ii

Mengasah Bakat dan Minat Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler di Sekolah
0100090000037400000002001c0000000000040000000301080005 0000000b0200000000050000000c028308140e040000002e011800 1c000000fb029cff0000000000009001000000000440001254696d6 573204e657720526f6d616e0000000000000000000000000000000 000040000002d0100000400000002010100050000000902000000 020d000000320a590000000100040000000000100e7f0820442d00 1c000000fb021000070000000000bc020000000001020222537973 74656d000000000000180000002cc8110001000000e40400000000 0000040000002d010100030000000000

Oleh : Restu Rizki Putri Yerni Apriani XI IPS 2 Pembimbing : Komariah S,pd SMAN I Batam Jl. R. Soeprapto Sekupang – Batam Telp. (0778) 321438 E-mail : Smansa_Batam@yahoo.com

KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya.

Spd yang telah membimbing penulis sehingga karya tulis ini dapat selesai tepat pada waktunya. Ibu Komariah. Karena itu penulis turut mengucapkan terima kasih kepada : 1. Maka. Kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan di luar jam pelajaran. Batam. Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari pengembangan institusi sekolah. juga membantu siswa agar mempunyai semangat baru untuk lebih giat belajar serta menanamkan tanggung jawabnya sebagai warga negara yang mandiri. semua pihak yang turut serta dalam pembuatan karya ilmiah ini. kritik dan saran dirasakan sangat dibutuhkan untuk kemajuan penulis di masa yang akan datang. Kegiatan ekstrakurikuler yang pelaksanaan kegiatannya lebih mengarah pada pemberian pengalaman – pengalaman hidup dan pembentukan keterampilan. Sebagai pelajar. agar dengan adanya karya ilmiah ini tidak hanya dapat meningkatkan potensi siswa di SMA N 1 BATAM melainkan juga dapat menjadi acuan dalam mengasah bakat yang dimiliki siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Penulis berharap.Penulisan karya tulis yang berjudul “Mengasah Bakat dan Minat Siswa melalui Kegiatan Eksrakulikuler di Sekolah” memiliki tujuan untuk melaksanakan tugas seperti apa yang telah di instruksikan oleh guru bidang studi Bahasa Indonesia. penulis menyadarai bahwa pengetahuan yang dimiliki masih terbatas sehingga dalam karya ilmiah ini masih ditemukan banyak kekurangan. 2. Tetapi berkat bimbingan yang diberikan oleh berbagai pihak akhirnya penulis pun dapat menyelesaikan karya ilmiah ini. penulis pandang lebih cocok sebagai media penanaman nilai – nilai kehidupan pada siswa. Serta. Guru pembimbing. 22 Januari 2009 . Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menemukan banyak kesulitan. selain membantu siswa dalam pengembangan minatnya. terutama keterbatasan ilmu yang penulis miliki.

.iii PENULIS DAFTAR ISI Kata Pengantar……………………………………………………………………………………….iii BAB I PENDAHULUAN .ii Daftar Isi…………………………………………………………………………….

1 Latar Belakang Masalah……………………………………………….1 BAB 1 PENDAHULUAN I.1 I.1 I...3 BAB II II.I Latar Belakang Masalah .1 II.3 BAB III III.2 I. Rumusan Masalah……………………………………………………. Tujuan Penelitian……………………………………………………… LANDASAN TEORI Pengertian Bakat Pengertian Minat Pengertian Ekstrakurikuler METODE PENELITIAN BA B IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN IV.2 II.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam rangka peningkatan potensi diri siswa. dan gender. Apakah yang menjadi muatan dalam kegiatan ekstrakurikuler ? 4. I. selain dari proses belajar-mengajar efektif agar bakat dan minat yang dimiliki siswa dapat tersalurkan dengan baik melalui bidangbidang yang mereka inginkan.2 Dalam pembukaan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai minat dan bakat yang dimiliki tanpa memandang status sosial. Pemerataan kesempatan dan pencapaian mutu pendidikan akan membuat warga Negara Indonesia memiliki ketrampilan hidup (life skill) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya. 1. ras. Secara terperinci. tujuan dari penelitian dan penulisan karya ilmiah ini adalah : . Mengapa Ekstrakurikuler itu penting ? 2. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa pemerintah menerapkan program ekstrakurikuler di luar jam sekolah. mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai – nilai Pancasila. etnis. Bagaimankah proses pengembangan bakat dan minat siswa tersebut ? I.2 Rumusan Masalah Berdasarkan penjelasan di dalam latar belakang di atas. dapat difokuskan pembahasannya pada 4 permasalahan. Apakah yang menjadi inti dari kegiatan ekstrakurikuler ? 3.3 Tujuan Penulisan Penulisan karya ilmiah ini dilakukan untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh guru bidang studi bahasa Indonesia yang juga diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa maupun sekolah sebagai acuan dalam mengasah bakat yang dimiliki melalui kegiatan ekstrakurikuler. terutama bagi perkembangan dan perwujudan diri individu dalam pembangunan bangsa dan negara. agama.

Untuk mengetahui manfaat dari kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa 3. 1 Pengertian Bakat . Untuk mendapatkan pemehaman mengenai ekstrakurikuler 2.3 1. Untuk mengetahui inti dari kegiatan ekstrakurikuler BAB II LANDASAN TEORI II.

1 Jenis Metode yang di gunakan Untuk mendapatkan data dan informasi yang di perlukan. dan pengalaman. Terlepas dari populer atau tidaknya minat yang di pahami masyarakat selama ini. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus di selenggarakan oleh sekolah. latihan. II. potensi. BAB III METODE PENULISAN III.3 Pengertian Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan siswa sesuai dengan kebutuhan. dan lain-lain. kemampuan yang di peroleh karena di turunkan dari orang tua. Untuk bisa terealisasi. minat adalah kecendrungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.2 Pengertian Minat Minat jika disebutkan dalam bahasa inggris adalah interest. dan lain-lain. Misalnya kemampuan berbahasa. pengetahuan dan keterampilan khusus. pengetahuan. potensi. II. bakat harus di tunjang dengan minat. jika dalam bahasa jerman adalah interese. dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut.4 Dalam aktivitas sehari-hari istilah bakat sering kali di artikan secara berbedabeda. Bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu di kembangkan atau di latih untuk mencapai suatu kecakapan. Seseorang yang berbakat musik misalnya. bermain musik. minat yang menonjol. dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang studi tertentu. Minat juga berarti gairah atau keinginan. seperti misalnya untuk menggambarkan kemampuan intelektual yang tinggi. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). melukis. penulis menggunakan .

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN IV.5 metode deskriptif.1 Mengapa Ekstrakurikuler itu penting ? . Yaitu. dengan menganalisis data yang ada yang bersumber dari browsing di internet maupun dari literature-literature yang berhubungan dengan penulisan karya ulis ini.

dan estetika sebagai keseluruhan dimensi pendidikan sampai pada tindakan guru dalam melakukan penyadaran nilai – nilai pada peserta didik. sikap. dan spontanitas. Cara dapat diwakili oleh pencapaian visi dan misi untuk pengembangan nilai. or into which he accidentially falls. Situasi dapat berupa suasana yang nyaman. misalnya suasana bermusuhan. etika. Pendidikan nilai adalah situasi yang berpengaruh terhadap perkembangan pengalaman dan kesadaran nilai pada peserta didik. baik yang mencakup dalam manajemen pendidikan maupun dalam kurikulum pendidikan. Pertama. karena hal itu melibatkan pertimbangan – pertimbangan psikologis seperti persepsi. Pendidikan Nilai adalah cara terencana yang melibatkan sejumlah pertimbangan nilai – nilai edukatif. moral. dsb. Sebaliknya. Dari hal yang paling luas sampai yang paling sempit. Artinya pendidikan nilai berlangsung melalui sejumlah kejadian yang tidak terduga. acuh tak acuh. semrawut. kesadaran dan keyakinan mereka. Kalimat ini mengandung pengertian bahwa setiap individu mendapat pendidikan melalui cara saat ia meluangkan waktunya dan situasi ketika ia dilibatkan. maka apa yang ditulis Taylor dapat diartikulasikan ke dalam tiga lingkup pendidikan nilai. sukarela. teratur. harmonis. atau dalam peristiwa yang seketika dialaminya. Pendidikan Nilai adalah peristiwa seketika yang dialami peserta didik.6 ”The individual is educated by the way he spends his time and the situations into which he is put. seketika. Ketiga. akrab dan tenang. Apabila ditelaah lebih jauh dari perspektif Pendidikan Nilai.” Kalimat ini ditulis oleh Taylor yang dikutip oleh Henry (1952). Semua tidak direncanakan . situasi dapat berupa suasana yang kurang mendukung bagi perkembangan siswa. Semua situasi pendidikan tersebut berpengaruh terhadap pengembangan kesadaran moral siswa. Kedua.

2 Apakah yang menjadi inti dari kegiatan ekstrakurikuler ? Pengembangan kepribadian peserta didik merupakan inti dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler. Bahkan jika dihitung jumlah waktu tatap muka yang digunakan secara efektif untuk mengembangkan pengalaman otentik yang bernilai. Kesadaran nilai dan internalisasi nilai adalah dua proses Pendidikan nilai yang terkait langsung dengan pengalaman – pengalaman pribadi seseorang. IV. 2004 : 214) adalah perwujudan segala perilaku (ucapan. profil kepribadian yang matang atah kaffah merupakan tujuan utama kegiatan ekstrakurikuler. kondisi dan peristiwa pendidikan di luar jam tatap muka di kelas atau sering disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler. Penggalan – penggalan peristiwa seperti itu merupakan hidden curriculum yang dalam kasus pengalaman tertentu dapat berupa suatu kejadian kritis (critical incident) yang mampu mengubah tatanan nilai dan perilaku seseorang (siswa). Tiga lingkup pendidikan Nilai yang diuraikan di atas memberikan gambaran bahwa proses belajar nilai pada siswa melibatkan semua cara. Pendidikan Nilai tidak menjamin berlangsungya secara optimal. Karena itu. Karena itu. sedangkan kaffah. Karenanya. menurut Dahlan (Rohmat Mulyana.7 sebelumnya. Kalau meminjam istilah Maslow. matang berarti mampu mengaktualisasikan diri. tidak dikondisikan secara sengaja dan dapat terjadi kapan saja. Pengembangan kepribadian yang matang dan kaffah dalam konteks . pikiran dan tindakan) yang selalu diperhadapkan kepada Allah SWT. jumlah waktu efektif itu dapat dipastikan kurang dari jumlah waktu efektif di luar kelas. dan peristiwa pendidikan. siswa membutuhkan keterlibatan langsung dalam cara. jika hanya mengandalkan penyadaran nilai melalui kegiatan intrakurikuler. kondisi.

program ektrakurikuler dikembangkan secara intern baik dalam penataan fisik maupun pengalaman psikis. IV. siswa.8 pengembangan kegiatan ekstrakurikuler tentunya dalam tahap – tahap kemampuan siswa. Dalam konteks Pendidikan Nasional. Dalam konteks Pendidikan Nasional hal itu dapat dikembangkan sesuai dengan . Mereka mampu mengembangkan bakat dan minat.3 Apakah yang menjadi muatan dalam kegiatan ekstrakurikuler ? Kegiatan ekstrakurikuler dapat dikembangkan dalam beragam cara dan isi. Muatan – muatan kegiatan yang dapat dirancang oleh guru/pembina antara lain : a. kondisi dan peristiwa dalam kegiatan ekstrakurikuler sebaiknya diarahkan pada kesadaran nilai – nilai universal agama sekaligus pada upaya pemeliharaan fitrah beragama. dan pihak – pihak yang berkepentingan lainnya untuk secara kreatif merancang sejumlah kegiatan sebagai muatan kegiatan ekstrakurikuler. sampai pada melakukan kegiatan – kegiatan intelektual dan ritual keagamaan. pada akhirnya menuntut pimpinan sekolah. Karena itu. berani mencoba hal – hal positif yang menantang. Model – model pengembangan kegiatan ekstrakurikuler hendaknya selalu diarahkan secara intern untuk mencapai tahapan – tahapan perkembangan kepribadian siswa yang ”matang”. Program Keagamaan Program ini bermanfaat bagi peningkatan kesadaran moral beragama siswa. Mereka dituntut untuk memiliki kematangan dan keutuhan dalam lingkup dunia hunian mereka sebagai anak yang tengah belajar. Penyelenggaraan kegiatan yang memberikan kesempatan luas kepada pihak sekolah. guru. bersikap kritis terhadap suatu kesenjangan. menghargai orang lain. semua cara. peduli terhadap lingkungan. pada beberapa sekolah.

dll. kaderisasi kepemimpinan. b. Seperti halnya yang berlaku saat ini : OSIS. c. tadarus. atau melalui program keagamaan yang secara terintegrasi dengan kegiatan lain. d. ROHIS. Jenis kegiatan ini misalnya : aktivitas jurnalistik. latihan dakwah. pengumpulan zakat. tetapi dalam kegiatan ini perlu dikembangkan cara – cara menulis laporan singkat tentang apa yang disaksikan untuk kemudian dijadikan bahan diskusi di kelas. Pramuka. dan kegiatan sejenis yang membekali kemampuan profesional peserta didik. Organisasi Siswa Organisasi siswa dapat menyediakan sejumlah program dan tanggung jawab yang dapat mengarahkan siswa pada pembiasaan hidup berorganisasi. shalat berjamaah. kelompok Pencinta Alam merupakan jenis organisasi yang dapat lebih diefektifkan fungsinya sebagai wahana pembelajaran nilai dalam berorganisasi. Rekreasi dan Waktu Luang Rekreasi dapat memimbing siswa untuk penyadaran nilai kehidupan manusia. bahkan Tuhan. baca tulis Alqur’an. Pelatihan Profesional Pelatihan profesional yang ditujukan pada pengembangan kemampuan nilai tertentu bermanfaat bagi siswa dalam pengembangan keahlian khusus.9 jenis kegiatan yang terdapat dalam lampiran Kepmen Diknas No. pelatihan manajemen. Rekreasi tidak hanya sekedar berkunjung pada suatu tempat yang indah atau unik. alam. seminar. perlu diisi dengan kegiatan olahraga atau hiburan yang dikelola dengan baik. misalnya : latihan nasyid. dll. shalat tarawih. . PMR. 125/U/2002 antara lain : pesantren kilat. Demikian pula waktu luang.

kunjungan ke candi atau tempat – tempat bersejarah lainnya merupakan program kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan. f. Program Perkemahan Kegiatan ini mendekatkan siswa dengan alam. uji ketahanan. Peserta didik itu serta kehidupan masyarakat untuk beberapa lama. Mereka aktif mengamati. Kegiatan Kulturan/Budaya Kegiatan kultural adalah kegiatan yang berhubungan dengan penyadaran peserta didik terhadap nilai – nilai budaya.10 e. kegiatan intelektual. Program Live in Exposure Live in Exposure adalah program yang sengaja dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyingkap nilai – nilai yang berkembang di masyarakat. Untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler itu maka siswa maupun sekolah harus didasari oleh prinsipprinsip kegiatan ekstrakurikuler. melakukan wawancara dan mencatat nilai – nilai yang berkembang di masyarakat. IV. uji keberanian dan penyadaran spiritual merupakan jenis kegiatan yang dapat dikembangkan selama program perkemahan ini berlangsung. kemudian menganalisis nilai – nilai itu dalam kaitannya dengan kehidupan di sekolah. sejumlah kegiatan seperti perlombaan olah raga. yaitu : . Kegiatan orasi seni. Karena itu agar kegiatan ini tidak hanya sekedar hiburan atau menginap di alam terbuka. g. kursus seni. kunjungan ke musium. Kegiatan – kegiatan inipun sebaiknya disiapkan secara matang sehingga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sendiri.4 Proses Pengembangan Bakat dan Minat Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan di sebut juga fungsi dari kegiatan ekstrakurikuler yang di laksanakan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa.

c. Pilihan kegiatan sesuai dan dengan minat : ekstrakurikuler : potensi. Individual b.a. Kelompok : : Kegiatan Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa secara perorangan. b. diantaranya : a. Menyenangkan Prinsip ekstrakurikuler yang : kegiatan di laksanakan dalam suasana yang disukai dan mengembirakan. e. masingPrinsip yang Prinsip kegiatan ekstrakurikuler masing siswa sesuai dengan keinginan dan di ikuti secara sukarela. selanjutnya barulah kita dapat melaksanakan ekstrakurikuler sesuai format yang ada. setelah kita mengetahui prinsip-prinsip dasar ekstrakurikuler itu. Keterlibatan Aktif Prinsip ekstrakurikuler yang menuntut keikutsertaan siswa secara penuh. Individual yang bakat. Etos kerja Prinsip ekstrakurikuler : kegiatan yang membangun semangat peserta untuk bekerja dengan baik dan berhasil. misalnya dalam pemilihan bidang: kegiatan bidang ekstrakurikuler. d. Dengan demikian. .

11 ekstrakurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok siswa c. ekstrakurikuler yang diikuti siswa antar kelas atau . Gabungan sekolah. : : Kegiatan Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa dalam satu kelas. e. Klasikal d. Lapangan : Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti seorang atau sejumlah siswa melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan.

penyingkapan nilai – nilai yang berkembang di masyarakat. pembiasaan hidup berorganisasi.12 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V. V. 3) Muatan dalam kegiatan ekstrakurikuler meliputi : a. bahkan Tuhan e. b. Pelatihan profesional yang ditujukan pada pengembangan kemampuan nilai tertentu. penyadaran nilai kehidupan manusia. sehingga pendidikan nilai lebih terakomodasi melalui aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. penyadaran peserta didik terhadap nilai – nilai budaya f.I Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan : 1) Kegiatan ekstrakurikuler sangat penting dalam pendidikan nilai karena dalam kegiatan tersebut siswa mendapatkan pengalaman – langsung. d.II Saran . 2) Pengembangan profil kepribadian yang matang untuk siswa merupakan inti dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler. c.Sekolah hendaknya menyeimbangkan antara academic building dan character . peningkatan kesadaran moral beragama. terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut dan menyediakan cukup waktu diluar jam efektif pelajaran. alam.

.building. .Kegiatan ekstrakurikuler sebagai salah satu wahana character building bagi peserta didik hendaknya dikelola secara baik dan professional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful