan dari sisi yang lain.3 Tahap Penentuan Zona Prospek Hidrokarbon Tahap ini merupakan penggabungan antara hasil interpretasi penampang seismik dengan data sekunder berupa hasil interpretasi seismik stratigrafi dan hasil final log sumur. 16 . Pembacaan dilakukan pada tengah-tengah puncak amplitudo.2. Hasilnya diharapkan dapat digunakan untuk menentukan daerah prospek hidrokarbon yang dibedakan berdasarkan skala prioritas. • Apabila mengalami hambatan (gap). ataupun gangguan pada saat pengolahan atau pengumpulan data. Pewarnaan dilakukan pada lembah (trough) dari bentuk amplitudo Pada saat penelusuran refleksi.

. Prajuto. Oeke. 2001. Norman S. UNPAD. AAPG. Prinsip-prinsip Seismik. Texas. Sarg. Jakarta. 1988. Applied Subsurface Geological Mapping.. Stratigraphic Modelling and Interpretation: Geophysical Principles and Techniques.. Richard E. A.DAFTAR PUSTAKA Arif. Jatinangor. 1995. Diktat Kuliah MIGAS. Tearpock. Fachrudin. penerbit ITB. Daniel J. F. J. dan Skripsi. Tidak dipublikasikan. Usulan Penelitian. Neidell. Zenith Exploration Company Houston. 1980. Exxon Production Research Co.. Inc. Koesoemadinata. A Simon & Schuster Company.. Education Course Note Series # 13. 17 . and Bischke. Jurusan Geologi. Soebari. P T R Prentice-Hall. Pendahuluan Interpretasi Data Seismik. 1991. Geologi Minyak dan Gas Bumi. Petunjuk Penulisan Laporan Pemetaan Geologi Pendahuluan.. Carbonate Sequence Stratigraphy. Atlantic Richfield Indonesia Inc.

Jadwal Penelitian : Waktu (Minggu ke-) No Kegiatan √ √ √ √ √ √ √ √ 1 2 3 4 1 Studi Literatur dan Persiapan 2 Persiapan Data Penampang Seismik 2D Pengikatan Data Sumur dengan Data 3 Penampang seismik 4 Analisis Kwalitas Seismik 5 Interpretasi Seismik 6 Penulisan Laporan 18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful