PENDAHULUAN Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh

bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata), namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Filum Annelida merupakan cacing selomata berbentuk gelang yang memiliki tubuh memanjang, simetri bilateral, bersegmen, dan permukaannya dilapisi kutikula, dinding tubuh dilengkapi otot, memiliki prostomium dan sistem sirkulasi, saluran pencernaan lengkap, sistem ekskresi sepasang nefridia di setiap segmen, sistem syaraf tangga tali, sistern respirasi terdapat puda epidermis, reproduksi monoesis atau diesis dan larvanya trokofor atau veliger. Kebanyakan cacing Annelida hidup akuatik di laut dan terestrial di air tawar atau darat. Cacing-cacing anggota filum ini tubuhnya beruas-ruas, beberapa organ (misalnya pencernaan) membentang sepanjang tubuh, organ yang lain seperti saluran pembuangan, ada di setiap ruas. Annelida mempunyai rongga tubuh atau coelem, rongga ini tidak saja berisi organ-organ yang terbentuk dari mesoderm tetapi juga dilapisi oleh lapisan mesoderm. Annelida merupakan hewan simetris bilateral, mempunyai sistem peredaran darah yang tertutup dan sistem syaraf yang tersusun seperti tangga tali. Pembuluh darah yang utam membujur sepanjang bagian dorsal sedangkan sistem syaraf terdapat pada bagian ventral. Phylum Annelida dibagi menjadi kelas Polychaeta, Oligochaeta, Archiannelida, Echiroidea dan Hirudinea. pembagian ke dalam kelas terutama didasarkan pada segmentasi tubuh. seta, parapodium, sistem sirkulasi, ada tidaknya batil isap, dan sistem reproduksi. Telah diketemukan 12.000 species yang hidup di air tawar, laut dan tanah. Contoh spesies annelida yang terkenal adalah cacing tanah (Lumbricus sp.) cacing ini hidup di tanah, makanannya berupa sisa tumbuhan dan hewan. Charles Darwin ahli biologi yang termahsur adalah orang yang pertama kali menyatakan bahwa cacing tanah mempunyai peranan yang penting dalam menggemburkan tanah. Karena hidup di dalam tanah, cacing ini membuat liang-liang sehingga tanah menjadi berpori dan mudah diolah. Cacing tanah juga mencampur dedaunan dengan tanah, jadi menaikan kandungan humus tanah. Sebagian besar anelida hidup dilaut, yaitu diliang-liang atau dibawah karang yang dekat dengan pantai, misalnya neries. Golongan lain dari annelida yang banyak dikenal adalah lintah pengisap darah. Lintah mempunyai balik penghisap dikedua ujung badanya. Batil penghisap posterior dipergunakan untuk melekatkan diri pada inang, sedangkan batil penghisap anterior dipergunakan untuk menghisap darah. FILUM ANNELIDA 1. Annelida Hewan filum Annelida berasal dari kata latin ³annul/annelus = cincin, gelang´ dalam bahasa Yunani ³eidos = bentuk´ yang dikenal sebagai cacing gelang. Tubuh anggota filum ini bersegmen tertutup kutikula yang merupakan hasil sekresi dari epidermis, sudah ada ronnga

dalam laut dan dalam air. beberapa bersifat komensal pada hewan akuatis. sistem persyarafan.1 Ciri-ciri Umum Ciri umum yang tergolong filum Annelida dapat diuraikan sebagai berikut: y y y y y y y y y y Tubuh bilateral simetris. dengan metamerisme sebagai ciri utamanya: pembagian rongga tubuh. dengan melalui fase larva trokofor. 1. y y Sirkulasi: peredaran darah tertutup. Habitat: -tanah yang lembab -air laut -air tawar 1. berbentuk tubular. dan sistem ekskresinya metamerik. dengan hewan langsung berbentuk hewan dewasa. peka terhadap cahaya. seperti kitin (kec: Hirudinea) Punya parapodia Alat gerak: kontraksi otot tubuh dan setae (rambut kaku) pada tiap segmen (polygochaeta dan olygochaeta) Respirasi: epidermis permukaan kulit (difusi) dan insang (pada polychaeta) Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus) Reproduksi: -seksual/genertif: konjugasi -Aseksual/vegetatif: fragmentasi à regenerasi y y Ekskresi: nefridia (nephridios = ginjal) Saraf dan Indera: saraf tangga tali ( ganglion berderet berpasangan) Statosidaà indra keseimbagan. ada yang hidup dalam liang. Sruktur Tubuh y y Bilateral simetris: organ yang memiliki dua sisi Triboplastik. Organ reproduksi hermafrodit (kelas olygochaeta dan hirudinea). bersegmen. dan ada juga yang bersifat parasit pada vertebrata. berbentuk tubular. . Hidup di dalam tanah yang lembab. Respirasi dengan epidermis ataupun insang (pada cacing tabung.2.tubuh (coelom). misalnya) pada somit tertentu. memanjang sumbu tubuh. memanjang sumbu tubuh Triploblastis Tiap segmen dipisahkan oleh septa Tubuh ditutupi oleh kutikula fleksibel Punya seta. peredaran darah. Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus). keras. Umumnya annelida hidup bebas. atau berumah dua (kelas archiannelida dan polychaeta).

Seta ini terdapat pada tonjolan di samping. y Punya parapodia ‡ Tiap segmen terdapat parapodia.3.2 Sistem Respirasi . Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot. Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. y Tubuh ditutupi oleh kutikula fleksibel Strukur tubuh annelida 1. seperti kitin (kec: Hirudinea) Seta: bulu kasar/rambut pada invertebrate. Pembuluh darah. tubular dan memanjang Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya. Contoh annelida yang panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia. y Punya seta. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal).3. bersembunyi atau berenang. dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. keras. lubang reproduksi. Ruas tubuhnya (segmen) disebut Metameri terdiri dari alat ekskresi (nefridium). Pada polychaeta mempunyai seta yang banyak. otot dan pembuluh darah. baik di bagian dalam dan di bagian luar tubuh. Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m.Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata). sistem ekskresi. keadaan demikian disebut metarisma dan masingmasing ruas disebut metamere.3 Fisiologi 1. Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Tubuh terbagi menjadi ruas-ruas (segmen) yang sama. kecuali saluran pencernaan dan sepanjang sumbu anterior-posterior. acicula & otot yang bekerja untuk berjalan. untuk lokomosi ‡ Parapodia terdiri dari sejumlah seta. 1. merangkak. ‡ Seta terdiri dari notopodium. y Bersegmen. sedangkan pada olygochaeta mempunyai seta yang sedikit.1 Alat gerak Annelida bergerak dengan kontraksi otot tubuhnya. neuropodium.

terdiri dari mulut. namun ada juga yang menggunakan insang pada polychaeta. 1. membentuk ³otak´ ‡ Tali saraf = sel-sel yang memanjang tubuh & mengandung impuls-impuls saraf 1. Hanya terjadi ketika kulit dalam kondisi lembab. dan nefrotor.5 Sistem Eksresi Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia. Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior.Respirasi yang terjadi pada Annelida dengan cara aerob. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap. O2 & CO2 berdifusi via kulit menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh. mereka mencerna makanannya secara ekstraseluler.3.3. Mulut dilengkapi gigi kitin yang berada di ujung depan sedangkan anus berada di ujung belakang.3 Sistem Pencernaan Annelida sudah mempunyai alat pencernaan makanan. Atau sebuah benang syaraf yang panjang dengan ganglionic swelling dan syaraf lateral pada tiap ruas. Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi. Organ seksual Annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris) melalui larva trochophore berenang bebas.4 Sistem Reproduksi Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet. faring. Nefridia (tunggal ± nefridium) merupakan organ ekskresi yang terdiri dari saluran. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya. Susunan syaraf terdiri atas anterior. dorsal ganglionic mass. memiliki klitelum sebagai alat kopulasi. 1. nefrostom. esofagus (kerongkongan).3. yang kemudian beregenerasi.6 Sistem Saraf dan Indera Sistem saraf Annelida adalah sistem saraf tangga tali. Klitelum = struktur reproduksi yang mengsekresi cairan & membentuk kokon tempat deposit telur. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. 1. usus. 1. disebut otak. Terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang memanjang sehingga berupa tangga tali. dan anus. Nefrotor merupakan pori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. Nefridia = organ dalam segmen yang mengumpulkan sisa-sisa cairan & keluar melalui nephridiofor.3.7 Sistem Peredaran Darah / Sirkulasi .3. ‡ Cincin ganglia dihubungkan oleh tali saraf ventral ‡ Ganglia = seperti kantong yang merupakan pembesaran dari jaringan saraf.

‡Lengkung aorta: lima tabung seperti jantung yang memompa darah ke dalam dua tabung utama sepanjang tubuh. yaitu: 1. Polychaeta (cacing berambut banyak) Berdasarkan perkembangan anterior dan cara hidup dapat dibedakan menjadi: Erratia Sedentaria 1. Bangsa Acanthobdellia Bangsa Rhynchobdellida Bangsa Gnathobdellia Bangsa Pharyngobdellida 1. Annelida hidup di berbagai tempat dengan membuat liang sendiri. Olygochaeta (cacing berambut sedikit) 2. 1. Hirudinae (tidak punya rambut). Archiannelida 2. Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar. Darahnya mengandung hemoglobin. Echiuoroidea 1. 1. Kelas Polychaeta . sehingga berwarna merah. ‡Darah: subtansi cair yang mengedarkan makanan & membawa sisa-sisa makanan. termasuk manusia.Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup.5 Klasifikasi Annelida dibagi menjadi lima kelas.4 Habitat dan Ekologi Sebagian besar Annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit (merugikan karena menempel pada inangnya) dengan menempel pada vertebrata. dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab.

Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi larva yang disebut trakofora.1 Ciri-ciri polychaeta y y y y y y y y y Tubuh memanjang dan bersegmen Tiap segmen mempunyai parapodiaàsemacam kaki yang bentuknya seperti dayung Tiap parapodia mempunyai seta. struktur tubuh polychaeta Appendages ‡ Kepala ada tentakel ‡ Punya faring yang dapat ditonjolkan dari kepala. sepasang palpus dan mulut di bagian ventral. mempunyai mata dan tentakel. segmental & pascasegmental. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksual. -Tubuh terdiri tiga bagian: pra segmental. namun sangat termodifikasi pada hewan sedentaria. tidak punya klitelum. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh.Polychaeta. Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae yang dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku. organ reproduksi pada umumnya diosius. Kepala di prasegmental. Pada kepala terdapat mata. kec. Tiap somit banyak seta & 1 pasang parapodia. ³chaetae´ = rambut kaku. Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia. Anggota kelas polychaeta dikenal dengan sebutan umum cacing laut. cacing ruas. tipenya bernacam-macam (biramus. Ruas yang mengandung mulut disebut peristomium. merupakan Annelida berambut banyak. faring di kepala macam parapodia Parapodia prostomium. biasanya ada dua berkas: notosetae (di bagian dorsal) dan neurosetae (di bagian ventral). Umumnya hidup di air. dalam bahasa Yunani ³poly´ = banyak. Tubuhnya berwarna menarik. Habitat: bahari à di lautan. disebut prostomium. 2. Ruas terakhir atau pigidium mengandung anus. Dioesious. prostomium pada umumnya berkembang baik. ada juga yang hidup di lingkungan estuary.segmen terakhir Warna tubuh menarik Respirasi dengan insang Di bagian anterior terdapat kepala yang sempurna. habitat lautan. hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut Perbedaan dengan Oligochaeta: -Kepala dengan anggota. seperti ungu kemerah-merahan. Polychaeta memiliki kelamin terpisah. Faring punya duri cengkram & bergigi. Alat ini pun berperan sebagai alat pernafasan. parapodia menonjol. beberapa hidup di air tawar atau bahkan terrestrial (di wilayah tropic). kadang-kadang tereduksi. antena. Setae berupa berkas. cacing sikat. Punya Stadium larva (trokofor).peristomium . parapodia di segmental & pygidium di pascasegmental. uniramus).

2 Struktur Tubuh Panjang tubuh umumnya kurang dari 10 cm dengan garis tengah 2-10 mm. Tipe dasar seta yaitu . 2.3. jumlah & letak insang terbatas pada ruas tertentu. Compound. dengan tiap segmen silindris identik.3.4 Sistem Reproduksi . 2. 2. neuropodia di bagian ventral. ‡ Gerak undulating mengakibatkan cacing dapat menjalar & berenang dengan cepat.1 Alat Gerak ‡ Pergerakan disebabkan oleh perpaduan gerak antar parapodia. bahan organik dicerna & partikel mineral dikeluarkan via anus. walau ada satu jenis yang panjangnya mencapai 3 m (Eunice sp). atau melalui tentakel cilia yang berlendir ‡ Filter feeder: tidak punya probosis tutup kepala dilengkapi radiola untuk menyaring detritus & plankton. Simple ‡ Anus dalam somit terakhir. merah muda. Pseudocompound.3 Sistem Pencernaan ‡ Cara makan sesuai dengan kebiasaan hidup ‡ Raptorial feeder: avertebrata kecil ditangkap dengan pharink/probosis yang dijulurkan. kecuali bagian kepala dan ekor.‡ Seta banyak & punya parapodium. 2. Metamerisme pada umumnya sempurna. hijau ataupun kombinasi warna-warna). Notopodia terdapat di bagian dorsal. penghuni kedalaman laut umumnya hanya mencapai panjang 1 m.3 Fisiologi 2. ‡ Seta: di betuk oleh sel ektoderm. otot dinding tubuh & cairan rongga tubuh. terdapat sepasang anal cirri 2. kecuali ujung anterior & posterior ‡ Pada cacing yang mengalami modifikasi. Tiap seta terdiri atas sejumlah filamen & sel lateral.3. Warna tubuhnya banyak yang menarik (merah.3.2 Sistem Respirasi ‡ Bernafas dengan insang ‡ Pertukaran gas via permukaan tubuh juga terjadi ‡ Beberapa jenis tiap ruas terdapat insang. terdapat rahang kitin ‡ Deposit feeder: menelan pasir & lumpur dalam lorong. ‡ Parapodia: -biramus (noto+neuropodia) -uniramus (hanya neuropodia).

4 Habitat dan Ekologi Habitatnya di lautan.Nefridial kanal: pembuluh ekskresi . 2. Zigot trokofor juvenil Reproduksi Aseksual ‡ Pada Cirratulidae.Nefridiophor: lubang ekskresi. Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut ataupun membentuk tabung. bintik mata/tidak ada (sedentaria) ‡ Fungsi mata: fotoreseptor ‡ Nuchal organ: kemoreseptor untuk mendeteksi makanan ‡ Sel peraba terdapat diseluruh tubuh.6 Sistem Ekskresi ‡ Cacing yang tidak mempunyai pembuluh darah: protonefridia solenosit ‡ Cacing yang mempunyai pembuluh darah: metanefridia . Spionidae & Syllidae (Tunas/Budding) dari parapodia. Sabellidae.Reproduksi Seksual ‡ Dioesious & monoesious ‡ Seksual via fertilisasi eksterna (ovum & sperma di lepas di air).Nefrostom: corong bersilia . Contoh polychaeta yang terkenal: 1) Sabellastarte indica (cacing kipas) 2) Marphysa sanguinea 3) Eunice viridis (cacing wawo) 4) Lysidice oele (cacing palolo) . indera & sirkulasi 2.3. terutama parapodia & kepala Sistem syaraf. ³nuchal organ´ & statocyst ‡ Mata berkembang baik (errantia).5 Saraf dan Indera y Sistem saraf tangga tali ‡ Alat indera utama: mata. ‡ Epitoksi (pembentukan individu reproduktif) merupakan fenomena reproduksi khas polychaeta²hewan tampak jadi dua bagian. Cara hidupnya yang bersembunyi menyebabkan mereka luput dari pengamatan biasa. bagian tubuh menjadi dua bagian.3. bermuara pada neuropodium ‡ Nefridia juga berfungsi sebagai alat osmoregulasi 2.

yang dapat dijadikan ciri penentu jenis. yaitu hewan yang belum masak secara seksual (dewasa). mempunyai kepala yang ditandai sejumlah palpus. Penggolongan itu di dasarkan perkrmbangan anterior dan cara hidup hewan dari masing-masing kelompok: polycaheta Erratia memiliki sumbu tubuh bersegmen banyak yang serupa (metameri). Pembuahan terjadi di luar tubuh.5 Kelompok Polychaeta Polychaeta dibagi dalam dua kelompok. notopodium mengsekresi kantong lendir yang menjaring makanan dari air.Sabella (cacing kipas). hidup dalam tabung berbentuk huruf U. dan siri tentakel. 1. KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Annelida Class : Polychaeta Ordo : Eunicida Familia : Eunicedae Genus : Eunice Species : Eunice viridis 2. antenna. Jumlah segmen tubuh hewan Sedentaria relatif terbatas dibandingkan dengan Errantia. polycaeta Erratia dan Sedentaria. yang mirip dengan hewan Errantia. Sebagian besar waktu Polychaeta berada dalam bentuk atoke. Hewan-hewan itu hidup bergerak bebas dan kuat dan acap kali bersusunan kompleks. Pada saat musim kawin.5) Nereis virens (kelabang laut) Dua jenis terakhir sering dikonsumsi oleh orang-orang di Kepulauan Maluku. sedangkan bagian tengah membentuk bagian abdomen yang parapodianya pendek. Pada umumnya bagian anterior termodifikasi menjadi lubang mulut yang dikelilingi insang.Subkelas Sedentaria ‡ Segmen tubuh & parapodium tidak sama. Faring tidak punya rahang ‡ Sedentari & bersembunyi dalam lumpur / hidup dalam tabung di lumpur ‡ Parapodia & organ saraf mereduksi ‡ Bentuk kepala mengalami berbagai modifikasi sesuai fungsinya sebagai ciliary feeder ‡ Contoh: . tapi pun dapat ada. struktur dikepala seperti bulu yang disebut radiola . Hewan yang sudah dewasa ini disebut epitoke.Chaetopterus . Anggota badan bagian anterior dapat tidak ada. bagian tubuh tertentu membentuk gonad. Kantong secara periodik akan masuk ke dalam mulut ventral . Epitoke mengandung gamet.

Hiasan akuarium laut ‡ Penting secara ekologi: 1. Budidaya (pakan ikan & komoditi ekspor) 5. Polychaeta dengan parapodia B. pelagis. Mendaur-ulang nutrien di alam 4. Kelas Oligochaeta Oligochaeta (dalam bahasa Yunani. Sumber protein 2. Subkelas Errantia ‡ Segmen tubuh sama dari kepala ± ekor ‡ Parapodia sama dari depan ± belakang ‡ Hidup bebas. Namun. Oligochaeta tidak memiliki parapodia. merayap. Habitat cacing ini umumnya di air tawar dan tempat lembab. Indikator polusi organik ekosistem akuatik 2.1 Ciri-ciri oligochaeta y y y y y y y Memiliki sedikit setae pada tubuhnya Segmen pada tubuhnya mencapai 200 segmen Panjang tubuh mulai 1cm-3m Kulit dilapisi kutikula Tubuh mengandung hemoglobin Habitat di tempat lembab dan perairan Hermaprodit . chaetae = rambut kaku) yang merupakan annelida berambut sedikit. lubang ‡ Organ indera berkembang baik ‡ Contoh: Tomopteris: berenang bebas & bioluminescen PERANAN POLYCHAETA ‡ Penting secara ekonomi (+.Arenicola . Hidup dalam tabung berbentuk huruf J 2. Mata rantai dalam ekosistem 3. ada pula yang hidup di darat.-): 1. A. Parasit (cangkang kerang & tiram mutiara. usus ikan) 4. Hama (penggerek & penempel) badan kapal Gambar 25. Berikut merupakan gambar yang menerangkan struktur anatomi Oligochaeta 3. Membentuk ekosistem terumbu karang 5. namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen. oligo = sedikit.suckers . Bahan baku obat & industri farmasi 3. Polychaeta dengan bagian tubuh 1. Tubuhnya bersegmen-segmen dengan jumlah segmen mencapai 200 buah.

matangnya sel kelamin betina tidak sama waktunya dengan matangnya sel kelamin jantan. Setelah selesai pembuahan. tidak memiliki parapodia. berbentuk kerucut. coccon akan lepas ke arah depan. faring. System pencernaan oligochaeta 3. Kutikula menyebabkan udara di dalam tanah dapat masuk ke pembuluh darah cacing. telur-telur yang ada di dalam coccon akan dibuahi oleh sperma dari cacing yang berlainan.3. 3. udara tersebut diedarkan ke seluruh tubuh. Organ reproduksi betina terdapat di segmen ke-9 sampai ke-14 dan organ reproduksi jantan terdapat di segmen ke-10 sampai ke-15. Cacing tanah dapat mencerna senyawa organik tersebut menjadi molekul yang sederhana yang dapat diserap oleh tubuhnya.3 Fisiologi 3. yang dikeluarkan oleh getah pencernaan secara ekstrasel.3. Sewaktu sepasang cacing berkopulasi maka akan keluar lendir yang akan membungkus kedua cacing dan menjaga sperma dari kekeringan. .3. 3. beberapa hidup di lingkungan estuary. prostomium kecil.2 Struktur Tubuh Setae tidak membentuk berkas. sejumlah segmen membentuk clitellum untuk menyekresikan cocoon. Itu sebabnya mengapa tubuh kelompok cacing ini berlendir. yakni kelas oligochaeta yang hidup akuatik. Melalui selaput inilah cacing bernapas. Kutikula ini selalu lembap dan basah. organ reproduksi hermafrodit (pembuahan silang): susunan gonad dan saluran-saluran reproduksi khas. habitat pada umumnya air tawar ataupun terrestrial. Jika melewati lubang kelamin jantan. Selubung (coccon) lendir tadi akan maju mundur di sepanjang kedua tubuh cacing.1 Sistem Respirasi Kelas Oligochaeta tidak memiliki parapodia seperti pada kelas polychaeta.2 Sistem Pencernaan Class Oligochaeta memiliki sistem pencernaan yang lengkap mulai dari mulut. tanpa mata atupun tentakel. jarang mempunyai insang (kecuali yang akuatik).3 Sistem Reproduksi Cacing tanah bersifat hermafrodit. tetapi tidak melakukan pembuahan sendiri. kerongkogan dan usus. Makanannya adalah sisa dedaunan. tunggal dan membentuk rangkaian tertentu. Setelah masuk ke pembuluh darah. metamerisme terbatas. yaitu penebalan epidermis sebagai penghasil lendir. Tetapi ada juga Oligochaeta yang bernafas dengan menggunakan insang. Sekarang di dalam coccon terdapat telur-telur yang akan dibuahi dan kemudian tekur-telur tersebut akan menetas menjadi cacing. sel telur dari masing-masing cacing keluar dan memasuki coccon. Tubuh cacing tanah tertutup oleh selaput bening dan tipis yang disebut kutikula. pernapasannya dilakukan melalui seluruh permukaan tubuhnya. Setelah itu. Di segmen ke-32 sampai ke-37 terdapat klitelum. Hal itu karena. Sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui anus.3.

Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida. Metanefridium memiliki dua lubang. bahan-bahan yang berguna seperti air.5 Sistem Ekskresi Anelida dan moluska mempunyai organ nefridium yang disebut metanefridium. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot.3. Zat sisa ada dua bentuk.3. setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya. Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Lubang yang pertama berupa corong. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi.3. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar. anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi. yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab. Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. disebut nefrostom (di bagian anterior) dan terletak pada segmen yang lain. yaitu ureum. disebut nefridiofor. . Sistem ekskresi pada anelida Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. ± Beberapa syaraf menuju ke prostomium & daerah mulut ‡ Tali syaraf ventral dlm tiap somit mempunyai ganglion membesar & memberikan 3 pasang syaraf lateral ‡ Tiap syaraf lateral membentang setengah somit terdiri dari serabut sensoris & motoris 3. dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. Gbr.4 Sistem saraf Sistem saraf Oligochaeta terdiri dari: ± µotak¶ (ganglion cerebral) ± dua lobus di atas faring ± dua syaraf penghubung disekitar faring menuju ke ganglia sub paringeal ± tali syaraf ventral (sepanjang dasar selom ke arah somit anal). Metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi. molekul makanan. Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga tubuh (pseudoselom).

Haplotaxida ± Gonopore jantan sedikit satu ruas di belakang ruas yang mengandung testis ± Contoh: Limnodrillus. Limnodrillus) ‡ Inang perantara parasit pada ikan (Aulophorus furcatus & Dero limosa) ‡ Inang perantara cacing pita unggas (Amoebotaenia spenoides) ‡ Parasit pada anak ikan lele (Lytocestus parvulus) ‡ Pembawa virus+bakteri minyak flu pada ababi (Metastrongylus) Ordo 1. Lumbriculida ± Gonopore jantan & testis terletak pada ruas yang sama ± Contoh: LumbriculusOrdo 2. Moniligastrida ± Gonopore jantan terletak di belakang ruas yang mengandung testis ± Contoh: Moniligaster Ordo 3.Peranan ‡ Sumber pakan ikan (Tubifex) ‡ Perombak bahan organik & menyuburkan tanah (Lumbricus) ‡ Bioindikator (Tubifex. Chaetogaster KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Annelida Class : Oligochaeta Ordo : Opisthopora Familia : Lumbricidae Genus : Lumbricus .

X atau XI. Anggota kelas hirudinea hidup di lingkungan akuatik dan terrestrial. ‡ Bergerak dengan cara melekukkan badan. Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin.2 Stuktur Tubuh Hewan ini tidak memiliki parapodium maupun seta pada segmen tubuhnya. 1.3. Kelas Hirudinea Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit. Sekalipun dikenal dengan nama umum lintah pengisap darah. walau lapisan cincin sekunder di luarnya (annuli) menyamarkan segmentasi primer tersebut. Ukuran panjangnya dari 1-2cm atau 5cm. melekat dengan sucker ‡ Berenang dengan cara menggelombangkan badan. Saat merobek atau membuat lubang.3 Fisiologi 4. Ciri-ciri hirudinea: y y y y y y y y Panjang tubuh mencapai 30 cm Tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula Tubuh relatif pipih Tubuh terdiri dari 34 segmen Tidak mempunyai parapodia dan setae Mempunyai alat penghisap (sucker) di bagian anterior maupun posterior Bersifat hermafrodit Habitat: air tawar dan darat 4. bahkan 30cm (Haemanteria ghiliani dari daerah Amazon). Setelah ada lubang.1.Species : Lumbricus sp. yaitu 34. lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Jumlah segmen tetap. Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. 4. walau ada yang mencapai 12cm. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan Hirudo (lintah). bagian terbesar di antaranya tidak hidup sebagai ektoparasit. sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Tubuhnya pipih. . Struktur tubuh lintah 4. juga siang. Panjang Hirudinea bervariasi dari 1±30 cm. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya. Metamerisme sudah sangat tereduksi: segmen-segmen ujung anterior (biasanya kecil) dan posterior (lebih besar) termodifikasi manjadi alat penghisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.1 Alat Gerak ‡ Sebagian aktif malam. lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit). Clitteum dibentuk segmen-segmen IX.

‡ Darah dihisap oleh faring otot & menampung dalam tembolok. cacing. anus. Anus terletak pada bagian dorsal. parasit. Enzim saliva (hirudin) mencegah koagulasi darah. 4. keong. ‡ betina: 2 ovarium & Oviduct yang berhubungan dengan kelenjar albumin & vagina di median yang bermuara di belakang porus genitalia jantan ‡ Tidak ada tingkat larva ‡ Lintah membentuk kokon yang mengandung telur yang telah dibuahi & kokon akan diletakkan dalam air/tanah. lambung. Dalam waktu 30 menit lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml ± kuota yang cukup untuk hidupnya selama setengah tahun.3. 4. ‡ faring otot yang dilengkapi rahang bergigi /probosis berotot Di kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang yang berbentuk seperti setengah gergaji yang dihiasi sampai 100 gigi kecil. tembolok. Contohnya. faring. 1 pasang ductus spermaticus.3.5 Saraf dan Indera .4 Sistem Reproduksi ‡ Monoceous ‡ jantan: 4-12 pasang testis. melekat/nempel pada permukaan tubuh vertebrata (ikan-manusia). lintah mengisap darah 10x berat tubuhnya. Proses pencernaan penghisap anterior à mulut à faring à tembolok à usus à usus buntu à anus à penghisap posterior. Dalam 1 x makan.2 Sistem Respirasi ‡ Menggunakan anyaman kapiler di bawah epidermis. Air ludahnya pun mengandung zat aktif yang sekurang-kurangnya berisi 15 unsur.3.3 Sistem Pencernaan Sistem pencernaan terdiri dari mulut.3.4. dan mengandung penisilin. rektum. ‡ 75% penghisap darah. ‡ Insang: Piscicolidae 4. Makanan & Pencernaan ‡ Lintah hidup sebagai pemakan bangkai/predator. zat putih telur hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah. serangga. Predator makan larva.

Philobdella) ‡ Parasit pada ikan (Piscicolidae) KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Annelida Class : Hirudinea Ordo : Arhynchobdellida Familia : Hirudinidae Genus : Hirudo Species : Hirudo medicinalis ORDO 1. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan hirudo (lintah).‡ Ruas 5 & 6 terdapat lingkar saraf ganglia: ³otak´ ‡ Alat indera: mata & papilla ‡ Mata: fotoreseptor ‡ Papilla & sensila: tonjolan kecil pada epidermis. . hidup di rawa-rawa. Acanthobdellia y Mempunyai setae. 4.4 Habitat dan Ekologi Hewan berhabitat air tawar. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya. sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.3. hanya satu marga yang ada. ditemukan di Finlandia dan Rusia. Peranan ‡ Terapi medis (Hirudo medicinalis) ‡ Mengisap darah kerbau (Hirudo. kolam.6 Sistem Ekskresi 10-17 pasang nephridia. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. Fungsi: alat peraba & perasa 4. ammonia. Macrobdella. ataupun sungai.

biasanya barmata 5 pasang. contoh: Galssiphonia. Contoh: Erphobdella ‡ Pharink tidak dapat dijulurkan ‡ Tidak punya gigi. Helobdella ORDO 4. Kelas Archiannelida Merupakan cacing primitive.‡ Tidak punya alat isap pada anterior ‡ Pada segmen 2-4 terdapat dua pasang seta tiap ruas ‡ Contoh: Acanthobdella ORDO 2. pharink tidak dapat dijulurkan ‡ Contoh: Hirudo medicinalis. Ciri-ciri mirip larva polychaeta yang hidup di dasar pasir. bermata 6-8 pasang. cacing kecil marga utama Polygordius. Pharyngobdellida Mirip dengan Gnathobbdellida. hampir menyatu denga bibir batil isap oral. Rhynchobdellida y Lintah degan proboscis yang eversible. kelompok piscicolid hidup sebagai parasit ikan. pemakan larva insekta dan moluska. tetapi faring tidak bergigi. tapi punya 1-2 stylet ‡ Co: Erpobdella. mulut lebar. ‡ Punya anterior sucker/tidak ‡ Tidak punya rahang. Haemadipsa ORDO 3. sepasang nefridia. Dina 1. di tengah batil isap oral. pada sisi prostomium terdapat celah berbulu getar sebagai alat pengindera. ‡ Punya 3 buah rahang. kebanyakan berhabitat air tawar. banyak terdapat di pantai. Memiliki sepasang tentakel pada prostomiumnya. . mulut kecil. otot longitudinal. tapi punya belalai ‡ Contoh: Piscicola. Gnathobdellia ‡ Punya alat isap anterior & posterior Lintah bergigi tiga buah (walau kadang-kadang tereduksi). Tubuhnya bersekat dan tiap sekat memiliki rongga tubuh. kelompok glossiphoniid hidup di air tawar.

panjang tubuh 30-100 mm. Organ interna mirip polychaeta tapi lebih sederhana. namun sebagian besar Annelida bersifat . tetapi ada juga yang parasit pada hewan vertebrata seperti manusia.sepasang gonad. Contoh: Polygardius. paru pada rongga mantel. Dinophilus. Prostomium dengan dua tentakel sensori. bagian saluran pencernaan dan bagian syaraf. Anelida ada yang bersifat merugikan dan menguntungkan. tidak beruas. karena sudah memiliki coelom. statosista untuk keseimbangan. dinding tubuh tipis dan penuh cairan dalam rongga tubuh. aorta dan pembuluh Respirasi dengan insang (ctenidium). tubuh langsing.2 Struktur Tubuh dan Fisiologi y y y y y y y y Memiliki gigi dan saluran pencernaan lengkap Memiliki jantung dengan dua bagian. larva trokofor. simetri bilateral. Scaphopoda dan Pelecypoda) Kaki berotot sebagai alat merayap. somit tidak jelas dari luar. 5. membuat liang berbentuk µU¶ Hidup secara komensalisme dengan beberapa jenis hewan dalam lubang yang sama PENUTUP Annelida merupakan hewan tripoblastik selomata. usus dan anus Habitat di dasar lumpur atau pasir di bawah garis pasang surut. bintik mata atau mata majemuk. Pertumbuhannya melalui perpanjangan anus. Annelida hidup secara bebas. meliang atau berenang 5. memiliki prestomium (belalai) Memiliki mulut. Kelamin terpisah atau hermaprodit (protandri) Tiap segmen mengandung sepasang nefridium. somit hanya di bagian posterior saat metamorfosis. Chaetogordius y 1. Struktur dan Fisiologi: y y y y y Kelompok yang mempunyai bekas peruasan pada hewan dewasa (cacing senduk) Berbentuk silindris.1 Ciri archiannelida y y y y Memiliki cangkang kapur (shell). sebagian besar berbulu getar dengan kelenjar lender Tidak mempunyai parapodia & seta Bagian kepala membesar (kec. mantel atau oleh epidermis Ekskresi oleh ginjal (nefridia) Memiliki sistem syaraf (ganglia). Kelas Euchiroidea Ciri. tidak beruas.

Http://www. UI Press: Jakarta.google. 2004. cacing tersebut memproses sampah tanaman dan mengubahnya menjadi permukaan tanah sehingga kaya nutrisi. Boen S dan Wisnu Wardhana. Yusuf. Bandung : Grafindo Media Pratama. 1990. BIOLOGI untuk SMA Kelas 1(KelasX) Semester2. Cacing tersebut juga berperan sebagai dekomposer dan menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif dan enzim-enzim penghancur benda mati sehingga tidak mengherankan jika cacing dijadikan bahan pengobatan contohnya untuk typhus dan bahan pembuat kosmetik. Oemarjati. Salman. DAFTAR PUSTAKA Kastawi. contohnya: cacing wawo (Lysidice oele). Akhyar.Erlangga: Jakarta. Instan Biologi SMA. dan cacing palolo ( Eunice viridis). 2004. beberapa contoh spesies Annelida yang menguntungkan antara lain: Lumbricus rubella yang memegang peranan penting bagi agroekosistem.com . Jica: Malang.menguntungkan bahkan ada yang dapat dijadikan sebagai bahan konsumsi di beberapa daerah. Kedua cacing tersebut biasa dikonsumsi oleh manusia di beberapa tempat di Indonesia.M. 2003.dkk. Tim Ganesha Operation. Taksonomi Avertebrata Pengantar Praktikum Laboratorium. Zoologi Avertebrata. Selain itu. Selain itu ada juga spesies yang biasa digunakan dalam ilmu kedokteran yaitu Hirudo medicinalis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful