PENDAHULUAN Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh

bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata), namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Filum Annelida merupakan cacing selomata berbentuk gelang yang memiliki tubuh memanjang, simetri bilateral, bersegmen, dan permukaannya dilapisi kutikula, dinding tubuh dilengkapi otot, memiliki prostomium dan sistem sirkulasi, saluran pencernaan lengkap, sistem ekskresi sepasang nefridia di setiap segmen, sistem syaraf tangga tali, sistern respirasi terdapat puda epidermis, reproduksi monoesis atau diesis dan larvanya trokofor atau veliger. Kebanyakan cacing Annelida hidup akuatik di laut dan terestrial di air tawar atau darat. Cacing-cacing anggota filum ini tubuhnya beruas-ruas, beberapa organ (misalnya pencernaan) membentang sepanjang tubuh, organ yang lain seperti saluran pembuangan, ada di setiap ruas. Annelida mempunyai rongga tubuh atau coelem, rongga ini tidak saja berisi organ-organ yang terbentuk dari mesoderm tetapi juga dilapisi oleh lapisan mesoderm. Annelida merupakan hewan simetris bilateral, mempunyai sistem peredaran darah yang tertutup dan sistem syaraf yang tersusun seperti tangga tali. Pembuluh darah yang utam membujur sepanjang bagian dorsal sedangkan sistem syaraf terdapat pada bagian ventral. Phylum Annelida dibagi menjadi kelas Polychaeta, Oligochaeta, Archiannelida, Echiroidea dan Hirudinea. pembagian ke dalam kelas terutama didasarkan pada segmentasi tubuh. seta, parapodium, sistem sirkulasi, ada tidaknya batil isap, dan sistem reproduksi. Telah diketemukan 12.000 species yang hidup di air tawar, laut dan tanah. Contoh spesies annelida yang terkenal adalah cacing tanah (Lumbricus sp.) cacing ini hidup di tanah, makanannya berupa sisa tumbuhan dan hewan. Charles Darwin ahli biologi yang termahsur adalah orang yang pertama kali menyatakan bahwa cacing tanah mempunyai peranan yang penting dalam menggemburkan tanah. Karena hidup di dalam tanah, cacing ini membuat liang-liang sehingga tanah menjadi berpori dan mudah diolah. Cacing tanah juga mencampur dedaunan dengan tanah, jadi menaikan kandungan humus tanah. Sebagian besar anelida hidup dilaut, yaitu diliang-liang atau dibawah karang yang dekat dengan pantai, misalnya neries. Golongan lain dari annelida yang banyak dikenal adalah lintah pengisap darah. Lintah mempunyai balik penghisap dikedua ujung badanya. Batil penghisap posterior dipergunakan untuk melekatkan diri pada inang, sedangkan batil penghisap anterior dipergunakan untuk menghisap darah. FILUM ANNELIDA 1. Annelida Hewan filum Annelida berasal dari kata latin ³annul/annelus = cincin, gelang´ dalam bahasa Yunani ³eidos = bentuk´ yang dikenal sebagai cacing gelang. Tubuh anggota filum ini bersegmen tertutup kutikula yang merupakan hasil sekresi dari epidermis, sudah ada ronnga

memanjang sumbu tubuh Triploblastis Tiap segmen dipisahkan oleh septa Tubuh ditutupi oleh kutikula fleksibel Punya seta. atau berumah dua (kelas archiannelida dan polychaeta). berbentuk tubular. ada yang hidup dalam liang. . dengan melalui fase larva trokofor. Hidup di dalam tanah yang lembab. Respirasi dengan epidermis ataupun insang (pada cacing tabung. y y Sirkulasi: peredaran darah tertutup. keras.tubuh (coelom). peka terhadap cahaya. Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus).1 Ciri-ciri Umum Ciri umum yang tergolong filum Annelida dapat diuraikan sebagai berikut: y y y y y y y y y y Tubuh bilateral simetris. Habitat: -tanah yang lembab -air laut -air tawar 1. dan sistem ekskresinya metamerik. Sruktur Tubuh y y Bilateral simetris: organ yang memiliki dua sisi Triboplastik. dalam laut dan dalam air. bersegmen. 1. memanjang sumbu tubuh. peredaran darah. beberapa bersifat komensal pada hewan akuatis. berbentuk tubular. Organ reproduksi hermafrodit (kelas olygochaeta dan hirudinea). misalnya) pada somit tertentu.2. Umumnya annelida hidup bebas. seperti kitin (kec: Hirudinea) Punya parapodia Alat gerak: kontraksi otot tubuh dan setae (rambut kaku) pada tiap segmen (polygochaeta dan olygochaeta) Respirasi: epidermis permukaan kulit (difusi) dan insang (pada polychaeta) Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus) Reproduksi: -seksual/genertif: konjugasi -Aseksual/vegetatif: fragmentasi à regenerasi y y Ekskresi: nefridia (nephridios = ginjal) Saraf dan Indera: saraf tangga tali ( ganglion berderet berpasangan) Statosidaà indra keseimbagan. dengan hewan langsung berbentuk hewan dewasa. dengan metamerisme sebagai ciri utamanya: pembagian rongga tubuh. dan ada juga yang bersifat parasit pada vertebrata. sistem persyarafan.

Ruas tubuhnya (segmen) disebut Metameri terdiri dari alat ekskresi (nefridium). kecuali saluran pencernaan dan sepanjang sumbu anterior-posterior.3. y Bersegmen. y Punya seta. 1. merangkak. tubular dan memanjang Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya. ‡ Seta terdiri dari notopodium. Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. otot dan pembuluh darah. Pada polychaeta mempunyai seta yang banyak. dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. neuropodium.3 Fisiologi 1. Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m. lubang reproduksi. sedangkan pada olygochaeta mempunyai seta yang sedikit. untuk lokomosi ‡ Parapodia terdiri dari sejumlah seta. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal).Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata). Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot. bersembunyi atau berenang. y Punya parapodia ‡ Tiap segmen terdapat parapodia. keadaan demikian disebut metarisma dan masingmasing ruas disebut metamere. keras.1 Alat gerak Annelida bergerak dengan kontraksi otot tubuhnya. y Tubuh ditutupi oleh kutikula fleksibel Strukur tubuh annelida 1. baik di bagian dalam dan di bagian luar tubuh. Tubuh terbagi menjadi ruas-ruas (segmen) yang sama. Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. seperti kitin (kec: Hirudinea) Seta: bulu kasar/rambut pada invertebrate. sistem ekskresi. Seta ini terdapat pada tonjolan di samping.3. acicula & otot yang bekerja untuk berjalan.2 Sistem Respirasi . Contoh annelida yang panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia. Pembuluh darah.

Respirasi yang terjadi pada Annelida dengan cara aerob. Nefridia (tunggal ± nefridium) merupakan organ ekskresi yang terdiri dari saluran. Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi.3. faring. usus. esofagus (kerongkongan). mereka mencerna makanannya secara ekstraseluler. memiliki klitelum sebagai alat kopulasi. terdiri dari mulut.7 Sistem Peredaran Darah / Sirkulasi . Nefridia = organ dalam segmen yang mengumpulkan sisa-sisa cairan & keluar melalui nephridiofor. Klitelum = struktur reproduksi yang mengsekresi cairan & membentuk kokon tempat deposit telur. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya. membentuk ³otak´ ‡ Tali saraf = sel-sel yang memanjang tubuh & mengandung impuls-impuls saraf 1. ‡ Cincin ganglia dihubungkan oleh tali saraf ventral ‡ Ganglia = seperti kantong yang merupakan pembesaran dari jaringan saraf. nefrostom.3. disebut otak. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap. dan anus. Susunan syaraf terdiri atas anterior.5 Sistem Eksresi Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia.3. yang kemudian beregenerasi. Terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang memanjang sehingga berupa tangga tali. 1. 1. dorsal ganglionic mass. 1.3 Sistem Pencernaan Annelida sudah mempunyai alat pencernaan makanan.3. Atau sebuah benang syaraf yang panjang dengan ganglionic swelling dan syaraf lateral pada tiap ruas. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. namun ada juga yang menggunakan insang pada polychaeta. Hanya terjadi ketika kulit dalam kondisi lembab. Mulut dilengkapi gigi kitin yang berada di ujung depan sedangkan anus berada di ujung belakang.4 Sistem Reproduksi Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet.6 Sistem Saraf dan Indera Sistem saraf Annelida adalah sistem saraf tangga tali. Organ seksual Annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris) melalui larva trochophore berenang bebas. Nefrotor merupakan pori permukaan tubuh tempat kotoran keluar.3. O2 & CO2 berdifusi via kulit menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh. dan nefrotor. 1. Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior.

4 Habitat dan Ekologi Sebagian besar Annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit (merugikan karena menempel pada inangnya) dengan menempel pada vertebrata. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar. 1. Hirudinae (tidak punya rambut).Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup. Polychaeta (cacing berambut banyak) Berdasarkan perkembangan anterior dan cara hidup dapat dibedakan menjadi: Erratia Sedentaria 1. Darahnya mengandung hemoglobin. ‡Lengkung aorta: lima tabung seperti jantung yang memompa darah ke dalam dua tabung utama sepanjang tubuh. ‡Darah: subtansi cair yang mengedarkan makanan & membawa sisa-sisa makanan. Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.5 Klasifikasi Annelida dibagi menjadi lima kelas. Olygochaeta (cacing berambut sedikit) 2. Echiuoroidea 1. yaitu: 1. termasuk manusia. sehingga berwarna merah. 1. Bangsa Acanthobdellia Bangsa Rhynchobdellida Bangsa Gnathobdellia Bangsa Pharyngobdellida 1. Archiannelida 2. Kelas Polychaeta . dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab. Annelida hidup di berbagai tempat dengan membuat liang sendiri.

Tubuhnya berwarna menarik. sepasang palpus dan mulut di bagian ventral. organ reproduksi pada umumnya diosius. Habitat: bahari à di lautan. merupakan Annelida berambut banyak. Polychaeta memiliki kelamin terpisah. kadang-kadang tereduksi. Kepala di prasegmental. seperti ungu kemerah-merahan. Ruas yang mengandung mulut disebut peristomium. Tiap somit banyak seta & 1 pasang parapodia. -Tubuh terdiri tiga bagian: pra segmental. ada juga yang hidup di lingkungan estuary. parapodia di segmental & pygidium di pascasegmental. disebut prostomium. Alat ini pun berperan sebagai alat pernafasan. Anggota kelas polychaeta dikenal dengan sebutan umum cacing laut. Faring punya duri cengkram & bergigi. hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut Perbedaan dengan Oligochaeta: -Kepala dengan anggota. Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia. uniramus).segmen terakhir Warna tubuh menarik Respirasi dengan insang Di bagian anterior terdapat kepala yang sempurna. biasanya ada dua berkas: notosetae (di bagian dorsal) dan neurosetae (di bagian ventral). ³chaetae´ = rambut kaku. cacing ruas.1 Ciri-ciri polychaeta y y y y y y y y y Tubuh memanjang dan bersegmen Tiap segmen mempunyai parapodiaàsemacam kaki yang bentuknya seperti dayung Tiap parapodia mempunyai seta. Dioesious. Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae yang dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku.peristomium . segmental & pascasegmental.Polychaeta. habitat lautan. mempunyai mata dan tentakel. Punya Stadium larva (trokofor). struktur tubuh polychaeta Appendages ‡ Kepala ada tentakel ‡ Punya faring yang dapat ditonjolkan dari kepala. namun sangat termodifikasi pada hewan sedentaria. antena. Pada kepala terdapat mata. parapodia menonjol. dalam bahasa Yunani ³poly´ = banyak. cacing sikat. tipenya bernacam-macam (biramus. tidak punya klitelum. kec. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksual. 2. Setae berupa berkas. prostomium pada umumnya berkembang baik. Umumnya hidup di air. Ruas terakhir atau pigidium mengandung anus. Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi larva yang disebut trakofora. faring di kepala macam parapodia Parapodia prostomium. beberapa hidup di air tawar atau bahkan terrestrial (di wilayah tropic).

terdapat rahang kitin ‡ Deposit feeder: menelan pasir & lumpur dalam lorong. walau ada satu jenis yang panjangnya mencapai 3 m (Eunice sp).3 Fisiologi 2.‡ Seta banyak & punya parapodium.3. ‡ Parapodia: -biramus (noto+neuropodia) -uniramus (hanya neuropodia).2 Sistem Respirasi ‡ Bernafas dengan insang ‡ Pertukaran gas via permukaan tubuh juga terjadi ‡ Beberapa jenis tiap ruas terdapat insang. 2. 2. otot dinding tubuh & cairan rongga tubuh. merah muda. penghuni kedalaman laut umumnya hanya mencapai panjang 1 m.2 Struktur Tubuh Panjang tubuh umumnya kurang dari 10 cm dengan garis tengah 2-10 mm.3. hijau ataupun kombinasi warna-warna).3. Metamerisme pada umumnya sempurna. Compound. Tipe dasar seta yaitu . 2. kecuali ujung anterior & posterior ‡ Pada cacing yang mengalami modifikasi.3 Sistem Pencernaan ‡ Cara makan sesuai dengan kebiasaan hidup ‡ Raptorial feeder: avertebrata kecil ditangkap dengan pharink/probosis yang dijulurkan. dengan tiap segmen silindris identik. Notopodia terdapat di bagian dorsal. neuropodia di bagian ventral. atau melalui tentakel cilia yang berlendir ‡ Filter feeder: tidak punya probosis tutup kepala dilengkapi radiola untuk menyaring detritus & plankton. kecuali bagian kepala dan ekor. ‡ Seta: di betuk oleh sel ektoderm.1 Alat Gerak ‡ Pergerakan disebabkan oleh perpaduan gerak antar parapodia. Pseudocompound. 2. Warna tubuhnya banyak yang menarik (merah. ‡ Gerak undulating mengakibatkan cacing dapat menjalar & berenang dengan cepat. Tiap seta terdiri atas sejumlah filamen & sel lateral.3. terdapat sepasang anal cirri 2.4 Sistem Reproduksi . bahan organik dicerna & partikel mineral dikeluarkan via anus. Simple ‡ Anus dalam somit terakhir. jumlah & letak insang terbatas pada ruas tertentu.

3. Sabellidae.Nefrostom: corong bersilia . Zigot trokofor juvenil Reproduksi Aseksual ‡ Pada Cirratulidae. bagian tubuh menjadi dua bagian. Spionidae & Syllidae (Tunas/Budding) dari parapodia.Reproduksi Seksual ‡ Dioesious & monoesious ‡ Seksual via fertilisasi eksterna (ovum & sperma di lepas di air). 2. terutama parapodia & kepala Sistem syaraf.6 Sistem Ekskresi ‡ Cacing yang tidak mempunyai pembuluh darah: protonefridia solenosit ‡ Cacing yang mempunyai pembuluh darah: metanefridia . bintik mata/tidak ada (sedentaria) ‡ Fungsi mata: fotoreseptor ‡ Nuchal organ: kemoreseptor untuk mendeteksi makanan ‡ Sel peraba terdapat diseluruh tubuh. ³nuchal organ´ & statocyst ‡ Mata berkembang baik (errantia). ‡ Epitoksi (pembentukan individu reproduktif) merupakan fenomena reproduksi khas polychaeta²hewan tampak jadi dua bagian. Cara hidupnya yang bersembunyi menyebabkan mereka luput dari pengamatan biasa.5 Saraf dan Indera y Sistem saraf tangga tali ‡ Alat indera utama: mata. bermuara pada neuropodium ‡ Nefridia juga berfungsi sebagai alat osmoregulasi 2.Nefridial kanal: pembuluh ekskresi .Nefridiophor: lubang ekskresi.4 Habitat dan Ekologi Habitatnya di lautan. indera & sirkulasi 2. Contoh polychaeta yang terkenal: 1) Sabellastarte indica (cacing kipas) 2) Marphysa sanguinea 3) Eunice viridis (cacing wawo) 4) Lysidice oele (cacing palolo) . Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut ataupun membentuk tabung.3.

Pada saat musim kawin. Anggota badan bagian anterior dapat tidak ada. Kantong secara periodik akan masuk ke dalam mulut ventral . hidup dalam tabung berbentuk huruf U. Pada umumnya bagian anterior termodifikasi menjadi lubang mulut yang dikelilingi insang. dan siri tentakel. 1. notopodium mengsekresi kantong lendir yang menjaring makanan dari air. antenna. Pembuahan terjadi di luar tubuh. struktur dikepala seperti bulu yang disebut radiola . bagian tubuh tertentu membentuk gonad. yaitu hewan yang belum masak secara seksual (dewasa). Penggolongan itu di dasarkan perkrmbangan anterior dan cara hidup hewan dari masing-masing kelompok: polycaheta Erratia memiliki sumbu tubuh bersegmen banyak yang serupa (metameri). mempunyai kepala yang ditandai sejumlah palpus. Jumlah segmen tubuh hewan Sedentaria relatif terbatas dibandingkan dengan Errantia. Hewan yang sudah dewasa ini disebut epitoke. Faring tidak punya rahang ‡ Sedentari & bersembunyi dalam lumpur / hidup dalam tabung di lumpur ‡ Parapodia & organ saraf mereduksi ‡ Bentuk kepala mengalami berbagai modifikasi sesuai fungsinya sebagai ciliary feeder ‡ Contoh: .Chaetopterus .5 Kelompok Polychaeta Polychaeta dibagi dalam dua kelompok.Subkelas Sedentaria ‡ Segmen tubuh & parapodium tidak sama. Hewan-hewan itu hidup bergerak bebas dan kuat dan acap kali bersusunan kompleks. yang mirip dengan hewan Errantia. polycaeta Erratia dan Sedentaria. yang dapat dijadikan ciri penentu jenis. Sebagian besar waktu Polychaeta berada dalam bentuk atoke. sedangkan bagian tengah membentuk bagian abdomen yang parapodianya pendek. KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Annelida Class : Polychaeta Ordo : Eunicida Familia : Eunicedae Genus : Eunice Species : Eunice viridis 2. Epitoke mengandung gamet. tapi pun dapat ada.5) Nereis virens (kelabang laut) Dua jenis terakhir sering dikonsumsi oleh orang-orang di Kepulauan Maluku.Sabella (cacing kipas).

Hama (penggerek & penempel) badan kapal Gambar 25. oligo = sedikit. chaetae = rambut kaku) yang merupakan annelida berambut sedikit. Berikut merupakan gambar yang menerangkan struktur anatomi Oligochaeta 3. Polychaeta dengan bagian tubuh 1. Oligochaeta tidak memiliki parapodia. Sumber protein 2. Habitat cacing ini umumnya di air tawar dan tempat lembab.-): 1. Parasit (cangkang kerang & tiram mutiara. Mendaur-ulang nutrien di alam 4. Bahan baku obat & industri farmasi 3. Subkelas Errantia ‡ Segmen tubuh sama dari kepala ± ekor ‡ Parapodia sama dari depan ± belakang ‡ Hidup bebas. Hidup dalam tabung berbentuk huruf J 2. Namun. Hiasan akuarium laut ‡ Penting secara ekologi: 1. Polychaeta dengan parapodia B. Budidaya (pakan ikan & komoditi ekspor) 5. A.Arenicola . lubang ‡ Organ indera berkembang baik ‡ Contoh: Tomopteris: berenang bebas & bioluminescen PERANAN POLYCHAETA ‡ Penting secara ekonomi (+. Kelas Oligochaeta Oligochaeta (dalam bahasa Yunani. ada pula yang hidup di darat. Mata rantai dalam ekosistem 3. Indikator polusi organik ekosistem akuatik 2. Tubuhnya bersegmen-segmen dengan jumlah segmen mencapai 200 buah. merayap. Membentuk ekosistem terumbu karang 5. usus ikan) 4.suckers . pelagis. namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.1 Ciri-ciri oligochaeta y y y y y y y Memiliki sedikit setae pada tubuhnya Segmen pada tubuhnya mencapai 200 segmen Panjang tubuh mulai 1cm-3m Kulit dilapisi kutikula Tubuh mengandung hemoglobin Habitat di tempat lembab dan perairan Hermaprodit .

faring. Jika melewati lubang kelamin jantan. prostomium kecil. Hal itu karena. 3. berbentuk kerucut. tidak memiliki parapodia. coccon akan lepas ke arah depan. Tubuh cacing tanah tertutup oleh selaput bening dan tipis yang disebut kutikula.3. . beberapa hidup di lingkungan estuary. Di segmen ke-32 sampai ke-37 terdapat klitelum. Setelah itu. telur-telur yang ada di dalam coccon akan dibuahi oleh sperma dari cacing yang berlainan. Setelah selesai pembuahan. habitat pada umumnya air tawar ataupun terrestrial. jarang mempunyai insang (kecuali yang akuatik). sejumlah segmen membentuk clitellum untuk menyekresikan cocoon.3. yang dikeluarkan oleh getah pencernaan secara ekstrasel. sel telur dari masing-masing cacing keluar dan memasuki coccon. Melalui selaput inilah cacing bernapas. Kutikula ini selalu lembap dan basah. System pencernaan oligochaeta 3.3 Fisiologi 3. yakni kelas oligochaeta yang hidup akuatik. Selubung (coccon) lendir tadi akan maju mundur di sepanjang kedua tubuh cacing. tanpa mata atupun tentakel.3.1 Sistem Respirasi Kelas Oligochaeta tidak memiliki parapodia seperti pada kelas polychaeta. Tetapi ada juga Oligochaeta yang bernafas dengan menggunakan insang.3 Sistem Reproduksi Cacing tanah bersifat hermafrodit. Setelah masuk ke pembuluh darah. Sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui anus. yaitu penebalan epidermis sebagai penghasil lendir. Itu sebabnya mengapa tubuh kelompok cacing ini berlendir. Makanannya adalah sisa dedaunan. pernapasannya dilakukan melalui seluruh permukaan tubuhnya.2 Sistem Pencernaan Class Oligochaeta memiliki sistem pencernaan yang lengkap mulai dari mulut. kerongkogan dan usus. organ reproduksi hermafrodit (pembuahan silang): susunan gonad dan saluran-saluran reproduksi khas. Organ reproduksi betina terdapat di segmen ke-9 sampai ke-14 dan organ reproduksi jantan terdapat di segmen ke-10 sampai ke-15. metamerisme terbatas. udara tersebut diedarkan ke seluruh tubuh. Sekarang di dalam coccon terdapat telur-telur yang akan dibuahi dan kemudian tekur-telur tersebut akan menetas menjadi cacing. matangnya sel kelamin betina tidak sama waktunya dengan matangnya sel kelamin jantan. tetapi tidak melakukan pembuahan sendiri. 3. Kutikula menyebabkan udara di dalam tanah dapat masuk ke pembuluh darah cacing. Sewaktu sepasang cacing berkopulasi maka akan keluar lendir yang akan membungkus kedua cacing dan menjaga sperma dari kekeringan. tunggal dan membentuk rangkaian tertentu.3. Cacing tanah dapat mencerna senyawa organik tersebut menjadi molekul yang sederhana yang dapat diserap oleh tubuhnya.2 Struktur Tubuh Setae tidak membentuk berkas.

Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya. Metanefridium memiliki dua lubang. Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida. molekul makanan. dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi. Sistem ekskresi pada anelida Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar. Metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi. setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium.5 Sistem Ekskresi Anelida dan moluska mempunyai organ nefridium yang disebut metanefridium.3. bahan-bahan yang berguna seperti air. kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab. Zat sisa ada dua bentuk. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi. disebut nefrostom (di bagian anterior) dan terletak pada segmen yang lain. disebut nefridiofor. Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga tubuh (pseudoselom). Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Lubang yang pertama berupa corong.4 Sistem saraf Sistem saraf Oligochaeta terdiri dari: ± µotak¶ (ganglion cerebral) ± dua lobus di atas faring ± dua syaraf penghubung disekitar faring menuju ke ganglia sub paringeal ± tali syaraf ventral (sepanjang dasar selom ke arah somit anal). Gbr. ± Beberapa syaraf menuju ke prostomium & daerah mulut ‡ Tali syaraf ventral dlm tiap somit mempunyai ganglion membesar & memberikan 3 pasang syaraf lateral ‡ Tiap syaraf lateral membentang setengah somit terdiri dari serabut sensoris & motoris 3. . yaitu ureum.3.3.

Haplotaxida ± Gonopore jantan sedikit satu ruas di belakang ruas yang mengandung testis ± Contoh: Limnodrillus. Lumbriculida ± Gonopore jantan & testis terletak pada ruas yang sama ± Contoh: LumbriculusOrdo 2. Chaetogaster KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Annelida Class : Oligochaeta Ordo : Opisthopora Familia : Lumbricidae Genus : Lumbricus . Limnodrillus) ‡ Inang perantara parasit pada ikan (Aulophorus furcatus & Dero limosa) ‡ Inang perantara cacing pita unggas (Amoebotaenia spenoides) ‡ Parasit pada anak ikan lele (Lytocestus parvulus) ‡ Pembawa virus+bakteri minyak flu pada ababi (Metastrongylus) Ordo 1. Moniligastrida ± Gonopore jantan terletak di belakang ruas yang mengandung testis ± Contoh: Moniligaster Ordo 3.Peranan ‡ Sumber pakan ikan (Tubifex) ‡ Perombak bahan organik & menyuburkan tanah (Lumbricus) ‡ Bioindikator (Tubifex.

Clitteum dibentuk segmen-segmen IX.3. . Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia.Species : Lumbricus sp. 1. Struktur tubuh lintah 4. Metamerisme sudah sangat tereduksi: segmen-segmen ujung anterior (biasanya kecil) dan posterior (lebih besar) termodifikasi manjadi alat penghisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan Hirudo (lintah). yaitu 34. lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya. bagian terbesar di antaranya tidak hidup sebagai ektoparasit. Jumlah segmen tetap.3 Fisiologi 4. walau lapisan cincin sekunder di luarnya (annuli) menyamarkan segmentasi primer tersebut. Kelas Hirudinea Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit. Sekalipun dikenal dengan nama umum lintah pengisap darah.2 Stuktur Tubuh Hewan ini tidak memiliki parapodium maupun seta pada segmen tubuhnya. lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit). Panjang Hirudinea bervariasi dari 1±30 cm. Setelah ada lubang. Ukuran panjangnya dari 1-2cm atau 5cm. Ciri-ciri hirudinea: y y y y y y y y Panjang tubuh mencapai 30 cm Tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula Tubuh relatif pipih Tubuh terdiri dari 34 segmen Tidak mempunyai parapodia dan setae Mempunyai alat penghisap (sucker) di bagian anterior maupun posterior Bersifat hermafrodit Habitat: air tawar dan darat 4. walau ada yang mencapai 12cm. 4. bahkan 30cm (Haemanteria ghiliani dari daerah Amazon). ‡ Bergerak dengan cara melekukkan badan. Anggota kelas hirudinea hidup di lingkungan akuatik dan terrestrial.X atau XI. sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput.1. Saat merobek atau membuat lubang.1 Alat Gerak ‡ Sebagian aktif malam. juga siang. Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin. melekat dengan sucker ‡ Berenang dengan cara menggelombangkan badan. Tubuhnya pipih. Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.

4. faring. Contohnya. zat putih telur hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah. anus. ‡ 75% penghisap darah. cacing. tembolok.3.3 Sistem Pencernaan Sistem pencernaan terdiri dari mulut. keong.3. dan mengandung penisilin. 4. 1 pasang ductus spermaticus. ‡ Darah dihisap oleh faring otot & menampung dalam tembolok.5 Saraf dan Indera .3. serangga. Dalam 1 x makan. ‡ betina: 2 ovarium & Oviduct yang berhubungan dengan kelenjar albumin & vagina di median yang bermuara di belakang porus genitalia jantan ‡ Tidak ada tingkat larva ‡ Lintah membentuk kokon yang mengandung telur yang telah dibuahi & kokon akan diletakkan dalam air/tanah. lambung. Predator makan larva. ‡ Insang: Piscicolidae 4. Proses pencernaan penghisap anterior à mulut à faring à tembolok à usus à usus buntu à anus à penghisap posterior. ‡ faring otot yang dilengkapi rahang bergigi /probosis berotot Di kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang yang berbentuk seperti setengah gergaji yang dihiasi sampai 100 gigi kecil. Makanan & Pencernaan ‡ Lintah hidup sebagai pemakan bangkai/predator. rektum.3. Dalam waktu 30 menit lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml ± kuota yang cukup untuk hidupnya selama setengah tahun. Air ludahnya pun mengandung zat aktif yang sekurang-kurangnya berisi 15 unsur. lintah mengisap darah 10x berat tubuhnya.2 Sistem Respirasi ‡ Menggunakan anyaman kapiler di bawah epidermis. Anus terletak pada bagian dorsal. parasit. 4.4 Sistem Reproduksi ‡ Monoceous ‡ jantan: 4-12 pasang testis. melekat/nempel pada permukaan tubuh vertebrata (ikan-manusia). Enzim saliva (hirudin) mencegah koagulasi darah.

6 Sistem Ekskresi 10-17 pasang nephridia. Peranan ‡ Terapi medis (Hirudo medicinalis) ‡ Mengisap darah kerbau (Hirudo. hidup di rawa-rawa. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. . Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. hanya satu marga yang ada. sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. 4. Philobdella) ‡ Parasit pada ikan (Piscicolidae) KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Annelida Class : Hirudinea Ordo : Arhynchobdellida Familia : Hirudinidae Genus : Hirudo Species : Hirudo medicinalis ORDO 1.4 Habitat dan Ekologi Hewan berhabitat air tawar. ammonia.‡ Ruas 5 & 6 terdapat lingkar saraf ganglia: ³otak´ ‡ Alat indera: mata & papilla ‡ Mata: fotoreseptor ‡ Papilla & sensila: tonjolan kecil pada epidermis.3. ditemukan di Finlandia dan Rusia. Fungsi: alat peraba & perasa 4. Acanthobdellia y Mempunyai setae. kolam. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan hirudo (lintah). Macrobdella. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya. ataupun sungai.

biasanya barmata 5 pasang. otot longitudinal. Contoh: Erphobdella ‡ Pharink tidak dapat dijulurkan ‡ Tidak punya gigi. bermata 6-8 pasang. tapi punya 1-2 stylet ‡ Co: Erpobdella. . kelompok glossiphoniid hidup di air tawar. Haemadipsa ORDO 3. Tubuhnya bersekat dan tiap sekat memiliki rongga tubuh. pharink tidak dapat dijulurkan ‡ Contoh: Hirudo medicinalis. kebanyakan berhabitat air tawar. ‡ Punya 3 buah rahang. Gnathobdellia ‡ Punya alat isap anterior & posterior Lintah bergigi tiga buah (walau kadang-kadang tereduksi). Kelas Archiannelida Merupakan cacing primitive. Rhynchobdellida y Lintah degan proboscis yang eversible. di tengah batil isap oral. tapi punya belalai ‡ Contoh: Piscicola. pada sisi prostomium terdapat celah berbulu getar sebagai alat pengindera. pemakan larva insekta dan moluska. contoh: Galssiphonia. banyak terdapat di pantai. Ciri-ciri mirip larva polychaeta yang hidup di dasar pasir. ‡ Punya anterior sucker/tidak ‡ Tidak punya rahang. cacing kecil marga utama Polygordius. Pharyngobdellida Mirip dengan Gnathobbdellida. mulut lebar. Helobdella ORDO 4. Dina 1. kelompok piscicolid hidup sebagai parasit ikan. Memiliki sepasang tentakel pada prostomiumnya. mulut kecil. tetapi faring tidak bergigi. sepasang nefridia.‡ Tidak punya alat isap pada anterior ‡ Pada segmen 2-4 terdapat dua pasang seta tiap ruas ‡ Contoh: Acanthobdella ORDO 2. hampir menyatu denga bibir batil isap oral.

Contoh: Polygardius. 5. tubuh langsing. sebagian besar berbulu getar dengan kelenjar lender Tidak mempunyai parapodia & seta Bagian kepala membesar (kec. Pertumbuhannya melalui perpanjangan anus. memiliki prestomium (belalai) Memiliki mulut. Annelida hidup secara bebas. Scaphopoda dan Pelecypoda) Kaki berotot sebagai alat merayap. Dinophilus.2 Struktur Tubuh dan Fisiologi y y y y y y y y Memiliki gigi dan saluran pencernaan lengkap Memiliki jantung dengan dua bagian. tidak beruas. bintik mata atau mata majemuk. Chaetogordius y 1. Organ interna mirip polychaeta tapi lebih sederhana. Struktur dan Fisiologi: y y y y y Kelompok yang mempunyai bekas peruasan pada hewan dewasa (cacing senduk) Berbentuk silindris. somit tidak jelas dari luar. karena sudah memiliki coelom. Kelas Euchiroidea Ciri. statosista untuk keseimbangan.1 Ciri archiannelida y y y y Memiliki cangkang kapur (shell). bagian saluran pencernaan dan bagian syaraf. Prostomium dengan dua tentakel sensori. mantel atau oleh epidermis Ekskresi oleh ginjal (nefridia) Memiliki sistem syaraf (ganglia). dinding tubuh tipis dan penuh cairan dalam rongga tubuh. aorta dan pembuluh Respirasi dengan insang (ctenidium). tetapi ada juga yang parasit pada hewan vertebrata seperti manusia.sepasang gonad. simetri bilateral. meliang atau berenang 5. Anelida ada yang bersifat merugikan dan menguntungkan. paru pada rongga mantel. usus dan anus Habitat di dasar lumpur atau pasir di bawah garis pasang surut. larva trokofor. Kelamin terpisah atau hermaprodit (protandri) Tiap segmen mengandung sepasang nefridium. panjang tubuh 30-100 mm. membuat liang berbentuk µU¶ Hidup secara komensalisme dengan beberapa jenis hewan dalam lubang yang sama PENUTUP Annelida merupakan hewan tripoblastik selomata. tidak beruas. somit hanya di bagian posterior saat metamorfosis. namun sebagian besar Annelida bersifat .

Boen S dan Wisnu Wardhana. Http://www. Akhyar.Erlangga: Jakarta. 2004.dkk. contohnya: cacing wawo (Lysidice oele). Instan Biologi SMA. beberapa contoh spesies Annelida yang menguntungkan antara lain: Lumbricus rubella yang memegang peranan penting bagi agroekosistem. dan cacing palolo ( Eunice viridis). Yusuf. Selain itu. Jica: Malang. cacing tersebut memproses sampah tanaman dan mengubahnya menjadi permukaan tanah sehingga kaya nutrisi. BIOLOGI untuk SMA Kelas 1(KelasX) Semester2. Taksonomi Avertebrata Pengantar Praktikum Laboratorium.menguntungkan bahkan ada yang dapat dijadikan sebagai bahan konsumsi di beberapa daerah. Bandung : Grafindo Media Pratama. 1990. 2003. Salman.com . DAFTAR PUSTAKA Kastawi. 2004. Selain itu ada juga spesies yang biasa digunakan dalam ilmu kedokteran yaitu Hirudo medicinalis. Zoologi Avertebrata.google. Oemarjati. Kedua cacing tersebut biasa dikonsumsi oleh manusia di beberapa tempat di Indonesia. Tim Ganesha Operation. Cacing tersebut juga berperan sebagai dekomposer dan menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif dan enzim-enzim penghancur benda mati sehingga tidak mengherankan jika cacing dijadikan bahan pengobatan contohnya untuk typhus dan bahan pembuat kosmetik.M. UI Press: Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful