PENGORGANISASIAN, STRUKTUR ORGANISASI,BENTUK-BENTUK ORGANISASI, DEPARTEMENSI

1.PENGORGANISASIAN
Dalam kehidupan nyata, orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan bersama, kegiatan yang dilakukan tersebut menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional atau biasa disebut dengan istilah ´organisasiµ. Organisasi dalam hal ini bisa terdapat pada badan usaha, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, militer, kelompok masyarakat atau suatu perkumpulan olah raga. Suatu organisasi perlu untuk mengalokasikan dan menugaskan kegiatan diantara para anggotanya agar tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai dengan efisien. Oleh karena itu, didalam bab ini akan diungkapkan mengenai bermacam-macam aspek proses pengorganisasian yang tentu saja berkenaan dengan pencapaian tujuan organisasi. Kata Organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olah raga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasinya dapat tercapai dengan efisien. Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi, yaitu merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar

kegiatan-kegiatan yang sejenis yang saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi, dan tampak atau ditunjukkan oleh suatu bagan organisasi. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.

1.1 PENGERTIAN PENGORGANISASIAN
Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat digunakan untuk menujukkan hal-hal berikut ini : 1. Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumberdaya-sumberdaya keuangan, fisik, bahan baku, dan tenaga kerja organisasi. 2. Hubungan-hubungan antara fungsi, jabatan, tugas, dan para karyawan. 3. Cara dalam mana para manejer membagi lebih lanjut tugastugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut. Dari tiga hal diatas dapat disimpulkan bahwa Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang anggota struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugastugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.

kegiatankegiatan. peranan-peranan.kekuasaan. kekuasaan. TEORI-TEORI ORGANISASI Teori-teori organisasi meliputi teori organisasi klasik. a. Organisasi dalam arti badan : kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. yang berisi tentang organisasi mulai abad 19. Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu : 1. -Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan. Adanya kerjasama dua orang atau lebih 3. tujuan-tujuan. Adanya pembagian tugas 4. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal. Adanya kehendak untuk bekerja sama. komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.James D. teori administrasi dan teori manajemen ilmiah. 2. -Teori klasik berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama. teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern. Teori organisasi klasik : Teori klasik disebut juga teori tradisional. . Mooney mengatakan ´Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersana. yaitu : teori birokrasi. mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan. Organisasi dalam arti bagan : gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Adanya tujuan bersama 2. Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut : 1. ´ sedang Chester I.

Disiplin .Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi .Sentralisasi . Teori birokrasi : Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam buku ´The Protestant Ethic and Spirit of Capitalismµ.Kelanggengan personalia .Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal 2.Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan .1. pemberian perintah.Semangat korps Teori fungsionalisme Fayol yaitu : perencanaan. pengkoordinasian.Kesatuan perintah .Pembagian kerja . dan pengawasan.Keadilan .Balas jasa . Teori Administrasi : Teori ini dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.Inisiatif .Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja .Rantai scalar . Karakteristik birokrasi menurut Weber adalah : . pengorganisasian. 3.Aturan .Pembagian kerja yang jelas .Wewenang dan tanggung jawab .Kesatuan pengarahan . Manajemen ilmiah Manajemen ilimiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik ´a .Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik .Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi . 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi yaitu : .

b. Perluasan kerja sebagai kebalikan dari pola spesialisasi 3. Strategi organisasi pencapaian tujuan.Konsep keseimbangan . teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut : 1. Teori oraganisasi modern Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks. Dalam hal pembagian kerja. standarisasi. Teori modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi yaitu : . Teori organisasi neoklasik Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi. dan probabilistic. multivariable. Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu : 1. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para junior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak c. sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. dinamis.bag of tricksµ untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi. multilevel. koordinasi.Proses pengambilan keputusan 2. Partisipasi 2. multidimensional. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja.Komunikasi . STRUKTUR ORGANISASI Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. .

Bentuk Piramidal 2. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi. yaitu : 1. Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari : 1. Rantai perintah 3. 3. Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan. 3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan 4. Spesialisasi kegiatan Koordinasi kegiatan Standarisasi kegiatan Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan Ukuran satuan kerja 1. 4. Tingkatan manajemen Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Bentuk Vertikal 3. Bentuk Melingkar .2. Besarnya satuan oraganisasi dan satuan kerja mempengaruhi struktur organisasi. Pembagian kerja 2. 5. 2. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi. 4. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan 5. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Bentuk Horisontal 4.2 BENTUK-BENTUK ORGANISASI Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama.

Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi. jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi. juga karyawan yang rajin dan malas. ‡ Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui. Organisasi Garis dan Staf Dianut oleh organisasi besar. Kebaikannya : . ‡ Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis. 2. Organisasi Garis Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. ‡ Garis komando berjalan secara tegas. Kebaikannya : ‡ Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas : 1. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil. apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran. ‡ Rasa solidaritas tinggi. Kelemahannya : ‡ Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja. daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. diciptakan oleh Henry Fayol. karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan. ‡ Proses pengambilan keputusan cepat. ‡ Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

karena pimpinan masih dalam satu tangan. ‡ Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi. 3. . ‡ Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan. ‡ Kesatuan komando berkurang. Kebaikkanya : ‡ Pembidangan tugas lebih jelas.‡ Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil. ‡ Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula. semangat kerja karyawan tinggi. ‡ Koordinasi berjalan lancar dan tertib. Kelemahannya : ‡ Rasa solidaritas menjadi berkurang. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas. ‡ Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas. serta apapun tujuan perusahaan ‡ Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli. ‡ Solidaritas kerja. karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendirisendiri padahal kewenangannya berbeda. karena karyawan menjadi tidak saling mengenal. Organisasi Fungsional Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. ‡ Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi. ‡ Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf. ‡ Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci. ‡ Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

organisasi daerah. ‡ Tanggung jawabnya tidak jelas.Kelemahannya : ‡ Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja ‡ Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan. 5. karena tanggung jawabnya sama. yaitu : 1. Organisasi Formal dan Informal Ragam arti organisasi banyak sekali seperti organisasi statis. ‡ Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik. organisasi dinamis. 4. organisasi negara. Organisasi Statis Yaitu gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan. organisasi formal. Ada beberapa saja yang akan dibahas di sini. ‡ Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team. organisasi tunggal. organisasi jamak. organisasi internasional dan lain sebagainya. Kelemahannya : ‡ Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas. organisasi regional. organisasi informal. Kebaikannya : ‡ Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci. ‡ Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil. ‡ Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan. karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan. setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut. . Organisasi Panitia Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja.

tugas dan tanggung jawab. mengadakan departementasi dan menetapkan wewenang. dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.Organisasi Dinamis Yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi.. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. DEPARTEMENTASI (DEPARTEMENTATION) Efesiensi kerja tergantung kepada keberhasilan integrasi satuansatuan yang bermacam-macam dalam organisasi. 4.1 menunjukkan departementalisasi fungsional yang digunakan pda tingkatan manajemen puncak dalam membagi empat fungsi utama bisnisproduksi. Departementasi Fungsional Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi.Organisasi Informal Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama. . keuangan dan personalia (kepegawaian). 3. Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan disebutkan departementasi.2. Organisasi Formal Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional. pemasaran. Gambar 6. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi. Macam bentuk departementasi yaitu : 1.

kadang-kadang juga disebut departementalisasi daerah. memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. wilayah. langganan. Organisasi divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk. Faktor-faktor lokasi yang terutama menjadi pertimbangan adalah sumber bahan mentah. Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Struktur organisasi divisional atas dasar produk. pasar dan tenaga . regional atau geografis. dan proses. Departementasi Devisional Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk. dimana tiap divisi merancang. Divisionalisasi produk adalah pola logik yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metodametoda pemasaran yang sangat Struktur Organisasi divisional atas dasar wilayah.Kebaikannya : ‡ Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama ‡ Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi ‡ Memusatkan keahlian organisasi ‡ Memungkinkan pengawasan mana-jemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi. langganan. Kelemahannya : ‡ Menciptakan konflik antar fungsi ‡ Adanya kemacetan pelaksanaan tugas ‡ Umpan balik yang lambat ‡ Memusatkan pada kepentingan tugasnya ‡ Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif. wilayah (geografis). adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya. dan proses atau peralatan. Departementalisasi wilayah. 2.

dapat membaginya menjadi kelompokkelompok wilayah dengan manajer tersendiri (area manager) untuk setiap wilayah.kerja. perakitan dan penyelesaian terakhir. perusahaan-perusahaan manufacturing dengan garis produk yang sangat beraneka ragam cenderung diorganisasikan atas dasar langganan atau produk Struktur organisasi divisional atas dasar proses atau peralatan. Sebagai suatu pedoman umum. Tipe departementalisasi ini mempunyai kegunaan bila mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan memerlukan ketrampilan-ketrampilan pengoperasian khusus atau akan lebih ekonomis bila kapasitas digunakan sepenuhnya. Sebagai contoh. Departementalisasi langganan adalah pengelompokan kegiatankegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu. perbankan dan peruahaan-perusahaan bukan manufakturing lainnya lazin diorganisasikan atas dasar wilayah. penggergajian. Perusahaan yang menjual produknya diberbagai wilayah yang tersebar luas. industri dan konsumen. Pendekatan proses atau peralatan terutama ditentukan atas dasar pertimbangan ekonomis. Perusahaan-perusahaan jasa. suatu divisi menyerupai . dengan membuka kantorkantor cabang. Pembentukan divisi ata dasar langganan ini terutama digunakan dalam pengelompokan kegiatan-kegiatan penjualan atau pelayanan. Tidak seperti departemen fungsional. Kegiatan-kegiatan suatu pabrik menufacturing dapat dikelompokkan menjadi departemen-departemen pemboran. penggilingan. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan. perusahaan elektronika mungkin mempunyai divisi-divisi yang terpisah untuk langganan militer. dan diperlukan bila suatu divisi menjual sebagian besar atau semua produknya kepada suatu kelas langganan tertentu. Hal ini sering dijumpai dalam departemen produksi. Departementalisasi proses atau peralatan adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan atas dasar proses atau peralatan produksi.

dan bahkan mungkin bersaing dengan satuan-satuan lainnya dalam perusahaan yang sama.perusahaan yang terpisah. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda. transportasi dan lain sebagainya. Tetapi suatu divisi bukan merupakan kesatuan yang bebas seperti halnya perusahaan yang terpisah. ‡ Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah. laporan kemajuan atau kegagalan secara periodik mengenai proyek. Organisasi Proyek Murni ‡ Proyek terpisah dan organisasi induk. Sebagai pedoman umum. Departemensi Proyek Merupakan bentuk departementasi campuran. seorang manajer divisi tidak dapat membuat keputusan-keputusan sebebas pemilik perusahaan terpisah. bertanggung jawab atas laba atau rugi. Dalam hal ini. administrasi yang terpisah dari ikatan dengan organisasi induk. ‡ Menjadi organisasi tersendiri dalam staf teknis tersendiri. wewenang kepada divisi terbatas bila keputusan-keputusannya akan mempengaruhi kegiatan divisi-divisi lain. . Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. tenaga kerja. pelayanan. terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan. ‡ Struktur organisasi divisional atas dasar langganan Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk. ‡ Struktur organisasi divisional atas dasar produk Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku. Kepala divisi terutama memusatkan perhatiannya pada operasi divisinya. pemasaran.ini dilakukan dengan mengkombinasikan kebaikkan-kebaikkan dari system fungsional dan divisional dengan menghindarkan segala kelemahannya. 3. karena dia masih harus melaporkan kegiatannya kepada direktur pusat.

‡ Bila proyek selesai akan terjadi masalah tentang bagaimana nasib pekerja proyek yang ada. ‡ Karena kewenangan terpusat. kemampuan untuk membuat keputusan bisa cepat dilakukan. organisasi ini bisa memanfaatkan para ahli yang sama sekaligus melakukan kaderisasi dalam penguasaan teknologi tertentu. Kelebihan ‡ Manajer proyek (MP) mempunyai wewenang penuh untuk mengelola proyek. ‡ Struktur ini akan menambah biaya yang cukup mahal bagi Organisasi induk. ‡ Bila ada proyek yang sejenis berturut-turut. sehingga terjadi duplikasi usaha dan fasilitas. Kelemahan ‡ Bila organisasi induk mempunyai banyak proyek yang harus dikerjakan. . ‡ Rantai komunikasi menjadi pendek. ‡ Semua anggota tim proyek secara langsung bertanggungjawab terhadap manajer proyek. ‡ Bentuk ini cukup simpel sehingga mudah dilaksanakan. karena biasanya akan berdiri sendiri dengan staf yang penuh. ‡ Ketidakkonsistenan prosedur bisa sering terjadi dengan memakai alas an ´memenuhi permintaan klienµ.‡ Pimpinan dalam hal ini manajer proyek bisa melakukan pembangunan sumber daya dari luar berupa sub kontraktor atau supplier selama sumberdaya itu tidak bersedia atau tidak bisa dikendalikan dalam organisasi. ‡ Sering kali manajer proyek menumpuk sumberdaya secara berlebihan untuk mendapatkan dukungan teknis dan teknologi sewaktu-waktu diperlukan. biasanya setiap proyek akan mengusahakan sendiri sumberdaya. ‡ Adanya kesatuan komando. yakni antara manajer proyek dengan eksekutif secara langsung. ‡ Adanya dukungan secara menyeluruh terhadap proyek.

Kebaikkan : ‡ Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer fungsional. ‡ Berapa lama proyek berlangsung ‡ Ukuran proyek: tingkat pemakaian tenaga kerja. ‡ Mengembangkan keterampilan dan kreativitas karyawan serta fleksibilitas kepada organisasi/ ‡ Melibatkan motivasi dan menantang karyawan serta memperluas pandangan manajemen terhadap masalah strategi perusahaan yang akhirnya membebaskan manajemen puncak untuk perencanaan. yang wewenangnya mengalir secara vertical. ‡ Kompleksitas hubungan : jumlah bidang fungsional yang terlibat dalam proyek dan bagaimana hubungan ketergantungannya. Departemensi Matriks. modal dan sumberdaya yang dibutuhkan. Kadua yaitu rantai perintah lateral atau horizontal. Pada prinspinya sama dengan system proyek. Kelemahan : ‡ Adanya pertanggungjawaban ganda dan kebijaksanaan yang kontradiktif . Rantai perintah pertama yaitu. tapi disini para karyawan mempunyai dua atasan. wewenangnya melintasi departemen yang dilaksanakan oleh manajer proyek. ‡ Menstimulasi kerja sama antar displin dan mempermudah kegiatan perusahaan dengan orientasi obyek. fungsional.Memilih Bentuk Organisasi Proyek ‡ Frekuensi adanya y proyek baru : berapa sering suatu perusahaan mendapat proyek dan sejauh mana perusahaan induk tersebut terlibat dengan aktivitas proyek. sehingga menyerupai matrix dalam lalu-lintas aliran wewenang. yang tentunya berada di dua wewenang. 4.

waktu fleksibel. ‡ Sangat mahal untuk diimplentasikan.‡ Memerlukan koordinasi vertical dan horizontal. batasan waktu ketat. Organisasi fungsional cocok untuk proyek dengan skala relatif kecil. beresiko tinggi. kompleksitas tinggi. ‡ Memerlukan lebih banyak keterampilan antar pribadi. resiko kecil. . ‡ Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan. ‡ Menimbulkan resiko timbulnya perasaan anarki. Matriks dan organisasi proyek murni cocok untuk proyek berskala menengah dan besar.

PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR KEORGANISASI PENDAHULUAN Menurut Dimock. Kedua istilah tersebut berulang kali akan kita jumpai dalam membahas aneka macam aspek teori organisasi. organisasi adalah : ³Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority. biasanya berkecimpung dalam bidang kerja yang sama. sumber dayanya. Mereka pun merupakan sebuah unit kerja. Para pekerja yang mempunyai fungsi-fungsi yang berkaitan satu sama lain. maka jumlah unit-unit kerja dan subunitsubunit bertamabah. Struktur keorganisasian memberikan stabilitas dan kontinuitas. ia juga menunjukan tingkat spesialisasi aktifitas-aktifitas pekerjaan. Ditunjukan pula olehnya bagaimana berbagai fungsi atau aktifitas-aktifitas yang berbeda berkaitan satu sama lain. Hal ini memungkinkan organisasi yang bersangkutan menghadapi keluar masuknya individu-individu dan mengordinasi aktifitasaktifitasnya dengan lingkungannya. Efisiensi arus pekerjaan tergantung pada integrasi secara berhasil dari berbagai macam unit didalam organisasi yang bersangkutan. dapat dikatakan pula bahwa proses penyusunan peta organisasi memungkinkan para manajer melacak . PETA ORGANISASI Fungsi-fungsi pekerjaan para karyawan perlu dibagi-bagi antara mereka dan dikombinasi dengan cara-cara yang logis. Maka. Dalam arti yang paling luas. dapat dikatakan bahwa apabila seseorang perlu menangani problem tertentu. dan lapisan-lapisan supervise ditambahkan. peta yang ada dapat menunjukan dimana orang tersebut dapat ditemukan. Disamping itu. Struktur keorganisasian (organizational structure) dapat dirumuskan sebagai pengaturan dan antar hubungan bagian-bagian komponen dan posisi-posisi suatu perusahaan. struktur otoritas. Selanjutnya dapat dikatakan bahwa struktur suatu organisasi menspesifikasi aktifitas-aktifitas kerja. coordination and control may be exercised to achive a given purpose´ (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan. dan lingkungannya. Akhirnya. Pembagian kerja dan kombinasi-kombinasi tugastugas secara logis menyebabkan timbulnya struktur-struktur departemen logis dan strukturstruktur subunit-subunit. Hingga tingkat tertentu. Para manajer dan para bawahan makin dipisahkan dari hasil akhir kegiatan-kegiatan mereka. cocok dengan sasaransasarannya. Hal itu tentang apa organisasi mereka dan apa yang dilakukan organisasi tersebut. baiklah kita pelajari arti dan makna kedua konsep tersebut. Sewaktu sebuah perusahaan mengalami pertumbuhan. Juga ditunjukan olehnya. Untuk itu. dan hubunganhubungan atasan bawahan. koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan). yaitu diupayakan agar struktur sesuatu organisasi tertentu. Istilah pengorganisasian (organizing) dan struktur keorganisasian (organizational structure) sering kali kita gunakan. pengorganisasian (organizing) dapat dinyatakan sebagai proses. hirarki organisasi yang bersangkutan. mereka memerlukan suatu gambaran yang jelas tentang bagaimana aktifitas-aktifitas dapat disesuaikan dengan gambaran besar.

dan departemen penjualan secara terpisah. Para manajer dan pihak bawahan. Seluruh peta menunjukkan berlandaskanberlandaskan apa. Edward Freeman. Stoner dan R. Sebagai contoh. menyatukan dalam semua unit kerja.kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan keorganisasian. atau subunit yang bertanggung jawab tehadap bagian tertentu dari beban kerja organisasi yang bersangkutan. Masingmasing pimpinan devisi bertanggung jawab terhadap produksi. tetapi pula disajikan olehnya seluruh hierarki manajemen. Departemendepartemen fungsi permanent. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan. pemasaran. yang sering pula dinamakan orang organisasi berdasarkan devisi. terlepas dari apakah mereka muncul atau tidak pada peta yang ada. Diciptakan pula tim-tim proyek sesuai kebutuhan untuk melaksanakan program-program spesifik. 4. garis-garis pada peta organisasi menunjukan rantai komando (siapa yang bertanggung jawab terhadap siapa-siapa bawahan dan siapa-siapa atasan). semua pihak yang terlibat dalam bidang produksi dan pemasaran sesuatu produk. dapat terlihat bahwa organisasi yang bersangkutan mencakup devisi-devisi kimia. dan aktivitas-aktivitas penjualan seluruh unitnya. Mereka bertanggung jawab terhadap seorang menejer proyek. Misalnya. Seorang menejer penjualan pada organisasi demikian diberi tanggung jawab terhadap penjualan semua produk yang diproduksi oleh perusahaan yang bersangkutan. Sebuah peta menunjukan bukan saja manager-manager individual dan pihak bawahan. 5. semua pihak yang terlibat pada aktivitas tertentu atau berbagai macam aktivitas yang berkaitan satu sama lain. Organisasi yang distruktur berdasarkan produk produk atau pasar. Tingkat-tingkat manajemen. Tipe pekerjaan yang sedang dilaksanakan. berdasarkan landasan fungsional atau landasan regional). Banyak perusahaan yang memproduksi pesawat-pesawat terbang. Ini disatukan pada wilayah geografis tertentu atau yang berhubungan dengan tipe pelanggan tertentu. sumber konflik potensial atau bidang-bidang dimana terdapat adanya duplikasi yang tidak perlu.F. departemen pemasaran. dan standar-standar professional unit-unit mereka. yang mengandalakan diri pada . lebel-lebel atau deskripsi-deskrpsi untuk kotakkotak yang ada menunjukan tugas-tugas kerja organisasi tersebut yang berbeda-beda atau bidang-bidang tanggung jawab. Pembagian kerja. Pada organisasi matriks. departemen suatu organisasi secara formal dapat distruktur berdasrkan tiga macam cara. memiliki otoritas bagi performa. dapat dikatakan bahwa sebuah organisasi yang dibagi berdasarkan fungsi memiliki departemen produksi. atau kelompok produk yang berkaitan satu sama lain. yakni distrukturkan dalam : ‡ Fungsi ‡ Produk/Pasar ‡ Bentuk Matriks Organisasi-organisasi yang distruktur berdasrkan fungsi menyatukan dalam suatu departemen. deterjen dan kosmetik yang terpisah. terdapat dua macan tipe desain secara simultan. 3. Sebagai contoh. Lima macam aspek pokok dari struktur keorganisasian 1. Semua orang yang merupakan bawahan individu yang sama berada pada tingkat manajemen sama. aktivitas-aktivitas organisasi yang bersangkutan dipisah-pisahkan (Misalkan. STRUKTUR ORGANISASIAN Menurut James A. masing-masing kotak mewakili seorang individu. Anggota-anggota tim tersebut diambil dari berbagai departemen fungsional. 2. Menejer proyek bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap hasil pekerjaan tim tersebut.

memanfaatkan metrics demikian. sehingga . 3) Prinsip Kesatuan Perintah. 3) Prinsip Kesatuan Perintah. ORGANISASI FUNGSIONAL James A. Di samping itu. 9) Prinsip Pemisahan. Dalam hal ini. yang menawarkan asortimen produk terbatas. seperti kegiatan pemasaran atau keuangan. 11) Prinsip Fleksibilitas. Setiap orang terlibat dalam sebuah kegiatan fungsional.M. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya ³Organization of Canadian Government Administration´ (1965). bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi : 1) Prinsip bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. Hal itu karena sumber-sumber daya terspesialisasi dimanfaatkannya secara efisien. Ketiga macam tipe desain organisasi memiliki keuntungan maupun kerugian. 1) Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. Hal itu karena masing-masing manajer harus menjadi eksper dalam bidang sempit keterampilan-keterampilan. memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain. dan membawanya ke bidang yang paling memerlukan. sebuah organisasi fungsional merupakan sebuah bentuk departemensasi. yang dikelompokkan ke dalam satu unit. 12) Prinsip Kepemimpinan. dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan. 2) Prinsip Skala Hirarkhi. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai. 4) Prinsip Pendelegasian Wewenang. Di dalam sebuah struktur organisasi tidak terlepas dari prinsip-prinsip organisasi. 2) Prinsip Skala Hirarkhi. pembantu pimpinan sampai pelaksana.pekerjaan kontrak. Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan. Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya. 10) Prinsip Keseimbangan. mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain. dapat dikatakan bahwa sebuah struktur yang difungsionalisasi menyebabkan lebih mudah untuk memobilisasi keterampilan-keterampilan terspesialisasi. seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja. organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi. Edward Freeman. 7) Prinsip Rentang Pengendalian. 6) Prinsip Pembagian Pekerjaan. sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban. 4) Prinsip Pendelegasian Wewenang.F. Keuntungan lain dari sebuah struktur fungsional adalah membuat pekerjaan supervise menjadi lebih mudah. Organisasi fungsional merupakan bentuk departementasi yang paling mendasar serta yang paling logis. 5) Prinsip Pertanggungjawaban. Misalnya. Salah satunya A. Stoner dan R. 8) Prinsip Fungsional.

Daftar Pustaka . Dalam pendelegasian. Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. 10) Prinsip Keseimbangan. Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya. Dalam hal ini. 7) Prinsip Rentang Pengendalian. 6) Prinsip Pembagian Pekerjaan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. 9) Prinsip Pemisahan. semakin kompleks rentang pengendaliannya. hubungan kerja. atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi. pertanggungjawaban. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. 8) Prinsip Fungsional. sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. atau Surabaya. akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang. struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta. Suatu organisasi. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan. serta tanggung jawab dari pekerjaannya. Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. untuk mencapai tujuannya. semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak. penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan. Bandung. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas. serta menunjang efektivitas jalannya organisasi. kegiatannya. 5) Prinsip Pertanggungjawaban. melakukan hubungan dengan orang lain. Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan. Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain. 12) Prinsip Kepemimpinan. dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi.perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. 11) Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor). Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh µkoperasi di suatu desa terpencil¶.

2003. Raja Grafindo Persada.Bandung . Ottawa. jabatan . Organization of Canadian Government Administration. Jakarta. J. Dr. . Willms (1965).com PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASI  PENGERTIAN PENGORGANISASIAN Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertain . c) Hubungan-hubungan antara fungsi . .E. Perilaku Organisasi. dimana setiap pengelompokan didikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggotaanggota kelompok. Winardi. Alfabeta. Teori Organisasi dan Keorganisasian.Yayat Hayati Djatmiko (2002).www. b) Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya. bahan baku . S.AM.. . dan tenaga kerja organisasi. tugas dan para karyawan. fisik . istilah tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini: a) Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya keuangan .gaisol.Prof. d) Cara dalam mana para manager lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelagasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.

anggota (pegawai/karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi. Unsur-unsur struktur organisasi teriri dari: (1) Spesialisasi kegiatan. Faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah sebagai berikut: 1.Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal . Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialis kerja. serta kebutuhan mereka untuk bekerja sama harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi. 4. standarlisasi. ukuran organisasi. mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. (5) Ukuran satuan kerja. (3) Koordinasi kegiatan. semakin besar ukuran organisasi. struktur organisasi akan semakin kompleks dan harus dipilih struktur yang tepat. kemanapun dan cara berfikir para anggota. 2. teknologi yang digunakan. besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan kerjanya yang sangat mempengaruhi struktur organisasi. (2) Standardisasi kegiatan. koordinasi. Sturktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi atau orang-orang yang menunjukkan kedudukan. sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan atau besaran satuan kerja. strategi organisasi untuk mencapai tujuannya.  BAGAN ORGANISASI FORMAL . 3. perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi barangbarang atau jasa akan membedakan struktur organisasi. strategi menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun diantara para pimpinan dan bawahan. STRUKTUR ORGANISASI Sturktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. (4) Sentralisasi dan Desentralisasi pembuatan keputusan.

memberi saran manajemen. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut : 1. yang secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Alpa-numeral 9. Pembagian kerja 2. Waktu 7. atau bahkan membuat keputusan sendiri. Bentuk Horisontal 4. Fungsi 2. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut: 1. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan 4.Bagan organisasi menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi. . Menejer dan bawahan atau rantai perintah 3. Produk atau jasa 3. Langganan 5.  DEPARTEMENTALISASI Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Bentuk Piramidal 2. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan 5. Bentuk Melingkar Tujuan dibentuknya panitia manajemen adalah untuk mengkoordinasikan dan mempertukarkan informasi. Proyek atau matriks Departementalisasi Fungsional Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi. Pelayanan 8. Proses atau peralatan 6. Bentuk Vertikal 3. Wilayah 4. Tingkatan manajemen Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G.

Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif. Memungkinkan pengawasan mana-jemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi. wilayah. Memusatkan pada kepentingan tugasnya e. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda. memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. dan proses. Menciptakan konflik antar fungsi b. b. Struktur organisasi divisional atas dasar produk Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Memusatkan keahlian organisasi d. Kebaikan-kebaikan struktur organisasi divisional dapat diperinci: 1. tenaga kerja. dimana tiap divisi merancang. Umpan balik yang lambat d. transportasi dan lain sebagainya. c. Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi c. Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas. 2.Kebaikannya: a. 3. Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama b. . Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku. langganan. pelayanan. Kelemahannya: a. Adanya kemacetan pelaksanaan tugas c. a. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk. Tempat latihan yang baik bagi para manager strategik. pemasaran. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat. Departementalisasi Divisional Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk. Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan.

Organisasi Proyek dan Matriks Bentuk organisasi proyek dan matriks adalah tipe departementalisasi campuran (hybrid design). 2. Kedua struktur organisasi ini tersusun dari satu atau lebih tipe-tipe departementalisasi lainnya. Memaksimumkan efisiensi penggunaan manager-manager fungsional 2. 2. 3. Memerlukan lebih banyak keterampilan-keterampilan antar pribadi. 3. Sangat mahal untuk diimplementasikan. Kelemahan-kelemahan organisasi matriks adalah: 1. Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi. 5. Panitia tetap (standing committees) daan panitia Ad hoc merupakan bagian tetap dari struktur suatu organisasi yang dibentuk guna menangani tugas yang terus-menerus ada dalam organisasi. Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu. ORGANISASI INFORMAL .Kelemahan-kelemahan struktur divisional secara terperinci: 1. Sangat memerlukan koordinasi horizontal dan vertikal. 4. Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan KELOMPOK-KELOMPOK KERJA FORMAL ORGANISASI Organisasi mempunyai tiga tipe utama kelomok-kelompk kerja formal: 1. 3. Membebaskan manajeman puncak untuk perencanaan. Kebaikan organisasi matriks. Mengandung resiko timbulnya perasaan anarki. Struktur proyek dalam matriks bermaksud untuk mengkombinasikan kebaikan-kebaikan kedua tipe design fungsional dan divisional dengan menghindari kekurangan-kekurangan. Menstrimulasi kerja sama antar disiplin dan mempermudah kegiatan perusahaan yang bermacam-macam dengan orientasi proyek. Mengandung resiko timbulnya perasaan anarki 6. Dewan dan komisi (boards) dibentuk dari individu-individu yang dipilih atau ditugaskan untuk mengelola suatu organisasi masyarakat atau swasta. Berbagai kebaikan organisasi dapat diperinci: 1. 2. Kesatuan tugas khusus (task forces) dibentuk untuk menangani suatu masalah atau tugas khusus.

dan meneruskan norma-norma dan nila-nilai sosial budaya penting para anggota kelompok 2. Memberikan dukungan terhadap tujuan organisasi dan bantuan terhadap pelaksanaan tugas manajer. 2. Memberikan kepuasan dan status sosial kepada para anggota yang tidk dapat diberikan oleh organisasi formal. Perbedaan pokok antara organisasi formal dan informal adalah: 1. . 4. 3. 3. Hubungan-hubungan antar pribadi Kepemimpinan Pengendalian perilaku Ketergantungan Fungsi-fungsi yang dilaksanakan. antara lain: 1. Menstimulasi komunikasi efektif dan dinamik sebagai alat komunikasi tambahan. Menetapkan. memperkuat.Organisasi informal memainkan peranan penting dalam dinamika perilaku organisasi.